P. 1
BAWANG MERAH

BAWANG MERAH

3.0

|Views: 1,946|Likes:
Published by Rama Bali

More info:

Published by: Rama Bali on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2014

pdf

text

original

PROPOSAL SKRIPSI

IDENTIFIKASI LOKASI TANAM DAN PERLAKUAN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Alium cepa) SEBAGAI KAJIAN PADA MATA KULIAH EKOLOGI TUMBUHAN

Oleh : Nama NIM Kelas Jurusan : Ramlin : 151 085 024 : VII A : IPA Biologi

JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM 2011

PROPOSAL SKRIPSI
KAJIAN EKOLOGI TUMBUHAN TERHADAP PRODUKSI BAWANG MERAH (ALIUM CEPA) DENGAN VARIASI LOKASI TANAM DAN PERLAKUAN SERTA KONSTRIBUSINYA PADA JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM

Oleh : Nama NIM Kelas Jurusan : Ramlin : 151 085 024 : VII A : IPA Biologi

JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) MATARAM 2011

BABI PENDAHULUAN

A. Konteks penelitian Indonesia merupakan salah satu Negara dunia yang memilki tingkat kesuburan tanah cukup tinggi sehingga berbagai tanaman dapat tumbuh dan berkembang di negeri tercinta ini. Dalam upaya meningkatkan produksi tanaman Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dengan lingkungannya atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap jasad hidup.1 Ada juga yang mengatakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang dan manusia dengan lingkungannya dimana mereka hidup, bagaimana kehidupannya, dan mengapa mereka ada disitu. Ekologi yang akan disinggung dalam penelitian ini adalah ekologi tumbuhan, yaitu hubungan timbal balik antara tumbuhan dengan lingkungannya. Dalam hal ini tananaman bawang menjadi objek dalam kajiannya. Bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman yang sudah dikenal cukup lama oleh masyarakat dunia. Beberapa ribu tahun lalu, bawang merah sudah dikenal dan digunakan orang, terutama untuk obat. Tanaman ini diduga berasal dari daerah Asia Tengah, yaitu di sekitar India, Pakistan samapai Palestina.2 Tidak ada catatan resmi sejak kapan tanaman bawang merah mulai dikenal dan digunakan. Namun diduga sudah dikenal sejak lebih dari 5000 tahun yang lalu. Mesir Kuno yang sejak

1 2

Zoer¶aini Djamal Irawan, prinsip-prinsip ekologi(Jakarta : PT. Bumi Aksara, 2010), h. 6. Wibowo Singgih, Budi Daya Bawang(Jakarta: Penebar Swadaya, 2005), h.85.

. Dengan hasil penelitian ini.zaman beheula sudah mengenal bawang putih. kuersetin. Tanaman yang memiliki nama latin Alium cepa ini sangat dicari karena mengingat fungsinya yang sangat penting terutama dalam penggunaan sebagai bumbu dapur atau bumbu masakan karena mengandung berbagai zat yang membuat baunya beraroma khas seperti kandungan minyak asiri. ternyata juga mempunyai catatan sejarah paling kuno tentang bawang merah. Alium cepa ini juga bisa dimanfaatkan sebagai salah satu tanaman obat untuk gangguan kesehatan tertentu seperti : tekanan darah tinggi. dan masuk angin. Tidak hanya sebagai bumbu masak atau bumbu dapur. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana tanaman bawang dapat merespon atau beradaptasi dengan lingkungannya dengan mengkajinya melalui pembahasan dalam ekologi tumbuhan. dan zat-zat lainnya. Mengingat fungsinya yang cukup penting tersebut. sikloaliin.paling tidak peneliti berharap bisa diaplikasikan oleh peneliti sendiri dalam bentuk penyuluhan mulai dari lingkup keluarga sampai ke lingkup yang lebih luas. penurun panas. Tanaman bawang merah ini merupakan tanaman yang memiliki tingkat permintaan dan nilai jual cukup tinggi di era modern ini sehingga tanaman ini menjadi salah satu tanaman yang sangat diperhatikan. tidak sedikit petani yang berusaha menanamnya untuk menghasilkan bawang merah yang berkualitas tinggi. sembelit. bisul pada kulit. jamuran pada vagina. metilaliin. yang meliputi : lingkungan yang cocok untuk bertani bawang merah sehingga hasilnya memuaskan. luka.

2. . h. 2010).Kajian ekologi tumbuhan yang dimasudkan dalam penelitian ini adalah dibatasi pada bagaimana bertani bawang merah (Alium cepa) yang dilakukan oleh para petani. 20. Fokus penelitian 3 Sunaryono Hendro dan prasodjo Soedomo. Bima ) karena peneliti merupakan hamba Allah Swt yang terlahir dan dititipkan di tanah tersebut. 3. dimana daerah ini dikenal sebagai daerah yang bersuhu sedikit panas dibanding wilayah NTB lainnya sehingga dengan keadaan yang demikian sangat cocok untuk bercocok tanam bawang merah. ada beberapa hal yang menjadi alasan peneliti dalam melakukan penelitian ini. Peneliti sendiri ingin mengetahui lebih banyak mengenai lingkungan yang kondusif untuk pembudidayaan bawang merah sehingga peneliti memilih model penelitian ini dengan cara melakukan observasi terhadap beberapa lokasi yang sejauh peneliti ketahui bahwa lokasi tersebut biasa dijadikan sebagai lokasi untuk berbudidaya tanaman bawang merah. Untuk lebih jelasnya mengenai latar belakang peneliti dalam penelitian ini. baik terkait objek penelitiannya mapun pemilihan lokasinya. Tanaman bawang merah merupakan tanaman yang memiliki permintaan tinggi di pasaran sehingga sangat patut untuk diperhatikan dalam pembudidayaannya. yaitu : 1.3 B. Agribisnis Bawang Merah (Bandung : Sinar Baru Algesindo. Karena salah satu persyaratan tanaman bawang merah dapat dihasilkan hasil yang maksimal adalah suhu yang panas yaitu 25-32oC. Penelitian ini dilakukan di Bima (Kab.

Manfaat teoritis Adapun manfaat teorits yang bisa didapatkan dalam penelitian ini adalah sebagai penambah khasanah atau pengetahuan. Ruang lingkup dan setting penelitian 1. E. Manfaat praktis Adapun manfaat praktis yang bisa didapatkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai pengetahuan atau panduan dalam membudidayakan bawang merah dan sebagai bahan belajar dan referensi ilmu terkait. Manfaat penelitian 1. Setting Penelitian . Ruang lingkup Penelitian Ruang lingkup pada penelitian ini khususnya di Daerah pulau Sumbawa yaitu di Kabupaten Bima dengan penelitian terhadap lokasi tanam dan perlakuan dalam memproduksi bawang merah (Alium cepa ) yang berkualitas. 2. baik bagi peneliti sendiri maupun bagi orang banyak khususnya dalam memahami mengenai pembudidayaan bawang merah.Dalam penelitian ini. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi tanam dan perlakuan yang tepat dalam memproduksi bawang merah yang berkualitas. yang menjadi fokus dalam kajiannya adalah bagaimana lokasi tanam dan perlakuan yang tepat untuk memproduksi bawang merah yang berkualitas. D. 2. C.

perlakuan yang dimaksud peneliti dalam penelitian ini adalah segala tindakan atau proses yang dilakukan oleh petani bawang dalam usaha menghasilkan bawang merah yang berkualitas.Tempat atau lokasi penelitian ini bertempat di beberapa lokasi di Kabupaten Bima. Lokasi Tanam b. yaitu mulai dari pemilihan benih sampai pada perlakuan pasca panen. dan Kec. Perlakuan juga merupakan suatu prosedur yang akan diukur pengaruhnya dan diperbandingkan satu dengan yang lain. 11. Lokasi Tanam dan Perlakuan a. Produksi Bawang Merah Beberapa ahli memberikan ilustrasi bahwa produksi tanaman (crop production) merupakan gabungan antara ilmu pengetahuan berbudi daya tanaman 4 Kusriningrum. F. Kec. Langgudu. yaitu di Kec. Kerangka teoritik 1. . Perancangan Percobaan (Surabaya: Air Langga University Press. namun penelitian ini tetap akan dilaksanakan di Bima). Perlakuan Perlakuan adalah suatu keadaan tertentu yang akan dikenakan pada satuan percobaan dalam suatu pola percobaan. h. Belo.4 Berbeda dengan uraian definisi di atas. 2. Catatan : (lokasi penelitian bisa berubah apabila lokasi yang terrencana tidak memungkinkan untuk mengadakan penelitian. 2010). Lambu .

Bawang merah mengandung berbagai komponen sulfur organic. Herba ini diperkirakan berasal dari Asia Tengah. Winarto dan Tim Karyasari.dan sekaligus seni dalam mengatur dan memanfaatkan potensi alam. bawang merah dan bawang bombay juga termasuk family lilyaceae. saponin.h. Gambaran umum mengenai bawang merah(Alium cepa) Seperti halnya bawang putih. Pengantar Produksi Tanaman Dan Penanganan Pasca Panen (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Bawang merah mengandung senyawa Allyl propyl disulphide (APDS) yang berguna untuk menurunkan aktifitas gula darah. h.DKK. sterols. Namun umumnya berbentuk bulat putih. Agromedika Pustaka. bulat kuning. yang dimaksud dengan produksi bawang merah adalah hasil bawang merah yang dihasilkan setelah proses pembudidayaan dilakukan oleh petani bersangkutan Beberapa ulasan mengenai bawang merah sebagai berikut : a. bawang ini juga mempunyai enzim Allinase yang timbul saat disayat atau dihancurkan.P. atau bulat hijau. sehingga dapat membantu menyembuhkan diabetes mellitus dengan jalan 5 Heddy Suwasono. dan minyak vilatil. bulat merah. lingkungan dan teknologi budi daya (crop production as an art and a science). Memanfaatkan Bumbu Dapur Untuk Mengatasi Aneka Penyakit (Tangerang: PT. 6 Ir. Selain itu. sinapic. caffeic. ellagic.5 Dalam penelitian ini. asam fenol. 1-2. pectin. asam p-coumaric.6 Bawang merah juga mengandung flatonoid. . 1994). 24. Bawang-bawangan mempunyai varietas yang bermacam-macam. Semua senyawa ini tergolong zat non gizi yang berfungsi untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan tubuh. 2004).W.

. Berikut adalah uraian mengenai kondisi yang cocok untuk tanaman bawang merah: 1) Iklim Bawang merah paling menyukai daerah yang beriklim kering dengan suhu yang agak panas dan cuaca cerah. 7 8 Ibid. Budi Daya Bawang (Jakarta : Penebar Swadaya.meningkatkan metabolism hati dari glukosa atau meningkatkan ekskresi insulin. Wibowo Singgih. Lingkungan yang paling baik untuk budidaya bawang merah adalah daerah beriklim kering yang cerah dengan suhu udara panas.h. dan lebih baik jika lama penyinaran matahari lebih dari 12 jam.7 b. h.8 Daerah yang cukup mendapat sinar matahari juga sangat diutamakan. 25. Salah satunya yang penting adalah Ekologinya. 2005). Hal ini terasa lebih menonjol karena banyak kegagalan budidaya bawang merah yang disebabkan karena tidak cocoknya lingkungan. Demikian juga tempat yang terlindung dan teduh. 93. . Angin yang kencang juga kurang baik. Daerah yang sering berkabut kurang baik untuk bawang merah dan sering menimbulkan bencana penyakit. Syarat hidup atau tuntuntan Ekologi bawang merah(Alium cepa) Ada beberapa persyaratan atau tuntutan untuk dipeneuhi. sekurangkurangnya diusahakan untuk dipenuhi.

subur. 2005). Pada suhu 22 0 C memang masih muda untuk membentuk umbi. tetapi yang terbaik adalah sampai ketinggian 30 m dpl.2) Suhu dan ketinggian tempat Berbeda dengan bawng putih yang baik untuk ditanam di dataran tinggi yang bersuhu sejuk.DKK. factor abiotik berupa bahan organik. . Raja Grafindo Persada. Pada ketinggian 10-250 m dpl juga dapat tumbuh cukup baik. dan factor abiotik berupa pasir. Tanah yang gembur dan subur akan mendorong perkembangan umbi sehingga hasilnya 9 Kemas Ali Hanafiah. banyak mengandung bahan organis atau humus sangat baik untuk bawang merah. yaitu material hidup (factor biotik) berupa biota (jasadjasad hayati).9 Bawang merah dapat ditanam disawah setelah panen padi dan dapat juga ditanah darat seperti tegalan dan pekarangan. Pertumbuhan tanaman maupun umbinya paling baik. Tanaman bawang merah(Alium cepa) sebaiknya ditanam pada suhu yang agak panas. bawang merah justru tidak baik pada tempat yang demikian. h. tetapi umbinya tidak sebaik jika ditanam didataran rendah yang bersuhu panas. Sampai pada ketinggian 30 m dpl. Biologi Tanah Ekologi Dan Makrobiologi Tanah ( Jakarta : PT. 1. 3) Tanah Secara ekologis tanah tersusun oleh tiga kelompok material. debu. yang berarti pada daerah dataran rendah. dan liat. Tanah yang gembur.

besar-besar. h. 2) Tanaman bawang merah biasa ditanam di dataran rendah yang beriklim agak kering dengan suhu udara agak panas hingga panas.11 10 Ibid. 4) Umbi bawang merah berwarna kuning kemerahan hingga merah tua..10 c. 5) Rasa bawang merah ini sangat merangsang. kandungan minyak etherisnya cukup tinggi hingga menimbulkan rasa pedas pada mata. 3) Ukuran umbi yang menggerombol (saling menempel pada induk ) memiliki diameter antara 3 cm-4 cm. Jenis tanah yang paling baik adalah tanah lempung yang berpasir atau berdebu karena sifat tanah yang demikian ini mempunyai aerasi yang bagus dan drainasenya pun baik. 94 . 6) Daun membentuk bulatan memanjang dan di dalamnya berongga membentuk pipa. Ciri-ciri bawang merah(Alium cepa) Adapun ciri-ciri brambang atau bawang merah(Alium cepa) adalah sebagai berikut : 1) Pada umumnya tanaman menghasilkan beberapa umbi lapis secara bergerombol dan bentuknya lebih kecil dari pada bawang Bombay.

14 Tjitrosoepomo Gembong.13 Klasifikasi bertujuan untuk mempermudah atau menyederhanakan obyek studi dengan mencari keseragaman dalam keanekaragaman. berikut adalah susunan tujuh taksonnya: Regnum Divisi Class 0rdo 11 : Plantae : Spermatophyta : Monokotyledoneae : Liliflorae AAK. Tiap divisi seterusnya berturut-turut dibagi-bagi lagi dalam takson yang lebih rendah. Klasifikasi bawang merah (Alium cepa) Klasifikasi adalah cara-cara pengelompokkan atau penggolongan makhluk hidup berdasarkan cirri-ciri yang dimilikinya.15 Untuk lebih memahami tentang klasifikasi bawang merah. Genus Alium. h. Family Amaryllidaceae. 13 Tjirosoepomo Gembong. 16. yang selain sebagai sarana referensi sekaligus memberikan indikasi untuk kategori takson yang mana nama-nama tersebut dimaksudkan. h.12 Alam tumbuhan yang ditaksir 300. Taksonomi«. 9. 5. 15 Sunaryono Hendro dan Soedomo Prasodjo. Pedoman Bertanam Bawang(Yogyakarta: Kanisius. Taksonomi Tumbuhan (Yogyakarta : Gadjah Mada University Press2009. bangsa. dan Species Alium cepa. Kamus Lengkap Biologi Bergambar(Bandung: Penabur Ilmu.h. marga. 2005). h.). Masing-masing diberi nama sesuai dengan ketentuan yang dianut dalam Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan (KITNT). Klas Monocotyledoneae.14 Adapun klasifikasi dari bawang merah secara umum(7 tingkatan takson) adalah sebagai berikut: Regnum Plantae. Ordo Liliflorae.d. Agribisnis«. 1. 133. yaitu kelas. suku. Tarigan. h. dan jenis. 2010). 12 .000 jenis itu dalam klasifikasinya dibagi-bagi menjadi sejumlah divisi. Divisi Spermatophyta.

sebaiknya berdiameter antara 1. Setiap umbi dapat menghasilkan 4-6 umbi anakan. lebih kurang ¼ bagian umbi dibuang. y y y Umbi telah disimpan selama 2-3 bulan.5-2 cm. Umbi tidak terlalu besar.Family Genus Species :Amaryllidaceae : Alium : Alium cepa e. dan bulat. sehat. bentuknya simetris. Cara Menanam Bawang Merah 1) Pemilihan benih Bawang merah berkembang biak dengan umbi dan biji. Pemotongan dilakukan pada waktu 1-2 hari sebelum ditanam. Umbi segar. 2) Pengolahan tanah . y y Kondisi umbi utuh. Umbi yang akan ditanam terlebih dahulu dipotong ujungnya. Tetapi yang sering ditanam adalah umbinya. yakni kirakira berumur 70-80 hari. keras dan kulitnya mengkilat. Ciri-ciri benih bawang merah yang bagus ditanam adalah : y berasal dari varietas unggul yang berumur cukup tua.

y Setiap bibit dipotong ¼ bagian pada bagian atas. lebih-lebih pada tanah padat atau becek. y Saat umbi bawang sudah mulai ada tanda-tanda akar dan daun mulai tumbuh. y Kira-kira 27 hari sesudah petakan selesai sikerjakan. Jarak tanam bervariasi tergantung pada varietas dan kesuburan tanah. dan 25 x 25 cm.Pengolahan tanah bertujuan untuk menggemburkan tanah dan menyikirkan tumbuh-tumbuahan pengganggu. Benih yang ditanam ditutup tipis dengan tanah halus.  Waktu penanaman yang baik : y Pada saat akhir musim hujan (kira-kira bulan Mei/Juni) atau menjelang akhir musim kemarau(kira-kira bulan Oktober). 20 x20 cm. 3) Penanaman Penanaman bawang merah ditanam hingga potongan bekas melintang pada umbi rata dengan permukaan tanah. Jarak tanam tersebut misalnya 15 x 20 cm.  Cara penanaman yang baik : y Bibit dibagi-bagi terlebih dahulu menjadi beberapa bagian. . sesuai dengan jumlah bagian yang ada. Jika tanah tidak dipersiapkan(dicangkul. maka daun tanaman bawang merah bisa menguning dan akhirnya mati sebelum umbi terbentuk. dibajak) secara sempurna.

y Jika tanah terlalu kering harus dibasahi terlebih dahulu.y Benamkan 2/3 bagian bibit di dalam tanah dan 1/3 bagian di permukaan tanah. . Pupuk P2O5 dan K2O diberikan sekaligus pada saat tanaman berumur 2 minggu. 4) Pemupukan Untuk memperoleh hasil yang baik. sedangkan pupuk buatan dimasukkan dalam larikan dekat barisan tanaman. harus disirami setiap hari selama 4-5 hari berturut-turut. Cara pemberian pupuk kandang dengan disebar rata dan diaduk dengan tanah. y Membuat lubang-lubang di tempat yang akan ditanami dengan penugal yang bisa dibuat dari sebilah bambu. yaitu setengah dosis bersamaan dengan pemberian pupuk P2O5 dan K2O kemudian setengah dosis diberikan pada waktu tanaman bawang berumur 4 minggu. Sedangkan pupuk Nitrogen diberikan dua kali. Jumlahnya dapat mencapai 15 ton per hektar. tanaman bawang merah perlu dipupuk. Pupuk kandang sangat baik diberikan sebagai pupuk dasar karena dapat menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah. Untuk tiap hektar tanah diperlukan 100 kg Nitrogen (450 kg urea). 150 kg P2 O5 (300 KG TPS) dan 100 kg K2 O (200 kg KCL). y Setelah umbi bawang merah selesai ditanam. tetapi jangan sampai menjadi becek. tanaman bawang merah juga perlu diberi pupuk buatan. Selain itu.

7) Panen Masa panen tergantung dari varietas yang ditanam dan tujuan penggunaannya.5) Penyiangan dan pembumbunan Penyiangan bertujuan untuk menyingkirkan tumbuh-tumbuhan pengganggu dan mengemburkan tanah. pembumbunan juga dilakukan dengan tujuan untuk menggermbukan tanah dan menimbun perakaran bawang merah supaya tidak terbuka. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman bawang merah. Penyiraman dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09. Bersamaan dengan penyiangan. Untuk tujuan konsumsi. bawang merah sebaiknya dipanen setelah umbinya tampak lebih tua. 8) Pengeringan .00 dan pada sore hari setelah setelah pukul 15. Penyiangan dilakukan sedini mungkin karena tanaman bawang merah yang masih muda sulit bersaing dengan tumbuhan penganggu.30 sehingga tanah tetap lembab. bawang merah sebaiknya dipanen setelah ada tanda-tanda sebagian besar daun sudah mongering dan tampak lemas serta umbi sudah tampak dipermukaan tanah. maka tanaman bawang merah perlu disiram. Penyiangan biasannya dilakukan setelah tanaman bawang merah berumur 21 hari. 6) Pengairan Setelah umbi bawang merah ditanam hingga daun pertama tumbuh. Sedangkan untuk keperluan benih.

Pengeringan tradisional dilakukan dengan menjemur umbi bawang yang telah diikat di bawah sinar matahari pada alas anyaman bamboo. Tetapi menurut hasil penelitian Laboratorium Lembaga Penelitian Holtikultura di Jogjakarta. Pada umumnya petani menyimpan bawang merah yang telah kering dengan jalan menggantungkan umbu-umbi tersebut di atas tungku di dapur tempat menanak nasi. Pengeringan ada 2 macam. Ibid. h. Hama dan penyakit pada tanaman bawang merah 1) Hama a) Hama ulat daun (laphyguma exigua) 16 17 Sunaryono Hendro dan Soedomo Prasodjo. Agribisnis«.1982). Sedangkan pengeringan secara buatan dapat dilakukan dengan panas dari kompor atau energy surya seperti yang dikembangkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI). 38 . Biasanya penjemuran ini berjalan antara 1-2 minggu bergantung keadaan cuaca pada waktu penjemuran. yaitu pengeringan tradisional(field curing) dan pengeringan buatan (field curing). dan setelah umbi mencapai kadar air antara 80-85% baru disimpan di gudang. bawang merah itu dapat disimpan secara gantungan di dalam ruangan terbuka pada suhu 26-29oC dengan kelembaban udara relative 70-80% (HOLTIKULTURA. Selanjutnya dibalik ketika hampir kering.. Pengeringan yang dilakukan dengan penjemuran ini dikenal dengan istila ³ THOMPSON et al´. supaya mendapatkan asap udara kering.16 9) Penyimpanan Untuk menjaga kualitas bawang yang telah dihasilkan. langkang bselanjutnya adalah penyimpanan. 36-38. Dengan cara ini umbi bawang dapat disimpan sampai 6 bulan tanpa mengalami serangan penyakit busuk umbi. Awal penjemuran umbinya di bawah dan daunnya di atas supaya daunnya cepat layu hingga menjadi kilat dan umbinya tidak lepas dan busuk. Penyimpanan yang dimaksudkan adalah penyimpanan bawang merah pada tempat yang terlindung dari serangan penyakit. h.Pengeringan bawang merah adalah dengan melakukan penjemuran dengan tujuan untuk menghilangkan air yang ada dalam umbi bawang merah tersebut.17 f.

. Hal ini sangat merugikan karena mengganggu jalannya proses fotosintesis. Pada daun yang terserang terdapat bekas gigitan. a) Penyakit busuk umbi Penyebab timbulnya penyakit ini adalah sebangsa cendawan. b) Hama lier (thrips tabaci) Hama ini menyerang daun seperti hama ulat daun. 2) Penyakit Penyakit-penyakit yang sering menyerang tanaman bawang merah diantaranya penyakit busuk umbi dan penyakit mati pucuk. kemudian daunnya mongering semua.2%. yaitu Botrytisalli. Untuk menanggulangi hama ini (laphyguma exigua) disemprotkan Insektisida Bayrusil dengan konsentrasi formulasi 0. Hama ini dapat diatasi dengan menyemprotkan Bayrusil dengan konsentrasi formulasi 0. Hama ini menyerang tanaman bawang merah pada bagian umbinya.Hama ini suka menyerang tanaman sayuran bawang merah pada bagian daunnya.2 %. Cendawan ini aktif sekali menyerang mulai dari areal pertanaman sampai penyimpanan di gudang. Tanaman sayuran yang terserang hama ini dapat menunjukan gejala-gejala: ujung daun kering. Umbi-umbi yang terserang akan busuk baik itu masih ada di areal penanaman maupun pada penyimpanan di gudang.

antara lain untuk mengobati : tekana darah tinggi. Tujuan penyiangan ini selain membersihkan rumput-rumput juga menggemburkan tanah. Tanaman yang terserang oleh penyakit tersebut menunjukan gejala-gejala: mula-mula bagian daunnya menguning kemudian lama-lama menjadi putih dan kering. 42. . g. bawang merah (Alium cepa) juga bias difungsikan sebagai obat tradisional yang murah. Petunjuk Praktis Menanam Bawang Merah (Bandung : Jembar. Pemberantasannya dengan menyemprotkan BB 2% dan Dithane M.2%. Dalam penyiangan ini sekaligus dilakukan pembumbunan. bisul pada kulit. h.18 18 Suhaeni Neni.Pemberantasanya yaitu dengan penyemprotan menggunakan Dithane M. dan pemberian pupuk. 45 dengan konsentrasi formulasi 0. luka. Manfaat atau kegunaan bawang merah(Alium cepa) Selain untuk keperluan masak-memasak agar makanan terasa enak dan lezat. 3) Gulma Pada tanaman yang berumur 3 minggu biasanya sudah dilakukan penyiangan. jamuran pada vagina. Rumput-rumput harus dibersihkan karena kalau tidak dibersihkan akan terjadi persaingan dalam menyerap makanan. tanpa efek samping. 45 b) Penyakit mati pucuk Penyakit mati pucuk disebabkan oleh Phytopltho porri. sembelit. aman. penurunan panas. 2007 ). dan masuk angin.

Cara lain : remas bawang merah kemudian campurkan ke minyak kelapa. Kupas dan cuci bersih dengan air. Ambil satu suing bawang merah. 6) Penurun panas. lalu balurkan ke ubun-ubun dan sekujur tubuh sembari dilakukan pemijatan. 4) Bisul pada kulit. 2) Sembelit.19 19 Ibid. Ambil satu suing bawang merah. Bersihkan kemudian parut. Campur hasil parutan bawang merah dengan minyak kelapa. Cara memakannya bias juga dicampur ketimun sebagai resep ³acar´. bubhkan cairan bawang merah pada ³wilayah ´ yang jamuran. h. Ambil satu suing bawang merah. Suing bawang merah yang sudah bersih lalu dihancurkan dengan cara digerus. Siung bawang merah yang sudah bersih lalu dihancurkan dengan cara digerus. Suing yang bersih dimakan utuh atau sebelumnya diaduk dalam minyak kacang. . Balurkan gerusan halus bawang merah tersebut di bagian kulit yang bisulan. Kupas dan cuci bersih dengan air. Siung yang bersih dengan air. Gunakan campuran tersebut untuk kerokkan. Suing bawang merah yang sudah bersih lalu dihancurkan dengan cara digerus. Ulangii beberapa hari (sehari sekali) hingga penyakitnya sembuh. Ambil satu siung bawang merah. 5) Jamuran pada vagina.Adapun langkah-langkah dalam upaya pengobatan tersebut adalah sebagai berikut : 1) Tekanan darah tinggi. 43-44. Dengan bantuan kapas. Saring gerusannya. Kupas dan cuci bersih dengan air. Banyak orang percaya bahwa mengkonsumsi bawang merah mentah seperti pada acar mampu mengatasi serangan masuk angin. suing yang sudah bersih dimakan utuh atau dalam bentuk potongan. 3) Luka. Kupas dan cuci bersih dengan air. Ambil kira-kira 20 gram bawang merah.. Kemudian. Kupas dan bersihkan. 7) Masuk angin. Ambil bawang merah. Kupas dan cuci bersih dengan air. Lalu. belah dann kerokkan ke kulit badan. Ambil satu siung bawang merah. Tempelkan gerusan halus bawang merah tersebut di bagian yang luka.

23 Surasana Syafei Eden. prinsip-. h. 22 Indriyanto. Oleh karena itu.. yaitu Oikos yang berarti rumah atau tempat tinggal atau tempat hidup atau habitat.. 2006). secara harfiah ekologi adalah ilmu tentang makhluk hidup dalam rumahnya atau ilmu tentang tempat tinggal makhluk hidup. studi. penulis akan menguraikan beberapa pengertian atau devinisi yang dikemukakan oleh para ahli mengenai ekologi. 20 21 Zoer¶aini Djamal Irawan. 1994). telaah. h. Ibid... Berikut adalah beberapa pengertian mengenai ekologi : Ekologi merupakan ilmu pengetahuan tentang hubungan antar organisme dan lingkungannya atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap jasad hidup.23 Dari beberapa uraian mengenai devinisi ekologi tersebut. 7. maka penulis menyimpulkan bahwa ekologi tumbuhan adalah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang membahas mengenai hubungan antara satu tumbuhan dengan lingkungannya. dan logos yang berarti ilmu. 6.3. . H.22 Ekologi adalah kajian mengenai hubungan antara tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan dengan lingkungannya. h. baik lingkungan yang bersifat biotis(tumbuhan lain.20 Ekologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup dalam rumah tangganya atau ilmu yang mempelajari seluruh pola timbale balik antara makhluk hidup sesamanya dan dengan komponen di sekitarnya. 1. Pengantar Ekologi Tumbuhan (bandung :ITB.21 Istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani. Ekologi Tumbuhan Sebelum masuk ke ekologi tumbuhan. kajian. 2. ekologi hutan (Jakarta : Bumi Aksara.

pada tahun 1305 Petrus de Crescentius sudah menulis suatu karangan mengenai adanya sifat persaingan hidup dalam tumbuhan. kajian ekologi tumbuhan dapat dibagi dalam dua pendekatan. tumbuh. Dua bidang kajian utama dalam sinekologi adalah bidang kajian tentang klasifikasi komunitas tumbuhan dan bidang kajian tentang analisis ekosistem. h. G. Dalam sinekologi komunitas tumbuhan atau vegetasi dianggap mempunyai perilaku sebagai suatu organism utuh. Kajian mengenai ekologi tumbuhan bukan lagi hal yang baru. udara. kemudian King (1685) merupakan orang pertama yang menguraikan tentang konsep suksesi dalam komunitas tumbuhan. Auteknologi. tidak bersifat hipotetik seperti species. Sinekologi.hewan. yaitu : sinekologi dan auteknologi. h. Vegetasi bisa lahir.. Ibid.24 Ekologi tumbuhan berusaha untuk menerangkan rahasia kehidupan pada tahapan individu. 10-11 . air. 9. matang dan akhirnya mati.25 4. Dalam hal ini paling sedikit yang dimaksud dengan alam lingkungannya adalah iklim dan tanah. suhu. yaitu keluar masuknya unsure-unsur tumbuhan dan turun naiknya berbagai variable lingkungan hidup. Penegasan Istilah 24 25 Ibid. berdassarkan falsafah dasar bahwa tumbuhan secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang dinamis. jadi dapat diukur dan diobservasi struktur dan operasionalnya. Clements menyatakan bahwa setiap tumbuhan adalah alat pengukur bagi keadaan lingkungan hidup tempat ia tumbuh. populasi dan komunitas. Berdasarkan tingkat integrasinya maka secara ilmu. mikroba. Ketiga tingkat utama ini menuntut system ekologi yang dikaji dalam ekologi tumbuhan. Masing-masing tingkatan bersifat nyata. dan lain-lain). dan lain-lain) maupun lingkungan yang bersifat abiotis (tanah. Masyarakat tumbuhan dipengaruhi oleh dua hal. falsafah yang mendasarinya adalah dengan memandang tumbuhan sebagai ukuran yang menggambarkan kondisi lingkungan sekitarnya..

Proposal skripsi dengan judul ³ Kajian Ekologi Tumbuhan Terhadap Produksi Tanaman Bawang Merah Dengan Variasi Lokasi Tanam Dan Perlakuan Serta Kontribusinya Pada Jurusan Pendidikan IPA Biologi IAIN Mataram´ untuk nmengantisipasi adanya perbedaan pendapat mengenai istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Kajian 2. Ekologi Tumbuhan 3. 1. maka akan diuraikan secara rinci beberapa istilah tersebut. Perlakuan . Produksi 4. Lokasi tanam 5.

Pendekatan Penelitian Setiap pendekatan memerlukan pendekatan yang menunjukkan rencana pengumpulan agar konsisten sesuai dengan tujuan peneliti. dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.BAB II METODE PENELITIAN A. dalam penelitian ini. 2010). digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. yakni peneliti dengan bantuan orang lain (Responden) merupakan alat pengumpul data utama. peneliti mendatangi subjek penelitian dengan wawancara untuk mengumpulkan data yang diperlukan. b) Manusia sebagi instrument. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D ( Bandung: Alfabeta. 9. Selain dengan cara tersebut.(sebagai lawannya adalah ekperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci. Menurut Dr. h. Maka sangat tidak mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan dilapangan. tekhnik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan) analisis data bersifat induktif/kualitatif. Sugiyono dalam bukunya ³ metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D´ mengatakan bahwa metode kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. 26 Sugiyono. . peneliti menggunakan pendekatan kualitatif atau metode kualitatif.26 Pendekatan kualitatif mempunyai ciri-ciri berikut ini : a) Natural setting yakni data yang dikumpulkan langsung dari lingkungan nyata dalam situasi bagaimana adanya keadaan subjek penelitian.

2001). Perbedaan Karakteristik 27 Metode kuantitatif Dapat diklasifikasikan. Metode Penelitian Kualitatif. (Bandung: PT. .c) Bersifat deskriptif. d) Lebih mementingkan proses dari pada hasil. Perbedaan aksioma Aksioma adalah pandangan dasar. hubungan variable. e) Desain yang bersifat sementara. kemungkinan generalisasi. dinamis. 1. teramati. Tabel perbedaan aksioma antara metode kualitatif dan metode kuantitatif : Aksioma dasar Sifat realitas Metode kualitatif konkrit. Moleong.27 Ada tiga hal yang membedakan metode kualitatif dan metode kuantitatif. hlm. Ganda. 2. artinya dapat berkembangkan terus selama pengumpulan data dilapangan. hasil konstruksi dan pemahaman Hubungan peneliti Independen. dan peranan nilai. memaparkan apa adanya (sesuatu bentuk atau kenyataan yang ada). holistik. supaya terbangun Interaktif dengan dengan yang obyektivitas sumber data supaya diteliti memperoleh makna Hubungan variable Sebab-akibat (kausal) Timbale balik/ interaktif Kemungkinan Cenderung membuat generalisasi Transferability (hanya generalisasi mungkin dalam ikatan konteks dan waktu) Peranan nilai Cenderung bebas nilai Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. proses penelitian. Aksioma penelitian kulitatif dan kuantitatif meliputi : aksioma tentang realitas. Perbedaan Proses Penelitian Dalam proses penelitian kedua metode (kuantitatif-kualitatif) ini dikatakan bahwa perbedaannya adalah proses penelitian metode kuantitatif bersifat linier sedangkan proses penelitian metode kualitatif bersifat sirkuler. Remaja Rosada karya. hubunganpeneliti dengan yang diteliti. J. yaitu perbedaan aksioma. 3. dan karakteristik penelitian itu seendiri. 4-7. Lexy.

a. kecil b. jelas. In depth interview terstruktur c. Menemukan teori teori c. 3 Teknik a. kuantitatif a. Memperoleh prediktif pemahaman makna. purposive. dan secara mantap muncul dalam sejak awal proses penelitian c. Menguji b. Spesifik. handycam. tidak c. dokumen dll a. angket. Umum rinci b. Menjadi pegangan langkah demi langkah 2 Tujuan a. dokumen pribadi. representative b. dioperasionalkan catatan lapangan. hasil pengkuran kualitatif variable yang b. peneliti sebagai penelitian wawancara instrument(human tertstruktur intrument) b. ditentukan sejak snowball 6 Sampel . Berkembang. d. tape telah terstandar recorder. a. Participant pengumpulan b.dll 5 Data a. sedapat mungkin representative random c. Kuesioner a. Menggambarkan c. buku catatan. tringulasi 4 Instrument a.Perbedaan karakteristik dari kedua metode (kauntitatif-kualitatif) dapat dilihat pada table berikut : No Aspek perbedaan Metode kuantitatif Metode kualitatif 1 Desain a. Menemukan pola hubungan antar hubungan yang variable bersifat interaktif b. Menunjukan a. instrument yang b. test. Fleksibel b.Mencari realitas yang generalisasi yang kompleks mempunyai nilai d. dengan ucapan dan menggunakan tindakan instrument responden. Observasi dan observation data wawancara b. deskriptif b. besar a. Dokumentasi d. Ditentukan c.

Setelah selesai pengumpulan data b. model. seperti akan merencanakan tour/piknik. Mencari pola. akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam b. Menggunakan statistic untuk menguji hipotesis a. umum bersifat sementara. Induktif c. Terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian b. Prosedur yang spesifik dan rinci langkahlangkahnya. Kedudukan sama bahkan sebagai guru. tema. Masalah akan bersifat sementara dan akan ditemukan setelah studi pendahuljuan. Hipotesis dirumuskan dengan jelas. Empati. Masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas. Tidak dirumuskan hipotesis. tidak menjadi pegangan utama. Jangka lama.awal 7 Analisis 8 Hubungan dengan responden a. berkembang selama proses penelitian a. teori a. Literature yang digunakan bersifat sementar. Luas dan rinci b. e. Singkat. konsultan c. sampai datanya jenuh. variable yang teliti. Prosedur bersifat umum. d. Dibuat berjarak. b. Ditulis d. Jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan 9 Usulan desain a. d. karena justru akan menemukan . f. bahkan sering tanpa kontak supaya objektif b. e. Literature yang berhubungan dengan masalah. c. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari pada responden c. dapat ditemukan hipotesis atau teori a. Deduktif c. c.

proses dan hasil penelitian. f. Lambu. Kehadiran Peneliti Sebagai mana telah dipaparkan. h. 14-16. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pulau Sumbawa khususnya di daerah kabupaten Bima dengan beberapa lokasi. Focus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan. Belo . hipotesis.secara rinci dan jelas. sedangkan diketahui bahwa dalam pendekatan kualitatif peneliti perlu terjun langsung dalam kehidupan subjek sehingga peneliti dapat memperoleh data yang valid agar memperoleh informasi dan mengumpulkan data tentang bagaimana para petani bawang merah dalam bercocok tanam. Pengujian kredibilitas. bahwa pendekatan yang digunakan dalam penelitain ini adalah pendekatan kualitatif. Metode «. depeabilitas. dan Kec. Langgudu. . Setelah tidak data yang dianggap baru. Kec. 10 Kapan penelitian dianggap selesai? 11 Kepercayaan terhadap hasil penelitian Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat terselesaikan Pengujian validitas dan realibilitas instrument.28 B. 28 Sugiyono. C. yaitu : di Kec.

(Jakarta: Rineka Cipta.29 Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data-data yang diperoleh dari para subjek petani bawang di tempat-tempat yang telah direncanakan. Apabila peneliti menggunakan wawancara dalam pengumpulan datanya. (Bandung: CV Pustaka Setia. Suharsimi. 29 . E. 2008). Observasi adalah dasar ilmu pengetahuan. Arikunto menjelaskan bahwa ³sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh´.D. Sumber Data Sumber data maksudnya disini adalah subjek dari mana data atau informasi itu dipaparkan . Metode observasi Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif. 30 Beni Ahmad S. hlm. 168. Adapun metode yang digunakan dalam pengumpulan data dilapangan adalah metode observasi. 2006).30 Arikunto. 129. Metode Penelitian. baik pertanyaan lisan maupun tertulis. dan metode dokumentasi. 1. Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini. maka digunakan beberapa metode dalam proses pengumpulan data. hlm. metode wawancara. Para ilmuan dapat bekerja berdsarkan fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. maka sumber data disebut responden.

h. Observasi dapat digunakan dengan cara langsung maupun tidak langsung. Metode wawancara Wawancara adalah suatu Tanya jawab secara tatap muka yang dilaksanakan oleh pewawancara dengan orang yang diwawancarai untuk memperoleh informasi yang dibituhkan. hlm. maka peneliti terjun langsung dalam kehidupan subjek. metode observasi ini akan sangat bermanfaat sekali karena peneliti langsung bisa mengamati objek penelitian yang sekaligus menjadi pengalaman bagi peneliti.31 Berdasarkan jenis observasi di atas dalam penelitian ini.Observasi merupakan metode pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap objek penelitian. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Selain itu apabila ada hal yang belum terserap dari wawancara maka bisa dilengkapi dengan hasil pengamatan yang dilakukan karena pengamatan akan langsung diperankan oleh peneliti sendiri. 96.32 Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti. 2. 32 Yatim Rianto. Sandjaja dan Albertus Heriyanto. baik pengamatan itu dilakukan di dalam situasi buatan yang harus diadakan. Panduan penelitian (Jakarta : Prestasi Pustaka. 2006). Observasi secara langsung adalah mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) tarhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki. dan juga apabila peneliti ingin hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. (Surabaya: Anggota IKAPI. 31 . Adapun yang diobservasi adalah para petani bawang dalam bercocok tanam. 145. 2001).

Wawancara terpimpin : Dalam pelaksanaannya pewawancara menggunakan pedoman wawancara yang sudah disiapkan jauh hari sebelumnya yang dapat menunjukan arah tanya jawab yang dilakukan.33 1. wawancara terpimpin. peneliti mendeskripsikan dan menguraikan tentang serangkaian perlakuan para petani bawang dalam berbudidaya tanaman bawang merah. dan wawancara bebas terpimpin. h. Analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Peneliti akan menganalisis data yang diperoleh melalui tahapan yang diawali dengan mencatat semua hasil temuan di lapangan. Dalam menganalisis data ini. Hal ini dikarenakan adanya penerapan metode kualitatif. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan memerlukan ketelitian serta kekritisan dari peneliti. yaitu pengumpulan data berupa kata-kata bukan dalam bentuk angka-angka. kemudian melakukan pemilihan-pemilihan terhadap data-data mana 33 Ibid«. 2.Ada 3 jenis wawancara berdasarkan ada/tidaknya pedoman wawancara. 3. F. 146 . yaitu: wawancara bebas. melainkan bisa kemana-mana. Wawancara bebas terpimpin : Gabungan antara wawancara bebas dan wawancara terpimpin. mengumpulkan semua data-data yang diperoleh. Kebaikan dari jenis wawancara bebas dan wawancara terpimpin terdapa dalam jenis wawancara ini sehingga wawancara ini dapat digunakan untuk mengeksplorasi informasi secara mendalam. Wawancara bebas : Tidak menggunakan pedoman wawancara sehingga Tanya jawab yang terjadi tidak terfokus pada satu arah.

dan kemudian mencari hubungan-hubungan antara data yang satu dengan data yang lain sehingga dapat membuat kesimpulan akhir yang objektif dari data hasil penelitian ini. langkah selanjutnya adalah pemeriksaan keabsahan data. Metode«. . 34 34 Moleong.yang tidak sesuai dan mana yang sesuai dengan penelitian. Lexy. ³kredibilitas dapat diartikan sebagi derajat kepercayaan terhadap data apakah menggambarkan keadaan yang sebenarya ataukah sebaliknya´. Validasi Data Setelah data dikumpulkan dan dianalisa. G. 173.h. Untuk memperoleh keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. pemeriksaan sejawat melalui diskusi dan kecukupan referensi. antara lain: Triangulasi. J. selanjutnya dari kegiatan pemilihan-pemilihan tersebut peneliti akan melakukan klasifikasi-klasifikasi atau pengelompokkan data-data sesuai dengan jenis data tersebut.

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN BAB III PEMBAHASAN BAB IV PENUTUP .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->