Kemampuan Kognitif menurut Revisi Taksonomi Bloom Seseorang dapat dikatakan telah belajar sesuatu dalam dirinya telah

terjadi perubahan, akan tetapi tidak semua perubahan terjadi. Jadi hasil belajar merupakan pencapaian tujuan belajar dan hasil belajar sebagai produk dari proses belajar. Selain ranah afektif dan psikomotorik, hasil belajar yang perlu diperhatikan adalah dalam ranah kognitif. Dalam Taksonomi Bloom yang direvisi oleh David R. Krathwohl di jurnal Theory into Practice, aspek kognitif dibedakan atas enam jenjang yang diurutkan sebagai berikut:

Hieraki Ranah Kognitif Menurut Revisi Taksonomi Bloom Mengingat (remembering) Mengingat merupakan proses kognitif paling rendah tingkatannya. Untuk mengkondisikan agar mengingat bisa menjadi bagian belajar bermakna, tugas mengingat hendaknya selalu dikaitkan dengan aspek pengetahuan yang lebih luas dan bukan sebagai suatu yang lepas dan terisolasi. Kategori ini mencakup dua macam proses kognitif yaitu mengenali (recognizing) dan mengingat. Kata operasional mengetahui yaitu mengutip, menjelaskan, menggambar, menyebutkan, membilang, mengidentifikasi, memasangkan, menandai, menamai. Memahami (understanding). Pertanyaan pemahaman menuntut siswa menunjukkan bahwa mereka telah mempunyai pengertian yang memadai untk mengorganisasikan dan menyusun materi-materi yang telah diketahui. Siswa harus memilih fakta-fakta yang cocok untuk menjawab pertanyaan. Jawaban siswa tidak sekedar mengingat kembali informasi, namun harus menunjukkan pengertian terhadap materi yang diketahuinya. Kata operasional memahami yaitu menafsirkan, meringkas, mengklasifikasikan, membandingkan, menjelaskan, membeberkan.

Menerapkan (applying). Pertanyaan penerapan mencakup penggunaan suatu prosedur guna menyelesaikan masalah atau mengerjakan tugas. Oleh karena itu, mengaplikasikan berkaitan erat dengan pengetahuan prosedural. Namun tidak berarti bahwa kategori ini hanya sesuai untuk pengetahuan prosedural saja. Kategori ini mencakup dua macam proses kognitif yaitu menjalankan dan mengimplementasikan. Kata oprasionalnya melaksanakan, menggunakan, menjalankan, melakukan, mempraktekan, memilih, menyusun, memulai, menyelesaikan, mendeteksi. Menganalisis (analyzing). Pertanyaan analisis menguraikan suatu permasalahan atau obyek ke unsur-unsur-unsurnya dan menentukan bagaimana saling keterkaitan antar unsur-unsur tersebut. Kata oprasionalnya yaitu menguraikan, membandingkan, mengorganisir, menyusun ulang, mengubah struktur, mengkerangkakan, menyusun outline, mengintegrasikan, membedakan, menyamakan, membandingkan, mengintegrasikan. Mengevaluasi (evaluating). Mengevaluasi membuat suatu pertimbangan berdasarkan kriteria dan standar yang ada. Ada dua macam proses kognitif yang tercakup dalam kategori ini adalah memeriksa dan mengkritik. Kata operasionalnya yaitu menyusun hipotesi, mengkritik, memprediksi, menilai, menguji, membenarkan, menyalahkan. Mencipta (creating). Membuat adalah menggabungkan beberapa unsur menjadi suatu bentuk kesatuan. Ada tiga macam proses kognitif yang tergolong dalam kategori ini yaitu membuat, merencanakan, dan memproduksi. Kata oprasionalnya yaitu merancang, membangun, merencanakan, memproduksi, menemukan, membaharui, menyempurnakan, memperkuat, memperindah, menggubah.

yang memiliki hubungan erat dengan psikologi belajar. psikologi kognitif tidak hanya menggali dasar-dasar dari gejala yang khas kornitif. Anderson & Krathwohl (dalam wowo 1999) merevisi taksonomi Bloom tentang aspek kognitif menjadi dua dimensi. konatif sampai pada taraf psikomotis. Dimensi proses kognitif terdiri dari Mengingat. Penerapan. yaitu: proses kognitif dan pengetahuan. maka berkembang pula cara-cara mengevaluasi pencapaian hasil belajar. Salah satu perkembangan yang menarik ádalah revisi ³Taksonomi Bloom³ tentang dimensi kognitif. efektif. tetapi tidak pernah dapat dipisahkan secara total yang satu dari yang lainnya. serta menggali dari ingatan pengetahuan dan prosedur kerja yang dibutuhkan dalam menghadapi tunututan hidup sehari-hari. untuk mengoreksinya. tetapi juga meninjau aspek kognitif dalam gejala mental yang lain. seperti apa penafsiran dan pertimbangan yang menyertai reaksi perasaan (afektif) dan keputusan kehendak (konatif). tetapi juga membantu untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam prose situ dan sekali terjadi kesalahan selama periode belajar. Dimensi pengetahuan berisi empat kategori. mengolah kesan yang masuk melalui penginderaan.BAB I PENDAHULUAN Psikologi Kognitif merupakan salah satu cabang dari psikologi umum yang mencakup studi ilmiah tentang gejala-gejala kehidupan mental/psikis yang berkaitan dengan cara manusia berfikir. Namun. Prosedural. dapat diselidiki dengan cara bagaimana berfikir dalam berbagai wujudnya ikut megnambil bagian dalam berperasaan dan berkehendak. dalam bagian ini tekanan diberikan pada analisis tentang cara berfikir itu sendiri karena perilaku internal inilah yang paling mendasar dalam belajar disekolah. psikologi pendidikan dan psikologi pengajaran. Kehidupan mental/psikis mencakup gejala-gejala kognitif. yaitu Faktual. baik dalam berhadapan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain. Cabang ilmu psikologi ini khusus mempelajari gejala-gejala mental yang bersifat kognitif dan terkait dengan proses belajar mengajar di sekolah. seperti dalam memperoleh pengetahuan. Analisis. Konseptual. Gejala-gejala mental /psikis ini dapat dibedakan dengan yang lain dan dijadikan objek studi ilmiah sendirisendiri. Evaluasi dan Membuat. Oleh karena itu. Seiring dengan berkembangnya psikologi kognitif. Siswa disekolah berperasaan sambil belajar dan berkehendak serta bermotivasi sambil belajar. Pemahaman. terutama untuk domain kognitif. Kesinambungan yang mendasari dimensi proses kognitif diasumsikan sebagai kompleksitas . menghadapi masalah/problem untuk mencari suatu penyelesaian. dan Metakognitif. Pengetahuan dan pemahaman tentang proses belajar tidak hanya menerangkan mengapa siswa berhasil dalam proses balajar.

Penerapan (Aplication)/C3 Penerapan (C3) adalah kemampuan kognisi yang mengharapkan siswa mampu mendemonstrasiaknpemahaman mereka berkenaan denga sebuah abstraksi matemaika melalui pengunaannya secara tepat ketika mereka diminta untuk menunjukkan kemampuan tersebut. sementara penerapan (C3) lebih menekankan pada penguasaan dan pemamfaatan infomasiinformasi yang sesuai. dan seterusnya.dalam kognitif. penerapan dipercaya lebih kompleks lagi daripada pemahaman. Dalam tingkatan ini. berkaitan dan bermamfaat. yaitu: (i) analisis elemen/bagian. Sistesis (Syntesis)/C5 . fan mengamati pengorganisasian bagian-bagian. (ii) analisis hubungan. dan (iii) analisis prinsip-prinsip pengorganisasian. Bila pemahaman(C2) menekankan pada penguasaan atau pengertian akan arti materi matematika. keterampilan dan prinsipprinsip. menemukan hubungan antarbagian. terminologi dan peristilahan. yaitu pemahaman dipercaya lebih kompleks lagi daripada mengingat. Bloom mengidentifikasikan 3 jenis analisis. fakta-fakta. Pengetahuan (Knowledge) / C1 Pengetahuan (C1) menekankan pada poses mental dalam mengingat dan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah siswa peroleh secara tepat sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya. Pemahaman (Comprehension)/C2 Pemahaman (C2) adalah tingkatan yang paling rendah dalam aspek kognisi yang berhubungan dengan penguasaan atau mengerti tentang sesuatu. seorang siswa harus dapat memilih dan menggunakan apa yang mereka telah miliki secara tepat sesuai dengan situasi yang ada dihadapannya. Analisis(C4) berkaitan dengan pelmilahan materi ke dalam bagian-bagian. Informasi-informasi yang dimaksud di sini berkaitan dengan simbol-simbol matematika. siswa diharapakn mampu memahami ide-ide matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan tanpa perlu menghubungkannya denga ide-ide lain degan gejala implikasinya. Analisis (Analysis)/C4 Analisis (C4) adalah kemapuan untuk memilah sebuah struktur informasi ke dalam komponenkomponen sedemikian hingga hierarki dan keterkaitan antar ide dalam informasi tersebut menjadi tampak dan jelas.

mulai dari pengetahuan. pemahaman. logika dan konsistensi. Evaluasi adalah tipe yang tertinggi diantara ranah-ranah kognitif yang lain karena melibatkan ranah yang lainnya. Faktor kognitif bagi teori belajar kognitif merupakan faktor pertama dan utama yang perlu dikembangkan oleh para guru dalam membelajarkan peserta didik. analisis hingga sintesis. Semakin bertambah dewasa kemampuan kognitif seseorang. cara atau metode. Teori belajar psikologi kognitif memfokuskan perhatiannya kepada bagaimana dapat mengembangkan fungsi kognitif individu agar mereka dapat belajar dengan maksimal. Dalam transformasi pengetahuan. dan cara baru yang unik dalam analisis atau sintesis.Sistesis (C5) adalah kemampuan untuk mengkombinasikan elemen-elemen untuk membentuk sebuah struktur yang unik atau sistem. (2) proses transformasi pengetahuan. penerapan baru. Perkembangan itu ke dalam sistem penyimpanan yang sesuai dengan aspek-aspek lingkungan sebagai makanan. Jadi transformasi memungkinkan menggunakan informasi diluar jangkauan informasi itu dengan cara eksplorasi (membuat estimasi berdasarkan informasi tersebut) atau dengan interpolasi (untuk menggunakan informasi) atau mengubah informasi ke dalam bentuk lain (Hadis. 2006). seperti akurasi. pemahaman yang lebih baik. sistesis melibatkan pengkombinasian dan pengorganisasian konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika untuk mengkreasikannya menjadi struktur amtematika yang lain dan berbeda dari ayng sebelumnya. Evaluasi dapat memandu seseorang uintuk mendapat pengetahuan baru. penerapan. Bruner sebagai ahli teori belajar psikologi kognitif memandang proses belajar itu sebagai tiga proses yang berlangsung secara serampak. dan (ii) Penilaian pada bukti atau struktur eksternal. misalnya bloom menjadi kegiatan evalusi ke dalam 2 tipe yaitu: (i) penilaian pada bukti atau struktur internal. Salah satu contohnya adalah memformulasikan teorema-teorema matematika dan mengembangkan struktur matematika. Dalam matematika. Informasi dapat merupakan penyempurnaan pengetahuan terdahulu atau semacam kekuatan yang berpengaruh kepada pengetahuan terdahulu seseorang. dan (3) proses pengecekan ketepatan dan memadainya pengetahuan tersebut. Evaluasi( Evaluation)/C6 Evaluasi (C6) adalah kegiatan mambuat penialaian (judgement) berkenaan dengan nilai sebuah ide. karena kemampuan belajar peserta didik sangat dipengaruhi oleh sejauhmana fungsi kognitif peserta didik dapat berkembang secara maksimal dan optimal melalui sentuhan proses pendidikan. seperti teorema-teorema matematika dan sistemnya. orang menggunakan pengetahuan untuk menyesuaikan dengan masalah yang dihadapi. . kreasi. maka semakin bebas seseorang memberikan respon terhadap stimulasi yang dihadapi. yaitu (1) proses perolehan informasi baru.

BAB II PEMBAHASAN Objek-objek Pembelajaran Matematika Menurut Gagne. Objek-objek langsung a Fakta (abstrak) berupa konvensi-konvensi(kesepakatan) dalam matematika unutk memperlancar pembicaraan-pembicaraan dalam matematika. Faktor kognitif merupakan jendela bagi masuknya berbagai pengetahuan yang diperoleh peserta didik melalui kegiatan belajar mandiri maupun kegiatan belajar secara kelompok. Pengetahuan tentang kognitif peserta didik perllu dikaji secara mendalam oleh para calon guru dan para guru demi untuk menyukseskan proses pembelajaran di kelas. Sebagai contoh Simbol bilangan ³3´ sudah dipahami sebagai bilangan ³tiga´. seperti lambang-lambang. yaitu objek-objek langsung (direct objects) dan objek-objek tak langsung (indirect objects). secara garis besar ada 2 macam objek yang dipelajari siswa dalam matematika. Jika potensi kognitif yang ada pada setiap peserta didik telah dapat berfungsi dan menjadi aktual oleh proses pendidikan di sekolah. peran ahli teori belajar psikologi kognitif berkesimpulan bahwa salah satu faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran di kelas ialah faktor kognitif yang dimiliki oleh peserta didik. tanpa pembuktian karena merupakan kesepakatan. . Jika disajikan angka ³3´ orang sudah dengan sendirinya menangkap maksudnya yaitu ³tiga´.Peranan guru menurut teori belajar psikologi kognitif ialah bagaimana dapat mengembangkan potensi kognitif yang ada pada setiap peserta didik. fakta merupakan sesuatu yang harus diterima. Sebaliknya kalau seseorang mengucapakan kata ³tiga´ dengan sendirinya dapat disimbolkan dengan ³3´. maka peserta akan mengetahui dan memahami serta menguasai materi pelajaran yang dipelajari di sekolah melalui proses belajar mengajar di kelas. Di dalam matematika. Oleh karena itu. Tanpa pengetahuan tentang kognitif peserta didik guru akan mengalami kesulitan dalam membelajarkan peserta didik di kelas yang pada akhirnya mempengaruhi rendahnya kualitas proses pendidikan yang dilakukan oleh guru di kelas melalui proses belajar mengajar antara guru dengan peserta didik.

karena seseorang memiliki sesuatu di mana ia menerima secara baik. ³perkalian´. kemampuan berfikir analitis. Dengan adanya definisi ini orang dapat membuat ilustrasi atau gambar atau lambang dari konsep yang didefinisikan. Sebagai contoh hasil kali dua bilangan p dan q sama dengan nol jika dan hanya jika p=0 dan q=0. Sebagai contoh misalnya ³penjumlahan´. ³segitiga´ adalah nama suatu konsep abstrak. Dengan common sense. Pengetahuan ilmu. kedisiplinan dan hal ±hal lain yang secara implisit akan dipelajari jika siswa mempelajari matematika. Konsep trapesium misalnya bila dikemukakan dalam definisi ³trapesium adalah segiempat yang tepat sepasang sisinya sejajar´ akan menjadi jelas maksudnya. 2007). d Prinsip (abstrak) adalah objek matematika yang komplek. Suatu konsep yang berada dalam lingkup matematika disebut sebagai onsep matematika. Dalam pengertian yang sempit science diartikan untuk menunjukkan ilmu pengetahuan alam. Konsep berhubungan erat dengan definisi. Prinsip adalah suatu pernyataan bernilai benar. yang memuat dua konsep atau lebih dan menyatakan hubungan antara konsepkonsep tersebut.b Konsep adalah ide abstrak yang dapat digunakan untuk menggolongkan atau mengklasifikasikan sekumpulan objek. mengemukakan bahwa pengetahuan yang dimiliki manusia ada empat. Dengan konsep itu sekumpulan objek dapat digolongkan sebagai contoh atau bukan contoh. Semua orang menyebutnya sesuatu itu merah karaena memang itu merah. di mana mereka akan berpendapat sama semuanya. yang sifatnya kuantitatif dan . benda itu panas karena memang dirasakan panas dan sebagainya. Sehingga menjadi semakin jelas apa yang dimaksud dengan konsep tertentu. ³gabungan´. ³irisan dan sebagainya.q = 0 Û p = 0 atau q = 0). c Operasi/keterampilan matematika adalah operasi-operasi dan prosedur-prosedur dalam matematika yang merupakan suatu proses untuk mfencari suatu hasil tertentu. semua orang sampai pada kenyakinan secara umum tentang sesuatu. tetapi mempunyai jangkauan yang sama. ketekunan. sikap positif terhadap matematika. Pengetahuan dalam kajian filsafat Menurut Burhanuddin Salam (Amsal. Definisi adalah ungkapan yang membatasi suatu konsep. kemampuan memecahkan masalah. ketelitian. yaitu: Pengetahuan biasa. ( p. apakah objek tertentu merupakan contoh konsep atau bukan. Objek-objek tak langsung dari pembelajaran matematika meliputi kemampuan berfikir logis. yaitu ilmu sebagai terjemahan dari science. yaitu pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan istilah common sense. Kedua definisi trapesium memiliki isi kata atau makna kata yang berbeda. misalnya ³segiempat yang terjadi jika sebuah segitiga dipotong oleh sebuah garis yang sejajar salah satu sisinya adalah trapesium. Konsep trapesium dapat juga dikemukakan dengan definisi lain. dan sering diartikan dengan good sense.

Siswa dalam hal ini berperan sebagai individu yang aktif dalam setiap Pembelajarannya. Ilmu merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika dan dapat diamati panca indera manusia. kognitif dan konstruktif yang tergabung dalam pembelajaran yang berarti. yakni pengetahuan yang hanya diperoleh dari Tuhan lewat para utusanNya. merekam informasi yang didapat dari orang tuanya.obyektif. dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode. Pengetahuan filsafat. Pengetahuan Agama yang lebih penting di samping informasi tentang Tuhan. netral. Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang sesuatu. juga informasi tentang Hari Akhir. buku teks ataupun media saja. Pengetahuan Agama bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk Agama. Iman pada Hari Akhir merupakan ajaran pokok Agama sekaligus merupakan ajaran yang membuat manusia optimis akan masa depannya. karena dimulai dari fakta. guru. Dimensi Pengetahuan Pemahaman pembelajaran saat ini memfokuskan pada proses aktif. Pengetahuan mengandung beberapa hal yang pokok. Ilmu merupakan milik manusia secara komprehensif. Filsafat biasanya memberikan pengetahuan yang reflektif dan kritis. Ilmu pada prinsipnya merupakan usaha untuk mengorganisasikan dan mensistemasikan common sense. Namun. Ilmu dapat merupakan suatu metode berpikir secara obyektif (objekctive thinking). Siswa bukan penerima yang pasif. dalam arti tidak dipegaruhi oleh sesuatu yang bersifat kedirian (subyektif). yang sering juga disebut dengan hubungan horizontal. . atau suatu pengetahuan yang berasal dari pengalamandan pengamatan dari kehidupan sehari-hari. yakni pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif. sehingga ilmu yang tadinya kaku dan cenderung tertutup menjadi longgar kembali. yang sering juga disebut dengan hubungan vertikal dan cara berhubungan dengan sesama manusia. pemikiran logika diutamakan. eksprimen. Pengetahuan Agama. Analisis ilmu itu objektif dan menyampingkan unsure pribadi. filsafat membahas hal yang lebih luas dan mendalam. Hal ini merupakan perubahan dari pandangan pasif dalam belajar kognitif dan perspektif konstruktif yang menekankan pada bagaimana siswa mengetahui (pengetahuan) dan bagaimana mereka berpikir (proses kognitif) mengenai apa yang mereka ketahui selama siswa melakukan pembelajaran yang berarti. diperolehnya melalui observasi. klasifikasi. tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia factual. mereka dapat memilih informasi yang dibangun oleh pengertian mereka sendiri dari informasi yang dipilih tersebut. Kalau ilmu hanya pada satu bidang pengetahuan yang sempit dan rigid. Pengetahuan yang diperoleh dengan ilmu. yaitu ajaran tentang cara berhubungan dengan Tuhan.

yaitu Faktual. . bilangan-bilangan. Pengetahuan tentang kosakata melukis. khususnya dalam pengembangan psikologi kognitif. orang. gambar-gambar). sumber informasi. Pengetahuan Khusus dan Elemen-Elemennya Pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan tentang peristiwa. contohnya saja tanggal yang benar dari suatu kejadian atau fenomena dan perkiraan informasi. lokasi. dan sebagainya. maka secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam empat tipe pengetahuan umum. Elemen-elemen ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang bekerja pada disiplin ilmu tertentu yang membutuhkan perubahan dari satu aplikasi ke aplikasi lain. tanggal. Pengetahuan faktual (factual knowledge) yang meliputi aspekaspek Pengetahuan Istilah Pengetahuan istilah meliputi pengetahuan khusus label-label atau simbol-simbol verbal dan non verbal (contohnya kata-kata.Mengingat banyaknya tipe-tipe pengetahuan. dan Metakognitif. dan penyusunan dimensi pengetahuan secara sistematis. Pengetahuan faktual berisi elemen-elemen dasar yang harus siswa ketahui ketika mereka harus mencapai atau menyelesaikan suatu masalah. Pengetahuan tentang simbol-simbol yang digunakan untuk mengindikasikan pengucapan katakata yang tepat. Pengetahuan Faktual Pengetahuan faktual meliputi elemen-elemen dasar yang digunakan oleh para ahli dalam mengkomunikasikan disiplin akademik. Pengetahuan tentang syarat-syarat keilmuan. Contohnya : Pengetahuan tentang alfabet. tanda-tanda. Setiap materi berisi sejumlah label-label atau simbol-simbol verbal dan non verbal yang memiliki referensi khusus. Pengetahuan tentang akunting. pemahaman. seperti periode waktu suatu peristiwa atau fenomena yang terjadi. Elemen-elemen ini biasanya dalam bentuk simbolsimbol yang digabungkan dalam beberapa referensi nyata atau µrangkaian simbol¶ yang membawa informasi penting. Pengetahuan khusus ini juga meliputi informasi yang spesifik dan tepat. Pengetahuan tentang simbol-simbol dalam peta dan bagan. Prosedural. Konseptual.

Pengetahuan nama-nama penting. atau teori implisit atau eksplisit dalam model psikologi kognitif yang berbeda. kebutuhan manusia dan ketertarikannya. dan bagaimana bagianbagian ini saling berfungsi. . kewarganegaraan. Pengetahuan Konseptual Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan kategori dan klasifikasi serta hubungannya dengan dan diantara mereke-lebih rumit. Pengetahuan ini secara umum merefleksikan bagaimana para ahli berpikir dan menyelesaikan masalah mereka. kata sifat) Pengetahuan macam-macam masalah psikologi yang berbeda. matahari. tempat. dan peristiwa dalam berita. dimana pengetahuan khusus menjadi penting dari masalah yang telah diselesaikan. skema. Pengetahuan periode waktu yang berbeda. Abstraksi ini memiliki nilai yang sangat besar dalam menggambarkan.Contohnya: Pengetahuan tentang fakta-fakta mengenai kebudayaan dan sosial. Semua itu dipersembahkan dalam pengetahuan individual mengenai bagaimana materi khusus di susun dan distrukturisasikan. Pengetahuan bagian-bagian kalimat (kata benda. menjelaskan atau menentukan tindakan yang paling tepat dan relevan atau arah yang harus diambil. Pengetahuan adalah sebuah aspek penting dalam mengembangkan sebuah disiplin akademik. Seperti. Contohnya : Pengetahuan macam-macam tipe literatur. Pengetahuan Dasar dan Umum Pengetahuan dasar dan umum meliputi abstraksi nyata yang menyimpulkan fenomena penelitian. Contohnya. Pengetahuan Klasifikasi dan Kategori Pengetahuan klsifikasi dan kategori meliputi kategori-kategori. rotasi bumi mengelilingi matahari. Pengetahuan reputasi penulis dalam mempersembahkan bukti-bukti terhadap masalah pemerintah. model mental. Pengetahuan macam-macam bentuk kepemilikan usaha. Pengetahuan tentang fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan. kata kerja. rotasi bumi. dalam bentuk pengetahuan yang tersusun. bagaimana bagian-bagian yang berbeda atau informasi yang sedikit itu saling berhubungan dalam arti yang lebih sistematik. memprediksikan. divisi-divisi dan penyusunan yang digunakan dalam materi yang berbeda.

teknik-teknik. dan metoda-metoda yang secara keseluruhan dikenal sebagai prosedur. algoritma. . Pengetahuan dasar-dasar kimia yang relevan dalam proses kebudayaan dan kesehatan. Pengetahuan prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran. Sekali lagi. model dan struktur meliputi pengetahuan dasar dan generalisasi dengan hubungan timbal balik yang jelas. jawabannya 4 semudah pengetahuan faktual. Pengetahuan model genetika (DNA). Pengetahuan hukum-hukum fisika dasar. masalah. atau materi. fungsi) Pengetahuan evolusi. Seperti pengetahuan keterampilan. Pengetahuan Keterampilan Umum-Khusus dan Algoritma Pengetahuan algoritma digunakan dengan latihan matematika. Pengetahuan Teori. Pengetahuan struktur kongres secara keseluruhan (organisasi. Contohnya: Pengetahuan hubungan timbal balik antara prinsip kimia sebagai dasar untuk teori kimia. hasil dari pengetahuan prosedural ini seringkali menjadi pengetahuan faktual atau konseptual. Algoritma untuk penjumlahan seluruh bilangan yang sering kita gunakan untuk menambahkan 2 dan 2 adalah pengetahuan prosedural. ketika diterapkan. pandangan yang sistematis dalam sebuah fenomena yang rumit. hasil umumnya adalah jawaban yang sulit karena adanya kesalahan dalam penghitungan. Model dan Struktur Pengetahuan teori. Pengetahuan Prosedural Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu. Pengetahuan ini merupakan formula yang abstrak. penekanan disini adalah berdasarkan pada pemahaman siswa dalam memahami dan menyelesaikannya sendiri. Walaupun hal ini dikerjakan dalam pengetahuan prosedural. Pengetahuan teori tektonik. Contohnya : Pengetahuan keterampilan dalam melukis menggunakan cat air. Prosedur perkalian dalam aritmetika.Contohnya : Pengetahuan generalisasi utama tentang kebudayaan khusus. Ataupun dapat digambarkan sebagai rangkaian langkahlangkah.

Strategi Metakognitif merujuk kepada cara untuk meningkatkan kesadaran mengenai proses berfikir dan pembelajaran yang berlaku. persetujuan. Pengetahuan kriteri untuk menentukan teknik-teknik dalam menerapkan dan membuat pengaruh dalam melukis menggunakan cat air. Pengetahuan perluasan strategi seperti menguraikan dengan kata-kata sendiri dan kesimpulan.Pengetahuan ketrampilan yang digunakan dalam mengartikan kata yang didasarkan pada analisa struktur Pengetahuan keterampilan macam-macam algoritma untuk menyelesaikan persamaan kuadrat Pengetahuan Metode dan Teknik Khusus Pengetahuan metoda dan teknik khusus meliputi pengetahuan yang sangat luas dari hasil konsensus. Apabila kesedaran ini wujud. Pengetahuan kriteria untuk menentukan metoda yang digunakan dalam menyelesaikan persamaan aljabar. Contohnya : Pengetahuan metoda penelitian yang relevan untuk ilmu sosial. Jadi Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan mengenai pengertian umum maupun pengetahuan mengenai salah satu pengertian itu sendiri Pengetahuan Strategi Pengetahuan strategi adalah pengetahuan strategi umum untuk mempelajari. . Pengetahuan Metakognitif Metakognitif ialah kesedaran tentang apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui. atau penemuan. Pengetahuan kriteria untuk menentukan prosedur statistik untuk menggunakan data yang terkumpul dalam eksperimen. Contohnya: Pengetahuan informasi ulangan untuk menyimpan informasi. atau norma-norma disiplin daripada pengetahuan yang secara langsung lebih menjadi sebuah hasil observasi. Pengetahuan Kriteria Untuk Menentukan Penggunaan Prosedur yang Tepat Pengetahuan kriteria untuk menentukan beberapa tipe essay untuk ditulis (ekspositori. eksperimen. memikirkan dan menyelesaikan masalah. Pengetahuan macam-macam metoda literatur. Pengetahuan metoda-metoda untuk mengevaluasi konsep kesehatan. memantau dan menilai apa yang dipelajari. persuasif). Pengetahuan teknik-teknik yang digunakan oleh ilmuwan dalam mencari penyelesaian masalah. seseorang dapat mengawal fikirannya dengan merancang.

termasuk Pengetahuan Kontekstual dan Kondisional Pengetahuan ini meliputi pengetahuan yang membedakan tugas-tugas kognitif yang tingkat kesulitannya sedikit ataupun banyak. bisa saja membuat sistem kognitif ataupun strategi kognitif. Namun demikian. Kedua. Secara singkat dapat dikatakan bahwa perubahan tingkah laku tanpa usaha dan tanpa disadari bukanlah belajar. Pengetahuan tugas memori sederhana (contoh. seseorang dikatakan belajar apabila setelah melakukan kegiatan belajar ia menyadari bahwa dalam dirinya telah terjadi suatu perubahan. kita dapat . ia menyadari bahwa pengetahuannya bertambah. Pengetahuan buku sumber yang sulit untuk dipahami dibandingkan dengan buku biasa atau buku teks umum. Pengetahuan Itu Sendiri Pengetahuan ini meliputi kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pengertian dan pembelajaran. pilihan berganda). Bagaimanakah terjadinya proses belajar sehingga seseorang memperoleh pengetahuan? Terjadinya proses belajar sebagai upaya untuk memperoleh hasil belajar sesungguhnya sulit untuk diamati karena ia berlangsung di dalam mental. Dengan demikian. keterampilannya meningkat. Cara Seseorang Memperoleh Pengetahuan Dan Implikasinya Pada Pembelajaran Matematika Secara psikologis.Pengetahuan macam-macam strategi organisasi dan perencanaan. sikapnya semakin positif. belajar dapat didefinisikan sebagai ³suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara sadar dari hasil interaksinya dengan lingkungan´ (Slameto. Contohnya : Pengetahuan mengingat kembali tugas-tugas (contoh. jawaban singkat) yang dibuat secara umum dalam sistem memori individu yang dibandingkan dengan pengenalan tugas-tugas (contoh. Pengetahuan Mengenai Tugas-tugas Kognitif. karena memiliki pengetahuan sendiri dalam memilih keterampilan penilaian. dan sebagainya. Misalnya. Definisi ini menyiratkan dua makna. mengingat nomor telepon). 1991:2). perubahan tingkah laku yang terjadi harus secara sadar. Pertama. bahwa belajar merupakan suatu usaha untuk mencapai tujuan tertentu yaitu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku. siswa yang mengetahui tes itu lebih mudah yang bentuknya pilihan berganda dibandingkan dengan bentuk essey. Contohnya.

Sehubungan dengan hal ini. yaitu pengungkapan kembali pengetahuan yang telah disimpan pada tahap ketiga. Ia mengemukakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Sedangkan penguatan negatif adalah stimulus yang dihilangkan/dihapuskan karena cenderung menguatkan tingkah laku (Bell. Penguatan positif sebagai stimulus. Penganut paham psikologi behavior yang lain yaitu Skinner. yaitu apabila asosiasi antara stimulus dan respon sering terjadi. apabila representasinya mengiringi suatu tingkah laku yang cenderung dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu. maka ia berusaha untuk memahami karakteristiknya (merespon) kemudian diberi kode (secara mental). yaitu apabila asosiasi yang terbentuk antara stimulus dan respon diikuti oleh suatu kepuasan maka asosiasi akan semakin meningkat. maka kepuasan akan tercapai dan asosiasi akan diperkuat. para ahli psikologi cenderung untuk mengguna-kan pola tingkah laku manusia sebagai suatu model yang menjadi prinsip-prinsip belajar. 1990:32). berpendapat hampir senada dengan hukum akibat dari Thorndike. maka asosiasi itu akan terbentuk semakin kuat. menyatakan bahwa belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R) yang diberikan atas stimulus tersebut. Resnick. . Hal ini berarti (idealnya). Pemerolehan Pengetahuan menurut Pandangan Psikologi Behavioristik Thorndike. salah seorang penganut paham psikologi behavior (dalam Orton. Hasil ini selanjutnya digunakan untuk menguasai stimulus yang diberikan yaitu pada tahap kedua (tahap penguasaan). Interpretasi dari hukum ini adalah semakin sering suatu pengetahuan ±yang telah terbentuk akibat terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon² dilatih (digunakan). Menurut Gagne (dalam Hudojo. yaitu pada tahap ketiga (tahap pengingatan). 1981:151). maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. 1981:12). jika suatu respon yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu stimulus adalah benar dan ia mengetahuinya. bahwa setiap jenis belajar tersebut terjadi dalam empat tahap secara berurutan. (2) Hukum akibat (law of effect). Selanjutnya. 1991:39. Terakhir adalah tahap keempat.mengidentifikasi dari kegiatan yang dilakukannya selama belajar. setelah seseorang yang belajar diberi stimulus. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus²respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Thorndike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon ini mengikuti hukum-hukum berikut: (1) Hukum latihan (law of exercise). Pengetahuan yang diperoleh dari tahap dua selanjutnya disimpan atau diingat. Tahap pertama pemahaman.

Asimilasi merupakan proses kognitif yang dengannya seseorang mengintegrasikan informasi (persepsi. Katona. Jadi. Meskipun Bruner mengklaim bahwa ia bukan pengikut Piaget tetapi teori-teori belajarnya sangat relevan dengan tahap-tahap perkembangan berpikir seperti yang dikemukakan Piaget. dsb) atau pengalaman baru ke dalam struktur kognitif (skemata) yang sudah dimiliki seseorang. konsep. Teori ini menyatakan bahwa cara . dapat disimpulkan bahwa pengetahuan seseorang itu diperoleh karena adanya asosiasi (ikatan) yang manunggal antara stimulus dan respon.. 1990:89). 1991:89) berpikir bukan hanya proses pengkaitan antara stimulus dan respon. Berdasarkan hasil penelitiannya ia membuktikan bahwa belajar bukan hanya mengingat sekumpulan prosedur.Berdasarkan pandangan psikologi behavior di atas. Selanjutnya. Salah satu teori belajar Bruner yang mendukung paham konstruktivisme adalah teori konstruksi. menurut pandangan psikologi gestalt dapat disimpulkan bahwa seseorang memperoleh pengetahuan melalui sensasi atau informasi dengan melihat strukturnya secara menyeluruh kemudian menyusunnya kembali dalam struktur yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami. 1993) berpendapat bahwa skemata yang terbentuk melalui proses asimilasi dan akomodasi itulah yang disebut pengetahuan. seorang ahli psikologi gestalt yang lain. Pemerolehan Pengetahuan Menurut Pandangan Psikologi Gestaltik Berpikir sebagai fenomena dalam cara manusia belajar. Esensi dari teori psikologi gestalt adalah bahwa pikiran (mind) adalah usaha-usaha untuk menginterpretasikan sensasi dan pengalaman-pengalaman yang masuk sebagai keseluruhan yang terorganisir berdasarkan sifat-sifat tertentu dan bukan sebagai kumpulan unit data yang terpisahpisah (Orton. Pemerolehan Pengetahuan menurut Pandangan Konstruktivistik Menurut Piaget pikiran manusia mempunyai struktur yang disebut skema atau skemata (jamak) yang sering disebut dengan struktur kognitif. diakui oleh para ahli psikologi gestalt sebagai sesuatu yang penting. Piaget (dalam Bell. Menurut Kohler (dalam Orton. juga tidak sependapat dengan belajar dengan pengkaitan stimulus dan respon. Akomodasi adalah proses restrukturisasi skemata yang sudah ada sebagai akibat adanya informasi dan pengalaman baru yang tidak dapat secara langsung diasimilasikan pada skemata tersebut. Pengikut aliran konstruktivisme personal yang lain adalah Bruner. tetapi lebih dari itu yaitu sebagai pengenalan sensasi atau masalah secara keseluruhan yang terorganisir menurut prinsip tertentu. 1981: Stiff dkk. yaitu melalui proses asimilasi dan akomodasi. Dengan menggunakan skemata itu seseorang mengadaptasi dan mengkoordinasi lingkungannya sehingga terbentuk skemata yang baru. 1981:143-144). melainkan juga menyusun kembali informasi sehingga membentuk struktur baru menjadi lebih sederhana (Resnick & Ford.

persepsi manusia tidak hanya sebagai kumpulan stimulus yang berpengaruh langsung terhadap pikiran. . 1992:106). Kemudian. tidak semua mengerjakan tugas yang sama. Menurut Hudojo (1998:7-8) ciri-ciri pembelajaran dalam pandangan konstrukstivisme adalah sebagai berikut. Pemahaman terhadap struktur sensasi atau masalah itu akan memunculkan pengorganisasian kembali struktur sensasi itu ke dalam konteks yang baru dan lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami atau dipecahkan. Implementasi Pandangan Gestaltik terhadap Pemerolehan Pengetahuan dalam Pembelajaran Matematika Menurut pandangan penganut psikologi gestalt. 1981:143). (2) Menyediakan berbagai alternatif pengalaman belajar. belajar merupakan proses aktif dari pebelajar untuk membangun pengetahuannya. Proses aktif yang dimaksud tidak hanya bersifat secara mental tetapi juga keaktifan secara fisik.terbaik bagi seseorang untuk memulai belajar konsep dan prinsip dalam matematika adalah dengan mengkonstruksi sendiri konsep dan prinsip yang dipelajari itu. (1) Menyediakan pengalaman belajar dengan mengkaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sedemikian rupa sehingga belajar melalui proses pembentukan pengetahuan. Artinya. hakikat dari pembelajaran matematika adalah membangun pengetahuan matematika. pengenalan terhadap suatu sensasi tidak secara langsung menghasilkan suatu pengetahuan. Implementasi Pandangan Konstruktivistik terhadap Pemerolehan Pengetahuan dalam Pendekatan Matematika Berdasarkan pandangan konsruktivistik tentang bagaimana pengetahuan diperoleh atau dibentuk. Sebagai implikasi dari hakikat belajar matematika itu maka proses pembelajaran matematika merupakan pembentukan lingkungan belajar yang dapat membantu siswa untuk membangun konsep-konsep/prinsip-prinsip matematika berdasarkan kemampuannya sendiri melalui proses internalisasi (Nickson dalam Grows. akan terbentuk suatu pengetahuan baru. tetapi terlebih dahulu menghasilkan pemahaman terhadap struktur sensasi tersebut. misalnya suatu masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara. Artinya. Hal ini perlu dibiasakan sejak anak-anak masih kecil (Bell. Dengan demikian. Sensasi/informasi yang masuk dalam pikiran seseorang selalu dipandang memiliki prinsip pengorganisasian/struktur tertentu. Pikiran manusia menginterpretasikan semua sensasi/informasi. melalui aktivitas secara fisik pengetahuan siswa secara aktif dibangun berdasarkan proses asimilasi pengalaman atau bahan yang dipelajari dengan pengetahuan (skemata) yang telah dimiliki pebelajar dan ini berlangsung secara mental.

misalnya untuk memahami suatu konsep matematika melalui kenyataan kehidupan sehari-hari. (4) Mengintegrasikan pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya transmisi sosial yaitu terjadinya interaksi dan kerja sama seseorang dengan orang lain atau dengan lingkungannya. dan siswa-siswa. .(3) Mengintegrasikan pembelajaran dengan situasi yang realistik dan relevan dengan melibatkan pengalaman konkrit. misalnya interaksi dan kerjasama antara siswa. guru. (5) Memanfaatkan berbagai media termasuk komunikasi lisan dan tertulis sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif. (6) Melibatkan siswa secara emosional dan sosial sehingga matematika menjadi menarik dan siswa mau belajar.

di atas tetapi juga harus dilihat dari aspek kinetis. musikus. musical. entrepreneurs. 6 Agustus 2003). Teori tersebut didasarkan pada pemikiran bahwa kemampuan intelektual yang diukur melalui tes IQ sangatlah terbatas karena tes IQ hanya menekan pada kemampuan logika . PENDAHULUAN Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk diperoleh anak-anak ataupun orang dewasa. designer. arsitek. penari. Kenyataan ini senada dengan yang diungkapkan oleh Seto Mulyadi (2003). tidak mendapatkan reinforcement di sekolahnya. dan lain-lain. intrapersonal. tetapi juga kalangan swasta yang mulai melirik dunia pendidikan dalam mengembangkan usahanya. Banyak sekali anak yang pada kenyataannya dianggap sebagai anak yang ³Learning Disabled´ atau ADD (Attention Deficit Disorder). atau Underachiever. Hal ini terlihat dengan semakin menjamurnya sekolah-sekolah swasta yang dimulai dari Taman Kanak-Kanak sampai perguruan tinggi. terapis.TEORI MULTIPLE INTELEGENSI (KECERDASAN MAJEMUK) DALAM PEMBELAJARAN A. Kendala bagi dunia pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas adalah masih banyaknya sekolah yang mempunyai pola pikir tradisional di dalam menjalankan proses belajarnya yaitu sekolah hanya menekankan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa. visual-spatial. Pihak sekolah hanya menekankan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Gardner mengatakan bahwa kita cenderung hanya menghargai orangorang yang memang ahli di dalam kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Kesadaran akan pentingnya pendidikan bukan hanya dirasakan oleh pemerintah. Sarana untuk memperoleh pendidikan yang disediakan oleh pemerintah masih dirasakan sangat kurang dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan. ahli alam. Kecerdasan intelektual tidak hanya mencakup dua parameter tersebut. Mengingat akan pentingnya pendidikan. prestasi anak didik hanya diukur dari kemampuan matematika dan bahasa. seorang praktisi pendidikan anak. melakukan perubahan kurikulum untuk mencoba mengakomodasi kebutuhan siswa. maka pemerintah pun mencanangkan program wajib belajar 9 tahun. Dengan demikian sistem pendidikan nasional yang mengukur tingkat kecerdasan anak didik yang semata-mata hanya menekankan kemampuan logika dan bahasa perlu direvisi. bahwa suatu kekeliruan yang besar jika setiap kenaikan kelas. Pendidikan menjadi salah satu modal bagi seseorang agar dapat berhasil dan mampu meraih kesuksesan dalam kehidupannya. Sangat disayangkan bahwa saat ini banyak anak-anak yang memiliki talenta (gift). pada saat pola pemikiran mereka yang unik tidak dapat diakomodasi oleh sekolah. dan naturalis (Kompas. interpersonal. Kita harus memberikan perhatian yang seimbang terhadap orangorang yang memiliki talenta (gift) di dalam kecerdasan yang lainnya seperti artis. Jenisjenis kecerdasan intelektual tersebut dikenal dengan sebutan kecerdasan jamak (Multiple Intelligences) yang diperkenalkan oleh Howard Gardner padan tahun 1983. Teori Multiple Intelligences yang menyatakan bahwa kecerdasan meliputi delapan kemampuan intelektual.

lalu menyelesaikan masalah tersebut atau membuat sesuatu yang dapat berguna bagi orang lain. Kecerdasan sebagai kemampuan untuk memproses informasi sehingga masalah-masalah yang kita hadapi dapat dipecahkan (problem solved) dan dengan demikian pengetahuan pun bertambah. mampukah dan bersediakah setiap insan yang berkecimpung dalam dunia pendidikan mencoba untuk mengubah pola pengajaran tradisional yang hanya menekankan kemampuan logika (matematika) dan bahasa? Bersediakah segenap tenaga kependidikan bekerjasama dengan orang tua bersinergi untuk mengembangkan berbagai jenis kecerdasan pada anak didik di dalam proses belajar yang dilaksanakan di lingkungan lembaga pendidikan? Kecerdasan (Inteligensi) secara umum dipahami pada dua tingkat yakni : Kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memahami informasi yang membentuk pengetahuan dan kesadaran. Kecerdasan merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat suatu masalah. dan berhitung. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak gagap dalam melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Semua jenis kecerdasan perlu dirangsang pada diri anak sejak usia dini. Bahkan. Artinya orang yang cerdas mestinya lebih sukses dari orang yang kurang cerdas. akan mampu memilih strategi pencapaian sasaran yang lebih baik dari orang yang kurang cerdas. dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Insan Kancil (Kompas. Kecerdasan bukan hanya dilihat dari nilai yang diperoleh seseorang. kecerdasan emosional (EQ). Jadi mudah dipahami bahwa kecerdasan adalah pemandu bagi kita untuk mencapai sasaran-sasaran kita secara efektif dan efisien. 13 Oktober 2003). pendidikan Taman Kanak-Kanak telah menekankan pada kecerdasan akademik. Anak-anak usia 0 ± 8 tahun harus diperkenalkan dengan kecerdasan jamak (Multiple Intelligences). Padahal setiap orang mempunyai cara yang unik untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. bahkan lebih sukses dari dari rekan-rekannya yang lebih cerdas. 2003).(matematika) dan bahasa (Gardner. dan sebaliknya. kecerdasan spiritual (SQ). orang yang lebih cerdas. Sekitar 99 persen. Artinya. Menurut Moleong. Yang menjadi pertanyaan terbesar. Guru hendaknya tidak terjebak pada kecerdasan logika semata. Hal ini berarti pula bahwa sistem pendidikan yang dilaksanakan oleh guru-guru masih tetap mementingkan akan kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Multiple Intelligences yang mencakup delapan kecerdasan itu pada dasarnya merupakan pengembangan dari kecerdasan otak (IQ). menulis. dalam melaksanakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). . guru dan orang tua hendaknya bersinergi dalam mengembangkan berbagai jenis kecerdasan. tanpa menyeimbanginya dengan kecerdasan lain. terutama terhadap anak usia dini. (Kompas. Pola pemikiran tradisional yang menekankan pada kemampuan logika (matematika) dan bahasa memang sudah mengakar dengan kuat pada diri setiap guru di dalam menjalankan proses belajar. pendidikan Taman Kanak-Kanak saat ini cenderung mengambil porsi Sekolah Dasar. Taman Kanak-Kanak mengajarkan membaca. Yang sering membingungkan ialah kenyataan adanya orang yang kelihatan tidak cerdas (sedikitnya di sekolah) kemudian tampil sukses. 13 Oktober 2003). mulai dari saat lahir hingga awal memasuki sekolah (7 ± 8 tahun). Dengan kata lain.

bakat kreatif-produktif. Keberbakatan dan Anak Berbakat Renzulli. tidutak hanya kecerdasan. kemampuan memecahkan masalah. dan cara demikian belum tentu tepat pula. pengikatan diri (tangung jawab terhadap tugas). Masing-masing ciri mempunyai peran yang sama-sama menentukan. Inteligensi seseorang biasanya dinyatakan dalam suatu kosien inteligensi Intelligence Quotient(IQ). apabila ia mempunyai intelegensi tinggi atau kemampuan di atas rata-rata dalam bidang intelektual yang antara lain mempunyai daya . Kemampuan untuk berpikir abstrak. Seseorang dapat dikatakan mempunyai bakat intelegtual. dkk.(1981) dari hasil-hasil penelitiannya menarik kesimpulan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang adalah pada hakekatnya tiga kelompok (cluster) ciri-ciri. tetapi kecerdasan mereka yang terbatas tidak memungkinkannya untuk mencapai keunggulan. Seseorang yang berbakat adalah seseorang yang memiliki ketiga ciri tersebut. kreativitas. cara berbicara. dan bakat kepemimpinan. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi baru. Secara umum intelegensi dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Perumusan pertama melihat inteligensi sebagai kemampuan berpikir. Oleh karena itu. Untuk menangkap hubungan-hubungan dan untuk belajar. Akan tetapi. 2. dan cara mengajukan pertanyaan. Memang dulu para ahli cenderung untuk mengidentifikasi bakat intelektual berdasarkan tes intelegensi semata-mata. Perumusan kedua sebagai kemampuan untuk belajar dan perumusan ketiga sebagai kemampuan untuk menyesuaikan diri. diperlukan waktu lama untuk dapat menyimpulkan kecerdasan seseorang berdasarkan pengamatan perilakunya. akhir-akhir ini para ahli makin menyadari bahwa keberbakatan adalah sesuatu yang majemuk. Keberhasilan dalam menyesuaikan diri seseorang tergantung dari kemampuannya untuk berpikir dan belajar. dalam penelitian jangka panjangnya mengenai keberbakatan menetapkan IQ 140 untuk membedakan antara yang berbakat dan tidak. para ahli telah menyusun bermacam-macam tes inteligensi yang memungkinkan kita dalam waktu yang relatif cepat mengetahui tingkat kecerdasan seseorang. namun ketiga aspek tersebut saling berkhaitan. artinya meliputi macam-macam ranah atau aspek. Sejauhmana seseorang dapat belajar dari pengalaman-pengalamannya akan menentukan penyesuaian dirinya. Akan tetapi. yaitu : kemampuan di atas rata-rata. Tingkat Kecerdasan Tingkat kecerdasan (Intelegensi) bawaan ditentukan baik oleh bakat bawaan (berdasarkan gen yang diturunkan dari orang tuanya) maupun oleh faktor lingkungan (termasuk semua pengalaman dan pendidikan yang pernah diperoleh seseorang. Ketiga-tiganaya menunjukkan aspek yang berbeda dari intelegensi. dan sebagainya mencerminkan kecerdasan. 3. Ungkapan-ungkapan pikiran.Prestasi seseorang ditentukan juga oleh tingkat kecerdasannya (Inteligensi). tetapi belum tentu untuk bakat seni. terutama tahun-tahun pertama dari kehidupan mempunyai dampak kuat terhadap kecersan seseorang). Walaupun mereka memiliki dorongan yang kuat untuk berprestasi dan orang tuanya memberi kesempatan seluasluasnya untuk meningkatkan prestasinya. Apakah hanya kecerdasan (yang diukur dengan tes intelegensi dan menghasilkan IQ) yang menentukan keberbakatan seseorang ? barangkali untuk bakat intelegtual masih tepat jika IQ menjadi kriteria (patokan) utama.

intrapersonal. Mampu belum tentu terwujud. Selanjutnya perumusan tersebut menekankan bahwa anak berbakat mampu memberikan prestasi yang tinggi. dan kemampuan memecahkan masalah). kinestetik-jasmani. ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu yaitu linguistik. dan naturalis. matematis-logis. Mereka menganggap bahwa seseorang telah diidentifikasi sebagai berbakat harus menonjol dalam semua bidang. Adapun yang dimaksud dengan anak berbakat adalah mereka yang karena memiliki kemampuankemampuan yang unggul dan mampu memberikan prestasi yang tinggi. adalah sama pentingnya. kemampuan berpikir kreatif-produktif. . karena pada dasarnya setiap anak cerdas. Misalnya : Si A menonjol dalam matematika. karena ia telah mengikatnya diri terhadap tugas tersebut atas kehendaknya sendiri. Si B menunjukkan kemapuan memimpin. tetapi ada pula yang belum.abstraksi. menurut Gardner (1983) dalam bukunya Frame of Mind: The Theory of Multiple intelegences. namun biasanya seseorang mempunyai bakat istimewa dalam salah satu bidang saja. kemampuan penalaran. Anak-anak ini membutuhkan program pendidikan yang berdeferensiasi atau pelayanan yang di luar jangkauan program sekolah biasa. Sebelum menerapkan MI sebagai suatu strategi dalam pengembangan potensi seseorang. Melalui delapan jenis kecerdasan ini. PEMBAHASAN 1. kemampuan psikomotor. sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Demikian juga berlaku bagi pengikatan diri terhadap tugas yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet meskipun mengalami macam-macam rintangan dan hambatan. Akan tetapi. Bakat-bakat tersebut baik sebagai potensi maupun yang sudah terwujud meliputi :kemampuan intelektual umum. Kreatifitas sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Bakat memerlukan pendidikan dalam latihan agar dapat terampil dalam restasi yang unggul. agar dapat mewujudkan bakat-bakat mereka secara optimal. interpersonal. kecerdasan tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan kemampuan setiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara. baik bagi pengembangan diri maupun untuk dapat memberikan sumbangan yang bermakna bagi kemajuan masyarakat dan negara. Dan tidak pada semua bidang. Keberbakatan itu meliputi bermacam-macam bidang. melakukan dan menyelesaikan tugas yang telah menjadi tanggung jawabnya. kemampuan dalam salah satu bidang seni. kemampuan psikososial seperti bakat kepemimpinan. Contoh Ada anak-anak yang sudah dapat mewujudkan bakat mereka yang unggul. perlu kita kenali atau pahami ciri-ciri yang dimiliki seseorang. Karena itu Amstrong (2002) menyebutkan. kecerdasan yang cukup tinggi belum menjamin keberbakatan seseorang. tetapi tidak dalam bidang seni. B. musikal. setiap individu mengakses informasi yang akan masuk ke dalam dirinya. tetapi prestasi akademiknya tidak terlalu menonjol. Hal ini kadang-kadang dilupakan oleh pendidik. spasial. Konsep Multiple Intelegenci Konsep Multiple Intelegensi (MI).

Kecerdasan Kinestetik-Jasmani. (g) mencoret-coret di atas kertas atau buku tugas sekolah. (e) menghabiskan waktu dengan permainan logika seperti teka-teki. halma dsb. (d) bernyanyi atau bersenandung untuk diri sendiri atau orang lain. Kecerdasan Spasial dicirikan antara lain: (a) memberikan gambaran visual yang jelas ketika menjelaskan sesuatu. (c) ahli dalam permainan catur. (b) suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon. slide. cirinya antara lain: (a) menghitung problem aritmatika dengan cepat di luar kepala. 4. 7. (f) suka mengisi teka-teki silang. lari. (d) suka merancang eksperimen untuk membuktikan sesuatu. (g) berprestasi bagus dalam mata pelajaran musik. (i) menonjol dalam mata pelajaran seni. tempat. berprestasi dalam Matematika dan IPA. (b) aktif dalam kegiatan fisik seperti berenang. (e) sangat menikmati kegiatan visual. (g) bereaksi secara fisik terhadap jawaban masalah yang dihadapinya. (h) lebih memahamai informasi lewat gambar daripada kata-kata atau uraian. (f) mempunyai suara bagus untuk bernyanyi. memiliki ciri: (a) banyak bergerak ketika duduk atau mendengarkan sesuatu. (d) mampu menjelaskan masalah secara logis. Kecerdasan Matematika-Logis. (b) suka mengajukan pertanyaan yang sifatnya analisis. 3. gulat atau kegiatan fisik lainnya. (c) menggambar sosok orang atau benda persis aslinya. (c) banyak terlibat dalam kegiatan kelompok di luar jam sekolah. (b) suka bersosialisasi di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya. Kecerdasan Linguistik. umumnya memiliki ciri antara lain (a) suka menulis kreatif. . (c) sangat hafal nama. (c) lebih bisa belajar dengan iringan musik. bersepeda. (f) suka melamun dan berfantasi. (d) senang melihat film. atau karya seni lainnya.1. (e) berpikir fokus dan terarah pada pencapaian tujuan. Kecerdasan Interpersonal memiliki ciri antara lain: (a) mempunyai banyak teman. menjahit. (c) perlu menyentuh sesuatu yang sedang dipelajarinya. 6. seperti teka-teki atau sejenisnya. (e) mudah mengikuti irama musik. (c) memiliki rasa percaya diri yang tinggi. (d) berperan sebagai penengah ketika terjadi konflik antartemannya. (d) banyak belajar dari kesalahan masa lalu. Kecerdasan Intrapersonal memiliki ciri antara lain: (a) memperlihatkan sikap independen dan kemauan kuat. Kecerdasan Musikal memiliki ciri antara lain: (a) suka memainkan alat musik di rumah atau di sekolah. (d) membaca di waktu senggang. (b) mudah mengingat melodi suatu lagu. (f) menikmati dengan cara mendengarkan. (b) mudah membaca peta atau diagram. tanggal atau hal-hal kecil. (e) memperlihatkan keterampilan dalam bidang kerajinan tangan seperti mengukir. kebiasaan atau prilaku orang lain. (h) suka membongkar berbagai benda kemudian menyusunnya lagi. (g) unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca. (f) pandai menirukan gerakan. (e) mengeja kata dengan tepat dan mudah. foto. (f) sangat menikmati pekerjaan mengajari orang lain. menulis dan berkomunikasi). misalnya mengapa hujan turun?. (b) bekerja atau belajar dengan baik seorang diri. (i) berprestasi dalam mata pelajaran olahraga dan yang bersifat kompetitif. (d) menikmati kegiatan melompat. 2. hiking atau skateboard. (f) banyak terlibat dalam hobi atau proyek yang dikerjakan sendiri. 5. (e) berempati besar terhadap perasaan atau penderitaan orang lain. memahat. (g) berbakat menjadi pemimpin dan berperestasi dalam mata pelajaran ilmu sosial.

setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia.8. Justru peran orang tua dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung jauh lebih penting dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak. Kecerdasan Naturalis. biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol. ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkan. kita sering kali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Apa itu kecerdasan majemuk ? Sebagai orang tua masa kini. Bill Gates (pemilik Microsoft). (b) sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh. 2. Biologi. matematika. Keunikan yang dikemukakan Gardner adalah. Kemudian di sinilah muncul pertanyaan sebagai berikut : Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan. (f) berprestasi dalam mata pelajaran IPA. Albert Einstein. kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. memiliki ciri antara lain: (a) suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang. (e) suka membawa pulang serangga. lalu apa ? Apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depanya ? Kemudian jawabannya adalah : Prestasi dalam kecerdasan majemuk (multiple Intelligence)dan bukan hanya prestasi akademik. Mendidik Anak Cerdas dan Berbakat Mengembangkan kecerdasan majemuk anak merupakan kunci utama untuk kesuksesan masa depan anak. dan fisika. dan lingkungan hidup. beliau sangat terkenal jenius di bidang sains. Tetapi pada saat mengeluarkannya. Pada kenyataannya. Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya. Jadi untuk menjamin anak yang berhasil. (d) menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup lagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri. seni arsitektur. Kecerdasan majemuk Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdannya yang majemuk itu. (c) suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang. . Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci utama untuk kesuksesan hidup di masa depan. daun bunga atau benda alam lainnya. ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya. Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut.

Kecerdasan yang memadai (dalam arti penalaran) 6. Adanya kebiasaan kerja yang baik 7. dalam peranannya sebagai ´ head Hunter ´. mengatakan ada 10 (sepuluh) unsur pokok untuk menjadi eksekutif yang sukses yaitu : 1. Sikap positip terhadap orang. John Wareham (1992). 5. Dale Carnegie (1889-1955). Keterampilan berkomunikasi yang baik. Keterampilan antar manusia yang baik. yang biasanya diukur dengan skala IQ. Keterampilan antar manusia yang baik 8. Kemampuan adaptasi dan kedewasaan emosional 9. 7. Jadi jelaslah bahwa kecerdasan. Kejelasan sasaran-sasaran hidup yang tersurat maupun yang tersirat 5. 3. stres dan kekuatiran. 8. Kemampuan memimpin diri sendiri dan orang lain. dan 10. . memang bukan elemen tunggal atau tiket menuju sukses. Kejelasan dan kesehatan sistem nilai pribadi dan kontrak-kontrak batin 4. Kemampuan mengingat yang baik. Pola kepribadian yang tepat dengan tuntutan pekerjaan 10. kemampuan mengatasi masalah. Rasa percaya diri yang berlandaskan konsep diri yang sehat. Antusiasme yang menyala-nyala. Kesesuaian tahap dan arah kehidupan dengan espektasi gaya hidup. Kemampuan mengelola energi diri yang baik 3. 6. 3. Kedua orang tua harus berusaha sebaik mungkin untuk menentukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang memiliki oleh masing-masing anak. Kemampuan menampilkan pesona diri yang tepat 2.kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Beliau mengatakan bahwa untuk berhasil dibutuhkan 10 (sepuluh Kualitas) yaitu : 1. 9. bahkan tidak menyebutkan kecerdasan secara eksplisit (dalam pengertian umum) sebagai elemen keberhasilan. menyimpulkan hal di atas sesudah ia mewawancarai puluhan ribu calon eksekutif dan mensuplai ribuan eksekutif ke banyak perusahaan. John Wareham. Sukses dan Kecerdasan Kecerdasan memang bukan satu-satunya elemen sukses. 4. Wawasan hidup yang luas. 2. kerja dan diri sendiri. Keterampilan menjual ide dan gagasan. Begitu juga Dale Carnegie tiba pada kesimpulannya sesudah ia mewawancarai banyak tokoh sukses kontemporer pada jamannya dan sesudah membaca ribuan biografi dan otobiografi orang-orang sukses dari segala macam lapangan kehidupan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful