P. 1
Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Lukas - By Justinus Darmono

Orang Awam Mencoba Memahami Kata-Kata Yesus Di Lukas - By Justinus Darmono

|Views: 2,446|Likes:
Published by Gilbert Hanz
Untuk mengikuti jejak-jejak pelayanan Santo Lukas, kita harus meneliti Kisah ParaRasul. Kita tidak memiliki informasi kapan Santo Lukas bertobat dan menjadi Kristen,tetapi dengan meneliti tulisan pada kitab tersebut, kita bisa melihat dimana diabergabung dengan Santo Paulus.
Untuk mengikuti jejak-jejak pelayanan Santo Lukas, kita harus meneliti Kisah ParaRasul. Kita tidak memiliki informasi kapan Santo Lukas bertobat dan menjadi Kristen,tetapi dengan meneliti tulisan pada kitab tersebut, kita bisa melihat dimana diabergabung dengan Santo Paulus.

More info:

Published by: Gilbert Hanz on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2014

pdf

text

original

9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak
oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada
hari ketiga."

Menurut pemahaman penulis, pada saat itu para rasul pasti bertanya-tanya apa yang dimaksud
dengan kata-kata tersebut di atas. Pasti tidak terbayangkan bahwa Sang Guru akan menderita
sampai mati di salib, seperti yang kita ketahui sekarang ini. Kata-kata tersebut mereka catat
dalam hati, dengan harapan suatu ketika nanti gurunya mau menjelaskan lebih rinci. Kata-kata
tersebut pasti mempunyai makna yang sangat penting, apapun yang akan terjadi kemudian.

Dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini, para pengikut Kristus-pun harus berani mengalami
penderitaan dan ditolak dimana-mana. Dicemooh dan dilecehkan karena menjadi pengikut
Kristus. Siapkah kita mengalami penderitaan dan pembunuhan? Pembunuhan zaman sekarang
ini tidaklah harus mati dan dikubur, namun dapat dijabarkan banyak sekali. Pembunuhan
karakter, mata pencaharian, menyampaikan pendapat, kesempatan untuk maju dan
sebagainya. Dan semua itu gara-garanya hanya satu, karena berani menjadi pengikut Tuhan
Yesus Kristus. Pada saatnya nanti pasti akan dibangkitkan dari “kematian” tersebut.

Mungkin kita harus selalu berdoa secara tekun, memohon kasih dan damai-Nya agar
memancar, menyelusup ke setiap hati manusia. Rasanya tidak ada cara lain kecuali dengan
doa yang sungguh-sungguh, untuk kedamaian dunia yang tidak ada damai dan sejahtera ini.
Sekali lagi Tuhan Yesus mengajak kita untuk ambil bagian dalam karya keselamatan.

79

Kita diajak untuk menderita dan mematikan diri kita, ego kita, agar Roh Allah bisa
menghidupkan kita menjadi manusia baru, anak-anak Allah. Lepas dari jeratan kerjaaan dunia
yang begitu mempesona dan menggiurkan, walaupun untuk itu harus siap menderita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->