P. 1
51770624-PEMBUATAN-BIOETANOL

51770624-PEMBUATAN-BIOETANOL

|Views: 60|Likes:
Published by Nasir la Hasan

More info:

Published by: Nasir la Hasan on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2012

pdf

text

original

TINJAUAN PUSTAKA

Krisis Energi Energi fosil khususnya minyak bumi, merupakan sumber energi utama dan merupakan sumber devisa negara. Krisis BBM baru-baru ini menunjukkan cadangan energi fosil yang dimiliki Indonesia terbatas jumlahnya. Fakta menunjukkan konsumsi energi terus meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Terbatasnya sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan energi terbarukan dan konservasi energi yang disebut pengembangan energi hijau. Yang dimaksud dengan energi terbarukan di sini adalah energi non-fosil yang berasal dari alam dan dapat diperbaharui. Bila dikelola dengan baik, sumber daya itu tidak akan habis. Di Indonesia pemanfaatan energi terbarukan dapat digolongkan dalam tiga kategori, yang pertama adalah energi yang sudah dikembangkan secara komersial, seperti biomassa, panas bumi dan tenaga air. Yang kedua, energi yang sudah dikembangkan tetapi masih secara terbatas, yaitu energi surya dan energi angin, dan yang terakhir, energi yang sudah dikembangkan, tetapi baru sampai pada tahap penelitian, misalnya energi pasang surut. Salah satu sumber energi alternatif adalah energi biomassa yang berasal dari bahan organik dan sangat beragam jenisnya. Sumber energi biomassa dapat berasal dari tanaman perkebunan atau pertanian, hutan, peternakan atau bahkan sampah. Energi dari biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan panas, membuat bahan bakar dan membangkitkan listrik. Teknologi pemanfaatan energi biomassa yang telah dikembangkan terdiri dari pembakaran langsung dan konversi biomassa menjadi bahan bakar. Hasil

7

Universitas Sumatera Utara

jagung. Bioetanol merupakan alternatif penyedia energi yang merupakan senyawa alkohol dan dapat diperoleh melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. penamaan ubi kayu sekarang ini adalah Manihot esculenta Crantz dan bersinonim dengan penamaan awalnya yaitu Manihot utilissima. Hal ini dikarenakan ubi kayu memiliki daya tahan yang tinggi terhadap penyakit. dapat diatur waktu panennya serta dapat tumbuh di tempat yang kurang subur (Karmawati. bioetanol. Menipisnya cadangan minyak bumi yang diketahui (bila tanpa temuan sumur minyak baru) 2. Ubi kayu dinilai sebagai sumber karbohidrat yang paling potensial untuk diolah menjadi bioetanol. yakni: 1. pada situs tentang dunia tumbuhan. sehingga dengan kata lain Universitas Sumatera Utara . dan tebu. Semuanya merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang sangat mudah ditemukan di Indonesia karena iklim dan keadaan tanah Indonesia yang mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Bahan baku pembuatan bioetanol dapat berupa ubi kayu.8 konversi biomassa ini dapat berupa gas biomassa. ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki tiga ancaman serius. 2007). Polusi yang mengakibatkan terjadinya gas rumah kaca (terutama CO2) akibat pembakaran bahan bakar fosil (Salim. 2005). 2009). biodiesel dan bahan bakar cair (Sudaryanto. Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Menurut tulisan Wargiono (2009). Kenaikan/ketidakstabilan harga akibat laju permintaan terhadap minyak lebih besar dibandingkan minyak yang diproduksi 3. ubi jalar. Jika ditelaah lebih jauh.

baru difermentasi menjadi etanol (Widianta dan Deva.9 tidak ada perbedaan antara kedua nama tersebut karena dianggap satu jenis yaitu ubi kayu. jagung. 2008). mineral. Ubi kayu atau singkong (Mannihot esculenta) berasal dari Brazil.2 g 0. karbohidrat yang lebih sederhana. ubi kayu juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri dan pakan ternak. singkong merupakan salah satu sumber pati.3 g 34. Cendawan itu menghasilkan enzim alfamilase dan glukoamilase yang berperan sebagai pengurai pati menjadi glukosa alias gula sederhana. Tatang H Soerawidjaja. Setelah menjadi gula. Tabel 1. Di samping sebagai bahan makanan. pati 2535%. perlu bantuan cendawan Aspergillus sp.7 g 33 mg 40 mg 0. dari Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). ubi jalar.7 mg Universitas Sumatera Utara . dan fosfat. Sebelum difermentasi. Ubi kayu mengandung air sekitar 60%. pengganti premium. Amerika Selatan. termasuk Indonesia. Kandungan zat gizi Ubi kayu (per 100 g) Komposisi Kalori Protein Lemak Hidrat arang Kalsium Fosfor Zat besi (Sumber : Rukmana. Ir. Pati sendiri merupakan senyawa karbohidrat kompleks. 2006) Kadar 146 kal 1. Ubi kayu merupakan sumber energi yang lebih tinggi dibanding padi. menyebar ke Asia pada awal abad ke-17 dibawa oleh pedagang Spanyol dari Mexico ke Philipina. Ubi kayu merupakan makanan pokok di beberapa negara Afrika. kalsium. Kemudian menyebar ke Asia Tenggara. Menurut Dr. serta protein. Singkong diolah menjadi bioetanol. dan sorgum. serat. Untuk mengurai pati. pati diubah menjadi glukosa.

2006). Universitas Sumatera Utara .12 mg 165 mg 73 kal 54 mg 6.8 g 1. enzim peroksidase. Kandungan zat gizi buah ubi kayu (per 100 g) Komposisi Vitamin B1 Vitamin C 75% bagian buah dapat dimakan (Sumber : Rukmana. Kandungan zat gizi daun ubi kayu (per 100 g) Kadar 0. 2006) Tabel 3. Secara taksonomi ubi kayu dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Kerajaan Divisio Kelas Ordo Famili Upa famili Bangsa Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Magnoliopsida : Malpighiales : Euphorbiaceae : Crotonoideae : Manihoteae : Mannihot : Manihot esculenta Crantz (Rukmana.10 Tabel 2. 2006) Kadar 11. glikosida dan kalsium oksalat.2 g 13 g 2 mg Sedangkan kulit batang ubi kayu mengandung tanin.000 SI 275 mg 0.06 mg 30 mg Komposisi Vitamin A Vitamin C Vitamin B1 Kalsium Kalori Fosfor Protein Lemak Hidrat arang Zat besi 87% bagian daun dapat dimakan (Sumber : Rukmana.

ester. etanol memiliki beberapa sifat yaitu larutan yang tidak berwarna (jernih). Etanol merupakan zat cair. misalnya ubi kayu. sehingga dapat dilihat sebagai turunan senyawa hidrokarbon yang mempunyai gugus hidroksil dengan rumus C2H5OH. mudah terbakar dan menguap. Bioetanol bersumber dari gula sederhana. asetaldehid. maka selanjutnya lebih dikenal dengan bioetanol. atau jagung (Prihandana dan Hendarko. Etanol merupakan senyawa alkohol yang mempunyai dua atom karbon (C2H5OH). pati dan selulosa. Etanol juga untuk campuran minuman dan dapat digunakan sebagai bahan bakar (gasohol). mudah menguap. Rumus kimia umumnya adalah CnH2n+1OH. berbau spesifik. dapat bercampur dalam air dengan segala perbandingan. spirtus. tidak berwarna. ubi jalar.Proses pembuatan etanol dalam industri terdiri dari dua cara. Bioetanol ini dapat dibuat dari ubi kayu. Karena merupakan senyawa alkohol. Secara garis besar penggunaan etanol adalah : sebagai pelarut untuk zat organik maupun anorganik. tetes tebu. Bioetanol adalah etanol yang berasal dari sumber hayati. berfase cair pada temperatur kamar. Etanol dapat diperoleh melalui proses fermentasi biomassa. serta mudah terbakar. 2007). antiseptik dan sebagai bahan baku pembuatan eter dan etil ester. yaitu: Universitas Sumatera Utara . jagung dan sagu. Oleh karena berbahan dasar biomassa.11 Bioetanol Bioetanol berasal dari dua kata yaitu ”bio” dan “etanol” yang berarti sejenis alkohol yang merupakan bahan kimia yang terbuat dari bahan baku tanaman yang mengandung pati. Etanol adalah senyawa organik yang terdiri dari karbon. bahan dasar industri asam cuka. hydrogen dan oksigen. Setelah melalui proses fermentasi dihasilkan etanol.

antara lain adalah kebutuhan energi yang tinggi dengan daya beli yang kecil dari masyarakat. mudahnya mendapatkan bahan baku dengan harga yang murah. berarti Gross margin per liternya adalah sekitar Rp.500 liter. dan ketersediaan lahan yang relatif memadai.5 : 1 Sagu 1.12 1. kadar 70-80 % Rp. 2006).000 per liter).500 per liter.000 600-700 400 2. Harga bioetanol sangat bervariasi tergantung dari kadarnya. Tabel 4. 2009). Universitas Sumatera Utara . 12. 2005) Ada tiga faktor yang menyebabkan cerahnya prospek pengembangan bioetanol. 3.5 : 1 Ubi Jalar 1. 8.000 sementara kadar 90 % keatas (untuk bahan bakar kendaraan Rp.000 120-160 90 12 : 1 Tetes 1. grade tersebut biasanya digunakan untuk campuran minuman dan parfum. Cara fermentasi Fermentasi merupakan proses metabolisme dimana terjadi perubahan kimia dalam subtrat/bahan organik karena aktifitas enzim yang dihasilkan jasad renik (Wahono. Saat ini harga bioetanol untuk kadar (grade) 0-20 % harga jualnya berkisar Rp. 2.000 150-200 125 8:1 Jagung 1.6 6.000 500 250 4:1 (Sumber : BPPT.000 250-300 166. Untuk kadar 20-40 % harganya sekitar Rp. 2. 15. Cara non Fermentasi Suatu proses pembuatan alkohol yang sama sekali tidak menggunakan enzim atau jasad renik. Konversi biomasa menjadi bioetanol Biomassa Jumlah Kandungan Jumlah hasil Biomassa : Bioetanol biomassa gula (kg) bioetanol (kg) (liter) Ubi Kayu 1. 000 (Siregar.

artinya etanol mampu menaikkan nilai oktan secara positif terhadap efisiensi bahan bakar. sehingga Universitas Sumatera Utara . Berlainan dengan besarnya grade etanol yang dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar untuk kendaraan. 1985). maka grade etanol yang dimanfaatkan harus berbeda sesuai dengan penggunaannya. 2007).5% volume dapat digunakan sebagai campuran untuk miras dan bahan dasar industri farmasi. Mengingat pemanfaatan etanol/bioetanol beraneka ragam.13 Pembuatan bioetanol secara garis besar melalui tiga proses. Karena bioetanol ini dapat dicampur dengan bensin sebagai bahan bakar. Fungsi lain ialah oxigenating agent. fermentasi 3. Salah satu fungsi alkohol adalah sebagai octane booster. harus betul-betul kering dan anhydrous supaya tidak korosif. maka bioetanol juga dapat diartikan sebagai cairan biokimia dari proses fermentasi gula (sumber karbohidrat) dengan menggunakan bantuan mikroorganisme (Lowenstein. yakni alcohol mengandung oksigen sehingga menyempurnakan pembakaran bahan bakan dengan efek positif meminimalkan pencemaran udara. pemurnian (destilasi) Kebutuhan energi yang tinggi dengan daya beli masyarakat Indonesia yang rendah dapat diatasi dengan penggunaan bioetanol (Trubus. persiapan bahan baku 2. yaitu : 1. 2007). Karena proses pembuatan bioetanol meliputi fermentasi dan berbahan dasar biomassa. maka bioetanol juga dapat berfungsi sebagai penghemat bahan bakar fosil (Timnas BBN. Untuk bioetanol yang mempunyai grade etanol 96-99.

Setelah dicampurkan dengan ragi. Dua campuran umum di AS adalah E10 dan E85 yang mengandung 10% dan 85% etanol. sementara endapannya dibuang.bahan tersebut dibaiarkan selama 4 hari agar alkohol dari larutan ubi tersebut muncul.14 etanol yang dibutuhkan untuk campuran kendaraan bermotor harus mempunyai grade sebesar 99. larutan tersebut dibiarkan dingin hingga suhu sekitar 25-30ºC agar dapat dicampurkan ragi agar mempercepat proses fermentasi dari larutan tersebut. 2006). maka larutan tersebut disaring agar dapat didestilasikan cairannya. Bahan bakar tersebut dikenal di AS sebagai gasohol dan di Brasil sebagai bensin tipe C. Setelah 4 hari didiamkan. Awalnya dipersiapkan bahan baku berupa ubi kayu. Setelah di parut kemudian ubi kayu tersebut di masak dengan penambahan air 1:4 serta di tambahkan enzym alfa-amilase dan dimasak selama 30 menit dengan suhu 100ºC. fermentasi. dan juga untuk mengurangi polusi udara. Setelah dibersihkan kemudian ubi kayu tersebut diparut dengan menggunakan parutan hingga halus. Sedangkan campuran yang umum di Brasil adalah bensin tipe C dan jenis oktan tinggi.5-100% (Reksowardojo. Setelah itu. Etanol dapat dicampur dengan bensin dalam kuantitas yang bervariasi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak bumi. 2006). yang mengandung 20-25% ethanol (Wargiono. Proses Pembuatan Bioetanol Proses pembuatan bioetanol secara garis besar meliputi persiapan bahan. Universitas Sumatera Utara . Setelah itu larutan tersebut di masak lagi dengan penambahan enzym gluko-amilase dan dengan mempertahankan suhu sekitar 60-65ºC selama 45 menit. dan pemurnian (destilasi). kemudian ubi kayu tersebut di kupas dari kulitnya kemudian dibersihkan.

larutan tersebut sudah menjadi beer bioetanol dengan kadar 7-9 % dan siap untuk didestilasikan selama 4 jam dengan suhu 85-95ºC. dimaksudkan untuk mengubah glukosa menjadi etanol. Akibat terjadinya fermentasi sebagian atau seluruhnya akan Universitas Sumatera Utara . penggilingan. Sehingga setelah disaring. yang pada akhirnya akan menghasilkan bioetanol dengan kadar 40%. Produksi etanol dengan bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat. maka alkohol hasil fermentasi ini harus melalui proses destilasi bertingkat atau dengan beberapa kali pengulangan. Proses destilasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan alat pemurni bioetanol yang disebut dengan destilator (Indartono dan Setyo. karena apabila pada drum masakan. Selanjutnya fermentasi. Destilasi dilakukan untuk memisahkan alkohol dengan air dengan memperhitungkan perbedaan titik didih kedua bahan tersebut yang kemudian diembunkan kembali.15 Kenapa hanya beer bioetanol saja yang dimasak pada drum pemasakan. Pada umumnya hasil fermentasi adalah bioetanol atau alkohol yang mempunyai kemurnian sekitar 7-9%. Agar dapat mencapai kemurnian diatas 95%. maka akan membuat destilasi tidak sempurna dan menimbulkan kerak serta kegosongan pada bagian bawah didalam drum masakan. serta gelatinisasi. Tahap-tahap ini dilakukan pada bahan berpati. sedangkan pada bahan yang mengandung glukosa dapat langsung difermentasi. 2005). dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air. Proses fermentasi merupakan proses biokimia dimana terjadi perubahanperubahan atau reaksi-reksi kimia dengan pertolongan jasad renik penyebab fermentasi tersebut bersentuhan dengan zat makanan yang sesuai dengan pertumbuhannya. endapan juga ikut di masak. sedangkan endapannya di buang. Meliputi tahap pembersihan bahan.

Mineral.16 berubah menjadi alkohol setelah beberapa waktu lamanya. Fermentasi oleh yeast. misalnya dapat menghasilkan etil alkohol (etanol) dan CO2 melalui reaksi sebagai berikut: Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi: 1. melalui proses biologi dan kimia (biokimia). Salah satu contoh sumber nitrogen yang dapat digunakan adalah urea. Makanan (nutrisi) Semua mikroorganisme memerlukan nutrient yang menyediakan: Energi biasanya diperoleh dari subtansi yang mengandung karbon. Pada suhu 10-30°C terbentuk alkohol lebih banyak karena ragi bekerja optimal pada suhu itu 4. sekali setiap 20 menit 5. Waktu Laju perbanyakan bakteri bervariasi menurut spesies dan kondisi pertumbuhannya. Mikroba 3. Pada kondisi optimal. Universitas Sumatera Utara . Suhu Suhu fermentasi sangat menentukan macam mikroba yang dominan. Pati yang terkandung dalam garut dapat diubah menjadi alkohol. Keasaman (pH) 2. Nitrogen.

demikian berulang-ulang dalam satu kali rangkaian proses dalam satu alat. Alkohol 40% ini apabila di destilasi lagi akan menghasilkan kadar 60-70%. diperlukan bantuan enzim alfa-amilase. 2007). lalu mencair. Ini artinya kita dapat merangkum beberapa kali proses destilasi dalam satu proses yang jauh lebih efisien dan menghasilkan alkohol yang lebih murni. Pada hasil fermentasi yang mengandung alkohol 10 %. lalu menguap lagi. proses destilasi sederhana pada suhu 79-82ºC akan menghasilkan alkohol kadar 40-45 %. Untuk mengurai pati. Dalam pembuatan bioetanol diperlukan tahapan fermentasi. Pati kemudian diurai oleh enzim beta-amilase menjadi glukosa.17 mineral yang dipergunakan mikroorganisme salah satunya adalah asam phospat yang dapat diambil dari pupuk TSP (Suhendar. Alkohol memiliki titik didih 78ºC sementara air 100ºC. glukosa difermentasi dengan ragi dan ditambahkan NPK dan Urea agar menjadi etanol (Purwono dan Purnamawati. Dengan prinsip ini. apabila kita bisa membuat cairan yang mengandung alkohol menguap. Jadi untuk menaikkan kadar alkohol sampai 95% keatas diperlukan destilasi berulang-ulang. Proses destilasi adalah proses pemurnian alkohol. Universitas Sumatera Utara . Karena itu apabila dipanaskan alkohol akan lebih dulu menguap daripada air. Intinya adalah cairan yang mengandung alkohol apabila dipanaskan akan menghasilkan uap yang mengandung alkohol lebih kaya dari pada saat masih berbentuk cair yang diakibatkan perbedaan titik didih. 2007). dimana sebelum di fermentasikan pati diubah menjadi glukosa alias karbohidrat yang lebih sederhana. dan lalu mencair lagi. Setelah itu. maka sama saja alkohol yang dihasilkan telah mengalami rangkaian destilasi yang berulang.

2006). dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. termasuk fitting (Winarno dan Donny. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan.18 Adapun rangkaian peralatan proses dalam pengolahan bioetanol adalah sebagai berikut: • • • • • • • • • Peralatan penggilingan Pemasak. 1992). termasuk support. heat exchanger dan alat kontrol Boiler. campuran zat dididihkan sehingga menguap. steam line dan insulasi External Heat Exchanger Pemisah padatan . Destilasi Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. termasuk system feed water dan softener Tangki Penyimpan sisa. pengaduk dan motor. termasuk pompa. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu.cairan (Solid Liquid Separators) Tangki Penampung Bubur Unit Fermentasi (Fermentor) dengan pengaduk serta motor Unit Distilasi. Universitas Sumatera Utara . Bahan yang akan didestilasikan pada drum pemasakan tidak boleh penuh. masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Dalam penyulingan. melainkan harus menyediakan sedikitnya 10% ruang kosong dari kapasitas penuh drum pemasakan pada drum pemasakan (Kister.

prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen cairan berdasarkan perbedaan titik didih yang jauh berbeda. Macam-Macam Destilasi : 1. sama prinsipnya dengan distilasi sederhana. atau dengan menggunakan tekanan tinggi. motede yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan permukaan lebih rendah dari 1 atm. alat ini bekerja berdasarkan perbedaan titik didih (air dan etanol). Distilasi Vakum: memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat tinggi.19 Destilator adalah alat yang digunakan dalam proses produksi bioetanol. biasanya dalam prosesnya digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tersebut. 1967). 4. Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar dari kayu atau batu bata. 2. hanya distilasi bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor yang lebih baik. 5. 3. Distilasi Azeotrop : memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau lebih komponen yang sulit di pisahkan). Distilasi Fraksionasi (Bertingkat). sehingga titik didihnya juga menjadi rendah. dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak perlu terlalu tinggi (Van Winkel. Distilasi Kering : memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap dan cairnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya. sehingga mampu memisahkan dua komponen yang memiliki perbedaan titik didih yang berdekatan. Universitas Sumatera Utara . Distilasi Sederhana.

etanol akan menghasilkan uap yang kemudian akan melewati pipa aliran. Dengan beberapa kali pengulangan akan diperoleh etanol berkadar 95%-95. tempat bahan 2. Ilustrasinya seperti berikut ini : 2 1 3 Gambar 1. pipa aliran uap. Alat yang paling sering digunakan untuk melihat kadar ini adalah hidrometer alkohol. pipa keluaran Ketika dipanaskan. Penggunaan alkohol meter sangat sederhana. pipa aliran uap 3. dan pipa keluaran. Destilator ini terdiri atas tiga bagian utama yaitu tempat bahan. Kemudian masukkan batang alkohol meter ke dalam gelas ukur. Hal ini dimaksudkan agar suhu etanol kembali menurun (mengembun) sehingga kembali pada fase cair dan selanjutnya akan mengalir menuju pipa keluaran untuk ditampung.20 Ketika bahan dipanaskan. Ilustrasi bagan alir destilator keterangan: 1. Alkohol meter akan tenggelam dan batas Universitas Sumatera Utara . etanol akan terlebih dahulu menguap daripada air karena etanol mempunyai titik didih yang lebih kecil (780C). Etanol dengan kadar ini sudah dapat digunakan oleh berbagai industri alkohol. sedangkan air mempunyai titik didih mencapai 100 0C. pertama masukkan bioetanol ke dalam gelas ukur atau tabung atau botol yang tingginya lebih panjang dari panjang alkohol meter.5%.

etanol yang menguap akan melalui pipa aliran uap. Brass alloy Cu-Zn atau kuningan mempunyai resistansi korosi yang baik dan kekuatan tarik yang tinggi. Aluminium bersifat tahan terhadap Universitas Sumatera Utara . Kekuatan Bahan Dasar Pembuatan Alat Brass alloy merupakan paduan dari tembaga (Cu) dan seng (Zn) yang juga mengandung unsur logam lainnya. Keunggulan alumunium adalah : mampu dibentuk dengan baik massa jenisnya rendah penghantar panas dan listrik yang baik mempunyai warna yang menarik tahan karat sukar dilas (Surdia. 2007). skrup. rantai. dan nomor atomnya 13. dan lain-lain. Kondensor Setelah dipanaskan. Agar uap kembali mencair. pembuatan paku. Lambang aluminium ialah Al. 2000). Kuningan banyak mengandung butir dan fasa yang sama dengan berbagai mikrostruktur. maka temperaturnya harus diturunkan. Penambahan kondensor dimaksudkan untuk mempercepat penurunan suhu agar proses pengembunan berlangsung lebih cepat (Suyamto dan Wargiono. 2006). Aluminium pertama kali ditemukan oleh Hans Christian Oersted pada tahun 1825 dan didapat dari biji bauksit yang merupakan unsur kimia. Aplikasi kuningan banyak digunakan pada radiator mobil.21 cairannya akan menunjukkan berapa kandungan alkohol di dalam larutan tersebut (Tjahjono dan Yudiarto.

Dapat ditempa menjadi lembaran. Dalam analisis ini. Kebanyakan darinya digunakan dalam kabel bertegangan tinggi. Juga secara luas digunakan dalam bingkai jendela dan badan pesawat terbang. botol minuman ringan. ditarik menjadi kawat dan diekstrusi menjadi batangan dengan bermacam-macam penampang. Bila pendapatan produksi berada di sebelah kiri titik impas maka kegiatan usaha akan menderita kerugian. Analisis Ekonomi Alat Analisis titik impas umumnya berhubungan dengan proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang dilakukan dapat secara layak untuk berkelanjutan dengan pembiayaan sendiri (self financing). Tembaga merupakan konduktor panas dan listrik yang baik karena tembaga sering digunakan sebagai pengantar cairan dengan suhu tinggi. Aluminium merupakan logam yang paling berlimpah di dunia saat ini. keuntungan awal dianggap sama dengan nol. 1985). Aluminium juga digunakan untuk melapisi lampu mobil dan compact disks (Alexandeer. Selain itu unsur ini memiliki tingkat korosi yang lambat sekali (Baumer. Lambangnya berasal dari bahasa Latin Cuprum.22 korosif. Selain itu aluminium mempunyai nomor atom 13 dengan titik didih 2519 °C dan titik leleh 660. 1992). Aluminium merupakan konduktor listrik yang baik dan kuat. tutup botol susu dan lain-lain. Merupakan konduktor yang baik juga buat panas. Analisis titik impas ini juga digunakan untuk: Universitas Sumatera Utara . Tembaga adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cu dan nomor atom 29. bila berada di sebelah kanan titik impas maka usaha akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya. dan selanjutnya dapat berkembang sendiri (self growing).32 °C. Ditemukan di rumah sebagai panci.

menghitung biaya dan pendapatan untuk setiap alternatif kegiatan usaha 2. Universitas Sumatera Utara . Semakin banyak produk yang dihasilkan maka akan semakin banyak bahan yang digunakan. tingkat produksi dan penjualan yang menghasilkan ekivalensi (kesamaan) dari dua alternatif usulan investasi. Biaya variabel adalah biaya yang besarnya tergantung pada output yang dihasilkan.23 1. Sedangkan biaya tetap adalah biaya yang tidak tergantung pada banyak sedikitnya produk yang dihasilkan (Waldiyono. merencanakan pengembangan pemasaran dalam rangka menetapkan tambahan investasi untuk peraltan produksi 3. 2008).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->