P. 1
Makalah Perkembangan Keperawatan Jiwa Terkini

Makalah Perkembangan Keperawatan Jiwa Terkini

|Views: 1,588|Likes:
Published by Gembroth's Caqyl

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Gembroth's Caqyl on Jan 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

MAKALAH KEPERAWATAN JIWA TENTANG PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA TERKINI

Disusun Oleh: 1 Inovy Cahyaningrum (P17420209016) 2 Irna Sari T.A 3 Khusfiana Rofiqoh 4 Kuat Prasetyo 5 Kukuh Pambudi (P17420209017) (P17420209018) (P17420209019) (P17420209020)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO 2011
SEJARAH PERKEMBANGAN KEPERAWATAN JIWA

SejarahPerkembangan Keperawatan Jiwa Dalam sejarah evolusi keperawatan jiwa, kita mengenal beberapa teori dan model keperawatan yang menjadi core keperawatan jiwa, yang terbagi dalam beberapa periode. Pada awalnya perawatan pasien dengan gangguan jiwa tidak dilakukan oleh petugas kesehatan (Custodial Care) (tidak oleh tenaga kesehatan). Perawatan bersifat isolasi dan penjagaan. Mereka ditempatkan dalam suatu tempat khusus, yang kemudian berkembang menjadi Primary Consistend of Custodial Care.

A.

SEJARAH PSICHIATRI

Berikut ringkasan kejadian – kejadian penting yang mempengaruhi perkembangan Keperawatan Psikiatri : 1. Tahun 1856 – 1929 : Emil Kreepelin mebedakan antara depresi psikosis manic dan schizoprenia dan menyatakan bahwa schizoprenia tidak dapat disembuhkan. 2. Tahun 1856 – 1939 : Sigmund Freud memperkenalkan teori psikoanalisis dan terapinya. Dia menjelaskan perilaku manusia dalam tahapan psikologi dan membuktikan bahwa perilaku dapat berubah dalam situasi tertentu. 3. Tahun 1857 – 1939 : Eugene Bleur menjelaskan gangguan psikotik pada schizophrenia (sebelumnya disebut dementia praecox) 4. Tahun 1870 – 1937 : Alfred Adler mempelajari tentang obat – obatan psikosomatik yang mengarah pada organ luar sebagai penyebab kausatif. 5. Tahun 1875 – 1961 : Carl Jung menjelaskan jiwa manusia . 6. Tahun 1920 : Harriet Bailey menulis buku keperawatan Psikiatrik yang pertama (Nursing Medical Disease) 7. Tahun 1930 an : Terapi shock insulin, Obat Pentylnetetrazol (Metrazol), ECT dan Prefrontal lobotomy untuk tindakan pasien penyakit mental dengan gangguan psikotik. Munculnya International Committee for Mental Hygiene. Gerakan HillBurton mendirikan unit psikiatri. 8. Tahun 1940 : Gerakan kesehatan mental menyusun kurikulum pendidikan

keperawatan untuk spesialis klinik pada tahun 1946. 9. Tahun 1946 s/d 1971 : Gerakan kesehatan mental nasional membuka program pelatihan profesi, Organisasi dunia untuk kesehatan mental mengadakan reset dan pendidikan. 10. Tahun 1947 : Helen Render menulis buku “ Hubungan Perawat–Pasien di Psikiatri” 11. Tahun 1952 : Hildegard E. Peplau menulis buku “ Hubungan personal di keperawatan “ sebagai dasar untuk hubungan perawat-pasien. 12. Tahun 1963-1979 : Perbaikan tingkat ekonomi menekan bertambahnya gangguan jiwa. Amerika meluluskan 50 lulusan perawat psikiatrik. Adanya RSJ swasta dan unit Psikiatrik. Perusahaan asuransi memberikan jaminan asuransi pada perawatan psikiatrik. Diijinkannya pasien untuk hidup di masyarakat dengan menitikberatkan pada pemberian pendidikan kepada pasien mengenai kegiatan sehari – hari dan perawatan diri. Perawat – perawat Amerika dan Kanada membentuk North American Nursing Diagnosis Association (Asosiasi Diagnosa Keperawatan Amerika Utara). 13. Tahun 1980 an : Gerakan Sistem Kesehatan Mental (1980), yang disusun untuk memperkuat kemampuan masyarakat dan mengembangkan inisiatif – inisiatif baru, belum pernah diimplementasikan sampai dengan tahun 1981. Gerakan rekonsiliasi 14. Tahun 1990 an : Munculnya jaminan asuransi Pada tahun 1970-1980, perawatan beralih dari perawatan rumah sakit jangka panjang ke lama rawat yang lebih singkat. Fokus perawatan bergeser ke arah community based care / service (Pengobatan berbasis komunitas). Pada tahuntahun ini banyak dilakukan riset dan perkembangan teknologi yang pesat. Populasi klien di rumah sakit jiwa yang besar berkurang, sehingga banyak rumah sakit yang ditutup. Pusat-pusat kesehatan komunitas jiwa sering tidak mampu menyediakan layanan akibat bertambahnya jumlah klien. Tunawisma menjadi masalah bagi penderita penyakit mental kronik persisten yang mengalami kekurangan sumber daya keluarga dan dukungan sosial yang adekuat.

B.

SEJARAH PERKEMBANGAN DAN UPAYA KESEHATAN JIWA

DI INDONESIA 1. Dulu KalaG. jiwa dianggap kemasukanTerapi : mengeluarkan roh jahat 2. Zaman KolonialSebelum ada RSJ, pasien ditampung di RSU - yang ditampung, hanya yg mengalami gangguan Jiwa berat 3. 1 Juli :1882 : RSJ pertama di Indonesia1902 : RSJ Lawang1923 : RSJ Magelang1927 : RSJ Sabang diRS ini jauh dari perkotaan Perawat pasien bersifat isolasi & penjagaan (custodial care)- Stigma- Keluarga menjauhkan diri dari pasien 4.Dewasa Ini hanya satu jenis RSJ yaitu RSJ punya pemerintah5.Sejak tahun 1910 - mulai dicoba hindari costodial care ( penjagaan ketat) & restraints (pengikatan ) 6.Mulai tahun 1930 - dimulai terapi kerja seperti menggarap lahan pertanian7.Selama Perang Dunia II & pendudukan jepang - upaya kesehatan jiwa tak berkembang8.Proklamasi - perkembangan baru Oktober 1947 pemerintah membentuk Jawatan Urusan Penyakit Jiwa ( belum bekerja dengan baik) Tahun 1950 pemerintah memperingatkan Jawatan Urusan Penyakit Jiwa meningkatkan penyelenggaraan pelayanan 9.Tahun 1966PUPJ Direktorat Kesehatan JiwaUU Kesehatan Jiwa No.3 thn 1966 ditetapkan oleh pemerintahAdanya Badan Koordinasi Rehabilitasi Penderita Penyakit Jiwa ( BKR-PPJ) Dgn instansi diluar bidang kesehatan 10.Tahun 1973 - PPDGJ I yg diterbitkan tahun 1975 ada integrasi dgn puskesmas11.Sejak tahun 1970 an : pihak swastapun mulai memikirkan masalah kes. Jiwa12.Ilmu kedokteran Jiwa berkembangAdanya sub spesialisasi seperti kedokteran jiwa masyarakat, Psikiatri Klinik, kedokteran Jiwa Usila dan Kedokteran Jiwa Kehakiman Setiap sub Direktorat dipimpin oleh 4 kepala seksiProgram Kes. Jiwa Nasional dibagi dalma 3 sub Program yang diputuskan pd masyarakat dengan prioritas pd Heath Promotion

Sub Prgoram Perbaikan Pelayanan :- Fokus Psychiatic – medical – CarePenekanan pada curative service ( treatment) dan rehabilitasiSub Program untuk pengembangan sistem- Fokus pada peningkatan IPTEK, Continuing education, research administrasi dan manajemen, mental health informationSub Program untuk establishment community mental health :- Diseminasi Ilmu- Fasilitasi RSJ swasta - perijinan- Stimulasi konstruksi RSJ swasta- Kerja sama dgn luarg negeri : ASEAN, ASOD, COD, WHO dan AUSAID etc

C.

MASA PERADABAN

Keperawatan jiwa dimulai antara tahun1770 dan 1880 seiring dengan kejadian penanganan pada seorang penyakit mental. Sebelumnya, pada masa peradaban dimana roh-roh dipercaya sebagai penyebab gangguan dan mengusirnya agar sembuh. Para leluhur Yunani, Romawi dan Arab percaya bahwa gangguan emosional diakibatkan tidak berfungsinya organ pada otak. Mereka menggunakan berbagai pendekatan tindakan seperti : ketenangan, gizi yang baik, kebersihan badan yang baik, musik dan aktivitas rekreasi. Selama abad 7 sebelum masehi, Hippocrates menjelaskan perubahan perilaku atau watak dan gangguan mental disebabkan oleh perubahan 4 cairan tubuh atau hormon, yang dapat menghasilkan panas, dingin, kering dan kelembaban. Aristotle melengkapi dengan hati, dan Seorang Dokter Yunani, Galen : menyatakan emosi atau kerusakan mental dihubungkan dengan otak. Orang Yunani menggunakan kuil sebagai rumah sakit dan memberikan lingkungan udara bersih, sinar matahari dan air bersih untuk menyembuhkan penyakit jiwa/mental. Bersepeda, Jalan-jalan, dan mendengarkan suara air terjun ini sebagai contoh penyembuhan.

D.

MASAPERTENGAHAN

Era dari Alienation, social exclusion dan confinement. Dokter menjelaskan gejala : 1.Depression 2.Paranoia 3.Delusions 4.Hysteria 5.Nighmares Rumah Sakit Jiwa pertama, Bethlehem Royal Hospital, telah dibuka di England. Selama 18 abad, era dari reason dan observation : 1. Pinel, seorang dokter Perancis membuka sebuah rumah sakit untuk seorang penderita jiwa / mental di pilih kota La Bicetre, Paris. Dia memulai dengan tindakan kemanusiaan dan advokasi, melalui observasi perilaku, riwayat perkembangan dan menggunakan komunikasi dengan penderaita. 2. Weyer, seorang dokter Jerman psikiatrik pertama yang dapat menjelaskannya melalui kategori diagnostik.

E.

ABAD 18 DAN 19

Bejamin Rush, sering disebut Bapak Psikiatric Amerika. Pertama menulis buku tentang Pskiatric Amerika dan banyak tindakan kemanusian untuk penderita penyakit mental/jiwa. Tahun 1783, masa tindakan moral dan bekerjasama dengan rumah sakit Pennsylvania. Tahun 1843, Thomas kirkbridge memberikan pelatihan di rumah sakit Pennsylvania untuk membantu dokter merawat pasien penyakit jiwa. Tahun 1872, New England Hospital untuk perempuan & anak, dan Women’s Hospital di Philadelphia mendirikan sekolah perawat, tetapi tidak untuk pelayan pskiatrik. Setelah itu Dorothea Lynde Dix, seorang pengajar yang memberikan contoh penderita penyakit jiwa. Tahun 1882 Pendidikan keperawatan jiwa pertama di McLean Hospital di

Belmont, Massachusetts. Dan Tahun 1890 siswa perawat menjadi staff keperawatan di rumah sakit jiwa. Perawat mendapat tugas dan diharapkan mengembangkan ketrampilan dalam memberikan pengobatan melalui asuhan keperawatan. Diakhir abad 19 mengalami perubahan atau perkembangan menjadi cohtoh pengobatan dari perawat pskiatrik. Seperti : 1. Membantu dokter 2. Mengelola obat penenang 3. Memberikan hidroterapi

F.

ABAD 20

Pada masa abad 20, perubahan mengenai kesehatan mental sangat besar dipengaruhi oleh Clifford Beers dengan diterbitkannya buku yang berjudul A Mind That Found Itself (1908). Dia menulis bukunya berdasarkan pengalaman dan observasi selama 3 tahun sebagai pasien di rumah sakit jiwa. Beers menggunakan pengaruhnya untuk membentuk National Society for Mental Hygiene tahun 1909, sekarang dikenal dengan National Association for Mental Health. Sebagai hasilnya, banyak dibangun rumah sakit jiwa di daerah pedesaan, dimana pasien akan mendapatkan udara segar, sinar matahari dan lingkungan alami. Pada tahun 1915, Linda Richards, lulusan Perawat pertama di AS dan sering disebut sebagai perawat psikiatrik pertama di AS, menganjurkan pelayanan yang sama terhadap pasien penyakit jiwa dengan pasien penyakit fisik. Dia menempatkan asuhan pada pasien penyakit jiwa memerlukan tingkat kesabaran yang tinggi dan siswa tidak terpengaruh. Pengalaman klinik di rumah sakit jiwa memberikan kesempatan kepada siswa perawat untuk mempunyai kemampuan tersebut. Banyak kemajuan terlihat di National Commettee on Mental Hygiene and the American Nurses Association yang mempromosikan pendidikan kepada pasien penyakit jiwa dengan menerbitkan

journal. Buku – buku tentang keperawatan jiwa ditulis dan dewan National League for Nursing mendiskusikan pendidikan Diploma keperawatan psikiatrik (1915-1935). Adapun tujuan pendidikan adalah : 1. Mengajarkan kepada siswa tentang hubungan antara penyakit jiwa dan penyakit mental serta penerapannya dalam keperawatan kesehatan jiwa. 2. mengajarkan kepada siswa perawat tentang penyebab gangguan atau penyakit jiwa dan metode perawatan modern nya. 3. mengajarkan kepada siswa perawat bagaimana mengkaji perilaku pasien sakit jiwa, sehingga dapat mengetahui gejala – gejala awal. 4. mengajarkan siswa perawat tentang pengaruh lingkungan dan gangguan mental. 5. mengajarkan siswa perawat agar dapat diandalkan dan mudah beradaptasi pada saat memberikan perawatan. Pengalaman klinik di Rumah Sakit Jiwa merupakan bagian terpenting dari dasar pengalaman siswa perawat dan sudah distandarisasikan pada tahun 1937. siswa diberikan kesempatan untuk merawat pasien dengan berbagai macam tingkat gangguan mental termasuk penyakit organic. Pengalaman – pengalaman berdasarkan pada : Hidoterapi, Okupasi, rekreasi dan terapi lainnya, dan pendidikan pasien. Tindakan perawatan termasuk kebersihan diri, eliminasi yang sesuai, dan nutrisi yang adekuat seperti pemberian relaksasi setelah mandi. Pada tahun 1939 hampir semua sekolah perawatan memberikan pembelajaran keperawatan psikiatri untuk siswa, tetapi belum dapat diakui sampai dengan tahun 1955. Phenothiazines dan tranquilizer lainnya dikembangkan untuk tindakan perawatan pada gejala umum psikosis, sehingga membuat pasien tenang. Kebijakan terbuka telah diterapkan di banyak Institusi mental dengan mengijinkan pasien pulang tetapi masih dalam pengawasan. Baru sekitar tahun 1945-an fokus perawatan terletak pada penyakit, yaitu model kuratif (model Curative Care). Perawatan pasien jiwa difokuskan pada pemberian pengobatan. Baru tahun 1950 fokus perawatannya mulai befokus pada klien, anggota keluarga tidak dianggap sebagai bagian dari tim

perawatan. Obat-obat psychotropic menggantikan Restrains dan seklusi (pemisahan). Deinstitutionalization dimulai, mereka bukan partisipan aktif dalam perawatan dan pengobatan kesehatan mereka sendiri. Hubungan yang terapetik mulai diterpakan dan ditekankan. Fokus utama pada preventiv primer. Perawatan kesehatan jiwa diberikan di rumah sakit jiwa yang besar (swasta atau pemerintah) yang biasanya terletak jauh dari daerah pemukiman padat. Sekitar dekade berikutnya, pada saat terjadi Pergerakan Hak-Hak Sipil (The Civil Rights) di 1960-an, penderita gangguan jiwa mulai mendapatkan hakhaknya. The Community Mental Health Centers Act (1963) secara dramatis mempengaruhi pemberian pelayanan kesehatan jiwa. Undang-Undang inilah yang menyebabkan fokus dan pendanaan perawatan beralih dari rumah sakit jiwa yang besar ke pusat-pusat kesehatan jiwa masyarakat yang mulai banyak didirikan. Gerakan Kesehatan Mental Masyarakat tersebut mendirikan pusat kesehatan masyarakat yang melayani : (1). Perawatan gawat darurat psikiatrik, seperti pusat masalah dan layanan lewat telepon; (2) Hospitalisasi; (3) Bagian hospitalisasi seperti pusat perawatan sehari – hari dan kelompok terapeutik; (4) Post perawatan, termasuk pusat konseling. Diijinkannya pasien untuk hidup di masyarakat dianggap sebagai tindakan yang positif; namun begitu banyak juga ditemukan pasien yang tidak mempunyai tempat tinggal. Gerakan Kesehatan Mental Masyarakat mempunyai peran penting dalam pelayanan kesehatan mental. Pada saat ini, keperawatan jiwa mulai menjadi bagian klinik khusus. Sebelumnya para perawat berperan sebagai manajer dan koordinator kegiatan dengan melaksanakan perawatan terapeutik sesuai dengan model dasar medis. Dengan studi lanjutan dan pengalaman praktek klinik di bidang perawatan psikiatrik, para ahli spesialis dan praktisi perawat mendapat pengetahuan yang banyak dalam perawatan dan pencegahan gangguan psikiatrik. Di Amerika, terdapat organisasi Disabilities Act (1990) yang membantu memastikan bahwa penderita cacat, termasuk penderita gangguan jiwa, dapat berpatisipasi penuh dalam kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Organisasi-organisasi seperti The National Alliance of Mentally III,

menghapus stigma gangguan jiwa dan member dukungan komunitas setempat bagi penderita ganguan jiwa dan keluarganya. Organisasi tersebut melakukan lobi untuk meningkatkan dana penelitian dan pengobatan gangguan jiwa. Pengetahuan tentang struktur dan fungsi otak berkembang pesat. Tahun 1990an dianggap sebagai “Dekade Otak” karena pertumbuhan pesat pengetahuan tentang cara kerja otak. Seiring dengan kemajuan genetika, pengetahuan yang dihasilhan telah membentuk kembali pemahaman tentang penyebab dan pengobatan gangguan jiwa.

G. KEPERAWATAN JIWA DI ABAD 20 Sekolah perawatan menawarkan bermacam-macam program dalam keperawatan psikiatrik. Pada prakteknya sekolah keperawatan biasanya mengarahkan topik-topik mengenai perilaku manusia atau kesehatan mental atau gangguan mental, dan dapat diintegrasikan kedalam beberapa mata kuliah seperti pediatric, obstretri dan gerontology. Pengalaman klinik Keperawatan psikiatrik didapat dalam jangka lebih dari satu tahun, meskipun evaluasi dilakukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang mencakup konsep dasar kesehatan mental. Jika seorang perawat ingin mendapatkan Register Nurse (perawat terakreditasi) harus melalui suatu latihan, dimana pengalaman klinik keperawatan psikiatrik dapat digunakan untuk mencapai Register Nurse. Mata kuliah keperawatan psikiatrik dilaksanakan selama 5-10 minggu dengan atau tanpa rotasi klinik dan dalam kerangka kesehatan mental atau psikiatrik. Dibeberapa institusi konsep keperawatan psikiatrik diintegrasikan dalam 2 semester, setelah pokok bahasan perkembangan psikologi dan penyimpangan psikologi. Pengalaman keperawatan psikiatrik diterapkan di unit kedokteran psikiatrik, rumah sakit jiwa swasta, pelayanan psikiatrik, atau pelayanan kesehatan mental masyarakat. Tindakan keperawatan yang dilakukan dibawah pengawasan perawat teregistrasi (RN) Program diploma biasanya memberikan waktu lebih untuk keperawatan

psikiatrik dan pengalaman klinik, dan menekankan pada konsep dasar, proses pengkajian, statistik, dinamika kelompok, pendidikan keluarga dan pasien, tentang peran perawat dalam pencegahan Sekolah tinggi/universitas menawarkan program pasca sarjana jurusan psikiatrik atau keperawatan kesehatan mental selama 48 –50 jam kuliah, pengalaman klinik, penelitian, tugas mandiri dan praktikum. Mata kuliah difokuskan pada kepemimpinan, kehidupan sehari-hari, dasar-dasar konsep, dasar phisiologi, pengkajian klien. Lulusan dapat menjadi perawat spesialis atau perawat klinik, tergantung kepada mata kuliah yang tersedia. Akhir-akhir ini, lahan keperawatan psikiatrik memberikan bermacam-macam kesempatan untuk penjurusan (spesialisasi). Seperti dapat bekerja sebagai perawat di rumah sakit umum, praktek swasta, konsultan, pengajar dan sebagainya. Pengalaman keperawatan jiwa siswa menjadi dasar yang kuat untuk mendapatkan kesempatan berkarier setalah lulus. Beberap contoh tempat melakukan pelayanan keperawatan jiwa seperti di : keperawatan maternitas, keperawatan onkologi, keperawatan okupasi/industri, keperawatan kesehatan masyarakat, kantor keperawatan dan ruang keperawatan gawat darurat. Awal abad 21, fokus perawatan pada preventif atau pengobatan berbasis komunitas, yang menggunakan berbagai pendekatan, antara lain melalui pusat kesehatan mental, praktek, pelayanan di rumah sakit, pelayanan day care, home visite dan hospice care. Pada saat ini banyak terjadi perubahan yang signifikan dalam perawatan kesehatan jiwa. Managed care menghubungkan struktur dan layanan baru. Seorang manajer kasus ditugaskan untuk mengkoordinasikan pelayanan untuk klien individu dan bekerja sama dengan tim multidisipliner. Alat-alat manajemen klinis yang menunjukkan organisasi, urutan dan waktu intervensi yang diberikan oleh tim perawatan untuk satu gangguan yang teridentifikasi pada klien. Pemberian dan pemfokusan layanan pencegahan primer (bukan hanya perawatan berbasis penyakit); mencakup identifikasi kelompok-kelompok berisiko tinggi dan penyuluhan untuk mencegah gaya hidup guna mencegah penyakit.

Analisa Perkembangan Keperawatan Jiwa Dahulu dan Sekarang Pada awalnya perawatan pasien dengan gangguan jiwa tidak dilakukan oleh petugas kesehatan (Custodial Care) (tidak oleh tenaga kesehatan). Perawatan bersifat isolasi dan penjagaan. Baru sekitar tahun 1945-an fokus perawatan terletak pada penyakit, yaitu model kuratif (model Curative Care). Perawatan pasien jiwa difokuskan pada pemberian pengobatan. Baru tahun 1950 fokus perawatannya mulai befokus pada klien, anggota keluarga tidak dianggap sebagai bagian dari tim perawatan. Awal abad 21, fokus perawatan pada preventif atau pengobatan berbasis komunitas, yang menggunakan berbagai pendekatan, antara lain melalui pusat kesehatan mental, praktek, pelayanan di rumah sakit, pelayanan day care, home visite dan hospice care. Seiring perkembangan keperawatan jiwa di dunia, perkembangan di Indonesia pun turut berkembang. Hal ini dimulai sejak zaman Kolonial. Sebelum ada RSJ di Indonesia, pasien gangguan jiwa ditampung di RS Sipil atau RS Militer di Jakarta, Semarang, dan Surabaya, yang ditampung pada umumnya penderita gangguan jiwa berat. Kemudian, mulailah didirikan beberapa rumah sakit jiwa. Pada saat ini, keperawatan jiwa mulai menjadi bagian klinik khusus. Sebelumnya para perawat berperan sebagai manajer dan koordinator kegiatan dengan melaksanakan perawatan terapeutik sesuai dengan model dasar medis. Dengan studi lanjutan dan pengalaman praktek klinik di bidang perawatan psikiatrik, para ahli spesialis dan praktisi perawat mendapat pengetahuan yang banyak dalam perawatan dan pencegahan gangguan psikiatrik.

DAFTAR PUSTAKA Kansas City, Mo.1980. Nursing: a social policy statement. American Nurses

Association: The Association. Wasington, DC.1994. Statement on Psychiatric – mental health clinical nursing practice. American Nurses Association: The Association. Shives, L.R., (1998). Basic Concepts of Psychiatric Mental Health Nursing. 4th Edition. Philadelphia : Lippincott. Stuart, G.W., & Laraia, M.T. (1998). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. St.Louis : Mosby Year Book. Stuart, G.W., & Sundeen, S.J. (1995). Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 3. Jakarta : EGC Townsend, M.C. (1995). Buku Saku : Diagnosa Keperawatan pada Keperawatan Psikiatri : Pedoman untuk pembuatan rencana perawatan. (ed. Indonesia). Jakarta : EGC.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->