Profesi Keguruan

Konsep Profesi Keguruan A. Pengertian dan syarat-syarat Profesi Secara estimologi, istilah profesi berasal dari bahasa Inggris yaitu profession atau bahasa latin, profecus, yang artinya mengakui, adanya pengakuan, menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara terminologi , profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental; yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrumen untuk melakukan perbuatan praktis, bukan pekerjaan manual (Danin, 2002). Jadi suatu profesi harus memiliki tiga pilar pokok, yaitu pengetahuan, keahlian, dan persiapan akademik, Menurut Ornstein dan Levine (1984) menyatakan bahwa profesi itu adalah jabatan yang sesuai dengan pengertian profesi di bawah ini:

a. Melayani masyarakat merupakan karier yang akan dilaksanakan sepanjang hayat. b. Memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai. c. Menggunakan hasil penelitin dan aplikasi dari teori ke praktik. d. Memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang e. Terkendali berdasarkan lisensi buku dan atau mempunyai persyaratan yang masuk. f. Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang lingkup kerja tertentu g. Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang diambil dan unjuk kerja yang ditampilkan yang gerhubungan denan layanan yang diberikan h. Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan klien

i. Menggunakan administrator untuk memudahkan profesinya relatif bebas dari supervisi dalam jabatan j. Mempunyai organisasi yang diatur oleh anggota profesi sendiri k. Mempunyai asosiasi profesi dan atau kelompok ‘elit’ untuk mengetahui dan mengakui keberhasilan anggotanya l. Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-hal yang meragukan atau menyangsikan yang berhubungan denan layanan yang diberikan m. Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi dari pablik dan kpercayaan diri setiap anggotanya n. Mempunyai status sosial dan ekonomi yang tinggi

Tidak jauh berbeda dengan ciri-ciri diatas, Sanusi et al. (1991), mengutarakan ciri-ciri utama suatu profesi itu sebagai berikut:

a. Suatu jabatan yang memiliki fungsi dan signifikansi sosial yang menentukan (crusial) b. Jabatan yang menuntut keterampilan/keahlian tertentu c. Keterampilan/keahlian yang dituntut jabatan itu didapat melalui pemecahan masalah dengan menggunakan teori dan metode ilmiah d. Jabatan itu berdasarkan pada batang tubuh disiplin ilmu yang jelas, sistematik, eksplisit, yang bukan hanya sekedar pendapat khalayak umum. e. Tabatan itu memerlukan pendidikan tinkat perguruan tinggi dengan waktu yan cukup lama. f. Proses pendidikan ukntuk jabata itu juga merupakan aplikasi dan sosialisasi nilainilai profesiaonal itu sendiri. g. Dalam memberikan layanan kepada masyarakat, anggota profesi itu berpeang teguh pada kode etik yang dikontrol oleh organisasi profesi. h. Tiap anggota profesi mempunyai kebebasandalam memberikan judgement terhadap permasalah profesi yang dihadapinya.

i. Dalam prakteknya melayani masyarakat, anggota profesia otonom dan bebas dari campur tangan oran lain. j. Jabatan ini mempunyai prestise yang tinggi dalam masyarakat, dan oleh karenanya memperoleh mbalan yang tinggi pula.

Pada sisi lain profesi mempunyai pengertian seorang yang menekuni pekerjaan berdasarkan keahlian, kemampuan, teknik dan prosedur berdasarkan intelektual. Hal demikian dapat dibaca pula pendapat Volmer dan Mills (1966), Mc Cully (1969), dan Diana W. Kommer (dalam sagala, 2000:195-196), mereka sama-sama mengartikan profesi sebagai spesialisasi dari jabatan intelektualyang diperoleh melalui study dan training, bertujuan menciptakan keterampilan, pekerjaan yang bernilai tinggi, sehingga keterampilan dan pekerjaan itu diminati, disenangi oleh orang lain, dan dia dapat melakukan pekerjaan itu dengan mendapat imbalan berupa bayaran, upah, dan gaji (payment)

Syarat-syarat Profesi Khusus untuk jabatan guru, sebenarnya sudah ada yang mencoba menyusunnya. Misalnya National Education Associatiaon (NEA) (1948) menyaratkan kriteria berikut:

a. Jabatan yang melibatkam kegiatan intelektual b. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. c. Jabatan yang memerlukan persiapan profesiaonal yang laman. d. Jabatan yang memerlukan ‘latihan dalam jabatan’ yang bersinambugan. e. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permaen f. Jabatan yang menentukan baku (stadarnya) sendiri g. Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi h. Jabatan yang mempuyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

B. Kode Etik Profesi Keguruan

a. Pengertian Kode Etik

1. Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang pokok-pokok kepegawaian, pasal 28 Undang-Undang ini dengan jelas menyatakan bahwa “ Pegawai Negeri Sipil mempunyai kode etik sebagai pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan didalam dan diluar kedinasan.” 2. Dalam pidato pembukaan Kongres PGRI XIII,Basumi sebagai ketua umum PGRI menyatakan bahwa kode atik guru indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggalilan pengabdiannya bekerja sebagai guru (PGRI, 1973). Dari pendapat ketua umum PGRI ini dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam kode etik guru indonesia terdapat dua unsur pokok yakni: (1) sebagai landasan moral. (2) sebagai pedona tingkah laku. Dari uraian diatas terlihat bahwa kode atik profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh onggota profesi didalam melaksanakan tugas profesinya dan dalam hidupnya di masyarakat.

a. Tujuan Kode Etik

Menurut R. Hermawan S (1979) secara umum tujuan kode etik adalah sebagai berikut: 1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi 2. Untuk menjaga dam memelihara kesejahteraan para anggotanya 3. Untuk meningkatkan penabdian para anggota profesi

Penetapan Kode Etik Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi profesi yang berlaku dan memikat para anggotanya. Kode Etik Guru Indonesia Kode etik guru indonesi dapat dirumuskan sebaai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik dan sistematik dalam suatu sistem yang utuh dan bulat. Penetapan kode etik lasim ditetapkan pada suatu kongres organisasi profesi. Fungsi kode guru indonesia adalah sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku tiap guru warga PGRI dalam menunaikan tugasnya mengabdi sebagai guru. Sanksi Pelanggaran Kode Etik Sering juga kita jumpai.4. baik berupa sanksi perdata maupun sanksi pidana. Untuk meningkatkan mutu oranisasi profesi a. a. Dengan . bahwa ada kalanya negara memcampuri urusan profesi. Untuk meningkatkan mutu profesi 5. Dengan demikian. a. penetapan kode etik tidak dapat dilakukan oleh orang secara perorangan. maka aturan yang mulanya seagai sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku meninkat menjadi aturan yang memberikan sanksi-sanksi hukum yang sifatnya memaksa. melainkan harus dilakukan oleh orang-orang yang diutus untuk dan atas nama anggota profesi daro organisasi tersebut. baik di dalam maupun di luar sekolah serta dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat. sehingga hal-hal yag semula hanya merupaka kode etik dari suatu profesi tertentu dapat meningkat menjuadi perturan hukum atau undang-undang. Apabila hanya demikian.

· Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan Profesi · Sikap Profesional Keguruan adalah sikap seorang guru dalam menjalankan pekerjaannya yang mencakup keahlian. kemahiran.demikian kod etik guru indonesia merupakan alat yang amat penting untuk membentuk sikap profesional pada anggota profesi keguruan.undangan Sikap terhadap organisasi profesi Sikap terhadap teman sejawat Sikap terhadap anak didik Sikap terhadap tempat kerja Sikap terhadap pemimpin Sikap terhadap pekerjaan . dan kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi keguruan B. Pengertian · Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan/menuntut keahlian (expertise). Sasaran sikap Profesiaonal Guru • • • • • • • Sikap terhadap peratuan perundang. SIKAP PROFESI KEGURUAN A. kemahiran. menggunakan teknik-teknik ilmiah. serta dedikasi yang tinggi.

PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan agar lebih berdaya guna dan berhasil sebagai wadah untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. Sikap terhadap organisasi profesi Guru bersama – sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. Kode Etik Guru Indonesia memiliki peranan penting agar hal ini dapat terlaksana. Tujuan pendidikan nasional dengan jelas dapat dibaca dalam UU No.1. 2.1973).” (PGRI. Sikap terhadap tempat kerja . Itu berarti guru hendaknya kerja dan hendanya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan didalam maupun diluar sekolah. dan kesetiakawanan social. Sikap terhadap peratuan perundang-undangan Pada butir sembilan Kode Etik Guru Indonsia disebutkan bahwa : ”Guru melaksanakan segala kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang pendidikan. 3. 2/2989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Sikap terhadap teman sejawat Dalam ayat 7 kode etik gutu disebutkan bahwa guru memelihara hubungan seprofesi. Sikap terhadap anak didik Tugas guru adalah berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. semangat kekeluargaan. baik yang dikeluarkan oleh Depdikbud maupun departemen lainnya yang berwenang mengatur pendidikan. 4. 5. Setiap guru di Indonesia wajib tunduk dan taat terhadap kebijaksanaan dan peraturan yang ditetapkan dalam bidang pendidikan.

Pengembangan sikap selama pendidikan prajabatan Calon guru dididik dalam berbagai pengetahuan. terutama bila berhubungan denagn peserta didik yang masih kecil. Kerja sama juga dapat diberikan dalam bentuk usulan dan kritis yang membangun demi pencapaian tujuan yang telah digariskan bahwa sikap seorang guru terhadap pemimpin harus positif. Merupakan pendidikan persiapan mahasiswa ntuk meniti karir dalam bidang pendiikan dan pengajaran. 7. Penciptaan suasana kerja menantang harus dilengkapi denagn terjalinnya hubungan yang baik denagn orang tua dan masyarakat sekitarnya. . dalam pengertian harus bekerja sama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati.Suasana yang harmonis disekolah tidak akan terjadi bila personal yang terlibat 6. sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya nanti. Pengembangan Sikap Profesional · · Pengembangan sikap selama pendidikan prajabatan Pengembangan sikap selama dalam jabatan 1. C. baik di sekolah maupun diluar sekolah. Profesi guru berhubungan denagn anak didik yang mempunyai persamaandan perbedaan yang melayaninya harus memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi.didalamnya tidak menjalin hubungan yang baik diantara sesamanya. Sikap terhadap pekerjaan Kode etik 6 dituntut guru baik secara pribadi maupun secara kelompok untuk meningkatkan mutu pribadi maupun kelompok untuk selalu meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Sikap pemimpin terhadap Dalam kerja sama yang dituntut pemimpin tersebut diberikan berupaya tuntutan akan kepatuhan dalam melaksanakan arahan dan petunjuk yang diberikan mereka.

Masih belum smooth-nya perbedaan pendapat tentang proporsi materi ajar yang diberikan kepada calon guru. seminar. Masih banyak guru yang tidak profesinya secara total. BIMBiNGAN DAN KONSELING . terutama untuk menjadi pressure group agar dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.2. Rentan dan rendahnya kepatuhan guru terhadap norma dan etika profesi keguruan. 2. atau kegitan ilmiah lainnya. Namun demikian di masa mendatang PGRI sepantasnya mulai mengupayakan profesionalisme para anggotanya. lokakarya. Pengakuan terhadap ilmu pendidikan dan keguruan masih setengah hati dari pengambilan kebijakan dan pihak-pihak terlibat. 1. Banyak usaha yang dapat dilakukan dengan cara formal melalui kegiatan mengikuti penataran. Pengembangan sikap selama dalam jabatan Pengembanagn sikap professional tidak berhenti apabila calon guru selesai mendapatkan pedidikan prajabatan. Masih belum berfungsi PGRI sebagai organisasi profesi yang berupaya secara makssimal meningkatkan profesionalisme anggotanya. § Hal ini terbukti dari masih belum mantapnya kelembagaan pencetak tenaga keguruan dan kependidikan. pemerintah berupaya untuk mencari alternatif untuk meningkatkan profesi guru. 3. Dengan melihat adanya faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya profesionalisme guru. Faktor penyebab rendahnya profesionalisme guru menekuni 1. Kecenderungan PGRI bersifat politis memang tidak bisa disalahkan. 2.

masyarakat. penyesuaian dengan lingkungan pendidikan. dan tugas-tugas perkem-bangannya. (2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin. Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial. . kepentingan lembaga tempat bekerja dan masyarakat. (3) mengenal dan menentukan tujuan dan rencana hidupnya serta rencana pencapaian tujuan tersebut. kemampuan belajar. belajar (akademik). (4) memahami dan mengatasi kesulitan-kesulitan sendiri (5) menggunakan kemampuannya untuk kepentingan dirinya. baik dalam kehidupan pribadi. (3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan. melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung. mereka harus mendapatkan kesempatan untuk: (1) mengenal dan memahami potensi. (4) mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi. dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi. dan karir. kekuatan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. dan (7) mengembangkan segala potensi dan kekuatan yang dimilikinya secara optimal. Pengertian dan Tujuan Bimbingan dan Konseling Bimbingan dan Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik. (2) mengenal dan memahami potensi atau peluang yang ada di lingkungannya. dan perencanaan karir.BIMBINGAN DAN KONSELING A. perkembangan karir serta kehidupan-nya di masa yang akan datang. 1. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek pribadi-sosial konseli adalah: § Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. kehidupan sosial. berdasarkan norma-norma yang berlaku Tujuan pelayanan bimbingan ialah agar konseli dapat: (1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi. agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. baik secara perorangan maupun kelompok. (6) menyesuaikan diri dengan keadaan dan tuntutan dari lingkungannya. lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya. maupun lingkungan kerja.

dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya. Sekolah/Madrasah. yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan. yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas atau kewajibannya.  Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat. baik fisik maupun psikis. atau silaturahim dengan sesama manusia. Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain. tempat kerja.keluarga. disiplin dalam belajar. dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing. persaudaraan. baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan. Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah). tidak melecehkan martabat atau harga dirinya. dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan. § Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif. Memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secara efektif. Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah :  Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar. § § § § Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif. . mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran. seperti kebiasaan membaca buku. menghormati atau menghargai orang lain. maupun masyarakat pada umumnya. pergaulan dengan teman sebaya. 2. Memiliki rasa tanggung jawab. Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat Bersikap respek terhadap orang lain. serta dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut. § § § Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship). § § Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain.

dan sesuai dengan norma agama. memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu. minat dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan. dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas. 3. § Memiliki kemampuan merencanakan masa depan. dan kesejahteraan kerja. kemampuan (persyaratan) yang dituntut. dan kondisi kehidupan sosial ekonomi. yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan minat. § Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. seperti keterampilan membaca buku. mengerjakan tugas-tugas.  Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.  Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir. § Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karir. lingkungan sosiopsikologis pekerjaan. asal bermakna bagi dirinya.§ Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif. § Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan. mengggunakan kamus. kemampuan. mencatat pelajaran. tanpa merasa rendah diri. . Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun. § Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya masa depan. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek karir adalah :  Memiliki pemahaman diri (kemampuan. dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. prospek kerja. dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan. seperti membuat jadwal belajar.

yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. pekerjaan. Melalui fungsi ini. merokok. maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karir keguruan tersebut. kemampuan dan minat. Fungsi. Fungsi Preventif. Konselor . dan bimbingan kelompok. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. Fungsi Pengembangan. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. informasi. yaitu kecenderungan arah karir. 2. drop out.  Mengenal keterampilan. 3.§ Dapat membentuk pola-pola karir. dan apakah dia berminat terhadap pekerjaan tersebut. supaya tidak dialami oleh konseli. dan pergaulan bebas (free sex). Oleh karena itu. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karir amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. yang memfasilitasi perkembangan konseli. Apabila seorang konseli bercita-cita menjadi seorang guru. Memiliki kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir  B. dan norma agama). Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. penyalahgunaan obat-obatan. diantaranya : bahayanya minuman keras. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Berdasarkan pemahaman ini. dalam bidang pekerjaan apa dia mampu. asas dan prinsip bimbingan 1. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya. Fungsi Pemahaman.

memilih metode dan proses pembelajaran. 6. 5. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. dan karyawisata. . konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. sosial. dan remedial teaching. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir.dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. berperasaan dan bertindak (berkehendak). Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. jurusan atau program studi. belajar. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). 4. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. bakat. Fungsi Penyesuaian. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. 8. kemampuan. baik menyangkut aspek pribadi. Dalam melaksanakan fungsi ini. maupun karir. 7. tutorial. home room. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. Fungsi Perbaikan. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah. konselor. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. minat. dan kebutuhan konseli. Fungsi Penyembuhan. Fungsi Adaptasi. Fungsi Penyaluran.

selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. serasi. baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah.9. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. . Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikan kepada semua konseli atau konseli. baik di Sekolah/Madrasah maupun di luar Sekolah/Madrasah. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. baik pria maupun wanita. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik. rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling Terdapat beberapa prinsip dasar yang dipandang sebagai fundasi atau landasan bagi pelayanan bimbingan. Prinsip-prinsip itu adalah: 1. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli. Fungsi Pemeliharaan. Fungsi Fasilitasi. baik anak-anak. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Prinsip-prinsip ini berasal dari konsep-konsep filosofis tentang kemanusiaan yang menjadi dasar bagi pemberian pelayanan bantuan atau bimbingan. 10.

Bimbingan menekankan hal yang positif. karena bimbingan dipandang sebagai satu cara yang menekan aspirasi. memberikan dorongan. Mereka bekerja sebagai teamwork. meskipun pelayanan bimbingannya menggunakan teknik kelompok. tetapi juga tugas guru-guru dan kepala Sekolah/Madrasah sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Kemampuan untuk membuat pilihan secara tepat bukan kemampuan bawaan. . tetapi kemampuan yang harus dikembangkan. maupun dewasa. 4. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. Bimbingan mempunyai peranan untuk memberikan informasi dan nasihat kepada konseli. dan lebih diutamakan teknik kelompok dari pada perseorangan (individual). Bimbingan bukan hanya tugas atau tanggung jawab konselor. dan peluang untuk berkembang. dan menyempurnakan tujuan melalui pengambilan keputusan yang tepat. 5. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi.remaja. 3. 2. karena bimbingan merupakan cara untuk membangun pandangan yang positif terhadap diri sendiri. menyesuaikan diri. Setiap konseli bersifat unik (berbeda satu sama lainnya). yang itu semua sangat penting baginya dalam mengambil keputusan. Bimbingan diarahkan untuk membantu konseli agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan. dan melalui bimbingan konseli dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. bimbingan sebenarnya merupakan proses bantuan yang menekankan kekuatan dan kesuksesan. Kehidupan konseli diarahkan oleh tujuannya. Dalam kenyataan masih ada konseli yang memiliki persepsi yang negatif terhadap bimbingan. Tujuan utama bimbingan adalah mengembangkan kemampuan konseli untuk memecahkan masalahnya dan mengambil keputusan. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). Pengambilan Keputusan Merupakan Hal yang Esensial dalam Bimbingan dan konseling. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran bantuan adalah konseli. dan bimbingan memfasilitasi konseli untuk memper-timbangkan. Sangat berbeda dengan pandangan tersebut.

Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. perusahaan/industri. sosial. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Dalam hal ini guru . baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Agar konseli dapat terbuka. Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. Asas kegiatan. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. 4.6. lembaga-lembaga pemerintah/swasta. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan. Asas Kerahasiaan. yaitu meliputi aspek pribadi. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. dan masyarakat pada umumnya. 2. 1. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. 3. tetapi juga di lingkungan keluarga. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. dan pekerjaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Asas kesukarelaan. Bidang pelayanan bimbingan pun bersifat multi aspek. pendidikan. Pemberian pelayanan bimbingan tidak hanya berlangsung di Sekolah/Madrasah. Asas keterbukaan.

ilmu pengetahuan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. saling menunjang. 8. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya . Asas Keharmonisan. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. Asas Keterpaduan. tidak monoton. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. Asas Kedinamisan. yaitu nilai dan norma agama. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan.pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. 9. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. mampu mengambil keputusan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. 5. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. hukum dan peraturan. dan kebiasaan yang berlaku. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. dan terpadu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. adat istiadat. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. 6. Asas Kekinian. harmonis. 7. Asas kemandirian. yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya.

dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. anggota keluarga. Lebih jauh. guru-guru lain. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami. Bidang dan Jenis. serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. menilai. 10. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Dalam hal ini. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Asas Keahlian. bakat dan minat. dan mengembangkan potensi dan kecakapan. 11. C. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli.Jenis Layanan Bimbingan Bidang Bimbingan Konseling • Pengembangan kehidupan pribadi. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Asas Alih Tangan Kasus. atau ahli lain . menghayati. . • Pengembangan kehidupan sosial. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain.

terdapat beberapa jenis layanan yang diberikan kepada siswa. Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu. untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu. sosial. layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya. • Layanan Konten.Jenis Layanan Bimbingan Dalam rangka pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar. serta memilih dan mengambil keputusan karir Jenis. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai. karier. pergaulan.• Pengembangan kemampuan belajar. yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi. dengan . layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru. diantaranya: Layanan Orientasi. terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari. • Pengembangan karir. Layanan Informasi. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahandan pemahaman. sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. yang berfungsi untuk pencegahan danpemaha man. dalam bidang pribadi. pendidikan lanjutan).

Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. • Layanan Penempatan dan Penyaluran.tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Pengembangan • Layanan Konseling Kelompok. minat dan segenap potensi lainnya. program latihan. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan. dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat. kelompok belajar. layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. jurusan/program studi. kegiatan ko/ekstra kurikuler. layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh . Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan. • Layanan Bimbingan Kelompok. magang. • Layanan Konseling Perorangan. serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial.

terpadu dan sifatnya tertutup. Pertemuan konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup. sistematik.kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. • Konferensi Kasus. • Mediasi. dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. mencakup : • Aplikasi Instrumentasi Data. merupakan kegiatan untuk membahas permasalahan peserta didik dalam suatu pertemuan yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan. Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak yang terkait dan . tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya. • Konsultasi. merupakan kegiatan untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik. merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik. Untuk menunjang kelancaran pemberian layanan-layanan seperti yang telah dikemukakan di atas. baik tes maupun non tes. yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan. yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi. pemahaman. komprehensif. Himpunan data diselenggarakan secara berkelanjutan. yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen. dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. perlu dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung. kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan klien. • Himpunan Data.

5. merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih kompeten. 3. baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan . • Kunjungan Rumah. Kerja sama dengan orang tua sangat diperlukan. dokter serta ahli lainnya. seperti kepada guru mata pelajaran atau konselor. Peran Kebimbingan Guru Dalam Pembelajaran di Sekolah Efektivitas dan efisiensi belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan. keterangan. merupakan kegiatan untuk memperoleh data. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik.memiliki pengaruh kuat terhadap klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan. • Alih Tangan Kasus. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas. D. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya. seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai : 1. 2. 4. dengan tujuan untuk memperoleh keterangan dan membangun komitmen dari pihak orang tua/keluarga untuk mengentaskan permasalahan klien. dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik elalui kunjungan rumah klien. dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dihadapinya melalui pihak yang lebih kompeten. kemudahan. dalam proses interaksi dengan sasaran didik.

Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan. Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel). serta Tuhan yang menciptakannya). guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer). Moh. harus membantu pemecahannya (remedial teaching). pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik. dan agen masyarakat (social agent). di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. menganalisa. dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana.menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik. Di lain pihak. prognosa. . Di sekolah. di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person). menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement). Sementara itu di masyarakat. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah. dan kalau masih dalam batas kewenangannya. penemu masyarakat (social inovator). dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia. merangsang. Sedangkan dalam keluarga. Selanjutnya. keluarga dan masyarakat. baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya. pengelola pembelajaran. penilai hasil pembelajaran peserta didik. yang harus dapat menciptakan situasi. 2. Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas. menggerakkan. yang mencakup : 1. konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems). Guru sebagai pelaksana (organizer). guru berperan sebagai perancang pembelajaran. melakukan diagnosa. 3. guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner. memimpin. berdasarkan kriteria yang ditetapkan. atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems)..

Wakil masyarakat di sekolah. dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan. yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented). Penegak disiplin. Pekerja sosial (social worker). Pelajar dan ilmuwan. 5. Pemimpin generasi muda. artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan. artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah. yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. diri pribadi (self oriented). yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya. pengarah. Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan. Pengambil inisiatif. seorang guru berperan sebagai : 1. dan dari sudut pandang psikologis.Lebih jauh. dan 7. model keteladanan. dan . 3. 6. Penterjemah kepada masyarakat. 4. guru berperan sebagai : 1. Orang tua. artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik. yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. 2. 4. Pelaksana administrasi pendidikan. 2. 3. yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya. Seorang pakar dalam bidangnya. yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin. dan penilai pendidikan. artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan.

yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik. pengelolaan sumber belajar. artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik. Dari sudut pandang secara psikologis. prosedur dan sistem yang mendukung proses pembelajaran. dan 5. yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan. 2. Sejalan dengan tantangan kehidupan global. interaksi peserta didik dengan guru. 3. Pembentuk kelompok (group builder). Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya. disiplin peserta didik di kelas. peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker). . 4. pengelolaan bahan belajar. artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Doyle sebagaimana dikutip oleh Sudarwan Danim (2002) mengemukan dua peran utama guru dalam pembelajaran yaitu menciptakan keteraturan (establishing order) dan memfasilitasi proses belajar (facilitating learning). Sementara itu. dan lain-lain. Pakar psikologi pendidikan. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. seperti : tata letak tempat duduk. Guru harus harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran peserta didik. Catalyc agent atau inovator. interaksi peserta didik dengan sesamanya.5. artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia. guru berperan sebagai : 1. jam masuk dan keluar untuk setiap sesi mata pelajaran. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations). sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Yang dimaksud keteraturan di sini mencakup hal-hal yang terkait langsung atau tidak langsung dengan proses pembelajaran. khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. lingkungan belajar.

Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut. Kendati demikian. E. guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Kalau hal ini terjadi. Sebagai lembaga pendidikan. Artinya. orang tua maupun masyarakat. Disamping itu. Penanganan siswa bernasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan ketentuan (tata tertib) yang berlaku di sekolah beserta sanksinya. guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah peserta didiknya. Begitu juga. Membantu Siswa Bermasalah Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah. justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku yang terjadi pada para siswanya. berkembang. Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat. sehingga dengan dukungan hasil penelitiaan guru tidak terjebak pada praktek pengajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif. disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung. berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Sebagai salah satu komponen organisasi sekolah. Di masa depan. Upaya untuk menangani siswa yang bermasalah. namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para peserta didiknya. ia akan kehilangan kepercayaan baik dari peserta didik. aturan (tata tertib) siswa beserta sanksinya memang perlu ditegakkan untuk mencegah sekaligus mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku siswa. ia akan terpuruk secara profesional. dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pengajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun. guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus.Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang tumbuh. yang merentang dari kategori ringan sampai dengan berat. dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: (1) pendekatan disiplin dan (2) pendekatan bimbingan dan konseling. harus diingat sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral sanksi kepada siswa yang mengalami gangguan penyimpangan perilaku. . guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pengajaran yang dilaksanakannya.

Penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun. misalkan di suatu sekolah ditemukan kasus seorang siswi yang hamil akibat pergaulan bebas. Jika hanya mengandalkan pendekatan disiplin. Oleh karena itu. tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah. keinginan untuk tidak berusaha menggugurkan kandungan yang dapat membahayakan dirinya maupun janin yang dikandungnya. Tetapi dengan intervensi Bimbingan dan Konseling di dalamnya. misalnya secara sadar menerima resiko yang terjadi. siswa yang bersangkutan harus dikeluarkan. Berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera. Sebagai ilustrasi. kita dapat memahami bahwa di antara kedua pendekatan penanganan siswa bermasalah tersebut. diharapkan siswa yang bersangkutan bisa tumbuh perasaan dan pemikiran positif atas masalah yang menimpa dirinya. mungkin tindakan yang akan diambil sekolah adalah berusaha memanggil orang tua/wali siswa yang bersangkutan dan ujung-ujungnya siswa dinyatakan dikembalikan kepada orang tua (istilah lain dari dikeluarkan). maka sangat mungkin siswa yang bersangkutan akan meninggalkan sekolah dengan dihinggapi masalah-masalah baru yang justru dapat semakin memperparah keadaan. sehingga setahap demi setahap siswa tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya. serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik. Dengan melihat gambar di atas. Jika tanpa intervensi Bimbingan dan Konseling. meski memiliki cara yang berbeda tetapi jika dilihat dari segi tujuannya pada dasarnya sama yaitu tercapainya penyesuaian diri atau perkembangan yang optimal pada siswa yang bermasalah. penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada. kedua pendekatan tersebut seyogyanya dapat berjalan sinergis dan saling melengkapi. keinginan untuk melanjutkan . disinilah pendekatan yang kedua perlu digunakan yaitu pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. sementara tata tertib sekolah secara tegas menyatakan untuk kasus demikian.Oleh karena itu.

Persoalan mengeluarkan siswa merupakan wewenang kepala sekolah. Dalam hal ini. kesulitan belajar pada bidang tertentu. percobaan bunuh diri. Masalah (kasus) sedang. seperti: gangguan emosional berat. 2. minum minuman keras tahap awal.sekolah. berkelahi dengan teman sekolah. Masalah (kasus) berat. 3. minum minuman keras tahap pertengahan. berpacaran. polisi. melakukan gangguan sosial dan asusila. pelayanan Bimbingan dan Konseling terhadap siswa bermasalah tetap masih menjadi perhatian. berpacaran. dan tugas Guru BK/Konselor hanyalah membantu siswa agar dapat memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya. Lebih jauh. guru dan sebagainya. F. pelaku kriminalitas. ahli/profesional. berkelahi antar sekolah. Kasus berat dilakukan referal (alihtangan kasus) kepada ahli psikologi dan psikiater. meski saat ini paradigma pelayanan Bimbingan dan Konseling lebih mengedepankan pelayanan yang bersifat pencegahan dan pengembangan. Pengembangan Program Bimbingan di Sekolah . karena gangguan di keluarga. malas. meski ujung-ujungnya siswa yang bersangkutan tetap harus dikeluarkan dari sekolah. Kasus ringan dibimbing oleh wali kelas dan guru dengan berkonsultasi kepada kepala sekolah (konselor/guru pembimbing) dan mengadakan kunjungan rumah. ahli hukum yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan kegiatan konferensi kasus. Kasus sedang dibimbing oleh guru BK (konselor). mencuri kelas ringan. seperti: membolos. perlu diingat bahwa tidak semua masalah siswa harus ditangani oleh guru BK (konselor). dalam hal ini bukan berarti Guru BK/Konselor yang harus mendorong atau bahkan memaksa siswa untuk keluar dari sekolahnya. dengan perbuatan menyimpang. Masalah (kasus) ringan. kecanduan alkohol dan narkotika. sebagaimana dalam bagan berikut : 1. Willis (2004) mengemukakan tingkatan masalah berserta mekanisme dan petugas yang menanganinya. perkelahian dengan senjata tajam atau senjata api. dokter. Dalam hal ini. polisi. serta hal-hal positif lainnya. seperti: gangguan emosional. kesulitan belajar. siswa hamil. dengan berkonsultasi dengan kepala sekolah. Dapat pula mengadakan konferensi kasus. Perlu digarisbawahi. bertengkar. Sofyan S. mencuri kelas sedang.

(c) la. atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. 3) Materi . memiliki mental yang sehat. Program menjadi landasan yang jelas terukur layanan profesional yang diberikan oleh konselor di sekolah. Layanan Dasar Bimbingan 1) Pengertian Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal”. Komponen (Struktur) Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah Struktur program bimbingan diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan. (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya.Ø Pengembangan Program BK Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan pengukuran kebutuhan (need asessment) yang diwujudkan dalam bentuk program bimbingan dan konseling. 2) Tujuan Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal. dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. pekerjaan. Program bimbingan dan konseling di sekolah dapat disusun secara makro untuk 3 (tiga) tahun. meso 1 (satu) tahun dan mikro sebagai kegiatan operasional dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan khusus. sosial budaya dan agama). (b) layanan responsif. Secara rinci tujuan layanan dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar : (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan. (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya. dan (d) layanan dukungan sistem. 1. yaitu : (a) layanan dasar bimbingan.yanan perencanaan individual. dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya. Program bimbingan dan konseling disusun berdasarkan struktur program dan bimbingan dan konseling perkembangan. Gambar Komponen Program BK a.

belajar dan karir. (g) cara melamar pekerjaan. Layanan Responsif 1) Pengertian Layanan responsif merupakan “pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera”. buku. Materi layanan dasar bimbingan dapat diambil dari berbagai sumber. sosial. Pengembangan motif berprestasi. Keterampilan pemecahan masalah. Memahami keragaman lintas budaya. (d) kesiapan pribadi (fisik-psikis. jasmaniah-rohaniah) dalam menghadapi pekerjaan. (b) pemantapan pilihan program studi. yaitu yang menyangkut karir. (c) keterampilan kerja profesional. (e) perkembangan dunia kerja. Tujuan layanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat . Keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi. Materi lainnya yang dapat diberikan kepada para siswa adalah sebagai berikut: · · · · · · · Pengembangan self-esteem. dan (j) dampak pergaulan bebas. Materi yang diberikan. kepada siswa disajikan materi layanan yang menyangkut aspek-aspek pribadi. 2) Tujuan Tujuan layanan responsif adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan. juga materi yang dipandang utama bagi siswa SLTP/SLTA. Materi-materi tersebut. dan koran. Perilaku yang bertanggung jawab.Untuk mencapai tujuan tersebut. (h) kasus-kasus kriminalitas. Semua ini berkaitan erat dengan upaya membantu siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Keterampilan pengambilan keputusan. (f) iklim kehidupan dunia kerja. disamping masalah yang menyangkut pengembangan sosial-pribadi. (i) bahayanya perkelahian masal (tawuran). di antaranya : (a) fungsi agama bagi kehidupan. dan belajar. kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. seperti majalah. b.

(h) prestasi belajar rendah. serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya”. dan (m) masalah dalam keluarga. angket siswa. c. 2) Tujuan . sosiometri. minuman keras. karena tidak terpenuhi kebutuhannya. baik yang bersumber dari inventori tugas-tugas perkembangan (ITP). berkenaan dengan masalah sosial-pribadi. Masalah dan kebutuhan siswa berkaitan dengan keinginan untuk memahami tentang suatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan dirinya yang positif. dan atau masalah pengembangan pendidikan. (e) malas belajar. Masalah siswa lainnya adalah yang berkaitan dengan berbagai hal yang dialami atau dirasakan mengganggu kenyamanan hidupnya atau menghambat perkembangan dirinya yang positif. leger. Masalah siswa pada umumnya tidak mudah diketahui secara langsung tetapi dapat dipahami melalui gejala-gejala perilaku yang ditampilkannya. (b) merasa rendah hati. daftar hadir siswa. (g) kurang bisa bergaul. (d) membolos dari sekolah. narkotika. (f) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif. Untuk memahami kebutuhan dan masalah siswa dapat ditempuh dengan cara menganalisis data siswa. 3) Materi Materi layanan responsif bergantung kepada masalah atau kebutuhan siswa. (c) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang). (l) manajemen stress. (i) malas beribadah. atau gagal dalam mencapai tugastugas perkembangannya. wawancara. psikotes dan daftar masalah siswa atau alat ungkap masalah (AUM). Layanan Perencanaan Individual 1) Pengertian Layanan ini diartikan “proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya. Kebutuhan ini seperti kenginan untuk memperoleh informasi tentang bahaya obat terlarang. (k) masalah tawuran. karir.itu. observasi. pergaulan bebas dan sebagainya. (j) masalah pergaulan bebas (free sex). Masalah (gejala masalah) yang mungkin dialami siswa di antaranya : (a) merasa cemas tentang masa depan.

yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya. · · · Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya. memonitor. karir. memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif. dan mengelola rencana pendidikan. Isi atau materi perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan siswa untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa. atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya. belajar. merupakan pemberian layanan BK kepada siswa secara langsung. sosial. dunia kerja. baik menyangkut aspek pribadi. dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman. dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif. dan rencana yang telah dirumuskannya. dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri. dan masyarakatnya. perencanaan. 3) Materi Materi layanan perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik. karir. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan . dan (c) sosial-pribadi meliputi : pengembangan konsep diri yang positif. memilih kursus atau pelajaran tambahan yang tepat. layanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan. Melalui layanan perencanaan individual. dan memahami nilai belajar sepanjang hayat. (b) karir meliputi : mengeksplorasi peluang-peluang karir. Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya. Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya. dan sosial-pribadi.Layanan perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya. (2) mampu merumuskan tujuan. d. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh siswa. Materi pengembangan aspek (a) akademik meliputi : memanfaatkan keterampilan belajar. Tujuan layanan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk merencanakan. siswa dapat: · Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan. maupun karir. informasi tentang sekolah. melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan. tujuan. mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan. dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi. Layanan Dukungan Sistem Ketiga komponen program. merencanakan karir.

penelitian dan pengembangan (Thomas Ellis. (e) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling. masyarakat yang lebih luas. misi dan tujuan sekolah Kebutuhan layanan bimbingan. yaitu : (1) pemberian layanan. (c) pemanfaatan sumber daya. memelihara. dan meningkatkan program bimbingan secara menyeluruh melalui pengembangan profesinal. konsultasi dengan guru. hubungan masyarakat dan staf. Dukungan sistem adalah kegiatankegiatan manajemen yang bertujuan untuk memantapkan.manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa. 1) Pemberian Layanan Konsultasi/Kolaborasi Pemberian layanan menyangkut kegiatan guru pembimbing (konselor) yang meliputi (a) konsultasi dengan guru-guru. berisi data kebutuhan siswa. (b) pengembangan staf. (d) bekerjasama dengan personel sekolah lainnya dalam rangka mencisekolahakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa. 2) Kegiatan Manajemen Kegiatan manajemen merupakan berbagai upaya untuk memantapkan. Secara operasional program disusun secara sistematis sebagai berikut : • Rasional berisi latar belakang penyusunan pogram bimbingan didasarkan atas landasan konseptual. (c) berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan-kegiatan sekolah. hukum maupun empirik Visi da misi. staf ahli/penasehat. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. berisi harapan yang diinginkan dari layanan Bk yang mendukung visi . 1990). dan (2) kegiatan manajemen. dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan (a) pengembangan program. (b) menyelenggarakan program kerjasama dengan orang tua atau masyarakat. Data diperoleh dengan mempergunakan instrumen yang dapat dipertanggungjawabkan • • . Program ini memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam memperlancar penyelenggaraan layanan diatas. memelihara. dan (d) pengembangan penataan kebijakan. manajemen program. Dukungan sistem ini meliputi dua aspek. pendidik dan isntitusi terhadap layanan bimbingan.

pengawas dapat melakukan pembinaan dan pengawasan “apakah sekolah memiliki program bimbingan dan konseling?”. Terkait dengan peran pengawas sekolah. program jejaring baik internal sekolah maupun eksternal • · · · · · Rencana operasional kegiatan Pengembagan tema atau topik (silabus layanan) Pengembangan satuan layanan bimbingan Evaluasi Anggaran Program disusun bersama oleh personil bimbingan dan konseling dengan memperhatikan kebutuhan siswa. (2) layanan responsif. berdasarkan kebutuhan ditetapkan kompetensi yang dicapai siswa berdasarkan perkembangan Komponen program: (1) layanan dasar. Pengawas juga mendorong pimpinan sekolah dan konselor untuk menyampaikan program pada rapat dinas sekolah sehingga semua pendidik di lingkungan sekolah mengetahui. (3) layanan perencanaan individual. misi dan tujuan sekolah. misi dan visi sekolah. program yang mefasilitasi seluruh siswa memiliki kemampuan mengelola diri dan merancang masa depan. dan (4) dukungan sistem. Jika program sudah ada personil bimbingan dan pimpinan sekolah didorong untuk melakukan kajian apakah program sudah memfasilitasi kebutuhan peserta didik dan mendukung ketercapaian visi. Program yang telah disusun disampaikan pada semua pendidik di sekolah pada rapat dinas agar terkembang jejaring layanan yang optimal. program yang secara khusus dibutuhakn untuk membatu para siswa yang memerlukan layanan bantuan khusus. program yang secara umum dibutuhkan oleh seluruh siswa pertingkatan kelas. kebijakan yang mendukung keterlaksanaan program. . mendukung kebutuhan pendidik untuk memfasilitasi pelayanan perkembangan siswa secara optimal dalam pembelajaran dan mendukung pencapaian tujuan.• Tujuan. memahami dan dapat mengembangkan jejaring dalam peran fungsinya masing-masing. Pimpinan sekolah dan personil bimbingan (guru pembimbing/konselor) harus didorong untuk menyusun program bimbingan.

tentunya tidak dapat dilepaskan dari berbagai aliran filsafat yang ada. landasan pendidikan non formal atau pun landasan pendidikan secara umum. 2003) telah mendeskripsikan tentang hakikat manusia sebagai berikut : § Manusia adalah makhluk rasional yang mampu berfikir dan mempergunakan ilmu . yaitu landasan filosofis. Landasan dalam bimbingan dan konseling pada hakekatnya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan khususnya oleh konselor selaku pelaksana utama dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling. berdasarkan hasil studi dari beberapa sumber.Landasan filosofis dalam bimbingan dan konseling terutama berkenaan dengan usaha mencari jawaban yang hakiki atas pertanyaan filosofis tentang : apakah manusia itu ? Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan filosofis tersebut. Patterson. Landasan Filosofis Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis. dalam Prayitno. dan landasan ilmu pengetahuan (ilmiah) dan teknologi. Demikian pula. para penulis Barat . maka bangunan itu akan mudah goyah atau bahkan ambruk. Dari berbagai aliran filsafat yang ada.G.(Victor Frankl. Alblaster & Lukes. Secara teoritik. secara umum erdapat empat aspek pokok yang mendasari pengembangan layanan bimbingan dan konseling. landasan psikologis. Apabila bangunan tersebut tidak memiliki fundasi yang kokoh. dengan layanan bimbingan dan konseling. mulai dari filsafat klasik sampai dengan filsafat modern dan bahkan filsafat post-modern. Landasan bimbingan dan Konseling Membicarakan tentang landasan dalam bimbingan dan konseling pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan landasan-landasan yang biasa diterapkan dalam pendidikan. untuk dapat berdiri tegak dan kokoh tentu membutuhkan fundasi yang kuat dan tahan lama. landasan sosial-budaya. Selanjutnya. Ibarat sebuah bangunan. Thompson & Rudolph. di bawah ini akan dideskripsikan dari masing-masing landasan bimbingan dan konseling tersebut : 1. seperti landasan dalam pengembangan kurikulum. apabila tidak didasari oleh fundasi atau landasan yang kokoh akan mengakibatkan kehancuran terhadap layanan bimbingan dan konseling itu sendiri dan yang menjadi taruhannya adalah individu yang dilayaninya (klien). etis maupun estetis.

§ Manusia adalah bebas merdeka dalam berbagai keterbatasannya untuk membuat pilihan-pilihan yang menyangkut perikehidupannya sendiri. 2.untuk meningkatkan perkembangan diri § Manusia dapat belajar mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya apabila dia berusaha memanfaatkan kemampuan-kemampuan yang ada pada dirinya. psikologis dan spiritual yang harus dikaji secara mendalam. yang pada setiap saat dan dalam suasana apapun. beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor adalah tentang : (a) motif dan motivasi. (d) belajar. Untuk kepentingan bimbingan dan konseling. Motif dan Motivasi . § Manusia akan menjalani tugas-tugas kehidupannya dan kebahagiaan manusia terwujud melalui pemenuhan tugas-tugas kehidupannya sendiri. § Manusia pada hakikatnya positif. § Manusia memiliki dimensi fisik. manusia berada dalam keadaan terbaik untuk menjadi sadar dan berkemampuan untuk melakukan sesuatu. § Manusia berusaha terus-menerus memperkembangkan dan menjadikan dirinya sendiri khususnya melalui pendidikan. § Manusia dilahirkan dengan potensi untuk menjadi baik dan buruk dan hidup berarti upaya untuk mewujudkan kebaikan dan menghindarkan atau setidak. Seorang konselor dalam berinteraksi dengan kliennya harus mampu melihat dan memperlakukan kliennya sebagai sosok utuh manusia dengan berbagai dimensinya. § Manusia adalah unik dalam arti manusia itu mengarahkan kehidupannya sendiri.tidaknya mengontrol keburukan. Landasan Psikologis Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). (c) perkembangan individu. (b) pembawaan dan lingkungan. Dengan memahami hakikat manusia tersebut maka setiap upaya bimbingan dan konseling diharapkan tidak menyimpang dari hakikat tentang manusia itu sendiri. Kebebasan ini memungkinkan manusia berubah dan menentukan siapa sebenarnya diri manusia itu adan akan menjadi apa manusia itu. a. dan (e) kepribadian.

normal atau bahkan sangat kurang (debil. warna kulit. Namun ada pula individu yang hidup dan berada dalam lingkungan yang kurang kondusif dengan sarana dan prasarana yang serba terbatas sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya tidak dapat berkembang dengan baik. Misalnya dalam kecerdasan. menjadi bentuk perilaku instrumental atau aktivitas tertentu yang mengarah pada suatu tujuan. seperti : rasa lapar. golongan darah. bakat. Pembawaan dan Lingkungan Pembawaan dan lingkungan berkenaan dengan faktor-faktor yang membentuk dan mempengaruhi perilaku individu. c. Demikian pula dengan lingkungan. (2) Teori dari Freud tentang dorongan seksual. . embisil atau ideot). Pembawaan yaitu segala sesuatu yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil dari keturunan. seperti struktur otot. ada yang sangat tinggi (jenius). yang mencakup aspek psiko-fisik.Motif dan motivasi berkenaan dengan dorongan yang menggerakkan seseorang berperilaku baik motif primer yaitu motif yang didasari oleh kebutuhan asli yang dimiliki oleh individu semenjak dia lahir. Beberapa teori tentang perkembangan individu yang dapat dijadikan sebagai rujukan. diantaranya meliputi aspek fisik dan psikomotorik. Ada individu yang memiliki pembawaan yang tinggi dan ada pula yang sedang atau bahkan rendah. Perkembangan Individu Perkembangan individu berkenaan dengan proses tumbuh dan berkembangnya individu yang merentang sejak masa konsepsi (pra natal) hingga akhir hayatnya. bahasa dan kognitif/kecerdasan.– baik dari dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik)–. seperti rekreasi. atau ciri-ciri-kepribadian tertentu. kecerdasan. sehingga segenap potensi bawaan yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal. ada individu yang dibesarkan dalam lingkungan yang kondusif dengan sarana dan prasarana yan memadai.dan menjadi tersia-siakan. Pembawaan pada dasarnya bersifat potensial yang perlu dikembangkan dan untuk mengoptimalkan dan mewujudkannya bergantung pada lingkungan dimana individu itu berada. Selanjutnya motif-motif tersebut tersebut diaktifkan dan digerakkan. diantaranya : (1) Teori dari McCandless tentang pentingnya dorongan biologis dan kultural dalam perkembangan individu. moral dan sosial. memperoleh pengetahuan atau keterampilan tertentu dan sejenisnya. b. Pembawaan dan lingkungan setiap individu akan berbeda-beda. bernafas dan sejenisnya maupun motif sekunder yang terbentuk dari hasil belajar.

Dalam menjalankan tugas-tugasnya. (7) Teori dari Buhler tentang perkembangan sosial. 2005) menemukan hampir 50 definisi tentang kepribadian yang berbeda-beda. dan dengan belajar manusia mampu berbudaya dan mengembangkan harkat kemanusiaannya. Untuk terjadinya proses belajar diperlukan prasyarat belajar. (6) teori dari Zunker tentang perkembangan karier. (4) Teori dari Piaget tentang perkembangan kognitif. (5) teori dari Kohlberg tentang perkembangan moral. konselor harus memahami berbagai aspek perkembangan individu yang dilayaninya sekaligus dapat melihat arah perkembangan individu itu di masa depan. Inti perbuatan belajar adalah upaya untuk menguasai sesuatu yang baru dengan memanfaatkan yang sudah ada pada diri individu. Penguasaan yang baru itulah tujuan belajar dan pencapaian sesuatu yang baru itulah tanda-tanda perkembangan. dan ( Teori dari Havighurst tentang tugas-tugas perkembangan individu semenjak masa bayi sampai dengan masa dewasa. Untuk memahami tentang hal-hal yang berkaitan dengan belajar terdapat beberapa teori belajar yang bisa dijadikan rujukan. Dewasa ini mulai berkembang teori belajar alternatif konstruktivisme.(3) Teori dari Erickson tentang perkembangan psiko-sosial. dan (3) Teori Belajar Gestalt. Tanpa belajar. e. (2) Teori Belajar Kognitif atau Teori Pemrosesan Informasi. Dalam suatu penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh Gordon W.. Berangkat dari studi yang dilakukannya. diantaranya adalah : (1) Teori Belajar Behaviorisme. baik dalam aspek kognitif. Hall dan Gardner Lindzey. afektif maupun psikomotor/keterampilan. akhirnya dia menemukan satu rumusan tentang kepribadian . Belajar Belajar merupakan salah satu konsep yang amat mendasar dari psikologi. Kepribadian Hingga saat ini para ahli tampaknya masih belum menemukan rumusan tentang kepribadian secara bulat dan komprehensif. seseorang tidak akan dapat mempertahankan dan mengembangkan dirinya. Allport (Calvin S. d. serta keterkaitannya dengan faktor pembawaan dan lingkungan. baik berupa prasyarat psiko-fisik yang dihasilkan dari kematangan atau pun hasil belajar sebelumnya. Manusia belajar untuk hidup.

teori Personologi dari Murray. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Teori Sosial Psikologis dari Adler. atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi. atau cepat lambatnya mereaksi Sikap. frustrasi dan konflik. serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan. yaitu disposisi reaktif seorang. sambutan terhadap objek yang bersifat positif. tampang. Keunikannya itu didukung oleh keadaan struktur psiko-fisiknya. Horney dan Sullivan. Sedangkan yang dimaksud dengan unik bahwa kualitas perilaku itu khas sehingga dapat dibedakan antara individu satu dengan individu lainnya. Teori Medan dari Kurt Lewin. Teori Psikologi Individual dari Allport. hormon. Seperti mudah tidaknya tersinggung. yaitu konsekuen tidaknya dalam mematuhi etika perilaku. cuci tangan. sedih. misalnya konstitusi dan kondisi fisik. atau putus asa. yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkungan. Fromm. Sementara itu. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan tentang aspek-aspek kepribadian. Stabilitas emosi. kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukan.yang dianggap lebih lengkap. Scheneider dalam Syamsu Yusuf (2003) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri. tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat. terdapat beberapa teori kepribadian yang sudah banyak dikenal. negatif atau ambivalen. konsiten Temperamen. Menurut pendapat dia bahwa kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. . Watson. Teori Analitik dari Carl Gustav Jung. diantaranya : Teori Psikoanalisa dari Sigmund Freud. segi kognitif dan afektifnya yang saling berhubungan dan berpengaruh. Untuk menjelaskan tentang kepribadian individu. Hull. terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan. Teori Stimulus-Respons dari Throndike. sehingga menentukan kualitas tindakan atau perilaku individu yang bersangkutan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. yang mencakup : § § § § § Karakter. Responsibilitas (tanggung jawab). ketegangan emosional. Teori The Self dari Carl Rogers dan sebagainya. Seperti mau menerima resiko secara wajar.

Terkait dengan upaya pengembangan belajar klien. seorang konselor juga harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek potensi bawaan dan menjadikannya sebagai modal untuk memperoleh kesuksesan dan kebahagian hidup kliennya. konselor dituntut untuk memahami tentang aspek-aspek dalam belajar serta berbagai teori belajar yang mendasarinya. konselor sedapat mungkin mampu menyediakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan segenap potensi bawaan kliennya. yang pada akhirnya dapat . Sejak lahirnya.§ Sosiabilitas. maka tidak mustahil akan timbul konflik internal maupun eksternal. Seorang individu pada dasarnya merupakan produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup. Oleh karena itu. Begitu pula. psikologi belajar atau psikologi pendidikan dan psikologi kepribadian. psikologi perkembangan. Untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling dan dalam upaya memahami dan mengembangkan perilaku individu yang dilayani (klien) maka konselor harus dapat memahami dan mengembangkan setiap motif dan motivasi yang melatarbelakangi perilaku individu yang dilayaninya (klien). setidaknya terdapat empat bidang psikologi yang harus dikuasai dengan baik. ia sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan pola-pola perilaku sejalan dengan tuntutan sosialbudaya yang ada di sekitarnya. Berkenaan dengan upaya pengembangan kepribadian klien. 3. Selain itu. konselor kiranya perlu memahami tentang karakteristik dan keunikan kepribadian kliennya. Apabila perbedaan dalam sosial-budaya ini tidak “dijembatani”. yaitu bidang psikologi umum. Seperti: sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Landasan Sosial-Budaya Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu. Lingkungan sosial-budaya yang melatarbelakangi dan melingkupi individu berbeda-beda sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam proses pembentukan perilaku dan kepribadian individu yang bersangkutan. yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. agar konselor benar-benar dapat menguasai landasan psikologis. Kegagalan dalam memenuhi tuntutan sosial-budaya dapat mengakibatkan tersingkir dari lingkungannya.

Moh. prosedur tes. (c) stereotipe. dan (e) kecemasan. dan bahkan mungkin bertolak belakang. yaitu (a) perbedaan bahasa. Pengetahuan tentang bimbingan dan konseling disusun secara logis dan sistematis dengan menggunakan berbagai metode. Kecemasan yanmg berlebihan dalam kaitannya dengan suasana antar budaya dapat menuju ke culture shock. Surya (2006) mengetengahkan tentang tren bimbingan dan konseling multikultural. Stereotipe cenderung menyamaratakan sifat-sifat individu atau golongan tertentu berdasarkan prasangka subyektif (social prejudice) yang biasanya tidak tepat. analisis dokumen. wawancara. (b) komunikasi non-verbal. Terkait dengan layanan bimbingan dan konseling di Indonesia. Agar komuniskasi sosial antara konselor dengan klien dapat terjalin harmonis. Dalam proses konseling akan terjadi komunikasi interpersonal antara konselor dengan klien. Layanan bimbingan dan konseling hendaknya lebih berpangkal pada nilai-nilai budaya bangsa yang secara nyata mampu mewujudkan kehidupan yang harmoni dalam kondisi pluralistik. Bimbingan dan konseling dilaksanakan dengan landasan semangat bhinneka tunggal ika. yaitu kesamaan di atas keragaman. bahwa bimbingan dan konseling dengan pendekatan multikultural sangat tepat untuk lingkungan berbudaya plural seperti Indonesia. Bahasa non-verbal pun sering kali memiliki makna yang berbeda-beda. Penilaian terhadap orang lain disamping dapat menghasilkan penilaian positif tetapi tidak sedikit pula menimbulkan reaksi-reaksi negatif. yang mungkin antara konselor dan klien memiliki latar sosial dan budaya yang berbeda.menghambat terhadap proses perkembangan pribadi dan perilaku individu yang besangkutan dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan profesional yang memiliki dasardasar keilmuan. Kecemasan muncul ketika seorang individu memasuki lingkungan budaya lain yang unsur-unsurnya dirasakan asing. baik yang menyangkut teori maupun prakteknya. Kurangnya penguasaan bahasa yang digunakan oleh pihakpihak yang berkomunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. yang menyebabkan dia tidak tahu sama sekali apa. 4. Pederson dalam Prayitno (2003) mengemukakan lima macam sumber hambatan yang mungkin timbul dalam komunikasi sosial dan penyesuain diri antar budaya. . maka kelima hambatan komunikasi tersebut perlu diantisipasi. dimana dan kapan harus berbuat sesuatu. seperti: pengamatan. (d) kecenderungan menilai.

pemikiran. baik berdasarkan hasil pemikiran kritisnya maupun melalui berbagai bentuk kegiatan penelitian. antroplogi. 2003) bidang yang telah banyak memanfaatkan jasa komputer ialah bimbingan karier dan bimbingan dan konseling pendidikan. Surya (2006) mengemukakan bahwa sejalan dengan perkembangan teknologi komputer interaksi antara konselor dengan individu yang dilayaninya (klien) tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi dapat juga dilakukan melalui hubungan secara virtual (maya) melalui internet. sejak tahun 1980-an peranan komputer telah banyak dikembangkan dalam bimbingan dan konseling. 2003). Bimbingan dan konseling merupakan ilmu yang bersifat “multireferensial”.inventory atau analisis laboratoris yang dituangkan dalam bentuk laporan penelitian. 2003) bahwa konselor adalah seorang ilmuwan. Beberapa konsep dari disiplin ilmu tersebut telah diadopsi untuk kepentingan pengembangan bimbingan dan konseling. buku teks dan tulisan-tulisan ilmiah lainnya. Beberapa disiplin ilmu lain telah memberikan sumbangan bagi perkembangan teori dan praktek bimbingan dan konseling. konselor harus mampu mengembangkan pengetahuan dan teori tentang bimbingan dan konseling. evaluasi. Sebagai ilmuwan. Sejak awal dicetuskannya gerakan bimbingan. biologi. bahwa perkembangan dalam bidang teknologi komunikasi menuntut kesiapan dan adaptasi konselor dalam penguasaan teknologi dalam melaksanakan bimbingan dan konseling. baik dalam pengembangan teori maupun prakteknya. Moh. maka peran konselor didalamnya mencakup pula sebagai ilmuwan sebagaimana dikemukakan oleh McDaniel (Prayitno. manajemen. Sejalan dengan perkembangan teknologi. dalam bentuk “cyber counseling”. Pengembangan teori dan pendekatan bimbingan dan konseling selain dihasilkan melalui pemikiran kritis para ahli. Menurut Gausel (Prayitno. seperti : psikologi. ilmu hukum dan agama. juga dihasilkan melalui berbagai bentuk penelitian. sosiologi. statistik. ilmu pendidikan. Dengan adanya landasan ilmiah dan teknologi ini. . ilmu ekonomi. khususnya teknologi informasi berbasis komputer. pertimbangan dan pengolahan lingkungan secara ilmiah (McDaniel dalam Prayitno. filsafat. layanan bimbingan dan konseling telah menekankan pentingnya logika. Dikemukakan pula.

Peraturan Pemerintah. Kode Etik bimbingan dan Konseling Kode etik adalah pola ketentuan / aturan / tata cra yang menjadi pedoman menjalani tugas dan aktivitas suatu profesi. Ditegaskan pula oleh Moh. (b) pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling. Undang – Undang. Landasan religius dalam layanan bimbingan dan konseling ditekankan pada tiga hal pokok. Berangkat dari kehidupan modern dengan kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan ekonomi yang dialami bangsa-bangsa Barat yang ternyata telah menimbulkan berbagai suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan batiniah dan berkembangnya rasa kehampaan. yaitu : (a) manusia sebagai makhluk Tuhan. Surya (2006) bahwa salah satu tren bimbingan dan konseling saat ini adalah bimbingan dan konseling spiritual. yang bersumber dari Undang-Undang Dasar. dan (c) pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan layanan bimbingan dan konseling. (b) sikap yang mendorong perkembangan dari perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan kaidahkaidah agama. Prayitno (2003) memperluas landasan bimbingan dan konseling dengan menambahkan landasan paedagogis. Landasan yuridis-formal berkenaan dengan berbagai peraturan dan perundangan yang berlaku di Indonesia tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling. Kondisi ini telah mendorong kecenderungan berkembangnya bimbingan dan konseling yang berlandaskan spiritual atau religi. Dewasa ini sedang berkembang kecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. yaitu: (a) pendidikan sebagai upaya pengembangan individu dan bimbingan merupakan salah satu bentuk kegiatan pendidikan. dan (c) upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secara optimal suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dengan dan meneguhkan kehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahan masalah.Berkenaan dengan layanan bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia. Keputusan Menteri serta berbagai aturan dan pedoman lainnya yang mengatur tentang penyelenggaraan bimbingan dan konseling di Indonesia H. landasan religius dan landasan yuridis-formal. . Landasan paedagogis dalam layanan bimbingan dan konseling ditinjau dari tiga segi.

Pembimbing dapat menguasai dirinya. pembimbing harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil yang baik. Menunjukkan penghargaan yang sama pada berbagai macam klien. Menunjukkan sikap hormat kepada klien e. 5. suatu tes hanya boleh diberikan kepada petugas yang berwenang menggunakan dan menafsirkan hasilnya. Pembimbing mempunyai sifat renda hati sederhana dan sabar. . 7. 10. 2. Pembimbing memiliki sifat tanggung jawab terhadab lembaga ataupun orang yang dilayani. serta tehnik dan prosedur layanan bimbingan guna memberikan layanan sebaik-baiknya. 3. 9. c. yaitu: 1.Di samping rumusan kode etik bimbingan dan konseling yang dirumusakan oleh ikatan petugas bimbingan Indonesia. Pembimbing menempatkan kepentingan klien diatas kepentingan pribadi. Pembimbing menghormati harkat klien. Beberapa rumusan kode etik bimbingan dan konseling adalah sebagai berikut: 1. Pembimbing yang memegang jabatan harus memegang teguh prinsip-prinsip bimbingan dan kinseling. 3. 2. Pembimbing terbuka terhadap saran yang diberikan pada klien. Pembimbing tidak membedakan klien 4. Dapat menyimpan rahasia klien b. dalam arti kata kekurangan-kekurangannya dan perasangka-prasangka pada dirinya. pembimbing mengusahakan mutu kerjanya sebaik ungkin. Meminta bantuan alhi diluar kemampuan stafnya. 8. d. pekerjaan pembimbing harus harus berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang maka seorang pembimbing harus: a. Pembimbing tidak diperkjenan menggunakan tena pembantu yang tidak ahli. seluruh catatan tentang klien bersifat rahasia. pembimbing mengetahui pengetahuan dasar yang memadai tentang tingkah laku orang . 6. 11.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful