P. 1
pelayanan prima

pelayanan prima

|Views: 773|Likes:
Published by Unhie ANzar

More info:

Published by: Unhie ANzar on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/25/2013

pdf

text

original

Pelayanan adalah proses membantu orang lain dengan cara-cara tertentu dimana sensitivitas dan kemampuan interpersonal

dibutuhkan untuk menciptakan kepuasan dan loyalitas yang ditentukan oleh keakraban, kehangatan, penghargaan, kedermawanan, dan kejujuran yang dilakukan oleh penyedia jasa. Sebuah budaya yang kuat, yang mewarnai sifat hubungan perusahaan dengan pelanggannya merupakan identitas yang sangat baik dalam memenangkan perhatian pelanggan pengguna produk. Budaya dibentuk dari kumpulan sikap setiap karyawan dan manajemen dari suatu perusahaan. Bila setiap orang yang bekerja di perusahaan itu mengutamakan kepuasan pelanggan, tanpa mengabaikan citra perusahaan yang bersangkutan, maka secara kolektif akan tampil sebuah lembaga dengan budaya yang mengutamakan kepuasan pelanggan, dan akan maju karenanya. Apa yang bisa membuat pelayanan menjadi spesial? Berikut adalah hal-hal yang bisa membuat pelayanan menjadi spesial yang diambil dari akronim SERVICE. 1. Smile for everyone, senyum adalah simbol universal dari keramahtamahan. 2. Eye contact that shows we care, kontak mata akan memperlihatkan ketulusan dan ketertarikan kita kepada pelanggan. 3. Reaching out to everyone with hospitality, berinteraksi dengan keramahtamahan akan membantu mengembangkan repeat business. 4. Viewing each customer as special, perlakukan setiap pelanggan sebagai tamu yang diundang ke rumah, sehingga pelanggan akan merasakan suatu nilai dari setiap rupiah yang dikeluarkannya. 5. Inviting customer to return with a sincere, kata magis yang kita berikan akan mendorong pelanggan untuk kembali dan menyampaikan kepada orang-orang terdekat tentang keramahtamahan perusahaan. 6. Creating a warm atmosphere of hospitality, kepedulian kepada pelanggan akan menimbulkan suasana yang hangat dan nayaman. 7. Excellence in everything we do, mempertahankan sikap ini merupakan asset untuk mengembangkan sikap profesional. Keuntungan penerapan budaya pelayanan prima bagi perusahaan di antaranya adalah pelanggan mampu membedakan pelayanan perusahaan dengan kompetitor, meningkatkan produktivitas, menghargai loyalitas pelanggan, menciptakan promosi dari mulut ke mulut dan mengedepankan winwin solution dalam menangani semua masalah. Untuk menjaga kesinambungan budaya pelayanan prima diperlukan perhatian dari setiap individu terhadap kemampuan berkomunikasi yang baik, memiliki kompetensi yang diperlukan, memberikan respon yang cepat, aksesibilitas yang mudah, integritas, konsistensi, dan sopan santun.

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pelayanan kesehatan merupakan produk yang bersifat jasa. Saat ini, jasa kesehatan sebagai pelayanan sosial telah berubah menjadi komoditi jasa yang di perdagangkan . Di kota-kota besar,

jasa kesehatan telah menjadi produk industri yang hampir tidak berbeda dengan produk barang maupun jasa non kesehatan. Pada sektor non kesehatan, mekanisme pasar dapat menjadi sempurna karena kedua belah pihak yang bertransaksi ( produsen dan konsumen ) mempunyai pengetahuan yang relatif sama terhadap produk dan jasa yang di tawarkan. posisi konsumen relative kuat ketika membeli jasa non kesehatan karena objek yang di tawarkan telah di ketahui, baik mutu maupun harganya. Sebagai contoh, bila kita ingin membeli kemeja dengan tingkat kompetensi yang tinggi di antara produsen, kita dapat memilih barang dengan merk tertentu dengan tingkat harga yang kita inginkan. Artinya, konsumen mempunyai pengetahuan yang baik terhadap barang dan jasa yang akan mereka beli atau butuhkan.Namun, kondisi di atas tidak dapat pada pasar jasa kesehatan. Kita mengenal yang di sebut market failure. Pasien berada pada posisi lemah, tidak mempunyai cukup informasi dan pengetahuan tentang jasa kesehatan itu sendiri. Hal yang tidak lazim terjadi pada jasa kesehatan adalah semakin banyaknya produsen ternyata tidak ber efek pada mutu dan tingkat harga jasa kesehatan. Boleh dikatakan bahwa pasar jasa kesehatan. Hanya di ketahui oleh produsen, sedangkan konsumen berada pada pihak yang lemah dan hampir tidak terlindungi. Konsumen Jasa kesehatan hanya dapat berharap semoga pemberi jasa kesehatan dapat memberikan jasa berdasarkan kebenaran, kebaikan, estetika dan moralitas. Oleh karena itu penulis membahas tentang pelayanan prima jasa kesehatan di Rumah Sakit. Sebagai tugas akhir profesi untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan. Perlu saya tekankan bahwa penyusunan tugas akhir ini tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan pelayanan kesehatan di negri sendiri. Namun lebih memberikan aware dan instight kepada pembaca tentang wajah pelayanan kesehatan kita yang masih berantakan sana-sini.

B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas penulis memberi rumusan masalah yaitu : 1. Apa pengertian dari pelayanan prima pada jasa kesehatan«««««««««.? 2. Bagai manakah realita pelayanan kesehatan kita««««««««««««... ? 3. Apakah penyebab rendahnya pelayanan kesehatan kita««««««««««.? 4. Bagai manakah solusi yang tepat bagi para bembeli pelayanan kesehatan kita«.? C. TUJUAN Dari rumusan masalah di atas penulis membuat tugas akhir profesi ini dengan tujuan : 1. Mengetahui pengertian dari pelayanan prima pada jasa kesehatan. 2. Mengetahui realitas pelayanan kesehatan kita. 3. Mengetahui penyebab rendahnya pelayanan kesehatan kita. 4. Memberikan solusi ( kiat- kiat ) yang tepat bagi pembeli pelayanan kesehatan. BAB II LANDASAN TEORI A. DEFINISI

Pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung dengan manusia atau mesin secara fisik untuk menyediakan kepuasan konsumen. ( Lehtinen 1987 p.21 ). Pelayanan adalah suatu yang dapat di perjual belikan dan bahkan tidak dapat di hilangkan ( Gumehsoson Th. 1987 p. 22 ) Pelayanan umum adalah segala bentuk kegiatan pelayanan umum yang di laksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, di daerah dan lingkungan BUMN / BUMD, dalam bentuk barang dan jasa baik, baik dalam rangka pelaksanan ketentuan peraturan perundangan, ( SK Menpad No. 81 / 1993 Tentang pedoman tata laksana pelayanan umum ) maupun dalam proses interaksi social masarakat luas. Berarti pelayanan umum dapat di artikan memproses pelayanan kepada masyarakat / customer, baik berupa barang maupun jasa melalui tahapan, prosedur persyaratan ± persyaratan, waktu dan pembiayaan yang di lakukan secara transparan untuk ,mencapai kepuasan sebagai mana visi yang telah di tetapkan dalam organisasi. Pelayanan prima adalah sebagai mana tuntutan pelayanan yang memuaskan pelanggan atau masyarakat maka di perlukan persyaratan agar dapat di rasakan oleh setiyap pelayanan memiliki kualitas kompetensi yang professional, dengan demikian kualitas kompetensi profesionalisme menjadi sesuatu aspek penting dan wajar dalam setiap transaksi. Pemberi pelayanan adalah pejabat atau pegawai instantsi pemerintah atau suasta yang melaksanakan tugas dan fungsi dibidang pelayanan. Sedangkan penerima pelayanan adalah orang atau badan hukum atau yayasan yang menerima pelayanan umum. Tata kerja adalah cara - cara pelaksanaan kerja seefektif dan seefisien mungkin tentang suatau tugas untuk mencapai tujuan yang di tetapkan lebih dahulu yang menggunakan peralatan, fasilitas, tenaga, waktu, ruang, metode dan biaya yang tersedia. Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain sehingga menunjukkan adanya urutan tahapan secara jelas dan pasti serta cara ± cara yang harus di tempuh dalam rangka penyelesaian suatu bidang tugas. ( wikipedia. www.pelayanan_prima.com ) Sedangkan, Jasa menurut ilmu ekonomi adalah aktivitas ekonomi yng melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang ± barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Jasa menurut Phillip Kother adalah setaip tindakan atau unjuk kerja yang di tawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara fisik intabgibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produknya bias terkait atau tidak terkait pada suatu produk fisik.( wikipedia. www.Jasa.com ) Karkteristik jasa 1. Tidak berwujut, berarti tidak bias di rasakan, di lihat, di cicipi, atau di sentuh seperti yang dirasakan pada barng. 2. Bervariasi, artinya karena jasa merupakan unjuk kerja, maka tidak ada hasil yang sama walaupun di kerjakan oleh satu orang. Karena interaksi konsumen dengan karyawan akan berbeda harapan dan persepsi yang menyertai interaksi tersebut. 3. Tidak tahan lama, bahwa jasa tidak mungkin di simpan dalam persediaan. Artinya jasa tidak bias di simpan, di jual kembali pada orang lain, atau di kembalikan paeda produsen jasa di mana ia membeli jasa.

B. REALITAS PELAYANAN KESEHATAN KITA

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelayanan kita masih kurang dan masih rendah. Kelompok masyarakat berpendapatan menengah keatas malah lebih percaya pada rumah sakit di luar negri ketimbang di negri sendiri. Sementara kelompok dengan pendapatan menengah kebawah terpaksa mendapatkan pelayanan kesehatan dalam negri yang masih bermutu rendah atau kurang memuaskan tersebut.( Yasli ilyas. 2004 ) Rendahnya mutu pelayanan di rumah sakit di karenakan kurangnya penerapan dasar pelayanan rumah sakit yaitu : 1. Nilai kemanusiaan adalah bahwa dalam pnyelengagaraan rumah sakit memberikan perlakuan yang sama dengan tidak membedakan suku, bangsa, agama, setatus social dan ras. 2. Manfaat adalah bahwa penyelenggaraan rumah sakit harus memberikan manfaat yang sebesar - besarnya bagi kemanusiaan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan drajat kesehatan masyarakat. 3. Keadilan bahwa penyelenggaraan rumah sakit mampu memberikan pelayanan yang adil dan merata kepada setiap orang dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat serta pelayanan yang bermutu. 4. Pemerataan adalah bahwa penyelenggaraan rumah askit menjangkau seluruh lapisan rumah sakit 5. Perlindungan dan keselamatan pasien adalah bahwa penyelenggaraan rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan semata, tetapi harus mampu memberikan peningkatan drajat kesehatan dengan tetap memperhatikan perlindungan dan keselamatan pasien. ( Jusmi Amid. 2008 )

C. PENYEBAB RENDAHNYA PELAYANAN KESEHATAN. Rendahnya pelayanan kesehatan di negeri kita tentu ada sebabnya. Banyak factor yang bisa menjadi penyebab seperti: 1. 2. 3. 4. 5. Gaji pegawai yang kecil Peralatan yang kurang memadai Ketrampilan dan pengetahuan pegawai yang masih kurang Tidak adanya kesepakatan standar pelayanan kesehatan Kurangnya tanggung jawab pegawai.( yaslis ilyas.2004 )

Selain factor - faktor di atas tentunya seorang pegawai khususnya bagian pelayanan kurang menerapkan sebelas perilaku customer service yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Senyum tulus. Wajah hangat dan bersemangat. Customer adalah orang penting. Dengarkan kebutuhannya. Menyambut namanya. Bahasa tubuh.

7. Bicarakan yang di minati Customer. 8. Bahasa yang halus. 9. Proses yang sudah dikerjakan. 10. Product knowledge. 11. Tampil dengan rapi. ( www.pelayanan prima.com ) Jika seorang pegawai khususnya bagian pelayanan menerapkan 11 perilaku yang saya jabarkan di atas tentunya pelanggan akan tidak mudah beralih atau pindah.

D. KIAT MEMBELI PELAYANAN KESEHATAN. Konsumen pelayanan kesehatan selalu dalam posisi yang lemah di dalam industri kesehatan. Ketidaktahuan konsumen kesehatan tentang apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana mereka harus membeli jasa kesehatan, merupakan masalah yang harus di hadapi konsumen. Kata kunci yang harus menjadi pedoman konsumen adalah apakah jasa kesehatan yang mereka beli sesuai dengan kebutuhan medis«? Ada sejumlah kiat yang perlu konsumen ketahui yaitu kiat umum dan kiat kusus. A. Kiat umum 1. Melakukan upaya promosi kesehatan 2. Sediakan kotak P3K di rumah 3. Tingkatkan pengetahuan kesehatan dengan membaca buku. 4. Berdoa 5. Kiat khusus. 6. Memiliki dokter keluarga. 7. Perlunya second opinion 8. Pilih rumah sakit dengan dokter ahli sesuai penyakit anda. 9. Jangan ragu pulang paksa. 10. Membandingkan kemajuan pengobatan dengan pasien lain. 11. Tegur petugas. 12. Tiap tindakan harus memberikan hasil positif. 13. Aktif bertanya.

BAB III PEMBAHASAN A. PELAYANAN PRIMA. Pelayanan prima adalah tuntutan pelayanan yang memuaskan pelanggan atau masyarakat agar dapat di rasakan dampak positifnya bagi pelanggan tersebut.Sebenarnya, yang di butuhkan pasien adalah rasa nyaman, rasa aman, dan keyakinan bahwa dia mendapatkan pelayanan kesehatan dari The best knowledge, the best skill, and efforts pembeli jasa kesehatan. Artinya konsumen membutuhkan informasi, pelayanan dan tindakan kesehatan yang berdasarkan The

truth ilmu dan pengetahuan kesehatan. Barang kali, kata yang tepat adalah pas dan sesuai dengan kebutuhan medis konsumen. Rasanya masih berupa angan - anagan bila kita berharap mendapatkan pelayanan yang prima pada jasa kesehatan. Konsep dasar pelayanan prima adalah memberiakan pelayanan yang melampaui harapan konsumen, tetapi saat ini belum menjadi perhatian sebagian besar profesi kesehatan kita. Untuk dapat memberikan pelayanan prima pada jasa kesehatan, salah satu komponen pentingnya adalah pengetahuan dan ketrampilan untuk setiap profesi kesehatan haruslah prima juga. Yang juga sangat penting adalah penghayatan terhadap profesi itu sendiri dan penghargaan kepada hak pasien. Kepedulian, ketulusan, dan keikhlasan untuk memberikan pelayanan terbaik menjadi kunci pelayanan prima. Tentunya, banyak factor lain baik internal maupun eksternal individu yang juga berperan bagi terlaksananya pelayanan prima di institusi kesehatan. B. REALITAS PELAYANAN KESEHATAN KITA Bagaimana realitas pelayanan kesehatan kita..? Memang harus di akui bahwa pelayann kesehatan kita masih belum memuaskan bahkan mungkin kurang atau tidak memuaskan sama sekali. Masih segar dalam ingatan kita Sukma ayu artis gundul tersebut meninggal karena malpraktek yang di lakukan pihak medis sebuah rumah sakit suwasta di jakarta. Sedangkan pengalaman seorang ibu yang hendak melahirkan, tetapi tidak dapat di layani oleh Rumah Sakit Umum Daerah menado Sulawesi utara karena masalah financial. Akhirnya pasien tersebut melahirkan di koridor rumah sakit ( kompas, 22 Desember 2008 ) Sebenarnya banyak pasien yang tidak di layani atau mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak patut namun tidak terungkap dan tetap tertutup di instansi kesehatan kita.Buruknya pelayanan kesehatan ini juga menjadi perhatian mantan presiden RI yang dapat kit baca pada harian terbit tanggal 4 oktober 2003, dengan judul ³presiden megawati kecam pelayanan rumah sakit yang memprihatinkan´. Hal ini di sampaikan presiden pada pembukaan Muktamar ke-25 Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) di istana Negara Jakarta. Presiden menceritakan pengalamannya sendiri ketika berobat di Rumah Sakit tentang betapa sulitnya menemui dokter karena dokter berprakteik di sejumlah Rumah Sakit sekaligus, sehingga sulit mengatur waktu dengan baik. Presiden menekankan agar dokter bekerja dengan profesional. Memberikan pelayanan kesehatan secara total dan tulus. Presiden juga mengatakan bahwa dokter adalah profesi mulia, tetapi sejujurnya sikap yang seharusnya di perankan oleh sebagian dokter tidak pernah memberikan pelayanan focus, efektif dan keahliannya juga tidak di berikan dengan optimal. Disini presiden menyinggung tentang mutu layanan kesehatan yang kurang memadai pada institusi kesehatan kita. Selanjutnya, Presiden mengatakan: ³Senang tidak senang harus di akui sekarang semakin berkembang penilaian dan sikap di kalangan lapisan tertentu masyarakat yang lebih mempercayai pelayanan kesehatan luar negri.´ Berkembangnya persepsi tentang rendahnya mutu layanan kesehatan merupakan masalah yang perlu di tangani serius oleh setiap pemilik jasa kesehatan kita. Banyaknya, warga Indonesia membeli pelayanan kesehatan luar negri kerena mereka mau memberikan pelayanan yang professional, lebih teliti dan efektif, kata Mega wati presiden juga menekankan: ³ Masalah ini, tidak hanya mencakup tanggung jawab profesi, tetapi juga kebanggaan profesi bahkan martabat bangsa´ Keprihatinan Kepala Negara ini juga telah di rasakan oleh ketua umum perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia ( PERSI ) dr.Hermansyur Kartowisastro seperti yang dapat kita baca

pada harian Suara pembaharuan, Kamis, 2 Oktober 2003. Dia menyatakan, ³untuk mencegah masyarakat berobat keluar negri, para dokter dan pengelola Rumah Sakit perlu mengembalikan kepercayaan pasien kepada dokter dan rumah sakit di Indonesia´.Artinya, paradikma dokter dan rumah sakit sebagai pihak yang di butuhkan pasien, perlu di ubah. Sudah saatnya, dokter dan Rumah Sakit lebih focus pada pasien, lebih informative dan memberikan pelayanan terbaik. C. PENYEBAB RENDAHNYA PELAYANAN KESEHATAN. Pelayanan kesehatan yang kurang memuaskan bisa menjadi racun bagi Rumah Sakit itu sendiri, karena semakin buruknya pelayanan akan timbul masalah baru seperti turunnya pengguna jasa kesehatan, dan kalau tidak ada konsumen otomatis Rumah Sakit itu sendiri akan bangkrut, sedangkan bagi konsumen akan dirugikan karena sudah mengeluarkan biaya yang tidak sebanding dengan pelayanan yang di berikan. dengan demikian pelayanan yang prima sekaligus bermutu adalah kunci dari majunya Rumah Sakit itu sendiri. kalau semua pihak merasakan kerugian sebenarnya penyebab rendahnya mutu pelayanan kesehatan di negri kita itu apa sih, yup SDM Sumber Daya Manusia merupakan kunci dari itu semua. semakin berkualitas SDM nya semakin berkualitas juga pelayanannya. Maka dari itu apa toh penyebab kariyawan melakukan pelayanan yang kurang prima terhadap konsumen? diantaranya yaitu: 1. Gaji pegawai yang kecil : Kebutuhan hidup seseorang tidak akan cukup bila seseorang tersebut tidak biasa memenejemeni keuwangannya. Gaji yang kecil dirasa tidak akan mencukupi kehidupan pegawai tersebut, jadi pegawai akan melakukan kinerja yang setara dengan gajinya tersebut. Seharusnya meskipun gaji yang kecil pegawai harus tetap memaksimalkan kinerja. 2. Peralatan yang kurang memadai : Peralatan yang kurang memadai baik peralatan medis maupun peralatan non medis, akan berdampak buruk pada pelayanan kesehatan kita missal alat untuk radiology yang kurang baik akan berdampak tidak jelasnya gambar ronsen, contoh lagi misalnya kurangnya komputer pada system administrasi maka administratornya akan menggunakan system manual jadi akan memper lambat kinerja. 3. Ketrampilan dan pengetahuan pegawai yang masih kurang. 4. Pengetahuan dan ketrampilan pegawai yang kurang akan berdampak buruk bagi rumah sakit, apalagi seorang pegawai bagian pelayanan, karena mereka akan berhubungan langsung dengan konsumen maka seorang pegawai bagian pelayanan sangat memerlukan ketrampilan dan pengetahuan yang luas Karena jika seandainya pasien bertanya tentang sesuatu hal pegawai tersebut bias menjawab dan melayaninya dengan sabar, missal lagi jika ada pasien sedang marah seorang pegawai bagian pelayanan lah yang harus melayani kemarahannya tersebut tentunya dengan ketrampilan pegawai meredakan situasi. Tanpa ketrampilan petugas pelayanan tentunya tidak akan bias meredakan emosi pasien malahan akan memperburuk keadaan. 5. Tidak adanya kesepakatan standar pelayanan kesehatan. 6. Tidak adanya setandar kesepakatan pelayanan bagi pegawai bagian pelayanan jika seandainya kesepakatan itu telah ada maka kinerja pegawai akan meningkat karena pegawai akan mengikuti standar pelayanan yang sudah di tentukan. Jadi akan semakin berdampak baik jika adanya standart pelayanan yang dibuat. 7. Kurangnya tanggung jawab pegawai.

8. Seorang pegawai bagian pelayanan rumah sakit adalah ujung tombak dari jalanya rumah sakit, jadi seorang yang melayani pasien harus bertanggung jawab apa yang mereka katakana. Missal seorang periksa laboratorium, seorang bagian pelayanan laborat mengatakan bahwa hasil laboratoriumnya baru biasa di ambil besok, jadi pasien tersebut kembali datang kelaborat hari sesudanya. Tetapi berhubung ada kesalahan teknis, pemeriksaan belum biasa laksanakan, sedangkan pasiennya datang untuk mengambil hasil tersebut. Bagian pelayananlah yang harus tanggung jawab karena dia sudah menjanjijan bahwa hari itu biasa di ambil. Seharusnya seorang pegawai bagian pelayanan tersebut harus bertanya kepada pihak dokter atau analisnya apakah hasil bias di keluarkan besok untuk pasien ini. Jangan mengambil keputusan sendiri. D. KIAT MEMBELI PELAYANAN KESEHATAN. Seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa konsumen pelayanan kesehatan selalu dalam posisis yang lemah di dalam industri kesehatan. Ketidak tahuan konsumen kesehatan tentang apa yang mereka butuhkan, dan bagai mana kita harus membeli jasa kesehatan, merupakan masalah yang harus di hadapi konsumen. Kata kunci yang harus menjadi pedoman konsumen adalah apakah jasa kesehatan yang mreka beli sesuai dengan kebutuhan medis. Nah kali ini saya akan bahas tentang kiat-kiat yang sudah saya singgung pada bab dua. A.Kiat umum 1. Melakukan upaya promosi kesehata: yang paling penting adalah jaga kesehatan dan kebugaran tubuh anda dengan mempraktikkan cara hidup sehat. Makan dengan gizi yang cukup tapi tidak berlebihan, hindari rokok dan minuman beralkohol, control stres dan yang paling penting adalah olah raga empat sampai lima kali selama satujam setiap minggu, secara teratur dan continue. 2. Sediakan kotak P3K di rumah: di rumah sediakan kotak obat untuk pertolongan pertama bila terjadi kecelakaan atau menderiyta sakit. Sediakan obat antiseptic untuk luka, obat untuk mengobati bengkak karena terkena benda tumpul, obat sakit kepala, obat demam, perban, tensoplas, alcohol 70%, alat kompres untuk menurunkan suhu badan bila panas. Thermometer, tensimeter elektrik bila mungkin, dan gunting. Obat dan alat ini sangat di butuhkan bila anda dan keluarga anda membutuhkan pertolongan pertama sebelum membeli ujasa kesehatan. 3. Tingkatkan pengetahuan kesehatan dengan membaca buku: Bila anda mempunyai masalah kesehatan pelajari masalah tersebut dengan membaca buku-bukun popular yang sekarang banyak tersedia di toko buku. Bila kurang jelas dengan informasi yang ada hubungi teman atau krabat untuk bertukar fikiran tentang masalah kesehtan anda. Informasi dari ahli penderita ( orang yang mempunyai pengalaman tentang penyakit tersebut atau pernag mendrita penyakit tersebut) merupakan yang paling berharga untuk di ketahui. 4. Tingkatkan pengetahuan anda untuk dapat menolong diri sendiri dengan mengenal penyakit yang bias anda derita. Untuk penyakit ringan selesma, atau tes kehamilan gravindex, atau tes gula, anda tidak perlu ke dokter bias di lakukan sendiri. Tentunya hati- hati mengkonsumsi obat-obat bebas dan jamu dalam jangka panjang. Yang perlu menjadi perhatian anda adalah pelajari efek samping obat atau jamu yang di tawarkan, makanlah obat secara cerdas. Jangan makan obat atau jamu yang anda tidak butuhkan. Karena adanya kemungkinan mengandung bahan kimia yang merusak organ tubuh

manusia. Bila setelah makan obat selama tiga hari namun penyakit tersebut tidak sembuh atau berkuarang tapi kemudian kambuh kembali inilah saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter keluarga anda. 5. Berdoa:Berserah diri dan memohon petunjuk, pertolongan serta perlindungan dari Allah SWT. Berdo¶a dan ber zikir merupakan obat sepiritual yang akan membantu kesembuhan penyakit anda. B. Kiat khusus. 1. Memiliki dokter keluarga : Pilih dokter keluarga anda dan jalinlah komunikasi yang baik dengan dokter langaganan anda tersebut. Bila berkunjung ke dokter siapkan pertanyaan yang hendak anda ketahui. Tentunya anda perlu membaca dan mempelajari masalah kesehatan itu dangan baik terlebih dahulu. 2. Perlunya second opinion: Bila anda membutuhkan pelayanan kesehatan yang mahal seperti tindakan operasi anda perlu mendapatkan informasi dari pihak ke dua sebelum mengambil keputusan. Banyak pengalaman memberikan pelajaran bahwa tindakan hatihati dan konservatif mencegah terjadi kesalahan dalam membeli pelayanan kesehatan yang kita butuhkan dan menghindari kemungkinan malpraktik. 3. Pilih rumah sakit dengan dokter ahli sesuai penyakit anda:Bila anda mempunyai penyakit paru- paru sebaiknya anda berobat dan berkonsultasi dengan dokter ahli paru.bila rumah sakit di tempat anda tidak mempunyasi dokter ahli paru, sedapat mungkin pilihlah rumah sakit dengan keahlian tersebut, semakin spesifik keahlian dokter, maka ketrampilan untuk mengobati penyakit akan semakin baik. 4. Jangan ragu pulang paksa: Bila anda merupakan pasien rawat inap, maka anda berhak pulang paksa jika anda merasa tidak puas dengan pelayanan kesehatan yang di berikan. Missalnya, bila dalam waktu dua atau tiga hari sejak di rawat inap terlihat tidak ada kemajuan yang berarti pada penyakit anda. Disamping itu dokter dan perawat tidak cukup memberi perhatian kepada kondisi kesehatan anda. 5. Biasanya, pulang paksa akan mendapat rintangann dari rumah sakit, misalnya prosedur administrasi berbelit- belit, atau di ancam di cabut infuse sehingga mengurungkan niat anda. 6. Sebaiknya setelah anda memutuskan untuk pulang paksa, anda mendapat alternative rumah sakit lain yang anda nilai lebih baik. Jangan malah penyakit anda tidak di obati. Mintalah kepada dokter jaga untuk pindah ke rumah sakit lain. 7. Tegur petugas: Bila anda menjadi pasien rawat inap, perawat lah yang menjaga anda selama 24 jam, tetapi kadang kerja mereka tidak selamanya 24 jam standby. Kadang pun tidak perhatian padahal ketika pulang dari rawat inap, ada biaya jasa perawat yang di bayar untuk mereka.Perawat kadang malas di panggil, apalagi dini hari sampai subuh, kadang posisi mereka entah di mana. Siapa tahu infuse habis pada jam jam seperti itu. Nah tegurlah perawat atau kepala bila mereka terlihat untuk menelantarkan anda. 8. Tiap tindakan harus memberikan hasil positif :tindakan dokter apalagi dalam hal operasi, seharusnya membawa hasil positif atau kemajuan bagi konsumen. Jadi bila terdapat tanda- tanda negative atau kemunduran, misalnya berupa muncul infeksi, tidak ada kemajuan, komplikasi, hari rawat yang lebih panjang, biayan yang keluar lebih besar dan tidak sebanding dengan kemajuan, dan kematian yang tidak wajar maka jamgan ragu untuk melakukan komplin.

9. Aktif bertanya:Kadang dokter malas bicara. Nah, sebaiknya kita yang bicara, tidak usah malu di katakana crewet dari pada kita penasaran terhadap kondisi kesehatan kita, pasien mempunyai hak untuk mengetahui kondisi terkini kesehatanya termasuk mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium atau tindakan medis lainnya, apalagi kalau di rawat inap, biasanya selalu ada pemeriksan laboratorium tiap hari, kita biasa bertanya kepada perawat jaga yang berada di lokasi rawat inap dan meminta penjelasan tentang hasil pemeriksaan, juga bias Tanya ke dokter jika sedang visit ke ruangan. BAB IV PENUTUP A.KESIMPULAN. Dari uraian yang di kemukakan dalam bab-bab sebelumnya maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
y

Pelayana prima adalah pelayanan dari setiap indifidu kepada setiap pelanggan, baik external maupun internal yang di lakukan secara profesional, ramah, cepat, informatif, dan dengan sentuhan kemanusiaan untuk memenuhi harapan dan memuaskan pelanggan.

Pelayanan prima itu sendiri yaitu :
y y y y y y y

Pelayana akhir yang bermutu dan sesuai kebutuhan. Pelayana akhir yang di terima memenuhi standar yang di harapkan. Adanya kelenturan pada pelayanan yang memungkinkan Pelayanan yang tepat sesuai aturan dan kebutuhan. Biaya yang wajar sesuai dengan upaya. Pelayanan yang cepat, tepat dan tidak bertele-tele. Sedikit mungkin fariasi yang tidak perlu.

B. SARAN
y y y y

Bagi Rumah Sakit agar selalu memberikan pelayanan yang prima, bermutu dan sesuai dasar pelayanan kesehatan. Memberi mutu yang memuaskan bagi pasien yang di layani. Bagi dokter dan perawat perlu mengerti pentingnya pelayanan prima yang lain selain medis. Bagi pasien dan keluarga pasien agar bisa memilih Rumah Sakit yang bermutu, serta berani komplain terhadap pelayanan rumah sakit yang di rasa kurang memuaskan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->