KALIMAT EFEKTIF DALAM BAHASA INDONESIA

DEFINISI Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga pembaca atau pendengar dapat menerima maksud/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.

SYARAT-SYARAT 1. KESATUAN GAGASAN Memiliki subyek, predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesaruan tunggal. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan) 2. KESEPADANAN Keseimbangan antara pikiran dan struktur bahasa yang digunakan. Memiliki subjek predikat yang jelas Contoh : Nino sedang membuat kue Tidak terdapat subjek ganda Contoh : Orang itu gerak-geriknya mencurigakan Kata penghubung intrakalimat tidak digunakan dalam kalimat tunggal Contoh : Saya datang agak terlambat, sehingga tidak dapat mengikuti acara pertama 3. KEPARALELAN Kesamaan/kesejajaran bentuk kata/frasa yang digunakan dalam sebuah kalimat. Contoh : Semakin bertambah umur seharusnya manusia semakin baik, bijaksana, dan tanggung jawab. 4. KEHEMATAN Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Katakata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. Penghematan dalam penggunaan kata/frasa/bentuk lain yang tidak diperlukan sejauh tidak menyalahi kaidah dan tidak mengubah makna. Contoh : Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya. Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga. Beberapa hal yang perlu dihindari : Hindari pengulangan subjek Contoh : Saya datang agak terlambat sehingga tidak dapat mengikuti

Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-. yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan. Menggunakan repetisi. penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah. tetapi rajin. diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. Contoh : Kami pun turut dalam kegiatan itu. Contoh : Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan 7. bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan dipula. Contoh : Pada kesempatan lain. KESEJAJARAN Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Hindari penjamakan yang tidak diperlukan pada kata yang sudah bermakna jamak. Kepaduan KEPADUAN informasi yang pernyataan dalam kalimat sehingga .acara pertama. Hindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata. Contoh : Banyak gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. KECERMATAN Cermat dalam pemilihan dan penggunaan kata-kata. antara guru dan murid. PENEKANAN Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan. Menggunakan partikel. yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat. Tidak menimbulkan penafsiran ganda Contoh : Dia adalah istri Pak Lurah-yang baru 6. Contoh : Sejak dari tadi dia hanya bermenung saja. yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting. -pun. Hindari kesinoniman yang tidak diperlukan dalam satu kalimat. Contoh : Ayah saya dilahirkan pada Jumat 17 Agustus 1945. Menggunakan pertentangan. kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini. Beberapa metoda penekanan antara lain : Mengubah posisi dalam kalimat. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami istri. antara orang tua dan anak. Contoh : Anak itu tidak malas. dan –kah. 8. Tepat Contoh : Ayah sedang memandang keindahan alam pegunungan. 5. antara pemerintah dan rakyat.

Contoh : Mahasiswa harus menyadari pentingnya perpustakaan 9.com/2010/08/26/kalimat-efektif-dalambahasa-indonesia/ http://readone82.disampaikan tidak terpecah-pecah. serta satu cita-cita. Pada masa perjuangan. Contoh : Rektor Universitas Jaya Raya kami persilakan untuk memberi sambutan. Dengan kesadaran itu dan pemikiran yang mantap. Menggunakan pola aspek+agen+verba Contoh : Surat itu sudah saya baca. Dalam hal ini hubungan unsurunsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal. Tidak menyisipkan kata di antara predikat dan objek pada kalimat transitif. rakyat Indonesia menetapkan bahasa nasional tersebut sebagai bahasa persatuan. rakyat Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke merasakan senasib.wordpress.com/2009/08/26/kalimat-efektif/ : . seperjuangan. KELOGISAN Kalimat efektif harus mudah dipahami. Tidak bertele-tele Contoh : Penetapan bahasa persatuan kita sangatlah mudah. Bersumber Dari http://griyawardani.blogdetik.