Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP

)
1. Pengertian KTSP Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (BSNP,2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (Sudira, 2006:2). KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masingmasing satuan pendidikan (Depdiknas, 2009). KTSP merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah yang bersangkutan di masa sekarang dan yang akan datang dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional, dan tuntutan global dengan semangat manajemen berbasis sekolah (MBS). Dapat ditarik kesimpulan bahwa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan sebuah kurikulum yang benar-benar dibuat oleh sekolah yang meilibatkan unsur kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, komite sekolah dan nara sumber, sehingga dengan sinerginya unsur-unsur tersebut akan menemukan kemudahan dalam proses pembuatan kurikulum. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Untuk mempermudah dalam penyusunan komponen kurikulum perlu dibentuk sebuah team, dimana tim ini mengkoordinasikan dan mengakomodasikan berbagai kebutuhan dan permasalahan yang ada dalam proses penyusunan. Adapun tim yang bisa dikelompokkan menjadi rumpun mata pelajaran IPA, dan IPS serta team kurikulum inti dimana masing-masing bekerja sesuai dengan draf yang kita buatkan dalam konsep blue print sebagai pijakan untuk bekerja tim dalam merumuskan KTSP. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP.

(3). Pasal 7 ayat (1). (2). (7). Pasal 8 ayat (1). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. (4). (3). Standar Isi. Pasal 11 ayat (1). (14). (3). (2). 23 Tahun 2006. b. (BSNP. (2). Pasal 38 ayat (1). (3). (4). (5). (3). Pasal 18 ayat (1). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional. (13). namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. 22 Tahun 2006. (2). Landasan KTSP a. Pasal 18 ayat (1). pengetahuan dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. Pasal 17 ayat (1). Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pasal 6 ayat (6). (2). (15). Standar Kompetensi Kelulusan. (3). Pasal 1 ayat (5). 1 ayat (19). (3). (8). 2. 2006). d. SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. (4). KTSP pada dasarnya KBK yang dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL). (2). SI ditetapkan dengan Kepmendiknas No. (2). (2). Pasal 10 ayat (1). (2). (3). (5). (2). Pasal 37 ayat (1). (3). (6). (3). Pasal 5 ayat (1). (3). (2). (4). (4). KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI. Pasal 13 ayat (1). Termasuk dalam SI adalah: kerangka dasar dan struktur kurikulum. Pasal 14 ayat (1). Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL. Prinsip-Prinsip KTSP . SK dan KD yang terdapat dalam SI merupakan penyempurnaan dari SK dan KD yang terdapat pada KBK. Pasal 20 c.Pada prinsipnya. 1. (2). Pasal 35 ayat (2). Pasal 16 ayat (1). (4). Pasal 36 ayat (1). Pasal 32 ayat (1). (3). (2). (2). (2).

teknologi dan seni. b. Tanggap terhadap ilmu pengetahuan. (3) keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. perkembangan.a. Berpusat pada potensi. 2007). (6) perkembangan ilmu pengetahuan. kebutuhan. DAFTAR PUSTAKA . Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Acuan operasional dalam penyusunan KTSP adalah (1) peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. (8) dinamika perkembangan global. d. Belajar sepanjang hayat g. Relevan dalam kebutuhan hidup. (2) peningkatan potensi. (9) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Menyeluruh dan berkesinambungan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. c. (5) tuntutan dunia kerja. Beragam dan terpadu. dan seni. f. 1. (10) kondisi sosial budaya masyarakat setempat. (4) tuntutan pembangunan daerah dan nasional. (12) karakteristik satuan pendidikan (BSNP. kecerdasan. e. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. (7) agama. (11) kesetaraan jender. teknologi. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik.

Sudira. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. BSNP. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. . Kurikulum 2004 Sekolah Menengah Pertama (SMP): Pedoman Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). 2 Tahun 2011. Depdiknas. Jakarta : Badan Sandar Nasional Pendidikan. Jakarta: Dirjen Dikdasmen. 2006.Jakarta: Dirjen Dikdasmen. (2007). Depdiknas. (2003). 2009. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.BSNP. (2006). Permendiknas No. Depdiknas. Buku Saku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Menengah Pertama. Putu.2011. Jakarta : Badan Sandar Nasional Pendidikan. Jakarta : Ditjen Dikdasmen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful