TUGAS IPA (FISIKA) LISTRIK DINAMIS

* * * * * * * * * * * * * * *

* * * * * * * * * * *

* * * * * * * * * * *

OLEH ALVIA DEVI MAULIDA (9D/02) SMP N 1 KALASAN TAHUN 2011

berdasarkan hukum ohm dapat disimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah kuat arus × hambatan. dan hambatan dapat diibaratkan seperti air yang mengalir pada suatu saluran. hubungan antara R. dan kuat arus I. cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis adalah muatan listrik dibagai waktu dengan satuan muatan listrik adalah coulumb dan satuan waktu adalah detik. Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. Pada dasarnya alat listrik bersifat menghambat alus listrik. semua itu telah dikemukakan oleh hukum kirchoff yang berbunyi "jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus listrik yang keluar". tetapi melingkar kernbali ke sumber arus. Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dengan kuat arus. Hubungan antara arus listrik. dan I secara matematis dapat ditulis: . tegangan. tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan.LISTRIK DINAMIS Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak. Setiap arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu mengalami hambatan. V. Hubungan tersebut lebih dikenal dengan sebutan hukum Ohm. Hukum Ohm Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tidak berakhir pada alat listrik. Jika hambatan listrik dilambangkan dengan R. pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung pada hambatan. tegangan memiliki satuan volt(V) dan kuat arus adalah ampere (A) serta hambatan adalah ohm. dan hambatan adalah Georg Simon Ohm (1787-1854) seorang ahli fisika Jerman. sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan. Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara arus listrik. kuat arus pada rangkaian bercabang sama dengan kuata arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. beda potensial V. tegangan.

dan karbon). Artinya. Resistor sederhana dapat dibuat dari bahan nikrom (campuran antara nikel. ohmmeter dipasang hersama-sama dengan amperemeter dan voltmeter dalam satu perangkat yang disebut multimeter. seperti radio. bahan tersebut makin sulit dilewati arus listrik. kemiringan garis adalah α = V/T Kemiringan ini tidak lain adalah nilai hambatan (R). nilai hambatan resistor dapat diukur secara tidak langsung dengan metode amperemeter voltmeter. Selain dengan ohmmeter. jika dipasang pada rangkaian yang rumit. Sebuah resistor dapat dibuat agar mempunyai nilai hambatan tertentu. resistor juga dapat dibuat dari bahan karbon. Namun. Pada pelajaran Matematika telah diketahui bahwa kemiringan garis merupakan hasil bagi nilai-nilai pada sumbu vertikal (ordinat) oleh nilai-nilai yang bersesuaian pada sumbu horizontal (absis). Jika dipasang pada rangkaian sederhana. Berdasarkan grafik. . komponen-komponen dalam rangkaian itu dapat berfungsi dengan baik. Nilai hambatan suatu resistor dapat diukur secara langsung dengan ohmmeter. Dengan demikian. krom. dan komputer. jika ada suatu bahan dengan kemiringan grafik besar. Biasanya. televisi. resistor dapat berfungsi sebagai pengatur kuat arus. Selain itu.Sebuah penghantar dikatakan mempunyai nilai hambatan 1 Ω jika tegangan 1 V di antara kedua ujungnya mampu mengalirkan arus listrik sebesar 1 A melalui konduktor itu. Makin besar kemiringan berarti hambatan (R) makin besar. resistor berfungsi untuk mengurangi kuat arus. Komponen yang khusus dibuat untuk menghambat arus listrik disebut resistor (pengharnbat). Data-data percobaan hukum Ohm dapat ditampilkan dalam bentuk grafik seperti gambar di samping. besi.

Hambatan Kawat Penghantar Berdasarkan percobaan di atas. kuat arusnya akan berkurang. Bergantung pada jenis bahan kawat (sebanding dengan hambatan jenis kawat). dan luas penampang kawat A. dan 3. makin besar pula penurunan tegangan listrik. makin besar hambatannya. Jika panjang kawat dilambangkan ℓ. . makin besar hambatannya. artinya makin panjang penghantar. besar hambatan kawat dapat ditulis : Nilai hambatan suatu penghantar tidak bergantung pada beda potensialnya. Secara matematis. artinya makin kecil luas penampang. dapat disimpulkan bahwa besar hambatan suatu kawat penghantar 1. Beda potensial hanya dapat mengubah kuat arus yang melalui penghantar itu. Hal itu terjadi karena diperlukan energi yang sangat besar untuk mengalirkan arus listrik pada penghantar panjang. 2. Jika penghantar yang dilalui sangat panjang. berbanding terbalik dengan luas penampang kawat. Makin panjang penghantar. Keadaan seperti itu dikatakan tegangan listrik turun. Sebanding dengan panjang kawat penghantar. hambatan jenis ρ.

Hukum Kirchoff Arus listrik yang melalui suatu penghantar dapat kita pandang sebagai aliran air sungai. jumlah air di setiap tempat pada sungai tersebut sama. Demikian halnya dengan arus listrik. Pernyataan itu sering dikenal sebagai hukum I Kirchhoff karena dikemukakan pertama kali oleh Kirchhoff. Jika sungai tidak bercabang. Jumlah kuat arus yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik percabangan tersebut. .

Maka I1 + I masuk = I keluar I2 = diperoleh I3 + I4 + persamaan : I5 Rangkaian Hambatan  Rangkaian Seri Berdasarkan hukum Ohm: V = IR. nilai hambatannya bertambah besar. Dengan demikian.. kuat arus yang mengalir makin kecil. maka Pada rangkaian seperti di atas (rangkaian bercabang). R1 ditulis Rs (R seri) sehingga Rs = R1 + R2 +. Selanjutnya. Akibatnya. V AB =V1 = V2 = V.  Rangakaian Paralel Mengingat hukum Ohm: I = V/R dan I = I1+ I2. diperoleh persamaan . lampu yang lain padam. Karena arus listrik mengalir melalui hambatan R1 dan hambatan R2. R1 = hambatan total Rangkaian seperti di atas disebut rangkaian seri. jika beberapa buah hambatan dirangkai secara seri.+Rn. dengan n = jumlah resistor. Jika satu lampu mati (putus). tegangan totalnya adalah VAC = IR1 + IR2. pada hambatan R1 terdapat teganganV1 =IR1 dan pada hambatan R2 terdapat tegangan V2 = IR 2. Hal inilah yang menyebabkan nyala lampu menjadi kurang terang (agak redup) jika dirangkai secara seri. Jadi.. Mengingat VAC merupakan tegangan total dan kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian seperti di atas (rangkaian tak bercabang) di setiap titik sama maka VAC = IR1 + IR2 I R1 = I(R1 + R2) R1 = R1 + R2 . nyalanya makin redup. Makin banyak lampu yang dirangkai secara seri.

Jika salah satu lampu mati (putus). diperoleh persamaan Berdasarkan persamaan di atas. Oleh karena itu. Oleh karena itu. . selanjutnya Rt ditulis Rp (Rp = R paralel).Rangkaian yang menghasilkan persamaan seperti di atas disebut rangkaian paralel. beberapa lampu yang disusun secara paralel sama terangnya dengan lampu pada intensitas normal (tidak mengalami penurunan). Dengan demikian. nilai hambatan total (Rp) lebih kecil dari pada nilai masing-masing hambatan penyusunnya (R1 dan R2). dapat disimpulkan bahwa dalam rangkaian paralel. lampu yang lain tetap menyala.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful