P. 1
Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Lukas - By Justinus Darmono

Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Lukas - By Justinus Darmono

|Views: 2,446|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Untuk mengikuti jejak-jejak pelayanan Santo Lukas, kita harus meneliti Kisah ParaRasul. Kita tidak memiliki informasi kapan Santo Lukas bertobat dan menjadi Kristen,tetapi dengan meneliti tulisan pada kitab tersebut, kita bisa melihat dimana diabergabung dengan Santo Paulus.
Untuk mengikuti jejak-jejak pelayanan Santo Lukas, kita harus meneliti Kisah ParaRasul. Kita tidak memiliki informasi kapan Santo Lukas bertobat dan menjadi Kristen,tetapi dengan meneliti tulisan pada kitab tersebut, kita bisa melihat dimana diabergabung dengan Santo Paulus.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2014

pdf

text

original

7:11. Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-
sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 7:12 Setelah Ia
dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang
sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 7:13 Dan ketika Tuhan melihat
janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan
menangis!"
7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung
berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 7:15 Maka
bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada
ibunya. 7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang
nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
7:17 Maka
tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Kota Nain kira-kira sebelah selatan agak ke barat dari danau Galilea. Kita bisa
membayangkan bahwa Tuhan Yesus pergi seperti suatu rombongan besar. Kemanapun Dia
pergi, selalu diikuti oleh banyak orang. Dan mereka inilah mestinya yang menjadi saksi-saksi
hidup, yang dapat bercerita kepada anak cucu maupun handai taulan.

Kita bisa membayangkan bagaimana Tuhan Yesus begitu berbelas kasihan kepada orang yang
sedang sedih. Seorang janda yang ditinggal mati anak tunggalnya, pasti akan merasakan
kesedihan yang luar biasa. Mengapa dia yang dipanggil duluan? Mengapa bukan aku yang
sudah tua? Itulah kasih pengorbanan seorang isteri, seorang ibu yang rela menderita demi
keluarganya. Betapa keluarga itu akan punah tanpa ada penerusnya. Kematian seorang anak
tunggal berarti janda tersebut akan sendirian. Pasti ada pengharapan bahwa anak laki-laki
tersebut akan menjadi penerus keluarga, beranak pinak. Lha kalau dia mati duluan, maka
hilanglah pengharapan tersebut. Mengapa tidak mati sekalian, biar bisa bersama-sama dengan
sang anak masuk ke dalam kerajaan surga.

Rombongan pengantar mayat tersebut bertemu rombongan Tuhan Yesus, dan mereka
sepertinya berhenti barang sejenak. Sewaktu Tuhan Yesus berkata :”Jangan menangis,”
kemungkinan janda tersebut untuk sejenak merasa heran dan kaget. Itu bukan kata-kata yang
menghibur, tetapi dibalik ucapan tersebut sepertinya ada sesuatu yang tersembunyi.
Sepertinya ada secercah harapan yang masih dalam tanda tanya besar. Kita bayangkan Tuhan
Yesus berjalan perlahan mendekati usungan, lalu menyentuhnya. Semua orang berhenti dan
melihat, apa yang akan diperbuat oleh Tuhan Yesus dan apa yang akan terjadi. Pada saat itu
pastilah tidak akan terbayangkan bahwa akan terjadi mukjizat diluar nalar mereka. Paling-
paling Tuhan Yesus menyentuh dan mendoakan jiwa anak tersebut, agar diampuni dan
diterima di surga.

“Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” dapat kita bayangkan suatu suara memerintah yang
tidak terbantahkan. Dan yang diperintah saat itu sepertinya bukan anak muda yang sedang
“tidur”, melainkan takdir kematian yang sudah menguasai si anak muda. Membangkitkan
orang mati bukanlah perkara kecil, tetapi suatu mukjizat yang bukan main menakjubkan.
Pantaslah jika semua orang geger, ketakutan dan bermacam-macam perasaan campur aduk
menjadi satu. Sadar tidak sadar, dalam keadaan demikian hanya bisa mengucap syukur dan
memuliakan Allah. Tuhan Yesus disebut sebagai nabi besar, malahan Allah yang sedang
melawat umat-Nya. Hanya kuasa Allah yang dapat membangkitkan orang mati.

Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut pastilah tidak bisa menahan diri untuk tidak
bercerita kepada orang lain. Mungkin saja sewaktu bercerita dengan berkobar-kobar dan tidak
akan luput dengan bumbu-bumbu penyedap, sebagai penekanan pada hal yang menakjubkan.
Kabar getok tular itu begitu cepat menyebar, yang mau tidak mau pasti akan menarik
perhatian bagi yang membutuhkan pertolongan.

61

Hal ini menjadi suatu pelajaran bagi para murid, bahwa Sang Guru bukan hanya sakti
mandraguna. Dia bisa mengalahkan kematian, maut yang sudah datang menjemput. Hanya
dengan ucapan-Nya saja orang mati bisa bangkit lagi. Kuasa seperti itu hanya Allah saja yang
empunya, dan hanya orang-orang yang diberi kuasa-Nya yang bisa berbuat seperti itu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->