P. 1
pengertian etika profesi

pengertian etika profesi

|Views: 203|Likes:
Published by Eny Yuniy

More info:

Published by: Eny Yuniy on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2015

pdf

text

original

ETIKA PROFESI

Beberapa pengertian yang berhubungan dengan etika dan profesi Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. • Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.

Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.

Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

`

Profesi, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk

menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Profesi: Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam

Berdasarkan pengertian yang ada diatas dapat saya katakan etika profesi merupakan perilaku seseorang dalam bergaul dengan lingkungan sekitar dengan memperhatikan kaidah – kaidah atau norma – norma dalam masyarakat serta mempunyai tanggung jawab dalam pekerjaan yang ditekuni. Etika profesi sangat penting dalam kehidupan kita karena pada saat kita bekerja kita bisa menjadi seseorang yang bertanggung jawab dalam pekerjaan dan mempunyai moral yang baik. Orang yang beretika selalu memperhatikan tanggung jawabnya karena mereka mempertimbangkan dampak terhadap orang lain. Mereka yang beretika lebih memperhatikan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi. Tapi ada juga seseorang yang melanggar etika profesi. Itu karena keegoan yang dimiliki pada dirinya. Contohnya saja pedagang makanan yang memberi zat berbahaya pada makanan yang dijualnya, bidan yang menolak pasien kurang mampu dan masih banyak lagi contoh yang lain. Etika profesi ada hubungannya dengan empat elemen yang terdapat dalam individu. Elemen tersebut adalah pikir, indera, rasa dan qolbu. Setiap individu seharusnya memiliki gabungan dari keempat elemen tersebut pada jiwanya. Tapi banyak orang masih belum memiliki gabungan keempat elemen tersebut. Setiap manusia akan berpikir ketika ada rangsangan sebuah masalah. Berpikir akan mendorong manusia untuk menyelesaikan masalah sehingga dapat menghasilkan konsep penyelesaian masalah. Dari rangsangan masalah tersebut yang dapat dipecahkan akan menghasilkan manusia yang cerdas. Setelah berpikir dan menghasilkan konsep maka akan dibuktikan dengan indera. Dengan indera sebuah pembuktian dari konsep dapat dibuktikan. Dari pembuktian itu yang nantinya akan dievaluasi oleh rasa. Dengan rasa kita bisa tahu baik buruknya dari

pembuktian tersebut. Setelah pembuktian tersebut dinilai baik, maka hasil tersebut akan tertanam pada hati nurani kita atau qolbu.
1. Pikir 2. Indera

: dengan berpikir akan menghasilkan konsep yang harus dibuktikan. : dengan indera sebuah pembuktian dari konsep dapat dibuktikan dengan

indera
3. Rasa 4. Qolbu

: rasa dapat digunakan untuk evaluasi dari hasil pembuktian : evaluasi yang dilakukan terus – menerus dan berulang kali akan

mendapatkan hasil yang baik menurut kita maka itulah yang akan tertanam pada qolbu kita. Gabungan 4 elemen tersebut dapat diterapkan dalam mengambil keputusan dan bertindak sesuai dengan etika supaya tidak merugikan orang lain. Dibawah ini contoh dari penerapan 4 elemen tersebut : Seorang pedagang kue donat yang bersikap curang. Dia memberikan bahan tambahan pangan yang berbahaya dalam kue donat tersebut. Bahan tambahan pangan yang ditambahkan adalah boraks dan lilin. Boraks digunakan pada saat pembuatan adonannya dan lilin digunakan pada saat penggorengannya. Pedagang tersebut memberikan boraks pada adonan kue donat bertujuan agar kue donat tersebut tahan lama dan tujuan pemberian lilin pada saat penggorengan agar kue donat tersebut terlihat mengkilap dan warnanya tidak terlalu coklat. Menurut saya yang dilakukan pedagang tersebut sangat tidak baik karena yang dilakukan tersebut dapat merugikan orang lain. Boraks dan lilin mempunyai efek yang negatif jika dikonsumsi terus - menerus. Boraks merupakan zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan, efek yang ditimbulkan apabila mengkonsumsi boraks secara terus –

menerus adalah gangguan pencernaan, merangsang SSP, anuria (tidak terbentuknya urine), menimbulkan depresi, anemia dan kanker. Sedangkan mengkonsumsi lilin secara terus – menerus mengakibatkan kanker. Alasan pedagang melakukan hal tersebut adalah salah satunya karena persaingan yang terjadi di kalangan pedagang. Setiap pedagang ingin meraih keuntungan yang melimpah, untuk mencapai hal tersebut apapun akan dilakukan meskipun yang dilakukannya itu merugikan orang lain. Pedagang tersebut tidak memikirkan dampak yang terjadi pada orang lain, dia cuma memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak merasakan efek yang akan ditimbulkan dari boraks jika dikonsumsi oleh orang lain. Yang dipikirakannya adalah untung yang banyak tanpa memikirkan bahaya yang ditimbulkan dari perbuatannya tersebut. Kalau pedagang kue donat tersebut berpikir bahwa boraks dan lilin tersebut sangat berbahaya bila dikonsumsi dan merasakan efek dari bahaya boraks dan lilin tersebut serta dapat melihat penyakit yang diderita jika mengkonsumsi boraks, maka pedagang kue donat tersebut akan memikirkan terlebih dahulu sebelum melakukan hal seperti itu. Pedangang kue donat tersebut akan memakai qolbu dan kesadarannya sebelum melakukan tindakan tidak etis dalam profesinya sebagai pedagang kue donat. Jadi dalam melakukan sebuah pekerjaan kita harus memiliki etika profesi agar segala tindakan yang kita lakukan tidak merugikan orang lain dan memiliki tanggung jawab. Etika membantu seseorang untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Dengan beretika dalam melakukan suatu pekerjaan, dengan sendirinya kita akan menciptakan kode etik yang dapat dipakai sebagai pegangan dalam menjalankan pekerjaan sehari – hari.

KESIMPULAN Tindakan yang tidak baik dapat muncul dari seorang individu atau kelompok karena tidak memiliki etika dalam berprofesi. Kalau seorang individu atau kelompok memiliki etika profesi, maka individu atau kelompok tersebut akan berpikir, merasakan, melihat (indera), serta menggunakan qolbu atau kesadaran sebelum melakukan tindakan. Jika etika profsi sudah dimiliki, pasti segala tindakan yang dilakukan oleh seorang individu atau kelompok tersebut akan memberikan efek positif dilingkungan sekitar karena individu atau kelompok ini sudah mampu untuk menciptakan kode etik dalam melakukan sebuah profesi yang digelutinya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->