P. 1
ANALISIS ARUS KAS

ANALISIS ARUS KAS

|Views: 1,261|Likes:
Published by andy suhandi

More info:

Published by: andy suhandi on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2014

pdf

text

original

Bahan kuliah analisa laporan arus kas UMSU

ANALISIS LAPORAN ARUS KAS

Semakin banyaknya perusahaan yang mencantumkan laporan arus kas dalam laporan keuangan tahunan, membuat pengguna informasi laporan arus kas sebagai analisis kinerja perusahaan semakin meningkat. Analisis kinerja laporan keuangan dengan menggunakan laporan arus kas dapat dianalisis dengan: A. Analisis Rasio Analisis laporan arus kas ini menggunakan komponen dalam laporan arus kas dan komponen neraca serta laporan laba-rugi sebagai alat analisis rasio. Rasio laporan arus kas terdiri dari: 1. Rasio Arus Kas Operasi (AKO) Rasio Arus Kas Operasi menghitung kemampuan arus kas operasi dalam membayar kewajiban lancar. Rasio ini diperoleh dengan membagi arus kas operasi dengan kewajiban lancar. 
  

Rasio arus kas operasi berada dibawah 1 yang berarti terdapat kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar kewajiban lancar, tanpa menggunakan arus kas dan aktivitas lain. 2. Rasio Cakupan Arus Dana (CAD) Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas guna membayar komitmen-komitmennya (bunga, pajak, dan dividen preferen). Rasio ini diperoleh dengan laba sebelum pajak dan bunga (EBIT) dibagi bunga, penyesuaian pajak dan dividen preferen.  

Rasio yang besar menunjukkan bahwa kemampuan yang lebih baik dari laba sebelum pajak dalam menutup komitmen-komitmen yang jatuh tempo dalam satu tahun.

©http://suhandiandi.blogspot.com/ (by :SYAFRIDA HANI.,SE.,MSi)

Page 1

Bahan kuliah analisa laporan arus kas UMSU

3. Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga (CKB) Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar bunga atas hutang yang telah ada. Rasio ini diperoleh dengan arus kas dari operasi tambah pembayaran bunga dan pembayaran pajak dibagi pembayaran bunga. 


Dengan rasio yang besar menunjukkan bahwa arus kas operasi mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menutup biaya bunga sehingga kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar bunga sangat kecil. 4. Rasio Cakupan Kas Terhadap Hutang Lancar (CKHL) Rasio ini mengukur kemmapuan perusahaan dalam membayar hutang lancar berdasarkan arus kas operasi bersih. Rasio ini diperoleh dengan arus kas operasi ditambah dividen kas dibagi dengan hutang lancar. 
  

Rasio yang rendah menunjukkan kemampuan yang rendah dari arus kas operasi dalam menutup hutang lancar. 5. Rasio Pengeluaran Modal (PM) Rasio ini digunakan untuk mengukur modal tersedia untuk investasi dan pembayaran hutang yang ada. Rasio ini diperoleh dengan arus kas operasi dibagi dengan pengeluaran modal. 
 

Rasio yang tinggi menunjukkan kemampuan yang tinggi dari arus kas dalam membiayai pengeluaran modal. 6. Rasio Total Hutang (TH) Rasio ini menunjukkan jangka waktu pembayaran hutang oleh perusahaan dengan asumsi semua arus kas operasi digunkan untuk membayar hutang. Dengan mengetahui rasio ini, kita bisa menganalisis dalam jangka waktu berapa lama perusahaan akan mampu membayar hutang dengan menggunakan arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasioanal perusahaan. 
 

©http://suhandiandi.blogspot.com/ (by :SYAFRIDA HANI.,SE.,MSi)

Page 2

Bahan kuliah analisa laporan arus kas UMSU

Rasio yang cukup rendah menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai kemampuan yang kurang baik dalam membayar semua kewajibannya dari arus kas yang berasal dari aktivitas normal operasi perusahaan. 7. Rasio Kecukupan Arus Kas (KAK) Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka 5 tahun mendatang. 
   

Rasio yang rendah menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan yang rendah dalam menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka 5 tahun mendatang. B. Pola Aliran Kas
NO OPERASI INVESTASI PENDANAAN ANALISA

1

+

+

+

berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih besar dari pengeluaran kas. Pada keadaan ini semua kegiatan menghasilkan penerimaan kas yang lebih besar daripada pengeluaran kas. Tentu dalam jangka panjang akan terjadi saldo kas yang besar. berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih kecil dari pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas, sehingga dalam jangka panjang cadangan kas yang ada akan habis. perusahaan menggunakan kas dari operasional untuk membayar hutang/pengembalian modal/membayar deviden dan untuk investasi. Pola ini dapat dikatakan ideal dan banyak pengamat mengatakan ini adalah keadaan panen kas. pola ini menunjukkan hasil penjualan investasi dan opersional digunakan untuk membayar hutang mengembalikan modal. Ini berarti perusahaan menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman modal untuk membiayai operasional. Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Perusahaan menggunakan cash dari operasional pinjaman/penarikan modal untuk melakukan investasi. dan

2

-

-

-

3

+

-

-

4 5 6 7

+ + -

+ + -

+ + +

8

-

+

-

Perusahaan melakukan kegiatan operasional dan investasi yang sebagian dibiayai dengan dana pinjaman atau penarikan modal. Sebagian dana juga digunakan untuk operasional. Kondisi ini mungkin terjadi pada perusahaan yang sedang tumbuh. Perusahaan mungkin menjual investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pembayaran hutang/pembayaran ke pemilik.

©http://suhandiandi.blogspot.com/ (by :SYAFRIDA HANI.,SE.,MSi)

Page 3

Bahan kuliah analisa laporan arus kas UMSU

©http://suhandiandi.blogspot.com/ (by :SYAFRIDA HANI.,SE.,MSi)

Page 4

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->