P. 1
Suara Serak

Suara Serak

|Views: 180|Likes:

More info:

Published by: Rino Wiraguna Rachman on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2015

pdf

text

original

BAB IPENDAHULUAN Suara merupakan produk akhir akustik dari suatu sistem yang lancar,seimbang, dinamis dan

saling terkait, melibatkan respirasi, fonasi, danresonansi. Tekanan udara subglotis dari paru, yang diperkuat oleh otot-otot perut dandada, dihadapkan pada plika vokalis. Suara dihasilkan oleh pembukaan danpenutupan yang cepat dari pita suara, yang dibuat bergetar oleh gabungankerja antara tegangan otot dan perubahan tekanan udara yang cepat. Tingginada terutama ditentukan oleh frekuensi getaran pita suara. 1 Bunyi yang dihasilkanglotis diperbesar dan dilengkapi dengan kualitas yang khas (resonansi) saat melalui jalur supraglotis, khususnya faring. Gangguan pada sistem ini dapat menimbulkangangguan suara. 2 . 1.1 Fisiologi LaringLaring berfungsi untuk proteksi, batuk, respirasi, sirkulasi, menelan,emosi serta fonasi . Pembentukan suara merupakan fungsi laring yang palingkompleks. 3 Pemantauan suara dilakukan melalui umpan balik yang terdiri dari telingamanusia dan suatu sistem dalam laring sendiri. Fungsi fonasi dengan membuatsuara serta menentukan tinggi rendahnya nada. Tinggi rendahnya nada diaturoleh peregangan plika vokalis. Syarat suara nyaring yaitu anatomi korda vokalisnormal dan rata, fisiologis harus normal dan harus ada aliran udara yang cukupkuat. 2,4 Terdapat 3 fase dalam berbicara: pulmonal (paru), laringeal(laring), dan supraglotis/oral. Fase pulmonal menghasilkan aliran energidengan inflasi dan ekspulsi udara. Aktivitas ini memberikan kolom udara padalaring untuk fase laringeal. Pada fase laringeal, pita suara bervibrasi padafrekuensi tertentu untuk membentuk suara yang kemudian di modifikasi padafase supraglotik/oral. Kata (word) terbentuk sebagai aktivitas faring(tenggorok), lidah, bibir, dan gigi. 5 Disfungsi pada setiap stadium dapatmenimbulkan perubahan suara, yang mungkin saja di interpretasikan sebagaihoarseness oleh seseorang/penderita. 1,3 Adapun perbedaan frekuensi suara dihasilkan oleh kombinasi kekuatanekspirasi paru dan perubahan panjang, lebar, elastisitas, dan ketegangan pita suara.Otot adduktor laringeal adalah otot yang bertanggung jawab dalam memodifikasi panjang pita suara. Akibat aktivitas otot ini, kedua pita suara akan merapat(aproksimasi), dan tekanan dari udara yang bergerak menyebabkan vibrasi dari pitasuara yang elastik. 6 Laring khususnya berperan sebagai penggetar (vibrator). Elemen yang bergetar adalah pita suara. Pita suara menonjol dari dinding lateral laring ke arahtengah dari glotis. pita

aktor. Ligamen ini melekat pada anterior dari kartilago tiroid yang besar.Usia.kasar dengan nada lebih rendah daripada biasanya.4 Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. 3. Perubahansuara ini seringkali berkaitan dengan kelainan pita suara yang merupakan bagian darikotak suara (laring). 4 Pita suara dapat diregangkan oleh rotasi kartilago tiroid ke depan atau olehrotasi posterior dari kartilago aritenoid.2 DefinisiSuara parau adalah suatu istilah umum untuk setiap gangguan yangmenyebabkan perubahan suara . tetapi merupakan gejala penyakit.Refluks gasroesofageal. 1. suara lemah. Ketika parau. yaitu otot tiroaritenoid. 1. atau ketidakmampuan mencapai nada atau intensitas tertentu .3 a.suara tegang dan susah keluar. Selama fonasi. Otot-otot yang terletak didalam pita suara di sebelah lateral ligament vokalis.2.Konsumsi alkohol berlebihan.ligamen vokalis terlekat pada prosessusvokalis dari kedua kartilago aritenoid.Lingkungan1.Merokok (faktor resiko karsinoma laring). hilang suara.Profesi seperti guru. yaitu kartilagokrikoid.suara ini diregangkan dan diatur posisinya oleh beberapa ototspesifik pada laring itu sendiri. dan pemeriksaan penunjang. menajamkannya untuk menghasilkan bunyi dengan nadatinggi dan menumpulkannya untuk suara yang lebih rendah (bass). dapatmendorong kartilago aritenoid ke arah kartilago tiroid dan. juga oleh bagaimana kerapatan pita satu sama lain danoleh massa pada tepinya. 4 Selama pernapasan normal. nyeri saatbersuara. Di posterior. pita akan terbuka lebar agar aliran udara mudahlewat. Anamnesis‡ Setiap pasien dengan suara parau yang menetap lebih dari 2 minggu tanpaadanya infeksi saluran napas atas . Suara parau bukan merupakan suatu penyakit.melonggarkan pita suara.otot dari kartilagotiroid dan kartilago aritenoid menuju kartilago krikoid. pita menutup bersama-sama sehingga aliran udara diantaramereka akan menghasilkan getaran (vibrasi). penyanyi. yang diaktivasi oleh otot. Pemisahan otot-otot ini juga dapat mengubah bentuk danmassa pada tepi pita suara.4 1. Kartilago tiroid dan kartilago aritenoid inikemudian berartikulasi pada bagian bawah dengan kartilago lain. yaitu kartilago yang menonjol dari permukaan anterior leher dan (Adam¶s Apple´). Tepat di sebelah dalam setiap pita terdapat ligamen elastik yang kuat dan disebut ligamen vokalis.3 Etiologi Faktor resiko terjadinya masalah pada suara adalah. suara dapat terdengar serak. suara terdiri dari beberapa nada. oleh karena itu. Kuatnya getaran terutama ditentukanoleh derajat peregangan pita.

Apa saja yang bisa menjadi penyebab suara parau?2. yang berhubungan dengan kanker paru.Pasien disarankan juga untuk minum yang banyak untuk mengencerkanmucus. nilai C1 esterase inhibitor untuk pembengkakan pita suara dan diduga angioedema.memerlukan pemeriksaan. Pemeriksaan Penunjang Lainnya Laringoskopi fibreoptik. 2. batuk.Menghindari dan menghentikan merokok ataupun merokok pasif . pola/ tipe pemakaian suara seperti menyanyi berteriak ‡ Riwayat penyalahgunaan suara (voice abuse)‡ Keluhan yang berhubungan meliputi nyeri. disfagia. Sangat penting untuk mengetahui durasi dan karakter perubahan suara. susah bernapas‡ Keluhan refluks gastroesofageal seperti merasakan asam di mulut pada pagihari‡ Penyakit sinonasal (rhinitis alergi atau sinusitis kronik)‡ Riwayat trauma atau pembedahan b. serta pemeriksaan reseptorasetilkolin untuk suara parau yang diduga disebabkan miastenia gravis.. BAB IIPERTANYAAN 1.‡ Ct scan dan MRI jika ditemukan kelainan pada pemeriksaan neurologis‡ USG tiroid untuk mendeteksi kanker tiroid yang menyebabkan paralisis pitasuara 1. Penyebab suara parau dapat bermacam-macam yang prinsipnya menimpalaring dan sekitarnya. singer¶s node.5 .‡ Stroboskopi (videolaryngostroboscopy)Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan gambaran dari pergerakan laring‡ Pemeriksaan untuk mengukur produksi suara seperti amplitudo. dimana dapat mengiritasi mukosamulut dan laring dan beresiko kanker kepala leher‡ Riwayat pekerjaan. Selain itu dapat menilai adanya paralisis pitasuara.4 c. range. tidak bersuara terlalu kuat. Penyebab suara serak dapat dibagi atas:1. pitchdan efisiensi aerodinamik ‡ Pemeriksaan darahMeliputi hitung jenis dan LED.‡ Riwayat merokok dan minum alkohol. kopi. Bagaimana penatalaksanaannya? BAB IIIDISKUSI 1). Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan yang dapat dilakukan sebagai berikut:‡ Pemeriksaan laringoskopiUntuk mengidentifikasi setiap lesi dari pita suara seperti kanker.polip tuberkulosis atau sifilis. fungsi tiroid.5 Pencegahan Pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut 2. . Kapan kita mencurigai suatu keganasan?3.Menghindari agen/bahan yang menimbulkan dehidrasi seperti alkohol.Mengontrol refluks gastroesofagusMenggunakan suara dengan tepat. aneurisma aorta dan lain-lain.

7 Secara klinik paralisis otot laring dikenal unilateral midline paralisis. Penatalaksanaan pada laringitis sesuai dengan penyakit yang menjadietiologinya. terdapat juga gejala penyakit penyebab lain atau penyakit yang menyertainya. 3 Paralisis pita suara merupakan kelainan otot intrinsik laring yang seringditemukan dalam klinik. Kortikosteroid dapat diberikan untuk mengatasi edem laring. Tumorganas ini sering disertai gejala lain seperti batuk (kadang batuk berdarah). kista. para median. adductor paralisis. Radang kronik spesifik misalnya tuberkulosa dan lues. yaitu:‡ Laringitis akut viral‡ Nodul pita suara. dan cricotyroidmuscle paralysis.Bila alergi terhadap penisilin dapat diberikaneritromisin atau bactrim2. polip. Perawatan umum. Radang kronik tidak spesifik.4.Anatomi tidak normal2. Gejala selain suara parau. yaitu 1. Curiga adanya suatu keganasan apabila gejala yang didapatkan umumnyapada orang tua. vocal hygeane. 2).misalnya tumor pita suara segera timbul suara parau dan bila tumor tumbuhmenjadi besar menimbulkan sumbatan jalan nafas. Terapi dapat berupa medikamentosa. dibagi 2 yaitu:1. 1. Menurut jenis otot yang terkena dikenal paralisis aduktor atau paralisisabduktor atau paralisis tensor. nyeri menelan atau nyeri bicara. Radang akut biasanya disertai gejalalain seperti demam.Terapi bedahTergantung . keadaan umum yang semakin memburuk. papiloma‡ Paralisis pita suara‡ Kanker laring‡ Paralisis otot laring Radang laring dapat akut atau kronik. bilateral incomplete paralisis. Gejala tergantung dari lokasi tumor. intermedian.Tumor laring dapat jinak atau ganas. Korda vokalis tidak dapat bergerak ke medial (paralise. 3). Fisiologi tidak normal. disamping suara parau. bilateral midline paralisis. abduksi ringan. Tingkat pembukaan rima glottis dibedakan dalam 5 posisi pita suara yaitu median. dan abduksi penuh.unilateral incomplete paralysis. malaise. perokok. terapi suara dan bicara ( Voicespeech therapy) dan opeatif. thyroarythenoid muscle paralysis.Kejadiannya dapat unilateral atau bilateral. Antibiotika golongan penisilinAnak 50 mg/kgBB dibagi dalam 3dosisDewasa 3x500 mg /hari. sela iga dan sekitar klavikula.Penatalaksanaan pada laringitis terbagi atas perawatan umum dan perawatan khusus. Sedangkan penggolongan menurut jumlah ototyang terkena dibagi atas paralisis sempurna atau tidak sempurna. dapat disebabkan oleh sinusitis kronik ataubronkitis kronik atau karena penggunaan suara sperti berteriak-teriak ataubiasa bicara keras. dengan gangguan pita suara yang menetap. batuk.berat badan menurun.6 Paralisis otot laring dapat disebabkan oleh gangguan persarafan baik sentralmaupun perifer dan biasanya paralisis motorik bersama dengan paralisis sensorik. Kadang-kadang dapat terjadi sumbatan laring dengangejala stridor serta cekungan di epigastrium. fiksasia ritenoid)2 Korda vokalis tidakdapat merapat ke median (korda vokaliskonkaf. adanya halangan untuk merapat)Penyebab suara parau tersering.

Laringektomi1. ataupun kombinasi daripadanya.Pembedahan Tindakan operasi untuk keganasan laring terdiri dari :a. 6. Keuntungan dengan cara ini adalah laringtidak cedera sehingga suara masih dapat dipertahankan. . pemberian oksigen dan terapi adekuatStadium II III : TrakheostomiStadium I V: I ntubasi dan oksigenasi. Antibiotika. NODUL VOKALPenanganan nodul vocal adalah istirahat suara dan tidak merokok. EkspektoranDapat pula dilakukan pengangkatan jaringan yang menebaldan polipoid serta pemeriksaan patologi anatomik untuk menyingkirkankemungkinan proses spesifik dan keganasan. I stirahat bersuara (vocal rest). Laringektomi totalTindakan pengangkatan seluruh struktur laring mulai dari batas atas(epiglotis dan os hioid) sampai batas bawah cincin trakea. radiasi dan sitostatika.7 1.Sedangkan tumor supraglotis. bila terdapat tanda infeksi3. tidak banyak bicara atau bersuara keras2. Pada anak bila terjadi gejalasumbatan jalan nafas menurut klasifikasi Jackson. 5 TUMOR LAR I NGSecara umum ada 3 jenis penanggulangan karsinoma laring yaitu pembedahan. observasi. kemudian dilanjutkan dengantrakeostomiPada laringitis kronis penatalaksanaan yaitu menghindari dan mengobatifaktor-faktor penyebab dengan:1. Diseksi leher radikal Tidak dilakukan pada tumor glotis stadium dini (T1 ± T2) karena kemungkinan metastase ke kelenjar limfe leher sangat rendah.RadioterapiRadioterapi digunakan untuk mengobati tumor glotis dan supraglotis T1dan T2 dengan hasil yang baik. pasien harus istirahat suara paling kurang 14 hari dan setelah itu terapi wicara untuk mencegahkekambuhan.dan tumor stadium II . subglotis dan tumor glotis stadium lanjutsering kali mengadakan metastase ke kelenjar limfe leher sehingga perludilakukan tindakan diseksi leher. b. dilakukan terapi sebagai berikut:Stadium I : Rawat.2. Setelah pengangkatan nodul.pada stadium sumbatan laring. Laringektomi parsial diindikasikan untuk karsinoma laring stadium I yang tidak memungkinkan dilakukan radiasi.Pada kasus yang persisten dapat dilakukan pengangkatan nodul denganmikrolaringoskopi.2.

sebagai terapi adjuvant ataupun paliativ.KemoterapiDiberikan pada tumor stadium lanjut.3. Obat yang diberikan adalah cisplatinum 80±120 mg/m2 dan 5FU 800±1000 mg/m2 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->