TUGAS AGAMA ISLAM

Akhlak Bernegara ( Meneladani Kepemimpinan Rasulullah SAW )

Disusun Oleh : Ahlul Amalsyah

Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2010

Kata Pengantar
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita . Tak lupa kita panjatkan shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW , yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita ke alam yang terang benderang. Alhamdulillah, setelah melakukan riset yang cukup panjang untuk menyusun tugas Agama Islam yang diajarkan oleh bapak Juanda , S.Ag. M.Ag. , akhirnya kami dari kelompok 9 , telah menghimpun paper kami ini menjadi suatu bentuk susunan yang utuh dari beberapa sub-bab yang terangkum dalam makalah Akhlak Bernegara. Paper ini diharapkan dapat memberikan kita pencerahan , bagaimana sikap / akhlaq kita kepada negara , khususnya negara Indonesia kita ini . Dikarenakan , banyak negarawan yang belum memahami makna spiritualis dari akhlak bernegara ini. Semoga paper ini dapat memberikan manfaat kepada para pembaca , walaupun mungkin masih ada kesalahan dalam penyusunan paper kami ini.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Penulis,

1

....................... Daftar Isi .........................Menegakkan Keadilan ............................................ Bab I : Pendahuluan A .......DAFTAR ISI Kata Pengantar ........................................................................Keadilan Hukum ............... Daftar Pustaka .. a....Ma‟ruf Nahi Mungkar ...................................................Keadilan dalam Segala Hal .... Musyawarah ................................................. 1 2 3 4 5 6 6 7 8 9 10 11 13 17 22 23 2 ......... Bab III : Penutup A................................................................................................................ b....... Bab II : Pembahasan A........................... B....... b.... D.....Perintah Berlaku Adil ................................ C........ a....................Hal – Hal yang boleh di Musyawarahkan .............................................................................Kesimpulan ..................Hubungan Pemimpin dan Yang Dipimpin ......... B................................................................. c...............................................Tata Cara Musyawarah ............................................................................... Latar Belakang .................. Batasan Masalah ........Sikap Musyawarah ................. c..........

Akhlak berasal dari kata “akhlaq” yang merupakan jama‟ dari “khulqu” dari bahasa Arab yang artinya perangai. Melainkan .Bab I Pendahuluan A. akhlah ini perlu untuk disadari oleh kita agar kita dapat menjadi semakin sensitif terhadap persoalan yang terjadi pada bangsa dan negara kita. kami dari kelompok 9 dalam paper kami kali ini akan membahas beberapa sub-bab dari materi Akhlak Bernegara ini . akhlak tersebut di implementasikan dalam kehidupan sehari – hari . adapun sub-babnya antara lain : - Musyawarah Menegakkan Keadilan Amar Ma‟ruf Nahi Mungkar Hubungan Pemimpin dan yang dipimpin Tetapi sebelum memasuki sub-bab tersebut . untuk menjalani kehidupan kedepannya. Dengan demikian . tabiat dan adab. Bukan hanya Hal ini didorong dengan kekhawatiran akan bobroknya generasi kita . Latar Belakang Modernisasi zaman yang semakin berkembang dari waktu ke waktu menutut manusia untuk memahami akhlak secara essensial . ada baiknya kita mengenal definisi dari akhlak tersebut . budi. apabila tidak dibekali dengan pengetahuan tentang akhlak yang cukup . dalam arti bahwa manusia memahami akhlak bukan hanya sebagai sikap / perilaku saja . 3 . Dalam bahasan kami kali ini adalah akhlak bernegara .

4 . B. sehingga implementasi dari konsep tersebut dapat dijalankan dengan sungguh – sungguh dan penuh optimisme. Tentunya tujuan pembuatan paper ini . Dalam akhlak bernegara . yakni suatu sistem yang telah digunakan oleh Nabi Muhammad SAW sejak dahulu untuk menyelesaikan persoalan . Dan nantinya dalam pembahasan . tentunya menggambarkan sikap seseorang terhadap bangsa dan negaranya . sikap tersebut menunjukkan jati diri dari orang tersebut . misalnya melakukan musyawarah . Tentunya dalam menyelesaikan suatu masalah akan diperlukan musyawarah untuk mufakat . kami akan lebih mendalami sub-bab yang telah diberikan kepada kelompok kami . bahwa Akhlak merupakan sikap / tabiat dari seseorang . Hal ini dilakukan untuk dapat membedakan yang mana baik dan buruk dari suatu hal . dimulai dengan memahami ilmunya terlebih dahulu . sikap dan perilaku seseorang akan terlihat pada saat . agar dalam membangun suatu generasi yang Islami . Batasan Masalah Masalah yang akan kami bahas dalam paper kali ini mengenai impelementasi dan dasar AlQur‟an dan Hadist mengenai akhlak bernegara yang terbagi kedalam empat sub-bab diatas .Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan . dalam pendalaman pembahasan ini kami akan memperlihatkan cara – cara bermusyawarah yang baik dan benar menurut tuntunan Al-Qur‟an dan Hadist . Dalam akhlak bernegara ini.

lalu tampak dalam bentuk tindakan dan perilaku yang bersifat tetap. natural.Bab II Pembahasan Sesungguhnya . Kata ini terambil dari kalimat (‫ )ال ع سل شرت‬saya mengeluarkan madu dari wadahnya. 5 . A. Tentunya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara diperlukan pengertian akhlak bernegara ini untuk membuat diri kita „kebal‟ terhadap kebatilan yang nantinya akan menggoda iman kita . Berarti mempersamakan pendapat yang terbaik dengan madu. Musyawarah dapat berarti mengatakan atau mengajukan sesuatu. akhlak adalah nilai pemikiran yang telah menjadi sikap mental yang mengakar dalam jiwa. dalam melaksanakan bakti kita kepada negara. sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka. atau dengan kata lain. Jadi. pendapat siapapun yang dinilai benar tanpa mempertimbangkan siapa yang menyampaikannya. Kata Syûrâ bermakna mengambil dan mengeluarkan pendapat yang terbaik dengan menghadapkan satu pendapat dengan pendapat yang lain. dan bermusyawarah adalah upaya meraih madu itu dimanapun ia ditemukan. Musyawarah Kata ( ‫ ) شورى‬Syûrâ terambil dari kata ( ‫ )إ س ت شاورة -م شاورة . dan refleks. Adapun salah satu ayat dalam Al – Qur‟an yang membahas mengenai Musyawarah adalah surah Al-Syura ayat 38: ‫و‬ ‫وم ا ر ا‬ ‫شورى‬ ‫ة و مر‬ ‫و اموا ال‬ ‫است ا وا لر‬ ‫وال‬ Artinya: “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat. jika nilai islam mencakup semua sektor kehidupan manusia. maka perintah beramal shalih pun mencakup semua sektor kehidupan manusia.Dalam Lisanul „Arab berarti memetik dari serbuknya dan wadahnya.شاورة‬menjadi ( ‫ ) شورى‬Syûrâ.

hal ini memberi pengertian bahwa musyawarah mempunyai martabat setelah ibadah terpenting . mengambil kesimpulan yang benar . a. Masalah – masalah ijtihadiyah diungkapkan dalam Al – Qur‟an dengan kata Al – Amr . Jadi musyawarah hanyalah terbatas pada hal – hal yang bersifat Ijtihadiyah . maka beliau mengamalkannya (2) Kadang – kadang beliau bermusyawarah dengan 6 . Hal – Hal yang Boleh di Musyawarahkan Islam memberikan batasan – batasan hal – hal apa saja yang boleh dimusyawarahkan . maka apa – apa yang sudah ditetapkan oleh nash (Al – Qur‟an dan As-Sunnah) tidak boleh dimusyawarahkan . b. yakni shalat . Istilah amruhum disini berarti masalah bersama atau „common problems‟ .” (QS. mencari pendapat . Menurut Taufiq asy-Syawi . menghindari celaan . menciptakan stabilitas emosi . maka mereka mengemukakan pendapat . Karena musyawarah adalah pendapat orang. keterpaduan hati . sekaligus memberi pengertian bahwa musyawarah merupakan salah satu ibadah yang tingkatannya sama dengan shalat dan zakat . Jika pada kenyataannya adalah ijtihad Nabi . sebab pendapat orang tidak boleh mengungguli wahyu. yaitu masalah – masalah yang menyangkut kepentingan nasib atau anggota masyarakat yang bersangkutan . Para sahabat pun kalau dimintai pendapat mengenai suatu hal . musyawarah sangat diperlukan untuk dapat mengambil keputusan yang paling baik disamping untuk memperkokoh rasa persatuan dan rasa tanggung jawab bersama . menjaga kekeliruan . (1) Kadang kala seseorang memberikan pertimbangan kepada beliau . Ali Bin Abi Thalib menyebutkan bahwa dalam musyawarah terdapat tujuh hal penting yaitu . mengikuti atsar. lalu beliau melihat pendapat itu benar .dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Apakah masalah yang dibicarakan telah diwahyukan oleh Allah atau merupakan Ijtihad Nabi . Memang . terlebih dahulu mereka bertanya kepada Rasulullah SAW . Tata Cara Musyawarah Rasulullah mempunyai tata cara bermusyawarah yang sangat bervariasi . AsySyura: 38) Dalam ayat diatas . Maka masyarakat yang mengabaikannya dianggap sebagai masyarakat yang tidak menetapi salah satu ibadah . syura atau musyawarah sebagai sifat ketiga bagi masyarakat Islam dituturkan setelah iman dan shalat .

karena jika tidak . Yang dicari dalam musyawarah adalah kebenaran bukan kemenangan . tetapi tetap dan tidak boleh tidak harus dengan semangat kebenaran dan kejujuran . tetapi hakekat musyawarah harus selalu tegak ditengah masyarakat dan Negara . dan pihak . Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. 7 . c. Sikap Bermusyawarah Supaya musyawarah dapat berjalan dengan lancar dan penuh persahabatan . apalagi sebagai pimpinan harus menghindari tutur kata yang kasar serta sikap keras kepala . mitra musyawarah akan tidak menghormati pemimpin musyawarah. yaitu sikap lemah lembut . ulama . Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar. dan ada hal – hal yang cukup dimusyawarahkan dengan pemimpin (ulil amri) . maka bertawakkallah kepada Allah. firman Allah dalm surat Ali Imran ayat 159 : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. dan memohon ampunan Allah SWT . mohonkanlah ampun bagi mereka. Karena itu ma'afkanlah mereka. tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad. dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu . anggota musyawarah bias selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman . Lemah Lembut Seseorang yang melakukan musyawarah .pihak berkompeten lainnya . baik langsung maupun lewat perwakilan . pemaaf . Adapun hal – hal yang harus dimusyawarahkan dengan seluruh umat .dua atau tiga orang saja (3) Kadang kala beliau juga bermusyawarah dengan seluruh massa melalui cara perwaklian . 1. Dari beberapa tata cara bermusyawarah Rasulullah diatas kita dapat menyimpulkan bahwa tatacara musyawarah . (Ali Imran : 159) Dapat kita lihat Allah SWT mengisyaratkan ada beberapa sikap yang harus dilakukan dalam bermusyawarah . cendekiawan .

yang mempunyai arti antara lain sama dan seimbang. Dengan status yang sama.2. Misalnya semua pegawai dengan kompetensi akademis dan pengalaman kerja yang sama berhak mendapatkan gaji dan tunjangan yang sama. sementara anak perempuan setelah berkeluarga dibiayai oleh suaminya. Pemaaf Setiap orang yang bermusyawarah harus menyiapkan mental untuk selalu bersedia member maaf . tidak sewenang-wenang. maupun anggota musyawarah lainnya . anak laki-laki ditetapkan oleh Al-Qur‟an (QS. Semua warga negara – sekalipun dengan status sosial – ekonomi – politik yang berbeda-beda – mendapatkan perlakuan yang sama dimata hukum. akan mengeruhkan pikiran . Oleh sebab itu . atau memberikan hak yang sama kepada orang-orang atau kelompok. hubungan dengan Tuhan pun harus harmonis . Dalam pengertian kedua. Mohon Ampunan Allah SWT Untuk mencapai hasil yang terbaik ketika musyawarah . adil diartikan (1) tidak berat sebelah. (2) berpihak kepada yang benar. tidak memihak. Dalam hukum waris misalnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. keadilan dapat diartikan dengan memberikan hak seimbang dengan kewajiban. Beberapa pengertian ini tetap berangkat dari dua makna kata adil 8 . AnNisa‟ 4:11) mendapatkan warisan dua kali bagian anak perempuan. atau keluar kalimat – kalimat yang menyinggung pihak lain . 3. Karena mungkin saja ketika musyawarah terjadi perbedaan pendapat . B. dan (3) sepatunya. keadilan dapat diartikan sebagai membagi sama banyak. Dalam pengertian pertama. Menegangkan Keadilan Istilah keadilan berasal dari kata „adl (Bahasa Arab). berpegang pada kebenaran. semua anggota musyawarah harus senantiasa membersihkan diri dengan cara memohon ampun kepada Allah SWT baik untuk diri sendiri . atau memberi seseorang sesuai dengan kebutuhannya. Hal itu karena anak lakilaki setelah berkeluarga menanggung kewajiban membiayai hidup isteri dan anak-anaknya. bahkan boleh jadi musyawarah berubah menjadi pertengkaran . Misalnya orang tua yang adil akan membiayai pendidikan anak-anaknya sesuai dengan tingkat kebutuhan masing-masing sekalipun secara nominal masing-masing anak tidak mendapatkan jumlah yang sama. Dan bila itu masuk kedalam hati .

“Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan. dan Allah melarang dari perbuatan keji. Al-Hadid 57:25).. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. Dan dengan azas keseimbangan seorang yang adil berbuat atau memutuskan sesuatu dengan sepatunya dan tidak bertindak sewenang-wenang. Perintah Berlaku Adil Di dalam Al-Qur‟an terdapat beberapa ayat yang memerintahkan supaya manusia berlaku adil dan menegakkan keadilan. Al-A‟raf 7: 29) “Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksankan keadilan.” (QS. Yang bersifat umum misalnya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan. Perintah itu ada yang bersifat umum dan ada yang khusus dalam bidang-bidang tertentu. Misalnya dalam dua ayat berikut ini : “Katakanlah. Dengan prinsip persamaan seorang yang adil tidak akan memihak kecuali kepada yang benar.”(QS. a. memberi kepada kaum kerabat. An-Nahl 16:90) 9 .”(QS. kemungkaran dan permusuhan.diatas. Disamping menggunakan kata „adl Al-Qur‟an juga menggunakan kata qisbth dan mizan untuk pengertian yang sama.

Sedangkan yang bersifat khusus misalnya bersikap adil dalam menegakkan hukum (QS. atau terhadap keluarga dan orang-orang yang dicintai. politik dan lain sebagainya. maka orang yang diangkat menjadi hakim haruslah yang betul-betul memenuhi syarat keahlian dan 10 . Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. An-Nisa‟ 4: 58). Demi Allah yang memelihara jiwa saya. Al-Maidah : 8) adil dalam rumah tangga (QS. Al-An‟am 6:152). Tatkala seorang sahabat yang dekat dengan Rasulullah SAW meminta “keistimewaan” hubungan untuk seorang wanita bangsawan yang mencuri. dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Keadilan hukum harus ditegakkan walaupun terhadap diri sendiri. Allah menegaskan : “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. An-Nisa‟4:58). An-Nisa‟ 4:3 dan 129). adil terhadap musuh (QS. Muslim dan Nasa‟i) Mengingat pentingnya menengakkan keadilan itu menurut ajaran Islam. dan adil dalam berkata (QS. tidak ada diskriminasi hukum karena perbedaan kulit. status sosial. pastilah Muhammad akan memotong tangan puterinya itu.”(HR. b. kaulah Fatimah binti Muhammad mencuri. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. dan membiarkan pencuri yang elit. ekonomi. Keadilan Hukum Islam mengajarkan bahwa semua orang mendapat perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum.” (QS. Al-Hujurat 49:9). Rasulullah menolaknya dengan tegas: “Apakah anda hendak meminta “keistimewaan” dalam pelaksanaan hukum Allah? Sesungguhnya kehancuran ummat yang terdahulu karena mereka menghukum pencuri yang lemah. Ahmad. adil dalam mendamaikan conflik (QS.

ditekan dan disuap. Akibatnya orangorang yang bersalah dibebaskan dari hukumnya. terutama kejujuran atau amanah. bertentangan dengan hati nuraninya. Hakim yang masuk sorga adalah hakim yang menjatuhkan hukuman berdasarkan keadilan dan kebenaran. maka dia mudah dipengaruhi. Bahkan kepada musuh sekalipun setiap mukmin harus dapat berlaku adil. terutama orang-orang yang beriman untuk bersikap adil dalam segala aspek kehidupan. maka Allah 11 . Rasulullah SAW bersabda dari tiga orang hakim dua akan masuk neraka dan hanya satu yang masuk sorga. Hakim yang menjatuhkan hukuman dengan cara yang tidak adil. islam memerintahkan kepada umat manusia. mempunyai akhlaq yang mulia. bertentangan dengan Al-Qur‟an dan Sunnah. menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. Kecuali mempunyai ilmu yang luas. Hakim yang menjatuhkan hukuman yang tidak adil karena kebodohannya. Keadilan dalam Segala Hal Disamping keadilan hukum. c. Adil terhadap diri sendiri “Hai orang-orang yang beriman.kepribadian. dia juga haruslah seorang yang taat kepada Allah. Jika ia (terdakwa atau tergugat itu) kaya atau miskin. baik terhadap diri dan keluarganya sendiri. apalagi kepada orang lain. Mari kita perhatikan beberapa nash berikut ini : 1. 2). Apabila hakim itu seorang yang lemah. jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan. sedang dia sendiri mengetahui dan menyadari perbuatannya itu. Hakim yang masuk neraka adalah 1). sekalipun kesalahan atau kejahatannya sangat merugikan masyarakat dan negara.

Adil dalam mendamaikan perselisihan “Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. 4. maka (kawinilah) seorang saja.. Maka janganlah kamu mengikuti bawa nafsu kamu ingin menyimpang dari kebenaran.. An-Nisa‟ 4:3). 3. Adil terhadap isteri dan anak-anak “.. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah.”(QS. tiga. atau empat.lebih tahu kemaslahatannya. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah) maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah..”(QS. Tapi jika kamu khawatir tidak dapat berlaku adil. sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Adil dalam berkata 12 .Kawinilah wanita-wanita yang kamu sukai dua.. Al-Hujurat 49:9). An-Nisa‟4:135) 2..”(QS..

Al-An‟am 6:152) 5. Menurut Muhammad „Abduh. Ma‟ruf secara etimologis berarti yang dikenal. yang mencakup keadilan politik. dan penuhilah janji Allah. sebaliknya munkar adalah sesuatu yang tidak dikenal. mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. maka hendaklah kamu berlaku adil kendatipun dia adalah kerabat (mu). Dan bertaqwalah kepada Allah. hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah.. Berbeda dengan Abduh. Berlaku adillah. C. diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. Dan janganlah sekalisekali kebencianmu terhadap sesuatu kaum. Adil terhadap musuh sekalipun “Hai orang-orang yang beriman. Al-Maidah 5:8) Tentu masih banyak nash Al-Qur‟an dan Sunnah tentang keadilan dalam seluruh aspek kehidupan yang belum penulis sebutkan dalam fasal ini karena keterbatasan ruangan.Dan apabila kamu berkata. sedangkan munkar adalah apa yang ditolak oleh akal sehat dan hati nurani (ma ankarathu al-„uqul wa ath-thaba‟ as-salimah). Muhammad „Ali ash-Shabuni mendefinisikan ma‟ruf dengan “apa yang diperintahkan syara‟ (agama) dan dinilai baik oleh akal sehat” (ma amara bibi asysyara‟ wa „stabsanahu al-„aqlu as-salim). sosial dan lain-lainnya. 13 .. sedangkan munkar adalah “apa yang dilarang syara‟ dan dinilai buruk oleh akal sehat” (ma naha „anhu asy-syara‟ wa‟staqbahahu al-„aqlu assalim). menjadi saksi dengan adil.” (QS. ekonomi. tapi cukuplah kita menyimpulkan bahwa Islam menginginkan keadilan yang komprehensif.“. ma‟ruf adalah apa yang dikenal (baik) oleh akal sehat dan hati nurani (ma „arafathu al-„uqul wa ath-thaba‟ as-salimah). Mar Ma’ruf Nahi Munkar Secara harfiah amar ma‟ruf nahi munkar (al-amru bi „l-ma‟ruf wa „n-nahyu „an „lmunkar) berarti menyuruh kepada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang munkar. Yang demikian itu.

membayar zakat. bahwa yang menjadi ukuran ma‟ruf atau munkarnya sesuatu ada dua. dan munkar adalah apa yang ditolak oleh keduanya” (Wa al-ma‟ruf ismun likulli fi‟lin yu‟rafu bi al-„aqli aw as-syari‟ husnuhu. politik. At-Taubah 9:71) Dalam ayat diatas juga dapat kita lihat bahwa kewajiban amar ma‟ruf nahi munkar tidak hanya dipikulkan kepada kaum laki-laki tapi juga kepada kaum perempuan. dan mereka ta‟at kepada Allah dan Rasul-Nya. menunaikan zakat. Dengan pengertian diatas tentu ruang lingkup yang ma‟ruf dan munkar sangat luas sekali. Tauhidullah.” (QS. seni budaya. sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mendirikan shalat. lelaki dan perempuan. Hal-hal yang tidak ditentukan oleh agama ma‟ruf dan munkarnya ditentukan oleh akal sehat atau hati nurani.Terlihat dari dua definisi diatas. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. mencegah dari yang munkar. ibadah. toleransi beragama. membantu kaum dhu‟afa‟ dan mustadh‟afin. Semua yang diperintahkan oleh agama adalah ma‟ruf. ilmu pengetahuan. walaupun dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kodrat dan fungsi masing-masing. wa al-munkar ma yunkaru bihima. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma‟ruf. Dalam hal ini Allah menjelaskan : “Dan orang-orang yang beriman. amanah. 14 . Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Jadi waw dalam definisi Shabuni diatas berarti aw sebagaimana yang didefinisikan oleh al-Ishfahani: “Ma‟ruf adalah sebuah anma untuk semua perbuatan yang dikenal baiknya melalui akal atau syara‟. yaitu agama dan akal sehat atau hati nurani. teknologi. semua yang dilarang oleh agama adalah munkar. Sebaliknya bahu-membahu dalam menjalankannya. ekonomi. Bisa kedua-duanya sekaligus atau salah satunya. transparan dan lain sebagainya adalah beberapa contoh sikap dan perbuatan yang ma‟ruf. akhlaq maupun mu‟amalat (sosial. dlsb). disiplin. begitu juga sebaliknya. mendirikan shalat. baik dalam aspek aqidah.

”(QS. Al-Haji 22:41) Muhammad Asad. Yang demikian itu. menunaikan zakat. sebagaimana dikutip oleh Ahmad Syafii Maarif. Allah berfirman : “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan “Isa putera Maryam. Jika umat Islam mengabaikan amar ma‟ruf nahi munkar. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Kedudukan yang kokoh artinya punya kekuasaan politik maupun ekonomi. Sebab Bani Israil (Ahlul 15 . mengartikan ungkapan in makkannahum fi „l ardhi dengan if We firmly establish them on earth” (manakala Kami kokohkan posisi mereka di muka bumi”. Al-Maidah 5: 78-79) Mereka dikutuk terutama karena mereka satu sama lain tidak melarang tindakan munkar yang mereka lakukan.” (QS. maka hal itu tidak hanya akan membuat mereka kehilangan posisi yang kokoh diatas permukaan bumi.Jika umat Islam ingin mendapatkan kedudukan yang kokoh di atas permukaan bumi. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. niscaya mereka mendirikan shalat. disebabkan mereka durhaka dan selalul melampaui batas. disamping mendirikan shalat dan membayar zakat mereka harus melakukan amar ma‟ruf nahi munkar. Allah SWT berfirman : “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi. menyuruh berbuat yang ma‟ruf dan mencegah dari perbuatan yang munkar. tapi juga akan mendapat kutukan dari Allah SWT sebagaimana Allah dulu mengutuk Bani Israil. dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. bukan karena mereka Bani Israil.

Dan apabla tidak sanggup (dengan lisan). dan bila dengan kata-kata juga tidak mampu paling kurang menolak dengan hatinya. Allah berfirman : “Mereka itu tidak sama. mereka menyuruh kepada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada pelbagai kebajikan. hendaklah dia merobahnya dengan tangannya. apalagi bila dilakukan terhadap penguasa yang zalim. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa diantara kamu melihat kemunkaran. Oleh karena itu Rasulullah SAW sangat memuliakan orang-orang yang memiliki keberanian menyatakan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim. sedang mereka juga bersujud. maka robahlah) dengan lisannya. Kalau tidak sanggup (dengan tangan. Abu Daud. Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan. Nahi Munkar Dibandingkan dengan amar ma‟ruf. nahi munkar lebih berat karena berisiko tinggi. Beliau bersabda: “Jihad yang paling utama ialah menyampaikan al-baq terhadap penguasa yang zalim. maka robahlah dengan hatinya. Bagi yang mampu melakukan dengan tangan (kekuasaannya) dia harus menggunakan kekuasaannya itu. apalagi tidak bisa dengan kata-kata. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman”. di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus.” (QS. Trimizi dan Ibn Majah) Nahi munkar dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.” (HR. 16 . Ali Imran : 113-114). (HR. Mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari.Kitab) yang masuk Islam dan setelah itu melakukan amar ma‟ruf nahi munkar dipuji oleh Allah sebagai ornag-orang yang saleh. Muslim).

Dia bisa berbentuk pandangan hidup. hedonisme dan lain sebagainya. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. kefasikan dan kemaksiatan. keimanan. Menurut Sayyid Qutub. Mereka kekal di dalamnya. liberalisme.D. Atau dalam bahasa sekarang azhzhulumat adalah bermacam-macam ideologi dan isme-isme yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti komunisme. Thaghut adalah segala sesuatu yang menentang kebenaran dan melanggar batas yang telah digariskan oleh Allah SWT untuk hamba-Nya. ketaatan dan segala kebaikan lainnya. Mereka itu adalah penghuni neraka. Dan orang-orang yang kafir. Hubungan Pemimpin Dan Yang Dipimpin Al-Qur‟an menjelaskan bahwa Allah SWT adalah pemimpin orang-orang yang beriman : “Allah Pemimpin orang-orang yang beriman. kemusyrikan. pemimpin-pemimpin mereka adalah thaghut. Sedangkan an-Nur adalah simbol dari ketauhidan. Hal itu dinyatakan di dalam Al-Qur‟an : 17 . At-thaghut adalah segala sesuatu yang disembah (dipertuhan) selain dari Allah SWT dan dia suka diperlakukan sebagai Tuhan tersebut. kapitalisme. peradaban dan lain-lain yang tidak berlandaskan ajaran Allah SWT. yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. dan sepeninggal beliau kepemimpinan itu dilaksanakan oleh orang-orang yang beriman.” (QS. sosialisme. Secara operasional kepemimpinan Allah SWT itu dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Al-Baqarah 2:257) Azh-zhulumat (kegelapan) dalam ayat diatas adalah simbol dari segala bentuk kekufuran. materialisme.

seraya mereka tunduk (kepada Allah). Mendirikan Shalat Shalat adalah ibadah Vertikal langsung kepada Allah SWT . Beriman kepada Allah SWT Karena Ulil Amri adalah penerus kepemimpinan Rasulullah SAW . sedangkan Rasulullaj sendiri adalah pelaksana kepemimpinan Allah SWT . Kriteria Pemimpin dalam Islam Pemimpin umat atau dalam ayat diatas di istilahkan dengan waliy dan dalam ayat lain (Q. maka tentu saja yang pertama kali harus dimiliki penerus beliau adalah Keimanan .Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah. dan Nepotisme ) . Membayarkan Zakat Zakat adalah ibadah madhdhah yang merupakan simbol kesucian dan kepedulian social . Tanpa Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya bagaimana mungkin pemimpin dapat diharapkan memimpin umat menempuh jalan Allah diatas permukaan bumi ini . Kolusi . Seorang pemimpin yang mendirikan shalat diharapkan memiliki hubungan vertical yang baik dengan Allah SWT . Diharapkan nilai – nilai kemuliaan dan kebaikan yang terdapat dalam shalat dapat tercermin dalam kepemimpinannya. yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. 18 . 1. dan orang-orang yang beriman. 3. Rasul-Nya. Orang – orang yang dapat dipilih menggantikan beliau sebagai pemimpin minimal harus memenuhi empat kriteria sebagaimana dijelaskan dalam surat Al – Maidah ayat 55 . 2. Dan lebih dari pada itu dia memiliki kepedulian social yang tinggi terhadap kaum dhu‟afa dan mustadh‟afin .S An-Nisa 4:59) disebut dengan Ulil Amri adalah penerus kepemimpinan Rasulullah SAW setelah beliau meninggal dunia . Dia tidak mencari dan menikmati harta dengan cara yang tidak halal (mis : Korupsi . Dia akan menjadi pembela orang – orang yang lemah . (Al – Maidah : 55 ) a. Seorang pemimpin yang berzakat diharapkan selalu berusaha mensucikan hati dan hartanya .

staf. baik dalam aspek aqidah . Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas): Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas. Ruku‟ adalah simbol kepatuhan secara mutlak kepada Allah SWT dan Rasul-Nya yang secara konkret dimanifestasikan dengan menjadi seorang muslim yang kaffah . Konsep ini diterapkan agar pemimpin menjadi panutan dan teladan bagi bawahannya dan Menurut James A. untuk mencapai outcome yang terbaik.F Stonen. 2. salah satu dengan atasannya. b.dan 19 . Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan dibatasi sumber. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain. mengadakan evaluasi. ibadah . dan sesuai tuntutan Nabi .4. Selalu Tunduk Patuh kepada Allah SWT Dalam ayat diatas disebutkan pemimpin itu haruslah orang selalu ruku‟ . akhlaq maupun muamalat . dimana Konsep Leader is a Ladder merupakan konsep dimana seorang pemimpin merupakan sebuah tangga yang akan menjadi perantara atau jembatan bagi calon pemimpin selanjutnya .tugasnya kepada staf. ibadahnya tertib . Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas. Pemimpin yang baik disini adalah pemimpin yang mencetak sebanyak mungkin calon Pemimpin . dan muamalatnya tidak bertentangan dengan syariat . Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif. jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. yang nantinya dapat melanjutkan kepemimpinan selanjutnya dengan lebih baik dan lebih matang . teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi. terdapat tujuh tugas utama seorang pemimpin adalah : 1. Pemimpin bertanggung jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan. 3. Aqidahnya benar . Konsep Leader is a Ladder Konsep ini merupakan konsep Hubungan Pemimpin dan yang dipimpin yang merupakan hasil ijtihad dari penulis . akhlaknya terpuji .

Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya. Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah. 5. Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Egois : kenapa Egois . 4. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin tidak sepantasnya bersikap sombong . Sebagai seorang diplomat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. karena pemimpin bagaikan tangga maka pemimpin harus menjadi fasilitator. Sombong : penyakit kekuasaan yang satu ini tentunya telah mengakar sejak zaman dahulu kala . Sehingga mereka terlalu 'masa bodoh' dengan bawahannya. 6. Dari ketujuh hal inilah yang harusnya pemimpin terapkan dalam tugasnya memimpin orang orang . Oleh karena itu. penyakit iri dan dengki masih saja 20 . Agar bawahannya ini kelak akan menjadi pemimpin yang dapat menjalankan tugasnya kelak. Adapun hambatan yang dihadapi ketika ingin menerapkan 1. karena kebanyakan para pemimpin hanya mau dia sajalah merasakan bangku kepemimpinan tersebut . 3. tanpa harus memikirkan orang setelahnya yang akan menduduki posisi pimpinan tersebut . 7. Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual.menyelesaikan masalah secara efektif. pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah). penyakit kesombongan karena merasa sudah diatas sehingga melupakan bawahannya . Iri dan Dengki : walaupun sudah menjadi pemimpin . 2. dan setelah hal ini diimplementasikan maka seorang pemimpin wajib untuk 'menurunkan ilmu' nya ini kepada bawahannya .

bukan prinsip – prinsip atasan dengan bawahan . tetapi malah memperkokoh . Hubungan persaudaraan seperti itu dalam praktiknya tidaklah melemahkan kepemimpinan Rasulullah SAW . karena tidak hanya didasari hubungan Formal . Maka si pemimpin akan iri terhadap bawahannya . 21 . Demikianlah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Sebagian kecil dari pemimpin tersebut masih saja iri melihat bawahannya yang mendapatkan jatah lebih banyak dari dirinya . suatu panggilan yang menujukkan hubungan yang horizontal .menjangkiti para pemimpin . Persaudaraan antara Pemimpin dan yang Dipimpin Sekalipun dalam struktur bernegara ada hirarki kepemimpinan yang mengharuskan umat atau takyat patuh kepada pemimpinnya . c. Kaum Muslimin yang berada di sekitat beliau waktu itu dipanggil dengan sebutan sahabat – sahabat . tetapi dalam pergaulan sehari – hari hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin tetaplah dilandaskan kepada prinsip – prinsip ukhuwah islamiyah . dan mengambil jatah bawahannya. sekalipun ada kewajiban patuh secara mutlak kepada beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul . tapi juga hubungan hati yang dipenuhi kasih sayang .

22 . Komponen – komponen inilah yang mendasari kokohnya Akhlak seorang Negarawan . dan tentunya mempunyai hubungan yang baik dengan bawahannya .Bab III Penutup A. yang tentunya apabila diterapkan dengan sungguh – sungguh akan menjadi Rahmatan Lil Alamin. senantiasa menegakkan keadilan . Dikarenakan materi ini sangat terkait satu sama lain dan saling mendukung . Seorang Pemimpin yang baik dan mempunyai Akhlak adalah Pemimpin yang suka bermusyawarah . yang tentunya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan kepemimpinan yang terbaik . perbuatan dan tindakannya Ma‟ruf Nahi Mungkar . Kesimpulan Dari keempat pembahasan pokok diatas . Adapun kriteria pemimpin yang sangat dibutuhkan disini adalah pemimpin yang ideal . hendaknya kita memahami secara keseluruhan tidak secara terpisah . Dalam memahami materinya . ialah Kepemimpinan merupakan sesuatu yang sangat penting dan sangat esensial dalam sikap yang ditunjukkan dalam Akhlak Bernegara ini . dimana kriteria pemimpin ideal telah diungkapkan dalam surat Al – Maidah ayat 55 .

Kuliah Akhlaq . http://www. M. .Lc.com/2010/08/musyawarah-dalam-islam. Taufiq . Mukti . 2000. Ilyas Yunahar .dari tautan : http://www.S. .html . Yogyakarta : LPPI UMY . Takdir dkk.html . Yogyakarta : Pustaka Pelajar Offset . Drs. Membangun Moralitas Bangsa . (ed.A.Daftar Pustaka Asy – Syawi .html . tanggal akses : 5 Agustus 2010 Zulfikar . Syura bukan Demokrasi . Jakarta L Gema Insani Press . terjemahan Djamaluddin Z. tanggal akses : 5 Agustus 2010 http://www. 1997.Konsep Leader is a Ladder.) . Achmad.gudangmateri.gudangmateri. tanggal akses : 21 November 2010. 23 .2010.com/2009/10/akhlak.gudangmateri.com/2010/08/konsep-leader-is-ladder. 1998.