REKAYASA GENETIKA

Bioteknologi merupakan suatu penerapan ilmu dan rekayasa dalam mengelola bahan organik atau anorganik dengan menggunakan jasa makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, maupun mikroba seperti jamur dan bakteri. Tanpa disadari, nenek moyang kita sudah menggunakan teknik bioteknologi dg memanfaatkan makhluk hidup, khususnya mikroba untuk pembuatan berbagai macam makanan seperti roti dengan proses fermentasi alkohol. Dalam bioteknologi, peran mikroba sangat penting karena mampu mengubah bahan pangan menjadi bentuk lain. Contohnya adalah proses pembuatan tape, tempe, nata de coco, protein sel tunggal (SCP) serta makanan dan minuman dari fermentasi susu. Selain mampu mengubah dalam bentuk lain, mikroba juga mampu menghasilkan obat-obatan sebagai vaksin ataupun berperan dalam bidang lain yang bermanfaat (Zakrinal dan Purnama, 2009). Seiring dengan perkembangan zaman, para ilmuwan berusaha mengembangkan bioteknologi menjadi lebih modern (Zakrinal dan Purnama, 2009). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebuah fenomena dan fakta yang jelas dan pasti terjadi sebagai sebuah proses yang berlangsung secara terus-menerus bagi kehidupan global (Zamroni, 2007). Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, menjadi semakin sulit untuk menentukan apa yg berguna dan apa yg berbahaya bagi masyarakat. Inilah mengapa bioteknologi, termasuk rekayasa genetika, telah menjadi fokus pada begitu banyak perdebatan (Murakami, 2004). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini juga memicu bertambahnya produk-produk perdagangan, salah satunya adalah produk rekayasa genetika, yang mana memiliki segi positif dan negatif sekaligus meningkatkan kesadaran konsumen akan mutu dan keamanan produk yang dikonsumsinya (Tobing, 2009). Penelitian tentang rekayasa genetika telah dimulai pada awal 1950-an. Sebelumnya, rekayasa genetika dianggap sebagai suatu impian saja. Akan tetapi, kini kemampuan untuk mencangkokkan bahan genetik dan membongkar kembali informasi keturunan memberikan hasil nyata dan telah terbukti sangat bermanfaat. Bahan genetik DNA mengandung informasi keturunan yang dimiliki oleh makhluk hidup. Bahan genetik DNA berupa pita ganda yang berbentuk spiral (double helix). Jika diumpamakan, salah satu pita ini menyerupai sebuah pita kaset rekaman. Pita ini dapat dihapus untuk kemudian diganti dg rekaman yang lain (Karmana, 2006). Secara umum, rekayasa genetika adalah istilah dalam ilmu biologi yang artinya adalah usaha manusia dalam memanipulasi (rekayasa) sel atau gen yang terdapat pada suatu organismee tertentu dengan tujuan menghasilkan organisme jenis baru yang identik secara

4. Proses rekayasa genetika dapat juga dikatakan sebagai proses perkembangbiakan dengan memanfaatkan bahan-bahan baku yang telah ada untuk menghasilkan organisme atau produk (keturunan) baru melalui cara memanipulasi dengan menggunakan alat atau prosedur tertentu (Zamroni. 6. DNA suatu organisme dipotong menggunakan enzim restriksi. DNA dari dua organisme dicampur. 2007). Pemanenan produk. Teknik ini juga disebut rekombinasi genetika (Abdulah dkk. 2009). 3. Secara sederhana. 2007) . DNA yang telah terpotong.genetika (Zamroni. Tindakan rekayasa genetika adalah tindakan sengaja untuk memodifikasi DNA (substansi kimiawi dalam kromosom yg bertanggung jawab atas pewarisan sifat) (Chang. 5. Teknik rekayasa genetika adalah suatu cara mengganti atau menambah DNA dari organisme lain ke susunan DNA asli dalam suatu sel dari suatu organisme. 2010). Rekayasa genetika adalah teknik yang dilakukan manusia mentransfer (memindahkan) gen (DNA) yang dianggap menguntungkan dari satu organisme kepada susunan gen (DNA) dari organisme lain (Kandary. 7. Rekayasa genetika dapat diaplikasikan sebagai ilmu yang berkaitan dengan usaha untuk mengubah struktur. 2009). DNA dari suatu organisme yang telah tersisipi DNA organisme lain. transmisi dan efek gen yang mengarah pada hereditas. Rekayasa genetika pada dasarnya mampu mengubah genotip suatu makhluk hidup dengan cara meletakkan gen yang tidak pernah dimiliki sebelumnya (Zakrinal dan Purnama. 2007). (Abdulah dkk. Rekayasa genetika adalah proses pembentukan rekombinan baru dari material genetik dengan cara penyisipan suatu molekul asam nukleat asing (yang dihasilkan di luar sel) ke dalam suatu vektor sehingga memungkinkan penggabungan dan kelanjutan berkembang/diperbanyak di dalam sel inang yang baru (Malik. DNA organisme lain juga dipotong dengan enzim restriksi. adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam rekayasa genetika memiliki urutan sebagai berikut : (Gambar) 1. 2007). 2009). 2. Sel-sel yang mengandung DNA hasil rekayasa.

ilmuwan . Dolly adalah µkembar¶ dari induknya yang tujuh tahun lebih tua. kata ³klon´ masih digunakan hingga abad ke-20 (Chang. Kloning berarti proses pembuatan (produksi) dua atau lebih individu (makhluk hidup) yang identik secara genetik. Kloning tersebut dilakukan pada 1996 dan Dolly hidup hingga 2003. elektron atau organisme multiseluler yang identik. Proses industri yang lebih murah. Salah satu proses kloning reproduktif yang terkenal adalah kloning domba Dolly. Berkurangnya polusi. Teknik kloning ini umumnya dilakukan dengan cara memelihara blastosit (sel telur yang telah dibuahi dan membelah) dalam suatu medium khusus sehingga dapat tumbuh (Abdurahman. 2010) Kloning merupakan salah satu contoh dari rekayasa genetika. (Kandary. d. Secara harfiah. hal tersebut dilakukan untuk menghasilkan individu yang sama dengan induknya (Firmansyah dkk. klonos) berarti cabang atau ranting muda. rekayasa genetika juga mampu membuat tanaman kebal terhadap hama dan sejenisnya. dengan diproduksinya berbagai hormon manusia seperti insulin dan hormon pertumbuhan. dapat dibedakan dua jenis kloning. e. Tersedianya bahan makanan yang lebih melimpah. 2008). yaitu kloning reproduktif dan kloning terapeutik. Tanaman baru. c. misalnya. 2007). 2009). Gen tersebut dimasukkan ke dalam makhluk hidup yang akan direkayasa (Zakrinal dan Purnama. beberapa manfaat dari rekayasa genetika antara lain: a. dapat diciptakan dari sebuah ranting. Secara mendetail. 2009). Skotlandia. metode kloning juga telah diterapkan dalam dunia reproduksi hewan untuk membuat salinan molekul. telah lahir seekor anak domba yang diklon dari sel kambing domba dewasa (Bertens. kata ³klon´ (Yunani: klon.Selain itu. Hal ini menjadi berita menggemparkan yang bergema di seluruh dunia ketika majalah Nature pada bulan Februari 1997 melaporkan bahwa dalam Roslin Institue di Edinburgh. 2008). Selain dalam dunia hortikultura. Pada kloning reproduksi. Prosedur kloning reproduktif dimaksudkan agar memperoleh keturunan melalui teknologi biomedis ini. b. Kelahiran domba hasil kloning ini mengundang kontroversi dari berbagai pihak. Tersedianya sumber energi yang terbaharui. Meningkatnya derajat kesehatan manusia. Dalam dunia hortikultura (dunia perkebunan). Pada kloning Dolly. Tanaman semacam ini disebut sebagai organisme transgenik (Zakrinal dan Purnama. Prosesnya membutuhkan gen yang mengandung sifat utama dari gen yang diisolasi. 2009). Selain dapat menghasilkan tanaman yang baru dan unggul. Kloning organisme sebenarnya sudah berlangsung selama beberapa ribu tahun lalu dalam bidang hortikultura.

Tetapi larangan ini tidak mengikat sektor swasta dan proses dibentuknya undang-undang khusus yang melarang semua macam kloning akan memakan waktu terlalu lama. sel-sel embrional ini adalah kehidupan manusiawi yang baru dan-jika perkembangannya berlangsung secara normal-akan lahir sebagai manusia (bayi) baru. embrio tersebut dimasukkan dalam uterus domba betina (Firmansyah dkk. 2007). jantung. dapat dikembangkan terapi-terapi baru untuk penyakit yang sampai sekarang belum ada obatnya. kita akan memiliki terobosan revolusioner untuk mengobati penyakit yang sampai sekarang selalu membawa kematian (Bertens. Sel telur yang mengandung inti sel donor tersebut diberi kejutan listrik atau zat kimia untuk memicu pembelahan sel. Amerika Serikat telah melarang memakai dana negara (public fund) untuk penelitian yang menuju ke pengembangan sel-sel induk embrional. Kesulitan etis dengan kloning terapeutik adalah bahwa stem cells ini merupakan selsel embrio (bukan sel-sel somatik). Jadi. Hasil ini memberikan harapan bahwa teknik yang sama dapat dilakukan pada hewan ternak lainnya (Firmansyah dkk.mengisolasi inti sel somatik kelenjar mamae domba dan memasukkannya ke dalam sel telur yang telah dihilangan inti selnya. Beberapa hewan punah telah dicoba dikloning. kemudian diikuti oleh tiga kucing liar Afrika dari embrio yang dibekukan. Sel-sel ini belum mempunyai diferensiasi sehingga dapat berkembang menjadi sel semua organ tubuh: otak. kulit. Pada 2003. Karena itu tentu tidak etis bila kehidupan manusiawi yang satu dikorbankan demi menyelamatkan kehidupan manusiawi yang lain. (Gambar) Kloning reproduktif dapat digunakan untuk menghasilkan ternak yang identik dengan induknya. Dalam prosedur bioteknologis ini diklon sel-sel embrio yang disebut stem cells atau sel-sel induk. seekor banteng Jawa berhasil dikloning. Ketika klon embrio mencapai tahap yang sesuai. Harapan para ilmuwan adalah dengan memanfaatkan sel-sel induk ini. Seandainya usaha ke arah itu akan berhasil. yang secara genetik berbeda dari ayah dan ibunya. Stem cells itu barangkali akan memungkinkan kita untuk mengganti sel-sel yang rusak dalam otak atau jantung. seperti penyakit Alzheimer. Di lain pihak. Karena alasan itu. Parkinson dan leukemia. Dengan demikian tidak mengherankan. 2007). darah dan lain-lain. 2008). tetapi ilmuwan mengetahui bahwa kloning mempunyai potensi yang lebih berguna. ketika akhir tahun 2001 muncul berita bahwa perusahaan bioteknologi Amerika yang bernama Advanced Cell Technology (ACT) telah berhasil melakukan kloning . penilaian etis terhadap kloning terapeutik cenderung lebih sulit dilakukan. Para ilmuwan berusaha melakukan kloning reproduksi pada hewan-hewan yang telah punah.

2007). sebab selain kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan dan memberi manfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan lingkungannya. Watson. kloning terapetik dengan motif apapun sulit diterima. beberapa negara maju sudah membentuk komisi yang terdiri dari ahli-ahli untuk melaporkan tentang semua aspek permasalahan kloning. Karena itu. rupanya metode ini secara teknis lebih sulit dan barangkali juga lebih mahal (Bertens. juga memunculkan persoalan-persoalan mendasar yang perlu dicermati lebih serius untuk mengawali perkembangan bioteknologi di masa mendatang (Zamroni. 2008). maka masalah etis menjadi lebih kompleks (Bertens. menurut beberapa ilmuwan tersedia metode lain lagi untuk memperoleh sel-sel induk. Para awam justru bisa terbawa terlalu jauh oleh imajinasi. tapi dengan harapan memperoleh untung.manusiawi pertama (terapeutik) yang sempat membelah sampai enam sel. bersama dengan Francis Crick. Ia . Hanya saja. Seolah-olah iptek melewati tapal batas yang tidak pantas dilanggar. Fenomena ilmiah yang baru ini merupakan topik yang sulit dikuasai oleh awam justru karena terkait dengan ilmu dan teknologi canggih. seperti pernah ditulis dalam suatu majalah kedokteran Inggris. 2008). yaitu lahir sebagai manusia. 2008). Berbagai media massa memberi perhatian yang relatif besar kepada topik ini. sehingga mengandaikan banyak hal yang belum tentu sesuai dengan kenyataan ilmiah sekarang ini. termasuk juga aspek etisnya (Bertens. Kembali pada tahun 1971. Rekayasa genetika khususnya masalah kloning manusia akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup drastis dan meminta perhatian yang cukup serius. Hal ini disebabkan karena timbul dugaan bahwa dengan prosedur teknologis ini ilmuilmu biomedis bertindak terlalu gegabah. memenangkan hadiah Nobel untuk penemuan struktur spiral ganda DNA. Mereka melakukan a step too far. karena menghalangi sel-sel embrio ini berkembang menurut tujuannya yang alamiah. khusunya dari sel-sel sumsum. yaitu dari sel-sel manusia dewasa. Mereka memang ingin mengembangkan terapi-terapi baru. Dengan masuknya bisnis dalam wilayah penelitian ini. yaitu para ahli biologi molekuler atau biologi sel. Fenomena kloning kini ramai dibicarakan. Apalagi. Jika embrio-walaupun baru pada taraf sel-harus diakui sebagai kehidupan manusiawi yang baru. baik dalam kalangan ilmiah maupun dalam masyarakat luas. Hanya sejumlah kecil pakar yang mengerti betul segala seluk-beluknya penelitian ilmiah ini. Tentu saja tujuan mereka bersifat komersial. Rupanya disini ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melangkah terlalu jauh. Semua agama menuntut bahwa kehidupan manusiawi yang individual harus dihormati. James Watson telah meramalkan mengenai perdebatan yang akan terjadi sehubungan dengan adanya kloning manusia.

Pada tanggal 10 Juli 2002. kloning akan melanggar keunikan manusia yang telah diberikan Tuhan kepada kita masing-masing. Ia selanjutnya mengemukakan bahwa orangorang dengan latar belakang keagamaan yang kuat akan ingin menghilangkan penekanan pada semua bentuk penelitian tersebut yang akan mencegah proses reproduktif seksual yang lazim. Komodifikasi. yang menganjurkan larangan total terhadap kloning untuk memproduksi anak-anak. katanya. Bayi yang dilahirkan secara genetis akan sama dengan genetika orang yang mendonorkan sel somatik tersebut (Ebrahim. Dengan berpijak pada kerangka pemikiran ini. 2002). Dalam jumpa pers pada tanggal 22 Februari 1997. penasihat Presiden AS dalam bidang Bioetika mengeluarkan laporan.meramalkan bahwa reaksi pertama kebanyakan orang terhadap anak-anak yang dihasilkan secara aseksual ini adalah berupa keputusasaan. Direktur Proyek Masyarakat. bukan keunikan genetika. Menurut keyakinan Kristen. Kloning manusia hanya membutuhkan pengambilan sel somatik (sel tubuh)-bukan sel reproduktif (seperti sel telur atau sperma)-dari seseorang. maka manfaat-manfaat terapeutik dari kloning manusia dapat diuraikan sebagai berikut: . Proses kloning manusia pada dasarnya mirip dengan proses kloning yang dilakukan pada domba Dolly. Kemudian. 2002). yang sudah dihapus semua karakteristik genetisnya dengan cara membuang inti sel (yakni DNA) yang ada dalam sel telur itu. Agama dan Teknologi dari Gereja Skotlandia. mengatakan bahwa kloning manusia secara etis tidak dapat diterima sebagai suatu hal yang prinsipil. akan mengingkari kesucian kehidupan manusia secara perseorangan (Peters and Bennett. mungkin akan menguntungkan kekuatan-kekuatan ekonomi yang akan cenderung mengkomodifikasi anak-anak yang baru lahir. kemudian DNA dari sel itu diambil dan ditransfer ke dalam sel telur seorang wanita yang belum dibuahi. bersama dengan teknologi-teknologi genetika lainnya. Argumen bahwa tiap-tiap orang memiliki identitas unik yang akan dilanggar dengan kloning ini telah cukup sering diulang dalam lingkungan religius maupun sekuler (Peters and Bennett. Para kritikus khawatir bahwa kloning. Donald Bruce. Sel yang sudah dibuahi ini kemudian ditanam ke dalam rahim seorang wanita yang ditugaskan sebagai ibu pengandung. Human Kloning and Human Dignity: An Ethical Inguiry (Kloning Manusia dan Martabat Manusia: Sebuah Persoalan Etis). Untuk menentukan dan membenarkan pengambilan manfaat terapeutik dari kloning manusia. arus listrik dialirkan pada sel telur itu untuk mengelabuinya agar merasa telah dibuahi sehingga ia mulai membelah. 2007). maka harus dilakukan evaluasi lebih lanjut mengenai perbandingan antara keuntungan dan kerugian dari proses ini.

perlu ditegaskan bahwa pengujian tentang ada tidaknya penyakit keturunan pada janin-janin hasil kloning guna menghancurkan janin yang terdeteksi mengandung penyakit tersebut dapat melanggar hal hidup manusia (Ebrahim. Dalam hal ini. Pada eksperimen awal untuk menghasilkan sebuah klon yang mampu bertahan hidup. 3.1. Infertilitas Kloning manusia memang dapat memecahkan problem ketidaksuburan.E. menghentikan serangan jantung dan membuat tulang. jaringan penyambung atau tulang rawan yang cocok dengan tubuh pasien untuk tujuan bedah penyembuhan dan bedah kecantikan. Campbell harus melakukan 277 kali percobaan sebelum akhirnya berhasil mengkloning Dolly. McWhir. A. yaitu bereproduksi tanpa pasangan seks dan hal ini akan membutuhkan unstitusi perkawinan (Ebrahim. Tetapi. J. 2007). Hal ini tentu akan menimbulkan problem serius karena penghancuram embrio adalah sebuah kejahatan.H. jika penumbuhan kembali organ tubuh manusia benar-benar dapat dilakukan. Manipulasi teknologi untuk mengambil manfaat dari manusia hasil kloning ini dipandang sebagai kejahatan karena hal itu merupakan pelanggaran terhadap hidup manusia. Kind dan K. dari sekian banyak embrio yang dihasilkan.S. namun kita tidak boleh mengabaikan fakta bahwa Ian Wilmut. 2007). sehingga embrio-embrio lainnya akan dibuang atau dihancurkan. Kloning manusia tentu akan melewati prosedur yang jauh lebih rumit. lemak. Selain itu. Schnieke. hanya ada satu embrio yang akhirnya ditanam ke rahim wanita pengandung. Mengobati penyakit Teknologi kloning kelak dapat membantu manusia dalam menemukan obat kanker. maka pelaksanaan prosedur ini diperbolehkan untuk dilakukan dalam rangka menumbuhkan kembali organ yang hilang dari tubuh seseorang. teknologi kloning melanggar proses normal penciptaan manusia. A. misalnya pada korban kecelakaan kerja di pertambangan atau kecelakaan-kecelakaan lainnya. Namun. akan terjadi banyak sekali keguguran dan kematian. 2. Organ-organ untuk transplantasi Ada kemungkinan bahwa kelak manusia dapat mengganti jaringan tubuhnya yang terkena penyakit dengan jaringan tubuh embrio hasil kloning atau mengganti organ tubuhnya yang rusak dengan organ tubuh manusia hasil kloning. akan muncul .J. Lebih jauh.

Namun. Selain kloning. 2005). 2000).pertanyaan mengenai kebolehan menumbuhkan kembali organ tubuh seseorang yang telah dipotong akibat kejahatan yang pernah ia lakukan (Ebrahim. karena penyakit sistik fibrosis paling mempengaruhi paru-paru dan organ paru-paru itu sendiri cukup mudah dijangkau. 2007). terapi gen sedang diupayakan dalam tahap eksperimental dalam biakan sel atau hewan dan. maka organ tersebut menjadi kandidat yang cukup menjanjikan untuk terapi gen (Brookes.45 kg insulin bagi 750 pasien diabetes selam setahun. Misalnya. Terapi gen merupakan teknik-teknik yang disempurnakan untuk manipulasi gen yang dikombinasikan dengan pemahaman yang mendalam atas fungsi gen dalam tubuh. Terapi gen manusia Satu-satunya cara untuk menyembuhkan penyakit genetik pada manusia adalah menggantikan gen penyebab penyakit tersebut dengan salinannya yang dapat berfungsi normal. b. Pasien diabetes memerlukan suntikan insulin tambahan (Karmana. 2006). para ilmuwan memutuskan untuk mencari cara memasukkan gen ke dalam sel-sel pada jaringan yang paling dipengaruhi oleh suatu penyakit.500 ekor hewan. pada subjek manusia (Marks dkk. Melalui teknik rekayasa genetika. adapun beberapa peristiwa penting lain yang sudah berhasil dan masih giat diusahakan dalam proses rekayasa genetika diantaranya adalah sebagai berikut: 1. diperlukan 3. 2005). Percobaan terapi gen pertama dimulai pada tahun 1990 oleh French Anderson dari University of Southern . mungkin suatu ketika membuat para saintis kedokteran dapat memperbaiki kelainan genetik dalam suatu individu (Campbell dkk. Saat ini. Untuk mendapatkan 0. 2002). Oleh karena itu. 2006). Insulin ini dibuat dari kelenjar pankreas sapi atau babi. pada beberapa kasus. Pembuatan insulin manusia oleh bakteri Pasien penderita kencing manis (diabetes mellitus) tidak mampu membentuk hormon insulin dalam jumlah tertentu yang diperlukan untuk mengatur kadar gula dalam darah. pertimbangan moral dan etis tidak memungkinkan penggunaan terapi gen pada embrio manusia. Rekayasa genetika dalam bidang kedokteran a. Terapi penggantian gen sekarang sedang dikembangkan untuk mengobati sejumlah penyakit genetik (Brookes.600 kg kelenjar pankreas dari 23. para peneliti berhasil memaksa mikroorganismee (bakteri) untuk membentuk insulin yang sangat mirip dengan insulin yg dihasilkan oleh manusia (Karmana.

Antibodi yang dihasilkan adalah antibodi poliklonal. Alel baru dapat diselipkan ke dalam sel somatik dari jaringan yang dipengaruhi kelainan tersebut dalam diri seorang anak atau orang dewasa. sebuah teknik dikembangkan untuk menghasilkan antibodi monoklonal. 2005). Upaya-upaya pada terapi gen manusia belum menghasilkan manfaat pada pasien yang bisa dibuktikan. Zat-zat tersebut dapat membahayakan tubuh. Antibodi monoklonal Setiap saat tubuh kita dapat terkena serangan virus. c. bakteri. 2007). Namun. Akan tetapi. tubuh harus pernah diserang kuman tersebut. manusia dapat menghasilkan antibodi bagi kuman atau antigen tersebut.California. Akan tetapi. Ia mengobati anak-anak yang menderita severe combined immune deficiency (SCID) (Brookes. 2007). Cara yang umum digunakan untuk menghasilkan antibodi monoklonal adalah dengan menyuntikkan sedikit antigen pada tikus atau kelinci. untuk setiap kelainan genetik yang bisa ditelusuri hingga ke alel rusak tunggal. Dari percobaan terapi gen yang sekarang sedang dilakukan pada manusia. Sekitar 1970. seharusnya secara teoretis ada kemungkinan untuk mengganti atau melengkapi alel rusak itu dengan alel yang masih berfungsi normal dengan menggunakan teknik DNA rekombinan. jamur dan zat-zat lain dari lingkungan sekitarnya. biasanya antigen direspon oleh beberapa macam sel. Oleh karena kemampuan melawan patogen ini. Untuk memicu kekebalan tubuh. terapi yang paling menjanjikan ialah terapi yang melibatkan sel sumsum tulang tetapi tidak harus ditujukan untuk memperbaiki kelainan genetik (Campbell dkk. Dengan demikian. bertentangan dengan beberapa pengakuan dalam media populer. antibodi monoklonal dikembangkan untuk mengatasi penyakit spesifik (Firmansyah dkk. agar sistem kekebalan tubuh aktif. Terkadang jika tubuh tidak mampu bertahan. Secara alami. Antibodi monoklonal adalah antibodi yang dihasilkan dari satu sel yang . yaitu campuran berbagai antibodi yang dihasilkan oleh berbagai sel (Firmansyah dkk. dapat dilakukan dengan menyuntikkan vaksin yang mengandung antigen penyakit tersebut. atau bahkan mungkin juga ke dalam sel germinal atau sel embrionik. 2002). akibatnya akan fatal (Firmansyah dkk. dapat terbentuk antibodi pada tubuh yang dapat melawan patogen. Tubuh kelinci atau tikus akan merespon antigen dengan menghasilkan antibodi yang secara langsung dapat diambil dari darahnya. 2007).

-Mengikat racun dan menonaktifkan racun. 2006). penyembuhan luka dan ketenangan hati (Karmana. Kemudian. Bakteri tersebut akan berinteraksi dengan akar tumbuhan sehingga dihasilkan bintil-bintil pada akar. Misalnya. (Gambar) Keuntungan dari antibodi monoklonal antara lain: -Dapat digunakan untuk keperluan diagnosa. 2006). Pembuatan antibodi monoklonal adalah melalui fusi sel antara sel B dari hati dan sel penghasil tumor. Bakteri tersebut diisolasi. Antibodi monoklonal ini didapat dari kultur sel. Langkah pertama untuk membuat antibodi monoklonal adalah hewan disuntikkan antigen sel B tersebut. 3. . sel B hewan diisolasi dan difusikan dengan sel tumor. misalnya pencangkokan gen. Salah satu jenis bakteri yang dapat bersimbiosis dengan akar untuk menambat nitrogen adalah Rhizobium sp. 2006) 2.sama dan spesifik terhadap satu antigen. 2007). -Mencegah penolakan jaringan terhadap hasil transplantasi jaringan lain. -Untuk mendeteksi hormone chorionic gonadotropin (HCG) dalam urin wanita hamil. Rekayasa genetika dalam bidang farmasi Keuntungan rekayasa genetika di bidang farmasi adalah dalam usaha pembuatan protein yang sangat diperlukan untuk kesehatan. Sel B hati digunakan karena sel inilah yang menghasilkan antibodi. hasil-hasil farmasi yang diperoleh melalui pencangkokan gen itu berupa senyawa-senyawa yang dengan dosis kecil saja sudah dapat memperlihatjan pengaruhnya. kemudian diinokulasi (ditanam) pada tumbuhan sehingga terbentuklah bintil akar (Karmana. 2007). Rekayasa genetika dalam bidang pertanian a. (Karmana. Hasilnya adalah sel hibrid yang menghasilkan satu antibodi tertentu dan terus membelah (Firmansyah dkk. Adapun sel tumor digunakan karena dapat membelah diri terus-menerus (Firmansyah dkk. Mengganti pemakaian pupuk nitrogen Pupuk nitrogen yang mahal harganya dapat digantikan oleh penggunan bakteri yang dapat melakukan fiksasi nitrogen secara alami. senyawa tersebut berpengaruh pada faktor tumbuh. protein pengatur.

Pembuatan bibit unggul hasil mutasi Kedelai merupakan komoditi pertanian yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat.b. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sejak 1972 telah melakukan penelitian dalam bidang pertanian dengan teknologi mutasi radiasi. 2006). Sebagai lembaga penelitian. . Penelitian tersebut bertujuan mendapatkan varietas baru yang unggul. kecap dan keperluan industri pakan ternak (Karmana. 2006). Kedelai dapat dikonsumsi dan dapat pula digunakan sebagai bahan agroindustri. seperti tempe. yaitu varietas Muria (Karmana. tahu.

Jakarta: Serambi. Saktiyono. Bioteknologi Farmasi. Jakarta: PT. 2009.. Kandary. Setia Purna Inves. Rekayasa Genetika. K. Transplantasi Organ dan Eksperimen Pada Hewan. 2009. A. A. 2002. Biokimia Kedokteran Dasar: Sebuah Pendekatan Klinis.. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Bandung: Grafindo Media Pratama. 2000.M. 2004.com/exact-sciences/1999578-rekayasa-genetika/ Karmana. .shvoong. Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu. K. 2007. BPK Gunung Mulia. A. Jakarta: Penerbit Erlangga. 2007. Chang.id/internal/131882470/material/BIOTEKNOLOGIFARMASI. J. Jakarta: Penerbit Erlangga. Jakarta: Penerbit Erlangga. N. 2007. Jago Biologi. 2011). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.ac. W. Jakarta: Grafindo Media Pratama. Jakarta: Mizan. Hendrawan dan M. 2008. Riandi. Eutanasia.pdf Available at: Marks.F. Bengkel Ilmu: Genetika.. T. Lutfi. Mitchell. Jakarta: Media Pusindo. R. The Divine Message Of The DNA.U. (cited May 16.M. Available at: staff. Menjembatani Sains dan Agama (Bridging Sains and Religion).DAFTAR PUSTAKA Abdullah. 2009. Firmansyah. D. M. Zakrinal dan Purnama. 2006. (cited May 16.B. Bandung: PT. Cerdas Belajar Biologi. A. Fikih Kesehatan: Kloning. 2002. 2010. Bertens. 2005.G. A. Bennett. Transfusi Darah. Mudah dan Aktif Belajar Biologi. Brookes. Biologi: Kelompok Pertanian dan Kesehatan. Marks and C. Ebrahim. Bioetika: Sebuah Pengantar. S. Biologi Edisi Kelima Jilid Satu.B. Campbell. Reece and L. http://id.ui. Peters.A. 2008. O. 2011). Murakami.M.. M.D.. Malik. D. Abdurrahman. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Sketsa-sketsa Moral: 50 Esai Tentang Masalah Aktual. and G. Smith.