P. 1
Warta Bea Cukai Edisi 373

Warta Bea Cukai Edisi 373

|Views: 1,697|Likes:
Published by bcperak

More info:

Published by: bcperak on Nov 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

TAHUN XXXVII EDISI 373

DESEMBER 2005

AGEN PERUBAHAN BAGI PEGAWAI DJBC

BEA DAN CUKAI
WAWANCARA

PUSDIKLAT

MENUNGGU IMPLEMENTASI
MAULIDIYAH A. SY
“...PEREMPUAN JIKA DIBERI KESEMPATAN LUAS, AKAN MENJALANKAN TUGASNYA DENGAN MAKSIMAL...”

PROFIL

FX YUWONO
“MASIH ADA 3000 PEGAWAI YANG BELUM MENGIKUTI DTSD I”

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
MISI: Membimbing dan meningkatkan kecerdasan serta Jende kesadaran karyawan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terhadap tugas negara Mendekatkan Hubungan antara atasan dan Jende bawahan serta antara karyawan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan masyarakat IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Eddy Abdurrachman PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Ibrahim A. Karim Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Pencegahan & Penyidikan Drs. Endang Tata Direktur Verifikasi & Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. Kamil Sjoeib, M.A. Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Drs. Jody Koesmendro Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Sofyan Permana Inspektur Bea dan Cukai Drs. Bambang Heryanto, Ak KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Sjahrir Djamaluddin WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Ariohadi, SH. MA. DEWAN PENGARAH Ir. Oentarto Wibowo, MPA; Ir. Agus Sudarmadi, M.Sc; Ir. Agung Kuswandono, MA.; Drs. Murjady; Drs. Bachtiar, M.Si.; Sugiarto, SH.; Drs, Sindarto Diwerno Putro, Ak.; Dra. Istyastuti Wuwuh Asri, M.Si.; Suwito, SH; Drs. Ahmad Dimyati PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Ifah Margaretta Siahaan, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH Ignatius Agus Nugraha (Medan), Leksi Andre Serumena (Jayapura), Syamsul Gunawan (Makassar) Bendito Menezes (Denpasar), Bambang Wicaksono (Surabaya) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Niko Budhi Darma, S. Sos, Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO WARTA BEA CUKAI BANK BNI CABANG JATINEGARA JAKARTA Nomor Rekening : 8910841 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

Keluarga Besar WARTA BEA CUKAI Mengucapkan :

Hari Natal
25 DESEMBER 2005

Selamat

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
Dalam Laporan Utama edisi ini, kami mengangkat topik mengenai peran Pusdiklat di DJBC. Pusdiklat sangat berperan dalam menyiapkan SDM di DJBC, karena pusdiklat terlibat langsung dalam recruitment pegawai melalui seleksi-seleksi yang sesuai dengan keinginan user dalam hal ini DJBC.

5

1 3 4 26

32

Wawancara
Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) , FX Yuwono Msi mengatakan, saat ini BPPK sedang merancang suatu kurikulum yang berbasis kompetensi. Kurikulum ini diberikan kepada karyawan yang dasar perumusan kurikulumnya didasarkan kompetensi yang dibutuhkan pada semua lini. Lantas sudah sejauhmana sistem ini mulai dikembangkan ?

22

42 44

46

Pengawasan
Pabrik psikotropika ketiga yang berhasil diungkap dan terbesar di dunia ini merupakan buah hasil operasi kerjasama internasional yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Badan Narkotika Nasional (BNN), Drugs Enforcement Administration (DEA), Narcotics Bureau Hongkong Police (NBHP) dan Australia Federal Police (AFP).

57

53 56 60

62 64 65

Profil

76
Partisipasi perempuan di sektor kerja mulai tumbuh dan berkembang pesat.Hampir di semua sektor pekerjaan, sosok perempuan pasti ada, tidak terkecuali Maulidiyah pegawai DJBC pada Pos Lintas Batas di ujung wilayah negara perbatasan IndonesiaMalaysia, Entikong.

66 68

70 72

70

DARI REDAKSI SURAT PEMBACA KARIKATUR DAERAH KE DAERAH - Ekspor Ilegal Pupuk Bersubsidi - Kunjungan Lapangan ke Total E&P Indonesia - Bea Cukai Batam Tegah Tiga Unit Mobil KOLOM - Mutasi? Membantu Anak Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru - Dilema Antara Penerimaan Cukai Rokok dan Pembangunan Kesehatan masyarakat INFO PERATURAN SIAPA MENGAPA - Akhmad Rofiq - Erman - Hartono INFO PEGAWAI - Sambutan Menteri Keuangan Pada Peringatan Ke 59 Hari Keuangan - Mutasi Para pejabat Eselon III di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai - Pegawai Pensiun Per 1 Desember 2005 SEPUTAR BEACUKAI RUANG KESEHATAN Keluhan Penderita Endometriosis KEPABEANAN RUU Tentang Perubahan UU Kepabeanan dan Cukai RENUNGAN ROHANI Natal Ditengah Himpitan Hidup PERISTIWA Investasi di Indonesia Meningkat KEPABEANAN INTERNASIONAL Penandatanganan MoU Antara DJBC dengan PNG Customs Service OPINI Obyek Cukai Baru INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI Virus, Trojan dan Worm RUANG INTERAKSI Bunuh Diri, Mengapa Diminati ? SELAK Merah Putih berkibar di Ranu Kumbolo Gunung Semeru APA KATA MEREKA - Frans Mohede - Fuad Baraja

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

Surat Pembaca
Kirimkan surat anda ke Redaksi WBC melalui alamat surat, fax atau e-mail. Surat hendaknya dilengkapi dengan identitas diri yang benar dan masih berlaku.

PENDIDIKAN
Kepada Bapak di Bidang Pengembangan Pegawai : Dalam usaha meningkatkan diri akan pengetahuan tentang kepabeanan dan cukai, serta aplikasinya dalam dunia kerja sehari-hari jelas kita butuh pendidikanpendidikan baik itu bersifat teknis maupun fungsional. Saya sangat berterima kasih kepada DJBC karena DTSD I sudah hampir mampu mentekniskan semua pegawai di jajaran DJBC, begitu juga dengan DTSD II. Tapi, apakah pendidikan teknis hanya itu sajakah ? Saya yang di Timika, Papua (mewakili teman pegawai yang asli Papua) merasa bagi kami sangat sukar sekali untuk menembus yang namanya pendidikan/diklat seperti Intelijen, Kopat, dan lain-lain, apalagi yang namanya PFPB, yang akan membantu dalam menambah pengetahuan dan pengalaman. Saya kira, pendidikan/ diklat tersebut bukan hanya untuk KPBC-KPBC yang di Pulau Jawa saja, tapi hal itu berlaku untuk semua KPBC yang ada di wilayah NKRI ini. Kalau memang harus melalui suatu usulan resmi dari Kantor Pelayanan, berapa lamakah kami harus menunggu ? Jadi, kalaulah itu memungkinkan, bolehkah kami yang di Papua ini (asli papua) juga diperhatikan dalam hal pendidikan atau diklat-diklat tersebut ? Saya rasa Bapak tidak lupa dengan kami yang di Papua ini (asli Papua), untuk dapat sejajar dalam hal kualitas pelayanan dan penerapan peraturan di bidang Kepabeanan dan Cukai dengan pegawai-pegawai Bea Cukai lainnya di tanah air tercinta ini. RICKY WANDOSA - KPBC Amamapare TANGGAPAN : Sehubungan dengan surat Sdr. Ricky Wandosa, NIP 060093177, Pelaksana pada KPBC Amamapare, dengan hormat kami sampaikan sebagai berikut : 1. Dalam upaya pengembangan pegawai, DJBC melalui Pusdiklat Bea dan Cukai melaksanakan berbagai jenis diklat yang terdiri dari : · Diklat Teknis Substantif Dasar : DTSD I dan DTSD II · Diklat Teknis Substantif Spesialisasi : Intelijen, Post Clearance Audit (PCA), Operator Komputer (konsul), Anjing Pelacak Narkotika (Dog Handler), PPNS, dan lain-lain · Diklat Fungsional Keterampilan : Pejabat Fungsional Pemeriksa Barang (PFPB) · Diklat Fungsional Keahlian : Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) · Penyegaran/Penataran : Penyegaran PPNS, Penyegaran Cukai, Penataran Keterampilan Manajemen Kepabeanan, dan lain-lain 2. Penentuan diklat-diklat yang akan dilaksanakan setiap tahun dituangkan dalam Kalender Diklat yang dikeluarkan oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan c.q Pusdiklat Bea dan Cukai. 3. Perlu juga kami sampaikan bahwa masing-masing diklat mempunyai persyaratan tertentu yang harus dipenuhi oleh setiap calon peserta, misalnya untuk diklat PFPB, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 87 tahun 1999 tanggal 1 Juli 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil,

a. b. c. d. e. 4.

5.

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 32/KEP/M.PAN/3/2003 tanggal 7 Maret 2003 tentang Jabatan Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai dan Angka Kreditnya, dan Keputusan Bersama Menteri Keuangan RI dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 149/KMK.01/2004 dan Nomor 15 tahun 2004 tanggal 23 Maret 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai dan Angka Kreditnya, disebutkan bahwa persyaratan untuk dapat diangkat dalam Jabatan Fungsional Pemeriksa Bea dan Cukai tingkat terampil adalah : Berijazah serendah-rendahnya Diploma II sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan dan setinggitingginya setingkat Diploma III (D-3); Menduduki pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b; Lulus pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang Kepabeanan dan Cukai; dan Setiap unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3) sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Memiliki pengalaman di bidang Kepabeanan dan Cukai sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. Adapun Calon peserta diklat dipilih dari seluruh kantor yang menyebar dari KWBC I s.d. XIII sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masing-masing kantor, serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Tentunya akan sangat memudahkan bagi kami apabila ada usulan serta rekomendasi dari kantor-kantor mengenai diklat-diklat yang dibutuhkan dan pegawaipegawai yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti diklat tertentu.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian Saudara kami ucapkan terima kasih. Kepala Bagian Kepegawaian OENTARTO WIBOWO NIP 060079882

SLOGAN BARU
Dalam rangka memperingati Hari Pabean Internasional yang ke-54 pada bulan depan, kecuali lomba-lomba yang telah diadakan oleh Panitia Hari Pabean Internasional, bagaimana seandainya dalam peringatan Hari Pabean Internasional tersebut Panitia mengadakan sayembara baru yakni Sayembara Slogan Baru (MOTTO) bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Karena slogan-slogan lama menurut pendapat kami dalam era reformasi maupun globalisasi ini kurang up to date, perlu adanya slogan baru bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang berwawasan moral dan anti KKN, berpijak pada kebenaran dan keadilan sebagai way of life. Dan slogan perlu dipublikasikan melalui iklan layanan masyarakat di televisi agar masyarakat luas bisa lebih mengerti dan memahami tugas-tugas yang dilakukan intansi ini. Bagaimana Panitia HPI ? SARGIYATNO Solo

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

3

KARIKATUR

4

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

LAPORAN UTAMA

Pusdiklat Sebagai Investasi DJBC
Banyaknya tuntutan masyarakat akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), menjadikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) DJBC sebagai agen perubahan sekaligus ujung tombak bagi kemajuan DJBC.

MENJADIKAN

K

ebutuhan akan pegawai bea cukai yang profesional saat ini semakin dirasakan oleh DJBC dalam upaya mensejajarkan diri dengan institusi kepabeanan dan cukai dunia, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada industri, perdagangan dan masyarakat. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, Pusdiklat DJBC mempunyai peran cukup signifikan dalam meningkatkan kinerja melalui kualitas diklat termasuk sarana dan prasarananya. Untuk meningkatkan kualitas diklat sudah pasti harus didorong oleh sebuah visi dan misi yang tentunya dapat mendukung tercapainya visi dan misi dari user yang dalam hal ini adalah DJBC. Karena pada hakekatnya Pusdiklat Bea dan Cukai merupakan unit pendukung (supporting unit) dalam peningkatan kualitas SDM DJBC.

mencetak pegawai yang siap pakai sesuai dengan misi dan visinya meliputi beberapa aspek, seperti penyusunan program diklat, penyusunan kurikulum, silabus, metodik, didaktik dan materi diklat, selain itu juga menyiapkan tenaga pengajar dan peserta diklat termasuk pelaksanaan administrasi pembinaan widyaiswara (pengajar). Menurut Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai, Sofyan Permana, pusdiklat juga sangat berperan sekali dalam menyiapkan SDM di DJBC, karena pusdiklat terlibat langsung dalam recruitment pegawai melalui seleksi-seleksi yang sesuai dengan keinginan user . ”Itu dalam hal penerimaan
WBC/ATS

PUSDIKLAT SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Visi yang diemban oleh Pusdiklat Bea dan Cukai adalah “Pusdiklat yang profesional dan berorientasi ke masa depan di bidang keuangan negara khususnya kepabeanan dan cukai”. Sedangkan untuk misi Pusdiklat adalah “Mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi pegawai DJBC”. Dengan visi dan misi tersebut maka sebagai agen perubahan tentunya harapan tersebut bisa diwujudkan sehingga keinginan user untuk mendapat pegawai profesional dapat terpenuhi. Tugas utama pusdiklat agar dapat

SOFYAN PERMANA. Menginginkan Pusdiklat menjadi agen perubahan dan memenuhi semua kebutuhan user.

pegawai baru, lalu untuk yang telah menjadi pegawai, pusdiklat juga terlibat dalam pembentukan pegawai tersebut, misalnya di level pelaksana maka pembentukannya dapat dilakukan oleh level-level manajerial. Selain itu pusdiklat juga berperan dalam pembentukan setiap level sampai dengan level pimpinan,” ujar Sofyan Permana. Perannya yang cukup signifikan dalam mengemban visi dan misinya tersebut, tentunya memerlukan upaya-upaya yang tidak pernah berhenti untuk menuju peningkatan kualitas pusdiklat. Untuk itu, saat ini pusdiklat telah menerapkan tiga aspek pokok agar mutu dan kualitas diklatnya tetap baik. Ketiga aspek tersebut adalah sarana dan prasarana, sistem pengajaran, dan SDM yang memberi pengajaran. Untuk sarana dan prasarana, dimulai dengan kelas-kelas untuk belajar yang memiliki fasilitas cukup lengkap disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Untuk sistem pengajaran, meliputi program pelatihan, kurikulum, dan penyedian modul-modul yang disiapkan untuk dapat mengantisipasi perkembangan jaman. “Kita akan melihat trennya bagaimana, sekarang ini rupanya bukan hanya pada pelayanan tapi juga pada situasi dan security yang ada. Untuk itu pengawasan juga semakin menonjol di dunia kepabeanan, sehingga nantinya ke depan proses pelatihan diklat lebih banyak lagi porsinya di bidang pengawasan,” tutur Sofyan Permana.
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

5

LAPORAN UTAMA

PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI. Sebagai mesin pencetak SDM yang profesional dan siap pakai.

Sedangkan untuk SDM yang memberikan pengajaran, akan dicari orang-orang yang memiliki dedikasi yang memang ingin membaktikan diri kepada DJBC, artinya mereka ini nantinya akan memberikan pengajaran dan melatih pegawai bea cukai menjadi aparat yang profesional sesuai dengan jiwa institusi Bea dan Cukai. Hal ini menurut Sofyan Permana, dikaitkan dengan kondisi sekarang dimana masih banyak pegawai bea cukai yang belum dididik ilmu kepabeanan dan cukainya, sehingga belum menguasai segala peraturan yang ada di DJBC. 6
WARTA BEA CUKAI

Ketiga hal tersebut memang menjadi kunci dari keberhasilan pusdiklat yang bertindak sebagai agen perubahan. Namun ada beberapa faktor lain yang juga menjadi kunci keberhasilannya, seperti, para pengguna jasa lebih responsif dalam penentuan peningkatan SDM, kualitas SDM Pusdiklat meningkat, koordinasi dengan pengguna jasa dan instansi terkait yang semakin baik, ketersediaan dana untuk biaya operasional diklat yang memadai, peraturan tentang kewidyaiswaraan yang jelas, dan optimalisasi

penggunaan sarana dan prasarana diklat.

UNTUK MENCETAK SDM HANDAL
Beberapa hal di atas merupakan langkah nyata yang telah dilakukan dan menjadi program reformasi dalam kegiatan pusdiklat. Pemutakhiran kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan penyediaan segala fasilitas diklat, merupakan upaya tiada henti yang terus dilakukan Pusdiklat. Ini semua dilakukan agar tujuan dan sasaran dari Pusdiklat dapat tercapai.

EDISI 373 DESEMBER 2005

Karena pusdiklat juga merupakan investasi bagi DJBC dalam mencetak tenaga kerja yang handal, tentunya peran user sangat penting, baik dalam penentuan kurikulum secara internal maupun hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan diklat. Peran disini adalah peran dalam hal evaluasi setelah pelaksanaan suatu diklat. Sementara itu, dari pusdiklat sendiri sudah terlebih dulu melakukan suatu evaluasi sebelum user melakukan evaluasi, baik dalam hal penyelenggaraan diklat maupun kurikulum yang telah diberikan. Hal ini dimaksudkan agar para pegawai yang mengikuti diklat paham benar akan diklat yang dijalaninya dan menjadi pegawai yang diandalkan karena ilmu dan keterampilannya. Karena memang mencetak pegawai yang siap pakai adalah tugas utama dari pusdiklat. Ada beberapa diklat yang dapat memberikan keterampilan khusus dan siap diterapkan di lapangan oleh pegawai. Namun ada juga diklat yang setelah diikuti pegawai tetapi belum dapat dikatakan siap pakai. “Memang tidak semua pegawai setelah diklat dapat dikatakan sebagai pegawai siap pakai, misalnya untuk pegawai yang baru masuk, belum seratus persen siap pakai karena belum punya pengalaman, maka itu perlu ada magang dan praktek lapangan. Namun bagi pegawai yang telah mengikuti diklat untuk meningkatkan kemampuannya, mereka ini 100 persen dapat dikatakan siap pakai, dan yang penting disini adalah peran pimpinan langsung dalam memberikan bimbingan sehingga mereka dapat bekerja lebih baik lagi,” demikian ungkap Sofyan Permana. Satu hal yang cukup menonjol dalam reformasi di tubuh pusdiklat, adalah bagaimana para pegawai dapat mengatur dirinya sendiri tanpa harus selalu diawasi oleh pimpinan, seperti pada setiap akhir diklat para pegawai diharuskan mengikuti apel bersama. Dalam apel tersebut mereka sendiri yang mengaturnya dan mereka sendiri yang menilai apakah dirinya siap menjalankan kebijakan dengan baik dan benar atau hanya siap jika ada yang mengatur. Ini memang suatu terobosan yang cukup gemilang pada pusdiklat, karena pusdiklat yang dulunya dikenal hanya sebagai tempat menimba ilmu, kini pembinaan moral dan ahlak juga ditanamkan dengan cara menilai diri sendiri apakah hanya handal dalam pekerjaan saja atau handal dalam segala hal termasuk akhlak dan moralnya.

Berkaitan dengan akhlak dan moral, sebenarnya sudah sejak dulu Pusdiklat DJBC ikut berperan, namun karena metode pendidikan yang hanya memberikan penanaman ahlak dan moral yang sedikit, maka terkadang pusdiklat ikut dituding sebagai lembaga yang kurang peduli akan hal tersebut. Kini dengan adanya reformasi pada metode pendidikan dan kurikulum semua itu dapat terjawab, bahwa pusdiklat tidak semata-mata memberikan ilmu teknis saja kepada para pegawai tapi juga menanamkan akhlak dan moral yang terpuji bagi pegawai tersebut.

KUNCINYA, DUKUNGAN SEMUA PIHAK
Cukupkah upaya yang dilakukan pusdiklat hanya sampai di situ? Tentu jawabannya tidak. Upaya yang tiada henti seperti yang diutarakan di atas juga terus dilakukan diberbagai bidang. Saat ini pusdiklat menitikberatkan pada daya dan upaya untuk menciptakan SDM bea cukai yang dapat bekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan sesuai dengan perkembangan terakhir, termasuk memiliki dedikasi serta akhlak dan moral yang baik. “Dalam hal ini user juga tidak dapat mengandalkan 100 persen dari pusdiklat, tapi bagaimana cara pembinaannya setelah pegawai lepas dari pusdiklat sehingga dapat tetap bekerja dengan baik dan memiliki peranan, untuk itu peran pimpinan juga sangat menentukan hasil dari produk-produk pusdiklat,” ungkap Sofyan Permana. Keinginan user untuk memiliki pegawai yang handal memang

tumpuannya ada pada pusdiklat dan sebagai unit pendukung semua itu dapat terpenuhi dengan baik selama ini. Mengenai fasilitas yang dimiliki pusdiklat, mulai dari asrama hingga laboratorium semua telah tersedia dengan baik, sedangkan kurikulumnya, user juga telah menjalin kerjasama yang baik dengan pusdiklat. Peran widyaiswara yang vital dalam diklat dari tahun ke tahun terus ditingkatkan. Pengalaman para widyaiswara dalam bekerja, juga keihklasan widyaiswara dalam membaktikan diri untuk memberikan ilmu menjadi nilai tambah dari pusdiklat. Kini tinggal bagaimana pegawai dapat memanfaatkan pusdiklat sebagai tempat untuk memajukan diri dan menjawab semua tantangan dalam tugas. Seleksi yang cukup ketat dari pusdiklat dalam memilih pegawai yang akan mengikuti diklat, mencerminkan pusdiklat hanya menerima pegawai yang memiliki kemampuan dan keinginan untuk maju dan dapat menjawab semua tantangan yang ada. Jika Pusdiklat DJBC sudah menjadi agen perubahan yang handal, tentunya pegawai DJBC juga akan semakin handal dalam menjalankan tugasnya. Tuntutan masyarakat yang kian meningkat tentunya tanpa menemui kesulitan akan segera terpenuhi dan itu semua hanya dapat dilakukan jika mutu pusdiklat juga semakin baik, begitu juga pegawai yang mengikuti diklat pun juga semakin paham akan tuntutan perubahan tersebut. adi
FOTO : ISTIMEWA

FASILITAS DIKLAT. Terus diupayakan agar dapat memenuhi standar pendidikan. EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

7

LAPORAN UTAMA

Kualitas
Melalui Diklat
M
ensejajarkan diri menuju tingkatan yang lebih maju merupakan upaya yang dilakukan suatu badan atau organisasi agar dapat diakui oleh masyarakat baik di lingkup nasional maupun internasional. Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya yang juga dibarengi dengan perkembangan tingkat kepuasan masyarakat, mengharuskan seluruh pelayan publik bekerja secara profesional dan dapat menjawab segala tantangan yang ada.
DOK. WBC

MENINGKATKAN

Upaya mensejajarkan dengan institusi kepabeanan dan cukai dunia tentu tidak segampang yang dibayangkan. Banyaknya tantangan dan tuntutan dalam tugas, mengharuskan seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berusaha semaksimal mungkin menambah pengetahuannya agar dapat berperan dalam tugas.
DJBC sebagai salah satu institusi pemerintah yang memiliki peran cukup signifikan baik dalam pelayanan kepada dunia usaha, maupun perlindungan kepada masyarakat terhadap masuknya barang-barang terlarang dan diawasi, dalam memberikan pelayanannya sejak dulu sudah berorientasi pada kelancaran arus barang untuk kepuasan masyarakat. Upaya ini dilakukan tentunya dengan dukungan pegawai yang handal dan profesional untuk menjalankan tugasnya. Menciptakan pegawai yang profesional dan handal untuk dapat menjawab segala tantangan yang ada, memang bukan pekerjaan yang mudah. Banyak hambatan yang dijumpai, diantaranya selama ini masih ada pandangan yang menganggap remeh untuk mengikuti suatu diklat, bahkan alasan umur yang sudah tua atau kuatir akan segera dimutasikan terkadang dijadikan alasan pegawai untuk menghindar mengikuti suatu program diklat. Akibatnya, program untuk meningkatkan kualitas pegawai terkesan berjalan lambat. Namun seiring dengan adanya program reformasi di bidang kepabeanan dan cukai sejak tahun 2002 lalu, upaya yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM pegawai bea cukai mulai nampak dijalankan dengan maksimal. Sebenarnya apa upaya yang telah dilakukan agar DJBC dapat memiliki pegawai yang profesional dan handal untuk menjalankan tugasnya ? Jawabannya hanya satu, diklat ! Sejak dulu diklat memang telah dilaksanakan agar dapat memenuhi kebutuhan tugas, namun sekali lagi masih dirasakan kurang dan belum dapat menjawab segala kebutuhan tugas. Ini diakui oleh seluruh pihak, namun bukan berarti diklat yang lama tidak memiliki arti, semua itu sangat berarti, hanya perkembangan jaman yang membuat diklat tersebut dirasakan masih kurang. Kepala Bagian Kepegawaian DJBC, Ir. Oentarto Wibowo, MPA,
DOK. LAN

OENTARTO WIBOWO. Harapan DJBC saat ini adalah memiliki pegawai yang profesional dan berintegritas tinggi.

ANWAR SUPRIJADI. Masih banyak masyarakat yang kurang puas dengan kinerja aparat.

8

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

DOK. WBC

mengemukakan pendapatnya, berbicara soal sumber daya manusia (SDM) yang baik di DJBC ini, maka kita harus lihat kembali pada visi dan misi yang mana DJBC menginginkan dapat sejajar dengan institusi Bea dan Cukai kelas dunia dibidang kinerja dan citra, sehingga dari dua hal tersebut dapat dilihat bahwa yang diinginkan saat ini oleh DJBC adalah SDM yang profesional dan dapat menegakkan citra. “Profesional disini artinya pegawai tersebut memiliki kompetensi dan kinerja bagus, sedangkan yang menegakkan citra adalah, selain profesional pegawai tersebut juga berintegritas tinggi, ini yang sekarang kita harapkan pada seluruh SDM di DJBC,” tutur Oentarto. Lebih lanjut Oentarto mengatakan, diklat juga menjadi salah satu penentu utama agar dapat mengarah kepada harapan tadi. Namun kita tidak boleh merasa puas pada satu keadaan saja, karena masih banyaknya sorotan masyarakat terhadap kinerja aparat bea cukai dan masih banyaknya kasuskasus yang harus ditangani, membuktikan kalau diklat harus ditingkatkan dan akhir-akhir ini sudah nampak mengarah pada perbaikan yang lebih signifikan.

KERJASAMA DENGAN LUAR NEGERI
Inilah yang sekarang harus dilakukan oleh DJBC, pelaksanaan diklat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan pekerjaan, akan lebih baik jika dibarengi dengan survey perkembangan tingkat kepuasan masyarakat. Namun sekali lagi, tidak semua kebutuhan dapat diselesaikan dengan penyelenggaran diklat. Keterbatasan dana, instruktur dan fasilitas menjadi kendala yang mengakibatkan semua itu harus dicari solusinya. “Selama ini penyelenggaraan diklat memang selalu dikonsultasikan dari pusdiklat kepada Direktorat Jenderal, dengan tidak melepaskan program dari pusdiklat itu sendiri. Kemudian kami meneruskan kepada unit-unit eselon II kira-kira diklat apa yang mereka butuhkan sekarang. Namun karena kendala-kendala tadi, akhirnya kita mensiasatinya dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang bekerjasama dengan pihak luar namun berkaitan sekali dengan kebutuhan diklat tersebut,” papar Oentarto. Solusi memang selalu ada jika kita menginginkannya, begitu juga dengan kendala-kendala diklat tadi, karena menurut organisasi modern, diklat yang berarti training, selain dilakukan oleh lembaga formal, training juga dapat dilakukan oleh masing-masing pihak yang memang membutuhkannya, seperti P2KP (Program Peningkatan Keterampilan Pegawai) yang dapat

TANTANGAN TUGAS. Semua tuntutan dan tantangan tugas yang ada sekarang dapat terjawab dengan mengikuti diklat.

digunakan sebagai in house training, merupakan salah satu upaya mengatasi kendala-kendala itu. Solusi yang lain adalah bekerjasama dengan luar negeri baik secara bilateral maupun multilateral ataupun juga dengan lembaga Bea dan Cukai dari negara lain. Selain itu lembaga-lembaga internasional regional juga dapat dijadikan solusi, seperti APEC, ASEAN, maupun bantuan dari lembaga pabean negaranegara lain secara bilateral yang selama ini selalu rutin menyelengarakan training dengan DJBC. Diklat-diklat yang bekerjasama

dengan pihak luar negeri memang sangat penting sekali artinya bagi pelaksanaan tugas di lapangan. Bahkan ada beberapa pegawai yang menyatakan kalau dirinya baru mengetahui pentingnya tugas yang dilaksanakan selama ini setelah mengikuti diklat tersebut, padahal sebelumnya banyak juga pegawai yang menganggap remeh diklat-diklat tersebut. Dengan dilaksanakannya diklat yang sesuai dengan kebutuhan tuntutan tugas dan menjalin kerjasama dengan instansi luar negeri, maka diharapkan pencapaian visi dan misi dapat terwujud, sehingga harapan
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

9

LAPORAN UTAMA
FOTO : ISTIMEWA

LAN. Berusaha mencetak pemimpin yang handal dan profesioanl dalam bekerja.

untuk memiliki pegawai yang profesional dalam bekerja serta mampu menjawab semua tantangan yang ada bisa terpenuhi. Berbicara soal menciptakan pegawai yang profesional, dalam hal ini pegawai juga dapat mengikuti diklat peningkatan kemampuan dengan pihak terkait di luar organisasi, seperti diklat yang diselengarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN). Diklat ini memang lebih difokuskan pada level tertentu, yang melalui diklat tersebut dapat menjadikan pegawai sebagai pemimpin yang memiliki kinerja baik dan berintegritas tinggi. Sementara itu, menurut Kepala LAN, Anwar Suprijadi, dalam penyelenggaraan diklat yang ditujukan untuk meningkatkan kinerja aparat, sistem pendidikan dan pelatihan yang ada haruslah diubah, maka itu diklat saat ini haruslah mengarah pada bagaimana pegawai dapat menjadi seorang pemimpin atau yang disebut dengan kompetensi. “Yang kita sebut kompetensi ini bukan hanya berdasarkan kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan saja, tapi juga yang penting adalah perilaku, sehingga dengan prilaku yang baik maka citra pelayanan kepada masyarakat akan baik pula,” ujarnya.

DIKLAT DTSD I BELUM BANYAK DIIKUTI
Karier seseorang salah satunya, memang dapat ditentukan oleh diklat, karena dengan mengikuti diklat pegawai tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga pantas untuk memimpin suatu organisasi ataupun bidang pekerjaannya. 10
WARTA BEA CUKAI

Namun selesaikah masalah pemenuhan diklat sampai disitu? Tidak! Masih ada satu masalah lagi berkaitan dengan diklat untuk menunjang kinerja pegawai, yaitu diklat DTSD. Berdasarkan data dari Bagian Kepegawaian DJBC, masih banyak pegawai yang belum mengikuti Diklat Dasar Subtantif Dasar (DTSD) baik I maupun II, padahal diklat ini dirasakan sangat krusial. Diklat dasar ini (DTSD) merupakan diklat yang harus diikuti oleh seluruh pegawai. Berkaitan dengan masih banyaknya pegawai yang belum mengikuti DTSD, pihak direktorat juga tidak dapat berbuat banyak, walaupun diklat tersebut setiap tahunnya terus dilaksanakan, namun kembali lagi masih ada kendala yang harus dihadapi dalam penyelengggaraan diklat tersebut, utamanya ketersediaan anggaran. Untuk menjawab persoalan tadi, kini telah dilakukan beberapa hal yang dapat menunjang pelaksanakan diklat DTSD. Ada beberapa pegawai yang telah bekerja lebih dari 13 tahun baru memiliki kesempatan mengikuti diklat DSTD, padahal secara kepangkatan mereka sudah dapat menduduki jabatan tertentu. Hal ini yang menyebabkan karier seseorang terhambat hanya karena tidak dapat mengikuti diklat dasar. Akibatnya, jika hal ini didiamkan tentunya akan banyak pegawai yang merasa putus asa yang pada akhirnya kinerja mereka akan menurun. Melihat hal tersebut DJBC bekerjasama dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan

(BPPK) melakukan uji coba diklat jarak jauh dan hasilnya cukup menggembirakan. Menurut Sekretaris BPPK, FX. Yuwono, BPPK sedang melakukan uji coba diklat jarak jauh, sehingga dimungkinkan para pegawai yang belum mengikuti DTSD I dapat mengikutinya melalui cara tersebut. “DJBC sudah melaksanakan uji coba ini di Malang dan hasilnya juga tidak terlalu mengecewakan, memang masih ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki, namun ke depan nanti kita harapkan diklat jarak jauh dapat jadi solusi dari persoalan yang selama ini dihadapi,” kata FX. Yuwono. Diklat dasar memang sangat penting diikuti oleh seluruh pegawai, karena tanpa diklat ini tidak mungkin pegawai tersebut dapat menjadi pemimpin di organisasi tempatnya bekerja, walaupun mereka dapat menjalankan tugas selama ini dengan hasil pengalamannya. Melalui diklat memang salah satunya adalah mencetak pegawai yang handal dalam pekerjaannya, dengan diklat pula seseorang dapat meningkatkan kariernya dengan baik. Untuk itu diklat yang harus diikuti tentunya juga harus mampu mengakomodir segala kebutuhan diklat dan tuntutan pekerjaan. Lantas pertanyaannya mampukah diklat menjawab segala tantangan dalam tugas, tentu jawabannya dapat dibuktikan dari hasil-hasil yang telah diperoleh pegawai selama mengikuti diklat. Kalaupun toh terjadi penyimpangan (pelanggaran) oleh pegawai dalam menjalankan tugasnya, itu bukan dikarenakan kesalahan pada sistem diklatnya, namun berpulang kembali pada diri masing-masing pegawai, sebab pada dasarnya melalui diklat akan menciptakan pegawai berintegritas tinggi, bermoral dan berakhlak baik. Namun tidak terlepas juga dari peran pimpinan yang tetap dibutuhkan untuk mengawasi pegawai selepas mereka mengikuti diklat. adi

EDISI 373 DESEMBER 2005

Up To Date Jadi Kunci Keberhasilan
Banyak faktor menjadi penentu keberhasilan diklat. Namun, dari sekian faktor tersebut kunci utamanya adalah pemutakhiran kurikulum disesuaikan dengan perkembangan jaman dan tuntutan pekerjaan.

KURIKULUM

S

ebagai mesin pencetak tenaga yang profesional, tentunya Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bea dan Cukai selalu berusaha agar setiap diklat yang diselenggarakan dapat efektif dan bermanfaat bagi pelaksanaan tugas. Dimulai dari kurikulum yang harus disesuaikan, tenaga pengajar yang selalu up to date dalam memberikan pengalaman dan pengajar, hingga fasilitas yang mendukung diklat yang diselenggrakan. Upaya tersebut tentunya juga harus didukung oleh kebijakan yang memihak sehingga tujuannya tercapai. Sementara itu untuk mencapai tujuan penyelenggaran diklat, pusdiklat memiliki beberapa kriteria, seperti menetapkan standar penulisan modul, mengoptimalkan peranan widyaiswara,
WBC/ATS

melakukan kerjasama dengan unit pengguna, dan memberikan kesempatan mengikuti diklat. Dengan terlaksananya ini maka tujuan pelaksanaan diklat diharapkan berjalan efektif dan pegawai yang mengikuti diklat pun dapat berperan dalam menjalankan tugasnya. Berkaitan dengan efektifitas diklat yang tidak terlepas dari pemutakhiran kurikulum sesuai dengan perkembangan jaman, hal ini sudah dijalankan bahkan untuk ke depan nanti kurikulum yang akan diajarkan merupakan kurikulum yang berbasis agen perubahan.

mensuskseskan program baru kita yang Insya Allah akan kita mulai awal tahun depan,” ungkap Bambang Semedi. Hal tersebut merupakan langkah reformasi besar-besaran yang akan dilaksanakan oleh pusdiklat, tanpa menilai kurang pada program yang lama, namun demi tercapainya visi dan misi pusdiklat dan Direktorat Jendaral Bea dan Cukai (DJBC) selaku user, maka hal tersebut memang sudah sepatutnya dilaksanakan.

MENCETAK PEGAWAI SIAP PAKAI
Saat ini untuk kurikulum memang sepenuhnya diserahkan kepada user, karena memang saat ini merupakan momentum tepat untuk menjadikan pegawai bea cukai sebagai pegawai yang profesional. Mengenai kurikulumnya telah disesuaikan kepada
WBC/ADI

KURIKULUM BERBASIS AGEN PERUBAHAN
Kurikulum berbasis agen perubahan telah dicanangkan saat ini oleh pusdiklat, artinya bagi setiap pegawai yang mengikuti diklat, baik mental, perilaku, dan moralnya harus dibarengi dengan adanya perubahan, disamping juga perubahan pada kemampuan teknis dan pola pembelajaran para widyaiswara yang up to date. Sementara bagi para siswa juga akan diberikan pembelajaran kemandirian, artinya mereka tidak akan diawasi namun dilatih untuk mengatur diri sendiri sebagai bekal dalam bekerja. Menurut Kepala Bidang Rencana dan Program Pusdiklat Bea dan Cukai, Bambang Semedi, dengan dicanangkannya kurikulum yang berbasis agen perubahan, maka siswa yang mengikuti diklat dapat menyerap ilmu yang diberikan yang disesuaikan dengan perkembangan tugas di lapangan yang tidak terlepas dari etika dan moral. “Kurikulum ini akan kita desain. Kita akan duduk bersama dengan temanteman widyaiswara untuk ikut

BAMBANG SEMEDI. Setiap pegawai yang masuk Pusdiklat akan menjadi agen perubahan, mulai dari moral, etika dan pengetahuannya.

AMIN SAFWAN. Meski kurikulum masih global namun siswa tetap siap pakai, tergantung penempatan mereka. WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

11

LAPORAN UTAMA
WBC/ADI DOK. PRIBADI

SUYONO SALAMUN. Lulusan STAN untuk bea cukai, kami berani jamin mereka telah siap pakai dan dapat menjalankan tugas dengan baik.

perkembangan yang ada di lapangan, seperti untuk diklat pemeriksaan kapal, diklat ini tidak akan memberikan teori dan pembelajaran saja, tetapi akan dikhususkan pada metode pemeriksaan kapal. “Jadi kalau selama ini hanya diberikan teori saja, sedangkan prakteknya saat PKL hanya sedikit sekali, nah ke depan nanti antara teori dan praktek akan digabungkan menjadi satu, jadi teorinya seperti ini, dan prakteknya juga seperti ini,” jelas Bambang Semedi. Sementara itu menurut Kepala Balai Diklat Keuangan VII Cimahi, Amir Safwan, kurikulum untuk program di Bea dan Cukai sudah sangat baik karena selalu diperbaharui, bahkan pengajarnya yang merupakan pegawai DJBC langsung memberikan pengajaran kepada calon pegawai bea cukai program diploma I. “Kurikulum untuk program diploma I Bea dan Cukai memang masih global, artinya mereka belum terlalu menjurus kepada tugas utama DJBC, namun mereka tetap siap pakai, karena selain tim pengajar yang langsung diserahkan kepada pejabat bea cukai yang berpengalaman, mereka yang baru lulus pun ternyata bisa langsung menyerap materi pelajaran, karena kurikulum selalu up to date,” ungkap Amir Safwan. Pernyataan tersebut ternyata juga diamini oleh Sutikno, Pjs Seksi Pencegahan Kanwil V DJBC Bandung yang juga seorang pengajar pada diklat Cimahi. Menurutnya, walaupun kurikulumnya masih secara global, namun dalam memberikan pengajaran pengajar tetap menjelaskan kepada mereka mengenai perkembangan yang ada. “Walaupun kurikulum masih secara 12
WARTA BEA CUKAI

global dan saya kira masih butuh penyempurnaan lagi, namun secara keseluruhan mereka ini siap pakai, dan jika mereka ditempatkan pada tugas yang lebih khusus lagi hanya tinggal menambahkan pengetahuan mereka melalui diklat yang lain,” papar Sutikno Masih dari pengajar diklat Cimahi, Wahjono Joko P, yang juga sebagai Kepala Seksi Pabean pada Kanwil V DJBC Bandung mengatakan, kurikulum yang ada sekarang lebih dititikberatkan pada penempatan peserta, sementara mengenai masih globalnya kurikulum untuk level diploma I, Wahjono mengatakan peserta masih harus didik lagi sehingga ada spesialisasi lagi, apakah untuk tenaga pemeriksa atau yang lainnya. “Untuk pendidikan diploma I, kurikulumnya 50 persen dari kuliah umum dan 50 persen dari kuliah kejuruan. Kejuruan tetap ada, tergantung mereka akan ditempatkan dimana dan untuk apa mereka kita siapkan,” kata Wahjono Dengan kurikulum yang masih global pun ternyata tugas masih tetap dapat dijalankan oleh seorang pegawai bea cukai, hal ini tentunya tidak terlepas dari sistem perekrutan yang sedemikian ketat dan transparan. Seperti halnya di sekolah khusus yang mencetak tenaga bea cukai, yaitu Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN), dimana ada kriteria tertentu untuk perekrutan calon siswa bea cukai dan lain sebagainya. Menurut Direktur STAN, Suyono Salamun, khusus dari bea cukai, ada permintaan tersendiri untuk kriteria perekrutannya, seperti tinggi badan minimal 160 cm, laki-laki dan lulus tes aerobik. Ini secara tersirat menunjukan kalau bea cukai menginginkan calon siswa yang kuat dan siap dalam menjalankan tugasnya, sementara untuk kurikulum
DOK. PRIBADI

WAHJONO JOKO P. Dalam dunia pendidikan mereka menjalankan apa yang kita sampaikan dan diterima, mengenai praktek tergantung pada habitat mereka.

STAN terlebih dahulu meminta masukan-masukan kepada DJBC terhadap kurikulum yang akan diajarkan nanti, apakah ada penambahan atau koreksi dari kurikulum yang lama. “Saya berani mengatakan lulusan STAN untuk bea cukai sudah siap pakai, karena sejak awal perekrutan hingga kurikulum yang diajarkan telah mengarah pada bidang tugas yang akan diembannya, selain itu tim pengajar untuk bidang bea cukai juga terbilang khusus karena mengirimkan widyaiswaranya untuk materi-materi tertentu yang siap diterapkan,” papar Suyono Salamun. Kalau kurikulum sudah dapat menjawab perkembangan tugas di lapangan, maka diklat juga akan efektif, namun seefektif apakah diklat tersebut, akan dikembalikan lagi kepada pegawai yang mengikutinya, apakah mereka mampu mengikutinya atau mengikuti namun kurang berminat dengan diklat yang telah ditunjuk untuknya. Reformasi kurikulum berarti reformasi pegawai dalam menimba ilmu melalui diklat, perkembangan tugas yang semakin meningkat dan tantangan tugas yang semakin menuntut pegawai untuk mampu mengikutinya, kini sudah dapat terjawab dan harapan DJBC memiliki pegawai yang profesional dan mampu menghadapi tuntutan tugas yang semakin berat juga akan terwujud.

IDEALNYA, SATU WIDYAISWARA UNTUK SATU MATERI
Jika berbicara reformasi kurikulum yang tiap tahun selalu diperbaharui karena perkembangan tuntutan tugas yang saat ini semakin meningkat, maka tidak terlepas dari peran widyaiswara yang merupakan ujung tombak dari pelaksanaan diklat. Masih minimnya

SUTIKNO. Kita dituntut untuk menghasilkan tenaga yang siap pakai dan kita siap menjalankan itu melalu metode pembelajaran.

EDISI 373 DESEMBER 2005

WBC/ADI

jumlah tenaga widyaiswara yang dimiliki pusdiklat saat ini, membuat para widyaiswara berperan kurang efektif, sebab di satu diklat mereka mengajar materi A sementara di diklat lain mengajar materi B. Hal tersebut tentunya juga kurang menguntungkan bagi pelaksanaan diklat, karena idealnya satu materi diberikan oleh satu widyaiswara. Mengenai hal tersebut, Bambang Semedi mengatakan, pusdiklat pada dasarnya tidak menginginkan kondisi seperti itu, namun karena peminat untuk menjadi widyaiswara kurang, maka itu masih akan dicarikan solusi yang lebih baik lagi. Memang sudah menjadi rahasia umum kalau mereka yang ingin menjadi widyaiswara hanya karena ingin memasuki masa pensiun atau memperpanjang masa pensiun. Ini harus diubah, untuk ke depan seorang widyaiswara seharusnya benar-benar orang yang ingin mengabdikan dirinya kepada DJBC melalui sumbangsihnya memberikan pengalaman dalam bentuk pelatihan-pelatihan. Hal ini sependapat dengan Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai, Sofyan Permana, yang menginginkan untuk ke depannya ada sedikit perubahan pada widyaiswara, sehingga akan disaring pegawai yang memang ingin menjadi widyaiswara hanya karena panggilan hati bukan karena terpaksa. “Ke depan nanti kita harapkan ada perhatian lebih kepada para widyaiswara, karena mereka ini salah satu ujung tombak dari keberhasilan diklat, untuk itu mereka juga nantinya pada waktu-waktu tertentu ada kewajiban untuk survey atau mengadakan pertemuan-pertemuan rutin dengan unit teknis terkait,
FOTO : ISTIMEWA

BADAN DIKLAT CIMAHI. Mencetak tenaga baru yang siap pakai.

utamanya pada saat dikeluarkannya peraturan baru di bea cukai,” ujar Sofyan Permana. Hal tersebut memang penting dilakukan, lanjut Sofyan Permana, ini semata-mata demi pemutakhiran pengetahuan widyaiswara, karena selama ini kegiatan tersebut walaupun sudah berjalan namun masih perlu ditingkatkan. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan widyaiswara memang terus dilakukan seiring dengan reformasi kurikulum yang ada di pusdiklat, sehingga widyaiswara kini tidak hanya mampu memberikan materi dan teori saja tapi juga mampu menjalankan fasilitas pendukung dalam diklat. “Sekarang seluruh widyaiswara sudah mampu menjalankan laptop (komputer jinjing) sebagai alat bantu di kelas yang dulunya hanya

mengandalkan OHP (Over Head Projector) saja. Selain itu, mereka juga diberikan kesempatan untuk meninjau langsung atau turun ke lapangan, sehingga para widyaiswara juga mengerti akan perkembangan tugas yang ada sekarang ini,” demikian sambung Bambang Semedi. Fasilitas untuk diklat di Pusdiklat Bea dan Cukai memang sudah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, dari tahun ke tahun terus melakukan pembenahan untuk kemajuan, bahkan laboratorium yang ada sudah semakin lengkap, tujuannya agar siswa dapat langsung mempraktekkan teori yang diberikan. Dengan itu semua maka keingian dan harapan dari DJBC untuk memiliki tenaga handal dan profesional dapat terwujud. Yang terpenting, kunci keberhasilan ada pada pelaksanaan reformasi kurikulum dan kualitas para tenaga pengajarnya. adi

STAN. Khusus untuk DJBC sejak seleksi hingga kurikulum memiliki kriteria tersendiri dari yang lain. EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

13

LAPORAN UTAMA

Diklat Selama Ini ?
Hampir seluruh pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah mengikuti diklat untuk meningkatkan keterampilan dan menjawab tantangan pekerjaan di lapangan. Dari sekian diklat tersebut ada yang langsung menjalaninya, namun ada yang menunggu sampai sekian tahun baru dapat menjalaninya.
DOK. WBC

SUDAH EFEKTIFKAH

efektif dan bermanfaat untuk menunjang tugasnya sehari-hari.

SISTEM PENEMPATAN PASCA DIKLAT
Menurut Kepala Bagian Kepegawaian DJBC, Oentarto Wibowo, lamanya penempatan tersebut bukan dikarenakan kesengajaan atau terdapat diskriminasi terhadap diklat-diklat tertentu yang akan didahulukan, sehingga bisa menimbulkan kesan diklat yang diikuti pegawai kurang efektif. Semua itu dikarenakan mekanisme penempatan pegawai memang tidak sesederhana yang dibayangkan. “Penyelenggaraan diklat memang didasarkan pada kebutuhan yang ada, namun untuk penempatannya kadangkadang tidak bisa langsung. Namun demikian memang ada beberapa jenis diklat yang penempatannya segera, ini dikarenakan kebutuhannya yang memang sangat mendesak.,” jelas Oentarto. Lebih lanjut Oentarto mengatakan, sangat disadari bahwa penempatan pegawai paska diklat belum memuaskan semua pihak, utamanya pegawai negeri yang sudah mengikuti suatu diklat tetapi tidak segera ditempatkan sesuai diklatnya. Kami terus berupaya untuk meningkatkan akurasi perencanaan pengembangan SDM, dalam hal ini penempatan paska diklat yang memang harus selalu selaras dengan kebutuhan organisasi. Penjelasan ini mungkin kurang disosialisasikan oleh pimpinan, sehingga terdapat pegawai yang menilai diklat yang telah diikutinya kurang efektif, atau memang pengalaman mereka yang menciptakan persepsi demikian. Banyaknya pegawai yang telah mengikuti suatu diklat namun hingga kini tidak mendapat kesempatan untuk

TOLAK UKUR DIKLAT. Bukan hanya dilihat dari cepatnya penempatan, tapi peningkatan kinerja pegawai menjadi lebih profesional.

S

aat ini bisa dikatakan seluruh pegawai DJBC harus mengikuti diklat untuk meningkatkan kemampuannya, baik itu diklat kemampuan dasar, maupun diklat yang mendukung pekerjaan. Besarnya tuntutan masyarakat kepada pegawai DJBC untuk bekerja secara profesional dan berperan di bidangnya sudah perlu segera diwujudkan untuk bisa menjawab semua tuntutan. Beragam pendapat timbul dari peserta terhadap diklat yang telah mereka ikut. Sampai saat ini masih banyak pegawai mengemukakan, diklat
WARTA BEA CUKAI

yang diikutinya kurang efektif bahkan cenderung tidak terpakai, hal ini disebabkan karena penempatan mereka setelah diklat masih jauh dari yang diharapkan. Jika demikian opini yang keluar, lantas timbul pertanyaan, sudah efektifkah diklat yang mereka ikuti selama ini? Selain opini pegawai yang mengatakan bahwa pelaksanaan diklat dianggap kurang efektif, ada beberapa pendapat pegawai yang mengatakan sebaliknya, bahwa diklat yang mereka ikuti, meski penempatannya tidak secepat yang diharapkan, namun dirasa tetap

14

EDISI 373 DESEMBER 2005

WBC/ADI

WBC/ADI

CECEP RUSTANDI. Tidak ada yang mubazir dalam penyelenggaraan diklat, soal lama penempatan sebaiknya diambil positifnya saja.

menerapkannya, menambah kesan kalau diklat yang diikutinya hanya sekedar pengetahuan saja. Sebenarnya apa saja harapan pegawai selepas mengikuti diklat dan bagaimana sistem perekrutan untuk mengikuti diklat selama ini, lalu apa pula komentar mereka jika diklat yang telah diikuti belum mendapat kesempatan untuk menerapkannya ? Berikut pendapat peserta diklat yang umumnya mereka sampaikan sesuai kata hatinya dan berharap dapat didengar oleh para penentu kebijakan, utamanya di bidang pengembangan SDM.

HARAPAN SETELAH MENGIKUTI DIKLAT
Menurut Indra Gautama. S, yang juga merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A Khusus Soekarno-Hatta, dalam menentukan apakah pegawai tersebut
WBC/ADI

JUNI P. KURNIAWAN. Tidak menjamin setiap yang mengikuti diklat akan tahu semua, perlu kemauan untuk menggali potensi yang lebih besar.

layak mengikuti diklat yang akan diselenggarakan atau tidak, terlebih dahulu harus melihat latar belakang pegawai yang bersangkutan sehingga saat mereka mengikuti diklat tidak canggung bahkan buta sama sekali. “Kita ambil contoh diklat PFPD, seharusnya mereka yang mengikuti diklat ini paling tidak pernah bergelut di bidang teknis kepabeanan, jadi bukan mereka yang selalu di perbendaharaan atau tata usaha lalu mengikuti diklat ini, ya mereka pasti akan kewalahan mengikutinya,” ujar Indra. Pendapat senada juga disampaikan Bogi Yanuarwito, PFPD di KPBC Tipe A Khusus Tanjung Priok II. Menurutnya, sistem perekrutan yang lalu kurang transparan dan terkesan tidak jelas, sehingga siapa-siapa saja yang akan mengikuti diklat dirasakan kurang mendukung dari apa yang selama ini mereka jalani. Namun demikian baik Indra maupun Bogi, menilai masih relevan untuk penempatan mereka setelah mengikuti diklat, walaupun berjarak kurang lebih satu tahun, namun mereka dapat melaluinya dengan cara mau belajar dari yang lebih senior dan rajin membaca kembali apa yang sudah mereka dapatkan selama ini. Sementara itu Retno Krisnandari, PFPD pada KPBC Soekarno-Hatta, menilai kalau diklat yang ada dirasakan kurang efektif. Ada beberapa diklat telah diikutinya namun hingga kini tidak terpakai sama sekali, dan ini menurutnya kurang bermanfaat, karena setiap pegawai DJBC harus siap ditempatkan dimana saja, namun jika diklat yang diikutinya tidak mendukung akan terbuang cuma-cuma. “Setelah mengikuti diklat PFPD satu tahun kemudian saya baru ditempatkan. Ini masih baik walaupun sudah ada beberapa yang lupa, namun diklat lain yang saya sudah ikuti hingga kini tidak kunjung ada penempatannya, kan mubazir bahkan ada pegawai yang hingga dia pensiun tidak pernah mendapatkan kesempatan menerapkan ilmu diklatnya. Ini yang saya kira harus segera diubah,” papar Retno. Ada beberapa nada sumbang yang mengatakan diklat hanya untuk memenuhi panggilan tugas saja. Umumnya mengatakan diklat yang diikuti walaupun dapat meningkatkan kemampuan kinerja tapi dengan sistem penempatannya kurang transparan ini dirasa hanya akan menambah daftar kekecewaan mereka. Mereka pun memberikan contoh yang lebih konkrit lagi pada kasus pegawai yang lainnya, dimana sejak mengikuti diklat hingga pegawai tersebut meninggal tidak pernah diberikan kesempatan, lalu kemana arah perekrutan diklat selama ini ? Mengenai hal ini masih banyak pegawai yang menanyakannya. Menanggapi itu, salah seorang PFPD di KPBC Tangjung Priok II, Cecep Rustandi, mengatakan efektifitas diklat tidak harus dilihat dari penempatan

BOGI YANUARWITO. Sistem perekrutan diklat harus transparan sehingga pegawai tidak kewalahan saat mengikuti diklat

mereka setelah mengikuti diklat. Dan walaupun selepas diklat belum mendapat kesempatan menerapkannya, namun tetap bermanfaat untuk meningkatkan kinerja mereka, sebagai contoh, dirinya yang telah mengikuti diklat lain selain PFPD, baru hanya satu yang mendapat kesempatan untuk diterapkan, namun diklat yang lain ternyata dapat mendukung pekerjaannya. “Saya juga pernah ikut diklat intelijen dan Hi Co Scan untuk X-Ray, tapi hingga sekarang belum pernah mendapat kesempatan menerapkan hasil diklat tersebut, namun di tugas saya sekarang ini diklat-diklat tersebut dapat mendukung pekerjaan saya dalam menganalisis dokumen. Jadi menurut saya efektifitas suatu diklat dapat diukur dari keinginan pegawai yang telah mengikutinya juga,” kata Cecep. Memang diklat dapat meningkatkan kinerja pegawai, tinggal bagaimana
WBC/ATS

RETNO KRISNANDARI. Banyak diklat yang diikuti namun hanya beberapa yang mendapatkan penempatan WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

15

LAPORAN UTAMA
WBC/ATS

INDRA GAUTAMA S. Latar Belakang pegawai, menentukan diklat mana yang dapat diikutinya.

pegawai tersebut dapat menggali kemampuannya untuk lebih maju dari hasil diklat yang diperolehnya. Lambatnya penempatan setelah diklat dapat diatasi dengan berbagai cara, tinggal kemauan saja jawabannya.

TEORI DAN PRAKTEK TIDAK SAMA
Mengenai banyaknya perbedaan antara teori dan praktek di lapangan, memang terkadang membuat pegawai mengalami kesulitan. Jika hal ini dikaitkan dengan efektifitas diklat maka banyak yang menilai diklat kurang efefktif dan materinya kurang disempurnakan. Menanggapai hal ini, Indra Gautama mengatakan, teori yang ada di diklat seharusnya disesuaikan juga dengan aplikasi di lapangan, karena banyak kasus-kasus yang ada di lapangan tidak terangkum pada teori dan pada saat penempatan kita merasa kebingungan karena tidak ada bahan acuannya. Jadi
DOK. PRIBADI

akan lebih baik lagi jika hal tersebut disesuaikan sehingga bisa aplikatif. Aplikatif memang sangat menentukan tingkat kemampuan pegawai dalam menjalankan tugasnya, hal ini juga diakui oleh siswa diploma I Bea dan Cukai, I Ketut Wira Adnyana, yang mengatakan, materi yang diberikan walaupun masih secara global namun cukup efektif dan dapat menjawab tantangan tugas. Jujur diakuinya, dirinya pun merasa siap pakai setelah mendapatkan penempatannyan nanti.”Sekarang ini kami tinggal menunggu penempatan untuk terjun ke lapangan, jadi kami dapat menerapkan ilmu yang diperoleh. Dari pengamatan kami terhadap hasil diklat yang ada sudah dapat menjawab tuntutan tugas yang akan diberikan,” ujar Wira. Hal senada juga diungkapkan oleh I Putu Dedy Erawan Sugara, siswa diploma I Bea dan Cukai. Menurutnya, walaupun masih ada beberapa kekurangan dalam teori, itu semua dapat ditutupi dengan praktek di lapangan. Dengan demikian praktek lapangan merupakan penyegaran dalam diklat akan teori-teori yang selama ini diberikan. Masih berkaitan dengan banyaknya keluhan atas perbedaan teori dan praktek di lapangan, Juni P. Kurniawan, yang juga seorang Pejabat Fungsional Pemeriksa Barang, pada KPBC Tanjung Priok II, menurutnya akan lebih baik lagi jika pusdiklat bisa memberikan penyegaran, dalam arti ada pendidikan kembali kepada para PFPB yang telah terjun ke lapangan, sehingga selain PFPB ada sedikit penyegaran, tentunya menambah kembali ilmu pengetahuan yang terus di up grade. “Yang jelas penempatan sekarang ini tidak berpengaruh sama sekali, semua itu tergantung dari diri pegawai, apakah mereka mau mengembangkan diri atau tidak. Ini juga akan lebih baik lagi jika penyelenggara mau memberikan referensi mengenai perkembangan yang ada, sehingga berbagi pengalaman dengan pengajar dan sesama pemeriksa barang akan menambah wawasan dan kinerja pegawai tersebut,” kata Juni. Lebih lanjut Juni mengatakan, baik penempatan maupun materi diklat, kita kembalikan lagi pada peran diklat itu sendiri, sementara untuk mencetak tenaga yang siap pakai, kita kembalikan kepada pusdiklat. Sejauhmana pusdiklat bisa menyiapkan tenaga pengajar yang dapat mengembangkan pengetahuan pegawai, jika hanya memberikan pendidikan saja tanpa siap dalam prakteknya, ini akan menuju waktu yang lama untuk bisa mapan melaksanakan tugas.

mutu diklat yang terus mengikuti perkembangan tuntutan tugas. Banyak pegawai yang mengeluh atas masa penempatan yang cukup lama namun itu harus diambil positifnya saja, karena semua itu tidak akan sia-sia. Menurut Cecep Rustandi, jika pegawai mengikuti diklat namun tidak mendapatkan kesempatan untuk menerapkannya, berarti DJBC memiliki sumber daya manusia di atas rata-rata dan ini adalah aset yang tiada nilainya. Ini semua memang masalah waktu, tetapi mampukah pegawai memahami itu semua ? Kini tinggal bagaimana kita memahami diklat bukan sekedar memenuhi kebutuhan tugas, namun memenuhi kebutuhan untuk peningkatan ketrampilan pegawai DJBC. Mengenai hal tersebut Imam Santosa, PFPB di KPBC Tanjung Priok II, merasa setuju dan berharap penyaluran tetap ada, walaupun harus menunggu lama. Teori dan praktek pada diklat adalah kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas, namun semua itu hendaknya juga dilengkapi dengan sistem penempatan yang cukup cepat sehingga efektifitas diklat juga semakin baik. Kebutuhan pegawai dan penempatan pasca diklat memang harus dikoordinasikan, karena semua ini bukan hanya bermanfaat bagi institusi tapi juga bagi diri pegawai. Dengan sistem penempatan yang cukup cepat keinginan untuk mengikuti diklat dari para peserta tentunya akan tinggi, dan tentunya pegawai pun akan belajar dengan sungguh-sungguh karena pekerjaan ke depan nanti sudah menanti dan tentunya dibekali keterampilan baru lagi pasca mengikuti diklat. Mungkin saat ini yang lebih utama lagi adalah mensosialisasikan kepada seluruh pegawai bahwa penempatan diklat yang lama bukan karena keengganan direktorat atau untuk menghambat karier maupun penempatan ilmu dari diklat. Semua itu karena masih banyaknya prosedur yang harus dijalankan dan diterapkan. adi
DOK. PRIBADI

PROFESIONAL DENGAN CARA MENGEMBANGKAN DIRI
I KETUT WIRA ADNYANA. Siap pakai walaupun teori dalam diklat masih global.

Pegawai yang telah mengikuti diklat memang harus mengembangkan diri, dan tentunya ini dibarengi dengan peningkatan

I PUTU DEDY ERAWAN SUGARA. Praktek di lapangan, pengalaman dalam menjalankan tugas.

16

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

Produktivitas SDM
Menghadapi Tantangan Global*
Oleh: JB. Kristiadi
erkembangan global yang pesat belakangan ini mengubah hampir seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, tak terkecuali perkembangan sumber daya manusia. Era ini kemudian kita kenal sebagai era globalisasi. Dalam era ini, seluruh negara mengikuti perkembangannya. Kalau tidak bisa, maka negara tersebut tidak bisa berkembang, dalam beberapa kasus malah menjadi negara yang terkucilkan. Globalisasi juga terjadi di Indonesia yang ditandai dengan adanya perubahan yang drastis, baik dibidang politik maupun bidang sosial ekonomi. Perubahan politik yang paling cukup menarik adalah pelaksanaan otonomi daerah. Peluang daerah mengatur daerahnya sendiri terbuka luas, campur tangan pemerintah di daerah, berada dalam skala sangat minim. Namun demikian, perubahan tersebut belum dapat dioptimalkan yang dibuktikan masih ada beberapa daerah yang belum melaksanakan prinsip-prinsip pengelolaan pemerintahan yang baik (good governance). Di sisi lain, kondisi sosial ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, pengangguran, dan kemiskinan masih merupakan problem yang kita hadapi bersama. Ditambah dengan pengaruh faktor eksternal, seperti globalisasi dan persaingan pasar bebas, maka berbagai tantangan yang cukup serius dalam perkembangan sumber daya manusia untuk dapat survive dalam era globalisasi terbentang di depan mata. Beberapa perubahan lingkungan yang berlangsung cepat, antara lain adalah ; 1. Berbagai kemajuan teknologi telah dicapai pada 10-20 tahun terakhir; 2. Pengaruh globalisasi: perusahaan manufaktur multinasional mencari tempat dengan biaya produksi yang murah, sumber bahan baku yang tersedia. Semua ini menimbulkan persaingan bagi negara-negara
WBC/ATS

KINERJA DAN

P

orang, tergantung dari antisipasi yang disiapkan untuk menjangkau peluang yang terbuka luas di berbagai bidang, antara lain ; a. Peluang untuk meningkatkan penempatan jasa tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara lain ; b. Kesempatan kerja bagi SDM kita atau peluang bisnis bila SDM maupun dunia usaha benar-benar mampu memanfaatkan peluang tersebut; c. Pasar dan kompetisi terbuka luas; d. Relokasi industri manufaktur, barang, dan jasa dari negara lain ke Indonesia memacu arus barang dan jasa sekaligus tenaga kerja asing yang mempunyai peluang masuk ke Indonesia; e. Modal kerja. Pergeseran-pergeseran yang telah disebutkan di atas berdampak kepada semakin banyaknya pilihan bagi konsumen; terjadinya merger, joinventure, dan bahkan divestasi siklus hidup produk menjadi lebih pendek yang menimbulkan fragmentasi pasar. Oleh sebab itu, sumber daya manusia berperan penting dalam mengantisipasi peluang dan tantangan tersebut. Data menunjukan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang dinilai masih tertinggal dalam hal pengembangan sumber daya manusia dibandingkan dengan banyak negara dia Asia bahkan di ASEAN.

PROF. DR. JB. KRISTIADI. Globalisasi yang terjadi di Indonesia ditandai dengan adanya perubahan drastis di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.

berkembang untuk menarik investasi bagi negerinya. 3. Pengaruh deregulasi atau berkurangnya pengaturan harga, entry tariff, proteksi dan monopoli yang semakin berkurang, mendorong pertumbuhan berbagai perusahaan baru, contohnya dalam bidang telekomonikasi, penerbangan, perbankan dan sebagainya. 4. Demografi tenaga kerja global yang berubah, mengarah kepada workforce diversity, diskriminasi tenaga kerja yang semakin longgar. 5. Perubahan sistem sosial-politik dunia, seperti Rusia yang menjadi kapasitas, RRC yang menjadi negara industri, berdirinya asosiasiasosiasi regional, bentuk kerjasama ekonomi (EU, NAFTA, AFEC dll) serta liberalisasi dan deregulasi perdagangan membawa paradigma baru di dunia usaha. Globalisasi memberikan peluang sekaligus tantangan kepada semua

ARTI PENTING SDM
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisasi. Oleh karena itu, sekarang untuk SDM yang handal digunakan terminologi human capital. Manajemen SDM merupakan salah
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

17

LAPORAN UTAMA
WBC/ATS

REWARDS DAN RECOGNIZE. Diberikan kepada yang berprestasi agar tercapainya prinsip organisasi dan manajemen global.

satu strategi yang penting dalam organisasi atau berbagai lingkup lainnya. Aspek manajenem SDM mempunyai peran yang penting dalam mencapai tujuan karena melibatkan banyak aspek, terutama dengan faktorfaktor lingkungan internal organisasi (kekuatan dan kelemahan) serta lingkungan eksternal (peluang dan ancaman). Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana merespons perubahan-perubahan eksternal agar faktor-faktor lingkungan internal menjadi kuat dan kompetitif. Beberapa aspek pokok yang saling berkaitan dalam mempengaruhi pengembangan sumber daya manusia adalah aspek ekonomi dan ketenagakerjaan (terutama penghasilan), pendidikan, dan kesehatan. Dalam perkembangan konsep HDI (Human Development Index), beberapa aspek lain seperti lingkungan, isu gender juga mendapat perhatian (UNDP 2003). Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan aspek-aspek tersebut merupakan hal yang relevan untuk menjadi perhatian kita semua dan perlu dioptimalkan bagi peningkatan kualitas kehidupan masyartakat. Peran strategis SDM dalam organisasi bisnis dapat dielaborasi dari segi teori sumber daya, di mana fungsi 18
WARTA BEA CUKAI

perusahaan adalah mengerahkan seluruh sumber daya atau kemampuan internal untuk menghadapi kepentingan pasar sebagai faktor eksternal utama. Sumber daya sebagaimana disebutkan di atas, adalah SDM staregis yang memberikan nilai tambah (added value) sebagai tolak ukur keberhasilan bisnis. Kemampuan SDM ini merupakan competitive advantage dari perusahaan/organisasi. Dengan demikian, dari segi sumber daya, strategis bisnis adalah mendapatkan added value yang maksimum dan mengoptimumkan competitive advantage. Adanya SDM ekspertis sebagai contoh manajer strstegis (strategic managers) dan SDM yang handal akan memberikan sumbangan dalam menghasilkan added value, dan added value ini merupakan value added perusahaan/organisasi.

diperlukan. Sebagai contoh, organisasi yang lebih datar (flat organization) kini menjadi norma baru. Sementara, organisasi piramida kini mulai di”datar”kan, dan garis komando mulai ditinggalkan. Namun, dengan operating procedures yang jelas. Bila kita mengacu kepada cost effectiveness perampingan personalia (downsizing), kecenderungan bekerja dalam tim, dan orientasi kerja kepada proses semakin menonjol. Maka, istilah pemberdayaan yang kini digunakan dalam banyak aspek, juga merambah ke manajemen SDM.

PENYESUAIAN SRATEGI, STUKTUR, BUDAYA SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENINGKATAN KINERJA DAN PRODUKTIVITAS
Tantang bagi manajemen global adalah mengubah konteks yang dalam pengembangan manajemen dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk berpikir ke arah paradigma global dan bukan lagi domestik. Penyesuaian organisasi dana manajenem ke arah strategis/struktur budaya dan SDM menjadi tuntutan yang harus dipenuhi, Sumber daya manusia dalam dunia global termasuk manajer dan karyawan tidak lagi

PERUBAHAN DAN PERGESERAN MERUPAKAN KECENDERUNGAN GLOBAL
Fenomena-fenomena tersebut merupakan tantangan yang harus disikapi dengan bijaksana agar dapat bersaing dan sustainable sesuai tuntutan perubahan. Organisasi atau bisnis harus responsif, cepat bereaksi, dan cost effective. Salah satunya melalui reorganisasi atau resizing bila

EDISI 373 DESEMBER 2005

terfokus hanya kepada pemenuhan (kompensasi, manfaat dan hubungan industrial), tetapi harus mencakup pemberdayaan dalam berbagai bidang (sikap, pengetahuan, etika, ketrampilan dan budaya perusahaan global). Dengan dilaksanakannya organisasi dan pengembangan ilmu pengetahuan melalui pelatihan, maka setiap organisasi maupun dunia bisnis harus mempersiapkan SDM nya yang tangguh dan profesional serta berwawasan global. SDM yang di maksud adalah SDM di semua lini suatu organisasi atau perusahaan.

karena sebagian besar pembinaan dan pengembangan staf dilakukan melalui proses “benchmarking” ke luar negeri dengan memperkerjakan warga negara untuk magang di luar negeri. Dengan cara meningkatkan dan mendayagunakan sumber daya manusia global, perusahaan atau dunia bisnis mampu bersaing dengan moto “selalu unggul dalam menghadapi persaingan global”. 2. Penilaian dan Seleksi Banyak hal yang perlu dilakukan untuk menetapkan metode penilaian dan seleksi yang benar dan tepat agar perolehan SDM dan manajemen global yang profesional, berawasan global dan mandiri. Salah satu diantaranya melalui SMILE yaitu : l Speciality/keahlian khusus (keterampilan, kemampuan atau pengetahuan yang dibutuhkan). l Management Ability/kemampuan manajemen (terutama motivasi dan pengambilan keputusan atau kebijakan). l International Flexibility/kelenturan internasional (kesediaan untuk belajar dan menyesuaikan diri). l Language Facility/kecakapan atau kemahiran dalam berbahasa internasional. l Endeavor/ikhtiar atau usaha (ketekunan dan ketabahan dalam menghadapi resiko ketidakpastian, dan kegagalan yang terjadi dan sulit diramalkan). Bagaimanapun aspek keterampilan tidak selalu mudah untuk dinilai, yang terbaik dan termudah untuk dinilai dan diseleksi diantaranya adalah terhadap pengelolaan proses kompetitif (keahlian khusus), berbahasa dan mungkin ikhtiar atau usaha. 3. Pusat Orientasi Global Pusat-pusat orientasi global menjadi tempat yang lebih baik bagi perusahaan atau dunia bisnis untuk melakukan penelitian dan pengembangan mengenai keadaan pasar dan opsesi global. Untuk itu, para manajer global yang menjalani program pendidikan dan pelatihan di pusat-pusat orientasi tersebut merupakan nara sumber bagi berbagai informasi dan penjelasan permasalahan saat ini dan masa datang. Belum banyak perusahaan atau dunia bisnis memiliki dan memberdayakan pusat-pusat orientasi ini untuk dilakukan sebagai pasar peneliti dan pengembangan, pengendalian mutu produk, serta pengembangan SDM dalam pendidikan pelatihan. 4. Pengembangan Pola Pikir Global Hampir setiap studi mengenai pengembangan perusahaan atau

KOMPETITIF
Perubahan-perubahan yang mendasar dalam lingkungan bisnis telah menyebabkan pergeseran dalam urutan pentingnya manajemen sumber daya manusia dan fungsi sumber daya manusia. Untuk mampu mengantisipasi perdagangan bebas, kehadiran manajemen profesional berwawasan global sangat dibutuhkan. Saat ini, manajemen tidak seperti yang dahulu lagi. Kita telah menyaksikan suatu revolusi dalam sifat-sifat dasar manajemen yang digerakan oleh perubahan cepat (manajemen akselerasi perubahan) yang di pengaruhi kondisi sosial, ekonomi dan politik. Terobosan baru maupun metode baru untuk membantu perkembangan organisasi atau dunia bisnis telah dilakukan.

SDM SEBAGAI MANAJER
Stephen H. Rhinesmith menyatakan terdapat 12 (dua belas) cara untuk mengembangkan manajer global, yaitu : 1. Pencarian Sumber Daya Global Perusahaan, organisasi atau dunia bisnis global tidak dapat dibatasi secara geografis dalam kebijaksanaan SDM mereka. Dunia bisnis/organisasi global harus mampu merekrut, melatih dan menempatkan para pakar atau ahli mereka yang terbaik serta menempatkan manajer mereka yang paling efektif di lokasi geografis, memenuhi ketentuan pasar, teknologi dan lingkungan. Kualifikasi demikian membutuhkan keterampilan yang terbaik tanpa memperdulikan kebangsaan dan hal ini merupakan suatu proses pencarian sumber daya global. Penggalian atas ketersediaan melalui pencarian sumber daya global adalah sebagai bagian dari fungsi SDM global dan merupakan salah satu perubahan yang pertama bahwa manajer harus melakukan peralihan ke perusahaan atau dunia bisnis global. Perusahaan multi nasional telah memandang diri mereka sangat berhasil mencapai prestasi yang menentukan dalam kebijakan SDM internasional,

dunia bisnis global, menyimpulkan bahwa tanpa fungsi SDM yang terpadu dan kuat, bakat dan pola pikir global untuk mengelola perusahaan atau dunia bisnis global yang sangat kompleks akan mengalami kegagalan dan tidak berkembang. Pendidikan pola pikir global perlu ditumbuh kembangkan agar mencapai hasil yang maksimal. Beberapa hal yang diperlukan dalam pendidikan pola pikir global diantaranya ; teori kekuatan yang mendorong dan menghambat terlaksanannya perdagangan bebas meliputi aspek: (a) perkembangan organisasi dan manajemen global, (b) kompetensi yang harus dimiliki manajemen global yang terlibat dalam pengelolaan daya saing, kompleksitas, penyesuaian organisasi dan perubahan manajemen kearah manajemen global, (c) manajemen akselerasi perubahan, (d) memberdayakan tim multibudaya, (e) pembelajaran organisasi melalui pendekatan terjadi pengembangan dalam pendidikan pola pikir global tersebut diharapkan: (a) berpikir secara sistematis tentang perubahan global, (b) kemampuan mengelola kompleksitas dengan berhasil guna dan berdaya guna, (c) kemampuan mengelola penyesuaian dan pengembangan serta perampingan organisasi, (d) kemampuan mengelola dan mengantisipasi perubahan dengan cepat dan benar, (e) kemampuan mengelola dan mengendalikan tim multi cultural, dan (f) kemampuan mengelola pembelajaran organisasi. 5. Pelatihan Bisnis Global Pengembangan SDM melalui pelatihan bisnis adalah pendidikan, pelatihan dan pengembangan manajemen eksekutif untuk lebih meningkatkan daya saing, kompetensi, dan penguasaan pasar global suatu perusahaan atau dunia bisnis dalam era perdagangan bebas saat ini harus mengetahui wawasan global seperti ; (a) pengetahuan tentang strategi, analisis, struktur pasar, dan produk yang memiliki nilai jual yang tinggi, (b) pengetahuan tentang keuangan, (c) pengetahuan tentang manajemen global dan regional, (d) pengetahuan tentang valuta asing atau valas, (e) pengetahuan tentang perbankan atau moneter, (f) pengetahuan tentang transportasi internasional, (g) perpajakan dan, (h) hukum internasional. Untuk pelatihan bisnis global ini, bila perlu, manajemen eksekutif yang terbaik di sekolahkan di luar negeri dalam rangka “benchmarking” untuk meningkatkan keahlian, kualitas,
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

19

LAPORAN UTAMA
WBC/ATS

PELATIHAN. Dalam manajemen global pelatihan mutlak harus dilakukan agar kinerja dapat meningkat.

pengalaman, dan profesionalisme mereka bagi kemajuan perusahaan di masa datang. 6. Pelatihan Manajemen Lintas Budaya Dilaksanakannya pelatihan seperti ini merupakan suatu kemajuan bagi perusahaan atau dunia bisnis. Mengelola keberhasilan Tim Manajemen Lintas Budaya yang dihasilkan melalui pelatihan, memerlukan penyeimbangan berbagai pengharapan yang berbeda mengenai kepemimpinan, komunikasi, penilaian, dan pengambilan keputusan. Pola pikir yang berbeda sangat mempengaruhi berbagai beasiswa alternatif pengambilan keputusan atas berbagai aspek kehidupan organisasi dan manajemen global. Hal ini pernah dilakukan oleh Henry Ford untuk kemajuan perusahannya dan ternyata berhasil. 7. Pelatihan Budaya Dan Bahasa Dengan adanya upaya pengiriman (scholarship) bagi manajemen eksekutif yang terbaik ke luar negeri, maka pelatihan budaya dan bahasa merupakan suatu kebutuhan penting untuk dilaksanakan dalam dunia bisnis. Hal tersebut dimaksudkan agar manajemen eksekutif yang terbaik tersebut dapat menularkannya kepada setiap manajemen eksekutif lainnya, serta karyawan yang potensial dan berprestasi guna mempertahankan perusahaan tetap solid dan mampu menghadapi tantangan dunia global. 8. Pembentukan Tim Multi Budaya Pembentukan tim multi budaya dalam suatu perusahaan atau dunia bisnis global, merupakan suatu bidang tugas yang paling vital dalam 20
WARTA BEA CUKAI

upaya meningkatkan kinerja perusahaan atau dunia bisnis. Sebagai contoh, Garce Cocoa telah menggunakan tim multi budayanya dalam perusahaan dan kelompok fungsional globalnya, baik untuk tim manajemen global senior maupun tim lain manajemen. Belum banyak perusahaan yang melaksanakan pembentukan tim multi budaya tersebut. 9. Pertukaran Staf Dan Pengembangan Jaringan Pertukaran staf dan pengembangan jaringan masih belum banyak dipraktekkan oleh perusahaan atau dunia bisnis pada era perdagangan bebas saat ini. Bahkan, sebagian persahaan belum menyusun rencana strategis dan pedoman untuk melakukannya. 10. Penggunaan Penasihatan Internasional Organisasi dan manajemen global yang tidak menyesuaikan budaya, kebijaksanaan, dan prosedur perusahaan untuk menghadapi dunia global tanpa batas tidak akan pernah mempunyai kader manajemen global yang berkualitas, profesional dan kompeten. Penasehatan berskala internasional di perusahaan harus mampu memberikan informasi dan masukan kepada manajemen global baik diminta atau tidak, agar perusahaan tetap solid dan mampu mengatasi semua permasalahan serta memiliki keunggulan kompetitif. 11. Perencanaan Karier Internasional (global) Setiap manajer eksekutif yang telah dikirim keluar negeri, perlu dievaluasi sumbangannya pada organisasi (sharing) dalam bentuk ide, gagasan, metode atau

terobosan baru yang disampaikan dan bermanfaat bagi kemajuan dan peningkatan kinerja perusahaan. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam merencanakan karier internasional diantaranya : l Para manajer puncak harus pernah bekerja di luar negeri l Para manajer lokal harus pernah bekerja di luar negeri dan pada kantor pusat perusahaan. l Pengalaman internasional harus pernah diberikan pada awal karier. l Pekerjaan berskala internasional merupakan pengembangan pekerjaan yang harus dilakukan dan dijadikan peluang untuk berkembang. l Organisasi harus senantiasa leluasa untuk memenuhi kewajiban dan kebutuhan SDM global mereka. 12. Manajemen Kinerja Pendekatan terpadu terhadap pengembangan manajemen global tidak akan dapat efisien dan efektif, tanpa memasukan perilaku yang diinginkan ke dalam sistem manajemen kinerja organisasi. Ini berarti bahwa manajemen global tidak hanya harus berorientasi pada pelatihan dan kesempatan mengikuti pendidikan dalam dan luar negeri, tetapi juga harus dilatih dan dilatih dan dinasehati/difasilitasi untuk mengambil manfaat dari semua kesempatan. Pada akhirnya harus pula diminta agar kinerja perlu diberikan penghargaan (rewards) dan pengakuan (recognize) dan kepada mereka yang berprestasi agar ditanamkan dan ditumbuhkembangkan prinsip untuk tercapainya sukses organisasi dan manajemen global.

SDM SEBAGAI PEKERJA
Bila ingin berhasil meningkatkan daya saing SDM, unggul dalam kompetisi, serta memiliki kinerja yang tinggi, diperlukan 12 (dua belas) kemampuan global (RIESENBERGER dan MORAN) yaitu ; a. Memiliki Pola Pikir Global Pola pikir global dimaksudkan kecenderungan untuk melihat dunia dengan cara tertentu sebuah jaringan yang apabila melaluinya kita dapat melihat dunia ini. Untuk dapat melihat pola pikir global, kita harus memeriksa, introspeksi, dan memodifikasi pola pikir yang sudah ada dengan memperluas perspektif kita. b. Sederajat Dalam Bekerja Dengan Mereka Yang Mempunyai Latar Belakang Berbeda. Sederajat dimaksud adalah “tegak sama tinggi dan duduk sama rendah”, ini berarti terdapatnya

EDISI 373 DESEMBER 2005

hubungan kerja yang sederajat dan adil di antara pimpinan, staf, dan bawahan yang tercermin dalam kehidupan kerja seharihari. Hal tersebut harus terlihat dalam sikap dan perilaku organisasi dan manajemen secara nyata, walaupun terdapat latar belakang yang saling berbeda. c. Mempunyai Orientasi Ke Depan Bagi manajemen eksekutif maupun manajemen global yang penuh dengan berbagai kualifikasi kreativitas lain, tuntutan saling bersaing dengan lembaga atau unit bisnis yang berada dalam medan kompetitif, secara cepat, harus mampu mengatasi tantangan global tersebut serta cepat pula menyelesaikan pekerjaan karena sesudahnya akan timbul lagi tuntutan dan tantangan yang lain. d. Menciptakan Sistem Belajar Dalam melaksanakan tugas, harus mampu terus menerus belajar, mencari perbaikan, baik dalam kehidupan pribadi ataupun organisasi dengan selalu membuka diri, transparan terhadap halhal yang diduga maupun yang tidak diduga dengan belajar dari pengalaman sebelumnya. Dengan kata lain, terus berusaha menjadi yang terbaik. Untuk itu, perlu menyadari bahwa pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan adalah pembelajaran seumur hidup atau tidak ada batasnya untuk belajar, guna mendukung kinerja dalam melaksanakan pekerjaan. e. Mempermudah Perubahan Organisasi Dalam era global perdagangan bebas, proses merupakan kunci bagi penyesuaian diri, daya tahan, dan kelangsungan hidup organisasi. Untuk dapat berhasil di era global perlu lebih menekankan pada proses lintas fungsi ketimbang struktur hierarkis. Hal ini kelihatan mudah tetapi sulit. Seringkali kita mengganti hal-hal yang merupakan kepentingan sendiri, atau kepentingan unit dengan tindakan yang dapat meningkatkan bisnis secara keseluruhan. Untuk melakukan hal tersebut harus difokuskan pada proses yang lebih terpadu, bukan membangun lagi sistem yang lama. f. Motivasi Karyawan Untuk Menjadi Lebih Unggul Motivasi karyawan diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi melalui transfer of technology atau Know-How kepada karyawan, sehingga mereka menjadi lebih unggul, ulet dalam bekerja, dan memiliki

semangat juang tinggi. Hal tersebut menimbulkan motivasi yang kuat bagi karyawan untuk bekerja lebih giat sehingga meningkatkan kualitas dan produkstivitas kerja. Dengan Knowledge atau Know-How, hal ini merupakan kebutuhan nyata organisasi, sehingga pimpinan dan karyawan dapat bekerjasama dengan sistem yang terpadu dan bersama menghadapi tantangan global yang semakin deras.

PENUTUP
Perdagangan bebas memberikan masalah atau berdampak negatif, bila tidak diantsipasi dan dimanfaatkan sedemikian rupa. Untuk mengatasinya, kita perlu menguasai betul tentang pasar global, dan atau perdagangan bebas, sehingga organisasi tetap eksis dalam operasionalisasi perusahaan atau dunia bisnisnya. Terbukanya perdagangan bebas

membawa dampak terhadap organisasi manajemen global seperti perampingan organisasi, transparansi, dan sebagainya. Dampak lainnya adalah penyesuaian strategi/struktur, budaya bisnis dan SDM. Manajemen profesional berwawasan global (manajemen global) merupakan suatu kebutuhan. Hal ini akan menimbulkan ide-ide, metode, maupun terobosan baru dalam memenangkan persaingan di pasar global. Hal-hal tersebut di atas merupakan faktor yang menentukan dalam peningkatan kinerja dan produktivitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan global.

Prof. DR. J.B. Kristiadi adalah Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan

* Tulisan ini diambil dari makalah pada acara Dialog Interaktif Dengan Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan Pada 28 September 2005 di Departemen Keuangan.
WBC/ATS

PASAR GLOBAL. Menuntut SDM yang berkualitas dan Manajemen yang profesional EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

21

WAWANCARA

22

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

FX Yuwono SEKRETARIS BPPK

KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI”
Saat ini Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Departemen Keuangan sedang mengembangkan suatu kurikulum yang berbasis kompetensi dimana suatu kurikulum yang diberikan kepada pegawai dasar perumusan kurikulumnya berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan oleh semua lini dari direktorat jenderal terkait dalam rangka meningkatkan SDM di Departemen Keuangan. Tentunya semua itu harus bisa diakomodasikan melalui pelatihan. Lantas Apa yang dimaksud dengan kurikulum berbasis kompetensi dan bagaimana pelaksanaannya, Redaktur WBC, Supriyadi Widjaya dan Fotografer Andi Tria Saputra mewawancarai, FX Yuwono MSi Sekretaris BPPK di ruang kantornya di Jalan Purnawarman, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Berikut petikan wawancaranya.
Sejauh ini upaya-upaya apa saja yang dilakukan BPPK untuk meningkatkan mutu para pegawai Departemen Keuangan (Depkeu) khususnya DJBC ? Sebenarnya itu sudah menjadi tugas pokok dari pada badan diklat dan intinya ada tiga kompetensi atau kapasitas yang ingin ditingkatkan dari Depkeu, pertama pendidikan, kedua pelatihan dan ketiga pengembangan. Pendidikan adalah peningkatan pengetahuan, seperti misalnya melalui BPPK adalah pendidikan formal atau melanjutkan pendidikan ke S1, S2 atau S3. Sedangkan untuk D1, melanjutkan lagi ke D3 dan D4 melalui STAN. Ini yang kita sebut capacity building, termasuk didalamnya para pegawai Bea dan Cukai. Pelatihan, berdasarkan literatur adalah untuk meningkatkan skill (keterampilan) dan untuk suatu tugas tertentu pelatihan bisa pendek jangka waktunya dan ini sudah ada pola pelatihannya di Depkeu. Pola pertama adalah pra jabatan, kedua dalam jabatan. Pra jabatan untuk yang akan diangkat pegawai negeri seperti mahasiswa STAN yang baru lulus harus mengikuti pra jabatan. Sedangkan yang dalam jabatan itu beraneka ragam, ada pelatihan teknis fungsional atau pelatihan untuk kemampuan teknisnya. Sedangkan untuk pengembangan pada hakekatanya adalah suatu proses pembelajaran seumur hidup, yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas moral dari para pegawai, karena pegawai itu tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan yang tinggi tapi juga harus bermoral. Mungkin ini paling susah karena moral sangat dipengaruhi lingkungan, tentu saja moral yang sifatnya umum artinya pendidikannya tidak hanya didapat secara formal tapi juga sewaktu kita masih kecil. Ketiga ini juga berlaku untuk Pusdiklat Bea dan Cukai guna memenuhi kompetensi dari para karyawan yang dibutuhkan oleh DJBC. Yang terakhir kita ingin dalam rangka menyiapkan pegawai yang memenuhi syarat kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan tadi. Kita sedang merancang suatu kurikulum berbasis kompetensi. Maksudnya dengan kurikulum berbasis kompetensi ? Kurikulum berbasis kompetensi merupakan suatu kurikulum yang diberikan kepada karyawan yang dasar perumusan kurikulumnya berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan pada semua lini dari DJBC , orang yang punya kompenten adalah orang yang punya keahlian, misalnya kompetensi-kompetensi yang ada sekarang ini di Bea dan Cukai ada kaitannya dengan peranan DJBC memberikan fasilitator dalam perdagangan, memberi pengamanan kepada masyarakat akan barangbarang selundupan, kemudian juga menjadi penerimaan negara. Nah peranan-peranan seperti itu harus diakomodasikan melalui pelatihan, yang dasarnya berupa rumusan fungsi-fungsi yang ada di DJBC. Itulah yang di maksud dengan kurikulum yang berbasis kompetensi. Lantas kira-kira kapan akan dilaksanakan ? Sekarang sedang dilakukan survey. Jadi proses kurikulum
WARTA BEA CUKAI

“Kita Sedang Merancang Suatu

EDISI 373 DESEMBER 2005

23

WAWANCARA
berbasis kompetensi dimulai dengan, pertama kita melakukan ikatan jiwa pegawai atau kita sebut dengan penyusunan monografi pegawai DJBC, monografi itu profil dari pegawai misalnya umurnya, pendidikan, jumlah pejabatnya untuk kemudian dicacah menjadi database untuk menghasilkan tiga kesimpulan yang diperoleh dari survey monografi. Pertama sebagaian besar pegawai itu golongan 2, pendidikannya mayoritas diploma atau SMA, umurnya mayoritas dibawah 40. Ini menunjukkan potensi untuk dididik besar, artinya bukan orang tua semua. Setelah kita mengetahui profil pegawai lalu mengadakan survey untuk mengetahui kompetensi apa dari mereka yang menjabat, misalnya kalau dia menangani penyelundupan itu kompetensinya apa ? bukan kompetensi teknis, tetapi kompetensi terkait dengan kemampuan individu, seperti cara berkomunikasi, lalu kebutuhan apa yang paling banyak diperlukan, seperti apa kantor yang melayani kebutuhan masyarakat sebab harus ada kerelaan memberikan pelayanan. Itu yang kita sebut dengan soft skill jadi ada hard skill dan soft skill. Yang biasanya didapat melalui sekolah-sekolah adalah hard skill. Dengan adanya upaya-upaya ini apakah dijamin pegawai akan menjadi siap pakai? Sebenarnya tujuannya untuk itu, siap pakai. Jika orang baru masuk ke DJBC nah yang kita lakukan diklat itu melalui diploma. Jadi untuk yang disebut siap pakai dilalukan melalui pendidikan program diploma, tetapi untuk pengembangan tidak kita sebut siap pakai lagi karena mereka sudah berada dalam lingkungan DJBC, jadi yang perlu dikembangkan itu adalah keterampilan dan moralnya tadi. Namun sebenarnya dia sudah siap untuk melakukan tugas, karena kurikulum untuk diploma Bea dan Cukai sudah dirumuskan bersamasama DJBC, istilah siap pakai hanya kepada pegawai baru, kalau kita menerima katakanlah dari sarjana atau SMA tentunya kita harus mendidiknya lagi, maka itu cara kita melakukan penerimaan pegawai melalui STAN. Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang pesat dan tuntutan yang besar dari masyarakat untuk memberikan pelayanan prima, lalu apakah para pegawai sudah dapat memenuhi tuntutan itu ? Untuk itu semua kita telah memiliki program. Ada yang namanya program pengenalan komputer bahkan yang lebih mendalam juga ada, namun tidak di Bea dan Cukai sebab ada di Pusdiklat Keuangan umum, itu bisa dikirim dari direktorat mana saja yang membutuhkan keterampilan untuk jadi programmer dan operator dari sistem informasi. Nah kita ada pendidikan untuk itu. Di Bea dan Cukai sediri ada pelatihan yang terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayananpelayanan Bea dan Cukai. Bagaimana dengan pemutakhiran kurikulum, apakah sudah memenuhi standar yang ada ? Kurikulum selalu kita kembangkan, kenapa ? Karena kurikulum tadi menggambarkan kemampuan-kemampuan yang harus diajarkan kepada mahasiswa, sementara lingkungan internasional berubah yang tentunya juga merubah peranan DJBC, karena DJBC merupakan salah satu anggota WCO (World Customs Organization) jadi harus mengikuti perkembangan, setiap kali kita revisi kurikulumnya, termasuk nanti setelah survey kompetensi selesai juga akan merubah kurikulum yang ada saat ini. Kalau dulu kita menyusun kurikulum berdasarkan kebutuhan DJBC tapi kalau sekarang didasarkan pada survey atau bisa dikatakan lebih ilmiah. Bagaimana peran DJBC dan BPPK dalam pemutakhiran kurikulum ? Pertama, sekarang yang akan dilakukan melalui survey kompetensi, kita melibatkan tiga pihak; Sekretariat BPPK sebagai penyandang dana, Pusdiklat Bea Cukai sebagai pelaksana diklat, dan

WIDYAISWARA JUGA SALAH SATU UNSUR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR SEHINGGA SANGAT STRATEGIS. MEREKA JUGA ADA PENGEMBANGANPENGEMBANGAN DARI SEGI PROFESIONALISMENYA MELALUI DIKLAT KEWIDYAISWARAAN YANG DISELENGGARAKAN OLEH LAN
DJBC sebagai user, karena itu kurikulumnya juga didasarkan pada suatu forum yang melibatkan untuk program diploma dengan STAN, Pusdiklat Bea Cukai, dan DJBC. Ini untuk menjamin supaya kurikulumnya relevan jangan sampai kita mendidik tapi tidak sesuai sasaran. Bagaimana dengan widyaiswaranya sendiri, tentunya dibutuhkan tenaga pengajar yang handal ? Betul, jadi widyaiswara juga salah satu unsur dalam proses belajar mengajar sehingga sangat strategis. Mereka juga ada pengembanganpengembangan dari segi profesionalismenya melalui diklat kewidyaiswaraan yang diselenggarakan oleh LAN (Lembaga Administrasi Negara) sebagai administrasi negara. Kemudian yang terkait dengan kompetensi DJBC selalu ada seminar-seminar mengenai isu-isu yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi DJBC, misalnya nanti ada undangundang di bidang kepabeanan, ini tentu saja harus segera disesuaikan. Karena itu setiap tahun kita membuat modul atau bahan ajar untuk menyesuaikan kondisi yang ada, bahkan sampai sekarang modul kita belum keluarkan karena masih menunggu sampai akhir Nopember. Jika sampai akhir Nopember UU Kepabeanan yang baru belum keluar ya kita terbitkan yang lama, tapi kalau sudah keluar kita akan terbitkan yang baru.

“KALAU DULU MENYUSUN KURIKULUM BERDASARKAN KEBUTUHAN DJBC TAPI KALAU SEKARANG DIDASARKAN PADA SURVEY ATAU BISA DIKATAKAN LEBIH ILMIAH..”
24
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

Kalau begitu apa indikator keberhasilan BPPK dalam menyelenggarakan diklat ? Kalau dari segi makro, Depkeu tentu saja dapat mengelola fiskal dengan baik, tapi itukan jauh dengan kita. Apa yang disebut dengan keberhasilan BPPK menurut saya bisa berjenjang. Secara kualitatif dapat dikatakan BPPK berhasil kalau SDM punya knowledge (pengetahuan), keterampilan dan mempunyai akhlak dan moral tinggi. Nah itu yang kita harapkan. Kalau begitu selama ini apa target yang diinginkan user kepada BPPK ? Sebenarnya user mengharapkan agar pegawai dilingkungan DJBC dapat memenuhi tiga harapan tadi (pengetahuan, ketrampilan dan moral tinggi), dan berkesempatan mendapatkan peningkatan kemampuan, skill dan moral. Itu yang diharapkan dari user. Apakah selama ini pernah ada komplain dari user kepada BPPK? Tentu saja ada, kemudian indikator kepuasan juga ada. Jadi saya kira dua-duanya ada. Saya sebut indikator, bahwa ada kepuasan, itu paling tidak ketika mereka menerima lulusan Diploma III dan I Spesialisasi Bea dan Cukai khusunya di daerah-daerah. Mereka mendapatkan manfaat yang besar dengan adanya tenaga baru. Nah keluhan itu biasanya saya kira alamiah saja yaitu umumnya mereka sulit ditempatkan di daerah-daerah terpencil, selain itu kalau kita mendidik 1000 tetapi 2 atau 3 orang yang tidak sesuai dengan standar kemampuannya, apakah dari tingkah lakunya dan lain sebagainya. Keluhan lainnya ada pada penyelenggaraan diklat misalnya masih ada 3000 pegawai yang belum mengikuti DTSD I, sementara dalam satu tahun hanya dibuka untuk 150 pegawai, jadi mereka lama sekali untuk dapat diklat DTSD I, untuk itu kita melakukan terobosan-terobosan baru. Karena mereka bertahun-tahun baru bisa mengikuti diklat bahkan ada yang sampai 13 tahun baru mengikuti diklat DTSD 1 . Jadi ini semua juga karena keterbatasan dana. Apakah selama ini ada evaluasi terhadap pusdiklat-pusdiklat yang ada di bawah BPPK ? Ada, jadi setiap program diklat selalu ada program evaluasi. Kita sudah punya pedoman untuk

evaluasi. Ini semua tidak lain agar dapat memenuhi kebutuhan yang ada, seperti bahan ajarnya dapat diperbaharui. Jadi setiap tahun ada evaluasi terhadap penyelenggaraan diklat maupun para pengajarnya. Misalnya, sebelum masuk ada evaluasi pra diklat, kemudian selama diklat juga dievaluasi, bukan hanya pesertanya saja tapi juga para widyaiswaranya. Kita akan meminta peserta memberi angka kepada widyaiswaranya, misalnya dari kemampuan menyampaikan pelajaran ilmu pengetahun seperti apa dan tingkah lakunya, kemampuan komunikasinya seperti apa, penguasaan untuk alat-alat bantu diklat, karena sekarang kita harus mampu menggunakan lap top dan Lcd nah diklat untuk itu juga sudah ada sekarang, jadi widyaiswara sekarang banyak yang mengikuti diklat untuk mampu menggunakan alat bantu diklat. Sejauh ini apakah ada reformasi pendidikan dan kurikulum yang dilakukan oleh BPPK ? Ada, selain yang saya sebutkan tadi dengan kurikulum berbasis kompetensi, sekarang ini juga ada diklat jarak jauh. Ini didorong oleh metode diklat dulu yang kurang mampu menampung para pegawai. Misalnya seperti yang sudah saya contohkan tadi dimana masih ada 3000 pegawai yang belum mengikuti diklat DTSD I, nah diklat jarak jauh ini diselenggarakan di kantor-kantor, kemudian ada saat tutornya itu dikumpulkan di balai-balai diklat. Nah ini salah satu cara agar lebih banyak peserta yang ikut. Selain itu juga dapat lebih efisien dalam hal dana, karena mereka tidak perlu datang ke Jakarta, lalu pembimbingnya diwajibkan adalah dari para pimpinannya. Itu reformasi metode, sementara untuk reformasi kurikulum

berlangsung secara kontinyu selain yang tadi menunggu hasil survey. Kembali ke widyaiswara yang tadi dikatakan sebagai ujung tombak diklat, bagaimana cara menentukan seseorang dapat menjadi widyaiwara apakah ada ketentuan khusus ? Di lingkungan Depkeu kualifikasi untuk menjadi widyaiswara sudah diatur dengan Kep Menkeu Tahun 1989. Siapapun pegawai negeri boleh menjadi widyaiswara tapi melalui seleksi, pertama seleksi psikologi, setelah psikotes dinyatakan lulus yang disarankan dari kriteria yang ada. Kemudian syarat pokok tes wawancara dan presentasi materi kuliah. Ini untuk menggali potensi yang ada, jangan sampai mereka mau menjadi widyaiswara hanya karena mau pensiun dan tidak ingin ditempatkan di luar Jakarta, Kemudian calon widyaswara ini diminta untuk praktek mengajar dihadapan penguji, baik dengan alat bantu ajar maupun materi yang mereka buat sendiri. Ini ditujukan untuk melihat kemampuan mereka dalam mengajar. Selain itu juga kemampuan Berbahasa Inggris mereka juga menjadi faktor pertimbangan penting. Apa kendala yang selama ini dihadapi BPPK ? Saya kira ini aspeknya sangat luas. Kendalanya tentu saja pertama mengelola sumber daya manusia pendidikan dan pelatihan sendiri juga harus yang handal, itu tidak semua widyaiswara mempunyai keandalan, misalnya ada yang tidak bersemangat, ada yang tidak mau belajar lagi, itu untuk SDM. Lalu pengelolaannya sendiri masih perlu upayaupaya untuk meningkatkan kemampuan dalam manajemen suatu pendidikan dan pelatihan. Sementara kendala fisiknya, masih banyak fasilitas dirasakan sangat kurang, ketinggalan dalam penyediaan fasilitas terkait dengan alat bantu instruksi, misalnya tidak semua bisa menggunakan laptop dan itu juga tidak tersedia. Kemudian fasilitas untuk peserta juga sangat terbatas. Tentunya hambatan yang umum adalah masih minimnya anggaran. Apa harapan Bapak untuk BPPK ke depan ? Semoga BPPK selalu dapat memenuhi tugas-tugas dalam pengembangan SDM sehingga diakui keberadaannya oleh unit-unit eselon 1 dan itu ditunjukan dengan keandalan SDM Depkeu.
WARTA BEA CUKAI

“SETIAP TAHUN ADA EVALUASI TERHADAP PENYELENGGARAAN DIKLAT MAUPUN PARA PENGAJARNYA. MISALNYA, SEBELUM MASUK ADA EVALUASI PRA DIKLAT, KEMUDIAN...”

EDISI 373 DESEMBER 2005

25

DAERAH KE DAERAH
FOTO TBK

PUPUK SUBSIDI buatan PT. Pupuk Kalimantan Timur, Bontang disinyalir diekspor secara illegal ke Malaysia.

EKSPOR ILEGAL
PUPUK BERSUBSIDI
P
upuk bersubsidi merupakan pupuk yang jelas-jelas diperuntukkan bagi para petani di dalam negeri. Pemerintah memberikan subsidi untuk membantu para petani memperoleh pupuk dengan harga lebih murah. Namun baru-baru ini terungkap, pupukpupuk tersebut telah diselundupkan ke luar oleh oknum dalam PT. Pupuk Kaltim Tbk demi semata-mata untuk keuntungan pribadinya. Penyelundupan pupuk bersubsidi bagi petani dalam negeri dengan keterlibatan orang dalam mulai terungkap setelah dalam audit investigasi yang dilakukan oleh Bea No. Tanggal Sarana pengangkut 1 2 3 26 06 Nov 2005 12 Nov 2005 12 Nov 2005 KM. Mimus KLM. Cipta Jaya KM. Sumber Berkat dan Cukai di PT Pupuk Kaltim Tbk diperoleh data 96 kapal berisi pupuk lolos dari pabrik itu. Demikian hal itu dijelaskan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Eddy Abdurrachman kepada sejumlah wartawan, pada Selasa, 25 Oktober 2005 di Tanjung Balai Karimun. Diselasela acara tersebut Eddy yang didampingi Kakanwil II DJBC Tanjung Balai Karimun, Drs. Bambang Prasodjo, di atas kapal Pulau Matak, salah satu kapal penyelundup pupuk yang diamankan, mengungkapkan, data tersebut diperoleh dari audit investigasi AsalTujuan Selat Panjang-Batu pahat, Malaysia Kuala Enok- Batu Pahat, Malaysia Nipah Panjang-Batu Pahat, Malaysia

Terungkap setelah dalam audit investigasi yang dilakukan Bea dan Cukai di PT Pupuk Kaltim Tbk, kapal berisi pupuk lolos dari pabrik itu.
yang dilakukan Bea Cukai terhadap Pabrik Pupuk Kalimantan (PKT)Bontang. “Karena sebagian besar pupuk berasal dari PT Pupuk Kaltim, akhirnya kita lakukan audit investigasi di PKT. Dari hasil audit investigasi, ada indikasi 96 kapal telah mengekspor pupuk bersubsidi secara ilegal. Kegiatan ke96 kapal tersebut dalam tahun 2004 sampai Juni 2005,” kata Eddy. Dari data yang ditemukan Bea dan Cukai, pupuk urea bersubsidi itu beratnya 380.756 matriks ton dan diperkirakan kerugian negara Posisi Penangkapan Tg. Sempayan Tg. Bakau PU. Tambelas Jenis Barang Kayu Balak Tim jenis Kempas Kayu Bakau-bakauan Pupuk Urea

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

mencapai 127 miliar. Sedangkan modus penyelundupan yang dipergunakan, menggunakan cara lama dan selalu sama, yaitu menggunakan pengangkutan antar pulau. Terbongkarnya penyelundupan pupuk yang melibatkan PT PKT berawal dari ditangkapnya KM Baruna Sejati pada 18 Juni lalu. Kapal tersebut mengangkut 2.950 matriks ton pupuk urea dari pelabuhan khusus PKT dengan tujuan pelabuhan Belawan, Medan. “Modus yang dilakukan seolah-olah mereka mengirim pupuk ke salah satu tempat di Indonesia. Domestik antar pulau, tapi, ternyata dalam perjalanan mereka tidak membawa ke daerah tujuan, tetapi langsung ke Malaysia,” kata Eddy. Modus tersebut pun dijalankan oleh KM Pulau Matak yang ditangkap pada 24 September lalu. Sekitar 600 matriks ton pupuk Urea Prill, Pupuk Kujang milik PT Sumber Mas Timberindo dari pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta dikirim dengan tujuan Dumai. Namun dalam perjalanan, tepatnya pada Oktober dibelokkan ke Malaysia melalui perairan Selat Singapura dan membongkarnya di Johor. Penyelundupan yang dilakukan oleh KM Pulau Matak sebanyak 600 matriks ton negara dirugikan sebesar Rp. 201.599.707. Nahkoda kapal bernama Agung Haryana selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka. “Dari 96 kapal kita sudah punya data pelakunya. Saat ini kita masih melakukan investigasi di PKT Bontang dan akan dikembangkan ke pabrik lain. Termasuk ke pabrik-pabrik lain juga akan dilakukan audit investigasi,” kata Eddy. Sementara pemilik KM Baruna Sejati serta nahkodanya, Sandi Wijaya dan Tuen Tinof ditetapkan sebagai tersangka. “Sekarang ada yang di indikasikan sebagai aktor intelektualnya dan semua sudah ditahan di LP Karimun,” kata Eddy.

Untuk itu, pihak BC Indonesia melakukan kerjasama dengan pihak Kastam Diraja Malaysia. Mulai dari barang bukti dan dokumen semua dari Malaysia,” kata Eddy. Lolosnya penyelundupan itu, lanjut Eddy, dikarenakan pelaku menggunakan ijin perdagangan antarpulau. Sehingga pihak Bea dan Cukai tidak punya kewenangan untuk melakukan pemeriksaan. Namun, begitu pihaknya memperoleh informasi bahwa pupuk tersebut telah di ekspor.maka pihak Bea dan Cukai segera melakukan investigasi. Penyelidikan pun telah dilakukan secara mendalam oleh pihak Bea dan Cukai. Seperti dicontohkan Eddy, “Di Indonesia kita cek kapal tersebut apakah pernah melakukan pembongkaran. Ternyata tidak ada. Kita cek di Malaysia semuanya ada. Di Sandakan, Sabah ada data kalau kapal itu datang untuk membongkar pupuk, jumlahnya sekian matrik ton dan kita semua punya buktinya itu.”

LAGI, UPAYA EKSPOR PUPUK ILEGAL
Sementara itu, pada 12 November 2005 sekitar pukul 19.15 WIB, kapal patroli BC 1002 yang dikomandani Tamudin, tepatnya di sekitar Perairan Pu, Tambelas telah menegah dan memeriksa KM. Sumber Berkat GT-34 No. 132/ Rpd dengan nahkoda Aris dari Nipah Panjang tujuan Batu Pahat, Malaysia.

Kapal Motor tersebut kedapatan mengangkut pupuk urea Pusri (Pupuk Sriwijaya) sebanyak kurang lebih 1.000 karung yang masing-masing karung berisi 50 kg sehingga jumlah keseluruhan sebanyak kurang lebih 50 ton yang tidak dilengkapi dokumen. Dan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan nomor 31/MPP/Kep/8/2003 tanggal 22 januari 2003 tentang ketentuan Umum di bidang Ekspor, pupuk termasuk komoditi yang diawasi ekspornya. Kapal motor tadi selanjutnya di kawal ke Kanwil II DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai Karimun untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Diperkirakan muatan tersebut bernilai Rp. 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah) dan dalam kasus ini diperkirakan kerugian negara mencapai sekitar Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Dengan modus operandi ekspor tanpa dokumen yang sah, maka pelaku telah melanggar pasal 102 UU No. 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Disamping itu selama bulan Nopember berjalan, aparat P2 Kanwil Tanjung Balai Karimun juga berhasil menegah beberapa komoditi, antara lain; kayu balak tim jenis kempas, kayu bakau-bakauan, dan yang baru-baru ini yaitu pupuk urea Pusri. Yang datanya dapat dilihat dalam tabel.
FOTO TBK

Martin Triyanto, Tbk

KOORDINASI DENGAN KASTAM DIRAJA MALAYSIA
Kedua kapal penyelundup pupuk bersubsidi yang ditangkap aparat bea cukai adalah KM Pulau Matak dan KM Baruna Sejati, saat dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Diketahui kedua kapal itu berhasil lolos ke Malaysia dan membongkar muatannya disana. Menurut Eddy, pihaknya baru mendapat informasi setelah kedua kapal tersebut melakukan bongkar muat di Malaysia. J u m Ton ± 25 ± 8.500 ± 27 ± 50 ± 1.000 l a h Jenis Pelanggaran Ekspor Ekspor Ekspor

DIRJEN BEA DAN CUKAI, Eddy Abdurachman, didampingin Kakanwil II DJBC Tanjung Balai Karimun, meninjau hasil tangkapan aparat bea cukai Tanjung Balai Karimun.

Tindak Lanjut Proses Penyidikan Bidang Penyidikan dan barang bukti Ekspor Ekspor Proses Penyidikan Bidang Penyidikan dan barang bukti Proses Penyidikan Bidang Penyidikan dan barang bukti
EDISI 373 DESEMBER 2005

Penangkap BC 1601 7006 1002 Kopat Martin Tryanto R. Syamsul Bahri Tamuddin 27

Btg

Bag

WARTA BEA CUKAI

DAERAH KE DAERAH
FOTO: DONNY ERIYANTO

KPBC Balikpapan

KUNJUNGAN LAPANGAN KE

TOTAL E&P INDONESIE
PECIKO PHASE 4. Instalasi lapangan gas Peciko phase 4 menghasilkan gas 450 MMSCFD dan memiliki turbin yang kemampuannya setara dengan turbin pesawat Boeing 737.

Salah satu tujuan diadakannya kunjungan lapangan ini, untuk menghindari kesalahan mengartikan suatu jenis barang tertentu sehingga dapat tercapai kesamaan persepsi.

U

ntuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai Bea dan Cukai, khususnya dalam mengenali dan mengidentifikasikan barang-barang operasi perminyakan dan gas (Migas) serta mengetahui proses eksplorasi dan produksi migas secara langsung, pihak TOTAL E&P INDONESIE mengundang para pegawai Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe A Balikpapan untuk melakukan kunjungan lapangan, ke area proses perminyakan dan gas serta gudang milik TOTAL E&P INDONESIE di Senipah (BSP process area and warehouse). Kunjungan ini merupakan tindak
WARTA BEA CUKAI

lanjut dari rangkaian kegiatan “Program pelatihan pengenalan barang-barang operasi eksplorasi dan produksi migas bagi petugas kantor Bea dan Cukai” yang diselenggarakan atas kerjasama antara KPBC Tipe A Balikpapan dengan TOTAL E&P INDONESIE. Kegiatan dimulai sejak 1 September sampai 27 Oktober 2005 bertempat di aula KPBC Tipe A Balikpapan. Program pelatihan tersebut terdiri dari 9 (sembilan) kali pertemuan dan setiap kali pertemuan dilaksanakan seminggu sekali (tiap hari kamis) dengan pembicara dari pihak TOTAL E&P INDONESIE. Peserta program pelatihan berasal dari seluruh

pegawai KPBC Tipe A Balikpapan ditambah dengan beberapa perwakilan dari Kanwil X Balikpapan. Materi pelatihan meliputi pengenalan profil perusahaan dan aktifitas Group TOTAL, pemahaman dasar prinsip-prinsip Kontrak Kerja Sama (KKS) Migas, pemahaman dasar proses pemboran Minyak dan Gas bumi, pengenalan peralatan dan perlengkapan pemboran (seperti wellhead, main running tool, Christmas tree, tubulars dan sub assembly/ downhole equipments), pengenalan peralatan dan perlengkapan konstruksi sumur (terdiri dari structural, gasket, pipes, studbolts, valves dan instrument) dan pengenalan

28

EDISI 373 DESEMBER 2005

peralatan dan perlengkapan produksi. Kembali pada kunjungan lapangan, berhubung terbentur masalah safety maka kunjungan lapangan dibagi menjadi tiga gelombang, yakni tanggal 24 September, 1 Oktober, dan 12 November 2005, serta masing-masing gelombang hanya terdiri dari sekitar 10 orang pegawai. Keberangkatan dimulai dari KPBC Balikpapan sekitar pukul 08.00 WITA. Direncanakan perjalanan akan menempuh sekitar 2 jam. Rombongan tiba di Senipah sekitar pukul 10.00 WITA dan disambut langsung oleh Novyal Erwin selaku BSP Site manager. Untuk menghemat waktu, Novyal Erwin langsung memberikan pengarahan dan penjelasan mengenai safety briefing, site presentation dan production activities. Safety briefing ini meliputi safety guide (prosedur keamanan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan), alarm code (untuk mengetahui kode-kode alarm apabila terjadi kecelakaan atau musibah), dan muster point (tempat-tempat yang telah ditentukan untuk berkumpul apabila terjadi musibah agar memudahkan untuk evakuasi). “Disini kita tidak dibolehkan untuk membawa barang-barang yang mengandung api, memakai peralatan safety seperti helmet, sepatu safety, baju lengan panjang, kacamata safety dan apabila ditempat bising harus memakai earplug. Apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, maka diharapkan anda mengetahui alarm code dan langsung menuju ke muster point,” jelas Novyal Erwin kepada rombongan. TOTAL E&P INDONESIE mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968 dengan ditandatanganinya “Jambi Production Sharing Contract”. Daerah operasi yang paling utama (main operations) dari perusahaan ini berada di Delta Mahakam, Kalimantan Timur (Mahakam Contract Area) dan hasil produksinya berupa minyak cair (liquids) dalam bentuk gas (sebesar 1400 MMSCFD), crude oil (3000 BOPD) dan crude mix (crude oil dicampur dengan condensate) sebesar 19.000 BOEPD serta condensate (48.000 BOEPD). Lapangan Minyak dan Gas TOTAL E&P INDONESIE mempunyai beberapa lapangan minyak (oil field) diantaranya adalah lapangan minyak tertua yang sampai sekarang masih beroperasi, yaitu Bekapai ( ditemukan tahun 1972 ). Tahun 1974 ditemukan lagi lapangan minyak Handil dan Tambora yang sekaligus dimulai juga beroperasinya

Bekapai. Bekapai dengan luas area sebesar 20 Km2 mempunyai kapasitas produksi 25 MMSCFD (gas) dan 25.000 Bpd (minyak). Sedangkan Senipah yang menjadi obyek kunjungan lapangan merupakan tempat penyimpanan (oil storage) yang telah diproduksi dari lapangan-lapangan minyak dan gas dari Bekapai dan Peciko serta sekaligus sebagai terminal pemuatan (loading terminal) sehingga tempatnya dinamakan BSP (Bekapai Senipah Peciko). Senipah sendiri mulai didirikan sejak tahun 1976. Produksi gas dimulai sejak ditemukannya lapangan gas (gas field) Tambora pada tahun 1980 dan kemudian di Handil dan Bekapai juga mulai dihasilkan gas sejak tahun 1982. Lapangan-lapangan gas yang ditemukan berikutnya adalah lapangan gas Sisi (1986), Tunu (1990), Nubi (1992), Peciko (1999). Untuk lapangan gas Tunu sekarang ini sudah sampai Phase VIII, sedangkan Peciko sampai tahun 2004 baru memasuki Phase III. Peciko dengan luas area sebesar 250 Km2 mempunyai kapasitas produksi 1350 MMSCFD (gas) dan 30.000 Bpd (condensate). Lapangan gas Sisi, Nubi, dan South Mahakam saat ini belum diproduksi karena masih memasuki proses konstruksi dan direncanakan mulai berproduksi pada akhir tahun 2006. Setelah menerima penjelasan dari Novyal Erwin, rombongan selanjutnya menuju ruangan control room. Di ruang ini rombongan bisa melihat segala aktifitas produksi

migas di BSP dari layar monitor pengawas dan panel-panel elektronik yang terhubung dengan layar komputer. Kebocoran minyak atau kebakaran misalnya akan bisa terdeteksi dari control room. Pasalnya, petugas selama 24 jam terus-menerus memonitor dan juga gas detector akan menginformasikan kejadian tersebut. TOTAL E&P INDONESIE sendiri pada tahun 2004 telah menerima penghargaan “Zero Accident Award” dari Menakertrans yang diserahkan langsung oleh Presiden Megawati Soekarno Putri dan tahun 2005 menerima kembali penghargaan “Zero Accident Award” untuk Bekapai yang diberikan oleh Wapres Jusuf Kalla. Selesai dari control room, selanjutnya rombongan menuju ke process area untuk melihat secara langsung proses produksi migas. Sangat mengagumkan sekali melihat instalasi-instalasi yang terpasang. Turbin-turbin, compressor, condensator dan masih banyak lagi semuanya berukuran raksasa dan berjalan secara otomatis dengan dikendalikan dari control room. “Turbin-turbin ini yang berjumlah tiga buah, kemampuannya, kalau mau, bisa untuk menerangi seluruh Balikpapan,” ujar Djoko Wahyudi, BSP Warehouse Manager, menjelaskan. Seluruh produksi gas dari instalasi-instalasi tersebut akan disalurkan melalui pipa-pipa ke Bontang (PT Badak NGL) untuk diekspor. PT Badak NGL sendiri yang
FOTO: DONNY ERIYANTO

BSP WAREHOUSE. Rombongan sedang mendapat penjelasan mengenai proses penyimpanan di BSP warehouse. EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

29

DAERAH KE DAERAH
FOTO: DONNY ERIYANTO

TURBIN. Turbin penggerak berkapasitas masing-masing 10 MW, ditambah turbin masing-masing lapangan, kemampuannya akan mampu untuk menerangi seluruh Balikpapan.

akan merubah gas menjadi liquids. Sedangkan untuk produksi minyak dalam bentuk liquids ditampung di terminal Senipah. Untuk diketahui, selain TOTAL E&P INDONESIE perusahaan lain yang beroperasi di Mahakam Contract Area adalah VICO dan Unocal. Tetapi TOTAL E&P INDONESIE merupakan produsen gas yang terbesar di seluruh Indonesia dengan produksi gas 2400 MMSCFD. Sedangkan untuk produksi minyak (liquids), TOTAL E&P

INDONESIE adalah yang terbesar keempat setelah Caltex Pasific Indonesia, Pertamina dan CNOOC (SES) BV dengan produksi minyak 61.800 barrel per hari. Selesai istirahat, rombongan masuk ke dalam bus untuk menuju ke BSP warehouse. Dipandu oleh Djoko Wahyudi, rombongan mendapat penjelasan langsung bagaimana proses penyimpanan barang-barang operasi perminyakan tersebut ke dalam gudang
FOTO: DONNY ERIYANTO

CONTROL ROOM. Rombongan sedang mengamati proses pengawasan produksi migas yang dipantau dari panel-panel dan monitor komputer di ruang control room.

penyimpanan (warehouse). Warehouse milik TOTAL E&P INDONESIE terdiri dari 4 bangunan utama dengan luas seluruhnya sekitar 15 hektar. Pipa-pipa, kabel dan scrap ditaruh di lapangan luar. Warehouse ini menyimpan jenis barang kurang lebih 43 ribu item yang terdiri dari alat-alat produksi, maintenance, dan produkproduk general. Semuanya digunakan untuk melayani pekerjaan untuk lima lapangan migas dan sembilan buah Rig. Kami yang sering bertugas memeriksa barang-barang impor milik TOTAL E&P INDONESIE sangat diuntungkan dengan kunjungan ini karena mendapat penjelasan secara menyeluruh baik mengenai jenis barang, fungsi dan penggunaannya serta cara penamaan setiap barangnya. Seperti diketahui, barang-barang operasi perminyakan rata-rata jenisnya adalah sangat spesifik dan hampir bisa dikatakan tidak pernah ada dijumpai di pasaran. Oleh sebab itu, dalam pemeriksaan fisik rata-rata sering terjadi salah persepsi terhadap jenis barang tertentu antara Bea Cukai dengan pihak TOTAL E&P INDONESIE. Salah satu tujuan diadakannya kunjungan lapangan ini tentunya untuk menghindari kesalahan mengartikan suatu jenis barang tertentu sehingga dapat tercapai kesamaan persepsi. “Proses di warehouse ini merupakan sebagian dari mata rantai keseluruhan proses produksi perminyakan, mulai dari pengiriman barang, proses clearance di Bea Cukai, masuk warehouse sampai digunakan di lapangan. Jadi apabila salah satu mata rantai ini terhambat maka semuanya akan jadi terhambat. Oleh karena itu kerjasama antara Bea Cukai dengan TOTAL E&P INDONESIE ini merupakan suatu rangkaian dari awal sampai akhir. Apapun bentuk kerjasama ini, ujungujungnya semua pada akhirnya untuk kepentingan penerimaan negara karena 85 persen dari total produksi TOTAL E&P INDONESIE akan disetor ke Pemerintah (dalam hal ini BP Migas). Jadi peran Bea Cukai dalam hal ini sangat besar,” jelas Djoko Wahyudi yang telah bekerja di TOTAL E&P INDONESIE kurang lebih 20 tahun. Puas dengan segala penjelasan, sesuai jadwal sekitar pukul 15.00 WITA rombongan harus pulang kembali ke Balikpapan. Wajah penuh lelah tapi tergurat kepuasan di masing-masing anggota rombongan karena baru saja mendapat pengalaman yang tentu saja berguna sebagai bekal ilmu dalam bertugas di kantor. Donny Eriyanto, KPBC Balikpapan

30

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

WBC/IFA

Tegah Tiga Unit Mobil
ASAL SINGAPURA. Tiga unit mobil asal Singapura yang berhasil ditegah KPBC Batam.

Bea Cukai Batam

Pada manifest diberitahukan sebagai chair, filling cabinet dan sofa.

P

ada 31 Agustus yang lalu, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Batam, berhasil menegah tiga unit mobil asal Singapura dengan merek Toyota Harier, Toyota Wish dan Toyota Camry. Diperkirakan, mobil-mobil tersebut akan dipergunakan di Pulau Batam. Mobil-mobil itu diangkut oleh kapal LCT. Alfa Lima Star dari Singapura ke Pelabuhan PTK. KMOB (Pertamina Tongkang – Kabil Marine Oil Base) Kabil dengan modus operandi diberitahukan dalam manifest sebagai chair, filling cabinet dan sofa. Ketiga unit mobil tersebut dikemas dalam kontainer berukuran 20 feet dan 40 feet. Akibat penyelundupan tersebut, kerugian yang diderita negara mencapai 612.287.500 rupiah. Berdasarkan manifest, PT. OWS Ind selaku forwarder, merupakan pihak penerima mobil-mobil tersebut. Tetapi PT. OWS Ind menyangkal sebagai pemilik mobil. Pihak OWS mengatakan, mobil-mobil tersebut akan dikirim pada PT. Delta Gunanusa, dimana alamat dan nama perusahaan PT. Delta Gunanusa diduga fiktif. Sesuai Keputusan Menperindag No: 765/MPP/Kep/11/2002 tanggal 12 Nopember 2002 tentang Impor Mesin dan Peralatan, dijelaskan bahwa kendaraan bermotor merupakan barang yang dibatasi impornya dan harus mendapat persetujuan impor terlebih dahulu dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Dengan demikian, telah melanggar

pasal 53 ayat (4) UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dinyatakan sebagai barang yang dikuasai negara sebagaimana dimaksud dalam pasal 68, kecuali terhadap barang yang dimaksud ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saat ini, tiga unit mobil tersebut

disimpan di KPBC Tipe A Batam dan telah ditetapkan sebagai barang yang dikuasai negara, sesuai keputusan Kepala KPBC Tipe A Batam No. KEP1764/WBC.02/KP.04/2005 tanggal 12 Oktober 2005. Selanjutnya, tiga unit mobil tersebut ditetapkan menjadi barang yang menjadi milik negara sesuai pasal 68 ayat (1) huruf a dan pasal 73 ayat (1) huruf b, Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. ifa
WBC/IFA

KPBC TIPA A BATAM EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

31

KOLOM

Oleh: Dyah Ernawati

Mutasi ?
MEMBANTU ANAK BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN BARU*
“Sherina, mulai bulan depan kita pindah ke Bandung. Bapak mendapat pekerjaan baru mengurus perkebunan yang luas di sana, sesuai keahlian Bapak,” kata bapak Sherina dengan wajah berbinar. Sherina, gadis murid SD kelas dua itu, sejenak terpana, kemudian dengan sedih berlari ke kamar dan menangis sambil memeluk boneka kesayangannya.

C

uplikan adegan singkat dari film “Sherina” tersebut menggambarkan bahwa peristiwa pindah tugas adalah hal yang menyenangkan bagi ayah Sherina. Dia adalah seorang insinyur pertanian yang selama ini “terpaksa” bekerja di suatu department store namun ternyata menyimpan impian untuk memperoleh pekerjaan yang lebih sesuai dengan keahlian dan panggilan hatinya. Akhirnya impian itu menjadi kenyataan. Tetapi Sherina, anak perempuan semata wayangnya, berpendapat lain. Setelah mendengar kabar itu, Sherina justru menangis sedih. Gadis kecil itu merasa gamang membayangkan dia harus pindah, meninggalkan lingkungan yang membuatnya merasa nyaman selama ini. Pindah ke tempat baru bagi sebagian besar anak memerlukan penyesuaian diri yang lama dan sering menimbulkan “tekanan” tersendiri. Hal tersebut telah menjadi isu dan bahan diskusi yang menarik di kalangan pendidik, sosiolog, maupun psikolog anak. Oleh karena itu orang tua pun perlu memperhatikan hal ini, terutama para orang tua yang bekerja pada instansi yang berpotensi besar untuk sering mengalami mutasi selama berkarir seperti pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ini. Meskipun berjarak dekat dari tempat tinggal semula (apalagi jauh), berpindah tempat tinggal adalah kejadian besar bagi anak, baik bagi anak yang pergi maupun bagi anak yang ditinggalkan.
WARTA BEA CUKAI

Bagi yang pindah, berarti dia harus meninggalkan teman-teman sekolah, teman-teman bermain, bapak dan ibu guru, jauh dari eyang, jauh dari sepupu, kehilangan rute bermain sepeda yang begitu dikenalnya, bahkan mungkin harus merelakan si Manis, kucing lucu atau si Tatu, burung kesayangan untuk dipelihara oleh orang lain. Anak yang

SITUASI PSIKOLOGIS
Kemampuan beradaptasi terhadap situasi ini bersifat sangat individual. Masing-masing anak merespon dan menginterpretasikan kepindahan dengan sudut pandang yang berbedabeda. Pernah ada cerita, dua orang anak perempuan harus mengikuti ayahnya yang mendapatkan promosi, pindah dari kota kecil ke kota besar. Mereka harus meninggalkan 200 teman sekolahnya untuk berbaur dengan 2500 orang di sekolah yang baru. Pada awalnya mereka merasa tidak nyaman, bahkan tidak mau makan siang di sekolah karena belum mempunyai kenalan dan malu duduk sendiri di kafetaria. Lima bulan kemudian, anak yang kecil (12 tahun) sudah dapat menyesuaikan diri, tetapi si kakak (15 tahun) tetap merasa tidak nyaman dan bahkan tetap merasa demikian sepanjang tahun. Si adik mampu merasakan kepindahan sebagai hal yang tak terhindarkan dan bagian dari kehidupan sedangkan anak yang lebih besar menganggap bahwa dia adalah korban dari pekerjaan ayahnya, mutasi ayahnyalah yang mengharuskannya ikut pindah sehingga dia harus mengalami semua hal yang tidak menyenangkannya itu. Para ahli memperkirakan bahwa waktu yang diperlukan bagi anak untuk beradaptasi dengan baik adalah kurang lebih satu tahun dan bahkan memerlukan waktu lebih lama lagi apabila tempat baru mempunyai banyak perbedaan dari tempat lama

MUTASI, SELAIN BERDAMPAK PADA DIRI PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN, TERNYATA BERDAMPAK PULA PADA ANAK-ANAK DAN KELUARGA PEGAWAI TERSEBUT
harus pindah merasa kehilangan habitat alamiahnya. Sementara itu, bagi anak yang ditinggal pindah oleh teman dekatnya, berarti dia harus memulai lagi segala sesuatunya untuk memperoleh teman dekat baru. Bahkan menurut hasil penelitian, anak yang ditinggalkan cenderung merasakan kesedihan lebih lama dibanding yang pergi.

32

EDISI 373 DESEMBER 2005

(budaya, bahasa, iklim, makanan, fasilitas lingkungan, dan sebagainya). Pindah ke luar negeri atau di pelosok tanah air misalnya, seorang anak tidak sekedar mendapat predikat “a new kid in the block” tetapi juga “a stranger”, orang asing, dan anak merasa berbeda. Selain si anak mungkin harus belajar bahasa baru untuk berkomunikasi. Dia juga harus ke sekolah dengan naik bis sekolah yang selama ini mungkin belum pernah dia lakukan. Anak mengalami perjuangan yang lebih berat untuk beradaptasi karena tempat baru sangat berbeda dari habitat lamanya. Terdapat juga kecenderungan bahwa anak yang sering berpindah tempat belajar dapat menurun prestasi belajarnya. Meskipun kepindahan tersebut bukan satu-satunya faktor, tetapi perlu mendapatkan cukup perhatian. Oleh karena itu guru-guru, pengelola sekolah dan utamanya orang tua mempunyai peran yang besar dalam membantu anak menghadapi masa adaptasi yang harus dijalaninya di tempat baru. Perlu disadari bahwa masa adaptasi terkadang mempengaruhi rasa percaya diri anak, perilaku sehari-hari bahkan kesehatan fisiknya. Menurut Adler dan Walling (ahli psikologi anak) pada umumnya anak akan mengalami tahap-tahap adaptasi sebagai berikut:: 1. contact: perasaan senang menjelajah tempat baru; 2. disintegration: membandingkan tempat lama dan baru dan merasa disorientasi, terisolasi atau tertekan; 3. reintegration: menolak lingkungan baru, merasa tidak nyaman, marah, curiga dan ada rasa bermusuhan; 4. autonomy: memperoleh kembali keseimbangan dan berkurangnya perasaan menjadi orang luar, kepercayaan diri pun pulih kembali; 5. independence: menerima dan menghargai perbedaan yang ditemui dan dapat menyesuaikan diri.

pertanyaan: siapa teman baruku nanti? Bagaimana sekolah baruku nanti? Apakah guru-guruku akan baik padaku? Bagaimana kalau aku tersesat saat pergi ke sekolah baru? Adakah tempat bermain sepeda? Orang tua perlu memberi informasi yang menentramkan kepada anak seputar lingkungan barunya. Idealnya anak sudah dapat membayangkan keadaan tempat baru sebelum dia benar-benar tinggal disitu. Orang tua bisa memperlihatkan gambar-gambar atau foto-foto tentang kota, sekolah, toko, tempat belanja, arena bermain yang dapat membantu anak untuk membayangkan bakal tempat barunya. Akan sangat membantu apabila sedini mungkin para orang tua menyisipkan secara terintegrasi konsep tentang pindah tugas dan tempat tinggal pada saat-saat orang tua berinteraksi sehari-hari dengan anak. Misalnya, pada saat bapak atau ibu menemani anak bermain rumah-

PINDAH KE TEMPAT BARU BAGI SEBAGIAN BESAR ANAK MEMERLUKAN PENYESUAIAN DIRI YANG LAMA DAN SERING MENIMBULKAN “TEKANAN” TERSENDIRI
rumahan, dapat ditanamkan pengertian bahwa: orang tinggal di suatu rumah dalam jangka waktu yang berbedabeda; kadang orang untuk sementara waktu meninggalkan rumah (misalnya untuk mengunjungi kerabat, berkemah atau menginap di villa); ada orang yang pindah dari rumah kecil ke rumah yang lebih besar. Perasaan orang berbeda-beda pada saat pindah rumah, pindah rumah bisa berarti berpisah dengan orang-orang, tempat dan hal-hal yang kita telah kita kenal dengan baik, pindah rumah berarti menjumpai hal-hal baru. Tempat lama dan baru kadang sangat berbeda kadang banyak persamaannya, dan orang berpindah dengan berbagai alasan. Dengan memahami aneka konsep pindah tempat tinggal tersebut, akan tertanam dalam benak anak bahwa pindah bukanlah hal yang aneh dan menyeramkan, tetapi sesuatu yang wajar yang dapat saja terjadi pada kita. Untuk anak yang telah memasuki usia sekolah, konsep pindah dapat dihubungkan secara positif dengan pelajaran geografi. Anak dapat diajak

memeriksa peta dan mencari lokasi tempat lama dan tempat baru di dalam peta dan menghitung jarak antara keduanya. Komunikasi orang tua dengan sekolah baru apabila dilakukan sebelum anak masuk ke sekolah tersebut akan membantu orang tua untuk memberi informasi pada anak tentang sekolah baru sehingga anak lebih dapat mempersiapkan diri. Pada hari-hari pertama anak masuk sekolah, boneka kesayangan atau foto orang tua dapat dibawa ke sekolah, benda-benda tersebut dapat menimbulkan perasaan tenang. Untuk anak yang lebih besar, peta tempat tinggal yang lama atau koleksi perangko dapat dibawa pada hari pertama masuk sekolah untuk menjadi bahan memperkenalkan diri kepada teman-teman baru. Tante, eyang atau saudara sepupu dapat pula membantu mempersiapkan mental anak untuk menghadapi suasana baru. Misalnya, di hari terakhir sebelum pindah, pada saat diadakan pesta keluarga kecilkecilan, si tante berkata kepada keponakannya, “Tante tahu kamu sedih akan pindah, meninggalkan tante dan teman-teman, ..tante juga sedih, tetapi teman-teman barumu dan juga guru-guru barumu pasti akan senang sekali mempunyai teman baru sepertimu.”

PERTIMBANGAN YANG INTEGRATIF
Mutasi, selain berdampak pada diri pegawai yang bersangkutan, ternyata berdampak pula pada anak-anak dan keluarga pegawai tersebut. Bahkan tumbuh kembang anakpun dapat terkait sejalan proses tersebut. Oleh karena itu membantu anak mempersiapkan diri menghadap suasana baru tidak hanya perlu dilakukan oleh para orang tua saja sebagai orang terdekat anak, melainkan juga oleh anggota keluarga lain, rekan-rekan kerja yang sudah lebih berpengalaman pindah tempat tugas maupun para guru. Dengan memahami serba-serbi tumbuh kembang anak, maka dengan segala keterbatasan yang ada, pemerintah pada umumnya dan pembuat keputusan di bidang pemberdayaan SDM pada khususnya, diharapkan dapat memperoleh tambahan masukan tentang terdapatnya faktor-faktor “non-kedinasan” untuk mendapatkan perhatian lebih. Selain faktor-faktor teknis kedinasan, faktor-faktor “kecil” ini pada gilirannya dapat berpengaruh pada kinerja pegawai dan organisasi secara keseluruhan baik secara positif maupun negatif.
* Tulisan diilhami dari: Mary Recnk Jalongo (1997), Helping Children to Cope with Relocation. WARTA BEA CUKAI

PERAN ORANG-ORANG TERDEKAT
Orang tua sebagai pihak yang paling dekat dengan anak diharapkan dapat menemani anak pada saat melalui proses adaptasi ini. Orang tua perlu merespon segala pertanyaan dan perhatian anak sesederhana apapun tentang tempat yang baru agar si anak merasa nyaman. Jangan sekali-sekali menambah beban anak dengan memuntahkan gerutuan karena tidak puas dengan keputusan organisasi yang diterima. Seringkali orang dewasa memandang kepindahan melulu dari segi logika, padahal bagi anak tidak demikian. Anak memandangnya sebagai kejadian emosional dan sosial. Pikirannya dipenuhi oleh pertanyan-

Dra. Dyah Ernawati, PNS pada Departemen Agama, Jakarta, pemerhati masalah Pendidikan Usia Dini

EDISI 373 DESEMBER 2005

33

KOLOM

Oleh: Thojib Effendi

Dilema
ANTARA PENERIMAAN CUKAI ROKOK DAN PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT
rang yaitu Etil Alkohol, Minuman Mengandung Etil Alkohol (bir dan minuman keras lainnya) dan Hasil Tembakau (Sigaret dan Hasil Produksi Tembakau Lainnya).

D

alam rangka melaksanakan tugastugas pemerintahan maupun pembangunan di dalam suatu negara termasuk di Indonesia, selalu diperlukan biaya yang diperoleh dari berbagai sumber, antara lain berasal dari sektor pajak yang dipungut dari kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. Salah satu jenis pajak yang mempunyai peranan penting sebagai sumber dana dalam pelaksanaan pembiayaan tugastugas tersebut adalah penerimaan cukai. Cukai, walaupun merupakan salah satu dari jenis pajak tidak langsung, berbeda karakteristiknya dengan jenis pajak tidak langsung lainnya. Karakteristik tersebut antara lain, Pertama, cukai bersifat selektif (selectivity of coverage) yaitu cukai hanya dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang ditunjuk secara langsung dalam satu peraturan perundang-undangan dengan tujuan tertentu, dan dalam pemungutannya dipastikan adanya suatu pengawasan fisik dan pengawasan administratif yang dilakukan terhadap Barang Kena Cukai (BKC) tersebut. Kedua, cukai dikenakan dalam rangka mengurangi dampak negatif BKC (to internalize negative externalities) seperti etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau. Ketiga, untuk mendorong penyerapan tenaga kerja (employment creation) melalui pola perbedaan tarif cukai bagi Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) di satu pihak dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) di lain pihak, dan Keempat, sebagai sumber penerimaan negara (government revenue). Pada saat ini Indonesia masih termasuk dalam kelompok “extremely narrow” dalam pengenaan cukai karena cukai dipungut hanya terhadap 3 (tiga) jenis baWARTA BEA CUKAI

PERANAN PENERIMAAN CUKAI DALAM APBN
Sebagai salah satu sumber penerimaan negara, cukai mempunyai peranan yang sangat penting dalam APBN khususnya Penerimaan Dalam

PENERIMAAN CUKAI DARI ROKOK TERUS MENGALAMI PENINGKATAN DARI TAHUN KE TAHUN SECARA SIGNIFIKAN DAN PERANANNYA YANG CUKUP PENTING DI DALAM PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
Negeri yang senantiasa mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Apabila dalam TA 1990/1991 penerimaan cukai baru mencapai Rp. 1.799,8 miliar atau menyumbang sekitar 4 persen dari Penerimaan Dalam Negeri maka dalam TA 2004 jumlah tersebut telah meningkat menjadi Rp. 27.700 miliar atau menyumbang sebesar 7,9 persen. Berdasarkan gambaran tersebut di atas, maka cukai menempati posisi strategis

dalam konteks penerimaan negara serta memiliki potensi yang cukup besar dalam peranannya sebagai salah satu sumber dana pembangunan. Sementara itu, perkembangan realisasi cukai rokok mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun dan perbandingannya dengan penerimaan cukai lainnya hampir mencapai tingkat rata-rata 94 persen per tahun. Bila dalam TA 1990/1991 sumbangan cukai rokok terhadap cukai secara keseluruhan adalah sebesar 95,2 persen kemudian setiap tahunnya menunjukkan angka peningkatan (kecuali TA 1991/ 1992), pada TA 2004 realisasi penerimaan cukai rokok mencapai jumlah Rp. 27.700 miliar atau sebesar 98 persen. Sementara itu, jika dilihat dari perkembangan realisasinya penerimaan cukai rokok dalam kurun waktu 15 tahun terakhir telah terjadi peningkatan sebesar 1616,2 persen atau hampir mencapai 17 (tujuh belas) kali lipat, yaitu dari Rp. 1.713,8 miliar pada TA 1990/1991 menjadi Rp. 27.700 miliar pada TA 2004.

POLA KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG CUKAI ROKOK
Dalam upaya menghimpun penerimaan cukai rokok sesuai target yang telah ditetapkan, pemerintah melalui Departemen Keuangan cq. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada setiap awal tahun anggaran selalu melaksanakan berbagai strategi dan kebijakan yang menyangkut Tarif dan Harga Dasar. Dalam melaksanakan kebijaksanaan tersebut, selalu dipertimbangkan berbagai aspek yang meliputi aspek penerimaan negara, ketenagakerjaan, pengembangan industri, kesempatan berusaha dan persaingan yang sehat, dan

34

EDISI 373 DESEMBER 2005

juga aspek yang bersifat dilematis dan kontradiktif sebagai barang kena cukai yang hingga saat ini diperdebatkan sebagai zat adiktif yang harus diawasi dan dibatasi pemakaiannya. Terhadap aspekaspek tersebut harus dipertimbangkan sesuai dengan bobotnya terhadap arah kebijaksanaan yang akan dipilih dan ditempuh( set of objectiveness ). Pemerintah dalam melaksanakan kebijakan di bidang cukai rokok sering kali berorientasi kepada struktur industri rokok itu sendiri, baik dilihat dari segi obyek/ jenis rokok yang diproduksi maupun dari segi golongan pabrik berdasarkan jumlah produksinya. Pola kebijakan cukai rokok untuk jenis rokok kretek buatan tangan berbeda dengan yang diterapkan untuk rokok kretek buatan mesin, demikian juga pola yang diterapkan terhadap pabrik rokok golongan besar berbeda dengan yang diterapkan terhadap golongan kecil. Perbedaan pola kebijakan yang diterapkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut berakibat kepada bentuk dari kebijakan cukai rokok yang dibuat menjadi terkesan kompleks/rumit. Hal ini tidak dapat dihindari selama pemerintah dalam membuat kebijakan selalu dihadapkan kepada keinginan untuk menciptakan perlakuan yang sama dan adil (equal treatment) dalam perbedaan-perbedaan yang ada atau keinginan untuk mengakomodasikan berbagai kepentingan Sebagaimana diketahui industri rokok di Indonesia dalam dasawarsa terakhir telah menunjukkan perkembangannya yang sangat pesat, saat ini telah mencapai jumlah lebih dari 861 pabrik besar dan kecil. Pada tabel di bagian kanan atas, terlihat jumlah dan komposisi pabrik rokok berdasarkan jenis produksinya dan jumlah produksi pabrik per tahun (tahun 1999). Dari jumlah sebanyak kurang lebih 700 pabrik golongan kecil dan kecil sekali (yang produksinya tidak lebih dari 0,5 milyar atau 500 juta batang per tahun) yang umumnya memproduksi rokok kretek buatan tangan, adalah merupakan usaha dengan modal kecil dan masih ditangani dengan cara-cara tradisional. Dari 700 pabrik tersebut sebanyak 461 pabrik adalah dari golongan kecil sekali yang rumah tangga dengan rata-rata memperkerjakan buruh tidak lebih dari 20 orang. Pola kebijakan cukai rokok yang dibuat oleh pemerintah terhadap golongan pabrik kecil dan kecil sekali semacam ini jelas harus dibedakan perlakuannya dibandingkan dengan pola yang diterapkan kepada usaha golongan besar yang telah menerapkan sistem managemen produksi maupun pemasaran modern dan memiliki peralatan pabrikasi yang canggih. Dalam menetapkan pola kebijakan cukai rokok selama ini yang juga dipakai sebagai pedoman adalah kebijakan yang berorientasi kepada objek atau jenis hasil tembakau. Pada masa sebelum

Jumlah Produksi SKM SKT KLB/ (batang) KLM
> 6 milyar > 2 > 6 milyar > 0,5 < 2 milyar > 0,02 < 0,5 milyar < 0,02 milyar JUMLAH
Sumber : Dit. Cukai

SPM TIS Jumlah
2 2 3 1 1 3 6 66 14 77 9 11 32 348 461 861

3 7 17 57 84

3 1 9 240 344 597 38 51 89

7

diberlakukannya Undang-undang Nomor : 11 Tahun 1995 tentang Cukai (masih berdasarkan Ordonansi Cukai Hasil Tembakau produk kolonial Belanda) dikenal dalam sistem tarif cukai rokok hanya ada 3 (tiga) macam tarif yaitu tarif 70 persen untuk rokok buatan mesin dan tembakau iris, tarif 50 persen untuk rokok buatan tangan dan tarif 40 persen untuk hasil tembakau lainnya. Gambaran ini memperlihatkan ada suatu bentuk atau pola kebijakan cukai rokok yang berorientasi kepada objek / jenis hasil tembakau, dimana terhadap rokok buatan mesin yang umumnya padat modal (capital intensive) dikenakan tarif cukai rokok yang lebih besar dibandingakan tarif yang dikenakan terhadap rokok buatan tangan yang padat

UPAYA-UPAYA UNTUK MENGURANGI KONSUMSI ROKOK HARUS DILAKUKAN SECARA KOMPREHENSIF
karya (labour intensive) yang umumnya dikelola secara tradisional dengan mengandalkan tenaga manusia sebagai alat produksi yang utama. Dewasa ini pola kebijakan cukai rokok yang berorintasi kepada objek atau jenis hasil tembakau masih juga dianut oleh pemerintah.

DILEMA ANTARA CUKAI ROKOK DAN PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT
Penerimaan cukai dari rokok terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun secara signifikan dan peranannya yang cukup penting di dalam pembiayaan pembangunan. Hal ini juga sejalan dengan bertambahnya produksi hasil tembakau yang selalu meningkat dalam kurun waktu yang sama. Di bidang ketenagakerjaan, industri rokok secara langsung menyerap sekitar 184.000 orang dan secara tidak langsung di sektor perniagaan rokok termasuk

pedagang asongan dan pedagang kaki lima menyerap sekitar 1 (satu) juta orang. Di sektor pertanian hasil tembakau menyerap 1,3 juta orang dan di sektor pertanian cengkeh menyerap sekitar 1,1 juta orang tenaga kerja. Jika setiap tenaga kerja menghidupi satu orang istri / suami dengan dua orang anak maka sekitar 13,536 juta orang (7,1 persen) dari seluruh penduduk Indonesia saat ini hidupnya tergantung pada 3,584 juta tenaga kerja yang terserap di sektor industri rokok. Di lain pihak perbuatan merokok adalah suatu perbuatan sadar masyarakat perokok yang sadar akan resiko merokok untuk membakar dan menghirup asap tembakau. Tetapi si perokok kemungkinan tidak sadar atau tidak mengetahui bahwa asap tembakau yang dihisap dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain disekitarnya karena bersifat adiktif, karsinogenik dan beracun sejumlah zat kimia yang terkandung dalam asap rokok tersebut baik dalam bentuk partikel maupun dalam bentuk gas. Oleh karena itu jelas bahwa perbuatan merokok adalah perbuatan yang tidak selaras dengan tujuan pembangunan nasional di bidang kesehatan, yaitu tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk di Indonesia. Di samping merugikan kesehatan masyarakat, dalam skala yang luas merokok juga menimbulkan dampak sosial ekonomi yang merugikan si perokok sendiri, keluarga, dan perusahaan tempat kerja si perokok serta merugikan negara pada umumnya, karena : a. Meningkatnya pengeluaran keluarga si perokok untuk biaya kesehatan akibat merokok. b. Penurunan kapasitas produksi akibat karyawan yang sakit. c. Kemungkinan terjadinya bahaya kebakaran dan kecelakaan lainnya. Dengan semakin meningkatnya penerimaan cukai rokok, hal tersebut mencerminkan bahwa jumlah perokok dan konsumsi rokok nasional makin menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Departemen Kesehatan tahun 1980 kebiasan merokok pada pria mencapai 46,4 persen meningkat menjadi 52,9 persen pada
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

35

KOLOM
SKRT Dep. Kes. 1986. Demikian juga kebiasan merokok pada wanita meningkat dari 2,4 persen pada SKRT Dep. Kes. tahun 1980 menjadi 3,6 persen pada tahun 1986. Berdasarkan survei Bank Dunia tahun 1993, konsumsi tembakau per kapita per tahun pada orang dewasa di Indonesia terus mengalami peningkatan, yaitu dari 1 (satu) kilogram/tahun/kapita tahun 1974 menjadi 1,4 kilogram/tahun/kapita tahun 1990 dan bahkan diproyeksikan akan mencapai 1,6 kilogram/tahun/kapita dalam tahun 2000 Hal ini akan mengakibatkan semakin besarnya jumlah pengangguran, karena sebagian besar industri rokok di Indonesia merupakan industri padat karya (labor intensive) yang membutuhkan banyak tenaga kerja. 2. Melakukan pengawasan terhadap periklanan / promosi rokok Langkah-langkah yang dapat dilakukan terhadap promosi periklanan hasil tembakau adalah melalui pembatasan dan pengawasan tempat dan media periklanan baik media cetak maupun media elektronik. Disamping itu perlu dilakukan pengawasan terhadap peraturan perundangan yang bertujuan untuk membatasi kegiatan promosi rokok melalui penayangan iklan rokok di media elektonik (televisi) pada jam-jam tayang yang telah ditentukan. 3. Label Peringatan Kesehatan Pada dasarnya label peringatan yang terdapat pada tiap bungkus rokok

PENUTUP
Sebagai sumber penerimaan negara, cukai mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam APBN terutama sektor penerimaan dalam negeri yang realisasinya meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, seiring dengan kenaikan produksi dan konsumsi rokok ditengah-tengah masyarakat. Dari sisi penerimaan negara dan perkembangan ekonomi nasional hal ini sangat menggembirakan, namun di pihak lain kenaikan konsumsi tersebut telah menimbulkan konsekuensi berupa meningkatnya kerugian yang ditimbulkan akibat perilaku merokok. Dalam rangka membatasi dan mengawasi produksi dan konsumsi rokok tersebut, cukai dapat dipergunakan sebagai instrumen yang cukup efektif yaitu dengan menetapkan tingkat tarif cukai. Dengan tingkat tarif cukai yang cukup tinggi, maka permintaan akan hasil tembakau akan menurun karena kenaikan tarif tersebut mengakibatkan semakin mahal harga rokok sehingga diharapkan masyarakat akan mengurangi konsumsi rokok. Di pihak lain, kenaikan tarif yang tinggi (sampai level prohibitive range for government) justru akan mengakibatkan menurunnya penerimaan cukai. Hal ini akan sangat mengurangi kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan serta akan mengurangi kesempatan kerja. Upaya-upaya untuk mengurangi konsumsi rokok harus dilakukan secara komprehensif, tidak saja melalui peningkatan tarif cukai tetapi melalui upaya yang lain seperti pengawasan periklanan/promosi rokok, pembatasan tempat-tempat merokok, peringatan yang keras akan bahaya rokok serta pemberian informasi yang cukup kepada masyarakat akan dampak negatif yang serius bagi kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok. Upaya-upaya ini juga hendaknya dilakukan secara inter-departemental sehingga masalah-masalah yang timbul akibat kenaikan tarif cukai yang tinggi seperti pengangguran, penyelundupan rokok, penurunan penerimaan dapat ditanggulangi bersama secara komprehensif. Untuk menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh karena mengkonsumsi rokok di dalam masyarakat, perlu diciptakan suatu mekanisme pembiayaan pemeliharaan kesehatan, apakah melalui mekanisme APBN atau mekanisme pembiayaan lain, yang dananya dapat dialokasikan dari hasil penerimaan cukai hasil tembakau (rokok). Secara teknis operasional kebijaksanaan ini dapat dilaksanakan oleh instansi yang berwenang yaitu Departemen Kesehatan melalui koordinasi dan kerjasama dengan Departemen Keuangan serta instansi terkait lainnya.

LANGKAH-LANGKAH MEMBATASI PERMINTAAN TERHADAP ROKOK
Berbagai upaya untuk melakukan kebijaksanaan pengawasan di bidang hasil tembakau ( rokok ) antara lain meliputi peningkatan tarif cukai hasil tembakau secara signifikan, melakukan pengawasan terhadap periklanan/promosi rokok, membatasi tempat-tempat untuk merokok seperti di tempat umum, tempat kerja, rumah sakit dan sekolah, dan memberikan informasi kepada masyarakat bahwa merokok akan mengakibatkan dampak negatif yang serius terhadap kesehatan. 1. Peningkatan tarif cukai rokok. Filosofi pengenaan cukai adalah pembatasan konsumsi dan produksi. Salah satu cara yang paling tepat dan legitimate untuk membatasi konsumsi (dan produksi) barang kena cukai termasuk cukai hasil tembakau adalah melalui instrumen tarif. Dengan demikian tarif cukai selain untuk membatasi konsumsi (dan produksi) barang kena cukai juga mengandung peran budgeter, yaitu sebagai alat untuk mencapai target penerimaan negara . Dalam rangka memenuhi target APBN yang selalu meningkat dari tahun ke tahun selama ini Pemerintah menganut kebijaksanaan meningkatkan tarif dan Harga Dasar (Harga Jual Eceran/HJE} rokok. Apabila kenaikan tarif tersebut masih pada tingkat kemampuan daya dukung produksi pabrik hasil tembakau, maka kenaikan tersebut akan efektif meningkatkan jumlah penerimaan cukai. Namun apabila kenaikan tersebut telah melampaui daya dukung tersebut atau dalam istilah kurva Laffer dikenal sebagai “Prohibitive Range for Government”, maka kenaikan tarif tersebut justru akan menyebabkan menurunnya produksi yang pada gilirannya juga akan menurunkan penerimaan cukai dan mengurangi tenaga kerja ( Agung Permana, 1994 ). Untuk itu apabila kenaikan tarif akan digunakan sebagai instrumen untuk mengurangi permintaan rokok (berakibat pada penurunan produksi) maka harus disadari juga konsekuensinya yaitu berupa menurunnya penerimaan negara dari cukai. Disamping itu kenaikan tarif yang tinggi akan berdampak meningkatnya penyelundupan rokok murah dari luar negeri serta pengurangan tenaga kerja. 36
WARTA BEA CUKAI

PERBUATAN MEROKOK ADALAH PERBUATAN YANG TIDAK SELARAS DENGAN TUJUAN PEMBANGUNAN NASIONAL DI BIDANG KESEHATAN
bertujuan untuk menyadarkan kepada perokok bagaimana dampak serius akibat menghisap rokok terhadap kesehatan manusia. Untuk itu label peringatan yang terdapat dalam bungkus rokok merupakan peringatan keras bagi konsumennya. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan. Dewasa ini bentuk peringatan dalam label rokok lebih keras dan lebih jelas yaitu : “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN “ 4. Iklan Anti Merokok di Media Massa Perlu disosialisasikan iklan anti merokok di media massa baik media cetak maupun media elektronik yang berisi informasi mengenai bahaya merokok terhadap kesehatan. Hal ini juga harus ditunjang oleh perilaku masyarakat secara luas dalam praktekpraktek kehidupan sehari-hari di tengahtengah masyarakat seperti adanya tempat-tempat bebas rokok dan sebagainya. Disamping itu perlu adanya law enforcement terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan yang secara tegas dan konsisten memberikan sanksi kepada masyarakat yang merokok di tempat-tempat yang terlarang.

Penulis adalah mantan pegawai DJBC, terakhir menjabat sebagai Kepala Seksi Cukai KPBC Juanda, Surabaya

EDISI 373 DESEMBER 2005

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

37

Direktur Jenderal BEA DAN CUKAI
SEKRETARIAT
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
Pimpinan dan Seluruh Staf

Sekretaris dan Seluruh Staf

JAKARTA DENPASAR MERAUKE
38
WARTA BEA CUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

KANWIL IV DJBC TIPE A

KANWIL VIII DJBC TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

Pimpinan dan Seluruh Staf

SAMARINDA SAMPIT ENTIKONG PONTIANAK BOGOR TASIKMALAYA SEMARANG
KANWIL VI DJBC TIPE A
Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

CUKAI
DIREKTORAT PENCEGAHAN DAN PENYIDIKAN
Direktur dan Seluruh Staf

DIREKTORAT

Direktur dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

Pimpinan dan Seluruh Staf

BA TAM
MEDAN
EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

KPBC TIPE A
KPBC TIPE A
Pimpinan dan Seluruh Staf

Pimpinan dan Seluruh Staf

39

PEKANBARU BANDUNG TANJUNG PRIOK I SURABAYA FASILITAS KEPABEANAN TANJUNG BALAI KARIMUN
PANTOLOAN
40
WARTA BEA CUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A KHUSUS

Pimpinan dan Seluruh Staf

KANWIL VII DJBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

DIREKTORAT

Direktur dan Seluruh Staf

KANWIL II DJBC TIPE KHUSUS

Pimpinan dan Seluruh Staf

PANGKALAN SARANA OPERASI TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

BOJONEGORO

KPBC TIPE C

Pimpinan dan Seluruh Staf

TANJUNG PRIOK II
MANADO AMAMAPARE SABANG GRESIK BANDA ACEH
KANWIL XIII DJBC TIPE B
Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A KHUSUS
Pimpinan dan Seluruh Staf

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

Pimpinan dan Seluruh Staf

TANJUNG EMAS TANJUNG PERAK BELAWAN PEMATANG SIANTAR MEDAN
KANWIL I DJBC TIPE A
Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

TANJUNG BALAI KARIMUN SELAT PANJANG TANJUNG PINANG BEKASI DUMAI
WARTA BEA CUKAI

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A KHUSUS

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

EDISI 373 DESEMBER 2005

41

DIREKTORAT

Direktur dan Seluruh Staf

TEKNIS KEPABEANAN JAKARTA
BPIB TIPE A
Pimpinan dan Seluruh Staf

PANGKAL PINANG TANJUNG PANDAN BANDAR LAMPUNG
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

KPBC TIPE B

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE C

Pimpinan dan Seluruh Staf

NATAL 2005
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Selamat

& TAHUN BARU 2006 TANJUNG PRIOK III
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

KPBC TIPE A KHUSUS

Pimpinan dan Seluruh Staf

KPBC TIPE A

Pimpinan dan Seluruh Staf

Keluarga Besar Departemen Keuangan - Kantor Menko Perekonomian - Kantor Menteri Negara BUMN - Bappenas, dengan bangga mempersembahkan :

PERATURAN MENTERI KEUANGAN Per Nopember 2005
No. 1. 2. 3. 4. KEPUTUSAN Nomor Tanggal 86/PMK.010/2005 88/PMK.010/2005 92/PMK.02/2005 95/PMK.02/2005 30-09-05 30-09-05 10-10-05 11-10-05 PERIHAL

INFO PERATURAN

Keringanan Tarif Bea Masuk Atas Impor Gula Perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22/PMK.010/2005 Tentang Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Beberapa Jenis Suku Cadang Untuk Angkutan Umum Penetapan Jenis Barang Ekspor Tertentu Dan Besaran Tarif Pungutan Ekspor Penetapan Tarif Pungutan Ekspor Atas Batubara

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI Per Nopember 2005
No 1. 2. KEPUTUSAN Nomor Tanggal P-19/BC/2005 KEP-97/BC/2005 30-09-05 07-10-05 PERIHAL Perubahan Ketiga Atas Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor Kep-07/BC/2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan Di Bidang Impor . Perubahan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor Kep- 13/BC/2005 Tentang Pelekatan Pita Cukai Hasil Tembakau

42

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

KONSUL Cukai TASI Kepabeanan &
Dengan ini kami informasikan agar setiap surat pertanyaan yang masuk ke Redaksi Warta Bea Cukai baik melalui pos, fax ataupun e-mail, agar dilengkapi dengan identitas yang jelas dan benar. Redaksi hanya akan memproses pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan menyebutkan identitas dan alamat yang jelas dan benar. Dan sesuai permintaan, kami dapat merahasiakan identitas anda. Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Redaksi

BARANG PENUMPANG
Dengan ini kami kembali mengajukan pertanyaan sehubungan dengan : a. Kami telah membaca Kep-78/BC/1997 tangal 23 September 1997 dan perubahannya dengan Kep-83/BC/2002 tanggal 22 November 2002 tentang Juklak Penyelesaian barang Penumpang....dan seterusnya b. Demikian juga kami telah membaca leaflet (info 7) terbitan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai – Februari 1999 Dalam leaflet ada item dalam prosedur no. 4 yang berbunyi, “Barang penumpang yang tiba tidak bersama penumpang bersangkutan (paling lama 60 hari setelah atau sebelum kedatangannya), harus dapat dibuktikan dengan paspor, baggage claim tag (tanda bukti barang penumpang) dan tiket bersangkutan.
l

l l

Pertanyaan : Kalau barang penumpang datangnya mendahului penumpangnya sedangkan tiket belum ada dan juga belum pesan, apakah barang bisa dikeluarkan dari Kawasan Pabean, misal dengan surat kuasa kepada orang yang ada di dalam daerah pabean. Ketentuan “paling lama 60 hari setelah atau sebelum kedatangan” tercantum dalam ketentuan mana ? Berkaitan dengan Perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat (PKB merangkap PDKB) apakah dimungkinkan dalam pengisian Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) point B dengan menyebutkan jenis barang ekspor ”Umum (1)”.

terdaftar didalam manifest (BC 1.1) diselesaikan dengan Pemberitahuan Impor Barang Tertentu (PIBT): – terdaftar sebagai barang “Lost and Found”, diselesaikan dengan CD. (3) Mengenai batasan waktu tibanya barang penumpang baik sebelum/sesudah kedatangan maksimal selama 60 hari memang tidak diatur dalam ketentuan di atas namun diambil dari ketentuan sebelumnya yaitu Surat Edaran DJBC nomor SE-25/BC/1996 tentang ketentuan barang penumpang. (4) Terhadap barang yang tiba sebelum kedatangan penumpang, sepanjang dilampiri dengan bukti pemesanan tiket atau bukti lainnya tentang rencana kedatangan penumpang maka dapat diperlakukan sebagai barang penumpang yang penyelesaiannya dimungkinkan untuk dikuasakan kepada orang lain, dengan tetap dilakukan pengawasan atas kebenaran kedatangan penumpang yang bersangkutan. (5) Namun apabila tidak dapat dibuktikan dengan bukti pemesanan tiket atau bukti lainnya tentang rencana kedatangan penumpang, atau ternyata diketahui bahwa yang bersangkutan tidak datang, maka barang dimaksud tidak dapat diperlakukan sebagai barang penumpang dan penyelesaiannya dilakukan sesuai dengan mekanisme non-barang penumpang. II. Pengisian PEB (BC 3.0) (1) Dalam Keputusan Menteri Keuangan nomor 557/ KMK.04/2002 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor, telah ditetapkan bentuk dan format Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB/BC 3.0) serta Petunjuk pengisiannya sebagaimana tercantum pada Lampiran Keputusan. (2) Sesuai bentuk dan format standar baku PEB yang telah ditetapkan tersebut maka terdapat 5 pilihan isian dalam kolom Jenis Barang Ekspor (poin B) yang meliputi: (i) Umum; (ii) Terkena PE; (iii) Mendapat Kemudahan Ekspor; (iv) Tertentu; dan (v) Dari TPB. (3) Dan sesuai dengan Petunjuk pengisian maka pencantuman nomor 5 diperuntukkan bagi barang ekspor yang berasal dari Tempat Penimbunan Berikat (termasuk Kawasan Berikat), dimana dalam aplikasi terbaru juga telah disediakan sub menu tersendiri atas barang yang berasal dari TPB tersebut (GB, KB, TBB, dan lain-lain). (4) Kode jenis barang bersifat tunggal atau dengan kata lain tidak dimungkinkan terhadap satu jenis barang dicantumkan dua atau lebih kode yang berbeda, sehingga jelas bahwa terhadap barang yang berasal dari Kawasan Berikat harus dicantumkan nomor 5 dan tidak dimungkinkan untuk diisi dengan kode jenis barang ekspor yang lain. Demikian disampaikan untuk dimaklumi. DIREKTUR TEKNIS KEPABEANAN Teguh Indrayana NIP 060054090
EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

Atas jawaban dari pertanyaan, kami mengucapkan terima kasih. PARIYO - Pelaksana KPBC Jogjakarta

TANGGAPAN :
Sehubungan dengan surat dari Sdr. Pariyo, Pelaksana pada KPBC Jogjakarta, dengan ini disampaikan jawaban sebagai berikut: I. Barang Penumpang (1) Ketentuan barang penumpang mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan nomor 490/KMK.05/1996 jo. Keputusan Direktur Jenderal nomor Kep-78/BC/1997 yang telah dirubah dengan Kep-83/BC/2002, dimana pengertian barang penumpang adalah barang impor milik penumpang yang tiba bersama penumpang, sebelum atau setelah kedatangan penumpang bersangkutan, yang dapat berupa: – Barang Keperluan Diri dan Sisa Bekal Penumpang yaitu barang baik dalam keadaan baru maupun bekas pakai yang wajar diperlukan selama dalam perjalanannya. – Barang Bawaan Penumpang yaitu barang yang bukan merupakan barang keperluan diri dan sisa bekal penumpang. (2) Sesuai ketentuan tersebut maka terhadap barang penumpang yang tiba tidak bersama penumpang harus dapat dibuktikan dengan passpor, baggage claim tag (tanda bukti barang penumpang) dan tiket yang bersangkutan, dimana apabila:

43

SIAPA MENGAPA
A K H M A D R O F I Q Murah senyum dan ramah dimiliki sosok pegawai yang satu ini ketika ditemui di ruang kerjanya seusai peresmian Musholla Baitut Taubah di KPBC Pasuruan. Selama 14 tahun ia mengabdi di DJBC (sejak tahun 1991-red) dan sekarang menjabat sebagai Kepala Seksi Pabean KPBC Pasuruan dengan pangkat piñata muda Tk I. Sebenarnya, menjadi pegawai Bea dan Cukai bukanlah cita-citanya, ia ingin menjadi seorang Dokter. Meskipun ia berhasil lulus UMPTN di Fakultas Kedokteran UNS, tetapi ia lebih memilih DJBC. Penempatan pertama dilaluinya di bagian Kepegawaian Kantor Pusat DJBC Jakarta selama satu tahun. Kemudian, ia dipindahtugaskan ke Kanwil II DJBC Tanjung Balai Karimun sampai tahun 1994. Setelah itu menjadi PFPB di KPBC Soekarno Hatta hingga tahun 1998. Pada 1998 ia bertugas di KPBC Pangkalan Susu Medan. Ditempat itu ia memperoleh pengalaman yang menarik. “Waktu itu saya baru saja kembali dari kampung. Malam harinya ketika saya jalan-jalan ke luar rumah, lingkungan yang biasanya ramai kok jadi sepi. Tidak ada seorangpun menunjukan batang hidungnya. Pagi harinya saya baru tahu ternyata semalam ada isu akan ada penyerangan GAM karena Pangkalan Susu terletak di perbatasan Aceh,” kenang bapak empat putra ini. Selain kenyang dengan pengalaman tugas yang berpindah-pindah, ia juga mengenyam berbagai diklat dilingkungan kerjanya antara lain Search Course, SGS di Hongkong pada 1992, Pengawas Keuangan Negara BPLK pada 1994, English for Customs IALF Jakarta pada 1994, Commodity Course, SGS Jakarta pada 1994, Penyidik Diklat Resintel Polri pada 1995, Adum/Dik Pim BPLK Medan pada 1999, Business Com Program ELE Jakarta pada 1999, Diklat Juru Sita E R M A N Pada 1979, Erman mulai mengawali debutnya di Bea dan Cukai sebagai honorer ABK di Kantor Inspeksi (Kinsp) Bea dan Cukai Batam. Awalnya, Erman bertemu dengan M. Nunung (alm) seorang nakhoda kapal yang meminta Erman untuk menjadi kru kapalnya. Karena kecintaanya pada laut, Erman yang saat itu telah lulus SMP dan tidak meneruskan sekolah, menyanggupinya. Selang empat tahun kemudian (pada 1981) ia resmi menjadi pegawai bea dan cukai dengan pengangkatan di Kanwil Tanjung Balai Karimun dengan menggunakan ijasah SD. Penempatan pertamanya pada saat itu di Kantor Inspeksi Bea dan Cukai Batam sebagai pelaksana di kepegawaian. Kurang lebih 10 tahun bertugas di Kinsp Bea dan Cukai Batam, ia pun dimutasi ke Kinsp Tipe D Tanjung Uban, Pulau Bintan, sebagai operator radio dan diperbantukan pada Seksi Pabean. Pada 1996 ia dimutasi kembali ke KPBC Sekupang, Pulau Batam, sebagai pelaksana dibagian dinas luar yakni bertugas menjaga penumpang yang datang dari Singapura dengan menggunakan kapal ferry. Sekitar 1998-1999 KPBC Sekupang ditutup, ia pun dipindahkan kembali ke KPBC Batam dan ditempatkan di bagian umum hingga saat ini. Erman mengaku tidak memiliki pengalaman yang berkesan di tempattempat ia pernah ditugaskan. “Bagi saya semua tempat sama saja dan saya selalu siap dimanapun ditugaskan,” ujar Erman yang menikah dengan Rodiah pada 1982 dan dikaruniai tiga orang anak. Hanya saja, selama menjadi ABK ia sering ikut patroli untuk melakukan pengawasan. Ia bercerita, dulu kapal patroli yang digunakan berupa kapal pompong (kapal kayu dengan menggunakan mesin dalam sehingga jalannya lambat),

H

A

R

T

O

N

O

Saat pendaftaran masuk STAN merupakan saat yang paling berkesan baginya. Pada saat itu (tahun 2000-red) ia memperoleh informasi dari salah seorang temannya bahwa telah dibuka pendaftaran untuk STAN. Hartono yang baru lulus SMEA di Purwodadi, tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia ingin melanjutkan kuliah tanpa harus mengeluarkan biaya, sebab orangtuanya hanya bekerja sebagai petani. Ia pun segera melengkapi segala persyaratan untuk masuk STAN. Pada waktu pengumuman kelulusan, ia tidak memiliki ongkos untuk pergi ke Yogyakarta (saat itu Hartono kost di Purwodadi-red). Untunglah ia memiliki teman-teman yang baik yang mau mengongkosi perjalanannya ke Yogya. Setibanya di Yogya, ternyata hanya ia yang berhasil lulus. Hartono diterima untuk melanjutkan pendidikan Prodip I STAN di Balikpapan, Kalimantan Timur. Setelah melihat pengumuman kelulusan tersebut, teman-temannya mengajaknya pulang. Namun ia menolak karena ingin shalat jumat terlebih dahulu (kebetulan pengumuman kelulusan dilakukan pada hari jumat-red). Ia meminta agar temantemannya pulang duluan. Ia lupa bahwa ia pergi ke Yogya atas biaya teman-temannya. Alhasil, usai shalat jumat ia bingung karena tidak punya ongkos untuk pulang. Untungnya di masjid ia bertemu dengan seorang teman kostnya dan meminjamkan uang. Setibanya dirumah, ia langsung mempersiapkan persyaratan dan berangkat ke Balikpapan tanpa berkonsultasi dan memahami isi pengumuman tersebut, yang menyebutkan bahwa ia harus mengikuti tes aerobik di Yogya. Beruntung BPLK V Balikpapan mau mengusahakannya untuk bisa mengikuti tes aerobik di Balikpapan. Pada 2001, Hartono berhasil lulus dan ditempatkan di KPBC Kotabaru. Namun sewaktu masih kuliah ia pernah magang di Kanwil X Balikpapan dan KPBC Balikpapan. Penempatannya di Kotabaru cukup unik karena dilakukan melalui undian. Menurutnya, hal itu merupakan kebijaksanaan Kanwil daripada harus menunggu keputusan dari Pusat. Lima besar yang nomor undiannya paling tinggi, berhak memilih ingin ditempatkan dimana. “Dan saya termasuk yang lima besar dari bawah,” ujarnya seraya tertawa. Selanjutnya, ia pun diminta untuk mengambil kertas undian lainnya. Setelah dibuka, dikertas tersebut tercantum nama KPBC Kotabaru, Kalimantan Selatan. Di KPBC

44

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

BPLK Jakarta pada 2000 dan Taining for Tutor BPLK Malang pada 2004. Kesibukan di kantor tidak menyurutkan niatnya untuk terus belajar bidang manajemen di Universitas Narotama, Surabaya. Selain itu ia juga tidak pernah tinggal diam untuk menularkan ilmunya dengan menjadi dosen di Universitas Narotama Surabaya, tenaga pengajar LM PATRA Medan, Diklat Deperindag Surabaya, Diklat Ahli Kepabeanan/PPJK BPPK dan setiap hari selasa pagi ia menyempatkan diri untuk mengisi acara kajian agama di Radio FM Suara Pasuruan. Karena hobinya tersebut, Rofiq memiliki sekaligus bertindak sebagai Direktur Lembaga Pendidikan Insan Terpadu Bina Insan Cendikia (LPIT – BIC) Pasuruan yang hingga saat ini telah menampung anak didik sebanyak 280 orang, mulai dari tingkat Playgroup, TK, SD, dan TPQ, sejak 2002. Rofiq memiliki suatu harapan kepada institusi DJBC yang sangat ia cintai ini dimasa yang akan datang. “Penetapan sistem reward yang baik terhadap pegawai harus diciptakan untuk meningkatkan integritas pegawai,” harap pria kelahiran 14 November 1970. Akhir 2005, Rofiq akan berangkat menunaikan ibadah haji sekaligus menjadi duta haji yang diselenggarakan oleh Masjid Baitut Taqwa Kantor Pusat DJBC. “Semoga menjadi haji yang mabrur,” harap pegawai yang memiliki moto hidup sebaik-baik manusia adalah yang banyak bermanfaat bagi orang lain. Bambang Wicaksono/Sby

info buku
BILA ANDA BERMINAT,
MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT:

BUNDEL WBC 2004
Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2004 (Edisi Januari - Desember)

Rp. 100.000

LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI

Kotabaru penempatan pertamanya di bagian pabean. Namun, karena sistem rolling tiap empat bulan sekali, Hartono yang lahir di Grobogan pada 10 Pebruari 1982, pernah merasakan bekerja bidang lainnya seperti P2, Perbendaharaan, Umum dan OKDD. Dari sekian banyak bidang, ia sangat berkesan ketika ditugaskan di P2. Ia mengisahkan pengalamannya ketika hendak melakukan checking kapal di Satui, Kalsel, dengan menggunakan kapal klotok (kapal kayu). Selesai melakukan checking di pagi hari, hujan turun dengan lebat dan cuaca pun berkabut. Karena tidak ada kompas dan sinyal radio, maka kapal pun bergerak tak tentu arah. Hingga sore hari kapal belum juga sampai kedaratan, Hartono dan teman-temannya pun kelaparan. “Setelah kabut hilang, kami baru sadar bahwa telah salah arah,” kenang Hartono yang hobi olahraga ini. Tak hanya itu, pengalaman lainnya ketika melakukan pengawasan di IBT (Indonesia Bulk Terminal) di Mekar Putih, Kalsel. Pada saat itu, ia dan kawan-kawannya memaksakan diri untuk melakukan checking padahal cuaca sedang tidak bagus. Dengan menggunakan kapal klotok mereka berangkat. Begitu kapal berada ditengah laut tiba-tiba cuaca berubah menjadi ganas, ombak yang besar mengayun-ayunkan kapal klotok yang ditumpanginya. Berulang kali kapalnya tidak bisa mendekati mother vessel karena dihantam ombak. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke darat. “Kru dan Kapten mother vessel pun keluar dan meneropong kapal kami, mungkin takut kalau kapal kami karam dan tenggelam,” katanya sambil tertawa. Di akhir wawancara ia mengaku kerasan bekerja di lingkungan KPBC Kotabaru. Selain suasana yang nyaman dan tentram, ia dapat belajar banyak mengenai kepabeanan. ifa

Sudah Termasuk Ongkos Kirim

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154 Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id dengan Hasim / Kitty
EDISI 373 DESEMBER 2005

MAJALAH WARTA BEA CUKAI

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

berbeda dengan sekarang yang menggunakan speed boat dengan kecepatan tinggi. “Jadi ketika itu tidak mungkin menangkap penyelundup, sebab kapal yang digunakan para penyelundup jalannya secepat kilat,” kata Erman sambil tertawa. Diusianya yang sudah kepala empat, Erman berhasrat untuk melanjutkan pendidikannya dengan mengikuti program paket C dari Depdikbud untuk meraih ijasah SMA. Seminggu tiga kali, sepulang kantor ia menuju SMA I Sekupang untuk mengikuti pelajaran. “Dulu saya tidak bisa melanjutkan SMA karena tidak ada dana,” imbuh Erman yang lahir di Kijang (Bintan), 22 September 1961. Ia mengaku kalau tidak ada halangan, sekitar juni 2006 program paket C-nya akan selesai dan ia akan memperoleh ijasah SMA. Namun ia sendiri merasa ragu apakah nanti ijasahnya akan berlaku di Bea dan Cukai. “Kalau berlaku berarti ada kemungkinan pangkat saya bisa naik terus, tapi kalau tidak ya mandek,” ungkap Erman yang merasa bersyukur pada 1998 bisa mengikuti ujian penyesuaian ijasah SMP di Tanjung Uban, P. Bintan. Diakhir wawancara ia berharap agar institusi Bea dan Cukai di masa yang akan datang bisa lebih maju, terutama dari segi SDM. Ia juga berharap agar institusi memperhatikan para pegawainya yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun seperti dirinya. “Mudah-mudahan ijasah saya bisa berlaku di Depkeu, terutama di Bea dan Cukai,” harapnya. ifa

CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000

No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi)

Diskon Harga Jabotabek 0% 40. Rp. 40.500 5% 78.000 Rp. 78.000 10% 150 50.000 Rp. 150.000

Harga luar Jabotabek 43. Rp. 43.500 84.000 Rp. 84.000 162 62.000 Rp. 162.000

WARTA BEA CUKAI

45

INFO PEGAWAI

SAMBUTAN MENTERI KEUANGAN PADA PERINGATAN KE-59 HARI KEUANGAN
TANGGAL 30 OKTOBER 2005
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

M

Saudara-saudara, arilah kita memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena hari ini, kita masih diberi kesempatan untuk kembali memperingati Hari Keuangan guna mengenang pertama kali beredarnya Uang Republik Indonesia, 59 tahun yang lalu. Peringatan kali ini berlangsung pada Bulan Suci Ramadhan, semoga dapat membawa berkah bagi kita semuanya. Untuk menyegarkan kita terhadap makna Hari Keuangan ini, marilah kita merefleksikan ke masa dalam 59 tahun yang lalu, ketika seluruh rakyat Indonesia bahu-membahu

46

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

berjuang menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan, sekalipun maut menjadi taruhannya. Di masa itu, mata uang Rupiah memiliki peranan yang sangat penting dalam mempersatukan bangsa, bahkan menjadi symbol kedaulatan negara. Hal ini sejalan dengan semagat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang diperingati tiga hari lalu, yaitu Satu Bangsa, Satu Tanah Air, dan Satu Bahasa, Indonesia. Selain itu, dengan semangat kebangsaan dan kepercayaan terhadap berlakunya mata uang sendiri tersebut, bangsa Indonesia dapat tegak berdiri serta mampu mengisi kemerdekaannya dengan pembangunan di berbagai bidang untuk mensejahterakan rakyat. Saudara-saudara sekalian, Pemerintah dan DPR baru saja menyelesaikan pembahasan RAPBN 2006, yang tentunya akan segera disahkan menjadi Undang-Undang. Sebagaimana kita maklumi, APBN menjadi instrumen penting dalam pelaksanaan berbagai program stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. APBN juga berfungsi sebagai stimulus pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan stimulus yang terbatas dari APBN tersebut, diharapkan akan mampu memberikan rangsangan kepada dunia usaha dan investasi dalam menggerakkan roda perekonomian di masa mendatang. Namun demikian, pergerakan dunia usaha dan investasi akan tetap mengacu pada bagaimanakah mekanisme pengelolaan anggaran negara. Mekanisme pengelolaan anggaran negara yang menerapkan azas kemandirian, tanpa bergantung pada utang misalnya, dapat menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan dunia usaha serta investor. Akan tetapi, penerapan azas kemandirian tersebut bukan merupakan suatu hal yang mudah dijalani. Butuh tanggungjawab dan kerja keras seluruh jajaran Departemen Keuangan untuk menciptakan kemandirian dalam bidang pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Penerimaan dalam negeri khususnya dari sektor perpajakan merupakan salah satu solusi yang dapat diandalkan. Namun, penerimaan negara tidak akan datang dengan sendirinya, harus diupayakan dengan semangat kerja yang tinggi dan pemberian pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Saudara-saudara sekalian, Berkenaan dengan fenomena tersebut, saya menghimbau agar seluruh jajaran Departemen Keuangan terus meningkatkan pelayanan publik secara lebih professional dan transparan. Di tengah-tengah suasana keprihatinan atas berbagai masalah yang dihadapi bangsa ini, kita harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa kebijakankebijakan yang dipersiapkan di bidang

fiscal tetap mengacu pada tumbuhnya keadilan ekonomi, sehingga masyarakat yang lebih mampu melalui mekanisme perpajakan akan dapat memberikan kontribusi yang lebih bagi terselenggaranya pembiayaan pembangunan, dan tercapainya kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, agar kita dapat lebih memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tema yang dipilih pada Hari Keuangan tahun ini adalah Menuju Otoritas Fiskal dan Pengelolaan Keuangan Negara yang Profesional, Transparan, dan Akuntabel. Tema tersebut harus dapat memberikan semangat bagi seluruh jajaran Departemen Keuangan untuk tanpa lelah melaksanakan kerja keras guna mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang mampu menciptakan stabilitas ekonomi serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Untuk mengaktualisasikan semangat kerja kita tersebut, maka perlu terus kita pupuk reference values (nilai-nilai acuan) yang kondusif sebagai berikut : Pertama adalah profesionalisme. Inti dari profesionalisme adalah integritas, disiplin, dan kompetensi. Seseorang yang professional, selain memiliki technically competency, dia juga harus disiplin. Disiplin itu artinya memiliki kontrol diri yang tinggi dan penuh integritas. Sikap ini harus diterapkan oleh segenap jajaran pegawai di lingkungan Departemen Keuangan terutama dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Yang kedua adalah transparansi, sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan reformasi. Transparansi merupakan unsur yang crucial terutama berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang sifatnya public domain. Jika kita memiliki integritas yang baik serta transparan, maka kita tidak perlu khawatir dengan reference values yang ketiga yaitu akuntabilitas. Jika kita telah dapat memenuhi criteria dimaksud, maka saya berkeyakinan bahwa berarti kita akan akuntabel di mata publik. Yang keempat adalah kemandirian. Kemandirian yang dimaksudkan di sini adalah independen dan percaya diri. Namun, bukan berarti menjadi pemain sendirian. Kerjasama dan koordinasi tetap diperlukan, baik itu sifatnya perorangan antara sesama individu, antara atasan dan bawahan, maupun antar lembaga. Kelima adalah pelayanan publik yang prima. Dalam bahasa manajemennya adalah service excellent atau customer orientation. Hal ini penting mengingat Departemen Keuangan pada hakekatnya memiliki misi kontrak sosial untuk melayani masyarakat. Sebagai ilustrasi, apabila kita tidak melakukan atau memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, akibatnya adalah pada menurunnya partisipasi masyarakat untuk memenuhi kewajiban membayar

pajak. Untuk itu pelayanan yang prima merupakan ujung tombak dan menjadi unsur yang sangat penting bagi stabilitas fiscal serta penerimaan negara. Saudara-saudara sekalian, Saya sangat optimis apabila seluruh reference values yang telah disebutkan di atas tadi benar-benar dipahami, dihayati, dan diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, bukan hal yang mustahil Departemen Keuangan dapat segera mewujudkan visinya yaitu : Menjadi pengelola keuangan dan kekayaan negara bertaraf internasional yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat, serta instrumental bagi proses transformasi bangsa menuju masyarakat adil, makmur, dan berperadaban tinggi. Tetapi, saya tekankan bahwa tanggung jawab itu berada di pundak kita masingmasing, dan kita harus bekerja keras serta bahu-membahu untuk mencapai visi tersebut. Bersama kita bisa. Saudara-saudara, Sebelum mengakhiri sambutan ini, sebagai tambahan, hari ini, saya atas nama Pemerintah akan menyampaikan untuk pertama kalinya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun (LKPP) 2004. LKPP Tahun 2004 merupakan laporan keuangan lengkap yang pertama kali berhasil disusun dan disajikan Pemerintah. Saya harapkan di masa-masa mendatang, LKPP akan dapat disajikan dengan lebih baik lagi. Selain itu, saya juga ingin menyampaikan selamat kepada Saudara-saudara yang hari ini memperoleh penghargaan Satyalencana Karya Satya, penghargaan Kantor Pelayanan Percontohan tahun 2005, maupun yang memperoleh Piagam Penghargaan Pensiun. Saya yakin, tanpa dedikasi, kerja keras dan sikap profesionalisme Saudarasaudara, keberadaan Departemen Keuangan tidak akan menjadi seperti sekarang ini, yaitu tetap mampu mengemban tugas meskipun bebannya dari waktu ke waktu makin bertambah berat. Ucapan selamat juga saya tujukan kepada saudara-saudara yang memperoleh penghargaan atas prestasinya menjadi pemenang dalam Lomba Karya Tulis Perpajakan yang bertema “Dengan Pajak Kita Wujudkan Kemandirian Bangsa”. Akhir kata, saya ucapkan selamat hari ulang tahun Keuangan yang ke-59, Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Menteri Keuangan Jusuf Anwar
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

47

INFO PEGAWAI
Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 517/KM.1/UP.11/2005 Tentang

MUTASI PARA PEJABAT ESELON III DI DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
No. NAMA/ NIP Direktorat Jenderal Bea dan Cukai : Sekretariat Direktorat Jenderal :
1 2 3 Drs. R.P. Jusuf Indarto 060061439 Drs. Zaenuri, M.M. 060035298 Drs. Purwanto 060060010

JABATAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN LAMA BARU

4 5

6 7 8

9 10 11

12 13

14 15 16 17

18 19 20

21 22 23

24 25

Kepala Bagian Kepegawaian Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kantor Wilayah IV DJBC Tipe A Jakarta Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah III DJBC Tipe B Palembang Kepala Bagian Perlengkapan Kepala Subdirektorat Pengolahan Data dan Dukungan Teknis Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana Drs. Nofrial, M.A. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060040274 Tipe A Khusus Soekarno-Hatta Kepala Bagian Umum Soedirman A. Ghani, S.E. Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah IV 060034883 DJBC Tipe A Jakarta DIREKTORAT TEKNIS KEPABEANAN : Kepala Subdirektorat Klasifikasi Barang Drs. Nirwansyah Rachim Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044385 Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kepala Subdirektorat Nilai Pabean Drs. Iswan Ramdana Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko 060044391 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Ir. J.B. Bambang Widyastata Kepala Subdirektorat Nilai Pabean Direktorat Tipe A Jakarta 060059708 Teknis Kepabeanan DIREKTORAT FASILITAS KEPABEANAN : Kepala Subdirektorat Pembebasan Drs. Irwin Helfian Dalimi Kepala Subdirektorat Fasilitas Pertambangan 060044470 Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kepala Subdirektorat Fasilitas Pertambangan Drs. Samsuar Said, M.Sc. Kepala Bidang Keuangan PTRI Brussel 060034705 Kepala Subdirektorat Kemudahan Ekspor II Dra. Cantyastuti Rahayu Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah IV 060044456 DJBC Tipe A Jakarta DIREKTORAT CUKAI : Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau Drs. Patarai Pabottinggi Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060061502 Tipe A Kudus Kepala Subdirektorat Aneka Cukai Drs. Soegito Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044378 Tipe A Jakarta DIREKTORAT PENGEGAHAN & PENYIDIKAN : Kepala Subdirektorat Intelijen Drs. Nasar Salim Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan 060062027 Kantor Wilayah V DJBC Tipe A Bandung Kepala Subdirektorat Pengawasan Barang Usman Pasaribu Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Larangan dan Pembatasan 060050136 Tipe A Tanjung Balai Karimun Kepala Subdirektorat Penyidikan Cyrus Fidelis Sidjabat, S.H., M.P.A. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060034127 Tipe A Merak Kepala Subdirektorat Sarana Operasi Ir. Achmad Budiyanto, M.M. Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan 060070101 Cukai Tipe B Tanjung Priok DIREKTORAT VERIFIKASI & AUDIT : Kepala Subdirektorat Verifikasi Drs. Sindarto Diwerno Putro Kepala Subdirektorat Audit Direktorat 060054841 Verifikasi dan Audit Kepala Subdirektorat Audit Drs. Kushari Suprianto Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor 060079942 Wilayah IX DJBC Tipe B Pontianak Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Nirwala Dwi Heryanto, S.E. Kepala Subdirektorat Verifikasi Direktorat Evaluasi Audit 060079963 Verifikasi dan Audit DIREKTORAT KEPABEANAN INTERNASIONAL : Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional I Drs. Julius Johny Da Costa, M.A. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044384 Tipe A Bekasi Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional Ir. Agung Kuswandono, M.A. Kepala Subdirektorat Kemudahan Ekspor II II 060079971 Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional Ir. Oentarto Wibowo, M.P.A. Kepala Bagian Kepegawaian Sekretariat III 060079882 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai DIREKTORAT PENERIMAAN DAN PERATURAN KEPABEANAN DAN CUKAI : Kepala Subdirektorat Penerimaan Drs. Hanafi Usman Kepala Subdirektorat Pembebasan Direktorat 060044454 Fasilitas Kepabeanan Kepala Subdirektorat Peraturan Kepabeanan Drs. Djoko Sutojo Riyadi Kepala Subdirektorat Klasifikasi Barang dan Cukai 060044386 Direktorat Teknis Kepabeanan WARTA BEA CUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

48

26

27 28 29

30 31 32 33 34 35 36

37

38

39 40 41 42 43

44 45 46 47

48 49

50 51 52 53 54 55

56

Drs. Mursito, M.M. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044453 Tipe A Jambi DIREKTORAT INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI : Susiwijono, S.E. Kepala Seksi Intelijen I 060078074 Kepala Subdirektorat Penerimaan Direktorat PeIr. Agus Sudarmadi, M.Sc. nerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai 060079885 Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah VIII Drs. Slamet Rochim DJBC Tipe B Denpasar 060062026 KANTOR WILAYAH I DJBC TIPE A MEDAN : Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah XIII Nanang Tadjudin, S.H. DJBC Tipe B Banda Aceh 060034205 Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Drs. Nurkiswar Eddy, M.M. Kantor Wilayah XIII DJBC Tipe B Banda Aceh 060040547 Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Sahat Simamora, S.H. Kantor Wilayah III DJBC Tipe B Palembang 060040301 Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor Drs. Supraptono Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar 060062025 Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah I DJBC Drs. Muzlie Muchlis, Ak., M.M. Tipe A Medan 060054078 Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Drs. Eddy Kusuma Kantor Wilayah I DJBC Tipe A Medan 060071334 Kepala Bidang Pencegahan dan Sarana Drs. Surendro Suprijadi, M.M. Operasi Kantor Wilayah II DJBC Tipe Khusus 060035493 Tanjung Balai Karimun Dr. Djafar Albram, S.H., S.E., M.M., Kepala Seksi Pabean IV Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Belawan M.Hum. 060041444 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Sudi Rahardjo, S.IP. Tipe A Makassar 060035365 KANTOR WILAYAH II DJBC TIPE KHUSUS TANJUNG BALAI KARIMUN : Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah XI Drs. Tarsiwan DJBC Tipe B Makassar 060034166 Kepala Subdirektorat Aneka Cukai Direktorat Ir. Barid Effendi Cukai 060079947 Kepala Seksi Pencegahan III Direktorat Septia Atma, S.Sos. Pencegahan dan Penyidikan 060051392 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Hartono Singgih, S.H. Tipe B Amamapare 060035359 Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen Rambang Firstyady Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A 060079879 Khusus Tanjung Priok III Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Drs. Cece Kuswandi, M.Si. Tipe A Sorong 060040671 Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah II Ir. Padmoyo Triwikanto, M.M. DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai Karimun 060079944 Kepala Bagian Umum Sekretariat Direktorat Ariohadi, S.H., M.A. Jenderal Bea dan Cukai 060035491 Kepala Subdirektorat Penyidikan Direktorat Sugiarto, S.H. Pencegahan dan Penyidikan 060035488 KANTOR WILAYAH III DJBC TIPE B PALEMBANG : Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Drs. Sjamsul Bachri Tipe A Teluk Bayur 060044390 Kepala Subdirektorat Pengawasan Barang Sumantri, S.H., M.H. Larangan dan Pembatasan Direktorat 060040838 Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Drs. Argandiono Kantor Wilayah XI DJBC Tipe B Makassar 060071415 Kepala Seksi Audit Kantor Wilayah III DJBC Ir. Purwidi, M.M. Tipe B Palembang 060079875 Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Drs. Zulfikri Kantor Wilayah III DJBC Tipe B Palembang 060044381 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Amrullah Saidi, S.H. Tipe B Sampit 060052370 Mulia Simandjuntak, S.H., M.Hum. Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kantor Wilayah XII DJBC Tipe B Ambon 060034175 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Drs. Zulkarnain Tipe A Pekanbaru 060044478 KANTOR WILAYAH IV DJBC TIPE A JAKARTA : Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Ir. B.M. Ganot Wibowo Barang Tipe A Jakarta 060058782

Kepala Subdirektorat Keberatan dan Banding

Pj. Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko Kepala Subdirektorat Otomasi Sistem dan Prosedur Kepabeanan dan Cukai Kepala Subdirektorat Pengolahan Data dan Dukungan Teknis Kepala Bagian Umum Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Verifikasi Kepala Bidang Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Belawan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Medan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Teluk Nibung Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Teluk Bayur

Kepala Bagian Umum Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Sarana Operasi Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti Kepala Bidang Verifikasi dan Audit

Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Balai Karimun Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Batam Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Dumai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Pekanbaru Kepala Bagian Umum Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai

Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Palembang Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Pangkal Pinang Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Jambi Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bandar Lampung Kepala Bagian Umum

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

49

INFO PEGAWAI
57 58 Kepala Subdirektorat Cukai Hasil Tembakau Direktorat Cukai Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti Kantor Wilayah II DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai Karimun Ir. Weko Loekitardjo Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor 060079876 Wilayah XI DJBC Tipe B Makassar Drs. Soenardi Djoko Warsono Kepala Bagian Keuangan Sekretariat 060054086 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Drs. Nasir Adenan, M.M. Kepala Bidang Keuangan Kedubes RI 060062022 Jepang Ir. Iwan Riswanto Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060079936 Tipe A Tanjung Pinang Drs. Bambang Irawan Aribasar Kepala Subdirektorat Keberatan dan Banding 060045072 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan da Cukai Drs. Gunawan Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah VI 060044473 DJBC Tipe A Semarang Pudjo Wibowo, S.E. Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan 060041109 Cukai Tipe B Pantoloan KANTOR WILAYAH V DJBC TIPE A BANDUNG : Walter Gultom, S.H., M.M. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060040576 Tipe B Bogor Maman Anurachman, S.H. Kepala Seksi Intelijen Kantor Wilayah V 060051196 DJBC Tipe A Bandung Drs. Siswo Murwono Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah I DJBC 060066144 Tipe A Medan Drs. Pardamean Sidabutar Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah VI DJBC 060057652 Tipe A Semarang Drs. Achmad Riyadi Kepala Bidang Keuangan Kedubes RI 060060032 Singapura Dra. Istyastuti Wuwuh Asri, M.Si. Kepala Subdirektorat Kerjasama 060034276 Internasional I Direktorat Kepabeanan Internasional Sonny Subagyo Kepala Subbagian Mutasi Sekretariat 060062080 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tambos Maringan Naiborhu, S.H., Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai L.L.M. Tipe A Belawan 060040560 Drs. Ganjar Nugraha Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah V 060059697 DJBC Tipe A Bandung KANTOR WILAYAH VI DJBC TIPE A TANUNG SEMARANG : Setijono, S.H. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060034348 Tipe A Gresik Drs. Hery Susanto Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai 060062028 Kantor Wilayah VII DJBC Tipe A Surabaya Edy Setyo Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060035997 Tipe A Medan Ir. R. Basuki Aribawa, M.A. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor 060079962 Wilayah II DJBC Tipe Khusus Tanjung Balai Karimun Gamal Saktaji, S.E. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor 060079948 Wilayah X DJBC Tipe B Balikpapan Maimun, S.E., M.B.A. Kepala Bagian Organisasi dan Tatalaksana 060040158 Sekretariat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Drs. Amin Shofwan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044464 Tipe A Kediri Drs. Hery Susanto, M.Si. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060050201 Tipe B Tanjung Bara/Sangata Drs. Efratha Simanjuntak Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044476 Tipe B Cilacap Harmanto, S.H. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060040539 Tipe B Kotabaru KANTOR WILAYAH VII DJBC TIPE A TANUNG SURABAYA : Drs. Mangarapot Siregar Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044498 Tipe A Khusus Tanjung Perak Drs. Sumardjana, M.M. Kepala Bidang Verifikasi Kantor Wilayah I 060035913 DJBC Tipe A Medan Wahidin, S.E., M.Si. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kantor 060079878 Wilayah XIII DJBC Tipe B Banda Aceh WARTA BEA CUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005 Drs. Muryadi 060044466 Ir. Rahmat Subagio 060079871 Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan

59 60 61 62 63

Kepala Bidang Verifikasi Kepala Bidang Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok I Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok II Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok III Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Jakarta Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Tanjung Priok Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Verifikasi Kepala Bidang Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Soekarno-Hatta Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bekasi Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Bogor Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Merak Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Purwakarta Kepala Bagian Umum Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Verifikasi

64 65

66 67 68 69 70 71

72 73

74

75 76 77 78

79 80

Kepala Bidang Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Emas Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Kudus Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Cilacap Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Surakarta Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Yogyakarta Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Verifikasi Kepala Bidang Audit

81 82 83 84

85 86 87

50

88 89 90 91 92 93

94

95 96 97 98

99 100 101 102 103 104 105

106

107 108 109

110 111 112 113 114 115 116 117 118

119

Drs. Dwi Tjahjono Sukarso Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044461 Tipe A Bandar Lampung Ir. Edi Burman, M.M. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai 060079970 Kantor Wilayah VI DJBC Tipe A Semarang Drs. Hasjrat Tapadji Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan 060044382 Kantor Wilayah VI DJBC Tipe A Semarang Drs. Roeslan Montjo Soetedjo Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060044452 Tipe A Juanda Drs. Bambang Sudjatmoko Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060059690 Tipe Malang Bambang Prijo Koesoemo, S.H. Kepala Kantor Pelyanan Bea dan Cukai Tipe 060051197 B Sintete KANTOR WILAYAH VIII DJBC TIPE B DENPASAR : I Wayan Pasek Utara, S.H. Kepala Bidang Pencegahan dan 060035500 Penyidikan Kantor Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar Ngadiman, S.H. Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah IX 060041389 DJBC Tipe B Pontianak Ir. Mathias Buluama, M.A. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai 060079977 Kantor Wilayah I DJBC Tipe A Medan Ir. Aziz Syamsu Arifin Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai 060079907 Kantor Wilayah XII DJBC Tipe B Ambon Drs. Adams Rudhy Kembuan, M.A. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai 060044497 Kantor Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar KANTOR WILAYAH IX DJBC TIPE B PONTIANAK : Drs. Soedjita Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah XII 060035513 DJBC Tipe B Ambon Harjono, S.H., M.M. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060035503 Tipe B Ambon Gusli M. Tambunan, S.H., M.H. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060050131 Tipe B Entikong Drs. Eksi Nugroho Heru Prasetiyo Kepala Seksi Audit Impor Kantor Wilayah IV 060079881 DJBC Tipe A Jakarta Drs. Posman Pohan Siahaan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai 060047795 Kantor Wilayah IX DJBC Tipe B Pontianak Eisenhower Kepala Seksi Pencegahan Kantor Wilayah V 060051278 DJBC Tipe A Bandung Drs. Sunarto, M.M. Kepala Subbagian Pembakuan Prestasi dan 060040351 Sarana Kerja Sekretariat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Hardijanto, S.IP., M.M. Kepala Subbagian Kelembagaan Sekretariat 060040750 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai KANTOR WILAYAH X DJBC TIPE B BALIKPAPAN : Drs. Rudy Hernanto, M.M. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060071586 Tipe B Pasuruan Ir. Hendi Budi Santosa, M.Eng. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060079938 Tipe B Pangkal Pinang Mohammad Aflah Farobi, S.Sos., Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai M.M. Tipe B Sabang 060076059 Ir. Arzul Akbar, M.M. Kepala Seksi Verifikasi Impor Direktorat 060079868 Verifikasi dan Audit Drs. Hudi Harjanto, M.P.M. Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah X 060040116 DJBC Tipe B Balikpapan Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Kantor Drs. Samsu Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Cirebon 060060059 Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Muqoddam, S.H. Kantor Wilayah X DJBC Tipe B Balikpapan 060035380 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Joseph Didit Krisnadi, S.H. Tipe B Kendari 060035376 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Drs. Bambang Wahyudi Tipe B Gorontalo 060057707 Kepala Seksi Pembebasan Relatif I Oyong Mardias, S.H. Direktorat Fasilitas Kepabeanan 060040278 Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Munady Radiani, S.H. Tipe B Nunukan 060049005 Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Drs. Martediansyah, M.A. Kepabeanan Internasional 060079904 KANTOR WILAYAH XI DJBC TIPE B MAKASSAR : Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Ir. Azhar Rasjidi, M.A. Kantor Wilayah X DJBC Tipe B Balikpapan 060079946

Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Perak Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Gresik Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Juanda Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Malang Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Kediri Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Pasuruan Kepala Bagian Umum

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Ngurah Rai Kepala Bagian Umum Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Pontianak Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Entikong Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sintete Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sampit Kepala Bagian Umum Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Banjarmasin Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Kotabaru Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Balikpapan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Samarinda Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Bontang Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Tanjung Bara/Sangata Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Tarakan Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Nunukan Kepala Bagian Umum

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

51

INFO PEGAWAI
120 Ir. Deci Arifinsyah, M.A. 060079896 Kepala Seksi Pemantauan Penerimaan Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Ir. Tahi Bonar Lumban Raja Kepala Seksi Keberatan dan Banding I 060079943 Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Drs. Gery Korimba Kusbiyono Kepala Seksi Perencanaan Audit Direktorat 060079890 Verifikasi dan Audit Drs. Abdul Latief Naleng Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060062024 Tipe A Banjarmasin Ir. Dwi Restu Nugroho, M.A. Kepala Seksi Kerjasama WCO III Direktorat 060079941 Kepabeanan Internasional Drs. Wellington, M.M. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060045603 Tipe A Jayapura Iskandar, S.E., M.B.A. Kepala Seksi Ekspor dan Cukai Kantor 060079965 Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar Drs. R.M. Nadjib, M.Si. Kepala Seksi Pembebasan Minyak dan Gas 060045470 Bumi Direktorat Fasilitas Kepabeanan KANTOR WILAYAH XII DJBC TIPE B AMBON : M. Sadiatmo S., S.E. Kepala Subbagian Pengadaan I Sekretariat 060050123 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Ir. Iyan Rubiyanto, M.A. Kepala Seksi Analisis Tarif, Harga, dan 060079873 Produksi Direktorat Cukai Marisi Zainudin Sihotang, S.H., Kepala Subbidang Administrasi Tenaga M.M. Pengajar dan Peserta Pusdiklat Bea dan 060063452 Cukai BPPK Drs. Meidy Kasim, M.A. Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi 060079968 Audit Kantor Wilayah VIII DJBC Tipe B Denpasar Ir. Bahaduri Wijayanta Bekti Kepala Seksi Perizinan dan Fasilitas Mukarta, M.A. Direktorat Cukai 060079949 Drs. R. Syarif Hidayat, M.Sc. Kepala Subbagian Umum Balai Pengujian 060079967 dan Identifikasi Barang Tipe A Jakarta Drs. Effendy Saleh, M.M. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060035755 Tipe B Ternate Sudardjo, S.H. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060041119 Tipe B Yogyakarta Ir. Agus Hermawan, M.A. Kepala Subbagian Umum Kepegawaian 060079903 Sekretariat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai KANTOR WILAYAH XIII DJBC TIPE B BANDA ACEH : Syamsul Arifin, S.IP., M.M. Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen 060035494 Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Tanjung Priok II Ir. Hari Sumanto Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen 060079877 Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Khusus Soekarno-Hatta Supri Ady, S.H., M.M. Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai V 060051365 Kantor Pelayanan Bea dan Cukai A Khusus Tanjung Perak K. Iwanto Saksono, S.E. Kepala Seksi Verifikasi Ekspor Direktorat 060079958 Verifikasi dan Audit Safuady, S.T. Pelaksana pada Kantor Wilayah XIII DJBC 060089910 Tipe B Banda Aceah Ir. Muhamad Purwantoro, M.A. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060079897 Tipe B Bontang BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN : Drs. Rochmadi, M.Si. Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai 060035290 Tipe B Teluk Nibung DIPERBANTUKAN PADA DEPARTEMEN LUAR NEGERI : Drs. Maryanto, M.M. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai 060041376 Kantor Wilayah XI DJBC Tipe B Makassar Hendra Prasmono, S.H., M.IH. Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan 060068593 KPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta Dr. Ir. Benediktus Jarot Jatmika, Kepala Seksi Penilaian Pabean II Direktorat M.A. Teknis Kepabeanan 060079959 PEMBEBASAN DARI JABATAN : Kepala Bidang Rencana dan Program Pusat Bambang Semedi, S.H. Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai BPPK 060034200 WARTA BEA CUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005 Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai

121

Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan

122 123 124 125 126 127

Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Makassar Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Kendari Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Bitung Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Gorontalo Kepala Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Tipe B Pantoloan Pj. Kepala Bagian Umum Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan

128 129 130

131

Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit

132

Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Ambon Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Ternate Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Sorong Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Jayapura Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Amamapare

133 134 135 136

137

Pj. Kepala Bagian Umum

138

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai

139

Pj. Kepala Bidang Pencegahan dan Penyidikan

140 141 142

Pj. Kepala Bidang Verifikasi dan Audit Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Sabang Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Lhok Seumawe Kepala Bidang Rencana dan Program Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Kepala Bidang Keuangan PTRI Brussel Pj. Kepala Bidang Keuangan Kedubes RI Singapura Pj. Kepala Bidang Keuangan Kedubes RI Jepang Widyaiswara Madya pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai BPPK

143

144 145 146

147

52

PEGAWAI PENSIUN T.M.T 01 DESEMBER 2005 PERIODE T.A 2005
NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. NAMA Muhamad Sjahriddin, BA Welmintje Agustina Feoh Oberlin Lintong S. Arman Santosa Rohadi Lili Hasrimurti D Ramelan Sjafrial Raimon Rusli Kamartin Muhammad B. Sarimin NIP 060034967 060025235 060045400 060044279 060040766 060044632 060056719 060057512 060067385 060032267 GOL IV/a III/c III/b III/b III/b III/b II/d II/d II/d II/b JABATAN Kepala Seksi Tempat Penimbunan VI Pelaksana Korlak Administrasi Impor & Ekspor Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana KEDUDUKAN KPBC Tipe A Bandung Kanwil VIII DJBC Denpasar KPBC Tipe B Teluk Nibung KPBC Tipe A Khusus Tg. Perak KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok III KPBC Tipe A Khusus Tg. Priok II KPBC Tipe A Bekasi KPBC Tipe A Bandar Lampung KPBC Tipe A Pekan Baru KPBC Tipe B Pangkal Pinang

SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS

JAKARTA. Upacara Hari Keuangan RI ke 59 yang jatuh pada 30 Oktober 2005 diselenggarakan pada 31 Oktober 2005, tahun ini dilaksanakan di dalam gedung dan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Jusuf Anwar yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Upacara bertemakan “Menuju Otoritas Fiskal Dan Pengelolaan Keuangan Negara Yang Profesional, Transparan Dan Akuntabel” diselenggarakan di Auditorium Dhanapala Gedung D Departemen Keuangan, Jakarta Pusat. Upacara dihadiri seluruh pejabat eselon I, II, III, IV dilingkungan Departemen Keuangan dan para penerima penghargaan Satyalancana Karya Satya 10, 20, 30 tahun mengabdi dan penghargaan Pensiun serta penghargaan Kantor Pelayanan Percontohan. Tampak pada gambar, Menteri Keuangan Jusuf Anwar menyematkan dan menyerahkan Satyalancana Karya Satya piagam kepada Kepala Keuangan yang saat itu dijabat Joko Warsono.
WBC/ATS

JAKARTA. Menteri Keuangan Jusuf Anwar pada 11 Nopember 2005 berkenan menyediakan waktu Silahturahmi Idul Fitri 1 Syawal 1426 H bagi Keluarga Besar Departemen Keuangan di Ruang Graha Sawala, lantai 1 Gedung Utama Depkeu Lapangan Banteng Timur Jakarta Pusat. Tampak pada gambar, Menteri Keuangan didampingi Sekretaris Jenderal Depkeu J.B. Kristiadi dan beberapa pejabat eselon I lainnya dilingkungan Departemen Keuangan sedang memberi salam. Dari DJBC yang hadir dalam silahturahmi ini diantaranya Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Syahrir Djamaluddin (gambar kanan), Direktur Cukai Frans Rupang, Kepala Pusdiklat Sofyan Permana, Kepala Kanwil IV DJBC Jakarta Erlangga Mantik dan beberapa para pejabat eselon III lainnya.

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

53

SEPUTAR BEACUKAI
WBC/ATS

JAKARTA. Pengurus masjid Baitut Taqwa pada 21 Oktober 2005 dalam Gema Ramadhan 1426 H menyelenggarakan silahturahmi keluarga besar DJBC dengan buka puasa bersama Dirjen Bea dan Cukai di Auditorium gedung utama KP-DJBC. Buka puasa bersama bertemakan “ Kokohkan Diri Layani Masyarakat”, diawali sambutan Dirjen Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman dan dilanjutkan dengan pemberian bea siswa SD, SMP dan SMA secara simbolis untuk putra-putri karyawan 5 perusahaan yang menjadi mitra Bea dan Cukai yaitu diantaranya PT. Topik Abadi, PT. Jenggala Manik, PT. Karya Kemuning (gambar kiri). Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang dibawakan oleh Ust Sahidi S.Ag dari yayasan Al-Mimbar Bekasi dan dilanjutkan dengan santapan buka puasa bersama seluruh pegawai yang hadir dalam lingkungan Kantor Pusat, Staf Inti, dan para pejabat dan pegawai dilingkungan Kantor Wilayah Jakarta (gambar kanan). Acara dimeriahkan pula dengan penampilan tim Nasyid anak-anak jalanan Seroja.
WBC/ATS

JAKARTA. Masih dalam acara Gema Ramadhan, diselenggarakan Talk Show pada 21 Oktober 2005 bertemakan “Keluarga Sebagai Pencetak Generasi Berkualitas”. Acara diselenggarakan di Auditorium gedung utama KP-DJBC menghadirkan pembicara Ustadzah Yoyoh Yusro (Anggota DPR-MPR komisi VIII) dan artis Cece Kirani, serta sebagai moderator Nugroho Sumohardjo (gambar kiri). Acara dibuka oleh Wakil Ketua Masjid Joko Soetoyo Riyadi, dihadiri seluruh pegawai Bea dan Cukai. Usai Moderator menutup acara Talk Show, Ny Eddy Abdurrachman menyerahkan kenang-kenangan kepada pembicara dan foto bersama (gambar kanan). Tampak hadir dalam acara Ny. Jody Koesmendro, Ny. Endang Tata, Ny. Ibrahim A. Karim, dan Ny. Syahrir Djamaluddin.
WBC/ATS

JAKARTA. Di halaman Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dilaksanakan Sholat Ied pada 3 Nopember 2005. Sholat Ied dipimpin oleh Ust. Akhmad Khusairy Suhail, MA dari Yayasan Pendidikan Islam Darul Hikmah Jati Asih Bekasi, dihadiri Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurrachman, Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Syahrir Djamaluddin, Direktur P2 Endang Tata, Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai, Jody Koesmendro serta para pejabat eselon III dan IV lainnya (gambar kiri). Gambar kanan, usai Sholat Ied Dirjen Bea dan Cukai menuju Auditorium KP-DJBC untuk mengikuti acara Halal Bil Halal dengan keluarga besar DJBC. Hadir dalam acara tersebut Staf Inti dan para pejabat Kanwil dan pejabat eselon III dan IV. Tampak hadir pula mantan Direktur P2 H. A Parinding dan mantan Kepala Kantor Tanjung Priok I dan II yakni Slamet Sosilo dan Nirwansyah. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama.

54

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

WBC/ATS

FOTO : DONNY E.

JAKARTA. Gema Ramadhan DJBC juga menyelenggarakan bazaar pada 21 Oktober 2005 di Auditorium gedung B KP-DJBC. Bazaar tersebut diikuti 23 stand berbagai makanan kering, lauk pauk, baju muslim, pernik-pernik, bunga dan buku-buku islam. Bazaar dihadiri para pengunjung di lingkungan KP-DJBC dan sekitarnya, Dharmawanita dan keluarga besar pegawai Bea dan Cukai. Tampak pada gambar, Kasubdit Pita Cukai Mulyati sedang melihat stand buku-buku islam.

BALIKPAPAN. Ramadhan tahun ini para pegawai KPBC tipe A Balikpapan melakukan acara buka puasa bersama yang dilakukan dua kali berturut-turut. Buka puasa pertama diselenggarakan pada 12 Oktober 2005 di Aula Kanwil X Balikpapan bersama pegawai Kanwil X Balikpapan dengan mengundang beberapa anak yatim. Besok harinya buka puasa bersama dengan Total E&P INDONESIE yang bertempat di Ballroom Hotel Adika Bahtera Balikpapan. Tampak pada gambar kanan, para hadirin sedang menikmati hidangan buka puasa sambil mendengarkan lantunan musik Islami dari penyanyi. Kiriman Donny E, KPBC Balikpapan
FOTO : HAQUL YAKIN

PALEMBANG. Pada 3 Oktober 2005, bertempat diruang Aula Kanwil III Palembang, berlangsung acara serah terima, dari pejabat Kepala Kanwil lama, Drs Zeth Likumahwa (nomor 7 dari kiri) kepada pejabat yang baru Heru Santoso, SH (nomor 6 dari kiri). Pada gambar kiri, pejabat Kakanwil lama dan pejabat Kakanwil baru bersama dengan para Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai dilingkungan Kanwil III DJBC Palembang foto bersama. Pada waktu yang sama pula, di ruang Aula KPBC tipe A Palembang, berlangsung acara perpisahan Kepala Kantor Drs. Baharuddin Husin yang telah memasuki masa pensiun. Gambar kanan, Drs. Baharuddin Husin (baju safari biru) foto bersama dengan para staf KPBC Palembang. Haqul Yakin.
FOTO : BAMBANG WICAKSONO

SURABAYA. Bertempat di Masjid Baitut Taqwa Kanwil VII DJBC Surabaya, pada 19 Oktober 2005, Kepala Kantor Wilayah Surabaya Zeth Likumahwa bersama pejabat di lingkungan Kanwil Surabaya melakukan buka puasa bersama. Buka puasa bersama diisi dengan pemberian santunan anak yatim piatu dan ceramah agama. Tampak pada gambar, para anak yatim yang menerima santunan. Bambang Wicaksono/Sby KEDIRI. Dalam bulan suci Ramadhan 1426 H KPBC Kediri menyelenggarakan silaturahmi dengan PT. H.M. Sampoerna di Aula KPBC Kediri pada 11 Oktober 2005. Dalam acara silaturahmi diisi dengan penyerahan kenangkenangan yang diserahkan oleh pejabat dari PT. H.M. Sampoerna kepada Kepala KPBC Kediri Amin Sofwan (gambar kiri) dan selanjutnya acara ceramah agama oleh Ust. Drs. A. Karim yang didampingi oleh Kepala KPBC Kediri Drs. Amin Sofwan, dan dihadiri seluruh karyawan dan karyawati. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan sholat magrib yang dipimpin Kepala Kantor Kediri sebagai imam (gambar kanan). Kiriman KPBC Kediri

FOTO : KIRIMAN

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

55

RUANG KESEHATAN

Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab
DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

KELUHAN PENDERITA

terjadi perlengketan di sekitar daerah tersebut. Perlengketan ini menyebabkan rasa tidak enak atau sakit. Keluhankeluhan yang ada pada setiap wanita dapat bervariasi tergantung pada organ mana yang terkena, antara lain: l Nyeri perut bagian bawah biasanya tepat sebelum dan selama haid berlangsung. l Haid yang tidak teratur atau perdarahan yang banyak. l Nyeri pada saat berhubungan intim l Buang air kecil terasa nyeri l Bila endometriosis terletak di daerah usus dapat menyebabkan diare atau sulit buang air besar, nyeri pada saat buang air besar dan pada kasus tertentu bisa terjadi perdarahan melalui anus pada saat haid. Penyebab endometriosis ini tidak diketahui dengan pasti. Tapi ada beberapa teori, antara lain : jaringan endometrium yang seharusnya keluar dengan darah haid melalui vagina, mengalami penyimpangan arah menuju ke tuba fallopi (saluran telur) yang kemudian masuk ke dalam rongga panggul dan menempel pada permukaan organ di daerah tersebut. Biasanya, 1 dari 5 wanita usia reproduksi mengalami gangguan ini. Wanita yang belum mempunyai anak atau menunda kehamilan sampai di atas 30 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mengalami keadaan ini. Kasus yang berat sering menjadi penyebab kemandulan. Untuk menghilangkan penyakit ini, dengan pilihan terapi yaitu terapi hormon atau tindakan pembedahan. Pilihan terapi tergantung pada usia penderita, organ mana yang terkena keluhan yang ditimbulkan dan rencana kehamilan. Pada kasus yang ringan pengobatan tidak selalu diperlukan. Pemberian terapi hormon dimaksud untuk menghentikan haid beberapa waktu dengan harapan jaringan endometrium di tempat lain tersebut dapat mati. Tetapi bila dengan terapi hormon ini jaringan tersebut masih ada, maka dapat dilakukan pembedahan laser pada saat lapuraskopi. Pada endometriosis yang berat dan tidak berencana hamil lagi maka dapat disarankan untuk pengangkatan rahim, indung telur dan jaringan-jaringan yang terkena endometriosis. Walaupun terapi endometriosis ini memberi hasil baik, tetap ada kemungkinan untuk terulang kembali sampai pada usia menjelang menopause. Endometriosis tidak timbul lagi bila indung telur sudah tidak berfungsi (menopause) atau diangkat.

ang saya ketahui wanita yang menderita endometriosis biasanya akan mengeluh merasa sakit atau nyeri sewaktu haid. Tanda lainnya, sakit perut dibagian bawah saat buang air besar, waktu haid yang cukup lama disertai keluarnya banyak darah dan sulit hamil. Yang ingin saya tanyakan, apakah penyakit ini bisa dihilangkan dan apakah bisa menyebabkan kemandulan ?

Y

JAWAB :
Endometriosis adalah suatu keadaan dimana sel-sel yang sama dengan sel-sel yang melapisi bagian dalam rahim (endometrium) terdapat

di jaringan-jaringan lain, misalnya di indung telur, liang senggama, bahkan di usus ataupun penggantung usus. Sebagaimana halnya dengan endometrium di dinding rahim bereaksi terhadap hormon yang mengatur siklus seksual (haid dan kehamilan), maka endometrium yang salah tempat itu juga ikut bereaksi terhadap hormon seksual. Itu sebabnya pada saat sedang haid kadang terjadi rasa nyeri bukan di daerah rahim saja tetapi juga di daerah lain sehingga rasa nyerinya lebih hebat dan lebih menyeluruh di bagian perut. Pendarahan haid pun dapat terjadi di jaringan lain tersebut sehingga dapat menyebabkan iritasi jaringan di sekitarnya akibatnya bisa
FOTO : ISTIMEWA

56

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

PENGAWASAN

Joint Operation
O
perasi kerjasama internasional yang melibatkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Badan Narkotika Nasional (BNN), Drugs Enforcement Administration (DEA), Narcotics Bureau Hongkong Police (NBHP) dan Australia Federal Police (AFP), berhasil mengungkap pabrik yang memproduksi psikotropika terbesar di dunia. Keterangan di media massa yang menyebutkan bahwa pabrik psikotropika yang berada di Indonesia merupakan pabrik terbesar ketiga di dunia adalah keliru. Yang benar adalah merupakan pabrik psikotropika ketiga yang berhasil diungkap dan yang terbesar di dunia. Jika dibandingkan dengan pengungkapan pabrik psikotropika yang pertama dan kedua, yang berlokasi di Fiji dan China (dimana dikedua pabrik tersebut yang diproduksi hanya shabushabu), pabrik ketiga yang berlokasi di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, Serang, ini merupakan yang terbesar karena pabrik tersebut memproduksi dua jenis psikotropika sekaligus, yakni ekstasi dan shabu-shabu. Dengan menggunakan mesin yang memiliki kekuatan 24 putaran (yang berarti dalam satu menit mampu memproduksi 24 tablet ekstasi), maka dapat dipastikan dalam satu minggu, satu juta tablet ekstasi dapat dihasilkan dengan keuntungan sebesar 100 milyar rupiah per minggu. Tak hanya itu, kehebatan lain dari mega lab yang terdapat dalam pabrik ini adalah telah menghasilkan shabu-shabu seberat 148 kg dengan nilai yang mencapai US$ 10.500.000. Di dalam pabrik yang berdiri di tanah seluas empat hektar ini, satuan petugas juga menemukan barang bukti lainnya berupa ketamin seberat 280 kg dengan nilai US$ 16.800.000 (satu gram ketamin harganya US$ 150). Tak heran, jika Presiden SBY menaruh perhatian khusus terhadap temuan pabrik ini dengan langsung meninjau ke lapangan sehari setelah penggerebekan pabrik milik Benny Sudrajat cs. di lakukan (12/11). Pada 17 Nopember lalu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Eddy Abdurrachman, Anggota DPR-RI Komisi I, III dan XI, Japan Police, DEA, Hongkong Police, AFP, perwakilan dari Bapenas dan Imigrasi, rekan-rekan pers, serta beberapa LSM Anti Narkoba mengunjungi bekas pabrik kabel tersebut. Pada pers Dirjen Bea dan Cukai, Eddy Abdurrachman mengatakan, keberhasilan ini berkat kerjasama yang solid antara aparat penegak hukum internasional. Khusus untuk masalah narkotika, community yang terbentuk untuk menanganinya sangat kuat. Sehingga, pertukaran informasi secara intelijen terjadi sangat intens. Eddy mencontohkan, customs world sendiri memiliki RILO sebuah badan yang khusus menangani masalah narkotika yang berkedudukan di China.

UNGKAP PABRIK EKSTASI DAN SHABU

TERBESAR DI DUNIA
OPERASI INTELIJEN

Pabrik yang berlokasi di Serang, Banten, merupakan pabrik pertama di dunia yang memproduksi dua jenis psikotropika sekaligus yakni ekstasi dan shabu-shabu.
Sejak operasi penggerebekan yang terjadi pada 11 November 2005, hingga berita ini diturunkan, Polri telah berhasil menangkap 11 orang tersangka, dua orang lainnya masih buron. Yusuf Indarto, Kabid P2 Kanwil IV DJBC mengatakan, upaya pengungkapan jaringan pembuat narkoba ini tak lepas dari solidnya kerjasama internasional dimana DJBC turut berperan didalamnya. Ia menjelaskan, peranan institusi Bea dan Cukai dalam mengungkap hal ini dikarenakan adanya dua objek yang masuk dalam pengawasan Bea dan Cukai. Objek tersebut adalah mesin pembuat shabu-shabu dan ekstasi serta bahan baku berupa ketamin (ketamin merupakan salah satu jenis psikotropika
WBC/ATS

PABRIK. Bangunan pabrik yang digunakan sebagai tempat pembuatan ekstasi dan shabu-shabu dijaga ketat oleh petugas keamanan. EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

57

PENGAWASAN
WBC/ATS

MEGA LAB. Lab tempat pembuatan Shabu-Shabu dan Ekstasi.

yang menjadi bahan dasar pembuat shabu-shabu dan ekstasi-red). Yusuf mengatakan, informasi akan masuknya mesin berawal dari informasi intelijen yang diberikan oleh DEA pada BNN yang terjadi pada pertengahan Mei 2005. Menurut informasi DEA, akan ada shipment kontainer yang berasal dari Taiwan, yang diperkirakan berisi mesin dan equipment pembuat ekstasi dan shabu-shabu. Karena BNN melihat bahwa barang yang akan datang merupakan barang impor serta diperkirakan menuju Pelabuhan Tanjung Priok, maka BNN melakukan koordinasi dengan Bea dan Cukai, khususnya P2 Kanwil IV DJBC. Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN, Kapolri Jenderal Sutanto pun langsung menset-up team yang bertugas melakukan pengawasan. Dengan mengeluarkan Surat Perintah No: Sprin/ 156/V/2005/DIT IV/BNN dan Surat Perintah No: Sprin/264/VII/2005/DIT IV/ BNN, terbentuklah dua tim yang terdiri dari Tim BNN (Tim I) dan Bea dan Cukai (Tim II). Surat perintah tersebut diantaranya menugaskan pada tujuh orang pegawai Bea dan Cukai untuk melakukan operasi intelijen. Ketujuh pegawai bea dan cukai tersebut adalah Yusuf Indarto, Kabid P2 Kanwil IV DJBC sebagai Ketua Pengendali Operasi Tim II, Gatot Haryo Sutejo sebagai Koordinator Operasi Tim II, serta lima orang anggota yang terdiri dari Purbo Waluyo, Tri Edi Santosa, Awan Raharjga, Aris Paruntung, Titis A. Priatmoko. Pembentukan Tim Bea Cukai tersebut sifatnya sangat rahasia, sehingga hanya diketahui oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Direktur P2 dan Kepala Kantor Wilayah IV DJBC. Atas perintah Kapolri, operasi intelijen yang dilakukan Tim I dan Tim II merupakan operasi yang bersifat rahasia untuk menghindari bocornya informasi. Dengan dibantu DEA dan AFP, Tim I dan tim II bertugas melakukan kegiatan 58
WARTA BEA CUKAI

intelijen dengan melakukan surveillance, menyusun strategi dan menganalisa tindakan yang akan diambil (tak hanya pada prosedur kepabeanan saja melainkan juga setelah barang keluar dari pelabuhan). Pada 31 Mei target datang melalui Pelabuhan Tanjung Priok II. PT. SCA selaku importir mengajukan dokumen PIB melalui EDI dengan pemberitahuan barang sebagai mesin bubut. Karena merupakan importir umum, maka kargo pun terkena jalur merah sehingga

dilakukan pemeriksaan. Untuk menghindari kecurigaan, pemeriksaan terhadap kargo dilakukan dengan mengunakan hi co scan x-ray container. Setelah dilakukan hi co scan, nampak pada image berupa tabung dengan 43 baut yang diperkirakan sebagai mesin pembuat shabu. Image tersebut sama persis dengan informasi dan gambar mesin yang diberikan oleh DEA. Kemudian tim I dan tim II melakukan kegiatan intelijen berikutnya. Diantaranya adalah dengan mengikuti perpindahan
WBC/ATS

KUNJUNGAN DIRJEN BC. Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Eddy Abdurachman mengunjungi pabrik ekstasi dan shabu-shabu di Serang, Banten.

EDISI 373 DESEMBER 2005

WBC/ATS

mesin dari satu tempat ke tempat lainnya. Setelah SPPB (Surat Pemberitahuan Pengeluaran Barang) terbit, mesin tersebut keluar dari Tanjung Priok dan masuk ke Gudang Alun di Jl. Agung Barat I Blok A 3 No 26-27 Sunter, Jakarta Utara. Duapuluh satu hari kemudian (22/6), mesin tersebut dipindahkan ke Gudang Nila Kandi Blok A-5 Muara Baru, Jakut. Pada 29 Juni, mesin dipindahkan lagi dan bermuara di Gudang miliki eks PT. Semako di Jl. Cikande Rangkas Km 9, Serang, Banten. Pengawasan secara hot pursuit pun terus dilakukan selama 24 jam tanpa terputus, antara lain dilakukan dengan menggunakan mobil CCTV milik Bea dan Cukai.

KETAMIN
Sementara itu, pada 25 Juli 2005, NBHP memberikan informasi pada BNN bahwa akan ada shipment dari Malaui, Afrika Selatan berupa precursor (bahan baku psikotropika) yang menuju Asia Tenggara dimana kemungkinan besar Indonesia menjadi salah satu tujuan shipment tersebut. Tim pun kembali melakukan kegiatan intelijen dengan melakukan tracking shipment tersebut. Sampai akhirnya diketahui, precursor tersebut dimuat dalam kontainer PONU 0849816 ukuran 20 feet atas nama PT. DKM, membawa 400 kantong masing-masing diberitahukan berisi 50 kg soya bean (kedelai) yang beratnya setara dengan 20 ton, diangkut dengan menggunakan Kapal Molvolta. Dari Malaui, kapal tersebut transit di Singapura dan kargo pun berpindah ke kapal Pancaran Sinar VOY 463 dengan tujuan Indonesia. Setelah diikuti, ternyata kapal menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, baru setelah itu kapal menuju Pelabuhan Tanjung Priok I, UTPK II dan kargopun dibongkar. Setelah memastikan lokasi kontainer ditimbun, pengawasan pun dilakukan oleh tim II selama 24 jam. “Pengawasannya tidak dilakukan oleh Polri tapi oleh Bea dan Cukai untuk menghindari kecurigaan,” ujar Yusuf. Setelah importir mengajukan customs clearance (karena merupakan importir umum), kargo tersebut terkena jalur merah sehingga dilakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan dilakukan secara normal untuk menghindari kecurigaan. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, apa yang tertera pada dokumen ternyata sesuai dengan kenyataannya, ke 400 kantong tersebut berisi kedelai. Namun tim tidak berputus asa, setelah dilakukan kegiatan intelijen, tim menemukan 28 kantong soya bean dengan berat berbeda, yakni 60 kg. Di dalam kantong soya bean yang beratnya 60 kg tersebut terdapat 10 kg bubuk putih (yang belakangan, setelah dilakukan pemeriksaan di lab BNN ternyata Ketamin). Dengan demikian, dari 400 kantong soya bean, 28 kantong

KETAMIN. Ketamin yang berhasil disita petugas.

diantaranya berisi ketamin masing-masing seberat 10 kg, sehingga berat ketamin secara keseluruhan mencapai 280 kg. Setelah itu dengan metode control delivery, pengawasan intelijen tetap terus dilakukan selama 24 jam. Kantongkantong soya bean yang berisi ketamin tersebut sengaja dilepas dan diikuti sampai ketujuannya. Pada 3 Agustus, kontainer yang berisi soya bean tersebut dibawa ke Jl. Raya Industri II Blok A-3 Komplek Pergudangan Jatake Jati Uwung, Tangerang. Dari Jatake, ketamin tersebut dipindahkan lagi ke Jl. Raya serang Km. 22. Sampai akhirnya ketamin tersebut bermuara juga di Cikande. “Pada awalnya kami sama sekali tidak tahu kalau mesin dan ketamin itu ternyata saling terkait. Barulah setelah ketamin tersebut diangkut juga ke pabrik yang berada di Cikande, kami sadar bahwa mesin dan ketamin tersebut saling terkait. Sambil menunggu sampai pabrik tersebut berproduksi, pengawasan dan pemantauan pun terus dilakukan, antara lain dengan memanfaatkan mobil CCTV yang dimiliki Bea dan Cukai,” imbuh Yusuf. Akhirnya, saat yang dinantipun tiba, pabrik mulai beroperasi. Limbah yang dihasilkan selama proses produksi pun diambil dan di tes. Hasilnya, limbah tersebut mengandung MDME (sejenis psikotropika). Setelah yakin dengan temuan tersebut, pada 11 November 2005, tepatnya pukul 17.00 WIB, pabrik tersebut di grebek satuan petugas. Di dalam pabrik, para tersangka pada saat itu sedang melakukan proses pembuatan shabu-shabu dan ekstasi. Yusuf mengatakan, pada awalnya tim memang sengaja melepas mesin dan

ketamin tersebut demi mengungkap jaringan dibelakangnya. “Kalau waktu itu kita tangkap, terus dia mengaku bahwa mesin itu untuk membuat lem, kita bisa apa? Sebab yang mengimpor itu perusahaan yang sah,” ujar Yusuf. Ia mengaku, jika tidak ada informasi dan koordinasi internasional dari DEA maupun Hongkong police, belum tentu barang-barang tersebut dapat terdeteksi. Ia mengusulkan agar PBB sebagai badan dunia, seharusnya juga bisa berfungsi seperti BNN dalam hal penanganan masalah narkotika yang bersifat internasional. Sehingga, jika ada informasi apapun dan dari negara manapun, dapat dilakukan sharing information. Untuk itu ia sangat bersyukur BNN memiliki suatu jaringan internasional yang cukup luar biasa, sehingga dapat dilakukan sharing information dan kerjasama yang solid dengan pihak internasional. Selain itu, BNN juga mampu merangkul semua institusi yang ada di Indonesia untuk mengatasi masalah narkotika bersama-sama. Ketika ditanya apakah pengungkapan pabrik psikotropika ini merupakan kejadian yang bersejarah bagi Bea dan Cukai, Yusuf mengatakan, sepanjang pengetahuannya, sejak awal berdirinya Bea dan Cukai, penemuan ini merupakan suatu sejarah. Ia membayangkan jika masalah ini tidak berhasil diselesaikan secara tuntas, berapa juta generasi muda yang akan hancur. Sehingga dengan keberhasilan ini, tugas Bea dan Cukai sebagai community protector, yakni melindungi masyarakat dari bahan-bahan yang berbahaya, dapat terwujud. ifa
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

59

KEPABEANAN

HADIR. Perwakilan pemerintah dihadiri oleh Menkeu beserta jajarannya.

RAPAT PANSUS DPR-RI

RUU Tentang Perubahan UU Kepabeanan dan Cukai
DJBC harus dapat membuat suatu hukum kepabeanan yang dapat mengantisipasi perkembangan masyarakat dalam memberikan pelayanan dan pengawasan yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah.

P

ada 16 – 17 Nopember lalu, bertempat di Gedung Nusantara II, DPR-RI dan pemerintah mengadakan rapat panitia khusus (Pansus) mengenai Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Perubahan Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan UndangUndang No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Selain mengupas pemandangan umum panitia khusus DPR-RI mengenai RUU tentang perubahan UU Kepabeanan dan Cukai, rapat pada hari itu juga mendengarkan jawaban pemerintah atas pemandangan umum yang diberikan oleh anggota DPR-RI. Hadir pada hari itu, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berasal dari fraksi Partai Golkar, PDIP, PBR, PDS, PKS, PAN, PKB, PD, PPP dan BPD. Sementara dari pemerintah diwakili oleh pejabat Departemen Keuangan yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Yusuf Anwar didampingi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Eddy Abdurrachman, Direktur Jenderal Pajak, Hadi Purnomo, Sekretaris Jenderal Depkeu, JB. Kristiadi, Inspektur Jenderal. Agus Muhammad, para staf ahli dan pejabat eselon II dan II di lingkungan Departemen Keuangan. Menteri Keuangan, Yusuf Anwar mengatakan, sebelum kedua RUU ini diajukan oleh pemerintah kepada DPR-RI
WARTA BEA CUKAI

telah dilakukan pembahasan dan penyebarluasan dengan instansi terkait, seperti akademisi, masyarakat usaha dan masyarakat pada umumnya, seperti KADIN, GINSI, INSA, GAPRINDO, Media Massa Nasional, Pelindo II dan lainnya.

PENYELUNDUPAN
Mengenai masalah penyelundupan, pemerintah dalam tanggapannya mengemukakan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang salah satu fungsinya sebagai fasilitator perdagangan, harus dapat membuat suatu hukum kepabeanan yang dapat mengantisipasi perkembangan dalam masyarakat dalam rangka memberikan pelayanan dan pengawasan yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah. Sejak berlakunya Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, masyarakat menganggap bahwa rumusan tindak pidana penyelundupan yang diatur dalam pasal 102 Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 yang menyatakan bahwa barangsiapa yang mengimpor atau mengekspor atau mencoba mengimpor atau mengekspor barang tanpa mengindahkan ketentuan-ketentuan Undang-Undang ini dipidana karena melakukan penyelundupan, adalah kurang tegas. Sebab, dalam penjelasan dinyatakan bahwa pengertian “tanpa mengindahkan”

adalah sama sekali tidak memenuhi ketentuan atau prosedur. Hal ini berarti jika memenuhi salah satu kewajiban seperti menyerahkan pemberitahuan pabean tanpa melihat benar atau salah, tidak dapat dikategorikan sebagai penyelundupan sehingga tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat. Dengan demikian, dalam RUU Kepabeanan ini telah dirumuskan dengan tegas perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penyelundupan untuk menghindari interpretasi yang berbeda yang dapat disalahgunakan. Oleh sebab itu pengertian penyelundupan tidak didefinisikan dalam ketentuan umum. Selain penegasan kriteria perbuatan penyelundupan, juga sanksi yang dikenakan secara kumulatif diperberat untuk menimbulkan efek jera bagi pelakunya. Selanjutnya Yusuf menjelaskan bahwa penyelundupan sangat bervariasi baik jumlah, modus, dan pelakunya, mulai dari penyelundupan berskala kecil yang dilakukan oleh rakyat kecil di daerah perbatasan sampai dengan penyelundupan berskala besar. Untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat maka dibuatlah sanksi pidana penjara paling singkat dua tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp.

60

EDISI 373 DESEMBER 2005

5.000.000.000 (lima milyar rupiah) agar aparat hukum dapat menerapkan sanksi hukum secara proporsional. Menurut Yusuf, penyelundupan dapat terjadi di bidang impor maupun di bidang ekspor yang keduanya dapat membwa dampak kerugian yang sama bagi perekonomian nasional sehingga tidak diadakan perbedaan sanksi. Selain itu, terhadap penyelundupan dengan modus pengangkutan antar pulau untuk barang-barang tertentu (yang potensial untuk diselundupkan karena mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dipasar internsional), selama ini belum ada produk hukum terhadap pengawasan pengangkutan antar pulau. Dengan demikian, untuk mengisi kekosongan hukum tersebut, dalam RUU ini diatur pengawasan pengangkutan barang tertentu dalam daerah pabean Indonesia.

HASIL SURVEY LPEM UI
Selain masalah penyelundupan, Yusuf juga memberikan penjelasan atas pertanyaan dari fraksi PDIP mengenai hasil survey LPEM UI (Lembaga Penelitian Ekonomi dan Manajemen Universitas Indonesia) yang terkait dengan pungutan tidak resmi (pungutan liar) atau informal/un-official payment yang terkait dengan proses pelayanan kepabeanan (customs clearance). Menurutnya, survey yang dilakukan LPEM UI tersebut dilakukan dalam rangka monotoring iklim investasi (climate investment monitoring) dan sama sekali tidak ditujukan/dimaksudkan untuk melakukan survei tentang customs (DJBC). Aspek yang diteliti terkait dengan masalah taxation, customs, infrastructure, labor regulation dan investment policy. Hasil survei yang terkait dengan DJBC hanya sebagian kecil saja dari keseluruhan hasil survei tersebut. Hasil survey yang dikutip media tersebut, pada saat itu masih berupa pre eliminary report yang masih perlu klarifikfasi dan penajaman kembali. Yusuf menambahkan, maksud pernyataan yang disampaikan oleh LPEM UI yakni the estimation of informal payment for customs clearance could be as much as US $ 800 million adalah perkiraan informal payment yang dikeluarkan untuk proses customs clearance dapat mencapai tujuh trilyun rupiah atau besarnya bisa berkisar antara 0 (nol) rupiah sampai dengan tujuh trilyun rupiah. Sedangkan yang dikutip oleh media massa adalah seakan-akan besaran informal payment yang telah dikeluarkan untuk proses customs celarance sebesar tujuh trilyun rupiah. Perhitungan dan asumsi yang digunakan oleh LPEM UI tersebut berasal dari 600 perusahaan yang dilakukan survei dimana 350 perusahaan merupakan importir atau eksportir dan hanya 325 perusahaan saja yang menjawab kuesioner. Dari total responden dapat disimpulkan bahwa perkiraan informal

payment for customs clearance sebesar 2,3 persen dari nilai impor atau ekspor. Dengan asusmi non-oil impor in 2004 yang besarnya US$ 35 billion maka perkiraan informal payment could be as much as US $ 800 million atau setara dengan tujuh trilyun rupiah. Selain itu, ada beberapa hal yang akhirnya diakui oleh pihak LPEM UI setelah dilakukan klarifikasi dengan DJBC, antara lain terdapat perbedaan dan kesalahan penafsiran dari istilah/terminologi customs clearance, dimana yang dimaksud LPEM UI adalah hanya yang terkait dengan pelayanan kepabeanan (pelayanan di bea dan cukai) sedangkan dalam pengertian sebagian besar responden adalah keseluruhan proses pengurusan (handling) barang impor/ekspor atau yang dikenal dengan istilah import clearance (kegiatan dari kapal sandar sampai dengan pengeluaran barang impor). Diakui LPEM UI bahwa customs clearance merupakan sebagian kecil dari proses pengurusan barang impor/ekspor dan Bea Cukai bukan satu-satunya instansi pemerintah di pelabuhan terkait dengan pengurusan barang impor/ekspor. Selain itu ada kerancuan dengan yang dimaksud informal payment atau unofficial payment, dimana beberapa komponen biaya resmi/legal ada yang ikut diperhitungkan oleh sebagian besar responden, seperti halnya biaya PNBP untuk pengiriman PIB EDI, biaya/fee untuk pengurusan barang yang dibayarkan kepada perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK) Atas hasil survei yang masih preliminary report tersebut telah dilakukan klarifikasi dan pembahasan bersama antara LPEM UI dengan DJBC pada tanggal 8 Juli 2005, dengan kesimpulan bahwa perlu dilakukan pelurusan atas hasil survei tersebut di dalam final report survey dimaksud dengan cara

menyertakan masukan atau keterangan atau penjelasan DJBC dalam bentuk box atau “catatan” tersendiri di dalam final report survey tersebut.

CUKAI
Mengenai batasan objek cukai dalam RUU Perubahan UU Cukai ini, telah diakomodir sebagaimana dalam pasal 2. Sesuai dengan penjelasan pasal 4 ayat (2) UU Cukai bahwa penambahan atau pengurangan jenis barang kena cukai sebagaimana dimaksud pada ayat ini, dikemukakan oleh pemerintah kepada DPR dalam rangka pembahasan dan penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara. Selain itu, peningkatan penerimaan cukai dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, melalui perluasan cara pelunasan cukai seperti telah diakomodir dalam pasal 7 ayat (3) yaitu berupa pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya. Kedua, melalui penyempurnaan sistem penagihan utang cukai, kekurangan cukai dan sanksi administrasi dimana di dalam RUU ini hanya mengatur sampai terbitnya surat tagihan. Tata cara penagihannya sendiri mengacu pada Undang-Undang Penagihan Pajak dengan surat paksa. Ketiga, peningkatan penerimaan cukai dapat dilakukan dengan pengawasan pembukuan melalui audit cukai yang diakomodasi dalam pasal 39 RUU ini. Lebih lanjut Yusuf mengatakan, nilai tambah RUU ini dalam meningkatkan penerimaan negara di sektor cukai antara lain dilakukan melalui perluasan objek cukai, mempersingkat jangka waktu penundaan pembayaran cukai, pengenaan bunga atas keterlambatan pembayaran utang cukai, pemberatan sanksi yang bertujuan meningkatkan kepatuhan yang dapat mengurangi tingkat kebocoran penerimaan cukai. ifa
WBC/ATS

SUASANA RAPAT PANSUS EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

61

RENUNGAN ROHANI

Ditengah Himpitan Hidup
Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud (Luk. 2 : 10,11).
las Roban, tengah malam, 7 November 2005. Kami sedang dalam perjalanan balik ke Jakarta setelah beberapa hari mengunjungi keluarga yang merayakan Idul Fitri di Jawa Timur. Tiga kendaraan yang kami tumpangi merayap perlahan di tengah gulita dengan guyuran hujan lebat. Air serasa ditumpahkan dari langit, menghalangi jarak pandang hingga hanya beberapa meter saja. Melalui Handy Talkie, kami tetap berusaha menjalin komunikasi dengan keluarga yang berada di mobil lainnya. Canda ria siang tadi tak terasa lagi. Kesunyian berubah mencekam karena tiba-tiba kami merasa sendirian berjalan merayap di tengah dentuman air. Dari HT kami mendengar bahwa wiper kendaraan ketiga patah disambar angin. Tak berapa lama kemudian mobil kedua mogok. Langit gelap makin kelam. Perjalanan ‘mudik’ Maria dan Yusuf di tengah malam gelap menuju Bethlehem kembali terbayang. Pikiran sempit ini tak pernah bisa menggambarkan seutuhnya pengalaman yang mereka berdua alami. Yang jelas waktu itu, 2000-an tahun yang lalu jalanan tak beraspal, dengan kendaraan berupa keledai. Perjalanan dari Nazareth ke Bethlehem menempuh jarak sekitar 130 km. Bukan hal yang mudah untuk seorang yang sedang hamil tua. Perjalanan itu sendiri dimaksudkan untuk memenuhi perintah Kaisar Agustus, melakukan sensus yang pertama kali di dunia. Perjalanan yang sangat historis bagi sejarah penyelamatan umat manusia, kisah yang selalu diceritakan dari keturunan 62
WARTA BEA CUKAI

A

ke keturunan. Di tengah malam kelam di Bethlehem, Maria merasakan sakit tanda waktunya bersalin. Mereka mengetuk pintu-demi pintu, tetapi ternyata semuanya tertutup. Tepatlah kata nubuatan para nabi ratusan tahun sebelumnya, “Ia datang kepada kepunyaanNya, tetapi kepunyaanNya itu tidak mengenal Dia...”. Hati manusia bagai pintu yang telah terkunci terhadap kebenaran. Sang Penyelamat sudah ditolak bahkan sebelum Ia lahir ke dunia. Tetapi rencana Tuhan takkan terhalangi oleh kerasnya hati manusia. Tuhan menunjukkan kasih setiaNya dalam wujud bayi mungil, Yesus. Tidak di

NATAL ADALAH HARAPAN
rumah yang layak, Ia lahir di kandang domba yang hina, beralaskan lampin, terbaring dalam palungan. Adakah yang lebih hina dari itu? Tuhan telah mengambil posisi yang paling rendah untuk mengangkat manusia yang dikasihiNya. Ia meninggalkan ke-Allahan-Nya dan mengosongkan diri dengan mengambil rupa seorang hamba (Flp. 2 : 6,7). Ah… kisah Natal memang selalu sarat makna dari waktu ke waktu. Desember ini kembali kita terpesona dengan aroma Natal. Semarak Natal kembali terasa di gereja, hotel-hotel sampai mall. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut Sang Bayi. Terkadang

persiapan dan perayaan Natal lalu melupakan sosok sentral dalam Natal itu sendiri. Natal dibuat sedemikian megah dan meriah bahkan menjadi komoditas perdagangan yang sungguh kontras dengan keadaan aslinya yang penuh keprihatinan. Natal jaman ini penuh kerlap-kerlip lampu warna-warni, aneka kue, baju baru, kado hadiah, pesta dan caviar. Memang, tidak sedikit juga yang mencoba merayakan Natal ‘di kandang domba’. Akan tetapi, karena tidak gegap gempita, jadilah Natal mereka tenggelam. Meski demikian, ada satu hal yang pasti. Kehadiran Natal selalu memaknai setiap masa dan kejadian. Natal selalu membawa harapan baru bagi setiap keadaan. Harapan yang ada dalam kenyataan bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang peduli. Tuhan yang tahu akan keadaan manusia dan mau solider dengan penderitaan manusia. KesolideranNya nyata dari cara Ia hadir ke dunia, ketaatan dalam pelayanan, sampai penyerahan nyawa-Nya di kayu salib. Tidak ada penolakan sedikitpun atas berbagai-bagai penderitaan dan cobaan yang dialamiNya dalam karya penyelamatan. Itulah Tuhan yang solider dengan anak-anak-Nya, yang bahkan tidak mengenalNya. Berbicara mengenai penderitaan, bukanlah hal yang aneh bagi bangsa kita saat ini. Penderitaan fisik karena penyakit dan kemiskinan begitu mudah ditemui dimana-mana. Dari mobil-mobil kita memandang mereka meminta di sepanjang jalan, menghuni kolongkolong jembatan, menyanyikan lagulagu dengan suara cempreng demi koin-koin rupiah. Itulah Yesus, yang

EDISI 373 DESEMBER 2005

juga dapat kita temui di rumah-rumah sakit terbaring dalam ikatan penyakit. Di tempat lain ada Yesus yang menggali tanah-tanah kering untuk mencoba menanam benih yang tak pernah menghasilkan buah. Yesus yang menderita ada dimana-mana. Renungan Natal kali ini tak melupakan penyakit mental bangsa yang sedikit demi sedikit mulai meletupkan bahayanya entah disadari atau tidak. Atau mungkin dianggap hal kecil yang biasa-biasa saja. Beberapa waktu yang lalu, sebuah koran nasional memberitakan pembunuhan seorang kepala RT hanya karena ia meminta bagian Rp.10 ribu dari dana kompensasi BBM yang diterima seorang warganya. Sang warga marah lalu menyerang Pak RT sampai terbunuh. Lalu berita seorang ibu yang membunuh anak-anaknya karena tidak kuat menahan beban ekonomi. Tragisnya, ia pun berusaha bunuh diri. Kasus pembunuhan dan bunuh diri meningkat tajam. Kenaikan harga BBM berkorelasi positif dengan bertambahnya jumlah pasien mental di RS Jiwa. Sungguh bangsa kita sedang menderita penyakit mental. Beban hidup yang berat telah membuat orang kehilangan akal. Ditengah keadaan seperti ini, kewarasan pun menjauh. Masyarakat dengan mudah diprovokasi, diajak untuk saling memusuhi, hanya dengan iming-iming nasi kotak atau uang beberapa ribu rupiah. Begitu gampang orang disuruh untuk berdemonstrasi, membuat kekacauan, membakar rumah ibadah, sampai melenyapkan nyawa orang lain. Menghadapi persoalan kejiwaan masyarakat tidaklah mudah. Akan tetapi hal ini akan semakin sulit, jika orang-orang yang merasa dirinya berpendidikan, ikut-ikutan terhasut bahkan menghasut untuk membuat kekacauan. Tidak sedikit cendekiawan dan agamawan yang justru menyulut api kebencian lewat khotbahkhotbah di rumah ibadah. Bukannya menebar pesan perdamaian yang dihembuskan dari surga.

Media informasi turut andil memperparah penyakit mental bangsa. Di tengah kesulitan yang menghimpit, masyarakat yang haus akan jalan keluar, disuguhi oleh tayangan serba instan. Dalam sekejap seseorang yang tidak dikenal, menjadi bintang. Berbagai kuis sms bermunculan, yang tentu saja memancing harapan masyarakat untuk mendapat durian runtuh. Masyarakat tidak dididik untuk mengembangkan diri, menggali potensi yang ada ditengah keterbatasan untuk memajukan diri. Di tingkat pimpinan bangsa, keadaan tidak lebih baik. Komaruddin Hidayat menyatakan keprihatinannya dengan keadaan ini. Menurutnya, banyak pemimpin bangsa yang tidak memperhatikan rakyat, dan lebih memupuk dan menumpuk kemewahan. Memang tidak ada salahnya dengan keinginan, sepanjang ditempuh dengan benar secara sosial dan legal. Dalam bukunya “Psikologi Kematian”, Komaruddin Hidayat mengatakan bahwa

kematian adalah tujuan pasti dari hidup. Kematian seperti mudik, membutuhkan persiapan. Kalau setiap orang sadar akan hal ini, tentu orang tidak akan korupsi karena hartanya tidak akan dibawa mudik ke alam sana. Psikologi kematian pun relevan untuk menyelesaikan berbagai penyakit bangsa. Setiap orang bila menyadari tujan akhir dari hidup ini, tentu tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang menyedihkan Tuhan. Bukankah mengasihi itu lebih baik daripada menyakiti? Hidup sewajarnya lebih menenangkan daripada hidup berkelimpahan dalam ketakutan? Mengatasi penyakit mental bangsa kita tidaklah mudah. Tak ada yang patut disalahkan. Kalaupun kita menderita karenanya, itu bukanlah hal yang aneh. Mengikuti Tuhan bukan berarti semuanya menjadi indah dan lapang. Dia tak pernah menjanjikan langit selalu cerah, tetapi Ia menjanjikan kekuatan bila penderitaan menerpa. Natal adalah harapan. Sungguhpun hidup ini amat sulit, kedatangan Yesus membuktikan Dia selalu ada dalam setiap keadaan. Bersyukur dikala sukacita adalah wajar. Tetapi bila penyakit bangsa kita mendatangkan penderitaan, masihkah kita menadahkan tangan dalam kepasrahan padaNya? Ia mungkin tidak akan turun dari langit memberikan berkat atau membela saat diperlukan. Tetapi satu hal yang pasti, bertahan dalam Tuhan ketika penderitaan datang akan mendatangkan damai sejahtera. Damai yang akan dibawa ke dalam nirwanaNya. Itulah harapan yang dibawa oleh Natal. Selamat menikmati berkat-berkat Natal setiap hari. Jangan lupa membagikannya bagi setiap orang.
(PWK KP-DJBC)

ILLUSTRASI : ISTIMEWA

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

63

PERISTIWA
WBC/ZAP

MENKO PEREKONOMIAN BESERTA STAFF memberikan keterangan kepada pers mengenai kinerja Kementerian Ekonomi Kabinet Indonesia bersatu

MENINGKAT
erpilihnya duet SBY-JK sebagai presiden dan wakil presiden RI melalui pemilihan yang demokratis, di klaim oleh Menko Perekonomian Aburizal Bakrie telah memberikan kemajuan dan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Ical, sapaan Aburizal Bakrie mencontohkan, naiknya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang mencapai 1104 menunjukkan kenaikan mencapai 31 persen dalam rentang hampir satu tahun. Kenaikan IHSG yang melebihi angka 1000, masih menurutnya, baru pertama kalinya terjadi dalam sejarah pasar modal Indonesia. Lebih lanjut Ical menyampaikan bahwa dibidang investasi, realisasi investasi domestik dan asing sampai periode Januari hingga September 2005 tumbuh sebesar 123 persen, yang terdiri dari investasi PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) sebesar Rp. 11,97 triliun atau US$ 1,26 miliar dan investasi PMA (Penanaman Modal Asing) sebesar Rp 72,53 triliun atau US$7,64 miliar. Realisasi kedua bentuk investasi tadi lanjut Ical, meningkat 20,97 persen untuk PMDN dan 159 persen untuk PMA jika 64
WARTA BEA CUKAI

INVESTASI DI INDONESIA
Ditengah berbagai kritikan terhadap kinerja kementerian bidang perekonomian Kabinet Indonesia bersatu, nilai investasi di Indonesia menunjukan peningkatan.

dan evaluasi terhadap perda (Peraturan Daerah) “Sesuai dengan Undang-Undang, pemerintah dapat melakukan pembatalanpembatalan perda yang melanggar ketentuan Undang-Undang, jika perda tersebut menimbulkan distorsi bagi keuangan,”papar Ical kepada wartawan. Sesuai dengan aturan yang berlaku lanjut Ical, Menteri Keuangan melakukan evaluasi terhadap perda-perda yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku dan Menteri Keuangan dapat memberikan rekomendasi perbaikan maupun pembatalan terhadap perda yang bersangkutan yang usulannya disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk ditindaklanjuti. Ical menyatakan, semenjak berlakunya Otonomi Daerah pada tahun 2001 hingga Oktober 2005, Menteri Keuangan telah melakukan rekomendasi pembatalan terhadap 469 Perda.”Dari jumlah tersebut sebanyak 170 perda telah direkomendasikan oleh Menkeu untuk dibatalkan pada periode Oktober 2004 hingga Oktober 2005,” tandas Ical. Sementara itu dibidang Kepabeanan, Ical menambahkan dari survey yang dilakukan oleh lembaga independen, waktu untuk penyelesaian impor diperlukan 5,4 hari dan 3,8 hari untuk ekspor. Survey ini menurut Ical hampir sama dengan survey yang dilakukan oleh Bank Dunia sebelumnya. Sementara pengusaha di kawasan berikat hanya memerlukan waktu 4,5 hari untuk impor dan 3,2 hari untuk ekspor. zap
WBC/ATS

T

dibandingkan periode yang sama pada tahun 2004. Dalam pemaparannya kepada pers mengenai Kinerja Kementerian Ekonomi dalam laporannya berjudul Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Berbagai Tekanan Eksternal yang berlangsung di Graha Sawala Departemen Keuangan tanggal 14 November 2005, Ical menambahkan bahwa ekspor Indonesia mengalami pertumbuhan yang relatif tajam. Menurutnya total ekspor tumbuh sebesar 23,9 persen dan ekspor non migas tumbuh sebesar 24,5 persen dalam periode Januari hingga Agustus 2005. “Yang perlu dicatat adalah kontribusi net ekspor terhadap pertumbuhan mengalami pertumbuhan negatif sebesar minus 2,8 persen pada triwulan ke II tahun 2005 akibat pertumbuhan impor yang amat tajam,”ujar Ical.

MENCIPTAKAN IKLIM INVESTASI YANG KONDUSIF
Upaya pemerintah untuk mengurangi hambatan investasi yang berasal dari berbagai pungutan di daerah, pemerintah lanjut Ical telah melakukan pengawasan
KEGIATAN EKSPOR INDONESIA yang meningkat tajam sebesar 23,9 persen dan ekspor non migas tumbuh sebesar 24,5 persen dalam periode Januari hingga Agustus 2005.

EDISI 373 DESEMBER 2005

KEPABEANAN INTERNASIONAL

ANTARA DJBC DENGAN PNG CUSTOMS SERVICE
Memorandum of Understanding (nota kesepahaman) ini akan lebih mempererat kerjasama bilateral antara DJBC dengan Papua New Guinea Customs Service of the Independent state of Papua New Guinea.

Penandatanganan MoU
Guinea (PNG Customs Service) Mr, Paul Iramu, menandatangani nota kesepahaman antara dua instansi kepabeanan. Nota kesepahaman ini merupakan hasil dari tindak lanjut bentuk kerjasama yang telah ada sebelumnya yang hanya berkaitan dengan masalah kepabeanan di daerah perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini. Nota kesepahaman yang ditandatangani di ruang rapat Loka Utama DJBC pada tanggal 23 November 2005 ini juga disaksikan oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Papua Nugini untuk Indonesia dan beberapa staff inti dilingkungan DJBC. Dalam wawancara dengan WBC, Paul Iramu mengatakan bahwa pihaknya merasa perlu untuk menjalin kerjasama dengan DJBC mengingat dua negara yang berbatasan darat dan laut ini, sering ditemukan berbagai tindak pelanggaran dibidang kepabeanan, selain itu juga kerjasama ini untuk meredam kejahatan yang sifatnya transnasional. Lebih lanjut Iramu mengatakan kerjasasama yang terjalin dengan DJBC sebelum adanya nota kesepahaman ini

D

irektur Jenderal Bea dan Cukai Drs. Eddy Abdurachman bersama dengan Acting Commissioner of Papua New Guinea Customs Service of the Independent State of Papua New
WBC/ATS

PAUL IRAMU mengatakan, kerjasama antar dua instansi Kepabeanan ini akan lebih mendalam lagi.

hanya berkisar pada masalah perbatasan saja, namun dengan adanya nota kesepahaman ini maka kerjasama antar dua instansi kepabeanan ini akan lebih mendalam lagi. Sementara itu Direktur Jenderal Bea dan Cukai Eddy Abdurachman dalam sambutannya mengatakan kelegaannya atas berhasil dirampungkannya nota kesepahaman antara DJBC dengan instansi Kepabeanan Papua Nugini yang telah dirintis beberapa waktu lalu “Kerjasama ini memang sudah selayaknya ada, mengingat dua negara yang berbatasan langsung ini perlu mendapat perhatian dua instansi kepabeanan, dan dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman ini, maka kerjasama yang baik antar dua instansi ini akan terjalin lebih baik, baik itu dalam bidang perbatasan dan juga dalam bidang kepabeanan,”ujar Eddy dalam sambutannya didepan anggota delegasi dari Papua Nugini dan juga staff inti DJBC. Acara penandatanganan ini dilanjutkan dengan acara ramah tamah antara dua pimpinan instansi Kepabeanan dan anggota delegasi. zap
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

65

OPINI

Oleh: Galih Elham Setiawan, S.E. M.M.

BARU
R
encana pemerintah untuk menjalankan APBN-P tahun anggaran 2005 menimbulkan konsekuensi dengan adanya peningkatan target penerimaan negara pada berbagai sektor penerimaan di dalam APBN. Hal tersebut membuat beberapa pihak pada kalangan birokrat bersiap-siap untuk menggunakan jurus baru agar dapat semaksimal mungkin memasukkan uang ke dalam kas negara. Demikian pula tidak ketinggalan dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang telah bersiap mengajukan rancangan amandemen Undang-undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai guna menambah jenis obyek cukai baru serta mengubah ketentuan mengenai batasan pengenaan tarif cukai yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor cukai (Kompas, 13/05/ 2005). Langkah-langkah tersebut diambil guna meningkatkan penerimaan dalam rangka pencapaian target cukai yang telah ditetapkan. Akankah langkah yang bakal ditempuh dalam rangka menggenjot penerimaan cukai tersebut dapat berjalan dengan mulus? Menyangkut soal cukai, filosofi yang dianut selama ini dalam pemungutan dan penetapan obyek cukainya mengacu pada undang-undang yang telah ada dan menyiratkan bahwa sebenarnya fungsi cukai itu lebih dititikberatkan pada fungsi pengaturan, pengawasan dan pembatasan peredaran suatu jenis barang tertentu dikarenakan karakteristik barang tersebut yang mempunyai sifat membahayakan bagi kesehatan atau dapat menimbulkan dampak sosial yang negatif bagi masyarakat. Fungsi serta peranan cukai tidak hanya semata-mata ditetapkan guna menarik uang atas konsumsi suatu barang tertentu yang dilakukan masyarakat sehingga dapat menambah pundi-pundi pemasukan keuangan negara. Bahkan di jaman seperti saat ini dimana kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kehidupan yang lebih baik mulai tumbuh, maka fungsi kontrol dan peranan cukai harusnya lebih dapat diarahkan untuk melindungi berbagai kepentingan masyarakat di bidang ketenagakerjaan, keseWARTA BEA CUKAI

OBYEK CUKAI
hatan masyarakat, distribusi pendapatan dan pengawasan peredaran barangbarang tertentu yang dikenakan cukai. Namun, apabila cukai hanya dipandang sebagai kumpulan penghasil angka-angka saja maka jiwa dan kodratnya akan berubah sehingga orientasi yang dilakukan adalah pada tataran bagaimana menambah obyek penghasil cukai, bukannya pada tingkatan intensifikasi kepatuhan pada pelaksanaan peraturan di bidang cukai. Hal tersebut tentu saja berbeda dengan fungsi pajak yang secara tegas tidak menekankan adanya kaidah-kaidah pokok seperti yang dimaksudkan dalam pengertian yang terkandung pada filosofi, falsafah dan definisi cukai itu sendiri. Dengan demikian penambahan obyek cukai baru tidak dapat dilakukan semudah penambahan obyek pajak dengan cara mengamandemen peraturan yang ada penambahan obyek cukai baru yang ternyata melenceng dari kaidah dan filosofi tentang cukai, maka tak pelak lagi pasti akan menimbulkan masalah dan sebuah pertanyaan mendasar: Kalau kemudian semua barang bisa dikenakan cukai, lalu apa bedanya cukai dengan pajak atau pungutan lainnya? Wacana yang berkembang selama ini telah secara serta merta mengarah pada penetapan pengenaan cukai pada beberapa jenis barang seperti media cakram, ban, semen, minuman ringan dan lain sebagainya. Wacana itu sebenarnya masih perlu untuk dikaji secara mendalam terutama apabila dilihat dari kaca mata daya beli masyarakat yang masih lemah, iklim investasi yang menginginkan adanya tax holiday, pembangunan perumahan layak huni bagi rakyat miskin, tingkat keselamatan moda transportasi darat khususnya jalan raya serta pertumbuhan tenaga kerja yang dimungkinkan dapat diserap pada sektor industri tersebut. Apakah kita secara sadar tega melihat orang naik angkot yang memakai ban gundul, sejumlah rakyat yang membangun rumah dengan tanah liat, mahalnya minuman ringan pelepas dahaga maupun matinya sektor industri dan banyaknya pengangguran akibat penutupan pabrik yang dikarenakan harga jual produknya terlalu tinggi? Untuk meningkatkan pendapatan dari sektor cukai tidak selalu harus dilakukan dengan jalan ekstensifikasi obyek cukai, akan tetapi masih terbuka kesempatan yang lebar guna melakukan intensifikasi pemungutan cukai terhadap barang kena cukai yang telah ada selama ini. Berdasarkan analisa sederhana yang telah dilakukan maka terdapat beberapa langkah yang dapat ditempuh guna mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor cukai, langkah-langkah itu di antaranya adalah : 1. Mengintensifkan pengawasan peredaran hasil tembakau yang tidak dilekati pita cukai dengan cara melakukan operasi pasar langsung kepada para agen dan penjual eceran, pengawasan produksi dan

MASIH TERDAPAT BANYAK CARA LAIN AGAR PENERIMAAN CUKAI DAPAT LEBIH MENINGKAT
dikarenakan filosofi, falsafah serta definisi yang sangat berbeda yang berlaku secara umum di dalam sistem keuangan negara kita. Perbedaan tersebut sudah barang tentu mengandung batasan-batasan serta ruang lingkup tersendiri terhadap karakteristik masing-masing pungutan yang akan dikenakan. Atas dasar itulah, kemudian timbul pertanyaan, adakah peluang DJBC berhasil dalam mengusulkan penambahan jenis obyek cukai baru di luar kelompok Barang Kena Cukai yang telah ditetapkan sebelumnya? Sepanjang penetapan obyek cukai baru sebagai Barang Kena Cukai tersebut mengacu pada filosofi cukai itu sendiri, tentunya tidak akan menjadi masalah. Namun, apabila kemudian ada penetapan

66

EDISI 373 DESEMBER 2005

pembukuan hasil produksi di pabrik pengolah hasil tembakau, pengawasan jalur distribusi rokok dan tembakau iris antar daerah sentra produksi dan pengawasan pendirian tempat pengolahan hasil tembakau tanpa ijin. Sampai dengan saat ini di daerah tertentu masih didapati produk tembakau berupa rokok maupun tembakau iris yang dijual tanpa dilekati pita cukai, produk tersebut biasanya dijual dengan mencantumkan cita rasa rokok merek terkenal seperti Djarum, Dji Sam Soe, Marlboro, Gudang Garam dan lain sebagainya. 2. Melakukan evaluasi terhadap penetapan tarif cukai yang berlaku saat ini. Mengingat perkembangan teknologi produksi dan kebutuhan akan lapangan kerja maka selayaknyalah apabila barang kena cukai yang diproduksi menggunakan tenaga mesin dikenakan tarif di atas lima kali lipat daripada barang kena cukai produksi pabrik yang mempekerjakan tenaga manusia. Sebagai perbandingan, rokok yang beredar saat ini untuk jenis Sigaret Kretek Tangan (SKT) tarif cukai tertingginya sebesar 22 persen sementara tarif tertinggi Sigaret Kretek Mesin (SKM) hanya sebesar 40 persen. Kalkulasi perbandingan perbedaan tarif tersebut bisa dikatakan masih jauh dari unsur keadilan serta kurang mendukung program penciptaan tenaga kerja, ditambah lagi penerimaan negara dari barang kena cukai yang diproduksi menggunakan mesin juga menjadi kurang optimal. Disamping strategi penerapan tarif cukai, masih terdapat komponen Harga Jual Eceran (HJE) yang dapat dijadikan strategi jitu dalam rangka mendorong penerimaan negara (Kompas,25/05/2005 dan 31/05/2005). 3. Memperketat pengawasan distribusi pita cukai hasil tembakau baik yang dipesan oleh pengusaha besar maupun kecil karena disinyalir negara selama ini telah dirugikan milyaran (bahkan mungkin triliunan) rupiah akibat adanya praktik jual beli pita cukai palsu maupun asli namun palsu. Pengawasan tidak hanya dilakukan pada daerah pemasaran maupun pabrik tempat melekati pita cukai, namun juga harus dilakukan mulai dari tempat di mana pita cukai itu dicetak (Peruri) hingga sampai ke tangan pengusaha bersangkutan. Tidak tertutup kemungkinan pada jalur inipun terdapat kejanggalan yang berpotensi merugikan keuangan negara. Serta tak ketinggalan memperketat pengawasan terhadap pemusnahan pita cukai yang dilakukan perusahaan rokok golongan besar dan menengah karena diduga selama inipun mereka dapat menyalahgunakan kelonggaran yang telah diberikan kepadanya. 4. Untuk mencegah terjadinya pelarian

cukai dari produk minuman mengandung alkohol, sudah pada saatnya jikalau kemasan-kemasan minuman tersebut juga harus ditempeli dengan pita cukai. Apapun alasannya, pelekatan pita cukai pada kemasan MMEA maupun Etil Alkohol akan mempermudah pengawasan dan efektif meminimalisir kerugian negara karena adanya pelarian cukai yang seharusnya dibayarkan dari setiap tetes hasil produksinya. Pengawasan juga harus dilakukan pada jalur distribusi mulai keluar pabrik hingga alat angkut dan tempat tujuannya, disamping meningkatkan pengawasan terhadap tempat-tempat penjualannya serta legalitas perijinan yang dimilikinya. 5. Memperbanyak petugas yang dapat berperan aktif di bidang cukai. Selama ini berdasarkan statistik penempatan pejabat dan pegawai di lingkungan DJBC, selalu lebih banyak jumlah pegawai yang menangani bidang

WACANA PENAMBAHAN JENIS OBYEK CUKAI BARU PERLU DIKAJI SECARA LEBIH MENDALAM DAN MENYELURUH DARI BERBAGAI ASPEK DAN SISI KEHIDUPAN
pabean dibandingkan pegawai yang menangani permasalahan cukai. Potensi dan realisasi penerimaan cukai yang besar belum mendapatkan perhatian serius dari pembuat kebijakan kepegawaian untuk menambah porsi jumlah pegawai di bidang cukai sebagaimana mestinya. Bahkan terkadang pegawai yang bekerja pada bidang cukai dianggap sebagai pegawai kelas dua, lebih parah lagi apabila tujuan penempatan pegawai di bidang cukai adalah sekedar untuk menjalani hukuman yang dijatuhkan kepadanya. Sudah pada saatnya apabila putra putri terbaik yang bekerja pada DJBC ditempatkan di bidang cukai guna optimalisasi penerimaan cukai, memberikan segala kemampuan akademis dan daya kritis analisisnya bagi perkembangan DJBC secara menyeluruh melalui jalur cukai. 6. Deregulasi peraturan di bidang cukai sangat diperlukan, selama ini hampir semua pelanggaran di bidang cukai selalu dikategorikan sebagai tindak pidana yang harus diselesaikan di pengadilan. Hal tersebut berdasarkan fakta di lapangan tidak akan mudah menyelesaikan masalah, malahan dari

tahun ke tahun pelanggaran yang terjadi cenderung meningkat jumlahnya. Perlu dirumuskan tentang landasan hukum guna memberikan alternatif kebijakan yang dapat ditempuh pejabat DJBC dalam menyelesaikan setiap kasus di bidang cukai tanpa melalui jalur pengadilan (kewenangan untuk memberikan diskresi) dengan tetap mengutamakan penyelamatan atas hak-hak keuangan negara dan dapat menimbulkan efek jera bagi pelakunya. Penetapan tarif cukai, harga jual eceran minimum dan penggolongan pengusaha barang kena cukai beserta penggolongan produknya yang selama ini telah berjalan perlu ditinjau ulang dengan mengadakan suatu pengkajian empiris tingkat efektifitas serta nilai tambah yang didapatnya. Berdasarkan data penerimaan cukai tahun 2000 hingga 2004 yang diolah dengan menggunakan metode regresi sederhana, didapat angka pertumbuhan tingkat penerimaan negara dari sektor cukai yang meningkat secara signifikan dengan distribusi pengusaha penghasil barang kena cukai yang lebih banyak dibandingkan dengan peningkatan jumlah barang produksinya. Ini mencerminkan bahwa peningkatan penerimaan cukai tidak hanya didapat dari peningkatan jumlah barang kena cukainya akan tetapi juga didapat dari distribusi jumlah pengusaha dan intensifikasi tingkat kepatuhan reksan cukai dalam membayar kewajiban cukainya. Hal tersebut tentunya hanya bisa dicapai dengan upaya dan kerja keras dari berbagai pihak yang bekerja langsung di lapangan. Sebagai akhir dari tulisan ini, adanya wacana penambahan jenis obyek cukai baru di samping Barang Kena Cukai yang telah ada saat ini perlu dikaji secara lebih mendalam dan menyeluruh dari berbagai aspek dan sisi kehidupan. Jangan sampai hanya karena mengedepankan salah satu sisi penerimaan cukai akan tetapi justru mengorbankan kepentingan rakyat yang lebih besar, mematikan iklim investasi serta menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Masih terdapat banyak cara lain agar penerimaan cukai dapat lebih meningkat, diantaranya dengan diberlakukannya kenaikan Harga Jual Eceran, kenaikan secara proporsional tarif cukai serta intensifikasi pengawasan peredaran barang kena cukai. Saat ini bidang cukai memerlukan penanganan yang intensif serta kebutuhan akan adanya sumber daya manusia yang mumpuni dan mampu bekerja keras guna mengembangkan pengelolaan sumber-sumber cukai yang telah ada menjadi penerimaan negara yang dapat diandalkan dengan meminimalisasikan dampak negatifnya bagi perekonomian bangsa ini.

Penulis adalah Korlak Adm Kepabeanan dan Cukai, KPBC Tasikmalaya
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

67

Virus,
H
ampir semua sistem administrator harus menghadapi virus yang menyerang sistemnya. Fakta ini sangat memperihatinkan, karena code yang kecil ini bisa mengakibatkan sebuah kerusakan yang sangat besar. Kerugian dalam hal ini seperti biaya untuk melakukan recovery data maupun filesystem sangatlah besar, produktivitas pun menjadi terganggu, lalu bagaimana kita melakukan hal-hal preventif untuk menangani ini, sebelumnya kita kenali dulu apa sih mereka itu?
l

INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI

Trojan dan Worm
Apa anda mengetahui apa yang di maksud dengan virus, Trojan dan worm? Seberapa seringkah anda mendengar hal itu? Apakah anda pernah menjumpai ke-tiga hal tersebut? Apakah anda tahu apa yang terjadi di meja kerja anda dan sebenarnya apa yang menyudutkan anda hingga terkadang notebook atau PC anda tiba-tiba menjadi kendala? Baiklah dari semua pertanyaan itu mari kita jawab satu-persatu dengan kesabaran dan logika yang kita miliki untuk memahami itu.
kerja CPU. Suatu virus tidak dapat menyebar dengan hanya berada di sebuah hardisk. File yang terinfeksi harus di eksekusi agar virus tersebut menjadi aktif. Penyembunyian jejak, untuk memudahkan replikasi, suatu virus harus memiliki satu atau beberapa metode untuk menyamarkan keberadaannya seperti, manipulasi atribut atau memiliki extention yang hampir mirip dengan file-file yang dimiliki oleh program-progam di hardisk. Peledak, biasanya virus akan aktif ketika tanggal yang di set pada programnya sama dengan PC contohnya seperti virus michaelangelo. Virus akan memainkan perannya ketika event-event tertentu, bisa saja hanya hanya bunyi bel kecil atau bahkan menghapus seluruh data di hardisk anda, jahat bukan?? scanning virus dan kemudian melakukan tindakan-tindakan pencegahan untuk memastikan dirinya tak terdeteksi. Virus mendeteksi aktivitas sistem setelah virus tersebut aktif di memori. Jika virus mendeteksi bahwa sebuah proses scan telah dimulai, maka virus itu akan mencoba untuk membuat scanner virus berpikir seakan-akan ada virus lain yang sedang berada di sistem tersebut, dengan melaporkan kepada sistem bahwa virus yang di temukan membutuhkan pembersihan destruktif yang akan membuat sistem tersebut rusak jika virus itu tidak di temukan.

VIRUS
Adalah sebuah program yang dapat kita bagi menjadi tiga bagian fungsional yaitu replikasi, penyembunyian jejak dan peledak. Mengapa definisi diatas tampak begitu sulit dimengerti? Baiklah kita perlahan-lahan akan temukan jawabannya: l replikasi: virus biasanya menggunakan suatu metode replikasi, yaitu suatu cara untuk mereproduksi atau menggandakan dirinya sendiri. Replikasi terjadi pada saat virus di load atau di muat ke dalam memori dan biasanya memiliki akses ke ke siklus-siklus

l

WORM
Dulu, worm komputer dianggap sebuah aplikasi yang bisa mereplikasikan dirinya sendiri melalui sebuah koneksi network yang permanent atau dial-up. Tidak seperti virus yang menyebarkan dirinya didalam hardisk atau filesystem di komputer, worm adalah sebuah program yang bisa mendukung dirinya sendiri (selfsupporting program). Worm biasanya me-maintain sebuah copy (salinan) yang fungsional dari dirinya sendiri didalam memory yang aktif, worm bahkan tidak meng-copy dirinya kedalam hardisk. Namun beberapa tahun belakangan ini batas antara worm-worm dan virus menjadi semakin kabur ketika virus melissa muncul. Virus melissa adalah sebuah hybrid (kombinasi) worm&virus yang bisa menginfeksi sebuah system, dengan memodifikasi kutipan-kutipan dari pertunjukan televisi The simpsons. Selain meng-infeksi melissa juga menggunakan address book pada Microsoft outlook dan outlook express untuk mengirimkan dirinya sendiri (sifat worm) ke klien yang lain, yang kemudian akan segera terinfeksi oleh dokumen attachment. Code Red, adalah worm yang menerima banyak perhatian dengan

Tahukah anda mengapa terkadang virus tidak dapat terdeteksi oleh antivirus? Nah begini ceritanya: beberapa virus memiliki langkah-langkah khusus untuk melawan pendeteksian. Virus ini memantau sistem untuk melihat adanya indikasi dari aktifnya sebuah proses

SERANGAN VIRUS. Hampir semua sistem administrator harus menghadapi virus yang menyerang sistemnya.

68

WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

melemah dan serangan tersebut tak menggunakan serangan DoS (Denial of tidak hanya sebuah tindakan sekuritas kan berhenti hingga penyusup dapat Service), deface halaman web dan yang baik, access control harus melumpuhkan targetnya. sebuah trojan horse yang di eksekusi dibedakan dari atribut-atribut file NIMDA adalah worm yang tidak setelah serangan utama dilakukan. (seperti atribut read only atau system) kalah jahatnya, setelah menginfeksi Sampai disini tahukah anda DoS itu yang dengan mudah dapat di rubah situs-situs web nimda menawarkan apa? Mau di jelaskan kah? Baiklah, oleh virus. Access yang sebenarnya kode-kode yang sudah terinfeksi Denial of Service adalah aktifitas perlu untuk di kelola melalui sebuah kepada klien-klien web. Setelah menghambat kerja sebuah layanan system operasi multiuser yang terinfeksi, klien-klien ini akan akan atau mematikan-nya, sehingga user memungkin para admin untuk mebuat mencari lebih banyak lagi situs-situs yang berhak atau berkepentingan tidak level-level permission file yang yang vulnerable, sehingga siklus infeksi dapat menggunakan layanan tersebut. berdasarkan user per user. akan terus berlanjut Dampak akhir dari aktifitas ini menjurus l Verifikasi checksum kepada terhambatnya aktifitas korban Checksum atau cyclic redundancy yang dapat berakibat sangat fatal TROJAN check (CRC) adalah sebuah verifikasi (dalam kasus tertentu). Pada dasarnya secara matematika terhadap data Sebuah Trojan horse adalah sebuah Denial of Service merupakan serangan didalam sebuah file, CRC aplikasi yang menyembunyikan sebuah yang sulit diatasi, memungkinkan isi hal ini disebabkan dari file untuk oleh resiko dinyatakan layanan publik sebagai sebuah dimana admin kuantitas numeric. akan berada pada Jika satu byte data kondisi yang di dalam file membingungkan tersebut berubah, antara layanan maka nilai CRC dan kenyamanan juga akan terhadap berubah, keamanan. meskipun ukuran Seperti yang file tidak akan kita tahu, kenyaberubah. manan berbanding l Pemantauan terbalik dengan Proses keamanan. Maka Pemantauan resiko yang proses mengamati mungkin timbul aktivitas system selalu mengikuti dan menghalangi hukum ini. Berikut semua proses beberapa aktifitas yang DoS yaitu: mencurigakan, 1. Aktifitas ’floocontohnya di BIOS ding’ terhadap computer desktop suatu server. saat ini memiliki 2. Memutuskan setting antivirus. DETEKSI. Virus mendeteksi aktivitas sistem setelah virus tersebut aktif di memori. koneksi antara Jika di aktifkan, 2 mesin. setting ini 3. Mencegah korban untuk dapat memungkinkan computer tersebut kejutan yang sangat tidak menggunakan layanan. untuk menghalangi semua percobaan menyenangkan. Kejutan tersebut 4. Merusak sistem agar korban tidak write ke master boot record. Jika suatu adalah berupa sebuah proses atau dapat menggunakan layanan. virus boot sector mencoba mengcopy sebuah fungsi, yang secara khusus dirinya kedalam master boot record ditambahkan oleh si programmer Selain DoS, yang terbaru adalah BIOS akan menghalangi usaha ini Trojan, untuk melakukan sesuatu tanpa DDos (Distributed Denial of Service) dengan memuncul kan prompt untuk pengetahuan user. Aplikasi yang dengan system yang terdapat banyak meminta persetujuan dari user. tersembunyi tersebut itulah yang titik (multitude) serangan yang Selain cara-cara pencegahan diatas dinamakan Trojan horse. menyebar. Menyerang satu titik yang masih ada beberapa lagi yang lazim Sebuah Trojan yang murni berbeda dijadikan target serangan dengan cara kita lakukan sehari-hari untuk dengan virus karena Trojan tidak mengirimkan satu pesan (intruksi atau memproteksi PC kita yaitu dengan melakukan replikasi atau menempelkan apapun yang bersifat responsif atau menambahkan program scanner dirinya sendiri ke file lain. Trojan adalah tidak) secara bersamaan ke dalam antivirus dan menjalankan proteksi aplikasi yang berdiri sendiri yang suatu system sehingga akan menimbul virus pada firewall seperti firewall bagian peledaknya dimasukan kedalam kan shutdown pada system penerima desktop mcaffee atau zonealrm pro dll. source code aslinya. Trojan tidak (target) tersebut karena harus Bila ada pertanyaan atau anda membutuhkan aplikasi lain untuk menerima begitu banyak flood, seperti ingin bertukar ilmu menyangkut PC melakukan aktivitas perusakannya. apabila satu kelas dengan jumlah murid dan teknologi informasi silahkan 40 orang berukuran dewasa atau kecil hubungi kami di http:// TINDAKAN PENCEGAHAN masuk kedalam ruangan melewati pintu Setelah anda paham betul tentang helpdesk.customs.go.id, mudahdengan ukuran setengah meter secara implikasi program-program tersebut lalu mudahan kita dapat saling bekerja bersamaan, nah seperti itu lah yang bagaimana cara mencegah agar sama, terima kasih terjadi, dapat anda bayangkan bukan kemungkinan terserang tidak terlalu Referensi: Chris Brenton & Cameron Hunt bagaimana sibuk dan lelah nya suatu menimbulkan akibat-akibat yang fatal. “Network security” Sybex Tahun 2003. system untuk menangani masalah l Acces control tersebut hingga akhirnya system Membuat kebijakan access control Yossef ariyansyah ST. DIKC Network TeaM
EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

69

RUANG INTERAKSI

Oleh: Ratna Sugeng

BUNUH DIRIDiminati ? Mengapa
Sampai tahun 1998 angka bunuh diri di Jakarta adalah 1 per 100.000 penduduk
untuk hidup. Pada abad ke-6 Gereja Kristen mengatakan bahwa bunuh diri adalah tindakan yang tidak dapat diterima, dan merupakan bentuk pembunuhan, tidak bermoral. Islam memandang bunuh diri sebagai perbuatan dosa, karena membunuh diri sendiri, dengan demikian ia meniadakan keterampilannya dan kualitas dirinya, juga menyengsarakan keluarga dan masyarakatnya. Urusan menghentikan kehidupan bukanlah urusan manusia. Bunuh diri juga dilakukan oleh sekelompok orang oleh suatu alasan tertentu, dikenal sebagai suicidal cluster. Jika bunuh diri dilakukan oleh dua orang atau lebih yang berjanji untuk mati bersama dalam waktu yang 9 per 100.000 penduduk. Cara bunuh diri terbanyak adalah dengan menggantung diri atau menggunakan racun.

M

alam minggu, 1 Oktober 2005, ketika tengah banyak keluarga bersantai bersama untuk makan malam bersama, di Jimbaran, di KutaMatahari Square, Denpasar Bali, terdengar letusan bersamaan yang kemudian dikenal sebagai Bom Bali II. Televisi dengan segera memberikan informasi tentang peristiwa ini, bahkan CNN pun malam itu telah mendapatkan berita yang hangat dalam Breaking News. Bom bunuh diri, begitu media cetak dan massa menyebutnya. Kemudian dalam renungan kita semua berpikir, keberanian apa yang mendorong orang untuk bunuh diri. Bunuh diri dalam kesehatan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup bermakna, dan merupakan skenario yang rumit dalam perkembangan dan perubahan gaya hidup. Bunuh diri muncul sebagai campuran berbagai reaksi: mulai dari kemarahan, stres, keanehan, anxietas, ketegangan, ketakutan dan kesedihan. Pertanyaan demi pertanyaan muncul, “mengapa terjadi?”, “dapatkah dicegah?”, “Dapatkah anak muda dicegah untuk bunuh diri?”, “Apakah ada solusi lain selain bunuh diri ?”. Meski bunuh diri dan percobaan bunuh diri merupakan bagian kehidupan dunia, banyak riset yang mencoba meneliti, mengapa bunuh diri menjadi wabah di dunia ini, khususnya mengapa bunuh diri dengan bom menjadi pandemic di dunia.

PERJALANAN BUNUH DIRI
Manusia bersifat unik. Demikian juga alasan untuk bunuh diri, ditambah kekuatan dan kelemahan pribadi individu serta situasi kehidupannya. Salah satu faktor yang mendorong pikiran bunuh diri adalah rendahnya toleransi terhadap rasa permusuhan yang mendalam, harapan dalam kehidupan yang gagal, konflik interpersonal, masalah kesehatan jiwa, problema perilaku penggunaan narkotika dan HIV/AIDS. Biasanya bermula dari pikiran tentang ‘meneruskan hidup’ atau ‘mengakhiri hidup’. Pikiran ini berulang datang, meski tak semua orang dengan pikiran berulang seperti ini bertindak bunuh diri. Beberapa orang dapat bertindak sangat impulsif setelah mempunyai pikiran dasar berulang tadi. Pikiran berulang akan membawa seseorang ke arah ketidak berdayaan, keputus asaan, ditambah lagi bila tak ada afeksi, cinta, perhatian dari orang yang dekat. Bisikan diri makin lama makin kencang, sehingga sampai pada pikiran ‘buat apa hidup’, lalu tersusunlah rencana untuk bunuh diri. Cara bunuh diri pun dipilih, mau terhormat ? Maka ia memilih alasan yang menguatkan untuk menyetujui perbuatannya : ‘membela kelompok’.

MUNGKINKAH BUNUH DIRI DAPAT DICEGAH ?
bersamaan disebut sebagai suicidal pact. Mungkin bentuk terakhir ini yang dilakukan oleh bom bunuh diri di London maupun Bali.

BEBERAPA FAKTA
Menurut WHO (World Health Organization) hampir sejuta orang melakukan bunuh diri selama tahun pertama millennium ini. Dengan jabaran 1 (satu) orang mati setiap 40 detik dan percobaan bunuh diri setiap 3 detik. Kebanyakan bunuh diri dilakukan oleh laki-laki, 60 persen kematian terjadi pada usia produktif. Di Asia Tenggara angka bunuh diri besarnya 8-50 per 100.000 penduduk. Di Indonesia, bunuh diri dimasukkan dalam kategori kematian karena kecelakaan (laporan WHO). Angka bunuh diri di Indonesia tidak pasti. Sampai tahun 1998 angka bunuh diri di Jakarta adalah 1 per 100.000 penduduk, sementara di Gunung Kidul

LATAR BELAKANG
Kata bunuh diri dalam bahasa Inggris adalah suicide. Kata ini pertama kali dikemukakan oleh Sir Thomas Browne di tahun 1642 dalam Religio Medici. Kata SUI berarti diri sendiri dan CAEDES berarti pembunuhan. Sejak itu kata ini digunakan dalam perdebatan di banyak bidang seperti medik, sosial, psikologik, administratif, legal, spiritual dan religi. Semua agama menghargai hak 70
WARTA BEA CUKAI

SIAPA YANG MELAKUKAN BUNUH DIRI ?
Berawal dari tulisan Emile Durkheim di tahun 1897, dan aliran Freudian, dikategorikan empat jenis orang yang melakukan bunuh diri yakni mereka yang egoistik (tidak berintegrasi dengan lingkungan sosial), altruistik (integrasi diri secara berlebihan dalam kelompoknya), fatalistik suatu sikap berlebihan terhadap aturan, dan anomik yang tanpa aturan dan norma dalam masyarakat. Disini seseorang diperhitungkan dengan masyarakat atau kelompoknya.

EDISI 373 DESEMBER 2005

Di Indonesia kebanyakan bunuh diri berkaitan dengan masalah kesehatan jiwa, keretakan dalam keluarga, penggunaan alkohol dan narkotika pada kelompok sosial ekonomi rendah, sikap tidak menghargai norma agama dan tak mampu berintegrasi dengan masyarakatnya (laporan WHO).

APA YANG DAPAT DILAKUKAN ?
Rumitnya dorongan bunuh diri yang bergejolak dalam diri individu dan kendornya ikatan masyarakat, maka pertanyaan yang muncul adalah : mungkinkah bunuh diri dapat dicegah ? atau, dapatkah hidup diselamatkan ? Harus dijawab dengan ‘ya’. Setiap anggota masyarakat dapat memberikan tindakan efektif sehingga dapat menyelamatkan orang dari kematian prematur, memecah dorongan untuk

bunuh diri dan masuk dalam kehidupan berkualitas. Untuk mencegah bunuh diri, perlu diidentifikasi berbagai dimensi masalah hidup, memahami faktor risiko, mengembangkan intervensi dan memapankan aktivitas dalam masyarakat yang dapat berjalan dan dikembangkan. Menindaklanjuti kalimat diatas, maka diperlukan orang yang mau mendengar masalah yang dihadapi, memberikan keluasan wawasan, mendorong mereka ke arah alternatif yang disukai dan memberikan rasa berharga. Orang yang mau mendengarkan ada di tengah keluarga, mereka yang tak menebar nasehat tetapi mengajak berjalan bersama dengan aktivitas keseharian, teratur, dan menghargai pikiran orang lain, memahami perasaannya.

Kita masih punya keluarga. Keluarga adalah suporter dalam hidup. Tempat kita merasa nyaman untuk pulang, tempat teduh dan damai dari hingar bingar konflik.

KEMANA MENCARI PERTOLONGAN ?
Setiap pikiran berulang bunuh diri bukanlah hal sepele yang dilewatkan begitu saja. Tanggapi dengan serius, terimalah dengan lapang, dengarkan dengan hati. Bila tak ada keluarga yang dapat memberi ketentraman pikiran berulang ini, para konselor, psikolog klinis dan psikiater akan membantu. Di Jakarta mereka dapat ditemui di rumah sakit besar, praktek swasta, dan klinik konseling. Di seluruh provinsi Indonesia saudara dapat menghubungi bagian psikiatri di rumah sakit pemerintah, dan rumah sakit swasta besar.

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

71

SELAK
DOK. PRIBADI

Merah Putih Berkibar
C
AT(Customs Adventure Team) Mountain, itulah aku menamakan tim-ku untuk mengikuti kegiatan Jambore Jejak Petualang 2 yang diadakan oleh Stasiun TV swasta TV 7 di Gunung Bromo, Ranu Pane dan Ranu Kumbolo Gunung Semeru, Jawa Timur, beberapa hari menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-60. Di usia menjelang senja ini aku dan istriku serta seorang temanku dari Aktivis Sampah Plastik Bali turut serta dalam kegiatan Jambore tersebut. Usia bukanlah suatu penghalang untuk menjadi seorang petualang rimba belantara menembus lebatnya hutan Gunung Semeru bak seekor kucing hutan yang lincah menerobos rimbunnya pepohonan di Gunung Semeru. Kami berangkat dari Pulau Dewata, Bali, hari menjelang sore matahari mulai sembunyi di ufuk barat sepanjang perjalanan dari kota 72
WARTA BEA CUKAI

DI RANU KUMBOLO GUNUNG SEMERU
Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk yang hanya ditempuh dengan waktu kurang lebih tiga jam. Sepanjang perjalanan tak hentihentinya aku menikmati panorama alam Dewata yang begitu indah dengan deburan ombak yang gemuruh dan di sisi kanan jalan pohon kelapa melambai-lambai ditiup angin pantai seakan-akan mengucapkan selamat jalan. Hutan di sepanjang perjalanan masih cukup asri dengan tatanan sawah yang berbentuk ular seakan kita memasuki dunia lain yang tidak akan kita jumpai di pulau manapun di Indonesia, itulah Pulau Dewata. Tepat pukul 20.00 WITA kami tiba di Pelabuhan Gilimanuk dengan kapal fery dan menyeberang ke Ketapang Banyuwangi Jawa Timur. Kapal fery yang dinaiki kondisinya cukup memprihatinkan dan sudah tidak laik laut lagi, seharusnya kapal fery tersebut sudah harus dipensiunkan. Dalam hatiku cukup khawatir dengan keadaan saat itu, bagaimana tidak, dengan ombak yang sedang bergolak, bagaimana kalau kapal fery ini tiba-tiba dihantam ombak dan pecah lalu tenggelam. Itulah yang dirasakan oleh ku. Untunglah sampai Pelabuhan Ketapang bayangan buram itu tidak terjadi, tepat pukul 21.30 WITA kami mulai bertolak dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Gunung Bromo, Pasuruan Jawa timur. Di sepanjang jalan Pantura dari Banyuwangi kondisi jalan-jalan banyak yang berlobang dan kurang terawat, apakah termakan usia atau dari pihak Pemda setempat yang kurang peduli terhadap kondisi jalan Pantura yang cukup ramai dilalui kendaraan, mestinya jalan itu harus terawat mengingat itu adalah jalur Pantura yang cukup padat oleh arus lalu lintas baik yang datang dari Bali atau sebaliknya.

14 AGUSTUS 2005

15 AGUSTUS 2005
Tepat pukul 07.00 WIB kami tiba di Cemara Lawang Gunung Bromo

EDISI 373 DESEMBER 2005

untuk registrasi ulang pada Panitia Jambore, meski saat itu suhu mencapai 18°C bukan suatu kendala untuk tetap tegar dan semangat mengikuti acara ini. Saat kami memasuki Cemara Lawang kulihat ratusan tenda kubah berwarna-warni menghiasi kanan kiri jalan, mereka adalah para pendaki dari pelosok negeri ini yang datang lebih awal. Mereka peserta dari kota Jakarta, Ujung Pandang, Banjarmasin, Medan, Bandung, Bogor, Jogja. Semarang, Surabaya, Malang, Jember, Bondowoso dan daerah lainnya di Indonesia, timku sendiri dari Pulau Bali. Setelah mendaftar ulang kami menerima topi rimba, kaos dan handuk dari panitia TV7, lalu aku ditanya oleh presenter Jejak Petualang TV 7, Ferisa Djohan, lalu aku jelaskan bahwa kami dari Tim Bea dan Cukai Kantor Wilayah VIII Denpasar Bali. Setelah itu kami menyiapkan ransel serta peralatan lainnya untuk bersiap-siap berangkat mengikuti kegiatan Jejak Petualang. Pukul 10.00 WIB, panitia mulai memberangkatkan seluruh peserta untuk mengikuti rute yang ditentukan oleh panitia, Subhanallah…. itulah ucapan dalam hatiku betapa besar ciptaan Yang Maha Kuasa atas kebesaranNya, lautan pasir yang menghampar begitu luas bagai sebuah karpet permadani coklat yang dihiasi oleh kabut yang mulai menipis terbawa oleh angin, meski sudah tak terhitung lagi mengunjungi Gunung Bromo namun aku masih tetap mengaguminya. Para peserta berjalan satu persatu bak seekor ular yang meliukliuk di lautan pasir dengan ransel di pundak. Mereka tetap bersemangat tanpa menghiraukan beban yang dibawanya, sekali-kali mobil TV7 yang membawa cameraman melintas di hadapanku dan pergi menghilang di sudut tikungan yang menantikan peserta lainnya yang dating. Tiba di bagian belakang Gunung Bromo jalan mulai menanjak dan aku mulai sedikit lelah, untungnya tanjakan tersebut tidak terlalu panjang dan tinggi sehingga aku dengan mudah dapat melewatinya meski keringat bercucuran, demikian juga dengan istriku dan temanku yang mulai kelelahan, maklum tim kami usianya rata-rata di atas empat puluh limaan. Tepat pukul 16.00 WIB kami tiba di Ranu Pane, berarti kami berjalan menembus lautan pasir Gunung Bromo sekitar enam jam, hari pun mulai redup, matahari takut oleh kehadiranku dan bersembunyi di balik bukit, yang datang hanya hembusan angin dingin yang mulai menyelimuti Ranu Pane. Kami lalu

mulai mendirikan tenda menghadap ke danau, sengaja aku memilih tempat di tepi danau agar lebih mudah mengambil air untuk keperluan masak dan menikmati panoramanya. Jam 19.00 WIB seluruh peserta berkumpul untuk menyaksikan atraksi jaran kepang ( kuda lumping ) yang dibawakan oleh penduduk setempat dari suku Tengger. Acara tersebut mulanya membuat seluruh peserta tertawa terpingkal-pingkal terutama karena salah satu peserta dari Malang kerasukan penunggu setempat dan berguling-guling serta merobek bendera regu dan menariknarik peserta wanita dari Bandung. Namun akhirnya seluruh peserta termasuk panitia TV 7 merasa ketakutan, tapi ternyata yang kerasukan tadi hanya berpura-pura kerasukan, langsung peserta tadi digotong ramai-ramai diceburkan ke dalam danau yang saat itu sangat dingin sekali. Malam mulai merangkak sunyi dengan sinar bulan yang temaram, sepi, hening dan redup yang ada hanya desahan angin yang melintas di atas tenda kami serta riak air danau yang terhempas angin malam yang dihiasi tirai kabut tipis membuat suasana Ranu Pane menjadi hening. Yang ada hanya kumandang petikan gitar dengan lagu-lagu Bimbo yang dibawakan oleh peserta dari Bandung, aku pun mulai terhempas dalam sleeping bag untuk mengusir dingin yang mulai turun.

16 AGUSTUS 2005
Pagi mulai tiba, kulihat air danau mengeluarkan kabut tipis, semakin lama semakin hilang tersudut oleh datangnya sinar mentari dan saat itu suhu mencapai 10°C. Tiba-tiba aku mendengar dari salah seorang peserta, “Ada buaya buntung ……!!!”, teriaknya, kami pun terperanjat dan langsung keluar tenda, ternyata salah seorang peserta dengan badan agak gemuk sedang mandi di danau dan hanya mengenakan celana dalam saja. Aku dan istriku serta para peserta lainnya tertawa terpingkal-pingkal sambil berteriak, “huuuhhhh…!!!. Dalam hatiku, adaada saja anak-anak gunung ini, lalu istriku mulai menyiapkan kopi dan sarapan pagi untuk persiapan melakukan perjalanan panjang menuju Ranu Kumbolo di Gunung Semeru. Jam 08.00 WIB seluruh peserta mulai berjalan meninggalkan Ranu Pane menembus rimbunnya pepohonan, jarak antara Ranu Pane ke Ranu Kumbolo sekitar 12 km dengan ketinggian 2900 dpl dan ditempuh dengan waktu 6 - 8 jam. Aku beserta peserta lainnya mulai menapak bukit yang dikelilingi oleh lebatnya hutan pinus dan cemara, jalan pun mulai berbelok-belok turun naik silih berganti. Kulihat jauh di bawah sana yang ada hanya pucukpucuk cemara yang bergoyanggoyang diterpa angin dari lembah bukit. Jalan yang kami lalui tak hentiDOK. PRIBADI

JEJAK PETUALANG. Aku (belakang) mengenakan baju hitam disamping kiri presenter TV 7 Riyani Djangkaru dan kru Jejak Petualang. EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

73

SELAK
FOTO : ISTIMEWA

GUNUNG SEMERU

hentinya tikungan dan menanjak, sekali-kali kameraman TV7 mengambil gambar langkahku yang mulai gontai kelelahan, demikian juga dengan peserta lain yang mulai letih. Sambil istirahat sejenak kutatap puncak Mahameru yang berdiri kokoh dengan hamparan pasir yang menghiasi bibir kawah. Sekali-kali puncak Mahameru mengeluarkan asap hitam pekat berbentuk bunga cendawan dengan selang waktu tiga menit asap tersebut kembali keluar menghiasi bibir puncak. Suatu panorama yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, itulah kebesaran Sang Pencipta. Awan hitam pun semakin tipis lalu menghilang terbawa angin, demikian 74
WARTA BEA CUKAI

seterusnya hingga puncak Mahameru hilang dari pandangan mata yang disembunyikan oleh tebalnya kabut yang mulai merangkak turun. Jalan menuju Ranu Kumbolo cukup menguras habis tenagaku yang mulai uzur, namun semangatlah yang mendorong aku tetap tegar dan kuat untuk melalui jalan setapak. Meski beban dipundakku mencapai 30 kg, bukanlah suatu penghalang untuk tetap berjalan, demikian juga dengan peserta lainnya dibelakangku masih banyak yang jalan beriringan dengan beban yang tidak kalah beratnya denganku dan mereka sangat bersemangat yang sekali-kali diejek oleh presenter Jejak Petualang TV7 seperti Riyani Jangkaru, Ferisa

Djohan dan Ida Bahari serta Ulung Satria. Kulihat dari atas, kilauan air Danau Ranu Kumbolo memantulkan kilauan cahaya membentuk warna pelangi dan disekeliling danau berdiri tenda-tenda kubah yang berwarnawarni dari para pendaki lain yang datang lebih awal dan mereka akan mendaki Puncak Mahameru. Tepat pukul 16.00 WIB kami tiba di lokasi perkemahan TV7 Ranu Kumbolo, berarti kami menempuh perjalanan sekitar 7 jam, lokasi perkemahan adalah sebuah padang rumput savana yang cukup luas sekitar 25 Ha. Di sisi kanan kiri berdiri bukit-bukit kecil dengan hiasan rumput yang menghiasi atas bukit dan di sudut timur perkemahan terlihat air danau yang tenang dan biru memantulkan cahaya. Kami pun mulai mendirikan tenda pada blok regu Ungu yang telah ditentukan oleh Panitia dan bergabung dengan tim dari Ujung Pandang, Jogja, Semarang, Malang dan Jakarta. Selesai menyantap makanan yang disiapkan oleh istriku, matahari mulai sembunyi dibalik bukit yang ada dibelakang tenda kami. Angin mulai merangkak turun menghempas rumput-rumput savana yang ada disamping tenda dengan pantulan sinar rembulan yang datang menerobos menerangi tenda-tenda peserta serta menyinari pucuk-pucuk pinus yang bergoyang-goyang diterpa oleh angin dingin yang mulai merasuk ke dalam tubuh dan tulang. Pukul 19.30, api unggun mulai menyala menerangi lokasi perkemahan, semua peserta berkumpul mengelilinginya, kami dengan tim Ungu duduk berhimpitan untuk mengusir hawa dingin yang datang, saat itu suhu mencapai 8°C dan panasnya api unggun sedikit membuat hangat tubuhku demikian juga dengan para peserta termasuk crew TV7 yang tak luput juga dari rasa dingin dengan kamera di tangan yang terbalut sarung. Tangan kru TV 7 mengambil akting para peserta yang mengisi kegiatan acara api unggun, aku dan tim-ku telah sepakat menyiapkan acara tarian “Kecak“ dari Bali yang cukup dikenal. Meski kurang sempurna (maklum latihannya pada saat di gunung) tim Ungu sangat antusias mengikuti tarian kecak tersebut demikian juga dengan seluruh kru TV 7 turut menarikannya, dari masing-masing peserta ada yang memakai seragam SD, Badut dan sebagainya sehingga suasana malam itu begitu bergembira meski hawa dingin mulai menyerang. Malam pun mulai larut dengan sinar rembulan purnama menerangi ratusan tenda yang berdiri kokoh,

EDISI 373 DESEMBER 2005

kulihat di sudut bukit kilauan cahaya yang gemerlap tersembul keluar dari puncak Mahameru menerangi bibir kawah dan sekelilingnya. Dingin mulai merayapi tubuhku dan berhasil menerobos dalam tenda kami, saat itu jam menunjukan pukul 01.00 WIB dinihari. Suhu mencapai 5°C cukup membuat kedinginan, kukenakan sleeping bag dan jaket untuk mengusir hawa dingin yang mulai menyerang namun dingin tetap hadir ditubuhku. Kunyalakan api unggun di depan tenda yang sedikit dapat mengurangi hawa dingin. Akhirnya suara gemuruh angin yang tadinya jelas kini hilang dari pendengaran seiring dengan mataku yang mulai berat lalu terpejam bersama dengan sinar rembulan yang mulai redup.

17 AGUSTUS 2005
Waktu menunjukkan pukul 05.15 WIB, aku bangun dan memasak air untuk membuat wedang jahe yang sengaja kubawa dari Bali. Betapa terkejutnya aku, air yang dimasak tadi malam di dalam nesting ternyata menjadi es dan berbentuk panic. Kulihat thermometer suhu mencapai minus 3°C, akupun tertegun menatapnya, lalu aku keluar tenda, kulihat semua permukaan tenda para peserta penuh dengan kristal-kristal putih yang mengeras. Ternyata embun yang semalam turun beku menjadi es, demikian juga padang rumput savana yang ada di sekelilingku menjadi putih berkilauan bagaikan permadani dengan hamparan mutiara. Jam 07.30 WIB seluruh peserta berkumpul di lapangan guna mengikuti upacara hari Kemerdekaan RI ke-60. Barisan berbentuk huruf U dengan inspektur upacara Bambang selaku Kabag. Rumah Tangga dan penanggung jawab acara TV7, dan komandan upacara dari anggota kopassus, sementara aku ditunjuk menjadi komandan kompi II dengan jumlah seluruh peserta 1030 orang peserta, dibagi menjadi 5 kompi. Jam 08.00 WIB upacara dimulai. Dengan penuh khidmat seluruh peserta upacara dapat mengikutinya dengan baik, lagu Indonesia Raya berkumandang menggema mengisi kesunyian lembah Ranu Kumbolo Gunung Semeru. Tiba-tiba tali pengikat kain yang berwarna merah putus, jadilah putih di atas dan merah di bawah. Lalu inspektur upacara memerintahkan pengibaran Merah Putih untuk diulangi. Setelah selesai diperbaiki dengan peniti, upacara pun dilanjutkan, lagu Indonesia Raya berkumandang kembali, lagi-lagi bendera tersangkut pada tali penyangga tiang bendera dan sulit untuk ditarik ke atas sementara lagu Indonesia Raya tetap

melantun hingga selesai. Akhirnya bendera terlepas dari jeratan tali pancang tiang bendera, bendera Merah Putih pun berkibar dengan gagahnya dan berdiri kokoh di hamparan padang savana Ranu Kumbolo G. Semeru. Selesai upacara bendera, masingmasing peserta menyiapkan regunya untuk mengikuti pertandingan tarik tambang dan sandal bakiak raksasa. Ternyata tim unguku tidak beruntung sama sekali, dengan kata lain kalah sebelum bertempur. Bagaimana tidak, saat perlombaan tarik tambang dimulai, juri menghitung 1..2..3… dan bruukk….!!, timku jatuh berhamburan ditarik oleh lawan dari tim hijau. Meski tim kalah telak, aku puas dengan kekompakan seluruh peserta dari berbagai daerah, itulah kebersamaan, demikian juga lomba sandal raksasa, timku mengikuti dengan semangat dengan gerak langkah yang harus sama maka sandal dapat dengan mudah dijalankan, namun salah satu anggota timku terjatuh dan karet pengikat putus, kami pun semuanya terjatuh. Dengan pandangan hampa kulihat peserta lain sudah memasuki garis finish, lagi-lagi timku gagal, itulah perjuangan. Tepat pukul 11.00 WIB seluruh peserta berangsur-angsur meninggalkan lokasi perkemahan, tapi kali ini jalan untuk pulang tidak melalui jalan semula melainkan potong kompas melalui Gunung

Ayek-ayek yang jaraknya lebih pendek namun cukup sulit dan menegangkan. Untuk jarak kurang lebih 2, 5 km tidak terlalu jauh, namun sudut kemiringan mencapai 50 derajat ini yang sangat berat kulalui dan tanjakan kali ini sangat panjang sehingga tenagaku mulai habis terkuras. Demikian juga dengan istriku yang mulai lemah, jalan 10 menit lalu berhenti untuk istirahat, demikian seterusnya hingga tiba di puncak G. Ayek-ayek. Kulihat jauh dibawah sana hamparan perkebunan sayur dari penduduk setempat terhampar dengan hijau kemilau diterpa mentari sore menghiasi perjalanan pulang ke Ranu Pane sebagai base camp terakhir para peserta. Jalan yang terus menurun sejauh 8 km tidak begitu menyulitkan aku berjalan, meski kadang lututku sekali-kali terasa nyeri tapi itu bukan suatu kendala, demikian juga istriku. Akhirnya tepat pukul 15.00 sore kami tiba di pos terakhir Ranu Pane yang disusul oleh para peserta lainnya. Sebelum meninggalkan Ranu Pane untuk kembali ke Bali, kutatap jauh ke puncak Mahameru yang berdiri kokoh menembus pekatnya awan dan dinding langit, sambil memuji Engkau Maha Besar ya Allah. Sampai jumpa lagi pada Jambore Jejak Petualang 3 di Gunung Rinjani, Lombok.

Eddy Nazmudin Kepala Seksi Intelijen Kanwil.VIII DJBC Denpasar selaku Aktivis Pemerhati Lingkungan
DOK. PRIBADI

SATU TIM. Aku dan istriku membelakangi badai kabut yang mulai datang. EDISI 373 DESEMBER 2005 WARTA BEA CUKAI

75

PROFIL

Maulidiyah A.SY, SH
KEPALA SEKSI KEPABEANAN DAN CUKAI II KPBC TIPE B ENTIKONG

SAYA ADALAH IBU DARI ANAK-ANAK SAYA...”
Memilih tokoh profil seorang perempuan pada edisi kali ini bukanlah suatu kebetulan. WBC sengaja mengangkatnya sehubungan dengan peringatan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember. Maulidiyah A.SY, SH menjadi pilihan.

“...Setinggi Apapun Karir Saya,

S

elalu siap untuk ditempatkan dimana saja dan kapan saja, sudah pasti menjadi konsekuensi bagi seorang pegawai negeri. Tidak terkecuali bagi Maulidiyah A. SY, SH. Baginya penugasan yang diberikan kepadanya adalah amanah yang harus ia jalankan sebaikbaiknya, sesulit apapun medan tugas yang ia hadapi. Bagi Lily sapaan akrab Maulidiyah, tempat ia bertugas saat ini di KPBC Entikong merupakan tempat tugas yang menantang, dimana karakteristik pekerjaan dan keadaan disana menuntutnya harus tegas kepada para pelintas batas yang terkadang menyalahgunakan aturan. Perasaan galau memang sempat ia alami ketika mendapat penempatan di Entikong. Dari informasi yang ia terima, daerah tersebut karakternya unik dan sikap penduduknya sangat spontan terhadap isu-isu perubahan. Hingga saat ini pun sikap masyarakat di sana masih menjadi kendala yang cukup dominan bagi Lily dan rekan-rekannya. Tidak jarang pekerjaan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia menuai resiko yang cukup membahayakan dirinya. Seperti yang Lily alami, saat ia harus menghadapi kenyataan rumah dinas pegawai Bea dan Cukai di Entikong diserang massa, tidak terkecuali rumah yang ditempatinya. Kendaraan dinas yang ia tumpangi saat dalam perjalanan bersama beberapa pegawai dari Kantor PPLB (Pos Pengawasan Lintas Batas) ke kompleks perumahan Bea dan Cukai digedor-gedor sekelompok preman. “Saya dan teman-teman diancam masyarakat yang sedang emosional dan menggebrak-gebrak meja saya, pernah
WARTA BEA CUKAI

dibawakan pisau sambil berteriak bunuh bea cukai…bakar !!! Saat itu mereka mabuk karena lebih dulu menenggak alkohol,”ujar Lily kembali. Saat kejadiaan itu berlangsung, Kepala Kantor kami, Pak Gusli Tambunan secepatnya menghubungi Kapolsek dan Korem disana untuk minta perlindungan. Akhirnya keributan tadi dapat diredam dan sampai saat ini pihaknya terus menjalin hubungan baik dengan Kepolisian dan pihak Danramil. Sikap masyarakat perbatasan setiap ada peraturan yang dinilai mempersulit mereka dalam mencari nafkah langsung komplain dan menolak. Seperti aturan larangan impor gula pasir. Mereka anggap, pekerjaan memasukkan komoditi gula dari Malaysia masuk ke Indonesia suatu hal biasa, tidak perlu diawasi Bea dan Cukai. Sehingga keberadaan Bea dan Cukai dianggap menghambat mereka mencari rezeki. Padahal apa yang dijalankan Lily beserta rekan-rekannya semata-mata menjalankan peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Ketika maraknya kasus penyerangan ke kantor PPLB, akhirnya Kakanwil IX DJBC Pontianak yang ketika itu dijabat Drs. Teguh Indrayana bersama unsur Muspida dan Kanwil Perindustrian dan Perdagangan mengeluarkan kebijakan dengan sepengetahuan Kantor pusat DJBC. Kebijakan itu mengatur para pelintas batas yang hendak membawa barang, khususnya komoditi gula dari Malaysia masuk ke Indonesia harus dicatat dalam buku biru. Pelintas batas hanya boleh dalam satu bulan membawa satu karung gula, tidak boleh lebih. Dengan adanya kebijakan tersebut, lanjut Lily, kondisi di Entikong kini sudah

cukup kondusif walaupun masih ada beberapa yang ‘nakal’. Terkadang Lily merasa iba dan kasihan ketika melihat seorang ibu tua yang menggendong barang komoditi dari Malaysia ke Indonesia. Hanya karena si ibu tadi ingin menghindari pemeriksaan bea cukai, ia harus rela menempuh perjalanan melalui pegunungan dengan medan sulit dan terjal. Si ibu tadi, lanjut Lily, sering terjatuh dan terseok-seok karena beban berat yang di bawanya. “Aturannya, jika komoditi itu dibawa untuk konsumsi pribadi tak apalah, namun terkadang ada pihak tidak bertanggung jawab menggunakan cara seperti itu untuk kepentingan pribadi dan memperalat orang-orang seperti ibu tadi,”ujar Lily dengan logat khas Pontianaknya. Bagi Lily, penempatannya di Entikong, yang berada di ujung perbatasan, menjadi sarana baginya untuk menunjukkan bahwa perempuan mampu dan bisa menjalankan tugas yang notabene kebanyakan didominasi kaum pria,”Keterlibatan saya di Entikong, merupakan bentuk dari emansipasi wanita di DJBC, yang kebanyakan pegawainya adalah pria. Sejauh ini Alhamdulilah saya bisa menjalankan tugas saya,” ujar Lily

AKTIFITAS DI PAGI BUTA
Bagi istri dari Syech Khairil Anwar SH, menjalankan aktifitas di Kantor Bea dan Cukai diperbatasan yang dimulai sejak pukul lima subuh bukanlah suatu hal baru lagi. Ketika masih kecil sampai masa remaja, Lily sudah terbiasa melakukan aktifitas pada dini hari. Lily yang menghabiskan masa kecilnya sampai dewasa di Pontianak, mengaku ketika masih kecil hingga remaja, sudah

76

EDISI 373 DESEMBER 2005

DOK PRIBADI

EDISI 373 DESEMBER 2005

WARTA BEA CUKAI

77

PROFIL
DOK PRIBADI

USAI PELANTIKAN putra pertama dalam program diklat pendidikan dasar keimigrasian di Jakarta. ( dari kiri-kanan) Putra kedua, Syech Firdaus Kharami, putra pertama, Syech Mukhamar Reza Kharami, Maulidiyah.A.SY, Suami, Syech Khairil Anwar

membantu ibunya membuat kue-kue seperti getuk lindri, pastel, lemper sampai nasi uduk untuk dijual. Semua aktifitas tersebut dilakukannya pada dini hari bersama saudara-saudaranya. “Karena sejak kecil sudah terbiasa melakukan aktifitas pada dini hari, saya sudah tidak canggung lagi untuk beraktifitas di perbatasan pada pukul lima pagi,”ujar Lily. Lily mengatakan ketika sebagian orang masih terlelap tidur, pada pukul 03.00 ia sudah bangun dan mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas pada pukul lima. Udara dingin yang semakin dingin sering ia rasakan ketika harus menumpang ojek motor dari rumah dinasnya ke kantornya di wilayah perbatasan. Tak heran, banyak sekali para pengendara ojek yang menyatakan salut pada aktifitas Lily, bahkan tak jarang mendapat tumpangan ojek gratis karena kedekatannya dengan masyarakat setempat. Kedekatannya dengan masyarakat setempat adalah kunci untuk bisa mensosialisasikan pekerjaannya kepada masyarakat sekaligus sosialisasi peraturan yang berkaitan dengan kepabeanan bagi pelintas batas. Menurutnya, sosialisasi dengan masyarakat setempat setidaknya menjadi satu cara supaya masyarakat mengerti aturan membawa barang dari luar negeri dalam jumlah banyak dan ada prosedurnya dan cara ini dirasakannya cukup efektif. Kebiasaan membantu ibunya membuat kue dan makanan untuk dijual, telah menjadikan sosoknya sebagai perempuan yang pandai memasak, bahkan dikalangan rekan-rekan kerjanya, masakan yang Lily buat dikenal enak. “Waktu masih staf di TU Kanwil Pontianak, saya masih berjualan nasi uduk, 78
WARTA BEA CUKAI

madu,botok (lauk dari kelapa parut.red) dan buntil (sayur daun singkong bungkus.red). Herannya teman-teman semua pada beli, mungkin kasihan kali ya dengan saya ?,” Lumayanlah hasilnya untuk tambah-tambah ketika itu,” papar Lily yang kini menjabat Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II KPBC tipe B Entikong. Kebiasaan melakukan aktifitas mulai pukul lima pagi hingga pukul lima sore di PPLB Entikong, ternyata tidak membuat perempuan kelahiran Pontianak 45 tahun silam ini menghentikan hobi memasaknya. Lily, masih sempat memasak untuk keperluan keluarganya jika sedang pulang ke Pontianak berkumpul bersama suami dan anaknya, serta memasak untuk rekan-rekan pegawai di PPLB mengingat masih banyak pegawai yang masih bujangan dan jauh dari keluarga. “Mereka bilang masakan saya enak, bedanya kalau dulu orang mesti membeli dagangan makanan saya, sekarang gratis saya bagikan untuk sarapan teman-teman ”imbuh Lily diiringi tawa.

KAGUM DAN MENIRU FIGUR SANG IBU
Walaupun pekerjaannya berada di perbatasan, Lily tidak melupakan kodratnya sebagai seorang istri bagi suami dan ibu bagi kedua anaknya. Ketika ia pulang ke Pontianak dua minggu sekali, perannya adalah sebagai istri dan ibu yang mengurus kepentingan keluarga dan memantau pendidikan dan perkembangan anak-anaknya. Pendidikan dan komunikasi dengan suami dan anak-anaknya adalah hal yang benar-benar ia perhatikan karena baginya anak adalah segala-segalanya. Walaupun kesibukan terkadang menuntutnya berpisah dari keluarga beberapa saat, namun ia masih menyempatkan diri untuk

mengetahui perkembangan anaknya dari guru pembimbingnya. Hal ini ia lakukan sejak kedua anaknya masih TK (Taman Kanak-Kanak) hingga perguruan tinggi. Bahkan anak pertamanya yang bernama Syech Mukhamar Reza Kharami kini telah bekerja sebagai pegawai Imigrasi kelas I di Pontianak. ”Prinsip yang saya pegang teguh adalah setinggi apapun karir saya, saya adalah ibu dari anak-anak saya yang tidak dapat tergantikan oleh siapapun. Walaupun anak-anak saya jauh dari pengamatan saya, tapi saya tahu apa yang dikerjakannya, dan saya memberikan mereka kebebasan dan mengajari mereka untuk mandiri. Saya akan mengetatkan pengawasan sepanjang memang diperlukan,”ujar Lily menjelaskan motto hidupnya. Lily mengacu pada pengalaman ibunya Hajjah Halimah dalam mendidik kesebelas anaknya. Ia mengaku salut kepada ibunya yang telah berhasil mendidik dan membesarkan anakanaknya. Sosok ibu, menurut Lily, sangat tegas dan disipilin mendidik anak-anaknya. Cara itu Lily terapkan untuk mendidik anak-anaknya. Sedangkan ayahnya, H. Abdul Syukur M.Zein, pegawai pada Pengadilan Negeri Sintang, Kalimantan Barat, diakui Lily adalah sosok yang pendiam dan penuh pengertian namun bersikap tegas dan sarat dengan nasehatnasehat.. “Alhamdulilah dari sebelas bersaudara yang masih hidup delapan orang adalah sarjana dengan berbagai disiplin ilmu dan si bungsu kini menjadi polisi di Poltabes Pontianak,” kata Lily. Lily menambahkan, keceriaan dan kehangatan di keluarga sering terjadi pada saat Lily pulang ke rumah di Pontianak. Tidak jarang kehangatan keluarga terjadi di dapur ketika suami dan anak-anak membantunya memasak. ”Suami dan anak-anak saya mau membantu saya memasak di dapur, dan didapur itulah terkadang jalinan komunikasi dengan keluarga terjadi,”ujar Lily. Menurutnya sang suami suami, Syech Khairil Anwar,mendukung segala karirnya dan terbiasa dengan pekerjaan yang harus selalu berpindah-pindah, mengingat suaminya adalah pegawai negeri di Pengadilan Negeri Pontianak, juga sering berpindah-pindah tugas. Bagi rekan sekerjanya, Lily adalah sosok yang memiliki sifat keibuan. Dan itu tercermin saat bulan puasa tiba. Walaupun letih dan lelah ia rasakan setelah beraktifitas, ia masih sempatkan diri mempersiapkan makan sahur dan berbuka puasa bagi para pegawai yang bertugas di perbatasan, mengingat mereka masih ada yang bujangan dan jauh dari keluarga, maka Lily memperlakukannya seperti anak sendiri. Bahkan Lily tidak segan-segan mengajak orang-orang di sekitar Kompleks Bea dan Cukai Entikong untuk makan di rumahnya. Tak heran kalau ia dikenal tidak hanya oleh rekan-rekan kerjanya, tetapi juga oleh

EDISI 373 DESEMBER 2005

DOK PRIBADI

masyarakat setempat mengenal baik sosok Lily Ketika ditanya apakah menemui kendala dalam menjalankan peran ganda, baik sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak dan sebagai wanita karir, ia pun mengaku, tidak ada menemui kendala. Kalau masih ada sedikit kekurangan disana-sini menurutnya itu wajar dan alami. “Hambatan pasti ada, tetapi coba kita jadikan hambatan itu menjadi tantangan dan tantangan menjadi peluang,”ujar Lily.

BERI KESEMPATAN SAMA PADA PEREMPUAN
Sifat mandiri yang mendarah daging pada diri Lily diakuinya adalah warisan dari sang ibu. Lily pun mengisahkan ketika ia harus menerima kenyataan melahirkan kedua anaknya tanpa didampingi suaminya yang ketika itu bertugas di Sintang Kalimantan Barat yang jaraknya cukup jauh dengan Pontianak. Menurutnya ketika itu ia harus berjuang melahirkan kedua anaknya tanpa didampingi suami, hanya ditemani rekanrekan sekerja. Menurut Lily yang mengawali karirnya di Bea dan Cukai 20 tahun silam, perempuan Indonesia yang jumlahnya hampir separuh dari penduduk Indonesia harus mendapat kesempatan yang sama untuk maju, mengingat saat ini banyak perempuan Indonesia yang berprestasi baik di bidang akademis maupun juga pekerjaan. Sehingga dirinya sangat menyayangkan jika potensi perempuan Indonesia tidak diberdayakan. Baginya, partisipasi perempuan di sektor kerja mulai tumbuh dan berkembang pesat dan hampir di semua sektor pekerjaan, sosok perempuan pasti ada. Potensi perempuan Indonesia saat ini sudah maju. Kini tinggal tergantung pada diri mereka masing-masing untuk mau atau tidak membekali diri mereka dengan berbagai bekal pengetahuan dan keterampilan agar tidak ‘cengeng dan manja.
SAAT MENERIMA kunjungan Komisi IX DPR RI, Lily bersama Sekditjen DJBC ketika itu Thomas Sugijata pada 2 September 2004 di Entikong.

Mengenai peran perempuan di birokrasi, Lily menjelaskan bahwa kini ‘ruang’ bagi perempuan di sektor birokrasi sudah ada tapi belum seluas yang diharapkan. “Pada prinsipnya perempuan jika diberi kesempatan luas ia akan berusaha menjalankan tugasnya dengan maksimal dan tidak kalah dengan pria,”ujar Lily yang mengawali karirnya sebagai tata usaha pada Kanwil IX Pontianak. Ketika ditanya apabila peluang sebagai Kepala Kantor menghampirinya, Lily dengan diplomatis menjawab, “Insya Allah saya akan menjalankan tugas itu sebaikbaiknya jika ditunjuk, tapi untuk posisi tersebut saya tidak terlalu berambisi. Saat ini masih banyak rekan-rekan yang lebih senior yang pantas untuk menjadi kepala kantor,’ tutur Lily yang sebelumnya pernah menjadi pelaksana pada Kanwil Pontianak tahun 1986 dan menjadi Korlak di KPBC Pontianak tahun 2003. Selama menjadi pegawai DJBC, Lily mengakui, diskrimasi pekerjaan tidak ia temui, bahkan rekan kerjanya selalu membantu dan mendukungnya untuk menyelesaikan pekerjaan dan kerap kali terjadi kerjasama yang
DOK PRIBADI

PADA WAKTU SENGGANG kadang Lily gunakan untuk berbincang dengan para ibu pemikul barang di PPLB Entikong.

solid diantara rekan kerjanya. Sebagai perempuan, Lily membekali dirinya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan yang bisa mendukungnya menjalankan tugas, baik itu melalui lembaga pendidikan formal dengan menamatkan strata satu bidang ilmu hukum pada Universitas Panca Bhakti Pontianak dan berbagai diklat jenjang yang diselenggarakan oleh DJBC. Selain pendidikan formal, ia membekali diri dengan pendidikan yang sifatnya non formal melalui kursus-kursus dan melahap berbagai informasi dari media massa yang tidak jarang pula diselingi dengan diskusi dengan orang yang lebih faham dalam suatu bidang. Ada suatu kisah yang tidak dapat ia lupakan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Dirjen Bea dan Cukai Drs. Edy Abdurrachman dan beberapa pejabat pemerintah lain berkunjung ke PPLB Entikong. Ketika itu Lily mendapat tugas dari Kakanwil untuk melakukan segala persiapan penyambutan sampaisampai ia harus rela untuk membeli taplak meja ke pasar yang jaraknya cukup jauh. Meski sempat teman-temannya ada yang menyangsikan, apakah mungkin presiden mau bertandang ke kantor mereka sampai-sampai harus dadakan menyiapkan taplak meja baru. Usaha Lily membeli taplak ternyata tidak siasia, karena rombongan presiden secara khusus menghampiri kantor Bea dan Cukai di Entikong dan melihat keadaan KPBC Entikong. Menurut Lily, presiden menaruh perhatian penuh pada instansi-instansi yang berada di perbatasan, dan merupakan suatu kehormatan baginya bisa berjabat tangan langsung dengan RI 1. “Saya ketika itu tidak menyangka presiden mau singgah ke kantor kami dan saya mendapat kesempatan berjabat tangan dengan beliau, sampai-sampai teman saya ada yang bergurau, tidak siasia kamu beli taplak meja ke pasar, akhirnya kantor kita didatangi presiden dan kamu bersalaman dengan presiden,” kenang Lily sambil tersenyum. zap
WARTA BEA CUKAI

EDISI 373 DESEMBER 2005

79

APA KATA MEREKA

F R A N S

M O H E D E

“ Udah Oke”
dah oke,” itulah jawaban yang dilontarkan oleh salah satu personil grup vokal Lingua, Frans Mohede atau yang lebih sering dikenal dengan Frans Lingua ketika ditanya pendapatnya mengenai petugas bea cukai Indonesia. Pria bertubuh tegap ini mengaku selama melakukan perjalanan ke luar negeri dirinya tidak pernah merasa dipersulit dengan petugas Bea dan Cukai di bandara ketika pulang dari luar negeri. Menurut suami dari Amara yang juga personil grup Lingua petugas Bea dan Cukai Indonesia ramah dan bersahabat sehingga tidak ada kesan angker ketika barang bawaannya di periksa oleh petugas. “Petugas (Bea Cukai.red) kita ramah dan gak seperti di negara lain yang kesannya angker sehingga terkadang kita sendiri jadi takut walaupun kita gak bawa barang yang ‘aneh-aneh’,”ujarnya. Ketika ditemui WBC pada malam final Indonesian Idol di JHCC beberapa waktu lalu, pemilik nama lengkap Francois Mohede ini berpesan, agar petugas Bea Cukai dapat menjalankan tugasnya lebih maksimal lagi dan lebih waspada terhadap masuknya barang illegal dari luar negeri melalui bandara. zap

“U

F

U

A

D

B

A

R

A

J

A

M

“Kalau Bisa Cukai Rokok Lebih Tinggi Lagi”
ungkin sebagian dari kita ada yang mengetahui bahwa artis yang selalu berperan menjadi seorang ayah yang bijaksana dan suami yang setia pada setiap sinetronnya ini juga merupakan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3). “Selain syuting untuk bulan Ramadhan yang kejar tayang, dibulan puasa saya juga memberikan ceramah dan juga penyuluhan mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh rokok kepada masyarakat,” ujar Fuad disela-sela rehat syuting KaruniaMu yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta. Ketika ditanya alasannya mengapa memilih terjun di LM3, Fuad mengatakan bahwa masalah rokok ini sudah menjadi perhatiannya sejak dulu dan banyak bahaya yang dirasakan oleh tubuh ketika sebatang rokok dihisap oleh seorang perokok,”Begitu banyak racun yang masuk dan ada ditubuh seseorang ketika dia merokok,”papar Fuad. Lebih lanjut Fuad mengatakan, sebagai institusi yang menangani pengenaan cukai pada rokok, Fuad mengusulkan agar cukai rokok tarifnya dinaikan menjadi seratus persen. Hal ini menurut Fuad agar pertumbuhan perokok pemula dapat ditekan semaksmal mungkin, sehingga tercipta generasi muda yang sehat tanpa rokok. “Usul saya ya…seperti itu tadi, bea cukai menaikan tarif cukai rokoknya seratus persen agar jumlah perokok pemula dapat ditekan”, ujar Fuad kembali. Ketika ditanya mengenai petugas Bea dan Cukai di bandara, pemeran Pak Senyum pada sinetron Ramadhan ‘Jendela Hati’ mengatakan, petugas sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan ramah kepada para penumpang yang baru datang dari luar negeri. “Saya merasakan keramahan itu.” zap
WARTA BEA CUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

80

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 / PMK.010 / 2005 TENTANG PENETAPAN TARIP BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DALAM RANGKA ASEAN INTEGRATION SYSTEM OF PREFERENCES (AISP) UNTUK NEGARA-NEGARA ANGGOTA BARU ASEAN (CAMBODIA, LAOS, MYANMAR, DAN VIETNAM) MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mengurangi kesenjangan pembangunan antara Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam (CLMV) dengan ASEAN-6, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 460/KMK.01/2004 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Impor Barang Dalam Rangka ASEAN Integration System of Preferences (AISP) Untuk Negara-negara Anggota Baru ASEAN (Cambodia, Laos, Myanmar, dan Vietnam) telah ditetapkan skema tarif Bea Masuk atas impor barang dalam rangka ASEAN Integration System of Preferences (AISP), yang berakhir pada tanggal 29 Mei 2005; b. bahwa penetapan tarif Bea Masuk dalam rangka skema AISP sangat bermanfaat bagi negara-negara ASEAN baru, sehingga kebijakan tersebut perlu diperpanjang; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Impor Dalam Rangka ASEAN Integration System of Preferences (AISP) untuk Negara-Negara Baru Anggota ASEAN (Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam); Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612); 2. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004; 3. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 101/KMK.05/1997 tentang Pemberitahuan Pabean sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 48/PMK.04/2005; 4. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 546/KMK.01/2003 tentang Penetapan Tarif Bea Masuk Atas Impor Barang dalam Rangka Common Effective Preferential Tariff (CEPT); 5. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 547/KMK.01/2003 tentang Penetapan Tariff Bea Masuk Atas Barang Impor; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENETAPAN TARIF BEA MASUK ATAS IMPOR BARANG DALAM RANGKA ASEAN INTEGRATION SYSTEM OF PREFERENCES (AISP) UNTUK NEGARA-NEGARA BARU ANGGOTA ASEAN (CAMBODIA, LAOS, MYANMAR, DAN VIETNAM). Pasal 1 Menetapkan besarnya tarif Bea Masuk atas impor barang dari Negara Cambodia, Laos, Myanmar, dan Vietnam dalam ASEAN Integration System of Preferences (AISP) sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 2 Dalam hal tarif bea masuk yang berlaku umum dan atau CEPT lebih rendah dari tarif Bea Masuk berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan ini, maka tarif yang berlaku adalah tarif Bea Masuk yang paling rendah. Pasal 3 Pengenaan tarif Bea Masuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2 dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Tarif Bea Masuk dalam rangka AISP hanya diberlakukan terhadap impor barang yang dilengkapi dengan Surat Keterangan Asal (Form D) yang telah ditandatangani oleh pejabat berwenang di negara ASEAN bersangkutan; 2. Surat Keterangan Asal (Form D) sebagaimana dimaksud dalam butir 1 tidak diperlukan dalam hal : a. tarif Bea Masuk dalam AISP sama besar dengan tarif Bea Masuk yang berlaku umum dan /atau CEPT; b. impor barang yang nilai pabeannya tidak melebihi US$ 200 (dua ratus dollar Amerika Serikat). Pasal 4 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, terhadap impor barang yang pemberitahuan impor barangnya (PIB-nya) telah mendapat nomor pendaftaran dari Kantor Pelayanan Bea dan Cukai pelabuhan pemasukan, berlaku tarif Bea Masuk sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 5 Direktur Jenderal Bea dan Cukai diinstruksikan untuk melaksanakan ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan ini berlaku selama 12 (duabelas) bulan terhitung sejak tanggal 29 Mei 2005. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 16 Agustus 2005 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA ttd; JUSUF ANWAR

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

1

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

DAFTAR AISP INDONESIA UNTUK CAMBODIA (LIST OF AISP INDONESIA TO CAMBODIA) No Pos Tarif HS Code U R A I A N B A R A N G

DESCRIPTION OF GOODS

Bea Masuk Import Duty (%) 0 0 0 0 0

1 2 3 4 5

44.21 4421.10.00.00 4421.90 4421.90.10.00 4421.90.40.00 4421.90.50.00 4421.90.70.00

Barang lainnya dari kayu lainnya. - Gantungan pakaian - Lain-lain : -- Kelos, cop dan kumparan, gulungan benang jahit dan sejenisnya -- Tangkai permen, tangkai es krim dan sendok es krim -- Paving blok dari kayu -- Kipas dan handscreen, bingkai dan gagangnya serta bagian dari bingkai dan gagang -- Lain-lain : ---Perlengkapan kuda dan banteng ---Tasbih ---Manik-manik lainnya ---Lain-lain Keranjang, barang anyaman dan barang lainnya, dibuat secara langsung menjadi berbentuk dari bahan anyaman atau dibuat dari barang dalam pos 46.01; barang dari loofah. - Dari bahan nabati : -- Dari rotan Buku daftar, buku kas, buku catatan, buku pesanan, buku tanda terima, blok kertas surat, blok kertas memo, buku harian dan barang semacam itu, buku tulis, blok kertas isap, penjilid (lembaran lepas atau lain-lain), map, penyimpan berkas, formulir bermacam-macam bisnis, karbonset bersela lembaran kosong dan barang tulis-menulis lainnya, dari kertas atau kertas karton; album untuk contoh atau untuk koleksi dan sampul buku, dari kertas atau kertas karton. -Buku daftar, buku kas, buku catatan, buku pesanan, buku kuitansi, kertas surat, kertas memo, buku harian dan barang semacam itu - Buku tulis - Lain-lain Label kertas atau kertas karton dari segala jenis, dicetak maupun tidak. - Dicetak : -- Label yang membentuk bagian kemasan untuk perhiasan atau untuk benda kecil berupa barang perhiasan pribadi atau barang keperluan pribadi yang biasa dibawa dalam saku, dalam tas tangan atau di badan -- Lain-lain - Lain-lain : -- Label yang membentuk bagian kemasan untuk perhiasan atau untuk benda kecil berupa barang perhiasan pribadi atau untuk barang keperluan pribadi yang biasa dibawa dalam saku, dalam tas tangan atau di badan -- Lain-lain Bagian dari alas kaki (termasuk bagian atas dipasang sol maupun tidak selain sol luar); sol dalam yang dapat dilepas, bantalan tumit dan barang semacam itu; pelindung kaki, pembalut kaki dan barang semacam itu, serta bagiannya. - Bagian atas sepatu dan bagiannya, selain pengeras : -- Dari logam -- Lain-lain - Sol luar dan hak, dari karet atau plastik - Lain-lain : -- Dari kayu -- Dari bahan lain : ---Dari logam ---Sol-dalam dari karet atau plastik

6 7 8 9

4421.90.91.00 4421.90.92.00 4421.90.93.00 4421.90.99.00 46.02

10

4602.10 4602.10.10.00 48.20

Other articles of wood. - Clothes hangers - Other : -- Spools, cops and bobbins, sewing thread reels and the like -- Candy-sticks, ice-cream sticks and ice-cream spoons -- Wood paving blocks -- Fans and handscreens, frames and handles therefor and parts of such frames and handles -- Other : ---Horse and bullock gear ---Prayer beads ---Other beads ---Other Basketwork, wickerwork and other articles, made directly to shape from plaiting materials or made up from goods of heading 46.01; articles of loofah. - Of vegetable materials : -- Of rattan Registers, account books, note books, order books, receipt books, letter pads, memorandum pads, diaries and similar articles, exercise books, blotting-pads, binders (loose-leaf or other), folders, file covers, manifold business forms, interleaved carbon sets and other articles of stationary, of paper or paperboard; albums for samples or for collections and book covers, of paper or paperboard. -Registers, account books, note books, order books, receipt books, letter pads, memorandum pads, diaries and similar articles - Exercise books - Other Paper or paperboard labels of all kinds, whether or not printed. - Printed : -- Labels that form part of packing for jewellery or for small objects of personal adornment or for articles of personal use normally carried in the pocket, in the handbag or on the person -- Other - Other : -- Labels that form part of packing for jewellery or for small objects of personal adornment or for articles of personal use normally carried in the pocket, in the handbag or on the person -- Other Parts of footwear (including uppers whether or not attached to soles other than outer soles); removable in-soles, heel cushions and similar articles; gaiters, leggings and similar articles, and parts thereof. - Uppers and parts thereof, other than stiffeners : -- Of metal -- Other - Outer soles and heels, of rubber or plastics - other : -- Of wood -- Of other materials : ---Of metal ---In-soles of rubber or plastics

0 0 0 0

0

11 12 13

4820.10.00.00 4820.20.00.00 4820.90.00.00 48.21 4821.10 4821.10.10.00

5 5 5

14

5

15 16

4821.10.90.00 4821.90 4821.90.10.00

5 5

17

4821.90.90.00 64.06

5

6406.10 18 19 20 21 22 23 6406.10.10.00 6406.10.90.00 6406.20.00.00 6406.91.00.00 6406.99 6406.99.10.00 6406.99.20.00

5 5 5 5 5 5

2 2

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

K E P U T U S A N
24 6406.99.90.00 65.07 6507.00.10.00 6507.00.90.00 94.01 9401.50 27 28 29 30 9401.50.10.00 9401.50.90.00 9401.80 9401.80.10.00 9401.80.90.00 94.03 9403.30 9403.30.10.00 9403.30.20.00 9403.40.10.00 9403.40.20.00 9403.50 9403.50.11.00 9403.50.19.00 9403.50.91.00 9403.50.99.00 9403.80 9403.80.10.00 9403.80.90.00

&

K E T E T A P A N
---Other Head-bands, linings, covers, hat foundations, hat frames, peaks and chinstraps, for head gear. - Tinted visors and visors concealing any part of the face between the eyebrows and the chin - Other Seats (other than those of heading 94.02), whether or not vonverrtible into beds, and parts thereof. - Seats of cane, osier, bamboos or similar materials : -- Of rattan -- Other - Other seats, with wooden frames : - Other seats : -- Baby walkers -- Other Other furniture and parts thereof. - Wooden furniture of a kind used in offices : -- Assembled -- Not assembled -- Assembled -- Not assembled - Wooden furniture of a kind used in the bedroom : -- Bedroom sets : ---Assembled ---Not assembled ---Other : ---Assembled ---Not assembled - Furniture of other materials, including cane, osier, bamboo or similar materials : -- Bedroom, dining room or living room sets of rattan -- Other 5

25 26

31 32 33 34

35 36 37 38

39 40

---Lain-lain Ikat kepala, pelapis topi, tutup topi, dasar topi, rangka topi, klep dan tali dagu, untuk tutup kepala. - Klep topi diwarnai dan klep topi menutupi beberapa bagian wajah diantara alis dan dagu - Lain-lain Tempat duduk (selain barang yang dimaksud dari pos 94.02), dapat diubah menjadi tempat tidur, maupun tidak dan bagiannya. - Tempat duduk dari tanaman beruas, osier, bambu atau bahan semacam itu : -- Dari rotan -- Lain-lain - Tempat duduk lainnya, dengan rangka kayu - Tempat duduk lainnya : -- Baby walkers -- Lain-lain Perabotan lain dan bagiannya. - Perabotan kayu dari jenis yang digunakan di kantor : -- Dirakit -- Tidak dirakit -- Dirakit -- Tidak dirakit - Perabotan kayu dari jenis yang digunakan di kamar tidur : -- Perangkat kamar tidur : ---Dirakit ---Tidak dirakit ---Lain-lain : ---Dirakit ---Tidak dirakit - Perabotan dari bahan lainnya, termasuk tanaman beruas, osier, bambu atau bahan semacam itu : -- Perangkat kamar tidur, ruang makan atau ruang keluarga dari rotan -- Lain-lain

5 5

5 5 5 5

5 5 5 5

5 5 5 5

5 5

DAFTAR AISP INDONESIA UNTUK LAOS (LIST OF AISP INDONESIA TO LAOS) No Pos Tarif HS Code U R A I A N B A R A N G

DESCRIPTION OF GOODS

Bea Masuk Import Duty (%)

07.13 1 2 3 0713.90 0713.90.10.00 0713.90.90.00 0803.00.00.00 09.01

4 5 6 7 8 9

0901.11 0901.11.10.00 0901.11.90.00 0901.21 0901.21.10.00 0901.21.20.00 09.10 0910.10.00.00 10.08 1008.90.00.00 12.02 1202.10 1202.20.00.00 13.01 1301.90

10

Sayuran polongan kering, dikupas, dikuliti atau dibelah maupun tidak. - Lain-lain : -- Untuk disemai -- Lain-lain Pisang, termasuk plantain, segar atau kering. Kopi, digongseng atau dihilangkan kafeinnya maupun tidak; sekam dan kulit kopi; pengganti kopi mengandung kopi dengan perbandingan berapapun. - Kopi, tidak digongseng : -- Tidak dihilangkan kafeinnya : ---Arabika WIB atau Robusta OIB ---Lain-lain -- Tidak dihilangkan kafeinnya : ---Tidak ditumbuk ---Ditumbuk Jahe, saffron,turmeric (curcuma), thyme, daun salam, kari dan rempah-rempah lainnya. - Jahe Buckwheat, millet dan biji canary; Serealia lainnya. - Serealia lainnya Kacang tanah, tidak digongseng atau dimasak secara lain, dikuliti atau pecah maupun tidak. - Berkulit : - Dikuliti, pecah maupun tidak Lak, getah alam, damar, getah-damar dan oleoresins (misalnya, getah balsem). - Lain-lain :

Dried leguminous vegetables, shelled, whether or not skinned or split. - Other : -- For sowing -- Other Bananas, including plantains, fresh or dried. Coffee , whether or not roasted or decaffeinated; coffee husks and skins; coffee substitutes containing coffee in any proportion. - Coffee, not roasted : -- Not decaffeinated : ---Arabica WIB or Robusta OIB ---Other --Not decaffeinated : ---Unground ---Ground Ginger, saffron, turmeric ( curcuma ), thyme, bay leaves, curry and other spices. - Ginger Buckwheat, millet and canary seed; other cereals. - Other cereals Ground-nuts, not roasted or otherwise cooked, whether or not shelled or broken. - In shell : - Shelled, whether or not broken Lac, natural gums, resins, gum-resins and oleoresins (for example, balsams). - Other :

5 5 5

5 0 0 0 5 5

5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

3 3

K E P U T U S A N
11 12 13 14 1301.90.10.00 1301.90.20.00 1301.90.30.00 1301.90.90.00 14.04 1404.90 1404.90.10.00 1404.90.90.00 2006.00.00.00 24.01 2401.10 2401.10.10.00 2401.10.20.00 2401.10.30.00 2401.10.90.00

&

K E T E T A P A N
-- Gum benjamin -- Gum damar -- Cannabis resin --Other Vegetable products not elsewhere specified or included. - Other : -- Betel leaves, biri leaves and betel-nut leaves -- Other Vegetables, fruit, nuts, fruit-peel and other parts of plants, preserved by sugar (drained, glace or crystallised). Unmanufactured tobacco; tobacco refuse. - Tobacco, not stemmed / stripped : -- Virginia type, flue-cured -- Virginia type, not flue cured -- Other, flue-cured -- Other, not flue-cured 5 5 5 5

15 16 17

18 19 20 21

-- Kemenyan -- Getah damar -- Resin Cannabis --Lain-lain Produk nabati tidak dirinci atau termasuk pos lainnya. - Lain-lain : -- Daun sirih, daun biri dan daun pinang -- Lain-lain Sayuran, buah, kacang, kulit buah dan bagian lain dari tanaman, diawetkan dengan gula (kering, berkilau atau kristal). Tembakau belum dipabrikasi; sisa tembakau. - Tembakau, bertangkai / bertulang daun : -- Jenis Virginia, diolah dengan udara panas -- Jenis Virginia, tidak diolah dengan udara panas -- Lain-lain, diolah dengan udara panas -- Lain-lain, tidak diolah dengan udara panas

5 5

0 5 5 5

DAFTAR AISP INDONESIA UNTUK MYANMAR (LIST OF AISP INDONESIA TO MYANMAR) No Pos Tarif HS Code U R A I A N B A R A N G

DESCRIPTION OF GOODS

Bea Masuk Import Duty (%)

03.01 1 0301.91.00.00

03.02

2

0302.19.00.00

3

0302.29.00.00 03.04 0304.10.00.00 03.05

4

5 6

0305.20.00.00 0305.30.00.00

7 8 9 10

0305.51.00.00 0305.59 0305.59.10.00 0305.59.90 0305.59.90.10 0305.59.90.90 03.06

11 12

0306.12.00.00 0306.14.00.00 0306.21

4 4

Ikan hidup. - Ikan hidup lainnya : -- Ikan trout ( Salmo trutta, Oncorhynchus mykiss, Oncorhynchus clarki, Oncorhynchus aguabonita,Oncorhynchus gilae, Oncorhynchus apache dan Oncorhynchus chrysogaster ) Ikan, segar atau dingin, tidak termasuk potongan ikan tanpa tulang dan daging ikan lainnya dari pos 03.04. - Ikan salem (salmonidae), tidak termasuk hati dan telur : -- Lain-lain - Ikan pipih ( Pleuronectidae, Bothidae, Cynoglossidae, Soleidae, Scophthalmidae dan Citharidae), tidak termasuk hati dan telur : -- Lain-lain Potongan ikan tanpa tulang dan daging ikan lainnya ( dicincang maupun tidak ), segar, dingin atau beku. - Segar atau dingin Ikan, kering, asin atau dalam air garam; ikan diasapi, dimasak maupun tidak sebelum atau selama proses pengasapan; tepung, tepung kasar dan pellet dari ikan yang layak untuk dikonsumsi manusia. - Hati dan telur, kering, diasapi, asin atau dalam air garam. - Potongan ikan tanpa tulang, kering, diasin atau dalam air garam, tetapi tidak diasapi - Ikan kering, asin maupun tidak tetapi tidak diasapi : -- Ikan cod ( Gadus morhua, Gadus Ogac, Gadus macrocephalus ) -- Lain-lain : ---Sirip ikan hiu ---Lain-lain: ----Ikan teri ----Lain-lain Krustasea, berkulit maupun tidak, hidup, segar, dingin, beku, kering, asin atau dalam air garam; krustasea, berkulit, dikukus atau direbus, dingin, beku, kering, diasin atau dalam air garam maupun tidak; tepung, tepung kasar dan pellet dari krustasea, layak untuk dikonsumsi manusia. - Beku : -- Lobster (Homarus spp.) -- Kepiting - Tidak beku : -- lobster karang dan udang laut besar lainnya (Palinurus spp.,Panulirus spp., Jasus spp):

Live fish. - Other live fish : -- Trout ( Salmo trutta, Oncorhynchus mykiss, Oncorhynchus clarki, Oncorhynchus aguabonita, Oncorhynchus gilae,Oncorhynchus apache and Oncorhynchus chrysogaster ) Fish, fresh or chilled,excluding fish fillets and other fish meat of heading 03.04. - Salmonidae, excluding livers and roes : -- Other - Flat fish (Pleuronectidae , Bothidae , Cynoglossidae, Soleidae, Scophthalmidae and Citharidae), excluding livers and roes : -- Other Fish fillets and other fish meat ( whether or not minced ), fresh, chilled or frozen. - Fresh or chilled Fish, dried, salted or in brine; smoked fish, whether or not cooked before or during the smoking process; flours, meals and pellets of fish, fit for human consumption. - Livers and roes of fish, dried, smoked, salted or in brine. - Fish fillets, dried, salted or in brine, but not smoked - Dried fish, whether or not salted but not smoked : -- Cod ( Gadus morhua, Gadus ogac, Gadus macrocephalus ) -- Other : ---sharks fins ---Other: ----Teri fish ----Other Crustaceans, whether in shell or not, live, fresh, chilled, frozen, dried, salted or in brine ; crustaceans, in shell , cooked by steaming or by boiling in water, whether or not chilled,frozen,dried, salted or in brine; flours, meals and pellets of crustaceans, fit for human consumption. - Frozen : -- Lobsters (Homarus spp.) -- Crabs - Not frozen : -- Rock lobster and other sea crawfish (Palinurus spp.,Panulirus spp.,Jasus spp.):

0

5

5

5

5 5

5 5 5 5

5 5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

K E P U T U S A N
13 14 15 0306.21.30.00 0306.21.90.00 0306.22 0306.22.90.00 03.07

&

K E T E T A P A N
---Fresh or chilled ---Other -- Lobsters (Homarus spp.) : ---Other Molluscs, whether in shell or not, live, fresh, chilled, frozen, dried, salted or in brine ; aquatic invertebrates other than crustaceans and molluscs , live, fresh, chilled,frozen, dried, salted or in brine ; flours , meals , and pellets of aquatic invertebrates other than crustaceans, fit for human consumption. -Oysters : -- Live -- Fresh, chilled or frozen -- Dried, salted or in brine - Scallops, including queen scallops, of the genera pecten, Chlamys or Placopecten : -- Live, Fresh or chilled : ---Live ---Fresh or chilled - Snails, other than sea snails : -- Live --Fresh, chilled or frozen -- Dried, salted or in brine Birds’ eggs, in shell, fresh, preserved or cooked. - For hatching : -- Hens’ eggs -- Ducks eggs -- Other - Other : -- Hens’ eggs -- Ducks eggs -- Other Edible products of animal origin, not elsewhere specified or included. - Birds’ nests - Other Pigs’, hogs’ and boars’ bristles or hair ; badger hair and other brush making hair;waste of such bristles or hair. - Pigs’, hogs’ and boars’ bristles and hair and waste thereof Skins and other parts of birds, with their feathers or down , feathers and parts of feathers (whether or not with trimmed edges) and down, not further worked than cleaned, disinfected or treated for preservation; powder and waste of feathers or part of feathers. - Other : -- Duck feathers -- Other Bones and horn-cores, unworked, defatted, simply prepared ( but not cut to shape ), treated with acid or degelatinised; powder and waste of these products. - Other Ivory, tortoise-shell,whalebone and whalebone hair, horns, antlers,hooves, nails, claws and beaks,unworked or simply prepared but not cut to shape; powder and waste of these products. 5 5 5

16 17 18

0307.10 0307.10.10.00 0307.10.20.00 0307.10.30.00 0307.21 0307.21.10.00 0307.21.20.00 0307.60 0307.60.10.00 0307.60.20.00 0307.60.30.00 04.07 0407.00.11.00 0407.00.12.00 0407.00.19.00 0407.00.91.00 0407.00.92.00 0407.00.99.00 04.10 0410.00.10.00 0410.00.90.00 05.02

19 20 21 22 23

24 25 26 27 28 29 30 31

32

0502.10.00.00 05.05

33 34

0505.90 0505.90.10.00 0505.90.90.00 05.06

35

0506.90.00.00 05.07

36 37 38

0507.90 0507.90.10.00 0507.90.20.00 0507.90.90.00 05.11

0511.91

---Segar atau dingin ---Lain-lain -- Lobster (Homarus spp.) : ---Lain-lain Moluska, berkulit maupun tidak, hidup, segar, dingin, beku, kering, asin atau dalam air garam; invertebrata air selain krustasea dan moluska, hidup, segar, dingin, beku, kering, asin atau dalam air garam; tepung, tepung kasar dan pellet dari invertebrata air selain krustasea, layak untuk dikonsumsi manusia. -Tiram : -- Hidup -- Segar, dingin atau beku -- Kering, asin atau dalam air garam - Kerang, termasuk kerang ratu, dari genera Pecten, Chlamys atau Placopecten : -- Hidup, segar atau dingin: ---Hidup ---Segar atau dingin - Siput, selain siput laut : -- Hidup -- Segar, dingin atau beku -- Kering, asin atau dalam air garam Telur unggas berkulit, segar, diawetkan atau dimasak. - Untuk ditetaskan : -- Telur ayam -- Telur bebek -- Lain-lain - Lain-lain : -- Telur ayam --Telur bebek -- Lain-lain Produk yang dapat dimakan berasal dari hewan, tidak dirinci atau termasuk dalam pos lainnya. - Sarang burung - Lain-lain Bulu atau bulu kasar dari babi, babi ternak dan babi hutan; bulu berang-berang dan bulu binatang lainnya yang dapat dibuat sikat;sisa dari bulu atau bulu kasar semacam itu. - Bulu dan bulu kasar serta sisanya dari babi, babi ternak dan babi hutan Kulit dan bagian lainnya dari unggas, masih berbulu atau berbulu halus, bulu unggas dan bagiannya ( pinggirannya dipangkas maupun tidak) dan bulu halus, tidak dikerjakan lebih lanjut selain dibersihkan, disuci-hamakan atau dikerjakan untuk pengawetan; bubuk dan sisa dari bulu atau bagiannya. - Lain-lain : -- Bulu bebek -- Lain-lain Tulang dan teras tanduk, tidak dikerjakan, dihilangkan lemaknya, dikerjakan secara sederhana ( tetapi tidak dipotong menjadi berbentuk), dikerjakan dengan asam atau dihilangkan gelatinnya; bubuk dan sisa dari produk tersebut. - Lain-lain Gading, kulit kura-kura, whalebone dan whalebone hair, tanduk, tanduk bercabang, kuku (binatang sejenis kuda atau sapi), kuku burung, cakar burung dan paruh burung, tidak dikerjakan atau dikerjakan secara sederhana tetapi tidak dipotong menjadi berbentuk; bubuk dan sisa dari produk tersebut. - Lain-lain : -- Tanduk, tanduk bercabang, kuku ( binatang sejenis kuda atau sapi), kuku burung, cakar burung dan paruh burung -- Kulit kura-kura -- Lain-lain Produk hewani tidak dirinci atau termasuk dalam pos lain; binatang mati dari Bab 1 atau 3, tidak layak untuk dikonsumsi manusia. - Lain-lain : -- Produk dari ikan atau krustasea, moluska atau invertebrata air lainnya; binatang

5 5 5

5 5 5 5 5

0 0 0 0 0 0 0 0

5

5 5

5

- Other : -- Horns, antlers, hooves, nails, claws and beaks -- Tortoise-shell -- Other Animal products not elsewhere specified or included; dead animals of Chapter 1 or 3, unfit for human consumption. - Other : -- Product of fish or crustaceans, molluscs or other aquatic invertabrates; dead animals

5 5 5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

5

K E P U T U S A N
39 40 41 0511.91.10.00 0511.91.40.00 0511.91.90.00 06.04

&

K E T E T A P A N
of Chapter 3 : ---Dead animals of Chapter 3 ---Fish bladder ---Other Foliage, branches and other parts of plants, without flowers or flower buds, and grasses, mosses and ichens, being goods of a kind suitable for bouquets or ornamental purposes, fresh, dried, dyed, bleached, impregnated or otherwise prepared. - Other : -- Other Leguminous vegetable, shelled or unshelled, fresh or chilled. - Peas (Pisum sativum) - Beans (Vigna spp., Phaseolus spp.) Other vegetables, fresh or chilled. - Mushrooms and truffles : --Mushrooms of the genus Agaricus Dried vegetables, whole, cut, sliced, broken or in powder, but not further prepared. - Mushrooms,wood ears (Auricularia spp.),jelly fungi(Tremella spp.) and truffles : -- Mushrooms of the genus Agaricus -- Wood ears (Auricularia spp.) -- Jelly fungi (Tremella spp.) ---Truffles ---Shiitake (dong-gu) ---Other Dried leguminous vegetables, shelled, whether or not skinned or split. - Chickpeas (garbanzos) : -- For sowing -- Other Manioc, arrowroot,salep, jerusalem artichokes, sweet potatoes and similar roots and tubers with high starch or inulin content, fresh, chilled,frozen or dried,whether or not sliced or in the form of pellets; sago pith. - Other : -- Other Coconuts, Brazil nuts and cashew nuts, fresh or dried, whether or not shelled or peeled. - Coconuts : -- Desiccated -- Other - Brazil nuts : -- Shelled - Cashew nuts : -- Shelled Dates, figs, pineapples, avocados, guavas, mangoes and mangosteens, fresh or dried. - Guavas, mangoes and mangoesteens : -- Guavas -- Mangoes -- Mangoesteens Apricots , cherries , peaches ( including nectarines), plums and sloes, fresh. - Plums and sloes Fruit and nuts provisionally preserved ( for example, by sulphur dioxide gas, in brine, in sulphur water or in other preservative solutions ), but unsuitable in that state for immediate consumption. - Other Fruit, dried, other than that of headings 08.01 to 08.06; mixtures of nuts or dried fruits of this Chapter. - Mixtures of nuts or dried fruits Chapter Coffee , whether or not roa decaffeinated; coffee husks and skin substitutes containing coffee - Coffee, not roasted : 5 5 5

42 43 44 45

0604.99.00.00 07.08 0708.10.00.00 0708.20.00.00 07.09 0709.51.00.00 07.12

46 47 48 49 50 51

0712.31.00.00 0712.32.00.00 0712.33.00.00 0712.39 0712.39.10.00 0712.39.20.00 0712.39.90.00 07.13 0713.20 0713.20.10.00 0713.20.90.00 07.14

52 53

54

0714.90 0714.90.90.00 08.01

55 56 57 58

0801.11.00.00 0801.19.00.00 0801.22.00.00 0801.32.00.00 08.04 0804.50.00 0804.50.00.10 0804.50.00.20 0804.50.00.30 08.09 0809.40.00.00 08.12

59 60 61 62

63

0812.90.00.00 08.13 0813.50.00.00 09.01

64

6 6

mati dari Bab 3 : ---Binatang mati dari Bab 3 ---Fish bladder ---Lain-lain Daun, dahan dan bagian lainnya dari tanaman, tanpa bunga atau kuncup bunga, dan rumput, lumut mosse dan lumut lichen, dari jenis yang cocok untuk karangan bunga atau keperluan pajangan, segar,kering, dicelup, dikelantang, diresapi atau diolah secara lain. - Lain-lain : -- Lain-lain Sayuran polongan, dikupas atau tidak, segar atau dingin. - Kacang kapri (Pisum sativum) - Kacang (Vigna spp., Phaseolus spp.) Sayuran lainnya, segar atau dingin. - Jamur dan cendawan tanah : --Jamur dari genus Agaricus Sayuran kering, utuh, potongan, irisan, patahan atau dalam bentuk bubuk, tetapi tidak diolah lebih lanjut. - Jamur, jamur kuping (Auricularia spp.),jamur jeli (Tremella spp.) dan cendawan tanah : -- Jamur dari genus Agaricus -- Jamur kuping (Auricularia spp.) -- Jamur jeli (Tremella spp.) --Lain-lain : —Other : ---Cendawan tanah ---Shiitake (dong-gu) ---Lain-lain Sayuran polongan kering, dikupas, dikuliti atau dibelah maupun tidak. - Chickpeas (garbanzos) : -- Untuk disemai -- Lain-lain Ubi kayu, arrowroot, salep, jerusalem artichoke, ubi jalar serta akar-akaran dan bonggolbonggolan semacam itu yang mengandung banyak pati atau inulin, segar, dingin, beku atau kering, dalam bentuk irisan maupun tidak atau dalam bentuk pelet; empulur sagu. - Lain-lain : -- Lain-lain Kelapa, kacang Brasil dan kacang mede, segar atau kering, dikupas atau dikuliti maupun tidak. - Kelapa : -- Diparut dan dikeringkan -- Lain lain - Kacang Brazil : -- Dikupas - Kacang mede : -- Dikupas Korma, buah ara, nanas, alpokat, jambu, mangga dan manggis, segar atau kering. - Jambu, mangga dan manggis : -- Jambu -- Mangga -- Manggis Aprikot, ceri, persik ( termasuk nektarin ), plum dan sloe, segar. - Plum dan sloe Buah dan buah bertempurung, diawetkan sementara (misalnya, dengan gas belerang dioksida dalam air garam, dalam air belerang atau dalam larutan pengawet lainnya), tetapi tidak cocok untuk konsumsi langsung. - Lain-lain Buah, kering, selain yang disebut dalam pos 08.01 sampai dengan 08.06; campuran dari buah bertempurung atau buah kering dari Bab ini. - Campuran dari buah bertempurung atau buah kering dari Bab ini Kopi, digongseng atau dihilangkan kafeinnya maupun tidak; sekam dan kulit kopi; pengganti kopi mengandung kopi dengan perbandingan berapapun. proportion. - Kopi, tidak digongseng :

5 5 5 5

5 5 5 5 5 5

5 5

5

0 5 5 0

0 0 0 5

5

5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

K E P U T U S A N
65 66 67 68 0901.11 0901.11.10.00 0901.11.90.00 0901.12 0901.12.10.00 0901.12.90.00 09.04

&

K E T E T A P A N
-- Not decaffeinated : -- Arabica WIB or Robusta OIB -- Other -- Decaffeinated : -- Arabica WIB or Robusta OIB -- Other Pepper of the genus Piper; dried or crushed or ground fruits of the genus Capsicum or of the genus Pimenta. - Pepper : -- Neither crushed nor ground : --White ---Black ---Other Cinnamon and cinnamon-tree flowers. - Neither crushed nor ground Seeds of anise, badian, fennel, coriander, cumin or caraway; juniper berries. - Seeds of coriander - Seeds of cumin - Seeds of fennel; juniper berries Ginger, saffron, turmeric ( curcuma ), thyme, bay leaves, curry and other spices. - Turmeric (Curcuma) - Curry - Other spices : -- Other Buckwheat, millet and canary seed; other cereals. - Buckwheat Cereal flours other than of wheat or meslin. - Maize (corn) flour Ground-nuts, not roasted or otherwise cooked, whether or not shelled or broken. - In shell : -- Suitable for sowing -- Other Other oil seeds and oleaginous fruits,whether or not broken. - Mustard seeds - Other : -- Other Plants and parts of plants ( including seeds and fruits ), of a kind used primarily in perfumery, in pharmacy or for insecticidal, fungicidal or similar purposes,fresh or dried, whether or not cut, crushed or powdered. - Ginseng roots : -- Cut, crushed or powdered form -- Other Vegetable products not elsewhere specified or included. - Other : -- Betel leaves, biri leaves and betel-nut leaves -- Other Coconut ( copra ), palm kernel or babassu oil and fractions thereof, whether or not refined, but not chemically modified. - Coconut (copra) oil and its fractions : -- Crude oil Animal or vegetable fats and oils and their fractions, partly or wholly hydrogenated, inter-esterified , re-esterified or elaidinised, whether or not refined, but not further prepared. - Vegetable fats and oils and their fractions : -- Re-esterified fats and oils and their fraction : -- Of soya bean -- Of palm oil, crude -- Of palm oil, other than crude : ---In packing of a net weight not exceeding 20 kg ---Other -- Of coconut -- Of palm kernel oil : ---Crude ---Refined, bleached and deodorised (RBD) 0 0 0 0

69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80

0904.11 0904.11.10.00 0904.11.20.00 0904.11.90.00 09.06 0906.10.00.00 09.09 0909.20.00.00 0909.30.00.00 0909.50.00.00 09.10 0910.30.00.00 0910.50.00.00 0910.99.00.00 10.08 1008.10.00.00 11.02 1102.20.00.00 12.02 1202.10 1202.10.10.00 1202.10.90.00 12.07 1207.50.00.00 1207.99.90.00 12.11

81 82 83 84

85 86

1211.20 1211.20.10.00 1211.20.90.00 14.04 1404.90 1404.90.10.00 1404.90.90.00 15.13

87 88

89

1513.11.00.00 15.16

1516.20 90 91 92 93 94 95 96 1516.20.11.00 1516.20.12.00 1516.20.21.00 1516.20.29.00 1516.20.30.00 1516.20.41.00 1516.20.42.00

-- Tidak dihilangkan kafeinnya : -- Arabika WIB atau Robusta OIB -- Lain-lain -- Dihilangkan kafeinnya : -- Arabika WIB atau Robusta OIB -- Lain-lain Lada dari genus Piper; kering atau dihancurkan atau buah yang digiling dari genus Capsicum atau dari genus Pimenta. - Lada : -- Tidak dihancurkan atau tidak ditumbuk : ---Putih ---Hitam ---Lain-lain Kayu manis dan bunga kayu manis. - Tidak dihancurkan atau tidak ditumbuk Biji adas manis, badian,adas pedas, ketumbar, jintan hitam atau jintan; buah juniper. - Biji ketumbar - Biji jintan hitam - Biji adas pedas; buah juniper Jahe, saffron,turmeric (curcuma), thyme, daun salam, kari dan rempah-rempah lainnya. - Turmeric (Curcuma) - Kari - Rempah-rempah lainnya : -- Lain-lain Buckwheat, millet dan biji canary; Serealia lainnya. - Buckwheat Tepung serelia selain gandum atau meslin. - Maizena (tepung jagung) Kacang tanah, tidak digongseng atau dimasak secara lain, dikuliti atau pecah maupun tidak. - Berkulit : -- Cocok untuk disemai -- Lain-lain Biji dan buah lainnya yang mengandung minyak, pecah maupun tidak. - Biji moster - Lain-lain : -- Lain-lain Tanaman dan bagiannya(termasuk biji dan buah), yang terutama dipakai dalam pembuatan wewangian, dalam farmasi atau untuk insektisida, fungisida atau untuk tujuan yang semacam itu, segar atau kering, baik dipotong, dihancurkan atau dijadikan bubuk maupun tidak. - Akar ginseng : -- Bentuk potongan, hancur atau bubuk -- Lain-lain Produk nabati tidak dirinci atau termasuk pos lainnya. - Lain-lain : -- Daun sirih, daun biri dan daun pinang -- Lain-lain Minyak kelapa ( kopra ), kernel kelapa sawit atau babassu dan fraksinya, dimurnikan maupun tidak, tetapi tidak dimodifikasi secara kimia. - Minyak kelapa (kopra) dan fraksinya : --Minyak mentah Lemak dan minyak hewani atau nabati dan fraksinya, sebagian atau seluruhnya dihidrogenasi, diinter-esterifikasi, dire-esterifikasi atau dielaidinisasi , dimurnikan maupun tidak, tetapi tidak diolah lebih lanjut. - Minyak dan lemak nabati serta fraksinya : -- Lemak dan minyak dire-esterifikasi serta fraksinya : -- Dari kacang kedelai -- Dari minyak-kelapa sawit, mentah -- Dari minyak kelapa sawit, selain mentah : ---Dalam kemasan dengan berat bersih tidak melebihi 20 kg ---Lain-lain -- Dari kelapa -- Dari minyak kernel kelapa sawit : ---Mentah ---Dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan

5 5 5 5 5 0 0 5 0 5 5 0

5 5 5 5

0 0

5 5

0

5 5 5 5 5 5 5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

7

K E P U T U S A N
97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 1516.20.51.00 1516.20.52.00 1516.20.61.00 1516.20.69.00 1516.20.71.00 1516.20.72.00 1516.20.73.00 1516.20.81.00 1516.20.82.00 1516.20.83.00 15.17

&

K E T E T A P A N
---Of palm kernel olein : ----Crude ----Refined, bleached and deodorised (RBD) ---Of illipenut oil ---Other -- Other : ---Hydrogenated fats in flakes, in packages of a net weight of less than 10 kg ---Hydrogenated fats in flakes, in packages of a net weight of 10 kg or more ---Hydrogenated castor oil (opal wax) ---Of palm kernel stearin, crude ---Of palm kernel stearin, refined, bleached and deodorised (RBD) ---Other hydrogenated and refined, bleached and deodorised palm kernel olein or stearin Margarine; edible mixtures or preparations of animal or vegetable fats or oils or of fractions of different fats or oils of this Chapter, other than edible fats or oils or their fractions of heading 15.16. - Margarine, excluding liquid margarine - Other : -- Imitation ghee -- Liquid margarine -- Mould release preparations -- Imitation lard; shortening : ---Imitation lard of animal origin ---Imitation lard of vegetable origin ---Shortening ---Of mixtures or preparations of vegetable fats or oils or of their fractions : ---Solid mixtures or preparations ---Liquid mixtures or preparations : ----In which ground-nut oil predominates ----In which palm oil predominates : -----Crude -----Other, in packings of net weight not exceeding 20 kg -----Other ----In which crude palm kernel oil predominates ----In which refined, bleached and deodorised (RBD) palm kernel olein predominates ----In which crude palm kernel olein ----In which refined, bleached and deoderised (RBD) palm kernel olein predominates ----In which soya bean oil or coconut oil ----In which illipenut oil predominates ----Other -- Other Glycerol, crude; glycerol waters and glycerol lyes. - Crude glycerol - Other Prepared or preserved fish; caviar and caviar substitutes prepared from fish eggs. - Fish, whole or in pieces, but not minced : -- Salmon : ---In airtight containers Other sugars, including chemically pure lactose, maltose, glucose and fructose, in solid form; sugar syrups not containing added flavouring or colouring matter; artificial honey, whether or not mixed with natural Glucose and glucose syrup, not containing fructose or containing in the dry state less 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128

1517.10.00.00 1517.90 1517.90.10.00 1517.90.20.00 1517.90.30.00 1517.90.41.00 1517.90.42.00 1517.90.43.00 1517.90.51.00 1517.90.61.00 1517.90.71.00 1517.90.72.00 1517.90.79.00 1517.90.81.00 1517.90.82.00 1517.90.83.00 1517.90.84.00 1517.90.85.00 1517.90.86.00 1517.90.89.00 1517.90.90.00 15.20 1520.00.10.00 1520.00.90.00 16.04

129

1604.11 1604.11.10.00 17.02

1702.30

8 8

baunya ---Dari olein kernel kelapa sawit : ----Mentah ----Dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya ---Dari minyak illipenut ---Lain-lain -- Lain-lain : ---Lemak dihidrogenasi dalam bentuk serpih, dalam kemasan dengan berat bersih kurang dari 10 kg ---Lemak dihidrogenasi dalam bentuk serpih, dalam kemasan dengan berat bersih 10 kg atau lebih ---Minyak jarak dihidrogenasi (opal wax) ---Dari stearin kernel kelapa sawit, mentah ---Dari stearin kernel kelapa sawit, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya ---Olein atau stearin kernel kelapa sawit lainnya yang dihidrogenasi dan dimurnikan, dijernihkan, serta dihilangkan baunya Margarin; campuran atau olahan yang dapat dimakan dari lemak atau minyak hewani atau nabati atau dari fraksi lemak atau minyak yang berbeda dalam bab ini, selain lemak atau minyak atau fraksinya yang dapat dimakan dalam pos 15.16. - Margarin, tidak termasuk margarin cair - Lain-lain : -- Ghee tiruan -- Margarin cair -- Olahan pelepas cetakan -- Lard tiruan; shortening : ---Lard tiruan hewani ---Lard tiruan nabati ---Shortening ---Campuran atau olahan dari lemak atau minyak nabati atau dari fraksinya : ---Campuran atau olahan padat ---Campuran atau olahan cair : ----Dengan bahan utama minyak kacang tanah ----Dengan bahan utama minyak kelapa sawit : -----Mentah -----Lain-lain, dalam kemasan dengan berat bersih tidak melebihi 20 kg -----Lain-lain ----Dengan bahan utama minyak kernel kelapa sawit mentah ----Dengan bahan utama olein kernel kelapa sawit yang dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya ----Dengan bahan utama olein kernel kelapa sawit mentah predominates ----Dengan bahan utama olein kernel kelapa sawit yang dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya ----Dengan bahan utama minyak kedelai atau minyak kelapa predominates ----Dengan bahan utama minyak illipenut ----Lain-lain -- Lain-lain Gliserol, kasar; air gliserol dan larutan alkali gliserol. - Gliserol kasar - Lain-lain Ikan diolah atau diawetkan; kaviar dan pengganti kaviar yang diolah dari telur ikan. - Ikan, utuh atau dalam potongan, tetapi tidak dicincang : -- Salmon : ---Dalam kemasan kedap udara Gula lainnya, termasuk laktosa, maltosa, glukosa dan fruktosa murni kimiawi, dalam bentuk padat; sirop gula tidak mengandung tambahan bahan perasa atau pewarna; madu tiruan,dicampur dengan madu alam maupun tidak; karamel. honey; caramel. - Glukosa dan sirop glukosa, tidak mengandung fruktosa atau dalam keadaan kering mengandung

5 5 2,5 2,5 5 5 2,5 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 5 5 5

0

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

K E P U T U S A N
130 131 1702.30.10.00 1702.30.20.00 17.04 1704.90 1704.90.10.00 1704.90.20.00 1704.90.90.00 19.02

&

K E T E T A P A N
than 20% by weight of fructose : -- Glucose -- Glucose syrup Sugar confectionery ( including white chocolate ), not containing cocoa. - Other : -- Medicated sweets -- White chocolate -- Other Pasta, whether or not cooked or stuffed (with meat or other substances ) or otherwise prepared, such as spaghetti, macaroni, noodles,lasagne, gnocchi,ravioli, cannelloni; couscous, whether or not prepared. - Uncooked pasta, not stuffed or otherwise prepared : -- Other : ---Bean vermicelli (tang hoon) ---Rice vermicelli (bee hoon) ---Other Tapioca and substitutes therefor prepared from starch, in the form of flakes, grains, pearls, sifting or in similar forms. - Pearl - Flakes, siftings - Other Bread, pastry, cakes, biscuits and other bakers’ wares, whether or not containing cocoa; communion wafers, empty cachets of a kind suitable for pharmaceutical use, sealing wafers, rice paper and similar products. - Other : -- Cakes -- Pastries -- Bakery products made without flour -- Other crisp savoury food products -- Other Jams, fruit jellies, marmalades, fruit or nut puree and fruit or nut pastes, obtained by cooking,whether or not containing added sugar or other sweetening matter. - Other : -- Citrus fruit -- Other : ---Fruit grains and pastes other than of mango, pineapple or strawberries ---Other Fruit, nuts and other edible parts of plants, otherwise prepared or preserved, whether or not containing added sugar or other sweetening matter or spirit, not elsewhere specified or included. - Pears : -- Containing added sugar or other sweetening matter or spirits : ---In airtight containers ---Other -- Other : ---In airtight containers ---Other Fruit juices ( including grape must ) and vegetable juices, unfermented and not containing added spirit, whether or not containing added sugar or other sweetening matter. - Orange juice : -- Frozen - Grapefruit juice : -- Of a Brix value not exceeding 20 - Pineapple juice : -- Of a Brix value not exceeding 20 -- Other - Juice of any other single fruit or vegetable: -- Blackcurrant juice -- Other Sauces and preparation therefor; mixed condiments and mixed seasonings; mustard flour and meal and prepared mustard. - Soya sauce : 0 0

132 133 134

135 136 137

1902.19 1902.19.10.00 1902.19.20.00 1902.19.90.00 19.03 1903.00.00.10 1903.00.00.20 1903.00.00.90 19.05

138 139 140

141 142 143 144 145

1905.90 1905.90.30.00 1905.90.40.00 1905.90.50.00 1905.90.80.00 1905.90.90.00 20.07

146 147 148

2007.91.00.00 2007.99 2007.99.10.00 2007.99.90.00 20.08

2008.40 149 150 151 152 2008.40.11.00 2008.40.19.00 2008.40.91.00 2008.40.99.00 20.09

153 154 155 156 157 158

2009.11.00.00 2009.21.00.00 2009.41.00.00 2009.49.00.00 2009.80 2009.80.10.00 2009.80.90.00 21.03 2103.10.00

fruktosa kurang dari 20 % menurut beratnya: -- Glukosa -- Sirop glukosa Kembang gula ( termasuk coklat putih ), tidak mengandung kakao. - Lain-lain : -- Permen mengandung obat -- Coklat putih -- Lain-lain Pasta, dimasak atau diisi maupun tidak(dengan daging atau bahan lainnya) atau diolah secara lain, seperti spageti, makaroni, mi, lasagne, gnocchi, ravioli,cannelloni; couscous, diolah maupun tidak. - Pasta mentah, tidak diisi atau diolah secara lain : -- Lain-lain : ---Tanghun ---Bihun ---Lain-lain Tapioka dan penggantinya diolah dari pati, dalam bentuk serpih, butir, pearls, hasil ayakan atau bentuk semacam itu. - Seperti mutiara - Serpih, hasil ayakan - Lain-lain Roti, kue kering, kue, biskuit dan produk roti lainnya, mengandung kakao maupun tidak; wafer komuni, selongsong kosong dari jenis yang cocok untuk keperluan farmasi, sealing wafers,rice paper dan produk yang semacam itu - Lain-lain : -- Kue -- Kue kering -- Produk roti yang dibuat tanpa tepung -- Produk makanan garing lainnya -- Lain-lain Selai, jeli buah, marmelade, pure dan pasta dari buah atau kacang, diperoleh dari pemasakan, mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun tidak. - Lain-lain : -- Buah jeruk -- Lain-lain : ---Butiran dan pasta buah selain mangga,nanas atau stroberi ---Lain-lain Buah, kacang dan bagian tanaman lainnya yang dapat dimakan, diolah atau diawetkan secara lain, mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya atau alkohol maupun tidak, tidak dirinci atau termasuk pos lainnya. - Pir : -- Mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya atau alkohol : ---Dalam kemasan kedap udara ---Lain-lain -- Lain-lain : ---Dalam kemasan kedap udara ---Lain-lain Jus buah (termasuk grape must) dan jus sayuran, tidak difermentasi dan tidak mengandung tambahan alkohol, mengandung tambahan gula atau pemanis lainnya maupun tidak. - Jus orange : -- Beku - Jus grapefruit : -- Dengan nilai Brix tidak melebihi 20 -J us nanas : -- Dengan nilai Brix tidak melebihi 20 -- Lain-lain - Jus buah atau Jus sayuran lainnya, dari satu jenis : -- Jus blackcurrant -- Lain-lain Saus dan olahannya; campuran bumbu dan campuran bahan penyedap; tepung moster dan tepung kasar moster serta moster olahan. - Kecap :

5 5 5

5 5 5

5 5 5

5 5 5 5 5

0 0 5

5 5 5 5

0 5 5 5 5 5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

9

K E P U T U S A N
159 160 161 162 163 164 165 166 167 2103.10.00.10 2103.10.00.20 2103.10.00.90 2103.20.00.00 2103.30.00.00 2103.90 2103.90.10.00 2103.90.20.00 2103.90.30.00 2103.90.90.00 21.06 2106.90 2106.90.10.00 2106.90.20.00 2106.90.30.00

&

K E T E T A P A N
-- Sweet -- Salted -- Other - Tomato ketchup and other tomato sauces - Mustard flour and meal and prepared mustard - Other : -- Chilli sauce -- Mixed condiments and mixed seasonings, -- Fish sauce -- Other Food preparations not elsewhere specified or included. - Other : -- Dried bean curd and bean curd sticks -- Flavoured or coloured syrups -- Non-dairy creamer -- Preparations of a kind used in the -- Non-alcoholic preparations : ---Preparations to be used as raw material in preparing composite concentrates ---Composite concentrates for simple dilution with water to make beverages ---Ginseng based products ---Sweetening preparations consisting of artificial sweeteners and foodstuffs : ---Containing saccharin or aspartame as a sweetener - Other -- Other : ---Other Waters, including natural or artificial mineral waters and aerated waters, not containing added sugar or other sweetening matter nor flavoured; ice and snow. - Mineral waters and aerated waters Waters, including mineral waters and aerated waters, containing added sugar or other sweetening matter or flavoured, and other non-alcoholic beverages, not including fruit or vegetable juices of heading 20.09. - Waters, including mineral waters and aerated waters, containing added sugar or othe sweetening matter or flavoured : -- Sparkling mineral waters and aerated waters, flavoured -- Other Undenatured ethyl alcohol of an alcoholic strength by volume of 80% vol or higher;ethyl alcohol and other spirits, denatured, of any strength. - Ethyl alcohol and other spirits, denatured, of any strength : -- Denatured ethyl alcohol, including methylate spirits : -- Ethyl alcohol strength by volume of exceeding 99% vol -- Other -- Other Vinegar and substitutes for vinegar obtained from acetic acid. Acyclic alcohols and their halogenated, sulphonated, nitrated or nitrosated derivatives. - Saturated monohydric alcohols : -- Methanol (methyl alcohol) II. ALCOHOLS AND THEIR HALOGENATED, SULPHONATED, NITRATED OR NITROSATED DERIVATIVES Natural rubber,balata, gutta-percha, guayule, chicle and similar natural gums, in primary forms or in plates, sheets or strip. - Natural rubber in other forms : -- Smoked sheets : ---RSS Grade 1 ---Technically Specified Natural Rubber (TSNR): ---Other standard Indonesian Rubber ---Standard Malaysian rubber 5 5 5 5 5 5 5 5 5

168 169 170

171 172 173 174 175 176

2106.90.51.00 2106.90.52.00 2106.90.53.00 2106.90.71.00 2106.90.79.00 2106.90.99.00 22.01

177

2201.10.00.00 22.02

2202.10 178 179 2202.10.10.00 2202.10.90.00 22.07

-- Manis -- Asin -- Lain-lain - Tomato ketchup dan saus tomat lainnya - Tepung moster dan tepung kasar moster serta moster olahan - Lain-lain : -- Saus cabe -- Bumbu campuran dan penyedap campuran termasuk terasi including belachan -- Saus ikan -- Lain-lain Olahan makanan yang tidak dirinci atau termasuk dalam pos lainnya. - Lain-lain : -- Dadih buncis kering dan batang dadih buncis -- Sirop yang diberi perasa atau pewarna -- Non-dairy creamer -- Olahan dari jenis yang digunakan dalam pembuatan minuman : manufacture of beverages : -- Olahan tidak beralkohol : ---Olahan yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan konsentrat campuran ---Konsentrat campuran untuk diencerkan dengan air guna pembuatan minuman ---Produk dengan bahan dasar ginseng ---Olahan bahan pemanis yang mengandung pemanis tiruan dan bahan makanan : ---Mengandung sakarin atau aspartam sebagai pemanis - Lain-lain -- Lain-lain : ---Lain-lain Air,termasuk air mineral alam atau buatan dan air soda, tidak mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya maupun pemberi rasa; es dan salju. - Air mineral dan air soda Air, termasuk air mineral dan air soda, mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya atau pemberi rasa, dan minuman yang tidak mengandung alkohol lainnya, tidak termasuk jus buah atau sayuran dari pos 20.09. - Air, termasuk air mineral dan air soda, mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya atau pemberi rasa : -- Air mineral pancar dan air soda,diberi rasa -- Lain-lain Etil alkohol yang tidak didenaturasi dengan kadar alkohol 80% atau lebih menurut volumenya; etil alkohol dan alkohol lainnya, didenaturasi berapapun kadarnya. - Etil alkohol dan alkohol lainnya, didenaturasi, berapapun kadarnya : --Etil alkohol didenaturasi, termasuk alkohol dimetilasi : -- Etil alkohol dengan kadar alkohol melebihi 99% menurut volumenya -- Lain-lain -- Lain-lain Cuka dan pengganti cuka diperoleh dari asam asetat. Alkohol asiklik dan turunan halogenasi, sulfonasi, nitrasi atau nitrosasinya. - Alkohol monohidrat jenuh : -- Metanol (metil alkohol) II. ALKOHOL DAN TURUNAN HALOGENASI, SULFONASI, NITRASI ATAU NITROSASINYA Karet alam, balata, getah perca, guayule, chicle dan getah alam semacam itu, dalam bentuk asal atau pelat, lembaran atau strip. - Karet alam dalam bentuk lain : -- Smoked sheets : ---RSS Grade 1 ---Technically Specified Natural Rubber (TSNR): ---Standard Indonesian Rubber lainnya ---Standard Malaysian rubber

5 5 5

5 5 5 5 5 5

0

0 0

2207.20

180 181 182 183

2207.20.11.00 2207.20.19.00 2207.20.90.00 2209.00.00.00 29.05

5 5 5 5

184

2905.11.00.00

2,5

40.01

185 186 187

10 10

4001.21 4001.21.10.00 4001.22 4001.22.20.00 4001.22.30.00

5 5 5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

K E P U T U S A N
188 189 190 191 192 4001.22.40.00 4001.22.50.00 4001.22.60.00 4202.19.20.00 4204.00.00.00

&

K E T E T A P A N
---Specified Singapore rubber ---Thai tested rubber ---Standard Cambodia rubber ---Of nickel or aluminium Articles of leather or of composition leather, of a kind used in machinery or mechanical appliances or of other technical uses. Builders’ joinery and carpentry of wood, including cellular wood panels, assembled parquet panels, shingles and shakes. - Doors and their frames and thresholds Wood marquetry and inlaid wood; caskets and cases for jewellery or cutlery, and similar articles, of wood; statuettes and other ornaments, of wood; wooden articles of furniture not falling in Chapter 94. - Statuettes and other ornaments, of wood Other articles of wood. - Clothes hangers - Other : -- Spools, cops and bobbins, sewing thread reels and the like -- Match splints -- Wooden pegs or pins for footwear -- Candy-sticks, ice-cream sticks and ice-cream spoons -- Wood paving blocks -- Blind and blind fittings -- Fans and handscreens, frames and handles therefor and parts of such frames and handles -- Other : ---Horse and bullock gear ---Prayer beads ---Other beads ---Toothpicks ---Other Basketwork, wickerwork and other articles, made directly to shape from plaiting materials or made up from goods of heading 46.01; articles of loofah. - Of vegetable materials : -- Of rattan Uncoated kraft paper and paperboard, in rolls or sheets, other than that of heading 48.02 or 48.03. - Other kraft paper or paperboard weighing 150 g/m.or less : -- Unbleached : ---Other : ----Other Paper and paperboard, corrugated (with or without glued flat surface sheets), creped, crinkled, embossed or perforated, in rolls or sheets, other than paper of the kind described heading 48.03. - Corrugated paper and paperboard, whether or not perforated Toilet paper and similar paper, cellulose wadding or webs of cellulose fibres, of a kind used for household or sanitary purposes, in rolls of a width not exceeding 16 cm, or cut to size or shape; handkerchiefs, cleansing tissues, towels, tablecloths, serviettes, napkins for babies, tampons, bed sheets and similar household, sanitary or hospital articles, articles of apparel and clothing accessories, of paper pulp, paper, cellulose wadding or webs of cellulose fibres. - Toilet paper - Sanitary towels and tampons, napkins and napkin liners for babies and similar sanitary articles : -- Napkins and napkin liners for babies and similar sanitary articles -- Sanitary towels, tampons and similar articles 5 5 5 5 5

44.18 193 4418.20.00.00 44.20

194 195 196 197 198 199 200 201 202

4420.10.00.00 44.21 4421.10.00.00 4421.90 4421.90.10.00 4421.90.20.00 4421.90.30.00 4421.90.40.00 4421.90.50.00 4421.90.60.00 4421.90.70.00

---Specified Singapore rubber ---Thai tested rubber ---Standard Cambodia rubber ---Dari nikel atau aluminium Barang dari kulit samak atau dari kulit komposisi, dari jenis yang digunakan dalam mesin atau peralatan mekanik atau penggunaan teknik lainnya. Produk pertukangan dan bahan bangunan rumah dari kayu, termasuk panel kayu seluler, rakitan panel lantai papan, atap sirap dan shake. - Pintu dan kusennya serta ambang bawah pintu Tatakan kayu dan kayu bertatah; kotak dan peti untuk perhiasan atau barang tajam dan barang semacam itu, dari kayu; patung dan ornamen lainnya, dari kayu; perabotan dari kayu yang tidak termasuk Bab 94. - Patung kecil dan ornamen lainnya, dari kayu Barang lainnya dari kayu lainnya. - Gantungan pakaian - Lain-lain : -- Kelos, cop dan kumparan, gulungan benang jahit dan sejenisnya -- Batang kayu korek api -- Pasak atau paku kayu untuk alas kaki -- Tangkai permen, tangkai es krim dan sendok es krim -- Paving blok dari kayu -- Kerai dan alat kelengkapan kerai -- Kipas dan handscreen, bingkai dan gagangnya serta bagian dari bingkai dan gagang -- Lain-lain : ---Perlengkapan kuda dan banteng ---Tasbih ---Manik-manik lainnya ---Tusuk gigi ---Lain-lain Keranjang, barang anyaman dan barang lainnya, dibuat secara langsung menjadi berbentuk dari bahan anyaman atau dibuat dari barang dalam pos 46.01; barang dari loofah. - Dari bahan nabati : -- Dari rotan Kertas dan kertas karton kraft tidak dilapisi, dalam gulungan atau lembaran, selain yang dimaksud pada pos 48.02 atau 48.03. - Kertas atau kertas karton kraft lainnya dengan berat 150 g/m.atau kurang : -- Tidak dikelantang : ---Lain-lain : ----Lain-lain Kertas dan kertas karton, bergelombang (dengan atau tanpa dilekati lembaran yang datar permukaannya), dikisutkan, dikerutkan, diembos atau diperforasi, dalam gulungan atau lembaran, selain kertas dari jenis yang in diuraikan dalam pos 48.03. - Kertas dan kertas karton bergelombang, diperforasi maupun tidak Kertas toilet dan kertas semacam itu, gumpalan selulosa atau web dari serat selulosa, dari jenis yang digunakan untuk keperluan rumah tangga atau saniter, dalam gulungan dengan lebar tidak melebihi 16 cm, atau dipotong menurut ukuran atau bentuk tertentu; saputangan, tisu pembersih, handuk, taplak meja, serbet, popok bayi, tampon, seprei dan keperluan rumah tangga semacam itu, barang keperluan saniter atau rumah sakit, pakaian dan aksesori pakaian, dari pulp kertas,kertas, gumpalan selulosa atau web dari serat selulosa. - Kertas toilet - Saniter dan tampon, popok bayi dan pembebat untuk bayi dan barang saniter semacam itu : -- Popok bayi dan pembebat untuk bayi dan barang saniter semacam itu -- Pembalut saniter, tampon dan barang semacam itu

0

0 0 0 0 0 0 0 0 0

203 204 205 206 207

4421.90.91.00 4421.90.92.00 4421.90.93.00 4421.90.94.00 4421.90.99.00 46.02

0 0 0 0 0

208

4602.10 4602.10.10.00 48.04

0

209

4804.21 4804.39 4804.39.90.00 48.08

5

210

4808.10.00.00 48.18

5

211 212 213

4818.10.00.00 4818.40 4818.40.10.00 4818.40.20.00

5 5 5

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

11

K E P U T U S A N
48.19

&

K E T E T A P A N
Cartons, boxes, cases, bags and other packing containers, of paper, paperboard, cellulose wadding or webs of cellulose fibres; box files, letter trays, and similar articles, of paper or paperboard, of a kind used in offices, shops or the like. - Cartons, boxes and cases, of corrugated paper or paperboard Other paper, paperboard, cellulose wadding and webs of cellulose fibres, cut to size or shape; other articles of paper pulp, paper, paperboard, cellulose wadding or webs of cellulose fibres. - Gummed or adhesive paper, in strips or rolls : -- Other Waterproof footwear with outer soles and uppers of rubber or of plastics, the uppers of which are neither fixed to the sole nor assembled by stitching, riveting, nailing, screwing, plugging or similar processes. - Other footwear : -- Covering the ankle but not covering the knee -- Other Other footwear with outer soles and uppers of rubber or plastics. - Other footwear, incorporating a protective metal toe-cap Footwear with outer soles of rubber, plastics, leather or composition leather and uppers of leather. - Sports footwear : -- Ski-boots, cross-country ski footwear and snowboard boots -- Other : ---Other sports footwear fitted with studs, bar and the like(for example foot ball shoes,running shoes and golf shoes) ---Other - Footwear with outer soles of leather, and uppers which consist of leather straps across the instep and around the big toe Footwear with outer soles of rubber, plastics, leather or composition leather and uppers of textile materials. - Footwear with outer soles of rubber or plastics : -- Sports footwear; tennis shoes, basketball shoes, gym shoes, training shoes and the like -- Other Other footwear. - With uppers of leather or composition leather - With uppers of textile materials - Other Parts of footwear (including uppers whether or not attached to soles other than outer soles); removable in-soles, heel cushions and similar articles; gaiters, leggings and similar articles, and parts thereof. - Uppers and parts thereof, other than stiffeners : -- Of metal -- Other - Outer soles and heels, of rubber or plastics Table, kitchen or other household articles and parts thereof, of iron or steel; iron or steel pot scourers and scouring or polishing pads, gloves and the like, of iron or steel. -- Of iron (other than cast iron) or steel, enamelled Other articles of zinc. - Domestic articles and parts thereof

214

4819.10.00.00 48.23

215

4823.19.00.00 64.01

216 217 218

6401.92.00.00 6401.99.00.00 64.02 6402.30.00.00 64.03

219 220 221 222

6403.12.00.00 6403.19 6403.19.10.00 6403.19.90.00 6403.20.00.00

64.04

223 224 225 226 227

6404.11.00.00 6404.19.00.00 64.05 6405.10.00.00 6405.20.00.00 6405.90.00.00 64.06

6406.10 228 229 230 6406.10.10.00 6406.10.90.00 6406.20.00.00 73.23

231 232

7323.94.00.00 79.07 7907.00.20.00

12 12

Kardus, kotak, peti, tas dan kemasan lainnya dari kertas, kertas karton, gumpalan selulosa atau web dari serat selulosa; kotak arsip, talam surat dan barang semacam itu, dari kertas atau kertas karton, dari jenis yang digunakan di kantor,di toko atau sejenisnya. - Kardus, kotak dan peti, dari kertas atau kertas karton bergelombang Kertas, kertas karton, gumpalan selulosa dan web dari serat selulosa lainnya, dipotong menurut ukuran atau bentuk; barang lainnya dari pulp kertas, kertas, kertas karton, gumpalan selulosa atau web dari serat selulosa bentuk pita atau gulungan - Kertas berperekat atau kertas adesif, dalam strip atau gulungan : -- Lain-lain Alas kaki tahan air dengan sol luar dan bagian atas dari karet atau dari plastik, bagian atasnya tidak dipasang pada sol dan tidak dirakit dengan cara dijahit, dikeling, dipaku, disekrup, ditusuk atau proses semacam itu. - Alas kaki lainnya : -- Menutupi mata kaki tetapi tidak menutupi lutut -- Lain-lain Alas kaki lainnya dengan sol luar dan bagian atas dari karet atau plastik. - Alas kaki lainnya, dilengkapi logam pelindung jari Alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit samak atau kulit komposisi dan bagian atas sepatu dari kulit samak. - Alas kaki olah raga : -- Bot ski, alas kaki untuk lintas alam dan bot papan luncur salju -- Lain-lain : ---Alas kaki olahraga lainnya dilengkapi paku, batang dan sejenisnya (untuk contoh sepatu sepak bola, sepatu lari dan sepatu golf) ---Lain-lain - Alas kaki dengan sol luar dari kulit samak, dan bagian atasnya terdiri dari pengikat dari kulit samak yang menyilang punggung kaki dan sekeliling jempol Alas kaki dengan sol luar dari karet, plastik, kulit samak atau kulit komposisi dan bagian atasnya dari bahan tekstil. - Alas kaki dengan sol luar dari karet atau plastik : -- Alas kaki olah raga; sepatu tenis, sepatu bola basket, sepatu senam, sepatu latihan dan sejenisnya -- Lain-lain Alas kaki lainnya. - Dengan bagian atasnya dari kulit samak atau kulit komposisi - Dengan bagian atasnya dari bahan tekstil - Lain-lain Bagian dari alas kaki (termasuk bagian atas dipasang sol maupun tidak selain sol luar);sol dalam yang dapat dilepas, bantalan tumit dan barang semacam itu; pelindung kaki, pembalut kaki dan barang semacam itu, serta bagiannya. - Bagian atas sepatu dan bagiannya, selain pengeras : -- Dari logam -- Lain-lain - Sol luar dan hak, dari karet atau plastik Barang untuk penggunaan di atas meja, di dapur atau barang keperluan rumah-tangga lainnya dan bagiannya, dari besi atau baja; wol besi atau wool; wol baja; penggosok pot dan bantalan gosok atau pemoles, sarung tangan dan semacamnya, dari besi atau baja. -- Dari besi (selain besi tuang) atau baja, dienamel Barang lain dari seng. - Barang keperluan rumah tangga dan bagiannya

5

5

5 5 5

2,5 2,5 5 5

2,5 5 5 5 5

2,5 2,5 2,5

2,5 0

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

K E P U T U S A N
233 234 235 7907.00.30.00 7907.00.90.00 8005.00.00.00

&

K E T E T A P A N
- Gutters, roof capping, skylight frames and other fabricated building components - Other Tin foil (whether or not printed or backed with paper, paperboard, plastics or similar backing materials), of a thickness (excluding any backing) not exceeding 0.2 mm; tin powders Bells, gongs and the like, non-electric, of base metal; statuettes and other ornaments, of base metal; photograph, picture or similar frames, of base metal; mirrors of base metal. -- Plated with precious metal Stoppers, caps and lids ( including crown corks, screw caps and pouring stoppers), capsules for bottles, threaded bungs, bung covers, seals and other packing accessories, of base metal. - Crown corks Sewing machines, other than book-sewing machines of heading No.84.40; furniture, bases and covers specially designed for sewing machines; sewing machines needles. - Sewing machines of the household type - Other parts of sewing machines : -- Of machinery of subheading 8452.10 -- Other : ---Head parts and accessories ---Arms beds, foot and pedals ---For stands, flywheels and beltguards ---Other, used in the manufacture sewing machine ---Other Electrical transformers, static converters (for example, rectifiers) and inductors. -- Having a power handling capacity not exceeding 1 kVA : -- Instruments potential transformers -- Instrument current tranformers -- flyback transformers -- Intermediate frequency transformers -- Step up / down transformers, slide regulators, stabilizers -- Other - Other : -- Laser disc players : -- For special use in cinematographic, television, broadcasting -- Other -- Other : ---For special use in cinematographic, television, broadcasting ---Other Radar apparatus, radio navigational aid apparatus and radio remote control apparatus. -- Radio remote control apparatus Yachts and other vessels for pleasure or sports; rowing boats and canoes. -- Sailboats, with or without auxiliary motor -- Motorboats, other than outboard motor boats -- Other Other toys; reduced-size (“scale”) models and similar recreational models, working or not; puzzles of all kinds. - Toys representing animals or non-human creatures : -- Stuffed -- Other Ball point pens; felt tipped and other poroustipped pens and markers; fountain pens, stylo graph pens and other pens; duplicating stylos; propelling or sliding pencils; penholders, pencil-holders and similar holders parts ( including caps and clips ) of the foregoing articles, other than those of heading 96.09. - Ball point pens 2,5 5 2,5 0

83.06

236

8306.21.00.00 83.09

237

8309.10.00.00 84.52

238 239 240 241 242 243 244

8452.10.00.00 8452.90 8452.90.10.00 8452.90.91.00 8452.90.92.00 8452.90.93.00 8452.90.94.00 8452.90.99.00 85.04 8504.31

245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258

8504.31.10.00 8504.31.20.00 8504.31.30.00 8504.31.40.00 8504.31.50.00 8504.31.90.00 8521.90 8521.90.11.00 8521.90.19.00 8521.90.91.00 8521.90.99.00 85.26 8526.92.00.00 89.03 8903.91.00.00 8903.92.00.00 8903.99.00.00 95.03

259 260

9503.41.00.00 9503.49.00.00 96.08

261

9608.10.00.00

- Talang, bubungan atap, rangka langit-langit dan komponen bangunan pabrikasi lainnya - Lain-lain Foil timah (dicetak atau diberi alas kertas, kertas karton, plastik atau bahan alas semacam itu, maupun tidak ), dengan ketebalan tidak melebihi 0,2 mm (tidak termasuk alasnya); bubuk dan serpih timah. and flakes. Lonceng, gong dan sejenisnya, tanpa listrik, dari logam tidak mulia; patung dan ornamen lainnya, dari logam tidak mulia; bingkai foto, gambar dan semacam itu, dari logam tidak mulia; cermin dari logam tidak mulia. -- Disepuh dengan logam mulia Sumbat, penutup dan tutup ( termasuk sumbat tajuk, topi sekrup dan sumbat yang dituangkan ), kapsul untuk botol, sumbat berulir, penyingkup sumbat, segel dan aksesori pengepakan lainnya, dari logam tidak mulia. - Sumbat tajuk Mesin jahit, selain dari mesin penjahit buku yang dimaksud dalam pos 84.40; perabotan, dasar dan tutup dirancang secara khusus untuk mesin jahit; jarum mesin jahit. - Mesin jahit tipe rumah tangga - Bagian lain dari mesin jahit : -- Dari mesin pada subpos 8452.10 -- Lain-lain : ---Bagian dan aksesori kepala mesin ---Arm bed, kaki dan pedal ---Untuk penyangga, roda gaya dan beltguard ---Lain-lain, digunakan dalam pembuatan mesin jahit ---Lain-lain Transformator elektris, konverter statis (misalnya, rectifier) dan induktor. -- Mempunyai kapasitas pengaturan daya tidak melebihi 1 kVA : -- Instrumen transformator potensial -- Instrumen transformator arus -- Transformator flyback -- Transformator frekuensi menengah -- Transformator step up/down, slide regulator, stabilisator -- Lain-lain - Lain-lain : -- Laser disc player : -- Untuk digunakan khusus dalam sinematografi, televisi, penyiaran -- Lain-lain -- Lain-lain : ---Untuk digunakan khusus dalam sinematografi, televisi, penyiaran ---Lain-lain Aparatus radar, aparatus radio pembantu navigasi dan aparatus radio kendali jarak jauh. --Aparatus radio kendali jarak jauh Yacht dan kendaraan air lainnya untuk pelesir atau olah raga; sampan dan kano. -- Perahu layar, dengan atau tanpa motor pembantu -- Perahu motor, selain perahu motor tempel -- Lain-lain Mainan lainnya; model yang diperkecil (“skala”) dan model rekreasi semacam itu, dapat digerakkan atau tidak; puzzle dari segala jenis. - Mainan berbentuk binatang atau makhluk bukan manusia : -- Diisi -- Lain-lain Bolpoin; pena dan marker felt tipped serta pena marker poroustipped lainnya; pulpen, pena stilograf dan pena lainnya; duplicating stylo; pensil putar atau pensil dorong; tangkai pena, tangkai pensil dan tangkai semacam itu; bagian (termasuk tutup dan jepit) dari barang tersebut di atas, selain yang dimaksud dalam pos 96.09. - Bolpoin

2,5

2,5 0 0 5 0 0 0

0 5 0 0 5 0 5 5 5 5 5 0 0 0

0 0

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

13 13

5

K E P U T U S A N
96.09 Pensil (selain pensil dari pos 96.08), crayon, inti pensil, pastel, arang gambar, kapur tulis atau kapur gambar dan kapur penjahit. -- Lain-lain

&

K E T E T A P A N
Pencils (other than pencils of heading 96.08), crayons, pencil leads, pastels, drawing charcoals, writing or drawing chalks and tailors’ chalks. -- Other

262

9609.90.90.00

0

DAFTAR AISP INDONESIA UNTUK VIETNAM (LIST OF AISP INDONESIA TO VIETNAM) No Pos Tarif HS Code U R A I A N B A R A N G

DESCRIPTION OF GOODS

Bea Masuk Import Duty (%)

07.08 1 0708.90.00.00 07.13 0713.31 2 3 4 5 0713.31.10.00 0713.31.90.00 0713.39 0713.39.10.00 0713.39.90.00 08.01 0801.32.00.00 09.01

6

7 8

0901.11 0901.11.10.00 09.06 0906.10.00.00 09.09 0909.10 0909.10.10.00 0909.10.20.00 11.06

9 10

11 12

1106.30.00.00 11.08 1108.14.00.00 12.02 1202.10 1202.10.10.00 1202.10.90.00 1202.20.00.00 12.07 1207.40.00.00 15.15

13 14 15 16

1515.90 17 18 19 1515.90.91.00 1515.90.92.00 1515.90.99.00 15.21 1521.90 1521.90.10.00 1521.90.20.00 20.08

20 21

14

Sayuran polongan, dikupas atau tidak, segar atau dingin. - Sayuran polongan lainnya Sayuran polongan kering, dikupas, dikuliti atau dibelah maupun tidak. - Kacang (Vigna spp., Phaseolus spp.) : -- Kacang dari spesies Vigna mungo (L.) Hepper atau Vigna radiata (L.) Wilczek: -- Untuk disemai -- Lain-lain -- Lain-lain : ---Untuk disemai ---Lain-lain Kelapa, kacang Brasil dan kacang mede, segar atau kering, dikupas atau dikuliti maupun tidak. - Kacang mede : -- Dikupas Kopi, digongseng atau dihilangkan kafeinnya maupun tidak; sekam dan kulit kopi; pengganti kopi mengandung kopi dengan perbandingan berapapun. - Kopi, tidak digongseng : -- Tidak dihilangkan kafeinnya : -- Arabika WIB atau Robusta OIB Kayu manis dan bunga kayu manis. - Tidak dihancurkan atau tidak ditumbuk Biji adas manis, badian,adas pedas, ketumbar, jintan hitam atau jintan; buah juniper. - Biji adas manis atau badian : -- Dari adas manis -- Dari badian Tepung, tepung kasar dan bubuk dari sayuran polongan kering dari pos 07.13,dari sagu atau dari akar atau bonggol dari pos 07.14 atau dari produk Bab 8. - Dari produk Bab 8 Pati; inulin. Starches; inulin. - Pati : -Starches : -- Pati ubi kayu (cassava) Kacang tanah, tidak digongseng atau dimasak secara lain, dikuliti atau pecah maupun tidak. - Berkulit : -- Cocok untuk disemai -- Lain-lain - Dikuliti, pecah maupun tidak Biji dan buah lainnya yang mengandung minyak, pecah maupun tidak. - Biji wijen Lemak dan minyak nabati tertentu lainnya ( termasuk minyak jojoba ) dan fraksinya, dimurnikan maupun tidak, tetapi tidak dimodifikasi secara kimia. - Lain-lain : -- Lain-lain : ---Minyak mentah ---Fraksi dari minyak tidak dimurnikan ---Lain-lain Malam nabati ( selain trigliserida ), malam lebah, malam serangga lainnya dan spermaceti, dimurnikan atau diwarnai maupun tidak. - Lain-lain : -- Malam lebah dan malam serangga lainnya -- Spermaceti Buah, kacang dan bagian tanaman lainnya yang

Leguminous vegetable, shelled or unshelled, fresh or chilled. - Other leguminous vegetables Dried leguminous vegetables, shelled, whether or not skinned or split. - Beans (Vigna spp., Phaseolus spp.) : -- Beans of the species Vigna mungo (L.)Hepper or Vigna radiata (L.) Wilczek : -- For sowing -- Other -- Other : ---For sowing ---Other Coconuts, Brazil nuts and cashew nuts, fresh or dried, whether or not shelled or peeled. - Cashew nuts : -- Shelled Coffee , whether or not roasted or decaffeinated; coffee husks and skins; coffee substitutes containing coffee in any proportion. - Coffee, not roasted : -- Not decaffeinated : -- Arabica WIB or Robusta OIB Cinnamon and cinnamon-tree flowers. - Neither crushed nor ground Seeds of anise, badian, fennel, coriander, cumin or caraway; juniper berries. - Seeds of anise or badian : -- Of anise -- Of badian Flour,meal and powder of the dried leguminous vegetables of heading 07.13, of sago or of roots or tubers of heading 07.14 or of the products of Chapter 8. - Of the products of Chapter 8 -- Manioc (cassava) starch Ground-nuts, not roasted or otherwise cooked, whether or not shelled or broken. - In shell : -- Suitable for sowing -- Other - Shelled, whether or not broken Other oil seeds and oleaginous fruits,whether or not broken. - Sesamum seeds Other fixed vegetable fats and oils ( including jojoba oil ) and their factions, whether or not refined, but not chemically modified. - Other : - Other : ---Crude oil ---Fraction of unrefined oil ---Other Vegetable waxes ( other than triglycerides ), beeswax, other insect waxes and spermaceti, whether or not refined or coloured. - Other : -- Bee wax and other insect waxes -- Spermaceti Fruit, nuts and other edible parts of plants,

5

5 5 5 5

0

0 5

5 5

5 0

5 5 5 5

0 2,5 2,5

0 0

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

K E P U T U S A N
dapat dimakan, diolah atau diawetkan secara lain, mengandung tambahan gula atau bahan pemanis lainnya atau alkohol maupun tidak, tidak dirinci atau termasuk pos lainnya. - Kacang, kacang tanah dan kacang lainnya, dicampur maupun tidak : -- Kacang tanah : ---Mentega kacang ---Lain-lain Tembakau belum dipabrikasi; sisa tembakau. - Tembakau, bertangkai / bertulang daun : -- Jenis Virginia, diolah dengan udara panas

&

K E T E T A P A N
otherwise prepared or preserved, whether or not containing added sugar or other sweetening matter or spirit, not elsewhere specified or included. - Nuts, ground-nuts and other seeds, whether or not mixed together : -- Ground-nuts : ---Peanut butter ---Other Unmanufactured tobacco; tobacco refuse. - Tobacco, not stemmed / stripped : -- Virginia type, flue-cured -- Virginia type, not flue cured -- Other, flue-cured -- Other, not flue-cured - Tobacco, partly or wholly stemmed/stripped : -- Other, not flue cured - Tobacco refuse : -- Tobacco stems -- Other Cigars, cheroots, cigarillos and cigarettes, of tobacco or tobacco substitutes. - Cigars, cheroots and cigarillos, containing - Cigarettes containing tobacco : -- Beedies -- Other - Other : -- Cigars, cheroots and cigarillos of tobacco -- Cigarettes of tobacco substitutes Other manufactured tobacco and manufactured tobacco substitutes; “homogenised” or “reconstituted” tobacco; tobacco extracts - Smoking tobacco, whether or not containing tobacco substitutes in any proportion : -- Packed for retail sale : ---Blended tobacco ---Other ---Other manufactured tobacco for cigarette making : ----Blended tobacco ----Other ----Other - Other : --”Homogenised” or “reconstituted” tobacco -- Other : ---Tobacco extracts and essences ---Manufactured tobacco substitutes ---Snuff --Smokeless tobacco, including chewing and -- Ang Hoon 2,5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5

2008.11 22 23 2008.11.20.00 2008.11.90.00 24.01 2401.10 2401.10.10.00 2401.10.20.00 2401.10.30.00 2401.10.90.00 2401.20 2401.20.90.00 2401.30 2401.30.10.00 2401.30.90.00 24.02 2402.10.00.00 2402.20 32 33 34 35 2402.20.10.00 2402.20.90.00 2402.90 2402.90.10.00 2402.90.20.00 24.03

24 25 26 27

0 5 5 5

-- Jenis Virginia, tidak diolah dengan udara panas -- Lain-lain, diolah dengan udara panas -- Lain-lain, tidak diolah dengan udara panas - Tembakau, tanpa tangkai/tulang daun sebagian atau seluruhnya : -- Lain-lain, tidak diolah dengan udara panas - Sisa tembakau : -- Tangkai tembakau -- Lain-lain Cerutu, cheroot, cerutu kecil dan sigaret, dari tembakau atau pengganti tembakau. - Cerutu, cheroot dan cerutu kecil, mengandung tembakau tobacco - Sigaret mengandung tembakau : -- Beedies -- Lain-lain - Lain-lain : -- Cerutu, cheroot dan cerutu kecil dari pengganti tembakau substitutes -- Sigaret dari pengganti tembakau Tembakau dipabrikasi lainnya dan pengganti tembakau dipabrikasi; tembakau “dihomogenisasi” atau “dibentuk kembali”; ekstrak dan esens tembakau. and essences. - Tembakau rokok,mengandung pengganti tembakau maupun tidak, dalam perbandingan berapapun : -- Dikemas untuk penjualan eceran : ---Tembakau campuran ---Lain-lain ---Tembakau dipabrikasi lainnya untuk pembuatan sigaret : ----Tembakau campuran ----Lain-lain ----Lain-lain - Lain-lain : --Tembakau “dihomogenisasi” atau “dibentuk kembali” -- Lain-lain : ---Ekstrak dan esens tembakau -- Pengganti tembakau dipabrikasi ---Bubuk tembakau hirup -- Tembakau tidak berasap, termasuk tembakau kunyah dan tembakau hisap sucking tobacco -- Ang Hoon

28 29 30

5 0 0

31

0

2403.10

36 37

2403.10.11.00 2403.10.19.00

38 39 40 41

2403.10.21.00 2403.10.29.00 2403.10.90.00 2403.91.00.00 2403.99

5 5 5 0

42 43 44 45 46

2403.99.10.00 2403.99.30.00 2403.99.40.00 2403.99.50.00 2403.99.60.00

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

15 15

K E P U T U S A N
47 2403.99.90.00 64.06

&

K E T E T A P A N
-- Other Parts of footwear (including uppers whether or not attached to soles other than outer soles); removable in-soles, heel cushions and similar articles; gaiters, leggings and similar articles, and parts thereof. - Uppers and parts thereof, other than stiffeners : -- Of metal - Outer soles and heels, of rubber or plastics - other : -- Of metal -- In-soles of rubber or plastics -- Other Table, kitchen or other household articles and parts thereof, of iron or steel; iron or steel pot scourers and scouring or polishing pads, gloves and the like, of iron or steel. -- Kitchenware -- Other Household or laundry-type washing machines, including machines which both wash and dry. - Machines, each of a dry linen capacity not exceeding 10 kg : -- ully-automatic machines : ---Each of a dry linen capacity not exceeding 5

6406.10 48 49 50 51 52 53 6406.10.10.00 6406.10.90.00 6406.20.00.00 6406.99.10.00 6406.99.20.00 6406.99.90.00 73.23

54 55

7323.93.10.00 7323.93.90.00 84.50

56

8450.11 8450.11.10.00 84.83

8483.10 57 58 59 60 61 62 63 64 65 8483.10.10.00 8483.10.21.00 8483.10.22.00 8483.10.23.00 8483.10.24.00 8483.10.31.00 8483.10.39.00 8483.10.90.00 8483.60.00.00 85.04 8504.22 66 67 68 8504.22.11.00 8504.22.19.00 8504.22.90.00 8504.34

-- Lain-lain Bagian dari alas kaki (termasuk bagian atas dipasang sol maupun tidak selain sol luar); sol dalam yang dapat dilepas, bantalan tumit dan barang semacam itu; pelindung kaki, pembalut kaki dan barang semacam itu, serta bagiannya. - Bagian atas sepatu dan bagiannya, selain pengeras : -- Dari logam -- Lain-lain —Other 2,5 - Sol luar dan hak, dari karet atau plastik - Lain-lain : -- Dari logam -- Sol-dalam dari karet atau plastik -- Lain-lain Barang untuk penggunaan di atas meja, di dapur atau barang keperluan rumah-tangga lainnya dan bagiannya, dari besi atau baja; wol besi atau wool; wol baja; penggosok pot dan bantalan gosok atau pemoles, sarung tangan dan semacamnya, dari besi atau baja. -- Perangkat dapur -- Lain-lain Mesin cuci tipe rumah tangga atau binatu, termasuk mesin yang dapat digunakan untuk mencuci dan mengeringkan. - Mesin, yang mempunyai kapasitas linen kering tidak melebihi 10 kg : -- Mesin otomatis penuh : ---Mempunyai kapasitas linen kering tidak melebihi 6 Kg 6 Kg Poros transmisi (termasuk poros berputar dan poros engkol) dan engkol; rumah bantalan dan bantalan poros polos; gir dan gearing; screw atau roller screw; gear box dan pengubah kecepatan lainnya, termasuk torak konverter; roda gaya dan puli, termasuk blok puli; kopling dan poros perangkai ( termasuk sambungan universal ). - Poros transmisi (termasuk poros berputar dan poros engkol) dan engkol : -- Untuk mesin pengolah tanah -- Untuk mesin kendaraan dari Bab 87 : -- Untuk mesin kendaraan dari pos 87.01 kecuali 8701.10 atau 8701.90 -- Untuk mesin kendaraan dari subpos 8701.10 atau 8701.90 (keperluan pertanian) -- Untuk mesin kendaraan dari pos 87.11 -- Untuk mesin kendaraan lain dari Bab 87 -- Untuk mesin penggerak kendaraan air : ---Dengan keluaran tidak melebihi 22,38 kW ---Lain-lain ---Lain-lain

2,5 2,5 2,5 2,5 2,5

0 0

5

69 70 71

8504.34.11.00 8504.34.19.00 8504.34.20.00

Transmission shafts (including cam shaft and crank shafts) and cranks; bearing housings ball and plain shaft bearing; gears and gearing; ball or roller screws; gear boxes and other speed changers, including torque converters; flywheels and pulleys, including pulley blocks; clutches and shaft couplings (including universal joints). - Transmission shafts (including cam shafts and crank shafts) and cranks : -- For earth moving machinery -- For the engines of vehicles of Chapter 87 : -- For engines of vehicles of heading 87.01 except 8701.10 or 8701.90 -- For engines of vehicles of subheading 8701.10 or 8701.90 (for agricultural purposes) -- For engines of vehicles of heading 87.11 -- For engines of other vehicles of Chapter 87 -- For marine propulsion engines : ---Of an output not exceeding 22.38 Kw ---Other ---Other blocks - Kopling dan poros perangkai (termasuk sambu- - Clutches and shaft couplings ( including ngan universal) universal joints ) Transformator elektris, konverter statis (miElectrical transformers, static converters salnya, rectifier) dan induktor. (for example, rectifiers) and inductors. -- Mempunyai kapasitas pengaturan daya melebihi -- Having a power handling capacity exceeding 650 kVA tetapi tidak melebihi 10.000 kVA : 650 kVA but not exceeding 10,000 kVA : ---Step-voltage regulator : ---Step-voltage regulators : ----Dengan high side voltage 66.000 volt atau ----2Of a high side voltage of 66,000 volts or lebih more ----Lain-lain ----Other -- Lain-lain -- Other -- Mempunyai kapasitas pengaturan daya melebihi -- Having a power handling capacity exceeding 500 kVA : 500 kVA : ---Mempunyai kapasitas pengaturan daya tidak ---Having a power handling capacity not melebihi 15.000 kVA : exceeding 15,000 kVA : ----Mempunyai kapasitas pengaturan daya mele- ----aving a power handling capacity exceeding bihi 10.000 kVA atau high side voltage 10,000 kVA or of high side voltage of 66.000 volt atau lebih 66,000 volts or more ----Lain-lain ----Other ----Mempunyai kapasitas pengaturan daya mele- ----Having a power handling capacity exceeding bihi 15.000 kVA 15,000 kVA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, TTD,JUSUF ANWAR

0 0 0 0 0 0 0 0 2,5

0 0 0

5 5 5

16

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 373 DESEMBER 2005

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->