P. 1
Hakikat Manusia, Hakikat Pendidikan Dan Tujuan Pendidikan

Hakikat Manusia, Hakikat Pendidikan Dan Tujuan Pendidikan

|Views: 874|Likes:
Published by Sholihul Hadi

More info:

Published by: Sholihul Hadi on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2013

pdf

text

original

HAKIKAT MANUSIA, HAKIKAT PENDIDIKAN, DAN TUJUAN PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hampir setiap hari kita mendengar dari media masa berita-berita yang menunjukkan kemunduran banhgsa Indonesia sekarang ini. Tindak kejahatan semakin meningkat kuantitas maupun kualitasnya. Kasus korupsi semakin banyak yang terungkap, namun tidak banyak yang ditangani sampai tuntas. Tawuran antarwarga bahkan antarpelajar berulang-ulang terjadi. Hal ini sangat ironis karena pelajar adalah generasi terdidik yang mestinya bisa menyelesaikan semua permasalahannya secara cerdas. Budaya malu berbuat anormatif semakin menipis. Gejala disintegrasi bangsa yang berakar dari fanatisme sempit semakin menguat. Terorisme dan kerusuhan sara sampai sekarang belum dapat diatasi oleh pemerintah secara tuntas. Budaya adiluhur bangsa semakin hilang. Karakter bangsa kita semakin terkikis oleh pengaruh budaya bangsa lain dalam dunia yang semakin mengglobal. Hal itu, secara keseluruhan menandai adanya kemunduran budaya bangsa Indonesia. Adanya berbagai macam kekacauan yang dilakukan oleh bangsa ini, mau tidak mau harus diakui sebagai buah proses pendidikan kita yang gagal. Pasti ada yang salah dalam proses pendidikan kita apabila hasilnya tidak bisa membuat bangsa ini semakin maju secara utuh dan menyeluruh. Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Orang tua, masyarakat, dan sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda dan saling melengkapi dalam mendidik anakanak bangsa. Untuk itu, semua pihak harus bisa bekerja sama agar produk pendidikan yang dihasilkan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk mengatasi semua permasalahan pendidikan tersebut, perlu dipahami hakikat manusia sebagai subjek pendidikan, hakikat pendidikan, dan tujuan pendidikan yang sebenarnya. Pemahaman hakikat manusia itu akan menentukan kebijakan, konsep, dan tujuan pendidikan. B. Permasalahan Dalam makalah ini akan dibahas permasalahan sebagai berikut : 1. Apakah hakikat manusia itu ? 2. Apakah hakikat pendidikan itu ? 3. Apakah tujuan pendidikan itu ?

Agama Hindu menyatakan bahwa manusia adalah penjelmaan Tuhan. dan Islam. Pancasila sebagai ideologi bangsa Indoensia. psikologi. Pengertian-pengertian tersebut didasarkan atas pandangan agama. Oleh karena itu. Namun agama Budha justru menganggap bahwa manusia adalah makhluk sengsara. Subjek pendidikan adalah manusia. Socrates menyatakan bahwa hakikat manusia terletak pada budinya. Secara filosofis. dan paedagogis. Notonagoro menyatakan bahwa manusia pada hakikatnya merupakan satu kesatuan dari aspek jiwa dan raga. dan keseimbangan. tokoh dunia Barat abad pertengahan. ia tunduk pada hukum alam dan sunatullah. Berkebalikan dengan ahli biologi. (3) integralistik. Katolik. menyatakan bahwa manusia diciptakan langsung oleh Tuhan sebagai manusia. Agama-agama yang muncul kemudian. segi biologis.BAB II PEMBAHASAN A. pendidik harus memahami hakikat manusia agar proses pendidikan yang dilakukan menjadi terarah sesuai dengan tujuannya. yang menyatakan bahwa hakikat manusia sama dengan hakikat Tuhan dan sama pula dengan hakikat alam semesta. Teori konvergensi seperti william Stern pun mengakui bahwa manusia sebenarnya adalah konvergensi atau paduan jasmani dan rohani. Jasmani dan nafsu hanya alat atau bagian dari rohani. Darwin berpendapat bahwa manusia itu sebenarnya merupakan perkembangan yang paling mutkahir dari hewan bertulang belakang dan menyusui. Dan jiwa hanya dianggap sebagai sejumlah kerja otak saja. . (2) keselarasan. Hakikat Manusia Proses pendidikan erat kaitannya dengan manusia. (4) kebersamaan dan kekeluargaan. manusia dianggap sebagai perwujudan yang paling sempurna dari Tuhan Yang Maha Esa. Pendapat Plato ini dilengkapi oleh Aristoteles. (1) monodualistik dan monopluralistik. ideologis. Pendapat ini kemudian diikuti oleh Spinoza. secara filosofis. Democritus menyatakan bahwa hakikat manusia adalah atom dan Leibnitz berpendapat bahwa manusia adalah monade. atau psikhe. Agama Islam berpendapat bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk ciptaan Allah yang berasal dari unsur-unsur yang terdapat dalam jagat raya. tidak berasal dari makhluk lain. Kemenyeluruhan ini bahkan sampai sekarang tetap diakui oleh para pemikir sekarang. Dari segi biologis pemahaman manusia lebih dititikberatkan pada aspek jasmani dengan segala perkembangannya. semata-mata merupakan wadah dari ”the absolute”. jiwa. memandang manusia dari berbagai sudut. para ahli psikologi justru menganggap bahwa hakikat manusia adalah rohani. Oleh kaum pemikir kuno. Karena itu. keserasian. yaitu agama Kristen. Aliran humanistik menyatakan bahwa manusia adalah totalitas dari segala dimensinya. Plato lebih mementingkan peran pikir dalam menentukan eksistensi manusia. Ada beberapa pengertian yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk menemukan hakikat manusia yang sebenarnya. bahwa hakikat manusia juga perlu dilengkapi dengan bahan-bahan hasil pengamatan indera.

hak dan kewajiban azasi. Keberagaman itu diciptakan Tuhan dengan prinsip keselarasan. 5. Martabat adalah kedudukan terhormat dan luhur manusia di atas makhluk Tuhan yang lain karena manusia mempunyai akal budi. keselamatan dan kesejahteraan masyarakat seluruhnya. hak dan kewajiban. Secara kodrati manusia merupakan keseluruhan sifat-sifat asli. bangsa Indonesia percaya akan mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin. dan hak azasi. manusia perlu menjaga kepentingan. Bayi adalah makhluk yang lemah. kebebasan. rasa dan karsa. (3) kesusilaan. kesatuan dari jasmani dan rohani. Tiap . (4) keberagamaan. 2. keserasian. anggota dari suatu masyarakat/bangsa. rohani. Manusia memilki kodrat. berpendapat. dan kondisi lingkungan. 1. Paham integralistik menyatakan bahwa tiap manusia perlu diakui dan dihormati eksistensinya. bekal disposisi yang melekat pada keberadaan atau eksistensi manusia. 7. Dengan berinteraksi secara aktif dengan lingkungannya. tumbuhlah kesadaran pada diri pada anak sehingga mampu mebedakan dirinya dengan orang lain atau dengan lingkungannya. menentukan diri sendiri. makhluk individu dan soaial. Manusia perlu menjaga prinsip-prinsip itu agar tercapai nilai kebersamaan dan kekeluargaan. sara dan karsa. Nilai-nilai dasar Pancasila yang sekarang berkembang menjadi norma-norma kehidupan bangsa Indonesia dapat dirinci sebagai berikut : 1. Hak azasi adalah kewenangan atau kekuasaan dasar yang melekat pada eksistensi manusia: hidup. Begitu juga sebaliknya. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Rasa keadilan Keberadaban Persatauan dan kesatuan Mufakat Kesejahteraan Kebebasan. Derajat adalah tingkat kedudukan manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki bakat kodrati. (2) kesosialan. dll. kebebasan. yaitu (1) keindividuan. Dimensi Keindividuan Manusia Manusia sejak lahir merupakan makhluk monodualis dengan status Khalifah Allah di muka bumi. Perkembangan ini butuh bantuan orang lain terutama orang tuanya. Paham monopluralistik memandang bangsa Indoensia sebagai suatu kesatuan dari unsur-unsur yang beraneka ragam. dan keseimbangan. 4. kemampuan atau bakat-bakat alam. hak dan kewajibannya. harkat. sebagai individu. dapat disajikan empat dimensi kemanusiaan. Dari berbagai pembahasan pengertian manusia. 6. martabat. kemampuan cipta. derajat. Dengan kebersamaan itu.Paham monodualistik menyatakan bahwa manhusia pada hakikatnya adalah ciptaan Tuhan yang memiliki hubungan yang serasi dengan Tuhan. Harkat manusia adalah nilai manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki cipta. namun mempunyai potensi-potensi untuk berkembang: jasmani. mengalami kehidupan dunia dan akhirat. kekuasaan. 3.

dan karsanya itu disebut keputusan kesusilaan. Kebahagian tersebut akan terasa lengkap apabila bisa pula dirasakan secara bersama-sama oleh kelompok masyarakatnya. Bayi bisa berkembang menjadi manusia yang mandiri.individu berkembang menjadi pribadi yang unik. Hal itu belum menjamin manusia untuk selalu berbuat baik. tentu butuh bantuan orang lain. Pendidik sebagai orang tua juga perlu peserta didik untuk mengaktualisasi harga dirinya sehingga meraka bisa merasakan kebahagiaan. 3. 2. Keputusan untuk berbuat sesuai dengan nalar. yaitu : dipahami manusia melalui pelajaran agama. Sesuai dengan filsafat Pancasila. manusia mempunyai kemampuan untuk menghayati pengalaman diri dan dunianya berdasarkan agama masing-masing. (4) nilai kesusilaan. (3) nilai kebenaran. Ajaran-ajaran agama yang dianugerahkan Tuhan melalui para Nabi pendidikan. dalam hubungannya dengan masyarakat. (2) nilai keindahan. . akal budi. 4. komitmen aktif dan praktik ritual. yang pantas dan tidak pantas karena dia dianugeragi nalar dan akal oleh Tuhan. meditasi. 2. pantas. saling melengkapi. Kesusilaan pada manusia adalah hasil usaha pendidikan karena kesusilaan diperoleh oleh manusia melalui personifikasi nilai kemanusiaan ke dalam kepribadian di dalam pendidikan. Keempat dimensi manusia tersebut dalam proses pendidikan harus dikembangkan secara intergral. Pemahaman ajaran agama ini membutuhkan proses 1. Dimensi sosial ini muncul karena adanya kebutuhan untuk saling membantu. dan benar karena manusia mempunyai karsa. 3. dan (5) nilai religius. serasi. Dimensi Keberagamaan Manusia Sebagai makhluk religius. dalam hubungannya dengan alam. hubungan dalam hidupnya sebagai pribadi. sembahyang dan berdoa. Dimensi Kesusilaan Manusia Manusia mempunyai kemampuan untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. dan seimbang agar terbentuk manusia yang berkepribadian utuh. selaras. Dimensi Sosial Manusia Selain sebagai makhluk individu. serasi dan seimbang dalam konteks enam hubungan. Pengembangan kepribadian manusia yang utuh itu dapat terwujud apabila manusia dalam hidupnya selalu mengalami perkembangan yang selaras. manusia mempunyai kewajiban untuk berperan dan mnyesuaikan diri serta bekerja sama dengan masyarakatnya karena manusia juga sebagai makhluk sosial. Driyarkara menyatakan bahwa manusia yang berkesusilaan adalah mereka yang memiliki. Keunikan ini tergantung pada wawasan pendidiknya dan faktor internal masing-masing anak. menghayati dan bertindak berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan seperti (1) nilai jsmani. manusia yang seperti itu disebaut sebagai manusia Indonseia Seutuhnya (MIS).

5. Walaupun ada pandangan bahwa pendidikan hanya berlangsung sampai seseorang menjadi dewasa atau sampai pada saat seseorang mampu bertanggung jawab pada dirinya sendiri. Hakikat Pendidikan Pendidikan pada awalnya adalah upaya manusia untuk memperlakukan anak keturunan manusia secara instingtif untuk menjaga keberlangsungan hidupnya. sosial. Hakikat manusia seperti itulah yang harus dijadikan sebagai landasan untuk menentukan kebijakan dunia pendidikan di negara Indonesia. pendidikan adalah bagian dari kebudayaan dan masyarakat. menyeluruh. yaitu (1) perenialisme yang meyakini bahwa pengetahuan merupakan dasar pokok dari pendidikan. bagian dari bangsa-bangsa lain. (2) esensialisme yang memandang fungsi sekolah sebagai lembaga penerus warisan budaya bangsa dan sejarah. dan kebutuhan untuk mengejar kemajuan lahir maupun kebahagiaan batin. 2. Dalam dunia yang dikuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. artinya pendidikan disamping harus mempersiapkan seseorang menajdi manusia yang utuh. menyeimbangkan. (3) progresivisme yang menekankan pentingnya pemberian keterampilan dan alat kepada individu untuk berintegrasi dengan lingkungan yang selalu berubah. dalam hubungannya dengan pengejaran kemajuan lahir dan kebahagiaan rohaniah. Dilihat dari prosesnya. dan menyerasikan aspek manusia sebagai makhluk individu. yaitu manusia Indonesia seutuhnya yang masing-masing segi kemanusiaannya perlu dikembangkan secara utuh dan terpadu. 3. pendidikan bersifat semesta. (5) eksistensialisme yang menghormati martabat manusia sebagai individu yang unik dan memperlakukan individu yang unik sebagai pribadi. pendidikan berlangsung sepanjang hayat seseorang. terdapat lima pandangan yang dominan. yaitu : 1. pendidikan berlangsung seumur hidup. 6. pendidikan harus mampu melakukan rekonstruksi masyarakat dan membangun tatanan dunia baru selaras dengan perkembangan teknologi tersebut. pada dasarnya kedua pandangan ini tidak bertentangan karena kedua teori tersebut sama-sama mengakui adanya pendidikan sepanjang hayat. dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa. dan terpadu. bagian dari alam semesta.4. Pendidikan dilandasi pandangan yang menganggap manusia sebagai satu kesatuan yang utuh. Sampai sekarang telah berkembang konsepsi yang telah menjadi landasan bagi penetapan kebijakan pendidikan di Indonesia. sejak lahir sampai mati. Sesuai dengan filsafat pendidikan. . manusia memang membutuhkan keahlian khusus atau spesialisasi pendidikan. religius. (4) rekonstruksionisme yang berpandangan bahwa dalam perkembangan teknologi yang cepat. dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. yaitu manusia yang berkepribadian utuh yang dapat menyeleraskan. B. Mendidik secara instingtif kemudian diikuti oleh upaya mendidik berdasarkan pikiran dan pengalaman manusia. Hal ini perlu dipahami secara wajar.

rekonstruksi. Dalam proses mendidik terdapat ”eidos” yang mendasari perbuatan pendidikan. Teori Pendidikan Pragmatis-Instrumentalistik yang dipelopori John Dewey. e. Pendidikan tidak berdiri sendiri. Decroly. Pendidikan merupakan suatu kegiatan universal yang dapat dijumpai pada setiap tempat dan saat. Konsep Pendidikan sebagai Upaya Pemanusiaan Manusia Muda sebagai Anggota Masyarakat Banyak teori yang digunakan oleh para ahli pendidikan untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia. pemeliharaan. Langeveld yang menyatakan bahwa dalam pendidikan terdapat unsur-unsur atau konteks sosio kulutural yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Teori Pendidikan dari Rabindranath Tagore yang menganjurkan nasionalisme. Teori Pendidikan dari Pestalozzi. Menurut Dewey pendidikan adalah proses perkembangan. b. Teori Pendidikan Naturalsitik dengan tokohnya J.J. Dalam perbuatan mendidik . dan pengarahan seseorang agar dapat memelihara keberlangsungan hidupnya. Pendidkan harus memberikan kesempatan peserta didik untuk mengaktualisasikan diri sesuai dengan kemampuan masing-masing.J. Rousseau yang terkenal dengan semboyannya ”kembali ke alam”. Teori Pendidikan Behavioristik berpendapat bahwa pendidikan sebagai proses pembentukan dan pengubahan perilaku yang diinginkan atau penghilangan perilaku yang tidak diinginkan. masyarakat. Pendidikan merupakan proses reorganisasi.tetapi juga harus mempersiapkan manusia menjadi seorang yang mempunyai keterampilan dan keahlian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendidikan adalah upaya sadar untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut. d. Montessori. Mendidik mempunyai tujuan untuk mengembangkan kelebihan-kelebihan dan potensi-potensi positif anak sehingga dapat menemukan jati dirinya sebdiri dan menjadi manusia dewasa yang sempurna dan berguna bagi kehidupan sendiri dan masyarakatnya. misalnya: a. Teori Pendidikan Holistik-humanistik yang sangat menghargai martabat individu peserta didik sebagai manusia seutuhnya. dan bangsa. f. Pada posisi ini. pendidikan menjadi agent of change and modernization. mengangkatnya ke taraf insani. g. yaitu kehendak untuk memanusiakan muda. Teori Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara memandang bahwa pendidikan berarti upaya pemeliharaan manusia guna mengembangkan benih keturunan dari suatu bangsa agar dapat berkembang dengan sehat lahir batin. h. Ada beberapa konsep pendidikan yang dapat dijadikan landasan untuk memahami hakikat pendidikan. yaitu : 1. yaitu kedewasaan dalam segala aspek. Teori Fenomenologis dari M. pendidikan adalah salah satu sistem di antara sistem-sistem sosial lainnya di bawah suprasistem yaitu kebudayaan. dan transformasi yang berkesinambungan. Pendidikan tidak pernah berhenti karena kehidupan terus berkembang. dan Frobel c.

hakikat pendidikan adalah : a. Pendidikan merupakan hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah-ibu-anak dimana terjadi pembudayaan anak melalui proses sehingga akhirnya bisa membudaya sendiri sebagai manusia purnawan. b. Perkembangan manusia ditentukan oleh pendidikan yang atau pengartuh dari luar diterimanya. hakikat pendidikan adalah perbuatan fundamental untuk memanusiakan manusia muda atau homonisasi dan humanisasi. dan anak harus membentuk satu kesatuan dan sinergis agar proses pendidikan bisa berjalan sewajarnya.anak dimana terjadi pemanusiaan anak melalui proses pemanusiaan diri sampai menjadi manusia purnawan. Aliran konvergensi (William Stern ) . Pendidikan adalah pertolongan atau pengaruh yang diberikan seseorang yang bertanggung jawab kepada anak agar menjadi manusia dewasa. Humanisasi merupakan proses peningkatan manusia budaya yang lebih sempurna.terdapat gambaran manusia seutuhnya yang dicita-citakan dalam wujud yang konkret. Sebelum peserta didik mencapai kedewasaan atau mencapai otonomi diri. b. Ibu. ayah. Dalam pendidikan proses pemanusiaan. Pendidikan adalah hidup bersama dalam kesatuan tritunggal ayah-ibu-anak dimana terjadi pelaksanaan nilai-nilai dengan melalui proses akhirnya dia bisa melaksanakan sendiri sebagi manusia purnawan. Dengan demikian. Yang bertanggung jawab memberikan pendidikan kepada anak adalah orang tua. Berdasarkan konsep ini. terutama orang yang melahirkan. Pengangkatan manusia muda ini disebut homonisasi dan humanisasi. Pendidikan adalah suatu kehidupan bersama dalam satu kesatuan tritunggal ayah. c. Beberapa pandangan filsafat yang dapat digunakan untuk menjelaskannya adalah sebagai berikut: a. Homonisasi adalah porses pemanusiaan tingkat minimal yang terjadi mulai dari kandungan ibunya sampai mencapai kemanusiaannya. Pendidikan merupakan perwujudan dari kehidupan bersama atau kesatuan hidup yang membuat anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia paripurna. Pendidikan berati pemasukan anak ke dalam alam budaya atau juga masuknya budaya ke dalam anak. Aliran Empirisme ( John Locke ) Aliran ini menyatakan bahwa manusia dilahirkan seperti kertas kosong yang belum ditulisi atau tabularasa. Proses memanusiakan ini adalah proses yang kompleks. dan pelaksanaan nilai tidak dapat dipisah-pisahkan. selama itu pula dia mengalami proses pemanusiaan.ibu. c. Pendidikan dianggap tidak berpengaruh dalam pendidikan. Keberadaan manusia yang lemah menjadi dasar pandangan bahwa manusia dapat atau perlu dididik. pembudayaan. Aliran Nativisme (Schopenhauer) Aliran ini menjelaskan bahwa perkembangan seseorang hanya ditentukan oleh keturunan yaitu faktor alam yang bersifat kodrati.

Kewibawaan dan tanggung jawab pendidik. Perkembangan manusia hendaknya diserahkan sepenuhnya kepada alam. Penemuan jati diri melalui proses yang terus menerus. Azas aktivitas dalam kegiatan pendidikan e. paedagogis. dan pure ego (pikiran sebagi dasar identitas pribadi). spiritual self (kecakapan posikologis). Orang yang telah menemukan jati dirinya akan mencapai kedewasaan yang bertanggung jawab secara biologis. Faktor motivasi dalam pendidikan d. Kebebasan dan keterikatan peserta didik c. sekolah. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga. Untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif. psikologis. metode. yaitu material self (milik kebendaaan). Aliran Naturalisme (JJ Rousseau) Aliran ini berpandangan negatif terhadap pendidikan karena pendidikan justru dianggap bisa merusak potensi yang baik dari Tuhan. dan melampaui sekat-sekat lembaga. Konsep Pendidikan sebagai proses Pembelajaran Sepanjang Hayat Manusia adalah makhluk yang tidak lengkap dan hanya bisa mencapai kesempurnaan dengan belajar terus-menerus. 2. Peserta didik sebagai individu yang berkembang b. Pembelajaran sepanjang hayat adalah proses pembelajaran yang berlangsung sejak lahir sampai mati. tidak ditentukan oleh faktor yang dibawa sejak lahir. Perkembangan kepribadian ditentukan sejauh mana tingkat kerja sama antara faktor heriditas dan lingkungan. tetapi lebih merupakan hasil yang dipelajari dan terbentuk melalui pengalamanpenalaman individu ketika berhubungan dengan individu lain. sosial self (persepsi orang lain). Konsep Pendidikan sebagai Proses Penemuan dan Penjadian Diri Pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia dapat dijadikan dasar dalam proses menemukan dan menjadikan jati diri manusia. Untuk itu. terutama oleh orang tua dan keluraga intinya. program. menyeluruh.Aliran ini menggabungkan faktor heriditas dan faktor lingkungan. konsep pendidikan sepanjang hayat bahkan sudah dituangkan dalam Tap MP Nomor II/MPR/1988 yang menyebutkan bahwa pendidikan merupakan proses budaya untuk meningklatkan harkat dan martabat manusia. d. Menurut dia ada empat komponen. Di Indonesia. Proses ini berkaitan dengan belajar formal dan nonformal yang berlangsung di sekolah. Jati diri manusia adalah salah satu aspek kejiwaan yang oleh James (1890) diartikan sebagai ”emperical me” atau ”self” atau secara umum disebut ”nya” (his). dan masyarakat. 3. pendidikan terjadi sepanjang kehidupan. . dalam proses pendidikan perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : a. dan sosiologis.

b. Pendidikan adalah proses yang berlangsung selama hidup seseorang. Di tingkat pendidikan dasar. dan kejuruan relatif sama hanya mempunyai penekanan yang berbedabeda. berakhlak mulia. tujuan pendidikan lebih dititikberatkan pada upaya untuk mendasari hidupnya atau sebagai peletak dasar nilai-nilai yang diharapkan. direncanakan atau tidak. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. C. Tujuan pendidikan di tingkat pendidikan dasar. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Banyak anak yang gagal dalam pendidikan formal padahal mereka mempunyai potensi yang perlu dikembangkan. Tujuan pendidikan yang dimaksud adalah untuk meletakkan dasar kecerdasan. Proses pendidikan mestinya mempertimbangkan ketiga konsep tersebut sebagai satu kesatuan. sehat. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. yaitu SD dan SMP. Tujuan pendidikan tersebut kemudian diperinci dalam PP RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Stándar Nasional Pendidikan berdasarkan jendang pendidikan. dan di masyarakat. Hakikat Tujuan Pendidikan Pada dasarnya. Pendidikan tidak bisa didekati dengan menggunakan salah satu konsep saja dengan menafikan konsep yang lain. yaitu ingin mengantarkan anak manusia menjadi manusia paripurna yang mandiri dan dapat bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan lingkungannya. mandiri. kreatif. konsep pembelajaran sepanjang hayat diterapkan sebagai salah satu prinsip pendidikan di Indonesia. pendidikan di semua institusi dan tingkat pendidikan mempunyai muara tujuan yang sama.dalam keluarga. tujuan pendidikan tersebut secara eksplisit dapat dilihat pada Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional beserta peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan undang-undang tersebut. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas. Di SMA tujuan tersebut diorientasikan untuk melanjutkan atau meningkatkan apa yang telah dicapai di tingkat . Sekolah formal semakin tidak mampu menampung anak-anak usia sekolah. Dalam UU Sisdiknas tersebut dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam sistem pendidikan di Indonesia. c. berilmu. kepribadian. cakap. antara lain: a. pengetahuan. ahklak mulia. menengah. Rohman Natawijaya (1981: 105) menyatakan bahwa pembelajaran sepanjang hayat didasarkan pada beberapa pertimbangan. Oleh karena itu. hakikat pendidikan dapat diartikan sebagai upaya untuk memanusiakan manusia muda untuk mencapai kedewasaan atau menemukan jati dirinya yang berlangsung seumur hidupnya atau sepanjang hayatnya. Konsep-konsep pendidikan di atas menjadi landasan bagi para pendidik dan orang-orang yang berkepentingan dengan pendidikan untuk memandang pendidikan dengan benar.

dan integratif. Yang dimaksud dengan insan Indonesia cerdas adalah insan yang cerdas komprehensif. psikomotor. Tiga ranah ini harus dikembangkan secara seimbang. Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia. yang bermanfaat bagi kemanusiaan. dan kognitif. optimal. memiliki pengetahuan. mengembangkan. . dan kognitif serta dilengkapi dengan kemampuan mandiri menjadi ilmuwan. dan cerdas kinestetis. Optimal maksudnya dikembangkan secara maksimal sesuai dengan potensinya. teknologi. cerdas intelektual. cerdas sosial. cerdas emosional. Kemendiknas mempunyai visi 2025 untuk menghasilkan Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif (Insan Kamil/Insan Paripurna). Tujuan pendidikan di SMK sudah memperhatikan vokasi-vokasi atau jenis-jenis keterampilan yang diharapkan. yaitu perkembangan afektif. dan seni. Integratif artinya pengembangan ketiga ranah tersebut dilakukan secara terpadu. Tujuan di perguruan tinggi sudah komprehensif karena sudah mencakup ranah afeksi. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa serta sejalan dengan visi pendidikan nasional. yaitu cerdas spiritual. dan sikap untuk menemukan. Hal itu tampak pada tujuan pendidikan yang berbunyi mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. serta menerapkan ilmu. psikomotor. kemandirian. keterampilan.dasar. Secara umum tujuan pendidikan di Indonesia sudah mencakup tiga ranah perkembangan manusia. proporsional dan tidak berat sebelah. Berimbang artinya ketiga ranah tersebut dikembangkan dengan intensitas yang sama.

sosial.BAB III PENUTUPAN A. institusi. . Saran 1. religius. Pemangku kepentingan dan pemerintah harus hati-hati dan cermat dalam menentuka tujuan pendidikan nasional karena itu akan menentukan arah pendidikan secara keseluruhan. Kesalahan dalam memilih pendekatan pendidikan yang tidak sesuai dengan hakikat manusia akan membawa kerusakan dan kesia-siaan. Proses pendidikan untuk mendewasakan manusia hendaknya tidak dibatasi oleh waktu. menyeimbangkan. Hakikat manusia adalah manusia yang berkepribadian utuh yang dapat menyeleraskan. hakikat pendidikan. 3. bagian dari alam semesta. Hakikat pendidikan adalah upaya sadar memanusiakan manusia muda untuk mencapai kedewasaan atau menemukan jati dirinya yang berlangsung seumur hidup atau sepanjang hayat. dan menyerasikan aspek manusia sebagai makhluk individu. 4. atau kepentingan-kepentingan lain yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan. 3. 2. Kesimpulan Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa. Pengelolaan pendidikan harus memperhatikan hakikat manusia sebagai subjek pendidikan. dan hakikat tujuan pendidikan. dan kebutuhan untuk mengejar kemajuan lahir maupun kebahagiaan batin. Hakikat tujuan pendidikan adalah mengantarkan anak manusia menjadi manusia paripurna yang mandiri dan dapat bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan lingkungannya B. bagian dari bangsa-bangsa lain. 1. 2. Pendidik dan semua orang yang mempunyai kepentingan dengan pendidikan harus memperhatikan hakikat manusia.

1999. Landasan Kependidikan. Pro.DAFTAR PUSTAKA Kemdiknas. Landasan Kependidikan. 2007. 2003. Peraturan Pemerintah No. 2005. Jakarta Kemdiknas. Dr. Made. Prof. Retno Sriningsih. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta Pidata. Undang-undang No. Semarang: CV IKIP Semarang Perss . 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta Satmoko. Dr.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->