P. 1
Tugas an Peserta Didik

Tugas an Peserta Didik

|Views: 36|Likes:

More info:

Published by: Eko Prasetyo Notoasih on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2012

pdf

text

original

Perkembangan Sosial

A. Pengertian Hubungan Sosial Syamsu Yusuf (2007) menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial dapat pula diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi ; meleburkan diri menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja sama. Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungannya. Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirsakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang. Hubungan social diawali dari rumah sendiri yang kemudian berkembang dalam lingkup social yang lebih luas, seperti sekolah dan teman sebaya, kesulitan anak berhubungan sosial dengan teman sebaya ini biasanya disebabkan oleh pola asuh yang penuh dengan unjuk kuasa oleh orang tua. Situasi kehidupan dalam keluarga berupa pola asuh orang tua yang salah, pada umumnya masih bisa di perbaiki oleh orang tua itu sendiri, tetapi situasi pergaulan dengan teman-teman sebaya cenderung sulit di perbaiki (Sunarto : 1998)

B. Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja

Mulai Cenderung Memilih Karier Tertentu. b. Adanya Upaya Memilih Nilai-nilai Sosial. Terdapat dua kemungkinan yang ditempuh oleh remaja ketika berhadapan dengan nilai-nilai sosial tertentu yaitu menyesuaika diri dengan nilai-nilai tersebut atau tetap pada pendirian dengan segala akibatnya. 4. namun ada kemungkinan seseorang tidak akan menuntut norma-norma sosial yang demikian mutlak.1. Kuhlen mengatakan bahwa ketika sudah memasuki masa remaja akhir. Meningkatkan Ketertarikan pada Lawan Jenis. 2. Dalam konteks ini masa remaja seringkali disebut juga sebagai masa biseksual (Sunarto: 1998) mengistilahkan bahwa dunia remaja telah menjadi dunia erotis artinya keinginan membangun hubungan sosial dengan jenis kelamin lain dipandang sebagai sudut yang berpangkal pada kesadaran akan kesunyian. 1984) C. 1984 : 152) berpendapat bahwa kemiskinan akan hubungan atau perasaan kesunyian remaja disertai kesadaran sosial psikologis yang menimbulkan dorongan yang kuat akan pentingnya pergaulan untuk menemukan suatu bentuk sendiri. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial . 3. Kesadaran akan kesunyian menyebabkan remaja berusaha mencari kompensasi dengan mencari hubungan denga orang lain atau berusaha mencari pergaulan. tetapi tidak pula menolak seluruhnya. Berkembangnya Kesadaran akan Kesunyian dan Dorongan akan Pergaulan a. Langeveld (Simanjuntak dan Pasaribu. mulai tampak kecendurangan untuk memilih karier tertentu meskipun dalam pemilihan karier tersebut masih mengalami kesulitan (Simanjuntak dan Pasaribu.

3. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak. maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam . Untuk mampu mempertimbangan dalam proses sosial. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga. 2. kematangan anak. Kematangan Anak Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. “ia anak siapa”. status ekonomi keluarga. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. masyarakat dan kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya. Status Sosial Ekonomi Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. 1. Dalam hal tertentu. Di dalam keluarga berlaku norma-norma kehidupan keluarga. Sehubungan dengan itu. termasuk perkembangan sosialnya. memerlukan kematangan intelektual dan emosional. akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. memberi dan menerima pendapat orang lain. dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi keluarganya. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. bukan sebagai anak yang independen. Dengan demikian.Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga. dan kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi. perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Dari pihak anak itu sendiri. Di samping itu. dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan anak. kemampuan berbahasa ikut pula menentukan. tingkat pendidikan. untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak. Masyarakat akan memandang anak.

Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif. Kepada peserta didik bukan saja dikenalkan kepada normanorma lingkungan dekat. Oleh karena itu kemampuan intelektual tinggi. 5. akan memberikan warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka di masa yang akan datang. Hal ini dapat berakibat lebih jauh. memecahkan masalah. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri. kemampuan berbahasa baik. Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi. yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. pergaulan sosial yang tidak tepat.4. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pendidikan Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. dan kelembagaan. dan Intelegensi Kemampuan berpikir banyak mempengaruhi banyak hal. tetapi dikenalkan kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan antarbangsa. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku . dan berbahasa. D. seperti kemampuan belajar. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga. Emosi. masyarakat. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Penanaman norma perilaku yang benar secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di kelembagaan pendidikan(sekolah). Kapasitas Mental. dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.

yang sering mengarah kepenilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannya dengan orang lain. Kemampuan abstraksi anak sering menimbulkan kemampuan mempersalahkan kenyataan dan peristiwa-peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semstinya menurut alam pikirannya. Keluarga Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak. Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain. belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya. termasuk perkembangan sosialnya. etika berinteraksi dengan orang lain banyak ditentukan oleh keluarga. terlalu menitik beratkan pikiran sendiri. mereka dapat memikirkan dirinya dan orang lain. Disamping itu pengaruh egoisentris sering terlihat. Kematangan Untuk dapat bersosilisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik dan psikis sehingga mampu mempertimbangkan proses sosial. . Kemampuan berfikir dengan pendapat sendiri. 2. diantaranya berupa : 1. Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang kondusif bagi sosialisasi anak. Cita-cita dan idealisme yang baik. dari pengaruh perkembangan psikologi social yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri. maka sikap ego semakin berkurang dan diakhir masa remaja sudah sangat kecil rasa egonya sehingga mereka dapat bergaul dengan baik. Pikiran anak sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain. 2. pola pergaulan. Faktor-faktor perkembangan social anak diantaranya sebagai berikut : 1. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. bahkan sering ada yang menyembunyikannya atau merahasiakannya. tanpa memikirkan akibat labih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan. termasuk kepada orang tuanya. Hasil pemikiran dirinya tidak akan diketahui oleh orang lain.Dalam perkembangan sosial anak.

Anak yang berkemampuan intelek tinggi akan berkemampuan berbahasa dengan baik. Perkembangan emosi perpengaruh sekali terhadap perkembangan sosial anak. . Kapasitas Mental : Emosi dan Intelegensi Kemampuan berfikir dapat banyak mempengaruhi banyak hal. dan kemampuan bertindak. 3. 4. Status Sosial Ekonomi Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga dalam masyarakat. disamping itu kematangan dalam berbahasa juga sangat menentukan. pendengaran. seperti kemampuan belajar. Perbedaan Individual Dalam Perkembangan Peserta Didik Karakteristik individu terdiri dari karakteristik bawaan dan karakteristik yang dipengaruhi lingkungan. dan berbahasa. memecahkan masalah. Agung Hartono mengategorikan perbedaan individual ke dalam bidang-bidang berikut: 1. baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. anak memberikan warna kehidupan sosial anak didalam masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang akan datang. E. Pendidikan Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. 5. Sementara karakteristik yang dipengaruhi lingkungan adalah karakteristik yang banyak dipengaruhi dengan keadaan masyarakat sekitar atau faktor-faktor eksternal dirinya. Karakterisitk bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir. memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Garry 1963 dalam buku Perkembangan Peserta Didik karya Sunarto dan B. Perilaku anak akan banyak memperhatikan kondisi normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. penglihatan. Oleh karena itu jika perkembangan ketiganya seimbang maka akan sangat menentukan keberhasilan perkembangan sosial anak. jenis kelamin. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif. Perbedaan fisik.memberi dan menerima nasehat orang lain. tingkat dan berat badan.

kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perbedaan individual dalam kecakapan bahasa. dan suku. d. Perbedaan dalam kecakapan motorik. c. . 3. 4. b. Perbedaan sosial termasuk status ekonomi. kecakapan atau kemauan untuk berkonsentrasi pada bahan-bahan pelajaran. 5. Perbedaan dalam latar belakang. kemampuan motorik atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja saraf motorik yang dilakukan oleh saraf pusat untuk melakukan kegiatan. kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna. dan sikap. agama. hubungan keluarga. minat. yang dimaksud latar belakang di sini berupa minat dan sikap individu terhadap sekolah dan mata pelajaran tertentu. dan kebiasaankebiasaan belajar. dan sistematis. Jenis perbedaan lainnya meliputi: a. Perbedaan kepribadian termasuk watak. kebiasaan-kebiasaan kerja sama. Perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah. logis. motif. Perbedaan kognitif.2. Perbedaan inteligensi dan kemampuan dasar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->