P. 1
Ppt Kimia Praktikum Koloid

Ppt Kimia Praktikum Koloid

|Views: 923|Likes:
Published by Richy

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Richy on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

Laporan kimia koloid

Nama kelompok: 1.Richy maysandi G(1111016200027) 2.Rahayu Rahmawati D(1111016200026) 3.Febriani Sofyan(1111016200023) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2011

Nama percobaan : Koloid Tanggal percobaan: 19 Desember 2011 Tujuan : Mengetahui sifatsifat koloid dan cara pembuatan koloid

I.Landasan teori
 Thomas Graham banyak mempelajari tentang kecepatan difusi (gerak)partikel

materi sehingga ia dapat merumuskan hukum tentang difusi.Dari pengamatannya,ternyata gerakan partikel zat dalam larutan ada yang cepat dan lambat.Umumnya yang berdifusi cepat adalah zat berupa kristal sehingga disebut kristaloid,contohnya NaCl dalam air.Akan tetapi istilah ini tidak populer karena ada zat yang bukan kristal berdifusi cepat,contohnya HCl dan H2SO4.Yang lambat berdifusi disebabkan oleh partikelnya yang mempunyai daya tarik (perekat) satu sama lan,contohnya putih telur dalam air.Zat seperti ini disebut koloid (bahasa Yunani:cola=perekat).  Telah dinyatakan pada pasal 7.5,bahwa kecepatan difusi menurut Grahamm bergantung pada massa partikel,makin besar massa makin kecil kecepatannya.Massa ada hubungannya dengan ukuran partikel,yang massanya besar akan besar pula ukuran partikelnya.Berdasarkan ukuran partikel,yang massanya besar aakan besar pula ukuran partikelnya.Berdasarkan ukuran partikel,campuran dapat dibagi menjadi tiga golongan,yaitu larutan sejati,koloid,dan suspensi kasar.Sebenarnya cukup sulit membedakan ketiga jenis campuran itu,kecuali dilihat dari ukuran (jari-jari) partikelnya.

II.Alat dan Bahan

Alat - Gelas beaker 100 ml - Pembakar spirtus - Kaki tiga - Timbangan Ohauss - spatula - Tabung reaksi - Oven - Kipas angin -Batang pengaduk Bahan - FeCl3 - Aquades - Bubuk agar-agar - Gelatin - Minyak tanah - Tepung protein - Ragi - Susu bubuk - Mentega - Garam - Na2S2O3 - HCl - NaOH - Deterjen - Gula

Prosedur percobaan
 Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara kondensasi

1.Ambil larutan FeCl3 yang ada dalam gelas kimia sebanyak 2 ml dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml. 2.Kemudian masukan ke dalam tabung reaksi dan simpan di rak tabung 3.Kemudian ambil larutan NaOH yang ada di gelas kimia dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml 4.Lalu masukkan ke dalam tabung reaksi dan campurkan ke dalam tabung reaksi yang berisi Fe(OH)3 tadi dan aduk Hasil pengamatan:Hasil yang didapatkan dari hasil pencampuran adalah berwarna merah,namun tidak terbentuk endapan

 Pembuatan sol belerang dengan cara dispersi

1. Ambil larutan Na2S2O3 yang ada dalam gelas kimia sebanyak 1 ml dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml. 2.Kemudian masukan ke dalam tabung reaksi dan simpan di rak tabung 3.Kemudian ambil larutan HCl sebanyak 5 ml yang ada di gelas kimia dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml 4.Lalu masukkan ke dalam tabung reaksi dan campurkan ke dalam tabung reaksi yang berisi NaS2O3 tadi dan aduk Hasil pengamatan:Warna yang dihasilkan adalah putih susu

 Pembuatan Gel dengan cara dispersi

1.Ambilah bubuk gelatin sebanyak 1 gram dengan menimbangnya di timbangan Ohauss 2.Masukkan ke dalam gelas kimia yang berukuran 100 ml dan tambahkan aquades sebanyak 100 ml dan aduk 3.Lalu ambil kaki tiga dan pembakar spirtus,setelah itu letakkan larutan agar-agar tersebut di atas kaki tiga dan nyalakan pembakar spirtus tersebut dan panaskan hingga mendidih 4.Setelah mendidih angkat dan tiriskan hingga larutan gelatin tersebut berubah menjadi Gel Hasil pengamatan:Hasil yang didapatkan dari pemanasan larutan agar-agar ini adalah larutan gelatin tersebut berubah menjadi padat.

Pembutan emulsi minyak dalam air 1. Ambil larutan minyak yang ada dalam gelas kimia sebanyak 5 ml dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml. 2.Kemudian masukan ke dalam tabung reaksi dan simpan di rak tabung 3.Kemudian ambil larutan air sebanyak 5 ml yang ada di gelas kimia dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml 4.Lalu masukkan ke dalam tabung reaksi dan campurkan ke dalam tabung reaksi yang berisi minyak tadi dan aduk Pembuatan yang kedua,yaitu dengan penambahan detergen 1. Ambil larutan minyak yang ada dalam gelas kimia sebanyak 1 ml dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml. 2.Kemudian masukan ke dalam tabung reaksi dan simpan di rak tabung 3.Kemudian ambil larutan air sebanyak 1 ml yang ada di gelas kimia dengan menggunakan labu ukur yang berukuran 10 ml dan ambil larutan detergen sebanyak 1 ml dengan menggunakan labu ukur yang ukuran 10 ml dan masukkan ke dalam tabung reaksi kemudian campurkan pada tabung reaksi yang berisi larutan air tadi 4.Lalu masukkan ke dalam tabung reaksi dan campurkan ke dalam tabung reaksi yang berisi minyak tadi dan aduk

 Pembuatan roti putih

1.Timbanglah terigu sebanyak 50 gr dan gula sebanyak 25 gr 2.Kemudian timbang kembali susu bubuk sebanyak 5 gr dan ragi sebanyak 1 gr dengan menggunakan timbangan OHauss 3.Masukkan bahan-bahan yang tadi sudah ditimbang ke dalam gelas kimia yang besar dan beri garam secukupnya 4.Beri air secukupnya hingga adonan menjadi kalis dan beri mentega cair ke dalam adonan sebanyak 2 sdm 5.Aduk adonan tersebut selama 5 menit dengan menggunakan batang pengaduk,sebelum dimasukkan ke dalam cawan,cawan tersebut diolesi mentega terlebih dahulu agar tidak menempel pada cawan saat dipanaskan 6.Setelah diaduk selama 5 menit,masukkan ke dalam cawan dan panggang di dalam oven sampai 20 menit dengan suhu 200 derajat celcius,setelah 20 menit angkat dan tiriskan.Lihat apa yang terjadi Hasil pengamatan:Dari percobaan pembuatan roti putih, didapatkan roti yang mengembang karena penambahan ragi pada adonan roti sehingga saat dipanaskan dalam adonan tersebut terdapat CO2 yang terjebak dan akhirnya roti mengembang.

Persamaan reaksi
 Pembuatan sol Fe(OH)3 dengan cara kondensasi

FeCl3(aq)+3NaOH(aq) Fe3++3NaCl(aq)+3OH Pembuatan koloid dengan cara dispersi 2HCl(aq)+Na2S2O3(aq) 2NaCl(aq)+SO2(g)+S(s)+H2O

Analisis data dan pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan pembuatan koloid baik dengan cara kondensasi maupun dengan cara dispersi. A.Pembuatan koloid dengan cara kondensasi 1.Pembuatan koloid dengan cara kondensasi dilakukan dengan membuat sol Fe(OH)3 dari pencampuran FeCl3 dengan NaOH dalam perbandingan volume 1:5.Fe(OH)3 termasuk ke dalam jenis koloid sol cair.Warna yang terbentuk adalah orange kecoklatan.Hal ini disebabkan ion Fe3+ yang berwarna merah. Muatan koloid terjadi karena adsorpsi ion-ion tertentu.Sol Fe(OH)3 bersifat mengadsorpsi ion positif.Muatan koloid juga merupakan faktor yang menstabilkan koloid.Karena bermuatan maka partikel-partikel koloid sol Fe(OH)3 saling tolak menolak sehingga terhindar dari pengelompokan antar sesama partikel koloid itu (jika partikel koloid itu saling bertumbukkan dan kemudian bersatu maka lama kelamaan dapat membentuk partikel yang cukup besar dan akhirnya mengendap).

B.Pembuatan dengan cara dispersi 2.Pembuatan sol belerang Pembuatan sol belerang dilakukan dengan cara menambahkan Natrium tiosulfat NaS2O3 dengan HCl dalam perbandingan volume 1:5 ml.Sol belerang termasuk ke dalam jenis sol cair.pembuatan sol belerang dengan cara dispersi seharusnya dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir),kemudian mencampur serbuk halus tersebut dengan air maka cara itu disebut dengan metode dispersi mekanik.Namun, dalam praktiknya pembuatan sol belerang dilakukan dengan cara pencampuran.Dalam hal ini,seharusnya cara ini masuk ke dalam proses pembuatan koloid dengan cara kondensasi disertai perubahan biloks atau kondensasi redoks.Karena biloks sulfur yang awalnya 4+ berubah menjadi nol.warna yang dihasilkan adalah putih susu.

3.Pembuatan Gel Pembuatan gel masuk ke dalam cara mekanik peptisasi,yaitu membuat koloid dari butir kasar.Dalam hal ini adalah gelatin dengan bantuan suatu zat peptisasi yang digunakan adalah air.Air akan memecahkan butiran kasar gelatin menjadi butir-butir koloid.Namun,pembuatan koloid dengan cara ini tidak berhasil dilakukan.Tidak terbentuknya gel menandakan bahwa tidak terbentuknya koloid.Faktor-faktor yang mungkin menyebabkan kegagalan adalah kurangnya proses pemanasan sehingga tidak semua gelatin pecah dan faktor lainnya adalah cara yang tidak tepat.Gel dalam sendiri masuk dalam jenis koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair).Gel dapat terbentuk dari suatu sol yang terdispersinya mengadsorpsi medium dispersinya sehingga terbentuk koloid yang agak padat.

3. Pembuatan emulsi minyak dalam air Pada percobaan ini dilakukan proses pencmpuran antara air dengan minyak dalam perbandingan volume 5:1 ml.Hal yang terjadi adalah campuran tidak menyatu.Lapisan minyak berada di atas,sedangkan air di bawah.Berbeda dengan percobaan selanjutnya,yaitu pencampuran minyak tanah dengan air ,dengan perbandingan 1:5 ml lalu ditambahkan 1 ml larutan ini tidak akan menghasilkan larutan,melainkan akan menghasilkan koloid.Detergen berfungsi sebagai pengemulsi.Kepala detergen merupakan gugus yang tertarik ke air maka ekor (gugus hidrokarbon) pada molekul detergen akan terdesak sehingga terbentuk partikel koloid,sedangkan campuran arminyak dengan air merupakan suatu contoh dari suspensi

4.Pembuatan roti putih Pembuatan roti putih ini termasuk cara dispersi dengan mencampurkan susu bubuk,terigu,gula,ragi,dan mentega.Roti ini termasuk buih padat karena ragi yang dimasukkan ke dalam campuran mengeluarkan gas CO2 sehingga terdapat gelembung udara .Dalam roti tersebut yang menandakan adanya gas yang terdispersi dalam fasa padat.Ketika proses pencampuran bahan-bahan harus dikocok secara merata dan lama karena jika tidak adonan tidak akan mengembang karena proses pengocokkan dilakukan selama 1-5 menit.

Kesimpulan
Pembuatan koloid dapat dilakukan dengan metode kondensasi dan dispersi 1.Pada kondensasi dilakukan pembuatan pembuatan sol Fe(OH)3 2.Pada dispersi dilakukan sol belerang,gel,emulsi dari campuran minyak,air,dan detergen,dan pembuatan roti putih

Daftar Pustaka
Syukri.1991.Kimia Dasar jilid kedua.Bandung:ITB Brady,E James.1999.Kimia Universitas Asas dan Struktur Edisi kelima.Jakarta:Binarupa Aksara Petrucci,Ralph.1987.Kimia Dasar Prinsip dan Aplikasi modern jilid 2.Jakarta:Erlangga

Foto pembuatan sol Fe(OH)3

Pembuatan sol belerang

Pembuatan emulsi minyak

Dengan penambahan detergen

Proses pemanasan larutan gelatin

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->