P. 1
Skripsi

Skripsi

|Views: 2,627|Likes:
Published by AnaZz Hatake

More info:

Published by: AnaZz Hatake on Jan 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2014

pdf

text

original

Dalam rentang sejarah bangsa-bangsa, pemuda selalu berada di garis

depan dalam hingar bingar pembangunan. Idealisme telah membentuk

pemuda menjadi sosok yang ingin mengubah dunia menjadi lebih baik. Bagi

bangsa-bangsa yang sedang mengejar kemajuan, komponen masyarakat yang

paling vital dalam pengembangan modal sosial adalah pemuda. Dalam hal ini

siswa, pelajar dan mahasiswa yang menjadi sorotan karena mereka-merekalah

yang akan menjadi penerus bangsa dan mereka juga rentan terpengaruh ke

hal-hal yang negatif.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual

keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta

keterampilan yang diperlukan dirinya , masyarakat, bangsa dan Negara.

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar

2

pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap

tuntutan perubahan zaman.

Perkembangan zaman, baik yang terjadi dinegara maju maupun di

negara yang sedang berkembang membawa dampak yang sangat banyak.

Dampak yang ditimbulkan dapat berupa dampak positif maupun dampak

negatif, dimana dampak-dampak tersebut ternyata sangat berpengaruh

terhadap masyarakat. Pada saat ini kehidupan masyarakat mulai berubah

khususnya pada kalangan remaja. Mereka beranggapan bahwa seiring dengan

kemajuan zaman mereka dapat bebas dalam segala hal, baik dalam pergaulan

maupun yang lain. Anggapan serta pola pikir remaja yang salah terhadap

kebebasan dalam melakukan segala hal, khususnya dalam hal bergaul, salah

satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan remaja tentang apa yang

dimaksud dengan kebebasan itu sendiri yang akhirnya dapat menyebabkan

timbulnya perilaku yang menyimpang, salah satunya adalah kecenderungan

perilaku delikuensi ( kenakalan remaja ) yang akhir-akhir ini banyak terjadi.

Derasnya arus informasi dan teknologi yang kian canggih seperti saat

sekarang ini, masuknya budaya barat ke Indonesia pun semakin banyak.

Bebagai mode, trend dan gaya menjadi bagian tersendiri bagi kaum muda-

mudi dalam bergaul khususnya anak sekolah. Searah ilmu pengetahuan dan

teknologi para generasi penerus` bangsa terkdang menyelewengkannya kea

rah negatif. Pesatnya arus teknologi membuat siswa dengan mudahnya

3

membuka situs website yang tidak seharusnya dibuka, dan makin hebatnya

ilmu pengetahuan seperti ilmu kedokteran yang gampang diselewengkan

kearah negatif, contohnya seperti penyalahgunaan obat-obatan dan zat adiktif

yang dilarang dipergunakan dan dijual bebas. Dua hal ini ternasuk dalam

kategori kenakalan remaja yang sudah sangat kompleks dan sudah menjadi

bagian tersendiri dalam suatu bangsa termasuk Indonesia.

Masalah penyalahgunaan narkotika,psikotropika, dan zat adiktif

lainnya yang populer dikenal masyarakat sebagai NARKOBA (Narkotika dan

Bahan/Obat berbahaya) merupakan masalah yang sangat kompleks, yang

memerlukan upaya penanggulangan secara komprehensif dengan melibatkan

kerjasama multisektor, dan peran serta masyarakat secara aktif yang

dilaksanakan secara berkesinambungan, konsekuen, dan konsisten. Menurut

soedjono D, SH dalam bukunya narkotika dan remaja, khususnya di Indonesia

mengenai penyalahgunaan narkotika menjangkau masyarakat sejak puluhan

tahun silam. Penggunaan narkoba akan menjadi kontrol diri mennjadi sangat

berkurang atau hilang, rasa malu menipis, kesadaran memudar dan semua ini

memudahkan terjun dalam kegiatan-kegiatan yang negatif seperti seks bebas,

mencuri, perkelahian dan keonaran di masyarakat. Kebutuhan yang mendesak

tidak kenal kompromi, sehingga menghalalkan segala cara untuk

mendapatkan narkoba.

4

Keluarga sebagai satuan terkecil dari masyarakat bisa menjadi filter

dan tempat bagi anak untuk menerima pendidikan awal yang lebih baik, dan

bias dilihat ciri atau watak dan serta sikap anak terbentuk dari lingkunagan

keluarga, oleh karena itu dalam suatu lingkungan keluarga yang baik akan

menciptakan anak-anak yang baik. Tetapi selain keluarga ada lembaga formal

yang punya andil besar daalam terciptanya suatu generasi yang baik. Menurut

Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003, bahwa pendidikan nasional

berdasarkan pancasila bertujuan untuk menjadikan manusia yang beriman dan

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,

cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis dan

bertanggung jawab.

Sekolah sebagai tempat bagi siswa untuk menemukan jati diri dan

identitas bagi siswa, berbagai budaya masuk dan berakulturasi menjadi satu,

inilah yang biasanya menjadi hal yang vital. Siswa terkadang terjerumus

dalam cara bergaul yang salah seperti penyalahgunaan narkoba. Sekolah

menjadi suatu tempat yang aman untuk beredarnya barang haram tersebut,

banyaknya anak-anak yang tersandung narkoba maka banyak sekolahan yang

mensosialisasikan akan bahaya narkoba tersebut, dan itu merupakan tugas

tersendiri bagi pihak sekolah, di lain pihak selain teman sekolah, dan teman

sepergaulannya, hal ini menjadi penting dari sekolah untuk menjadikan

sekolah bebas dari belenggu narkoba.

5

Dari hal ini pula kita dapat melihat bagaimana upaya sekolah dalam

mensosialisasikan bahaya narkoba seperti sekarang ini, termasuk di SMP

ISLAM SULTAN AGUNG 3 sebagai yayasan sekolah islam yang cukup

dikenal dan punya andil besar dalam mencetak generasi bangsa yang handal,

cerdas, bertanggung jawab dan religius. Sebgai sekolah yang baik dan religius

berbagai upaya pencegahan pun dilakukan seperti mensosialisasikan bahaya

narkoba.

Berdasarkan hal tersebut maka penulis mengangkat permasalahan

tersebut menjadi sebuah topik skripsi dengan judul “UPAYA SEKOLAH

DALAM MENSOSIALISASIKAN BAHAYA NARKOBA PADA SISWA

DI SMP ISLAM SULTAN AGUNG 3 KECAMATAN KALINYAMATAN

KABUPATEN JEPARA”.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->