AGRESI

Agresi masuk pada ranah tingkah laku, Sikap merupakan cara pandang / penilaian terhadap objek apakah dalam arti positif maupun negatif. Definisi dari Agresi menurut Myers 1966 merupakan Perilaku fisik / lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Definisi Agresi meliputi unsur sbb : Menyerang Dengan Menyakiti / melukai Berbentuk lisan Orang ( , Maksud jiwa / / tulisan fisik ) atau Lain Niat orang lain perbuatan. : ) ) )

Tidak termasuk Agresi dibawah ini adalah Niat membunuh mertua ( Belum dilakukan Laka lantas dengan korban jiwa ( Tidak disengaja - Anak kecil mendorong temannya sampai jatuh ( Tidak ada niat Agresi yang Dokter Pengacara Orang sublimasi / proposal ==> Hasilnya Serdadu dalam Polisi menembak bedah / dokter gigi mengoperasi / jaksa menyerang tersangka / Olah raga tua / guru mendidik

Positif perang penjahat pasien saksi beladiri anak Dll

Jenis jenis Agresi , secara umum menurut Myers 1996 membagi Agresi menjadi dua jenis yaitu 1. Agresi Marah / Agresi emosi ( Hostile Aggression ). Adalah ungkapan kemarahan dan ditandai dengan emosi yang tinggi . Perilaku agresif dalam jenis ini adalah tujuan dari agresi itu sendiri. Contoh Keluarga Philipus yang membunuh keluarga Rohadi ( sebagai ungkapan kemarahan karena kebon singkongnya diinjak injak ) dan massa yang mengamuk terhadap rumah dan tenangga filippus . Contoh Lain adalah istri yang melempari suaminya dengan piring karena cemburu atau pelajar yang berkelahi massal karena ada temannya yang katanya dikeroyok. 2. Agresi Instrumental yaitu agresi sebagai sarana untuk mencapai tujuan lain ( Instrumental Agresion ). Agresi Instrumental pada umumnya tidak disertai emosi . Bahkan antara pelaku dan korban kadang kadang tidak ada hubungan pribadi . Agresi ini hanya merupakan sarana untuk mencapai tujuan lain. Serdadu membunuh untuk merebut wilayah musuh sesuai perintah komandan.Polisi menembak kaki tahanan yang mencoba kabur dan sebagainya. TEORI 1. TEORI Teori TENTANG AGRESI bawaan

Teori Frustrasi ±Agresi Klasik Teori ini dikemukakan oleh Dollard dkk (1939) dan Miller ( 1941 ) ini intinya berpendapat bahwa agresi dipicu oleh frustasi. Yang mengajukan proses faal antara lain adalah Moyer 1976 yang berpendapat bahwa perilaku agresif ditentukan oleh proses tertentu yang terjadi di otak dan susunan syaraf pusat. Ia mengawinkan sejumlah tikus putih yang agresif dan tikus putih yang tidak agresif. bukan destruktif ( merusak lingkungan ). dalam proses evolusi. Sesuai dengan hukum Mendel setelah 26 generasi diperoleh 50% tikus yang agresif dan 50% yang tidak agresif.K Lorenz 1976 Agresi merupakan bagian dari naluri hewan yang diperlukan untuk survivel ( bertahan ). Teori Frustasi ± Agresi Baru. . Jika Naluri Sex berfungsi untuk melanjutkan keturunan . Teori Biologi Teori biologi menjelaskan agresi dari proses faal maupun teori genetika ( Ilmu keturunan ). kembar non identik dan saudara saudara kandung non kembar. Agresi ini bersifat adaptif menyesuaikan diri terhadap lingkungan. b.a. frustasi ( kecewa . Teori Naluri .Kenakalan remaja lebih banyak terdapat pada remaja pria karena jumlah terstosteron menurun sejak usia 25 tahun. Naluri Agresi atau tanatos ini merupakan pasangan dari naluri seksual atau eros. Marah itu sendiri baru timbul jika sumber frustasi dinilai mempunyai alternatif perilaku lain daripada perilaku yang yang menimbulkan frustasi itu. Teori Lingkungan a. Khususnya pada bagian dari kepribadian yang disebut id dapat dipenuhi. putus asa ).Hsilnya adalah bahwa ciri ciri yang sama paling banyak terdapat antara pasangan kembar identik ( Rushton Russel & Wells 1984 ) 2. Frustasi itu sendiri artinya adalah hambatan terhadap pencapaian suatu tujuan. Teori genetika ini juga dibuktikan melalui identifikasi ciri ciri agresif pada pasangan pasangan kembar identik. Dengan demikian Agresi merupakan pelampiasan dari perasaan frustasi b. sebal ). Naluri Agresi berfungsi untuk mempertahankan jenis. Iritasi ( gelisah . Kendalinya terletak pada bagian lain dari kepribadian yang dinamakan Super ego yang mewakili norma norma yang ada dalam masyarakat dan ego yang berhadapan dengan kenyataan. Teori biologi yang meninjai perilaku agresif dari ilmu genetika dikemukakan oleh Lagerspetz ( 1979 ). 1989 ) mengatakan bahwa frustasi menimbulkan kemarahan dan emosi marah inilah yang memicu agresi. Frustasi lebih memicu agresi daripada iritasi.Freud dalam teori psikoanalisis klasiknya mengemukakan bahwa agresi adalah satu dari dua naluri dasar manusia.Selanjutnya Berkowitz ( 1978. Demikian pula hormon laki laki ( testoteron ) dipercaya sebagai pembawa sifat agresif . Kedua Naluri tersebut berada dalam alam ketidak sadaran . . Burnstein & Worchel (1962) yang membedakan frustasi dan iritasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful