P. 1
Banjir,Penyebab&Solusinya

Banjir,Penyebab&Solusinya

4.78

|Views: 35,666|Likes:
Published by Eko Priyanto

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Eko Priyanto on Nov 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Sementara itu laporan yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, lokasi bantaran
sungai yang penuh dengan bangunan adalah sebagai berikut :

1 Waduk Pluit, Jakut
2 Banjir Kanal, Jakut
3 Kali Angke, Kapuk Muara, Jakut
4 Kali Ciliwung-Manggarai, Jaktim-Jaksel
5 Kali Pesanggrahan, Jakbar
6 Kali Cipinang, Besar dan Muara, Jaktim
7 Kali Sunter, Jakut-Jaktim
8 Kali Mampang, Pondok Karya, Jaksel
9 Kali Krukut, Blok P, Jaksel
10 Kali Cideng, MBAU Pancoran, Jaksel
11 Anak Kali Ciliwung Kota (belakang RS Husada), Jakbar

Kotak 1

Pada Kotak 1 tampak jelas bahwa permukiman di bantaran sungai di

Jakarta memiliki peran yang sangat besar dalam penyempitan saluran drainase.

Namun demikian, masalah permukiman di bantaran sungai juga bernuansa sosial.

Artinya, untuk memahami perlu penelusuran faktor-faktor yang melatarbelakangi

semakin berkembangnya pemukiman di kawasan tersebut.

Gambar 11. Pemukiman di Bantaran
Sungai Ciliwung

Banjir, Penyebab dan Solusinya

13

Sebenarnya secara tegas di dalam peraturan perundangan (UU Pengairan

dan UU Kehutanan) disebutkan bahwa di kawasan kanan-kiri sungai sejauh 50

meter adalah kawasan lindung yang tidak boleh diganggu gugat. Sayangnya

peraturan ini hanya ‘garang’ di atas kertas. Pemerintah seringkali tidak bertindak

tegas ketika mulai terlihat adanya gelagat pembangunan di bantaran sungai.

Pemerintah baru bertindak setelah setelah kawasan tersebut telah menjadi

permukiman yang padat. Akibatnya konflik antara pemerintah dengan masyarakat

setempat tidak dapat dihindari.

Pada sisi lain, dalam hal ini dari sudut pandang masyarakat penghuni

permukiman liar di bantaran sungai, membangun rumah di kawasan tersebut

karena tidak adanya pilihan. Mereka datang ke kota karena memang sampai saat

ini baru kota, misal Jakarta, yang memungkinkan mereka dapat mencari nafkah.

Pendatang yang sebagian besar berasal dari berbagai daerah pedesaan di

Indonesia, tidak lagi dapat menggantungkan hidupnya di desa tempatnya berasal.

Lapangan kerja di desa semakin langka. Lahan pertanian yang sebelumnya

mereka miliki semakin menyempit. Bahkan, tidak sedikit yang memang tuna

lahan. Dengan demikian, sebenarnya fenomena pemukiman di bantaran sungai di

Jakarta adalah hasil dari masalah struktural yang melingkupi pembangunan di

Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->