ANALISA KREDIT MACET PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (SUATU STUDI KASUS TENTANG KEGAGALAN KREDIT MACET PADA

BANK PERKREDITAN RAKYAT, INDOTAMA PERSADA,SURAKARTA)

PROPOSAL SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan Program Sarjana (SI) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang Disusunoleh :

DindaSitiWahyuni NIM. B.131:07.0079

FAKULTAS EKONOMI SEMARANG SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga keuangan yaitu suatu badan usaha yang berfungsi sebagai perantara keuangan dari dua pihak, yakni pihak yang kekurangan dana dan yang membutuhkan dana (Susilo: 2000) sebagai lembaga perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Dalam menjalankan kegiatan perbankan membutuhkan kepercayaan. Masyarakat memberikan kepercayaan kepada pihak perbankan untuk menjaga sejumlah dana yang telah disimpan di Bank. Sementara pihak Bank menempatkan atau menyalurkan dananya pada debitur yang dilandasi unsur kepercayaan.

maka tabungan. deposito berjangka harus tetap digalakkan terutama deposito sehingga dapat meningkatkan pembangunan melalui kredit. Menurut Undang-undang No. Pemberian kredit mengandung suatu tingkat risiko tertentu dimana ada kemungkinan kredit yang tidak dapat ditagih. Agar dapat menentukan besarnya jumlah pinjaman yang akan diberikan. 3 . kreditur harus menentukan calon debitur yang layak. Dalam rangka ini perlu adanya perhatian pada usaha untuk membina dan melindungi usaha kecil dan tradisional serta golongan ekonomi lemah pada umumnya. Agar bank mampu beroperasi dan berkembang. Bank menghimpun dana dalam bentuk simpanan yaitu tabungan. Untuk menghindari atau memperkecil risiko tersebut. giro. Sebelum kreditur atau pihak bank memberikan kredit kepada calon debitur.BPR-BKK Lasem sebagian besar nasabahnya adalah pedagang dan petani. kreditur juga harus mengetahui kondisi atau keadaan keuangan calon debitur. giro dan deposito. menyalurkan dalam bentuk kredit.Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan di pedesaan. PD.10 Tahun 1998 tentang perbankan menyatakan bahwa bank adalah suatu lembaga keuangan yang tugas utamanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali. Dengan mengetahui kondisi keuangan debitur dimaksudkan untuk memperkecil resiko kredit. maka permohonan kredit harus dinilai oleh bank. Pemerintah berusaha mewujudkan usaha tersebut dengan cara menggunakan fasilitas pelayanan perbankan yaitu dalam memberikan kredit kepada masyarakat.

102.0 87. Capital.400 813.875 5.076..800 5. Dengan dipenuhinya syarat-syarat penilaian tersebut maka kemungkinan kredit yang tidak dapat ditagih dapat diminimalisasikan. Capacity. Risk Bearing Ability.351.425 4.382.892.377. Hampir semua bank mengalami masalah kredit macet.975 4.277.829.777..404.475 6.350 291.800 388.750 876.225.700 940.552.625 5.928.700 364.049.657. Charakter.260.975 6. Condition. Collateral. Dengan dasar pemikiran di atas.dalam menyeleksi calon nasabah yang layak dan bagaimana mengungkap penyebab kredit macet.BPR-BKK Lasem Berdasarkan latar belakang masalah diatas . Repayment capacity.250 986.625 868.448.150 7.524..530.295..894.dalam memberikan kreditnya mengalami masalah Penelitian ini mendeskripsikan langkah yang ditempuh ..720.897...800 335.952.85 86.500 5.020.403. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kredit macet pada BPR indotama persada? .625 6.750 360..043.maka dapat dirumuskan permasalahaanya yaitu: 1.981. Walaupun berbagai antisipasi tersebut diatas sudah dilakukan tetapi masih saja mengalami kredit yang bermasalah.607.685.263.259.52 85. Menurut data perkembangan kredit yang diperoleh pada BPR-BKK Lasem adalah sebagai berikut: \ Bulan Outstanding Lancar (Rp) Kurang Lancar Diragukan Macet NPL (persen) Januari Februari Maret April Mei Juni 7. maka penulis tertarik mengambil judul Analisis Kredit pada PD.725 88.243.Adapun syarat-syarat penilaiannya adalah Return.875 6..087.662.600 460.12 87.600 972.77 85.973.53 Dari data diatas dapat diketahui bahwa.

3. Untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kredit macet 3.mengigat masih terlalu sedikitnya penelitian tentang kredit macet. Faktor-faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kredit macet pada BPR indotama Persada? 3. Untuk merumuskan alternatif pemecahaan kredit macet BPR pada PT BPR Indotama Persada Sedangkan kegunaan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan yang berkaitan dengan kredit macet sehinga dapat diambil keputusan yang cepat dan benar .tujuan yang ingin dicapai adalah: 1. Untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhui kredit macet 2.2. .disamping itu juga sebagai bahan referensi bagi peneliti yang akan datang. Alternatif pemecahaan apa saja yang dilakukan pada BPR indotama Persada? 1.Tujuan Dan Kegunaan Penelitian Dalam penelitian ini .

Hal ini berarti prestasi yang diberikan benar-benar diyakini dapat dikembalikan penerima kredit ya ng sesuai dengan waktu dengan syarat syarat yang disetujui bersama .1 Pengertian Kredit Macet Menurut Bank Indonesia (2007:2) Kredit macet adalah apabila telah diusahakan oleh bank dengan membayarkan perpanjangan waktu atau kelonggaran. Unsur-unsur Kredit. Dalam praktiknya kredit bank adalah pemberian pinjaman oleh bank kepada nasabahnya untuk membiayai kegiatan usahanya dalam jumlah tertentu dan jangka waktu yang disepakati bersama antara bank sebagai kreditur dan nasabah sebagai debitur. Kredit diberikan bila ada jaminan bahwa pelunasan hutang dan bunga akan diselesaikan dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. A . termasuk bunganya (Astiko Sunardi.1996). Kepercayaan .maka unsur-unsur dalam kredit adalah : a.BAB II LANDASAN TEORI 2.Dengan demikian pemberian kredit adalah kepercayaan. yang berisi antara lain kesediaan debitur untuk membayar kembali kreditnya. utang debitur tetap tidak dibayar. Kredit diberikan atas dasar kepercayan .2007:2) kredit macet adalah apabila debitur tidak membayar utangnya menurut ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kredit. Senada dengan itu menurut Basuki (dalam Panitia Urusan Piutang Negara. Kredit bank mempunyai ketentuanketentuan yang disetujui bersama yang dituangkan dalam suatu perjanjian kredit.

Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank b.yaitu suatu masa yang memisahkan antara prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima dimasa yang akan datang c.tetapi dalam bentuk uang dan jasa.yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan baik dalam bentuk uang . Membantu pemerintah .yaitu suatu tingkat resiko yang dihadapkan sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima dikemudian hari . Prestasi Obyek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang . Tujuan pemberian kredit yaitu : a. b.Namun karena kehidupan modern sekarang ini didasarkan kepada uang. Waktu Waktu . c. Hasil keuntungan ini diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. Degree of risk Degree of risk.Kepercayaan .barang atau jasa akan bener-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang . B Fungsi dan Tujuan Kredit Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai beberapa tujuan yang hendak dicapai. Mencari keuntungan Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk memperoleh keuntungan. Dengan dana itu debitur dapat mengembangkan dan memperluas usahanya. baik dana untuk investasi maupun untuk modal kerja. d. Membantu usaha nasabah Tujuan selanjutnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana. Tujuan pemberian kredit juga tidak akan terlepas dari misi bank itu sendiri.

Jenis Jenis Kredit A. Kredit meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang c. membuka kesempatan kerja. Kredit adalah jembatan untuk meningkatkan pendapatan f. Kredit dapat meningkatkan daya guna uang b.Semakin banyak kredit yang disalurkan berarti ada kucuran dana dalam rangka peningkatan pembangunan khususnya di sektor riil. Kredit Likuiditas gadai ulang Yaitu Kredit yang diberikan kepada bank bank oleh Bank Sentral agar dapat memperluas pemberian kreditnya. Fasilitas Diskonto Fasilitas diskonto dalam rupiah adalah penyediaan dana jangka pendek oleh Bank Indonesia dengan cara pembelian promes (surat sanggup)yang diterbitkan oleh bank umum dan bank pembangunan yang tergolong sehat dan cukup sehat atas dasar diskonto B. Kredit konsumtif Kredit ini dipergunakan oleh peminjam untuk keperluan konsumsi. Adapun keuntungannya bagi bagi pemerintah yaitu penerimaan pajak yang diperoleh nasabah bank. Kredit Yang Diberikan Oleh Bank Indonesia 1.baik dalam pemberian kredit oleh bank yang bersangkutan kepada nasabahnya maupun untuk mengatasi kesulitan likuiditas dalam keadaan darurat . b. menghemat devisa negara. meningkatkan jumlah barang dan jasa.Jawatan Pengadaian.Perum Peruri. 2.dan usaha usaha lainnya . Kredit adalah salah satu alat stabilisasi ekonomi d.dan untuk pembiayaan lainnya. Kredit Likuiditas Kredit Likuiditas adalah kredit Yang diberikan oleh Bank Sentral kepada bank bank . meningkatkan devisa negara apabila produk dari kredit dibiayai untuk ekspor. Kredit menimbulkan kegairahan berusaha e.yakni : a. Terdapat beberapa fungsi kredit dalam hubungannya dengan siklus perekonomian.Lembaga Keuangan Bukan Bank. Jenis jenis Kredit Perbankan untuk Masyarakat 1.artinya uang kredit akan habis terpakai untuk memenuhi kebutuhannya . Kredit Likuiditas darurat Dibedakan dalam dua jenis yaitu : y Kredit likuiditas darurat umum y Kredit likuiditas darurat khusus c. Kredit Langsung Kredit Langsung adalah kredit yang diberikan secara langsung kepada pihak ketiga bukan bank seperti . Menurut Muchadarsyah Sinungan (1993 :211) fungsi kredit adalah : a. perdagangan lalu lintas moneter. Kredit Likuiditas tersebut dibagi dalam dua golongan. Kredit Dilihat dari Sudut Tujuannya Kredit ini terdiri dari atas : a. Kredit sebagai alat untuk meningkatkan hubungan internasional C.pertamina.

23/69/KEP/DIR bertanggal 28 Februari 1991 Tentan Jaminan Pemberia Kredit . 2.Kredit denga Angunan (Secured Loan ) Angunan barang. Kredit produktif Kredit ini ditujukan untuk keperluan produksi dalam arti luas. Kredit jangka menengah (medium term loan ) Kredit jangka menengah (medium term loan).jenis ± jenis kredit dilihat dari sudut jangka waktu nya terdiri atas: a.efek 4.upah buruh dan suku cadangan (spare parts). Kredit pembeli 4.yang berarti peningkatan utility of plae dari suatu barang.kredit modal kerja dapat diberikan oleh bank untuk menbiayai .Kredit Dilihat dari Sudut Penggunaannya . Kredit perdagangan Dipergunakan untuk keperluan perdagangan pada umunya . c. b.dan sertifikat yang didaftar di bursa efek.yakni kredit yang berjangka waktu antara 1 sampai 3 tahun . Kredit wesel 5.obligasi.perdagangan maupun investasi c. 2.kegiatan ± kegiatan misalnya untuk membeli bahan baku . Kredit Jangka Pendek (Short Term Loan ) Kredit jangka pendek (short term loan ). Penyerahan persediaan barang sebagai agunan dilakukan dengan asas kepercayaan.kredit produktif digunakan untuk peningkatan usaha baik usaha ±usaha produksi. Kredit Dilihat dari Sudut Jangka Waktunya Berdasarkan Undang ± undang Nomor 14 /1967 tentang Pokok ± pokok Perbankan . Kredit Penjualan 3.Pasal. Kredit Rekening Koran .2 telah diatur ketentuan bahwa bank tidak diperkenankan memberikan kredit kepada siapapun tanpa jaminan Kredit tanpa jaminan atau agunan yang disebut kredit kelayakan usaha.b. Kredit Tanpa Jaminan (Unsecured Loan ) Dalam SK Direksi BI No. Kredit Dilihat dari Sudut Jaminnanya a. Kredit jangka panjang (long term loan) 3.dan lain ± lain. Kredit eksploitasi b.baik barang tetap maupun barang tidak tetap (bergerak) Angunan pribadi yaitu surat perjanjuan di mana satu pihak menyanggupi pihak lainnya (kreditur) bahwa ia menjamin pembayarannya suatu utang apabila si terutang ( kreditur )tidak menepati kewajibannya Angunan efek efek saham . sehingga barang itu sendiri tetap berada dalam perusahaan.Dilihat dari segi perusahaan kredit jangka pendek tersebut dapat berbentuk : 1.yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum 1 tahun.

Kredit Investasi Pengertian kredit investasi .Meyusun laporan analisis yang diperlukan c.baik data intern maupun data ektern c.adalah kredit jangka menengah atau panjang yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk melakukan investasi atau penanaman modal E.Permohonan Kredit Permohonan fasilitas kredit mencak 1.sedangkan pekerjaan analisis dilakukan oleh kredit analisis .Penyidikan Dan Analisi Kredit 1.Mempersiapkan pekerjaan pekerjaan penguraian dari segala aspek b. Pengumpulan data yang berhubugan dengan permohonan kredit yang diajukan nasabah . Penyusunan laporan seperlunya mengenai hasil penyidikan yang telah dilaksanakan 2. Pekerjaan penyelidikan dilakukan petugaas yang berfungsi sebagai penyidik kredit .Yang dimaksud penyidikan (investigasi )kredit adalah pekerjaan yang meliputi: a. Pemeriksaan atau penyidikan atas kebenaran dan kewajiban mengenai hal hal yang dikemukakan nasabah d. Kredit Eksploitasi Pengertian kredit eksploitasi adalah kredit yang berjangka waktu pendek yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk biaya kebutuhan modal kerja perusahaan sehingga dapat berjalan dengan lancar b. Setiap permohonan kredit yaang diadakan penyelidikan dan analisis d. Wawancara dengan pemohon kredit atau debitur b. Permohonan permohonan lainnya fasilitas kredit yang sedang berjalan b. Yang dimaksud analisa kredit adalah pekerjaan yang meliputi : a. a. Permohonan tambahan suatu kredit yang sedang berjalan 3.Penggolongan kredit menurut penggunaannya dapat dibagi sebagai berikut: a.Permohonan baru untuk mendapatkan suatu jenis fasilitas kredit 2. Adapun penyajian konteksnya dalam bentuk urutan langkah langkah yang lazim dalam prosedur memberian kredit yang harus ditangani oleh sebuah bank yaitu. Prosedur pemberian Kredit Syarat syarat atau petunjuk tindakan tindakan yang harus dilakukan sejak diajukannya permohonan nasabah sampai dengan lunasnya suatu kredit yang diberikan oleh bank. Permohonan perpanjangan atau pembaruan masa laku kredit yang telah berakhir jangka waktunya 4.

keputusan Atas Permohonan Kredit Yang dimaksud dengan keputusan adalah setiap tindakan pejabat yang berdasarkan wewenangnya berhak mengambil keputusan berupa menolak .pencairanya berupa pembayaran 8.Jenis jenis Jaminan pada Bank 1. Jaminan Berupa Benda (Jaminan Kebendaan ) Pemberian jaminan berupa benda berarti mengkhususkan suatu bagian dari kekayaan seseorang dan menyediakan guna pemenuhan atau pembayaran kewajiban seseorang debitur . 1. Memberi dorongan kepada debitur (tertagih) untuk memenuhi perjanjian kredit B. Secara umum jaminan kredit diartikan sebagai penyerahan kekayaan atau penyertaan kesanggupan seseorang untuk menanggung pembayaran kembali suatu utang Kegunaan jaminan adalah untuk. Surat penegasan persetujuan permohonan kredit kepada pemohon 2. Asuransi kredit 6.Persetujuan Permohonan Kredit Yang dimaksud persetujuan permohonan kredit adalah keputusan bank untuk mengabulkan sebagian atau seluruh permohonan kredit dari calon debitur Langkah langkah yang harus diambil antara lain seperti di bawah ini: 1.3.Pencairan Fasilitas Kredit Pencairan fasilitas kredit adalah Setiap transaksi dengan menggunakan fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank . Jaminan Kredit A. Pembayaran Bea Materai Kredit 7. Membeikan hak dan kekuasaan kepada bank untuk mendapatkan pelunasan dari hasil penjualan barang barang jaminan tersebut apabila nasabah melakukan cidera janji 2.menyetujui dan atau mengusulkan permohonan fasilitas kredit kepada fasilitas kredit kepada pejabat yang lebih tinggi 4. Informasi untuk bagian lain 6. Asuransi jaminan 9. Pengikatan Jaminan 3. Penandatanganan perjanjian kredit 4.Persetujuan Permohonan Kredit Yang dimaksud persetujuan permohonan kredit adalah keputusan bank untuk mengabulkan sebagian atau seluruh permohonan kredit dari calon debitur 7. Menjamin agar nasabah berperan serta didalam transaksi untuk membiayai usahanya 3. Penandatanganan Surat Askep 5.Penolakan Permohonan Kredit Penolakan permohonan dapat terjadi jika permohonan kredit yang nyata nyata dianggap oleh bank secara teknis tidak memenuhi persyaratan 5. Perlunasan Fasilitas kredit Perlunasan kredit adalah dipenuhinya semua kewajiban utang nasabah terhadap bank yang berakibat hapusnya ikatan perjanjian kredit F. Pembayaran Provisi kredit 8.

Secara umum penentuan bunga kredit yang membedakan satu kredit dengan kredit lainnya adalah : 1. Reputasi perusahaan 4. ketentuan Umum Bunga Kredit Bila diamati tingkat bunga kredit untuk setiap jenis kredit yang diberikan oleh bank . Produk yang Kompetitif 5. b.terlihat kecenderungan penetapan tingkat bunga kredit berbeda antara satu kredit dengan jenis kredit lainnya . e.Perbedaan penentuan bunga kredit itu didasarkan atas rasio yang berbeda beda . Kualitas Jaminan Kredit 3. Jangka Waktu Kredit 2. Penentuan Bunga kredit A. Bencana Alam . Kebijaksanaan Pemerintah b. FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KREDIT MACET Penyebab dari suatu keadaan kredit yang macet adalah karena kesulitan ±kesulitan keuangan yang dialami debitur Penyebap dari kesulitan keuangan perusahaan yang melibatkan suatu kemaetan kredit dibagi menjadi dua katagori a) Faktor Intern a. c. Hubungan Baik 6.G. Jaminan Pihak Ketiga H. Aspek pemasaran Aspek pengaturan keuangan Aspek dana Aspek teknis Aspek teknis b) Faktor Esktern a. Perkembangan Tekhnologi c. d.

Kurang lancar berarti ada kelambatan sebentar dalam pembayaran angsuran pokok. Macet berarti menunggak dan tidak lagi membayar angsuran. maka kredit yang diberikan oleh bank dapat digolongkan ke beberapa keadaan yaitu: a. diragukan . b. bunga atau cerukan. Pengelompokan Kredit Berdasarkan Kelancaran atau Keadaan No 1 Kolekbilitas Lancar Jangka Waktu Kredit 1 bulan 1 ± 3 bulan 4 bulan atau lebih Tanpa angsuran < 1 bulan 4 bulan atau lebih < 3 bulan Kelancaran mengembalikan < 1 bulan < 3 bulan < 6 bulan Sebelum jatuh tempo >1bulan < 3 bulan >3 bulan < 6 bulan Tanpa angsuran pokok Tidak termasuk lancar dan kurang lancar Masih dapat diselamatkan dapat 2 Kurang lancar 3 Diragukan 75% dari saldo kredit+bunga Agunan minimum100% dari Kredit tidak kewajiban debitur diselamatkan 4 Macet Tidak termasuk kriteria lancar. Kolektibilitas adalah ketertiban pembayaran bunga oleh nasabah. Bentuk tabel dibawah ini adalah kriteria pengelompokan kredit berdasarkan kalancaran atau keadaan.I. diragukan Tidak termasuk kriteria lancar. kurang lancar. bunga atau cerukan. Lancar berarti tidak terdapat tunggakan angsuran pokok bunga atau cerukan. KOLEKBILITAS KREDIT Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam SK direksi BI No 23/68/KEP/DIR serta SEBI NO se 23/12/BPPP bertanggal 28 Februari 1991 tentang penggolongan kolektibitas aktiva produktif. tetapi debitur masih membayar dan dapat ditolirer. Menurut Muchdarsyah Sinungan (1993 : 265) pengelompokan kredit berdasarkan keadaan dan kelancarannya sangat perlu untuk dilakukan demi kelancaran tugas-tugas pengamanan fasilitas-fasilitas yang telah diberikan kepada para nasabah. bunga atau cerukan. dan pembentukan cadangan atas aktiva. kurang lancar. c. Dari sudut kolektibitas yaitu keadaan pembayaran pokok dan pembayaran bunga kredit oleh nasabah. d. Diragukan berarti selalu terlambat cukup lama dalam pembayaran angsuran pokok. tetapi debitur masih membayar dan sulit ditolirer.

Kredit Macet Setiap Bank pasti mengalami masalah kredit macet.ciri jungle fighter (flamboyan. Kredit yang dijamin dengan jaminan tambahan (agunan) cukup tinggi. cerdas. Badan Urusan Negara dan ke perusahaan asuransi kredit. karenanya bank wajib menghindarkan diri dari kredit macet Oleh karena itu kreditur dalam penanganan kredit juga perlu mengetahui tipe debitur. Persyaratan kredit harus lebih realistis. kompeten.4 > 21 bulan digolingkan sejak kredit Belum ada penyelamatan pelunasan / Penyelesaian kredit diserahkan ke pengadilan negeri. b. disiplin) Cara menghadapi type diktator (opening ceremony singkat. kerja keras. dingin. jangan menantang. tidak setia) Cara menghadapi jungle fighter (persiapan yang matang. cerdas. tenang. tidak selalu berarti baik. d. konsisten) . Risiko pemberian kredit harus dapat diukur secara tepat. waspada/jangan terperangkap. i. suka perang. e. h. Keputusan kredit hendaknya didasarkan pada pertimbangan dan analisis yang matang (tidak dibuat tergesa-gesa). agresif. Jungle Fighter ( tukang pukul ) Ciri. c. mau menang sendiri. Bank tidak boleh memberikan kredit kepada calon debitur yang tidak diketahui/dipahami secara benar. Pemberian kredit yang berisiko tinggi hanya diberikan pada perusahaan yang memiliki prestasi yang baik. Pejabat kredit harus lebih waspada terhadap nasabah yang pindah dari bank lain. optimis. Jumlah kredit yang diberikan pada suatu nasabah. tenang. disiplin. tenang. Bank tidak mungkin terhindar dari kredit macet. Pejabat kredit tidak boleh merasa sanksi terhadap karakter calon nasabahnya (selektif). f. j. Apabila kredit dijamin dengan garansi (personal guarantee) maka orang yang memberikan garansi harus diperlakukan sama dengan calon debitur. Adapun tipe debitur yaitu : 1. Kemacetan kredit suatu hal yang akan merupakan penyebab kesulitan terhadap bank itu sendiri yaitu berupa kesulitan yang menyangkut tingkat kesehatan bank. k. relevan dan dapat dipercaya. berdasarkan informasi yang lengkap. curang/licik. g. Setiap kredit sebaiknya mempunyai dua sumber pembayaran yang terpisah yaitu dari hasil opersional/usaha debitur dan dari sumber lainnya. waspada atas kharismanya) 2. tegas. tidak menantang. Diktator Ciri-ciri diktator (mengontrol. mengumbar janji. goal oriented. ulet. kuasai persoalan. Pinsip-Prinsip Pemberian Kredit yang Sehat menurut Agus Basuki:2007 a. ahli mengorganisasi. tidak boleh melebihi kebutuhannya. ulet.

beri batas waktu. mencari alternative penyelesaian masalah.3. suka bekerja. tidak komunikatif) Cara menghadapi shilhoutte (to the point. pemalas. Shooter (bayang-bayang) Ciri-ciri shooter (mentolerir keadaan. konsisten. Ciri-ciri big daddy (manipulator. menghindar/menjaga jarak. dapat dipercaya. kompeten. tetapkan goal) 5. suka mengancam. ragu-ragu. sabar. suka menolong. beri batas waktu. memberi kesempatan orang untuk maju. . pertimbangan usulan dengan serius. tekun. baik hati tenang. suka ikut campur urusan orang) Cara menghadapi big daddy (serius. jelaskan maksud secara rinci. memperhatikan. kuasai persoalan. humoris) Cara menghadapi win-win (beri masukan. Shilhoutte (orang terlalu baik). penjilat. menghargai. Win-win ( menang-menangan ) Ciri-ciri win-win (memperhatikan. meminta pendapatan orang lain. Big daddy/mama (kebapakan/keibuan). konsisten) 4. terlalu melindungi. konsisten) 6. menyalahkan diri. Ciri-ciri shilhoutte (motivasi tinggi. hati-hati. setia. suka membantu. fleksible. berusaha memahami. suka harmonis) Cara menghadapi shooter (tetapkan goal. ikut iramannya). dapat dipercaya. mengelak dari tanggungjawab. janji tidak ditepati. kreatif.

tindakan yang diambil a. Memperpanjang jangka waktu Kredit b.Guna menekan seminimal mungkin maka diperlukan J. Memperpanjang janka waktu angsuran c. . TINDAKAN PENYELAMATAN USAHA NASABAH OLEH BANK a. Pembebasan Bunga Pembebasan bunga ini dapat untuk sementara . Restructuring Dengan meninjau kembali situasi dan kondisi permodalan . Tambahan Equity C . Penundaan pembayaran bunga Yaitu bunga tetap dihitung .miasalnya rescheduling dengan reconditioning. Penurunan Suku Bunga Yaitu nasabah di nilai masih mampu membayar bunga pada waktunya. Tambahan kredit b.tetapi suku bunga yag digunakan terlalu tinggi d.antara lain : a.serta gabungan dari rescheduling. Rescheduling Kebijaksanaan ini terkait dengan jangka waktu kredit sehingga keringanan yang dapat diberikan adalah : a.ataupun seluruh utang bunga c.reconditioning dan restructuring.tetapi penagihan atau pembebanannya kepada nasabah tidak dilaksanakan sampai nasabah memiliki kesanggupan c. Kombinasi Tindakan penyelamatan dapat juga merupakan kombinasi . Penurunan jumlah untuk setiap angsuran yang mengakiibatkan perpanjangan jangka waktu kredit b.selamanya . Kapitalisis bunga Yaitu bunga dijadikan utang pokok sehingga nasabah untuk waktu tertentu tidak perlu membayar bunga .rescheduling dan resonditioning dengan restructuring.tetapi utang pokoknya dapat melebihi plafon yang disetujui b. Reconditioning Dalam hal ini bantuan yang diberikan dalah berupa keringanan atau perubahaan persyaratan kredit.

terutama dengan memperhatikan kredit yang kolekbilitasnya tergolog Diragukan dan Macet. Bank tidak boleh melakukan pengecualian dalam melakukan evaluasi dan pencantuman dalam daftar kredit bermasalah tersebut .Diragukan. Bank selanjutnya mengawasi secara khusus kredit kredit yang termasuk daftar dan segera melakukan penyelesaian. Penangganan kredit bermasalah atau diduga akan menjadi kredit bermasalah juga harus dilakukan sejak dini dan segera mungkin d.K. Penentuan kolektibilitas tersebut harus sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia c. Bank melakukan evaluasi terhadap daftar kredit dalam pengawasan khusus tersebut dan menghitung besar presentase kredit termasuk total kredit. Setiap bulan Bank wajib menyusun daftar ata kredit kredit yang kolektibilitasnya tergolong Kurang Lancar .dan Macet dan kolektibilitasnya masih tergolong Lancar namun cenderung memburuk pada bulan bulan selanjutnya. Bank harus mendeteksi secara dini adanya kredit bermasalah atau diduga akan menjadi kredit bermasalah . b. b. Bank tidak melakukan penyelesaian kredit dengan cara menambah planfod kredit e.dengan pendekatan sebagai berikut: a. Bank tidak menbiarkan atau bahkan menutup nutupi adanya kredit bermasalah. Bank tidak boleh melakukan pengecualian dalam penyelesaian kredit bermasalah Kredit Dalam Pengawasan Khusus Bank wajib melakukan pengawasan secara khusus. c.5 % (tujuh setengah persen )dari jumlah kredit secara keseluruhan Laporan Kredit Bermasalah Kepada Bank Indonesia . Evaluasi Kredit Bermasalah a. Penyelesaian Kredit Bermasalah Apabila jumlah kredit yang kolekbilitasnya tergolong Diragukan dan Macet telah mencapai 7. Dalam penetapan kolekbilitas tersebut Bank tidak boleh melakukan pengecualian terutama kredit kepada pihak pihak yang terkait dengan Bank dan Debitur debitur besar tertentu d.yang sekurang kurangnya mencangkup langkah langkah : a. b. PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH Pendekatan Kredit Bermasalah Dalam menanggani kredit bermasalah .

Daftar kredit yang tidak dapat ditagih serta cara penyelesaiannya wajib segera dilaporkan secara tertulis kepada Bank Indonesia dengan tembusan kepada dewan komosaris Bank . Program penyelesaian kredit tersebut harus sesuai dengan kpb Pelaksanaan Program Penyelesaian Kredit Bermasalah a.sedangkan pelaksananan penyelesaian kredit bermasalah telah dilaksanakan secara maksimal b.maka peneliti berpendapat bahwa faktor yang paling berpengaruhi adalah faktor yaitu : Jangka waktu pengembaliaan kredit Tingkat bunga pinjaman Angka kolektibiltas y y y .4 Kerangka Pemikiran Dalam rangka penelitian kredit macet . Hasil pelaksanaan program penyelesaian kredit bermasalah tersebut juga dilaporkan oleh direksi Bank kepada Bank Indonesia. STK menyusun program penyelesaian kredit bermasalah dengan diajukan kepada direksi guna memperoleh persetujuan b. Pelaksanaan penyelesaian kredit bermasalah dilakukan secara penuh ole STK berdasarkan program yang telah disetujui oleh direksi b. 3. Apabila hasil penyelesaian kredit bermasalah jauh di bawah perkiraan (target) penyelesaian kredit bermasalah yang direncanakan. Evaluasi Efektifias Program Penyelesaian Kredit Bermasalah a.Bank harus segera menyampaikan laoporan tertulis kepada Bank Indonesia apabila jumlah kredit yang kolekbilitasnya tergolong Diragukan dan Macet telah mencapai kriteria tersebut diatas Pembentukan Satuan Kerja Bank wajib membentuk satuan kerja atau kelompok kerja atau tim kerja atau istilah Satuan Tugas Khusus (STK) yang bertanggung jawab untuk menyelesaiakn kredit bermasalah Penyusunan Program Penyelesaian Kredit Bermasalah a. STK melaksanakan penyelesaian kredit yang tidak dapat ditagih sesuai dengan cara penyelesaian yang disetujui direksi c. Hasil evaluasi efektifitas program penyelesaian kredit bermasalah serta perubahan atau perbaikan program dimaksud wajib segera dilaporkan kepada Bank Indonesia Penyelesaian Terhadap Kredit Yang Tidak Dapat Ditagih a. STK melakukan penyelesaian berkala atas perkembangan penyelesaian kredit bermasalah c. STK mengusulkan cara cara penyelesaian kredit yang sudah tidak dapat ditagih kepada direksi b.

Semakin besar kolektabilitas.dan jangka waktu pengembalian kredit.Masing masing faktor tersebut yang ada pada variabel bebas secara sendir sendir atau bersama akan berpengaruh munculnya produk yang berupa kredit macet . .karena bunga adalah biaya kredit yang harus dibayar bersama angsuran .X1 X2 Kredit Macet (y) x3 Keterangan : X1 X2 X3 Y : Jangka waktu pengembalian kredit Tingkat bunga pinjaman Angka kolekbilitas : : : Kredit macet Dengan demikian kredit macet adalah multi produk hasil interaksi antara tingkat bunga pinjaman.Dengan demikian faktor ini akan berpegaruh kuat dan nyata (significant) terhadap kredit macet.sedang di sisi lain akan memberatkan nasabah dalam mengembalikan kredit .angka kolekbilitas . semakin kecil kemungkinan kredit macet karena angka kolekbilitas yang besar angka Menunjukan kemampuan bank dalam mengelola kredit kolektibilitas yang besar menunjukan kemampuan bank dalam mengelola kredit. b) Angka kolektibilitas Angka kolekbilitas juga berpengaruh terhadap kredit macet .Hal tersebut dijelaskan sebagai berikut : a) tingkat bunga pinjaman atau rata rata pinjaman Tingkat bunga yang tinggi dari sudut perbankan di satu sisi akan memperlambat atau mempersulit angsuran kreditnya karena persaingan yang tajam.

variabel bebasnya .c) Jangka waktu kredit BPR seperti halnya Bank Umum cenderung memberikan jangka waktu pinjaman yang relatif pendek (10 bulan).Dengan demikian BPR ini hanya memberi kredit dengan jangka waktu kredit antara 10 ± 20 bulan.Hanya nasabah yang bagus saja yang memperoleh jangka waktu kredit sampai 20 bulan . Sedangkan perbedaannya terletak pada jenis bank .1993)Hipotesi adalah : Suatu proposi atau anggapan yang dapat benar namun juga dapat salah dan sering juga dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahaan persoalan ataupun untuk penelitian lebih lanjut Atas dasar hal tersebut di atas. Menurut (Supranto .analisa faktorfakornya serta data yang digunakan yaitu : Hubungan Logis Antar Variabel Dan Perumusan Hipotesi Hipotesis adalah pernyataan singkat yang disimpulkan dari tinjauan pustaka (yaitu landasan teoridan penelitian terdahulu )yang merupakan sementara terhadap masalah yan diteliti.hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Ha1 :Diduga ada pengaruh nyata dan negatif antara jangka waktu pengembalian kredit dengan kredit macet Ha2 macet Ha3 : Diduga ada pengaruh yang nyata dan negatif antara angka kolektibilitas dengan kredit :Diduga ada pengaruh yang nyata dan positif antara tigkat bunga pinjaman dan kredit .

.

yang terdiri dari 177 nasabah umum dengan nilai Rp.data suku bunga .angka kolekbilitas) 3. y Dari populasi yang ada (177 nasabah ) akan diambil sampel sebanyak ....BAB III METODE PENELITIAN 3.2 Gambaran Populasi Dan Penyempelan (Sampling ) Total kredit macet yang ada pada BPR Indo tampersada RP . c.Sejarah dan gambaran umum pada PT BPR Indotama Persada di Surakarta yang akan mendasari adanya paparan kasus..50( .jumlah debitur yang memiliki kredit macet b...1 Jenis dan Sumber Data Data dan informasi yang relevan merupakan syarat mutlak yang dibutuhkan dalam penelitian data yang diperoleh yaitu data primer dan sekunder Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebagai berikut : a...Data dan informasi keuangan dan non keuangan lainya yang berhubungan dengan penelitian ini (data nilai kredit macet...berjumlah Rp ....

3.3 Metode Pengumpulan Data 3.yang secara teoritis mendasari kajian ±kajian teori serta mendasari analisisnya.dimana stratanya adalah jenis pekerjaan (Masri Singarimbun.Populasi yang ada terdiri dari .diharapkan dapat diperoleh data sekunder yang berupa peraturan pemerintah yang ada relevensinya dengan penelitian ini . 3.Penyampelan dilakukan secara random (acak ) dari populasi yang distrafikasikan sehingga jenis ³Sampling´nya adalah :Startified random sampling. .1989) Dari penyampelan tersebut akan dicari persamaan regresinya .1STUDI PUSTAKA Dari studi pustaka .

3.Observasi Observasi dilakukan terhadap praktek administrasi perkreditan b.Wawancara wawancara ini dilakukan dengan pimpinan perusahaan dan kepala kredit 3.BPR indotama persada di surakarta dengan cara mempelajari data yang ada Pengumpulan data dilakukan dengan cara : a .3.2 STUDI LAPANGAN Studi ini dilakukan di PT.4 Metode Analisis Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan : a) Analisa Rasio Dengan membandingkan antara pendapatan bunga dengan kredit yang disalurkan untuk nasabah yang menjadi sampel b) Analisa Regresi Linear Berganda dengan Logaritma Berganda Model persamaan yang digunakan adalah model logaritma natural (log n / ln) dengan menggunakan variabel terikat (Y) sedangkan variabel bebasnya adalah : X1 X2 = Jangka waktu pengembalian kredit Tingkat bunga pinjaman = X 3 = Angka kolekbilitas Bentuk persamaan regresi yang digunakan adalah : .

dicoba untuk dilihat apakah tanda parameter cocok dengan teori ekonomi atau tidak Pada evaluasi ekonometrik dititikberatkan kepada pengujian hasil parameter terhadap kriteria teknik penyelesaian atas dasar analisis kuantitatif. Evaluasi ekonometrik 3. Evaluasi ekonomi 2.digunakan tiga macam evaluasi yaitu : 1.Unbiased.Efficient estimator ) . Evaluasi stastitik Dalam evaluasi ekonomi.Linear.Atau dapat juga dikatakan disini : Apakah dalam penyelesaian pembuatan ± pembuatan model analisis ada penyimpangan ± penyimpangan asumsi klasik atau model belum memenuhi persyaratam BLUE (Best.Y = bo + b1 x1 + b2 x2 + b 3 x3 + e Dimana : Y b0 b1 b2 b3 X1 X2 X3 = Kredit macet = Kostanta = Koefisien parameter X1 =Koefisien parameter X2 = Koefisien parameter X3 Jangka waktu pengembalian kredit = Tingkat bunga pinjaman = Angka kolekbilitas = Untuk mengetahui validitas dari masing ±masing regresi .

uji Durbin Waston .R2 (keterangan lebih terperinci pada Bab V Analisis Data) c) Analisa Kualitatif Pada analisis ini lebih melihat pada:pelaksanaan pemberian kredit dan penyelesaian kredit macet.F.heterosccdasticity).Apabila ada gejala atau penyimpangan ± penyimpangan asumsi klasik dalam regresi artinya ada penyakit ekonometrika (multi kolinearty.ketiga penyaki itu ada atau tidak harus diuji dulu dengan uji T.auto korelasi . . Sedangkan evaluasi stastitik akan diuji nilai dari t.