P. 1
Penulisan Ejaan

Penulisan Ejaan

|Views: 83|Likes:

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Taufik Nutjondrowijaya A on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2012

pdf

text

original

Penulisan Ejaan

Oleh Bambang Hartono

“Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan” mengatur halhal sebagai berikut. 1. Pemakaian huruf 2. Pemenggalan kata 3. Pemakaian huruf kapital 4. pemakaian huruf miring 5. Pemakaian tanda-tanda baca 6. Penulisan kata 7. Penulisan singkatan dan akronim 8. Penulisan angka dan bilangan 9. Penulisan unsur serapan Tata aturan penulisan itu sudah dipaparkan secara rinci dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Pada bagian ini akan dibicarakan beberapa hal yang secara khusus belum dipaparkan dalam EYD, tetapi perlu diperhatikan seorang penulis. Tata aturan ejaan yang dipaparkan di antaranya: 1) kata atau frase yang diikuti tanda koma, 2) kata yang didahului koma, 3) kata yang tidak didahului koma, 4) penulisan gabungan kata, 5) penulisan perulangan gabungan kata, dan 6) penulisan nama jenis.

1. Kata atau frase yang diikuti tanda koma
Dalam bahasa Indonesia, ada sejumlah kata atau frase penghubung antarkalimat yang penulisannya diikuti tanda koma jika digunakan pada awal kalimat. Kata atau frase tersebut sebagai berikut. Agaknya, .... Akan tetapi, .... Akhirnya, .... Akibatnya, .... Artinya, .... Biarpun begitu, .... Biarpun demikian, .... Berkaitan dengan hal itu, .... Dalam hal ini, .... Dalam hubungan ini, .... Dalam konteks ini, .... Dengan kata lain, .... Di samping itu, ....
1

Di satu pihak, .... Di pihak lain, .... Jadi, .... Jika demikian, .... Kalau begitu, .... Kalau tidak salah, .... Kecuali itu, .... Lagi pula, .... Meskipun begitu, .... Meskipun demikian, .... Oleh karena itu, .... Oleh sebab itu, .... Pada dasarnya, .... Pada hakikatnya, .... Pada prinsipnya, .... Sebagai kesimpulan, .... Sebaiknya, .... Sebaliknya, .... Sebelumnya, .... Sebenarnya, .... Sebetulnya, .... Sehubungan dengan itu, .... Selain itu, .... Selanjutnya, .... Sementara itu, .... Sesudah itu, .... Setelah itu, .... Sesungguhnya, .... Sungguhpun begitu, .... Sungguhpun demikian, .... Tambahan lagi, .... Tambahan pula, .... Untuk itu, .... Walaupun demikian, ....

2. Kata yang didahului koma
Dalam bahasa Indonesia, ada pula sejumlah kata atau frase penghubung intakalimat yang penulisannya didahului tanda koma jika digunakan. Kata atau frase tersebut sebagai berikut. ..., namun .... ..., padahal .... ..., sedangkan ....
2

..., seperti .... ..., tetapi .... ..., yaitu/yakni ....

3. Kata yang tidak didahului koma
Dalam bahasa Indonesia, ada pula sejumlah kata atau frase penghubung intrakalimat yang penulisannya tidak didahului tanda koma jika digunakan. Kata atau frase tersebut sebagai berikut. ... bahwa .... ... karena .... ... maka .... ... sehingga ....

4. Penulisan gabungan kata
Dalam bahasa Indonesia, aturan penulisan gabungan kata, yaitu jika tidak mendapat awalan ataupun akhiran maka gabungan kata itu ditulis terpisah (dua kata), jika mendapat awalan atau akhiran saja, gabungan kata itu ditulis pun ditulis terpisah (dua kata), dan jika mendapat awalan dan akhiran sekaligus maka gabungan kata itu ditulis serangkai (satu kata). Berikut ini didaftarkan sejumlah gabungan kata yang sering muncul dalam tulisan. Gabunga n Kata beri tahu garis bawah kerja sama lipat ganda sebar luas tanda Mendapat Awalan memberi tahu Digaris bawah bekerja sama berlipat ganda tersebar luas bertanda Mendapat Akhiran beri tahu garis bawahi --lipat gandakan --tanda Mendapat Awalan dan Akhiran Sekaligus memberitahukan pemberitahuan menggarisbawahi digarisbawahi --melipatgandakan dilipatgandakan menyebarluaskan disebarluaskan penyebarluasan menandatangani
3

tangan tanggung jawab

tangan bertanggung jawab

tangani ---

terima kasih tidak cocok

berterima kasih ---

-----

ditandatangani penandatanganan mempertanggungja wabkan dipertanggungjawa bkan pertanggungjawab an --ketidakcocokan

5. Penulisan perulangan gabungan kata
Penulisan pengulangan (reduplikasi) gabungan kata dalam bahasa Indonesia kaidahnya: pengulangan gabungan kata dilakukan hanya dengan mengulang unsur pertama (kata pertama). Jadi, tidak perlu seluruh gabungan kata diulang. Perhatikan beberapa contoh berikut ini. Gabungan Kata kereta api orang tua rumah sakit surat kabar meja makan salak pondoh Perulangan kereta-kereta api orang-orang tua rumah-rumah sakit surat-surat kabar meja-meja makan salak-salak pondoh

6. Penulisan nama jenis
Penulisan nama jenis kaidahnya sebagai berikut: huruf pertama nama geografis yang dipakai sebagai nama jenis ditulis dengan huruf kecil. Contohnya sebagai berikut. batik pekalongan brem bali garam inggris gudeg yogya gula jawa kacang bogor masakan cina masakan padang
4

pempek palembang pisang ambon soto kudus swike purwodadi warung padang warung tegal

PELATIHAN PENULISAN EJAAN Latihan 1
Teks 1 terdiri atas dua paragra,terdapat pelbagai kesalahan penulisan ejaan, dan pilihan kata yang tidak tepat. Perbaikilah paragraph,kesalahan ejaa, dan pilihan tersebut! produktivitas dan mutu karya tulis seorang dosen mencerminkan mutunya sebagai dosen yang mampu menjalankan fungsi keilmuan bukan sekadar mengajar pada gilirannya kinerja dosen yang banyak membaca menulis dan meneliti akan berbeda dengan mereka yang hanya membaca kemudian mengajar dalam mengajar tipe dosen yang pertama akan lebih kaya karena mereka telah memperlakukan ilmu baik sebagai proses maupun produk mereka tidak kehilangan akal dalam mengajar atau membimbing mahasiswa karena tersedia banyak referensi dalam pikirannya di pihak lain tipe dosen yang kedua hanya memperlakukan ilmu sebagai produk sehingga cara mengajarnya akan kering kegiatan keilmuan yang dimaksud di sini meliputi salah satu dari empat kegiatan yaitu penelitian pengkajian pengkomunikasian hasil penelitian dan aplikasi hasil ke dalam praktik keempat kegiatan ini terlibat usaha memahami memecahkan dan menemukan sesuatu petunjuk pemecahan masalah kegiatan keilmuan ini memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam rangka menjelaskan dan menjawab masalah-masalah keilmuan (Dedi Supriadi: Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia, 1997) Latihan 2 Teks 2 terdiri atas dua paragraf dan terdapat pelbagai kesalahan penulisan ejaan. Perbaikilah paragraf dan kesalahan ejaan tersebut!

5

pada bulan pebruari tahun lalu kami mengikuti pelatihan bahasa indonesia di jakarta mula-mula kami diperkenalkan pada hasanah budaya indonesia hal ini perlu kata pelatih “agar kamu mempunyai kekayaan bathin yang lebih luas“ walaupun jaman sudah modern kita harus mengenal budaya kita kita harus bersikaf positif terhadap bahasa national kita untuk itu anda harus memfoto kopi naskah ini di indonesia frekwensi pelatihan akan diperbanyak untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pelatihan ini akan berlangsung dari pagi sampai malam dan anda bisa sholat disini pada waktu istirahat karena masalah penulisan ejaan sangat komplex penulisan unsur serapanpun harus disesuaikan dengan ejaan bahasa indonesia seperti aquarium exemplar taqwa maghrib bahkti pisik faluta dan lafaz Latihan 3 Teks 3 terdiri atas tiga paragraf, terdapat pelbagai kesalahan penulisan ejaan, dan pilihan kata yang tidak tepat. Perbaikilah paragraf, kesalahan ejaan, dan pilihan kata tersebut!

di abad ke- XXI ini kita dituntut untuk dapat memperbanyak membaca dengan membaca kita dapat merambah informasi hal ini berbeda bila kita hidup di tahun 60an pada saat ini perpustakaan menjadi unsur yang tidak terbiasa dikesampingkan perpustakaan tentunya saja memiliki simpanan buku lebih banyak tidak seperti perpustakaan di kantorku buku di perpustakaan kantorku hanya 100 buah bila setiap hari ada 10 pendatang yang melongok lenyaplah buku itu untuk memperkaya jumlah buku kami membutuhkan uang Rp. 15 juta uang segunung itu kami perkirakan diperoleh dari 100 pemberi program wakaf buku pemberi-pemberi itu sebagian besar adalah penjual ada penjual transportasi yang mengumpulkan 100 bus 20 angkota 2 mobil sedan terpopuler dan 5 sepeda motor selain itu ada penjual ayam poetelur yang memiliki 9.000 ekor ayam
PERBAIKAN PELATIHAN PENULISAN EJAAN Teks 1
Produktivitas dan mutu karya tulis seorang dosen mencerminkan mutunya sebagai dosen yang mampu menjalankan fungsi keilmuan, bukan sekadar mengajar. Pada gilirannya, kinerja dosen yang banyak membaca, menulis, dan meneliti akan berbeda dengan mereka yang hanya membaca kemudian mengajar. Dalam mengajar, tipe dosen yang pertama akan lebih kaya karena mereka telah memperlakukan ilmu, baik sebagai proses maupun produk. Mereka tidak kehilangan akal dalam mengajar atau membimbing mahasiswa karena tersedia banyak referensi dalam pikirannya. Di pihak lain, tipe dosen yang kedua hanya memperlakukan ilmu sebagai produk sehingga cara mengajarnya akan kering. Kegiatan keilmuan yang dimaksud di sini meliputi salah satu dari empat kegiatan, yaitu penelitian, pengkajian, pengkomunikasian hasil penelitian, dan aplikasi hasil ke dalam praktik. Keempat kegiatan ini melibatkan usaha memahami, memecahkan, dan menemukan suatu petunjuk pemecahan masalah. Kegiatan keilmuan ini memerlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam rangka menjelaskan dan menjawab masalahmasalah keilmuan. (Dedi Supriadi: Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia, 1997)

Teks 2 6

Pada Bulan Februari tahun lalu, kami mengikuti pelatihan bahasa Indonesia di Jakarta. Mula-mula kami diperkenalkan pada khasanah budaya Indonesia. Hal ini perlu kata pelatih “agar kamu mempunyai kekayaan batin yang lebih luas“. Walaupun zaman sudah modern, kita harus mengenal budaya kita. Kita harus bersikap positif terhadap bahasa nasional kita. Untuk itu, Anda harus memfoto kopi naskah ini. Di Indonesia, frekuensi pelatihan akan diperbanyak untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Pelatihan ini akan berlangsung dari pagi sampai malam dan Anda bisa salat di sini pada waktu istirahat. Karena masalah penulisan ejaan sangat kompleks, penulisan unsur serapan pun harus disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia, seperti akuarium, eksemplar, takwa, magrib, bakti, fisik, valuta, dan lafal.

Teks 3
Di abad ke XXI ini, kita dituntut untuk dapat memperbanyak membaca. Dengan membaca, kita dapat menambah informasi. Hal ini berbeda bila kita hidup di tahun 60-an. Pada saat ini, perpustakaan menjadi unsur yang tidak bisa dikesampingkan. Perpustakaan tentu saja memiliki simpanan buku lebih banyak, tidak seperti perpustakaan di kantorku. Buku di perpustakaan kantorku hanya 100 buah. Bila setiap hari ada 10 pendatang yang bekunjung, habislah buku itu. Untuk memperkaya jumlah buku, kami membutuhkan uang Rp 15 juta. Uang sebanyak itu, kami perkirakan diperoleh dari 100 pemberi program wakaf buku. Pemberi-pemberi itu sebagian besar adalah pengusaha. Ada pengusaha transportasi yang mempunyai 100 bus, 20 angkota, 2 mobil sedan terpopuler, dan 5 sepeda motor. Selain itu, ada pengusaha ayam petelur yang memiliki 9.000 ekor ayam.

TUGAS MEMPERBAIKI KESALAHAN PENULISAN EJAAN 1. Pemakaian Huruf Naskah 1 Amati naskah 2. Naskah 2 terdapat ketidaktepatan penulisan huruf, seperti penulisan huruf kapital dan huruf miring. Teliti, cermati, dan tandailah! PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha Esa atas bimbingan dan petunjuknya sehingga buku berjudul WACANA BAHASA INDONESIA telah dapat penulis selesaikan. Dengan penulisan ini, Penulis ingin memberikan sumbangan yang nyata dalam pembangunan melalui bidang Pendidikan berupa sarana buku untuk peningkatan ilmu. Buku ini Penulis rangkum dan sajikan sesederhana mungkin agar para Mahasiswa dapat dengan mudah menghayati arti dan makna dari WACANA sebagai salah satu bagian dari Bahasa Indonesia.

7

Buku ini dapat memberikan landasan kepada para Mahasiswa agar benar-benar menghayati WACANA khusunya dan cara menyusun karangan dengan kaidah-kaidah Bahasa Indonesia pada umumnya. Dengan terbitnya buku ini, Penulis berharap dapat meningkatkan efisiensi perkuliahan BAHASA INDONESIA di Perguruan Tinggi. Penulis menyadari bahwa isi dan susunan buku ini belum sempurna, tetapi Penulis akan berusaha untuk menyelaraskannya pada penerbitan yang akan datang. Semarang, oktober 2004 B.H. Naskah 2
Teliti dan cermati tulisan berikut. Apakah masih terdapat ketidaktepatan penulisan huruf? Diskusikan dengan teman Anda. Suntinglah penulisan huruf yang tidak tepat. Teliti, cermati, dan tandailah! IKLAN Ikhlan merupakan salah satu jenis wacana persuasip karena wacana tersebut secara dominan terdapat unsur mempengaruhi orang lain. Untuk itu, pembuat ikhlan harus memperhatikan unsur-unsur kebahasaan sebagai titek talak penulisan sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima pembacanya tanpa menimbulkan keraguan. Salah satu unsor yang perlu diperhatikan adalah kepaduan atau keutuhan (unity). Sehubungan dengan keutuhan, pembicaraan tidak terlepas dari kohesi (cohesion). Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) sarana kohesi apa sajakah yang digunakan dalam wacana ikhlan tulis Berbahasa Indonesia dan (2) bagaimana sifat relasi kohesi dalam wacana ikhlan tulis Berbahasa Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini (1) memaparkan sarana kohesi dalam wacana ikhlan tulis Berbahasa Indonesia dan (2) mengidentipikasi sifat relasi kohesi dalam wacana ikhlan tulis Berbahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kwalitatip. Realisasi penggunaanya terlaksana melalui metoda diskriftip. Sumber data penelitian ini berupa wacana ikhlan tulis Berbahasa Indonesia yang dimuat di harian suara merdeka, kompas, kartini, dan femina yang terbit bulan januari s.d. mei 2003. Data penelitian ini berupa tuturan-tuturan wacana ikhlan tulis Berbahasa Indonesia yang mengandung kohesi, baik leksikal (lexical) maupun gramatikal (grammatical). Data itu terkumpul melalui tehnik pengamatan (observation) dan pencatatan yang terwujud dalam KARTU DATA. Setelah KARTU DATA terkumpul, data diklasipikasi berdasarkan sumbernya. Selanjutnya, peroses analisa diteruskan dengan pensimpulan sarana kohesi yang digunakan dan sifat relasinya. 8

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kekohesifan wacana ikhlan tulis Berbahasa Indonesia diwujudkan oleh sarana kohesi gramatikal, yaitu kongjungsi, pronomina, elifsis. Adapun sarana kohesi leksikal berupa kolokasi, refetisi, kosokbali, dan hiponimi. Adapun sifat relasi koreferensi terjadi pada sarana pronomina dan refetisi, sedangkan koklasifikasi terjadi pada sarana elifsis dan koekstensi terjadi pada hiponimi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dirumuskan saran (1) agar wacana ikhlan dapat menginformasikan gagasan secara utuh perlu meningkatkan kekohesipan wacana dan (2) penelitin tentang kekohesipan wacana ikhlan dapat dilanjutkan pada wacana lain yang lebih banyak, seperti wacana buku pelajaran, bulletin, majalah, dan sebagainya. Semarang, desember 20 Naskah 3 03 (Diambil dari N.I dengan beberapa perubahan) Teliti dan cermati naskah 4 berikut. Apakah masih terdapat ketidaktepatan penulisan huruf? Diskusikan dengan teman Anda. Suntinglah penulisan huruf yang tidak tepat. Teliti, cermati, dan tandailah! SOLO FC SUDAH PUNYA DATA LENGKAP PERMAINAN DELTRAS Pelatih Persijatim Solo FC, Yusak Sutanto, merasa lega karena kerangka team yang menjadi beban fikirannya, pagi kemarin seusai latihan di stadion manahan, terjawab sudah. Susunan team akan dibahas dengan Manajer Hendri Danardi. Dari tiga pemain Asing, diperkiran Alejandro Enrique Pardo tidak diturun-kan. Karena itu, saat latihan kemarin, pemain asal cile itu tidak dilengkapi rompi sebagaimana rekan-rekannya. Saat dikonpirmasi, Pelatih Solo FC tidak mengiyakan. “Kemungkinan tiga pemain Asing diperkirakan akan dipasang semua. Lihat saja kepastian besok,” tandasnya. Di lini depan atau penyerang akan ditempatkan Husain dan Boy Jati. Masadi pada posisi libero dan mistar gawang akan dijaga Suprayitno, mantan kiper Deltras Sidoarjo. Yusak mengaku sudah mempunyai data lengkap pola permainan Team Deltras Sidoarjo yang akan ditantang anak-anak asuhannya petang nanti. “Saya tadi sudah diberi data atau bahan lengkap mengenai kekuatan lawan,” kata dia tanpa menyebutkan siapa yang membocorkan kekuatan lawan. Pada latihan pagi kemarin, Yusak memberikan dua pola latihan. Pertama, kerja sama team dengan umpan-umpan menyilang, tetapi tidak cepat dan bisa dengan dua-tiga sentuhan. Pada pola latihan kedua, selam 15 menit semua pemain harus bergerak, umpan bola dialirkan cepat dengan sekali sentuhan, serta merebut bola yang hilang. 9

Pemain Muda Deltras Sidoarjo yang datang ke solo dengan membawa 19 pemain juga melakukan latihan pagi kemarin. Mereka datang ke stadion manahan setelah team tuan rumah berlatih atau sekitar pukul 08.30. Pelatih Deltras, William Rudy Kelces, mengaku satu dari empat pemain asingnya, yakni Arma Croma dari liberia yang berposisi striker, izin tanding di ITC belum keluar. Namun, stopper claudio vergagno, paolo, dan gelandang ebanda tomothi dipastikan bisa turun bertanding. Menurut dia, 30- 40 prosen pemainnya merupakan sisa team lama. Sebagian besar masih muda dan baru dua bulan dilatih. Selain tiga pemain asing, ada tiga pemain asal persipura dan satu di antaranya kiper Dianiel Saroso serta dua pemain pra-Pon Jatim, yakni gelandang Jefri Dwi Hadi dan stopper Suroso. “Tidak ada pemain bintang di team kami. Pokoknya, kami akan menampilkan permainan terbaik,” janjinya. Mantan Pelatih persipura pada musim lalu itu tidak berani sesumbar tentang hasil pertandingan. Namun, pada dasarnya semua team ingin memperoleh hasil maximal atau kemenangan. Dari seleuruh team peserta KLI X, lanjut dia, hanya persija dan persebaya yang sudah siap dan solid. Sisanya belum begitu siap karena waktu pembentukan team sangat singkat. Ia mengaku kurang begitu mengamati perkembangan kekuatan tuan rumah. Namun, tahu betul cara kerja Yusak Sutanto yang mempunyai semangat tinggi, khususnya dalam melatih pemain muda. “Dia Pelatih terbaik yang selalu melahirkan pemain muda berbakat,” pujinya (Suara Merdeka, 4 Januri 2004) 2. Penulisan Kata Naskah 4 Amatilah secara teliti dan cermat naskah 5. Apakah terdapat ketidaktepatan penulisan kata, terutama penulisan kata turunan dan kata ulang, serta kata depan dan partikel?Teliti, cermati, dan tandailah! Industrialisasi Manufaktur di Indonesia BILA MANA kita benar-benar serius mengembangkan industri manufaktur yang sehat didalam negeri maka deregulation dan privatisation yang telah di mulai oleh pemerintah sejak tahun 1983 sampai dengan inpres no. 4 tahun 1985 perlu dilanjutkan. Disamping itu, perlu di lakukan perombakan total dan rationalisation sistim intensip dan perlindungan, perdagangan, perijinan usaha, dan kebijaksanaan dibidang ke tenaga kerjaan. Maksud perombakan sistim intensip perdagangan dan industriil itu ialah untuk menyehatkan structur industri manufakturing kita yang sudah ada menurut tolokukur ekonomi hususnya agar dapat bersaing dipasar internasional. Ada pun tujuan lain dari industrialisasi diluar pertimbangan ekonomis itu seperti tujuan Sosial Politik, dan peningkatan pertahanan Nasional, perlu di pertajam 10

lebih lanjut, di tentukan skala priority dan timbangan operasionilnyaserta di sesuaikan dengan kemampuan Nasional untuk membayar dan memiliki industriindustri seperti itu. Tujuan ahir industrialisasi adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masarakat baik Nasional mau pun Dunia. Kesejahteraan masyarakat tersebut hanya dapat di tingkatkan bila mereka dapat meningkatkan jumlah konsumsi dengan mutu barang yang lebih tinggi, namun dengan tingkat yang lebih rendah. Oleh karena itu, seyogianya lah bila rencana industrialisasi di dasarkan pada pertimbangan ekonomi (economic feasibility) dan bukan atas dasar kemampuan tehnis (technical feasibility) semata-mata.

Naskah 5 Amatilah secara teliti dan cermat naskah 6. Apakah terdapat ketidaktepatan penulisan kata, terutama penulisan kata turunan dan kata ulang, serta kata depan dan partikel?Teliti, cermati, dan tandailah! Srikandi telah Lahir Garis tangan gadis kelahiran Bojonegoro itu berubah sejak tampil di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Surabaya 1999 silam. Terpikat keandalan Rina, Donal Pandiangan— pelatih team Nasional panahan— memboyongnya ke Jakarta dan mengikut sertakan remaja kelahiran 18 tahun silam ini ke Pemusatan Latihan Nasional SEA GAMES XXII. Sejak hari itu, petualangan sang ‘Srikandi’ baru Indonesia di mulai. Rina menghabiskan masa remajanya ditempat latihan. Pengurus Besar Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PB PERPANI), memasukkan Rina ke-SMP Ragunan Jakarta Selatan. Dalam hitungan empat tahun sejak ke datangannya, anak ke delapan dari sembilan bersaudara itu memetik hasil kerja kerasnya. Kejuaraan Panahan Asia Intercontinental di Yangoon, Myanmar, November lalu, menjadi pentas suksesnya Rina. 11

Di kejuaraan prestisius ini, Rina menohok keurutan ke enam dengan mengumpulkan total nilai 1.333. Ia juga meruntuhkan rekor Lilies handayani yang bertahan 15 tahun. Hasil ini menghantarkan Rina pada mimpi pertamanya, menjadi pemanah terbaik Asia tenggara. Yangoon seolah memberikan segalanya ke pada Rina. Di kejuaraan itu pula Rina memperoleh pengakuan se sungguhnya, meraih tiket Olympiade Athena 2004. Ia menjadi fenomena baru olahraga Indonesia. Kali ini di SEA GAMES XXII, Rin menjadi atlet pertama yang memecahkan rekor nomor 60 meter individuil di hari per tama babak kualifikasi SEA GAMES Senin. Belum puas, ia kembali memecahkan rekos SEA GAMES dengan total nilai 1332 di hari ke dua. Semoga ia memotivasi rekannya dicabang lain. Naskah 6 Amatilah secara teliti dan cermat naskah 6. Apakah terdapat ketidaktepatan penulisan kata, terutama penulisan kata turunan dan kata ulang, serta kata depan dan partikel?Teliti, cermati, dan tandailah! Dimana Siti sekarang bekerja? Dia sekarang bekerja dikantor PLN pusat. Dikantor itu dia pegawai paling rajin. Dia sudah terbiasa pergi keluar negeri. Maklum, kantor itu mempunyai cabang diluar negeri. Dia setiap hari selalu di hadapkan pada masalah yang rumit. Kebetulan dia, sebagai Kepala Biro Hubungan Luar Negeri. Karena itu lah, dia harus pandai mengatur dan menjaga diri. Dia termasuk pejabat tinggi dikantornya. Akan tetapi, dia dikenal sebagai pegawai yang rendah hati dilingkungan kerjanya. Dia sangat bersahaja. Kendati pun demikian, masih juga ada yang suka usil ke padanya. 3. Pemakaian Angka dan Lambang Bilangan Naskah 7 Amatilah secara teliti dan cermat naskah 8. Apakah terdapat ketidaktepatan pemakaian angka dan lambang bilangan? Teliti, cermati, dan tandailah! Operasi Ladang Ganja Pelaporan adanya ladang ganja itu disampaikan penduduk kepada Dandim Letkol M. Jamil sambil sekaligus berlebaran. Berkat karena adannya lapran penduduk itulah, Dandim 0101 dipimpin satu unit pasukannya dalam satu operasi Selasa siang. Setelah kemudian berjalan kaki lebih kurang 6 km menelulusuri bukit dan lereng tim operasi berhasil menemui 10 hektar ladang ganja terpisah dalam dua lokasi oleh anak sungai. Di lokasi itu tadi ditemui berpuluh-luluh ribu batang ganja yang berumur dua atau tiga bulan. Di samping itu ada pula lokasi pesemaian yang dikira-kirakan telah ditanamkan ganja sejak pekan berlalu. Namun sekitar 500 batang ganja yang telah dipanen juga dapat di sana dan seluruhnya dimusnahkan pada saat itu juga. 12

Tim operasi tidak berhasil menemukan pelakunya disebabkan karena diperkirakan beberapa saat-saat sebelum team tiba dilokasi, para pelaku-pelaku telah melarikan dirinya. Hal itu dikarenakan oleh seba di lokasi itu terdapat anjing yang sengaja dipelihara untuk memberitahu kalau ada orang asing mendekat. Satuan Kodim 0101 menjumpai sebuah gubug alat memasak dan peralatan pertanian lainnya. Naskah 8 Amatilah secara teliti dan cermat naskah 9. Apakah terdapat ketidaktepatan pemakaian angka dan lambang bilangan? Teliti, cermati, dan tandailah!
Hidup di Hotel Melati Dia sementara ini menetap di Hotel Melati, Kamar lima belas. Hotel itu

beralamat di Jalan Merbabu lima nomor tiga belas, Sampangan, Semarang. Sewa kamar di hotel itu setiap malam lima puluh ribu rupaiah. Dia harus masuk hotel pukul 12,30. Dia mempunyai kebiasaan mengaji. Malam itu, dia membaca Surat Yasin ayat 15. Dia mampu membaca Surat Yasin dalam waktu pepuluh menit 30 detik. Dia anak ke 4 dari tujuh bersaudara. Kakak ke 2 dan ke 3 telah berhasil menjadi pegawai pemerintah. Adik-adik, terutama urutan ke 6 dan ke 7 masih kuliah. Dia sendiri sekarang sudah berhasil sebagai pengusaha muda yang sukses. Naskah 9

Amatilah secara teliti dan cermat naskah 10. Apakah terdapat ketidaktepatan pemakaian angka dan lambang bilangan? Teliti, cermati, dan tandailah!
Perlunya Membaca Di abad ke-XXI ini kita dituntut banyak membaca. Dengan membaca kita dapat mengakses informasi. Hal ini berbeda bila kita hidup di tahun 60an. Perpustakaan menjadi bagian yang tidak bisa dikesampingkan. Perpustakaan tentunya memiliki buku banyak, tidak seperti di kantorku. Buku di perpustakaan hanya 100 buah. Bila setiap hari ada 10 pengunjung, habislah buku itu.

13

Untuk menambah jumlah buku dibutuhkan dana tidak kurang lima belas juta dua juta rupiah. Dana sebanyak itu, direncanakan diperoleh dari 100 donatur program wakaf buku. Donatur-donatur itu sebagian besar adalah pengusaha. Ada pengusaha transportasi yang memiliki seratus bus, dua puluh angkota, dua mobil sedan mewah, dan lima sepeda motor. Selain itu, ada pengusaha ayam yang memiliki 9.000 ekor ayam.

4. Penulisan Unsur Serapan Naskah 10 Amatilah secara cermat naskah 11! Pada naskah ini yang perlu Anda cermati adalah penulisan unsur serapan. Teliti, cermati, dan tandailah!
Pemberian Maaf Yah, kita bisa saja memberikan excuse untuk hal ini. Tetapi problem ini harus kita hadapi secara serious. Karena itu mari kita to the point saja dengan langsung planning yang reasonable berdasarkan working papers yang sudah dibahas sejak kemarin. Of course kita yang semua selama harus ini kerja telah berat untuk menghindarkan misunderstanding menimbulkan

communication gap antara policy maker and decicion maker dengan para pelaksana level bawah. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan simple saja yaitu dengan sedianya kita melakukan the new approach yang physically and mentally tak akan sukar melaksanakannya.

Naskah 11 Amatilah secara cermat naskah 12! Pada naskah ini yang perlu Anda cermati adalah penulisan unsur serapan. Teliti, cermati, dan tandailah!
PDIP Jamin Pleno Mendatang Full Team

Ketua DPP PDIP menyatakan legalitas ketua fraksi tetap dipegang Maulen. “Namun, kami memberikan kewenangan untuk mengkoordinasikan teman-teman anggota PDIP kepada Saudara Wuwuh. Artinya, operasionalisasi fraksi di-handle oleh Wuwuh,” katanya.

14

Dia memberikan memberikan jaminan dalam pleno yang digelar dalam waktu dekat ini, anggota FPDIP akan full team. Kebijakan itu diambil DPP dan DPD setelah menerima laporan mengenai sebagian besar anggota FPDIP tidak hadir dalam rapat pleno DPRD. Ketidakhadiran mereka dipicu ketidakpuasan anggota terhadap kepemimpinan Maulen.

(Suara Merdeka, Selasa 17 Februari 2004) Naskah 12

Amatilah secara cermat naskah 13! Pada naskah ini yang perlu Anda cermati adalah penulisan unsur serapan. Teliti, cermati, dan tandailah!
Dekorasi Balon Pecahkan Rekor Muri

Kemeriahan acara itu makin komplit setelah ratusan ribu ledakan fireworks warna warni menghiasi suasana malam Yogyakarta. Kembang api diluncurkan dari tiga titik di halaman depan JEC, sekaligus menghibur masyarakat sekitar gedung. Kembang api yang menghabiskan dana sekitar Rp 200 juta kebih itu dinyalakan melalui kabel controller. “Jadi, eksekusinya dari satu controller bukan manual. Karena itu, wajar bila ribuan ledakan kembang api tersebut bisa berurutan menghasilkan warna-warni yang benar-benar indah,” katanya. Barang kali pesta kembang api itu merupakan kali pertama yang terbesar di Jateng dan Yogyakarta. Sebab, sebelumnya belum pernah ada yang sebanyak itu. Kembang api yang dinyalakan mulai dari pyrotechnic (kembang api indoor), waterfall (kembang api tirai), dry ice, buble macchinem dan 40 tembakan convetty gun di dalam gedung. Acara itu mampu memecahkan rekor Muri karena enterity sebagai pemprakarsa dan penyelenggara acara dengan balon terbanyak.

(Suara Merdeka, Selasa 17 Februari 2004)

5. Pemakaian Tanda Baca 15

Naskah 13 Amatilah secara cermat naskah 14. Pada naskah ini yang perlu Anda cermati adalah pemakaian tanda baca. Teliti, cermati, dan tandailah!
Dt Radjo Penghoeloe Pada ujung tahun 1940 ikut jadi pelaku dalam cerita film “Kartinah” dari J.I.F. (Java Industrial Film) di Jakarta. Dari tahun 1941 s/d 1945 membuka dan memimpin seperangkat sandiwara dengan nama “Cendera Mata di Singapura”. Tahun 1953 menyutradarai sandiwara “memulangkan sirih kegagangnya” di Bukittinggi. Disamping sebagai peminat senidrama Saudara Dt Radjo Penghoeloe adalah pula seorang penggemar-sastera; buahpenanya yang telah diterbitkan hanya baru cerita rakyat kecil2 seperti Labai Nan Aluih (1928), “Tuanku Lareh Kurai Banuhampubapulang” )1940), Cindua Kato, Payong terbakembang, dan Limpapeh. Naskah lain, tetapi belum diterbitkan adalah diantaranya ” Tata Bahasa Indonesia”, Kesusastraan Minangkau, SENI TARI, dan Asmara Dalam Asmara (roman pendidikan). Sebagai pegawai-tinggi Republik Indonesia saudara Dt Radjo Panghoeloe pernah jadi kepala jawatan Penerangan Propinsi Sumatra-Tengah (1947), Koordinator Badan Koordinasi Penerangan Sumatra RI (1948), Kepala Bagian Kebudayaan pada kantor P.P.K. Sumatra R.I., Anggota Pimpinan Jawatan Ruang Kebudayaan dan Perpustakaan Sumatra di Padang Panjang (1950).

Naskah 14 Amatilah juga secara cermat naskah 15. Pada naskah ini yang perlu Anda cermati adalah juga pemakaian tanda baca. Teliti. Cermati, dan tandailah!
PRAKATA Untuk membantu para guru agar dapat melaksanakan proses belajar mengajar IPA dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif, maka disusnlah buku ini. Buku ini merupakan perangkat yang melengkapi buku Belajar Aktif Ilmu Pengetahuan Alam untuk sekolah dasar.

16

Tujuan penyusunan buku ini, antara lain adalah: Memberikan contoh-contoh penerapan proses belajar-mengajar IPA dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif. Memberi contoh-contoh pengembangan keterampilan proses dan pokok bahasan yang sesuai dengan kurikulum, Memberikan sumber gagasan untuk mengelola kelas, mengelola kegiatan, mengelola alat-alat pada setiap kegiatan, serta mengelola pajangan. Memberikan sumber gagasan pengembangan kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif. Membantu guru untuk merumuskan TIK yang sesuai. Membantu guru dan orang tua untuk menyajikan kegiatan belajar aktif bagi peserta didik. Membantu guru mengembangkan soal-soal penilaian. Untuk mencapai tujuan di atas, bahasan yang terdapat dalam buku ini terdiri dari dua hal, yaitu: Beberapa penjelasan yang diperlukan guru untuk menyajikan kegiatan belajar yang melibatkan siswa secara aktif seperti (1) Mengapa Belajar IPA di Sekolah Dasar? (2) Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Kegiatan Belajar-Mengajar IP, (3) Keterampilan Proses, (4) Contoh Format Penilaian Proses, (5) Contoh Format Penilaian Sikap, dan (6) Matrik Pokok Bahasan, Kegiatan, dan Keterampilan Proses yang Dikembangkan. ………………………………………………………………………………………... Sumber: Depdikbud 1995:49 yang dikutip dari Buku Panduan Belajar Aktif IPA)

Naskah 15 Amatilah juga secara cermat naskah 16. Pada naskah ini yang perlu Anda cermati adalah juga pemakaian tanda baca. Teliti. Cermati, dan tandailah!
Sarung Terpanjang Masuk Rekor Muri Perayaan hari jadi ke 429 Pemalang, sabtu (24/1) kemarin, berlangsung lebih meriah. Dari tahun-tahun sebelumnya. Selain diselenggarakan defile aparat, juga diperagakan kain sarung terpanjang oleh anak-anak Pondok Pesantren Salafiyah Kauman. Peragaan sarung dengan panjang 187 meter itu mendapat perhatian dari

17

Musium Rekor Indonesia (Muri) yang diwakili sekretarisnya, Widayati dan ariyani. Setelah dilakukan pengukuran sarung itu dinyatakan pantas tercatat sebagai ke 1.079 di Muri untuk sarung terpanjang. Rekor sarung terpanjang sebelumnya dipecahkan di Semarang. Perayan hari jadi dimulai pukul 08.00. Halaman pendapa hingga jalan menuju alun-alun penuh sesak aparat pemerintah yang melakukan defile. Selain aparat, ikut pula para pelajar SD-SMU serta para guru. Iring-iringan barisan lengkap papan nama kecamatan masing-masing. Berjalan menuju ke alun-alun. Di alun-alun, Bupati Pemalang HM Macchroes SH di dampingi ketua muspida munuju pendapa pemalang. Setelah penyerahan hadiah untuk sejumah siswa yang berprestasi berlangsung penyerahan sertifikat Muri kepada Bupati HM Machroes SH sebagai pihak yang memprakarsai pembuatan sarung dan dr Panntjer, pemilik sanggar batik dan tenun ATBM. Menurut memberikan Widayati kriteria Muri dalam pada penghargaan berpatokan DPRD HU Kumpul Sutrisno dan unsur muspida memberikan hormat kepada peserta defile. Seusai defile untuk mengikuti rapat paripurna instimewa hari jadi

pertama, paling, unik, dan langka (PPUL). Dia memandang pembuatan sarung terpanjang layak dimasukkan ke Muri, karena memenuhi kriteria pertama dilakukan dan paling panjang. Sarung terpanjang ini masuk sebagai rekor ke 1.079. Sebelumnya ada rekor sarung terbesar dengan panjang 9,6 meter, lebar 7 meter dan tinggi 7,330 meter, katanya. Menurut Pantjer pemprakarsa pembuatan sarung itu Bupati. Kemudian dia menggarapnya selama 40 hari bersama lima karyawannya. Sarung itu menggunakan alat tenun ikat atau ATBM. Beaya seluruhnya Rp. 7,5 juta. Bila dibandingkan dengan sarung biasa, sama dengan 86 sarung. Sarung raksasa itu bisa dipakai 1000 orang dengan berat 30 kg. Bupati HM Machroes SH mengatahan, pembuatan sarung terpanjang bukan sekedar mencari sensasi atau agar masuk Muri, melainkan memiliki makna yang dalam. Sebab daerah setempat sebagai produsen sarung ikat sudah dikenal dimancanegara. Kalau tidak diuri-uri dengan kegiatan itu lambat laun akan

18

dilupakan orang. Dengan demikian tujuan utamanya memberi motivasi kepada para perajin sarung ikat di Pemalang agar lebih bersemangat bekerja. (SM)

Naskah 16 Amatilah juga secara cermat naskah 17. Pada naskah ini yang perlu Anda cermati adalah juga pemakaian tanda baca. Teliti. Cermati, dan tandailah!
Komputerisasi, Bukan Jaminan Mutu Kemajuan teknologi komputer, bisa membuat mimpi menjadi kenyataan. Lewat teknologi terbaru yang sekarang sudah tersedia disemua kantor kecamatan, pembuatan satu KTP bisa dilakukan dalam tempo 95 detik. Betulkah bisa secepat itu? Menurut pakar teknologi informasi yang juga Rektor Udinus, Ir. Edi Noersasongko MKom, jika sekedar memperpanjang kartu, target penyelesaian secepat itu bisa dilakukan komputer. Hal itu dimungkinkan sebab petugas hanya melakukan imputting atau memasukkan kembali data lama. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, dalam tiga tahun terakhir, permohonan pembuatan KTP mencapai sekitar 250 ribu pertahun. Jika satu kartu butuh 95 detik permohonan kartu yang menumpuk selama setahun bisa diselesaikan cukup dalam waktu sekitar 6.600 jam. Tiap kantor kecamatan berarti hanya butuh waktu sekitar satu setengah jam perhari untuk mencetak kartu penduduk. Dengan perhitungan seperti itu memang masuk akal jika Wali Kota Sukawi menjanjikan batas paling lama pembuatan kartu hanya dua hari. Namun untuk bisa mewujudkan janji tersebut, dibutuhkan banyak persyaratan. Antara lain, data yang masuk ke komputer sudah siap seratus persen. Nah. Disinilah hambatan mulai terkuak. Rasanya musykil memasukkan data ke komputer tanpa pengolahan lebih dulu. Justru pengolahan inilah yang memakan waktu banyak. Tidak mungkin surat permohonan langsung dimasukkan ke komputer. Petugas pasti harus mengecek berbagai kelengkapannya.

19

Apalagi jika data yang dimasukkan sama sekali baru. Prosesnya lebih lama lagi. Jika satu data permohonan membutuhkan waktu pengecekan sepuluh menit saja, target waktu penyelesaian satu hari untuk perpanjangan kartu, tidak akan tercapai. Dalam kondisi keterbatasan waktu seperti ini, peluang jasa perantara kembali muncul. Mereka bisa menjual “waktu”. Barang siapa bisa membayar lebih, dia bisa diprioritaskan mendapat pelayanan lebih cepat. Sebenarnya pengalaman di Pemkot selama 10 tahun terakhir sudah bisa dijadikan tengara, teknologi komputer belum mampu membebaskan warga dari budaya pungutan liar. Buktinya komputerisasi sudah mulai dilakukan semasa Wali Kota Soetrisno Soeharto. Namun hasilnya, masih seperti itu-itu saja. Bahkan biaya tak resmi selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dalam menghadapi ancaman KTP ganda, komputer juga belum sepenuhnya bisa diandalkan. Piranti elektronik tersebut masih bisa diakali. Misalnya seseorang bisa membuat kartu baru cukup dengan menambahkan gelar baru di belakang nama. Komputer tak akan mampu mendeteksi hal-hal semacam ini. Alat tersebut hanya akan bisa mendeteksi kemungkinan KTP ganda bila nama yang dimasukkan ke data sama. Bila tambah gelar saja, namanya sudah dianggap orang lain dimata komputer. Beginilah resiko teknologi baru. Berbagai kelemahan, selalu ada. Kunci utamanya sekarang jutru terletak pada manusia yang mengoperasikannya. Jika mental mereka baik, standar pelayanan minimal yang dicanangkan Wali Kota akan berjalan baik. Tapi jika mentalnya buruk, harapan kemajuan pun sirna. Alatalat tersebut pun akhirnya sekedar menjadi lipstik, bisa dilihat tapi tak bisa dirasakan. Fungsinya hanya mempercantik pembangunan, biar seolah-olah telah terjadi kemajuan di kota ini. Hal ini juga dibenarkan Lurah Pleburan Slamet SIP dan Nashroekien, petugas pembuat KTP di Kecamatan Pedurungan. Munculnya kartu ganda lebih disebabkan kelalaian aparat. (SM).

------------------------- Ejaan -------------------

20

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->