P. 1
Boiler

Boiler

|Views: 160|Likes:
Published by Arif Juventini

More info:

Published by: Arif Juventini on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2012

pdf

text

original

oiler adalah sebuah bejana tertutup yang berfungsi untuk mengubah wujud suatu fluida dari cair menjadi

gas. Perubahan wujud tersebut terjadi karena penambahan kalor. Kalor yang ditambahkan dapat diperoleh dengan cara pembakaran bahan bakar fosil maupun non fosil, reaksi inti atom, ataupun merupakan gas buang dari sisa ekspansi turbin gas. Sampai dengan saat ini secara umum dikenal dua macam jenis boiler yaitu Fire Tube Boiler (Boiler Tabung Api) dan Water Tube Boiler (Boiler Tabung Air). Water tube boiler mempunyai efisiensi yang lebih tinggi daripada fire tube boiler, khususnya yang membutuhkan panas tinggi atau tekanan tinggi, oleh karena itu boiler jenis ini banyak digunakan oleh industri yang dalam prosesnya membutuhkan tekanan tinggi. JENIS-JENIS BOILER Ada berbagai macam jenis boiler: Berdasarkan tempat fluida mengalir : Fire tube boiler, Water tube boiler, Berdasarkan proses pembakarannya: Fluidized bed combustion boiler, Atmospheric fluidized bed combustion boiler, Pressurized fluidized bed combustion boiler, Circulating fluidized bed combustion boiler, Stoker fired boiler, Pulverized fuel boiler, Boiler pemanas limbah (Waste heat boiler), Berdasarkan tekanan kerja: a. Low pressure (2-16 Kg/cm2), Medium pressure (17-30 Kg/cm2), High pressure (31-140 Kg/cm2), Super high pressure (141-225 Kg/cm2), Super critical pressure (Up to 226 Kg/cm2). Fire Tube Boiler Pada fire tube boiler, gas panas melewati pipa-pipa dan air umpan boiler ada didalam shell untuk dirubah menjadi steam. Fire tube boilers biasanya digunakan untuk kapasitas steam yang relative kecil dengan tekanan steam rendah sampai sedang. Sebagai pedoman, fire tube boilers kompetitif untuk kecepatan steam sampai 12.000 kg/jam dengan tekanan sampai 18 kg/cm2. Fire tube boilers dapat menggunakan bahan bakar minyak bakar, gas atau bahan bakar padat dalam operasinya. Untuk alasan ekonomis, sebagian besar fire tube boilers dikonstruksi sebagai ³paket´ boiler (dirakit oleh pabrik) untuk semua bahan bakar. Water Tube Boiler Pada water tube boiler, air umpan boiler mengalir melalui pipa-pipa masuk kedalam drum. Air yang tersirkulasi dipanaskan oleh gas pembakar membentuk steam pada daerah uap dalam drum. Boiler ini dipilih jika kebutuhan steam dan tekanan steam sangat tinggi seperti pada kasus boiler untuk pembangkit tenaga. Water tube boiler yang sangat modern dirancang dengan kapasitas steam antara 4.500 ± 12.000 kg/jam, dengan tekanan sangat tinggi. Banyak water tube boilers yang dikonstruksi secara paket jika digunakan bahan bakar minyak bakar dan gas. Untuk water tube yang menggunakan bahan bakar padat, tidak umum dirancang secara paket. Karakteristik water tube boilers sebagai berikut: 1. Forced, induced dan balanced draft membantu untuk meningkatkan efisiensi pembakaran 2. Kurang toleran terhadap kualitas air yang dihasilkan dari plant pengolahan air. 3. Memungkinkan untuk tingkat efisiensi panas yang lebih tinggi.

Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) berlangsung pada suhu sekitar 840OC hingga 950OC. Suhu pembakaran yang lebih rendah tercapai disebabkan tingginya koefisien perpindahan panas sebagai akibat pencampuran cepat dalam fluidized bed dan ekstraksi panas yang efektif dari bed melalui perpindahan panas pada pipa dan dinding bed. Contoh yang sederhana mengenai ini adalah alat kettle boiler. batubara akan terbakar dengan cepat dan bed mencapai suhu yang seragam. bagas & limbah pertanian lainnya. Boiler fluidized bed memiliki kisaran kapasitas yang luas yaitu antara 0. Dengan kenaikan kecepatan udara selanjutnya. terbentuklah suatu keadaan dimana partikel tersuspensi dalam aliran udara ± bed tersebut disebut ³terfluidisasikan´. DASAR TEORI BOILER Boiling Proses pemanasan air untuk mendapatkan steam merupakan proses yang sangat umum dilakukan oleh manusia. Bahan bakar yang dapat dibakar dalam boiler ini adalah batubara. Karena suhu ini jauh berada dibawah suhu fusi abu. terjadi pembentuka gelembung. pencampuran cepat dan pembentukan permukaan bed yang rapat. barang tolakan dari tempat pencucian pakaian. Ada beberapa hala yang perlu diketahui mengenai boiler . hal ini dibutuhkan energy untuk menaikkan suhu atau merubah fase dari fase liquid menjadi fase gas. partikel tidak akan terganggu pada kecepatan yang rendah. fleksibel terhadap bahan bakar. Kecepatan gas dicapai diantara kecepatan fluidisasi minimum dan kecepatan masuk partikel. Faktor teknis dan ekonomi yang sangat diperhatikan untuk menghasilkan steam dengan tekanan yang diinginkan adalah seberapa kecil energi yang dibutuhkan untuk mendapatkan steam yang sesuai. turbulensi yang kuat. efisiensi pembakaran yang tinggi dan berkurangnya emisi polutan yang merugikan seperti SOx dan NOx. Jika partikel pasir dalam keadaan terfluidisasikan dipanaskan hingga ke suhu nyala batubara. maka pelelehan abu dan permasalahan yang terkait didalamnya dapat dihindari. sekam padi. Hal ini menjamin operasi bed yang stabil dan menghindari terbawanya partikel dalam jalur gas.5 T/jam sampai lebih dari 100 T/jam. Begitu kecepatan udaranya berangsur-angsur naik. cukup dengan menaikkan suhu air tersebut hingga mencapai titik yang diinginkan. Bed partikel padat menampilkan sifat cairan mendidih dan terlihat seperti fluida ³bed gelembung fluida/ bubbling fluidized bed´. Secara termodinamika. Bila udara atau gas yang terdistribusi secara merata dilewatkan keatas melalui bed partikel padat seperti pasir yang disangga oleh saringan halus. dan batubara diinjeksikan secara terus menerus ke bed.Boiler Pembakaran dengan Fluidized Bed (FBC) Pembakaran dengan fluidized bed (FBC) muncul sebagai alternatif yang memungkinkan dan memiliki kelebihan yang cukup berarti dibanding sistim pembakaran yang konvensional dan memberikan banyak keuntungan rancangan boiler yang kompak.

% W = Berat Bahan Bakar. Temperatur ini berbanding lurus dengan tekanan yang dihasilkan. Tekanan proses yang diinginkan harus dijaga untuk menjamin kebutuhan steam sesuai tekanan yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan kapasitas boiler. Kcal/Kg h = Effisiensi. Temperature (Suhu) Temperatur adalah panas kerja dalam boiler. Kalor yang diberikan bahan bakar x effisiensi = Kalor yang diterima fluida untuk menjadi uap M DH = h (W) HV Keterangan: M = Kapasitas. Secara umum ada dua jenis steam yang dihasilkan: Saturated steam Temperature yang dihasilkan segaris dengan tekanan Superheated steam Temperatur yang dihasilkan sesuai dengan design yang direncanakan pada boiler. Kcal/Kg untuk fiber : 2340 Kcal/kg untuk shell : 3480 Kcal/kg Efisiensi . Kg/Jam DH = Perbedaan entalphy keluar dan masuk. Kg/Jam HV = Heating Value.Pressure (Tekanan) Tekanan merupakan faktor penting dalam proses boiler. Temperatur dan tekanan ini juga yang mencerminkan steam yang dihasilkan. harus mengetahui effisiensi dari boiler dan jumlah bahan bakar yang digunakan. Kapasitas Kapasitas adalah kemampuan boiler untuk menghasilkan uap dalam satuan berat per waktu.

Dalam proses ini pasti ada kehilangan energi. berikut gambaran kehilangan energi yang mungkin dalam proses boiler dengan menggunakan bahan bakar batu bara. Kehilangan karena bahan bakar yang tidak terbakar dalam ruang pembakaran. Pengkajian energi harus mengurangi kehilangan yang dapat dihindari. dengan meningkatkan efisiensi energi. Neraca panas merupakan keseimbangan energi masuk dan yang keluar. Endapan juga mengakibatkan . Kehilangan waktu blowdown. padatan tersebut mendorong terbentuknya busa dan menyebabkan terbawanya air ke steam. Kehilangan energi dalam proses bisa dikategorikan kehilangan yang bisa dihindari dan yang tidak dapat dihindari. padatan tersebut akan terpekatkan dan akhirnya akan mencapai suatu tingkat dimana kelarutannya dalam air akan terlampaui dan akan mengendap dari larutan. Suhu gas cerobong dioptimalkan dengan pemeliharaan yang baik. Energi masuk dari proses pembakaran bahan bakar diubah menjadi energi yang bisa digunakan untuk untuk berbagai kebutuhan. mengoptimalkan operasi dan pemeliharaan. Diatas tingkat konsenrasi tertentu. padatan terlarut yang terdapat dalam air akan tinggal di boiler. Sebagai contoh. Neraca Panas Proses dalam boiler tidak lepas dari penyusunan neraca panas. Kehilangan dapat diminimalisasi: Kehilangan panas di gas cerobong. Berikut ilustrasi proses termodinamika. teknologi boiler yang baik. Proses pembakaran dalam boiler dapat digambarkan dalam gambar neraca energi. Udara berlebih diturunkan hingga batas udara minimum dibutuhkan. suatu ukuran persentase berapa banyak steam yang dihasilkan dalam setiap jumlah bahan bakar yang terbakar. Kehilangan konveksi dan radiasi ke lingkungan. dikurangi dengan mengisolasi boiler dengan baik.Effisiensi merupakan suatu ukuran efektifitas panas. dan lain-lain. Q in = Q use + Q loss Blowdown Boiler Jika air dididihkan dan dihasilkan steam. Jika banyak padatan terdapat dalam air umpan. pengolahan air umpan yang baik dan daur ulang kondensat. Kehilangan kondensat.

yang didasarkan pada aturan umum misalnya ³sekali dalam satu shift untuk waktu 2 menit´. Residu blowdown yang meninggalkan flash vessel masih mengandung energi panas yang cukup dan dapat dimanfaatkan kembali dengan me masang sebuah penukar panas untuk memanaskan air make-up dingin. Walaupun sejumlah besar panas diambil dari boiler. Hal ini dicapai oleh proses yang disebut µblowing down¶. mengakibatan pemanasan setempat menjadi berlebih dan akhirnya menyebabkan kegagalan pada pipa boiler. . konsentasi Silica dan Fosfat) dalam batasan yang sudah ditentukan sehingga tidak berpengaruh buruk terhadap kualitas steam. Walau demikian. Flash steam ini dapat digunakan untuk pemanasan awal air umpan boiler. Pada blowdown yang sewaktu-waktu. sejumlah besar energi panas hilang karena blowdown yang sewaktu-waktu. Jenis blowdown ini juga merupakan metode efektif untuk membuang padatan yang telah lepas dari larutan dan menempati pipa api dan permukaan dalam shell boiler. dimana sejumlah tertentu volume air dikeluarkan dan secara otomatis diganti dengan air umpan ± dengan demikian akan tercapai tingkat optimum total padatan terlarut (TDS) dalam air boiler dan membuang padatan yang sudah rata keluar dari larutan dan yang cenderung tinggal pada permukaan boiler. Blowdown penting untuk melindungi permukaan penukar panas pada boiler. jalur yang berdiameter besar dibuka untuk waktu sesaat. Blowdown yang kontinyu Terdapat pemasukan yang tetap dan konstan sejumlah kecil aliran air boiler kotor.terbentunya kerak di bagian dalam boiler. sehingga menyebabkan fluktuasi ketinggian air dalam boiler karena perubahan dalam ukuran gelembung steam dan distribusinya yang setara dengan perubahan dalam konsentrasi padatan. dan tidak perlu lagi diatur setiap saat oleh operator. yang dapat diterapkan pada berbagai ukuran boiler steam dengan waktu pengembalian modalnya bisa kembali hanya dalam beberapa bulan. Juga. Blowdown yang sewaktu-waktu menyebabkan harus ditambahkannya air umpan ke dalam boiler dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. tetapi ada peluang pemanfaatan kembali panas ini dengan mengembuskannya ke flash tank dan mengasilkan flash steam. Kran blowdown hanya diatur satu kali untuk kondisi tertentu. Hal ini menjamin TDS yang konstan dan kemurnian steam pada beban steam tertentu. Oleh karena itu penting untuk mengendalikan tingkat konsentrasi padatan dalam suspensi dan yang terlarut dalam air yang dididihkan. Juga. Jenis blowdown ini umum digunakan pada boiler bertekanan tinggi. dengan penggantian aliran masuk air umpan yang tetap dan konstan. pH. Blowdown yang sewaktu-waktu/intermittent Blowdown yang sewaktu-waktu dioperasikan secara manual menggunakan sebuah kran yang dipasang pada pipa pembuangan pada titik terendah shell boiler untuk mengurangi parameter (TDS atau konduktivitas. sehingga membutuhkan pompa air umpan yang lebih besar daripada jika digunakan blowdown kontinyu. Blowdown dapat menjadi sumber kehilangan panas yang cukup berarti. jika dilakukan secara tidak benar. Sistim pemanfaatan kembali panas blowdown yang lengkap seperti yang digambarkan dibawah dapat memanfaatkan hingga 80% energi yang terkandung dalam blowdown. tingkat TDS akan bervariasi.

Hampir semua komponen dalam air umpan dalam keadaan terlarut. Walau demik ian. maka akan terjadi pembentukan kerak dan endapan. Kotoran yang mengakibatkan pengendapan . Endapan bertindak sebagai isolator dan memperlambat perpindahan panas. Jika kelarutan komponen spesifik dalam air terlewati. Efek pengisolasian terhadap endapan menyebabkan naiknya suhu logam boiler dan mungkin dapat menyebabkan kegagalan pipa karena pemanasan berlebih. Sebuah boiler merupakan bagian dari sistim boiler.Keuntungan pengendalian blowdown Pengendalian blowdown boiler yang baik dapat secara signifikan menurunkan biaya perlakuan dan operasional yang meliputi: § Biaya perlakuan awal lebih rendah § Konsumsi air make-up lebih sedikit § Waktu penghentian untuk perawatan menjadi berkurang § Umur pakai boiler meningkat § Pemakaian bahan kimia untuk pengolahan air umpan menjadi lebih rendah Pengolahan Air Umpan Boiler Memproduksi steam yang berkualitas tergantung pada pengolahan air yang benar untuk mengendalikan kemurnian steam. kenaikan suhu dan tekanan menyebabkan komponen air memiliki sifat yang berbeda. efisiensi. yang menerima semua bahan pencemar dari sistim didepannya. Sejumlah besar endapan diseluruh boiler dapat mengurangi perpindahan panas yang secara signifikan dapat menurunkan efisiensi boiler. Berbagai jenis endapan akan mempengaruhi efisiensi boiler secara berbeda-beda. Air boiler harus cukup bebas dari pembentukan endapan padat supaya terjadi perpindahan panas yang cepat dan efisien dan harus tidak korosif terhadap logam boiler. kadang-kadang dalam bentuk Kristal dan pada waktu yang lain sebagai bentuk amorph. sehingga sangat penting untuk menganalisis karakteristik endapan. Jika air umpan masuk ke boiler. endapan dan korosi. Kesadahan air umpan dapat terjadi karena kurangnya sistim pelunakan. Pengendalian endapan Endapan dalam boiler dapat diakibatkan dari kesadahan air umpan dan hasil korosi dari sistim kondensat dan air umpan. dibawah kondisi panas dan tekanan hampir seluruh komponen terlarut keluar dari larutan sebagai padatan partikuat. Kinerja boiler. Endapan dan korosi menyebabkan kehilangan efisiensi yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pipa boiler dan ketidakmampuan memproduksi steam. dan umur layanan merupakan hasil langsung dari pemilihan dan pengendalian air umpan yang digunakan dalam boiler.

Pendidih merupakan bagian terpenting dari penemuan mesin uap yang merupakan pemicu lahirnya revolusi industri. atau dengan perubahan bahan kimia menjadi senyawa yang kurang larut. sampai listrik. Silika dapat meningkatkan endapan pada sirip turbin. atau dalam bentuk yang mudah menguap dalam steam pada tekanan tinggi. saat ini. klorida dan nitrat. Dua jenis utama pengolahan air boiler adalah pengolahan air internal dan eksternal. jika dilarutkan dalam air secara kimiawi akan menjadi netral dan dikenal dengan kesadahan non-alkali. nuklir dan lain-lain. harga tembaga yang tinggi menjadi pilihan yang tidak ekonomis dan lebih murah menggunakan material pengganti (seperti baja) . Bahan kimia sadah non-alkali terlepas dari larutannya karena penurunan daya larut dengan meningkatnya suhu. gas. yang akan digunakan untuk pemanasan atau tenaga gerak. Ketel Uap (bahasa Inggris:boiler) adalah alat untuk menghasilkan uap air. dengan pemekatan karena penguapan yang berlangsung dalam boiler. Silika dapat juga berinteraksi dengan garam kalsium dan magnesium.Bahan kimia yang paling penting dalam air yang mempengaruhi pembentukan endapan dalam boiler adalah garam kalsium dan magnesium yang dikenal dengan garam sadah. biomasa. Bahan tersebut disebut bahan kimia sadah permanen dan membentuk kerak yang keras pada permukaan boiler yang sulit dihilangkan. Bahan bakar pendidih bermacam-macam dari yang populer batubara dan minyak bakar. Baja stainless sebenarnya tidak disarankan (oleh ASME Boiler Code) untuk digunakan pada bagian-bagian yang basah dari ketel uap modern. namun. dll. atau awalnya dari besi tempa. melepaskan karbon dioksida dan membentuk lumpur lunak. Hal ini disebut dengan kesadahan sementara ± kesadahan yang dapat dibuang dengan pendidihan. yang kemudian mengendap. tembaga sering digunakan untuk peti api (firebox)(terutama untuk lokomotif uap air. Silika Keberadaan silika dalam air boiler dapat meningkatkan pembentukan kerak silika yang keras. Material Bejana pada suatu ketel uap biasanya terbuat dari baja (steel /alloy steel). membentuk silikat kalsium dan magnesium dengan daya konduktivitas panas yang rendah. Kalsium dan magnesium sulfat.Tembaga atau kuningan sering digunakan karena lebih muddah di-pabrikasi untuk ketel uap ukuran kecil. karena kemudahannya dibentuk dan pengantar panas yang tinggi. Kalsium dan magnesium bikarbonat larut dalam air membentuk larutan basa/alkali dan garam-garam tersebut dikenal dengan kesadahan alkali. tapi seringkali digunakan pada bagian super heater yang tidak akan terpapar ke cairan ketel uap. Garam-garam tersebut terurai dengan pemanasan. Sejarahnya. setelah terbawa dalam bentuk tetesan air dalam steam.

khususnya kapasitas pembakaran dan volume ruang pembakaran-nya mendekati pembakar BBM sehingga kapasitas boilernya nanti tidak menurun terlalu banyak. sehingga bubuk batubara berputar dan terbakar dalam ruang siklon tersebut secara intensif sebab tingkat turbulensi yang tinggi tercipta dalam ruang bakar siklon. Kualitas yang tinggi dari lembaran dan kecocokan untuk kehandalan yang tinggi digunakan pada aplikasi yang kritikal. Boiler BBM dapat dimanfaatkan dengan memodifikasinya menjadi boiler berbahan bakar batubara dengan cara mengganti pembakar BBM-nya dengan alat pembakar batubara. dimana lebih kuat dan lebih murah. Pada abad 20. Besi tuang (cast iron)digunakan untuk bejana pemanas untuk pemanas air. Kapasitas boiler adalah 2 ton uap/jam. Kapasitas pembakar siklon adalah 220 kg batubara per jam untuk batubara 30 mesh. batubara ditiupkan bersama dengan udara pembakar secara tangensial. dilakukan uji kinerjanya untuk menghasilkan uap. Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan teknik modifikasi boiler BBM menjadi boiler batubara dengan mencoba penggunaan pembakar siklon sebagai pembakar batubaranya dengan meneliti parameter-parameter yang berpengaruh sehingga dicapai efisiensi yang baik dan meneliti efek negatif yang timbul serta usaha mengatasinya. untuk praktisnya disain bergerak kearah penggunaan baja. dengan aliran asap pembakaran ke bawah dan selanjutnya berbalik ke atas menuju cerobong melewati bagian luar kumparan pipa air. Pembakar batubara yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik pembakar BBM sebelumnya. Pembakar siklon berupa silinder.Untuk kebanyakan ketel uap Victorian. Kerapuhan dari besi tuang menjadikannya tidak cocok untuk ketel uap tekanan tinggi Dengan dikuranginya subsidi BBM secara drastis maka banyak industri beralih dari penggunaan BBM ke batubara. Walaupun suatu pemanas biasanya disebut "pendidih" (boiler). dengan pembakar BBM di atasnya yang pembakarannya memanaskan bagian dalam kumparan pipa air. Hal ini menjadikan alat pembakar tersebut mampu mendekati karakteristik pembakar BBM sebelumnya dalam boiler. Boiler yang digunakan untuk percobaan berupa boiler vertikal. Setelah uji operasional pembakar siklon dan pemasangannya dalam boiler menggantikan pembakar BBM. hanya menggukaan besi tempa kwalitas paling tinggi. yang dirakit menggunakan keling (rivet).240 kg batubara per jam sesuai dengan . karena tujuannya adalah untuk membuat air panas. Banyak diantaranya yang membeli boiler baru dengan bahan bakar batubara sementara boiler lama dengan bahan bakar minyak tidak digunakan karena tidak ekonomis lagi. seperti ketel uap tekanan tinggi. yang lebih cepat dan sedikit pekerja. Pada tahap awal dilakukan pembakaran batubara dengan kecepatan 30-40 kg/jam dan selanjutnya terus ditingkatkan sehingga mencapai 220 . Pembakar siklon dipasang di atas boiler. asap pembakarannya dibelokkan ke bawah ke ruang pembakaran yang sebelumnya merupakan ruang pembakaran BBM. karena dioperasikan pada tekanan rendah dan menghindari pendidihan sebenarnya. dengan konstruksi las. bukan uap air.

Untuk meningkatkan kapasitas pembakaran batubara. Efisiensi energi yang cukup baik menunjukkan proses perpindahan panas dari api pembakaran batubara berlangsung secara efisien. Batubara yang digunakan berukuran -30 mesh. sehingga usaha selanjutnya adalah meningkatkan kapasitas pembakaran batubara. Efisiensi energi yang cukup baik dan respon yang cepat kurang dari 30 menit menunjukkan bahwa boiler dan pembakar siklon telah berinteraksi secara baik. Kapasitas boiler termodifikasi masih rendah.7%. Setelah boiler dimodifikasi dengan mengganti burner BBM dengan pembakar siklon dengan batubara ternyata pembakar siklon dapat berinteraksi dengan baik dengan boiler yang ditunjukkan oleh efisiensi energi yang cukup baik. perlu dorongan draft (forced draft) yang dapat dilakukan dalam sistem tertutup dengan tekanan positif dalam sistem. nilai kalorinya 5537 kkal/kg menghasilkan 585 kg uap/jam dengan tingkat efisiensi rata-rata 86. rata-rata 86. sehingga dapat mengatasi hambatan yang ada antara boiler sampai cerobong. Akibatnya udara pembakar yang masuk terbatas dan siklon maupun boiler masih bekerja di bawah kapasitasnya. Untuk keperluan tersebut diperlukan blower yang berdaya lebih tinggi seperti yang digunakan sistem BBM sebelumnya yang berdaya 3 pk. Hal ini disebabkan : .7% dan produksi uap langsung normal dalam waktu kurang dari 30 menit setelah penyalaan. Selain itu sambungan antara siklon dengan boiler perlu dibuat lebih kuat sehingga tahan terhadap getaran boiler selama beroperasi. Tetapi ternyata pembakaran batubara hanya mencapai 75 kg per jam melalui perbaikan-perbaikan penghubung siklon dengan boiler yang rawan bocor karena getaran boiler. Biasanya efisiensi energi untuk sistem BBM adalah 85 95%. Masih rendahnya kapasitas pembakaran batubara yang dicapai disebabkan sistem bekerja secara terbuka sehingga mengandalkan draft alami yang lemah.kapasitas boiler.

sistemnya harus tertutup dengan tekanan positif. 2. Untuk meningkatkan kapasitas boiler termodifikasi.1. Pada sistem BBM sebelumnya digunakan blower 3 pk. Untuk itu diperlukan blower berdaya lebih tinggi dan sistem pengumpan batubara dengan teknik pengumpan ulir. Hasil modifikasi adalah sistem terbuka bertekanan 1 atmosfer. mengandalkan natural draft dari cerobong yang tidak begitu kuat. . dalam sistem tertutup. Blower yang digunakan berdaya rendah (0.7 pk).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->