P. 1
Warta Bea Cukai Edisi 398

Warta Bea Cukai Edisi 398

4.0

|Views: 2,118|Likes:
Published by bcperak

More info:

Published by: bcperak on Nov 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/14/2013

pdf

text

original

TAHUN XXXIX EDISI 398

JANUARI 2008

KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok
IMPLEMENTASI PELAYANAN PRIMA DAN PENGAWASAN EFEKTIF

MENUNGGU IMPLEMENTASI
HENGKY TP ARITONANG
BERUSAHA MENJADIKAN KENDALA SEBAGAI PELUANG

PROFIL

WAWANCARA

ANWAR SUPRIJADI

KPU YANG LAIN SECARA BERTAHAP SEGERA DIIMPLEMENTASIKAN TAHUN 2008

DARI REDAKSI

MELAYANI DENGAN TULUS

TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968
IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Drs. Teguh Indrayana, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Heru Santoso, SH Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Drs. Joko Wiyono KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa, Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. Maimun, Ir. Agus Hermawan, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Hulman Simbolon (Medan), Abdul Rasyid (Medan), Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) Bambang Wicaksono (Ambon) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Wirda Renata Pardede SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 47865608, 47860504, 4890308 Psw. 154 - Fax. (021) 4892353 E-Mail : - wbc@cbn.net.id - majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO a/n : MIRA PUSPITA DEWI BANK BNI 1946 CABANG CIPINANG RAWAMANGUN, JAKARTA TIMUR Nomor Rekening : 131339374 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

A

Salam jumpa di tahun yang baru. pa yang Anda ingat di tahun 2007 lalu yang belum lama usai ? Saya percaya, setiap individu pasti melewati dan mengalami banyak kejadian di dalam satu tahun perjalanan hidupnya, both in personal and/or professional life. Perjalanan hidup sering diibaratkan seperti menaiki roller coaster Halilintar di Dunia Fantasi. Naik turun begitu cepat, mencampur adukkan berbagai macam emosi dan perasaan. Dalam konteks yang lebih luas, negara ini misalnya, sepanjang tahun lalu melewati beragam pergulatan di berbagai bidang, sosial, politik, hukum, keamanan, lingkungan hidup, kebudayaan, serta yang sangat penting: ekonomi. Tidak mudah memang mengurusi ekonomi Indonesia, negara dengan 200 juta lebih penduduk tersebar dari Sabang hingga Merauke. Refleksi akhir tahun di bidang ekonomi pada sebuah harian nasional memuat sebuah artikel dengan judul tulisan yang sangat simpatik yaitu: “Mulailah tulus melayani masyarakat”. Judul dan tulisan di dalamnya memang lebih menitik beratkan kepada aparatur pemerintahan yang tugas sehari-harinya berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat. Pertanyaannya kemudian adalah, apakah petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) telah dengan tulus melayani masyarakat? Transparency International Indonesia setiap awal tahun selalu merilis daftar institusi pemerintah yang dipersepsikan korupsi, dan DJBC dalam beberapa tahun terakhir selalu masuk 5 besar. Tidak hanya soal korupsi, DJBC sering dipersepsikan sebagai instansi yang banyak hambatan dan birokrasi yang rumit. Tentu saja tidak adil bila mempersepsikan seluruh pegawai DJBC bermental korup. Upaya untuk memperbaiki pelayanan terus dilakukan. Pertengahan tahun 2007, DJBC meluncurkan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai di Tanjung Priok yang akan mempraktekkan pelayanan prima dengan pengawasan yang efektif. Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi ketika diwawancarai WBC mengatakan (lihat rubrik wawancara), pembentukan KPU adalah jawaban atas tuntutan masyarakat pengguna jasa terhadap peningkatan citra dan kinerja DJBC. Tentunya diharapkan tidak hanya di KPU bisa didapatkan pelayanan yang prima, di kantor-kantor bea cukai lainnya yang non-KPU banyak harapan digantungkan untuk bisa mendapatkan pelayanan sekelas KPU. Tinggal sekarang kembali ke masing-masing individu sebagai abdi negara, apakah mau dengan tulus melayani masyarakat ? Atau tetap dengan jargon lama, “Kalau bisa dipersulit, buat apa dipermudah”. Albert Einstein pernah bilang begini, Everything should be made as simple as possible, but not simpler. Melayani dengan tulus bisa jadi merupakan salah satu resep cespleng bagi kesembuhan ekonomi Indonesia yang sedang meriang. Memang mudah mengucapkan, tapi sejujurnya agak susah untuk mulai menjalankan. Pilihannya ada pada diri kita masing-masing, either talk the talk or… start to walk the talk. Selamat berkarya, selamat melayani, Selamat Tahun Baru 2008. Lucky R. Tangkulung

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI
Laporan Utama
Keberadaaan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai di Tanjung Priok yang menjanjikan pelayanan prima pada pengguna jasa dan pengawasan efektif untuk kepentingan negara, menjadi topik pembahasan WBC kali ini. Selengkapnya liputan mengenai KPU dapat disimak laporan utama WBC kali ini. 23

4-17

1 3 21

26

Wawancara

18-20
“Tuntutan organisasi secara internal serta eksternal akan peningkatan kinerja DJBC, merupakan salah satu hal yang melatarbelakangi terbentuknya KPU,” demikian disampaikan Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi ketika memaparkan konsep serta evaluasi pelaksanaan KPU. 32 36

38 44 46

Pengawasan

39-43
Diklat PPNS dan penggagalan eksportasi illegal produk hasil hutan yang berhasil digagalkan aparat Bea dan Cukai, dapat disimak pada rubrik pengawasan kali ini. Disamping berita mengenai Rakor BNN dan juga kegiatan operasi Cukai hasil tembakau di daerah Jawa Tengah. 48

50

52

Daerah ke Daerah
“Ada tantangan tersendiri di setiap penempatan tugas,” demikian dikatakan Hengky TP Aritonang ketika memaparkan kisah perjalanan karirnya di DJBC. Selengkapnya mengenai perjalanan karirnya, rubrik profil kali ini akan memaparkannya untuk para pembaca.

60-63

54 55 56

58

64

DARI REDAKSI KARIKATUR PUSDIKLAT DJBC dan Pusdiklat DJBC Selenggarakan DTSS dan Diklat PCA DAERAH KE DAERAH - Kanwil DJBC Jawa Barat Serahkan Berkas Perkara Tindak Pidana ke Kejaksaan Tinggi - Upacara Pembukaan Patkor Kastima 13/2007, Kanwil DJBC Sumatera Utara PPKC - Target Bea Masuk dan Cukai 2007 Tercapai - Website DJBC, Dari Peraturan Terbaru Hingga Pengumuman Mutasi SELAK Bratislava - Slovakia SIAPA MENGAPA - Agus Supriyanto - Kapitan Hendrik - Syamsuddin INFO PEGAWAI SEPUTAR BEACUKAI PERISTIWA - CCC Jelajahi Magelang Boyolali - Inkado Buka Ranting Baru Dari Kalangan Pondok Pesantren dan Armed OPINI Gak Ada Loe.... Mana Mungkin Gua Ikutan jadi Bos ?! KOLOM Penjualan ke DPIL Dari Kawasan Berikat KEPABEANAN INTERNASIONAL Pertemuan Komisi Teknis HS WCO INFO PERATURAN RUANG KESEHATAN Memperlancar ASI RENUNGAN ROHANI Makna-makna Ibadah haji dan Qurban RUANG INTERAKSI Tahun baru, harapan baru, Visi Baru APA KATA MEREKA - Ferry salim - Didi Petet

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

KARIKATUR

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

3

LAPORAN UTAMA

TERUS BERUSAHA SUKSESKAN PROGRAM KPU
Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok terus melakukan pembenahan. Perubahan secara sistemik yang dimanifestasikan melalui KPU ini dilakukan seiring dengan upaya peningkatan citra dan kinerja Bea dan Cukai melalui pembenahan di segala bidang, baik itu pelayanan, sistim dan prosedur, pengawasan, sumber daya manusia (SDM), organisasi dan adanya dukungan bagi peningkatan kesejahteraan pegawai.
Keempat, masalah sarana dan prasarana. Kegiatan renoilayah kerja pelayanan dan pengawasan KPU vasi dan pembangunan gedung kantor sedang dilakukan Bea dan Cukai Tanjung Priok saat ini masih tesejak saat launching KPU di Tanjung Priok hingga saat ini, tap menggunakan status wilayah kerja eks disamping belum terpenuhinya sarana-prasarana lain seperti KPBC Tanjung Priok I, II, III setelah dikurangi komputer, telepon, faksimili, serta internet juga menjadi oleh wilayah kerja KPPBC Tipe A4 Sunda Kelaperhatian utama untuk dapat segera dipenuhi supaya tidak pa dan KPPBC Tipe A2 Jakarta (berdasarkan KEP-68/BC/ mengganggu optimalitas pelaksanaan kinerja pegawai seha2007). Mengenai ketentuan wilayah kerja, dalm hal ini harus ri-hari. menunggu keputusan dari Direktur Jenderal sebagai pengamKelima, masalah budaya kerja organisasi. Untuk merubah bil keputusan final. budaya tidaklah mudah, memerlukan waktu, tidak sekedar Berjalannya KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, baru membalik telapak tangan karena terkait dengan sikap dan pememasuki 6 bulan serta masa transisi dari Kanwil biasa rilaku individu yang menjadi KPU, tentuFOTO-FOTO : DOK. WBC mungkin telah beranya menemui berbakar sejak lama. Hal gai kendala. Menurut inilah yang menjadi Kepala KPU Bea dan critical success facCukai Tipe A Tanjung tor terpenting dalam Priok, Ir Agung implementasi KPU di Kuswandono, M.A, Tanjung Priok yang hambatan yang terjaingin diwujudkan. di dalam masa tran“ Selain kendala sisi tersebut antara yang telah ada lain; sejak masa transisi Pertama, masayang masih belum lah sistem dan proselesai dipecahkan sedur. Beberapa sisseperti masalah sisdur yang mengatur pelaksanaan tugas di tem dan prosedur, KPU baru ditetapkan SDM, sarana dan setelah KPU di-launprasarana, dan juga ching, sehingga mamasalah anggaran, sih tetap menggunajuga masih dirasakan prosedur yang kan adanya conflict lama dalam kinerja of interest yang berpelayanan dan pengasal baik dari interawasan. nal maupun eksterKedua, masalah nal institusi dimana KPU BEA DAN CUKAI TIPE A TANJUNG PRIOK, saat peluncurannya pada Juli 2007. SDM. Pegawai DJBC mereka (pihak inyang bekerja di Tanjung Priok pada masa transisi masih terditernal dan eksternal.red) masih berharap dan mencari ceri dari SDM yang telah lulus saringan KPU dan sebagian lainlah untuk dapat mempertahankan ’budaya lama’ yang senya adalah pegawai yang berasal dari eks kantor lama, yang dang kita usahakan untuk dihilangkan di KPU,” demikian dilanjutkan dengan program mutasi para pegawai yang mengungkap Agung Kuswandono. gantikan pegawai eks kantor lama. Ketiga, masalah anggaran. Mekanisme anggaran masih KINERJA menggunakan anggaran eks Kantor Wilayah dan KPBC TanTarget penerimaan bea masuk yang dibebankan kepajung Priok I,II,III sedangkan anggaran KPU sampai saat ini da KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok untuk tahun 2007 masih menggunakan anggaran dropping dari Kantor Pusat. adalah sebesar Rp 7.750 milyar. Sampai dengan tanggal 4
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok :

W

dan tentunya kompeten di bidangnya,” imbuh4 Desember 2007, telah terpenuhi target penerimaan dari bea masuk sejumlah Rp nya. 7.673,63 milyar, denda administrasi dan Sedangkan untuk sarana dan prasarana bunga sebesar Rp. 196,85 milyar, total operasional pendukung di KPU, selaras penerimaan pabean sebesar Rp. 7.870,49 dengan adanya perubahan tatalaksana impor milyar atau 101,2 persen dari total target di KPU serta dalam mewujudkan kecepatan penerimaan. kinerja kepabeanan yang diharapkan oleh Dalam memberikan pelayanan kepada seluruh stakeholder maka diperlukan adanya masyarakat, KPU menawarkan pelayanan penambahan dan updating terhadap saranayang lebih cepat, tidak ada pungli dan transprasarana yang ada. Hal ini telah ditindaklanparan. Untuk melaksanakan semua itu, kojuti dengan pengadaan atas keperluan tersemitmen yang kuat merupakan modal utamabut serta permintaan penambahan sarana nya, demikian menurut Agung Kuswandono. dan prasarana operasional kepada Direktorat Hal ini tentunya harus dan telah disadari oleh Jenderal dalam rangka kelancaran pelaksaseluruh pegawai yang ditempatkan di KPU naan tugas. Bea dan Cukai Tanjung Priok. “Amanah yang diberikan oleh institusi PENEGAKAN DISIPLIN DAN PEMBERIAN dan publik kepada kami untuk dapat memREWARD berikan pelayanan yang lebih cepat, tidak Tentunya atas kerja keras, loyalitas dan inada pungli dan transparan selalu menjadi tegritas dari pegawai KPU patut untuk diberidasar motivasi dalam pelaksanaan tugas. AGUNG KUSWANDONO. Amanah yang kan reward sebagai penghargaan dari pimpindiberikan oleh institusi dan publik Tentu harapan kami bagi pihak stakean. Mengenai hal itu Agung Kuswandono mekepada kami untuk dapat memberiholder juga dapat membantu dengan tidak nyatakan bahwa dalam hal pemberian pengkan pelayanan yang lebih cepat, tidak hargaan/reward kepada pegawai, sampai samemberikan peluang serta mau untuk ada pungli dan transparan selalu bekerja lebih baik, bersih, jujur, dan meng- menjadi dasar motivasi dalam pelak- at ini sedang disiapkan konsep dan metodenya supaya lebih objektif, adil, dan sesuai ikuti segala aturan serta prosedur yang te- sanaan tugas. dengan fungsi dari tiap-tiap unit kerja di KPU. lah ditetapkan,” imbuh Agung Kuswandono. Sebaliknya untuk penegakan disiplin bagi pegawai yang Saat ini jumlah total pegawai dari level pejabat sampai dinilai lalai menjalankan tugasnya, sampai dengan saat ini dengan pelaksana di KPU Tipe A Tanjung Priok adalah data penegakan disiplin pegawai dari Bidang Kepatuhan Insebanyak 1.027 orang dengan komposisi sebagai berikut : ternal adalah sebagai berikut : No J e n j a n g Jumlah l 1 Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen dalam proses penjatuhan hukuman disiplin berat; 1. Eselon II 1 orang l 6 orang staf hanggar dan 1 orang Pejabat Pemeriksa Ba2. Eselon III 11 orang rang dalam proses pemeriksaan terkait pungli; 3. Eselon IV 42 orang l 1 orang staf administrasi dalam proses penjatuhan hukum4. Pejabat Fungsional 80 orang an terkait tindakan indisipliner; 5. Pelaksana Pemeriksa 466 orang l 17 orang Pejabat Pemeriksa Barang dalam proses 6. Pelaksana Administrasi 427 orang penjatuhan hukuman disiplin, terkait kasus sebelum KPU. Dari jumlah tersebut nantinya sebagian pegawai KPU akan dilimpahkan ke KPPBC Tipe A2 Jakarta dan KPPBC Tipe A4 Sunda Kelapa setelah ketetapan mengenai Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yang menjadi daerah wewenang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Sebenarnya yang menjadi obsesi Agung Kuswandono sebagai kepala kantor dalam peningkatan disiplin pegawai adalah adanya perilaku mental terpuji yang timbul langsung dari tiap individu, bukan dari hasil pengawasan Bidang Kepatuhan Internal. Hal ini bukan bermaksud mengecilkan arti dari unit Kepatuhan Internal, karena disiplin pegawai bukan hanya merupakan faktor kuantitatif dan kualitatif (kapasitas dan kualitas kinerja) namun juga termasuk hal yang normatif (berhubungan dengan code of conduct yang menjadi dasar pegawai dalam bekerja) sehingga hanya akan dapat terwujud jika individu yang berbuat benar-benar melakukan secara konsisten dan tergerak atas dasar kesadaran pribadi masing-masing. Hal tersebut tidaklah mudah untuk diwujudkan, maka dengan adanya Bidang Kepatuhan Internal dirasakan sangat membantu dan diperlukan sebagai alat manajemen yang penting dalam rangka penegakan disiplin pegawai supaya dapat sesuai dengan aturan dan koridor yang berlaku.

SUMBER DAYA
Dengan jumlah personil yang ada di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok sebanyak 1.027 orang menurut Agung Kuswandono, dirasakan sudah cukup memadai untuk menjalankan tugas pelayanan dan pengawasan kepabeanan. Jumlah dirasakan sudah cukup memadai karena dalam formasi dan penempatan pegawai didasarkan pada tingkat kebutuhan riil tiap unit, volume, serta jam kerja pelayanan dan pengawasan. Tentunya juga mempertimbangkan latar belakang pendidikan dan pelatihan yang pernah diterima oleh pegawai. Sebelum menduduki posisi masing-masing di KPU, lanjut Agung Kuswandono, para pegawai telah mendapatkan pembekalan dari Tim Percepatan Reformasi DJBC dan juga telah mendapat pendidikan teknis terkait dengan bidangnya masingmasing. Selain itu materi maupun training pengembangan diri juga telah mereka dapatkan dari konsultan independen/swasta. Sedangkan pembinaan pegawai, yang dilakukan untuk meningkatkan spirit para pegawai juga dilakukan. Pertemuan, baik berupa briefing dari atasan langsung maupun pertemuan lain yang bersifat informal diusahakan untuk selalu dapat dilakukan secara rutin guna meningkatkan spirit dalam bekerja dan mengingatkan pada komitmen pegawai dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. “Selain itu pemberian motivasi juga kita lakukan melalui mediasi konsultan manajemen dari luar institusi dalam rangka menciptakan SDM yang berkualitas, mempunyai integritas,

INSTANSI TERKAIT DAN PENGGUNA JASA
Untuk menjalankan tugas KPU tanpa disertai image ’melangkahi wewenang’ instansi terkait lainnya maka dilakukan koordinasi yang rutin serta terpadu. Hal itu selalu dilakukan dalam setiap kegiatan yang menyangkut tugas dan wewenang kepabeanan di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok dengan instansi terkait untuk lebih menyelaraskan serta menciptakan sinergi dalam pelaksanaan tugas masing-masing instansi. Sedangkan dengan para pengguna jasa, pertemuan, baik yang bersifat formal maupun non formal kerap dilakukan antara pihak KPU dengan para pengguna jasa kepabeanan maupun yang diwakili oleh asosiasi atau kelompoknya. “Dalam hal peningkatan dan kelancaran pelayanan kepaEDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

5

LAPORAN UTAMA
FOTO-FOTO : DOK. WBC

KOORDINASI rutin serta terpadu selalu dilakukan dalam setiap kegiatan yang menyangkut tugas dan wewenang kepabeanan di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok dengan instansi terkait untuk lebih menyelaraskan serta menciptakan sinergi dalam pelaksanaan tugas masing-masing instansi.

beanan terkadang kita melibatkan pihak pengusaha dalam koordinasi pelaksanaan supaya dapat tercipta hubungan dan kinerja yang sinergis dan harmonis. Contohnya dalam hal perijinan TPS, pelayanan form A, pelayanan jalur MITA Prioritas dan Non Prioritas, pelayanan yang terkait dengan institusi lain seperti karantina hewan, tumbuhan dan Badan POM,” ungkap Agung Kuswandono. “Sementara tanggapan pengguna jasa atas perbaikan layanan kepabeanan, yang jelas sejauh ini masukan dan komplain yang ada selalu kita usahakan untuk dapat segera ditindaklanjuti dan diberikan pelayanan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki dan tentunya sesuai dengan aturan yang ada,” tambahnya. Memang, tidak mudah untuk dapat mengubah persepsi yang telah berkembang selama ini tentang kinerja aparat DJBC khususnya yang ada di Tanjung Priok, apalagi untuk dapat

mengubah budaya lama yang telah subur berkembang di Tanjung Priok. “Untuk itu dukungan penuh dari institusi khususnya DJBC dan pemerintah secara keseluruhan mutlak diperlukan untuk dapat selalu mengikuti perkembangan dan memberikan asistensi terhadap upaya kami dalam mewujudkan suksesnya KPU yang merupakan tanggung jawab dan harapan yang ingin kita capai bersama,” demikian harapan Agung Kuswandono kepada Direktorat Jenderal bagi suksesnya KPU.

REMUNERASI DI KPU
Strategi yang dilakukan dalam rangka tercapainya kantor pelayanan yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme yang didukung oleh SDM yang profesional dan berintegritas tinggi salah satunya adalah dengan melakukan perbaikan remunerasi pegawai, namun masih ada berbagai pendapat mengenai hal ini. Di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, pegawai telah menerima remunerasi per bulan Juli 2007. Mengenai masalah remunerasi di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Agung Kuswandono menyatakan pendapatnya. Menurutnya, memang ada banyak pendapat mengenai hal ini, baik yang positif atau yang menyatakan remunerasi yang diterima sudah merupakan suatu nominal yang layak, maupun pendapat yang menyatakan bahwa nominal remunerasi tersebut belum cukup untuk hidup di kota besar seperti Jakarta. Pendapat-pendapat negatif mengenai remunerasi di KPU juga timbul dari selisih yang sedikit atau tidak signifikan jika dibandingkan dengan remunerasi yang didapat oleh pegawai yang bertugas di kantor Bea dan Cukai non KPU. Hal tersebut, tentunya terpulang kepada pribadi masing-masing pegawai KPU dalam menyikapi hal tersebut. “Namun jika kita mau berpikir lebih objektif dan membandingkan dengan perusahaan swasta atau institusi pemerintah lain di kota yang sama maka sudah seharusnya kita harus lebih bersyukur dan menerima kondisi yang ada sekarang dan tetap menjaga komitmen secara sungguh-sungguh dalam bekerja,” ujar Agung Kuswandono. Mengenai besarnya remunerasi, mulai dari pimpinan hingga

JUMLAH PERSONIL yang ada di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok sebanyak 1.027 orang dirasakan sudah cukup memadai untuk menjalankan tugas pelayanan dan pengawasan kepabeanan.

6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

level terbawah apakah sudah memenuhi standar kesejahteraan, mengingat volume dan beban kerja yang cukup berat, menurut Agung Kuswandono, hal itu tergantung dari sisi mana menilainya. Kalau hanya menuruti hawa nafsu, tidak akan pernah cukup. Tapi kalau dibandingkan dengan sebelumnya, remunerasi tersebut sudah signifikan bagi peningkatan kesejahteraan pegawai. “Untuk menjawab keluhan mengenai hal itu saya rasa bukan merupakan porsi dan tanggung jawab kami sebagai pimpinan disini. Seluruh pegawai yang diterima dan masuk di KPU merupakan pegawai yang seharusnya sudah siap dan sadar pada konsekuensi yang berupa prioritas suksesnya pelaksanaan tugas dan amanah pemerintah dan masyarakat untuk dapat menciptakan institusi kepabeanan yang lebih baik. Sedangkan hal remunerasi yang telah diterima sudah bersifat final dan harus dapat diterima apapun kondisinya,” ujar Agung Kuswandono menanggapi adanya keluhan pegawai tentang masalah remunerasi. “Sebagai pimpinan kami hanya bisa mencoba untuk dapat menularkan virus ’positive attitude’ yang perlu untuk terus diperjuangkan dan diimplementasikan dalam kondisi apapun dan bagaimanapun. Jika kita sudah menaburkan sifat dan sikap yang positif dan dapat menjadi teladan, diharapkan seluruh komponen di KPU dapat selalu melakukan introspeksi diri dan selalu mensyukuri pada apa yang telah kita terima,” tambahnya. Sebagai Kepala Kantor, yang ia lakukan untuk memberi semangat kepada anak buah agar masalah remunerasi yang belum sesuai harapan tidak mengganggu kinerja organisasi yang telah diprogramkan adalah dengan menghimbau untuk selalu bersyukur dan senantiasa melihat ke bawah, bahwa apa yang telah didapatkan masih lebih baik dibandingkan dengan saudara-saudara lainnya sesama PNS selain DJBC atau di Departemen Keuangan. Dalam himbauan itu ia tekankan, bahwa remunerasi bukan segala-galanya, namun kerjasama tim, perhatian kepada individu, pemenuhan sarana dan prasarana, dan masih banyak yang lainnya akan dapat mengobati harapan yang tidak sesuai terutama mengenai masalah remunerasi tersebut. Insentif-insentif lain yang didasarkan pada kinerja sedang diupayakan untuk dapat direalisasikan dan diterima oleh pegawai sesuai dengan hak-haknya, misalnya mengenai pemberian uang lembur untuk pegawai yang bertugas di luar jam kerja yang telah ditentukan maupun pemberian uang premi sesuai dengan prestasi atau temuan pengawasan. Hasil dari pemberian semangat dan pengertian kepada anak buah memang memerlukan waktu untuk dapat melihat hasil, karena ini terkait dengan sesuatu yang tidak terlihat dan sangat tergantung dari individu yang bersangkutan. “Dengan menunjukkan komitmen kinerja yang baik, sudah menjadi usulan yang sangat efektif untuk pimpinan DJBC karena dengan begitu kita telah membuktikan proses reformasi memang betul-betul ada serta kita laksanakan di sini, bukan sekedar janji belaka. Kami tidak mau menjadi makhluk yang tidak bersyukur. Kami sadar semua ini memerlukan proses, dan saat ini menurut saya langkah-langkah yang diambil pimpinan sudah tepat,” demikian jawab Agung Kuswandono ketika ditanya adakah usulannya sebagai Kepala Kantor untuk memperbaiki remunerasi tersebut kepada pimpinan DJBC. Bahwa kebutuhan sebagai manusia akan senantiasa kurang jika tidak pandai bersyukur apalagi jika dibandingkan dengan sebelum KPU. “Saya kira kita harus tetap bekerja dengan baik dengan terpenuhi atau tidaknya remunerasi, karena sebenarnya tidak tepat mengukur kinerja dengan remunerasi. Kalau suatu saat nanti misalnya remunerasi dicabut, apakah kemudian pegawai boleh pungli? Jadi remunerasi merupakan faktor penunjang penting, namun bukan satu-satunya. Kami akan terus berusaha keras untuk mewujudkan Bea dan Cukai yang bersih dan berwibawa,” demikian tanggapannya mengenai pengaruh remunerasi dikaitkan dengan kinerja pegawai KPU. ris

PELAYANAN KEPABEANAN DAN CUKAI DI KPU
Konsep pelayanan yang diterapkan di KPU Bea dan Cukai Tipe A1 Tanjung Priok pada dasarnya hampir sama dengan yang diterapkan di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai yang lain, namun dalam rangka mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat usaha, serta meningkatkan efektifitas pengawasan untuk meminimalkan potensi kerugian negara, pada sistem pelayanan dan pengawasan di KPU disesuaikan dengan tingkat kepatuhan (compliance level) atas tiap pengguna jasa kepabeanan dan cukai.

Y

ang membedakan KPU dengan Kantor Wilayah lainnya dalam hal pelaksanaan pelayanan kepabeanan adalah adanya konsep pelayanan yang didasarkan pada tingkat kepatuhan atas tiap kelompok pengguna jasa tertentu yang selanjutnya menimbulkan implikasi pembedaan perlakuan pada sistem pelayanan yang hanya ada dan dikenal di KPU, yaitu: - Jalur MITA (Mitra Utama) Prioritas; - Jalur MITA Non Prioritas; - Jalur Hijau; - Jalur Kuning; dan - Jalur Merah. KPU Bea dan Cukai merupakan salah satu unit eselon II di DJBC yang menggabungkan fungsi pelayanan dan pengawasan yang terdapat pada Kantor Wilayah dan Kantor Pelayanan sekarang ini. Penggabungan fungsi pelayanan, fungsi audit, fungsi pengawasan, fungsi perijinan dan fasilitas, fungsi keberatan, serta fungsi umum dan pengendalian merupakan pengembangan strategi untuk mewujudkan suatu struktur organisasi yang efektif dan efisien. Salah satu program dalam pelayanan yang diberikan KPU adalah penyederhanaan prosedur dan diberikannya pelayanan prima, salah satunya adalah penunjukan Client Coordinator (CC) untuk melayani konsultasi dan pembinaan kepada stakeholders. Lantas pertanyaannya, apakah hal ini menjamin tidak akan terjadi Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN) di lingkungan KPU ? Menurut Kabid Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi, Harry Mulya, tidak ada yang bisa menjamin 100 persen tidak akan terjadi KKN di KPU. Seperti diketahui bahwa KKN timbul karena adanya budaya, peluang dan pola pikir yang salah. Dengan adanya KPU yang commit untuk memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa kepabeanan dan cukai, dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat, efisien, transparan dan responsif terhadap pengguna jasa, diharapkan peluang, budaya dan pola pikir yang salah tadi dapat dihilangkan. Berkaitan dengan adanya layanan Client Coordinator di KPU, diharapkan dapat memberikan citra yang positif
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

7

LAPORAN UTAMA
WBC/ATS

dan kepastian pelayanan, dengan mekanisme konsultasi dan pembinaan kepada pengguna jasa. Peran CC dalam hal ini adalah memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada pengguna jasa agar patuh kepada peraturan yang ada, dan CC juga senantiasa menginformasikan bahwa Bea dan Cukai sedang berbenah dalam menerapkan “good governance”, untuk itu peran pengguna jasa sangat penting dalam mendukung langkah Bea dan Cukai, khususnya KPU, dengan cara tidak memberikan imHARRY MULYA. Peran pengguna jasa sangat penting dalam mendukung balan dalam bentuk apalangkah Bea dan Cukai, khususnya KPU, pun, baik diminta maupun dengan cara tidak memberikan imbalan tidak oleh petugas KPU. dalam bentuk apapun, baik diminta “Dalam hal pengguna maupun tidak oleh petugas KPU. jasa merasa dipersulit atau dimintai sesuatu oleh petugas KPU, mereka bisa menyampaikan kepada CC untuk ditindaklanjuti oleh Bidang Kepatuhan Internal,” demikian saran Harry Mulya.

SISTEM DAN MEKANISME KERJA BIDANG CC
Lebih lanjut disampaikan Harry Mulya, unit CC berada pada Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi dimana untuk KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok bidang ini mempunyai struktur yang terdiri atas 3 Seksi Bimbingan Kepatuhan (BK) dan 1 Seksi Layanan Informasi (LI). Pada Seksi BK dikhususkan untuk dapat memberikan dedicated services kepada pengguna jasa yang masuk dalam kategori MITA baik Prioritas maupun yang Non Prioritas. Disini MITA dapat melakukan kegiatan konsultasi dan segala kebutuhan informasi yang diinginkan dapat langsung diakses

kepada CC yang ditunjuk untuk menangani tiap-tiap MITA. Selain itu sejalan dengan fasilitas pelayanan kepabeanan yang tidak lagi memerlukan dokumen (paperless) yang diberikan kepada MITA, maka mereka juga diwajibkan untuk melaporkan kegiatan kepabeanannya secara periodik kepada CC masing-masing. Sedangkan Seksi LI mempunyai fungsi untuk melakukan kegiatan pemberian layanan informasi serta kegiatan penyuluhan dan publikasi di lingkungan KPU BC. CC yang berada di Seksi LI juga melakukan kegiatan konsultasi dan layanan informasi secara langsung baik berupa menjawab pertanyaan mengenai kepabeanan dan cukai serta penanganan komplain serta menerima saran dan masukan dari pengguna jasa selain yang dikategorikan sebagai MITA. Mengenai pelayanan yang diberikan kepada stakeholder yang telah terakreditasi AEO (Authorized Economic Operators) dimana di KPU dikenal sebagai MITA, diberikan pelayanan prima yang diantaranya adalah penyederhanaan prosedur layanan dan disediakannya berbagai fasilitas yang berupa pelayanan antara lain: - pelayanan dokumen kepabeanan yang bersifat paperless; - tidak dilakukan penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang sebagaimana dilakukan terhadap jalur merah dan jalur hijau, kecuali terhadap barang impor sementara, barang re-impor, barang yang terkena Nota Hasil Intelijen (NHI), barang tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal (Pemeriksaan fisik barang dapat dilakukan di gudang importir); - SPPB akan terbit setelah sistem berhasil melakukan rekonsiliasi atas pelunasan SPKPBM; - penyederhanaan birokrasi permohonan beberapa fasilitas seperti penangguhan, reimpor, dan impor sementara; - pembayaran berkala (untuk MITA Prioritas).

Selain itu, seperti telah dijelaskan di atas, terhadap pengguna jasa kepabeanan dan cukai yang telah terakreditasi juga ditawarkan hubungan yang bersifat kemitraan dengan Bea dan Cukai berupa penunjukan petugas khusus (client coordinators) untuk melayani konsultasi dan layanan informasi terhadap perusahaanWBC/ATS perusahaan tersebut sehingga respon DJBC terhadap semua permasalahan terkait kepabeanan dan cukai akan cepat tertangani. Sedangkan untuk pengguna jasa kepabeanan dan cukai yang tidak atau belum terakreditasi akan dilayani dengan sistim pelayanan pabean dan cukai sebagaimana yang berlaku saat ini. “Dengan pemisahan sistim pelayanan tersebut selain diharapkan dapat mengoptimalkan pengalokasian sumber daya untuk lebih fokus kepada layanan-layanan yang berisiko, juga diharapkan dapat mendorong para pengguna jasa kepabeanan untuk memperbaiki tingkat kepatuhannya terhadap ketentuan perundang-undangan yang ADANYA LAYANAN CLIENT COORDINATOR (CC) DI KPU, diharapkan dapat memberikan citra yang positif dan kepastian berlaku guna mendapelayanan, dengan mekanisme konsultasi dan pembinaan kepada pengguna jasa.
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

8

patkan fasilitas dan layanan yang lebih baik dari Bea dan Cukai,” imbuh Harry Mulya. Dalam hal ini untuk dapat menjadi AEO (MITA KPU) maka suatu perusahaan harus memenuhi syarat berikut: 1. dapat berkomunikasi secara elektronik dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; 2. mempunyai sifat bisnis (nature of bussiness) yang jelas; 3. memiliki sistem pengendalian yang memadai untuk menjamin keakuratan data yang disajikan; 4. memiliki rekam jejak keakuratan pemberitahuan pabean dan/atau cukai yang baik; 5. telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian; dan 6. selalu dapat memenuhi ketentuan tentang perijinan dan persyaratan impor/ekspor dari instansi teknis terkait. Untuk lebih jelasnya mengenai hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Dirjen BC Nomor P-24/BC/2007 tentang Mitra Utama. Dalam hal ini AEO (MITA KPU) terdiri dari importir MITA (Mitra Utama) Prioritas dan Non Prioritas, jadi importir jalur prioritas adalah AEO, sedangkan importir jalur hijau ditetapkan bagi importir yang berisiko menengah yang mengimpor komoditi berisiko rendah dan importir berisiko rendah yang mengimpor komoditi berisiko rendah atau menengah. Konsep AEO atau MITA di KPU, lanjut Harry Mulya, sebenarnya merupakan pengembangan dari sistem manajemen resiko yang dapat digunakan untuk memberikan fasilitas kepabeanan sebesar-besarnya secara aman dan terkendali, kepada perusahaan-perusahaan tertentu yang telah terakreditasi. Metode atau standar ini telah diterapkan di beberapa negara maju dan direkomendasikan oleh World Customs Organization (WCO) untuk diterapkan kepada anggota-anggotanya dengan program Authorized Economic Operators (AEO). Pada sistem ini, analisis resiko tidak diterapkan transaksi per transaksi sebagaimana penerapan manajemen resiko konvensional, melainkan diterapkan secara sistematis terhadap perusahaan sebagai entitas dimana identifikasi resiko dilakukan berdasarkan pada perilaku dan sistem pengendalian internal perusahaan.

Waktu pelayanan kepabeanan impor Customs Clearance adalah phase waktu pelayanan yang dilakukan oleh Petugas Bea dan Cukai atau disebut dengan pemeriksaan pabean, yang meliputi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan dokumen. Untuk pemeriksaan dokumen terbagi menjadi dua hal, yaitu pemeriksaan Analyzing Point serta Pemeriksaan Nilai Pabean dan Klasifikasi HS, dan sebagainya. Waktu Customs Clearance dapat dikategorikan berdasarkan jenis jalur pemeriksaan pabean sebagaimana chart dibawah ini, sebagai berikut: a. Jalur MITA Prioritas dan Non Perioritas; b. Jalur Hijau; c. Jalur Kuning; dan d. Jalur Merah.

Untuk mengukur real waktu pelayanan pabean di KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, dihitung hanya waktu Customs Clearance, yaitu waktu pemeriksaan pabean yang meliputi real waktu pemeriksaan fisik barang oleh petugas pemeriksa fisik barang dan waktu pemeriksaan dokumen yang dilakukan oleh PFPD, dengan Sistem Aplikasi Impor sebagaimana chart dibawah ini.

WAKTU PELAYANAN
KPU menjanjikan pelayanan yang cepat. Waktu yang diperlukan dalam pengurusan barang impor mulai penyampaian PIB sampai pengeluaran barang (terbit SPPB) bervariasi sesuai jenis penjaluran pelayanan impor melalui KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok : 1. Jalur MITA Prioritas, pelayanan tanpa intervensi dari petugas Bea dan Cukai, setelah pengiriman PIB lewat sistem EDI, sistim layanan KPU langsung merespon dengan SPPB setelah dilakukan rekonsiliasi pembayaran SSPCP, kecuali untuk barang impor yang terkena NHI, barang impor sementara dan barang reimpor, dilakukan pemeriksaan fisik barang (dapat dilaksanakan di gudang importir); Bagi Importir MITA Prioritas dengan pembayaran berkala, tidak dilakukan rekonsiliasi SSPCP per pengiriman PIB. Pelayanan bagi Importir MITA memungkinkan dalam hitungan menit terbit SPPB; 2. Jalur MITA Non Prioritas sama dengan layanan MITA Prioritas; Untuk kedua jalur MITA di atas, pada saat pengiriman PIB dipersyaratkan sudah memenuhi ketentuan perijinan oleh instansi terkait. Waktu pelayanan impor atau dapat disebut dengan Import Clearance pada KPU Tanjung Priok secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) pelayanan, yaitu: a. Pelayanan kepabeanan (Customs Clearance) dan b. Pelayanan Non Customs Clearance.
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

9

LAPORAN UTAMA
DOK. WBC

Namun pelayanan yang cepat yang diharapkan kadang mengalami kendala, hal ini disebabkan adanya faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi waktu pelayanan impor. Diungkpakan Harry Mulya, kendala dalam pemeriksaan fisik yang sering dijumpai diantaranya, barang yang akan diperiksa fisik 43,23 persen tidak siap dan sarana dan prasarana untuk pergerakan barang impor belum optimal Sementara itu dalam ORRY WOROTIKAN. Semoga bisa terus hal pemeriksaan dokumen, berjalan dan semakin bisa ditingkatkan kendala eksternal yang kualitasnya. kerap dijumpai diantaranya; respon mengenai kekurangan data dan informasi dari importir dalam rangka penetapan nilai pabean dan klasifikasi HS. Dan mengenai persetujuan dan konfirmasi dari instansi terkait yang menyangkut barang larangan dan pembatasan. Peningkatan pelayanan yang diberikan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, umumnya mendapat sambutan sangat positif bari para pengguna jasa. Seperti yang diutarakan Orry Worotikan, Direktur PT. Surya Kamangta. Menurutnya, pelayanan kepabeanan yang diberikan aparat bea dan cukai, mengalami perubahan yang baik setelah menjadi KPU. Pelayanan yang cepat, tranparans dan pelayanan yang ramah dari para petugas CC. Orry merasakan sebagai pengguna jasa, ia dibimbing untuk menjalankan prosedur sesuai aturan. Meski selama ini pihaknya sudah menjalankan sesuai dengan prosedur kepabeanan, namun jika menemui kesulitan kadang mesti kesulitan dulu mencari tempat dimana ia bisa menanyakan kendala yang sedang dihadapi. “Ibaratnya, kalau dulu saya seperti kebingungan mencari alamat, namun hal itu sekarang sudah tidak lagi saya jumpai, karena petugas CC siap membantu setiap kami menemui kesulitan dan waktu pelayanannya pun menjadi lebih cepat. Untuk itu harapan saya, semoga ini bisa terus berjalan dan semakin bisa ditingkatkan kualitasnya,” demikian masukan Orry. Tanggapan serupa juga disampaikan W. Purindriayoga, selaku export-import coordinator PT. Sanggar Sarana Baja. Menurutnya, kepastian waktu yang diberikan KPU telah memberikan keuntungan bagi pihaknya, artinya ia bisa segera memprediksikan langkah-langkah selanjutnya setelah urusan kepabeanannya selesai. Begitu juga dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas DOK. WBC CC yang semakin memperlancar tugasnya dalam mengurus dokumen kepabeanan. “Sepanjang ini saya tidak pernah menemui kendala, karena kepastian diberikan oleh KPU Tanjung Priok. Yang jelas pihak kami menyambut dengan senang atas perbaikan kinerja aparat bea cukai di KPU khususnya mengenai pelayanan kepabeanan karena memberi dampak positif yang luas bagi usaha kami khususW. PURINDRIAYOGA. Pihaknya menya, dan industri lain panyambut senang atas perbaikan kinerja da umumnya,” imbuh W. yang dilakukan aparat bea dan cukai di Purindriayoga. ris KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. 10
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

TINGKAT KEPATUHAN
Pegawai KPU dan para pengguna jasa menjadi obyek pengawasan. Pengawasan bagi pegawai KPU atau disebut pengawasan internal dilakukan untuk memastikan pegawai menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan kepabeanan dan cukai, serta kode etik pegawai. Sedangkan bagi pengguna jasa atau disebut pengawasan eksternal adalah meyakinkan bahwa pengguna jasa telah menjalankan kegiatannya sesuai dengan aturan kepabeanan dan Cukai yang berlaku.

PENGAWASAN EFEKTIF, BERDASARKAN

S

umber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan ujung tombak bagi kesuksesan Kantor Pelayanan Utama (KPU) untuk memberikan suatu pelayanan yang prima kepada para pengguna jasa kepabeanan dan cukai. Untuk mendapatkan SDM berkualitas tersebut, serangkaian proses rekrutmen pun dilakukan oleh DJBC bekerjasama dengan akademisi. Setelah menjadi pegawai KPU, SDM itu masih harus perlu dikontrol agar mereka menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan peraturan kepabeanan dan cukai. Sedangkan pengawasan eksternal bertujuan untuk meyakinkan bahwa pengguna jasa telah menjalankan aturan kepabeanan, sehingga aparat pengawas KPU Bea dan Cukai mampu mencegah masuknya barang-barang yang dilarang impornya terutama barang yang dapat merusak mental dan moral masyarakat serta mengganggu keamanan nasional sebagai akibat pelanggaran aturan kepabeanan yang dilakukan pengguna jasa.

PENGAWASAN SDM KPU (INTERNAL)
Mekanisme pengawasan bagi SDM KPU dilakukan sepenuhnya oleh Bidang Kepatuhan Internal (KI) dipimpin oleh Kepala Bidang KI. Pimpinan bidang ini melakukan penilaian terhadap setiap unsur satuan kerja dan pelaku organisasi melalui suatu mekanisme yang sistematik untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas dari risk management, kontrol dan proses bisnis dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Menurut Kepala Bidang Kepatuhan Internal, KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, Oza Olavia, dalam menjalankan fungsi pengawasan internal, KPU melalui Bidang Kepatuhan Internal melakukan suatu rangkaian kegiatan yang sistematis dan berkesinambungan melalui lima tahapan sebagai berikut : Pertama penanganan informasi, disini Bidang Kepatuhan Internal melakukan penanganan analisis informasi yang dapat diperoleh dari empat sumber yaitu : l Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan (LHPK), l Sistem Manajemen Pengaduan dan Pujian Masyarakat (SMPP), l Hasil pengawasan pelaksanaan tugas di bidang pelayanan, pengawasan dan administrasi kepabeanan dan cukai, dan l perintah tertulis Direktur Jenderal dan/atau Kepala kantor. Kedua, analisis informasi, merupakan proses pengukuran atau penilaian kinerja pegawai dan/atau unit bidang kerja melalui informasi yang diperoleh. Proses penilaian kinerja di dalam tahap analisis informasi ini dilakukan dengan membandingkan tingkat

DOK. WBC

kepercayaan masyarakat, investor, dunia usaha performance yang ditunjukkan dari hasil pelakdan pemerintah. sanaan kerja dan perilaku yang ditampilkan oleh Mengenai parameter keberhasilan, Oza pegawai dibandingkan dengan semua standar menjelaskan, secara umum tingkat keberhasilan yang berupa Program Layanan Unggulan bidang ini akan ditunjukkan dari dua hal, (Quick Win), Key Performance Indicator (KPI), pertama: makin tingginya tingkat pencapaian peraturan perundang-undangan di bidang kinerja terhadap standard yang ada oleh seluruh kepabeanan dan cukai, serta peraturan kode pegawai dan unit kerja KPU dan yang kedua etik dan perilaku DJBC. makin tingginya tingkat kepuasan masyarakat Ketiga pemeriksaan kepatuhan internal. Diterhadap kinerja pelayanan KPU. sini tindak lanjut dari simpulan hasil analisis inYang menjadi tolok ukur bagi bidang ini daformasi suatu kinerja atau perilaku pegawai atau lam menilai tingkat kepatuhan atau kinerja unit kerja yang kedapatan tidak memenuhi stanpegawai atau organisasi adalah standar yang dar atau kriteria tertentu tertulis, akan dilakukan terukur dan applicable (measurable), yang mepemeriksaan kepatuhan internal jika terdapat liputi: Program Layanan Unggulan (Quick Win), dugaan kuat telah terjadinya penyimpangan Key Performance Indicator (KPI), peraturan dan/atau penyalahgunaan wewenang pegawai kode etik dan perilaku DJBC dan peraturan tata dan/atau unit kerja di lingkungan KPU. laksana / tatacara pelaksanaan perundangKeempat adalah pelaporan dan tindak lanjut. undangan di bidang kepabeanan dan cukai. Hasil pemeriksaan kepatuhan internal disampai- OZA OLAVIA. Hasil kerja Bidang KI sebenarnya bukan seberapa banyak Berdasarkan data pemeriksaan KI yang telah kan kepada kepala kantor dengan nota dinas temuan pelanggaran yang diperoleh, tindak lanjut laporan untuk diteruskan kepada tetapi seberapa besar peningkatan dan sedang dilakukan oleh Bidang KI, terdapat 3 pimpinan unit terkait yang berwenang. jenis pelanggaran atau kepatuhan, yaitu pungli/ tingkat kepatuhan yang diukur Kelima mengenai pemantauan tindak lanjut dengan meningkatnya kinerja. gratifikasi, kelalaian prosedur kerja dan kurang laporan kinerja. Pemantauan tindak lanjut hasil optimalnya pelayanan kepada masyarakat. pemeriksaan yang dilakukan oleh Bidang Kepatuhan Internal meDisamping itu juga, terdapat 2 kasus yang melibatkan pegarupakan salah satu fungsi control demi terciptanya efektivitas wai terkait dengan kasus kolusi . Atas 2 kasus tersebut, satu pelaksanaan sistem pengendalian internal pada KPU. Laporan kasus telah diselesaikan pemeriksaan kepatuhan internalnya dan kinerja hasil pelaksanaan sistem pengendalian internal yang sekarang sudah dilimpahkan penyelesaiannya ke Direktur Jendemerupakan tugas pokok dari Bidang Kepatuhan Internal berfungsi ral. Sedangkan 1 kasus lainnya sedang dalam pengembangan sebagai bahan evaluasi dan penilaian bagi pimpinan terhadap informasi guna pemeriksaan kepatuhan internal. efektivitas kinerja Bidang Kepatuhan Internal. Dalam kaitannya dengan ini, langkah yang akan diambil oleh Mengenai metode yang digunakan tersebut apakah membeBidang KI jika dari hasil pemeriksaan kepatuhan internal terbukti rikan dampak yang cukup baik bagi perubahan paradigma di melakukan pelanggaran: maka akan diberikan rekomendasi seTanjung Priok, Oza menyatakan bahwa perubahan paradigma suai jenis dan tingkat pelanggarannya. Misalnya, pelanggaran terpegawai KPU yang telah terasa selama ini bukan sebagai akibat kait dengan kode etik pegawai, maka berupa pengenaan sanksi dari adanya Bidang KI. Ini merupakan sebuah komitmen bersama atau hukuman sebagaimana yang ditetapkan dalam ketentuan dan individual pada saat menjadi pegawai KPU Tanjung Priok. Ini PP Nomor 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai dibuktikan dengan telah ditandatanganinya Pakta Integritas oleh Negeri Sipil dan peraturan pelaksanaannya. Rekomendasi akan semua pegawai pada awal berdirinya KPU. diteruskan kepada Kepala Kantor untuk ditindaklanjuti kepada Bidang KI berikut dengan mekanisme kerjanya lebih berfungsi unit atau pihak yang berwenang sesuai jenis pelanggarannya. sebagai “Sado Delman yang bertugas untuk mengendalikan kuda Mengenai Metode apa yang digunakan Bidang KI dalam supaya baik jalannya, “ demikian imbuh Oza. Dan perlu ditegaspengungkapan kasus yang melibatkan pegawai yang kan bahwa untuk menjamin perubahan paradigma di Tanjung berhubungan dengan kepatuhan, menurut Oza, dapat berupa : Priok tidak bisa hanya dilakukan oleh Bidang KI semata karena 1. Melakukan peninjauan dan pengamatan terhadap pegawai sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan internal maupun yang bersangkutan untuk memperoleh pembuktian yang eksternal. Internal berpulang pada diri pribadi dan komitmen dan dilakukan secara berkelanjutan selama kurun waktu tertentu; dukungan pimpinan. Sedangkan lingkungan ekternal perlu 2. Melakukan wawancara yang dilakukan secara lisan atau dukngan dari pengguna jasa untuk turut meningkatkan kepatuhan tertulis dengan pegawai yang bersangkutan dan sumber lain dan budaya kerjanya. yang independen untuk memperoleh pembuktian; 3. Melakukan konfirmasi baik secara lisan maupun tertulis dengan mengusahakan memperoleh informasi dari sumber FUNGSI PENGENDALIAN YANG BERSIFAT PREVENTIF lain yang independen untuk pengungkapan kasus; Lebih lanjut disampaikan Oza, keberadaan Bidang Kepatuhan 4. Melakukan pengujian dengan memeriksa hal-hal atau samInternal di KPU sangat penting, mengingat dengan adanya pel-sampel yang representatif dengan maksud untuk mencaBidang KI, maka diharapkan kinerja, baik dari sisi profesionalisme pai simpulan, sehubungan dengan pengungkapan kasus; maupun integritas pegawai, unit kerja dan organisasi KPU dapat 5. Melakukan analisis dengan memecah atau menguraikan kamemenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga diharapkan sus untuk dihubungkan dengan keseluruhan atau dibandingtujuan, visi dan misi KPU khususnya dan DJBC pada umumnya kan dengan yang lain dalam rangka pengungkapan kasus; dapat tercapai. 6. Melakukan pembandingan untuk mencari kesamaan dan “Perlu diketahui bahwa Bidang KI dibentuk bukan sebagai perbedaan antara dua atau lebih gejala/fenomena kasus yang “pemadam kebakaran (whistle blower)” yang baru bertindak setedihadapi; lah ada penyimpangan atau pelanggaran, melainkan lebih kepa7. Melakukan pemeriksaan bukti/keotentikan dengan memeda fungsi pengendalian yang bersifat preventif melalui mekanisriksa otentik tidaknya serta lengkap tidaknya bukti yang menme yang sistematis dalam menjaga tingkat kinerja dan kepatuhan dukung suatu pengungkapan kasus; pelaksanaan tugas,” imbuh Oza. 8. Melakukan rekonsiliasi dengan penyesuaian antara dua Penciptaan good government KPU melalui Bidang KI tidaklah golongan data yang berhubungan tetapi masing-masing semudah membalikkan tangan, namun, tetap optimis bahwa dibuat oleh pihak-pihak yang independen (terpisah) dalam dengan adanya Bidang KI dan peningkatan pengawasan melekat rangka pengungkapan kasus; pada setiap pegawai, manfaat bidang KI akan lebih terasa dan 9. Melakukan penelusuran melalui pemeriksaan dengan jalan makin besar pengaruhnya ke arah penciptaan tujuan KPU. Pada menelusuri proses suatu kasus kepada sumber atau bahan gilirannya, keberhasilan KPU dapat menjadi ujung tombak pempembuktiannya; dan/atau baharuan sekaligus menjadi pilot project reformasi kepabeanan 10. Melakukan penelaahan pintas dengan melakukan penelaahDJBC yang pada akhirnya diharapkan mampu mengembalikan
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

11

LAPORAN UTAMA
FOTO-FOTO : DOK. WBC

na suatu perubahan tentu perlu proses dan pemahaman dari seluruh pegawai KPU, bahwa tugas Bidang KI adalah melakukan pengawasan dan mengevaluasi kerja semua pegawai KPU. Kendala yang terbesar adalah masalah perKemudian, hal penting yang Oza tekankan ubahan budaya. Dari yang sebelumnya merasa berkaitan dengan hasil kerja Bidang KI, bahwa bebas bekerja tanpa harus diawasi oleh pihak yang perlu dipahami terlebih dahulu, hasil kerja lain, sekarang ada petugas KI yang memiliki tuBidang KI sebenarnya bukan seberapa banyak gas untuk itu. Pada masa-masa awal KPU temuan pelanggaran yang diperoleh, tetapi semungkin beberapa pegawai merasa “risih” apaberapa besar peningkatan tingkat kepatuhan bila aktivitas mereka diawasi pekerjaanya. yang diukur dengan meningkatnya kinerja. KaKendala lainnya yang dihadapi bidang ini adalaupun keberhasilan pelaksanaan tugas, dapat diukur dengan tanggap tidaknya bidang ini menglah penetapan pengukuran dan standar yang menyangkut kinerja pegawai. Mengingat semua identifikasi terjadinya atau potensi akan terjadipenilaian yang ada berbasis kinerja dan SOP, nya pelanggaran serta tingkat penyelesaian tinmaka perlu waktu untuk dikoordinasikan dan didak lanjut atas pelanggaran yang terjadi. sepakati bersama sebagai kesepakatan organisasi. Hal ini untuk menjamin semua pegawai BUKAN UNTUK MENAKUTI PEGAWAI mengerti apa yang akan dinilai dan dengan Mengenai tingkatan sanksi yang diberikan HERU SULASTYONO. Salah satu kendala menggunakan standard mana diukur kinerjanya. kepada pegawai yang terbukti melakukan yang juga masih dihadapi adalah Karena itu ungkap Oza, untuk menyikapipelanggaran, menurut Oza tentunya berdasarpengawasan terhadap barang impor, nya ada dua hal (kedalam dan keluar) yang kan pada tingkat dan jenis pelanggaran yang di- ekspor dan antar pulau (barang telah dan sedang dilakukan. Kedalam: dengan lakukan. Tingkatan pelanggaran dan sanksi strategis) masih sulit dilakukan mengingat bercampurnya penumpukan menanamkan sikap amanah dan bertanggungkepegawaian didasarkan pada aturan kepegabarang-barang tersebut dalam gudang jawab, obyektif dan tegas. Sementara Keluar waian yang berlaku (PP Nomor 30 Tahun 1980 Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil). Selain yang sama di Pelabuhan Tanjung Priok. dilakukan dengan sosialisasi dan pemberian pengertian baik secara formal maupun informal. sanksi diatas, ada pula rekomendasi lain sesuai Koordinasi dan komunikasi dengan unit-unit dilingkungan KPU dengan jenis dan tingkat pelanggarannya kepada unit terkait atau dalam menetapkan penetapan pengukuran dan standard kinerja kepala kantor. serta Internalisasi mengenai penegakan disiplin dan kode etik Di samping itu, yang paling penting adalah pemberian rekopegawai. Kedua hal tersebut harus dilakukan secara konsisten mendasi berupa langkah-langkah perbaikan atau tindak lanjut dan berkelanjutan. yang perlu dilakukan oleh pejabat unit terkait yang berwenang termasuk di antaranya saran kepada atasan langsung dari pihak yang terlibat. PENGAWASAN KEPADA PENGGUNA JASA (EKSTERNAL) Ditegaskan Oza, tugas kepatuhan internal bukan untuk menaWilayah pengawasan KPU meliputi bekas wilayah pengawaskut-nakuti pegawai tapi dalam arti menjamin semua proses berjaan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1 Tanjung Priok I, Tanlan sesuai prosedur dan ketentuan. Harus dapat dipahami oleh jung Priok II dan Tanjung Priok III meliputi Area Dalam Pelabuhan semua pegawai KPU bahwa Bidang KI menjalankan tugas untuk Tanjung Priok dan wilayah mulai dari Kawasan Berikat Nasional melakukan pengawasan, penilaian, evaluasi kerja serta penegak(KBN) Marunda sampai dengan Pelabuhan Sunda Kelapa. kan pelaksanaan kode etik dan integritas atau menjamin pegawai Dalam hal melakukan pengawasan maka konsep pengawasbekerja secara efisien dan efektif. an yang digunakan oleh Bidang “Bidang KI harus dipandang sePenindakan dan Penyidkan (P2 ) bagai partner kerja dalam mencapai adalah dengan menerapkan konsep tujuan KPU. Namun, KI perlu pengawasan proaktif, pengawasan dukungan dari semua pegawai di melalui infomasi intelijen (Surveillingkungan KPU dan DJBC agar bilance) dan kegiatan patroli rutin atas dang ini tetap amanah dalam menjakegiatan bongkar dan muat kapal. lankan tugas serta mampu melakuMengenai konsep pengawasan kan kerja secara objektif dan transproaktif, menurut Kepala Bidang P2 paran,” imbuh Oza. Tanjung Priok, Heru Sulastyono, Bidang KI dipimpin oleh Kepala yaitu pengawasan yang dilakukan Bidang yang membawahi tiga seksi dengan melakukan analisa data imyaitu: Seksi Kepatuhan Pelaksanaan portasi atau eksportasi dari importir Tugas Pelayanan, Seksi Kepatuhan atau eksportir untuk menentukan kePelaksanaan Tugas Pengawasan, biasaan impor dan ekspor perusahadan Seksi Kepatuhan Pelaksanaan an tersebut. “Pengawasan ini Tugas Administrasi. Sedangkan pebiasanya dilakukan terhadap importirlaksana Bidang Kepatuhan Internal importir jalur hijau dan importir MITA,” ada sebanyak 24 orang pelaksana imbuhnya. pemeriksa dan 4 orang pelaksana Lebih lanjut menurut Heru, di KPU administrasi. Bea dan Cukai Tg. Priok, Bidang P2 “Untuk saat ini jumlah personil terdiri dari Satu Kepala Bidang yang yang ada di Bidang KI sudah sesuai membawahi 2 Seksi Intelijen (Seksi dengan yang diinginkan dan diharapIntelijen I dan Seksi Intelijen II) , 3 kan pegawai yang bersangkutan Seksi Penindakan (Seksi Penindakmempunyai karakteristik objective, an I, Seksi Penindakan II dan Seksi integrity, confidentiality dan compePenindakan III) dan 2 Seksi Penyidiktency dalam menjalankan tugasnya,” an. (Seksi Penyidikan I dan Seksi Peujar Oza. nyidikan II) . KASUS PELANGGARAN KEPABEANAN yang berhasil diungkap oleh Sebagai suatu bidang baru di su- KPU, sejak awal launching KPU Bidang P2 sudah melakukan Untuk Seksi Penindakan yang atu kantor yang juga baru tentu ada terdiri dari 3 Seksi ini memiliki wilayah penegahan sebanyak 20 (dua puluh) kali meliputi pelanggaran banyak kendala yang dihadapi kare- terhadap ketentuan Impor dan Ekspor. kerja masing-masing : (1) Seksi an secara umum dan cepat untuk menemukan hal-hal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. 12
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

Penindakan I mempunyai wilayah pengawasan eks. pengawasan KPBC Tipe A1 Tanjung Priok I. (2) Seksi Penindakan II mempunyai wilayah pengawasan eks. pengawasan KPBC Tipe A1 Tanjung Priok II. (3) Seksi Penindakan III mempunyai wilayah pengawasan eks. pengawasan KPBC Tipe A1 Tanjung Priok III. Mengenai kasus pelanggaran kepabeanan yang berhasil diungkap oleh KPU, seperti diungkap Heru bahwa sejak awal launching KPU Bidang P2 sudah melakukan penegahan sebanyak 20 (dua puluh) kali meliputi pelanggaran terhadap ketentuan Impor dan Ekspor. Sedangkan total kerugian negara yang berhasil diselamatkan belum dapat dikalkulasikan secara pasti karena sampai dengan saat ini sebagian pelanggaran tersebut masih dalam proses penyidikan. Yang jelas dari pelanggaran tersebut disamping merugikan secara material tetapi juga merugikan secara imaterial yaitu merugikan industri kecil dalam negeri, mencegah potensi penyebaran virus berbahaya, dan penyalahgunaan fasilitas dengan tidak dipenuhinya kewajiban kepabeanan. Lebih lanjut disampaikan Heru, beberapa komoditi yang berhasil digagalkan dari berbagai upaya pelanggaran terhadap ketentuan kepabeanan impor yaitu diantaranya alat berat, truk, mobil mewah, tepung daging/ tulang (Meat Bone Meal), kompor gas, katup tabung gas, tabung gas, mobil dan kabel. Sedangkan untuk ekspor komoditi yang dapat digagalkan yaitu kayu ebony dan rotan.

REMUNERASI
IDEALNYA MENGIKUTI GRAFIK GENERAL MARKET
Ada lima langkah strategis yang menjadi program utama dalam reformasi birokrasi yang dilakukan Depkeu, yang salah satunya adalah mengenai perbaikan remunerasi.

M

SDM DAN SARANA OPERASIONAL
Untuk sarana operasi pendukung pelaksanaan pengawasan yang dilakukan Bidang P2, menurut Heru dirasakan cukup, mengingat nantinya wilayah pengawasan KPU hanya berada di daerah pelabuhan Tanjung Priok, sedangkan wilayah lainnya akan diawasi oleh Kanwil VIII Jakarta dalam hal ini KPPBC Sunda Kelapa. “Mungkin yang perlu diperbaiki sarana pengawasan berupa database informasi baik yang berasal dari media internet maupun media lain agar dapat mengoptimalkan informasi untuk keakuratan analisa pelanggaran impor dan ekspor,” ujar Heru.. Sementara itu untuk SDM yang ada di Bidang P2 KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok saat ini terdiri dari 120 orang personil. Yang terdiri dari satu orang Kepala Bidang, 7 orang Kepala Seksi dan 112 pelaksana yang ditugaskan pada masing-masing seksi. Mengingat konsep dari KPU yang menuntut adanya efisiensi dan efektifitas yang tinggi, maka jumlah pelaksana yang ada dirasakan cukup karena telah dilakukan optimalisasi tugas sesuai Key Perfomance Indicator (KPI) yang dibebankan kepada Bidang P2. Akan tetapi akan lebih berdaya dan berhasil guna apabila petugas bea dan cukai yang melakukan pengawasan ditambah jumlah personilnya, mengingat jam kerja dari petugas bea dan cukai pada Bidang P2 cukup panjang (terkadang sampai 24 jam), sehingga dilakukan pergantian petugas yang telah melaksanakan tugas seharian penuh. Mengenai kendala yang dihadapi oleh bidang ini dalam melakukan fungsi pengawasan menurut Heru, salah satunya adalah pemutakhiran data importir dan eksportir beserta nature of business (NOB) yang dirasakan kurang karena pada saat ini masih dibentuk sistem database impor dan ekspor KPU yang belum berjalan secara penuh. Disamping itu juga jam kerja petugas bea dan cukai Bidang P2 yang cukup panjang dapat mengakibatkan kurangnya efektifitas pengawasan karena kelelahan yang dialami pegawai, sehingga dirasakan perlu ditambah petugas untuk dilakukan pergantian pegawai secara rutin (piket). Kendala lain yang juga masih dihadapi adalah pengawasan terhadap barang impor, ekspor dan antar pulau (barang strategis) masih sulit dilakukan mengingat bercampurnya penumpukan barang-barang tersebut dalam gudang yang sama di Pelabuhan Tanjung Priok. ris

asalah remunerasi hanyalah salah satu bagian dari program Reformasi Birokrasi Pusat Departemen Keuangan (Depkeu) dan bukan merupakan tujuan dari reformasi birokrasi. Demikian disampaikan Drs. Eddy Abdurachman, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Hubungan Ekonomi Keuangan Internasional yang juga Wakil Ketua Tim Reformasi Birokrasi Pusat Departemen Keuangan. “ Jadi reform-nya akan bisa berjalan baik kalau dilakukan dengan langkah yang lain, misalnya perbaikan remunerasi. Namun yang sering disalahartikan orang bahwa reformasi birokrasi is remunerasi,” imbuhnya. Lebih lanjut menurut Eddy, tujuan diberikannya remunerasi adalah karena pimpinan Depkeu ingin memberikan suatu imbalan terhadap kinerja yang diberikan oleh pegawai Depkeu. Jadi, pegawai Depkeu yang di dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturanaturan, sesuai dengan Perpu, kemudian juga dibatasi kode etik, performance-nya tinggi, harus amanah, bersih, profesional dan mempunyai kompetensi yang tinggi dan sebagainya, harus diimbangi dengan pemberian remunerasi yang seimbang. Sebelum menguraikan lebih lanjut mengenai soal remunerasi, Eddy menjelaskan secara garis besar mengenai tujuan dan langkah-langkah strategis di dalam Reformasi Birokrasi Pusat Departemen Keuangan. Menurutnya, latar belakang dilakukannya Reformasi Birokrasi Pusat Depkeu yang pertama adalah, Depkeu merupakan satu departemen yang sangat strategis karena hampir semua kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh Depkeu selalu memDOK. WBC punyai dampak yang luas. Hal ini dikarenakan lingkup daripada tugas Depkeu, khususnya menyangkut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mulai dari pendapatan, perpajakan, kepabeanan dan cukai, penerimaan negara bukan pajak hingga alokasi budget (penganggaran) untuk pelaksanaan program-program kerja pemerintah. Baik itu bersifat rutin atau yang berkaitan dengan masalah pembangunan. Kemudian yang kedua menyangkut masalah pembiayaan dalam rangka menutup defisit seandainya Drs. EDDY ABDURACHMAN. Tujuan APBN mengalami defisit. diberikannya remunerasi adalah Jadi, Depkeu merupakan karena pimpinan Depkeu ingin salah satu institusi atau dememberikan suatu imbalan terhadap partemen yang dimana kinerja yang diberikan oleh pegawai.
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

13

LAPORAN UTAMA
FOTO-FOTO : DOK. WBC

Pada saat penyusunan remunerasi, jika setiap kebijakannya pasti akan mempunyai di level bawah di Depkeu sampai pada dampak bagi perekonomian Indonesia. grade 13 (ada 27 grade di Depkeu), maka Disamping itu juga, Depkeu merupakan remunerasinya sudah berada di atas harga holding company yang artinya organisasinya pasar. Justru yang perbandingannya sangat terdiri dari beberapa unit organisasi dibawahnya yang masing-masing mempunyai disiplin jauh ada di level atas, misalnya Direktur yang berbeda-beda mulai dari pendapatan, Jenderal dibandingkan dengan Direktur Utapajak, bea cukai, penganggaran, perbendma suatu bank swasta, akan sangat jauh aharaan, pembiayaan, pengelolaan hutang, sekali. kekayaan negara hingga pasar modal, yang “Maka itu didalam penyusunan remujika dilihat dari jumlah pegawai Depkeu adanerasi kemarin yang di level atas ini kita lah yang paling besar yaitu 62.000 pegawai. dekatkan jangan sampai menyamai gene“Semua ini yang melatarbelakangi Menral market, sekitar 50 persen dari yang teri Keuangan untuk melakukan reformasi berlaku di general market. Yang di level birokrasi. Sebab bagaimanapun juga apa bawah kita naikan bahkan akhirnya kita yang menjadi tujuan Depkeu akan sulit dicasamakan dengan harga yang di pasar , pai tanpa didukung birokrasi di Depkeu yang jadi kalau kita lihat sarjana baru yang maprofesional, bersih dan bisa bekerja secara suk di Depkeu, mungkin gajinya imbang efektif dan efisien,” ungkap Eddy. dengan sarjana baru yang masuk di bank, Reformasi yang dilakukan Depkeu bertu- Drs. KAMIL SJOEIB, MA. Tidak hanya bahkan mungkin lebih tinggi kalau dia itu juan untuk meningkatkan kinerja, pengelola- memikirkan besar kecilnya bekerja di kantor-kantor modern, misalnya an keuangan Negara dan kekayaan negar, di Kantor Pajak Modern atai KPU Bea remunerasi, tetapi bagaiamana para pegawai menyikapi remunerasi secara Cukai. Tetapi di level atas masih jauh dari termasuk pasar modal, secara terencana dan bertahap. Menurut Eddy, ada dua aspek benar dan professional. harga pasar. Jadi itu ukurannya,” tambah yang yang hendak dicapai dari reformasi Eddy, yang menurutnya, seharusnya tidak birokrasi yang dilakukan oleh Depkeu, pertama, dilihat dari ada alasan lagi bagi pegawai yang berada di level bawah aspek birokrasi yaitu sebagai suatu sistim birokrasi, Departemengatakan bahwa remunerasinya masih kecil. men Keuangan bisa menjadi suatu birokrasi yang efektif dan Berkaitan dengan remunerasi di Kantor Pelayanan efisien. Kemudian yang kedua, dari aspek birokratnya atau Utama (KPU) Bea dan Cukai, Eddy mengemukakan, bahpenyelenggara negara itu sendiri bagaiamana menjadi birokwa KPU merupakan hasil dari penataan organisasi, yaitu rat yang profesional, bersih dan amanah. Kedua hal inilah melalui pembentukan unit kerja atau kantor yang langyang sebenarnya menjadi tujuan akhir dari reformasi khusussung berhubungan dengan pelayanan masyarakat yang nya di lingkup Depkeu. dibentuk dengan menggunakan prinsip-prinsip perkantorUntuk mencapai tujuan tersebut, ada lima langkah stratean modern, artinya dilengkapi dengan sistim informasi gis yang menjadi program utama dalam reformasi birokrasi dan teknologi di dalam proses pelaksanaan tugasnya. yang dilakukan Depkeu, yaitu, pertama, dari aspek KPU, harus didukung oleh SDM yang mempunyai kompeperundang-undangan yang menjadi dasar pelaksanaan tugas tensi tinggi di dalam jabatannya sehingga harus melalui Depkeu. Kedua, penataan organisasi, ketiga, perbaikan asesment dan sebagainya. Ini yang kemudian akan dijadikan business process ,keempat, peningkatan manajemen SDM, kantor percontohan sehingga penerapan suatu sistim dan kelima, perbaikan remunerasi. (Lebih lanjut mengenai sebagainya betul-betul strict, bahkan ada unit kepatuhan inProgram Reformasi Birokrasi Pusat Departemen Keuangan ternal supaya benar-benar mengawasi, melihat dan mengakan dibahas pada WBC edisi 2008). evaluasi kepatuhan pegawai bea cukai dalam melaksanakan tugasnya. Karena tuntutannya begitu tinggi, dalam kaitannya deREMUNERASI DI DEPKEU ngan remunerasi Menkeu mempunyai suatu kebijakan Didalam program reformasi, tim reformasi melakukan untuk membedakan remunerasi yang diberikan dalam penilaian kembali remunerasi yang saat ini berlaku, apabentuk tunjangan khusus pengelolaan keuangan negara. kah sudah sesuai dengan praktek-praktek yang berlaku Mengenai tunjangan, terdapat tiga jenis, yaitu; tunjangsecara umum dalam bidang remunerasi. Di dalam proses an pokok, tunjangan tambahan dan tunjangan tambahan penentuan remunerasi, yang dilakukan tim reformasi khusus. adalah dengan melakukan benchmark terhadap general Tunjangan pokok diberikan sama kepada seluruh pemarket. Misalnya, untuk jabatan yang sama di lingkungan gawai Depkeu sesuai dengan peringkatnya (grade-nya), Depkeu di-benchmark dengan general market, sebab sementara tunjangan tambahan dan tunjangan khusus idealnya mengikuti grafik yang berlaku di market. diberikan kepada unit-unit kerja yang dipandang oleh Seperti di negara maju, misalnya Singapura, ingin menpimpinan memiliki satu kelebihan dibandingkan unit-unit dudukkan posisi birokrasi di pemerintahan sama dengan yang lain, contohnya kalau di DJBC ada KPU . Sehingga di pasaran atau market (swasta), sehingga bisa saling pegawai di KPU, disamping memperoleh tunjangan pokok dipertukarkan. “Nah itu sebetulnya yang ideal, bisa tersebagaimana diterima oleh semua pegawai di Depkeu, jadi suatu pergerakan tenaga kerja antara pemerintah dejuga ada tunjangan lainnya, yaitu tunjangan tambahan ngan swasta. Bahkan rekrutmen pegawai, baik itu untuk dan tunjangan tambahan khusus,. Tunjangan tambahan level bawah atau atas dapat diambil dari market, misalkhusus KPU tidak diberikan kepada semua pegawai yang nya untuk jabatan Dirjen tidak harus dari pegawai karir, ada di KPU, tetapi hanya diberikan kepada pegawaitetapi bisa diambil dengan menawarkan, misalnya melapegawai tertentu saja, contohnya Client Coordinator, unit lui iklan lowongan, hal itu bisa dilakukan karena levelnya di X-ray dan sebagainya. sudah sama, sehingga betul-betul bisa mendapatkan Kalau ada yang menyatakan bahwa remunerasi pegaSDM yang qualified dan betul-betul memiliki kompetensi wai di KPU dengan yang non KPU perbedaannya sedikit, yang tinggi,” ujar Eddy. Eddy memiliki alasan, bahwa pegawai di KPU selain Di Indonesia, untuk masalah remunerasi, berdasarkan mendapatkan tunjangan pokok, juga mendapat tunjangan keputusan presiden, remunerasi tetap harus mempertimtambahan dan tunjangan tambahan khusus. Dalam bangkan kemampuan keuangan negara. Untuk mencapai beberapa hal, pegawai di KPU memiliki grade lebih tinggi, ke arah itu (seperti Singapura) keuangan negara harus katakanlah Kepala KPU, grade-nya tertinggi di eselon II. siap. Maka yang dilakukan saat ini adalah caranya dengan Kepala KPU grade-nya lebih tinggi dibandingkan Kakancoba mendekatkan dengan pasaran (general market). 14
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

wil atau direktur tertentu dan otomatis penerimaannya juga lebih tinggi dan ini akan diikuti oleh level-level dibawahnya. Ideal atau tidaknya suatu remunerasi memang sifatnya subyektif. Pastinya semua orang menginginkan remunerasi yang lebih tinggi , maka itu menurut Eddy, yang ideal adalah mengikuti general market untuk suatu jabatanjabatan yang bisa diperbandingkan karena bisa saling dipertukarkan.

GRADING DAN REMUNERASI

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai unit eselon I di lingkungan Depkeu mempunyai pedoman khusus untuk mengatur masalah remunerasi atau penggajian yang diperoleh para pegawainya. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Drs. Kamil Sjoeib MA, penetapan remunerasi bagi para pegawai dilingkungan DJBC, menjadi kewenangan Depkeu sebagai induk dari unit eselon dibawah Depkeu, termasuk didalamnya DJBC. MENSYUKURI DAN MENJAGA REMUNERASI Menentukan remunerasi bagi para pegawai, lanjutnya, haruslah memperhatikan berbagai aspek dan tidak hanya Dengan adanya grade yang ditentukan oleh PMK termelihatnya dari satu aspek saja. Volume kerja, tingkat sebut, maka akan berdampak pada jumlah remunerasi risiko dan lain sebagainya yang berkaitan dengan suatu yang diterima oleh para pegawai sesui dengan grade jabatan, merupakan beberapa hal yang dipaparkan Kamil yang dimiliki dan telah ditetapkan oleh pimpinannya, beruntuk menetapkan tingkat remunerasi para pegawai, khudasarkan PMK Nomor 289 tentang Peringkat Jabatan di susnya yang berada pada DJBC. “Hal-hal tadi tidak diatur lingkungan Departemen Keuangan. Dengan adanya reoleh DJBC,melainkan oleh Depkeu, jadi kami (DJBC.red) munerasi berdasarkan grade tadi papar Kamil, diharaphanya menjalankan saja aturan mengenai remunerasi kan akan meningkatkan kinerja. yang dikeluarkan oleh Depkeu (Departemen Keuangan),” Bagi pejabat yang menduduki suatu jabatan dengan papar Kamil. grade yang lebih tinggi dengan pegawai yang tanpa jabatUntuk menentukan tingkat remunerasi, Depkeu menean, apabila kehilangan jabatannya karena suatu hal maka rapkan sistem grading atau peringkat, dimana grading dia akan turun grade-nya dan menjadi pelaksana lagi. Makin tersebut diditetapkan bedasarkan job-nya. Kamil mencontinggi jabatannya semakin jauh grade-nya turun. “Seperti saya misalnya, dengan pangkat sudah maksimal lalu kehitohkan, jika seorang pejabat eselon II ketika ia menjabat di Kantor Pusat, kemudian dia pindah menjadi Kepala langan jabatan maka saya bisa jadi pelaksana dan gradeKantor Wilayah, maka grading-nya akan mengikuti job nya jadi 12, anjlok sekali khan ? Oleh karena itu hal ini barunya. “Jadi yang di- grading adalah job-nya, bukan perlu menjadi perhatian bagi para pejabat supaya tidak keindividunya!,” tegas Kamil kembali. hilangan jabatannya” ujar Kamil yang menyatakan banyak Mengenai grading tersebut, semuanya diatur dalam Perafaktor penyebab pejabat bisa kehilangan jabatannya. turan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 289 tentang Peringkat Jabatan di lingkungan Departemen Keuangan, dimana pada PMK tersebut diatur mengenai posisi grade para pegawai. Kamil mencontohkan, untuk pegawai non struktural atau pelaksana, maka grade-nya ditentukan antara grade 1 hingga 12. Jika seorang pegawai pelaksana yang ditunjuk sebagai tim perumus, maka grade-nya dilihat antara 1 hingga 12, dan ditentukan oleh kepala kantor. Penentuan grade lanjut Kamil, juga ditetapkan berdasarkan pangkat. Jika seorang pegawai dengan pangkat IIIb sampai IIId hanya sebagai pelaksana, maka grade pegawai tersebut disesuaikan untuk tingkat pelaksana. PMK tersebut lanjut Kamil memang masih perlu disempurnakan, untuk mengantisipasi suatu kejadian yang berada di luar ketentuan PMK tersebut. Ia mencontohkan, pangkat tertinggi untuk pegawai pelaksana yang diatur dalam PMK tersebut adaVOLUME KERJA, tingkat risiko dan lain sebagainya yang berkaitan dengan suatu jabatan, merupakan lah IVA, tetapi dalam prakteknya beberapa hal untuk menetapkan tingkat remunerasi pegawai. Dok.WBC.
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

ada juga pelaksana berpangkat diatas IV A (IV B misalnya). Maka itu, untuk sementara pegawai berpangkat diatas IV A ini berada pada grade 12, yaitu grade untuk pelaksana. “Ini yang menurut saya harus disempurnakan. Penentuan grade untuk pangkat IV A keatas yang menjadi pelaksana tidak diatur dalam PMK, sehingga untuk sementara pelaksana untuk pangkat IV A keatas grade-nya disamakan dengan pangkat IV A pelaksana , yaitu 12,”ujarnya kembali. Menurut Kamil, walaupun jabatannya sama, misalnya jabatan Sekditjen, pada unit eselon I di lingkungan Departemen Keuangan, tetapi grade-nya belum tentu sama. Bisa saja, jabatan Sekditjen di DJBC lebih tinggi dari jabatan Sekditjen di Direktorat Anggaran, atau sebaliknya (Jabatan eselon I grade-nya 24-27). Begitu juga untuk pejabat eselon II yang grade-nya berkisar antar 20-23 yang berlaku pada unit eselon I atau badan yang berada di lingkungan Departemen Keuangan belum tentu sama grade-nya.

15

LAPORAN UTAMA
Mengenai selisih jumlah remunerasi yang diterima pegawai menurut Kamil janganlah hal itu dijadikan alasan untuk tidak meningkatkan kinerja. Dengan adanya remunerasi saat ini seharusnya para pegawai dapat bekerja dengan nyaman tanpa memikirkan lain-lain dan hal ini patut disyukuri. Dan dijaga. “Jadi tidak hanya memikirkan besar kecilnya remunerasi, tetapi bagaiamana para pegawai menyikapi remunerasi secara benar dan professional.” Dengan adanya pemberian remunerasi menurut Kamil, ada tiga hal yang mesti dipahami, yaitu; Pertama, ada peningkatan pendapatan yang cukup subtansial. Harusnya dengan remunerasi yang cukup besar, maka kontribusinya harus lebih besar lagi dari sebelumnya misalnya bekerja lebih baik, lebih berkualitas, lebih giat, minimal ia mengharapkan pegawai tidak membuat satu hal yang sifatnya negatif, seperti, sudah dibayar remunerasinya tetapi tidak ada ada perubahan, masih suka membolos, terlibat masalah dan sebagainya. Kedua, seharusnya dari semua yang telah didapat, pegawai mestinya terus mengembangkan diri. Jangan mengharap pengembangan diri hanya melalui diklat atau kursus saja. Mestinya dari dalam diri pegawai harus ada kesadaran untuk terus mengembangkan diri karena telah begitu banyak diberikan kesempatan dalam hal ini, misalnya mencari sekolah untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. “Banyak juga yang kita kirim sekolah kemudian mengundurkan diri. Menurut saya harusnya tidak begitu,” ujar Kamil. Ketiga, pemberian remunerasi baru merupakan awal, sebab jika suatu saat pemerintah melihat lebih rinci lagi bahwa ada pegawai atau job yang tidak penting dan kemudian digabung, maka yang telah ada sekarang (baik pegawai maupun job-nya) bisa dihilangkan.atau dikurangi dengan pertimbangan, negara terlalu banyak mengeluarkan biaya. Untuk level pejabat terutama kepala kantor, semestinya dengan remunerasi ini harus lebih melihat pada pengembangan dan peningkatan kinerja pada unit kerja yang dipimpinnya, termasuk pengembangan diri pegawai. “Karena semestinya produk yang dihasilkan dari remunerasi ini harus lebih luas dan dalam serta lebih nyata. Yang saya khawatirkan, mereka mendapat remunerasi tetapi kerjanya begitubegitu saja, padahal mendapatkan suatu insentif seharusnya orang menjadi lebih giat lagi,” imbuh Kamil. Untuk level tingkat pelaksana, Kamil juga menegaskan, bahwa sebelum adanya remunerasi, pegawai harus diberatkan dengan biaya-biaya seperti transportasi dan sebagainya yang harus dikeluarkan dari gajinya yang dulu relatif kecil, namun kini tidak terjadi lagi. Para pegawai di level pelaksana dalam masalah remunerasi lebih di appreciate oleh pemerintah, makanya remunerasinya lebih tinggi dibandingkan dengan pangkat yang sama di sektor swasta. “Hanya mungkin ada sebagian pegawai mengatakan sudah tidak mempermasalahkan jumlah remunerasi yang sekarang dirasa cocok dengan pekerjaan dan besarnya resiko, jadi pada dasarnya tidak ada masalah,” ujar Kamil yang menekankan kepada para pegawai untuk mensyukuri remunerasi yang telah diberikan oleh pemerintah dan menjaga remunerasi itu dengan cara meningkatkan kualitas kinerjanya.

REMUNERASI HANYA SALAH SATU MOTIVASI

Salah seorang pegawai KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, ketika ditemui WBC, mengutarakan pendapatnya tentang KPU, khususnya masalah remunerasi ditingkat pegawai pelaksana. Bagi Ari Julianto, bayangannya sebagai pegawai KPU adalah bisa bekerja dengan ketentuan yang ada dan benar-benar diterapkan di lapangan. Karena menurutnya hanya ada dua rumus, ya atau tidak. Tidak ada yang abuabu. Namun tentunya diimbangi dengan pemberian remunerasi yang memadai. Kemudian ia coba men-collect permasalahan dan keluhan yang dihadapi rekan-rekan sesama pegawai KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Menurut Ari, saat ini ada istilah pegawai bea cukai yang KPU dan non KPU dan mendapat take home pay, yang dapat dikatakan hampir sama. Hal itu ternyata membuat beberapa pegawai di KPU yang notabene memiliki kompetensi kerja yang tinggi menjadi kecewa. Apalagi jika bertemu pegawai bea cukai non KPU, acapkali mendapat guyonan tentang perbandingan remunerasi. Jadi ada semacam diskriminasi di persoalan take home pay-nya, karena kewajiban yang dituntut bagi pegawai KPU sangat jauh berbeda. “Sebenarnya, masalah remunerasi bagi saya adalah motivasi yang kesekian. Jadi tergantung bagaimana kita bisa bersikap lebih dewasa, bagaimana kita melihatnya dan menentukan cara pandang kita. Saya bilang ke teman-teman yang sering curhat saya, Insya Allah dengan kita punya kinerja yang lebih bagus dan lebih baik, nanti pemerintah akan melihat kita bekerja, sebab kita bukan decision maker, apalagi DPR banyak mengkritisi pemberian remunerasi di Depkeu, jadi ada beda pendapat,” imbuh Ari Julianto. Menurut Ari, dengan remuDOK. WBC nerasi yang diberikan saat ini, ia merasa sudah cukup untuk hidup, dan sebenarnya pegawai PNS di luar Depkeu pun seperti inilah take home paynya. Jadi kenaikan tentang remunerasi yang sekarang cukup untuk hidup. Namun untuk kehidupan di Jakarta, untuk keperluan saving memang perlu kecermatan tersendiri dan kepintaran untuk mengolah uang. Beda kalau misalnya hidup di luar Jakarta yang masih di Pulau Jawa, misalnya Yogyakarta atau Solo. “Jika sedikit saja saya merasa cukup, mungkin orang lain merasa tidak cukup. Bagi saya take home pay hanya merupakan salah satu motivasi,” ujar Ari Julianto yang mengutip salah satu hadist bahwa orang yang terlalu banyak mengambil jatah diduniaREFORMASI DEPARTEMEN KEUANGAN. Bertujuan untuk meningkatkan kinerja, pengelolaan keuangan Negara nya adalah orang yang paling pailit di akhirat nanti. ris dan kekayaan negar, termasuk pasar modal, secara terencana dan bertahap. 16
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

SRI MULYANI INDRAWATI
MENTERI KEUANGAN

“JAJARAN KPU DI TANJUNG PRIOK HARUS TERUS-MENERUS MENJAGA INTEGRITAS, KEJUJURAN DAN MELAYANI SEBAIK-BAIKNYA.”
Saat melakukan kunjungan kerja ke KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, pada 8 September 2007, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan kembali bahwa program reformasi birokrasi Departemen Keuangan khususnya jajaran di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dimulai dengan pembentukan KPU Bea Cukai. Berikut pernyataannya.
terus-menerus menjaga integritas, kejujuran dan melayani sebaik-baiknya. Disamping itu, penataan juga dilakukan pada Tempat Penimbunan Sementara (TPS). Pengaturan jarak antara container yang satu dengan yang lain diatur, hal ini dimaksudkan agar memudahkan untuk melakukan inspeksi. Dan dari penertiban itu, baru 15 pengusaha TPS yang dianggap mengikuti aturan . Sedangkan untuk Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) yang tercatat berjumlah 3000 PPJK dilakukan registrasi untuk mengetahui lebih jelas pemilik, pengurus dan alamat perusahaannya. Hanya kepada PPJK yang telah memiliki kartu identitas yang bisa melakukan kegiatannya di Tanjung Priok. Jadi semua kita rapihkan, baik dari sisi tempat penimbunannya, perusahaan jasa kepabeanan dan teman-teman di Bea Cukai sendiri juga kita perbaiki, mudah-mudahan dalam hal ini Tanjung Priok bisa menjadi salah satu tempat yang bisa dianggap contoh atau tempat yang baik untuk melakukan atau menfasilitasi berbagai transaksi barang keluar masuk dari Indonesia. Tentunya, jika perdagangan itu, baik yang masuk maupun keluar berdasarkan aturan-aturan yang ada kami tidak ada, alasan untuk melakukan berbagai tindakantindakan yang membuat mereka sulit. Masih diseputar kawasan Tanjung Priok bahwa mulai Desember 2007, kawasan ini menjadi pilot project penerapan National Single Window (NSW). Adanya NSW ini berarti beberapa instansi yang berhubungan dengan keluar masuknya barang akan bekerja di dalam satu sistim yang sama dengan menerapkan teknologi informasi. Sehingga dokumen bisa diproses lebih cepat. Beberapa instansi tersebut antara lain; Badan POM, Badan Karantina, Departemen Pertanian dan Perkebunan, Departemen Perdagangan dan Departemen Perhubungan, termasuk kami Departemen Keuangan masuk dalam sistim ini supaya mereka semua memiliki pengertian dan proses yang standar sehingga bisa mempermudah barang masuk dan keluar tanpa harus berinteraksi lebih banyak dengan petugas. Tentunya anda semua tahu bahwa Indonesia memiliki banyak pelabuhan, dan itu akan kita usahakan secara bertahap melalui program yang sama. ris

K

PU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok adalah yang paling awal dibentuk sebagai proyek percontohan dalam rangka pembenahan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), terutama di dalam hubungannya dengan fungsinya yang pertama yaitu melayani agar arus barang yang masuk dan keluar Indonesia betul-betul melalui suatu dokumen dan proses yang legal, yang tentu saja dalam ini hal bisa menjaga kepentingan maupun kebutuhan perekonomian Indonesia yang harus kita dijaga dari berbagai kepentingan-kepentingan yang merugikan. Misalnya, untuk impor suatu barang yang masuk ke Indonesia menggunakan dokumen palsu, menyampaikan barangnya A ternyata isinya B. Saya mengetahui, kalau aparat bea cukai setiap hari harus menghadapi persoalan, di satu sisi kita harus terus menerus memperbaiki pelayanan kepada para eksportir dan importir karena dari hasil survei selalu menunjukkan Bea dan Cukai sebagai salah satu lembaga terkorup, apakah dia memeras orang yang akan mengimpor ataukah dia memeras orang yang mau mengekspor, budaya KKN dan lain-lain. Godaan seperti itu terus menerus harus dihadapi oleh aparat kita di lapangan, kalau melihat jenis barangnya, dan nilainya tinggi, importir nakal tidak segan-segan untuk mengeluarkan barang dengan memberikan sogokan kepada aparat kita. Karena itu kita coba perbaiki di Tanjung Priok dulu, selanjutnya akan kita coba terapkan di kantor-kantor yang lain. Hal ini disadari menjadi salah satu tugas yang tidak ringan. Untuk itu dalam upaya mencapai keberhasilan KPU maka salah satunya saat ini diberikan remunerasi kepada pegawai KPU. Disamping itu juga harus menandatangani pakta integritas bagi pegawai KPU yang notabene adalah pegawai yang telah melalui seleksi yang sangat ketat. Tentunya untuk memperbaiki sesuatu yang sudah lama berjalan tidak baik akan membutuhkan waktu, namun saya melihat melihat semangat para aparat dan personil luar biasa besarnya dan kemajuan yang telah diperoleh menjadi salah satu bukti. Untuk itu, atas nama pimpinan departemen saya mengucapkan terimakasih kepada jajaran Bea Cukai di Tanjung Priok. Ini baru merupakan perjalanan awal. Saya berharap kepada para jajaran KPU di Tanjung Priok untuk

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

17

WAWANCARA

Drs. ANWAR SUPRIJADI, MSc.
DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI

“KITA HARUS TETAP KONSISTEN, TIDAK BOLEH ADA DISKRIMINASI DAN PENYIMPANGAN.“
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok telah berjalan efektif sejak Juli 2007. Memasuki enam bulan perjalanan KPU (hingga Desember 2007.red) berbagai keberhasilan telah diraih sesuai dengan target yang diharapkan.Apa saja target-target tersebut dan sejauhmana rencana untuk pembentukan KPU di kantor-kantor Bea dan Cukai yang lainnya di wilayah Indonesia ? Serta bagaimana rencana kerja DJBC di Tahun Anggaran 2008, Redaktur WBC, Aris Suryantini berkesempatan melakukan wawancara dengan Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Drs Anwar Suprijadi MSc. Berikut petikan wawancaranya.
Sejak diluncurkan pada bulan Juli 2007, bagaimana perjalanan KPU, apakah sudah sesuai dengan yang Bapak harapkan sebagai penggagas berdirinya KPU? Salah satu yang melatarbelakangi pembentukan KPU adalah adanya tuntutan organisasi secara internal serta eksternal yaitu masyarakat dan pengguna jasa terhadap peningkatan citra dan kinerja institusi DJBC. Dalam perjalanannya, berbagai prestasi telah diukir oleh KPU, meskipun masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan. Bagaimana dengan target penerimaan dan target-target prestasi KPU, apakah tercapai khususnya untuk TA 2007 ? Penerimaan Bea Masuk di KPU Tanjung Priok Januari sampai dengan Oktober 2007 mencapai Rp6,855 triliun atau naik Rp 1,778 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun yang lalu. (Berdasarkan data dari KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok, target penerimaan bea masuk yang dibebankan untuk tahun 2007 adalah sebesar Rp 7.750 milyar. Sampai dengan tanggal 4 Desember 2007, telah terpenuhi target penerimaan dari bea masuk sejumlah Rp 7.673,63 milyar, denda administrasi dan bunga sebesar Rp. 196,85 milyar, total penerimaan pabean sebesar Rp. 7.870,49 milyar atau 101,2 persen dari total target penerimaan) Pembenahan internal melalui unit kepatuhan internal telah diterapkan secara konsisten dimana 1 orang Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen telah dalam proses penjatuhan hukuman disiplin berat, 6 orang staf hanggar dan 1 orang pemeriksa barang dalam proses pemeriksaan terkait pungli, serta 1 orang staf administrasi dalam proses penjatuhan hukuman terkait tindakan indisipliner. Jalur MITA yang diterapkan di KPU juga mendapatkan respon yang positif dari pengguna jasa. Sejumlah kemudahan dan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan MITA diyakini telah meningkatkan efisiensi dalam proses clearance barang, dengan menekan biaya hingga 50 persen. Memang, proses perubahan paradigma dan budaya kerja 18
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

yang baru masih membutuhkan waktu, meskipun saat ini telah mulai dirasakan perbedaan budaya kerja jika dibandingkan dengan kondisi sebelum KPU. Dengan adanya KPU apakah tingkat kebocoran negara akibat penyelundupan dapat diredam ? Pemberantasan penyelundupan merupakan tugas bersama dari setiap institusi yang terkait di pelabuhan, termasuk didalamnya DJBC. Karena merupakan tugas bersama, maka diperlukan upaya yang dilakukan secara bersama dan terkoordinasi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, DJBC membentuk KPU dalam rangka melakukan pengawasan yang efektif kepada pengguna jasa. Dalam rangka meningkatkan koordinasi, pemerintah membentuk Tim Keppres No.54 tahun 2002 yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan menjadi salah satu anggotanya, dengan salah satu tugasnya adalah mengkoordinasikan pengintensifan upaya-upaya pemberantasan segala bentuk penyelundupan. Menurut pemberitaan di media massa, meski saat ini sudah ada KPU, tetapi pungli masih tetap ada. Apakah memang sulit untuk menghilangkan sama sekali pungli khususnya yang berkaitan dengan pengurusan kepabeanan ? Pungli, atau secara lebih luas dapat dikatakan sebagai korupsi, dapat digambarkan sebagai persamaan: korupsi = monopoli + diskresi – akuntabilitas. Umumnya, administrasi kepabeanan adalah satu-satunya institusi yang menjalankan fungsi administrasi dan regulator di bidang kepabeanan (monopoli), dimana pegawai pada posisi tertentu memiliki hak sebagai pengambil keputusan (diskresi), sementara tingkat pengawasan dan akuntabilitas relatif rendah. Di KPU telah dilakukan berbagai upaya untuk mengeliminasi, atau paling tidak mengurangi, terjadinya pungli. Secara internal DJBC, pada KPU telah dibentuk unit kepatuhan internal yang bertindak sebagai pengawas tingkah laku dan pelaksanaan kode etik pegawai. Untuk mengurangi diskresi dalam pengambilan keputusan, pada KPU dilakukan optimalisasi pemanfaatan IT dan layanan informasi secara proaktif. Contohnya, untuk MITA, dimana proses pelayanan dilakukan tanpa intervensi, KPU melakukan pengawasan melalui aplikasi ProAct. Kepada MITA diberikan Client Coordinator sehingga pengguna jasa dapat menanyakan segala sesuatu yang terkait dengan pemenuhan kewajiban pabean dan cukainya. Seluruh pengguna jasa dan masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan melalui unit kepatuhan internal, dan akan ditangani dan ditindaklanjuti sesuai dengan standar penanganan keluhan dan pujian KPU. Pungli selalu menyangkut setidaknya dua pihak, pemberi dan penerima, dan terjadi karena adanya kesempatan dan niat dari kedua belah pihak tersebut. Oleh sebab itu, selain effort yang dilakukan untuk mengurangi kesempatan sebagaimana disebutkan , pemberantasan pungli juga harus menyentuh tataran budaya, baik budaya si pemberi maupun budaya si penerima, untuk mengurangi niat terjadinya pungli. Yang juga tidak kalah penting adalah penerapan reward and punishment secara tegas dan konsisten.

Dari yang kami ketahui, kebanyakan pegawai DJBC melamar menjadi pegawai KPU DJBC karena tertarik dengan sistim remunerasinya, namun kenyataannya ada yang mengatakan bahwa take home pay mereka tidak jauh berbeda dengan pegawai non KPU, hanya berbeda sedikit. Bagaimana tanggapan Bapak ? Pada dasarnya, melalui proses reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Departemen Keuangan saat ini, dimana salah satu programnya adalah perbaikan struktur remunerasi, yang hendak dituju adalah terciptanya aparatur negara yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab, serta terciptanya birokrasi yang efektif dan efisien. Tuntutan reformasi tersebut berlaku tidak hanya di KPU, tetapi juga di seluruh KPPBC dan Kantor Pusat DJBC. Berbicara tentang perbedaan take home pay antara pegawai KPU dan Non-KPU, sangatlah relatif. Secara konsepsi, perbedaan take home pay antara pegawai KPU dan Non-KPU disebabkan oleh harus adanya diskriminasi dalam hal pemberian remunerasi terhadap organisasi yang mempunyai tingkat kinerja yang tinggi dengan yang tidak mencapai kinerja yang baik. Bagaimana keluhan pegawai KPU terhadap masalah remunerasi ini, apakah bisa menjadi kendala tercapainya program KPU ? Memang, salah satu unsur dari perubahan sistemik yang dilakukan oleh DJBC melalui pembentukan KPU adalah adanya dukungan bagi peningkatan remunerasi. Remunerasi yang ada saat ini telah menggunakan pendekatan kinerja (performance based), menghargai perbedaan bobot, risiko, dan tanggung jawab pekerjaan, serta, tentunya, memperhatikan keuangan negara. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, berbicara tentang perbedaan take home pay antara pegawai KPU dan NonKPU, sangatlah relatif. Setidaknya, remunerasi yang diterima saat ini telah meningkat berkali lipat dibandingkan remunerasi sebelumnya. Jadi prinsipnya adalah seberapa jauh kita mengucap syukur atas apa yang kita sudah terima saat ini.

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

19

WAWANCARA
Sebenarnya remunerasi yang ideal di DJBC umumnya dan di KPU seperti apa ? Idealnya, perbedaan take home pay antara pegawai KPU dan Non-KPU harus mencerminkan adanya diskriminasi dalam hal pemberian remunerasi terhadap organisasi yang mempunyai tingkat kinerja yang tinggi dan yang tidak mencapai kinerja yang baik. Jika remunerasi ditingkatkan jumlahnya apakah menjamin berhasilnya program kerja KPU ? Tidak ada yang menjamin berhasilnya program KPU hanya dengan meningkatkan remunerasi. KPU hanya akan dapat berhasil melalui upaya yang sungguh-sungguh, komitmen, dan kerja keras dari seluruh pegawai DJBC untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, dengan didukung oleh political will dari pimpinan pemerintahan, instansi terkait, pengguna jasa, dan masyarakat. Selama pelaksanaan KPU di Tanjung Priok, sudah berapa kali dilakukan evaluasi? Lalu bagaimana hasilnya dan apa saja yang dievaluasi ? Evaluasi terhadap pelaksanaan KPU di Tanjung Priok telah dilakukan selama beberapa kali. Bahkan, pada saat masa transisi yang dilaksanakan mulai April 2007, evaluasi dilaksanakan secara periodik setiap minggu. Banyak hal yang dievaluasi, antara lain menyangkut sistim dan prosedur pelayanan dan pengawasan serta SDM. Pelaksanaan evaluasi secara rutin dan menyangkut pembahasan yang detil dan komprehensif, terbukti telah memberikan dampak yang positif dalam perkembangan pelaksanaan KPU di Tanjung Priok. Sebenarnya, inti dari pelaksanaan evaluasi adalah transparansi dan akuntabilitas, sesuatu yang menjadi tantangan terbesar yang dihadapi banyak organisasi dalam mengembangkan organisasinya. Pelaksanaan evaluasi yang telah dilaksanakan di KPU Tanjung Priok kiranya dapat dilaksanakan secara periodik dan kontinyu, serta menular di KPPBC lainnya sehingga dapat meningkatkan kinerja DJBC secara institusi. Bagaimana dengan rencana penerapan KPU di Batam. Apa saja yang menjadi kendala-kendala sehingga KPU di Batam belum bisa dilaksanakan saat ini ? Saat ini prinsip-prinsip KPU telah dilaksanakan di KPU Batam, antara lain yang menyangkut fungsi pelayanan dan pengawasan, bimbingan kepatuhan dan layanan informasi, audit, dan kepatuhan internal. Dari analisis kinerja melalui Key Performance Indicator yang disusun oleh Tim Percepatan Reformasi, dari 30 kegiatan yang dinilai, terdapat 23 kegiatan yang tercapai (69,57 persen) dan 7 kegiatan yang belum tercapai. Dari sisi penerimaan BM dan cukai, dibandingkan tahun 2006 terdapat kenaikan 147,85 persen. Dari sisi pengawasan, telah dilakukan penyidikan sebanyak 10 kasus selama tahun 2007, serta optimalisasi penerimaan melalui enforcement terhadap kapal-kapal tradisional, dan telah menghasilkan penerimaan BM, PDRI, dan Sanksi Administrasi sebesar Rp178.486.393. Selain itu juga, koordinasi dengan instansi terkait, antara lain Pemkot, Otorita Batam, Kepolisian, TNI AL, dan Kejaksaan, juga terus diupayakan menjelang diberlakukannya FTZ di Batam. Bagaimana pula dengan rencana penerapan KPU-KPU yang lain seperti Soekarno-Hatta, Tanjung Perak dan lain-lain ? KPU yang lain akan segera secara bertahap diimplementasikan pada tahun 2008. Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaannya dapat dimonitor dan dievaluasi secara konsisten, terarah, dan terukur. Saat ini Tim Percepatan Reformasi sedang melakukan berbagai survei dan kajian pada kantor-kantor yang akan menjadi KPU, baik terhadap organisasi, sistim dan prosedur, serta SDM, secara detil dan komprehensif, agar implementasi KPU di lokasilokasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat. Pada awal Desember telah dilaksanakan assessment dan training/retraining teradap para pegawai di tujuh kantor yang akan menjadi KPU. 20
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

Bagaimana sejauh ini persiapan KPU Cukai di Malang ? Mengenai hal itu, Tim Percepatan Reformasi telah melakukan survei lapangan, melakukan kajian dan berdiskusi dengan pejabat terkait di Direktorat Cukai, pegawai dan pejabat di KPPBC Malang, Kediri, dan Kudus, serta Tim Penyusun Peraturan Pelaksanaan di Bidang Cukai, dalam rangka mempersiapkan pembentukan KPU Cukai pada kantor-kantor tersebut. Draft Cetak Biru, Position Paper, dan Concept Paper telah diselesaikan dan dilakukan finalisasi oleh Tim, dimana sebelumnya telah dimintakan pendapat dan tanggapan kepada staf inti. Karena menyangkut perubahan organisasi instansi vertikal DJBC, maka saat ini sedang dilakukan upaya amandemen terhadap legal framework yang berlaku untuk instansi vertikal DJBC. Apa yang menjadi latar belakang pemikiran Bapak sehingga diperlukan KPU khusus cukai di DJBC ? Secara umum, latar belakang pembentukan KPU adalah tuntutan dari masyarakat dan juga internal organisasi terhadap upaya peningkatan citra dan kinerja DJBC. Secara spesifik, penerimaan cukai masih menjadi andalan dalam APBN. Namun di sisi lain, dari sisi pengawasan, modus dan pola pelanggaran dalam bidang cukai terus berkembang, antara lain, rokok ilegal dan jual beli pita cukai. Oleh sebab itulah, perlu dibentuk KPU Cukai. Memang, tuntutan pengusaha jika dilihat dari sisi pelayanan tidak besar, mengingat cukai tidak peka waktu. Namun, jika dilihat dari sisi pengawasan maka dirasakan perlu untuk dilakukan peningkatan. Kapan KPU Cukai di Malang akan direalisasikan ? Untuk KPU Cukai di Malang, Kediri, dan Kudus direncanakan diimplementasikan pada tahun 2008. Apakah rekrutmennya juga akan sama dengan di KPU Tanjung Priok ? Sistem rekrutmen untuk KPU Cukai agak sedikit berbeda dengan KPU Tanjung Priok. Hal yang sama adalah, assessment test dilakukan oleh lembaga independen untuk menjamin obyektivitasnya. Hal yang berbeda adalah, untuk tahap pertama, tes diberlakukan secara mandatory kepada seluruh pegawai pada kantor-kantor yang akan menjadi KPU, dan pada tahap selanjutnya dilakukan tes yang bersifat terbuka kepada seluruh pegawai DJBC. Untuk kepemimpinan di KPU, baik itu KPU Cukai maupun KPU lainnya, bagaimana cara menentukannya, apakah ada kemungkinan dilakukan fit and proper test ? Setiap perubahan menuntut hadirnya pemimpin yang kuat. Rhenald Kasali dalam salah satu tulisannya menyatakan bahwa tanpa kekuatan kepemimpinan, perubahan tak cukup berenergi untuk bergulir seperti yang diharapkan. Oleh sebab itu, menentukan pemimpin yang tepat adalah suatu keharusan. Untuk menentukan pemimpin yang tepat, seperti yang telah dilakukan pada saat implementasi KPU Tanjung Priok, salah satu hal yang dilakukan adalah melalui fit and proper test. Dengan fit and proper test diharapkan pemimpin yang terpilih adalah seseorang yang profesional, kompeten, berdedikasi, memiliki visi yang sama dengan pendirian KPU, serta memiliki komitmen untuk terus melakukan perubahan sejalan dengan misi KPU. Lantas bagaimana rencana penempatan pegawai untuk KPU di Batam dan Malang ? Setelah hasil dari assessment test yang dilakukan oleh lembaga independen didapatkan, maka berdasarkan hasil tes tersebut akan ditempatkan pegawai di KPU. Sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Departemen Keuangan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kompetensi pegawai, maka terhadap pegawai pada kantor-kantor yang akan dijadikan KPU, dilakukan training / retraining yang menyangkut, antara lain, materi etika, motivasi, dan integritas oleh pihak eksternal, tanpa menunggu proses penempatan mereka.

PUSDIKLAT
Apa yang menjadi kendala dalam pemenuhan penerimaan Bea Masuk dan Cukai? Sebenarnya kendalanya adalah konsistensi teman-teman untuk melakukan pemeriksaan barang dan penetapan nilai pabean yang benar, itu saja, karena masih banyak beberapa aparat bea cukai di lapangan yang tidak konsisten, masih borongan dan memainkan harga plafon yang menurut saya menyimpang dari aturan. Saya meminta hal itu tidak ada lagi, karena akan dikenai sanksi tegas. Setelah Bapak menjadi Dirjen DJBC apakah Bapak puas dengan berbagai perubahan yang dilakukan untuk memperbaiki citra DJBC ? Konsep saya, manusia itu tidak pernah puas. Karena tuntutan dari masyarakat sifatnya dinamis. Jadi konsep saya itu still improvement saja, mungkin puas untuk sekarang tetapi masyarakat belum tentu puas untuk satu tahun yang akan datang, jadi harus mengikuti customer satisfaction. Bagaimana Bapak melihat kinerja DJBC tahun 2007 dan apa rencana atau program kerja tahun 2008 ? Target penerimaan tahun 2008 mengalami peningkatan. Untuk cukai sebesar. 44 triliun rupiah. Begitu juga dengan Bea Masuk mengalami peningkatan menjadi sekitar 15 triliun rupiah. Dan pada saat krisis harga BBM naik, Menteri Keuangan meminta tambahan 1 triliun rupiah lagi. Sedangkan untuk rencana atau program yang kita laksanakan pada tahun 2008, ya konsistensi untuk itu tadi, dibidang kepabeanan pemeriksaan barang harus benar kemudian menetapkan nilai pabean dengan benar, sesuai dengan aturan yang berlaku. Kemudian law enforcement dari teman-teman P2 dan Kepatuhan Internal. Selanjutnya kita dukung pengem- bangan KPU di luar Tanjung Priok, yaitu untuk cukai di Malang, untuk Pabean di Surabaya, Soekarno-Hatta dan Batam Memasuki tahun anggaran baru 2008, apa pesan Bapak kepada pegawai DJBC di seluruh Indonesia ? Yang pertama saya berterimakasih kepada seluruh jajaran Bea dan Cukai, bahwa untuk tahun 2007 kinerjanya jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kalau tahun-tahun sebelumnya jika pemenuhan target penerimaan kurang, kadang-kadang orang bicara ngijon, artinya seharusnya pendapatan untuk tahun yang akan datang ditarik untuk mencukupi target, tetapi kini tanpa ijon target kita sudah tercapai, makanya saya berterimakasih atas komitmennya. Kedua, saya minta adanya perubahan yang berarti ke arah perbaikan karena remunerasi sudah diperbaiki sehingga tidak ada alasan lain bahwa remunerasinya tidak memadai, kami akan lebih tegas untuk itu. Ketiga, sekali lagi kita harus serius dan konsisten untuk ini. Keempat, saya minta supaya pegawai jangan terjebak atau dijebak kasus-kasus yang merugikan institusi, seperti pengalaman kita untuk masalah ekstasi baru-baru ini. Bagaimana target KPU Tanjung Priok di untuk tahun 2008 ? Yang pasti targetnya akan meningkat. Saya optimis dengan peningkatan dan perubahan yang berlangsung di KPU Tanjung Priok dan kini polanya sudah nampak terang dan memang kalau kita ingin membenahi Bea dan Cukai maka harus secara bertahap. Yang juga penting, saya meminta kepada teman-teman, bahwa tahun 2008-2009 adalah momen menjelang pemilu dan biasanya banyak orang memanfaatkan situasi menjelang pemilu untuk kepentingan pihak tertentu sehingga Bea dan Cukai dikorbankan. Jangan kasus-kasus yang lalu muncul di tahun depan, kita harus tetap konsisten, tidak boleh ada diskriminasi dan penyimpangan.

DJBC DAN PUSDIKLAT DJBC SELENGGARAKAN

DTSS DAN DIKLAT PCA

Para peserta diklat merupakan para pegawai yang tersebar dari seluruh Indonesia yang bertugas pada Kantor Pusat, Kantor Wilayah DJBC maupun juga Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai.

P

usat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Bea dan Cukai bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, pada tahun anggaran 2007 menyelenggarakan dua diklat bagi para pegawai Bea Cukai, yaitu Diklat Teknis Substansif Spesialisasi (DTSS) Kepabeanan dan Cukai yang diselenggarakan bagi lulusan program Diploma I, dan juga diklat Post Clearance Audit (PCA). Acara pembukaan kedua diklat tersebut dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2007 di Pusdiklat Bea dan Cukai dan dibuka langsung oleh Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai Drs. Endang Tata yang juga dihadiri oleh pejabat dilingkungan Pusdiklat dan juga pejabat dilingkungan Sekretariat DJBC. Dalam sambutannya pada pembukaan diklat tersebut, Kapusdiklat Endang Tata, menekankan beberapa poin yang harus didapat oleh para siswa dalam mengikuti serangkaian pelatihan tersebut. Bagi para siswa peserta diklat PCA, Diklat jangan hanya dipandang sebagai sarana untuk peningkatan karir saja, melainkan sebagai bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada pegawai DJBC dalam melaksanakan pemeriksaan pembukuan perusahaan dalam rangka pengawasan keuangan negara. Sedangkan tujuan bagi siswa yang mengikuti DTSS menurut Tata adalah untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada para pegawai DJBC dalam rangka pelaksanaan tugas teknis di bidang kepabeanan dan cukai pada tingkat pelaksana pemeriksa.

TERUS BELAJAR
Diklat DTSS yang dilaksanakan pada 29 Oktober hingga 23 November 2007, diikuti oleh 120 peserta, dimana para peserta mengikuti 13 mata pelajaran pokok dan mata pelajaran penunjang yang diakhiri dengan orientasi dan ujian evaluasi atau ujian bagi para peserta DTSS, dengan total jam latihan selama 188 jam latihan. Pada penutupan diklat DTSS 23 November 2007, Kepala Bidang Rencana dan Program Agus Hermawan mewakili Kepala Pusdiklat Bea Cukai mengatakan, para peserta yang telah mengikuti diklat diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah didapat sewaktu diklat pada pelaksanaan tugas sehari-harinya. Salah satu peserta DTSS Bendito Menezez yang bertugas pada KPPBC Batam mengatakan, DTSS yang diikuti olehnya dan juga rekan-rekannya yang lain, merupakan sarana baginya untuk dapat menjalankan tugas dengan baik terutama yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya kegiatan kepabeanan di Batam yang cukup padat mengharuskan para pegawainya mampu untuk memahami berbagai peraturan kepabeanan dan cukai, agar pelayanan dan
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

21

PUSDIKLAT
FOTO-FOTO WBC/ATS

PEMBUKAAN DIKLAT DTSS DAN PCA. Melibatkan para pegawai yang ditunjuk dan tersebar di seluruh Indonesia

pengawasan dapat berjalan dengan baik dan efisien kepada para pengguna jasa. Menurutnya lagi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, kenyataan dengan teori terkadang tidak dapat berjalan bersamaan, namun dengan adanya DTSS ini, maka para pegawai semakin diasah keterampilan dan juga kreatifitas untuk dapat memecahkan masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan tugas, yang tentunya juga harus sesuai dengan apa yang digariskan pada undang-undang kepabeanan dan cukai. Sementara itu diklat PCA yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 11 Desember 2007, ditutup langsung oleh Direktur Audit Thomas Sugijata. Dalam amanatnya ia mengatakan, selesainya diklat PCA bukan berarti berhentinya proses belajar yang harus dijalankan oleh para peserta diklat. Diklat yang disampaikan oleh para widyaiswara, pejabat struktural pada Pusdiklat Bea dan Cukai dan juga pejabat struktural DJBC, harus diimbangi dengan proses belajar lainnya yang harus dilakukan para peserta, baik yang dilakukan secara formal maupun informal, baik dari literatur maupun berbagai diskusi Diklat PCA lanjut Thomas merupakan hal yang sangat penting, mengingat PCA merupakan salah satu pilar dari instansi kepabeanan yang modern, dimana perkembangan ekspor dan impor yang meningkat saat ini tidak memungkinkan dilakukannya pemeriksaan fisik secara keseluruhan. Disini PCA mempunyai peran penting demi kelangsungan kelancaran BENDITO MENEZEZ. Para peserta diha- kegiatan ekspor dan impor tanpa meninggalkan aspek rapakan dapat memberikan kontribusi pelayanan prima. terbaiknya dalam pelakasanaan tugas. 22
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

Dengan adanya diklat ini maka para auditor diharapkan menjadi auditor yang profesional dalam melaksanakan tugasnya, independent dan mempunyai integritas tinggi pada pelaksanaan tugasnya. Krisnawan peserta peringkat pertama yang bertugas pada Kanwil Bea Cukai Jakarta mengatakan, diklat yang diperolehnya merupakan pengetahuan, dimana materi yang diperlolehnya cukup memadai termasuk didalam diklat tersebut dipaparkan berbagai contoh kasus. Mengenai pelaksanaan dilapangan menurutnya, tergantung lagi pada kreatifitas petugas dilapangan menyikapinya tanpa mengabaikan faktor pelayanan yang prima dan juga pengawasan. Ia menambahkan, undangundang kepabeanan dan cukai yang baru memberi ruang bagi para auditor untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dalam rangka pelaksanaan PCA. “Dan tentunya juga harus diperhatikan oleh para auditor agar jangan sampai menyimpang dari aturan tersebut mengingat sanksi yang berat bagi auditor jika salah atau bertindak diluar undang-undang tadi,”. Mengenai materi yang disampaikan, menurut Krisnawan masih kurang mengingat keterbatasan waktu, dan ia pun sepakat dengan perkataan Thomas yang mengatakan bahwa proses belajar tidak harus berakhir di pusdiklat namun terus berjalan dengan berbagai cara dan bentuk. Diklat PCA tersebut diikuti oleh 60 pegawai yang tersebar diseluruh Indonesia, dengan jam latihan sebanyak 296 jam latihan dengan 10 mata pelajaran pokok dan mata pelajaran penunjang yang KRISNAWAN. Proses belajar PCA diakhiri dengan orientasi tidak hanya berasal diklat tapi dari dan juga evaluasi. zap berbagai sumber

DAERAH KE DAERAH

BERKAS PERKARA TINDAK PIDANA KE KEJAKSAAN TINGGI

KANWIL DJBC JAWA BARAT SERAHKAN

FOTO-FOTO WBC/ATS

SERAH TERIMA. Kakanwil DJBC Jawa Barat Jody Koesmendro menyerahkan berkas pidana kasus pemalsuan bank garansi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Suhartoyo di gedung Kajati.

KAKANWIL DJBC JAWA BARAT Jody Koesmendro didampingi Kepala Seksi Penyidikan dan Barang Bukti I Eko Rudi Hartono, memberikan keterangan kepada pers mengenai data penyidikan tahun 2007 Kanwil DJBC Jawa Barat.

K

Selama periode tahun 2007 telah dilakukan penyidikan oleh aparat Kanwil DJBC Jawa Barat berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat atas tiga berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap (P21) dan sembilan kasus tindak pidana cukai yang telah diserahkan tahap pertama kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk diteliti.

antor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat pada 29 November 2007 menyerahkan berkas perkara tindak pidana pabean yang telah dinyatakan lengkap (P21) kepada Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat, di gedung Kajati Jawa Barat, Jl. Martadinata no. 54 Bandung. Berkas yang diserahkan berikut barang bukti dan seorang tersangka adalah tindak pidana di bidang kepabeanan dengan modus operandi menyerahkan tiga bank garansi palsu atau dipalsukan dalam importasi barang menggunakan fasilitas impor (KITE). Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Jody Koesmendro, dalam acara penyerahan berkas perkara kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Suhartoyo, dihadapan wartawan menyatakan, tersangka berinisial JH Direktur Utama PT MSUA menyerahkan kepada Kanwil DJBC Jawa Barat tiga (3) buah garansi Bank BNI Kantor Cabang Utama yang palsu atau dipalsukan, yang digunakan untuk mendapatkan Surat Tanda Terima Jaminan (STTJ) sebagai pemenuhan kewajiban pabean dalam importasi barang menggunakan fasilitas impor (KITE). “Dia (tersangka -red) menyerahkan pemberitahuan pabean atau dokumen yang melengkapi untuk pemenuhan syarat penyelesaian kepabeanan barang impornya. Dokumen yang melengkapi ini (ternyata) palsu yaitu bank garansi palsu, yang waktu kita tagih, Bank BNI mengatakan bahwa bank garansi itu bukan diterbitkan oleh BNI. Tagihannya itu sekitar 350 juta plus denda seratus persen jadi sekitar 700 juta,” ujar Jody. Setelah melakukan penyidikan, Kanwil DJBC Jawa Barat berhasil mengamankan satu orang tersangka, sementara masih ada satu orang lagi yang menurut tersangka JH yang memberikan bank garansi palsu tersebut. Jody telah meminta bantuan Kepolisian mengejar tersangka berinisial BD dan memasukkannya dalam daftar pencarian orang (DPO). Akibat tindakannya tersebut, tersangka JH melanggar Pasal 103 huruf a Undang-Undang No. 10/1995 tentang Kepabeanan yaitu barang siapa menyerahkan Pemberitahuan Pabean dan/

atau dokumen pelengkap pabean dan atau memberikan keterangan lisan atau tertulis yang palsu atau dipalsukan yang digunakan untuk pemenuhan kewajiban pabean; terancam dipidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp. 250 juta. Ketika ditanya mengenai bentuk pengawasan terhadap kasus seperti pemalsuan jaminan bank seperti ini, Jody mengatakan sedang memikirkan mekanisme rekonsiliasi. “Kita terima bank garansi banyak sekali, saya sudah sampaikan ke pihak bank bahwa untuk bank-bank yang sering menerbitkan bank garansi untuk mengirimkan minimal specimen tandatanganlah, biar kita tahu bahwa itu memang diterbitkan oleh bank.” Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Suhartoyo, menjelaskan mengenai penyerahan yang berlangsung di gedung Kajati, “Ini penyerahan berkas perkara tahap kedua, yang diserahkan adalah tersangka dan barang bukti. Kalau tahap pertama sudah diberkas perkaranya. Jadi berkas perkara pertama sudah diserahkan, diteliti. Penelitian ini cepat karena ada koordinasi antara Jaksa Penuntut Umum dengan Penyidik Kepabeanan Bea Cukai. Nah sekarang karena sudah dinyatakan langkah P21, baru ditindaklanjuti dengan penyerahan tahap dua yaitu tersangka dan barang bukti. Selanjutnya kita proses, tersangka kita lakukan penahanan dan secepatnya dilimpahkan ke pengadilan Bandung untuk disidang.”

SEMBILAN KASUS CUKAI
Selain tindak pidana pabean, selama tahun 2007 Kanwil DJBC Jawa Barat juga memproses 9 berkas perkara tindak pidana di bidang cukai yaitu Tempat Penjualan Eceran (TPE) yang menyediakan barang kena cukai berupa Minuman Mengandung Ethyl Alkohol (MMEA) untuk dijual yang tidak dilekati pita cukai sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Para tersangka melanggar pasal 54 UU No. 11 Tahun 1995 dan diancam pidana denda maksimal sepuluh kali nilai cukai yang harus dibayar. “Minuman beralkohol itu dalam pengawasan Bea Cukai dan harus dilekati pita cukai, tapi pita cukainya palsu, nah ini ada sembilan kasus. Dari hasil penyidikan kita, mereka (para penjual -red) tidak tahu bahwa itu (pita cukai) palsu. Kita punya alat mendeteksi bahwa itu palsu,” ujar Jody. Berkas perkara tersebut telah diserahkan tahap pertama kepada Kejasaan Tinggi Jawa Barat dan sedang dalam penelitian Jaksa Penuntut Umum Sementara itu modus pemalsuan pita cukai diduga dilakukan di Jakarta yang kemudian didistribusikan di wilayah Jawa Barat. Untuk itu, penyidikan terhadap pihak distributor MMEA dilakukan oleh Kantor Pusat DJBC. “Ini salah satu proses transparansi bahwa akhirnya memang kita selesaikan sampai ke pengadilan,” tambah Jody. ky
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

23

DAERAH KE DAERAH
FOTO-FOTO : HULMAN SIMBOLON DAN ABD. RASYID

UPACARA PEMBUKAAN PATKOR KASTIMA. Dipimpin oleh Inspektur Upacara Direktur P2 DJBC, Heru Santoso (kiri) dan Timbalan Ketua Pengarah Kastam (Pencegahan) Malaysia, Dato Hjh, Mardina Binti Alwi (kanan).

PATKOR KASTIMA 13/2007
KANWIL DJBC SUMATERA UTARA
Tujuan Patkor Kastima hanya dapat dicapai jika para petugas patroli memiliki komitmen, kesungguhan, keberanian, kejujuran, dan kerja keras dalam menunaikan tugas patroli dengan meningkatkan kualitas Patroli Patkor Kastima melalui kerjasama saling memberi informasi di laut.
Kegiatan patroli Patkor Kastima antara dua negara ini diselenggarakan dengan tujuan antara lain : 1. Peningkatan penegakan hukum yaitu undang-undang kepabeanan kedua negara ;

UPACARA PEMBUKAAN

B
24

ertempat di halaman Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Utara pada 28 Nopember 2007 diadakan upacara pembukaan Patkor Kastima 13/2007 dengan Inspektur Upacara Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC, Heru Santoso dan Timbalan Ketua Pengarah Kastam (Pencegahan) Malaysia, Dato’ Hjh, Mardina Binti Alwi. Direktur P2, dalam sambutannya mengatakan, Patkor Kastima merupakan operasi laut bersama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Kastam Diraja Malaysia dalam upaya mencegah dan memberantas kegiatan penyelundupan di sepanjang Perairan Selat Malaka, yang rutin dilaksanakan setiap tahun, sejak Patkor Kastima pertama dimulai tanggal 24 Juli 1994. Patkor Kastima tahun 2007 ini dibuka secara resmi di Belawan, Sumatera Utara pada tanggal 28 Nopember 2007 dan ditutup pada tanggal 7 Desember 2007 di Muar, Malaysia.
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

SURAT PERINTAH OPERASI. Penyerahan Surat Perintah Operasi dan Pemasangan Topi Patkor Kastima 13/2007 kepada masing-masing Komandan Operasi yaitu Zaky Firmansyah (DJBC) dan Tn.Azrul bin Mohd Salleh (Kastam Malaysia).

FOTO-FOTO : HULMAN SIMBOLON DAN ABD. RASYID

2. Menjalin saling pengertian dan kerjasama antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Kastam Diraja Malaysia dalam melaksanakan patroli baik secara terkoordinasi maupun patroli laut rutin ; 3. Sebagai upaya preventif maupun represif untuk menghambat, menangkal, dan memberantas berkembangnya perdagangan illegal yang merugikan kedua negara. Kerjasama antara Kapal Patroli Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Kapal Patroli Kastam Diraja Malaysia menjadi sangat penting mengingat kondisi geografis kedua negara bertetangga yang terdiri dari kepulauan dan semenanjung mempunyai garis batas langsung, sehingga interaksi antar warga kedua negara sangat tinggi, baik dalam bidang perdagangan, kebudayaan, kunjungan wisata dan lainnya. Tujuan Patkor Kastima hanya dapat dicapai jika para petugas patroli memiliki komitmen, kesungguhan, keberanian, kejujuran, dan kerja keras dalam menunaikan tugas patroli dengan meningkatkan kualitas Patroli Patkor Kastima melalui kerjasama saling memberi informasi di laut. Patroli Patkor Kastima dimulai dengan menyerahkan Surat Perintah Operasi dan Pemasangan Topi Patkor Kastima 13/2007 kepada masing-masing Komandan Operasi yaitu Zaky Firmansyah (DJBC) dan Tn.Azrul bin Mohd Salleh (Kastam Malaysia) oleh Direktur P2 DJBC dan Timbalan Ketua Pengarah(Pencegahan) Malaysia. Pada kesempatan yang sama, Direktur P2 DJBC menyampaikan terima kasih kepada Dato’ Mardina binti Alwi selaku Tim Ketua Pengarah Kastam (Pencegahan) dengan harapan semoga Patkor Kastima dapat berlangsung berkesinambungan untuk tahun-tahun yang datang serta membawa manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran kedua negara. Heru Santoso, atas nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyampaikan terima kasih kepada semua tamu undangan yang hadir meliputi instansi terkait di Sumatera Utara, intansi di lingkungan Pelabuhan Belawan dan kepada Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara dan seluruh jajarannya yang telah mempersiapkan upacara pembukaan Patkor Kastima ini dengan baik. Selesai upacara pembukaan, dilakukan foto bersama pejabat DJBC, Kastam Diraja Malaysia dan Konjen Malaysia.

CINDERAMATA. Dalam acara malam ramah tamah, Direktur P2 DJBC, , Heru Santoso, memberikan cinderamata kepada Timbalan Ketua Pengarah (Pencegahan) Malaysia, Dato Hjh Mardina binti Alwi.

ACARA MALAM RAMAH TAMAH
Sehari sebelum pembukaan Patkor Kastima 13/2007, diadakan acara Malam Ramah Tamah dalam rangka Patroli Laut Terkoordinasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

(DJBC) dan Kastam Diraja Malaysia pada 27 Nopember 2007 (malam) di Hotel Grand Angkasa Internasional, Medan. Hadir dalam acara tersebut yaitu Direktur P2 DJBC, Timbalan Ketua Pengarah (Pencegahan) Kastam Diraja Malaysia, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Kepala Kantor Wilayah DJBC Kepulauan Riau beserta rombongan pejabat Bea dan Cukai dari kedua negara. Malam Ramah Tamah dimulai dengan kata sambutan dari Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Heryanto Budi Santoso, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Direktur P2 DJBC, Heru Santoso serta sambutan dari Timbalan Ketua Pengarah (Pencegahan) Kastam Diraja Malaysia, Dato’ Hjh, Mardina binti Alwi. Acara ini diadakan dengan harapan untuk mempererat silaturahmi antar kedua bangsa khususnya hubungan antara DJBC dengan Kastam Diraja Malaysia agar semakin mesra dan bersinerji. Acara makan malam bersama yang diadakan, diselingi dengan Paduan Suara Kanwil DJBC Sumatera Utara, tarian daerah serta nyanyian hiburan lainnya. Sebelum acara ditutup, dilakukan pertukaran cenderamata antar Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Pejabat Kastam Diraja Malaysia.

Hulman Simbolon dan Abd. Rasyid, Koresponden Kanwil DJBC Sumatera Utara

FOTO BERSAMA. Tampak dalam gambar, seluruh pejabat dari DJBC, Kastam Diraja Malaysia, beserta Konjen Malaysia EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

25

PPKC

TERCAPAI
Kendati baru di akhir bulan Nopember 2007, namun secara keseluruhan target penerimaan baik bea masuk maupun cukai sudah dapat dipastikan akan tercapai. Hal ini tak lain karena adanya peningkatan kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang semakin baik, dan peningkatan pengawasan yang sudah semakin optimal.

TARGET BEA MASUK DAN CUKAI 2007

D

i semester satu 2007, target bea masuk maupun cukai sudah dapat diramalkan akan dapat tercapai. Sekalipun begitu perjalanan selama lima bulan berikutnya (Juli hingga Nopember 2007red) penuh dengan hambatan dan upaya keras dari seluruh jajaran DJBC untuk tetap dapat memenuhi target tersebut. Dengan adanya 20 komoditi unggulan yang dapat dikatakan sebagai penyumbang bea masuk terbesar, perjalanan lima bulan berikutnya akhirnya dapat menunjukan target secara keseluruhan akan tercapai. Menurut Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (PPKC), Hanafi Usman, untuk semester dua tahun 2007, penerimaan bea masuk dapat berjalan lebih lancar sesuai dengan rencana, bahkan dapat melebihinya. Sementara itu untuk cukai hingga akhir bulan Nopember sudah mendekati angka 100 persen dan

diakhir tahun dipastikan akan melebihi 100 persen. (lihat tabel-2) “Berdasarkan data yang diterima dari Ditjen Perbendaharaan, realisasi total penerimaan bea masuk dan cukai sampai dengan tanggal 30 Nopember 2007 adalah sebesar Rp. 56.755.396,09 triliun atau 100,54 persen dari target APBN-P dengan rincian, penerimaan bea masuk sebesar Rp. 15. 193.700,19 triliun (105,38 persen) dan penerimaan cukai sebesar Rp. 41.561. 695,91 triliun (98,87 perHANAFI USMAN. Untuk tahun anggaran sen),” ungkap Hanafi. 2008 target penerimaan DJBC naik seLebih lanjut Hanafi besar setengah triliun. menjelaskan, sampai dengan akhir tahun anggaran 2007, penerimaan bea masuk diprediksi mencapai nilai Rp. 16.313,09 triliun (113,15 persen dari target APBN-P), sedangkan penerimaan cukai diprediksi mencapai nilai Rp. 45.065,85 triliun (107,21 persen dari target APBN-P). Dengan demikian sampai akhir tahun anggaran 2007, penerimaan bea masuk dan cukai diprediksi mencapai Rp. 61.378,94 milyar (108,73 persen dari target APBN-P atau 104,47 persen dari target tambahan). Namun demikian Hanafi juga menjelaskan, dari seluruh Kantor Wilayah DJBC, ada dua Kantor Wilayah yang tidak dapat memenuhi target yang telah ditentukan. Hal ini lebih disebabkan karena minimnya kegiatan yang ada di kedua wilayah tersebut, dan lebih banyaknya kegiatan impor yang nilai pabeannya telah turun menjadi nol hingga lima persen saja. (lihat tabel-4).
FOTO-FOTO WBC/ATS

PUNGUTAN EKSPOR. Mulai 1 januari 2008, pungutan ekspor resmi menjadi terget penerimaan DJBC.

26

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

27

PPKC
TARGET TAHUN 2008
Untuk tahun 2008, sehubungan telah ditetapkannya Undang-Undang nomor 45 tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun anggaran 2008 oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), DJBC ditugaskan menghimpun penerimaan negara yang bersumber dari perdagangan internasional dan barang kena cukai sebesar Rp.66.433.230 triliun, dengan rincian sebagai berikut : 1. BEA MASUK : Rp. 17.940.800 triliun 2. CUKAI : Rp. 44.426.530 triliun 3. BEA KELUAR : Rp. 4.065.900 triliun JUMLAH : Rp. 66.433.230 triliun

“Berbeda dengan tahun anggaran 2007, tahun anggaran 2008 DJBC mendapat target penerimaan, yaitu bea keluar sebesar Rp. 4.065.900 triliun, serta dalam target penerimaan bea masuk sebesar Rp. 17.940.800 triliun yang terdiri dari target penerimaan bea masuk sebesar Rp. 14.940.800 triliun dan target penerimaan bea masuk dan/atau PDRI ditanggung pemerintah (TDP) sebesar Rp. 3 triliun,” kata Hanafi. (lihat tabel-1) Masih menurut Hanafi, untuk bea masuk TDP sebesar Rp.3 triliun tidak dialokasikan ke masingmasing Kantor Wilayah, namun tiap Kantor Wilayah dan KPU wajib melaporkan realisasinya dalam laporan realisasi penerimaan. Dari masing-masing target tersebut, DJBC untuk tahun anggaran 2008 telah membuat suatu kebijakan dimana, untuk pencapaian target penerimaan bea masuk dititikberatkan pada intensifikasi penerimaan bea masuk dengan melaksanakan ketentuan nilai pabean dalam rangka memerangi manipulasi harga transaksi (underinvoicing), pemeriksaan barang dengan risk management, post audit, penagihan piutang bea masuk dengan surat paksa yang mengacu pada Undang-Undang nomor 19 tahun 1997. Penerimaan bea keluar dititikberatkan pada konsistensi pelaksanaan peraturan tentang komoditi kena pungutan ekspor, tarif pungutan ekspor dan harga patokan ekspor. Sedangkan untuk pencapaian target penerimaan cukai dititikberatkan pada intensifikasi penerimaan cukai hasil tembakau dengan menyesuaikan struktur tarif dan harga jual eceran. adi 28
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

DARI PERATURAN TERBARU HINGGA PENGUMUMAN MUTASI
Ketika website pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 30 April 1991 oleh ahli komputer Inggris Tim Bernes-Lee, laju perkembangannya seolah tidak terbendung lagi. Jika dulu hanya segelintir orang saja yang mengusai pembuatan dan kepemilikkan website, kini siapa saja bisa membuatnya dengan biaya murah, mengkreasikan sesuai dengan keinginan, sekaligus memilikinya.

WEBSITE DJBC

kali diluncurkan pada bulan November 1997, website DJBC yang dikelola oleh Dit PPKC mendapat tanggapan positif dari masyarakat usaha, dimana dengan adanya website tersebut berbagai informasi mengenai proses dan juga peraturan kepabeanan dan cukai terbaru dapat diakses dengan cepat dan mudah tanpa mengharuskan masyarakat untuk datang ke Kantor Pusat Bea dan Cukai, Kantor Wilayah Bea Cukai maupun Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai. Website DJBC yang dapat diakses dengan alamat www.beacukai.go.id, pernah mendapatkan penghargaan sebagai website terbaik untuk kategori layanan umum dari Master Web Indonesia pada 2003. Tidak hanya itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 2004, website DJBC juga mendapat penilaian tertinggi dari sebelas kategori pelayanan DJBC yang disurvei. 70 persen responden ketika itu, mengatakan puas dengan peningkatan fungsi website sebagai bagian dari pelayanan DJBC.

UPDATE BERITA DAN ATURAN KEPABEANAN DAN CUKAI
Berbagai hal yang berkaitan dengan informasi kepabeanan dan cukai tersedia pada website DJBC, termasuk didalamnya majalah Warta Bea Cukai. Bagi para pengguna jasa dan para pegawai DJBC,informasi terbaru mengenai peraturan kepabeanan dan cukai lebih sering dikunjungi, mengingat aktivitas yang berkaitan dengan masalah kepabeanan dan cukai. Website DJBC lanjut Endang, biasanya selalu padat diakses setiap hari Senin yang bisa mencapai 11.173 kunjungan. Para pengunjung yang kebanyakan adalah pengguna jasa, mengakses website untuk melihat kurs mata uang selain melihat perkembangan peraturan terbaru dan juga berita terkini mengenai Bea Cukai dari berbagai media masa. Tercatat hingga tahun 2007 ini website resmi DJBC telah diakses oleh 3.270.000 user dari berbagai kalangan.
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

B

egitu juga dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang menggunakan website sebagai sarana penyebaran informasi kepabeanan dan cukai kepada para pengguna jasa, pegawai dilingkungan DJBC maupun juga masyarakat umum. Menurut Kepala Seksi Publikasi Direktorat Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai (Dit. PPKC) Endang Worokesti, S.kom, sejak pertama

29

PPKC
FOTO-FOTO WBC/ATS

tanggapan yang beragam dari para pengunjung Selain peraturan, website tersebut juga mewebsite. Menurutnya tanggapan masih pada senyediakan elektronik services seperti registrasi putar kecepatan website pada saat melakukan importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa akses. Menurutnya kelambatan tersebut meKepabeanan (PPJK) secara on-line. Untuk hal mang terjadi, untuk itu pihaknya telah melaportersebut,proses pemasukkan data dilakukan kan kepada Direktorat Informasi Kepabeanan melalui website oleh importir dan PPJK, dimana dan Cukai (Dit IKC) sebagai penyedia server undata yang dibuat oleh importir dan PPJK tersetuk menambah bandwith yang saat ini mencapai but kemudian dikirimkan kepada tim registrasi 512 MB. importer pada Direktorat Audit dan tim registrasi PPJK pada Direktorat Teknis Kepabeanan Kantor Pusat DJBC, sehingga segala isi dan data PERNAH DISERANG HACKER yang dikirim para pengguna jasa melalui websiKemajuan teknologi informasi (TI) tidak jate diluar tanggung jawab Dit PPKC. “Setelah rang membuat sebagian orang-orang yang ahli mereka (importir dan PPJK.red) mendaftar, di bidang tersebut menyalahgunakan kemampukeputusan registrasinya diterima atau tidak, annya untuk merusak website. Website DJBC disampaikan oleh masing-masing tim dan ditampun juga pernah menjadi sasaran para perusak pilkan kembali di website,”ujar Endang. website atau yang lebih dikenal dengan nama Website DJBC cukup memadai untuk diakHacker. Ketika itu tampilan atau gambar yang ses oleh masyarakat. Namun pada suatu waktu terdapat pada website Bea Cukai rusak dan ENDANG WOROKESTI.Skom. Website tertentu, website agak sulit untuk diakses. “Hal juga ada beberapa bagian website yang hilang. biasanya selalu padat dikunjungi ini (kesulitan akses.red) biasanya terjadi kalau Para hacker menggunakan objek dan setiap hari Senin yang kunjungannya ada pengumuman mutasi pegawai melalui web- bisa mencapai 11.173 kunjungan. metode penyerangan yang selalu berbeda, site atau adanya peraturan baru, pengumuman sehingga cukup sulit untuk memantau serangan mutasi paling banyak dikunjungi terutama oleh para pegawai,” jetersebut. Untuk menangkal serangan hacker, Direktorat Informasi las Endang kembali. Kepabeanan dan Cukai (Dit IKC) selaku fasilitator website Untuk terus melakukan update terhadap berbagai peraturmempunyai trik-trik tertentu untuk menangkis serangan hacker an baik itu Keputusan Menteri Keuangan (KMK), Keputusan yang tidak bertanggung jawab. Dirjen dan lain sebagainya, Dit PPKC selalu mendapatkan Mengenai tingkat kerusakan akibat hacker menurut Endang data tersebut baik dari Departemen Keuangan maupun juga cukup bervariatif. Ia mencontohkan jika akibat dari serangan dari direktorat terkait. hacker tersebut berdampak pada kerusakan software, maka akan Diakui Endang, memang terkadang aturan yang ada di websidiperbaiki dari Dit PPKC, sementara untuk pengamanan te terlambat untuk diperbaharui.Menurutnya keterlambatan terseselanjutnya dilakukan oleh Dit IKC.” Kalau tampilannya saja yang but lebih dikarenakan pada masalah teknis dimana Dit PPKC rusak, kita bisa perbaiki dengan cara me-restore dari data yang belum mendapat aturan yang terbaru dari direktorat tertentu sebelumnya,untuk tampilan website, PPKC menggunakan mengenai suatu aturan sehingga terlambat untuk di update di bahasa pemrograman PHP mengingat bahasa pemrograman website.”Kedepannya kita berusaha untuk lebih baik lagi,”ujarnya. tersebut lebih up to date,”terang Endang. Untuk saat ini lanjutnya semua peraturan dari tahun-tahun Mengenai perawatan website, Endang menjelaskan dua masebelumnya masih ada dan bisa dilihat di website, namun untuk cam perawatan, yaitu perawatan software dan perawatan hardwaselanjutnya Dit PPKC akan mencoba menampilkan mengenai re. Untuk perawatan softaware dilakukan oleh PPKC seperti peraturan-peraturan yang sudah dicabut beserta dengan aturan controlling terhadap script halaman website serta penambahan penggantinya. atau perubahan isi materi. Sedangkan perawatan terhadap hardMengenai tanggapan pengguna jasa terhadap website DJBC, ware dilakukan oleh Dit IKC, mengingat webserver berada pada Endang kembali mengatakan, pihaknya banyak menerima Dit IKC sehingga perawatan tersebut harus dilakukan Dit IKC.

FASILITAS EMAIL
Website DJBC juga dilengkapi dengan fasilitas email bagi para pegawai DJBC yang diharapkan berguna mendukung kinerja pegawai. Untuk mendapatkan account email pada website DJBC dapat dilakukan secara kolektif maupun perorangan dengan mengajukan permohonan yang ditujukkan kepada tim webmail pada Subdit Penyuluhan dan Publikasi pada Kantor Pusat DJBC. Hal ini lanjut Endang berlaku bagi pegawai yang merasa perlu menggunakan email dengan domain beacukai.go.id, baik di kantor pusat maupun di daerah. Selain fasilitas email, website DJBC juga dilengkapi dengan forum diskusi. Forum yang terdapat pada website tersebut menurut Endang cukup banyak diminati para pengusaha dan juga pegawai untuk mendiskusikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kepabeanan dan cukai. Untuk dapat terlibat dalan forum diskusi tersebut, maka para peserta harus mendaftar melalui website untuk dapat login dan ikut dalam forum diskusi. Diharapkan dimasa yang akan datang, keberadaan website DJBC akan semakin meningkat penggunaannya. Bagi kalangan pengusaha diharapkan website DJBC dapat digunakan, karena melalui website berbagai peraturan kepabeanan dan cukai dapat diperoleh dengan mudah, begitu juga dengan informasi lainnya yang berkaitan dengan DJBC. Sedangkan bagi pegawai DJBC, keberadaan website dapat meningkatkan kinerja, mengingat banyak hal-hal yang diharapkan dapat mendukung kinerja pegawai ada didalam website, mulai dari aturan hingga berita terkini mengenai DJBC dan juga sarana pertukaran informasi antar pegawai. zap

KEGIATAN UPDATE materi website

30

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

Segenap Relasi dan Mitra Kerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

HARI KEPABEANAN INTERNASIONAL KE-56
26 Januari 2008

Mengucapkan Dirgahayu

GMF AeroAsia Marketing Building Soekarno Hatta International Airport Cengkareng Telp. + 62-21-5508609 Fax. + 62-21-5502489 marketing@gmf-aeroasia.co.id www.gmf-aeroasia.co.id

PT. PRIMA TRANSINDO LOGISTIK
International Freight Forwarder
Telp: 021-861-6133, 861-6091, 862-1133 Fax: 021-861-5892

HOLOGRAM MANUFACTURER
KUDUS : Jl. AKBP R. Agil Kusumadya No. 102 Kudus, 59343 Phone (0062-291) 440474, 431566, 440963 Fax (0062-291) 439636 JAKARTA : GRAHA PURA Lt. 2, Jl. Pancoran Indah I No. 52 Jakarta 12780 Phone (021) 79193585, 79193686 Fax (021) 79193774, 79193775

pt Bhinneka Dirgantara Loka
SUPLIER - OFFSET PRINTING
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

31

S E L A K
arah timurnya banyak desa-desa sepi seperti tidak berpenduduk. Mata pencaharian penduduk desa adalah bertani anggur, gandum dan jagung. Sekarang, Bratislava dan sekitarnya merupakan kota kedua paling makmur di Eropa Tengah dan Timur, sesudah Praha. Luas kota ini 367,9 km persegi dengan populasi 425.208 terletak 126514 m dari permukaan laut, dengan suhu pada bulan Oktober 5,5-15,9 derajat Celcius.

SEJARAH
Sampai abad 9 Slovakia merupakan negara merdeka, kemudian pada abad 10-11 Slovakia merupakan bagian dari Hungaria, lalu merupakan bagian dari Czechoslovakia sejak 1918, meski Presiden Czechoslovak selalu berasal dari Slovakia seperti Presiden Alexander Dubcek atau Gustav Husak. Selama Perang Dunia II, Slovakia merupakan wilayah kekuasaan Nazi. Slovakia modern terbangun mulai 1993. Antara tahun 1992 dan 1998, dibawah Perdana Menteri Vladimir Meciar, masih belum banyak berubah, sesudah itu negara ini berkembang dengan pesat secara internasional. Bratislava merupakan ibukota Slovakia (1536 - 1784), kota tempat para raja dimahkotai (1563-1830) dan tempat kedudukan Raja Hungaria (1536 - 1848). Selama Perang Dunia II menjadi ibukota Slovakia. Sejak 1968 merupakan ibukota negara bagian federal Slovakia yang merupakan bagian dari negara Czechoslovakia dan sejak 1993, menjadi ibukota negara merdeka Slovakia. Sekarang kebanyakan penduduk Bratislava adalah orangorang Slovak, namun sejak abad 13 sampai awal abad 19 kebanyakan penduduk dari etnik Jerman, demikian sampai Perang Dunia I. Penduduk terbanyak kedua adalah etnik Hungaria, namun setelah Perang Dunia I, orang Jerman dan Hungaria meninggalkan Slovakia pergi ke Austria.

BRATISLAVASLOVAKIA
Saya belum tahu dimana letak kota Bratislava ketika seorang teman mengirimkan pesan singkat dari Jakarta : “Mau tidak diajak ke Bratislava untuk Konferensi EUROPAD (Europa Addiction)”.

PERJALANAN KE BRATISLAVA
Dengan pesawat terbang; Bandara Bratislava bernama M. R. Stefanik International Airport, dilayani oleh pesawat terbang dari maskapai penerbangan murah, dengan koneksi penerbangan ke banyak kota besar di Eropa seperti London, Paris, Roma dan Amsterdam. Bila ingin mudah dan murah gunakan Sky Europe Airlines yang punya banyak akses penerbangan ke kota ini. Syaratnya, anda harus punya setidaknya visa Schengen untuk dapat menapakkan kaki di kota-kota penerbangan koneksinya. Perjalanan ke bandara dengan bis yang besar dan nyaman

S

aya masih di Wina ketika itu. Spontan saya menjawab mau, karena aneh mendengar nama kotanya. Keberangkatan saya hanya disertai satu visa: Visa Republik Slovanska. Alasan visa inilah yang membuat saya ditolak naik Lufthansa jurusan JakartaSingapura-Frankfurt-Munich-Bratislava. Keinginan yang besar untuk lihat Bratislava membuat saya dan teman melakukan reroute penerbangan menjadi Jakarta-Singapura-FrankfurtPraha-Bratislava. Dari Jakarta sampai Frankfurt menggunakan penerbangan Singapore Airlines, Frankfurt-Praha dengan Lufthansa, Praha-Bratislava dengan CSA (Czech Airlines). Bandara Praha dan Bratislava kecil, modern, baru dibangun dan mempersiapkan diri untuk jadi bandara besar. Dari Praha ke Bratislava ada dua kali penerbangan dengan CSA, pesawatnya kecil, berbaling-baling, dimuati 46 orang saja, dengan jarak tempuh 50 menit. Kejutan bagi saya menyaksikan pesawat kecil ini untuk penerbangan antar negara. Bratislava (sebelum tahun 1919 dikenal dengan Prešporok bahasa Slovakia, Pozsony bahasa Hungaria, dan Pressburg dalam bahasa Jerman) merupakan kota kecil, ibukota terkecil di Eropa, ternyaman dan termurah dengan jalan yang tak terlalu lebar, dikelilingi oleh kompleks perumahan dalam bentuk kompleks blok-blok terbesar di Eropa (disebut “panelak”, yakni flat-flat). Sekilas nampak sama dengan Praha. Bedanya Bratislava dikatakan jantung Eropa, letaknya satu jam naik kapal dari Wina diatas sungai Danube, satu jam naik bus dari Wina. Mirip jarak kota Depok buat Jakarta. Sedikit ke
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

PATUNG CUMIL, Man at Work

32

FOTO-FOTO DOK. PENULIS

KATEDRAL dan Asrama Biarawati Fransiscan

KATEDRAL di Devin

dapat ditempuh dengan bis No. 61 dari Stasiun Kota Utama (Hlavna stanica) atau ganti di Trnavske ke pusat kota yang dikenal dengan sebutan Centrum, dimana trem listrik berseliweran. Kalau tak mau pusing dan kocek cukup, taksi tidak terlalu mahal dibanding negara Eropa lainnya. Pesawat CSA Czech Airlines langsung terbang ke Bratislava dari Praha dan Lufthansa dari Munich. Cara terbang mudah adalah dari Wina melalui Vienna International Airport. Jarak Wina - Bratislava hanya 60 km. Anda dapat naik bis dari Terminal Bratislava, selama 1 jam, langsung ke bandara internasional Wina. Bis berangkat tiap jam. Ada juga bis dari bandara Bratislava langsung ke bandara Internasional Wina . Dengan Kereta Api; Dari Wina ke Bratislava anda juga dapat naik kereta api yang berangkat dari pusat kota Wina, dari stasiun Sudbahnhof atau Westbahnhof. Dari Sudbahnhof ke stasiun kereta api Bratislava - Petr•alka di selatan kota memakan waktu 50 menit , dan 70 menit ke Bratislava Hlavná stanica (stasiun besar) di bagian utara kota. Pemeriksaan imigrasi akan dilakukan pada kedua stasiun, jadi anda harus punya visa Schengen Staten untuk bisa keluar masuk negara Schengen, ditambah visa Slovanska. Kereta api lainnya dapat digunakan untuk tujuan Praha, Polandia, Hungaria, Ukraina dan Rusia melalui stasiun Hlavna stanica. Dari stasiun ini bermula trem dan bus ke banyak jurusan dalam kota Bratislava. Dengan Kapal; Nampaknya menarik menyusuri sungai Danube dari Wina sampai Bratislava sampai Budapest. Speed boat melayani rute ini dan sekaligus kita dapat menikmati Devine, Istana di puncak bukit karang di pertemuan Sungai Danube dan Moravia. Dari stasiun kereta api Shwedenplatz atau Donauinsell di Wina, speed boat akan merapat di depan Hotel Danube di Centrum Bratislava dengan membayar 15 Euro. Anda dapat singgah makan ikan trouts di restoran terapung di depan Hotel Danube sebelum memasuki Cetrum, pusat kota bersejarah di Bratislava. Ikan trouts merupakan ikan khas daerah Eropa yang enaknya membuat lidah berdecak.

bertanyalah pada anak muda. Centrum merupakan pusat kota yang hanya boleh ditempuh dengan berjalan kaki. Kafe, restoran, tempat musik bertebaran sepanjang pedestrian, juga ada kasino. Tempat duduk taman pun menyenangkan untuk duduk-diskusi dengan kawan sambil menikmati hangatnya kopi di suasana dingin sejuk meski matahari bersinar terang. Kalau anda tak dapat menikmati makanan khas Slovakia, makanan Eropa lainnya dapat dinikmati, juga ada dua restoran China di Centrum, yang makananannya cocok bagi lidah Asia. Mau makan cepat saji Mc Donald pun ada, meski tak ada nasinya.

BRATISLAVA KOTA GEREJA DAN ISTANA
St. Martin’s Cathedral (Dóm sv. Martina) letaknya di Rudnayovo námestie di tepi Sungai Danube. Gereja ini tempat raja-raja Hungaria zaman dulu dimahkotai. Antara 1563-1830, 11 raja dan 8 consorts dimahkotai disini. Bangunan dengan dominasi Gothic, bangunan Romawi dari abad 14 yang digunakan untuk kepentingan ibadah letaknya dibawah istana Bratislava, bagian lain merupakan menara tinggi menjulang lebih berfungsi untuk sistem pertahanan. Pada tahun 1800 St Martin’s orang Hungaria membangun menara utama, dan bangunan yang paling terkenal di katedral dibangun oleh perupa Austrian Georg Raphael Donner atas perintah Imre Esterhazy, uskup dari Esztergom. Ia membangun altar utama, kapel kecil untuk St John dan patung besar saint, Martin, duduk menunggang kuda didalam gereja. Dikatakan ini karya terbaik Donner : patung St Martin. Martin merunduk dari atas kuda, merobek separuh jubahnya dan memberikannya separuh pada orang miskin yang menggigil telanjang kedinginan. Patung karya Donner begitu hidup, terletak dekat altar, diseberangnya ada tempat duduk raja, Westwerk, sehingga raja dapat mengikuti prosesi keagamaan. Dibawah galeri tempat duduk raja terdapat Beethoven’s op. 123, yang secara perdana ditampilkan disini pada abad lalu. Kaca patri berlukiskan St Martin’s merupakan pusat perhatian di gereja ini yang terletak di plafon gereja. Warna Hungaria merah, putih dan hijau mendominasi pewarnaan seluruh gambaran di gereja. Di depan gereja terdapat kapel St John. Disebelah kanan kapel terdapat papan peringatan menghormati kunjungan Paus John Paul II tanggal 3 Juni 1995. Menuruni anak tangga keluar terdapat papan peringatan penghormatan untuk Franz Liszt, komposer besar Hungaria. Gereja ini sejaman dengan gereja St Stephens di Wina. Gereja St Clare’s (Kostol sv. Kláry) di jalan Klariská, bangunan gereja Gothic Cistercian, dibuat pada abad 13, menaranya berbentuk pentagonal (1360), gereja kecil yang dekorasinya amat banyak. Church of the Annunciation (Kostol Zvestovania / FranEDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

JALAN-JALAN DI BRATISLAVA
Kota ini dapat ditempuh dengan jalan kaki, kalau anda memang senang berjalan kaki. Pada dasarnya berjalan kaki di kota ini merupakan kenikmatan utama, sebab di Jakarta jalan kaki tidak nyaman. Kotanya kecil, sepi, bersih, nyaman, orangnya cukup ramah, meski kebanyakan orangtua tak dapat berbahasa Inggris, karena itu jika anda butuh bantuan,

33

S E L A K
FOTO-FOTO DOK. PENULIS

ISTANA BRATISLAVA

ISTANA DEVIN. Di puncak bukit cadas, simbol kerajaan Moravian Agung. Tahun 1809 diluluhlantakan oleh Napoleon.

tiškáni / Františkánsky kostol). Dikenal sebagai gereja Franciscan, salah satu gereja tertua di Bratislava, dibangun bertahun-tahun dari tahun 1297, bangunan kapel dengan gelas patri bergambar ala Gothic. Diseberangnya ada istana Mirbach, yang berisi banyak koleksi seni antik. Raja Hungaria, King Andrew III, menyempurnakan interiornya. Gereja St John the Evangelist, mempunyai kuburan dibawah tanah dan dibangun khusus untuk keluarga pemerintahan kota bernama Jacob, sekarang merupakan satu-satunya contoh seni Gothic terbaik di Slovakia. Church of the Holy Savior (Kostol Najsvätejšieho Spasitel’a). Gereja di Eropa Tengah dengan gaya Protestant dibangun oleh penduduk Jerman antara tahun 1636-1638 untuk melakukan ibadah mereka, dan kemudian dihuni oleh aliran Jesuits pada 1672. Dari luar terlihat sepi dekorasi, sebelah dalamnya sangat kaya akan dekorasi. Kelompok Jesuits pada masa itu sangat kaya, sehingga mereka dapat meletakkan karya perupa terbaik bertema religi. Kesannya adalah ramai dekorasi. Bagian depan gereja dipenuhi oleh berbagai kenangan keagamaan termasuk pilar memorial tertua di Eropa Tengah. Gereja ini tak dilengkapi dengan menara, nampaknya raja Hungaria, tak ingin bangunan ini tampil beda dari bangunan disekitarnya. Kastil Bratislava (Bratislavský hrad). Dari Hussites sampai Maria Theresa hingga perang abad 20, istana ini menjulang tinggi dan menarik perhatian begitu orang sampai Bratislava. Mulai berdiri setidaknya sejak zaman Neolithik, diperka-

KIOS di Town Square Centrum

ya pada abad 15 guna melawan perampok Hussites. Istana ini berubah bentuknya seperti sekarang dibawah raja Eropa Tengah King Sigismond of Luxemburg dan Queen Maria Theresa, yang lebih sering tinggal tinggal di Bratislava. Ia melakukan renovasi besar-besaran pada abad 18 sebelum ibukota kerajaan berpindah ke Buda. Pada perang dunia, istana ini dibom dan menjadi gedung pusat kementrian komunis di tahun 1950-an. Model gedung ini nampak biasa saja dari luar, kalau anda naik ke puncaknya, maka seluruh Austria dan Hungaria dapat dinikmati, dan katanya kadang kota United Nation Organization di Wina pun terlihat. Lembah panelak juga dapat dilihat dari sini. Kastil ini dituliskan pertama kali dalam The Salzburg Chronicle pada 907 sebagai Brezelauspurc, tempat tinggal Pangeran Slavonic dari negara Great Moravia. Salzburg merupakan kota religi dan budaya di Eropa Tengah sebelum Wina yang bersama Budapes dan kota-kota lainnya sebagai tempat tinggal para biarawan disekitar pegunungan Alpen. Pada tahun 1811, kastil terbakar sampai rata tanah, kemudian dibangun kembali. Sekarang istana ini lebih sebagai museum Nasional Slovakia peninggalan sejarah. Roland Fountain (Rolandova fontána). Air mancur dengan kolam ini dibangun oleh perupa Ondrej Luttringer atas permintaan Raja Hungaria Maximilian pada tahun 1527, air mancur pertama di Bratislava. Primatial Palace (Primaciálny palác). Dibelakang Balaikota “Old Town Hall” terdapat bangunan tua neo klasik Slovakia, dibangun pada 1778-1781 untuk Paus dari Esztergom, Paus Hungaria, oleh arsitek M. Hefele. Hungaria dan Austria memang bertahun-tahun menguasai Slovakia, sampai kini 9,7% penduduk berbahasa Hungarian. Slovakia juga dipengaruhi religi Hungary, yang utamanya beragama Katolik. Sementara penduduk sekitar Republik Cecko lebih banyak beragama Protestant. Istana Primatial dibangun dilengkapi dengan Ruang Kaca seperti di Versailles, dimana Napoleon menandatangani perjanjian Treaty of Pressburg (Pressburg adalah sebutan Bratislava oleh orang Jerman) 26 Desember 1805 sesudah kalah perang dari tentara Austria. Dilantai dua dapat disaksikan permadani lukisan dinding abad ke-7. Didekat bangunan ini terdapat gerbang lengkung yang pada lantainya tergambar lingkaran. Pada lingkaran kita dapat melihat berapa jarak kota tertentu dari Bratislava, termasuk Jakarta. Diujung gerbang lengkung saya menjumpai seorang kakek bermain biola mendendangkan karya Mozart. Grassalkovich Palace (Grassalkovièov palác) On Hod•ovo námestie. Istana Rococo dibangun tahun 1760 oleh arsitek Mayerhofer atas permintaan Count Anton Grassalkovich, Kepala Pengadilan Hungarian. Komposer Joseph Haydn pernah menggelar orkestranya pada tahun 1772 disini. Sesudah direkonstruksi

34

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

pada tahun 1996, istana ini menjadi tempat tinggal Presiden Republik Slovakia. Didepannya ada taman luas yang digunakan masyarakat untuk kegiatan lepas sekolah. Disini juga ada patung komposer Bratislava J.N. Hummel. Mirbach Palace (Mirbachov palác). Istana Rococo yang dimiliki pengusaha anggur kaya raya, Michal Spech. Pemilik terakhir istana ini, Dr Emil Mirbach, menyerahkan bangunan ini pada pemerintah kota untuk dijadikan galeri, City Gallery of Bratislava, dengan koleksi seni Baroque dan Rococo. Palffy Palace (Pálffyho palác). Dikenal karena tempat pertunjukkan musik oleh Wolfgang Amadeus Mozart pada tahun1762, ketika berumur 6 tahun. Juga trofi kemenangan perang kepunyaan Marshal Leopoldl Palffy yang tergantung pada portal masuk. Sekarang tempat ini menjadi gedung kedutaan Austria. Academia Istropolitana. Universitas pertama di Slovakia. Universitas Istropolitana, didirikan oleh Raja Hungaria King Matthias. Sekarang menjadi lembaga pendidikan musik dan drama. Slovak National Theatre (Slovenské národné divadlo). Merupakan gedung teater profesional, dibangun tahun 1776, disempurnakan oleh arsitek Wina Fellner dan Helmer pada tahun 1884-1886. Gedung bergaya Neo-Renaissance berbeda sekali dengan gedung teater klasik. Sekarang menjadi Slovak Opera House dan pertunjukan balet nasional. Perupa patung asli Bratislava, Victor Tilgner, membuat Ganymede’s Fountain pada 1888, didepan gedung teater. Lenin Museum (Leninovo múzeum). Dulu merupakan museum Lenin, sekarang sebagai galeri seni. Michael’s Gate bermenara (Michalská brána). Michael’s Gate merupakan gerbang utama kota, dengan menara Gothic dan dibangun kembali dalam gaya Baroque pada tahun 1753-58, dan diimbuhi patung tembaga Archangel Michael diatasnya. Ada simbol seni dan senjata yang menggambarkan suasana militer dan perdagangan. Farmaceutické Múzeum (Pharmacological Museum), museum farmasi bangunan kecil disela-sela toko kecil-kecil dipojok jalan dengan gambar lobster merah diatas pintunya. Menceritakan perkembangan laboratorium farmasi abad 16-17. Disini laboratorium gila, Frankestein yang menggunakan bagian tubuh manusia, juga membuat emas dari timbal serta logam lainnya. Disini bekerja Paracelsus (1493-1545), seorang dokter dan ahli kimia Salzburg yang berkunjung ke Bratislava tahun 1537. Obat-obat racik pada sebelum abad 20 susunannya tertulis disini. Dilantai atas ada museum obat-obatan, timbangan, terapi homeopatik. Aturan tentang obat-obatan kedokteran tersimpan disini, juga bagaimana bahan tumbuhan disarikan untuk dijadikan obat pada zamannya. Patung-patung di Centrum. Berbagai patung di pedestrian Centrum menyapa anda dalam menikmati perjalanan dengan kaki. Patung Cumil, man at work , menggambarkan seorang pekerja gorong-gorong yang menyembulkan kepalanya dari lubang

got bawah tanah. Dua kali ia patah kepala, karena terlindas kendaraan. Kini ia berada disimpang jalan pejalan kaki yang aman, antara jalan Panska dan Sediarska. Patung laki-laki dandy eksentrik, Schone Naci, menggambarkan seorang laki-laki perlente yang selalu membagikan bunga pada perempuan yang lewat selama satu dekade setelah ia putus cinta. Ia hidup pada abad 20. Patung tentara santai menemani anda duduk dikursi taman di depan air mancur Roland. Patung tentara di rumah jaga tetap berdiri tegak dalam dingin dan panas, masih disekitar taman air mancur Roland. Perjalanan kaki dari Hotel Danube tempat saya tinggal ke Centrum pusat wisata sangat menyenangkan, nampak pejalan kaki menikmati es krim, atau duduk menikmati kopi panas. Kioskios penjual cinderamata menjajakan hasil kerajinan Bratislava berupa boneka dari kulit jagung dalam berbagai gaya, telur-telur paskah dan hiasan natal baik dari kayu maupun kulit telur, sulaman Bratislava yang mirip sulaman Gorontalo dan Bukittinggi, boneka dari logam yang melukiskan tentara pada zaman kerajaan, serta aneka pernik-pernik kalung . Dengan semangat menggebu, kami menaiki bis antar kota dari terminal dibawah jembatan UFO ke Devine, melihat istana dipuncak bukit, pada pertemuan sungai Morava dan Danube. Istana ini sekarang merupakan museum kebanggan Slovakia, simbol dari keagungan kerajaan Moravia nenek moyang orang Slovakia. Istana ini dibangun sebagai benteng pelindung kerajaan Romawi dari serangan musuh di utara. Sayangnya istana ini tutup pada hari Senin dan kamipun bergabung dengan dua pasang kakek-nenek dari negara dibawah Inggris namun mengaku bukan orang Inggris. Merasa masih mempunyai waktu, perjalanan diteruskan dengan mengambil bis No.70 dari kota Bratislava, ke terminal bis antar kota, lalu menunggu bis No. 42 ke Modra untuk menuju Casta melihat kebun anggur dan istana Red Stone atau Carveny Camen Castle. Sampai Modra setelah 50 menit perjalanan kami berhenti dengan kebingungan tak tahu arah tempuh dan bis apa yang akan ditumpangi. Menengok dan bertanya kesana-sini, akhirnya kami dibantu petugas apotek di Modra, kami dipesankan taksi yang menurut perjanjian dibayar 500 Sk (Slovakia Krown). Perjalanan menembus keteduhan hutan membuat suasana mencekam, namun senang juga dapat mencapai penelusuran rute tur Karpatian. Dari sini kami dikembalikan ke Pezinok, bayar lunas 500 Sk. Dari Pezinok kami lanjut dengan bis antar kota dengan biaya 20 Sk. Perjalanan ini memang mengasah keberanian, mengingat kendaraan bis terbatas tujuan dan waktu operasionalnya, sementara istana berada di tengah hutan, dan bahasa Inggris tak banyak digunakan di kota kecil yang dikunjungi. Beruntung penduduk baik hati, kotanya aman, sehingga apapun tujuan kami dapat terfasilitasi. Indah dan amannya Slovakia..... Ratna Sugeng, Kontributor WBC, dari Bratislava

CENDERAMATA. Hiasan bentuk telur dari kayu (kiri) dan boneka dari kulit jagung (kanan). EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

35

SIAPA MENGAPA
A G U S S U P R I Y A N T O Mungkin hanya segelintir orang yang mengalami dan merasakan yang namanya reposisi pekerjaan. Pegawai yang satu ini, empat kali mengalami reposisi. Agus Supriyanto meniti karir menjadi pegawai negeri pertama kali tahun 1982 di Kantor Wilayah Ditjen Anggaran Jawa Barat, ketika sudah berjalan enam tahun (1988) dipindahkan ke Kantor Pengolahan Data Regional (KPDR) Bandung yang merupakan Unit Vertikal dari BAPELATA Keuangan. Dua tahun berjalan di KPDR, dipindahkan ke Kantor Pelayanan Kemudahan Ekspor Regional (KPKER) Bandung yang merupakan unit vertikal dari Bapeksta. Tahun 2003 keluar kebijakan dari pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan yang melikuidasi Bapeksta. Lagi-lagi Agus mengalami reposisi dan diharuskan memilih salah satu instansi dilingkungan Depkeu. Ia memilih Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, untuk kemudian ditempatkan di Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat bagian Fasilitas Kepabeanan pada bagian Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Ditanya ada kesulitan ketika bertugas di kantor yang baru ? “Alhamdullilah ditempatkan yang baru yakni di KITE tidak ada masalah, itu pekerjaan lama dan kebetulan waktu di Bapeksta, pekerjaan itu bersinggungan langsung dengan kepabeanan. Tidak hanya itu pegawainyapun hampir semuanya adalah teman lama dan sangat akrab sekali”, ujarnya Agus kelahiran asli Sunda, 5 Agustus 1962, sekarang bertugas di dibagian Fasilitas Kepabeanan Kanwil DJBC Jawa Barat dengan pangkat yang disandang 3d selama 3 tahun. Diklat penjenjangan karir seperti ADUM angkatan 140 tahun 2000 sudah diikutinya ditambah lagi dengan diklat-diklat (ada 9 jenis) yang telah dimilikinya sebelum bertugas di Beacukai, bahkan ditahun 2006 juga telah mengikuti diklat DTSD dan DTSS. “Mungkin sudah garis tangannya begitu dan masalah jabatan itu adalah kepercayaan” , ujarnya merendah. Ditempat yang baru ini Agus punya pendapat tentang KITE yang menjadi pekerjaannya sehari-hari selama 3 tahun. Menurutnya, obyek pekerjaan KITE yang tidak terkait dengan perijinan (diluar penerbitan surat keputusan pembebasan dan pengembalian) seperti penyerahan jaminan dan laporan pertanggungjaK A P I T A N H E N D R I K Kapitan Hendrik atau sering dipanggil Hengky. Nama Kapitan bukan menunjukkan pangkat tetapi merupakan asli pemberian orang tua. Pegawai satu ini tidak asing bagi seluruh pejabat dan pegawai Kanwil Maluku, Papua, dan Irian Jaya Barat. Bagaimana tidak, dia adalah salah seorang protokoler Bea dan Cukai di Bandara Internasional Patimura Ambon. Meskipun di Bandara Internasional Patimura tidak terdapat penerbangan secara rutin yang datang atau berangkat dari dan ke luar negeri, tetapi karena statusnya sebagai kantor bantu KPPBC Ambon maka perlu dilakukan pengawasan. Ketika ditanya mengenai awal masuk ke Bea dan Cukai Hengky menceritakan panjang lebar sejak dia lulus sekolah.” Saya dulu sering berpindah kerja antara lain di pabrik pengolahan kayu, ikut kontraktor pembangunan rumah, pembangunan jalan, dan sebagai tenaga penjaga rumah. Pekerjaan tersebut saya lalui dari tahun 1972 selepas lulus SMP Kayratu di Seram sampai 1978,” tutur pria kelahiran Huku Kecil, Seram Barat 15 Mei 1956 “Selepas SMP sebenarnya saya ingin melanjutkan di sekolah pelayaran, tapi pada waktu test gagal akhirnya saya memutuskan untuk bekerja. Keinginan masuk sekolah pelayaran tersebut sangat diidamkan, sedangkan alternatif lain untuk menjadi tentara juga tidak diperkenankan oleh orang tua. Semua itu dicitacitakan karena senang melihat orang memakai pakaian berseragam dengan pangkat di pundak,” cerita ayah lima orang putra ini. Tetapi akhirnya Tuhan mendengarkan keinginan Hengky mengenakan pakaian S Y A M S U D D I N Jalan hidup seseorang memang banyak misteri dan penuh liku. Syamsuddin atau yang sering dipanggil Udin kini menjadi seorang pegawai Bea dan Cukai. “ Saya dulu bekerja ikut kontraktor salah satu perusahaan di Ambon. Pekerjaan tersebut saya lalui dari tahun 1993 selepas lulus SMA sampai 1999,” tutur pria yang murah senyum ini mengawali ceritanya. “ Pada tahun 1999 terjadi kerusuhan di Ambon, waktu itu saya sedang diajak kakak mengerjakan bangunan di sekitar wilayah pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Karena kondisi tidak memungkinkan akhirnya saya tinggal juga di Pelabuhan Ambon sedangkan keluarga tinggal di Pulau Buton, “ kenang pria yang hobby sepak bola dan bulutangkis ini. Selanjutnya ia diajak oleh seorang pegawai Bea dan Cukai yang bernama Ali Sangaji untuk menemani menjaga Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) yang kosong, berlokasi di area pelabuhan. Selain menjaga kantor yang tidak ditempati pegawai ia sekaligus membersihkan, merawat kantor, dan tidur di kantor. Pada 2001 ia diangkat menjadi pegawai honor di Bea dan Cukai dan kemudian diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil pada 2005 berbekal ijasah SMA. Penempatan pertama dilalui di staf Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Ambon kemudian pelaksana P2 dan sekarang kembali menjadi staf Kepala KPPBC Ambon. Ketika ditanya mengenai suka duka berdinas di Bea dan Cukai, Udin mengatakan dukanya, “Ketika masih terjadi kerusuhan untuk komunikasi surat menyurat dan sebagainya antar pegawai sangat sulit karena kantor pelayanan

36

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

waban fasilitas idealnya jangan dikerjakan/berada Kanwil, seharusnya berada di KPPBC. Karena tugas Kanwil sebagai koordinator, melakukan bimbingan teknis, perpanjangan tangan Kantor Pusat dan pembuatan kebijakan. Kurang pas mengelola pekerjaan yang bersifat operasional, yang seharusnya tugas tersebut ada di kantor pelayanan. Selain itu, KITE adalah suatu fasilitas pembebasan yang sifatnya relatif dan pada saat impor harus memberikan jaminan. “Jaminan tersebut adalah tugas kebendaharaan sedangkan di kantor wilayah tidak ada bendahara penerima, yang ada bendahara pengeluaran. Bendahara pengeluaran dan penerimaan adanya di kantor pelayanan”, ujar bapak tiga anak laki-laki yang menikah dengan Yeti Rusyati tahun 1988 Masih dalam masalah KITE, menurut Agus data impor dan ekspor sebagian besar berada di kantor pelayanan sehingga sangat memudahkan dalam pengawasannya. Selain itu tentang pemilihan kantor menjadi tumpang tindih. Banyak sekali perusahaan yang lokasi pabriknya berada di Kantor Wilayah Jawa Barat, begitupula sebaliknya memilih KITE nya di Jakarta. “Memang tidak disalahkan, akan lebih baik apabila pabriknya ada di Bekasi, yang melayani (juga) di KPPBC Bekasi. SDMnya gak kalah hebat dengan di Kantor Pusat”, ujarnya memberi contoh. Selain sebagai pegawai Beacukai, Agus juga diminta menjadi tenaga pengajar bidang matakuliah administrasi ekspor impor di Universitas Padjajaran Bandung program Diploma III. “Memang sewaktu masih di Bapeksta sudah pernah mengajar pada beberapa lembaga pendidikan di Bandung untuk materi Fasilitas Bapeksta dan Perdagangan Internasional. ats seragam dengan pangkat di pundak dengan diterimanya menjadi pegawai Bea dan Cukai. Awalnya ia diterima sebagai tenaga honorer pada bulan Maret 1978 di Kantor Bea dan Cukai Ambon dan baru diangkat menjadi CPNS pada 1984. Pengalaman bertugas banyak dilalui di kantor bantu dan pos-pos pengawasan di lingkungan KKPBC Ambon (sekarang) yang letaknya sangat jauh dan tersebar di pulau-pulau luar. Meskipun demikian ia tetap menikmati tugas tersebut meskipun harus sering berpisah dengan keluarga. Ketika dia bertugas di pos-pos pengawasan ia selalu berusaha menyatu dengan penduduk setempat sehingga seperti keluarga sendiri. “Prinsip saya dalam menjalankan tugas harus dengan sepenuh hati dan bertanggung jawab,” tutur suami Agustin Matitaputih ini Kurang empat tahun lagi Hengky akan memasuki masa pensiun, di sela-sela kesibukan kantornya ia berkebun di sekitar pekarangan rumahnya dan selalu menyempatkan olah raga jalan kaki setiap hari. Di akhir wawancara Hengky memiliki harapan kepada institusi Bea dan Cukai. “ Bea dan Cukai harus terus berubah ke arah yang lebih baik seiring dengan perubahan jaman,” tutur pegawai yang hobi renang ini. bambang w. (ambon)

info buku
BILA ANDA BERMINAT,
MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT:

BUNDEL WBC 2006
Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2005 (Edisi Januari - Desember)

Rp. 120.000

CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI

dipindah ke kanwil, sedangkan kanwilnya pindah ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jakarta.” Sedangkan pengalaman berkesan yang pernah ia alami ketika awal bertugas melakukan pengawasan di daerah Opin, Pulau Seram. “ Perjalanan yang jauh turut serta dengan kapal asing dari Ambon menuju Opin penuh tantangan, saya harus tetap waspada agar tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan,” cerita ayah sembilan orang anak ini. Di usia yang menginjak 38 tahun ini Udin merasa bersyukur menjadi pegawai DJBC karena sudah memiliki masa depan yang jelas dan akan selalu berpikir dan berbuat yang tebaik bagi institusi yang dicintainya, meskipun cita-cita awalnya sebagai TNI tidak terwujud. Kini ia tinggal bersama keluarganya di komplek perumahan Bea dan Cukai Poka dan mengisi kegiatan di luar jam kantor dengan bercocok tanam.” Semua yang kita dapat sekarang harus disyukuri dan perlu juga menjaga keseimbangan hidup untuk urusan dunia dan akhirat,” tutur Udin mengenai prinsip hidupnya Di akhir wawancara Udin memiliki suatu harapan kepada organisasi DJBC ,”Saya harap semua pegawai terus meningkatkan kinerjanya di mana saja berada dan dalam keadaan apa saja,” harap pria kelahiran Buton 9 Desember 1968. bambang w. (ambon)

No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi)

Diskon Harga Jabotabek 0% 40. Rp. 40.500 5% 78.000 Rp. 78.000 10% 150 50.000 Rp. 150.000

Harga luar Jabotabek 43. Rp. 43.500 84.000 Rp. 84.000 162 62.000 Rp. 162.000

Sudah Termasuk Ongkos Kirim

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154 Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id dengan Hasim / Kitty
EDISI 398 JANUARI 2008

MAJALAH WARTA BEA CUKAI

WARTA BEA CUKAI

37

INFO PEGAWAI PEGAWAI PENSIUN T.M.T 01 DESEMBER 2007
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23
NAMA Drs. Zeth Abraham Likumahwa Drs. Effendy Saleh, M.M. Hasbullah Widhya Rahardja M. Bagijoso, S.H. Astono Thamrin, SH., MM Zahari Umar Marjono Efendi Hutabarat Sumiati Maidi Pramono Muliana Hasanuddin Muhamad Hasjim Sugito Marharetha Sakka Hendro Mulyono Ismail Mohammad I Made Subawa Abdul Gofar Zainuddin Abdul Madjid Unda bin Narsa NIP 060027823 060035755 060045839 060034086 060035316 060035317 060049379 060045599 060032082 060071568 060048531 060052543 060051069 060051114 060049071 060047900 060058056 060051328 060044132 060057736 060057501 060045406 060032076 GOL IV/e IV/c IV/a IV/a IV/a IV/a IV/a III/c III/c III/c III/b III/b III/b III/b III/b III/b III/a III/a II/d II/d II/d II/b II/b JABATAN Kepala Kantor Kepala Sub Direktorat Manajemen Resiko Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II Kepala Seksi Tempat Penimbunan I Kepala Seksi Dukungan Teknis dan Distribusi Dokumen Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti Koordinator Pelaksana Administrasi Impor Koordinator Pelaksana Administrasi Ekspor Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Koordinator Pelaksana Operasi Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana KEDUDUKAN Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai KPPBC Tipe A3 Banjarmasin KPPBC Tipe A2 Bandung KPPBC Tipe A1 Tanjung Emas KPPBC Tipe A2 Bandung Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau KPPBC Tipe A Jakarta KPPBC Tipe A Bekasi Kanwil VIII DJBC Jakarta II KPPBC Tipe A3 Ngurah Rai Kanwil VIII DJBC Jakarta II KPPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta KPPBC Tipe A Khusus Soekarno-Hatta KPPBC Tipe B Yogyakarta Kanwil XI DJBC Tipe B Makassar KPPBC Tipe B Bintuni KPPBC Tipe A Pontianak Kanwil VIII DJBC Tipe B Denpasar KPPBC Tipe A Jakarta KPPBC Tipe A Jambi Pangsarop Bea dan Cukai Tipe A Tg. Balai Karimun KPPBC Tipe A Bekasi

BERITA DUKA CITA
Telah meninggal dunia, Abdul Rasyid, Pelaksana Pemeriksa pada KPPBC Tipe A3 Merak, pada hari Senin, 6 Agustus 2007. Jenazah telah dimakamkan pada hari Senin, 6 Agustus 2007 di TPU Bontoa – Makassar. Telah meninggal dunia, Donny Dumpang H. Harahap, Pelaksana Pemeriksa pada KPPBC Tipe A3 Merak, pada hari Rabu, 17 Oktober 2007, pukul 05.30 WIB di Cilegon. Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu, 17 Oktober 2007 di TPU Pondok Kelapa Jakarta. Telah meninggal dunia, Putu Ogik Suarsana, Pelaksana non Pemeriksa pada KPPBC Tipe A3 Merak, pada hari Minggu, 21 Oktober 2007 pukul 00.30 WIB di Bandung dan di Kremasikan/Ngaben pada hari Santu, 27 Oktober 2007 di Singaraja Bali. Telah meninggal dunia, Sueb, Pelaksana pada Bagian Kepegawaian Sekretariat DJBC, pada hari Minggu, 09 Desember 2007, pukul 14.30 WIB. Jenazah telah dimakamkan pada hari Senin, 10 Desember 2007, pukul 09.00 WIB di TPU Mangun Jaya Tambun, Bekasi. Telah meninggal dunia, Henry Antony Sitompul, Pelaksana Administrasi pada KPPBC Tipe A3 Medan, pada hari Minggu, 9 Desember 2007 pukul 10.00 WIB. Jenazah telah dimakamkan pada hari Selasa, 11 Desember 2007 di Pahae Jae Tapanuli Utara. Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Amin. 38
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

PENGAWASAN
WBC/ATS

EKSPORTASI ILLEGAL. Direktur Jenderal Bea dan Cukai bersama Direktur P2 dan Kepala KPU Bea Cukai Tanjung Priok ketika memberikan keterangan mengenai kegiatan eksportasi illegal terhadap produk hasil hutan

KEMBALI DITEGAH BEA DAN CUKAI
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mendapat dukungan penuh dari Kejaksaan dan juga Kepolisian RI untuk mendukung upaya pemberantasan penyelundupan dengan berbagai perangkat hukum yang ada.

EKSPORTASI ILEGAL PRODUK HASIL HUTAN,

S

etelah berhasil menggagalkan eksportasi illegal terhadap kayu eboni pada pertengahan Oktober 2007 lalu, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Pelayaan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta, kembali menegah eksportasi komoditi yang sama, namun kali ini penegahan disertai pula dengan penegahan terhadap rotan asalan. Pada acara press release yang digelar di KPU Bea Cukai Tanjung Priok pada 22 November 2007, Kepala KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok Agung Kuswandono mengatakan, keberhasilan pihaknya menegah eksportasi produk hutan ke beberapa negara seperti China, Hongkong dan Singapura berawal dari kegiatan intelejen Bidang Penindakkan dan Penyidikan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Para eksportir yang melakukan ekspor terhadap komoditi tersebut lanjut Agung, memberitahukan kepada pihak Bea Cukai bahwa barang yang diekspor adalah barang yang tidak terkena larangan pembatasan. Hal ini dilakukan untuk menghindari aturan larangan dan pembatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Jalur distribusi terhadap produk hasil hutan yang berasal dari Kalimantan dan Sulawesi, dilakukan dari daerah tersebut melalui Cirebon, Jakarta untuk seterusnya dikirim ke Singapura,China dan Hongkong.Untuk menghindari pemeriksaan, para pelaku memanfaatkan waktu pada saat-saat closing time pemuatan barang ke kapal untuk terhindar dari pemeriksaan barang oleh petugas Bea dan Cukai. Saat closing time tidak membuat petugas lengah, dari pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kegiatan eksportasi sebanyak

26 kontainer yang disebut berupa produk furniture, pada kenyataannya adalah produk hasil hutan berupa rotan dan kayu eboni yang masuk dalam daftar barang larangan dan pembatasan. Untuk pengiriman kayu eboni tersebut Agung menceritakan, para pelaku menggunakan modus operandi dengan menggunakan satu dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) untuk setiap kontainer yang berisi kayu eboni, yang sebenarnya satu PEB bisa digunakan untuk lebih dari satu kontainer.”Jadi kalau satu kontainer ketahuan, diperkirakan kontainer yang lain masih bisa lolos, karena PEB-nya masing-masing satu”ujar Agung Kembali. Atas kecurigaan tersebut petugas langsung mengeluarkan Nota Hasil Intelejen (NHI) dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik 100 persen atas partai barang dimaksud dengan berkoordinasi denga Badan Rehabilitasi Industri Kehutanan (BRIK). Kasus tersebut kini masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan, termasuk para pelaku kegiatan eksportasi illegal tersebut. Terhadap kegiatan illegal tersebut, pemerintah menjerat para pelaku dengan pasal 103 huruf (1) UndangUndang Nomor 17/2006 tentang Kepabeanan dengan sanksi penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal lima miliar. Sementara itu kerugian negara yang berupa kayu eboni dan rotan asalan tersebut mencapai Rp.22.275.000.000, dan tidak hanya kerugian material, negara juga mengalami kerugian immaterial berupa kerusakan hutan dan ekosistem sebagai akibat penebangan kayu eboni dan rotan secara liar yang tidak ternilai kerugiannya. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi yang juga hadir pada acara press release bersama dengan Direktur Penindakkan dan Penyidikkan (P2) Heru Santoso mengatakan, untuk melakukan penegakkan hukum terhadap undang-undang kepabeanan dan cukai, pihaknya mendapat dukungan penuh dari pihak Kejaksaan Agung dan juga pihak Kepolisian RI. Dukungan tersebut lanjut Anwar, akan memberikan efek jera bagi para pelaku yang melakukan pelanggaran dan juga sebagai contoh, jika melakukan pelanggaran hukum terutama kepabeanan dan cukai akan mendapat sanksi yang cukup berat. Mengenai bentuk dukungan dari berbagai pihak seperti kejaksaan lanjut Anwar, dapat berupa penuntutan yang sesuai dengan undang-undang, sehingga nantinya tidak akan terdengar lagi adanya pelaku kejahatan terutama kepabeanan dan cukai yang mengulang kembali kegiatan illegalnya lagi karena sanksinya yang cukup berat.”Bahkan Presiden pun mendukung upaya kami (DJBC) untuk menegakkan hukum,”ujar Anwar zap
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

39

PENGAWASAN

OPERASI CUKAI HASIL TEMBAKAU
SELAMATKAN KERUGIAN NEGARA HINGGA MILAYARAN RUPIAH
wil setempat melakukan operasi cukai dengan target penampung rokok ilegal yang ada di luar Jawa dan di Pulau Jawa. Menurut Kepada Sub Bidang Penindakan Direkktorat P2 KP DJBC, Marisi Zainuddin Sihotang, operasi pertama dilakukan pada 13 Nopember 2007, dengan target operasi sentra distribusi rokok di Makassar dan kedapatan beberapa merk rokok ilegal, seperti Akbar (SKM) yang diproduksi oleh pabrik rokok Batu Hitam Mulia, I Mild (SKM), dan Z Mild (SKM) yang diproduksi oleh pabrik rokok Putra Tomas Perkasa. “Dengan hasil operasi tersebut, kami mengembangkan operasi lebih lanjut dan pada 19 Nopember 2007, dengan target operasi sebuah gudang di jalan Slamet Riyadi II dan Solo Baru Surakarta, kami berhasil menegah rokok-rokok yang erdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat siap dikirim ke Makassar, dimana dalam kegiatannya pabrik dan pemetaan target operasi dari berbagai sumber, rokok tersebut memproduksai rokok tanpa ijin dan menerima seperti laporan dan contoh rokok dari beberapa “jahitan” rokok dari pabrik-pabrik di Kudus dan Jepara,” jelas Kanwil dan KPPBC atas operasi pasar yang dilakuMarisi. kannya, serta hasil pemetaan diberbagai daerah Masih menurutnya, dari tegahan tersebut, dilakukan penyedistribusi rokok, akhirnya diperoleh contoh rokok-rokok yang telah beredar di Pulau Jawa dan di luar Jawa yang melanggelan terhadap dua mesin rokok, dua gudang dan barang gar ketentuan cukai, yang ternyata rokok-rokok tersebut bukti lain berupa rokok batangan, tembakau, dan etiket rokok. sebagian besar diproduksi oleh pabrik rokok di Jawa Tengah Dan dari barang bukti yang ada diperkirakan kegiatan ilegal (Kudus, Jepara, Surakarta) dan Jawa Timur. tersebut telah berlangsung selama lima tahun. Dengan adanya informasi dan hasil pemetaan tersebut, Pengembangan dari hasil operasi pertama terus dilakutim Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) KP DJBC kan oleh DJBC, dan untuk operasi ketiga dilakukan pada 21 yang berjumlah sembilan personil, berkoordinasi dengan KanNopember 2007 di daerah Jepara dengan menegah sebuah gudang yang memproduksi DOK. DIT P-2 rokok tanpa ijin, dan diperkirakan telah berjalan satu tahun. Dari operasi tersebut, kemudian dikembangkan lagi hingga pada 5 Desember 2007 berhasil menegah PR. Tri Cakrawala Adiguna di Ponorogo Jawa Timur yang juga memproduksi rokok tanpa ijin dengan perkiraan produksi sudah berjalan selama dua tahun. Masih di daerah Jawa Timur, operasi kemudian dikembangkan lagi keesokan harinya pada 6 Desember 2007 dengan berhasil menegah sebuah gudang di daerah Jember, yang memproduksi rokok tanpa ijin dan diperkirakan telah berjalan selama satu tahun. “Di hari yang sama juga, kami bergerak ke Jawa Tengah tepatnya di daerah Jepara, dimana operasi kami targetkan pada pabrik rokok Putra Permata Biru, Karimun Jawa Makmur dan Putra Tomas Perkasa. Dari ketiga pabrik rokok tersebut, kedapatan memproduksi rokok tanpa ijin, melekati pita cukai yang bukan haknya, dan roSIAP EDAR. Ribuan batang rokok ilegal siap edar yang berhasil ditegah dari sebuah gudang di Jawa Tengah.
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

Dari tujuh kali operasi yang dilakukan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di Sulawesi dan Jawa, berhasil diamankan kerugian negara hingga Rp. 173,6 milyar, yang berasal dari berbagai pelanggaran Cukai.

B

40

FOTO-FOTO DOK. DIT P-2

kok polos atau tanpa pita cukai,” ujar Marisi. Lebih lanjut Marisi menjelaskan, dari ketujuh operasi yang dilakukan Kantor Pusat dan bekerjasama dengan Kanwil dan KPPBC, kerugian negara yang berhasil diselamatkan atas pelanggaran tersebut sebesar Rp. 173,6 milyar. Sementara itu untuk pelanggaran yang dilakukan oleh pabrikan rokok tersebut terdiri atas lima pelanggaran, yaitu: a. memproduksi rokok tanpa ijin dan menerima jahitan rokok dari pabrikpabrik rokok lain; b. Melekatkan pita cukai yang bukan haknya (personalisasi cukai); c. Melekatkan pita cukai palsu; d. Mengedarkan rokok kepasaran tanpa dilekati pita cukai (polos); dan e. Melekatkan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya (pita cukai tidak sesuai HJE dan tarifnya).

SAKSI YANG DIKENAKAN
Dengan lima pelanggaran yang dilakukan oleh pabrikan rokok tersebut, maka sanksi yang akan dikenakan oleh para tersangka atas kasus tersebut terdiri atas empat pasal, yaitu : 1. Pasal 50 Undang-Undang Cukai nomor DISITA. Petugas Menyita Mesin pembuat rokok ilegal. 39 tahun 2007, menjalankan pabrik tanpa ijin dengan maksud mengelakkan pembayaran mengambil manfaat dari keberadaan pabrik rokok ilegal mencukai, dengan pidana penjara paling singkat satu tahun coba menghalangi pemeriksaan petugas dengan berbagai dan paling lama lima tahun, dan pidana denda paling cara, terkadang dengan cara-cara kekerasan. sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai Selain itu kendala lainnya, tanpa informasi yang tepat cukai yang seharusnya dibayar. dan akurat akan sangat susah menemukan keberadaan 2. Pasal 53 Undang-Undang Cukai nomor 39 tahun 2007, tempat pembuatan rokok ilegal, mengingat tempat pemmemperlihatkan catatan, pembukuan/dokumen yang buatannya tanpa ijin/tidak terdaftar dan bisa dilakukan di berkaitan dengan usaha yang palsu atau dipalsukan, rumah-rumah penduduk. dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan “Kini dari ketujuh hasil operasi yang dilakukan DJBC, paling lama enam tahun, atau pidana denda paling sedikit kasusnya telah dilimpahkan kepada Kanwil masing-maRp.75.000.000 atau paling banyak Rp. 750.000.000. sing untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut dan melihat 3. Pasal 54 Undang-undang Cukai nomor 39 tahun 2007, tindak pidana apa yang akan dikenakan kepada para termenawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan sangka tersebut,” ungkap Marisi. adi untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai, dipidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai atau paling banyak 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. 4. Pasal 54 Undang-Undang Cukai nomor 39 tahun 2007, membuat secara melawan hukum meniru atau memalsukan pita cukai atau tanda pelunasan cukai lainnya, dipidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama delapan tahun, atau pidana denda paling sedikit 10 kali nilai cukai atau paling banyak 20 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. “Saat ini kendala yang kami hadapi untuk melaksanakan operasi cukai adalah, operasi cukai khususnya rokok membutuhkan waktu yang tepat dan kerahasiaan informasi, karena jika tidak dalam waktu yang singkat barang bukti bisa dengan mudah dihilangkan atau dipindahkan,” kata Marisi. Kendala lainnya Marisi menjelaskan, masyarakat sekitar yang sebagian besar adalah buruh pabrik dan orang-orang yang

PELANGGARAN PERSONALISASI. Beberapa bungkus rokok yang berhasil ditegah ternyata dilekati pita cukai yang bukan haknya atau pelanggaran personalisasi cukai EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

41

PENGAWASAN

KEMBALI MENCETAK 179 PENYIDIK DJBC
Melihat kebutuhan akan penyidik DJBC semakin mendesak, kembali DJBC menyelenggarakan diklat PPNS yang diikuti oleh 179 pegawai yang dibagi menjadi dua bagian.

DIKLAT PPNS

D

ua bagian ini terdiri dari kelas eksekutif yang diikuti oleh 60 pegawai tingkat eselon III, IV dan korlak selama dua minggu atau 100 jam pelajar, yang dimulai pada 23 Nopember 2007 hingga 7 Desember 2007. Serta untuk tingkat pelaksana, diklat diikuti oleh 120 pegawai yang dilaksanakan selama dua bulan atau 400 jam pelajaran, dan dimulai sejak 2 Oktober hingga 7 Desember 2007. Diklat yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Reserse Kriminal (Pusdik Reskrim) Megamendung Bogor Jawa Barat ini, diharapkan dapat mencetak penyidik DJBC yang profesional dan handal dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dapat dilihat dari jam pelajaran yang begitu padat dan terfokus pada materi yang diajarkan, juga tenaga pengajar yang memang handal dalam bidangnya. Untuk tenaga pengajar, diklat kedua kelas tersebut melibatkan 21 pengajar, antara lain 18 pengajar dari Pusdik Reskrim, dua dari DJBC dan satu pengajar dari Departemen Kehakiman dan HAM. Pada diklat untuk pola 400 jam pelajaran yang diikuti oleh level pelaksana, satu pegawai dinyatakan tidak dapat meneruskan diklat dikarenakan sakit, sehingga jumlah keseluruhan pegawai

yang lulus pada diklat PPNS kali ini sebanyak 179 pegawai dari 180 yang direncanakan. Diklat yang selesai pada 7 Desember 2007, akhirnya ditutup oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi yang juga didampingi oleh Kasubdit Penyidikan, Sugeng Apriyanto. Sementara itu dari Pusdik Reskrim, Dirjen didampingi oleh Kepala Pusdik Reskrim, Komisaris Besar Polisi Abdul Kholik, dan jajarannya. Dalam kata sambutannya Dirjen berharap, sejalan dengan reformasi di bidang kepabeanan, dimana DJBC mengawasi keluar masuknya barang impor-ekspor, maka peran PPNS sangatlah penting untuk menegakan peraturan, karena ada sebagian masyarakat yang berbuat kejahatan dari pelayanan kepabeanan dan cukai. Untuk itu PPNS harus memahami teknologi informasi, khususnya pertukaran data elektronik, sehingga dapat memahami modus yang dilakukan. “Pendidikan dan pelatihan ini merupakan suatu hal yang strategis, karena di tahun 2008 hingga 2009 kita akan mendekati masa pemilihan umum, ada banyak unsur pelanggaran kepabeanan baik yang dilakukan di pelabuhan laut maupun udara. Untuk itu PPNS harus dapat mengungkap setiap pelanggaran tersebut sehingga citra DJBC dapat meningkat yang akhirnya dapat dibanggakan dan dicintai oleh masyarakat,” harap Dirjen. Diakhir sambutannya Dirjen juga berharap, agar PPNS dapat menjalankan tugasnya secara profesional sesuai dengan amanat Undang-Undang Kepabeanan dan Cukai, untuk itu amalkan dan abdikan ilmu yang didapat kendati banyak sekali rintangan yang akan dihadapi dalam menjalankan tugas tersebut. Di kesempatan itu juga, Dirjen memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik pada diklat PPNS, dimana untuk kelas eksekutif, lulusan terbaik diraih oleh Heru Sulastiono dan Isja Bewirman, sementara untuk kelas pelaksana, lulusan terbaik diraih oleh Budi Pranyito dan Teri Zakia Muslim. adi
WBC/ATS

PPNS YANG PROFESIONAL. Sebanyak 179 pegawai DJBC yang lulus diklat PPNS diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara profesional walaupun banyak rintangan yang akan dihadapi.

42

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

WBC/ZAP

RAKER BNN. Membahas Perpes Nomor 83 mengenai BNN, BNP dan BNK guna menekan kejahatan narkoba.

RAKOR BNN
PERANGI NARKOBA DENGAN PERPRES 38
Dijadikannya Indonesia sebagai tempat produksi narkoba oleh para sindikat narkoba internasional, merupakan suatu keprihatinan bagi bangsa ini.

H

al tersebut disampaikan oleh Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional ( BNN) inspektur Jenderal Polisi I Made Mangkupastika pada acara Rapat Koordinasi (rakor) anggota BNN dan Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Propinsi (BNP), yang berlangsung di Gedung Bidakara, 29 November 2007. Menurutnya kejahatan narkoba di Indonesia setiap tahunnya meningkat dengan persentase 51,3 persen. Begitu juga dengan kualitas kejahatan narkoba yang semakin meresahkan dengan ditemukannya tempat penyimpanan, pembuatan maupun laboraturium rahasia yang berkapasitas besar. Keberhasilan pengungkapan beberapa kasus tersebut yang melibatkan instansi lainnya di BNN merupakan data keberhasilan, namun dalam kenyataannya masih banyak kasus-kasus lainnya yang masih belum terungkap. “Tidak hanya BNN namun instansi lain juga sangat membantu untuk menggulung kejahatan narkoba, dan ini terlihat dengan pengungkapan beberapa kasus yang melibatkan instansi pemerintah,”ujarnya kepada pers. Rakor BNN tersebut lanjut Made untuk mengoptimalkan dan meningkatkan kinerja serta mensinergikan program kegiatan yang sudah direncanakan. Untuk melaksanakan program kegiatan tersebut, BNN telah mendapat dukungan anggaran dari pemerintah melalui masing-masing instansi maupun juga wilayah, sehingga dapat terkoordinasi serta berjalan secara simultan. Rakor tersebut merupakan momen penting dan sarana bagi para anggota didalamnya untuk bertukar pengalaman antar instansi dalam memerangi masalah narkoba, dan juga sarana eva-

luasi berbagai hal, baik yang sudah maupun yang belum dilaksanakan dari hasil rekomendasi pada rakor-rakor sebelumnya. Rakor juga membahas Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 83/2007 tentang BNN, BNP dan Badan Narkotika tingkat Kotamadya (BNK) sehingga struktur, dan fungsi dari ketiga lembaga tadi dalam rangka memerangi kejahatan narkoba semakin jelas. Ketika ditanya mengenai peran instansi lainnya yang berada di perbatasan seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam menjalankan peran sebagai anggota BNN, menurut Made sudah semakin baik, begitu juga dengan instansi lain yang semakin meningkat. “Tidak mungkin kita kerja sendiri mengungkap peredaran narkoba di Indonesia tanpa adanya bantuan dan peran serta dari teman-teman lain seperti Bea Cukai dan lain sebagainya, dan kerjasama ini harus dipertahankan dan terus di tingkatkan,”ujarnya.

RAKER LANJUTAN
Sebagai tindak lanjut dari rakor tersebut, BNN kembali mengadakan rapat koordinasi yang kali ini membahas perkembangan dan tindak lanjut dari keberadaan Satuan Tugas Seaport Interdiction dan juga Airport Interdiction yang terdiri dari berbagai instansi yang berada di pelabuhan laut yang melayani pelayaran internasional maupun juga di bandara yang juga melayani penerbangan internasional. Rakor berlangsung selama dua hari sejak tanggal 4 hingga 5 Desember 2007 di Hotel Accacia Jakarta. Rakor dibuka oleh Inspektur Pelaksana Harian Brigjen Pranowo Dahlan mewakili Ketua Pelaksana Harian BNN. Menurut Sutopo, diharapkan ada suatu terobosan baru yang diperoleh satgas Seaport dan Airport interdiction yang didalamnya terdiri dari otoritas pelabuhan dan juga bandar udara untuk memerangi masalah penyelundupan narkoba. Hal serupa juga disampaikan oleh Ahmad Budiyanto Kasubdit Sarana Operasi DJBC yang pada pertemuan tersebut mewakili Direktur P2. Raker tersebut menurutnya membahas keberadaan satgas seaport dan airport interdiction sebagai tindak lanjut dari Perpres No 83. “Dengan adanya Perpres tersebut maka satgas airport interdiction di daerah yang memiliki Bandar udara internasional harus semakin maksimal, dimana penegahan masuknya narkoba dari luar negeri, berdasarkan informasi dari pusat dapat di tindaklanjuti di daerah melalui satgas Airport Interdiction maupun satgas Seaport interdiction,”ujar Budi. zap
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

43

SEPUTAR BEACUKAI

WBC/ATS

JAKARTA. Dalam rangka memperingati HUT Ke-8 Dharma Wanita Persatuan (DWP), Pengurus DWP Kantor Pusat pada 4 Desember 2007 menyelenggarakan kegiatan aksi penghijauan dengan penanaman pohon dilingkungan Kantor Pusat. Aksi ini ini merupakan wujud partisipasi aktif DWP dalam aksi gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon yang diselenggarakan serentak di Indonesia oleh Ibu negara Ny. Susilo Bambang Yudhoyono pada hari Sabtu 1 Desember 2007. HUT kali ini bertemakan “Dengan Semangat HUT ke-8 DWP Kita Tingkatkan Kepedulian Lingkungan Melalui Penanaman Seribu Pohon”. Tampak pada gambar kiri, Ibu Dirjen Bea dan Cukai Ny. Anwar Suprijadi didampingi para pengurus DWP DJBC melakukan penaman pohon di depan gedung Sekretariat DWP Kantor Pusat DJBC dan gambar kanan, disamping kiri halaman gedung sekretariat DWP sedang dibenahi dan akan dihiasi dengan beberapa jenis tanam.
FOTO : ARI JULIANTO FOTO : ARI JULIANTO

JAKARTA. Bidang Kepatuahn dan Layanan Informasi (BKLI) Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok menyelenggarakan Workshop Anti KKN pada 15 Nopember 2007 di Aula Gedung Induk Jl. Pabean No. 1 Tanjung Priok. Workshop bertemakan KPU Bea Cukai Tanjung Priok Dalam Pemberantasan Korupsi dihadiri kurang lebih 479 orang dengan mengadirkan pembicara tunggal, Direktur Gratifikasi KPK Lambok Hamonangan Hutauruk, yang menekankan aspek gratifikasi yang kerap terjadi di instansi pemerintah, khususnya bea cukai Gratifikasi sendiri menurut pasal12 b ayat 1 UU No.20/2007 adalah pemberian dalam arti luas yakni meliputi pemberian uang, barang rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya. Menurut Kasi Layanan Informasi Totok Sucahyo, workshop satu hari yang terbagi dalam dua sesi, digelar untuk menjaga integritas dan semangat anti KKN SDM KPU Tanjung Priok, dan bertujuan agar kebiasaan menerima sesuatu yang berhubungan dengan jabatan seorang penyelenggara negara atau PNS dapat dihindari, dan kebiasaan memberi sesuatu dari pengusaha dapat dihindari pula. Arie Julianto KPU Tanjung Priok

JAKARTA. Dewan Kemakmuran Mesjid Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok Jakarta, mengadakan acara taklim eksekutif pada 27 November 2007 di Gedung Induk KPU Tanjung Priok Jakarta. Taklim kali ini mengangkat tema mengenai Miracle of Giving (Keajaiban Memberi) dengan pembicara Arif Alamsyah MARS. Pada taklim tersebut diceritakan mengenai banyaknya orang yang masuk surga bukan karena amal ibadahnya, namun karena kebaikannya yang banyak. Bahkan ada yang karena segelas susu, seteguk air, atau karena menghilangkan satu kesulitan orang lain. Taklim tersebut diikuti oleh 100 peserta. Arie Julianto KPU Tanjung Priok
FOTO : AGUS CAHYONO

BONTANG. Sejalan dengan kegiatan penanaman pohon serentak se-Indonesia, pada 28 November 2007 di Bontang dicanangkan kegiatan yang sama oleh Walikota Bontang dengan mengambil tempat di area Pelabuhan Tanjung Laut Indah yang berdekatan dengan KPPBC Tipe A4 Bontang. Sesuai dengan Instruksi Kakanwil Kalimantan Bagian Selatan, jajaran KPPBC Bontang juga berperan aktif dengan melakukan penanaman 10 (sepuluh) batang pohon yang terdiri dari beberapa Pohon Tanjung dan Sawo Kecik, sebagian diantaranya merupakan bibit bantuan dari Pemerintah Kota Bontang yang mendistribusikan 20.000 batang pohon. Pada gambar tampak para pejabat dan pegawai sedang melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon sebagai bentuk kepedulian pemerintah bersama masyarakat dalam mengantisipasi pemanasan global. Kiriman KPPBC Tipe A4 Bontang

44

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

FOTO : HULMAN SIMBOLON & ABD. RASYID

MEDAN. Sehari sebelum pembukaan Patroli Laut Terkoordinasi (Patkor Kastima) 13/2007, diadakan acara Malam Ramah Tamah antara DJBC dan Kastam Diraja Malaysia pada 27 Nopember 2007 di Hotel Grand Angkasa Internasional, Medan. Dalam acara tersebut dilakukan pertukaran cinderamata antara Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Pejabat Kastam Diraja Malaysia. Tampak pada gambar kiri, Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara, Heryanto Budi Santoso, dan pada gambar kanan, Kepala Kantor Wilayah DJBC Kepulauan Riau, R.P Jusuf Indarto, sedang memberikan cinderamata kepada Timbalan Ketua Pengarah (Pencegahan) Malaysia Dato’ Hjh, Mardina binti Alwi. (Hulman Simbolon, Sumatera Utara)
FOTO : MUQSITH HAMIDI FOTO : KIRIMAN

BALIKPAPAN. Bertempat di ruang Dharma Wanita Persatuan (DWP) KPPBC Tipe A3 Balikpapan, diadakan kunjungan oleh Pengurus DWP Pemerintah Kota Balikpapan yang diketuai oleh Ny. Ida Heru Bambang. Selain sebagai wujud silaturahmi antar pengurus DWP juga untuk membahas berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Pemerintah Kota Balikpapan yang ke-8. Tampak pada gambar pengurus DWP KPPBC Tipe A3 Balikpapan, Ny. A. Muzakir (tiga dari kanan) tengah berdiskusi dengan pengurus DWP Pemkot Balikpapan. (Muqsith Hamidi, Balikpapan)

TARAKAN. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tarakan,pada 8 November 2007, mengadakan sosialisasi terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai kepada para pegawai dilingkungan KPPBC Tarakan. Bertindak sebagai pembicara Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai Purwanto dan Kepala Seksi P2 Suwinarno . (Suwinarno, Kasie P2 KPPBC Tarakan)
FOTO : ARI JULIANTO

JAKARTA. Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tanjung Priok menggelar rapat kerja di Kampung Bamboe Desa Cibaruyat Cijeruk Bogor sekaligus membangun kesolidan organisasi dan pengurus. Raker yang terbagi menjadi empat komisi tersebut juga diisi dengan out bond dan tausyiah. Tampak pada gambar suasana outbond dan juga suasana raker. (Ari Julianto KPU Tanjung Priok)

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

45

PERISTIWA
FOTO-FOTO WBC/ADI

S

Dengan mengambil start di depan halaman Hotel Trio Megelang, seluruh peserta berangkat pada pukul 7.00 pagi dan memasuki daerah Mungkid pada pukul 8.30. Mulai daerah tersebut, peserta mulai banyak yang kehabisan energi karena landainya tanjakan yang harus ditempuh. Namun demikian para peserta tetap bersemangat, apalagi perjalan yang di dilaluinya melalui taman nasional gunung Merapi yang saat itu terlihat dengan jelas dan begitu cantiknya. Semakin menSTART. Dengan mengambil start di depan halaman Hotel Trio Magelang, seluruh peserta CCC menempuh jarak 64 kilometer hingga ke Boyolali. dekati Keteppass, semakin menanjak rute yang ditempuh, disini seluruh perserta sudah semakin lelah dan terpaksa mereka menuntun sepeda karena curamnya tanjakan dan tajamnya kelokan yang dilalui. Banyak memang yang terpaksa beristirahat di tempat sebelum memasuki pos I, namun selepas itu seluruh peserta kembali melanjutkan perjalanan hingga JELAJAHI MAGELANG pos I di daerah Selo. BOYOLALI Selepas pos I, rute yang ditempuh masih terus menanjak bahkan tanjakan yang dilalui semakin tinggi, bukan hanya kehabisan Kendati medan yang dilalui cukup berat, tenaga, satu persatu peserta banyak yang kram, namun dengan kesiapan tim medis mereka akhirnya dapat melanjutkan namun para biker dari Direktorat perjalanan. Sebelum memasuki daerah Boyolali, seluruh peserta Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang kembali beristirahat untuk sholat Zuhur, dan setelah itu melanjuttergabung dalam Customs Cycling Club perjalanan. (CCC) mampu menjelajahi rute Magelang kanSetelah istirahat kedua, rute yang ditempuh sudah tidak hingga Boyolali sejauh 64 kilometer. menanjak lagi, karena dari daerah tersebut hingga finish di rumah makan soto rumput Boyolali, jalannya menurun. Setelah sampai di finish sambil menikmati makan siang, ebanyak 50 pegawai DJBC dari berbagai daerah mengseluruh peserta tampak begitu gembira, karena mereka tidak ikuti ajang CCC yang diadakan pada 1 Desember 2007 menyangka kalau rute yang dijalaninya begitu berat namun lalu, dengan mengambil rute Magelang hingga Boyolali, mereka tetap dapat menjelajahinya. adi para biker harus menempuh jarak sejauh 64 kilometer dengan medan yang cukup berat. Untuk medan yang ditempuh, memang bukan rute yang dapat dianggap enteng oleh biker CCC, pada kali ini mereka harus menempuh rute menanjak sejauh 30 kilometer yang diawali dari daerah Mungkid Magelang, Keteb hingga ke Selo, dimana terdapat pos pengamatan gunung Merapi, dan jalan menurun sejauh 20 kilometer hingga finish di Boyolali. Kegiatan CCC kali ini memang cukup mendapat perhatian banyak dari para pegawai DJBC, karena selain mendapat tantangan baru, rute yang ditempuh benar-benar menguji ketahanan fisik dan kepiawaian dalam bersepeda. Menurut Ketua penyelenggara CCC Magelang-Boyolali, Siswa Murwono, yang juga sebagai Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Semarang, selain sebagai ajang silaturahmi pegawai DJBC, kegiatan CCC kali ini juga merupakan kegiatan rutin tahunan CCC. “Dilihat dari peserta yang mengikutinya memang cukup banyak, dan dari mereka ini tidak hanya pegawai DJBC yang masih aktif, tapi juga ada yang sudah memasuki masa purna bakti, dengan demikian kegiatan CCC masih tetap dicintai oleh pegawai DJBC dan kami berusaha untuk terus menjalaninya, karena kegiatan ini tidak membutuhkan biaya yang mahal namun menghasilkan PANORAMA MERAPI. Dengan latar belakang gunung Merapi, seluruh peserta kesehatan jiwa dan jasmani untuk pegawai DJBC,” ujar Siswo. memutuskan untuk beristirahat sejenak karena beratnya medan yang dilalui.

CCC

46

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

WBC/ADI

RANTING BARU. Selain mengadakan gasuku, Inkado korda Jabar juga meresmikan ranting baru dari ponpes Fajar Dunia.

BUKA RANTING BARU DARI KALANGAN PONDOK PESANTREN DAN ARMED
Sebanyak 21 ranting dari perguruan karate Inkado koordinator Jawa Barat (korda Jabar) melakukan gasuku dan ujian kenaikan Dan, di pondok pesantren (ponpes) Fajar Dunia Desa Mampir Cileungsi Jawa Barat. Sementara Korda DKI Jaya membuka ranting baru yang keseluruhan karatekanya terdiri dari TNI AD Artileri Medan (Armed) Bekasi.

INKADO

da satu hal yang cukup istimewa pada acara gasuku dan ujian kenaikan Dan pada 18 November 2007 lalu, yang dilakukan oleh 500 karateka dari Inkado korda Jabar. Dengan mengambil tempat di lapangan ponpes Fajar Dunia Cileungsi Jabar, acara gasuku juga dibarengi dengan peresmian ranting baru dari ponpes Fajar Dunia yang mana mengharuskan seluruh santrinya untuk mengikuti latihan karate. Penegasan ini ditekankan oleh pimpinan ponpes Fajar Dunia, Abu Arif saat menyampaikan kata sambutan. Menurutnya, seluruh santrinya diwajibkan untuk mengikuti latihan karate, jika ada yang tidak mau mengikuti maka ponpes akan mengeluarkan santri tersebut. “Mengapa kami lebih memilih karate ketimbang ilmu bela diri lain, karena dalam karate lebih tertanam kedisiplinan dan ketegaran mental yang bersifat edukatif, selain itu ponpes Fajar Dunia juga mengajarkan tiga bahasa yang wajib dikuasai oleh santrinya, yaitu Arab, Inggris, dan Jepang,” ujarnya. Sementara itu menurut Ketua Inkado korda Jabar, Agustinus Djoko Pinandojo yang juga merupakan Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan

A

Cukai Tipe A1 Belawan, program gasuku adalah program tahunan yang wajib diadakan oleh perguruan, selain itu pada kegiatan kali ini juga sekaligus meresmikan ranting baru dari ponpes Fajar Dunia. “Kami berterima kasih sekali kepada pimpinan ponpes karena telah mempercayakan program karate sebagai program wajibnya, untuk itu kami juga berharap dapat menciptakan atlet-atlet yang berprestasi dari ponpes ini, dimana saat ini kami sedang mempersiapkan diri untuk kejurnas Inkado di Makassar,” ungkap Agustinus. Sementara itu di hari yang sama, perguruan karate Amura mendeklarasikan kepengurusan barunya, dimana untuk ketua hariannya dipimpin oleh Marisi Zainuddin Sihotang yang merupakan Kepala Sub Direktorat Penindakan DJBC. Pada acara tersebut Marisi juga didampingi oleh Ketua Inkado korda DKI Jaya, Maman Anurachman yang juga merupakan Kepala Sub Direktorat Intelijen DJBC. Pada acara pendeklarasian tersebut, Marisi mengatakan akan bekerjasama dengan Inkado untuk berlatih bersama, khususnya bagi para pegawai DJBC yang ingin mengikutinya.”Bagi pegawai DJBC yang ingin berlatih karate, kami telah menyediakan tempat di aula lapangan bola Bojana Tirta, sehingga kami berharap banyak pengawai yang mengikutinya, karena selain sebagai bekal bela diri, kegiatan karate juga dapat menumbuhkan kedisiplinan di kalangan pengawai,” ungkap Marisi.

RANTING ARMED
Sementara itu Inkado korda DKI Jaya pimpinan Maman Anurachman, pada 2 Desember 2007, mem buka secara resmi ranting baru yang keseluruhan karatekanya berasal dari kalangan angkatan bersenjata Armed Bekasi. “Pada ranting ini seluruh kepengurusannya diserahkan kepada Armed, sedangkan Inkado DKI hanya menyiapkan pelatihnya saja. Dengan pembukaan ranting Armed ini, berarti Inkado sudah dipercaya oleh banyak kalangan untuk menciptakan atlet-atlet baru pada cabang olah raga karate,” jelas Maman. Sama halnya dengan Inkado korda Jabar, korda DKI Jaya juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi kejurnas Inkado di Makassar. Pada event tersebut, Maman berharap bisa mendapatkan medali sebanyak-banyaknya walaupun secara teori sangat sulit untuk dapat menjadi juara umum. adi
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

47

O P I N I
Kalau diterjemahkan, akan jadi cerita seperti berikut ini : Misal bila sampeyan sebagai orang tua bercita-cita bahwa anak sampeyan, setelah dewasa nanti akan menjadi seorang pemimpin, entah pimpinan instansi pemerintah, badan usaha, Astra Grup, atau hanya sekedar sebagai ketua RT, maka sampeyan sendiri harus terlebih dahulu melakukan berbagai analisa atau penilaian secara objektif terhadap unsur 6M +L sebelum membuat keputusan yang terbaik bagi anak sampeyan. Bila sebagai orang tua, sampeyan tidak dapat atau sanggup melakukan analisa atau penilaian secara objektif, hanya karena rasa kecintaan yang berlebihan terhadap anak kesayangan yang setiap hari sampeyan nina bobokkan, sayangsayang dengan limpahan harta kekayaan sampeyan selama ini, maka janganlah sampeyan mengklaim diri sebagai orang tua yang baik, yang dapat memberikan keputusan yang tepat bagi masa depan anaknya, apa lagi untuk keharmonisan keluarga sampeyan. Lebih baik bila sampeyan menyerahkan sang anak kesayangan kepada orang lain, untuk dijadikan anak asuh. Terseantungkan Cita-Citamu Setinggi Bintang Di rah yang diserahin anak itu, mau diasuh jadi pejabat atau Langit,” kata Bung Karno, dulu. penjahat, sama saja !! Toh sudah bukan anak sampeyan lagi. Kata Mbah Ronggo, “Nggak apa, walau Sebaliknya, apabila sampeyan yakin mampu secara objektif akhirnya hanya setinggi kawat jemuran. melakukan analisa dan penilaian, maka langkah pertama yang Toh sama saja, akhirnya tergantung juga. harus dilakukan adalah melakukan analisa atau penilaian Melambai-lambai, mengikuti arah angin menghembus”. terhadap anak sampeyan. Apakah anak itu memiliki kemampuan “Pemuda, harapan bangsa. Di tanganmu, terletak (beuntuk menyerap segala ilmu yang diperlukan untuk menjadi ban) kejayaan bangsamu,” kata para politikus. seorang pemimpin masa depan, tidak hanya ilmu yang diberikan Kata Mbah Ronggo, “Mari kita bina pemuda, turuti apa di sekolah formal seperti di SD, sampai dengan Strata 1, jika perlu kemauan mereka, sediakan biaya, kerahkan semua sampai dengan Strata 3, tetapi juga ilmu pengetahuan yang sarana dan prasarana untuk meraih cita-cita para diperoleh dari hasil pergaulan sehari-hari. pemuda, agar bangsa ini menjadi makmur dan sejahtera”. Anak pinter tapi kuper atau keblinger dapat dipastikan tidak akan membaur apalagi bersinergi dengan rekan sekerjaKalau tidak salah, ada buku yang mengatakan bahwa manya. Bahkan bisa jadi dengan para bawahan ia nusia itu termasuk mahluk homo economicus, akan memposisikan diri sebagai bendoro yang artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, melaharus dihormati dan dipatuhi perkataannya. inkan memiliki ketergantungan dengan manusia KALAU Sabdo pandito ratu. Setali tiga uang, alias persis lainnya. Mungkin untuk beberapa hal, manusia dapat TERNYATA ANAK kayak sampeyan. yakin bahwa anak sampeyan Jika sampeyan mencukupi kebutuhan sendiri seperti makan, cuSAMPEYAN memiliki kemampuan menyerap segala ilmu tadi, kup dari buah atau biji-bijian yang ditanamnya bergaul, menyelami segala kebutuhan dan keinginsendiri, mumpung tanah leluhur masih subur. MiTIDAK JADI num dari air yang mengalir dari mata air yang tak an masyarakat dan keluarganya, dan para bawahPEMIMPIN, ITU annya kalau nanti menjadi pemimpin, maka kunjung kering, karena hutan masih melebat, dimana ? Pakaian dari bahan kulit pohon warisan ARTINYA BELUM sampeyan melanjutkan analisa terhadap objek leluhur, maksudnya pakaiannya, bukan pohonnya. berikutnya, yaitu likuiditas keuangan keluarga. Berapa kira-kira dana yang diperlukan untuk Tetapi pada saat sakit, tua tak berdaya, unBERUNTUNG, biaya pendidikan, biaya kost, biaya anak tuk menyuapkan makanan dan minum, mau BELUM LUCKY keluyuran dalam rangka perluasan pergaulannya, tidak mau ia harus dibantu oleh orang lain, biaya untuk mendirikan bisnis keluarga, biaya apa lagi saat meninggal nanti, ia sangat perlu menyogok para oknum agar anak dapat diterima bantuan orang lain untuk menguburkan jenadi suatu perusahaan atau instansi pemerintah, naik jabatan sahnya, kecuali ia mau berjalan sendiri ke kuburannya jadi pemimpin. Adakah harta kekayaan yang sewaktu-waktu atau dibiarkan bak bangkai hewan liar. Lha wong kucing dapat dicairkan untuk biaya itu semua ? Atau adakah tempat mati saja ada saja orang yang mau bersusah payah berutang, bila kepepet? Analisa dengan seksama dan menguburkannya, kok ini mau saja dibiarkan membusuk akurat, jangan asal menggampangkan !! di sembarang tempat. Kalah dong, sama kucing ! “Ah, gampang !! Itu urusan nanti....”. Nggak bisa bayar Kata para sesepuh, nasib manusia itu sudah dari sononya. kost, bisa mbambung anak sampeyan !! Jadi gak usah ngoyo, semua sudah ada yang mengatur. Ada “Ah gampang, Gusti Allah ora sare.....”. Enak saja, riya´ nasib manusia jadi kuli, gelandangan, eksekutif, priyayi, artis, tahu !! Lha wong sampeyan yang enak-enak bikin anak, kok dan berbagai nasib lainnya. Jadi, biar kamu jungkir balik berGusti Allah yang disuruh tanggung jawab ngempanin anak usaha ingin jadi apapun yang terbaik, tapi bila dari sononya sampeyan. Tanggung jawabmu itu lho, mana ........? nasibmu digariskan jadi kere, ya tetap saja kamu jadi kere. Nah, kalau soal biaya sampeyan sebagai orang tua dapat Sebaliknya, ada pula manusia dengan nasib baik, dari yang menyediakannya, atau setidak-tidaknya dapat solusinya, maka semula kere di kampungnya, jadi eksekutif baru dua tahun saja sudah bisa hidup mewah, menikmati hidup jadi priyayi. objek berikutnya adalah kebiasaan atau cara sampeyan Dibalik itu semua, tidak seluruhnya benar apa yang dimenggapai cita-cita, khususnya untuk mewujudkan keinginkatakan oleh para sesepuh tadi. Menurut pendapat beberaan menjadikan sang anak sebagai pemimpin masa depan. Bila selama ini sampeyan hidup serampangan, main pa pakar manajemen jaman sekarang, unsur-unsur yang perintah semau dewek, jorok lagi, maka saat anak sudah mempengaruhi keberhasilan seseorang itu berturut-turut mulai bisa berfikir sendiri, maka pada saat itulah sampeyan adalah kemampuan diri (man), modal (money), kebiasaan harus mengubah sikap atau kebiasaan yang jelek itu. atau cara mencapai tujuan (methods), bahan yang diguWiting tresno jalaran kulino, tumbuhnya cinta itu karena nakan (materials), alat bantu (machines), dan peluang akhir biasa. Yah, kalau cintanya para remaja, itu tumbuh karena (markets). Namun yang paling menentukan adalah hoki biasa ketemu, saling curhat. Lha kalau sampeyan setiap hariatau keberuntungan atau lucky (teori pemasaran: 6M + L).

Oleh : Fauzan

MANA MUNGKIN GUA IKUTAN JADI BOSS ?!

GAK ADA LOE, ...

“G

“ ”

48

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

Mana ada yang mau menerima calon pemimpin dengan otak pasnya memperlihatkan sikap jorok di depan anak, maka sang anak akan menjadi biasa dan akrab dengan segala kejorokan pasan, badan kurus kering persis pecandu narkoba ? sampeyan, dan akhirnya lama-lama beranggapan bahwa Carikan tempat kost di lingkungan yang baik bagi anak dunia ini memang penuh kejorokan, semua manusia harus sampeyan, jangan dikostkan dekat lokalisasi, apalagi di jorok, dan anak itu pun merasa harus bisa menjadi pemimpin dalamnya. Bisa jadi anak sampeyan nggak nyampai di sekojorok, yang dapat bebas berbuat semaunya. lahnya, di kamar kostnya juga tidak ada. Ujung-ujungnya Perlihatkanlah pada anak segala kebiasaan yang baik, asyik kelonan dengan gendakannya. bersih, rapi, rajin, sopan dan santun. Setidak-tidaknya Nah, kalau sampeyan dapat menyediakan sandang, berpura-puralah di depan anak, biar sang anak beranggapan pangan, dan papan yang baik atau terbaik, mudah-mudahan bahwa dunia ini indah, yang keindahannya perlu dinikmati, anak sampeyan nanti jadi orang yang pintar dan berfisik disayang, dilestarikan, serta dijaga sepenuh hati, bak milik sehat. Men sana in corpore sano. sendiri. Sekali lagi, maksudnya keindahannya itu lho, bukan Bahan itu juga perlu dilengkapi dengan alat bantu bagi fisiknya. Jangan sampai rakus gitu dong !! kesuksesan anak sampeyan menyelesaikan pendidikannya, Beri nasihat pengertian, dan contoh yang baik bagi anak seperti buku-buku dan peralatan laboratorium, komputer, sampeyan sejak kecil, agar setelah dewasa jangan sampai atau alat praktek lainnya, biar anak sampeyan tidak hanya keliru mengartikan, sehingga isteri tetangga yang indah ngerti teori doang, hanya bisa berandai-andai, tapi tidak tahu dipandang terus mau dimiliki dan dinikmati secara fisik. Baru cara memprakteknnya. melototi secara sengaja apalagi secara terus menerus saja Kalau perlu, belikan pula anak sampeyan peralatan musik, sudah dianggap berzina batin, apa lagi yang tadi, bisa babak khususnya peralatan band atau rebana. Dan suruh anak sampebelur anak sampeyan dihajar para tetangga. Nggak jadi yan aktif latihan band atau rebana bersama teman-temannya. pemimpin yang masyhur, malah jadi ahli kubur... Biar sejak awal anak sampeyan terbiasa bekerja sama secara Setelah sampeyan dapat mengubah kebiasaan yang jelek sinergi bersama teman sesama pemain band atau rebana, dan jorok menjadi yang baik-baik bahkan kalau perlu yang bagaimana memainkan musik bersama-sama atau menciptakan terbaik menurut tuntutan masyarakat, maka selanjutnya samlagu yang merdu dan enak dinikmati oleh penonton. peyan tentukan, cara apa yang terbaik untuk menggembleng Jangan dibelikan peralatan musik untuk dimainkan sendirian, anak sampeyan agar siap jadi pemimpin. Mau disekolahkan seperti keyboard, kalau anak sampeyan tidak ingin dijadikan di mana anak sampeyan ? sebagai pengiring orang belajar nyanyi, atau rebana apa gitar, Kalau anak sampeyan mau dijadikan pemimpin spiritual kalau tidak ingin anak sampeyan akan ngelantur jadi pengamen. alias jadi kyai, pondok atau kampung, ya pendidikannya di Katanya mau jadi pemimpin, ya belajar sinergi gitu lho ... pesantren. Setidaknya selama 14 tahun, kalau perlu sampai Juga alat transportasi untuk mondar-mandir alias mobilitas 25 tahun, agar biar hapal dan memahami Al Quran berikut anak mengejar pengetahuan. Jangan anak disuruh jalan kaki makna dan maksud atau tafsirnya, serta hapal segala macam atau setiap saat naik angkot, sementara uang saku pascontoh tindakan dan ucapan Rasulullah agar pasan. Bisa jual kolor anak sampeyan nanti !! bila jadi kyai nantinya tidak akan menyesatkan Dan objek terakhir yang perlu sampeyan analisa, seandainya anak sampeyan dapat para santrinya atau membuat aliran sesat. ANAK PINTER TAPI menuntaskan pendidikannya secara cum Kalau ingin anak sampeyan jadi pemimlaude, adakah peluang bagi anak sampeyan pin bisnis keluarga, maka kalau bisnisnya di KUPER ATAU untuk jadi pemimpin ? bidang keuangan, maka sekolahkan anak KEBLINGER DAPAT Persiapkan peluang itu di luar, jangan diadasampeyan di bidang keuangan, seperti akunadakan sendiri. Mentang-mentang sampeyan tansi atau ekonomi. Tambahi dengan bekal DIPASTIKAN TIDAK kaya dan berkuasa, kok lantas sampeyan ciptailmu perpajakan dan hukum. Biar kalau jadi AKAN MEMBAUR kan sendiri peluang untuk anak sampeyan sebapebisnis handal nantinya, anak sampeyan kalau anak sampeyan cuma ngerti juga kewajibannya untuk membayar APALAGI BERSINERGI gai pemimpin. Iyakalau anak sampeyan berjibun satu, bagaimana pajak dan mematuhi peraturan yang berlaku DENGAN REKAN seperti anak kelinci ? Kalau sampeyan nekat di bidang bisnis keuangan, etika bisnis. bikin peluang di bisnis keluarga, merombak Jangan malah jadi pebisnis curang, yang SEKERJANYA struktur bisnis keluarga dengan banyak struktur, tahunya cari untung dengan cara main sogok dimana di setiap struktur masing-masing anak untuk mendapatkan order atau nilep pajak. sampeyan angkat jadi pimpinan dengan tingkat Kapan bangsa ini menjadi makmur dan kewenangan yang sama, lalu siapa di antara anak sampeyan sejahtera, kalau anak sampeyan yang pemimpin itu tidak ngerti yang diakui sebagai pimpinan bisnis keluarga ? aturan hukum dan tidak mau bayar ikut pajak juga ? Kan pajak itu Bukan sinergi yang timbul, bahkan bisa jadi anak-anak sampekatanya digunakan untuk biaya menyejahterakan rakyat ? yan akan saling berantem, berebut kekuasaan. Atau memang ini maunya sampeyan, sehingga saat sampeyan mati nanti, di alam SANDANG, PANGAN, DAN PAPAN kubur sana, sampeyan dapat berbangga diri kepada para ahli Objek analisa berikutnya adalah bahan yang digunakan kubur tetangga sampeyan: “Lihat tuh, anak-anak sekarang. Wakuntuk mencapai keberhasilan cita-cita sampeyan, seperti tu aku masih hidup, bisnis keluarga sangat bagus, tapi sekarang sandang, pangan, dan papan untuk anak sampeyan. Agar ? Hancur-hancuran.... Ah, ternyata aku masih lebih baik dari meanak dapat tenang belajar dan menghayati tujuannya untuk reka.....”. Dan kalau anak-anak sampeyan mendengar omongan menjadi pemimpin masa depan, maka persiapkan dan sampeyan itu, pasti mereka akan menjawab: “Iya...... Tapi, kalo sediakanlah segala keperluannya sejak awal. Carikan gak ada loe..., mana mungkin gua ikutan jadi boss ...?” pakaian yang layak untuk sekolah, jangan baju lusuh, mana Setelah analisa dan penilaian terhadap objek 6M sudah bau dan jarang dicuci lagi yang disuruh pakai. Bisa bubar sampeyan lakukan dengan sebaik-baiknya, maka selanjutnya kelas anak sampeyan, nggak tahan baunya. sampeyan tunggu saja. Toh sampeyan sudah berusaha seSediakan makanan yang layak, bergizi, dan halal untuk kuat tenaga kok, secara ikhlas, secara baik dan benar. Kalau anak sampeyan, agar badannya sehat, sehingga otaknya ternyata anak sampeyan tidak jadi pemimpin, itu artinya dapat berpikir lebih jernih, dapat menyerap segala ilmu belum beruntung, belum lucky. dengan lebih mudah, terutama agar dapat membedakan Kata pak ustadz, itu yang dinamakan takdir. Percaya saja, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang boleh dan jangan diingkari. Sampeyan bisa dikatakan nggak beriman !! mana yang dilarang. (Bagimu negri, jiwa raga kami...) Kalau sampeyan sembarangan menyediakan makanan untuk anak sampeyan, dapat dijamin anak sampeyan akan lulus dePenulis adalah Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai ngan nilai pas-pasan, dan jadi pengangguran. Bagaimana tidak ? Kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat

“ ”

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

49

K O L O M
Oleh : Budi Nugroho
ke KB diberikan fasilitas tidak harus membayar pungutan perpajakannya. Dengan begitu ketika barang hasil olahannya diekspor, tidak perlu dilakukan restitusi atau pengembalian atas pajak-ajak yang telah dibayar. Pemberian fasilitas itu ternyata tidak terbatas pada bahan yang diolah dan kemudian diekspor kembali. Fasilitas itu meliputi pula untuk importasi barang modal bahkan bisa meliputi impor barang modal atau peralatan untuk pembangunan/ konstruksi/perluasan KB dan peralatan perkantoran yang sematamata dipakai oleh pengusaha KB.

“D

Selain tujuan utama penjualan untuk ekspor, Kawasaan Berikat diberi kesempatan pula untuk melakukan penjualan hasil produksinya ke dalam DPIL. Atas pengeluaran barang yang telah diolah oleh Pengusaha di Kawasan Berikat (PDKB) ke DPIL dikenakan BM, Cukai, PPN, PPnBM dan PPh Pasal 22 Impor sepanjang terhadap pengeluaran tersebut tidak ditujukan kepada pihak yang memperoleh fasilitas pembebasan atau penangguhan alam era globalisasi perdagangan dunia sekaBM, cukai, dan pajak dalam rangka impor. rang ini, persaingan untuk mendapatkan pasar Sesuai Keputusan Menteri Keuangan nomor 291 / bagi produk industri bukan minyak dan gas KMK.05/1997, dasar perhitungan pungutan negara adalah: bumi sedemikian ketatnya. Oleh karena itu daBM berdasarkan tarif bahan baku dengan pembebanan yang ya saing produk ekspor Indonesia perlu ditingberlaku pada saat impor untuk dipakai dan nilai pabean yang katkan antara lain dengan jalan efisiensi proses produksi, terjadi pada saat barang dimasukkan ke KB, Cukai peningkatan mutu barang, memperlancar arus keluar berdasarkan ketentuan perundang-undangan cukai yang masuknya barang ke dan dari Indonesia serta tersedianya berlaku, pajak dalam rangka impor (PPN, PPnBM, dan PPh sarana promosi dalam mendukung pemasarannya. Pasal 22) berdasarkan harga penyerahan. Peningkatan mutu barang dan efisiensi proses produksi Keputusan Meneteri Keuangan dimaksud mengatur bahtersebut dapat lebih dipacu apabila persediaan bahan baku wa pengeluaran barang yang telah diolah oleh PDKB dengan bagi kebutuhan industri dalam negeri tersedia tepat waktu tujuan ke DPIL, dapat dilakukan dengan menggunakan Pemdan produk yang dihasilkan belum dibebani dengan beritahuan Impor Barang sesuai tatalaksana kepabeanan di kewajiban-kewajiban kepabeanan, cukai, dan perpajakan. bidang impor setelah ada realisasi ekspor dan/atau pengeluDengan adanya pemberian fasilitas tersebut, para investor aran ke PDKB lainnya, dalam jumlah sebanyak-banyaknya akan lebih terangsang untuk melakukan kegiatan bisnisnya 25% (dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor dan/ secara terpadu dan dapat lebih bersaing di pasaran atau pengeluaran ke PDKB lainnya. Perhitungan 25% dimakinternasional atas produk industri yang mereka hasilkan.” sud didasarkan pada PEB dan/atau dokumen pengeluaran ke KB lain (Formulir BC.2.3) dalam Paragraf di atas merupakan kutipan dari penjangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun sejak jelasan umum Peraturan Pemerintah nomor 33 TPB DICIPTA tanggal pendaftaran PEB/PEBT dan/atau tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Dari kalimat-kalimat itu tampak jelas bahDENGAN SALAH Formulir BC.2.3 tersebut. itu diubah dengan Ketentuan persentase wa TPB dicipta dengan salah satu tujuan untuk SATU TUJUAN Keputusan Menteri Keuangan nomor 547 / meningkatkan daya saing produk ekspor IndoKMK.01/1997. Pengeluaran barang yang telah nesia di pasar internasional. UNTUK diolah oleh PDKB dengan tujuan ke DPIL, dapat Barang atau bahan impor yang dimasukkan MENINGKATKAN dilakukan setelah ada realisasi ekspor dan/atau ke TPB diberikan fasilitas penangguhan bea pengeluaran ke PDKB lainnya dalam jumlah : masuk, pembebasan cukai, tidak dipungut PaDAYA SAING a. untuk komponen, yaitu barang atau bahan jak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan yang akan dirangkai dan/atau digabungkan atas Barang Mewah (PPn BM) dan Pajak PRODUK EKSPOR dengan barang atau bahan lain dalam Penghasilan (PPh) Pasal 22. Atas penyerahan INDONESIA DI perakitan atau pembuatan suatu barang yang Barang Kena Pajak dalam negeri ke Tempat Pelebih tinggi derajatnya yang sifat hakikinya nimbunan Berikat diberikan fasilitas berupa tidak PASAR berbeda dari produksi semula, sebanyakdipungut PPN, dan PPn BM. Atas pemasukan INTERNASIONAL banyaknya berjumlah 50% (lima puluh Barang Kena Cukai yang berasal dari dalam Dapersen) dari nilai realisasi ekspor dan/atau erah Pabean Indonesia lainnya (DPIL) dibebaspengeluaran ke PDKB lainnya; dan kan dari pengenaan cukai. Bila dikaji mendalam, b. untuk barang lainnya, sebanyak-banyaknya berjumlah inilah fasilitas perpajakan dengan grade tertinggi. Segala ke25% (dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor wajiban pembayaran pajak ditiadakan, setidaknya untuk dan/atau pengeluaran ke PDKB lainnya; sementara yaitu selama barang berada di TPB. Salah satu bentuk dari TPB adalah Kawasan Berikat (KB) Tahun 1999, Menteri Keuangan kembali mengubah yaitu suatu bangunan, tempat, atau kawasan dengan batasbesaran persentase penjualan ke DPIL dengan Keputusan batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usaha innomor 349/KMK.01/1999. Pengeluaran ke DPIL untuk dustri pengolahan barang dan bahan, kegiatan rancang bangun, perusahaan-perusahaan yang menggunakan fasilitas perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan awal, pemeriksaan Bapeksa Keuangan (KITE) diperlakukan sama dengan akhir, dan pengepakan atas barang dan bahan asal impor pengeluaran untuk ekspor. Pengeluaran ke DPIL dapat atau barang dan bahan dari dalam Daerah Pabean Indonesia dilakukan setelah realisasi ekspor dan/atau pengeluaran ke lainnya (DPIL), yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. PDKB lainnya dalam jumlah: Pada dasarnya pajak dikenakan atas barang yang dia. untuk barang yang tidak memerlukan proses lebih lanjut, dakonsumsi di dalam negeri. Barang yang diproduksi di pat berfungsi sendiri tanpa bantuan barang lainnya dan diguIndonesia dan kemudian diekspor, tidak dikenakan pajak nakan oleh konsumen akhir sebanyak-banyaknya 50% dari karena tidak akan dikon-sumsi di daerah pabean. nilai realisasi ekspor dan/atau pengeluaran ke PDKB lainnya; Berdasarkan prinsip itu maka importasi bahan dan barang

DARI KAWASAN BERIKAT

PENJUALAN KE DPIL

PENJUALAN KE DPIL

“ ”

50

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

PERBANDINGAN PENJUALAN KB BERDASARKAN NILAI HASIL PRODUKSI
291 /KMK.05/1997 % DPIL % Ekspor Produksi 20 80 100 547 /KMK.01/1997 33,33 atau 20 66,67 atau 80 100 349/KMK.01/1999 33,33 atau 50 66,67 atau 50 100 101/PMK.04/2005 50 atau 60 atau 75 50 atau 40 atau 25 100

b. barang selain sebagaimana dimaksud dalam huruf a sebesar 100% dari nilai realisasi ekspor dan/atau pengeluaran ke PDKB lainnya. Perhitungan persentase didasarkan pada PEB dan atau dokumen pengeluaran ke KB lain (formulir BC.2.3) dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun sejak tanggal pendaftaran PEB dan atau formulir BC.2.3 tersebut.

Menteri Keuangan dengan Keputusan nomor Kep 101/ PERLU DIKAJI KEMBALI PMK.04/2005 mengubah secara drastis besaran persentase penDari penjelasan di atas, sangat terlihat bahwa fasilitas di jualan ke DPIL. Pengeluaran barang yang telah diolah oleh PDKB Kawasan Berikat semakin ditingkatkan. Persentase penjualan dengan tujuan DPIL, dapat dilakukan sesuai tatalaksana ke DPIL semakin dilonggarkan bahkan paling tinggi mencapai kepabeanan di bidang impor dengan ketentuan sebagai berikut : 75% dari total nilai produksi. Bila dikaji labih dalam lagi, nam1. Pengeluaran barang ke DPIL diberikan dalam jumlah : paknya pemberian fasilitas ini telah keluar dari definisi a. sebanyak-banyaknya 50% dari jumlah nilai hasil proKawasan Berikat yang sebenarnya. Peraturan Pemerintah duksi tahun berjalan, untuk barang yang tidak memernomor 33 tahun 1996 menyatakan bahwa Kawasan Berikat lukan proses lebih lanjut dan dapat berfungsi sendiri adalah suatu bangunan, tempat atau kawasan …. yang hatanpa bantuan barang lainnya serta digunakan oleh silnya terutama untuk tujuan ekspor. Pemberian ijin menjual konsumen akhir; ke DPIL mencapai 50% atau lebih dibanding total produksi, b. sebanyak-banyaknya 60% dari jumlah nilai hasil protelah tidak lagi sesuai dengan definisi “terutama untuk tujuan duksi tahun berjalan, untuk barang selain sebagaimaekspor”. na dimaksud dalam huruf poin 1.a.; Barangkali penjelasan umum Peraturan Pemerintah nomor 2. Pengeluaran barang ke DPIL sebanyak-banyaknya 33 tahun 1996 tentang Tempat Penimbunan Berikat (TPB) 75% dari jumlah nilai hasil produksi tahun berjalan, perlu ditelaah kembali. Persentase ijin penjualan ke DPIL perlu diberikan khusus kepada PDKB yang hasil dikaji lagi mengingat tujuan pembentukan Kawasan Berikat produksinya digunakan untuk mensuplai adalah untuk meningkatkan daya saing produk perusahaan pertambangan, minyak dan ekspor Indonesia di pasaran internasional. gas, serta PDKB yang bergerak di bidang Peningkatan persentase penjualan ke PENINGKATAN industri perminyakan dan gas, perkapalan DPIL, juga membawa akibat yang dirasa tidak di dalam negeri dan industri oleochemical. adil oleh pelaku usaha yang tidak berstatus PERSENTASE KB. Walaupun penjualan ke DPIL wajib PENJUALAN KE membayar Bea Masuk dan Pajak Dalam Keputusan itu membawa perubahan drastis Rangka Impor, namun pembayaran itu tidak di Kawasan Berikat. Setidaknya ada dua hal DPIL, JUGA memperhitungkan pemberian fasilitas pada yang menjadikan aturan pada keputusan ini berMEMBAWA AKIBAT importasi barang modal dan peralatan. beda dari keputusan-keputusan sebelumnya. Mesin-mesin produksi di KB diimpor dengan Pertama, penjualan ke DPIL tidak harus didahuYANG DIRASA fasilitas free pungutan negara. Pengusaha lui dengan realisasi ekspor. Pada peraturan sebelumnya, penjualan ke DPIL dapat dilakukan TIDAK ADIL OLEH non KB tentu menjual hasil produksinya cost berupa pajakhanya setelah ada realisasi ekspor. PELAKU USAHA dengan memperhitungkandan peralatannya. pajak atas barang modal Kedua, perhitungan prsentase untuk penjualDengan perhitungan itu pengusaha non KB an ke DPIL dilakukan berdasarkan pembandingYANG TIDAK bisa dipastikan akan menjual dengan harga an dengan jumlah nilai hasil produksi tahun berBERSTATUS KB yang lebih tinggi dan akhirnya kalah bersaing. jalan. Pada peraturan sebelumnya, perbandingPengusaha non KB itu tentu saja meliputi para an itu didasarkan pada nilai realisasi ekspor. pengusaha yang sepenuhnya berorientasi lokal/ Keputusan nomor 291/KMK.05/1997 mengdomestik baik dalam hal permodalan maupun pemasaran. atur bahwa penjualan ke DPIL sebanyak-banyaknya 25% Pembandingan itu akan makin terasa bila memperhitung(dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor. Bila kan berbagai kemudahan yang dinikmati pengusaha KB, terrealisasi ekspor Rp 100,00 maka diperkenankan menjual masuk dalam prosedur pemasukan dan pengeluaran barang. ke DPIL Rp 25,00. Dengan contoh ini maka total produksi Penjualan dari KB ke DPIL bisa diartikan sebagai penundaan ada- lah Rp 125,00. Dengan demikian penjualan ke DPIL pembayaran pajak tanpa memperhitungkan bunga dan tidak dibanding total produksi adalah 25/125 yaitu sama ada kewajiban mempertaruhkan jaminan. Masalah akan lebih dengan 20%. komplek bila dikaitkan dengan kemudahan pemberian ijin Keputusan Menteri Keuangan nomor 547 /KMK.01/1997, pengerjaan sub kontrak dari DPIL ke KB. pengeluaran barang ke DPIL dapat dilakukan dalam jumlah : Semoga perubahan Peraturan Pemerintah mengenai Tempat a. untuk komponen, sebanyak-banyaknya berjumlah 50% Penimbunaan Berikat yang sedang dalam pembahasan (lima puluh persen) dari nilai realisasi ekspor; dengan mengikuti amandemen Undang-undang Kepabeanan, bisa perhitungan seperti paragraf di atas sama dengan 33,33% mengakomodir pendapat-pendapat di atas sehingga pemberikan dari nilai produksi. fasilitas bisa lebih efektif dan tepat sasaran. b. untuk barang lainnya, sebanyak-banyaknya berjumlah 25% (dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor Penulis adalah Widyaiswara pada Balai Diklat Keuangan III Yogyakarta atau sama dengan 20% dari total produksi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Depkeu (BPPK)

KEP 101/PMK.04/2005

Keputusan nomor 349/KMK.01/1999, pengeluaran ke DPIL dapat dilakukan dalam jumlah : a. untuk barang yang tidak memerlukan proses lebih lanjut, sebanyak-banyaknya 50% dari nilai realisasi ekspor atau sama dengan 33,33 % dari total produksi b. barang selain sebagaimana dimaksud dalam huruf a sebesar 100% dari nilai realisasi ekspor atau sama dengan 50% dari total produksi.

“ ”

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

51

KEPABEANAN INTERNASIONAL
dasi dari sub-komisi, keputusannya tetap sama, ada kemungkinan komisi HS memutuskan untuk tidak membahasnya lagi. Keputusan untuk tidak membahasnya lagi juga ditetapkan berdasarkan konsensus atau voting, sehingga keputusan klasifikasi ditetapkan pada pertemuan sesi itu juga dan tidak diagendakan untuk dibahas lagi pada pertemuan komisi HS berikutnya. Jadi dalam pertemuan komisi HS ini apapun bisa terjadi sepanjang disepakati oleh negara anggota dan dimasukkan dalam agenda untuk dibahas. Apakah akan menetapkan klasifikasi atas produk tertentu yang masih diragukan, atau ada permintaan dari negara anggota yang mempunyai kepentingan terhadap keputusan klasifikasi jenis barang tertentu berkaitan dengan kebijakan perdagangan negaranya, atau karena ada produk baru yang menurut satu atau beberapa negara anggota mempunyai kriteria khusus yang belum tercakup dalam heading atau sub-heading dalam HS. Pengalokasian klasifikasi baru ini bisa hanya menambah heading atau sub-heading dan menambah Kompendium Pendapat Klasifikasi tanpa menambah atau mengubah Catatan Bagian dan Catatan Bab atau mengubah Catatan Penjelasan; atau bisa juga memerlukan perubahan Catatan Bagian atau perubahan Catatan Bab; dan sebagai konsekuensinya juga memerlukan perubahan Catatan Penjelasan dan perubahan Kompendium Pendapat Klasifikasi.

PERTEMUAN KOMISI TEKNIS HS

Dalam pertemuan komisi HS, keputusan klasifikasi atas suatu jenis barang ditentukan berdasarkan konsensus. Apabila konsensus tidak dapat dicapai biasanya dilakukan voting.

WCO

KLASIFIKASI YANG BERKOMPETISI
Klasifikasi yg sulit diputuskan oleh komisi HS dan menimbulkan perdebatan yang panjang, biasanya adalah karena berdasarkan ketentuan untuk menginterpretasi dan Catatan Penjelasannya, suatu barang dapat diklasifikasikan dalam beberapa heading atau sub-heading yang berbeda dalam satu bab atau dalam bab yang berbeda, tergantung pada argumentasi yang diajukan oleh masingmasing perwakilan negara anggota dengan merujuk pada pendapat ahli atau informasi ilmiah yang ada untuk mendukung argumentasinya. Kemungkinan klasifikasi yang berbeda-beda atas suatu jenis barang ini merupakan atau disebut sebagai klasiFOTO : ISTIMEWA

D

alam kesempatan ini kami ingin sekedar berbagi pengalaman dengan pembaca Warta Bea Cukai tentang salah satu pertemuan yang berlangsung dalam kerangka kerja World Customs Organization (WCO), yaitu pertemuan Komisi Teknis Harmonized System (HS). Pertemuan ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan kepentingan masingmasing negara anggota, baik yang telah maju, sedang berkembang ataupun yang kurang berkembang. Uraian yang singkat ini diharapkan dapat memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana sebenarnya kegiatan pertemuan itu sendiri berlangsung; keterkaitan antara keputusan dalam pertemuan ini dengan kepentingan negara dalam perdagangan internasional; dan bagaimana sikap kita yang seharusnya sebagai negara anggota WCO.

KEPUTUSAN KLASIFIKASI
Dalam pertemuan komisi HS, keputusan klasifikasi atas suatu jenis barang ditentukan berdasarkan konsensus. Apabila konsensus tidak dapat dicapai biasanya dilakukan voting. Keputusan komisi diambil berdasarkan suara terbanyak dari hasil voting dan keputusan ini untuk sementara berlaku, sampai diputuskan lain pada pertemuan berikutnya apabila komisi HS memutuskan akan membahasnya lagi (diagendakan). Keputusan untuk membahas kembali tersebut biasanya karena masih ada negara anggota yg reservasi, atau bisa juga diputuskan untuk dibahas lebih dulu dalam pertemuan sub-komisi review atau sub-komisi ilmu pengetahuan (tergantung isu yang akan dibahas), karena masih diperlukan informasi tambahan. Setelah diperoleh informasi yang lengkap, baru dibahas kembali pada pertemuan komisi HS berikutnya. Akan tetapi, kalau komisi HS sepakat bahwa karena telah beberapa kali diagendakan dan telah ada rekomen52
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

SIDANG WCO. Maryanto Danuraharjo (kiri) sebagai atase Bea dan Cukai mewakili Indonesia dalam sidang WCO di Brussel, Belgia.

FOTO : ISTIMEWA

fikasi yang berkompetisi. Terhadap klasifikasi yang berkompetisi ini masing-masing perwakilan negara anggota memfokuskan argumentasinya untuk menguatkan keputusan klasifikasi yang akan ditetapkan oleh komisi HS sesuai dengan kepentingan negaranya terhadap keputusan klasifikasi itu.

KEPENTINGAN TERHADAP KEPUTUSAN KLASIFIKASI
Kepentingan terhadap keputusan klasifikasi ini berbeda-beda antara satu negara dengan negara lainnya tergantung pada jenis barang apa saja yang pada umumnya ia ekspor atau impor; kebijakan perdagangannya, yang diaplikasikan dalam bentuk kebijakan tarif; negara mana saja yang menjadi partner dagangnya dan bagaimana kebijakan perdagangan negara partner dagangnya itu, yang juga diaplikasikan dalam bentuk kebijakan tarif. Apabila jenis barang itu bukan merupakan jenis barang yang pada umumnya ia ekspor atau impor, maka negara itu dapat dikatakan tidak mempunyai kepentingan khusus terhadap keputusan klasifikasi yang akan ditetapkan oleh komisi HS, karena apapun keputusannya mempunyai konsekuensi yang tidak berbeda. Dalam hal barang tersebut adalah barang yang pada umumnya ia ekspor atau impor ke atau dari negara lain, akan berbeda masalahnya. Kalau barang itu merupakan barang yang ia ekspor ke negara lain, ia akan melihat apakah tarif impor negara partner dagangnya menjadi lebih tinggi atau lebih rendah setelah keputusan klasifikasi ditetapkan atau termasuk yang terkena ketentuan impor, ketentuan standar atau kuota atau tidak. Atau sebaliknya, kalau barang itu merupakan barang yang ia impor dari negara lain, ia akan melihat apakah tarif impor negaranya sendiri menjadi lebih rendah atau lebih tinggi atau masih bisa dikenakan bea masuk barang mewah atau tidak setelah keputusan klasifikasi itu ditetapkan. Untuk dapat mengetahuinya, harus diketahui jenis barang yang diekspor dan diimpor; kebijakan tarif negaranya sendiri (yang dituangkan dalam besaran tarif di dalam buku tarif bea masuk), dan kebijakan tarif negara partner dagang (yang juga dituangkan dalam besaran tarif di dalam buku tarif bea masuk) negara tersebut. Sekedar contoh: grape”water’’ berdasarkan uraian barangnya dapat diklasifikasikan ke dalam bab minuman dan dapat juga diklasifikan ke dalam bab obat-obatan, dengan masing-masing argumentasinya. Bagi negara pengekspor akan lebih menguntungkan apabila barang tersebut diklasifikasikan dalam bab minuman karena akan terhindar dari ketentuan impor bahan obat-obatan yang biasanya cenderung lebih ketat terutama di negara maju. Contoh lainnya, misalnya: “outdoor unit split air conditioner’’ bagi negara pengimpor akan lebih menguntungkan jika diklasifikasikan dalam heading air conditioner agar tetap dapat dikenakan bea masuk barang mewah bukan dalam heading yang lain.

GEDUNG WCO

reservasi atas keputusan komisi HS dan meminta agar isu yang sama tetap diagendakan untuk dibahas kembali pada pertemuan berikutnya, walaupun berdasarkan hasil voting selalu kalah telak. Itu semua dilakukan semata-mata karena komitmennya terhadap kepentingan tersebut.

KESIMPULAN
Pembahasan dan negosiasi dalam pertemuan komisi HS pada dasarnya tidak terlepas dari masalah kepentingan negara dalam perdagangan internasional masing-masing anggota, dan kepentingan ini mencakup semua negara, baik negara yang telah maju, sedang berkembang atau kurang berkembang, sepanjang barang yang akan diklasifikasikan merupakan barang yang pada umumnya diekspor atau diimpor oleh negara tersebut. Untuk mengetahui dimana kepentingan kita, perlu dilakukan analisa seperti diuraikan di atas. Dalam zaman teknologi informasi sekarang ini, data yang diperlukan berkaitan dengan jenis barang yang pada umumnya diekspor atau diimpor dan besaran tarif bea masuk negara partner dagang atas jenis barang tertentu dapat diakses dengan mudah melalui internet (www.depdag.go.id; www.apectariff.org; www.wto.org ). Apabila tidak ada kepentingan khusus, perlu diputuskan, berdasarkan permintaan dukungan yang diterima, akan memberi dukungan kepada siapa atau negara mana dan kemungkinan kompensasinya, atau sebaliknya akan meminta dukungan kepada siapa apabila di kemudian ha ri kita memerlukan dukungan negara lain dalam memperjuangkan kepentingan kita.

MENENTUKAN POSISI
Sekalipun negara tidak mempunyai kepentingan khusus terhadap keputusan klasifikasi yang akan ditetapkan oleh komisi HS karena jenis barang yang akan ditetapkan klasifikasinya bukan termasuk barang yang pada umumnya ia ekspor atau impor, perwakilannya di komisi HS harus dapat menentukan posisi dalam proses negosiasi agar argumentasinya bisa fokus pada apa yang menjadi kepentingan negaranya, atau kalau dilakukan voting bisa menentukan pilihan yang sesuai dengan kepentingan itu. Posisi ini biasanya ditentukan oleh pemerintah berdasarkan analisa seperti tersebut diatas atau berdasarkan keputusan dalam mekanisme memberi dan menerima dukungan sesuai permintaan dukungan yang diterima atau disalurkan melalui nota diplomatik atau langsung antar administrasi pabean. Untuk membela kepentingan negaranya, seringkali perwakilan negara anggota mengajukan

Maryanto Danuraharjo Atase Bea dan Cukai Brussels Belgia Kedutaan Besar Republik Indonesia
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

53

INFO PERATURAN

54

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

RUANG KESEHATAN

MEMPERLANCAR

S

ASI

Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab
DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC
Pada waktu menyusui sebaiknya dalam keadaan lapar, tidak terlalu hangat dan tidak terlalu dingin, serta dalam posisi yang menyenangkan. Bayi minum dari kedua payudara secara bergantian antara kiri dan kanan. Lama menyusui pada hari-hari pertama sekitar 5 – 10 menit tiap payudara, kemudian menjadi 15 – 20 menit. Untuk minum berikutnya harus mulai dari payudara yang belum kosong. Pengosongan payudara oleh isapan mulut bayi merupakan stimulasi utama untuk produksi ASI.

aya seorang ibu (36 tahun) yang saat ini sedang menyusui anak saya yang baru berusia 40 hari. Keinginan saya untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada anak saya sangat tinggi, namun kendala ada pada diri saya, karena ASI yang keluar tidak banyak padahal berbagai jenis sayuran yang dianjurkan untuk memperbanyak produksi ASI telah saya coba konsumsi. Pertanyaan saya, mengapa produksi ASI saya sedikit sekali dok, apakah ini memang sudah bawaan saya ? Lantas suplemen apa saja yang bias membantu saya untuk memproduksi, ASI lebih banyak ?

Jawab : ASI merupakan makanan terbaik karena telah disesuaikan oleh Sang Pencipta untuk kebutuhan bayi kita. Karena itu sejak kehamilan payudara yang mengandung lobul-lobul (= kelenjar air susu) menjadi lebih banyak. Dengan bertambahnya usia kehamilan, kelenjarkelenjar tersebut akan menghasilkan kolostrum dan setelah kelahiran dapat memproduksi air susu sampai 1 L/hari. Para ibu menyusui umumnya berpendapat bahwa kuantitas atau jumlahnya ASI merupakan factor penentu sukses tidaknya menyusui. Persepsi ini tidak terlalu tepat karena selain kuantitas, kualitas ASI juga penting. Dalam meningkatkan kuantitas (jumlah) harus melalui manajemen laktasi yang di mulai sebelum kelahiran. Mudah-mudahan pemaparan di bawah ini dapat menjawab pertanyaan ibu. Sebelum kelahiran : - Perhatikan payudara itu yang menjadi sumber makanan utama bayi. Bila putting tertarik kedalam perlu dilakukan traksi dengan alat penyedot susu setiap hari. Dimulai ± 3 bulan sebelum kelahiran. - Gunakan pakaian dalam yang sesuai sebelum melahirkan dan pada masa menyusui. - Pengobatan dini terhadap berbagai penyakit yang timbul. - Gizi cukup. Segera setelah lahir bila kondisi ibu dan bayi mengizinkan : - Bayi ditempelkan ke payudara ibu untuk merangsang hormon pembentukan air susu (prolaksia) - Bayi disusui setiap ia menginginkan (biasanya 2 jam sekali) Hari pertama tidak perlu digeri tambahan minum karena akan membuat bayi kenyang dan malas menetek. Akibatnya rangsangan ke payudara berkurang dan produksi ASI terhambat. Hari kedua bila produksi ASI masih belum ada dan bayi rewel, tambahkan susu formula tapi tidak boleh dengan botol. Menghisap dari botol/dot lebih mudah dari pada menghisap dari payudara sehingga akhirnya bayi akan memilih botol. Akibatnya produksi ASI bias berkurang karena rangsangan pada payudara berkurang dan refleks hisap bayi juga berubah.

Beberapa hal yang mempengaruhi berkurangnya produksi ASI : 1. Faktor psikologik. Kecemasan dapat mengurangi produksi ASI bahkan dapat terhenti sama sekali. Banyak FOTO : ISTIMEWA faktor yang menimbulkan kecemasan pada ibu terutama pada ibu yang melahirkan anak pertama, bayi yang rewel, sering gumoh, perasaan bahwa ASI tidak mencukupi, sakit setelah melahirkan, luka pada putting, rasa tidak nyaman menyusui di tempat terbuka atau ada orang lain didekatnya merupakan gangguan emosional yang dapat menghambat produksi ASI. 2. Faktor kelelahan 3. Faktor kebersihan Payudara perlu dibersihkan paling kurang sehari 1x dan kemudian dikeringkan dengan baik. Puting susu yang dibiarkan basah akan mudah lecet. ASI yang tersisa pada puting perlu dibersihkan untuk menjaga puting selalu kering perlu diberi alas dengan saputangan atau potongan kain yang dapat menyerap ASI bila menetes. 4. Posisi bayi waktu menyusui Posisi mulut bayi terhadap puting susu ibu waktu menyusui juga sangat penting untuk keberhasilan menyusui. Posisi salah akan menyebabkan lecet pada puting. 5. Faktor lain Merokok dan minum alcohol sebaiknya dihentikan karena dapat menghambat produksi ASI. Makanan untuk ibu yang menyusui harus mengandung kalori yang cukup, cairan yang banyak, vitamin dan mineral melalui buah-buahan dan sayur-sayuran. Juga dianjurkan minum susu dan tidak boleh melakukan pantang makan apalagi untuk menjaga supaya tetap kurus. Suplemen akan membantu memenuhi kebutuhan zat-zat tersebut. Ibu yang menyusui sebaiknya minum air ± 3 L/hari. Jumlah air kemih yang keluar merupakan parameter yang baik untuk menilai bahwa apa yang diminum sudah cukup atau belum. Pendapat yang menyatakan susu, bir, teh ataupun makanan lain dapat memperbanyak produksi ASI adalah tidak benar. Yang benar makanan yang bergizi, berkalori tinggi akan meningkatkan kualitas ASI. dr. Maya LLM. - Poliklinik Kantor Pusat DJBC
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

55

RENUNGAN ROHANI

HAJI DAN QURBAN
Qurban berasal dari kata qaraba, yang artinya dekat. Secara harfiah berqurban dapat diartikan sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah.

MAKNA-MAKNA IBADAH

S

PERJALANAN KELUARGA IBRAHIM

aat ini kita telah memasuki bulan Dzulhijjah. Dan saudara-saudara kita telah berkumpul di Makkah alMukarramah menyelesaikan ibadah haji. Dalam bulan ini ada dua ibadah yang sangat penting dan bernilai historis tinggi, yaitu ibadah haji dan ibadah qurban. Kedua ibadah tersebut menunjukkan kesinambungan tradisi ritual ibadah sejak jaman Ibrahim yang sering digelari Bapak Monoteisme hingga Nabi Penutup, Muhammad Saw, pembawa ajaran Islam yang sempurna. Ibadah haji dilakukan di kota Suci Makkah dank arena itu hanya seorang muslim yang telah memenuhi persyaratan tertentu yang mampu melakukannya. Sedangkan ibadah qurban bisa dilakukan dimana saja kita berada. Ibadah haji dan ibadah qurban yang merupakan satu bentuk napak tilas perjalanan kehidupan Nabi Ibrahim a.s beserta keluarganya. Keluarga Ibrahim merupakan keluarga teladan bagi seluruh muslimin dan muslimat dikarenakan ketakwaan dan kepasrahannya yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dua putera beliau, Ismail dan Ishaq, adalah orang-orang yang saleh sehingga Allah berkenan mengangkat keduanya sebagai nabi dan rasul. Dari keduanya lahirlah keturunan-keturunan yang menjadi nenek moyang bagi dua bangsa besar dunia, Arab dan Yahudi. Sedangkan istri beliau, Siti Hajar dan Siti Farah adalah dua srikandi agung yang selalu dapat dijadikan teladan bagi wanitawanita Islam sepanjang jaman. Siapapun dan dimanapun kita, kalau perilaku kita baik dan telah menyumbangkan sesuatu yang berarti bagi sejarah manusia, pasti da- pat dijadikan teladan dan akan dikenang sepanjang masa.

IBADAH HAJI
Ibadah haji memiliki banyak nilai yang sangat bermakna untuk kita jadikan renungan. Pertama, ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima, oleh karena itu ia menjadi penyempurna keislaman seseorang. Namun tidak semua orang dapat melaksanakan ibadah haji, karena ibadah haji hanya dapat dilakukan oleh orang yang mampu melaksanakannya. Ibadah haji membutuhkan kesiapan materiil maupu mental, dana/ harta benda maupun kesehatan. Dalam melaksanakan ibadah haji pertama-tama kita harus memiliki niat yang teguh hanya mengharap keridhaan Allah. Jangan niat itu bergeser ke kanan ke kiri, apalagi hanya untuk mencapai prestise tertentu di mata orang-orang. Hal itu akan membuat ibadah yang kita lakukan menjadi tidak bernilai. Luntur segala pahala yang kita harapkan dengan susah payah dan biaya 56
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

besar. Orang yang berhaji adalah tamu-tamu Allah. Sebagai tamu kita harus tahu diri, jangan melanggar aturan tuan rumah. Kedua, ibadah haji merupakan sarana untuk menunjukkan kemuliaan dan kebenaran Islam. Islam mempersilahkan umatnya untuk mengecek kebenaran agamanya dengan mendatangi langsung tempat yang menjadi sumber sejarah Islam, yaitu tanah Arab. Selama ini kita mendapatkan ajaran Islam tidak dari sumbernya langsung. Kita tidak berhadapan dengan Nabi Muhammad, kita hanya mendapatkan Islam dari orang tua, guruguru, buku-buku dan ceramah-ceramah. Melalui ibadah haji kita bisa langsung mengecek dari sumber aslinya. Jika kita selama ini salat lima waktu, lihatlah bagaimana praktek salat di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, apakah sama atau tidak. Khatib mendapati di Indonesia ini ada orang yang meyakini bahwa salat itu cukup dengan tiga waktu saja, sebagaimana dikembangkan oleh salah satu yayasan yang FOTO : ISTIMEWA bermarkas di bilangan Jakarta Selatan. Jika melihat ke sana dan memeriksa leaflet yang diterbitkan oleh aliran tersebut didalamnya termuat ajaranajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang selama ini kita praktekkan. Ajaran tersebut tentu ketika dibandingkan dengan yang ada di Masjidil Haram akan bertolak dengan sendirinya. Kita pun bisa melakukan ricek atas hal yang lain. Misalnya dalam sejarah kita baca ada perang Uhud dan perang Badar. Kita buktikan apakah bukit Uhud dan bukit Badar itu ada atau tidak. Begitu juga tempat-tempat bersejarah yang lain, dapat kita cocokkan antara yang kita dengar dan baca dengan kenyataann. Ajaran Islam bukan sekedar dongeng atau cerita yang menjadi santapan menjelang tidur. Ia bukan sekadar penghibur dikala senggang dan cukup berhenti sampai disitu. Ajaran Islam adalah ajaran yang dinamis. Al-Quran sendiri mempersilahkan umatnya untuk selalu berijtihad, menggali dengan sungguh-sungguh ajaran-ajaran Islam dari sumber utamanya al-Quran dan hadist serta tradisi Nabi dan sahabat. Al-Quran menantang siapa saja untuk membuktikan kebenaran ajaran yang dikandungnya. Ketiga, ibadah haji mengajarkan kepada kita makna jihad, terutama jihad bil amwal, (jihad dengan harta). Orang-orang yang pergi berhaji menghabiskan dana yang besar. Itu semua harus diikhlaskan sebagai pengorbanan dalam berjihad. Dr Abdullan Nashih Ulwan menggolongkan jihad menjadi lima macam, yaitu 1) Jihad bil amwal (jihad dengan harta), 2) Jihad bit-tarbiyah (jihad melalui pendidikan), 3) Jihad bit-tabligh (jihad melalui lisan dengan ceramah atau khotbah), 4) jihad bis-siyasah (jihad melalui politik), 5) jihad bil harb (jihad dengan perang melawan orang kafir). Jihad harta dikategorikan sebagai yang pertama karena jihad ini relative paling mudah dilakukan tetapi juga sangat menentu-

WBC/ATS

Iklan Keluarga
Mulai edisi Juni 2007, Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar, kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang :

kan terlaksananya jihad-jihad berikutnya. Ini juga permasalahan besar yang menimpa kebanyakan kaum muslimin saat ini. Secara ekonomi Negara-negara muslim berada dalam control barat. Banyak negara muslim yang memiliki ketergantungan besar kepada negara barat dengan memiliki utang yang besar.

PERNIKAHAN KELAHIRAN ANAK u UCAPAN TERIMA KASIH u UCAPAN DUKA CITA u INFORMASI LAINNYA
u u
Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini, apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda, dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut : UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 1/8 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10 HARGA Hitam/Putih 2.000.000 1.000.000 500.000 300.000 Berwarna 3.000.000 1.500.000 750.000 500.000

IBADAH QURBAN
Ibadah qurban juga merupakan napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim a.s. Pada mulanya beliau diperintah oleh Allah untuk menyembelih anak semata wayang yang sangat dikasihinya, yaitu Ismail. Sebelum itu Ibrahim sudah terbiasa melakukan ibadah qurban ratusan sapi dan kambing. Tetapi Allah ingin menguji keimanan dan keteguhan Ibrahim dalam memegang agama Allah, apakah dia berani atau tidak mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya. Setelah Ibrahim merasa yakin bahwa itu merupakan perintah Allah, ia merundingkan hal itu dengan Ismail. Ini merupa kan satu contoh betapa demokratisnya kehidupan keluarga Ibrahim. Dam ternyata jawaban Ismail sangat membahagiakan ayahnya. Ia berani disembelih demi melaksanakan perintah Tuhan. Bagi kebanyakan kita, ibadah qurban bukanlah sesuatu yang sangat berat. Satu ekor kambing dinilai dengan satu jiwa,s atu ekor sapi dinilai dengan tujuh jiwa. Tetapi bagi orang yang penghasilannya milyaran, rasanya sangat lucu kalau hanya berqurban satu ekor kambing. Sepantasnya ia berqurban sepuluh ekor sapi atau lebih, biar para fakir miskin tidak hanya menerima setengah kilo daging, itu pun kebanyakan tulang. Biar sekali-kali fakir miskin menerima daging qurban lima kilo. Ini untuk keseimbangan gizi mereka yang selama ini terlalu banyak mengkonsumsi zat-zat nabati. Sementara orang-orang kaya mungkin tidak dapat memakan daging bukan karena tak mampu beli, melainkan karena punya penyakit, larangan dokter dan sebagainya. Tentang qurban ini Rasulullah bersabda : “Barang siapa diberi keleluasaan rizki oleh Allah tetapi dia tak mau berkorban, maka orang itu jangan mendekati tempat salat kami.” Ini menunjukkan betapa tidak sukanya Rasul kepada orang-orang yang tidak mau berkorban. Qurban berasal dari kata qaraba, yang artinya dekat. Secara harfiah berqurban dapat diartikan sebagai usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ingatlah bahwa bukan darah dan daging itu yang akan sangat sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan kita. Oleh karena itu dalam berqurban kita harus selalu ikhlas. Jangan menyebut-nyebut pemberian yang kita lakukan. Jangan pamer dan riya agar mendapat pujian dari sesame manusia. Semuanya harus kita kembalikan kepada Allah karena Dialah yang akan membalas segala amal ibadah kita, bukan manusia. Drs. H. Muhaimin RD. Titian Dakwah

1/2 Halaman 14 x 21

1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14

1/8 Halaman 7 x 10

Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi. Informasi hubungi : Wirda, telp (021) 47865608, 47860504 fax (021) 4892353 EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

57

RUANG INTERAKSI
Oleh: Ratna Sugeng

TAHUN BARU

HARAPAN BARU, VISI BARU

P

Tahun baru merupakan tahun yang disambut dengan optimisme yang tinggi bagi banyak orang, dan pesimisme bagi orang tertentu.

ergantian tahun, memang pergantian kalender, yang dapat diartikan sebagai pergantian buku lembaran hidup. Pertanggungan jawab buku tahun lalu segera dilaporkan, dan rencana tindak yang telah disusun pada akhir tahun mulai direalisasikan dengan berbagai strategi yang telah disusun dalam pikiran. Kita coba bertanya pada beberapa orang tentang apa yang mereka harapkan dalam tahun 2008.

SRI SURYAWATI, PhD, 53 tahun, konsultan pada United Nation Ia nenek dari satu cucu. Kiprahnya di dunia internasional membuat ia pelanggan tetap pesawat terbang ke seluruh pelosok dunia. Pada pertemuan kami di atas pesawat KLM Amsterdam-Jakarta, di kelas bisnis yang tempat duduknya didisain 8 tempat duduk di sisi kanan dan 8 di sisi kiri serta dua tempat duduk di tengah bagian belakang, merupakan gambaran kereta kuda keraton dengan 8 kuda di masing-masing sisinya dan putri serta pangeran mengemudikannya di tengah belakang. Ide cemerlang, dan saya setuju, karena kami berdua kemudian duduk dibangku putri raja. Suatu tanggapan positif atas kondisi kelas bisnis yang pada waktu itu berpenumpang hanya dua perempuan dan selebihnya laki-laki. Kebanyakan penumpang bisnis saat itu adalah pekerja profesional dan konsultan. Ia berharap di tahun 2008 lebih banyak orang Indonesia (dan perempuan Indonesia) maju berkiprah di dunia internasional agar wawasan luas serta keterampilan mensejahterakan bangsa dapat sama-sama diraih guna mengangkat martabat bangsa Indonesia. Kami kemudian berdiskusi untuk memprovokasi kawan-kawan agar mau meletakkan kakinya dalam kancah internasional. Ibu Suryawati punya web sendiri yang unik, isinya dari masalah ilmiah bidangnya, sampai resep makanan yang ’aneh’ dan pantas dicoba. Ternyata yang banyak diakses publik bukan materi ilmiah namun resep masakan. 58
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

AGUSTINUS SOLLU, 40 tahun, Polisi Baginya hidup bagai air yang mengalir, tak pernah ada perencanaan khusus dalam hidupnya. Akademi Kepolisian ditapakinya untuk dapat menjadi abdi Negara dibidang keamanan. Pada perjalanan karirnya ia beberapa kali memperoleh kesempatan berdialog dengan seniornya, salah satunya adalah bapak S yang mengajarkan ia bekerja dengan penuh semangat sesuai keterampilannya tanpa harus meniru dan terpengaruh besar pada ukuran materi sejawatnya. Ibunya sendiri yang hidup di Sulawesi Tengah membekalinya dengan falsafah: “Jangan terburu-buru ingin kaya. Menjadi kaya ada waktunya”. Tahun 2008 merupakan harapan untuk memperoleh kesempatan mendapatkan tugas belajar pada Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian dan terkendalinya masalah penyalahgunaan narkoba. DIAH SETIA UTAMI, Psikiater, Magister dalam ilmu manajemen rumah sakit Tahun 2008 membawa angin segar untuk perkembangan perawatan mereka yang mempunyai kaitan dengan penggunaan narkotika. Obat-obatan subsitusi telah terbukti efektif menjaga mereka untuk stabil dan dapat berkarya pada bidang aktivitas masing-masing. Bagi mereka yang menyimpan HIV dalam tubuhnya, terapi anti retroviral menolong untuk mempertahankan kesehatan jika berdisiplin dalam monitor yang baik pemakaiannya. Ia optimis banyak pengguna napza suntik dengan HIV terangkat kesehatannya sehingga mampu berdharma bakti pada keluarga, lingkungan dan masyarakatnya. SHELLY, 30 tahun, Dokter-akupunkturist, ahli biomedik, Dosen FK UNPAD Ia seorang yang energik, dengan banyak minat. Bergaul dengannya membuat hidup lebih berwarna karena banyaknya bidang yang digelutinya. Tahun 2008 ia berharap menambah point dalam hidupnya dengan menempuh ilmu

adiksi di Belanda, jika beasiswa yang diajukan sejak setahun lalu disetujui. Di Bandung ia aktif mengajar sebagai dosen di FK UNPAD, belajar mendalami ilmu kedokteran akupunktur serta mempraktekannya, masih sempat ia melirik masalah narkoba dan HIV. Ia berharap banyak pada kawula muda untuk bergiat dalam banyak bidang yang diminati, hendaklah aggresivitas disalurkan dalam peminatan yang membuahkan keuntungan bagi banyak pihak seperti mengedukasi pergaulan muda untuk aggresivitas dalam ilmu dan keterampilan pengetahuan. Barangkali ini juga membuat wacana para geng motor untuk berhaluan ilmiah dalam hobi bermotornya, semisal memahami seluk beluk mesin motor dan perangkatnya, wisata motor sekitar wilayahnya, berlalu lintas sesuai etika berlalu lintas. ANNE, 56 tahun, Pekerja Okupasi Rehabilitasi Medik, Tasmania Mempunyai masalah fisik membuat keterbatasan dalam melakukan aktivitas. Dengan kerjasama yang makin baik antara dokter (terbanyak dokter bedah syaraf, dokter syaraf) dan fisioterapi serta terapi fisik lainnya ternyata keterbatasan fisik dapat diminimalisasi. Ia berharap tahun 2008 membawa pencerahan kepada semua pekerja kesehatan dalam bidang ini, dan dapat ditingkatkan agar tercapai pemulihan fisik yang optimal. Harapan lainnya adalah agar para remaja dapat memilih berbagai aktiivitas yang mendorongkan dirinya ke arah pencapaian cita-cita dalam ilmu dan terapan sehingga hidup mereka mandiri. WIJANARKA, 40 tahun, Sarjana Ekonomi, bekerja pada SPRINT Sucofindo Ia betah tinggal di lingkungan asri di selatan Jakarta, melebur dalam budaya Betawi. Ia menggambarkan kehidupan sentuhan budaya Betawi dan modernisasi dapat berjalan setara mengisi pribadi anak-anaknya. Agar mereka mempunyai dasar budaya dan agama yang kuat dan menempuh kehidupan modern yang berkompe- tisi dengan cerah dan sportif. Baginya harapan berkompetisi secara sportif sangat penting agar kecurangan yang banyak diamati sekarang ini dapat makin mereduksi. SATWIKA, 21 tahun, Asisten pada dosen ekonometri, FE-UGM Ia giat dalam perhimpunan mahasiswa jurusannya pada tahun lalu, kini mencoba menekuni angka yang merepresentasikan suasana kemampuan penduduk Indonesia dalam bidang menolong diri di sisi ekonomi. Pekerjaan yang baru ditekuninya bersama sekumpulan anak muda yang energik, menelusuri setiap data dan fakta dari seantero nusantara dan cakrawala lainnya. Dengan pekerjaan baru ini ia menimba banyak hal seperti, memilih data akurat, menyusunnya dan menuliskannya dalam narasi sehingga membuat orang lebih mudah membacanya. Ia berharap ia dapat menempuh perjalanan ilmu lanjutan

dan kini sedang diajukannya. Menurutnya banyak dari masyarakat kita yang punya keterampilan, namun sulit ’menjual’ keterampilannya. Ilmu menjual nampaknya perlu dipelajari dan diterapkan. Ia telah menjelajahi sebagian benua di dunia dan mencatat bagian-bagian kecil yang ia mungkin dapat raih. Seni menari dan bermusik ikut digelutinya agar ia bisa santai setelah serius melihat deretan angka. Olahraga dengan memainkan bola kecil di lapangan tenis atau golf menarik perhatiannya. KUSUMOWARDHONO, 50 tahun, Magister Hukum, mengurus aspek legal dari SPRINT Sucofindo Dalam tahun mendatang berharap banyak institusi menerapkan ISO yang menunjukkan tingginya kualitas dari institusi dimaksud untuk dapat mempunyai nilai ’jual’. Keterjagaan lingkungan dalam keserasian hidup perlu mempertimbangkan dampak keberadaannya atas lingkungan, misalnya apakah jalur busway di Pondok Indah sudah mempertimbangkan AMDAL (berita Open House Republik Mimpi November 2007). SYORS KESPO, 28 tahun, pegawai Bea Cukai Jayapura Orangnya cukup aktif dalam mengikuti pelatihan dunia kerja tentang alkohol di Jayapura. Dalam perbincangan dikemukakannya harapan putra Papua untuk maju menempuh pendidikan, jauh dari mabuk-mabukan dan teguh menghadapi tantangan. Ia juga berminat mendalami ilmu bidang kerja kepabeanan dan cukai, menimba pengalaman di wilayah negeri ini dan pada saatnya dapat memimpin kelompok profesi bidangnya. JULIA PASTINA, 40 tahun, Polisi, Hobart – Tasmania Ia menggambarkan kegiatan yang positif bagi remaja Australia, mendorong mereka untuk menjauhi keterlibatan mereka dalam aktivitas kenakalan yang menuju ke arah terganggunya keamanan masyarakat. Bagi kebanyakan mereka yang muda usia, harapan untuk menjadi langsing, bebas dari rokok dan alkohol merupakan incaran. Seperti kebanyakan mereka ketika mengucapkan wishes pada perayaan Tahun Baru, ketiga hal tersebut banyak disebutkan. Buktinya akan kita lihat selama perjalanan tahun berjalan. Nada optimis telah penulis temukan dari banyak individu yang dapat dituangkan disini. Mereka mewakili generasinya, adalah pembakar semangat kita untuk melihat bahwa matahari tahun baru membawa kecerahan dalam menyiasati perjalanan kemajuan kehidupan. Sukses kita ciptakan sendiri, dan bukan hadiah yang disodorkan kawan. Selamat menempuh tahun 2008. Sukses bersama kita semua.

Ratna Sugeng adalah seorang Psikiater, pertanyaan ataupun konsultasi bisa melalui ardiawika@yahoo.com
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

59

P R O F I L
Hengky TP Aritonang, SE, MM.
KEPALA SEKSI PENINDAKAN II KPU BEA DAN CUKAI TIPE A TANJUNG PRIOK

“ADA TANTANGAN TERSENDIRI DISETIAP PENEMPATAN TUGAS”
Mendapat kepercayaan sebagai Kepala Seksi Penindakan II di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, menurutnya, selain merupakan tantangan juga anugerah buat dirinya. Karena di usia yang relatif masih muda, lajang berusia 31 tahun ini diberi amanat pada bidangnya yang saat ini membutuhkan ide dan kreativitas untuk menciptakan pola-pola pengawasan yang efektif sebagai upaya mensiasati terbatasnya jumlah personil.
BELAJAR DISIPLIN SEJAK KECIL
Untuk orang muda seusianya, Hengky sudah terbiasa disiplin, hidup teratur, rapih dan belajar menghargai waktu . Itu bisa tercermin dari suasana ruang kerjanya yang meski sederhana dan tidak luas tetapi bisa ia buat sedemikian rapih dan apik, yang cukup membuat betah untuk berlama-lama di ruangannya. Tentunya kebiasaan hidup teratur dan rapih tersebut itu dimilikinya tidak dalam waktu singkat. Ia sudah mendapatkan didikan disiplin sejak kecil dari orang tuanya yang berprofesi sebagai tentara. “Pertama kali orang tua saya menekankan disipilin pada anak-anaknya mengenai kebersihan, itu yang jadi nomor satu, makanya sampai sekarang menurun ke saya, penampilan maupun ruangan tempat saya tinggal atau bekerja inginnya resik, apik dan dan tertata,” imbuh Hengky. Sulung dari lima bersaudara pasangan H. Aritonang dan L Simorangkir kelahiran Palembang, 8 Juli 1976 yang bernama lengkap Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, rupanya sudah terbiasa berpindah-pindah kota untuk mengikuti tugas sang ayah. Pada usia tiga tahun setelah lama tinggal di Palembang (Sumatera Selatan) keluarga ini pindah ke Bengkulu. Saat duduk di bangku SD kelas tiga ia pun berpindah lagi ke Kupang (NTT), Malang (Jawa Timur) dan kemudian ke Jakarta, dan di kota inilah ia melanjutkan pendidikan SMP, SMA hingga menamatkan kuliahnya. Cara orang tua Hengky mendidik anak-anaknya dengan disiplin dan harus memiliki tanggung jawab memang tidak siasia. Kedua orang tuanya kini sudah bisa memetik hasilnya. Kelima anak mereka kini sudah bisa dikatakan sukses dibidang karirnya masing-masing. Karir Hengky di Bea dan Cukai bisa dikatakan sudah cukup baik diusia yang terbilang muda dengan menjadi pejabat eselon IV. Adiknya yang nomor dua Lenny Aritonang bekerja di Bank Indonesia. Yang ketiga, Lastri Greta Aritonang, bekerja disalah satu bank swasta nasional, sedangkan adiknya yang nomor empat, Lilis Aritonang sedang menempuh kuliah S2 di Universitas Indonesia (UI). Si bungsu, Harry Aritonang baru saja lulus dari Akademi Kepolisian dan mulai berkarir sebagai seorang polisi. Lulus dari SMA 39 Cijantung Jakarta Timur tahun 1994, Hengky kemudian mengikuti test di STAN mengambil jurusan Bea dan Cukai. Melihat latar belakang ayahnya yang salah satu petinggi militer di Angkatan Darat ketika itu sebenarnya bisa saja ia masuk Akabri atau pun Akademi Kepolisian dengan menggunakan referensi atas nama ayahnya, Namun ia bukanlah tipe orang yang suka memanfaatkan situasi dan fasilitas yang dimiliki orang tua yang terakhir menjabat sebagai Kepala Biro Keamanan Presiden, di Sekretariat Militer. Mengenal Bea dan Cukai pun ia ketahui dari salah seorang saudaranya yang kebetulan bekerja di Departemen Keuangan. Saudaranya ini menceritakan kepada orang tua Hengky. Dari cerita itu, ayahnya menyuruh Hengky mencoba mengikuti test di STAN Prodip bahkan jurusan Bea dan Cukai juga atas saran ayahnya. Ternyata setelah tes, Hengky dinyatakan lulus. Waktu itu ia juga mencoba mengikuti tes UMPTN dan PLP Curug untuk menjadi pilot dan kesemuanya lulus, hanya saja untuk pendidikan di PLP Curug tidak diambilnya, karena ia lebih memilih ke Prodip Bea dan Cukai. “Ketika itu alasan saya mungkin karena dinamika pekerjaan saja, kalau misalnya saya masuk ke (sekolah) Pilot, sampai saya pensiun hanya menerbangkan pesawat saja dan paling tinggi

S

ebagai pimpinan, Hengky selalu menekankan kepada personilnya, agar tetap semangat dan tidak menyerah dengan berbagai keterbatasan terutama jumlah sumber daya manusia pada Seksi yang dipimpinnya. “Saya tekankan pada anggota untuk tidak menyerah dan pesimis melihat kondisi ini. Saya dua tahun yang lalu tugasnya sama seperti mereka, ya patroli, dinas malam dan sekarang bisa seperti sekarang ini. Itu yang saya sampaikan sebagai penyemangat teman-teman pelaksana di lapangan.” Dengan berubahnya Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta (Tanjung Priok) menjadi Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, tentunya Hengky harus mengikuti irama kerja sesuai dengan program KPU yaitu, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dan menurutnya lagi, KPU merupakan pertaruhan bagi instansi Bea dan Cukai beserta jajarannya untuk merubah paradigma Bea dan Cukai yang bersih dan bebas dari KKN. “Obsesi saya pribadi saat ini dan menjadi obsesi jajaran di KPU mulai dari pimpinan sampai level yang terbawah adalah ingin mensukseskan KPU. Kalau KPU ini gagal berarti kita semua yang ada di KPU juga dinilai tidak berhasil. itu seperti yang disampaikan Dirjen Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi dalam suatu pengarahan khusus kepada para pegawai yang lulus seleksi KPU,” ujar Hengky. Ketika ditanya, prinsip kerja yang diterapkan dalam memimpin anak buah, diungkapkannya, bahwa pada dasarnya ia orang yang sangat terbuka dan tidak terlalu menyukai hal yang sifatnya formal. Hengky menganggap anak buah sebagai rekan kerja, bisa jadi hal itu terjadi karena beda usia antara dirinya dengan rekan-rekan kerja di lingkungannya tidak terpaut jauh. Di setiap bidang baru yang dilakoninya, Hengky selalu merasa yakin ada rekan atau personilnya yang lebih ahli disuatu bidang tertentu. Karena itu ia tidak pernah merasa sungkan meminta pendapat pada mereka terlebih dahulu jika menemui suatu kendala, misalnya untuk masalah pembongkaran atau masalah narkoba, Hengky akan bertanya pada siapa saja dari personilnya yang ahli di bidang itu. Itu semua dilakukannya karena ia sadar sebagai manusia pasti memiliki kemampuan yang terbatas. Baginya, bukan berarti pimpinan pasti lebih pintar dari anak buah, melainkan ia merasa setiap personilnya memiliki keahlian di bidangnya masing-masing dan dalam hal ini tugas pimpinan adalah memanage semua keahlian mereka untuk kemudian digabungkan.
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

60

EDISI 398 JANUARI 2008

WARTA BEA CUKAI

61

P R O F I L
FOTO-FOTO : DOK. PRIBADI

KELUARGA. Hengky bersama orang tua dan keempat adiknya. .

pangkat kapten, tidak bisa jadi mayor sedangkan kalau bekerja di Bea dan Cukai pengembangan karirnya lebih bagus, disamping itu juga bisa lebih berperan untuk masyarakat dan ekonomi dibandingkan misalnya pilot, dia hanya bertanggung jawab terhadap pesawat dan penumpangnya,” demikian alasan Hengky ketika itu tanpa mengecilkan peran dan tanggung jawab seorang pilot.

KARIR DI BEA DAN CUKAI

Selesai mengikuti pendidikan di STAN, Hengky pun lulus dari Prodip Bea dan Cukai pada tahun 1997. Penempatan pertamanya di Kantor Pusat (KP) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) pada Direktorat Perencanaan dan Penerimaan sebagai pelaksana pada Bagian Penyuluhan. Di tempat ini Hengky memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan S1 di UI yang diselesaikannya selama dua tahun. Tak lama kemudian melanjutkan S2 juga di UI dengan gelar Magister Management yang ia raih tahun 2005. Selama mengikuti pendidikan S2, Hengky pun pindah tugas sebagai pelaksana di KPBC Tanjung Priok III, sampai dengan tahun 2005, yang kemudian diikuti dengan promosi sebagai Koordinator Pelaksana Intelijen di KPBC Tipe A Soekarno-Hatta, Cengkareng sampai dengan tahun 2007. Karirnya pun semakin melesat setelah selanjutnya dipromosikan sebagai eselon IV dengan jabatan sebagai Kepala Kantor di KPBC Tipe B Nabire yang dijabat hanya dua bulan, karena pada Juli 2007 ia ditempatkan di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok dengan jabatan sebagai Kepala Seksi Penindakan II sampai sekarang. Ketika ditanya bagaimana kesannya yang hanya menjabat dua bulan sebagai kepala kantor di Nabire, ia pun mengaku awalnya tidak terbayang kondisi Nabire, tetapi bagaimanapun juga tugas harus tetap dijalankan. “Yang pasti, begitu mendengar nama Nabire saya langsung cari peta, dan sudah terpikir dibenak saya setibanya disana saya akan mencari rumah dinas dan gedung kantor. Kemudian saya mulai mensetting kantor, anggota dan pola kerja, dengan melakukan perombakan-perombakan. Ternyata dua bulan disana saya belum bisa berbuat banyak karena kantor dan personilnya belum ada yang ada baru kepala kantornya dan masih dalam tahap koordinasi. Karena Nabire belum efektif maka persiapan masih dilakukan Kanwil Ambon. Kita disana baru ancang-ancang untuk persiapan anggaran dan segala macamnya, saya malah sudah keburu ke KPU. Sekarang tinggal penerus saya yang melanjutkan,” ujar lulusan STAN KERJA KERAS DAN BERTANGGUNG JAWAB, Prodip III Bea dan Cukai angkatan X. merupakan motto hidup yang dipegang Hengky. 62
WARTA BEA CUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

Mengenai tempat tugas yang sangat berkesan baginya, Hengky langsung menceritakan ketika bertugas di KPBC SoekarnoHatta.”Sebenarnya pengalaman yang paling berkesan adalah saat saya dipromosikan sebagai Korlak Intelijen P2 SoekarnoHatta, suatu posisi yang sangat menantang,” ujar pegawai yang pernah mengikuti diklat intelijen dan beberapa seminar HAKI di Bangkok dan Los Angeles. Menurutnya, dibanding dengan kantor-kantor lain, KPBC Soekarno-Hatta mungkin yang paling unik. Sebab, KPBC Soekarno Hatta bisa jadi merupakan satu-satunya kantor yang memiliki target utama pemberantasan narkoba yang mungkin bidang P2 di kantor lain tidak fokus sekali masalah itu, dibandingkan dengan Tanjung Priok yang lebih fokus pada penerimaan negara. Bisa dikatakan tugas bidang P2 di SH menjalankan setengahnya tugas polisi. Hengky yang ketika itu menjabat sebagai Korlak Intelijen, sebelumnya tidak pernah berkecimpung di masalah narkotika. Sebagai orang baru untuk masalah narkotika, ia memiliki teman-teman yang bertugas di lapangan yang memiliki keahlian dan pengalaman sangat baik. Jadi untuk me-manage mereka, Hengky tidak terlalu mengalami kesulitan, namun begitu Hengky terus berupaya keras untuk mengetahui lebih dalam mengenai seluk-beluk penyelundupan narkotika, baik yang ia peroleh dari literatur maupun yang didapatnya dari berbagai diklat. “Kita mulai bekerjasama dengan BNN, Polda, Bareskim dari Mabes. Kita juga ada Satgas Airport Interdiction, kesemuanya itu untuk fokus ke narkoba,” tandas pegawai berpangkat III/ b ini. Selama bertugas di KPBC Soekarno-Hatta, ada dua kasus narkoba yang membuatnya meraih penghargaan dari DJBC dan Kepolisian. Yaitu ketika menegah erimin 5 yang jumlahnya sekitar 40 ribu butir, juga pada saat berhasil menegah lebih dari 4,5 kg shabu-shabu, dimana dalam proses pengembangan untuk menjebak bandar shabu-shabu itu bekerjasama dengan kepolisian. “Pengalaman melakukan penegahan mungkin tidak saya dapatkan di kantor lain dan itu sangat mendebarkan karena berurusan dengan mafia narkoba yang kita tidak tahu siapa orangnya,” ujar Hengky. Kisah itu terjadi dua tahun yang lalu di awal tahun 2006. Aparat bea cukai KPBC Soekarno-Hatta bekerjasama dengan polisi guna mengungkap temuan barang dari hasil screening yang dilakukan aparat bea cukai di Bandara Soekarno-Hatta terhadap 4,5 kg shabu-shabu yang dikirim melalui jasa pengiriman barang DHL. Setelah informasi terkumpul selanjutnya dilakukan control delivery di suatu lokasi di daerah Kelapa Gading. “Kita menyamar dan menyebar sebagai petugas pengirim barang dari DHL, anggota disuruh pakaian DHL berpura-pura mengantar paket. Saya yang waktu itu menjadi komandan di lini-1 bersama polisi, jadi saya tidak menyamar. Sedangkan yang menyamar dan mengantar barang adalah teman-teman di lini-2,” ujar Hengky yang menurutnya untuk pengembangan kasus ini bersama dengan kepolisian membutuhkan waktu selama satu minggu. Setelah jelas alamat penerima barang yang dituju, lalu dibe-

PADA SUATU KEGIATAN press release mengenai tegahan replika senjata api di KPU Bea dan Cukai, Tanjung Priok.

FOTO-FOTO : DOK. PRIBADI

kuklah si penerima barang tersebut, messaya benar-benar tertantang dan tidak ki sebelumnya sempat terjadi insiden saakan saya lupakan sampai sekarang “ at istri si pelaku coba menghalangkenang Hengky halangi petugas dengan aksi coba bunuh diri, namun si pelaku lanjut Hengky bisa MENJADIKAN KENDALA SEBAGAI dibekuk setelah menggeledah rumahnya. PELUANG “Saya lihat istri bersama bayinya mau Sebelum Bea dan Cukai Tanjung bunuh diri tetapi itu urung karena diamanPriok Di KPU-kan, jumlah personil yang kan petugas. Sempat juga saya membaada dibidang P2 hampir sekitar 400 orang tin dalam diri bahwa ini bukan kerjaannya untuk KPBC Tanjung Priok 1,II, III dan bea cukai, tetapi karena dilibatkan juga Kanwil. Tetapi kini setelah dilebur menjadi bersama polisi, saya pun harus jalankan satu jumlahnya hanya sekitar 120 orang . tugas itu.” Dan pada Seksi Penindakan II yang Operasi tersebut dilanjutkan pada majumlah personil sebelumnya bisa mencalam harinya, dimana Hengky terjun langpai 70-80 orang, saat ini hanya 30 orang sung bersama satuan tim dari kepolisian saja dengan tugas yang bisa dikatakan yang hendak menjebak big boss (Bandar) sama, tidak ada bedanya dengan kondisi sebagai pemilik shabu-shabu karena pelabuhan yang sangat ramai. Namun yang baru tertangkap ketika penggebrekkondisi akan kekurangan personil tidak an tersebut baru kurirnya saja tanpa sehanya dialami oleh bidang P2 saja, tetapi pengetahuan si bandar. Komunikasi mejuga bidang-bidang lainnya. lalui ponsel pun terjadi, dan sepakat Namun adanya kendala itu menurut bertemu di salah satu hotel, itu pun tidak Hengky tidak lantas membuat patah selangsung menuju ke satu hotel saja karemangat para personil di Seksi Penindakan na informasi berubah-ubah dan berpinII khususnya, termasuk dirinya. SebalikREHAT dengan berjalan-jalan setelah mengikuti dah-pindah hotel. Setelah sudah pasti nya, bagaimana memutar otak agar seminar HAKI di Los Angeles. nama hotel yang dituju (Hotel Danau Sunkendala yang ada bisa menjadi peluang. ter) si bandar berjanji menunggu di salah satu kamar hotel yang “Kita akhirnya jadi kreatif dalam arti terus mencoba mencari telah ditentukan. pola-pola pengawasan yang lebih efektif. Dulu kita mungkin tidak “Si big bos ini bilang jika sudah pegang paketnya, barang you terkondisi untuk coba mencari terobosan baru, karena memang taruh di deposit box, dua kilo setengah di box ini, dua kilo lagi di dulu jumlah personil mencukupi, tetapi kini di satu lapangan yang box satunya dengan nomor safety sekian, selesai itu serahkan biasanya terdapat 15 personil P2, sekarang tinggal 4 orang saja. kunci kamar pada receptionis, nanti ada teman yang datang Lalu bagaimana caranya mensiasati keterbatasan personil tadi ? mengambil barang. Memang rapih sekali kerja mereka, begitulah Maka dicarilah terobosan baru, yaitu dengan cara melakukan kalau berhadapan dengan mafia,” ujar Hengky. sortir data dan dibuat list sehingga terlihat antara yang high risk “Setelah semua perintah dijalankan saya menunggu di teras dengan yang low risk, yang kemudian diikuti dengan cara mobile kamar dekat pintu masuk bersama seorang polisi yang juga dan targeting. Dari itu kita jadi tahu mana yang perlu diikuti mana menunggu orang yang diinformasikan datang mengambil paket yang tidak perlu dengan terus menganalisa dan mempertajam shabu-shabu. Saya pikir ini siapa lagi yang datang ? Saya data, begitu cara kita mensiasatinya, semacam risk managementenggak bisa memprediksi, hanya menduga-duga dalam hati, lah,” demikian ia menjelaskan pola pengawasannya. Menurut jangan-jangan datang orang berbadan besar dan membawa Hengky, bekerja di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok dituntut pistol lalu baku tembak, wah mati nih saya di hotel ini, apalagi untuk terbiasa bekerja cepat dikarenakan volume barang yang polisi yang bersama saya badannya kecil. Tak lama datanglah sangat tinggi dan semua personilnya dituntut untuk dapat seorang wanita yang dari penampilannya seperti wanita menjalankan tugas. panggilan, bersamaan dengan itu tim dari Polres tiba-tiba Secara pribadi Hengky menyampaikan suatu masukan kepalangsung menggerebek, mestinya kita tunggu dulu supaya wanita da Direktorat Jenderal terutama bagi bidangnya, Seksi P2 yang ini membuka safety box-nya, tapi keduluan digrebek sehingga dituntut untuk berhubungan dengan instansi luar terkait, dimana wanita itu menyangkal, dia bilang hanya diorder dan menunggu bidang P2 yang paling sering merasakan ‘benturan ‘ dengan pelanggannya di kamar tersebut, nah alibi dia kuat, akhirnya instansi lain. Sebagai contoh, yang seharusnya menjadi kewewanita itu dibebaskan. Jadi akhirnya kasus itu putus sampai pada nangan Bea dan Cukai tetapi justru diintervensi oleh pihak luar. orang yang kita tangkap pertama tadi, pemilik barang Karena itu ia mengharapkan, seharusnya hal seperti ini harus sesesungguhnya tidak tertangkap. Kejadian ini membuat adrenalin gera dibicarakan pada level tingkat pimpinan antara lain Menteri Keuangan, Kejaksaan dan Kepolisian, demi kelancaran pelaksanaan tugas. “ Sekarang timbul kesan bahwa ada bea cukai kedua, sehingga kita yang berada di garda depan agak sulit menghadapi itu, apalagi P2 yang berinteraksi dengan mereka (instansi luar terkait. red) merasakan sekali benturan itu. Harusnya pembicaraan ada pada tingkat level pimpinan. Kalau sekedar di level bawah hanya adu otot saja, pola pikirnya hanya terbatas di lapangan saja, sebaliknya kalau sampai pada level atas mungkin bisa lebih dibicarakan pola dan pemecahan permasalahannya. Ini terutama untuk keberhasilan program KPU yang jadi pertaruhan sangat berat bagi DJBC.,” imbuh Hengky. Menjalani hidup dengan motto bekerja keras dan bertanggung jawab atas setiap pekerjaan yang dilakukan membuat ia jadi selalu bisa menikmati setiap pekerjaannya. Menurutnya, jika seseorang sudah tidak menyukai pekerjaan yang dilakoninya tidak mungkin bisa memberikan hasil yang terbaik. Hengky yang penyuka olahraga golf ini mengaku enjoy saja disetiap penempatan tugasnya, hal itu ia lakukan supaya bisa menikmati setiap pekerjaannya. ris SAAT mengikuti training HAKI di Bangkok, Thailand.
EDISI 398 JANUARI 2008 WARTA BEA CUKAI

63

APA KATA MEREKA

Ferry Salim
“ADA PLUS-NYA…”
Profesinya sebagai aktor dan juga presenter di beberapa televisi swasta Indonesia, membuat Ferry Salim menjadi sosok familiar di masyarakat, sehingga pada beberapa kesempatan banyak para penggemar mengajaknya untuk sekedar berfoto bersama atau juga meminta tandatangannya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menunjuknya menjadi duta UNICEF lembaga PBB yang menangani masalah anak-anak, karena Ferry dinilai mampu dijadikan panutan bagi masyarakat dunia terutama Indonesia untuk memperhatikan permasalahan seputar anak-anak yang kini sudah semakin meningkat. Kesibukkannya tersebut dijalani Ferry dengan senang hati dan juga tanpa paksaan, karena menurutnya jika setiap pekerjaan dilakukan dengan baik dan sungguh-sungguh maka akan menghasilkan yang terbaik dan memberikan kepuasan tersendiri, tidak hanya untuk dirinya maupun juga kepuasan bagi pihak lain. Ketika WBC menanyakan pengalamannya ketika melalui pos pemeriksaan oleh petugas Bea Cukai bandara setelah pulang dari luar negeri, Ferry mengatakan biasa-biasa saja dan tidak jauh berbeda dengan pemeriksaan di negara lain. Menurutnya jika di negara lain pemeriksaan dilakukan dengan ketat, kalau di Indonesia pemeriksaan ketat disertai dengan keramahan petugas ketika harus memeriksa barang bawaan,”Cara kerjanya sama,cuma kalau di Indonesia ada plus-nya, yaitu ramah, tapi saya gak tahu deh kalau memeriksa penumpang lain ramah juga atau tidak,”ujarnya sambil tersenyum. Menurutnya petugas Bea Cukai di bandara sudah menjalankan tugasnya dengan baik, dan setidaknya harus ramah kepada para penumpang yang baru datang dari luar negeri,”Sikap bangsa kita yang ramah, terlihat terlebih dahulu dari keramahan petugas di perbatasan, salah satunya adalah petugas Bea Cukai,” ujar Ferry kembali.

FOTO-FOTO : ISTIMEWA

Didi Petet
TIDAK MAU AJI MUMPUNG
Siapa yang tidak kenal dengan Emon atau Kabayan, tokoh fiktif dalam film Catatan Si Boy dan juga film Kabayan yang pernah populer pada tahun 80’an. Sudah pasti ketika mendengar dua nama tersebut maka pikiran kita akan tertuju pada aktor kawakan Didi Petet. Karena penampilannya yang sangat total pada kedua film tersebut, namanya semakin muncul ke permukaan. Walaupun kini tidak terlalu sering muncul di layar lebar maupun layar televisi, namun namanya tetap diperhitungkan di kalangan perfilman Indonesia sebagai seorang kritikus film. Tidak salah kiranya ia bersama dengan rekanrekannya yang lain seperti Garin Nugroho, Putu Wijaya dan lain sebagainya didaulat sebagai juri pada Festival Film Indonesia (FFI) tahun 2007 ini. Menurut Didi Petet hasil karya anak bangsa kini mulai bangkit dengan banyaknya sineas muda yang telah membuat berbagai film, dan juga bermunculannya para aktor dan aktris muda dengan kualitas yang cukup baik. Walau disibukkan dengan proses penilaian terhadap film yang akan dilombakan pada FFI , Didi masih menyempatkan diri pula sebagai juri pada salah satu acara di salah satu stasiun televisi swasta. Disini ia bertugas untuk menilai totalitas aktor atau aktris yang memainkan peran dengan suatu tema yang belum diketahui oleh mereka, begitu pula dengan skenario yang sama sekali tidak dimiliki oleh para aktor dan aktris tadi. Kepiawaiannya berakting dan juga kapasitasnya sebagai kritikus seni, sesekali membawanya ke luar negeri. Sebagai publik figur rupanya Didi tidak menggunakan predikat keartisannya untuk aji mumpung. “Kalau saya ke luar negeri saya tidak mau aji mumpung bawa barang-barang yang belebihan, selain repot saya juga gak terlalu senang bawa barang-barang yang gak perlu,”ujarnya. Begitu juga ketika harus melalui pemeriksaan petugas pada otoritas bandara ketika pulang dari luar negeri termasuk oleh petugas Bea Cukai. Didi tidak mau mendapat perlakuan khusus karena faktor keartisannya tersebut ,termasuk ketika harus diperiksa oleh petugas Bea Cukai. Menurutnya petugas Bea Cukai di bandara sudah menjalankan tugasnya dengan baik, dan seudah menunjukkan perbaikan. Ia pun juga menyadari bahwa rutinitas kerja yang dialami petugas Bea Cukai terkadang menjemukan. Untuk itu Didi berpesan agar petugas menjalani tugas dengan baik dan jangan bekerja asal-asalan. “Memang kerja di Bea Cukai itu banyak godaan, tapi yang penting petugas jangan mau disogoklah sama orang yang ingin barang bawaannya masuk Indonesia tanpa melalui prosedur kepabeanan,” ujar Didi kepada WBC zap

zap

64

WARTA BEA CUKAI

EDISI 398 JANUARI 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 124/PMK.04/2007 TENTANG REGISTRASI IMPORTIR MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 6A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Registrasi Importir; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); 2. Keputusan Presiden Nomor 20 /P Tahun 2005; Memperhatikan : Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 31/M-DAG/PER/7/2007 tentang Angka Pengenal Importir (API); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG REGISTRASI IMPORTIR. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. Undang-Undang Kepabeanan adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006. 2. Importir adalah orang perseorangan atau badan hukum pemilik Angka Pengenal Importir (API) atau Angka Pengenal Importir Terbatas (APIT) yang mengimpor barang. 3. Registrasi importir adalah kegiatan pendaftaran yang dilakukan oleh importir ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk mendapatkan Nomor Identitas Kepabeanan. 4. Nomor Identitas Kepabeanan yang selanjutnya disingkat NIK adalah nomor identitas yang bersifat pribadi yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kepada importir yang telah melakukan registrasi untuk mengakses atau berhubungan dengan sistem kepabeanan yang menggunakan teknologi informasi maupun secara manual. 5. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah unsur pelaksana tugas pokok dan fungsi Departemen Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai. 6. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. 7. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. Pasal 2 (1) Untuk dapat melakukan pemenuhan kewajiban pabean, importir wajib melakukan registrasi importir ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. (2) Registrasi importir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh importir dengan mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal melalui media elektronik. (3) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan mengisi formulir isian sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 3 (1) Pejabat bea dan cukai melakukan penelitian terhadap kebenaran data pada formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3). (2) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi penelitian administrasi dan dapat dilakukan pemeriksaan lapangan. (3) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan untuk menguji kebenaran tentang: a. eksistensi; b. identitas pengurus dan penanggung jawab;

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

1

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

c. jenis usaha; dan d. kepastian penyelenggaraan pembukuan. Pasal 4 Terhadap formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) diberikan penilaian sesuai dengan standar penilaian sebagaimana ditetapkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 5 (1) Direktur Jenderal dapat menerima atau menolak permohonan registrasi importir dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) secara lengkap dan benar. (2) Dalam hal permohonan registrasi importir diterima, Direktur Jenderal memberikan NIK yang disampaikan dalam surat pemberitahuan registrasi sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini. (3) Dalam hal permohonan registrasi importir ditolak, Direktur Jenderal memberitahukan penolakan permohonan registrasi importir dengan disertai alasan penolakan melalui media elektronik. (4) NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berlaku di seluruh kantor pabean. Pasal 6 (1) Setiap perubahan data yang terkait dengan eksistensi dan/atau identitas pengurus dan penanggung jawab dalam formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3), harus diberitahukan oleh importir yang telah mendapat NIK secara tertulis kepada Direktur Jenderal. (2) Terhadap perubahan data yang tidak, terkait dengan eksistensi dan/atau identitas pengurus dan penanggung jawab dalam formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasa12 ayat (3), dapat diberitahukan oleh importir yang telah mendapat NIK secara tertulis kepada Direktur Jenderal. (3) Terhadap pemberitahuan mengenai perubahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), pejabat bea dan cukai melakukan penelitian dan penilaian kembali. (4) Apabila hasil penelitian dan penilaian kembali sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah sesuai dengan pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk melakukan perubahan data dan memberitahukan kepada yang bersangkutan. Pasal 7 Untuk kepentingan pengawasan, terhadap importir yang telah mendapat NIK sewaktuwaktu dapat dilakukan penelitian kembali oleh pejabat bea dan cukai atas kekurangan data pada formulir isian sebagaimana dimaksud dalam Pasa12 ayat (3). Pasal 8 (1) NIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) dapat diblokir apabila: a. dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan berturut-turut importir yang mendapat NIK tidak melakukan kegiatan impor; b. dari hasil penelitian dan penilaian kembali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) atau hasil penelitian kembali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, ditemukan: 1. eksistensi tidak sesuai dengan pemberitahuan; 2. identitas pengurus dan penanggung jawab tidak sesuai dengan pemberitahuan; 3. API/ APIT habis masa berlakunya; dan/ atau 4. tidak menyelenggarakan pembukuan. (2) Direktur Jenderal memberitahukan tindakan pemblokiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada importir dengan disertai alasan yang jelas. Pasal 9 NIK yang diblokir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) dapat diaktifkan kembali apabila: a. Importir yang dikenakan tindakan pemblokiran karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasa18 ayat (1) huruf a: 1. dapat membuktikan bahwa yang bersangkutan melakukan kegiatan impor; 2. mendapat rekomendasi dari instansi teknis terkait yang menerbitkan API/ APIT; atau

2

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

3. masih melakukan kegiatan usahanya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk. b. Importir yang dikenakan tindakan pemblokiran karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) huruf b, telah memperbaiki data/dokumen. Pasal 10 (1) NIK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) dapat dicabut apabila: a. importir melakukan pelanggaran ketentuan pidana menurut peratuan perundangundangan tentang kepabeanan, cukai, dan/atau perpajakan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; b. dalam waktu 3 (tiga) bulan setelah dilakukan pemblokiran karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) huruf b, importir tidak memperbaiki data/dokumen; c. API/ APIT dicabut; d. diminta oleh instansi teknis terkait yang menerbitkan API/APIT; e. importir dinyatakan pailit oleh pengadilan; dan/atau f. diminta oleh importir yang bersangkutan. (2) Direktur Jenderal memberitahukan tindakan pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada importir dengan disertai alasan yang jelas. (3) Pemberitahuan mengenai pencabutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan tembusan kepada instansi yang menerbitkan API/ APIT. Pasal 11 Ketentuan mengenai kewajiban untuk melakukan registrasi importir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dikecualikan bagi importir yang melakukan pemenuhan kewajiban pabean tertentu yang berkaitan dengan: a. barang perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia; b. barang untuk keperluan badan internasional beserta pejabatnya yang bertugas di Indonesia; c. barang pribadi penumpang, awak sarana pengangkut, pelintas batas dan barang kiriman; d. barang pindahan; e. barang kiriman hadiah dan hibah untuk keperluan ibadah umum, amal, sosial, kebudayaan atau penanggulangan bencana alam; f. barang untuk keperluan pemerintah/lembaga negara lainnya yang diimpor sendiri oleh lembaga tersebut; atau g. barang-barang yang mendapat persetujuan impor tanpa API/APIT dari instansi terkait yang menerbitkan API/APIT. Pasal 12 Importir yang belum mendapatkan NIK, dapat dilayani pemenuhan kewajiban kepabeanannya untuk 1 (satu) kali pemberitahuan pabean impor setelah mendapat persetujuan dari kepala kantor pabean. Pasal 13 Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan registrasi importir diatur oleh Direktur Jenderal. Pasal 14 Surat Pemberitahuan Registrasi Impor yang telah dimiliki oleh importir sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, diberlakukan sebagai NIK sesuai Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal 15 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 2007. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Oktober 2007 MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

3

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

4

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

5

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

6

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

7

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

8

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

9

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

10

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

11

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

12

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

13

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 125/PMK.04/2007 TENTANG AUDIT KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 86 ayat (3) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UndangUndang Nomor 17 Tahun 2006, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Audit Kepabeanan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 18 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3674); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1996 tentang Penindakan Di Bidang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 36 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3626); 4. Keputusan Presiden Nomor 20 / P Tahun 2005; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG AUDIT KEPABEANAN. Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan: 1. Undang-Undang Kepabeanan adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. 2. Audit Kepabeanan yang selanjutnya disebut audit adalah kegiatan pemeriksaan laporan keuangan, buku, catatan dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan Surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan, dan/atau sediaan barang dalam rangka pelaksanaan ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan. 3. Orang adalah orang perseorangan atau badan hukum. 4. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan undang-undang kepabeanan. 5. Auditee adalah orang yang diaudit oleh pejabat bea dan cukai. 6. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai. 7. Audit Umum adalah audit kepabeanan yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan secara lengkap dan menyeluruh terhadap pemenuhan kewajiban kepabeanan. 8. Audit Khusus adalah audit kepabeanan yang memiliki ruang lingkup pemeriksaan terhadap pemenuhan kewajiban kepabeanan tertentu. 9. Audit Investigasi adalah audit kepabeanan yang dilakukan untuk menyelidiki dugaan tindak pidana kepabeanan. 10. Tim Audit adalah tim yang diberi tugas untuk melaksanakan audit kepabeanan berdasarkan Surat tugas atau Surat perintah dari Direktur Jenderal. 11. Daftar Temuan Sementara yang selanjutnya disingkat DTS adalah daftar yang memuat temuan dan kesimpulan sementara atas hasil pelaksanaan audit. 12. Laporan Hasil Audit yang selanjutnya disingkat LHA adalah laporan pelaksanaan audit yang disusun oleh tim audit sesuai dengan ruang lingkup dan tujuan audit. 13. Auditor adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang telah memperoleh sertifikat keahlian sebagai auditor yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab untuk melaksanakan audit. 14. Ketua auditor adalah auditor yang telah memperoleh sertifikat keahlian sebagai ketua auditor Bea dan Cukai.

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

15. Pengendali Teknis Audit yang selanjutnya disingkat PTA adalah auditor yang telah memperoleh sertifikat keahlian sebagai pengendali teknis audit Bea dan Cukai. 16. Pengawas Mutu Audit yang selanjutnya disingkat PMA adalah auditor yang telah memperoleh sertifikat keahlian sebagai pengawas mutu audit Bea dan Cukai. Pasal 2 Pejabat bea dan Cukai berwenang melakukan audit terhadap orang yang bertindak sebagai importir, eksportir, pengusaha tempat penimbunan sementara, pengusaha tempat penimbunan berikat, pengusaha pengurusan jasa kepabeanan, atau pengusaha pengangkutan. Pasal 3 Audit bertujuan untuk menguji tingkat kepatuhan orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 atas pelaksanaan pemenuhan ketentuan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan ketentuan perundangundangan lainnya yang berkaitan dengan kepabeanan. Pasal 4 (1) Audit terdiri dari audit umum, audit khusus, dan audit investigasi. (2) Audit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara terencana atau sewaktu-waktu. Pasal 5 (1) Untuk melakukan audit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Direktur Jenderal membentuk tim audit. (2) Susunan keanggotaan tim audit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. PMA; b. PTA; c. ketua auditor; dan d. seorang atau lebih auditor. (3) Dalam hal diperlukan, susunan keanggotaan tim audit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat ditambah: a. seorang atau lebih pejabat bea dan cukai selain auditor; dan/atau b. seorang atau lebih pejabat instansi lain di luar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pasal 6 (1) Anggota tim audit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (2) harus memiliki sertifikat keahlian sesuai dengan jenjang penugasannya sebagai PMA, PTA, ketua auditor atau auditor. (2) Sertifikat keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan oleh Direktur Jenderal. Pasal 7 (1) Audit umum dan audit khusus dilaksanakan berdasarkan Surat tugas dari Direktur Jenderal. (2) Audit investigasi dilaksanakan berdasarkan Surat perintah dari Direktur Jenderal. Pasal 8 Audit dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan instansi lain. Pasal 9 Dalam melaksanakan audit, tim audit harus berpedoman pada standar audit kepabeanan. Pasal 10 Dalam melaksanakan audit, tim audit berwenang: a. meminta laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, serta surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan; b. meminta keterangan lisan dan/atau tertulis dari orang dan pihak lain yang terkait; c. memasuki bangunan kegiatan usaha, ruangan tempat untuk menyimpan laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, dan surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha, termasuk sarana/media penyimpan data elektronik, sediaan barang, dan barang yang dapat memberi petunjuk tentang keadaan kegiatan usaha yang berkaitan dengan kegiatan kepabeanan; dan d. melakukan tindakan pengamanan yang dipandang perlu terhadap tempat atau ruangan penyimpanan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan kepabeanan.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

15

s

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

Pasal 11 (1) Untuk kepentingan pelaksanaan audit, auditee wajib: a. menyerahkan laporan keuangan, buku, catatan, dan dokumen yang menjadi bukti dasar pembukuan, surat yang berkaitan dengan kegiatan usaha termasuk data elektronik, surat yang berkaitan dengan kegiatan di bidang kepabeanan, serta menunjukkan sediaan barangnya untuk diperiksa; b. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis; c. menyediakan tenaga dan/atau peralatan atas biaya auditee apabila penggunaan data elektronik memerlukan peralatan dan/ atau keahlian khusus; dan (2) Dalam hal pimpinan auditee tidak berada di tempat atau berhalangan, kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) beralih kepada yang mewakilinya. (3) Terhadap auditee yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 12 (1) Pelaksanaan audit harus diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal surat tugas atau Surat perintah. (2) Jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diperpanjang yang ketentuannya diatur dengan Keputusan Direktur Jenderal. Pasal 13 (1) Atas pelaksanaan audit, tim audit menyusun DTS. (2) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam hal: a. audit khusus yang dilakukan dalam rangka keberatan atas penetapan pejabat bea dan cukai; dan b. audit investigasi. (3) DTS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan oleh tim audit kepada auditee untuk ditanggapi. (4) Tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disampaikan kepada tim audit dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak tanggal diterimanya DTS oleh auditee, dan dapat diperpanjang satu kali untuk waktu paling lama 7 (tujuh) hari kerja. (5) Dalam hal auditee tidak memberikan tanggapan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (4), temuan dalam DTS dianggap disetujui oleh auditee. Pasal 14 (1) Hasil pelaksanaan audit dituangkan dalam bentuk LHA. (2) LHA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditandatangani oleh PMA, PTA, dan Ketua Auditor. Pasal 15 LHA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 digunakan sebagai dasar penetapan Direktur Jenderal dan ditindaklanjuti dengan surat tagihan dan/atau surat rekomendasi. Pasal 16 Ketentuan lebih lanjut mengenai audit, sertifikasi keahlian, dan standar audit, diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal. Pasal 17 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku Keputusan Menteri Keuangan Nomor 489/KMK.05/1996 tentang Pelaksanaan Audit Di Bidang Kepabeanan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 18 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku setelah 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 5 Oktober 2007 Menteri Keuangan, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

16

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 398 JANUARI 2008

s

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->