TELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TELAAH BUKU TEKS I.DENTITAS BUKU TEKS 1.

Judul Bahasa dan Sastra Indonesia I 2.Pengarang Nurhadi, Dawud, Yuni Pratiwi 3.Editor Ida Safrida 4.Setting dan Layout Tim Bahasa Dept. Setting 5.Desain sampul Achmat Taufik 6.Percetakan PT. Gelora Aksara 7.Penerbit Erlangga, Jakarta 8.Tahun Terbit 2005 9.Ditujukan untuk SMP/ MTs kelas VII II.SUDUT PANDANG PENDEKATAN Bahasa Indonesia merupakan sarana komunikasi dan sastra merupakan salah satu hasil budaya yang menggunakan bahasa sebagai sarana kreativitas dan pengejawantahannya. Bahasa dan sastra Indonesia seharusnya diajarkan kepada siswa melalui pendekatan yang sesuai dengan hakikat dan fungsinya Dalam kehidupan sehari-hari, fungsi utama bahasa adalah sarana komunikasi. Bahasa dipergunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antarpenutur untuk berbagai keperluan dan situasi pemakaian. Untuk itu, orang tidak akan berpikir tentang sistem bahasa, tetapi berpikir bagaimana menggunakan bahasa ini secara tepat sesuai dengan konteks dan situasi. Jadi, secara pragmatis bahasa lebih merupakan suatu bentuk kinerja dan performansi daripada sebuah sistem ilmu. Pandangan ini membawa konsekuensi bahwa pembelajaran bahasa haruslah lebih menekankan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi daripada pembelajaran tentang sistem bahasa. Sementara itu, sastra adalah satu bentuk sistem tanda karya seni yang menggunakan media bahasa. Sastra ada untuk dibaca, dinikmati, dan dipahami, serta dimanfaatkan, yang antara lain untuk mengembangkan wawasan kehidupan. Jadi, pembelajaran sastra seharusnya ditekankan pada kenyataan bahwa sastra merupakan salah satu bentuk seni yang dapat diapresiasi. Oleh karena itu, pembelajaran sastra haruslah bersifat apresiatif. Sebagai konsekuensinya, pengembangan materi, teknik, tujuan, dan arah pembelajaran sastra haruslah lebih menekankan kegiatan pembelajaran yang bersifat apresiatif. Pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan aspek kinerja atau keterampilan berbahasa dan fungsi bahasa adalah pendekatan komunikatif, sedangkan pendekatan pembelajaran sastra

yang menekankan apresiasi sastra adalah pendekatan apresiatif. Pendekatan lain yang biasa digunakan dalam setiap pembelajaran adalah pendekatan proses dimana siswa secara aktif dan kreatif dengan bimbingan guru berusaha menemukan pola-pola berbahasa dengan cara mencatat pola-pola bermakna yang dijumpai dalam setiap kegiatan berbahasa di kelasnya untuk kemudian menggunakannya dalam kegiatan komunikasi sehari-hari, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Ketiga pendekatan tersebut di atas- lah yang dipakai oleh ketiga penyusun buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia. Hal ini telihat dari kata pengantar yang disampaikan penyusun. ´Pengajaran Bahasa Indonesia hendaknya dikembalikan pada kedudukan yang sebenarnya, yaitu melatih kalian membaca, menulis, berbicara dan mengapresiasi sastra. ....´ Ketiga pendekatan tersebut tercermin dalam setiap bab pelajaran. Pada setiap bab pelajaran selalu ada 3 kegiatan, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan lanjutan. Pada kegiatan awal siswa diberi tugas-tugas sebagai bahan pretest untuk memasuki kegiatan inti, yang merupakan target pembelajaran pada setiap pelajaran dan pada setiap keterampilan berbahasa. Kemudian bagian ketiga adalah bagian kegiatan lanjutan. Kegiatan lanjutan diberikan sebagai pengayaan dan pemamtapan siswa terhadap inti pelajaran pada setiap keterampilan berbahasa. Sebagai gambaran kita akan lihat pelajaran pertama buku teks ini yang bertema Pengalaman Mengesankan dengan sub tema membaca pemahaman untuk menemukan gagasan utama. Pada sub tema ini kegiatan terbagi menjadi 3 seperti yang telah tersebut di atas, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan lanjutan. Pada kegiatan awal siswa diajak untuk mendata kebiasaan-kebiasaan dalam membaca sehingga siswa bahkan guru akan mengetahui sudah seberapa besar minat anak terhadap kegiatan membaca. Setelah mendata kebiasaan-kebiasaan membaca siswa diajak untuk mengenali cara penggambaran objek dalam sebuah teks. Kedua kegiatan ini merupakan kegiatan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan inti yaitu membaca pemahaman untuk mengenali gagasan utama dan gagasan penjelas dalam sebuah teks atau bacaan. III. BAHAN A. Kelayakan Materi 1. Kesesuaian Materi Buku Teks dengan Kurikulum Kurikulum merupakan suatu usaha untuk menyampaikan asas-asas dan ciri-ciri yang penting dari suatu rencana pendidikan dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga dapat dilaksanakan oleh guru di sekolh. Pengertian ini mengharuskan setiap perencanaan dan usaha yang dilakukan oleh pelaku pendidikan termasuk pembuat bahan ajar baik yang berupa buku atau yang lainnya harus mengacupada kurikulum yang berlaku. Pada kurikulum Bahasa Indonesia 2004 kemampuan berbahasa dibedakan menjadi dua, yaitu kemampuan terhadap materi kebahasaan dan kemampuan materi kesastraan sehingga dituntut dalam setiap keterampilan berbahasa (mendengar, berbicara, membaca dan menulis) kedua kemampuan berbahasa tersebut harus mendapat perhatian.

Hal ini terbukti disebutkannya sumber secara jelas di samping itu bacaan yang ada sesuai dengan tingkat pemahaman siswa kelas VII SMP/ MTs. Karenanya dalam berusaha membuat tampilan buku ini lebih menarik minat siswa untuk mempelajari materi di dalamnya. B. 3. Setela itu peserta didik diajak untuk mengenali cara-cara yang sering dilakukan oleh para pengarang dalam menggambarkan objek kemudian barulah peserta didik diajak untuk membaca pemahaman untuk mengenali gagasan utama dan gagasan penjelas dengan model pembimbingan dengan cara memberikan tips menemukan ide dengan cepat. Gambar lebih mudah diserap dan lebih tahan dalam memori seseorang daripada kata-kata. 2. tugas serta kegiatan mandiri sehingga peserta didik mampu menggali dan memanfaatkan informasi serta menyelesaikan masalah yang ada. baik yang berupa gambar. Sebelum peserta didik diberi tugas membaca pemahaman dengan menemukan gagasan utama disajikan. Kelengkapan materi dalam buku teks ini bisa dilihat dari adanya wacana.Materi yang ada dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia yang kami telaah ini telah mencerminkan hal tersebut. sementara kegiatan yang ditugaskan adalah menjelaskan makna kata . Tetapi ketika dicermati lebih lanjut masih terdapat ilustrasi-ilustrasi yang kurang mendukung permasalahan baik tema maupun sub temanya. dalam sebagian besar bab dan subbab buku ini menampilkan ilustrasi. pemahaman terhadap wacana. Keakuratan dalam memilih contoh Contoh-contoh latihan yang disajikan menunjukkan keruntutan konsep dari yang mudah ke yang sukar. Sementara itu keakuratan konsep dan teori tercermin dari kesesuaian teori dan konsep yang disajikan untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) dengan definisi yang berlaku dalam bidang ilmu bahasa (linguistik) dan ilmu sastra. Pendukung Materi Pembelajaran 1. Tema Pelajaran Pertama adalah Pengalaman Mengesankan. Sebagai contoh ditambilkannya gambar sendratari pada halaman 148 Pelajaran 9 pada kegiatan awal. grafik maupun tabel. Kalau dilihat secara keseluruhan tampilnya ilustrasi di awal setiap pelajaran memang sudah mencerminan tema yang akan dibahas dalam setiap pelajaran. dari yaang sederhana ke yang kompleks dari yang telah dikenal sampai ke pengembangannya. Selain itu keakuratan teori dan konsep itu terlihat juga dalam penggunaannya yang tepat sesuai dengan fenomena yang dibahas dan tidak menimbulkan banyak tafsir (ambigu). Relevansi ilustrasi dengan tema atau subtema. penyusun mengajak peserta didik melihat kebiasaan-kebiasaan mereka dalam membaca termasuk mendata buku apa saja yang telah dibacanya. dari yang konkret ke abstrak. Keakuratan Materi Wacana yang disajikan dalam buku teks ini sesuai dengan kenyataan tidak dibuat-buat. Sebagai contoh kita akan ambil materi pada pelajaran pertama. fakta kebahasaan dan kesastraan dan juga adanya penerapan konsep dasar baik dari materi kebahasaan maupun kesastraan melalui pelatihan.

(5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus). (disajikannya gambar orang yang sedang menelpon. Kelengkapan Penyajian Secara keseluruhan buku teks Bahasan dan Sastra Indonesia ini telah menyajikan materi secara lengkap dengan sistematika yang runtut. misalnya. Relevansi materi dan bahan dengan tingkat usia siswa Dalam tahap perkembangannya. Kata Pengantar . dan akan dapat berkembang pesat apabila dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia untuk berlatih mengeksplorasi gejala alam. a. Contoh yang lain misalnya pada pelajaran pertama di halaman 5 ditampilkan gambar dua orang peselancar padahal judul wacana Pulau Nias Penuh Sejarah dan Budaya. Bagaian Pendahulu. 2. (4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mental tentang realitas). Dini dan gambar WS. Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Gardner (1993). siswa SMP berada pada tahap periode perkembangan yang sangat pesat dalam setiap aspeknya. Renda yang sedang membaca puisi ) akan memberikan penjelasan kepada tentang empat keterampilan berbahasa dan dua kemampuan berbahasa yaitu kemampuan kebahasaan dan kemapuan kesastraan yang akan diajarkan dan dilatihkan dalam buku teks Bahasa dan Sastra Indonesia. gambar tangan mengetik. Siswa telah memahami hal-hal yang bersifat imajinatif. yang berkembang pada siswa adalah kemampuan berpikir secara simbolis dan bisa memahami sesuatu secara bermakna (meaningfully) tanpa memerlukan objek yang konkret. (3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama). Implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia bahwa belajar akan bermakna apabila input (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Hal ini bias dilihat dari: 1.berimbuhan. merupakan µperiod of formal operation¶. gambar kover buku novel Nh. Ketujuh macam kecerdasan ini sesuai dengan karakteristik keilmuan bahasa Indonesia. Pembelajaran bahasa Indonesia akan berhasil apabila penyusun silabus dan guru mampu menyesuaikan tingkat kesulitan dan variasi input dengan harapan serta karakteristik siswa sehingga motivasi belajar mereka berada pada tingkat maksimal. baik gejala kebendaan maupun gejala kejadian/peristiwa guna membangun konsep bahasa Indonesia. Ilustrasi ±ilustrasi yang disajikan menimbulkan imajinasi pada diri pemakai buku ini akan informasi atau materi apa yang akan disajikan.Ilustrasi pada kover. Menurut Piaget (1970). (7) kecerdasan antarpribadi (kemampuan memahami orang lain). yaitu yang lebih kurang sama dengan usia siswa SMP. bahkan objek yang visual. (2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berpikir runtut). Pada usia ini. Materi yang ada pada buku teks ini terlihat ingin menerapkan teori tersebut di atas dalam penyusunannya. bisa kita lihat C. Salah satu aspek ersebut adalah aspek kognitif. yaitu: (1) kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional). periode yang dimulai pada usia 12 tahun. (6) kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan jati diri).

Bagian Isi a. subbab serta topik yang ada di dalamnya. Refleksi memuat simpulan sikap dan prilaku yang harus diteladani. penulis telah memberikan identitas sumber yang jelas kecuali ilustrasi yang berupa gambar-gambar kartun. 2.Pada bagian penulis memberikan informasi berkaitan dengan tujuan penulis buku teks.. Rujukan: Pada setiap ilustrasi dan wacana yang diambil dari sumber lain.´ (bagian Kata Pengantar) ³Faktanya. ucapan terima kasih. kalian sudah menggunakan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. menulis kreatif dan berbicara kreatif´ (bagaian Kata Pengantar) b. Sebagai ganti dari itu penulis menyampaikan ringkasan fokus kemampuan dasar yang harus dikuasai peserta didik. ³Begitulah seharusnya proses belajar berlangsung. Rangkuman dan refleksi Rangkuman merupakan konsep kunci bab yang bersangkutan yang dinyatakan dengan kalimat ringkas. d. Adanya daftar isi pada bagian pendahuluan memberikan kemudahan peserta didik dan pengguna buku teks ini dalam mencarai dan menemukan bab. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP/ MTs selayaknya diarahkan pada pelatihan berbahasa yang kreatif. Dalam buku ini rangkuman ini tidak ada sehingga peserta didik kurang mendapatkan tekanan materi yang harus benar-benar dikuasai. serta hal-hal lain yang dianggap penting bagi peserta didik bahkan pemberian motivasi kepada peserta didik. cara belajar yang harus diikuti. Rasanya kalian perlu kembali meniru proses belajar memanah di atas. Pelatihan: Hampir di setiap awal dan akhir pembicaraan penulis selalu memberikan tugas-tugas sebagai bahan pretest dan posttest sebagai evaluasi terkuasainya kompetensi sesuai dengan SK dan KD . sistematika buku. yaitu membaca kreatif. kalian mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru«. jelas. harapan bahkan bagaimana mengajar dan belajar bahasa pun disampaikan penulis dalam bagian kata pengantarnya. b. c. Anak belajar dari pengalaman sendiri. dan memudahkan peserta didik memahami keseluruhan isi bab. Dalam proses tersebut. Pendahuluan Pengantar pada awal buku berisi tujuan penulisan buku teks pelajaran. Daftar Isi.

Bentuk evaluasi yang ada meliputi: 1. tempat. baik individu maupun kelompok V. Atau singkatnya bahasa yang digunakan dalam buku teks ini sudah pragmatis. Ceramah/ Penjelasan melalui deskripsi maupun eksposisi. 3. IV.konsep dasar baik kebahasaan maupun kesastraan. D. tanggal 9 Juni 2008) 2. EVALUASI Evaluasi baik yang bersifat pretest maupun post test yang ada dalam buku teks ini sangat bervariasi. tahun terbitan. Buku Teori dan Aplikasi Telaah Kurikulum SLTA. Mengerjakan tugas individu maupun tugas kelompok. Menjawab pertanyaan bacaan 2. diakses . baik pemahaman. Mengisi bagian kalimat yang rumpang. (Online) (www.3. membaca indah maupun membaca cepat. Panduan Pengembangan Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengan Pertama. Jakarta. 2. Baik artinya sesuai dengan konteks situasi dan kondisi dan benar artinya sesuai dengan kaidahkaidah baku yang berlaku.diknas. judul buku. dan nama penerbit. khususnya terhadap konsep. DAFTAR PUSTAKA 1. Bervariasinya evaluasi ini bisa menghindarkan siswa dari kebosanan terhadap latihan dan tugas-tugas yang monoton dan menjemukan.org. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama. Surakarta: Pustaka Cakra . Cerita Bergambar 3. 5. Memberi tanda S (jika setuju) dan T (jika tidak setuju) 4. Penugasan. Esti Ismawati. Penggunaan Bahasa Bahasa yang digunakan dalam buku teks ini sudah sesuai dengan bahasa yang baik dan benar. Selain dengan penugasan. Bagian penyudah Pada bagian akhir buku teks ini disajikan daftar pustaka atau daftar buku yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku tersebut dan dalam penulisan daftar pustaka seudah sesuai dengan penulisan daftar pustaka yang standar sebagaimana yang disampaikan oleh H. Mengerjakan tugas membaca. METODE 1. 2006. pelatihan dan mengerjakan tugas-tugas baik secara individu maupun kelompok. Kuis 4. Amat Mukhadis yaitu diawali dengan nama pengarang (yang disusun secara alfabetis).

Science of Education and the Psychology of the Child. Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia. (Eds). Amat Mukhadis. H. 1970.whandi. 6.net .com/2010/02/telaah-buku-teks-bahasa-indonesia. Piaget. KTSP dan Pembelajaran Bahasa Indonesia (Online) (www. M. Henry Guntur Tarigan. diakses tanggal 9 Juni 2008) 4.blogspot. Bandung: Angkasa. http://ramlannarie.html .2000. New York: Viking.3. Kaidah Tata Tulis Artikel Ilmiah. Umar Muslim. Malang: Universitas Negeri Malang. J. 5.

Hal itu disebabkan oleh masih adanya revolusi fisik. Untuk menghindari kesan bahwa negara Indonesia adalah negara yang absolut pemerintah mengeluarkan : ‡ Maklumat Wakil Presiden No. DPR dan DPA dibentuk menurut UUD ini segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden denan dibantu oleh KNIP. Terbatasnya peran partai politik 3. ‡ Maklumat Pemerintah tanggal 3 Nopember 1945 tentang Pembentukan Partai Politik. Indonesia masih berjuang menghadapi Belanda yang ingin kembali ke Indonesia.Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia Posted by husainnur on April 4. KNIP berubah menjadi lembaga legislatif. Pada saat itu pelaksanaan demokrasi belum berjalan dengan baik. ‡ Maklumat Pemerintah tanggal 14 Nopember 1945 tentang perubahan sistem pemerintahn presidensil menjadi parlementer 2) Pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama a) Masa demokrasi Liberal 1950 ± 1959 Masa demokrasi liberal yang parlementer presiden sebagai lambang atau berkedudukan sebagai Kepala Negara bukan sebagai kepala eksekutif. 2011 · Tinggalkan sebuah Komentar Pelaksanaan Demokrasi Di Indonesia 1) Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia dibagi menjadi beberapa periodesasi: Pelaksanaan demokrasi pada masa revolusi ( 1945 ± 1950 ). Namun demikian praktik demokrasi pada masa ini dinilai gagal disebabkan : ‡ Dominannya partai politik ‡ Landasan sosial ekonomi yang masih lemah ‡ Tidak mampunya konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950 Atas dasar kegagalan itu maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 : ‡ Bubarkan konstituante ‡ Kembali ke UUD 1945 tidak berlaku UUD S 1950 ‡ Pembentukan MPRS dan DPAS b) Masa demokrasi Terpimpin 1959 ± 1966 Pengertian demokrasi terpimpin menurut Tap MPRS No. X tanggal 16 Oktober 1945. Mengaburnya sistem kepartaian. Berkembangnya pengaruh PKI Penyimpangan masa demokrasi terpimpin antara lain: 1. pemimpin partai banyak yang dipenjarakan . akuntabilitas politik sangat tinggi dan berkembangnya partai-partai politik. Tahun 1945 ± 1950. Dominasi Presiden 2. Masa demokrasi ini peranan parlemen. Pada awal kemerdekaan masih terdapat sentralisasi kekuasaan hal itu terlihat Pasal 4 Aturan Peralihan UUD 1945 yang berbnyi sebelum MPR. VII/MPRS/1965 adalah kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang berintikan musyawarah untuk mufakat secara gotong royong diantara semua kekuatan nasional yang progresif revolusioner dengan berporoskan nasakom dengan ciri: 1.

c) Pelaksanaan demokrasi Orde Baru 1966 ± 1998 Pelaksanaan demokrasi orde baru ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966. legislatif dan yudikatif. Demokrasi Indonesia saat ini telah dimulai dengan terbentuknya DPR ± MPR hasil Pemilu 1999 yang telah memilih presiden dan wakil presiden serta terbentuknya lembaga-lembaga tinggi yang lain. dan 1997. Terbatasnya peranan pers 6. Rotasi kekuasaan eksekutif hampir dikatakan tidak ada 2. dengan meningkatkan peran lembaga-lembaga tinggi dan tertinggi negara dengan menegaskan fungsi. wewenang dan tanggung jawab yang mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga-lembaga eksekutif. Keluarnya Ketetapan MPR RI No. Orde Baru bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen. Tumbuhnya KKN yang merajalela Sebab jatuhnya Orde Baru: 1. II. Rekrutmen politik yang tertutup 3. Pelaksanaan demokrasi pada masa Reformasi 1998 s/d sekarang. Peranan Parlemen lembah bahkan akhirnya dibubarkan oleh presiden dan presiden membentuk DPRGR 3. Tap MPR RI No. Terjadinya krisis politik 3. Hancurnya ekonomi nasional ( krisis ekonomi ) 2. 1992. V dan pada masa orde baru berhasil menyelenggarakan Pemilihan Umum tahun 1971. 1982. TNI juga tidak bersedia menjadi alat kekuasaan orba 4. VII/MPR/1998 tentang pencabutan tap MPR tentang Referandum 3. d) Pelaksanaan demokrasi Orde Reformasi 1998 ± sekarang Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi dengan mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. III. Jaminan HAM lemah 4. Gelombang demonstrasi yang menghebat menuntut Presiden Soeharto untuk turun jadi Presiden 5. Awal Orde baru memberi harapan baru pada rakyat pembangunan disegala bidang melalui Pelita I. IV. Pemilu yang jauh dari semangat demokratis 4. Pengakuan HAM yang terbatas 5. X/MPR/1998 tentang pokok-pokok reformasi 2.2. XI/MPR/1998 tentang penyelenggaraan Negara yang bebas dari KKN . Terjadi sentralisasi kekuasaan 5. 1977. Namun demikian perjalanan demokrasi pada masa orde baru ini dianggap gagal sebab: 1. Kebijakan politik luar negeri sudah memihak ke RRC (Blok Timur) Akhirnya terjadi peristiwa pemberontakan G 30 September 1965 oleh PKI. Berakhirnya masa orde baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soeharto ke Wakil Presiden BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998. Ketetapan No. dengan penyempurnaan pelaksanaannya dan perbaikan peraturan-peraturan yang tidak demokratis. Masa reformasi berusaha membangun kembali kehidupan yang demokratis antara lain: 1. 1987.

IV Pada Masa Reformasi berhasil menyelenggarakan pemiluhan umum sudah dua kali yaitu tahun 1999 dan tahun 2004 http://husainnur. III.com/2009/09/30/makalah-perkembangan-demokrasi-di-indonesia/ .com/2011/04/04/pelaksanaan-demokrasi-di-indonesia/ http://krizi. Amandemen UUD 1945 sudah sampai amandemen I. II.wordpress. XIII/MPR/1998 tentang pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden RI 5.wordpress. Tap MPR RI No.4.

ALUR ATAU PERIODESASI PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA A. Sejak abad ke-6 sebelum masehi. dengan selalu mengalahkan kehendak golongan yang kecil jumlah anggotanya. bentuk pemerintahan negara kota (City States) di Yunani adalah berdasarkan demokrasi. jadi kekuasaan rakyat. tetapi lebih dari itu merupakan sesuatu yang perlu diwujudkan. atau suatu bentuk pemerintahan negara.. 1 II. Akan tetapi kemudian penafsiran atas demokrasi itu berubah menjadi suara terbanyak dari rakyat banyak. singkatnya. PENDAHULUAN Istilah demokrasi berasal dari perkataan Yunani demokratia. hlm : . Dalam hal ini. mengapa demikian? Ya. kecuali beberapa hal penting yang merupakan peletakan dasar bagi demokrasi di Indonesia untuk masa-masa selanjutnya. Para penyelenggara pada awal periode kemerdekaan mempunyai komitmen yang sangat besar dalam mewujudkan demokrasi politk di Indonesia. Athena membuktikan dalam sejarah tentang demokrasi yang tertua di seluruh dunia. S. Dalam membicarakan tentang demokrasi di Indonesia. hal itu terjadi karena latar belakang pendidikan mereka. Tahukah Anda. dimana rakyat berpengaruh di atasnya. jadi tidak melaksanakan kehendak seluruh rakyat. Demokrasi dalam Pemerintahan Masa Revolusi Kemerdekaan Periode pertama pemerintahan negara Indonesia adalah periode kemerdekaan. dkk. dan Reformasi. pemerintahan rakyat. bagaimanapun juga kita tidak akan lepas dari alur periodesasi sejarah politik di Indonesia. arti pokok : Demos = rakyat : kratos = kekuasaan . demokrasi dapat disalahgunakan oleh golongan yang lebih besar dalam suatu negara untuk memperoleh pengaruh pada pemerintahan negara.Pd. Pemerintahan demokrasi yang tulen adalah suatu pemerintahan.. yang sungguh-sungguh melaksanakan kehendak rakyat yang sebenarnya. Tentu saja.. Mereka percaya bahwa demokrasi bukan merupakan suatu yang hanya terbatas pada komitmen. Tafsiran terakhir ini tidak asli lagi oleh karena demokrasi diartikan sebagai pelaksanaan suara yang lebih banyak dari rakyat banyak. tidak terlampau banyak yang akan dibicarakan menyangkut demokrasi pada pemerintahan periode ini (1945-1949). Cempaka Putih : Jakarta. 2005. Dalam demokrasi yang tulen dijaminlah hak-hak kebebasan tiaptiap orang dalam suatu anggota. yaitu apa yang disebut periode pemerintahan masa Orde Lama. Orde Baru. 1 Amin Suprihatini. Kewaganegaraan Kelas X.

124 .129 .

.

Para pembentuk negara. karena pada masa ini merupakan kejayaan parlemen dalam sejarah politik Indonesia. hak politik (political franchise) yang menyeluruh. Ketiga. Mengapa periode pemerintahan dalam masa ini disebut sebagai pemerintahan parlementer? Tentu Anda ingin tahu jawabannya bukan? Ya. dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) sebagai landasan konstitusional. pemerintah harus memusatkan seluruh energinya untuk bersama-sama dengan rakyat mempertahankan kemerdekaan dan menjaga kedaulatan negara. Kedua. agama. Tetapi. partai-partai politik tumbuh dan berkembang dengan pesat. dibatasi kekuasaannya ketika Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk untuk menggantikan parlemen. presiden yang secara konstitusional memiliki peluang untuk menjadi diktator. sudah sejak semula mempunyai komitmen yang sangat besar terhadap demokrasi. Sebab. agar negara kesatuan tetap terwujud. yang kemudian menjadi peletak dasar bagi sistem kepartaian di Indonesia untuk masa-masa selanjutnya dalam sejarah kehidupan politik di tanah air. dengan maklumat wakil presiden dimungkinkan terbentuknya sejumlah partai politik. karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan. sekalipun hal itu sudah merupakan salah satu agenda politik yang utama. semua warga negara yang sudah dianggap dewasa memiliki hak-hak politik yang sama. B. Elemenelemen demokrasi yang lain belum sepenuhnya terwujud.Universitas Wahid Hasyim Semarang Tahun Akadeik 2007/2008 Pendidikan Kewarganegaraan PAI S-1 3 Pertama. tanpa ada diskriminasi yang bersumber dari ras. fungsinya yang paling utama adalah ikut serta memenangkan revolusi kemerdekaan dengan menanamkan kesadaran untuk bernegara serta menanamkan semangat antiimperialisme dan kolonialisme. pemilihan umum belum dapat dilakukan. suku. Demokrasi Parlementer (1949 ± 1959) Periode kedua pemerintahan negara Indonesia adalah tahun 1950 sampai dengan 1959. Karena keadaan tidak mengizinkan. dan kedaerahan. Perlu Anda ketahui bahwa pelaksanaan demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaann baru terbatas pada interaksi politik di parlemen dan berfungsinya pers yang mendukung revolusi kemerdekaan. Sehingga begitu menyatakan kemerdekaann dari pemerintah kolonial Belanda. .

.

sekalipun tidak semua warga dapat memanfaatkannya dengan maksimal. dengan terbentuknya sejumlah partai politik serta organisasi peserta pemilihan umum. Sekalipun pers itu sendiri merupakan instrumen politik yang sangat efektif dari sejumlah partai politik. Hak untuk berserikat dan berkumpul dapat diwujudkan dengan jelas. Campur tangan pemerintah dalam hal rekrutmen internal partai boleh dikatakan tidak ada sama sekali. Dalam periode ini. karena tidak dikenal adanya lembaga yang menghambat kebebasan tersebut. karena hampir semua elemen demokrasi dapat ditemukan perwujudannya dalam kehidupan politik Indonesia. Pers memainkan peranan yang sangat besar dalam meningkatkan dinamika kehidupan politik. baik pengurus atau pimpinan partainya maupun para pendukungnya. Partai-partai politik dapat mengajukan nominasi calonnya dengan bebas. lembaga perwakilan rakyat atau parlemen memainkan peranan yang sangat penting dalam proses politik yang berjalan. Kedua. terutama sebagai alat kontrol sosial. Kelima. karena berfungsinya parlemen dan juga sejumlah media masa sebagai alat kontrol sosial. Hal ini dapat terjadi. Pertama. masyarakat pada umumnya dapat merasakan bahwa hak-hak dasar mereka tidak dikurangi sama sekali. Kebebasan pers juga dirasakan dengan baik. Perwujudan kekuasaan parlemen ini diperlihatkan dengan adanya sejumlah mosi tidak percaya kepada pihak pemerintah yang mengakibatkan kabinet harus meletakkan jabatannya. Indonesia menganut sistem banyak partai (multyparty system). tetapi pemilihan umum tersebut benar-benar dilaksanakan dengan prinsip demokrasi. Kompetisi antarpartai politik berjalan dengan baik dan sehat. Ketiga. sekalipun pemilihan umum hanya dilaksanakan satu kali. Sejumlah kasus jatuhnya kabinet dalam periode ini merupakan contoh konkret dari tingginya akuntabilitas tersebut. kampanye dilaksanakan degnan penuh tanggung jawab dalam rangka mencari dukungan yang kuat dari masyarakat pemilih. Setiap partai politik yang besar . yaitu pada tahun 1955. Empat. Ada hampir 40 partai politik yang terbentuk dengan tingkat otonomi yang sangat tinggi dalam proses rekrutmen. akuntabilitas pemegan jabatan dan plitisi pada umumnya sangat tinggi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah setiap pemilih dapat menggunakan hak pilihnya dengan bebas tanpa ada tekanan atau rasa takut. sehingga setiap partai bebasmemilih ketua dan segenap anggota pengurusnya. kehidupan kepartaian boleh dikatakan memperoleh peluang yang sebesar-besarnya untuk berkembang secara maksimal.Universitas Wahid Hasyim Semarang Tahun Akadeik 2007/2008 Pendidikan Kewarganegaraan PAI S-1 4 Masa demokrasi parlementer merupakan masa kejayaan demokrasi Indonesia.

.

masyarakat yang mampu melaksanakannya dapa saja menggunakan haknya tanpa ada rasa khawatir untuk menghadapi resiko. Pada saat berlangsungnya sistem ini di Indonesia. C. dan Partai Komunis Indonesia (PKI) menerbitkan harian Rakyat. pemerintahan dipimpin oleh seorang perdana menteri. Hal ini disebabkan oleh begitu mudahnya oposisi dalam parlemen mengajukan mosi tidak percaya terhadap kabinet atau pemerintah yang berkuasa. dalam masa pemerintahan parlementer. Moh. Demikian juga dengan kebebasan berpendapat (freedom of expression). Memang. daerah-daerah memperoleh otonomi yang cukup. Sedangkan. Masyumi memiliki harian Abadi. roda pemerintahan tidak stabil. Partai Sosial Indonesia mempunyai afiliasi dengan harian Pedoman. maka semakin ada kecenderungan ke arah pemerintahan yang sentralistis. Demokrasi Terpimpin (1959 ± 1965) Geleide democratie ialah demokrasi terpimpin menurut Ir.Universitas Wahid Hasyim Semarang Tahun Akadeik 2007/2008 Pendidikan Kewarganegaraan PAI S-1 5 mempunyai surat kabar. sedang menurut Dr. Semakin demokratis sebuah negara. Akibat pelaksanaan demokrasi parlementer. perdana menteri (kabinetnya) bertanggung jawab kepada parlemen atau Dewan Perwakilan Rakyat. yang kemudian berubah menjadi Suluh Marhaen. Dalam sistem ini. Daerah-daerah diberi hak untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan aspirasi yang berkembang di daerah tersebut. . Partai Nasional Indonesia (PNI) memiliki Suluh Indonesia. Hatta maksudnya demokrasi terdidik . Soekarno. kedua tafsiran ini arti dan maksudnya sama saja. bahkan otonomi yang seluas-luasnya dengan asas desentralisasi sebagai landasan untuk berpijak dalam mengatur hubungan kekuasaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. presiden hanya berkedudukan sebagai kepala negara. sekalipun mengkritik pemerintah dengan keras. Termasuk di dalamnya kewenangan untuk menggali sumber daya keuangan dan kewenangan untuk mengisi jabatan lokal yang sesuai dengan kondisi politik lokal. demokrasi mempunyai kaitan erat dengan derajat tinggi rendahnya desentralisasi dalam penyelenggaraan negara. Keenam. Dengan demokrasi terpimpin atau demokrasi terdidik diartikan bahwa berhubung dengan terdapatnya jarak yang memisahkan para pemimpin (kaum intelek) yang telah mampu atau belum untuk demokrasi .

.

Ir. 2003). Pendidikan Kewarganegaraan di PerguruanTinggi. termasuk Partai Komunis Indonesia yang selama ini tidak pernah terlibat secara resmi dalam koalisi kabinet. Soekarno juga melontarkan gagasan. Untuk mewujudkan gagasan tersebut. Ir. Pradnya Paramita. karena lembaga tersebut tidak dikenal dalam konstitusi. Bahkan. yaitu kelompok yang menginginkan Islam sebagai ideologi negara dan kelompok lain yang menginginkan Pancasila 2 Prof.H. bahwa demokrasi parlementer tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang dijiwai oleh semangat gotong royong dan kekeluargaan. Dewan Konstituante ternyata mengalami jalan buntu untuk mencapai kesepakatan guna merumuskan ideologi nasional. Soekarno kemudian juga mengusulkan agar dibentuk pemerintahan bersifat gotong royong yang melibatkan semua kekuatan politik yang ada.H. Demikian pula yang terjadi di Sulawesi. hubungan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah semakin memburuk. Konsepsi presiden dan terbentuknya Dewan Nasional mendapat tantangan yang sangat kuat dari sejumlah partai politik. M. S. Hal itu terjadi. Semuanya itu kemudian mencapai puncaknya dengan terjadinya pemberontakan daerah yang dipelopori oleh PRRI dan Permesta. (Jakarta : PT. Ir.H. S. dan Dewan Gajah di Sumatera. sejumlah faktor lain muncul secara hampir bersamaan. terutama Masyumi serta PSI. Soekarno sudah menunjukkan gejala ketidaksenangannya pada partai-partai politik. karena partai politik sangat berorientasi pada kepentingan ideologinya sendiri dan kurang memperhatikan kepentingan politik nasional secara menyeluruh.S.T. terbentuk kemudian apa yang disebut Dewan Nasional yang melibatkan semua partai politik dan organisasi sosial kemasyarakatan. Sejumlah perwira Angkatan Darat di daerah-daerah membentuk misalnya Dewan Banteng. Melalui konsepsi tersebut. Pertama. Kansil. pernah pada suatu kesempatan di Istana Merdeka. . Kedua. beliau melontarkan keinginannya untuk membubarkan saja partai-partai politik. Presiden Ir. Selain itu. dan Cristine S. Ir.. 110. Dewan Garuda.Universitas Wahid Hasyim Semarang Tahun Akadeik 2007/2008 Pendidikan Kewarganegaraan PAI S-1 6 oleh karenanya untuk melaksanakan demokrasi para pemimpin harus memimpin atau mendidik rakyat berdemokrasi. bahwa pembentukan Dewan Nasional merupakan pelanggaran yang sangat mendasar terhadap konstitusi negara. yang kemudian mengambil alih pemerintahan sipil. Soekarno juga menekankan bagaimana besarnya peranan pemimpin dalam proses politik yang berjalan dalam masyarakat kita. 2 Sejak berakhirnya pemilihan umum 1955. Kansil. Soekarno kemudian mengajukan usulan yang dikenal sebagai "Konsepsi Presiden". Penentang konsepsi presiden menyatakan. Pada saat yang sama.T. Drs. hlm. karena tidak tercapainya titik temu antara dua kubu politik. C.

.

Konsep yang baik dari Demokrasi Pancasila dalam pelaksanaannya tidak bisa diwujudkan dengan mudah. Agar dapat keluar dari persoalan politik yang sangat pelik tersebut. Ir. Selain itu. maka terbentuklah Front Nasional. Dekrit Presiden tersebut merupakan palu godam bagi demokrasi parlementer. Untuk mewujudkan demokrasi terpimpin ini. sehingga partai ini menjadi semakin besar. Soekarno kemudian pada tanggal 5 Juli 1959 mengeluarkan Dekrit Presiden yang membubarkan Konstituante dan menyatakan kembali pada Undang-Undang Dasar 1945. Pemerintahan rezim Orde Baru telah mencoba . Hal ini bisa terjadi apabila Pancasila benar-benar dilaksanakan secara bertanggung jawab. Era baru demokrasi dan pemerintahan di Indonesia mulai memasuki apa yang kemudian oleh Ir. Soekarno setelah tahun 1963 semakin menyebabkan saluran politik tersumbat. dari kelompok-kelompok yang memberikan kontribusi kepada elite politik. Soekarno disebut sebagai Demokrasi Terpimpin.Universitas Wahid Hasyim Semarang Tahun Akadeik 2007/2008 Pendidikan Kewarganegaraan PAI S-1 7 sebagai dasar negara. Dalam Demokrasi Pancasila. kedaulatan yang dimaksud adalah kedaulatan yang berdasarkan musyawarah yang meliputi bidang politik. Berbagai situasi politik yang tidak menentu sangat menguntungkan bagi PKI. yang ditujukan bagi kesejahteraan rakyat seperti tercamtum dalam Pembukaan UUD 1945. D. dan hankam yang berketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab serta persatuan dan kesatuan bangsa. Keadaan ini terjadi karena tidak meletakkan dasar yang kuat dalam proses pergantian pimpinan nasional. ekonomi. Kecuali. Adanya pengkultusan terhadap Presiden Ir. sosial budaya. Ketika votting dilakukan. ternyata suara mayoritas yang diperlukan tidak tercapai. Dibentuknya Front Nasional dan penyederhanaan partai membawa akibat adanya stabilitas yang semu. Soekarno berakhir. Begitu pula pengangkatan Presiden Ir. Demokrasi Pancasila berdasarkan paham kekeluargaan dan gotong royong. Soekarno sebagai presiden seumur hidup adalah tindakan inkonstitusional yang bertentangan dengan UUD 1945. karena semakin banyak anggota Konstituante yang tidak mau lagi menghadiri sidang lembaga perwakilan rakyat tersebut. Bahkan hal tersebut berlarut-larut. karena mengandalkan adanya blok politik yang dapat mengelola Front Nasional. yang kemudian membawa dampak yang sangat besar dalam kehidupan politik nasional. Demokrasi Pancasila (1965 ± 1998) Demokrasi Pancasila dimulai ketika rezim Ir. Demokrasi Pancasila adalah paham demokrasi yang bersumber pada kepribadian dan falsafah serta budaya hidup bangsa Indonesia. dengan pertimbangan demi kepentingan negara.

.

Berbagai alur aksi menentang rezim dianggap kontra produktif dengan pembangunan. kehidupan politik terbelenggu oleh ketentuan yang ada dalam lima paket Undang-Undang Politik. aksi-aksi menuntut turunnya Orde Baru semakin tinggi frekuensinya. b. Keadaan ini diharapkan akan berakhir. Dalam kurun waktu 32 tahun dibawah rezim Orde Baru. Dengan adanya keterbukaan ini. E. Tuntutan masyarakat dalam aksi protes muncul silih berganti. d. keadaan politik dalam negeri mengalami euforia demokrasi. setelah diadakan pemilihan umum 1999 tanggal 7 Juni 1999 agar terwujud pemerintahan yang memenuhi aspirasi seluruh rakyat. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1985 tentang Referendum. c. dihasilkan perubahan besar dengan . Dalam Sidang Umum MPR 1999 pada tanggal 1 ± 21 Oktober 1999. e. diantaranya bidang politik dengan mengeluarkan lima paket Undang-Undang Politik berikut : a. misalnya menerapkan adanya kebebasan pers. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1985 tentang Pemilu. Kelima undang-undang tersebut disusun untuk mengatur kehidupan politik di tanah air. Hal ini menimbulkan sikap anarki dan tindak kekerasan.Universitas Wahid Hasyim Semarang Tahun Akadeik 2007/2008 Pendidikan Kewarganegaraan PAI S-1 8 mewujudkannya. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Masa pemerintahan Habibie diwarnai dengan iklim keterbukaan demokrasi. Sejak terpuruknya kondisi perekonomian Indonesia. dalam praktiknya undnag-undang ini dipergunakan untuk mempertahankan status quo kekuasaan Orde Baru. Demokrasi Masa Reformasi (1998 ± Sekarang) Masa reformasi membawa angin segar bagi demokrasi. Akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto lengser keprabon dari kursi presiden dan menunjuk Habibie wakilnya sebagai penggantinya. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1985 tentang Kedudukan MPR dan DPR. Pemilu ini diikuti oleh 48 partai politik. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1985 tentang Partai Politik (Parpol) dan Golongan Karya (Golkar). Akan tetapi.

. Hal itu merupakan wujud keinginan untuk mereformasi total sistem ketatanegaraan Indonesia agar lebih demokratis. Pemilihan presiden dilakukan dalam suasana yang transparan dan demokratis dalam ketatanegaraan Indonesia.keputusan untuk mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri masing-masing terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.

.

III. Gus Dur ternyata tidak mempunyai cukup pendukung. Gus Dur menanggapinya dengan mengeluarkan dekrit yang salah satu isinya adalah . Membekukan lembaga DPR dan MPR. Dampak itu memang berbeda-beda yang dirasakan oleh setiap individu. khususnya bangsa Indonesia sendiri.Universitas Wahid Hasyim Semarang Tahun Akadeik 2007/2008 Pendidikan Kewarganegaraan PAI S-1 9 Dibawah dua kepemimpinan ini. Demikian makalah yang dapat kami ketengahkan. PENUTUP Seiring dengan bergulirnya sejarah demokrasi di Indonesia. semoga bermanfaat bagi kita semua. roda pemerintahan ternyata tidak juga berjalan mulus. Namun. Amin . Gus Dur harus menyaksikan Megawati Soekarnoputri mengambil alih posisinya dengan Hamzah Haz sebagai wakilnya. merupakan suatu pelajaran yang patut kita petik maknya yang terkandung di dalamnya. DPR mengajukan memorandum kepada Gus Dur karena telah dianggap menyalahgunakaan kekuasaan. Kekurangan dari makalah ini merupakan kami dalam ilmu pengetahun yang kami miliki. kami sangat mengharapkan masukan dari pembaca sekalian demi kesempurnaan makalah ini. yang menyebabkan dampak yang nyata bagi kehidupan. Hanya selang empat hari setelah dekrit tersebut dikeluarkan.. ada yang potisif dan ada yang negatif. Sementara itu. Dekrit ini kemudian menjadi bumerang dengan penolakan DPR/MPR atas dekrit tersebut dan memaksa Gus Dur turun lewat Sidang Istimewa MPR. Namun di balik itu semua. Hubungan legislatif dan eksekutif terburuk terjadi di era pemerintahan ini. dan kelebihan hanya semata-mata datang dari Allah SWT.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.