P. 1
Makalah THT

Makalah THT

|Views: 14,044|Likes:
Published by Yuchan135

More info:

Published by: Yuchan135 on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2014

pdf

text

original

Tuba Eustachius adalah saluran yang menghubungkan rongga telinga tengah

dengan nasofaring. Fungsi tuba:

1. Ventilasi untuk menjaga agar tekanan udara dalam telinga tengah selalu sama

dengan tekanan udara luar.

2. Drainase secret

3. Proteksi menghalangi masuknya secret dari nasofaring ke telinga tengah.

Fungsi ventilasi dapat dibuktikan dengan :

a. Perasat Valsalva

Cara: meniupkan dengan keras dari hidung sambil hidung dipencet serta mulut

ditutup.

Hasil: Tuba Terbuka terasa udara masuk ke dalam rongga telinga tengah yang

menekan membrane timpani ke arah lateral.

KI: ada infeksi pada jalan napas atas.

b. Perasat Toynbee

Cara: menelan ludah sambil hidung dipencet serta mulut ditutup.

Hasil: Tuba Terbuka terasa membrane timpani tertarik ke medial.

Perasat ini lebih fisiologis.

Tuba Eustachius terdiri dari:

y Cartilago Dua pertiga dalam (ke arah nasofaring)

y Tulang Sepertiganya.

Pada anak, tuba lebih pendek, lebih lebar dan kedudukannya lebih horizontal dari

tuba orang dewasa. Panjang tuba orang dewasa 37,5 mm dan pada anak dibawah 9

bulan adalah 17,5 mm.

Tuba biasanya dalam keadaan tertutup dan baru terbuka apabila oksigen

diperlukan masuk ke telinga tengah atau pada saat mengunyah, menelan, dan

35

menguap. Pembukaan tuba dibantu oleh otot tensor veli palatine apabila

perbedaan antara 20-40 mmHg.

Gangguan fungsi tuba dapat terjadi oleh beberapa hal:

1. Tuba Terbuka Abnormal

Adalah tuba terus menerus terbuka, sehingga udara masuk ke telinga

tengah waktu respirasi. Dapat disebabkan oleh hilangnya jaringan lemak di sekitar

mulut tuba sebagai akibat turunnya berat badan yang hebat, penyakit kronis

(rhinitis atrofi dan faryngitis), gangguan fungsi otot seperti Myastenia Gravis,

penggunaan obat anti-hamil pada wanita dan penggunaan esterogen pada laki-laki.

Keluhan pasien biasanya berupa rasa penuh dalam telinga tengah atau

autofoni (gema suara sendiri terdengar lebih keras). Keluhan ini sangat

mengganggu sehingga pasien mengalami stress berat.

Pada pemeriksaan klinis dapat dilihat membran timpani yang atrofi, tipis,

dan bergerak pada respirasi (a telltale diagnostic sign).

Pengobatan cukup dengan obat penenang, dan bila tidak berhasil digunakan

pemasangan pipa ventilasi (Grommet)

2. Myoklonus palatal

Ialah kontraksi ritmik dari otot-otot palatum yang terjadi secara periodic.

Hal ini menimbulkan bunyi klik dalam telinga pasien dan kadang-kadang dapat

didengar oleh pemeriksa. Keadaan ini jarang terjadi dan penyebab yang pasti

belum diketahui.

3. Palatoskisis

Terjadi gangguan otot tensor veli palatine dalam membuka tuba. Hal ini

menyebabkan terjadinya kelainan telinga tengah pada anak dengan palatoskisis

lebih besar dibandingkan dengan anak normal. Dianjurkan untuk melakukan

koreksi palatoskisis sedini mungkin.

4. Obstruksi tuba

Dapat terjadi oleh berbagai kondisi, seperti peradangan di nasofaring,

peradangan adenoid atau tumor nasofaring. Gejala klinik awal adalah

terbentuknya cairan pada telinga tengah (otitis media serosa). Oleh karena itu,

36

setiap pasien dewasa dengan otitis media kronik unilateral harus dipikirkan

adanya ca nasofaring. Sumbatan mulut tuba di nasofaring juga bisa disebabkan

oleh tampon posterior hidung (Bellocq tempon) atau oleh sikatriks akibat trauma

operasi (adenoidektomi).

37

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->