ANALISA KREDIT MACET PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT (SUATU STUDI KASUS TENTANG KEGAGALAN KREDIT MACET PADA

BANK PERKREDITAN RAKYAT, INDOTAMA PERSADA,SURAKARTA)

PROPOSAL SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat Untuk menyelesaikan Program Sarjana (SI) Fakultas Ekonomi Universitas Semarang Disusunoleh :

DindaSitiWahyuni NIM. B.131:07.0079

FAKULTAS EKONOMI SEMARANG SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Bank merupakan suatu lembaga keuangan yaitu suatu badan usaha yang berfungsi sebagai perantara keuangan dari dua pihak, yakni pihak yang kekurangan dana dan yang membutuhkan dana (Susilo: 2000) sebagai lembaga perantara keuangan antara pihak yang kelebihan dana dan pihak yang membutuhkan dana. Dalam menjalankan kegiatan perbankan membutuhkan kepercayaan. Masyarakat memberikan kepercayaan kepada pihak perbankan untuk menjaga sejumlah dana yang telah disimpan di Bank. Sementara pihak Bank menempatkan atau menyalurkan dananya pada debitur yang dilandasi unsur kepercayaan.

giro dan deposito. 3 . maka tabungan. menyalurkan dalam bentuk kredit.10 Tahun 1998 tentang perbankan menyatakan bahwa bank adalah suatu lembaga keuangan yang tugas utamanya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali. Pemberian kredit mengandung suatu tingkat risiko tertentu dimana ada kemungkinan kredit yang tidak dapat ditagih.Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan di pedesaan. Agar dapat menentukan besarnya jumlah pinjaman yang akan diberikan. Dengan mengetahui kondisi keuangan debitur dimaksudkan untuk memperkecil resiko kredit. Untuk menghindari atau memperkecil risiko tersebut. Agar bank mampu beroperasi dan berkembang. Pemerintah berusaha mewujudkan usaha tersebut dengan cara menggunakan fasilitas pelayanan perbankan yaitu dalam memberikan kredit kepada masyarakat.BPR-BKK Lasem sebagian besar nasabahnya adalah pedagang dan petani. kreditur juga harus mengetahui kondisi atau keadaan keuangan calon debitur. kreditur harus menentukan calon debitur yang layak. Dalam rangka ini perlu adanya perhatian pada usaha untuk membina dan melindungi usaha kecil dan tradisional serta golongan ekonomi lemah pada umumnya. deposito berjangka harus tetap digalakkan terutama deposito sehingga dapat meningkatkan pembangunan melalui kredit. giro. PD. Sebelum kreditur atau pihak bank memberikan kredit kepada calon debitur. maka permohonan kredit harus dinilai oleh bank. Menurut Undang-undang No. Bank menghimpun dana dalam bentuk simpanan yaitu tabungan.

Dengan dasar pemikiran di atas..892. Repayment capacity.607.020. Hampir semua bank mengalami masalah kredit macet.475 6.403.076.685. maka penulis tertarik mengambil judul Analisis Kredit pada PD.625 6. Capital..952.725 88.259.Adapun syarat-syarat penilaiannya adalah Return.351.049.975 4.875 6.243.750 360.700 364.777.657.662.382. Dengan dipenuhinya syarat-syarat penilaian tersebut maka kemungkinan kredit yang tidak dapat ditagih dapat diminimalisasikan.250 986.875 5. Collateral.12 87.. Walaupun berbagai antisipasi tersebut diatas sudah dilakukan tetapi masih saja mengalami kredit yang bermasalah.981.maka dapat dirumuskan permasalahaanya yaitu: 1.700 940.043. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kredit macet pada BPR indotama persada? .150 7.750 876.0 87.973.277.829. Capacity.260.625 868. Menurut data perkembangan kredit yang diperoleh pada BPR-BKK Lasem adalah sebagai berikut: \ Bulan Outstanding Lancar (Rp) Kurang Lancar Diragukan Macet NPL (persen) Januari Februari Maret April Mei Juni 7..800 388.087.102.720.530.448.524.295.263.400 813.85 86.53 Dari data diatas dapat diketahui bahwa.500 5.dalam menyeleksi calon nasabah yang layak dan bagaimana mengungkap penyebab kredit macet.625 5.600 972.894.800 335..350 291. Charakter.600 460.225.dalam memberikan kreditnya mengalami masalah Penelitian ini mendeskripsikan langkah yang ditempuh ..897.975 6.928.404.425 4..52 85.. Risk Bearing Ability.552.800 5.377.BPR-BKK Lasem Berdasarkan latar belakang masalah diatas .77 85. Condition..

. Alternatif pemecahaan apa saja yang dilakukan pada BPR indotama Persada? 1.2. Untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhui kredit macet 2. Faktor-faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kredit macet pada BPR indotama Persada? 3. Untuk merumuskan alternatif pemecahaan kredit macet BPR pada PT BPR Indotama Persada Sedangkan kegunaan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan bagi pengambil keputusan yang berkaitan dengan kredit macet sehinga dapat diambil keputusan yang cepat dan benar . Untuk mengindentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap kredit macet 3.Tujuan Dan Kegunaan Penelitian Dalam penelitian ini .3.tujuan yang ingin dicapai adalah: 1.disamping itu juga sebagai bahan referensi bagi peneliti yang akan datang.mengigat masih terlalu sedikitnya penelitian tentang kredit macet.

Kredit bank mempunyai ketentuanketentuan yang disetujui bersama yang dituangkan dalam suatu perjanjian kredit. Dalam praktiknya kredit bank adalah pemberian pinjaman oleh bank kepada nasabahnya untuk membiayai kegiatan usahanya dalam jumlah tertentu dan jangka waktu yang disepakati bersama antara bank sebagai kreditur dan nasabah sebagai debitur. utang debitur tetap tidak dibayar.BAB II LANDASAN TEORI 2. Unsur-unsur Kredit. Senada dengan itu menurut Basuki (dalam Panitia Urusan Piutang Negara. termasuk bunganya (Astiko Sunardi. A . Kredit diberikan atas dasar kepercayan .1 Pengertian Kredit Macet Menurut Bank Indonesia (2007:2) Kredit macet adalah apabila telah diusahakan oleh bank dengan membayarkan perpanjangan waktu atau kelonggaran. Hal ini berarti prestasi yang diberikan benar-benar diyakini dapat dikembalikan penerima kredit ya ng sesuai dengan waktu dengan syarat syarat yang disetujui bersama .Dengan demikian pemberian kredit adalah kepercayaan. Kredit diberikan bila ada jaminan bahwa pelunasan hutang dan bunga akan diselesaikan dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati. Kepercayaan . yang berisi antara lain kesediaan debitur untuk membayar kembali kreditnya.1996).2007:2) kredit macet adalah apabila debitur tidak membayar utangnya menurut ketentuan yang tercantum dalam perjanjian kredit.maka unsur-unsur dalam kredit adalah : a.

d. B Fungsi dan Tujuan Kredit Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai beberapa tujuan yang hendak dicapai. Degree of risk Degree of risk. Mencari keuntungan Tujuan utama pemberian kredit adalah untuk memperoleh keuntungan. Hasil keuntungan ini diperoleh dalam bentuk bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah. baik dana untuk investasi maupun untuk modal kerja.tetapi dalam bentuk uang dan jasa.barang atau jasa akan bener-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang .Kepercayaan . Membantu usaha nasabah Tujuan selanjutnya adalah untuk membantu usaha nasabah yang memerlukan dana. Tujuan pemberian kredit juga tidak akan terlepas dari misi bank itu sendiri.yaitu suatu tingkat resiko yang dihadapkan sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antara pemberian prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima dikemudian hari . Keuntungan ini penting untuk kelangsungan hidup bank b. b.Namun karena kehidupan modern sekarang ini didasarkan kepada uang. Membantu pemerintah .yaitu suatu masa yang memisahkan antara prestasi dengan kontraprestasi yang akan diterima dimasa yang akan datang c. c. Tujuan pemberian kredit yaitu : a. Waktu Waktu . Prestasi Obyek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang .yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan baik dalam bentuk uang . Dengan dana itu debitur dapat mengembangkan dan memperluas usahanya.

Kredit Likuiditas gadai ulang Yaitu Kredit yang diberikan kepada bank bank oleh Bank Sentral agar dapat memperluas pemberian kreditnya.Lembaga Keuangan Bukan Bank. Kredit konsumtif Kredit ini dipergunakan oleh peminjam untuk keperluan konsumsi. Menurut Muchadarsyah Sinungan (1993 :211) fungsi kredit adalah : a. Kredit Likuiditas Kredit Likuiditas adalah kredit Yang diberikan oleh Bank Sentral kepada bank bank . 2.dan usaha usaha lainnya . Kredit Yang Diberikan Oleh Bank Indonesia 1. Adapun keuntungannya bagi bagi pemerintah yaitu penerimaan pajak yang diperoleh nasabah bank. Kredit meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang c. menghemat devisa negara.baik dalam pemberian kredit oleh bank yang bersangkutan kepada nasabahnya maupun untuk mengatasi kesulitan likuiditas dalam keadaan darurat . Jenis Jenis Kredit A. meningkatkan devisa negara apabila produk dari kredit dibiayai untuk ekspor. Kredit dapat meningkatkan daya guna uang b. Kredit Likuiditas darurat Dibedakan dalam dua jenis yaitu : y Kredit likuiditas darurat umum y Kredit likuiditas darurat khusus c.artinya uang kredit akan habis terpakai untuk memenuhi kebutuhannya . Kredit adalah jembatan untuk meningkatkan pendapatan f. Kredit Likuiditas tersebut dibagi dalam dua golongan. Fasilitas Diskonto Fasilitas diskonto dalam rupiah adalah penyediaan dana jangka pendek oleh Bank Indonesia dengan cara pembelian promes (surat sanggup)yang diterbitkan oleh bank umum dan bank pembangunan yang tergolong sehat dan cukup sehat atas dasar diskonto B.Semakin banyak kredit yang disalurkan berarti ada kucuran dana dalam rangka peningkatan pembangunan khususnya di sektor riil. meningkatkan jumlah barang dan jasa. Kredit Dilihat dari Sudut Tujuannya Kredit ini terdiri dari atas : a. Jenis jenis Kredit Perbankan untuk Masyarakat 1. Kredit sebagai alat untuk meningkatkan hubungan internasional C.dan untuk pembiayaan lainnya. Terdapat beberapa fungsi kredit dalam hubungannya dengan siklus perekonomian. perdagangan lalu lintas moneter. membuka kesempatan kerja. Kredit menimbulkan kegairahan berusaha e. Kredit Langsung Kredit Langsung adalah kredit yang diberikan secara langsung kepada pihak ketiga bukan bank seperti .Perum Peruri.pertamina.Jawatan Pengadaian. Kredit adalah salah satu alat stabilisasi ekonomi d. b.yakni : a.

Kredit wesel 5. Kredit pembeli 4.kegiatan ± kegiatan misalnya untuk membeli bahan baku .2 telah diatur ketentuan bahwa bank tidak diperkenankan memberikan kredit kepada siapapun tanpa jaminan Kredit tanpa jaminan atau agunan yang disebut kredit kelayakan usaha. Kredit jangka panjang (long term loan) 3.Kredit Dilihat dari Sudut Penggunaannya . 2. Kredit produktif Kredit ini ditujukan untuk keperluan produksi dalam arti luas.yakni kredit yang berjangka waktu antara 1 sampai 3 tahun .Kredit denga Angunan (Secured Loan ) Angunan barang.upah buruh dan suku cadangan (spare parts). b. Kredit Rekening Koran .Pasal. Kredit jangka menengah (medium term loan ) Kredit jangka menengah (medium term loan).efek 4.yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum 1 tahun.obligasi.23/69/KEP/DIR bertanggal 28 Februari 1991 Tentan Jaminan Pemberia Kredit . c. Kredit eksploitasi b. Kredit Dilihat dari Sudut Jangka Waktunya Berdasarkan Undang ± undang Nomor 14 /1967 tentang Pokok ± pokok Perbankan . Kredit Jangka Pendek (Short Term Loan ) Kredit jangka pendek (short term loan ). Penyerahan persediaan barang sebagai agunan dilakukan dengan asas kepercayaan. Kredit Tanpa Jaminan (Unsecured Loan ) Dalam SK Direksi BI No. sehingga barang itu sendiri tetap berada dalam perusahaan. 2.perdagangan maupun investasi c.dan lain ± lain.jenis ± jenis kredit dilihat dari sudut jangka waktu nya terdiri atas: a. Kredit perdagangan Dipergunakan untuk keperluan perdagangan pada umunya . Kredit Penjualan 3. Kredit Dilihat dari Sudut Jaminnanya a.b.kredit modal kerja dapat diberikan oleh bank untuk menbiayai .yang berarti peningkatan utility of plae dari suatu barang.Dilihat dari segi perusahaan kredit jangka pendek tersebut dapat berbentuk : 1.kredit produktif digunakan untuk peningkatan usaha baik usaha ±usaha produksi.baik barang tetap maupun barang tidak tetap (bergerak) Angunan pribadi yaitu surat perjanjuan di mana satu pihak menyanggupi pihak lainnya (kreditur) bahwa ia menjamin pembayarannya suatu utang apabila si terutang ( kreditur )tidak menepati kewajibannya Angunan efek efek saham .dan sertifikat yang didaftar di bursa efek.

Pemeriksaan atau penyidikan atas kebenaran dan kewajiban mengenai hal hal yang dikemukakan nasabah d.Yang dimaksud penyidikan (investigasi )kredit adalah pekerjaan yang meliputi: a. Prosedur pemberian Kredit Syarat syarat atau petunjuk tindakan tindakan yang harus dilakukan sejak diajukannya permohonan nasabah sampai dengan lunasnya suatu kredit yang diberikan oleh bank.Mempersiapkan pekerjaan pekerjaan penguraian dari segala aspek b. Wawancara dengan pemohon kredit atau debitur b. Permohonan permohonan lainnya fasilitas kredit yang sedang berjalan b. Kredit Eksploitasi Pengertian kredit eksploitasi adalah kredit yang berjangka waktu pendek yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk biaya kebutuhan modal kerja perusahaan sehingga dapat berjalan dengan lancar b.Permohonan Kredit Permohonan fasilitas kredit mencak 1.baik data intern maupun data ektern c. Permohonan tambahan suatu kredit yang sedang berjalan 3.Penggolongan kredit menurut penggunaannya dapat dibagi sebagai berikut: a.Penyidikan Dan Analisi Kredit 1. Setiap permohonan kredit yaang diadakan penyelidikan dan analisis d. Pekerjaan penyelidikan dilakukan petugaas yang berfungsi sebagai penyidik kredit .adalah kredit jangka menengah atau panjang yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk melakukan investasi atau penanaman modal E.sedangkan pekerjaan analisis dilakukan oleh kredit analisis .Permohonan baru untuk mendapatkan suatu jenis fasilitas kredit 2. Yang dimaksud analisa kredit adalah pekerjaan yang meliputi : a. a. Pengumpulan data yang berhubugan dengan permohonan kredit yang diajukan nasabah . Kredit Investasi Pengertian kredit investasi .Meyusun laporan analisis yang diperlukan c. Permohonan perpanjangan atau pembaruan masa laku kredit yang telah berakhir jangka waktunya 4. Penyusunan laporan seperlunya mengenai hasil penyidikan yang telah dilaksanakan 2. Adapun penyajian konteksnya dalam bentuk urutan langkah langkah yang lazim dalam prosedur memberian kredit yang harus ditangani oleh sebuah bank yaitu.

keputusan Atas Permohonan Kredit Yang dimaksud dengan keputusan adalah setiap tindakan pejabat yang berdasarkan wewenangnya berhak mengambil keputusan berupa menolak . Asuransi kredit 6.menyetujui dan atau mengusulkan permohonan fasilitas kredit kepada fasilitas kredit kepada pejabat yang lebih tinggi 4. Penandatanganan perjanjian kredit 4. Jaminan Berupa Benda (Jaminan Kebendaan ) Pemberian jaminan berupa benda berarti mengkhususkan suatu bagian dari kekayaan seseorang dan menyediakan guna pemenuhan atau pembayaran kewajiban seseorang debitur . Penandatanganan Surat Askep 5. Perlunasan Fasilitas kredit Perlunasan kredit adalah dipenuhinya semua kewajiban utang nasabah terhadap bank yang berakibat hapusnya ikatan perjanjian kredit F. Asuransi jaminan 9.Persetujuan Permohonan Kredit Yang dimaksud persetujuan permohonan kredit adalah keputusan bank untuk mengabulkan sebagian atau seluruh permohonan kredit dari calon debitur Langkah langkah yang harus diambil antara lain seperti di bawah ini: 1. Secara umum jaminan kredit diartikan sebagai penyerahan kekayaan atau penyertaan kesanggupan seseorang untuk menanggung pembayaran kembali suatu utang Kegunaan jaminan adalah untuk. 1.Persetujuan Permohonan Kredit Yang dimaksud persetujuan permohonan kredit adalah keputusan bank untuk mengabulkan sebagian atau seluruh permohonan kredit dari calon debitur 7. Pembayaran Bea Materai Kredit 7.3. Informasi untuk bagian lain 6.Penolakan Permohonan Kredit Penolakan permohonan dapat terjadi jika permohonan kredit yang nyata nyata dianggap oleh bank secara teknis tidak memenuhi persyaratan 5.Pencairan Fasilitas Kredit Pencairan fasilitas kredit adalah Setiap transaksi dengan menggunakan fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank . Membeikan hak dan kekuasaan kepada bank untuk mendapatkan pelunasan dari hasil penjualan barang barang jaminan tersebut apabila nasabah melakukan cidera janji 2. Menjamin agar nasabah berperan serta didalam transaksi untuk membiayai usahanya 3. Pengikatan Jaminan 3.pencairanya berupa pembayaran 8. Pembayaran Provisi kredit 8. Jaminan Kredit A. Memberi dorongan kepada debitur (tertagih) untuk memenuhi perjanjian kredit B. Surat penegasan persetujuan permohonan kredit kepada pemohon 2.Jenis jenis Jaminan pada Bank 1.

Penentuan Bunga kredit A. e. d. Bencana Alam . Aspek pemasaran Aspek pengaturan keuangan Aspek dana Aspek teknis Aspek teknis b) Faktor Esktern a. b. Jangka Waktu Kredit 2. Perkembangan Tekhnologi c.Secara umum penentuan bunga kredit yang membedakan satu kredit dengan kredit lainnya adalah : 1. ketentuan Umum Bunga Kredit Bila diamati tingkat bunga kredit untuk setiap jenis kredit yang diberikan oleh bank . Reputasi perusahaan 4. Kualitas Jaminan Kredit 3.Perbedaan penentuan bunga kredit itu didasarkan atas rasio yang berbeda beda . Kebijaksanaan Pemerintah b.G. Hubungan Baik 6. FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KREDIT MACET Penyebab dari suatu keadaan kredit yang macet adalah karena kesulitan ±kesulitan keuangan yang dialami debitur Penyebap dari kesulitan keuangan perusahaan yang melibatkan suatu kemaetan kredit dibagi menjadi dua katagori a) Faktor Intern a. Jaminan Pihak Ketiga H. Produk yang Kompetitif 5.terlihat kecenderungan penetapan tingkat bunga kredit berbeda antara satu kredit dengan jenis kredit lainnya . c.

Pengelompokan Kredit Berdasarkan Kelancaran atau Keadaan No 1 Kolekbilitas Lancar Jangka Waktu Kredit 1 bulan 1 ± 3 bulan 4 bulan atau lebih Tanpa angsuran < 1 bulan 4 bulan atau lebih < 3 bulan Kelancaran mengembalikan < 1 bulan < 3 bulan < 6 bulan Sebelum jatuh tempo >1bulan < 3 bulan >3 bulan < 6 bulan Tanpa angsuran pokok Tidak termasuk lancar dan kurang lancar Masih dapat diselamatkan dapat 2 Kurang lancar 3 Diragukan 75% dari saldo kredit+bunga Agunan minimum100% dari Kredit tidak kewajiban debitur diselamatkan 4 Macet Tidak termasuk kriteria lancar.I. Menurut Muchdarsyah Sinungan (1993 : 265) pengelompokan kredit berdasarkan keadaan dan kelancarannya sangat perlu untuk dilakukan demi kelancaran tugas-tugas pengamanan fasilitas-fasilitas yang telah diberikan kepada para nasabah. Kurang lancar berarti ada kelambatan sebentar dalam pembayaran angsuran pokok. tetapi debitur masih membayar dan sulit ditolirer. diragukan . tetapi debitur masih membayar dan dapat ditolirer. dan pembentukan cadangan atas aktiva. bunga atau cerukan. c. Kolektibilitas adalah ketertiban pembayaran bunga oleh nasabah. bunga atau cerukan. Macet berarti menunggak dan tidak lagi membayar angsuran. kurang lancar. maka kredit yang diberikan oleh bank dapat digolongkan ke beberapa keadaan yaitu: a. diragukan Tidak termasuk kriteria lancar. Dari sudut kolektibitas yaitu keadaan pembayaran pokok dan pembayaran bunga kredit oleh nasabah. kurang lancar. b. bunga atau cerukan. KOLEKBILITAS KREDIT Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam SK direksi BI No 23/68/KEP/DIR serta SEBI NO se 23/12/BPPP bertanggal 28 Februari 1991 tentang penggolongan kolektibitas aktiva produktif. d. Diragukan berarti selalu terlambat cukup lama dalam pembayaran angsuran pokok. Bentuk tabel dibawah ini adalah kriteria pengelompokan kredit berdasarkan kalancaran atau keadaan. Lancar berarti tidak terdapat tunggakan angsuran pokok bunga atau cerukan.

Pejabat kredit tidak boleh merasa sanksi terhadap karakter calon nasabahnya (selektif). kerja keras. f. Persyaratan kredit harus lebih realistis. Kredit yang dijamin dengan jaminan tambahan (agunan) cukup tinggi. tenang. Badan Urusan Negara dan ke perusahaan asuransi kredit. c. Pinsip-Prinsip Pemberian Kredit yang Sehat menurut Agus Basuki:2007 a. Jumlah kredit yang diberikan pada suatu nasabah. i. Risiko pemberian kredit harus dapat diukur secara tepat. optimis. curang/licik. Bank tidak mungkin terhindar dari kredit macet. konsisten) . tenang. g. Apabila kredit dijamin dengan garansi (personal guarantee) maka orang yang memberikan garansi harus diperlakukan sama dengan calon debitur. Kredit Macet Setiap Bank pasti mengalami masalah kredit macet. Bank tidak boleh memberikan kredit kepada calon debitur yang tidak diketahui/dipahami secara benar. agresif. k. suka perang. disiplin. tenang. jangan menantang. Adapun tipe debitur yaitu : 1. mengumbar janji. Kemacetan kredit suatu hal yang akan merupakan penyebab kesulitan terhadap bank itu sendiri yaitu berupa kesulitan yang menyangkut tingkat kesehatan bank. tidak setia) Cara menghadapi jungle fighter (persiapan yang matang. ulet. cerdas. goal oriented. mau menang sendiri. tidak selalu berarti baik. d. j. Keputusan kredit hendaknya didasarkan pada pertimbangan dan analisis yang matang (tidak dibuat tergesa-gesa). Jungle Fighter ( tukang pukul ) Ciri. waspada atas kharismanya) 2. Pemberian kredit yang berisiko tinggi hanya diberikan pada perusahaan yang memiliki prestasi yang baik. cerdas. Setiap kredit sebaiknya mempunyai dua sumber pembayaran yang terpisah yaitu dari hasil opersional/usaha debitur dan dari sumber lainnya. kompeten. e. kuasai persoalan. tidak menantang. h. berdasarkan informasi yang lengkap. ahli mengorganisasi.4 > 21 bulan digolingkan sejak kredit Belum ada penyelamatan pelunasan / Penyelesaian kredit diserahkan ke pengadilan negeri. ulet. tegas. tidak boleh melebihi kebutuhannya. Diktator Ciri-ciri diktator (mengontrol. b. disiplin) Cara menghadapi type diktator (opening ceremony singkat. dingin. karenanya bank wajib menghindarkan diri dari kredit macet Oleh karena itu kreditur dalam penanganan kredit juga perlu mengetahui tipe debitur. Pejabat kredit harus lebih waspada terhadap nasabah yang pindah dari bank lain. waspada/jangan terperangkap. relevan dan dapat dipercaya.ciri jungle fighter (flamboyan.

pemalas. suka bekerja. konsisten. menyalahkan diri. tidak komunikatif) Cara menghadapi shilhoutte (to the point. Big daddy/mama (kebapakan/keibuan). . dapat dipercaya. jelaskan maksud secara rinci. Ciri-ciri shilhoutte (motivasi tinggi. janji tidak ditepati. kuasai persoalan. setia. fleksible. suka harmonis) Cara menghadapi shooter (tetapkan goal. pertimbangan usulan dengan serius. penjilat. memberi kesempatan orang untuk maju. konsisten) 6. beri batas waktu. tetapkan goal) 5. berusaha memahami. kompeten. beri batas waktu. Shooter (bayang-bayang) Ciri-ciri shooter (mentolerir keadaan. hati-hati. ikut iramannya). baik hati tenang. meminta pendapatan orang lain. mengelak dari tanggungjawab. mencari alternative penyelesaian masalah. terlalu melindungi. humoris) Cara menghadapi win-win (beri masukan. memperhatikan. tekun. dapat dipercaya. ragu-ragu. suka menolong. menghargai. Ciri-ciri big daddy (manipulator. suka ikut campur urusan orang) Cara menghadapi big daddy (serius. menghindar/menjaga jarak. Win-win ( menang-menangan ) Ciri-ciri win-win (memperhatikan. sabar. kreatif. Shilhoutte (orang terlalu baik). suka mengancam. konsisten) 4. suka membantu.3.

Rescheduling Kebijaksanaan ini terkait dengan jangka waktu kredit sehingga keringanan yang dapat diberikan adalah : a.rescheduling dan resonditioning dengan restructuring. Tambahan kredit b. Memperpanjang jangka waktu Kredit b.miasalnya rescheduling dengan reconditioning.tetapi suku bunga yag digunakan terlalu tinggi d. Penundaan pembayaran bunga Yaitu bunga tetap dihitung . Tambahan Equity C .reconditioning dan restructuring. Pembebasan Bunga Pembebasan bunga ini dapat untuk sementara . TINDAKAN PENYELAMATAN USAHA NASABAH OLEH BANK a.serta gabungan dari rescheduling. Kapitalisis bunga Yaitu bunga dijadikan utang pokok sehingga nasabah untuk waktu tertentu tidak perlu membayar bunga .antara lain : a. Memperpanjang janka waktu angsuran c.tetapi utang pokoknya dapat melebihi plafon yang disetujui b. Penurunan Suku Bunga Yaitu nasabah di nilai masih mampu membayar bunga pada waktunya.ataupun seluruh utang bunga c. . Kombinasi Tindakan penyelamatan dapat juga merupakan kombinasi .tetapi penagihan atau pembebanannya kepada nasabah tidak dilaksanakan sampai nasabah memiliki kesanggupan c. Penurunan jumlah untuk setiap angsuran yang mengakiibatkan perpanjangan jangka waktu kredit b.tindakan yang diambil a.Guna menekan seminimal mungkin maka diperlukan J. Restructuring Dengan meninjau kembali situasi dan kondisi permodalan . Reconditioning Dalam hal ini bantuan yang diberikan dalah berupa keringanan atau perubahaan persyaratan kredit.selamanya .

Bank harus mendeteksi secara dini adanya kredit bermasalah atau diduga akan menjadi kredit bermasalah . b.Diragukan.dengan pendekatan sebagai berikut: a. Setiap bulan Bank wajib menyusun daftar ata kredit kredit yang kolektibilitasnya tergolong Kurang Lancar . Dalam penetapan kolekbilitas tersebut Bank tidak boleh melakukan pengecualian terutama kredit kepada pihak pihak yang terkait dengan Bank dan Debitur debitur besar tertentu d.K. Bank tidak boleh melakukan pengecualian dalam melakukan evaluasi dan pencantuman dalam daftar kredit bermasalah tersebut . Bank tidak boleh melakukan pengecualian dalam penyelesaian kredit bermasalah Kredit Dalam Pengawasan Khusus Bank wajib melakukan pengawasan secara khusus. b.5 % (tujuh setengah persen )dari jumlah kredit secara keseluruhan Laporan Kredit Bermasalah Kepada Bank Indonesia . PENYELESAIAN KREDIT BERMASALAH Pendekatan Kredit Bermasalah Dalam menanggani kredit bermasalah . Penentuan kolektibilitas tersebut harus sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia c. b. Bank melakukan evaluasi terhadap daftar kredit dalam pengawasan khusus tersebut dan menghitung besar presentase kredit termasuk total kredit. Bank tidak menbiarkan atau bahkan menutup nutupi adanya kredit bermasalah. Bank tidak melakukan penyelesaian kredit dengan cara menambah planfod kredit e.dan Macet dan kolektibilitasnya masih tergolong Lancar namun cenderung memburuk pada bulan bulan selanjutnya.terutama dengan memperhatikan kredit yang kolekbilitasnya tergolog Diragukan dan Macet. Evaluasi Kredit Bermasalah a. c. Penyelesaian Kredit Bermasalah Apabila jumlah kredit yang kolekbilitasnya tergolong Diragukan dan Macet telah mencapai 7.yang sekurang kurangnya mencangkup langkah langkah : a. Penangganan kredit bermasalah atau diduga akan menjadi kredit bermasalah juga harus dilakukan sejak dini dan segera mungkin d. Bank selanjutnya mengawasi secara khusus kredit kredit yang termasuk daftar dan segera melakukan penyelesaian.

Pelaksanaan penyelesaian kredit bermasalah dilakukan secara penuh ole STK berdasarkan program yang telah disetujui oleh direksi b. 3. STK melaksanakan penyelesaian kredit yang tidak dapat ditagih sesuai dengan cara penyelesaian yang disetujui direksi c. Program penyelesaian kredit tersebut harus sesuai dengan kpb Pelaksanaan Program Penyelesaian Kredit Bermasalah a. Apabila hasil penyelesaian kredit bermasalah jauh di bawah perkiraan (target) penyelesaian kredit bermasalah yang direncanakan. Hasil pelaksanaan program penyelesaian kredit bermasalah tersebut juga dilaporkan oleh direksi Bank kepada Bank Indonesia.maka peneliti berpendapat bahwa faktor yang paling berpengaruhi adalah faktor yaitu : Jangka waktu pengembaliaan kredit Tingkat bunga pinjaman Angka kolektibiltas y y y . Hasil evaluasi efektifitas program penyelesaian kredit bermasalah serta perubahan atau perbaikan program dimaksud wajib segera dilaporkan kepada Bank Indonesia Penyelesaian Terhadap Kredit Yang Tidak Dapat Ditagih a. Daftar kredit yang tidak dapat ditagih serta cara penyelesaiannya wajib segera dilaporkan secara tertulis kepada Bank Indonesia dengan tembusan kepada dewan komosaris Bank . STK melakukan penyelesaian berkala atas perkembangan penyelesaian kredit bermasalah c. STK mengusulkan cara cara penyelesaian kredit yang sudah tidak dapat ditagih kepada direksi b.Bank harus segera menyampaikan laoporan tertulis kepada Bank Indonesia apabila jumlah kredit yang kolekbilitasnya tergolong Diragukan dan Macet telah mencapai kriteria tersebut diatas Pembentukan Satuan Kerja Bank wajib membentuk satuan kerja atau kelompok kerja atau tim kerja atau istilah Satuan Tugas Khusus (STK) yang bertanggung jawab untuk menyelesaiakn kredit bermasalah Penyusunan Program Penyelesaian Kredit Bermasalah a. Evaluasi Efektifias Program Penyelesaian Kredit Bermasalah a.4 Kerangka Pemikiran Dalam rangka penelitian kredit macet . STK menyusun program penyelesaian kredit bermasalah dengan diajukan kepada direksi guna memperoleh persetujuan b.sedangkan pelaksananan penyelesaian kredit bermasalah telah dilaksanakan secara maksimal b.

dan jangka waktu pengembalian kredit. .sedang di sisi lain akan memberatkan nasabah dalam mengembalikan kredit .Semakin besar kolektabilitas.Hal tersebut dijelaskan sebagai berikut : a) tingkat bunga pinjaman atau rata rata pinjaman Tingkat bunga yang tinggi dari sudut perbankan di satu sisi akan memperlambat atau mempersulit angsuran kreditnya karena persaingan yang tajam.angka kolekbilitas .Dengan demikian faktor ini akan berpegaruh kuat dan nyata (significant) terhadap kredit macet. b) Angka kolektibilitas Angka kolekbilitas juga berpengaruh terhadap kredit macet .X1 X2 Kredit Macet (y) x3 Keterangan : X1 X2 X3 Y : Jangka waktu pengembalian kredit Tingkat bunga pinjaman Angka kolekbilitas : : : Kredit macet Dengan demikian kredit macet adalah multi produk hasil interaksi antara tingkat bunga pinjaman. semakin kecil kemungkinan kredit macet karena angka kolekbilitas yang besar angka Menunjukan kemampuan bank dalam mengelola kredit kolektibilitas yang besar menunjukan kemampuan bank dalam mengelola kredit.karena bunga adalah biaya kredit yang harus dibayar bersama angsuran .Masing masing faktor tersebut yang ada pada variabel bebas secara sendir sendir atau bersama akan berpengaruh munculnya produk yang berupa kredit macet .

Sedangkan perbedaannya terletak pada jenis bank . Menurut (Supranto .Hanya nasabah yang bagus saja yang memperoleh jangka waktu kredit sampai 20 bulan .1993)Hipotesi adalah : Suatu proposi atau anggapan yang dapat benar namun juga dapat salah dan sering juga dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan atau pemecahaan persoalan ataupun untuk penelitian lebih lanjut Atas dasar hal tersebut di atas.analisa faktorfakornya serta data yang digunakan yaitu : Hubungan Logis Antar Variabel Dan Perumusan Hipotesi Hipotesis adalah pernyataan singkat yang disimpulkan dari tinjauan pustaka (yaitu landasan teoridan penelitian terdahulu )yang merupakan sementara terhadap masalah yan diteliti.variabel bebasnya .Dengan demikian BPR ini hanya memberi kredit dengan jangka waktu kredit antara 10 ± 20 bulan.c) Jangka waktu kredit BPR seperti halnya Bank Umum cenderung memberikan jangka waktu pinjaman yang relatif pendek (10 bulan).hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Ha1 :Diduga ada pengaruh nyata dan negatif antara jangka waktu pengembalian kredit dengan kredit macet Ha2 macet Ha3 : Diduga ada pengaruh yang nyata dan negatif antara angka kolektibilitas dengan kredit :Diduga ada pengaruh yang nyata dan positif antara tigkat bunga pinjaman dan kredit .

.

1 Jenis dan Sumber Data Data dan informasi yang relevan merupakan syarat mutlak yang dibutuhkan dalam penelitian data yang diperoleh yaitu data primer dan sekunder Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebagai berikut : a...berjumlah Rp . c.yang terdiri dari 177 nasabah umum dengan nilai Rp...BAB III METODE PENELITIAN 3...Data dan informasi keuangan dan non keuangan lainya yang berhubungan dengan penelitian ini (data nilai kredit macet...data suku bunga ..50( ..angka kolekbilitas) 3.2 Gambaran Populasi Dan Penyempelan (Sampling ) Total kredit macet yang ada pada BPR Indo tampersada RP . y Dari populasi yang ada (177 nasabah ) akan diambil sampel sebanyak .Sejarah dan gambaran umum pada PT BPR Indotama Persada di Surakarta yang akan mendasari adanya paparan kasus...jumlah debitur yang memiliki kredit macet b..

3.Penyampelan dilakukan secara random (acak ) dari populasi yang distrafikasikan sehingga jenis ³Sampling´nya adalah :Startified random sampling.dimana stratanya adalah jenis pekerjaan (Masri Singarimbun.1989) Dari penyampelan tersebut akan dicari persamaan regresinya .3 Metode Pengumpulan Data 3. .Populasi yang ada terdiri dari .1STUDI PUSTAKA Dari studi pustaka .yang secara teoritis mendasari kajian ±kajian teori serta mendasari analisisnya.diharapkan dapat diperoleh data sekunder yang berupa peraturan pemerintah yang ada relevensinya dengan penelitian ini .3.

3.Observasi Observasi dilakukan terhadap praktek administrasi perkreditan b.2 STUDI LAPANGAN Studi ini dilakukan di PT.4 Metode Analisis Data yang diperoleh kemudian dianalisa dengan menggunakan : a) Analisa Rasio Dengan membandingkan antara pendapatan bunga dengan kredit yang disalurkan untuk nasabah yang menjadi sampel b) Analisa Regresi Linear Berganda dengan Logaritma Berganda Model persamaan yang digunakan adalah model logaritma natural (log n / ln) dengan menggunakan variabel terikat (Y) sedangkan variabel bebasnya adalah : X1 X2 = Jangka waktu pengembalian kredit Tingkat bunga pinjaman = X 3 = Angka kolekbilitas Bentuk persamaan regresi yang digunakan adalah : .Wawancara wawancara ini dilakukan dengan pimpinan perusahaan dan kepala kredit 3.BPR indotama persada di surakarta dengan cara mempelajari data yang ada Pengumpulan data dilakukan dengan cara : a .3.

Efficient estimator ) .Y = bo + b1 x1 + b2 x2 + b 3 x3 + e Dimana : Y b0 b1 b2 b3 X1 X2 X3 = Kredit macet = Kostanta = Koefisien parameter X1 =Koefisien parameter X2 = Koefisien parameter X3 Jangka waktu pengembalian kredit = Tingkat bunga pinjaman = Angka kolekbilitas = Untuk mengetahui validitas dari masing ±masing regresi . Evaluasi ekonomi 2. Evaluasi stastitik Dalam evaluasi ekonomi.Linear. Evaluasi ekonometrik 3.Atau dapat juga dikatakan disini : Apakah dalam penyelesaian pembuatan ± pembuatan model analisis ada penyimpangan ± penyimpangan asumsi klasik atau model belum memenuhi persyaratam BLUE (Best.Unbiased.digunakan tiga macam evaluasi yaitu : 1.dicoba untuk dilihat apakah tanda parameter cocok dengan teori ekonomi atau tidak Pada evaluasi ekonometrik dititikberatkan kepada pengujian hasil parameter terhadap kriteria teknik penyelesaian atas dasar analisis kuantitatif.

Apabila ada gejala atau penyimpangan ± penyimpangan asumsi klasik dalam regresi artinya ada penyakit ekonometrika (multi kolinearty.ketiga penyaki itu ada atau tidak harus diuji dulu dengan uji T.heterosccdasticity). Sedangkan evaluasi stastitik akan diuji nilai dari t. .R2 (keterangan lebih terperinci pada Bab V Analisis Data) c) Analisa Kualitatif Pada analisis ini lebih melihat pada:pelaksanaan pemberian kredit dan penyelesaian kredit macet.auto korelasi .F.uji Durbin Waston .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful