P. 1
Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Injil Markus - By Justinus Darmono

Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Injil Markus - By Justinus Darmono

5.0

|Views: 3,309|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Menyampaikan kesaksian bukanlah menyombongkan diri, namun berbagi pengalaman bagaimana Tuhan telah menolong dan menyembuhkan kita.
Menyampaikan kesaksian bukanlah menyombongkan diri, namun berbagi pengalaman bagaimana Tuhan telah menolong dan menyembuhkan kita.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/27/2014

pdf

text

original

3:1. Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah
tangannya. 3:2 Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari
Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. 3:3 Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah
tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!" 3:4 Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah
yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa
orang atau membunuh orang?"
Tetapi mereka itu diam saja. 3:5 Ia berdukacita karena kedegilan
mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada
orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. 3:6
Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk
membunuh Dia.

Kembali Tuhan Yesus ingin menekankan paradigma baru yang lebih baik dan benar. Dia
bertanya singkat, mana yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat.
Tetapi nyatanya semua orang diam. Berbuat baik mestinya menjadi bagian dalam perjalanan
hidup ini, kapanpun dan dimanapun. Berbuat jahat sudah selayaknya tidak dilakukan,
walaupun bukan hari Sabat. Orang awam yang tidak tahu persis dengan segala macam aturan,
pasti akan setuju bahwa berbuat baik harus dilakukan kapan saja dan dimana saja. Apa lagi
bagi yang sedang menderita dan membutuhkan pertolongan, pasti tidak akan melihat hari.
Semakin cepat bisa ditolong akan semakin baik. Namun bagi orang yang sudah dicekoki sejak
lahir akan segala macam dogma sampai mendarah daging, akan sangat sulit untuk menerima
perubahan paradigma tersebut. Pokoknya hari Sabat tidak boleh begini dan begitu, titik.

Dar/memahami Markus 22

23

Tuhan Yesus berani melawan arus demi kebaikan dan kebenaran yang diharapkan oleh Allah
sendiri. Dan Dia siap menerima segala macam akibat dari apa yang dikatakan-Nya. Berbelas
kasih melalui perbuatan nyata agaknya sejalan dengan ajaran mengasihi sesama, seperti
mengasihi diri sendiri. Sepuluh Perintah Allah tidak ada embel-embel kecuali hari Sabat. Kita
bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila seseorang mengalami musibah hampir
meregang nyawa kehabisan darah dan pas jatuh hari Sabat.

Sampai sekarangpun penulis yang awam ini masih merasa bingung dengan sebagian perintah
Gereja, “jangan melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari Minggu atau hari raya yang
diwajibkan.”
Apa yang dimaksud dengan pekerjaan yang dilarang tersebut? Banyak jawaban
yang masih belum memuaskan, apalagi jika dilihat dengan situasi pada zaman sekarang ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->