TUGAS AKHIR

TUGAS AKHIR ANALISIS PROSES BALANCING DALAM MENENTUKAN JUMLAH OPTIMUM MAN POWER DENGAN STANDARDISASI KERJA PADA

LINE SUB ASSY A DI PT. GEMALA KEMPA DAYA DIVISI PLANT DEPARTEMENT PPC

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Kelulusan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta

Oleh: Nama NIM : WISANTI : D 600 080 039

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012

muri. Genba Observation point-point penting observasi genba. serta usaha untuk penentuan jumlah optimum man power. Memahami muda. serta dapat memperbaiki standardisasi kerja. Tujuan dari Line Balancing adalah untuk meminimalkan waktu menganggur (Idle time). Membuat usulan-usulan untuk mencapai target yaitu penentuan jumlah optimum man power berdasarkan standardisasi kerja. 3.1 Latar Belakang Masalah PT Gemala Kempa Daya adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi Frame Chasis dan Press Part yang melayani customer lokal dan customer ekspor. yang mana kesetimbangan lintasan banyak dipengaruhi oleh waktu proses terbesar.ringkasan hasil observasi. 4. Sistem Produksi di PT Gemala Kempa Daya berbasis make to order . Mengetahui PFT (Process Flow Table) di Line Sub Assy A 2. Dalam permasalahan yang ada PT Gemala Kempa Daya mengacu pada TPS (Toyota Production System) yaitu dengan tahapan langkahlangkah sebagai berikut: 1. 5. Usaha penentuan jumlah optimum man power secara tidak langsung dapat menjadi jembatan penghubung antara line balancing dengan cost reduction. sedangkan Bottleneck sering terjadi karena penggunaan atau pemanfaatan operator yang tidak efisien. Karena itu.mura. Masalah dalam menentukan jumlah pekerja yang ideal yang ditugaskan dalam suatu produksi sebanding dengan menentukan berapa jumlah pekerja pada stasiun . Menganalisa gerakan kerja.BAB I PENDAHULUAN 1. perlu adanya pencapaian kestabilan dan keseimbangan line produksi. Sistem Produksi seperti itu sangat dipengaruhi fluktuasi permintaan dari customer.

4 Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut: a. 3. Memahami muda. 1. Cost Reduction dengan penghilangan muda secara menyeluruh secara tidak langsung merupakan hal utama dalam pencapain target.3 Batasan Masalah Dalam permasalahan yang ada PT Gemala Kempa Daya mengacu pada TPS (Toyota Production System) yaitu dengan tahapan langkahlangkah sebagai berikut: 1. Mengetahui PFT (Process Flow Table) di Line Sub Assy A 2.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pencapaian kestabilan dan keseimbangan line produksi. 5. Menganalisa gerakan kerja.ringkasan hasil observasi. 4. 1. Menyeimbangkan waktu kerja setiap work station. muri. serta dapat memperbaiki standardisasi kerja. 1. karena penggunaan atau pemanfaatan operator yang tidak efisien dan menentukan berapa jumlah pekerja optimum pada stasiun kerja. Mendapatkan jumlah pekerja yang optimal c.mura. serta usaha untuk . Genba Observation point-point penting observasi genba. Membuat usulan-usulan untuk mencapai target yaitu penentuan jumlah optimum man power berdasarkan standardisasi kerja. Meningkatkan produktivitas b.kerja. 1.2 Perumusan Masalah Permasalan yang dapat diangkat dari Tugas akhir ini adalah bagaimana meminimalkan waktu menganggur (Idle time).

6 Sistematika Penulisan Dalam penulisan laporan ini diharapkan agar pembaca dan pihak.penentuan jumlah optimum man power. BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Dalam bab ini berisikan uraian mengenai data-data penelitian yang diperoleh dan digunakan dalam proses pengolahan data serta hasil pengolahannya BAB V yang nantinya akan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan dalam analisa perbaikkan.pihak yang berkepentingan dapat dengan mudah memahami isi laporan. Manfaat dan Tujuan Penelitian dan Sistematika Penulisan. ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL Dalam bab ini berisikan analisis terhadap hasil perhitungan dan interpetasi hasil pengolahan data yang telah dilakukan. BAB VI PENUTUP Dalam bab ini dikemukakan berbagai kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya serta dikemukakan pula saran-saran yang dapat diberikan untuk penelitian lebih lanjut. landasan konseptual dan informasi yang diambil dari literatur yang ada. BAB II LANDASAN TEORI Dalam bab ini menjelaskan landasan teori. Adapun sistematika penulisan laporan sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisi tentang Latar Belakang Masalah. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini dijelaskan mengenai langkah-langkah yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dan langkahlangkah pengolahan data melalui diagram metodologi penelitian. Perumusan Masalah. Batasan Masalah. Usaha penentuan jumlah optimum man power secara tidak langsung dapat menjadi jembatan penghubung antara line balancing dengan cost reduction. 1. .

Problem solving dan Improvement dilakukan dari hal-hal kecil. sehingga karyawan tidak hanya dipakai kemampuan fisik tubuhnya saja. Hal ini berbeda dengan budaya barat yang menekankan pada perubahan dan perbaikkan yang sifatnya radikal. merupakan sistem produksi yang menekankan pada suatu filosofi continous improvement yang dilakukan dengan cara mengeliminasi atau mengurangi waste di semua aspek yang berkaitan dengan aliran produk dari supplier sampai ke tangan customer.2Toyota Production System Toyota Productin System (TPS) atau dikenal dengan Lean Manufacturing.tetapi dilakukan secara bertahap dan terus menerus.Menyeimbangkan waktu kerja setiap work station. 2. Inilah yang dimaksud dengan filosofi continous improvement. sehingga didapatkan metode yang paling efisien. melainkan kemampuan berpikirnya juga . maka dengan cara inilah berbagai macam waste dapat dikurangi bahkan di eliminasi.BAB II LANDASAN TEORI 2. Fungsi Line Balancing : a. sehingga dapat meningkatkan output dan produktivitas.1Pengertian Line Balancing Line Balancing merupakan suatu metode penugasan sejumlah pekerjaan ke dalam stasiun kerja – stasiun kerja yang saling berkaitan dalam satu lini produksi sehingga setiap stasiun kerja memiliki waktu yang melebihi waktu siklus dan ataupun urutan stasiun kerja dimana setiap stasiun kerja dirancang untuk mengerjakan tahap khusus dari proses produksi. Hasil yang ingin dicapai adalah suatu sistem yang ramping (Lean) dan smooth.Mendapatkan jumlah pekerja yang optimal c. TPS berusaha melibatkan seluruh karyawan untuk berpartisipasi dalam continous improvement. Produksi dilakukan pada jumlah yang tepat dan pada saat yang tepat ketika dibutuhkan. Meningkatkan produktivitas b.

menciptakan kelebihan persediaan. Ada delapan jenis Muda. a. Muda Tidak memberi nilai tambah. Berupa aktivitas-aktivitas yang tidak berguna yang memperpanjang lead time. kadang sedikit. c. 4) Non Value added Activities (Aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah) 5) Excess Inventory (persediaan berlebih) 6) Unnecessery Motion (gerakan berlebih/tidak diperlukan) 7) Defective Produk (produk cacat) 8) Underutilized dimanfaatkan) b. Selain waste/muda ada dua hal lagi yang disebut mura dan muri. Mura Mura adalah ketidak teraturan karena production planning untuk kendaraan atau part tidak tetap. Berikut adalah pengertian dari masing-masing “M” tersebut. menimbulkan gerakan tambahan untuk memperoleh komponen atau peralatan. Keberhasilan TPS terletak pada perubahan pola pikir dan sikap kerja seluruh karyawan untuk melakukan upaya continous improvement. Waste didefinisikan sebagai segala aktivitas pemakaian sumber daya (resource) yang tidak memberikan nilai tambah (value added) pada produk. atau berakibat pada berbagai jenis waktu tunggu.diasah. antara lain adalah: 1) Overproduction (produksi berlebih) 2) Waiting (menunggu) 3) Transportasi yang tidak perlu. Banyak kita kenal dengan istilah waste. People (Kemampuan Karyawan yang tidak . TPS mendefinisikan ada delapan jenis waste yang tidak memberikan nilai dalam proses bisnis atau manufaktur. Pada dasarnya semua waste yang terjadi berhubungan erat dengan dimensi waktu. kadang banyak. Muri Memberi beban berlebih kepada orang atau peralatan. Muri adalah memanfaatkan mesin atau orang di luar batas kemampuannya.

tetapi juga meningkatkan efisiensi pada proses. line atau setiap mesin. Koritsu (Efisiensi) merupakan ratio energi yang masuk dan energi keluar secara aktual. sama sekali tidak berhubungan dengan cost reduction. serta terhubung dengan peningkatan efisiensi secara keseluruhan (Total).2.3Pengertian Kaizen (Continous Improvement) Kaizen merupakan istilah dari negara jepang yang memiliki arti sebagai usaha peningkatan berkesinambungan (continous improvement). dll. peralatan. Produktivitas Semu merupakan peningkatan produktivitas pada perhitungan saja. merupakan cara untuk meningkatkan produktivitas dengan cara memproduksi dengan man power . Kaizen berarti suatu perbaikkan. plant. dan merupakan peningkatan produktivtas dengan menambah jumlah produksi dengan man power yang ada. Produktivitas Total tidak hanya meningkatkan efisiensi pada perhitungan secara simple saja. Produktivitas semu dan produktivitas nyata Peningkatan produktivitas berguna untuk cost reduction. Meningkatkan produktivitasnya hanya pada prosesnya sendiri atau tiap-tiap mesin saja. jumlah kebutuhan produksi menjadi prasyarat utama. Produktivitas masing-masing dan produktivitas total Produktivitas masing-masing adalah produktivitas proses satu per satu. dan level masing-masing. line. Untuk meningkatkan produktivitas. serta tidak berhubungan dengan sales atau pesanan (order customer) Produktivitas nyata adalah peningkatan produktivitas yang dihubungkan dengan cost reduction secara nyata. Produktivitas dan Efisiensi Perusahaan Kata Noritsu dan Koritsu perusahaan digunakan sebagai istilah untuk menegaskan hasil pekerjaan dan kaizen. Noritsu (Produktivitas) merupakan ratio output aktual terhadap nilai standar atau nilai yang telah lalu. peningkatan produktivitas semu. dan tidak berhubungan dengan line atau proses sebelum dan sesudah.

contohnya part. harus dipikirkan pengurangan man power untuk meningkatkan produktivitas. dan Baratsuki a. pada stock. lalu jika jumlah produksi menurun. Semakin besar nilai baratsuki berarti semakin tidak stabil kerja dari operator. welding. dan forming.4Lead Time. . assy. material dll yang menunggu diantara proses. untuk meningkatkan nilai tambah seperti melakukan cutting. atau waktu pengecekan. pengangkutan dll.Takt Time Takt Time merupakan waktu yang menentukan (1 unit atau 1 buah part harus dibuat dalam berapa menit dan berapa detik) Takt Time = Waktu kerja per shift (scheduled time) Jumlah Produksi per shift c. Waktu Stagnasi waktu yang tidak meningkatkan nilai tambah dan menambah biaya. dll. Takt Time. Lead Time = Waktu proses + Waktu stagnasi Waktu Proses waktu yang memerlukan biaya.Lead Time adalah waktu dari supply material hingga menjadi barang jadi untuk produksi barang/ part tersebut. Cycle Time.Baratsuki Baratsuki didapat dari selisih waktu proses terpanjang (maksimum) dengan waktu proses yang terpendek (minimum) baratsuki digunakan untuk mengidentifikasi konsistensi operator dalam melakukan pekerjaannya.Cycle Time Cycle time merupakan waktu yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan urutan kerja yang telah ditentukan untuk proses yang ditangani oleh 1 orang operator. Jika jumlah meningkat. 2.minimum yang diperlukan untuk sales (pesanan). perlu dipikirkan bagaimana produksi akan dilakukan dengan man power yang ada saat ini. d. b.

dan safety. safety. cost reduction. dan untuk melakukan produksi just in time. dll dengan cara menggabungkan faktor manusia. produktivitas. serta merupakan standar untuk mengukur peningkatan kualitas. 2) Segi peralatan (Kondisi pada saat pengangkutan) Trouble Mesin/alat sedikit Fleksibilitas gerakan line sedikit 3) Segi kualitas (Kondisi pada saat pengangkutan) Trouble kualitas sedikit. dan memfokuskan gerakan manusia. mengumpulkan pekerjaan.  Baratsuki (Ketidakteraturan). Keakuratan (Precision) sedikit. barang. Pekerjaan yang mengulang-ngulang. 3 unsur penting tersebut yaitu: . Selain itu juga merupakan suatu cara untuk menekan pembuatan yang berlebihan.2. Kondisi awal pada Standardisasi Kerja 1) Segi pekerjaan (Kondisi pada saat setting) Memfokuskan pada gerakan manusia. maka standardisasi kerja mempunyai 3 unsur penting. yaitu cara melakukan produksi yang paling efektif dengan urutan tanpa muda. Standardisasi kerja juga merupakan cara yang efektif sebagai tools untuk Kaizen.5Standardisasi Kerja Definisi Standardisasi Kerja Standardisasi kerja adalah peraturan pada saat membuat barang di tempat kerja. Standardisasi Kerja merupakan cara untuk secara total meningkatakan kualitas. Karakteristik standardisasi kerja dan tiga unsur penting Karena standardisasi kerja merupakan aktualisasi dari sistem produksi untuk melaksanakan prinsip dasar Toyota Production System. dan peralatan secara paling efektif dengan berdasarkan pada kondisi saat ini. dimana semuanya tidak akan berjalan jika satu saja tidak terpenuhi. cost reduction.

memasang ke mesin. Tabel Standar Kerja Kombinasi (TSKK) dan Diagram Yamazumi 1) Tabel Standar Kerja Kombinasi (TSKK) Tabel Standar Kerja Kombinasi atau biasa disingkat dengan nama TSKK adalah sebuah tabel yang mengkombinasikan pekerjaan manusia dan mesin digunakan untuk menentukan area serta pembagian kerja. juga melakukan pekerjaan sesuai dengan urutan kerja. operator melakukan pekerjaan dengan urutan yang efektif seperti mengangkut barang. 3) Standar in process stock Standard in process stock adalah barang dengan supply minimum yang dimiliki di dalam proses agar pekerjaan dapat dilakukan dengan urutan dan gerakan yang sama berulang-ulang. . dan melakukan proses.1) Takt Time dan Cyckle time 2) Urutan Kerja Pada pemrosesan dan Assembly barang.

0 4 12.6 7 12.1. TPS menggunakan diagram Yamazumi untuk memvisualisasikan sebuah rangkaian pekerjaan yang terdiri dari value added dan non value added work.com/suport-files/standard-workcombinationstables.8 8 12.9 10 3 2 4 5 7 2 8 13. Pengambilan data waktu dapat menggunakan metode jam henti (stopwatch).1.11 Waktu proses yang dipilih adalah 12.Gambar 3. Contoh TSKK. Kemudian dari keseluruhan data waktu proses yang telah diambil dipilih waktu yang paling singkat dan frekuensi kemunculan yang paling banyak. Diagram Yamazumi membantu untuk mengeliminasi non-added value work. 2) Diagram Yamazumi Diagram Yamazumi adalah sebuah diagram yang terbentuk Stacked bar.4 5 12.pdf) Perhitungan Cycle time untuk pembuatan TSKK dilakukan dengan cara yang berbeda. yang menunjukkan keseimbangan cycle time dari sekelompok kerja operator.5 1 2 12. Contoh Data Waktu Proses 1 12. Contoh: Pengambilan data waktu proses untuk perakitan komponen A Tabel 3.4 9 12.42 detik dengan frekuensi kemunculan yang terbanyak. Penyusunan diagram . (http://beyondlean.7 3 3 13.4 6 13.

perancangan tata letak pabrik adalah pengaturan dari fasilitas. Maka itu dalam merancang suatu pabrik tata letak fasilitas tidak dapat dikesampingkan. Perhitungan man power needed didapat dari rumus berikut: Man Power Needed = Total Cycle Time Takt time Line Man Power actual adalah jumlah man power yang ada saat ini. Man Power needed merupakan estimasi jumlah man power yang dibutuhkan. yaitu dengan membandingkan total cycle time dengan target cycle time.6Perancangan Tata Letak Fasilitas Perancangan tata letak pabrikini merupakan satu elemen penting dalam menjalankan suatu proses produksi karena tanpa tata letak pabrik yan baik maka proses produksi akan kacau. Perancangan tata letak dibutuhkan apabila pabrik mengalokasikan mesin baru. Perancangan tata letak pabrik dapat didefinisikan sebagai perencanaan dan pengintegrasian aliran dari komponen produk untuk memperoleh kombinasi yang paling efektif dan ekonomis (Apple.Yamazumi menggunakan data cycle time yang diperoleh dari TSKK dan Baratsuki. 1977). yang digunakan secara bersama-sama untuk memenuhi tujuan yang sudah ditetapkan. tenaga kerja. juga perlu bagi sebuah pabrik untuk meninjau (3. perancangan tata letak pabrik dapat juga diartikan pengaturan dari fasilitas-fasilitas yang ada sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuannya dengan tidak mengesampingkan kendala yang ada. Dengan tata letak pabrik yang baik. sebuah pabrik dapat menghasilkan hasil produksi yang maksimal dengan kondisi aktifitas produksi yang optimal. bahan baku dan mesin. seperti gedung. Jadi.1) . Dalam perkembangannya. Nilai efisiensi didapat dari hasil perbandingan jumlah man power needed dengan jumlah man power actual: Efisiensi MP = Man Power Needed Man Power actual 2.

1 Objek Penelitian Penelitian dilakukan di Perusahaan Frame Chasis LINE SUB ASSY A DI PT. gudang.2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti.6 Kelapa Gading Jakut. c. Mengurangi faktor yang bisa mempengaruhi kualitas dari bahan baku maupun produk jadi. Observasi dilakukan guna mendapatkan data umum perusahaan yang meliputi. Menaikkan output produksi Mengurangi waktu tunggu Mengurangi proses material handling Penghematan penggunaan area untuk produksi. Mengurangi inventory in process Proses manufacturing yang lebih singkat g. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. h. e. d. Studi Lapangan (observasi) Studi Kepustakaan . dan maintenance.lagi tata letaknya karena dirasakan ada penurunan produktivitas ataupun untuk memperbaiki kinerja pabrik. Perencanaan tata letak yang baik dapat memberikan keuntungan sebagai berikut: a. b. kondisi lingkungan kerja. aktivitas yang dilakukan pekerja di stasiun persiapan dan stasiun pengolahan. jalannya proses produksi dan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. f. 3. Pegangsaan 2 km 1. kondisi umum perusahaan. GEMALA KEMPA DAYA DIVISI PLANT DEPARTEMENT PPC yang terletak di Jln. Mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran.

Metode pengumpulan data yang bersumber pada buku-buku referensi. Untuk memudahkan dalam analisis permasalahan perlu adanya Flow Process urutan langkah dalam analisa. adapun urutan langkah tersebut adalah sebagai berikut: Start Pemahaman Proses Produksi di GKD Pengamatan awal pd Line Sub Assy A Data Jml Order Bln Okt Data Efisiensi Man Power Existing Data Cycle Time /MP Data Layout Analisa Permasalahan Analisa Usulan Perbaikan Line Balancing TSKK Yamazumi chart Layout Evaluasi penentuan jml Optimum MP stlh improvement Kesimpulan dan saran End . jurnal yang diperoleh dari media cetak maupun media internet yang relevan dengan obyek yang diteliti.

2 Flow Chart Langkah Analisis .Gambar 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful