BAB III KESIMPULAN 1.

Strategi bisnis berisiko adalah strategi pembelajaran dengan cara siswa belajar bersama kelompok yang beranggotakan enam orang dengan menggunakan kartu soal dan dadu sehingga tidak membosankan 2. Penerapan strategi bisnis berisiko dalam perangkat pembelajaran yang salah satunya berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) contohnya adalah sebagai berikut:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan : SD Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Pertemuan : Matematika : IV/ 2 : 2 x 35 menit : ke-26

Strandar Kompetensi : 6. Menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah Kompetensi dasar Indikator : 6.3 Menjumlahkan pecahan. : Melakukan operasi hitung penjumlahan pecahan berpenyebut sama.

A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat melakukan operasi hitung penjumlahan pecahan berpenyebut sama. B. Materi Ajar Pecahan.

9

dan salah satu bagian diarsir untuk menunjukkan pecahan . Model Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran langsung Strategi Pembelajaran : Strategi Bisnis Berisiko D.Guru menginstruksikan siswa agar lembar kertas pertama dilipat menjadi empat bagian yang sama. . Kemudian kertas kedua dilipat menjadi 4 bagian yang sama. Jadi. Kegiatan Inti (± 60 menit) Fase 2 : Mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan. Pendahuluan (± 5 menit) Fase 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa . berapakah total kg telur yang kamu beli untuk Ibu? II.C. 10 . dan salah satu bagian juga diarsir untuk menunjukkan pecahan .Apersepsi: Dengan tanya jawab guru mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya yaitu mengenai konsep nilai pecahan. . pecahan senilai. dan penjumlahan bilangan bulat. Kegiatan Pembelajaran I. . Misalnya Ibu meminta kamu untuk membeli kg telur di warung kemudian Ibu memintamu lagi untuk membeli kg telur lagi.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.Motivasi: Guru memberikan motivasi kepada siswa bahwa materi ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Guru meminta siswa untuk menyediakan media pembelajaran dua helai kertas lipat.

.Guru mendemonstrasikan penjumlahan dipotong dan ditempelkan pada kertas yang satunya.     11 . kertas pertama kertas kedua .Guru meminta siswa memperhatikan dua kertas hasil lipatan yang telah diarsir.

. . Sehingga tertanam dalam pemikiran siswa bahwa bilangan penyebut harus sama dan tidak dijumlahkan..Guru mendemonstrasikan contoh lain lagi proses penjumlahkan pecahan berpenyebut sama.Guru meminta siswa untuk memperhatikan dalam penulisan proses penjumlahan ini. 12 . . Tiap kelompok terdiri dari 6 orang dan dibekali satu pak kartu soal. kartu penyelesaian.Guru mendemonstrasikan contoh lain yaitu penjumlahan dipotong dan ditempelkan pada kertas yang satunya.Guru memberikan penjelasan kepada siswa bahwa penulisan dua penyebut menjadi satu penyebut harus dilakukan.Guru membagi kelas ke dalam kelompok-kelompok. Contoh:    Fase 3 : Membimbing latihan .    dua penyebut digabung menjadi satu. Untuk kali ini tanpa menggunakan alat peraga. terutama dalam penulisan penyebut. karena penyebut tidak dijumlahkan. dan sebuah dadu.

bukalah kartu penyelesaiannya untuk mencocokan jawaban. . Riska nomor 6 dan seterusnya. . .Guru menanyakan pada siswa apakah ada masalah dari saat mengerjakan soal kuis tadi. Jika semua anggota kelompok sudah selesai mengerjakan soal.Dengan tanya jawab. guru membimbing siswa untuk membuat ringkasan materi yang telah dipelajari.Guru meminta siswa untuk bertanya apabila ada yang kurang paham.Guru memberi siswa pekerjaan rumah pada buku paket halaman 192-193. Penutup (± 10 menit) Fase 5 : Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan. Misal. . III. Jika tidak ada yang bisa silahkan bertanya kepada guru. Fase 4 : Mengecek pemahaman siswa dan memberikan umpan balik.Guru meminta siswa untuk memulai mengerjakan soal. yaitu siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal yang terdapat pada kartu soal secara bersama kemudian satu sama lain harus saling membantu jika ada yang mengalami kesulitan dalam pengerjaannya. . .Guru memberikan kuis kepada siswa untuk mengecek pemahamannya.Guru berkeliling mengamati siswa belajar bersama kelompok masingmasing dan membantu siswa jika ada yang kurang paham. Gunakanlah undian dadu dalam penentuan giliran mengambil kartu soal dan kartu penyelesaian Setiap seorang siswa mewakili salah satu nomor-nomor pada dadu tersebut. .Guru meminta siswa untuk mempelajari materi selanjutnya yaitu penjumlahan pecahan berpenyebut beda. . .Guru membahas bersama dengan siswa beberapa soal pada kartu soal yang kurang dapat dipahami oleh siswa. Andi nomor 4. guru akan membantu menyelesaikannya. 13 . Jika ada masalah..Guru menyampaikan aturan pembelajaran dengan strategi bisnis berisiko kepada siswa.

Jenis Penilaian . alat tulis Media belajar : Kertas lipat atau kertas yang dapat dilipat. Bahan. Penilaian . Alat.E. Sumber belajar : Buku paket matematika untuk SD atau MI kelas IV halaman 188-193 F. Media dan Sumber Belajar Alat dan bahan : Penggaris.Instrumen : Tes Tulis : Terlampir 14 .

            Kartu Penyelesaian 1.                   15 .Kartu Soal Tentukan hasil penjumlahan pecahan berikut ini: 1. 5. 3. 6. 3. 6. 2. 2. 4. 4. 5.

3. Tentukan Hasil Penjumlahan Pecahan Berikut ini: 1. 2.. 3. 2.             16 . Kelas / No. Absensi :«««««. 4.        KUNCI KUIS 1..KUIS Nama :«««««. 4.

     3.               2.      4.PEDOMAN PENSKORAN UNTUK KUIS 1.            17 .