P. 1
Warta Bea Cukai Edisi 401

Warta Bea Cukai Edisi 401

5.0

|Views: 2,315|Likes:
Published by bcperak

More info:

Published by: bcperak on Nov 03, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2013

pdf

text

original

TAHUN XXXIX EDISI 401

APRIL 2008

DJBC AWASI JALUR LAUT, UDARA DAN DARAT DJBC AWASI JALUR LAUT, UDARA DAN DARAT

Peredaran Gelap Narkotika
WAWANCARA

MENUNGGU IMPLEMENTASI
MARLINAH JUSUF INDARTO
PENGGUNA JASA HARUS DILAYANI DENGAN BAIK

PROFIL

PEMBENTUKAN CNT SALAH SATU CARA PENGAWASAN NARKOBA SECARA TERKOORDINASI DAN MENYELURUH...

DARI REDAKSI
TERBIT SEJAK 25 APRIL 1968

B

AKSI MELAWAN GENG NARKOBA

IZIN DEPPEN: NO. 1331/SK/DIRJEN-G/SIT/72 TANGGAL, 20 JUNI 1972 ISSN.0216-2483 PELINDUNG Direktur Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Anwar Suprijadi, MSc PENASEHAT Direktur Penerimaan & Peraturan Kepabeanan dan Cukai: Drs. Hanafi Usman Direktur Teknis Kepabeanan Ir. Agung Kuswandono, MA Direktur Fasilitas Kepabeanan Drs. Kusdirman Iskandar Direktur Cukai Drs. Frans Rupang Direktur Penindakan & Penyidikan Drs. R.P. Jusuf Indarto Direktur Audit Drs. Thomas Sugijata, Ak. MM Direktur Kepabeanan Internasional Drs. M. Wahyu Purnomo, MSc Direktur Informasi Kepabeanan & Cukai Dr. Heri Kristiono, SH, MA Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Drs. Endang Tata Inspektur Bea dan Cukai Edy Setyo Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan & Penerimaan KC Drs. Bambang Prasodjo Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan & Penegakan Hukum KC Drs. Erlangga Mantik, MA Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas & Kinerja Organisasi KC Susiwijono, SE KETUA DEWAN PENGARAH Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai: Drs. Kamil Sjoeib, MA WAKIL KETUA DEWAN PENGARAH/ PENANGGUNG JAWAB Kepala Bagian Umum: Sonny Subagyo, S.Sos DEWAN PENGARAH Drs. Nofrial, M.A., Drs. Patarai Pabottinggi, Dra. Cantyastuti Rahayu, Ariohadi, SH, MA. Marisi Zainuddin Sihotang, SH.,M.M. Hendi Budi Santosa, Ir. Azis Syamsu Arifin, Muhammad Zein, SH, MA. Maimun, Ir. Agus Hermawan, MA. PEMIMPIN REDAKSI Lucky R. Tangkulung REDAKTUR Aris Suryantini, Supriyadi Widjaya, Zulfril Adha Putra FOTOGRAFER Andy Tria Saputra KORESPONDEN DAERAH ` Hulman Simbolon (Medan), Abdul Rasyid (Medan), Ian Hermawan (Pontianak) Donny Eriyanto (Makassar) Bambang Wicaksono (Ambon) KOORDINATOR PRACETAK Asbial Nurdin SEKRETARIS REDAKSI Kitty Hutabarat PIMPINAN USAHA/IKLAN Piter Pasaribu TATA USAHA Mira Puspita Dewi S.Pt., M.S.M., Untung Sugiarto IKLAN Kitty Hutabarat SIRKULASI H. Hasyim, Amung Suryana BAGIAN UMUM Rony Wijaya PERCETAKAN PT. BDL Jakarta ALAMAT REDAKSI/TATA USAHA Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Jenderal A. Yani (By Pass) Jakarta Timur Telp. (021) 478 65608, 478 60504, 4890308 Psw. 154 Fax. (021) 4892353 majalah_wbc@yahoo.com REKENING GIRO a/n : MIRA PUSPITA DEWI BANK BNI 1946 CABANG CIPINANG RAWAMANGUN, JAKARTA TIMUR Nomor Rekening : 131339374 Pengganti Ongkos Cetak Rp. 10.000,-

ulan Maret lalu redaksi WBC berkunjung ke beberapa daerah untuk meliput kegiatan kantor-kantor bea cukai. Beberapa diantaranya yang termuat pada edisi ini misalnya peresmian rumah dinas di Bandung dan persiapan KPPBC Tanjung Perak Surabaya yang akan segera menjadi kantor pelayanan utama. Dalam edisi ini pula redaksi melaporkan mutasi dan promosi pejabat DJBC eselon II yang dilakukan pada akhir bulan Februari lalu dan menyusul kemudian di awal bulan Maret terhadap eselon III. Sementara itu, dalam rubrik laporan utama, redaksi menurunkan tulisan tentang peredaran gelap narkotika dan obat terlarang, atau lebih sering dikenal dengan nama narkoba, dan peran DJBC dalam melakukan pengawasan. Topik ini selaras dengan tema yang diusung WCO pada perayaan Hari Pabean Internasional yaitu “The Fight against Drugs Trafficking”. Sebenarnya, masalah narkoba tidak akan pernah habis dibahas, dan itu disebabkan perang terhadap peredaran gelap narkoba tampaknya tidak akan pernah berakhir. Di Indonesia, perputaran uang dari bisnis gelap narkoba kabarnya mencapai 1 hingga 2 triliun per hari, sedangkan korban akibat penyalagunaan narkoba mencapai 3,2 juta jiwa, dan dari jumlah tersebut, lebih dari 1,1 juta jiwa adalah para pelajar dan mahasiswa. Angka-angka tersebut sangat fantastis, untuk itu instansi-instansi penegak hukum yang ada harus bekerja keras untuk meredam korbankorban baru berjatuhan. DJBC sebagai penjaga pintu perbatasan, memiliki peran sangat vital untuk menjaga wilayah darat, laut, dan udara dari keluar masuknya narkoba illegal. Peran petugas bea cukai setiap kali melakukan tangkapan narkoba (termasuk barang-barang selundupan lainnya) sering mendapat apresiasi dari masyarakat awam. Saya sering mendengar komentar-komentar dari masyarakat seperti, “Eh, kemarin bea cukai nangkep narkoba ya .., atau, “Hebat ya bea cukai tangkap kurir narkoba”. Sementara, saya belum pernah mendengar masyarakat biasa bilang, “Hebat ya target penerimaan bea cukai terpenuhi”. Tanpa bermaksud menafikan peran bea cukai dalam mengumpulkan penerimaan buat negara serta membantu kalangan industri, kerja keras pencegahan dan penindakan yang dilakukan DJBC terhadap lalu lintas narkoba illegal membentuk citra yang sangat positif bagi institusi bea cukai dan para petugas di lapangan. Di Amerika Serikat, industri filmnya (Hollywood) cukup banyak memperlihatkan aksi petugas US Customs berperang melawan kartel heroin atau kokain dalam beberapa film action. Di luar masalah citra, saya percaya, penggambaran sepak terjang agen pabean dalam tugasnya paling tidak memperkuat moral para petugas dilapangan. Sayangnya, di Indonesia, hingga saat ini (mudah-mudahan saya tidak salah) belum ada film yang memperlihatkan bagaimana petugas bea cukai ikut berperang melawan geng narkoba. Selain film action masih jarang, film di Indonesia sekarang lebih banyak yang bergenre drama percintaan dan horor. Pertimbangannya, selain karena faktor biaya untuk film aksi, mungkin karena petugas bea cukai dianggap tidak cukup keren untuk beraksi di depan kamera, dan penonton Indonesia sepertinya lebih suka menonton pocong atau suster ngesot. Lucky R. Tangkulung

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

1

DAFTAR ISI

Laporan Utama
Maraknya peredaran narkoba di Indonesia dan berubahnya status Indonesia menjadi produsen narkoba cukup memprihatinkan. Mengenai upaya Indonesia memerangi peredaran narkoba illegal di Indonesia oleh pemerintah, dapat disimak pada laporan utama kali ini

4-17

1 3

DARI REDAKSI NODA DAN LUMPUR SIAPA TAKUT ?! Juara II Lomba Foto Dalam Rangka Hari Pabean Internasional 2008

21

CUKAI Desain Pita Cukai 2008, Sulit Ditiru, Mudah di Deteksi

32 36

SEPUTAR BEA CUKAI SIAPA MENGAPA - Bambang Riyanto - Budi Santoso - Wawan Sulistyo

Daerah ke Daerah
Profil KPPBC Tasikmalaya, peresmian rumah dinas Kanwil DJBC Jawa Barat dan persiapan KPPBC Tanjung Perak menjadi KPU dapat disimak pada rubrik daerah, disamping upaya penggagalan penyelundupan heroin oleh petugas KPPBC Belawan dan penggagalan ekspor kuda laut oleh petugas KPPBC Soekarno-Hatta.

23-31

38

INFORMASI KEPABEANAN DAN CUKAI Cara Mudah Mengakses MPO

46

INFO PEGAWAI - Mutasi dan Promosi Pejabat Eselon II - Mutasi Pejabat eselon III Dilingkungan DJBC - Pegawai Pensiun Per 1 April 2008

Wawancara

18-20
Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Jusuf Indarto memaparkan mengenai upaya yang dilakukan oleh direktorat yang dipimpinnya dalam menangani masalah narkoba illegal yang berasal dari luar negeri. Selengkapnya dapat disimak pada rubrik wawancara

51

KOLOM - Kesehatan Adalah Masalah Tertawa - Kartini, Riwayatmu Dulu...

55

RUANG KESEHATAN ISPA dan Penanggulangannya

56

RENUNGAN ROHANI Kerahmatan Nabi Muhammad SAW

Pengawasan

42-45
Pengagalan penyelundupan heroin dan pengagalan transaksi MMEA illegal dengan pita cukai palsu mengisi rubrik pengawasan kali ini, disamping pengagalan penyelundupan narkoba jenis heroin oleh petugas KPPBC Soekarno Hatta

58 60

RUANG INTERAKSI R.A. Kartini dan Pemikirannya PROFIL Marlihah, SE.Ak.M.aK : Masalah Gender Bukan Kendala Pekerjaan

64

SEKRETARIAT Sosialisasi Peraturan Kepabeanan dan Cukai Bagi Media Masa

2

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

Noda dan Lumpur... Siapa Takut ?!
Nama : Bambang Wicaksono, S.Sos, MM Nip : 060086660 Unit Kerja : KPPBC Ambon

Juara II Lomba Foto Dalam Rangka Hari Pabean Internasional 2008

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

3

LAPORAN UTAMA
FOTO : ISTIMEWA

JENIS-JENIS NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA yang dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat luas.

Napza
Secara geografis Indonesia yang terletak diantara Benua Asia dan Benua Australia dan Samudera Pasifik dan Samudera Indonesia, merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan 17.508 pulau. Indonesia juga memiliki garis pantai dan perbatasan yang sangat panjang dan terbuka serta terletak relatif tidak jauh dari daerah penghasil opium terbesar di dunia yaitu “Segi Tiga Emas”- Golden Triangle (Laos, Thailand dan Myanmar) dan daerah “Bulan Sabit Emas”- Golden Cresent (Iran, Afganistan, dan Pakistan). Serta tidak terlalu susah dicapai dari tiga negara Amerika Latin yang juga penghasil opium (Peru, Bolivia dan Colombia).
4
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

Indonesia Rawan Penyalahgunaan

D

ari segi kependudukan, Indonesia memiTabel Tangkapan Narkotika Ilegal DJBC liki jumlah penduduk Tahun 2006-2008 (Maret) lebih dari 200 juta jiwa dengan proporsi No. Bulan/Tgl TKP Jumlah Jenis Modus Alat Ungkap penduduk usia muda yang 1. Feb 2006 SOETA 33.960 btr Erimin – 5 Bagasi X-Ray/profil cukup besar (sekitar 40 persen) 2. Feb 2006 SOETA 34,5 kg Methamphetamine Cargo X-Ray dengan tingkat kemakmuran 3. Feb 2006 SOETA 0,389 kg Methamphetamine Cargo Profil atau perekonomian yang ren4. April 2006 SOETA 4919 btr MDMA Bagasi X-Ray/Profil dah. Hal ini merupakan potensi 5. Juni 2006 SOETA 15 gr/ 2 btr Methamphetamine Badan Profil pasar yang besar untuk 6. Juni 2006 SOETA 199btr/100btr MDMA Badan Profil peredaran gelap narkotika dan 7. Sep 2006 SOETA 2.900 btr MDMA Bagasi X-RAY psikotropika dan mendorong 8. Okt 2006 SOETA 29.428 btr MDMA Ditinggal Temuan timbulnya pengedar-pengedar 9. Maret 2007 Tj. Priok 336 kg Ephedrine Dicampur Intelijen, yang ingin cepat kaya dengan (Prekursor) dengan Anjing sedikit bersusah payah. makanan Pelacak Derasnya informasi dari negara-negara industri maju dan udang proses globalisasi membawa 10. Des 2007 SOETA 1.900 btr MDMA Cargo X- Ray pergeseran nilai-nilai perubah11. Des 2007 SOETA 40.000 btr MDMA Cargo X- Ray an selera dan gaya hidup ke 12. Des 2007 SOETA 2.000 btr MDMA Cargo X- Ray arah yang lebih berorientasi ke13. Jan 2008 SOETA 1.900 btr MDMA Cargo X- Ray pada keangkuhan (egoisme), 14. Jan 2008 SOETA 2.000btr MDMA Cargo X- Ray individualisme, konsumtif dan 15. Jan 2008 Kuala 22 Kg Ganja Dinding Intelijen hedonisme. Hal ini dapat meLangsa Kapal nimbulkan peniruan gaya hidup 16. Jan 2008 Batam 660 gram Methamphetamine Bagasi X-Ray/Profil moderen yang penuh dengan 17. Feb 2008 Belawan 3,3 Kg Heroin Bagasi X-Ray tawaran, pilihan, peluang, tan18. Feb 2008 SOETA 530 gram Kokain Body Profiling tangan dan persaingan sehingStrapping ga mudah mengakibatkan frus19. Maret 2008 Juanda 12,52 gram Methamhphetamine Body Profiling tasi dan ketegangan jiwa yang Strapping untuk mengatasinya orang cenderung menyalahgunakan Sumber : Direktorat. P2 DJBC Keterangan : SOETA = Soekarno-Hatta. narkotika dan psikotropika. Jenis narkotika yang paling dominan dalam penyalahgunaan dan perdagangan gelapnya di masyarakat harus dilaksanakan bersama-sama dan terus-meIndonesia adalah ganja disamping heroin, morphine dan putaw. nerus. Dan untuk memulainya, ada baiknya kita mengenal Hal ini disebabkan sampai saat ini ganja masih banyak ditanam di terlebih dahulu jenis-jenis narkotika dan psikotropika apa saja hutan-hutan, perkebunan, ladang-ladang rakyat di Aceh, beberayang dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat luas. pa daerah di Sumatera dan di Pulau Jawa yang sangat terpencil dan tersembunyi untuk menghindari pengamatan petugas hukum. JENIS- JENIS NARKOTIKA Ganja kering yang telah diproses kemudian dibawa dan dijual keGanja (Mariyuana) pada pengedar sampai kepada pemakai, menggunakan berbagai Ganja berasal dari negara-negara tropis. Yang diambil adamacam modus termasuk melalui pengiriman jasa titipan kilat. lah daun, pucuk dan rantingnya. Biasanya digunakan dengan Sejak tahun 1998 terdapat indikasi bahwa Indonesia tidak lagi cara dilinting dan dihisap dalam bentuk rokok. Di Indonesia hanya sebagai negara transit, tetapi sudah merupakan negara sendiri, tanaman ganja sering ditemukan di daerah Sumatera tujuan, bahkan untuk psikotropika, Indonesia dapat dikatakan sebagian Utara. Ciri khas tanaman ini adalah daunnya yang bagai negara sumber (tempat produksi). Hal ini terlihat dari bergerigi tajam dan selalu bercabang ganjil seperti 3, 5,7 dan 9. banyaknya warga negara Indonesia yang tertangkap di luar negeDaun dan ranting tanaman ini kemudian diiris dan dikeringkan ri (penerbangan asal Indonesia) dan kurir orang Indonesia. Juga untuk dikonsumsi.Nama lainnya adalah mariyuana, cimeng, dalam kasus peredaran illegal narkotika dan psikotropika di dalam kangkung, oyen, ikat, bang, labang, chim dan gelek. Ganja mengandung zat kimia delta-9 Tetrahydrocannabinol negeri yang ditangkap oleh pihak kepolisian. Sementara bahan(THC), yang dapat membuat ketagihan secara mental serta bahan untuk memproduksi psikotropika itu sendiri masih diimpor mempengaruhi pemakai. Indera pendengaran dan penglihatan dari luar negeri. dari si pemakai benar-benar terganggu oleh zat ini. Si pemakai Berikut ini adalah data dari DJBC selama dua tahun terakhir zat ini juga akan merasa sangat tidak peduli terhadap diri tentang upaya pemasukan narkoba secara illegal yang berhasil sendiri. Pada pemakaian akut, si pemakai akan menjadi seperti digagalkan aparat Bea dan Cukai. (Lihat Tabel) orang mabuk alkohol. Sedangkan pemakaian dalam jangka Dari data-data tersebut dapat terlihat bahwa trend penyelunduppanjang akan menderita schizopernia atau kegilaan. Pikiran si an narkoba sekarang didominasi oleh shabu (Methamphetamine), pecandu akan menjadi lamban dan tampak bodoh. Ia akan Ekstasi (MDMA), dan happy five (Erimin-5). Dan modus yang kehilangan motivasi, dan pertahanan tubuh terhadap penyakit digunakan juga masih menggunakan modus-modus tradisional, akan menurun drastis. dengan sedikit modifikasi untuk mengelabui petugas dengan sedikit modifikasi untuk mengelabui petugas yang semakin canggih Hasish/ Hasish Oil dalam mendeteksi usaha-usaha penyelundupan narkoba. Hasish Oil adalah cairan semacam minyak yang disarikan Melihat kenyataan ini dan banyaknya kasus yang terjadi di dadari daun ganja. Setelah dipadatkan akan menjadi semacam lam negeri, kondisi Indonesia saat ini dapat dikatakan sangat bongkahan menyerupai dodol yang berwarna coklat kehitamrawan terhadap penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dan hitaman. Biasanya dikonsumsi melalui mulut ataupun dihisap zat adiktif lainnya (Napza). seperti rokok. Pengkonsumsi zat ini akan mengalami Karena itu, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan kegembiraan yang berlebihan, kewaspadaan yang meningkat psikotropika oleh berbagai instansi pemerintah dan komponen

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

5

LAPORAN UTAMA
hingga berakhir paranoid (ketakutan yang berlebihan), hingga merasakan kebingungan di sekitarnya. Pengguna over dosis akan menyebabkannya mudah marah, suhu tubuh meningkat, halusinasi, kejang-kejang hingga mengalami kematian. Opium Diambil dari getah buah tanaman candu (papaver somniverum). Biasanya tumbuh subur di daerah pegunungan pada ketinggian sekitar 600 meter dari permukaan laut. Berasal dari daerah Asia Barat Daya seperti Iran, Pakistan dan Afghanistan yang biasa disebut daerah Bulan Sabit Emas (The Golden Crescent) dan Asia Tenggara seperti Thailand, Laos dan Myanmar atau biasa disebut daerah Segitiga Emas (The Golden Triangle). Merusak sistem kerja syaraf, sehingga aktivitas pemakai akan menjadi lebih lamban. Dan cara berpikirnya pun menjadi lemah dan tidak aktif lagi seperti biasanya. Morphin Morphin adalah hasil modifikasi opium dengan amoniak. Nama Morphin sendiri berasal dari Morpheus, nama dewa mimpi dalam mitos Yunani. Awalnya dipakai untuk penghilang rasa sakit dalam perang, namun kemudian di salahgunakan. Bentuk fisiknya berupa bubuk, blok-blok, ataupun cairan yang disuntikkan ke dalam tubuh. Efek yang ditimbulkan adalah keceriaan yang berlebihan, mabuk, gangguan pernafasan, hingga mengalami kejang-kejang dan berakhir dengan kematian. Heroin Heroin adalah hasil rebusan cairan morphin dengan asam anhidrat. Bentuk fisiknya berupa cairan dan bubuk berwarna putih, kuning, abu-abu atau coklat . Awalnya digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit, terutama untuk melawan sakit batuk. Juga sebagai obat bius pada saat pembedahan. Penyalahgunaan Heroin di luar kepentingan medis akan memperlambat jalannya pesan-pesan yang keluar dari otak ke tubuh. Tanda-tanda ketergantungan ditunjukkan dengan perasaan kebingungan yang besar si pecandu ketika ketagihan jika tidak memakainya. Sering disebut sakaw atau sakit akibat putaw. Ciri
FOTO-FOTO : DOK. WBC

fisik awal yang terlihat adalah mata sayu, hidung berair, mabuk, masalah pernafasan dan mual. Bagi pecandu berat, zat ini akan mengakibatkan tubuh menjadi kejang, nafas pendek-pen- dek, koma hingga meninggal dunia. Nama lain untuk heroin ada- lah pete, petewe, hero, etep, kerak, putaw atau bedak putih. Kokain Berasal dari tanaman erythroxylon coca, tanaman perdu yang tumbuh di Peru dan Bolivia di Amerika Selatan. Awalnya direkomendasikan sebagai stimulan terapi depresi, obat bius lokal, penyembuhan penyakit pencernaan, TBC dan asma. Namun peredaran secara gelap terjadi karena dianggap menimbulkan rasa riang atau fly. Bentuk fisiknya berupa bubuk putih kekuningkuningan. Dan digunakan melalui suntikan atau dihirup melalui hidung. Tanda-tanda orang yang menderita ketergantungan yaitu anoreksia (nafsu makan menurun), insomnia (susah tidur), psikosis (gangguan jiwa), dan euforia secara berlebihan. Akibat fisik yang dialami yaitu tekanan darah meningkat, denyut jantung yang tidak beraturan, suhu tubuh meningkat, stroke, dan kerusakan jantung.

JENIS-JENIS PSIKOTROPIKA
Shabu (Methamphetamine) Biasanya berbentuk kristal, tidak berbau, berwarna putih atau bening. Zat ini mendorong/memaksa tubuh melampaui ambang batas kemampuan fisik sehingga akan merasa aktif meskipun tubuh sudah sangat lelah. Akibatnya, apabila pengaruh zat ini habis, pemakai akan merasakan lelah dan sakit yang luar biasa. Mengakibatkan efek yang kuat pada sistem syaraf, pemakai mengalami ketergantungan secara fisik dan mental. Pemakai merasa fly dengan perasaan enak luar biasa yang berangsur-angsur menjadi kegelisahan luar biasa. Dapat menyebabkan insomnia, psikosis, anoreksia, detak jantung yang meningkat dan suhu tubuh bertambah dan penggunaan overdosis akan membuat tubuh kejang-kejang dan akhirnya menimbulkan kematian. Ekstasi (MDMA) Pada awalnya digunakan sebagai obat anti depresi yang ditemukan oleh sebuah perusahaan obat di Jerman. Kemudian di tahun 1970 obat ini diberi nama ilmiah Methylene Dioxy Meth Amphetamine (MDMA). Dulu sering digunakan oleh psikiater untuk mengobati pasiennya. Namun akibat efek merusaknya yang lebih besar akhirnya peredarannya dilarang. Bahkan tidak direkomendasikan untuk alasan medis sekalipun karena efek merusaknya tadi. Ekstasi mempunyai struktur kimia yang mirip dengan shabu. Bersifat halusinogen atau menimbulkan khayalan dan imajinasi bagi pemakainya. Biasanya berbentuk tablet dan mempunyai nama lain XTC, Inex, atau kancing. Ekstasi akan memaksa tubuh si pemakai untuk beraktifitas lebih. Zat ini akan terus memaksa tubuh beraktifitas walaupun tubuh sudah sangat lelah sampai efek obatnya habis. Akibatnya tubuh akan menjadi sangat lelah, sakit dan penggunaan overdosis akan membuat tubuh kejangkejang dan akhirnya menimbulkan kematian. Erimin-5 Mempunyai bentuk tablet atau kapsul. Sering disebut sebagai happy five. Mempunyai efek yang mirip dengan ekstasi, namun harganya di pasaran gelap lebih murah. Dampak yang ditimbulkan juga hampir sama dengan dampak negatif ekstasi. Pada saat ini di Indonesia, mulai menjadi trend baru menggantikan ekstasi. Barang-barang haram di atas bersumber dari luar negeri, kecuali ganja yang banyak tumbuh di Indonesia. Selain itu, untuk jenis Shabu (Methamphetamine) dan Ekstasi (MDMA) juga sudah diproduksi di Indonesia dalam jumlah terbatas. Namun, dari berbagai data tangkapan terlihat bahwa untuk kedua jenis psikotropika tersebut masih juga disupply dari luar negeri. Di bawah ini adalah kawasan yang menjadi sumber narkoba, dan kawasan- kawasan yang menjadi daerah singgah (transit) narkoba :

DALAM UPAYA MEMBERANTAS perdaganan narkotika ilegal, telah dibentuk Airport Interdiction, Seaport Interdiction maupun CNT dan kini efektifitasnya sudah bisa terlihat.

6

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

KAWASAN ASAL NARKOBA
Heroin : l Segitiga Emas (Thailand-Myanmar-Laos) l Bulan Sabit Emas (Iran-Pakistan-Afghanistan) Cocain : l Colombia l Bolivia l Peru l Brazil Methamphetamine (Shabu) : l China l Hongkong MDMA (Ekstasi) : l China l Hongkong l Belanda

Marisi mengungkapkan justru disinilah fungsi Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut. BNN mengkoordinasikan instansi-instansi tersebut sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing instansi. Sehingga masingmasing instansi dapat menjalankan perannya tanpa harus overlapping dengan instansi lain.

SATGAS PEMBERANTASAN NARKOBA

Dalam upaya memberantas upaya perdagangan narkotika ilegal, telah dibentuk Airport Interdiction, Seaport Interdiction maupun CNT dan kini efektifitasnya sudah bisa terlihat. Kasus-kasus yang diungkap beberapa waktu belakangan ini cukup menunjukkan tingkat keefektifan Satgas Airport maupun Customs Narcotic Team di lingkungan internal DJBC. Dalam tahun 2008 ini saja, lanjut Marisi, DJBC berhasil KAWASAN TRANSIT NARKOBA mengungkap sedikitnya 5 kasus upaya l Singapura MARISI ZAINUDDIN SIHOTANG. CNT penyelundupan narkotika dan psikotropika. l Malaysia dibentuk sebagai upaya DJBC dalam Untuk keberadaan satgas seaport intl Filipina memfokuskan kinerja pada pencegahan erdiction perlu ditingkatkan lagi daya gunal Vietnam penyelundupan narkotika. nya, mengingat sebagai penjuru satgas l Thailand (selain sebagai negara asal, Thaitersebut adalah Direktorat Jenderal Perhu- bungan Laut land juga negara transit dari daerah Bulan Sabit Emas) (Hubla)Departemen Perhubungan dan saat ini DJBC l Hongkong (selain sebagai negara asal, Hongkong juga negara berupaya mengajak Ditjen Hubla untuk lebih aktif dalm transit bagi narkoba yang berasal dari daerah Amerika Latin) menjalankan tugas Seaport Interdiction. Mengenai dibentuknya CNT, Marisi menjelaskan, CNT diTREND MULAI BERGESER bentuk untuk lebih mengintesifkan kemampuan SDM yang diSebagai instansi yang menjaga pintu gerbang nusantara, miliki oleh DJBC dalam rangka mencegah penyelundupan tidak ada alasan bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai narkoba. Dengan adanya CNT diharapkan usaha DJBC dalam (DJBC) untuk tidak peduli akan masalah ini. Masa depan rangka memerangi peredaran gelap narkoba dapat lebih bangsa menjadi taruhan apabila barang haram ini berhasil maksimal. masuk dan merusak generasi bangsa. Integritas tinggi sebaCNT dibentuk sebagai upaya DJBC dalam memfokuskan gai seorang petugas bea dan cukai pun dibutuhkan dalam kinerja pada pencegahan penyelundupan narkotika. Tim ini harangka menjalankan misi mulia ini. nya bertugas dalam bidang narkotika dan dibawah bimbingan Untuk itu DJBC selalu siap dan waspada dalam menghadapi langsung Direktorat P2. “ Kita juga membentuk suatu modus-modus baru. Disaat sarana dan prasarana masih komunitas CNT, sebagai wadah untuk saling bertukar informasi terbatas, maka DJBC terus meningkatkan kemampuan Sumber dan meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah,” ujar Daya Manusianya (SDM)-nya. Seperti adanya sosialisasi Custom Marisi. Narcotic Team (CNT) yang baru-baru ini dilakukan di Kantor Disamping ada narkotika ilegal, terdapat narkotik yang legal Pusat (11-22 Februari 2008). Selain itu DJBC juga membangun yang hanya dapat dipergunakan untuk kepentingan ilmu jaringan yang kuat dengan badan-badan anti narkotika di dalam pengetahuan dan pengawasannya sangat ketat. Dan biasanya dan luar negeri untuk saling bertukar informasi. narkotika jenis ini diimpor dari luar. Menurut Marisi, ijin impor Menurut Kasubdit Penindakan, Direktorat Penindakan dan sendiri hanya diberikan pada satu importir yang telah memilik Penyidikan (P2) DJBC, Marisi Zainuddin Sihotang, trend penyeizin dari Menteri Kesehatan. lundupan selama dua tahun terakhir tetap cukup tinggi, hanya Sebelum dilakukan impor, negara pengekspor akan mengtrend jalur dan jenis narkotikanya yang berubah. Trend-nya mulai ajukan pemberitahuan rencana ekspor ke Indonesia kepada bergeser dari jalur udara menjadi jalur laut, namun belakangan Menteri Kesehatan. Apabila disetujui, maka Menteri Kesehatan kembali lagi ke jalur udara. akan mengeluarkan Surat Persetujuan Impor. Setelah ada Hal ini dapat dilihat dari beberapa tangkapan terakhir. SeSurat Persetujuan Impor, baru impor narkotika tersebut dapat dangkan jenis yang menjadi trend adalah psikotropika jenis dilakukan. Dan setiap realisasi impor dan penggunaannya shabu dan ekstasi, namun belakangan heroin dan kokain pun harus dilaporkan secara berkala kepada Menteri Kesehatan. marak kembali, seperti yang terungkap di Belawan dan Mengenai rencana penambahan dan perbaikan sarana Soekarno Hatta. Modusnya masih menggunakan modus lama dan prasarana pada tahun ini khususnya untuk mendeteksi namun dengan sedikit dimodifikasi oleh pelaku untuk mengenarkoba, menurut Marisi rencana itu memang ada antara labui petugas. lain penambahan mesin X-ray, narcotest dan anjing pelaMengenai kerjasama dengan instansi pabean negara lain, cak. Diklat khusus narkoba CNT juga akan dilaksanakan menurut Marisi, tidak hanya sebatas pertukaran informasi. DJBC lagi dengan peserta dari Kantor-kantor Pengawasan dan sudah beberapa kali melakukan pelatihan bersama dengan Pelayanan Bea dan Cukai yang daerahnya rawan instansi pabean negara lain, seperti dengan Australian Customs penyelundupan narkoba dan belum mengikuti diklat CNT Service dan Japan Customs. yang dilaksanakan Februari lalu. Disamping itu juga, banyak kerjasama internasional yang diMengenai tantangan terberat bagi petugas P2 DJBC lakukan oleh DJBC dalam rangka memerangi peredaran gelap dalam menjalankan tugasnya khususnya dalam mencegah narkotika. Misalnya, dalam rangka pertukaran informasi seperti masuknya narkotik ilegal di Indonesia, Marisi mengungkapdengan Central Narcotics Bureau Singapura, Australian Customs kan, tantangan terberat mungkin luasnya daerah pengawasService , Regional Intelijen Liasian Office, World Customs Organizattion dan lain-lain. an dengan personil, sarana dan prasarana yang terbatas. Mengenai penanganan masalah narkotika yang melibatkan “Tetapi, kita selalu siap dan waspada dalam memerangi antar instansi supaya bisa solid dan tanpa harus overlapping, perdagangan gelap narkotika,” tandas Marisi. ris

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

7

LAPORAN UTAMA

Narkoba telah menjadi suatu masalah yang mendunia, tidak hanya menjadi masalah bangsa Indonesia. Kerjasama dan berbagai kegiatan dilakukan bangsa-bangsa di dunia untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dalam memperingati Hari Pabean Sedunia tanggal 26 Januari 2008, World Customs Organization (WCO) memilih tema “The Fight Against Drugs Trafficking”. Sebagai organisasi Bea dan Cukai sedunia, WCO menyadari arti penting administrasi pabean dalam mengawasi lalu lintas barang terlarang ini di seluruh dunia.

Narkoba Ilegal

Bea dan Cukai Memerangi

U

ntuk itu sebagai sebuah instansi yang menjaga pintu gerbang nusantara, tidak ada alasan bagi DJBC untuk tidak peduli akan masalah ini. Masa depan bangsa menjadi taruhan, apabila barang haram ini berhasil masuk dan merusak generasi bangsa. Integritas tinggi sebagai seorang petugas bea cukai dibutuhkan dalam rangka menjalankan misi mulia ini. Secara umum, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai tugas dan fungsi sebagai penerimaan negara di bidang kepabeanan dan cukai, fasilitator perdagangan dan perlindungan industri dalam negeri, perlindungan masyarakat serta melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan dari berbagai instansi. Dalam hal ini keterlibatan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam hal penanggulangan penyalahgunaan narkoba adalah dalam rangka perlindungan terhadap masyarakat Indonesia. DJBC sebagai penjaga pintu gerbang

nusantara memegang peranan penting dalam rangka mencegah masuknya narkoba yang dapat merusak kehidupan bangsa. Adapun dasar hukum dari pelaksanaan tugas-tugas ini adalah : l Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 jo UU. No.17/2006 tentang Kepabeanan l Undang-Undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika l Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 tetang Psikotropika l Dan peraturan pelaksanaan lainnya Indonesia awalnya menjadi negara transit narkoba. Dan seiring perkembangan zaman, Indonesia pun berubah menjadi pasar narkoba yang potensial. Bahkan pada saat ini, Indonesia menjadi negara produsen, khususnya untuk jenis Methamphetamine dan MDMA yang beberapa pabriknya berhasil dibongkar oleh aparat penegak hukum. Namun ada beberapa jenis narkoba yang tidak dapat
FOTO-FOTO : DOK. WBC

SETELAH PEMBENTUKAN CNT di Kantor Pusat DJBC, maka pembentukan CNT berikutnya diutamakan di KPPBC yang daerah pengawasannya berbatasan langsung dengan negara sumber ataupun negara transit narkoba.

8

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

pentingnya dibentuk tim semacam ini untuk diproduksi di Indonesia seperti Heroin dan menangani masalah narkoba. Cocain. Selain itu, Methamphetamine dan Diantaranya Hendro Sumartito, KorMDMA juga masih disuplai dari luar Indonelak Penyidikan KPPBC Juanda yang mesia. Hal ini dapat terlihat dari beberapa temuwakili KPPBC Tipe A3 Juanda yang mengan usaha-usaha penyelundupan narkoba ke ikuti pelatihan CNT. Bersama tiga orang Indonesia. rekannya dari KPPBC Juanda, Hendro Disinilah Direktorat Jenderal Bea dan Cumengikuti pelatihan CNT dan selanjutnya kai memegang peranan penting untuk menakan mensosialisasikan ilmu-ilmu yang cegah masuknya barang-barang haram terdidapatnya kepada rekan-rekannya di Jusebut. Selain itu Direktorat Jenderal Bea dan anda bersama tim CNT dari Kantor Pusat. Cukai juga berperan untuk mencegah maSelama seminggu tim CNT dari Kantor Pusuknya precursor (bahan pembuat psikotrosat melakukan asistensi di KPPBC Juanda, pika) illegal dan peralatan pembuatan pabrik akhirnya pada 2 Maret 2008, lanjut maupun laboratorium clandestine Hendro, tim CNT Kantor Pusat gabungan DJBC adalah Ketua Satgas Airport Interantara pegawai KPPBC Juanda dan Kanwil diction Badan Narkotika Nasional. Dengan Bea dan Cukai Jawa Timur berhasil posisi ini DJBC bertindak sebagai koordinamenggagalkan penyelundupan narkotika tor instansi-instansi yang ada di bandara dajenis sabu-sabu yang dibawa oleh warga lam mengambil langkah-langkah pencegahnegara Indonesia dari Cina yang transit di an penyelundupan dan penyebaran narkoba Hongkong menumpang pesawat Cathay di tanah air. Selain itu DJBC juga bertindak Pasifik mendarat di Bandara Juanda pada sebagai anggota dalam Satgas Seaport HENDRO SUMARTITO. Kemampuan pukul 19.30 WIB. Interdiction Badan Narkotika Nasional (BNN) profiling untuk para pegawai perlu ditingkatkan lagi. Menurut Hendro, dari hasil profiling Dalam rangka penanggulangan usaha yang dilakukan, tim CNT menemukan kepenyelundupan narkoba di bandara, DJBC curigaan atas seorang penumpang yang diduga membawa melakukan beberapa program, baik yang dilakukan secara barang haram. Setelah diperiksa dan digeledah di dalam internal maupun eksternal dengan bekerjasama dengan tasnya ditemukan bong (alat penghisap sabu-sabu) instansi lain di bidang penegakkan hukum. Adapun beberapa sebagai temuan awal, selanjutnya dilakukan pemeriksaan diantaranya adalah : ke seluruh badannya, dan akhirnya ditemukan sabu-sabu l Pertukaran Informasi dengan Instansi di dalam dan luar di dalam jahitan celana dalamnya seberat 12,52 gram. negeri, antara lain dengan WCO, RILO, DEA – USA , AFP “Sekilas kita tidak menemukan adanya kejanggalan ka– Australia, CNB – Singapura , UNODC, BNN, Kepolisian lau dia menyembunyikan barang haram itu. Tetapi setelah Negara Republik Indonesia dilihat pada celana dalamnya di bagian lipatan paha kakil Pengumpulan data Intelijen : Human Intelligent (penyebarnya ternyata sabu-sabu itu dijahit di celana dalam dekat an agen, pembangunan jaringan, surveillance dan lainalat vitalnya yang tertutup lipatan paha kiri dan kanan yang lain ), Technology Intelligent ( penggunaan IT, pencarian terbungkus menjadi dua bagian, bungkus pertama ukuran data lewat internet dan lain-lain) besar seberat 9 gram dan bungkus kecil seberat 3,52 l Pengadaan sarana dan prasarana penunjang, seperti Bogram,” ujar Hendro. dy Scan, untuk mengetahui adanya narkoba yang disemCara yang digunakan pelaku terbilang baru terjadi dan bunyikan di tubuh penumpang, X – Ray Scan, untuk mejarang ditemui karena biasanya pelaku menempelkannya ngetahui adanya narkoba yang disembunyikan di bagasi dengan cara memplester narkoba pada tubuhnya (body dan hand carry yang dibawa penumpang.. Anjing Pelacak, strapping) atau menelannya. Jadi bisa juga dibilang modus untuk pendeteksian awal adanya narkoba, yang terdiri dalama yang dimodifikasi kembali. Hal ini bisa terbongkar ri anjing agresif digunakan untuk melacak bagasi, sedangkarena kemampuan profiling dari petugas. Karena itu Henkan anjing pasif digunakan untuk melacak tubuh dro merasa perlu meningkatkan kembali kemampuan penumpang dan hand carry.. Narcotest, untuk mengetahui profiling baik bagi dirinya maupun pegawai di Juanda khuapakah suatu barang tersebut termasuk narkoba atau mesusnya, paling tidak bidang P2 harus memiliki satu keunikngandung substansi Narkoba. an tersendiri di Juanda dalam menangani masalah narkoba. Selain peralatan pendukung, kemampuan profiling dan CUSTOMS NARCOTIC TEAM kemauan pegawai harus tinggi untuk peduli dengan masaUntuk masa yang akan datang, di setiap Kantor Pengalah narkoba. wasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di seluruh “Untuk menangani masalah narkoba, kita harus berdeIndonesia akan mempunyai satuan khusus yang menangani dikasi tinggi dan memiliki itikad baik, jangan hanya sekedar narkotika atau yang disebut Customs Narcotic Team (CNT). melihat-lihat penumpang, tetapi juga perlu diperhatikan Satuan ini nantinya akan dilatih dan diperlengkapi khusus sefaktor high risk suatu negara (negara penghasil narkotika) hingga mempunyai kualifikasi dalam menangani penyelunmaupun dokumen perjalanannya,” ujar Hendro. dupan narkoba di Indonesia. Prestasi ini pun ditindaklanjuti Argandiono, Kepala Sebagai pilot project, CNT pertama kali akan dibentuk di KPPBC Juanda dengan membentuk tim narkotika di KPPKantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai dan berikutnya akan dipriBC-nya. Tujuan dibentuknya tim ini menurut Argandiono, oritaskan di KPPBC-KPPBC yang mempunyai wilayah tugas agar masalah penegahan narkotika di wilayah kerjanya yang rawan terhadap penyelundupan Narkoba. bisa lebih bekerja efektif dan memberikan prestasi yang CNT yang dibentuk di Kantor Pusat DJBC pada 28 Janulebih baik lagi dari sebelumnya, karena melihat dari hasil ari 2008 ini telah melakukan diklat narkoba kepada 50 temuan tersebut Juanda menjadi berpotensi menjadi pintu peserta pegawai Bea dan Cukai di seluruh Indonesia selama masuk bagi narkotika illegal. sepuluh hari pada 11 hingga 22 Februari 2008. Dalam mengTim narkotika yang baru dibentuk ini, lanjut Arganikuti diklat peserta diberikan modul dan teori melakukan pediono, tidak hanya berasal dari bidang P2 saja, negahan narkotika untuk kemudian dilakukan simulasi untuk melainkan seluruh bidang yang ada di KPPBC Juanda mempraktekan teori-teori yang telah diberikan selama meliputi pabean dan sebagainya dan pengawasan mengikuti diklat. Pendapat dari beberapa peserta diklat CNT, narkotika tidak hanya di bandara namun juga di kargo. WBC himpun untuk mengetahui tanggapan mereka tentang

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

9

LAPORAN UTAMA
training ini bisa dikatakan menambah wawasMengenai sarana pengawasan yang an kita petugas di lapangan, “ ujar Munthea. dimiliki KPPBC Juanda di Bandara Juanda Dari materi yang diberikan, lanjut Surabaya, selain melakukan surveillance Munthea, memang ada yang hal baru dan profiling, juga menyebar petugas intesehingga petugas di lapangan memperoleh lijen dan sebagai sarana pendukung pengetahuan baru mengenai masalah dilengkapi dengan mesin x-ray, narcotest penyelundupan narkoba dengan berbagai dan dua ekor anjing pelacak. Sedangkan modus operandinya. Itemizer yang merupakan alat bantuan daSementara itu harapan agar CNT dimasa ri BNN belum bisa berfungsi maksimal. mendatang terus didukung oleh semua pihak Diakui Argandiono, salah satu hambatdatang dari Theo Dorus Arional, Dog Handan yang dihadapi adalah masih kurangnya ler Anjing Pelacak Narkotika Kantor Pusat. sarana pengawasan dan petugas di Menurutnya, setiap keberhasilan yang diraih bandara yang kurang berpengalaman, kaadalah kerja tim dan untuk masalah pemberena itu dengan adanya diklat CNT kemarantasan narkotika ia yakin bangsa Indonesia rin memang sangat bermanfaat dengan satu suara untuk mengatakan tidak pada narharapan setelah personil yang dikirimkan koba. mengikuti diklat CNT bisa menularkan “Tinggal goodwill dari pemerintah untuk ilmunya kepada teman-temannya. Karena pengadaan sarana pendukung tugas kita, dan itu harapannya diklat semacam itu bisa kalau saya lihat kemauan dari teman-teman diadakan lagi. untuk belajar sangat luar biasa. Waktu kita tuSedangkan tantangan terberat yang di- MUNTHEA. Dengan adanya simulasi pada akhirnya akan memudahkan run ke daerah walaupun ada beberapa perasakan terutama dalam mengawasi petugas untuk bisa mempraktekkan gawai yang tidak ikut diklat tetapi menunjukpenerbangan internasional adalah masih metode-metode yang diajarkan. kan apresiasi dan ketertarikan. Jadi kalau dari menyatunya penumpang domestik segi spirit sudah dapat dan ini harus didukung dengan saradengan luar negeri sehingga menyulitkan pengawasan. na dan prasarana yang mencukupi,” ujar Theo. “Setiap rapat dengan instansi yang terkait di bandara saya Theo yang memiliki basic sebagai petugas dog handsampaikan bahwa BC mau menempatkan peralatan x-ray ler yang dari awal berkecimpung dengan masalah narkomilik Bea dan Cukai jika diperbolehkan, tetapi kalau tidak tika dalam mengoperasikan anjing pelacak narkotika, diperbolehkan tolong dibantu dibukakan pintu tersendiri unmenceritakan sedikit awal pembentukan CNT. Dalam tim tuk penerbangan internasional, karena x-ray miilik AngkaCNT terdiri dari tim analisis, tim surveillance, tim sa Pura terus terang tidak bisa mendeteksi karena hanya penindakan dan tim administrasi pelaporan. Theo sendiri untuk mendeteksi barang dan logam.” ditempatkan di tim analisis. “Karena ruangannya terbuka lebar, maka kalau kita laDiklat yang dilakukan CNT diharapkan tidak saja dari bikukan body check agak sulit, maka itu ada gambaran dari dang P2 melainkan keseluruhan pegawai untuk dilibatkan teman Kantor Pusat bahwa ada satu ruangan untuk kita bidalam penanganan masalah narkotika, sehingga bisa mesa mengamati dari dalam sedangkan orang dari luar tidak nyamakan pengetahuannya mengenai dasar-dasar dan cara mengetahui. Karena kedatangan internasional bisa dikatamenindak, penggunaan narkotest, penggunaan x-ray, metokan cukup sibuk juga di Juanda, antara 8-10 kedatangan de penyembunyian narkoba dan trend-trendnya. setiap harinya,” ujar Argandiono. Sebagai sarana komunikasi, CNT juga memiliki website Kendalanya lainnya adalah Airport Interdiction (AI) di dengan alamat www.cnt-indonesia.net . “Kalau kita berkomuBandara Juanda kurang berjalan efektif, dikarenakan bandara Juanda yang adalah milik Angkatan Laut ini tidak nikasi hanya via surat atau telepon rasanya belum efektif, memperbolehkan polisi masuk ke wilayah karena setiap informasi baik gambar atau bebandara, walau sebenarnya Polsek ada rita bisa dikirim via email dengan jelas. Setetapi tidak bisa masuk ke dalam bandara hingga membantu teman-teman untuk mentanpa menggunakan kartu pas, sedangkan dapatkan informasi yang lengkap dan sebaAngkatan Laut sendiri tidak menjadi anggai sarana sosialisasi jika ditemukan modusgota AI. modus yang di improvisasi lagi oleh Pendapat juga disampaikan Munthea, penyelundup narkotik,” ujar Theo. pelaksana P2 Kantor Pusat, salah satu Sebagai penjaga pintu gerbang negara, peserta diklat CNT. Menurutnya setelah apalagi salah satu tugas Bea dan Cukai adabeberapa hari mendapatkan teori lalu lah melindungi masyarakat, lanjut Theo, diterapkan dengan praktek sehingga pada tentunya harapan besar bertumpu pada Bea akhirnya memudah petugas untuk bisa dan Cukai untuk menegah masuknya barangmempraktekkan metode-metode yang dibarang haram ini, dikarenakan selain imigrasi ajarkan. Bahkan setelah dilakukan profidan karantina, Bea dan Cukai berada di ling, gabungan dari aparat KPPBC Soewilayah pabean sehingga memiliki karno-Hatta, tim CNT berhasil menegah kewenangan memeriksa barang penumpang. kokain seberat 500 gram lebih. Dan simuPatut diingat, DJBC adalah anggota dari lasi itu bisa dikatakan misinya komplit, BNN. Selain itu DJBC sendiri juga mempukarena setelah dilakukan delivery control, nyai otoritas dalam melakukan pengawasan selain pembawa barang (kurir), bandar baterhadap lalu lintas barang-barang terlarang rang haram tersebut juga tertangkap. di dalam daerah pabean. Sehingga “Karena memang di dalam diklat pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap diajarkan, apabila menangkap di pelabuh- THEO DORUS ARIONAL. Diklat yang jalur internasional, namun juga dapat dilakukan CNT diharapkan tidak saja an atau bandara tidak langsung ditegah dilakukan terhadap jalur domestik. Tetapi dari bidang P2 melainkan keseluruhan permasalahannya selama ini tidak semuanya atau disita agar tidak terjadi kurirnya saja pegawai untuk dilibatkan dalam tertangkap, jadi bandarnya juga mempunyai kemampuanm yang sama . Tidak penanganan masalah narkotika, tertangkap, jadi misinya komplit. Dari kurir sehingga bisa menyamakan persepsi semua aparat Bea dan Cukai mempunyai hingga penerima barang dibengkuk. Jadi kemampuan di bidang narkotika jadi hanya dan pengetahuan.
FOTO-FOTO : DOK. WBC

10

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

terbatas pada orang tertentu. Dengan adanya diklat CNT diharapkan seluruh jajaran Bea dan Cukai memiliki visi dan kemampuan yang sama.

JALUR RAWAN
Dari hasil mapping yang dilakukan oleh pihak yang terkait dengan masalah perdagangan ilegal narkoba termasuk Bea dan Cukai , ada beberapa rute rawan yang menjadi trend belakangan ini, yaitu ; : l RRC – Malaysia – Indonesia (Jakarta) – kota lainnya di Indonesia l RRC – Malaysia – Singapura – Indonesia (Riau dan sekitarnya) – daerah lainya di Indonesia Untuk jalur domestik sendiri, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam peredaran narkoba di kota-kota besar Indonesia. Selain di ibukota Jakarta, di Pekanbaru, Makassar, Batam, Pontianak, Medan dan Surabaya jumlah pemakai dan pengedar narkoba dalam jumlah besar semakin sering terungkap. Banyaknya permintaan dari dalam negeri ini menunjukkan bahwa pasokan dari dalam negeri tidak mencukupi sehingga mereka masih membutuhkan pasokan dari luar negeri. Mengingat tingkat kerawanannya setelah pembentukan CNT di Kantor Pusat DJBC, maka pembentukan CNT berikutnya diutamakan di KPPBC yang daerah pengawasannya berbatasan langsung dengan negara sumber ataupun negara transit narkoba. Berbatasan di sini juga termasuk dalam pengertian kawasan pabean tempat masuknya sarana pengangkut, orang dan barang dari negara sumber dan negara transit. Dengan demikian, SAAT INI, Indonesia menjadi negara produsen, khususnya untuk jenis Methamphetamine dan MDMA diharapkan di masa yang akan yang beberapa pabriknya berhasil dibongkar oleh aparat penegak hukum. datang akan tercipta suatu sistem yang kuat dan handal dalam menangkal masuknya narkoba yang akan diselundupkan ke Port Klang, Malaysia dengan ke Indonesia. Sehingga menjaga masyarakat Indonesia dari modus dibawa oleh anak buah kapal KM Dewantara Jaya kerusakan yang ditimbulkan oleh narkoba tersebut. dengan disembunyikan secara tersebar di dapur, anjungan Pembentukan CNT yang dilakukan Kantor Pusat, telah memkapal, haluan kapal dan balast air kapal. berikan hasil terhadap penegahan masuknya narkotika ke Namun semua itu dirasa belum cukup, karena selama ini wilayah Indonesia. Selain pengungkapan kasus di Surabaya, setugas penanggulangan narkoba masih menjadi prioritas belumnya juga telah ditegah beberapa upaya pemasukan narkokedua. Hal ini disebabkan banyak diantara petugas-petugas ba secara ilegal. Pada 28 Januari 2008, KPU Batam berhasil di lapangan yang memiliki tugas pengawasan yang juga menegah masuknya 660 gram shabu-shabu (amphetamine), di sangat banyak dan tidak dapat dikesampingkan. Belawan menegah penyelundupan 3,3 kg heroin yang dibawa Selain itu, tidak semua petugas lapangan mempunyai kurir seorang wanita warga Indonesia. Diduga karena selama ini pengetahuan yang cukup tentang narkoba. Baik pengetahuan pengawasan di bandara-bandara internasional sangat ketat dan tentang jenis-jenis narkoba, modus-modus terbaru, maupun berlapis, sehingga jaringan narkotika internasional sedang melacara-cara analisa dan profiling terhadap target-target pelaku kukan uji coba menggunakan cara pemasukkan barang melalui penyelundupan narkoba. Karena masalah narkoba ini pelabuhan laut. mempunyai keunikan dan kekhasan sendiri yang tidak dapat KPPBC Tipe B Kuala Langsa pada 26 Januari 2008 disamakan cara penanganannya dengan permasalahan lain berhasil menegah 22 paket ganja kering dengan berat 22 kg di bidang kepabeanan. ris

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

11

LAPORAN UTAMA
memang dirasa masih kurang, karena daerah yang diawasi juga sangat luas apalagi untuk memenuhi jumlah ideal. Dan tentunya sarana dan prasarana yang kita miliki selalu di-update agar dapat bekerja lebih maksimal dan disesuaikan dengan anggaran yang ada, termasuk Anjing Pelacak Narkotika juga selalu di update dengan cara retraining secara berkala, “ lanjut Duki. Pemerintah memang memiliki keterbatasan anggaran untuk meng-update alat baru sehingga proses pengadaan sarana pengawasan yang lambat, namun kondisi ini, diakui Duki memang tidak hanya terjadi di DJBC tetapi juga di instansi-instansi lain. Karena itu, disaat anggaran sarana dan prasarana masih terbatas, maka DJBC menyiasatinya dengan cara meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki di bidang narkotika dan psikotropika melalui program training. Selain itu, memperluas jaringan informasi juga dilakukan sebagai upaya menyiasati keterbatasan anggaran. Ada beberapa alat yang untuk mendeteksi narkoba tenyata kurang berfungsi maksimal, antara lain ionizer dan entry scan. Menurut Duki, barang-barang tersebut adalah barang bantuan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan memerlukan perawatan yang khusus dan berkelanjutan. Yang menjadi permasalahan, setelah diserahkan , anggaran untuk perawatan tidak diketahui , apakah memakai anggaran DJBC atau BNN. Akibatnya Upaya yang dilakukan Direktorat perawatannya tidak dapat berjalan secara berkelanjutan dan membuat alat-alat tersebut tidak dapat bekerja secara maksimal. Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam Untuk kedepan diupayakan koordinasi lebih lanjut dengan BNN menanggulangi peredaran gelap berkaitan dengan perawatannya. narkotika dan psikotropika, Khusus mengenai anjing pelacak narkotika, DJBC baru mediantaranya menggunakan sarana nambah 14 orang handler dan anjing pelacak. Para handler telah dan prasarana, seperti penggunaan dilatih selama 2 bulan dan untuk saat ini masih dalam tahap pemesin X-ray yang merupakan alat yang nyempurnaan/ pematangan sebagai persiapan penempatan dalam waktu dekat. Personil baru ini akan menambah kekuatan cukup efektif untuk membantu dan kesiagaan dari personil handler dan anjing pelacak yang menemukan indikasi penyelundupan narkotika dan meminimalkan hambatan sudah ada selama ini di beberapa daerah dan untuk menunjang operasi Customs Narcotic Team (CNT). dalam pelayanan kepabeanan. Peran anjing pelacak dalam melakukan penegahan atas masuknya narkoba ilegal, memang sangat penting. Karena anjing memiliki indera penciuman yang sangat tajam dan sangat memelain itu, penggunaan anjing pelacak narkotika dan bantu untuk melacak adanya narkoba illegal yang disembunyikan psikotropika juga merupakan sarana yang sangat dalam barang-barang lain. membantu dalam melacak narkotika pada Mengenai perlunya suatu dasar hukum dalam mengoperasitempattempat yang diluar jangkauan indera manusia. kan alat untuk mendeteksi narkoba bagi para petugas bea dan Kemudian narcotest, sangat diperlukan dalam cukai, Duki menegaskan, tentunya hal itu sangat diperlukan. memberikan indikasi awal suatu zat yang dicurigai adalah Karena selama ini dalam pengoperasiaan alat-alat tersebut masih narkotika atau bukan, sehingga memberikan kemudahan berpegang pada peraturan perundang-undangan yang mengatur bagi petugas dalam menjalankan tugasnya dan dapat narkotika dan psikotropika. Apabila ada payung hukum yang lebih segera mengambil tindakan-tindakan yang dianggap perlu. spesifik mengatur tentang alat-alat tersebut Sarana pengawasan yang lain dalam FOTO-FOTO DOK. WBC tentu lebih bagus lagi. rangka menegah masuknya narkotika dan “Saat ini, beberapa negara mulai menguji psikotropika yang coba dimasukkan secara coba penggunaan peralatan berbasis X-ray unilegal, menurut Kasi Penindakan IV Direktorat tuk melakukan body scanner penumpang pesaP2, DJBC, Duki Rusnadi antara lain untuk wat terbang. Namun penggunaannya masih pelabuhan laut, DJBC menggunakan Hi-Co mengalami kendala, terutama berkaitan dengan Scan, sedangkan untuk darat seperti di Entikesehatan dan Hak Asasi Manusia. Penggunakong menggunakan x-ray yang ada di PPLB annya di Indonesia akan terkait juga dengan isuEntikong. isu tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut, Untuk x-ray, lanjut Duki, ada sekitar 81 perizinan dan peraturan perundangan yang buah yang tersebar dibeberapa daerah . Himemadai untuk penggunaannya mutlak diperluCo scan ada di Kantor Pelayanan Utama kan guna mengantisipasi apabila ada keberatan Bea dan Cukai Tanjung Priok dan di Kantor dari penumpang untuk dilakukan pemeriksaan Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai dengan alat tersebut,” imbuh Duki. Tanjung Perak. Untuk anjing Pelacak ada 2 ekor di Medan, 2 ekor di Batam, 2 ekor di Soekarno Hatta, 2 ekor di Surabaya dan 5 BNN, AIRPORT DAN SEAPORT INTERDICTION ekor di Denpasar. Dan untuk daerah yang Satuan tugas dari subyek seaport interdicbelum memiliki unit anjing pelacak , menggution (SI) dan airport interdiction (AI) merupakan nakan Anjing Pelacak Narkotika dari Kantor ujung tombak dari BNN. BNN memang tidak Pusat secara berkala. Di Kantor Pusat sendiri memiliki kewenangan untuk melakukan peneRUSNADI. sarana dan prasarana saat ini ada 22 ekor Anjing Pelacak Narkotika DUKI kita miliki selalu di-update agar gakan hukum, penangkapan orang dan peyang yang siap untuk operasional. nangkapan barang, tetapi yang memiliki kewedapat bekerja lebih maksimal, di“ Sarana pengawasan itu, untuk saat ini nangan itu adalah satuan tugas (satgas). sesuaikan dengan anggaran yang ada.

Sarana dan Prasarana Pendukung

Peredaran Gelap Narkoba

Pencegahan

S

12

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

consumer goods-nya diganti pasti berfungsi.” Demikian disampaikan Arman Singgih, Kepala Disamping entry scan, juga ada itemizer Satuan Tugas V Pelaksana Harian BNN Airport semacam lab mini bekerja seperti narcotest, dan Seaport Interdiction. hanya saja lebih canggih sampai bisa mendeSatgas yang ia pimpin ini melakukan peneteksi bahan peledak. Adalagi, alat pengarah gakan hukum terutama untuk pintu masuk yaitu untuk mendeteksi jika seseorang membawa di bandara udara (airport) dan di pelabuhan ganja atau jenis narkotika bisa terdeteksi dan laut (seaport) yang masing-masing memiliki kealat pengarah akan menunjuk ke pembawa tua satuan tugas atau sebagai penjurunya. barang terlarang tersebut. Alat ini memiliki Untuk di airport yang bertindak sebagai ketua range antara 50-100 meter. satgas operasionalnya adalah Direktur P2 Dalam melakukan agenda kegiatan setiap DJBC, sedangkan di seaport sebagai ketua tahunnya, seperti rakor, operasi, pelatihan, disatgas operasionalnya adalah Direktur akui Arman memang ketersediaan dana seKesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) ring menjadi kendala, padahal kalau dihitung Dirjen Perhubungan Laut. Sedangkan untuk di secara keseluruhan dana pemberantasan dan daerah-daerah sebagai penjurunya adalah penyalahgunaan narkoba hampir mencapai 1 Administrator Pelabuhan untuk di seaport dan triliun rupiah, namun yang ditangani BNN haKepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan ARMAN SINGGIH. Pemasukan nya sekita 300 juta rupiah, yang lainnya terseBea dan Cukai (KPPBC). narkoba illegal yang paling besar bar di masing-masing instansi. Arman menyaSetiap tahunnya, Arman sebagai Kepala sebenarnya justru bisa melalui Satgas, menyelenggarakan pendidikan dan pe- pelabuhan laut bahkan paling mudah rankan, sebetulnya yang lebih efektif adalah dana itu diserahkan kepada koordinatornya, latihan tentang cara menangani masalah narko- menyembunyikan barangnya. sehingga melalui satgas-satgasnya BNN bisa ba, melakukan rapat koordinasi disamping juga menggerakkan kegiatan dengan dana yang cukup. melakukan penegakan hukum di laut melalui operasi-operasi laut Selain melakukan technical assistance dengan DJBC, asisbekerja sama dengan pusat pengendalian operasi ataupun tensi juga dilakukan dengan instansi lain antara lain Ditjen Perdengan tim satgas penegakan hukum yang lain di BNN seperti hubungan Laut, Imigrasi, Lembaga Pemasyarakatan, POM dan seperti Satgas Prekusor. beberapa instansi yang terkait dengan penanganan masalah “Mereka sebagai ketua satgas operasional yang menggeraknarkotika. kan operasi-operasi di lingkungannya masing-masing dengan “Masih ada sedikit kendala, seperti arogansi masing-maberkoordinir antara KPLP (seaport), Bea Cukai (airport), Imigrasi, sing korps masih ada dan itu sampai sekarang masih belum Kepolisian, baik polisi yang terkait di pelabuhan udara maupun di hilang, makanya kita harus sering koordinasi dan harapan saya laut. Jadi tugasnya mengkoordinir, disamping Bea dan Cukai seuntuk masalah pemberantasan narkotika memang seharusnya hari-hari memang tugasnya sudah melakukan pengawasan untuk ada koordinasi antar instansi terkait, karena narkotika ini yang menegah tetapi kita juga ada satgasnya untuk bersama-sama menjalankan adalah sindikat, sindikat ini harus dilawan dengan melakukan penegahan,” imbuh Arman. sindikat. Ibaratnya jaringan narkotika sindikat jahat , kita lawan Mengenai potensi masuknya narkoba ke wilayah Indonesia, dengan sindikat baik, dan kita harus berkoordinasi membuat Arman mengungkapkan, sebenarnya pemasukan yang paling sindikat yang baik, caranya dengan menghilangkan arogansi besar justru bisa melalui pelabuhan laut bahkan paling mudah dan bekerjasama. Seperti saya ini sipil tetapi saya bisa mememenyembunyikan barangnya. rintah polisi karena saya Ketua Satgasnya atau memerintah “Dari pengalaman saya, boatzooking kapal memakan instansi lain seperti KPLP,” imbuh Arman. waktu lama padahal keluar masuk kapal sangat banyak, kita tidak bisa memeriksa semua kapal sehingga sifat pemeriksaan dilakukan secara sampling, dan tegahan heroin PRASARANA DI SEAPORT DAN AIRPORT 3,3 kg di Belawan merupakan kejelian dari petugas sea portDi Pelabuhan Laut Belawan, tepatnya di terminal internasionya khususnya bea dan cukai sehingga berhasil menangkap nal Ujung Baru Belawan telah disediakan alat detektor yang sakurir heroin,” ujar Arman. ma seperti yang berada di bandara-bandara internasional, yaitu Menurut Arman, beberapa jalur yang rawan akan pemasukan X-ray dan alat detektor lainnya. Karena itu menurut Kasi P2 narkoba antara lain Batam, Belawan, Ngurah Rai dan Jakarta KPPBC Belawan, Agustinus Djoko P, sebenarnya sarana dan termasuk Yogyakarta yang juga masuk target. prasarana yang dimiliki DJBC untuk Sedangkan di daerah perbatasan, justru kebamengawasi peredaran gelap narkoba sudah nyakan sifatnya ekspor, pengawasan yang harus cukup, namun akan lebih baik lagi jika sarana dan prasarana tersebut dilakukan diawasi adalah barang-barang dari dalam negeri penambahan dari segi jumlah dan pengadaan ke luar negeri. Dari pengalaman tangkapan baru atas sarana dan prasarana yang lebih narkotika di perbatasan adalah ekspor karena moderen dalam pelaksanaan pengawasan Indonesia sudah jadi negara produsen dan peredaran gelap narkoba. konsumen napza. Maka itu pintu-pintu perbatas“Sarana sudah cukup baik, namun masih an, seperti Pos Pengawasan Lintas Batas adanya peralatan yang harus diperbaharui Entikong, misalnya harus lebih diperketat lagi. dan diperbaiki mengingat kondisinya sudah Mengenai bantuan peralatan yang diberikan cukup lama dan perlu ditambahkan sarana BNN sebagai sarana pengawasan antara lain dan prasarana lainnya yang lebih moderen. entry scan sebanyak tiga unit, dipasang di BanSaat ini kita memiliki x-ray bagasi penumpang, dara Soekarno-Hatta, Polonia dan Ngurah Rai. narcotest kit, alat pendeteksi narkoba dan “Sebenarnya peralatan itu canggih sekali, beberapa barang lainnya,” imbuh Agus. karena orang yang memegang jenis narkoba Hambatan dalam hal pengadaan sarana lalu melewati alat itu pasti akan terdeteksi, hadan prasarana, menurut Agus, hampir tidak nya karena canggih peralatannya jadinya comada, namun seperti diketahui bahwa untuk plicated,saya dengar sekarang tidak berfungsi karena setiap beberapa saat harus diganti con- AGUSTINUS DJOKO P. Akan lebih baik urusan pengadaan barang prosesnya jika sarana dan prasarana dilakumembutuhkan waktu yang cukup lama dan sumer goods-nya,seperti cairan-cairan khusus lagi penambahan dari segi jumlah kan pelaksanaannya diserahkan kepada Kantor pendeteksi harus diganti. Tidak berfungsinya dan pengadaan baru atas sarana dan Pusat DJBC, sedangkan hambatan dalam karena tidak ada consumer goods-nya. Kalau prasarana yang lebih moderen.

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

13

LAPORAN UTAMA
DOK. WBC

tidak tertutup kemungkinan wilayah Asia Tengpengoperasiannya terjadi kurangnya jumlah gara lainnya dan juga Amerika Latin,” ujar Eko. SDM yang memiliki kemampuan dalam pengKemudian memantau negara transit (transit operasian sarana dan prasarana tersebut searea) yang dikenal memiliki ground handling hingga telah diusulkan untuk dilakukan pe(pengeluaran barang) berbiaya murah, seperti nambahan pegawai yang memiliki kemampuMalaysia, Hongkong dan Singapura yang bisa an dalam pengoperasian peralatan tersebut. dijadikan sebagai transit barang. Selanjutnya “Meski kendala yang terjadi akibat keruterhadap maskapai penerbangan yang sakan peralatan pasti ada, namun hal terseberpotensi memiliki resiko tinggi sebagai sarana but tidak mengurangi tingkat pengawasan pembawa barang narkotika baik oleh penumyang dilakukan hanya saja berakibat dalam pang maupun melalui sarana kargonya, antara percepatan proses pelaksanaan,” ujar Agus lain maskapai penerbangan Cathay Pasifik mengenai kendala yang dihadapi jika prasa(Hongkong), KLM (Belanda), China Airlines dan rana mengalami suatu kerusakan. sebagainya. Selain menggunakan bantuan alat detekTerakhir, profiling untuk pengawasan petor untuk melakukan pendeteksian terhadap numpang (passenger). Untuk pengawasan penumpang, pendektesian juga dilakukan pasenger, KPPBC Soekarno-Hatta memiliki dengan menggunakan prinsip-prinsip intelijen, dua fasilitas baru yaitu yaitu Passenger profiling dan targeting yang telah Analisis Unit dan fasilitas CCTV. Mengenai dilaksanakan dan dikembangkan di wilayah Pasenger Analisis Unit (yaitu unit analisa kerja KPPBC Tipe A1 Belawan, khususnya di EKO DHARMANTO. Harus ada penambahan dan pembaharuan sistem. data penumpang, bagasi kapal yang bisa Seksi Penindakan dan Penyidikan. diperoleh secara lengkap sejak penumpang Mengenai penegahan upaya penyelundup- Jadi tidak hanya SDM yang diperbaharui tetapi teknologinya juga. pesawat itu check-in hingga tiba di daerah an heroin sebanyak 3,3 kg yang dibawa oleh tujuan) untuk sistem ini sudah ada lima maskurir WNI berinisial WR, menggunakan kapai penerbangan yang ikut dalam sistem tersebut, diantamodus operandi dengan menyembunyikannya di lapisan dalam ranya Malaysia dan Singapura Airlines. tas yang dibawa oleh tersangka. Menurut Agus, memang seSementara untuk CCTV, baru berjalan sebulan. Fasilitas ini belumnya sepanjang tahun 2007 belum pernah ditemukan kadibangun dari dana APPG (Anggaran Pemberantasan Perdasus yang berhubungan dengan narkoba yang dibawa oleh pegangan Gelap) dan baru 5 unit CCTV yang digunakan untuk numpang kapal, hal ini diduga terjadi karena spesifikasi barang mengindentifikasi penumpang, sejak dia datang, masuk imigrasi tersebut sebenarnya membutuhkan waktu penanganan yang kemudian sampai di pemeriksaan pabean. cepat sehingga diduga daerah pemasukkan barang dilakukan “Sarana pengawasan di KPPBC ini bisa dikatakan belum memelalui bandara-bandara internasional. madai, kita punya x-ray sekitar 16 unit, tersebar di area gudang “Akhir-akhir ini sejak terbentuknya airport interdiction pengdan terminal disamping x-ray lain yang didukung Perusahaan awasan di bandara internasional terhadap barang narkoba saJasa Titipan. Sedangkan untuk CCTV idealnya sekitar 69-90 unit, ngat ketat dan berlapis sehingga diduga jaringan tersebut kini yang dimiliki 5 unit dan dirasa masih kurang dikarenakan kita sedang melakukan uji menggunakan cara pemasukuan barang bergerak secara sinergi antara kekuatan fisik petugas di yang baru melalui pelabuhan laut, namun hal terdeteksi lebih lapangan dengan teknologi yang kita pergunakan dan itu akan awal,” ujar Agus. efektif jika CCTV ditempatkan ditiap-tiap tempat mulai dari dia Di Seaport Interdiction khususnya di KPPBC Belawan, medatang, di belalai pesawat, di imigrasi, consigne, sampai gerbang nurut Agus, ujung tombaknya adalah Bea dan Cukai, Imigrasi pengawasan pabean. Begitu juga yang di gudang, sejak di di dan karantina beserta Pelindo, KPLP dan KPPP. Tim yang uploading, loading ke gudang, dibongkar di gudang, di x-ray sudah mulai berjalan sejak Juli 2007 ini bekerja dengan cara sampai kemudian ditimbun sementara untuk formalitas dokumen melakukan penanganan tugas pada masing-masing unit yang kepabeanan,” urai Eko. menjadi tugas pokoknya secara optimal dan setiap informasi “Mengenai anjing pelacak, sejauh ini kita perlukan, dia menjaatau kecurigaan langsung dikoordinasikan kepada masingdi efect deterent jadi untuk merubah mimik dari si pembawa, begimasing pihak yang tergabung dalam Seaport Interdiction. tu dia melihat anjing mimik mukanya jadi berubah. Itu kita harapMengenai tantangan yang dihadapi aparat khususnya dakan seperti itu dan kedepan dia lebih optimal bisa mencium balam menjalankan tugas terutama terkait dengan masalah pengrang tidak hanya di cargo barang penumpang saja,” tambah Eko. awasan perdagangan gelap barkoba, Agus mengungkapkan, Selain itu ada pula alat deteksi bantuan dari BNN berupa dari unit Bea dan Cukai yang dirasakan antara lain adalah itemizer yang saat ini masih bisa beroperasi, sedangkan entry kurangnya informasi dan kesadaran yang dimiliki oleh masyascan tidak bisa bekerja dikarenakan chemical suport-nya tidak rakat pengguna jasa pada Pelabuhan Belawan, sehingga seada dan hal ini sudah disampaikan ke BNN. Dari tahun 2007 ring kali terjadinya benturan antara aparat pengawasan dengan hingga saat ini kasus narkoba mencapai 10 kasus mulai ditemasyarakat pengguna jasa tersebut dalam pelaksanaan tugas mukan pada jalur penerbangan domestik. Untuk itu penerbangan di lapangan. domestik, lanjut Eko, mau tidak mau sekarang harus diperketat Sementara itu mengenai pengawasan yang dilakukan di karena sebagai bagian dari unsur Airport Interdiction, Bea dan bandar udara (bandara) khususnya untuk menegah masuknya narkotika illegal, Eko Dharmanto, Kasi P2, KPPBC Tipe A1 Cukai harus berperan. Soekarno-Hatta menjelaskan mekanisme pengawasan yang “Tantangan terberat kami dalam menegah ada pada masalah dilakukan adalah bertumpu pada risk management. Kontrol peralatan. Inginnya CCTV bisa berjalan dengan baik, kemudian xterhadap lalu lintas barang dilakukan dengan tidak menghamray mesin yang terutama bisa diberdayakan untuk body, dan pasbat arus barang atau jasa itu sendiri, karena itu, menggunakan senger analisis unit bisa berjalan efektif, walaupun baru 5 maskaprofiling maupun kegiatan intelijen menjadi faktor penting pai semoga untuk kedepannya akan makin bertambah maskapai dalam risk management. penerbangan masuk dalam sistem ini. Untuk CCTV meski baru Mengenai profiling, pertama berdasarkan kriteria negaraberjalan di lima titik tetapi memang akan diupayakan jumlahnya negara yang berisiko tinggi sebagai penghasil obat-obatan sesuai dengan kebutuhan pengawasan. Jadi memang harus ada terlarang. “Saat ini kita tetapkan high risk resources countries penambahan sistem, harus ada pembaharuan, yang tidak hanya (negara produsen berisiko tinggi.red) seperti Eropa yaitu orangnya saja tetapi juga teknologinya. Sedangkan kemampuan Belanda sebagai produsen chemical product. Kedua untuk personil, kami rasa sudah mendukung jika diimbangi dengan narkoba organik Bulan Sabit Emas dan Segi Tiga Emas dan sistem,” tandas Eko. ris

14

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

Pencabutan Nomor Ijin Edar

Dari Sanksi Administrasi Hingga

S

Mendegar kata narkoba, pasti yang ada dibenak kita adalah seputar ganja, heroin, opium, ekstasi, putau dan sejenisnya.Barang-barang ini disebut-sebut sebagai perusak generasi masa depan yang paling mujarab. Lalu apakah narkoba itu sendiri ? lantas sejauhmana kita mengenal lebih dekat dari sisi keilmuan ?

I,II dan III. Golongan I ada 26 jenis,Golongan II ada 87 jeegala sesuatu yang digunakan secara berlebihan nis dan golongan III ada 14 jenis. tak akan berdampak baik bagi diri kita. Begitu Berdasarkan bahan-bahan yang dipergunakan dalam juga dengan narkoba yang digunakan diluar jalur pembuatannya jenis narkotika dapat dibedakan menjadi medis, apalagi dengan menambah dosis makin narkotika alamiah dan narkotika sintetis. Narkotika alamiah membuat kompleks dampak yang muncul akibat berasal dari tumbuh-tumbuhan yang dalam jumlah relatif penggunaan narkoba. kecil diperoleh melalui suatu proses sangat sederhana dan Narkotika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani tidak terlalu memerlukan alat-alat moderen. Yang termasuk yang artinya ‘kelenger’ merujuk sesuatu yang bisa membuat jenis narkotika alamiah adalah candu (opium), morphine, seseorangan tak sadarkan diri (fly), sedangkan dalam bahasa heroin, codein, daun coca, cocain, ganja (cannabis sativa), Inggris narkotika lebih mengarah ke obat yang membuat psilocybin dan psilocin serta mescalin (peyote). penggunanya kecanduan. Dalam bahasa kita, narkoba meruNarkotika sintetis muncul karena alasan sangat terbataspakan singkatan dari narkotika dan obat atau bahan berbahaya. Selain itu, narkoba juga dikenal dengan istilah NAPZA nya jenis-jenis narkotika alamiah yang tersedia. Jenis naryaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua kotika yang termasuk dalam narkotika sintetis antara lain : istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang propoxyphene (darvon), pentacozine (talwin), methadone umumnya mempunyai risiko kecanduan (adiksi). (dolphine), pethidine dan meperidine (Demerol). Dalam bidang pengobatan dan ilmu pengetahuan, narkotiSedangkan yang semi sintetis antara lain; hydromorphone ka merupakan obat yang diperlukan, namun dapat pula me(Dimorphone), oxycodone (Dyhidrone), etorphine. nimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan bila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama. UNTUK KEPENTINGAN ILMU PENGETAHUAN, INDUSTRI Seiring berjalannya waktu keberadaan narkoba bukan haFARMASI DAN KIMIA nya sebagai penyembuh namun justru menghancurkan. AwalNarkotika, disatu sisi merupakan obat atau bahan nya narkoba masih digunakan sesekali yang bermanfaat di bidang pengobatan WBC/RIS dalam dosis kecil dan tentu saja dampaknya atau pelayanan kesehatan dan tak terlalu berarti. Namun perubahan jaman pengembangan ilmu pengetahuan, namun dan mobilitas kehidupan membuat narkoba disisi lain dapat menimbulkan menjadi bagian dari gaya hidup, dari yang ketergantungan yang sangat merugikan tadinya hanya sekedar perangkat medis, kini apabila dipergunakan tanpa pengendalian dianggap sebagai ‘dewa dunia’, penghilang dan pengawasan yang ketat dan seksama. rasa sakit dan membuat hidup lebih ‘ringan’. Menurut Direktur Pengawasan Napza, Karena itu pengaturan narkotika perlu diDeputi Bidang Pengawasan Produk Terapelakukan dengan tujuan untuk menjamin ketik dan Napza, Badan Pengawas Obat dan tersediaan narkotika untuk kepentingan peMakanan (POM), Dr. Danardi Sosrosumilayanan kesehatan ataupun untuk pengemhardjo, SpKJ (K), untuk jenis narkotika gobangan ilmu pengetahuan. Disamping itu longan I adalah narkotika yang hanya dapengaturan penting dilakukan untuk mencepat digunakan untuk tujuan pengembanggah terjadinya penyalahgunaan disamping an ilmu pengetahuan dan tidak digunakan juga memberantas peredaran gelap narkoba. dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Menurut Undang-Undang RI Nomor 22 “Golongan satu tidak untuk pengobatan tahun 1997 tentang Narkotika, pengertian melainkan digunakan untuk kepentingan narkotika adalah zat atau obat yang berasal riset, misalnya untuk kebutuhan dari tanaman atau bukan tanaman, baik sinlaboratorium atau bagi kami di Badan POM tetis maupun semi sintetis yang dapat menarkotika jenis ini digunakan sebagai baku nyebabkan penurunan atau perubahan keDr. DANARDI SOSROSUMIHARDJO, banding, untuk memastikan jenis narkotika sadaran, hilangnya rasa, mengurangi sam- SpKJ (K), Depkes maupun Badan POM menghitung kebutuhan narkoti- yang ditemukan pihak kepolisian dalam supai menghilangkan rasa nyeri dan dapat ka se-Indonesia setiap tahunnya, atu tangkapan razia misalnya, itu pun narmenimbulkan ketergantungan. baik yang dipergunakan untuk ilmu kotika yang digunakan untuk baku banding Dalam undang-undang tersebut narkotipengetahuan, maupun untuk industri jumlahnya sangat kecil,” ujar Danardi. ka digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu farmasi dan kimia.

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

15

LAPORAN UTAMA
adalah jenis morphin. Morphin pun bisa berubah menjadi heroin setelah diolah melewati berbagai proses. Jadi heroin ada yang morphin murni dari opium dan ada juga yang telah melalui berbagai proses untuk menjadi heroin. Disamping itu jenis psikotropika seperti methyl amphetamhine (sabu-sabu) dan MDMA atau ekstasi juga marak disalahgunakan yang masuk ke Indonesia dalam bentuk prekursor (zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam memproses pembuatan narkotika) yang notabene sangat dibutuhkan bagi industri farmasi maupun industri kimia. “Jadi produsen industri baik itu untuk obat, deterjen, cat, tinta, desinfektan, bahan untuk kompres maupun sabun memang memerlukan jenis psikotropika seperti ephedrine. Tetapi karena BADAN POM melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika yang dilakukan pabrik obat maupun ada saja oknum nakal maka pedagang besar farmasi, melalui audit. yang sebetulnya produk legal kemudian diproduksi menjadi ecstasy dengan bahan daUntuk narkotika golongan II adalah narkotika yang bersar ephedrine tadi. Ini yang sekarang marak terjadi dan jadi khasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan tren di Asia Tenggara,” ungkap Danardi. dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengePemerintah, lanjut Danardi melalui Departemen Kesehattahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan kean (Depkes) mengupayakan tersedianya narkotika untuk ketergantungan. pentingan pelayanan kesehatan atau untuk pengembangan Narkotika golongan III adalah narkotika yang berkhasiat ilmu pengetahuan. Untuk keperluan itu, maka Menteri Kesepengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan atau hatan menyusun rencana kebutuhan narkotika setiap tahun tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai yang menjadi pedoman pengadaan, pengendalian dan pengpotensi ringan mengakibatkan ketergantungan. awasan narkotika secara nasional. Danardi menegaskan kembali, pemakaian narkotika unDepkes maupun Badan POM menghitung kebutuhan narkotituk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan adalah ka se-Indonesia setiap tahunnya, baik yang dipergunakan untuk termasuk untuk kepentingan pendidikan, pelatihan dan ilmu pengetahuan, maupun untuk industri farmasi dan kimia. keterampilan dan penelitian dan pengembangan. “Dalam Untuk industri farmasi maupun kimia biasanya impor dilarangka penelitian maka narkotika golongan I dapat digunakukan oleh pedagang besar farmasi yaitu perusahaan berkan untuk kepentingan medis yang sangat terbatas dan bentuk badan hukum yang mendapat ijin dari Menteri Kesedilaksanakan oleh orang yang diberi wewenang khusus unhatan untuk melakukan kegiatan penyaluran obat dan bahan tuk itu oleh Menteri Kesehatan.” Dalam istilah perdagangan dikenal narkotika legal dan FOTO-FOTO DOK. WBC ilegal, namun bagi lingkup Badan POM istilah ini sebenarnya kurang tepat. Menurut Danardi, dikatakan illegal jika narkotika telah disalahgunakan dan pihaknya lebih tepat menyebutnya sebagai ilicid drug atau tidak digunakan untuk medis. Karena, narkotika legal atau disebut licid, misalnya seperti codein (narkotika golongan III) jika diselundupkan dia jadi illegal tetapi tetap licid menurut medis. “Istilah licid atau ilicid adalah istilah medis, sedangkan legal atau illegal adalah istilah hukum.” Narkotika legal dalam istilah hukum maupun licid dalam istilah medis, dipergunakan Badan POM untuk bahan baku banding dan riset. Bahan baku itu dibeli dari Badan Pengawas Narkotika Internasional atau International Narcotics Control Board (INCB). Atau jika ada barang tangkapan, kemudian dilakukan baku banding dan pengecekan. Jika mengandung heroin dalam kadar persentase tertentu maka akan dimurnikan kembali. Saat ini jenis narkotika yang terbanyak disalahgunakan justru adalah narkotika golongan satu atau heroin yang DALAM BIDANG PENGOBATAN DAN ILMU PENGETAHUAN, narkotika berasal dari tanaman opium, sedangkan untuk golongan II merupakan obat yang sangat diperlukan.

16

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

obat termasuk narkotika. Atau juga dilakukan oleh pabrik obat yang merupakan perusahaan berbentuk badan hukum yang memiliki ijin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan produksi, penyaluran obat dan bahan obat, termasuk narkotika. Danardi mencontohkan, misalnya PT A kebutuhan narkotikanya 10 kilo per tahun. Kalau PT A mengimpor narkotika, maka Badan POM sebelumnya telah memiliki data misalnya PT A pada tahun lalu, telah mengimpor 10 kg narkotika. Dari 10 kg ini baru digunakan sebesar 7 kilo untuk pembuatan obat, berarti masih tersisa 3 kg. Kalau PT.A meminta 10 kg lagi maka Badan POM yang mengawasinya akan menegur PT.A karena perusahaan ini sudah dijatah 10 kg sesuai dengan kapasitas produksinya dan masih tersisa 3 kg narkotika yang belum digunakan. “Jadi kalau permintaannya naik harus ada alasannya, sebaliknya kalau produksi turun harus dijelaskan mengapa sampai terjadi penurunan. Jadi ada mekanisme pengawasannya,” imbuh Danardi. Dari 10 kg yang diimpor dan baru diproduksi 7 kilo ini, Badan POM akan mengetahui kemana saja obat-obatan ini diedarkan, apakah masuk ke apotik, rumah sakit, atau sudah sampai ke tangan pasien. Sebenarnya, baik Depkes maupun Badan POM mengetahui setiap pergerakannya termasuk juga ke luar negeri. Kalau PT.A akan mengimpor narkotika maka harus meminta ijin ke Depkes dan jika memenuhi syarat akan diberikan Surat Persetujuan Impor (SPI) setelah sebelumnya dilakukan audit ke perusahaan farmasi untuk mengetahui reputasi, kapasitas produksi dan kebutuhan akan bahan narkotika. Sebaliknya jika hasil produksi obat-obatan akan dikirim ke luar negeri maka akan diberikan Surat Persetujuan Ekspor SPE). SPI dan SPE ini dikeluarkan setiap kali akan melakukan impor maupun ekspor. Dalam hal ini Badan POM maupun Depkes mengetahui setiap kebutuhan narkotika masingmasing industri yang terkait dengan penggunaan narkotika. Termasuk juga untuk kepentingan ilmu pengetahuan, bahwa narkotika golongan I hanya dapat disalurkan oleh pabrik obat tertentu dan atau pedagang besar farmasi tertentu kepada lembaga ilmu pengetahuan tertentu untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan.

UNTUK INDUSTRI FARMASI maupun kimia biasanya impor narkotika dilakukan oleh pedagang besar farmasi atau pabrik obat yang telah mendapat ijin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan penyaluran, produksi obat, dan bahan obat termasuk narkotika.

PENGAWASAN PENYALURAN NARKOTIKA
Lebih lanjut menurut Danardi untuk pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika, yang dilakukan pabrik obat maupun pedagang besar farmasi, Badan POM selalu melakukan pengawasan melalui audit. Misalnya PT. A ini sudah menyalurkan ke distributor lalu distributor mengedarkannya ke apotik atau rumah sakit, sehingga diketahui terserap kemana saja produksi dari pabrik obat ini. Disamping itu, untuk tugas pengawasan, Badan POM juga tergabung dalam salah satu satgas dan menjadi penjurunya, yaitu Satgas Prekursor yang merupakan gabungan antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, Kepolisian, Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian dan instansi terkait lainnya. Satgas ini setiap dua bulan melakukan pertemuan reguler. Selain itu ada special meeting yang dilakukan jika sewaktu-waktu ditemukan suatu kasus. “Kita mencoba bahwa ruang lingkup inilah yang menjadi tugas kita, kalau misalnya ini ada 7 kg yang terserapnya kok cuma lima, lalu 2 kg-nya kemana ? Kalau mereka tidak mau memberi penjelasan maka kita panggil pengusaha farmasi itu, dan jika ditemukan sarana ilegal disana yang ternyata pengirimnya adalah pedagang besar farmasi maka Badan POM akan menegur keras bahkan menarik nomor ijinnya sehingga dia tidak bisa mengimpor lagi. Sedangkan mengenai sarana ilegal maka itu jadi wewenangnya kepolisian. Jadi Badan POM memberi sanksi administrasi sedangkan kepo lisian memberi sanksi atas tindakan kriminalnya. Untuk pengawasan narkotika illegal peran kami hanya ada di

gabungan satgas ini. Jadi untuk pengawasan sudah ada mekanismenya,” ungkap Danardi. Selain melakukan audit ke perusahaan farmasi, audit juga dilakukan ke distributor, apotik dan rumah sakit. Dalam hal ini Badan POM tidak bekerja sendiri melainkan Balai POM setempat yang melakukan audit dan bisa juga dinas kesehatan. Fokus utama pengawasan Badan POM adalah pada pedagang besar farmasi, pabrik obat dan distributor. Sedangkan apotik sebagai pembinanya adalah dinas kesehatan setempat. Maka itu kalau dilakukan audit ke apotik harus bersama-sama dengan dinas kesehatan. Setiap bulannya mereka memberikan laporan ke Badan POM dan Depkes. Selain itu mekanisme kontrol yang dilakukan Badan POM antara lain melalui pre notification export (surat pemberitahuan ekspor) dari negara asal barang di luar negeri, kemudian dari SPI maupun SPE-nya, laporan per bulan dari pedagang besar farmasi dan selanjutnya dilakukan audit pada sarana. “Jika dari hasil audit ternyata ditemukan bahwa perusahaan farmasi telah melakukan penyelewengan penggunaan narkoba, misalnya mengimpor 10 kg, ternyata baru diedarkan 5 kg, berarti yang 5 kg tidak jelas, karena akan terlihat dari nomor kodenya atau no batch-nya. Jika diketahui pabrik obat ini menyalurkannya ke sarana yang tidak layak, maka bisa dikenakan sanksi, mulai dari teguran sampai pencabutan nomor ijin edar. Sedangkan untuk sarana ilegalnya maka menjadi kewenangan kepolisian untuk tindakan kriminalnya. Proses penyidikan ini diawali dengan diterjunkannya anggota dari Pusat Penyidikan Badan POM atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk melakukan penyidikan (setengahnya polisi). Kalau memang benar ditemukan maka kita panggil satgas prekursor lalu kita lakukan tindakan administrasi,” tandas Danardi. ris

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

17

WAWANCARA

Drs R.P Jusuf Indarto
Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC

“Tidak Tertutup Kemungkinan Perbatasan Darat Dijadikan Titik Masuk Barang Haram...”
18
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

Menurut Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Drs. R.P Jusuf Indar to, cara yang dipergunakan oleh Bea dan Cukai Drs Jusuf Indarto to, untuk mengamankan barang-barang impor maupun ekspor dari upaya yang dilakukan penyelundup untuk menyembunyikan narkotika adalah dengan tetap berbasis pada profiling dan targeting, baik menyangkut rute perdagangan, importir, negara asal, negara transit, kurir perdagangan, entry point, serta pengaturan sumber daya yang dimiliki oleh DJBC untuk menjalankan profiling dan targeting. Sehingga pemanfaatan sumber daya bisa berlangsung efektif dan efisien dalam penggagalan perdagangan narkoba. Termasuk apa saja program-program yang akan dilaksanakan Direktorat P2 terkait dengan masalah pemberantasan penyelundupan narkoba setelah dirinya diangkat sebagai Direktur P2 DJBC. Berikut petikan wawancara dengan Redaktur WBC, Aris Suryantini.
Selama ini penanganan masalah penyelundupan narkoba lebih banyak berhasil ditemukan di bandara-bandara, dibandingkan di pelabuhan laut dan kantor pos yang juga bisa menjadi potensi masuknya barang-barang haram tersebut. Lantas sudah sejauhmana pengamanannya terutama di laut dan kantor pos? Sebetulnya penanganannya disemua bidang sama saja. Namun, selama ini selalu timbul anggapan bahwa penggagalan kasus-kasus narkoba lebih banyak dilakukan di bandar udara. Asumsi tersebut muncul karena memang penyelidikan dan penggagalan kasus narkoba lebih mudah dan lebih nyata dilakukan di bandar udara. Padahal sebenarnya penyelidikan di pelabuhan laut juga dilakukan, namun sejauh ini belum mendapatkan hasil yang signifikan. Selain itu, penangkapan di pelabuhan laut juga sedikit karena tingkat kesulitannya yang relatif lebih tinggi. Tapi dengan digagalkannya beberapa usaha penyelundupan narkoba melalui pelabuhan laut di awal tahun 2008 ini seperti di Kuala Langsa, Batam, dan Belawan, maka asumsi tersebut tidak lagi bisa diberlakukan. Terkait dengan penyelidikan narkoba di kantor pos, sampai saat ini operasi penyelidikan di kantor pos telah dilakukan namun aktifitas tersebut memang belum membuahkan hasil, walaupun secara kinerja, sudah dilakukan dengan baik. Namun kita akan tetap berusaha terus melakukan operasi-operasi dalam rangka memerangi peredaran gelap narkotika dengan selalu menyempurnakan metode dan teknik operasi. Bagaimana pula pengamanan terhadap masuknya narkoba illegal yang melalui perbatasan ? Perlu disampaikan bahwa bandara dan pelabuhan laut juga merupakan perbatasan negara, namun demikian apabila yang dimaksud adalah perbatasan darat, maka dapat dijelaskan bahwa, selama ini pengawasan impor dan ekspor melalui perbatasan darat sudah dilakukan, namun mungkin belum terfokus pada kemungkinan pemasukan dan pengeluaran narkoba melalui perbatasan darat. Sehingga harus diakui bahwa pengawasan narkoba melalui perbatasan darat harus semakin diintensifkan, mengingat dengan ketatnya pengawasan melalui bandara dan pelabuhan laut, maka tidak menutup kemungkinan bahwa perbatasan darat dijadikan titik masuk barang haram tersebut. Belum lama ini juga terjadi pemasukan ekstasi impor melalui kontainer kapal di pelabuhan Tanjung Priok, apakah kemungkinan penyelundupan ekstasi dan napza jenis lainnya dalam muatan barang-barang impor melalui pelabuhan laut akan menjadi trend penyelundupan? Kemungkinan-kemungkinan tersebut akan selalu ada dalam kaitan trend penyelundupan narkoba, sebab pada prinsipnya, jaringan narkoba internasional, akan selalu mengikuti pola pengawasan yang kita lakukan dalam rangka mencari celah masuk yang bisa mereka gunakan. Untuk mengamankan barang-barang dari kemungkinan dijadikan tempat menyembunyikan narkotika dituntut kewaspadaan aparat, lalu apakah petugas P2 punya wewenang untuk memeriksa barang-barang di pelabuhan laut, baik untuk barang impor maupun barang penumpang ? Tugas pokok dan fungsi petugas P2 adalah pada domain pengawasan, bukan pada domain pelayanan, sehingga seberapa jauh tingkat keterlibatan petugas P2 dalam mengamankan barang-barang dari kemungkinan penyembunyian narkoba dalam lalu lintas barang impor, ditentukan juga berdasar profiling dan targeting serta ketersediaan sumber daya yang ada. Dan ini juga dilakukan berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku seperti Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 490/ KMK.05/1996 tentang Tatalaksana Impor Barang Penumpang, Awak Sarana Pengangkut, Pelintas Batas, Kiriman Pos, Dan Kiriman Melalui Perusahaan Jasa Titipan. Apakah pada setiap pemeriksaan kapal laut yang datang dari luar negeri petugas P2 selalu diikutsertakan ? Keputusan Direktur Jenderal Bea Dan Cukai Nomor : Kep- 08/BC/1997 Tentang Penghentian, Pemeriksaan, Dan Penegahan Sarana Pengangkut Dan Barang Di Atasnya Serta Penghentian Pembongkaran Dan Penegahan Barang menjelaskan bahwa penghentian, pemeriksaan sarana pengangkut itu dilaksanakan berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kepala Kanwil, Kabid P2, Kepala KPPBC ataupun Kasi P2. Jadi memang untuk pemeriksaan sarana pengangkut, petugas P2 selalu diikutsertakan. Selain itu, tugas pemeriksaan kapal, pada prinsipnya adalah tugas pre-pelayanan, sehingga lebih banyak pada beban tugas yang bersifat penyelidikan dan bukan pelayanan pabean, sehingga seyogyanya petugas P2 mendapatkan porsi tugas yang lebih banyak dalam melaksanakan pemeriksaan kapal. Menurut Bapak apakah Airport Interdiction dan Seaport Interdiction sudah maksimal menjalankan tugasnya ? Satgas airport interdiction maupun seaport interdiction samasama telah menjalankan tugasnya dengan baik, hal tersebut dibuktikan dengan adanya berbagai penangkapan baik domestik maupun internasional yang telah dilakukan. Namun apabila melihat dari intensitas kegiatannya, maka keberadaan satgas seaport interdiction perlu ditingkatkan lagi daya gunanya. Bagaimana dengan pembentukan Customs Narkotic Team, apakah bertujuan untuk memperkuat jajaran Bea dan Cukai dalam menanggulangi masalah narkotika ? Ya, pembentukan Custom Narcotic Team atau CNT merupakan salah satu cara DJBC untuk mengawasi narkoba, secara terkoordinasi dan menyeluruh, melalui penyiapan sumber daya yang berkonsentrasi penuh di bidang narkoba, sehingga diharapkan adanya tim tersebut menjadi pemicu bagi DJBC dalam meningkatkan upaya pencegahan penyelundupan narkoba dan penggagalannya di perbatasan Indonesia. Upaya penyelundupan narkoba tidak hanya dilakukan di pintu-pintu resmi, tetapi juga dilakukan di pintu-pintu yang yang tidak resmi, apakah sudah pernah ada pembicaraan dengan BNN mengenai masalah tersebut ? Pembicaraan dan koordinasi dengan BNN sudah senantiasa dilakukan, sehingga ke depan, akan selalu ada join training
EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

19

WAWANCARA
maupun join operasi dengan BNN berkaitan dengan penggagalan perdagangan narkoba melalui tempat-tempat yang dikategorikan tidak resmi maupun yang selama ini dianggap resmi. Berawal dari koordinasi formal dan informal, training CNT serta operasi bersama untuk melakukan Control Delivery barang-barang kiriman yang memuat narkoba, merupakan bentuk nyata kerjasama DJBC dengan BNN Bagaimana cara meningkatkan sumber daya manusia khususnya di Bea dan Cukai untuk mengantisipasi masuknya narkoba ke Indonesia ? Peningkatan kemampuan dan keterampilan sumber daya Bea dan Cukai guna mengantisipasi perdagangan narkoba, antara lain bisa dilakukan dengan sosialisasi/P2KP, training khusus narkoba (CNT-training), serta bimbingan dalam bentuk operasi bersama antara tim dari Kantor Pusat-DJBC maupun tim dari Kantor Wilayah Bea dan Cukai bersama dengan tim anti narkoba di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai setempat yang mengawasi wilayah tertentu. Saat ini untuk operasional sarana dan prasarana pengawasan yang digunakan berasal dari mana ? Sampai saat ini sarana dan prasarana disiapkan oleh Subdit Sarana Operasi dan bantuan dari BNN Bisa dijelaskan mengenai sarana pengawasan untuk narkoba yang dimiliki Bea dan Cukai baik yang di bandara, pelabuhan laut, maupun perbatasan ? Sarana yang sejauh ini kita miliki dan diberdayakan dengan baik antara lain; mesin X-Ray, anjing pelacak, narkotest, kapal patroli, serta persenjataan, yang digunakan dalam rangka pengawasan narkoba. Di samping alat lain yang merupakan bantuan BNN berupa itemizer dan walktrough machine, yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Apakah jumlah petugas di lapangan sudah mencukupi ? Berbicara tentang jumlah petugas, maka jumlah yang ada tidak akan pernah mencukupi kebutuhan, dikarenakan keterbatas SDM dengan luasnya titik-titik yang perlu diawasi. Bagaimana menyiasati keterbatasan yang ada baik sarana maupun SDM dan juga luas wilayah yang harus diamankan terhadap masuknya narkoba dari luar negeri ? Managemen resiko (potensi kerawanan perdagangan narkoba) serta profiling dan targeting terhadap potensi penyelundupan narkoba Sebenarnya jumlah yang ideal untuk di Indonesia, petugas Bea dan Cukai yang mengawasi masalah peredaran narkoba itu seperti apa ? Sebenarnya berbicara mengenai jumlah ideal yang diperlukan, maka itu bergantung pada situasi dan potensi kerawanan yang dimiliki oleh masing-masing wilayah, sehingga berkaitan dengan jumlah sulit untuk dihitung, namun mendekati ideal adalah minimal dalam unit penyelidikan narkoba terdiri dari unsur analisa, unsur surveylance, unsur penindakan dan unsur administrasi dan jaringan. Apa yang menjadi program Bapak ke depan sebagai Direktur P2, untuk memerangi narkoba illegal yang masuk dari luar negeri ? Program ke depan diawali dengan penyiapan SDM serta sarana dan prasarana yang memadai, dilanjutkan dengan peningkatan pemetaan jaringan perdagangan narkoba internasional, serta kerjasama intensif dengan penegak huukum narkoba yang lain untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dan peraturan pemberantasan narkoba internasional. Serta pada akhirnya meningkatkan operasi-operasi pencegahan penyelundupan narkoba secara terkoordinasi dan menyeluruh di berbagai entry point. 20
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

INFO PERATURAN

CUKAI
hasil tembakau dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA), sehingga tiap kemasan pada dua komoditi tersebut terdapat tanda pelunasan cukai dalam bentuk pita cukai. Namun dalam kenyataannya banyak para pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab berusaha menghindari kewajibanMudahnya cara mendeteksi suatu pita cukai nya membayar cukai, samenjadi acuan dalam mendesain suatu pita cukai lah satu cara ilegal yang digunakan adalah dengan membuat pita cukai palsu yang dilekatkan pada dua produk tadi. Untuk itu pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) berusaha untuk meredam peredaran pita cukai palsu dengan cara merubah desain lama dengan menggunakan berbagai komponen pengamannya seperti kertas, hologram dan juga pencetakannya. Menurut Kepala Seksi Penyediaan dan penukaran Sub Direktorat Pita Cukai Suparyanto, upaya pemerintah dalam hal ini DJBC merubah desain merupakan upaya mempersempit ruang lingkup peredaran pita cukai palsu yang marak akhir-akhir ini. Perubahan desain tidak dilakukan secara drastis, sehingga komponen pengamannya tadi masih tetap digunakan hanya saja desainnya saja yang dirubah dengan tetap mengacu pada peratuan yang ada yaitu keputusan Dirjen Bea Cukai nomor 32 tentang desain baku pita cukai. Walaupun desain mengalami perubahan namun masih bisa di deteksi dengan alat-alat deteksi yang ada dan dapat diperoleh dipasaran seperti lampu sinar ultraviolet dan kaca pembesar. Sekalipun dapat dideteksi dengan alat yang sederhana, namun ada PITA CUKAI. tahun 2008 mengalami perubahan desain untuk meredam peredaran pita cukai palsu pula alat deteksi pita cukai yang khusus dan tidak ada di peredaran pasar, menurut Suparyanto itu merupapaya yang dilakukan pemerintah untuk mengawasi kan kebijakan dari pemerintah. Untuk mendapatkan alat produk-produk seperti rokok atau minuman mengandeteksi khusus tersebut untuk kelancaran tugas, Kantor dung beralkohol yang peredarannya dimasyarakat Wilayah (Kanwil) DJBC maupun Kantor Pelayanan dan dibatasi oleh pemerintah adalah dengan dengan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) harus membuat supengenaan cukai. Sebagai tanda bahwa produk terrat permohonan kepada Direktur Cukai. sebut sudah membayar cukai, maka pada tiap kemasan proMerubah desain tersebut, lanjut Suparyanto, tidak diduk tadi terdapat tanda pelunasan berupa pita cukai. Saat ini lakukan DJBC dalam hal ini Direktorat Cukai secara menIndonesia baru mengenakan cukai pada dua komoditas yaitu

Sulit Ditiru, Mudah di Deteksi

Desain Pita Cukai 2008

U

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

21

CUKAI
dadak, namun dilakukan setelah melalui berbagai kajian terhadap berbagai informasi dari tim pengawas yang berada pada Direktorat Pencegahan dan Penyidikan (P2) maupun di masyarakat mengenai peredaran pita cukai palsu “Jika dari kajian tersebut perlu untuk dilakukan perubahan desain, maka itu akan dilakukan, begitu juga sebaliknya, jika masih bisa dipertahankan maka akan tetap digunakan,”ujar Suparyanto kembali. Maka atas dasar perkembangan tersebut pada tahun 2008 ini pemerintah memutuskan untuk merubah desain pita cukai dengan segala komponen pengaman didalamnya. Merubah desain pita cukai ujar Suparyanto, diakui cukup efektif karena teknik pencetakkan dan juga desain hanya diketahui oleh pemerintah dan juga para pihak yang terlibat dalam penyusunan desain seperti PT Pura yang mendesain pengaman dalam bentuk hologram, Pabrik Kertas Padalarang yang menggunakan jenis kertas khusus yang tidak beredar di masyarakat maupun juga Peruri yang menggunakan teknik pencetakkan pita cukai yang tidak digunakan di kalangan masyarakat. Pada industri hasil tembakau (IHT), semua golongan mengalami perubahan desain. Seperti pada pabrik rokok (PR) golongan I desain warna pita cukai mempunyai warna dominan biru dan merah, untuk golongan II warna hijau dominan dan kuning sementara untuk PR golongan III warna didominasi oleh warna ungu dan hijau. Begitu juga dengan IHT impor desain warna pun mengalami perubahan menjadi merah.
FOTO-FOTO WBC/ATS

Mudahnya cara mendeteksi suatu pita cukai menurut Suparyanto memang menjadi acuan bagi pihaknya dalam mendesain suatu pita cukai. Tidak hanya petugas bea cukai saja yang bisa melakukan, masyarakatpun menurutnya dapat mendeteksinya dengan cara sederhana. Sejauh ini merubah desain masih menjadi cara efektif untuk meredam pemalsuan pita cukai, apalagi sanksi yang cukup berat berupa penjara paling singkat satu tahun dan paling lama delapan tahun penjara serta SUPARYANTO. Perubahan desain pidana denda paling sedi- dilakukan setelah melalui berbagai kajian terhadap berbagai informasi kit 10 kali nilai cukai dan paling banyak 20 kali nilai cukai siap diberikan kepada pihak yang melakukan pemalsuan terhadap pita cukai melalui Undang-Undang Nomor 39 tengan Perubahan Terhadap Undang-Undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai. Selain itu, kepada produsen IHT yang masih menggunakan pita cukai desain tahun 2007, dimana DJBC memberikan tenggang waktu hingga 9 Februari 2008 bagi produsen IHT untuk dapat melekatkan pita cukai desain tahun 2007. setelah melewati tenggat waktu tersebut, maka produsen harus melekatkan pita cukai desain tahun 2008 pada tiap kemasannya. Ini berbeda dengan para produsen MMEA yang sejak 1 Januari 2008 telah menggunakan desain pita cukai tahun 2008.

SOSIALISASIKAN DESAIN PITA CUKAI
Untuk mengetahui mengenai seluk beluk pita cukai dengan desain baru, DJBC melakukan sosialisasi tersebut kepada para pegawai DJBC baik yang berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC maupun Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) di Indonesia. Sosialisasi yang berlangsung di Kantor Pusat DJBC maupun beberada daerah lainnya dilakukan untuk menyampaikan kepada para petugas mengenai bentuk desain pita cukai beserta dengan komponen pengamanannya serta caracara yang dilakukan untuk melakukan deteksi terhadap pita cukai. Sosialisasi yang berlangsung pada 14 Februari 2008 dibuka oleh Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Hanafi Usman dan diikuti sekitar 80 pegawai. Sosialisasi tersebut juga mendatangkan perwakilan dari pabrik kertas Padalarang sebagai penyedia kertas untuk pita cukai, PT. Pura sebagai penyedia pengaman pita cukai dalam bentuk hologram, dan juga Peruri sebagai perusahaan pencetak pita cukai. Ketiga perusahaan yang terlibat dalam pencetakkan dan juga desain pita cukai memberikan pemaparan mengenai mekanisme proses pengamanan pada pita cukai yang mereka sediakan. Berbagai bentuk alat dan cara deteksi ditunjukkan kepada para peserta sosialisasi selain memberi kesempatan kepada para pegawai untuk dapat mendeteksi pita cukai dengan alat yang disediakan oleh ketiga perusahaan tadi. Salah seorang peserta sosialisasi mengatakan, dirinya mendapat pengetahuan baru mengenai pita cukai dan segala seluk beluknya, termasuk cara pendeteksiannya, hal ini lanjutnya sangat membantu dirinya dalam menjalankan operasi terutama ketika melakukan operasi terhadap peredaran rokok illegal dengan menggunakan modus operandi menggunakan pita cukai palsu. zap

DETEKSI PITA CUKAI. Dapat dilakukan dengan alat sederhana maupun dengan alat khusus

22

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

DAERAH KE DAERAH
FOTO-FOTO WBC/RIS

RUMAH DINAS. Patut disyukuri dan bisa menjadi kebanggaan bersama.

Peresmian Rumah Dinas
Kanwil DJBC Jawa Barat
Sabtu 23 Februari 2008, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi meresmikan penggunaan rumah dinas pegawai Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Barat. Acara yang berlangsung di lokasi perumahan dinas pegawai Kanwil Bea dan Cukai Jawa Barat ini diisi dengan beberapa kegiatan.

D

alam sambutannya, Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat, Djody Koesmendro menceritakan sedikit mengenai awal pengajuan, pembangunan hingga peresmian rumah dinas. Menurutnya, Kanwil Jawa Barat yang dibentuk pada tahun 1991 dengan nama Kantor Wilayah V DJBC Bandung didahului sebelumnya dengan adanya Kantor Inspeksi Tipe C Bandung. Ketika itu rumah dinas yang berada di wilayah Bandung sebanyak 12 unit dan berada di bawah kepemilikan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Bandung. Kondisinya saat ini, lanjut Djody, jumlah pegawai telah mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan kegiatan kantor. Di Kanwil DJBC Jawa Barat saat ini terdapat 141 pegawai sedangkan di KPPBC Bandung sebanyak

117 pegawai. Mengingat hampir 80 persen pegawai pada Kanwil maupun KPPBC Bandung adalah pendatang dan dikarenakan mutasi yang terhitung cepat, lalu Kanwil mengajukan pengadaan perumahan dinas pegawai. Pengajuan ini mulai dilakukan pada tahun 2004 semasa Kepala Kanwilnya saat itu Drs. Endang Tata. ANWAR SUPRIJADI. Dengan adanya Dalam pengadaan rurumah dinas dan remunerasi yang telah mah dinas tersebut dilaku- ditingkatkan tentunya tugas juga bisa kan secara bertahap sejak dilaksanakan dengan lebih baik lagi. mulai tahun 2005 yaitu pengadaan tanah. Tahun 2006 pembangunan tahap satu dan tahun 2007 pembangunan tahap dua. Dan akhir pada Februari 2008 tepatnya pada tanggal 23 rumah dinas ini diresmikan penggunaannya setelah sebelumnya sudah ada beberapa unit rumah yang mulai terisi. Sementara itu dalam sambutan peresmian rumah dinas di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Barat, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengharapkan agar dengan adanya rumah dinas tentunya sangat memberikan arti dalam membantu pegawai untuk mendapatkan tempat tinggal selama pegawai itu bertugas, sehingga bisa tenang dan meningkatkan kinerjanya dalam bekerja tanpa memikirkan dimana ia akan tinggal. Keberadaan rumah dinas, lanjut Anwar Suprijadi, patut disyukuri dan bisa menjadi kebanggaan bersama oleh karena itu bisa dimanfaatkan dengan lebih baik lagi. Dengan adanya rumah dinas dan remunerasi yang telah ditingkatkan tentunya tugas juga bisa dilaksanakan dengan lebih baik lagi. Dalam acara itu Dirjen juga mengumumkan para pemeEDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

23

DAERAH KE DAERAH
FOTO-FOTO WBC/RIS

nang lomba taman terbaik, yang diraih Isnaidi Setiawan penghuni rumah nomor 30 sebagai juara pertama, Eko penghuni rumah nomor 12 sebagai juara dua dan Rafiq penghuni rumah nomor 6 sebagai juara ketiga. Sedangkan sebagai penghuni rumah dinas terlama penghargaan diberikan kepada Waluyo. Hadir dalam acara peresmian rumah dinas antara lain, Sekretaris DJBC, Kamil Sjoeib, para Kepala Kantor dilingkungan Kanwil DJBC Jawa Barat, paDJODY KOESMENDRO. Jumlah pegawai ra pejabat eselon III dan telah mengalami peningkatan seiring IV, para pegawai beserta dengan perkembangan kegiatan kantor. keluarga khususnya para penghuni rumah dinas yang tepatnya berlokasi di Jalan Cijaurah Girang V, Bandung Jawa Barat.

yang menyelesaikan masalah perijinan, penyiapan lahan, sarana prasarana dan mekanikal elektrikal seperti jalan, pagar pembatas, saluran, gardu listrik, PJU, pos satpam, rumah pompa, pool sampah, telepon. Kemudian melakukan pembangunan rumah tipe 36 untuk pegawai pelaksana sebanyak 29 unit dengan mengeluarkan dana sebanyak Rp. 14.170.022.058. Tahap ketiga, tahun 2007 pembangunan rumah dinas 55 unit, sarana prasarana, taman dan area parkir kendaraan. Dengan NURKISWAR EDY. Total keseluruhan pembangunan rumah dinas sebanyak perincian pembangunan 84 unit. ke-55 unit tersebut adalah pembangunan rumah Tipe 120 sebanyak 1 unit untuk Kakanwil, Tipe 70 sebanyak 5 unit untuk Kepala Bagian dan Kepala Unit, Tipe 50 sebanyak 15 unit untuk Kasubag dan Kepala Seksi, Tipe 36 sebanyak 34 unit untuk para 84 UNIT RUMAH DINAS pelaksana. Jadi total keseluruhan rumah dinas sebanyak Pengadaan rumah dinas dilaksanakan sebanyak tiga 84 unit, yaitu 29 unit pembangunan tahap I dan 55 unit tahap. Menurut Kepala Bagian Umum Kanwil DJBC Jawa pada pembangunan tahap II. Barat, Nurkiswar Edy (yang saat ini menjabat sebagai Menurut Nurkiswar Edy, rencana awal akan dibangun Kabid P2 Kanwil DJBC Bali), tahap awal pengadaan rumah fasilitas umum, gedung dan serba guna, namun dalam dinas dimulai pada tahun 2005 yaitu melakukan pengadaperkembangannya pada tahun anggaran 2007 revisi DIPA an tanah seluas 26.488 m2 yang saat itu merupakan yang mendapat ijin adalah pembangunan gedung serba bekas lahan sawah. Pada tahap awal ini juga diusahakan guna dan gudang arsip, namun demikian tidak dapat dimelakukan pembelian rumah dinas untuk Kepala Kanwil, realisasikan mengingat kendala waktu karena revisi baru namun dikarenakan terbentur masalah peraturan maka turun pada bulan September 2007. tidak bisa direalisasikan. Dalam pengadaan tanah ini meMengenai penempatan rumah dinas, ternyata tidak hamakan dana sebesar Rp. 8. 240.735.800. nya pegawai di Kanwil DJBC Jawa Barat, tetapi juga diTahap kedua tahun 2006 adalah pembangunan tahap I tempati oleh beberapa pegawai dari KPPBC Bandung, masing-masing, 65 unit untuk pegawai Kanwil, 18 unit untuk pegawai KPPBC Bandung dan 1 unit untuk wisma. Lebih lanjut Nurkiswar Edy yang juga merupakan pejabat pembuat komitmen untuk pembangunan tahap II menyatakan konsul- tan perencana dalam pengadaan rumah dinas ini adalah PT. Pemeta Engineering System dan CV Mahoni. Sebagai Konsultan Pengawas adalah PT. Rekagraha dan CV Griya Loka. Sedangkan pelaksana pembangunan adalah PT. Destra Purna Katra, PT Wijaya Karya Nusantara dan PT Pancaniti Utama. ris PARA PEMENANG LOMBA taman terbaik dan penghuni rumah dinas terlama menerima penghargaan.
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

24

Tegah 3 Kg Heroin

KPPBC Belawan

FOTO-FOTO DOK. KPPBC BELAWAN

U

Jaringan pengedar heroin internasional melalui kurirnya coba memasukan 3,322 kg heroin dengan modus disimpan pada koper yang melekat pada dinding tulang besi koper.

paya penyelundupan narkotika ke Indonesia masih terus marak terjadi, terbukti dengan ditegahnya dua kasus heroin dan kokain dalam waktu yang berdekatan oleh petugas bea cukai di pelabuhan Ujung Baru Belawan dan bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu yang lalu. Untuk tegahan di pelabuhan penumpang Ujung Baru Belawan, ini merupakan tegahan yang pertama kalinya, dimana petugas pada 17 Pebruari 2007 lalu mencurigai seorang warga negara Indonesia asal Malang bernama Winarti Rosmanasari, yang baru saja tiba dari Penang Malaysia dengan menumpang kapal Ekspress Bahagia. Kecurigaan petugas bea cukai berawal dari paspor yang dibawa oleh tersangka. Menurut Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan (P2) Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A2 Belawan, Agustinus Djoko P, saat menunjukkan paspor, ternyata tersangka yang baru datang dari Penang Malaysia ini, sebelumnya juga mengunjungi negara Laos, Thailand, dan Malaysia hingga ke Indonesia melalui Belawan, dengan melalui jalan darat. Dengan melihat negara-negara yang sudah disinggahinya, petugas pun melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap penumpang tersebut, namun tersangka yang hanya membawa satu koper dan hanya berisi pakaian juga boneka, tidak menunjukkan kecurigaan saat dilakukan pemeriksaan melalui X-Ray. “Modus yang dilakukan tersangka cukup unik dan terkesan berpengalaman, yaitu mereka membungkus heroin seperti gulungan batang besi yang disembunyikan persis sejajar dengan batangan besi pada koper, sehingga pada saat dilakukan pemeriksaan dengan X-Ray, tampak sekilas seperti batangan besi saja. Namun, dengan pemeriksaan intensif yang mengacu pada paspor tersangka, akhirnya ditemukan juga dalam koper tersebut heroin sebanyak tiga paket yang keseluruhannya berjumlah 3,322 kg,” ujar Agustinus. Lebih lanjut Agustinus menjelaskan, tersangka ternyata hanya sebagai kurir yang sebelumnya dimanfaatkan oleh jaringan pengedar heroin di Jakarta dengan cara dijadikan sebagai kekasih atau teman dekat untuk kemudian dimanfaatkan memasukan barang haram tersebut ke Indonesia. Jaringan ini pun memilih jalan darat dari Laos, Thailand, Penang, dan Indonesia karena mereka menilai tidak seketat jika melalui jalur udara.”Dari keterangan tersangka, setelah masuk melalui pelabuhan Belawan, tersangka akan melanjutkan perjalanan dengan udara melalui bandara Polonia, dan akhirnya akan dijemput oleh jaringan pengedar narkotika di bandara Soekarno-Hatta,” terang Agustinus. Masih menurut Agustinus, jaringan penyelundup heroin ini beranggapan bahwa pengawasan terhadap penumpang melalui pelabuhan laut di terminal kedatangan internasional Ujung Baru Belawan, memiliki intensitas yang lebih rendah dibandingkan dengan pengawasan penumpang melalui terminal kedatangan pada bandara internasional Polonia Medan maupun SoekarnoHatta Jakarta. Maka, dengan anggapan tersebut jaringan penyelundup heroin

KURIR. Warga Negara Indonesia kerap dijadikan kurir oleh jaringan pengedar narkotika untuk memasukan barang haramnya ke Indonesia.

ini diduga memutuskan melakukan pengiriman barang melalui terminal Ujung Baru Belawan, dengan harapan atas barang tersebut dapat diloloskan. Dengan dugaan yang sama, mereka juga beranggapan apabila pengiriman dilanjutkan melalui penerbangan domestik dari bandara Polonia pun atas barang tersebut akan dapat lolos karena kondisi bandara Polonia pasca kebakaran dinilai pengawasannya tidak akan terlalu ketat. “Hasil tegahan heroin ini merupakan upaya dari seluruh jajaran unit pengawasan di KPPBC Belawan, yang selama ini tidak henti-hentinya diberikan pemahaman tentang narkotika termasuk pemahaman mengenai negara-negara penghasil narkotika. Dari hasil itu, akhirnya tegahan ini dapat kami lakukan dengan baik. Untuk proses selanjutnya kasusnya telah kami serahkan kepada pihak Kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Agustinus. Dengan keterbatasan sarana yang ada saat ini, dimana dua mesin X-Ray barang dan penumpang di pelabuhan Ujung Baru Belawan yang sudah rusak, upaya pengawasan yang dilakukan oleh KPPBC Belawan tetap berjalan seoptimal mungkin, karena dengan pengawasan yang optimal dan selalu memberikan penjelasan tentang barang larangan dan pembatasan kepada petugas, diharapkan upaya-upaya pemasukan barang-barang haram ke Indonesia dapat ditegah semaksimal mungkin. adi

HEROIN. Sebanyak 3,322 kg heroin berhasil ditegah petugas KPPBC Belawan. EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

25

DAERAH KE DAERAH
FOTO-FOTO WBC/ATS

KPPBC TIPE B TASIKMALAYA. Dengan wilayah pengawasan mencapai tiga kabupaten dan dua kotamadya, pelayanan utamanya terfokus pada cukai hasil tembakau.

Tasikmalaya
TERFOKUS PADA PELAYANAN DAN PENGAWASAN CUKAI
Dengan wilayah pengawasan dan pelayanan hingga tiga kabutapen dan dua kotamadya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Tasikmalaya, memfokuskan pada pengawasan dan pelayanan cukai hasil tembakau yang menjadi dominan usaha di daerah tersebut.

KPPBC Tipe B

misalnya dengan memberdayakan keterampilan masyarakat sekitar melalui kerajinan tangan, baik berupa anyaman bambu maupun seni membuat bordir pada pakaian jadi. Kota Tasikmalaya juga memiliki lahan persawahan yang cukup luas sehingga terkenal sebagai lumbung pangan nasional, selain itu kota ini juga memiliki beberapa unit usaha lain yang salah satunya merupakan penyumbang objek pajak yang cukup besar. Ada pun jenis usaha tersebut adalah industri yang bergerak pada bidang tembakau atau rokok dan telah berjalan puluhan tahun lamanya. Dengan adanya industri rokok ini, maka pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) selaku regulator dalam mengawasi dan melayani industri rokok, menempatkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tasikmalaya dengan Tipe B, dan berada di bawah wilayah kerja Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat.

KONTRIBUSI UTAMA CUKAI
Menurut Kepala KPPBC Tipe B Tasikmalaya, Darsim, kontribusi utama penerimaan negara pada KPPBC Tasikmalaya adalah di bidang cukai, namun sampai saat ini para pengusaha hasil tembakau yang berada di wilayah Priangan Timur masih termasuk kriteria golongan kecil sekali, dan pada umumnya mereka memproduksi hasil tembakau berupa tembakau iris (TIS) dan hanya beberapa saja yang memproduksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan tingkat produksi yang sangat kecil. “Industri produksi hasil tembakau iris di wilayah kerja KPPBC Tasikmalaya, hingga kini mencapai 80 perusahaan. Dan, pada umumnya konsumsi produksi hasil tembakau tersebut ditujukan kepada masyarakat golongan bawah, terutama para petani, pedagang kaki lima, dan masyarakat pedesaan lainnya,” ujar Darsim.

K
26

ota Tasikmalaya adalah kota yang berada di timur Propinsi Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kota di Priangan Timur dengan kultur budaya yang masih menjungjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Sebagai kota yang terbesar di Priangan Timur, kota Tasikmalaya dalam perkembangan perekonomiannya sempat luluh lantah akibat bencana alam meletusnya Gunung Galunggung di era tahun 1980-an. Kota yang memiliki objek wisata yang cukup memukau yang berasal dari sisa-sisa bencana gunung meletus tersebut, saat ini terus berupaya meningkatkan perekonomiannya,
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

Dari 80 industri hasil tembakau iris tersebut, Darsim menyatakan tersebar di beberapa wilayah, yang keseluruhannya terangkum dalam wilayah kerja KPPBC Tasikmalaya, yang terdiri dari tiga pemerintahan kabupaten dan dua pemerintahan kota di wilayah Priangan Timur, yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya dan Kota Banjar. Dengan tersebarnya industri hasil tembakau iris hingga ke pelosok-pelosok desa, hal ini menjadi tantangan bagi KPPBC Tasikmalaya, baik dalam melakukan pengawasan maupun dalam memberikan pelayanan. Selain itu, industri yang umumnya juga merupakan industri rumahan dengan sumber daya manusia yang juga rendah, menuntut kerja keras dari seluruh SDM KPPBC Tasikmalaya, baik dalam memberikan pelayanan maupun dalam memberikan pengarahan berupa sosialisasi akan kebijakan-kebijakan cukai yang baru. “Jumlah seluruh pegawai di KPPBC Tipe B Tasikmalaya seluruhnya delapan orang, itupun sudah dengan kepala kantor. Dari delapan orang ini, kami mencoba untuk selalu aktif dalam memberikan pelayanan cukai, karena industri cukai yang ada di wilayah kami adalah industri kecil yang terkadang ada produksinya juga kadang tidak ada,” papar Darsim.

tidak ada hiburan malamnya, karena selain penduduknya yang tidak ingin keberadaan tempat tersebut, lokasi tersebut juga bisa dijadikan sebagai tempat penjualan MMEA yang nyata-nyata sangat dibenci oleh penduduk kota ini,” ungkap Darsim. Dengan tidak adanya industri MMEA, maka untuk pelayanan dan pengawasan cukai, KPPBC Tasikmalaya hanya terfokus pada cukai hasil tembakau saja. Sementara itu, untuk kegiatan kepabeanan, KPPBC Tipe B Tasikmalaya juga tidak melayaninya, karena selain tidak adanya industri yang berorientasi ekspor impor di wilayah kerjanya, industri-industri tersebut umumnya berada di wilayah kerja KPPBC Bandung, yang secara administratif lebih memudahkan dan dekat dengan pelabuhan yang dituju.

TARGET PENERIMAAN TERCAPAI
Dengan terfokus pada pengawasan dan pelayanan cukai hasil tembakau, maka untuk target penerimaan yang dibebankan kepada KPPBC Tipe B Tasikmalaya pada tahun 2007 penerimaannya sangat baik, karena dari beban yang ditargetkan sebesar Rp. 553.760.000, tercapai sebesar Rp. 1.297.486.000 atau 234,30 persen dari target. Menurut Darsim, tercapainya target tersebut karena, selain dengan upaya dan kerja keras dari seluruh SDM di KPPBC Tasikmalaya, pencapaian target yang sangat besar ini karena adanya revisi target penerimaan dari Kantor Wilayah Bandung, yang menurunkan beban target dari yang ditetapkan sebelumnya. “Untuk tahun 2008, sesuai surat Kepala Kantor Wilayah

PELAYANAN DENGAN JEMPUT BOLA
Untuk itu, Darsim menyatakan, KPPBC Tasikmalaya memiliki kiat tersendiri untuk mengatasi pelayanan dan pengawasan yang berada di pelosok desa tersebut, yaitu dengan menjemput bola. Artinya, jika salah satu perusahaan yang dinilai sudah lama tidak memesan pita cukai, maka KPPBC akan turun ke perusahaan tersebut dan menanyakannya. “Umumnya mereka memproduksi sesuai dengan pesanan, jadi jika sedang tidak ada pesanan, maka mereka pun tidak memproduksi dan kembali bekerja sebagai petani, namun jika ada pesanan baru mereka akan memproduksi kembali. Jadi, terkadang pita cukai mereka masih ada dan belum habis, karena tidak ada pesanan sehingga mereka tidak memesan pita kembali,” kata Darsim. Jemput bola lainnya yang dilakukan oleh KPPBC Tasikmalaya, adalah dengan membantu sepenuhnya kepada mereka yang akan memesan pita cukai. Hal ini dikarenakan mereka umumnya tinggal di desa sehingga untuk proses pembayaran melalui bank banyak yang belum tahu, sehingga untuk mempercepat proses pelayanan, KPPBC Tasikmalaya pun aktif mengarahkannya hingga proses pelayanan berjalan lancar. Dengan demikian, hingga saat ini untuk mengoptimalkan pelayanan dan pengawasan yang dilakukan oleh KPPBC Tasikmalaya, adalah dengan meningkatkan sosialisasi peraturan perundang-undangan cukai dan peraturan pelaksanaannya, melakukan kegiatan untuk penambahan jumlah pengusaha baru yang mempunyai ijin atau NPPBKC, dan tentunya juga meningkatkan pengawasan peredaran hasil tembakau dengan melakukan operasi pasar hasil tembakau. Dengan upaya-upaya pembinaan tersebut, terjadi peningkatan kepatuhan dari para pengusaha rokok, yang kini terus diimbangi oleh KPPBC Tasikmalaya dengan terus meningkatkan pengawasan dan pelayanan kepada pengusaha cukai, menumbuhkan kesadaran masyarakat agar memiliki NPPBKC, menumbuhkan kesadaran pengusaha hasil tembakau untuk senantiasa melaksanakan peraturan perundangundangan, dan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait dalam hal pelayanan perijinan dan pengawasan peredaran hasil tembakau. Terkait dengan peredaran, Darsim juga menjelaskan, hingga saat ini KPPBC Tasikmalaya belum melayani kegiatan dari perusahaan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Hal ini lebih dikarenakan, untuk wilayah kerja KPPBC Tasikmalaya selain tidak ada pengusaha yang bergerak di bidang MMEA, pemerintah Kota Tasikmalaya sendiri secara tegas melarang produksi maupun peredaran MMEA di wilayahnya. “Penduduk kota ini masih menjunjung tinggi sekali nilainilai agama, makanya jangan heran kalau di kota Tasikmalaya

INDUSTRI TEMBAKAU IRIS. Dari 83 pabrik hasil tembakau yang ada di wilayah kerja KPPBC Tasikmalaya, 99 persen merupakan industri tembakau iris (TIS). EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

27

DAERAH KE DAERAH
DOK. KPPBC TASIKMALAYA

SDM YANG HANDAL. Walaupun hanya memiliki delapan pegawai, namun pada tahun 2007 KPPBC Tipe B Tasikmalaya pencapaian targetnya hingga 234,30 persen.

Jawa Barat nomor: S-1241/WBC.08/2008, untuk target penerimaan cukai yang dibebankan kepada KPPBC Tipe B Tasikmalaya, sebesar 1.323.735.000. Dengan target ini kami sangat optimis dapat mencapainya, karena seperti yang kami utarakan sebelumnya, dengan upaya jemput bola yang kami laksanakan sekarang, kami yakin dapat memenuhi itu semua,” tegas Darsim. Jika KPPBC Tipe B Tasikmalaya dapat dengan optimis memenuhinya, bukan berarti KPPBC Tasikmalaya tidak meWBC/ATS

KOTA TASIKMALAYA. Penduduknya masih menjunjung tinggi nilai-nilai agama, sehingga untuk produk MMEA tidak diperbolehkan masuk.

miliki kendala dalam menjalankan pelayanan dan pengawasannya. Salah satu kendala yang dihadapi saat ini adalah dalam memberikan pelayanan cukai kepada industri hasil tembakau yang berada di pelosok desa yang jangkauannya cukup jauh dan membutuhkan kekuatan mental dan tenaga, baik untuk menjelaskan segala peraturan yang ada secara langsung kepada pengusaha hasil tembakau, juga kekuatan fisik karena harus menempuh jarak yang cukup jauh dan sulit untuk melakukan pengawasannya. Sekalipun jumlah SDM yang ada hanya delapan pegawai, KPPBC Tasikmalaya menilai sudah cukup memadai dan para pegawai tersebut telah handal dalam menjalankan tugasnya. Karena, selain mereka mempunyai dedikasi yang cukup tinggi dalam menjalankan tugasnya, mereka pun tidak merasa tersisihkan dengan penempatannya di KPPBC Tasikmalaya. Memang untuk penempatan pegawai saat ini, DJBC telah berupaya seoptimal mungkin, dan hal ini dapat dilihat dari meratanya sistem mutasi yang ada dan didasari juga dengan penilaian yang objektif. Sehingga, kini tidak ada lagi istilah KPPBC kecil atau yang bertipe rendah yang dijadikan sebagai tempat penampungan pegawai yang bermasalah. Karena, sekalipun KPPBC tersebut bertipe kecil atau volume kerjanya rendah, tetap saja membutuhkan keterampilan dan kehandalan pegawainya dalam menjalankan tugas kepabeanan dan cukai. Jika KPPBC Tipe B Tasikmalaya dapat menjalankan tugasnya dengan baik walaupun hanya dengan mengandalkan delapan pegawainya, tentunya bukan berarti KPPBC Tasikmalaya selesai dalam menjalankan tugasnya. Masih banyak tugas lain yang harus diemban oleh KPPBC Tasikmalaya, baik sebagai pelayan dalam bidang cukai, maupun sebagai kas negara dalam hal penerimaan cukai, yang tentunya juga harus diikuti dengan pengawasan yang ekstra ketat agar tidak terjadi kebocoran negara dari penerimaan cukai ini. adi

28

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

DOK. KPPBC TANJUNG PERAK

KANTOR tampak depan saat ini dan rencana kantor tampak depan.

KPPBC Tanjung Perak
Persiapan Menuju KPPBC Utama

S

Terhitung 1 September 2008 Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe A1 Tanjung Perak, akan resmi menjadi KPPBC Utama Tanjung Perak.

alah satu program reformasi yang saat ini tengah dijalani oleh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), adalah pembentukan Kantor Pelayanan Utama (KPU). KPU merupakan program unggulan DJBC yang bertujuan untuk memperlancar proses pelayanan dan lebih mengefektifkan pengawasan, yang didukung dengan integritas dan kualitas pegawai yang tinggi. Hingga kini untuk KPU, DJBC telah memilikinya di dua wilaWBC/ADI

yah, yaitu Jakarta dan Batam. KPU juga direncanakan akan diterapkan pada kantor-kantor pelayanan yang memiliki volume dan beban kerja yang cukup tinggi, dan hingga 2009 nanti diharapkan semuanya dapat terwujud. Untuk tahun 2008, DJBC juga akan meresmikan beberapa KPPBC menjadi KPU, baik KPPBC yang khusus menangani cukai atau yang dikenal dengan KPU Cukai, maupun KPU pada KPPBC yang menjadi pintu gerbang masuk dan keluarnya barang di Indonesia. Salah satu KPPBC yang saat ini telah mempersiapkan diri untuk menjadi KPU adalah KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak, yang direncanakan mulai 1 September 2008 akan resmi menjadi KPPBC Utama Tanjung Perak. Segala persiapan kini tengah dijalankan oleh KPPBC Tanjung Perak, bahkan persiapWBC/ADI

LAUNCHING. Dirjen secara simbolis memasukan “USB flash” menandai launching sarana pengaduan/saran berbasis IT.

SOSIALISASI. Bertempat di aula Kanwil DJBC Jawa Timur I, Dirjen, Tim Percepatan Reformasi, seluruh pejabat dan pegawai KPPBC Tanjung perak, melakukan sosialisasi implementasi KPU di Tanjung Perak. EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

29

DAERAH KE DAERAH
FOTO-FOTO : DOK. KPPBC TANJUNG PERAK

RUANG KERJA saat ini dan rencana ruang kerja.

an yang dimulai sejak awal Januari 2008 lalu juga telah membentuk beberapa tim yang diharapkan dapat memperlancar jalannya rencana KPU di Tanjung Perak.

SOSIALISASI IMPLEMENTASI KPPBC UTAMA TANJUNG PERAK
Dengan persiapan yang dijalankan tersebut, maka pada 11 Maret 2008 bertempat di aula Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi beserta Ketua Tim Percepatan Reformasi DJBC berserta tim nya, Thomas Sugijata, Direktur Cukai, Frans Rupang, Kakanwil DJBC Jawa Timur I Djasman Sutedjo, Kepala KPPBC Tanjung Perak, Agus Sudarmadji, dan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kanwil DJBC Jawa Timur I, meresmikan rencana implementasi KPPBC Utama Tanjung Perak dan launching sarana pengaduan/saran berbasis IT (Teknologi Informasi). Sosialisasi dan launching yang ditujukan kepada seluruh penguna jasa di wilayah Surabaya dan kalangan pers Jawa Timur ini, berisi pemaparan dari Dirjen, Kakanwil, Ketua Tim Reformasi, dan Kepala KPPBC tentang apa yang dimaksud dengan KPU dan apa saja kelebihan dari KPU. Dalam pemaparan pertama oleh Kakanwil DJBC Jawa Timur I, disampaikan bahwa pendirian KPU adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi di era perdagangan internasional yang bebas dan kompetitif, mengingat tingginya tuntutan masyarakat dunia usaha akan sistem pelayanan kepabeanan yang mudah dari segi prosedur dan teknologi, efisien dari segi waktu, dan murah dari segi biaya. Selain itu, tuntutan masyarakat dalam era reformasi menghendaki agar aparatur pemerintah sebagai penyelenggara kekuasaan negara secara bersungguh-sungguh dan serius menciptakan pemerintahan yang bersih dan aparatur negara yang profesional dalam sistem pemerintahan yang mampu menyediakan public service kepada seluruh anggota masyarakat dalam suatu pemerintahan yang baik (good governance). “Salah satu perwujudan pemerintahan yang baik, bersih, profesional dan bertanggung jawab, serta perilaku birokrat yang efisien dan efektif adalah dalam bentuk pemberian pelayanan yang prima kepada masyarakat, melalui upaya meningkatkan kinerja dan mutu kantor pelayanan dengan memberikan pelayanan secara profesional, efektif, dan bertanggung jawab,” papar Djasman Sutedjo. Lebih lanjut Djasman Sutedjo menjelaskan, hal lain yang tak kalah penting dan perlu atensi khusus adalah mengupayakan 30
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

langkah-langkah strategis untuk mendukung persiapan penerapan national single window (NSW) sebagai proyek nasional yang menjadi salah satu gugus penerapan e-government sistem terintegrasi antar instansi berkaitan penanganan dokumentasi impor-ekspor. Dengan diterapkannya Tanjung Perak sebagai KPU, diharapkan penerapan NSW juga akan semakin siap. Karena dengan pelayanan prima dari KPU maka proses arus barang semakin lancar, dan NSW akan lebih memperlancar proses arus barang dan dokumen.

KPU SALAH SATU PROGRAM REFORMASI DJBC
Sementara itu Dirjen dalam kata sambutannya menyatakan, reformasi di DJBC sudah berjalan lama dan reformasi ini tanpa biaya dari luar negeri dan negara tidak meminjam dana untuk membiayai refomasi DJBC, namun semangatlah yang dikorbankan untuk dapat terus maju. Selain itu untuk reformasi ini ada satu hal yang akan dibenahi, yaitu membenahi bisnis proses atau memperbaiki proses pelayanan kearah yang lebih sempurna. Untuk itu telah disiapkan sistem dan prosedur yang diharapkan dapat lebih transparan, akuntabel, dan memiliki kepastian biaya. “Nanti jika KPPBC Tanjung Perak sudah menjadi KPU, maka akan ada bidang kepatuhan internal, dimana bidang ini yang akan melihat apakah pelayanan yang diberikan sudah berjalan dengan baik, apakah ada pegawai yang masih suka bermain-main. Kesemuanya ini akan diawasi dan dijalankan dengan ketat, sehingga KPU dapat benar-benar sempurna dalam memberikan pelayanan,” ujar Dirjen. Lebih lanjut Dirjen menyatakan, untuk Tanjung Priok yang merupakan KPU pertama DJBC, saat ini sudah mengajak instansi lain untuk berbuat yang serupa atau mengarah kepada sempurna dan transparan. Dengan demikian, para pelaku bisnis akan lebih memiliki kepastian baik waktu, biaya, maupun proses lainnya. “Jika Tanjung Perak sudah menjadi KPU, kami juga mengharapkan instansi lain yang ada di Tanjung Perak juga ikut mendukung program kami, sehingga apa yang kami harapkan dapat benar-benar terwujud. Selain itu, di era yang sudah berubah ini sudah saatnya kita membangun negeri tercinta dengan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya, tanpa harus memasukkan embel-embel lainnya,” kata Dirjen. Di akhir sambutanya Dirjen selain meresmikan rencana implementasi KPPBC Utama Tanjung Perak, juga secara simbolis

meresmikan sarana pengaduan/saran berbasis IT dengan media berbasis web sebagai sarana informasi, pengaduan, pujian, dan penyampaian saran melalui website: www.bcperak.net Sementara itu dari Ketua Tim Percepatan Reformasi, pada pemaparannya selain menjelaskan apa yang dimaksud dengan KPU, juga menjelaskan KPU yang saat ini sudah berjalan, baik di Tanjung Priok maupun Batam. Selain itu juga digambarkan hasil survey dari Haygroup tentang peningkatan pelayanan dan bidang lainnya di KPU baik enam bulan sebelum berlakunya KPU maupun enam bulan setelah berlakunya KPU.

PERSIAPAN DAN LANGKAH YANG DIJALANKAN
Untuk pemaparan terakhir yang disampaikan oleh Kepala KPPBC Tanjung Perak, selain menjelaskan rencana impelemtasi KPU di Tanjung Perak, juga dijelaskan mengenai tahapan-tahapan baik yang sudah maupun yang akan dilakukan KPPBC Tanjung Perak hingga akhirnya resmi menjadi KPU pada 1 September 2008. “Sejak awal tahun 2008, dimana KPPBC Tanjung Perak dinyatakan resmi akan menjadi salah satu KPU DJBC, kami sudah membuat lima tim yang tertuang dalam keputusan Kepala KPPBC Tanjung Perak nomor Kep-794/WBC.10/KPP.01/ UP.10/2007 tentang pembentukan tim peningkatan kinerja KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak dalam rangka persiapan menjadi Kantor Pelayanan Utama,” ujar Agus Sudarmadji. Ada pun kelima tim tersebut adalah, tim perbaikan infrastruktur, tim perbaikan implementasi pelayanan, tim peningkatan pelayanan, tim peningkatan pengawasan, dan tim humas dan dukungan teknis. Dengan tim tersebut, maka KPPBC Tanjung Perak melihat banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi KPU, salah satunya adalah infrastruktur kantor dan SDM, dimana untuk sarana dan prasarana juga anggaran yang tersedia dalam rangka mendukung sistem pelayanan dan pengawasan kepabeanan dan cukai masih kurang memadai. Selain itu, organisasi dan tata kerja belum mengakomodir keinginan stakeholder, dan profesionalitas juga integritas pegawai yang dibutuhkan untuk menjadi KPPBC Utama belum memadai. “Untuk itu kami memiliki strategi peningkatan kinerja baik internal maupun eksternal. Untuk internal kami mengupayakan tersedianya mekanisme terstruktur dalam pengendalian dan evaluasi SDM, mewujudkan sistem reward dan punishment yang jelas untuk menjamian ketenangan kerja, tersedianya kejelasan fungsi dan tugas masing-masing pemegang jabatan, dan tersedianya kejelasan kewenangan dan mekanisme terstruktur dalam pelaksanaan kerja antar fungsi sehingga tercipta koordinasi yang baik,” papar Agus Sudarmadji. Sementara itu untuk strategi eksternal, Agus Sudarmadji men-

jelaskan, berusaha mewujudkan pelayanan yang cepat, efisien, pasti, responsif, dan transparan dengan sistem pelayanan satu atap. Terciptanya hubungan kemitraan sesuai dengan tingkat kepatuhan pengguna jasa dalam rangka pelayanan prima dan melakukan pembinaan secara proaktif. Strategi eksternal lainnya, berusaha mewujudkan sistem pengawasan yang terintegrasi dengan sistem pelayanan. Dan, mewujudkan pemanfaatan teknologi informasi yang optimal untuk mendukung pelayanan dan pengawasan. “Dengan melihat infrastuktur dan SDM juga strategi peningkatan kinerja baik internal maupun eksternal, yang didukung dengan lima tim perbaikan dan peningkatan, maka KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak siap menuju KPPBC Utama. Langkah awal yang akan dilakukan adalah perbaikan infrastuktur dengan membuat dan merencanakan desain kantor modern yang berkonsep dasar plan office yang efisien, transparan dan nyaman berserta penyusunan rencana anggaran biayanya,” ungkap Agus Sudarmadji. Langkah awal lainnya Agus Sudarmadji menambahkan, melakukan perbaikan sistem dan prosedur pelayanan dan pengawasan kepabeanan yang sederhana, murah, dan cepat dengan didukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. “Untuk saat ini sudah ada empat langkah yang telah kami lakukan untuk menuju KPU, yaitu membuat dan mendistribusikan kuesioner persepsi pelayanan dan pengawasan KPPBC Tanjung Perak kepada pengguna jasa kepabeanan yang digunakan sebagai acuan starting point perubahan pelayanan dan pengawasan,” papar Agus Sudarmadji. Langkah lainnya, membuat konsep dan mekanisme peningkatan pengawasan yang mendorong pengguna jasa kepabeanan comply terhadap ketentuan yang berlaku, membuat sarana komunikasi dan pengaduan kepada pengguna jasa kepabeanan dengan berbasis IT (website) sehingga mudah untuk mengaksesnya. Selain itu, menyediakan ruang informasi dan pengaduan yang representatif untuk pengguna jasa kepabeanan. Terkait dengan SDM yang akan melayani dan mengawasi di KPPBC Utama Tanjung Perak nanti, Agus Sudarmadji menyatakan tidak seluruhnya akan diisi oleh SDM baru, hal ini dikarenakan tidak seluruhnya bidang maupun SDM yang ada di Tanjung Perak tidak layak, namun untuk lebih menyeimbangi pelayanan dan pengawasan yang ada nanti, juga diperlukan SDM yang ada saat ini dan profesional di KPPBC Tanjung Perak. Dengan langkah-langkah yang sudah maupun akan dilakukan KPPBC Tanjung Perak, maka seluruh SDM pun kini telah yakin dan mereka siap dengan penerapan KPU di Tanjung Perak. Sedangkan untuk running pada 1 Sepetmber 2008, seluruh SDM KPPBC Tanjung Perak telah komit untuk, siap tidak siap dan mau tidak mau, KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak harus menjadi KPU. adi

RUANG PELAYANAN saat ini dan rencana ruang pelayanan. EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

31

SEPUTAR BEACUKAI

WBC/ATS

JAKARTA. Rapat Pimpinan (Rapim) ke-3 dilingkungan Departemen Keuangan diselenggarakan di Auditorium KP-DJBC pada 12 Maret 2008, dibuka Menteri Keuangan Sri Mulyani yang diawali dengan pemotongan tumpeng dan diserahkan kepada Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi sebagai tuan rumah. Rapim yang dipimpin langsung oleh Sri Mulyani ini dihadiri seluruh pejabat eselon I dan II dilingkungan Departemen Keuangan yang membahas permasalahan-permasalahan yang ada di dilingkungan Departemen Keuangan dan juga membahas apa yang telah dilaksanakan selama satu tahun ini dan apa yang akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan.
WBC/ATS

JAKARTA. Bertempat di Auditorium Gedung B diselenggarakan acara ramah ramah dan pelepasan purna tugas dilingkungan DJBC pada 26 Februari 2008. Acara ini dihadiri oleh para pejabat eselon II dilingkungan Bea dan Cukai dan beberapa pejabat yang memasuki masa purna tugas. Acara diawali dengan beberapa sambutan dan dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi kepada empat pejabat yang memasuki purna tugas yakni Ibrahim A. Karim, Heryanto Budi Santoso, Zeth Likumahwa, dan Sjahrir Djamaluddin (gambar kiri). Usai acara dilakukan foto bersama (gambar kanan).
FOTO : KIRIMAN FOTO : MUQSITH HAMIDI

SURABAYA. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi didampingi Kepala KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak Agus Sudarmadi dan Kepala Bagian Umum KPPBC Tanjung Perak pada 7 Maret 2008 pukul 20.00 wib melakukan kunjungan mendadak ke KPPBC Tanjung Perak. Kunjungan mendadak ke kantor dan ke gate in/out TPS bertujuan untuk mencek kesiapan dari Pegawai Bea dan Cukai KPPBC Tanjung Perak dalam menyambut rencana ditetapkannya KPPBC Tanjung Perak menjadi KPU Bea dan Cukai Tanjung Perak. Kiriman Bier Budy Kismulyanto, Kepala Sub Bagian Umum KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak

BALIKPAPAN. Pada pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gabungan Kantor Wilayah Kalimantan Bagian Timur dan KPPBC Tipe A3 Balikpapan bulan Februari 2008 dilakukan kegiatan pemberian beasiswa kepada anak-anak dari anggota PKD (security red.) dan cleaning service baik dari Kantor Wilayah maupun Kantor Pelayanan setiap semester. Tampak pada gambar, Ny. Ismartono selaku Ketua DWP Gabungan dan Ny. Taryono Ekso Wardoyo selaku Wakil Ketua secara simbolis menyerahkan beasiswa. Muqsith Hamidi, Balikpapan

32

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

FOTO : KIRIMAN

SURABAYA. Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar pegawai dan keluarga besar DJBC, pada 9 Maret 2008 KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak mengadakan kegiatan Family Gathering yakni kegiatan berupa jalan sehat dengan jarak tempuh lebih kurang 5 Km yang diikuti sekitar 900 orang keluarga besar KPPBC Tanjung Perak dan Kantor Wilayah Jawa Timur I. Acara dimeriahkan pula dengan lomba joget antar peserta. Kiriman Bier Budy Kismulyanto, Kepala Sub Bagian Umum KPPBC Tipe A1 Tanjung Perak
WBC/ATS

JAKARTA. Sekretariat Dharma Wanita Persatuan (DWP) KP-DJBC pada 12 Februari 2008 melaksanakan acara serah terima Ketua Pelaksana Dit. Teknis Kepabeanan lama Ny. Teguh Indrayana kepada yang baru Ny. Agung Kuswandono dan Ketua Pelaksana lama Dit. P2 Ny. Heru Santoso kepada yang baru Ny. R.P. jusuf Indarto. Acara serah terima ini dipimpin langsung oleh Ketua DWP KP-DJBC Ny Anwar Suprijadi dengan ditandai penandatanganan naskah jabatan dan penyerahan memorandum kepada pejabat baru (gambar kiri) dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat (gambar kanan).
FOTO : MUQSITH HAMIDI

BALIKPAPAN. Bertempat di Ruang P2 Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur pada tanggal 28 Januari 2007 dilangsungkan Sosialisasi tentang Modul Pelaporan Online (MPO) yang dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing Kantor Pelayanan di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Acara sosialisasi dibuka langsung dengan sambutan oleh Kepala Kanwil Ismartono. Setelah itu acara langsung diisi oleh Tim Sosialisasi dari Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai yang terdiri dari Sarwo Edhy T., Swoko Adi, Slamet Iman S, dan Zulfadly. Tampak pada gambar, Kakanwil, Ismartono dengan didampingi Kabag Umum, Hery Susanto memberikan sambutan pada acara sosialisasi ini serta suasana ketika sosialisasi berlangsung. Muqsith Hamidi, Balikpapan

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

33

SEPUTAR BEACUKAI
FOTO : MUQSITH HAMIDI

FOTO : BAMBANG WICAKSONO

BALIKPAPAN. Pada 28 Februari 2008 bertempat di Aula Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur dilangsungkan upacara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil di lingkungan Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur yang berjumlah 16 orang. Acara dipimpin langsung oleh Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono dengan disaksikan para pejabat eselon III, eselon IV dan rohaniawan. Tampak dalam gambar, Penandatanganan Berita Acara Pengambilan Sumpah PNS oleh Ade Bambang Susanto dan Yogie W.P. sebagai perwakilan dari yang diambil sumpahnya dengan disaksikan oleh Kepala Bagian Umum, Hery Susanto dan Kepala KPPBC Tipe A3 Samarinda, Zulfikri dihadapan Ka Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur.. Muqsith Hamidi, Balikpapan

AMBON. Pada 4 Maret 2008 di lantai V Gedung Keuangan Negara Ambon, diadakan acara pisah sambut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Maluku Papua dan Irian Jaya Barat (MPI) dihadiri oleh segenap karyawan dan karyawati di lingkungan kerja Kanwil MPI dan stakeholder. Tampak pada gambar Kakanwil lama Nazar Salim berjabat tangan dengan Kakanwil baru Ariohadi. Nazar Salim berpindah tugas menjadi Kakanwil Tanjung Balai Karimun. Bambang Wicaksono, Surabaya

FOTO : KIRIMAN

JAKARTA. Pada 23 Februari 2008 Marching Band Bea Cukai (MBBC) mengikuti kejuaraan Darunnajah Marching Competition (DMC) di istora Senayan. Kejuaraan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati ulang tahun Yayasan Pondok Pesantren Darunnajah. Pada kejuaraan ini MBBC mengikuti dua kategori perlombaan yakni color guard contest dan drum battle. Pada kategori color guard contest (gambar kiri), MBBC menampilkan display guard dengan tiga buah lagu dari muse dan queen yang mengantarkan MBBC pada juara 2, sedangkan untuk drum battle (gambar kanan) MBBC harus puas sampai semifinal, tapi meskipun begitu MBBC tetap mendapatkan nilai yang cukup tinggi dari para dewan juri. Kiriman MBBC
WBC/ADI

JAKARTA. Diakhir masa jabatannya sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Tipe A Bea dan Cukai Jakarta, Agung Kuswandono mengadakan apel siaga pada 29 Februari 2008 di halaman Gedung Utama KPU Tanjung Priok. Pada kesempatan itu Agung Kuswandono selain menyampaikan permohonan maafnya selama menjabat sebagai Kepala KPU, juga mengharapkan agar seluruh jajaran KPU Jakarta untuk bersiap-siap menghadapi ujian tahap dua menjelang pemilu nanti, dimana akan banyak godaan untuk melakukan kerjasama.

34

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

WBC/ZAP

FOTO : MUQSITH HAMIDI

JAKARTA. Bertempat di aula Padang Sudirdjo Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai Jakarta, berlangsung acara penutupan pendidikan dan pelatihan (diklat) Teknis Substantif Intelejen pada 29 Februari 2008. DTSS ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai kantor wilayah Bea dan Cukai maupun Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai di Indonesia. Diklat yang berlangsung selama tiga minggu ini resmi ditutup oleh Kepala Bidang Perencanaan Program Pusdiklat dengan melepas tanda siswa yang dilakukan secara simbolis.

BALIKPAPAN. Senam rutin gabungan antara pegawai Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Timur dengan pegawai KPPBC Tipe A3 Balikpapan yang biasa diadakan sebulan sekali ini dilaksanakan pada tanggal 29 Februari 2008 di halaman Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur. Acara ini berlangsung lebih meriah karena untuk terakhir kalinya Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur, Ismartono mengikuti senam yang dilaksanakan setiap jumat pagi tersebut dikarenakan berpindah tugas(mutasi red.) keluar daerah. Tampak pada gambar semua peserta senam mengikuti gerak instruktur senam yang begitu bersemangat. Muqsith Hamidi, Balikpapan
FOTO : KIRIMAN

NUNUKAN. Pada hari Senin 18 Februari 2008 bertempat di Aula Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Nunukan, diadakan pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil yang baru. Tampak pada gambar, Kepala Kantor Wilayah Kalimantan Bagian Timur Ismartono sedang menandatangani naskah sumpah pegawai negeri sipil disaksikan oleh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe A4 Nunukan (empat dari kanan) serta Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tarakan (tiga dari kanan). KPPBC Tipe A4 Nunukan yang baru diharapkan mampu meningkatkan kinerja aparatur pemerintah di dalam melayani masyarakat pada umumnya dan bidang industri/ perdagangan pada khususnya sehingga dapat mewujudkan visi dan misi Bea dan Cukai untuk ke depannya. Kiriman KPPBC Nunukan
FOTO : KIRIMAN

NUNUKAN. Acara syukuran atas selesainya rehabilitasi Gedung Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Nunukan tanggal 18 Februari 2008 diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Kantor Wilayah Kalimantan Bagian Timur Ismartono dan dihadiri oleh beberapa undangan.Tampak pada gambar (dari kiri ke kanan) Kepala KPPBC Nunukan, Kepala Kanwil Kalimantan Bagian Timur, Kepala Imigrasi Nunukan, Wakil dari Polres Nunukan, Administrator Pelabuhan Nunukan, Wakil dari Danlanal Nunukan, dan wakil dari Kejaksaan Negeri Nunukan. Kakanwil ( duduk nomor lima dari kanan ) beserta Pejabat Kantor Wilayah Kalimantan Bagian Timur berfoto bersama para pegawai KPPBC Tipe A4 Nunukan di halaman depan KPPBC Tipe A4 Nunukan setelah acara pengambilan sumpah pegawai negeri sipil sekaligus peresmian kantor yang baru. Kiriman KPPBC Nunukan
FOTO : KIRIMAN

TANGERANG. Mulai 1 April 2008 KPPBC A1 Soekarno Hatta akan memberlakukan absensi secara elektronik. Sekarang ini telah mulai diujicobakan penggunaannya kepada pegawai. Tampak pada gambar para pegawai dengan tertib antri menunggu giliran absen dalam uji coba absen secara elektronik yang berjumlah dua mesin yang diletakkan di lantai 1 dan 2. Kiriman Kasubag Umum KPPBC Tipe A1 Soekarno Hatta.

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

35

SIAPA MENGAPA

BAMBANG

RIYANT0,

D

SY.

alam data riwayat pekerjaan, pegawai yang satu ini tertulis bekerja di Kanwil XI DJBC Makassar (sekarang Kanwil DJBC Makassar) selama 17 tahun yakni dari tahun 1980 hingga 1997. Suatu penempatan yang cukup lama di suatu daerah. Ini tentu wajar apabila Bambang memang berasal dari Makassar. Kenyataannya, Bambang yang kelahiran Jakarta adalah asli putra daerah Jawa Tengah, dan di Makassar merupakan penugasan yang pertama kali. Ketika ditanya ditanya mengapa bisa lama bertahan disana ? “Inilah yang dinamakan jalan hidup dan banyak misteri serta penuh dengan tanda tanya. Takdir dan nasib manusia adalah rahasia Tuhan, manusia tidak mengetahui apa yang terjadi. Karena manusia hanya berencana dan tuhan pulalah yang menentukan,” ujar pegawai yang masuk Bea dan Cukai tahun 1980 dengan menggunakan ijasah STM. Setelah 17 tahun di Makassar, tepatnya tahun 1997 ia dimutasi ke Kanwil DJBC Surabaya. Tujuh tahun berjalan di Surabaya Bambang mendapatkan promosi sebagai Korlak Tempat Penimbunan selama 6 bulan di KPBC Juanda. Akhir tahun 2004 ia dipromosikan sebagai pejabat eselon IV di KPBC Biak sebagai Kepala Kantor. Tiga tahun memimpin di Biak, Bambang

BUDI

SANTOSO,

SH,

M

MM.

ungkin sudah jalan hidup pegawai asal Jawa Timur ini untuk menjadi pegawai Bea dan Cukai. Dilahirkan di kota tahu Kediri, 19 Desember 1962, Budi Santoso tidak pernah mengira akan bekerja di Bea Cukai. Pasalnya, dia hampir saja menjadi anggota TNI. Ceritanya, ketika pada tahun 1982 setelah lulus SMA, Budi dikabari oleh saudaranya kalau ada penerimaan pegawai di Bea Cukai untuk lulusan SMP. Langsung saja Budi bersama saudaranya tersebut mengikuti tes penerimaan tersebut. “Sambil menunggu pengumuman hasil tes itu, kebetulan ada penerimaan taruna Akabri, saya mencoba mendaftar masuk Akabri,”tutur Budi mengawali ceritanya. Berbagai tes di tingkat Provinsi Jawa Timur dia lalui dan bahkan dinyatakan lulus semua. Sampai pada akhirnya, di tingkat Pantukirda ( Penentuan Terakhir Daerah ) yang merupakan tahapan terakhir dimana akan dipertemukan dengan Pangdam untuk nantinya diberangkatkan ke pusat pendidikan AKABRI di Magelang, Budi terlambat datang. “Saya tidak tahu kalau ternyata tanggalnya diajukan sehari.

W A W A N

S U L I S T Y O

“M

engabdi Sepenuh Hati” seperti tema Lomba Foto Hari Pabean Internasional ke-56, merupakan prinsip hidup dari bapak satu orang anak yang sudah 8 tahun mengabdi untuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pria kelahiran 29 Desember 1977 di Sukoharjo, Solo yang biasa disapa Wawan ini merupakan sosok yang supel sehingga mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar khususnya di tempat dia bekerja sekarang yakni KPPBC Tipe A3 Balikpapan yang baru 1 tahun 4 bulan dia jalani. Dengan bermodal pengalaman yang ia dapatkan selama bekerja di Bea Cukai, ia dapat menjalankan tugasnya sebagai Pj. Korlak Administrasi Penagihan dan Pengembalian di KPPBC Tipe A3 Balikpapan. Kilas balik karirnya bermula ketika Wawan lulus SMA Negeri 7 Surakarta tahun 1996. Ia sudah lama tertarik untuk mengikuti tes di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang notabanenya sekolah dengan ikatan dinas. Kesempatan itu pun tak disia-siakan Wawan yang kala itu menjalani tes di Yogyakarta. Akhirnya dia pun dinyatakan lulus dan mengikuti program pendidikan Diploma 3 spesialisasi Kepabeanan dan Cukai di STAN pada tahun tersebut. Tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan, ia ditempatkan di

36

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

kemudian dimutasi sebagai Kepala Seksi Tempat Penimbunan di KPPBC Merak hingga sekarang. “Untuk pengalaman selama bertugas sangat banyak sekali, diantaranya yang waktu bertugas di Ujung Pandang menjadi Komandan Patroli”. Bambang mengaku melakukan patroli berminggu-minggu bahkan berbulanbulan hingga ke daerah Maluku sampai ke Irian Jaya. Bersama timnya, mereka pernah berhasil menegah kapal yang bermuatan, kayu, rotan, pakaian bekas, bawang putih, mesin dan barang elektronik. Tidak jarang, ketika usai patroli dan akan segera balik ke darat, tiba-tiba muncul informasi akan ada penyelundupan di suatu daerah. “Ya.. mau tidak mau kita harus kembali berpatroli”. Ini paling sering dialami oleh Bambang dan bahkan karena tugas yang tidak terelakan tersebut, ia pernah dengan sangat terpaksa tidak mendampingi istrinya yang akan melahirkan anak kedua. Tidak hanya itu, dalam tugas patroli kadang di tengah laut tiba-tiba kapal mengalami kerusakan mesin dan radar. Itu berarti, Bambang dengan rekan-rekannya harus berusaha keras membetulkan mesin tersebut untuk bisa hidup kembali, demikian tutur Bambang yang pernah mengalami kapal patrolinya tersedot arus di antara Pulau Maole.

Salah satu pengalaman paling berkesan yang dirasakan Bambang yaitu ketika ia bertugas di Biak sebagai Kepala Kantor. “Berat juga lho jadi pimpinan waktu itu, kita harus mengayomi anak buah, sehingga terbentuklah kekompakan untuk memperoleh hasil yang cukup membanggakan. Kita pernah menegah mobil, motor, mesin dan minuman mengandung etil alkohol. Minuman yang kami tegah berjumlah ratusan ribu botol/kaleng dan telah dimusnahkan dengan total jumlah bersih lebih kurang 21 Liter (21 ton).” Bambang, kelahiran Jakarta, 3 Nopember 1959 berharap, daerah yang pernah disinggahinya yakni Biak bisa diberikan kendaraan roda empat seperti jeep serta motor trail yang sesuai dengan medan disana. Karena selama ini disana kalau ada kegiatan patroli darat kantor terpaksa harus menyewa. Harapan lain sebagai orang yang pernah singgah di beberapa daerah khususnya Indonesia daerah timur seperti Papua dan daerah lainnya supaya diberi kesempatan untuk mengikuti diklat. Selain itu fasilitas sarana prasarana juga agar lebih diperhatikan seperti alat-alat perkantoran, ujar bapak yang menikahi Dra. Mashaerati tahun 1985 dengan dikaruniai empat anak dan telah mengikuti 20 jenis diklat. ats

Saya baru tahu dari tetangga yang kebetulan mendengar pengumuman di radio RRI. Langsung saja saya berangkat ke Surabaya ( tempat Pantukirda ). Ternyata disana sudah terlambat…”kata lelaki yang secara fisik memang cocok masuk TNI dengan badan tegapnya tersebut. Setelah panitia mengetahui alasan keterlambatannya, lanjutnya, Budi ditawari untuk masuk Bintara TNI AL tanpa tes lagi. Tapi ia menolaknya. Setahun lamanya ia menunggu hasil tes penerimaan Bea Cukai, Budi sempat putus harapan. Bahkan bukti peserta tes sempat ia buang karena ia mengira gagal tes. Namun memang sudah menjadi takdirnya, iapun kemudian berhasil lulus tes masuk Bea Cukai Penempatan pertamanya pada tahun 1983 dilalui dengan menjadi pelaksana P2 di Kinsp Bea Cukai Kediri. Setelah 12 tahun di Kediri, baru tahun 1995, ia dipindahkan ke KPBC Tanjung Perak Surabaya sebagai pemeriksa barang. Kemudian dia diangkat menjadi Korlak ekspor pada tahun 2004 di kantor yang sama. Karirnya mulai menanjak ketika pada bulan Desember 2005, ia dipromosikan menjadi Kasi OKDD di KPBC Makassar. Kantor Pusat DJBC untuk pertama kalinya. Selama dua tahun di KP-DJBC tugasnya mengurus Surat Cuti dan SPPD di Bagian Umum. Pada tahun 2001 Wawan dimutasikan ke KPBC Tipe A Tanjung Mas (sekarang KPPBC Tipe A1 Tanjung Mas). Banyak pengalaman didapatnya selama 5 tahun dikantor tersebut, dan yang membuatnya kian betah apalagi kalau bukan dekat dengan kampung halamannya di Sukoharjo. Seminggu sekali dia lakoni untuk pulang ke kampung dengan jarak tempuh kurang dari 2 jam itu. Mulai menjadi Pelaksana Pemeriksa hingga menjadi Korlak Pemeriksaan Barang Kena Cukai pernah ia jabat di kantor itu. Pengalaman menarik yang pernah di alami ketika ia bersama rekan kerja lainnya melakukan operasi cukai untuk memberantas pabrik rokok fiktif yang ada di Semarang. Betapa mengejutkannya hasil operasi tersebut, kemudian dari 320 Pabrik yang terdaftar ternyata dua per tiganya merupakan pabrik rokok fiktif. Keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari andil Kasi Cukai yang memberikan dukungan penuh waktu itu, demikian cerita Wawan yang memiliki hobi bermain bulu tangkis. Tahun 2006 menjadi ujian bagi Wawan dan keluarganya setelah dimutasikan ke Pulau Kalimantan tepatnya di KPPBC Tipe A3 Balikpapan, karena baru kali

Kemudian pada Mei 2007, Budi dimutasikan menjadi Kasi IKC di Kanwil XVI Sulawesi.”Pada waktu ada reorganisasi, bulan Juni 2007 saya dipindah menjadi Kasi Fasilitas Pabean di Kanwil Sulawesi,”ujar Budi yang pernah mengikuti Diklatpim IV angkatan 91 pada tahun 2006. Selama bertugas di Makassar ini, Budi sering mendapat tugas sebagai pengajar di berbagai diklat. Diantaranya, prodip I, DTSD I dan diklat PPJK.”Dengan tugas mengajar ini, secara tidak langsung saya sendiri banyak mendapat pengetahuan. Mau tidak mau, sebelum mengajar, saya kan, harus membaca peraturan-peraturan tersebut,”kata pria yang pernah mendapat penghargaan Karya Satya Lencana XX ini. Budi sendiri mempunyai harapan besar bagi institusi Bea Cukai.”Dengan adanya reformasi birokrasi dan remunerasi yang baru saat ini, saya harap, sistem pelayanan kita lebih baik dan SDM yang ada bekerja secara profesional sehingga apa yang diharapkan DJBC dapat tercapai,”harap bapak empat anak hasil pernikahan dengan Ujik Erna Erawati tahun 1991. don`s, makassar ini ia bersama keluarga merantau ke kota yang jauh dari tempat tinggalnya. Namun semua ia jalani dengan penuh tanggung jawab. “Sebagai pegawai pemerintahan khususnya di DJBC tentunya mutasi merupakan hal yang biasa dan tentunya semua pegawai Bea Cukai pernah merasakannya,” ujarnya. Ketika ditanya mengenai Diklat apa saja yang pernah diikutinya, dengan senyum Wawan menjawab cuma dua yakni Diklat UPKP V pada tahun 2005 dan Diklat Pranata Komputer yang baru saja diikutinya akhir tahun 2007 kemarin. “Kemampuan atau bakat apapun yang kita miliki selagi itu positif harus kita keluarkan, kita tunjukkan bahwa kita pun bisa melakukannya bukan untuk menyombongkan diri namun mengembangkan potensi yang ada dalam diri,” lanjut pria yang juga mengajar di LP3i ini. Diakhir obrolan Wawan mengutip pesan dari orang tuanya yang selalu diingatnya hingga kini, yakni “Rejeki tiap orang sudah ada jatahnya, jadi kalau kita mau bersih (jujur red.) atau kita mau ngga bener (korupsi dsb) pada akhirnya akan sama pula hasil yang akan kita dapatkan. Dan rejeki itu tidak terbatas pada harta saja, namun rejeki juga bisa berupa anak shaleh dan ilmu yang bermanfaat”. muQsith hamidi, balikpapan
EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

37

INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI

MPO
Tulisan ini akan membahas cara mengakses MPO, yang merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang sudah membahas pengertian MPO, Warehouse dan EIS.

Cara Mudah Mengakses

4. VGA Card dan Monitor Color dengan resolusi minimal 1024 x 768 pixels. 5. Sistem operasi Windows 9x atau yang lebih baru 6. Internet browser (Internet Explorer versi 6.0 / Mozilla Firefox) B. Setting Koneksi (khusus untuk KPPBC yang belum online dengan kantor pusat) Agar aplikasi Modul Pelaporan Online pada KWBC dan KPPBC dapat berhubungan dengan unit komputer/server di Kantor Pusat, maka dibuat koneksi VPN yang langkahlangkahnya adalah : Setting Koneksi VPN : 1. Pada Desktop PC klik Start 2. Pilih Control Panel

M

odul pelaporan online (MPO) merupakan salah satu bagian dari Aplikasi Sistim Informasi Pimpinan (Executive Information System) yang dikembangkan untuk dapat menyajikan data dan informasi yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) secara cepat, tepat dan akurat. Data dan informasi tersebut tentunya sangat penting artinya dalam rangka penilaian terhadap kinerja pelaksanaan tugas serta sebagai dasar pertimbangan untuk mengambil kebijakan. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Web Based System, dimana aplikasi program berada di komputer server Kantor Pusat DJBC. Sehingga di KPU BC/ KPPBC tidak perlu dilakukan instalasi aplikasi MPO. Selama ini, Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai (DIKC) masih bekerja sama dengan Telkom yang berperan sebagai operator jaringannya. Penggunaan operator jaringan lain, seperti Esia, Telkom Flexi, Star One, dan lain-lain belum bisa dilakukan karena terkait dengan masalah security. Setelah dilakukan pelatihan di beberapa Kanwil dan Kantor Pusat (KPPBC dibawah Kanwil Jakarta, Kanwil Banten, Kanwil Sumatera Bagian Selatan) selama kurun waktu Januari – Februari 2008 dan evaluasi serta monitoring bersama, ada beberapa hal yang bisa disampaikan : 1. Beberapa kantor masih belum ada sarana telekomunikasi Telkom yaitu KPPBC Tarempa, Atapupu dan Jagoi Babang 2. KPPBC Entikong sering terkendala masalah koneksi (putus sambung) dan KPPBC Amamapare masih dalam proses pengerjaan teknisi Telkom

3. Pada jendela (window) Control Panel pilih Network Connection 4. Pada Network Connection Explorer klik Create New Connection sehingga muncul New Connection Wizard seperti pada gambar dibawah, 5. Kemudian ikuti langkah-langkah berikut :

Motto kami adalah dimanapun, kapanpun asal ada jaringan Telkom bisa mengakses MPO (concurent user 30). Tulisan ini akan membahas cara mengakses MPO, yang merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang sudah membahas pengertian MPO, Warehouse dan EIS.

Pada jendela Welcome to the New Connection Wizard klik Next

INSTALASI
Sebelum dapat melakukan proses instalasi lebih lanjut, hendaknya perangkat pendukung sudah dipenuhi sebelumnya. Perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) pendukung aplikasi ini yang dapat dipasang pada sebuah komputer pada kantor pelayanan atau kantor wilayah adalah sebagai berikut : A. Perangkat Yang Dibutuhkan Syarat minimal unit komputer yang dapat digunakan untuk menjalankan program aplikasi Modul Pelaporan Online ini adalah: 1. Komputer PC dengan processor Pentium II atau yang lebih baik. 2. Modem untuk koneksi dial up ke kantor pusat (untuk KPPBC yang belum terkoneksi dengan pusat ) 3. RAM (Memory) minimal 64 Mb. 38
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

Lalu pada jendela Network Connection Type pilih Connect to the network at my workplace, lalu klik Next

Ketik 080988876 pada kolom Phone Number lalu klik Next

Pilih Dial-up Connection, lalu klik Next

Kemudian klik pada kolom Add a shortcut to this connection to my desktop dan kemudian klik Finish.

Ketik Ditjen Bea dan Cukai pada kolom Company Name lalu klik Next

6. Setelah muncul bar Connect Ditjen Bea dan Cukai, gunakan user name : mpo@customs.go.id Password : **** Dial up number : 080988876 C. Setting koneksi untuk kantor yang sudah online dengan kantor pusat Pada Internet Explorer pilh tools > internet options > connections > Lan settings. Kemudian klik Bypass proxy setting for local addresses lalu klik Advanced. Pada kolom exceptions isikan mpo.beacukai.go.id

MENJALANKAN PROGAM
Setelah dilakukan installasi aplikasi dengan benar dan telah terkoneksi ke VPN dial, langkah berikutnya adalah l Klik internet explorer, setelah itu kemudian tampil halaman login. Halaman login merupakan halaman awal pengesahan user untuk dapat memasuki sistem modul pelaporan online yang dilakukan dengan cara memasukkan user ID yang berupa NIP dan password. Berikut ini adalah tampilan halaman login :
EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

39

INFORMASI KEPABEANAN & CUKAI
c. PPh pasal 22 Impor, diisi total penerimaan pajak dari Pph Pasal 22 Impor dalam rupiah II. Laporan Realisasi Impor A. DEVISA IMPOR 1. Devisa Bayar, diisi total nilai pabean sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Pemberitahuan Impor yang dikenakan pungutan bea masuk (termasuk Devisa Bayar dengan tarif Bea Masuk 0%), yang disajikan dalam mata uang USD 2. Devisa Bebas, diisi total nilai pabean sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Pemberitahuan Impor yang kewajiban pelunasan pungutan bea masuknya dibebaskan, yang disajikan dalam mata uang USD 3. Devisa Ditanggung Pemerintah, diisi total nilai pabean sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Pemberitahuan Impor yang kewajiban pelunasan pungutan pabeannya ditanggung oleh pemerintah, yang disajikan dalam mata uang USD 4. Devisa Ditangguhkan, diisi total nilai pabean sebagaimana dicantumkan dalam dokumen Pembertahuan Impor yang kewajiban penyelesaian pungutan bea masuknya ditangguhkan sampai batas waktu tertentu, yang disajikan dalam mata uang USD B. BERAT 1. Bruto, diisi total berat kotor dari barang impor dalam satuan kilogram 2. Netto, diisi total berat bersih dari barang impor dalam satuan kilogram C. DOKUMEN IMPOR 1. Jumlah Dokumen Inward Manifest, diisi jumlah total dokumen inward manifest 2. Jumlah PIB a. Jalur Hijau, diisi jumlah total dokumen PIB yang diterbitkan dan ditetapkan sebagai jalur hijau b. Jalur Merah, diisi jumlah total dokumen PIB yang diterbitkan dan ditetapkan sebagai jalur merah c. Jalur Prioritas, diisi jumlah total dokumen PIB yang diterbitkan dan ditetapkan sebagai jalur prioritas 3. Jumlah PIBT, diisi jumlah total dokumen PIBT yang diterbitkan. 4. Jumlah dokumen PPKP, diisi jumlah total dokumen PPKP yang diterbitkan. 5. Jumlah dokumen Customs Declaration, diisi jumlah total dokumen Customs Declaration yang diterbitkan. 6. Jumlah BC 2.4, diisi jumlah total dokuman BC 2.4 yang diterbitkan. 7. Jumlah BC 2.5, diisi jumlah total dokuman BC 2.5 yang diterbitkan. III. Laporan Realisasi Ekspor A. DEVISA EKSPOR, diisi total nilai ekspor yang tercantum dalam dokumen ekspor barang (PEB/ PEBT) yang disajikan dalam mata uang USD B. BERAT a. Bruto, diisi total berat kotor dari barang ekspor dalam satuan kilogram b. Netto, diisi total berat bersih dari barang ekspor dalam satuan kilogram C. DOKUMEN EKSPOR a. Jumlah Dokumen Outward Manifest, diisi jumlah total dokumen outward manifest b. Jumlah PEB, terdiri dari a. Umum, diisi jumlah dokumen ekspor yang menggunakan dokumen PEB Umum b. Terkena Bea Keluar, diisi jumlah dokumen ekspor yang menggunakan dokumen PEB yang terkena Bea Keluar c. Fasilitas Kemudahan Ekspor, diisi jumlah

MENU PENERIMAAN

FORM ENTRY DATA
Bagian Header Tanggal Penerimaan, diisi tanggal perekaman laporan Bagian Detail I. Laporan Realisasi Penerimaan A. PENERIMAAN PABEAN 1. Dibayar a. Bea Masuk, diisi total penerimaan pabean berupa bea masuk dalam rupiah b. Bea Keluar (Nilai Pungutan Ekspor), diisi total penerimaan pabean berupa bea keluar/nilai pungutan ekspor komoditi ekspor tertentu dalam rupiah c. Pabean Lainnya, diisi total penerimaan pabean selain bea masuk, antara lain, denda administrasi, bunga dari bea masuk, dan bunga dari denda administrasi dalam rupiah 2. Bea Masuk Ditanggung Pemerintah B. PENERIMAAN CUKAI 1. Cukai Hasil Tembakau, diisi total penerimaan cukai hasil tembakau dalam rupiah 2. Cukai Etil Alkohol, diisi total penerimaan cukai etil alkohol dalam rupiah 3. Cukai MMEA, diisi total penerimaan cukai MMEA dalam rupiah 4. Cukai Lainnya, diisi total penerimaan cukai selain cukai hasil tembakau, cukai etil alkohol dan cukai MMEA, antara lain: denda administrasi, bunga dari cukai dan bunga dari denda administrasi dalam rupiah C. PENERIMAAN PAJAK 1. Dibayar a. PPN Impor, diisi total penerimaan pajak dari PPN Impor dalam rupiah b. PPnBM Impor, diisi total penerimaan pajak dari PPnBM Impor dalam rupiah c. PPh pasal 22 Impor, diisi total penerimaan pajak dari Pph Pasal 22 Impor dalam rupiah d. PPN Cukai Hasil Tembakau, diisi total penerimaan pajak dari PPN Cukai Hasil Tembakau dalam rupiah 2. Ditanggung Pemerintah a. PPN Impor, diisi total penerimaan pajak dari PPN Impor dalam rupiah b. PPnBM Impor, diisi total penerimaan pajak dari PPnBM Impor dalam rupiah 40
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

DOK. DIKC

SUASANA pelatihan MPO di Kantor Pusat dan Kanwil Sumbar.

dokumen ekspor yang menggunakan dokumen PEB yang mendapat fasilitas kemudahan ekspor d. Lainnya, diisi jumlah dokumen ekspor yang menggunakan dokumen PEB lainnya e. Dari TPB, diisi jumlah dokumen ekspor yang menggunakan dokumen PEB yang berasal dari TPB IV. Laporan Pemesanan Pita Cukai A. CK 1 (Pemesanan Pita Cukai) a. Jumlah Rupiah, diisi total nilai cukai atas pemesanan pita cukai hasil tembakau dalam rupiah b. Jumlah Dokumen, diisi jumlah dokumen pita cukai CK1 yang diterbitkan B. CK 1A (Cukai MMEA) a. Jumlah Rupiah, diisi total nilai cukai atas pemesanan pita cukai MMEA dalam rupiah b. Jumlah Dokumen, diisi jumlah dokumen pita cukai CK1A yang diterbitkan

Maka akan muncul tampilan sebagai berikut :

MENU EDIT DATA
Pada menu Laporan klik Harian > Penerimaaan > Edit Data Pilih tanggal penerimaan yang akan di edit lalu klik pilih Klik Realisasi Penerimaan untuk melihat detail realisasi penerimaan; Klik Realisasi Impor untuk melihat detail realisasi impor; Klik Realisasi Ekspor untuk melihat detail realisasi ekspor; Klik Pemesanan Pita Cukai untuk melihat detail pemesanan pita cukai; dan Klik Cetak Laporan untuk mencetak laporan penerimaan.

MENU LIHAT DATA
Pada menu Laporan klik Harian > Penerimaaan > Lihat Data Pilih tanggal awal dan tanggal akhir periode yang akan dilihat datanya , lalu klik Lihat Data

Team juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari KPPBC yang telah aktif melakukan pengiriman, tanpa dukungan semua pihak, tentunya program ini tidak akan bisa berjalan baik. Suatu saat apabila penulis ditempatkan di KPPBC, penulis juga akan berusaha penuh mendukung pelaporan ini. Kedepan dilakukan kerjasama dengan teman progamer untuk menampilkan EXIS ke web base. Mohon maaf dan tetap semangat. Contact Person Team PPKC : Slamet Iman 08125841109 Yuyu M 02193672582 Team IKC : Suko Wibowo Zulfadly Rahman Habibi Nico

08161351040 08561963627 08129892189 0816961373 081511274900

Suko Wibowo, Pelaksana pada DIKC
EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

41

PENGAWASAN
Guna keperluan penyidikkan petugas Bea dan Cukai yang menjadi bagian dalam satuan Tugas Airport Interdiction menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk pengembangan lebih lanjut.

ANALISIS PROFILING PENUMPANG
Tidak hanya mengandalkan alat pendeteksi seperti X-ray, petugas diharuskan untuk mempunyai kepekaan terhadap situasi dan kondisi lapangan. Menurut Eko keberhasilan petugas menegah masuknya heroin tadi merupakan hasil dari kejelian petugas dalam “membaca” gerak-gerik penumpang dari suatu wilayah yang sudah masuk daftar wilayah penghasil narkoba. Membaca gerak-gerik, memantau para penumpang merupakan bagian dari kegiatan yang dinamakan analisis profil oleh para petugas Bea Cukai terhadap penumpang dari luar TIGA TERSANGKA. Berhasil diamankan petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta beserta dengan negeri terutama penumpang peheroin yang rencananya akan diedarkan di Jakarta dan Bali. sawat dari wilayah seperti golden triangle, golden crescent dan wilayah lain yang merupakan wilayah yang dikenal sebagai penghasil narkoba. “Dari gerak-gerik penumpang yang aneh atau mencurigakan kita bisa mengetahui barang apa saja karena tingkah Kokain senilai dua milyar rupiah berhasil digagalkan oleh yang dibawa,wajar layaknya lakunya tidak petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta. penumpang biasa”terang Eko. Tidak hanya penumpang, enurut Kepala Seksi P2 Bea Cukai Bandara pemeriksaan paket dan juga barang bawaan penumpang Soekarno-Hatta Eko Dharmanto dalam wawancadari daerah-daerah rawan tersebut juga mendapat prioritas ra dengan WBC 21 Februari 2008, keberhasilan utama untuk diperiksa lebih intensif oleh petugas untuk pengungkapan kasus tersebut berawal dari memastikan tidak ada barang haram yang dibawa masuk kecurigaan terhadap barang bawaan dua penumdari luar negeri. “Analisis profil penumpang menjadi salah pang berkewarganegaraan Thailand dan satu orang satu cara kami untuk bisa meredam masuknya narkoba ke penumpang berkewarganegaraan Inggris ketika turun dari Indonesia,”ujar Eko kembali. zap pesawat dengan rute Bangkok –Jakarta pada Rabu 20 FOTO-FOTO : DOK KPPBC SH Februari 2008. Petugas pada awalnya menurut Eko, mencurigai penumpang dengan inisial TC yang gerak-geriknya mencurigakan, sehingga petugas melalui analisis profil penumpang menindaklanjutinya yang kemudian mengarah pada dua tersangka lainnya yang berinisial MAG dan JN. Kecurigaan tersebut memaksa petugas untuk memeriksa melalui X-ray barang bawaan penumpang milik MAG dan TC yang kemudian terbukti pada tas jinjing mereka kedapatan sejumlah 515 gram narkotika jenis heroin dikemas dalam bentuk paket dengan nilai hampir dua milyar rupiah. Kuat kemungkinan ketiga tersangka yang berhasil diamankan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta merupakan bagian dari sindikat narkoba internasional yang hendak memasukkan barang haram dari luar negeri tersebut ke Indonesia. Dalam pengakuan kepada petugas tersangka rencananya akan menyerahkan barang haram tersebut kepada pengedar untuk diedarkan di Jakarta dan Bali. Dan di Jakarta rencananya pula barang haram tersebut akan diserahkan kepada seseorang di sebuah hotel yang BARANG BUKTI. Heroin kelas satu yang diperkirakan nilainya tidak disebutkan lokasinya demi kelancaran penyidikan. mencapai hamper Rp. 2 milyar.

Gagal Diselundupkan ke Indonesia

Heroin Kelas I

M

42

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

Berhasil Ditegah

Ekspor Kuda Laut

K

Sebanyak 23.000 ekor kuda laut yang sudah dikeringkan dan akan diekspor ke Korea, berhasil ditegah petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A1 Soekarno-Hatta.

WBC/ADI

uda laut (hyppocampus spp) merupakan hewan laut yang dilindungi dan dimasukan dalam Appendiks 2 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna- konvensi internasional menyangkut perdagangan flora dan fauna langka). Hewan sebanyak 23.000 ekor yang dimasukkan dalam enam koli paket ekspor dan sudah dikeringkan ini, berhasil ditegah petugas Bea dan Cukai KPPBC Soekarno-Hatta pada saat akan dimasukkan ke dalam pesawat yang rencananya akan dikirim ke Korea sebagai bahan obatobatan tradisional dan makanan untuk meningkatkan stamina. CV AL selaku pengirim barang tersebut, pada 5 Maret 2007 dalam dokumennya menyebutkan barang yang akan diekspor tersebut adalah kayu gaharu, namun petugas yang merasa curiga akan kemasan barang tersebut, langsung melakukan pemeriksaan pada saat barang tersebut akan dimasukan ke dalam pesawat dan kedapatan barang tersebut adalah kuda laut yang sudah dikeringkan. Menurut Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Soekarno-Hatta, Eko Dharmanto, pada acara pers release 10 Meret 2007 di KPPBC Soekarno-Hatta, kuda laut merupakan hewan laut yang dilindungi, untuk itu hewan ini termasuk yang dilarang untuk diekspor. Dengan demikian, ekspor kuda laut ini jelas-jelas telah melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. “Permintaan akan hewan ini sebagai bahan obatobatan tradisional terus meningkat dan tentunya akan sangat mengancam habitat kuda laut tersebut. Memang, kuda laut dapat diekspor namun dalam kuota tertentu dan hanya beberapa daerah di Indonesia yang diperbolehkan mengekspor hewan tersebut, dan itu pun dalam keadaan hidup,” jelas Eko. Lebih lanjut Eko menjelaskan, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, tentang kuota pengambilan tumbuhan dan penangkapan satwa liar dari habitat alam, terdapat enam spesies kuda laut yang dilindungi. Penangkapan spesies ini dibatasi masing-masing 2000-9000 ekor atau rata-rata hanya 6.200 ekor setiap spesiesnya. “Cakupan wilayah yang dapat melakukan ekspor kuda laut adalah, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sementara hingga kini daerah Banten tidak termasuk daerah yang dapat melakukan ekspor kuda laut, untuk itu ekspor tersebut kami tegah,” ujar Eko. Dengan berhasil ditegahnya ekspor kuda laut ilegal tersebut, kerugian negara bukan terletak pada materi karena barang tersebut termasuk barang larangan dan

DILINDUNGI. Sebanyak enam koli atau 23.000 kuda laut kering siap ekspor, berhasil ditegah petugas karena termasuk hewan yang dilindungi.

pembatasan, namun kerugian yang dialami oleh negara adalah rusak dan hilangnya habitat kuda laut yang nyata-nyata dilindungi oleh negara. Kasus tersebut hingga kini masih akan terus dikembangkan bersama pihak-pihak terkait untuk melindungi flora dan fauna Indonesia dari eksploitasi pihakpihak yang tidak bertanggung jawab. Sementara itu, dari hasil penyidikan sementara para tersangka mengakui kalau ekspor ilegal yang dilakukannya ini baru pertama kali. adi

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

43

PENGAWASAN
Pebruari 2007 di tempat penimbunan sementara PT MSA, modus para tersangka dengan memasukkan sejumlah barang yang termasuk kategori larangan dan pembatasan dengan barang-barang pindahan. “Dalam PIBT yang diajukan oleh importir, mereka tidak memberitahukan identitas barang-barang tersebut dengan benar, karena itu kami sita untuk negara,” ujar Dirjen. Sementara itu menurut Kepala KPU Bea dan Cukai Jakarta, Agung Kuswandono yang kini menjabat sebagai Direktur Teknis Kepabeanan, pihaknya melakukan tindakan atas barang-barang tersebut, karena ada indikasi penyimpangan dokumen PIBT. Dalam dokumen barang-barang tersebut tercantum sebagai baPERSONAL EFFECTS. Dengan modus sebagai barang personal effects atau barang pindahan, sebanyak 12 kendaraan rang milik warga negara bermotor dan satu unit jetsky diupayakan masuk ke Indonesia tanpa pemberitahuan yang benar. Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri. “Tapi kenyataannya kendaraan bermotor tersebut tidak termasuk dalam daftar ijin atas barang pindahan yang bebas bea masuk. Untuk modus ini, dimana kendaraan bermotor diupayakan masuk wilayah pabean Indonesia, bisa dilakukan oleh konsolidator atau pihak yang mengkoorDengan modus sebagai personal dinasi barang pindahan warga negara Indonesia dari effects atau barang pindahan, negara lain,” papar Agung Kuswandono. sebanyak 12 unit kendaraan bermotor Lebih lanjut Agung Kuswandono menjelaskan, kenberusaha dimasukan ke dalam daraan bermotor yang ikut dalam barang-barang wilayah pabean Indonesia tanpa pindahan yang berasal dari Amerika, Inggris, dan pemberitahuan sebelumnya. Jerman ini, memiliki nilai sebesar Rp. 1 milyar, untuk itu pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas beberapa pihak terkait seperti konsolidator dan pemilik paya penyelundupan kendaraan bermotor baik barang. roda dua maupun roda empat kembali digagalAdapun kendaraan bermotor yang disita antara lain, kan oleh petugas Bea dan Cukai Kantor tujuh sepeda motor kelas eksklusif merek Honda, Pelayanan Utama (KPU) Jakarta. Kendaraan Harley Davidson, Chally, dan Mobilette dalam keadaan yang berjumlah 12 unit yang terdiri dari satu utuh (completely build up/CBU), tiga sepeda motor unit mobil, tujuh unit motor dalam kedaanan CBU, dan dalam keadaan terurai (completely knock down/CKD), empat unit motor dalam keadaan CKD, diupayakan masatu mobil Mercedes Benz E320, serta satu set spare suk ke wilayah pabean Indonesia dengan modus persopart dan mesin sepeda motor Honda XR 400 R. nal effects atau barang pindahan. Selain 12 barang bukti tersebut, petugas Bea dan Upaya penegahan ini berawal dari kegiatan intelijen Cukai juga membuka dua kontainer berisi barang yang dilakukan oleh unit pengawasan KPU Jakarta pindahan lainnya. Kedua kontainer tersebut dilakukan yang mencurigai beberapa importasi melalui Pemberitapemeriksaan jabatan dikarenakan pemilik barang huan Impor Barang Tertentu (PIBT). Dengan kecurigaan hingga waktu yang ditentukan tidak mengurus dan tersebut, unit Pengawasan langsung menerbitkan Nota mengambil barangnya. Hasil Intelijen (NHI) terhadap importasi tersebut, dan Kedua kontainer tersebut dikirim oleh perusahaan konsetelah dilakukan pemeriksaan fisik barang, kedapatan solidator dari Los Angeles Amerika Serikat, ke Indonesia selain barang-barang pindahan yang disebutkan dalam dan diterima PT NTC. Saat kedua kontainer tersebut dibudokumen juga diselipkan beberapa kendaraan bermotor ka, kontainer berisi berba- gai jenis barang seperti, kasur, yang tidak tercantum dalam dokumen. mebel, TV, peralatan rumah tangga lainnya, dan satu unit Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Jetsky Watercraft merek Kawasaki. adi Suprijadi pada konperensi pers yang diadakan pada 25
WBC/ATS

Barang Pindahan Berisi Kendaraan Bermotor

Ditegah KPU Bea Cukai Jakarta

U

44

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

Digagalkan Petugas Bea Cukai Jakarta

Transaksi MMEA Ilegal dan Pita Cukai Palsu

MMEA. Yang akan dilekati pita cukai palsu.

P

Transaksi Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan pita cukai palsu, berhasil digagalkan oleh Bidang P2 Kantor Wilayah (kanwil) Jakarta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)

engungkapan kasus tersebut menurut Kepala Kanwil DJBC Jakarta Nasir Adenan pada press release 24 Februari 2008 berawal dari informasi yang diperoleh pada 16 Februari 2008, dimana informasi yang diperoleh langsung ditindaklanjuti oleh bidang P2 kanwil DJBC Jakarta. Nasir mengatakan pihaknya memperoleh informasi yang menyebutkan akan terjadi transaksi MMEA dan pita cukai palsu yang berlokasi di Jalan Daan Mogot Jakarta
FOTO-FOTO WBC/ZAP

dengan menggunakan mobil box dengan nomor polisi B 9498 VI. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penempatan petugas di lokasi tersebut untuk melakukan pemantauan. Pemantauan dari hasil informasi tadi lanjutnya, membuahkan hasil dimana dari mobil box tadi berhasil dapatkan MMEA sebanyak 778 botol dan pita cukai dari golongan B1 dan B2 yang berjumlah 27.496 keping dengan nilai Rp.549.920.000 juta. Lebih lanjut Nasir mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang yang terkait dengan kasus tersebut yaitu sopir mobil box beserta dengan kernetnya dan kolektor distributor MMEA tersebut. Dari hasil pemeriksaan petugas telah menetapkan satu orang tersangka yaitu RLS yang juga kolektor distributor MMEA. RLS diketahui melakukan kegiatan untuk menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran. Selain itu tersangka juga diduga akan menjual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya, dan membeli, menyimpan, mempergunakan, menjual, menawarkan,menyerahkan, menyediakan untuk dijual barang berupa pita cukai yang diduga palsu atau dipalsukan. Tersangka dijerat dengan pasal 55 huruf a, jo pasal 55 huruf b Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang cukai, dengan ancaman satu sampai dengan delapan tahun dan pidana denda antara 10 sampai dengan 20 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Sementara itu potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari operasi MMEA tanpa pita cukai dan pita cukai palsu yang dilakukan pihak Kanwil DJBC Jakarta, mencapai Rp.577.150.000 juta.

PENINDAKAN TEMPAT PENJUALAN ECERAN MMEA
Pada kesempatan press release tersebut, Kakanwil DJBC Jakarta Nasir Adenan menyampaikan, pihaknya sejak periode Mei hingga Desember 2007 telah melakukan penindakan terhadap Tempat Penjualan Eceran (TPE) MMEA yang diduga menjalankan aktivitasnya dengan melekatkan pita cukai palsu. Dari penindakan tersebut, pihaknya mendapatkan 18 kasus dimana 10 kasus telah dilimpahkan ke kejaksaan dengan status P-21, satu kasus telah mempunyai kekuatan hukum tetap dua kasus dengan pengenaan sanksi administratif, dua kasus dalam proses penyelidikan, dan tiga kasus dalam proses penyidikan. Sementara dalam kasus pita cukai hasil tembakau palsu, satu perusahan percetakan menurut Nasir sudah berstatus P-21, begitu juga dengan pemalsuan pita cukai MMEA yang juga telah P-21. Selama bulan Mei hingga Desember 2007 potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan dari operasi-operasi cukai tersebut mencapai Rp.24.533.696.250.00 triliun. zap

MOBIL BOX. Berisi MMEA dan pita cukai palsu yang berhasil ditegah petugas kanwil DJBC Jakarta

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

45

INFO PEGAWAI
WBC/ATS

DILANTIK. Sebanyak 15 pejabat eselon II dijajaran DJBC, dilantik oleh Mentri Keuangan untuk menduduki jabatan yang baru.

Mutasi dan Promosi
PEJABAT ESELON II
Sebanyak 15 orang pejabat eselon II di jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dilantik Menteri Keuangan. Pada pelantikan tersebut empat orang mendapat promosi eselon II, satu orang pindah ke Badan Kebijakan Fiskal, dan 10 orang mendapat mutasi.

B

erdasarkan Keputusan Menteri Keuangan nomor 479/ KMK.01/UP.11/2007 tanggal 3 Desember 2007, dan nomor 37/KMK.01/UP.11/2008 tanggal 21 Pebruari 2008, pada 26 Pebruari 2008 bertempat di Graha Shawala Departemen Keuangan (Depkeu), Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melantik 15 pejabat eselon II di jajaran DJBC, satu pejabat eselon II di jajaran Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, dua pejabat eselon II di jajaran Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan dua pejabat eselon II di jajaran Badan Kebijakan Fiskal. Untuk DJBC yang merupakan jajaran paling banyak dilantik, mendapat sorotan yang cukup banyak dari Menkeu baik dari sisi kinerja muapun dari sisi integritasnya. Karena pada pelantikan tersebut, selain melantik 10 pejabat yang mendapatkan mutasi, juga melantik empat pejabat eselon III yang mendapatkan promosi menjadi eselon II. Dalam kata sambutannya Menkeu menyatakan, reformasi yang dilakukan Depkeu khususnya di DJBC merupakan salah satu program yang sudah dimiliki oleh masyarakat, karena DJBC sudah terlanjur menyampaikan kepada masyarakat bahkan telah meminta anggaran kepada negara untuk bisa membiayai reformasi tersebut. Banyak hal yang sudah disampaikan sebagai janji dari kinerja DJBC, dan sekaligus ditantang pada saat yang sama. DJBC perlu membangun institusi kedalam, oleh karena itu
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

Depkeu sangat percaya bahwa institusi ini dapat dibangun secara baik kalau seluruh jajaran mau membangunya. “Kita sudah menyampaikan kepada publik beberapa program yang ditonjolkan oleh DJBC, dua program itu adalah pembentukan yang disebut KPU dan program nasional single windows, dua-duanya merupakan program kita. Seperti yang dikatakan oleh Presiden waktu hadir persis diruangan ini sekitar semingu yang lalu, beliau hanya mengatakan silahkan melakukan tindakan yang diperlukan bahkan radikal sekalipun, akan beliau dukung asal mencapai tujuan, yaitu memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk atau dalam format fasten , cheaper , better,” ujar Menkeu. Masih menurut Menkeu, masyarakat tahu DJBC selalu mengatakan disatu sisi harus mengemban tugas untuk melayani masyarakat, tapi disisi lain juga tetap menjaga yang disebut security atau aspek keamanan bagi atau dalam melindungi seluruh kepentingan republik ini. Oleh karena itu Menkeu meminta mindset atau cara berpikir para pejabat eselon II di jajaran DJBC harus di adjust untuk mencapai tujuan tersebut. “Banyak policy di DJBC memang di desain untuk melayani lebih baik, dan saya setuju kita harus berpikir seperti itu. Namun banyak policy yang di desain juga dengan berbagai kelemahan yang kita sebetulnya sudah pahami,” papar Menkeu. Terkait dengan kegiatan ekonomi dan politik menjelang pemilu 2009, Menkeu menyatakan hal tersebut tidak akan menjadi mudah, perekonomian yang kemungkinan akan terjadi resesi, Cina dan India yang merupakan produksi dunia kemungkinan akan memasukkan banyak barang-barangnya ke Indonesia. Untuk itu khusus untuk pejabat yang berada di pintu-pintu strategis, diminta untuk berpikir dan bertindak secara cerdas dan antisipatif termasuk kebijakan pemerintah dalam komoditas pangan, yang harus dijalankan dan diamankan secara bersih dan konsisten. “Barang kali bea cukai sudah agak populer di mata media masa, populer dalam arti agak baik, tugas anda meneruskan itu semua. Saya minta kepada pejabat baru untuk meneruskan hal yang baik, dan kalau menemukan hal-hal yang tidak baik untuk menyampaikan atau segera melakukan koreksi,” ujar Menkeu. Untuk pejabat yang tidak berada di KPU, Menkeu menyatakan untuk berpikir positif dan mendorong serta mendukung program tersebut yang akan dibuka pada pelabuhan-pelabuhan lainnya dengan tingkat dan kualitas yang kesiapannya yang sama. Sehingga untuk DJBC diharapkan para pejabatnya punya satu pemikiran yang sama dengan fokus yang sama, yaitu memperbaiki pelayanan tanpa kompromi terhadap masalah keamanan.

46

WBC/ATS

Sementara itu menurut Nofrial saat diwawancarai WBC seusai acara pelantikan, dirinya sementara ini masih akan terus mengembangkan tugasnya dalam pembentukan KPU di kantor-kantor DJBC lainnya yang diharapkan pada tahun 2008 dapat rampung secara keseluruhan. Sama halnya dengan Nofrial, menurut Susiwiyono, dirinya yang mendapatkan tugas untuk meneruskan program nasional single windows, hingga 2009 akan terus mengembangan program tersebut, selain meneruskan tugas yang ada di bidang pengkaji yang belum terampungkan. Acara pelantikan yang juga dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I, II, dan III di jajaran Depkeu, akhirnya ditutup dengan acara penandatangan sumpah jabatan bagi pejabat yang dilantik, dan diteruskan dengan acara ramah tamah. adi
RINGKASAN LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 479/KMK.01/UP.11/2007 TANGGAL 3 DESEMBER 2007 NOMOR 37/KMK.01/UP.11/2008 TANGGAL 21 PEBRUARI 2008 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai : 1. Ir. Agung Kuswandono diangkat sebagai Pj. Direktur Teknis Kepabeanan; 2. Drs. R.P Jusuf Indarto diangkat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan; 3. Susiwijono, S.E. diangkat sebagai Tenaga pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi; 4. Drs. Iswan Ramdana,M.Si. diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Nagroe Aceh Darussalam, Banda Aceh; 5. Drs. Achmad Riyadi diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sumatera Utara, Medan; 6. Drs. Nasar salim,M.Si. diangkat sebagai Pj. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun; 7. Drs. Nofrial, M.A. diangkat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam; 8. Drs. Bachtiar,M.Si. diangkat sebagai Pj. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Banten, Serang; 9. Heru santoso, S.H. dingkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta; 10. Drs. Kushari Suprianto, Ak. diangkat sebagai Pj. Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta; 11. Drs. Ismartono diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Semarang; 12. Drs. Nasir Adenan,M.M. diangkat sebagai Pj. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, Balikpapan; 13. Drs. Teguh Indrayana,M.A. diangkat sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi, Makassar; 14. Ariohadi, S.H., M.A. diangkat sebagai Pj. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Maluku, Papua, dan Irian Jaya Barat, Ambon; Badan Kebijakan Fiskal : 1. Drs. Joko Wiyono, M.A. diangkat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara; PELATIKAN PEJABAT ESELON III. Sebanyak 39 pejabat eselon III dilantik dan diambil sumpahnya. Mutasi pejabat eselon III dilakukan tidak lama setelah pelantikan serupa dilakukan terhadap pejabat eselon II DJBC.

Mutasi Pejabat Eselon III Dilingkungan DJBC
Mutasi para pejabat ini dilakukan tidak lama setelah dilakukan mutasi terhadap pejabat eselon II dilingkungan Departemen Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

S

etelah jajaran pejabat eselon II dilingkungan Departemen Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dilantik oleh Menteri Keuangan pada 26 Februari 2008 lalu, pelantikan serupa juga dilakukan pada level pejabat eselon III DJBC yang mengalami mutasi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 139/ KM.1/UP.11/2008 tentang Mutasi Para Pejabat Eselon III dilingkungan DJBC. Sebanyak 39 pejabat eselon III yang dimutasi tersebut dilantik dan diambil sumpahnya oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kamil Sjoeib pada 3 Maret 2008 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selengkapnya nama pejabat eselon III yang dilantik dapat dilihat pada tabel. Mutasi menurut Kamil merupakan suatu hal biasa yang dilakukan, dimana berbagai persiapan telah dilakukan oleh DJBC maupun juga Departemen Keuangan sehubungan dengan mutasi, rotasi dan promosi para pejabat eselon III tersebut. Dalam sambutan pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut Kamil juga mengatakan, para pejabat yang baru dilantik harus bisa menjalankan tugas yang diberikan kepadanya, mengingat saat ini DJBC yang tengah berbenah diri untuk meningkatkan kinerja yang harus didukung penuh dari para pegawainya terutama dari pejabatnya. Mutasi kali ini juga melantik pejabat pada bidang baru seperti bidang kepatuhan internal dan bidang kepatuhan dan layanan informasi pada kantor pelayanan utama yang diharapkan pula dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh DJBC melalui tim reformasi kepabeanan, sehingga jabatan tersebut bisa memberikan kontribusi yang positif, tidak hanya bagi kantornya tapi juga bagi DJBC. Selain itu disampaikan juga bahwa tugas yang diamanatkan kepada para pejabat yang baru dilantik ini diharapkan dapat dijalankan dengan baik sekaligus menjawab tantangan untuk meningkatkan citra DJBC yang semakin baik di mata masyarakat. Masih dalam sambutannya Kamil mengatakan para pejabat harus bisa menjadi teladan dan contoh bagi para pegawai yang lainnya baik dari segi integritas dan lain sebagainya, sehingga dengan integritas yang tinggi tersebut maka pelayanan yang diberikan kepada para penguna jasa dapat dilaksanakan dengan maksimal. Pada acara pelantikan tersebut hadir para para pejabat staf inti dilingkungan DJBC, tim pengkaji dan pejabat eselon III lainnya dilingkungan Kantor Pusat DJBC. zap
EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

47

INFO PEGAWAI NAMA PEJABAT ESELON III YANG DILANTIK
No 1 N a m a / N I P Sekretariat Direktorat Jenderal : Ir. Harry Mulya, M. Si. 060079900 Direktorat Teknis Kepabeanan: Ir. Muhamad Purwanto, M.A. 060079897 Ir. Ronny Rosfyandi, M.A. 060083011 Yudiyarto, S.T. 06009110 Direktorat Fasilitas Kepabeanan: Drs. Abdul Kharis, M.A. 060079969 Direktorat Audit: Wahidin, S.E. , M.Si. 060079878 Direktorat Informasi Kepabeanan dan Cukai: Suyatman, S.E. , M.Si. 060040776 Sudi Rahardjo, S.IP. , M.M. 060035365 Kantor Wilayah DJBC Nanggroe Aceh Daurssalam: Safuadi, S.T , M.Si. 060089910 Drs. Hudi Harjanto, M.P.M. 0600450131 Gusli M. Tambunan, S.H, M.Hum 060050131 Drs. Tjoek Martono, M.M 060051386 Kantor Wilayah DJBC Sumatra Utara: Yacobus Agus Wahyudiono, S.T 060090234 Kantor Wilayah DJBC Riau dan Sumatra Barat: Drs. Posman Pohan Siahaan 060047795 Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau: Iwan Hermawan, S.H, L.L.M. 060089675 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam: Ir. Muh . Sutartib 060079906 Ir. Heru Setioko, M.M 060079979 Ir. Ruijanto, M.Sc. 060079933 Pangkat Golongan/ Ruang Pembina IV/a Jabatan dan Tempat Kedudukan L a m a B a r u

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Bandung Kepala Seksi Keberatan dan Banding I Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur, Balikpapan Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe B Medan Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe B Surabaya Kepala Bidang Audit KantorWilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan, Palembang

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana

2

Pembina IV/a Penata Tk.I III/d Penata Tk.I III/d Pembina IV/a Pembina IV/b

Kepala Subdirektorat Impor dan Ekspor Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe B Medan Kepala Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe B Surabaya Kepala Subdirekotrat Kemudahan Ekspor dan Tempat Peninbunan Kepala Subdirektorat Evaluasi Audit

3

4 5

6

7

Penata Tk. I III/d

Pj. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Pekanbaru

Pj. Kepala Subdirektorat Manajemen Risiko Kepala Subdirektorat Otomatis Sistem dan Prosedur

8 9

Pembina Tk. I Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan Kantor IV/b Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Denpasar

Pembina IV/a Pembina IV/a Pembina IV/a Pembina IV/a

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan Kantor Wilayah DJBC Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah DJBC Nanggroe Aceh Darussalam, Banda aceh Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Denpasar Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe B Benoa

Kepala Bagian Umum

10 11

Kepala Bagian Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan

12

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan

13

Penata Tk.I III/d

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Teluk Nibung

14

Pembina IV/b

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Pekanbaru

15

Penata Tk. I III/d

Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Maluku, Papua, dan Irian Jaya Barat, Ambon

Pj. Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Bukti

16

Pembina IV/a Pembina IV/a Pembina IV/a

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat, Pontianak Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Selatan. Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam

Kepala Bidang Perbendaharaaan dan Keberataan Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan

17

18

48

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

19

Okto Irianto, S.IP, M.A 060089678 Kantor Wilayah DJBC Sumatra Bagian Selatan: Alamsyah, S.H, M.Si. 060076093 Drs. Putut Tedjo Ismojo Djati, M.M. 060041377 Kantor Wilayah DJBC Banten: Ir. Tahi Bonar Lumban Raja 060079943 Chairul Saleh, S.H, M.Si. 060076057 Kantor Wilayah DJBC Jakarta: Drs. Adams Rudhy Kembun, M.A. 060044497 Ir. Sucipto, M.M 060079891 Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok: Hatta Wardhana, S.E, M.M 060077455 Haryo Limanseto 060082319 Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat: Ir. Oentanto Wibowo, M.P.A 060079882 Ir. Mathias Buluama, M.Sc. 060050452 Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta: Beatus Hasibun, BBA, S.E 060050452 Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I: Ir. R. Basuki Ariwibawa, M.A 060079962 Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT: Taryono Ekso Wardoyo, S.E 060059683 Drs. Nurkiswar Eddy, M.M 060040547 Endang Retnowaty, S.IP, M.Ec 060090131 Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagina Barat: Harmanto, S.H 060040539 Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Timur: Iskandar, S.E, M.B.A 060079965 Munady Radiani, S.H 060049005 Kantor Wilayah DJBC Maluku, Papua, dan Irian Jaya Barat: Yudi Hendrawan, S.Hut 060090132 Halim Murdowo 060051585

Penata Tk. I III/ d

Pj. Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Banten, Serang Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan Kepala Bidang Audit Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Denpasar Pj. Kepala Bidang Pelayanan Pabean dan Cukai III Kantor Pelayanan Utama Bea Dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta

Pj. Kepala Bidang Kepatuhan Internal

20

Pj. Kepal Bidang Kepabeanan dan Cukai

Penata Tk. I III/d Pembina IV/a Pembina IV/a Penata Tk. I III/d

21 22

Kepala Bidang Audit

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Pj. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Merak

23

24

Pembina Tk. I Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan IV/ Kantor Wilayah DJBC Jakarta Pembina IV/a Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Jakarta Pj. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Pj. Kepala Bidang Perbendaharaan dan Keberatan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan

25 26

Penata Tk. I III/d Penata Tk. I III/d

Pj. Kepala Bidang Pelayanan Pabean dan Cukai III Pj. Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi

27

28

Penata Tk. I IV/b Pembina Tk. I IV/b

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A1Tanjung Emas Kepala Subdirektorat Kemudahan Ekspor dan Tempat Penimbunan Direktorat Fasilitas Kepabeanan

Kepala Bagian Umum Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Bandung

29

30

Pembina IV/a Pembina IV/a

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Teluk Nibung Kepala Subdirektorat Evaluasi Audit Direktorat Audit

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Emas Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A2 Pasuruan

31

32

Penata Tk. I III/d

Pj. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Balikpapan

Pj. Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan Kepala Bidang Penindakan daan Penyidikan Pj. Kepala Bidang Audit

33 34 35

Pembina Tk. I Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah IV/b DJBC Jawa Barat, Bandung Penata Tk. I III/d Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Kepabeanan Internasional

Pembina IV/a

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Banjarmasin

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai

36

Pembina IV/a Pembina IV/a

Kepala Kantor Pengawsan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Merak Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Ambon

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Balikpapan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Banjarmasin

37 38

Penata Tk. I III/d Penata Tk. I III/d

Kepala Subbagian Kelembagaan Sekretariat Direktorat Jenderal Kepala Subbagian Perbendaharaan Sekretariat Direktorat Jenderal

Pj. Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Ambon

39

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

49

INFO PEGAWAI

Pegawai Pensiun Per 1 April 2008

RALAT
Pada rubrik Info Pegawai di WBC Edisi 399 / Februari 2008 terdapat kesalahan pencantuman daftar nama pegawai DJBC yang pension TMT. 01 Februari 2008 yaitu pada nomor urut 22 tercantum nama SYAFRUDDIN NIP 060045411 Pengatur Tk. 1 (Gol. II/d) Pelaksana pada KPPBC Tipe A3 Pekanbaru. Seharusnya pegawai dimaksud pensiun TMT. 01 Januari 2009. Demikian disampaikan, untuk menjadi maklum.

BERITA DUKA CITA
Telah meninggal dunia, Bp. Dr. SUGENG, Dokter Poliklinik pada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Soekarno Hatta , pada hari Selasa , 19 Februari 2008, pukul 18.00 WIB. Jenazah telah dimakamkan pada hari Rabu, 20 Februari 2008, pukul 10.00 WIB di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Segenap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyatakan duka yang sedalam-dalamnya. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang maha Esa. Amin. 50
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K O L O M
Oleh : Bintang Retna Herawati Moerdjono
diperingatkan dan diancam diberikan sanksi, namun dia tetap melakukan panggilan hatinya. Semua berakhir positif bagi para pasien. Pasien yang gembira menjadi sembuh, yang pemarah menjadi tertawa dan semua itu menjengkelkan sang Dekan, rekan-rekan mahasiswa, terutama sekali menjengkelkan para dokter. Pak Dekan mengatakan dengan tegas, “Pasien tidak perlu hiburan, yang diperlukan mereka adalah dokter”. Para dokter juga merasa terganggu dengan derajatnya yang dianggap turun, karena “kewibawaannya” degradasi, diturunkan dan berarti diolok-olok. Pak Dekan ini amat menjaga wibawanya dengan sangat kuat, alasannya karena telah bertahun-tahun ketentuan itu demikian. Seorang dokter tidak boleh terlalu dekat dengan pasien. Banyak hal yang dirahasiakan, antara lain hasil laboratoris juga dirahasiakan dan pasien sama sekali tidak boleh tahu apa-apa mengenai keadaan klinis dirinya sendiri. Hal tersebut juga pernah terjadi di negara kita, bahkan sejak jaman penjajahan Belanda yang lalu. Sebelum tahun 1980, kalau saya mengambil hasil pemeriksaan laboratorium, baik pemeriksaan darah, urine atau apapun, meskipun saya juga seorang dokter (Spesialis Prosthodonti) namun saya sebagai pasien tidak boleh tahu. Kalau pengirimnya dokter A maka yang baca juga harus dokter A, sedangkan karena masalah jarak dan waktu, untuk menemui dokter A, saya harus menunggu bukan saja dalam hitungan jam, bahkan dalam hitungan hari, menunggu waktu dokter A praktek, padahal saya termasuk teman sejawatnya. Tetapi sejak tahun 1980-an saya bisa pergi ke laboratorium, minta diperiksa cholestrol, uric acid, haemoglobin, dan segala sesuatunya mengenai darah, baik glocose atau lainnya, minta periksa urine dan faeces, hasilnya pun menyebutkan atas permintaan sendiri, saya bisa baca sendiri dan menelepon dokter konsultan saya, yang langsung menganalisa dengan cepat atas hasil pembacaan saya, kemudian memberikan “vonis”-nya antara lain menyuruh membeli obat tertentu dengan menuliskan resep sendiri. Hal ini sangat efisien dan bermanfaat sekali bagi saya. Di Jepang ada peralatan canggih berupa sebuah WC (Water Closet). WC ini disambungkan dengan komputer dan bisa menganalisa urine dan faeces pemakainya serta mengirimkan hasilnya langsung melalui email ataupun fasilitas “chatting” ke dokter yang menangani sang pasien bersangkutan, si pemakai WC. Di sini terlihat bahwa dokternya adalah dokter benar-benar manusia, pasiennya benar-benar manusia dan peralatan laboratoriumnya saja yang elektronik. Hasilnya akan lebih cepat dan amat mendekati sama, meskipun dokter-pasien tidak berhubungan langsung. Mengapa saya sebut amat mendekati, karena ada unsur meraba dan unsur visual yang menurut pendapat saya tidak dapat digantikan oleh alat elektronik yang paling canggih, baik berupa video maupun sensor yang model manapun juga. Untuk mendalami hal ini silahkan anda membaca buku yang kira-kira baru setahun terbit, berjudul REIKI karangan Prof. Dr. Sutan Remy Syahdeini, SH (sahabat karib alm. suami saya) 567 halaman tebalnya.

Kesehatan
Adalah Masalah Tertawa

J

udul tersebut merupakan terjemahan dari judul sebuah buku karangan Hunter Doherty Adams dan Maureen Mylander yang sudah difilmkan dengan judul lengkap : “Gesundheit Goodhealth is a Laughing Matter” yang terjemahan bebasnya adalah Kesehatan adalah masalah tertawa. Gesundheit adalah kata benda dalam bahasa Jerman yang berarti kesehatan. Adapun film tersebut dibuat oleh Universal Studios pada tahun 1998 dan beredar pada awal 1999. Saya pernah membaca salah satu tulisan mas Anwari Arnowo (sahabat alm. suami saya) berjudul Matsuri (15 Agustus 2005) yang menyinggung masalah tertawa seperti dijelaskan oleh dr. Salim Harris Sp.S. (Spesialis Syaraf). Dia berkata bahwa seorang IPS (Insan Pasca Stroke - orang telah terkena keadaan stroke) telah banyak yang rusak syaraf tertawanya sehingga terlihat terkesan kaku dan sukar tertawa. Kita yang masih sehat ini dianjurkan agar suka tertawa dengan terbahak-bahak dan berbunyi ha.. ha.. ha.. yang mengakibatkan sehat jiwa dan raga. Apalagi tertawa terbahak-bahak tidak dapat pura-pura seperti tersenyum simpul bahkan malah tersenyum malu-malu kucing. Terbahak-bahak amat menyehatkan jantung dan menggunakan banyak pembakaran kalori. Adapun tersenyum sering sekali bersifat palsu dan bohong, meskipun senyum itu perlu dan banyak manusia menyukai dan anehnya suka pula dibohongi oleh orang lain. Dalam buku tersebut dikisahkan seorang dokter yang dimulai sejak semester pertama di Fakultas Kedokteran. Sifat pribadi sang mahasiswa ini, Hunter “Patch” Adams, memang ceria, gembira, bahkan menurut sang Dekannya gembira berlebihan (exessive happiness). Dia tertawa teramat banyak setiap saat dan juga mengajak serta membuat orang sekelilingnya jadi ikut tertawa. Dia tidak pernah peduli bahwa yang diajaknya bergembira itu rekan mahasiswa, perawat ataupun dokter, boleh dikatakan siapapun saja. Di sinilah mulai tampak dan timbul persoalan. Patch yang masih duduk di tingkat tahun kedua mulai melawak dan melucu di depan para pasien yang dirawat di rumah sakit. Hal tersebut melanggar peraturan internal fakultas dan rumah sakit, yang mengatakan bahwa mahasiswa fakultas kedokteran hanya boleh mendekati atau berada dekat dengan pasien setelah dia menginjak tingkat tahun ketiga. Sebelum tingkat tahun ketiga dilarang keras. Patch yang secara alamiah adalah seorang penggembira dari dalam hatinya (exessive happiness) melakukan pelanggaran demi pelanggaran antara lain mengenai “kedekatan” dengan pasien. Pak Dekan marah besar dan berkali-kali memperingatkan Patch atas sifat gembiranya dan kemauannya yang begitu menggebu-gebu menghibur pasien yang sedang murung, bermuram durja, dan menunggu ajal. Dia bahkan mengunjungi bagian anak-anak yang menderita kanker, kepala gundul, muka murung dan sunyi senyap, diam tidak bersuara serta tidak ada lain kegiatan selain menunggu saat kematian tiba. Maka datanglah sang pelawak Patch yang tanpa putus asa (tentu saja dengan mencuri waktu) tetap menghibur mereka. Memang kadang-kadang ketahuan oleh Pak Dekan Walcott,

MENJADI DOKTER
Patch Adams yang kelihatan tidak pernah belajar, ‘cengengesan’ terus menerus, ternyata adalah mahasiswa terpintar, mencapai angka rata-rata di atas hampir semua mahasiswa lain. Tingkah lakunya yang sangat menjengkelkan sang Dekan juga makin hari makin bertambah, sehingga pada suatu saat dia dinyatakan dikeluarkan sebagai mahasiswa kedokteran. Hunter Patch Adams bertanya mengapa, tetapi tidak pernah mendapat jawaban yang pantas, kemudian dengan gagah berani dia memasuki ruang arsip dimana dia berhasil mengambil dossier (records, file data pribadi yang biasa berada di bagian Human Resources Department-HRD) dirinya sendiri, tentu saja dengan cara tanpa ijin yang berarti melanggar peraturan. Tetapi dari situlah diketahui bahwa nilai prestasinya amat tinggi dan sudah
EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

51

siap dinyatakan sebagai dokter. Teman sekamarnya yang tadinya tidak menyukainya justru membantu dengan menganjurkan kepadanya agar mengajukan masalahnya kepada sebuah Dewan (State Medical Board) yang dapat mengambil keputusan mengenai masalah seperti itu. Dewan tersebut dengan argumentasi yang tinggi mendengarkan juga pembelaaan diri yang “bersikap kurang hormat” karena dia menghadap kepada hadirin, termasuk anak-anak yang mengidap kanker yang datang hadir untuk memberikan dukungan kepadanya. Mereka mengenakan karet merah, berasal dari pompa karet yang digunting dan ditaruhnya diujung hidung mereka layaknya para badut sebuat sirkus. Mereka menunjukkan dengan “diam tanpa berkata” bahwa mereka menyukai apa yang telah dilakukan Patch dalam usahanya yang “non medis” seperti yang telah amat sering dilakukannya. Para anggota Dewan juga memperhatikan hal tersebut. Kata-kata pembelaan Patch juga menyindir apakah pak dokter juga harus diperlakukan dengan hormat. Dengan membungkukkan badan dan memakai jas putih untuk menjaga wibawa? “Saya tidak perlu itu semuanya dan saya hanya ingin menjadi seorang dokter dari lubuk hati saya yang paling dalam”. Mereka reses sebentar dan berunding di antara para anggota Dewan sebelum membuat keputusan akhir. Kata-kata yang digunakan dalam keputusan akhirnya antara lain berbunyi : meskipun Dewan tidak setuju dengan metode-metode yang diperlihatkan oleh Patch, Dewan tidak dapat menemukan kesalahan apapun dalam “gairahnya” membantu para pasien untuk bergembira dan sembuh. Dewan juga melihat ada api yang membara dalam diri Patch, yang amat diharapkan akan menyebar seperti layaknya sebuah kebakaran semak-semak dan merasuki dunia kedokteran. Dewan juga mengatakan bahwa agar Dekan Walcott tidak mengajukan kasus Patch ke Dewan yang lebih tinggi lainnya, bahkan malah menganjurkan sebaiknya ikut sedikit menerapkan metode-metode yang dia sebut sendiri dalam menulisi dossier Patch Adams yang dianggap sebagai exessive happiness. Pada akhirnya Dewan memutuskan untuk menyatakan dia lulus sebagai dokter. Ternyata film tersebut ingin menunjukkan bahwa bukan academic gown (toga) dan titel akademik yang menjadi acuan sebagai final confirmation atas apa yang paling penting di dunia ini. Dalam upacara wisuda dia sebagai orang ketiga dalam antrian menerima ijazah dan apa yang terjadi? Dia membungkukkan badannya menghormat Dekan dan para pengajar, adapun toga yang dipakainya ternyata bagian belakangnya sengaja dibelah dan memperlihatkan pantatnya. Semua yang hadir tertawa, sedangkan para Dekan dan Dosen tidak dapat melihat apa yang terjadi. Patch kemudian berbalik dan seperti pada saat sebelumnya. Badannya membungkuk serta menghormat kepada hadirin, tentu saja kali ini sekali lagi tampak pantatnya yang telanjang oleh para dosen dan dekannya “Patch Adam” ini. Dia berkenalan dengan seorang rekan mahasiswa wanita, Carin Fisher, yang mau berhubungan dan menghargai sifat-sifat “aneh” Hunter. Penyesuaian pikiran dan budi pekerti mereka bermula sulit dan alot. Patch dan Carin ternyata menjadi dua orang yang saling menyukai setelah Patch bertanya: Who are we? Are we friends who just occasionally kissing each other? Siapa kita ini? Apakah kita ini hanya sekedar teman yang kadang-kadang saling berciuman? Ini adalah momen yang amat menentukan dalam masa percintaan mereka. Carin sudah amat mengerti sifat Adams, namun dia menyadari bahwa hanya 16 orang mahasiswi diantara 140 lebih mahasiswa yang belajar ilmu kedokteran, jadi akan kentara sekali kalau dia tidak lulus. Dengan belajar secara bersungguh-sungguh saja dia hanya mencapai tingkat angka 72, sedangkan Patch Adams mendapat 98 hanya dengan guyon hahaha ke kanan hihihi ke kiri, melawak dan melucu. Bacaan buku dan/atau makalah Patch ternyata juga cukup banyak dan dia sering mengutip kata-kata bahkan kalimat-kalimat dari bacaannya di luar kepala. Ini adalah kelebihannya yang luar biasa. Sayang peran Carin diakhiri setelah dia berhasil 52
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

membacakan sebagian sajaknya, karena Carin Fisher dibunuh oleh seorang pasien weirdo (berkelakuan aneh seperti psychopath) atau memang gila. Kejadian itu bersamaan waktu Patch sedang bertugas “mencuri” obat dan kebutuhan klinik pribadinya “Gesundheit” dari rumah sakit. Dia melakukannya karena terpaksa, sebab meledaknya jumlah “walk in patients” (pasien yang datang seenaknya kapan saja dan membutuhkan bantuan secepatnya tanpa ditanyai apa asuransinya dan tanpa diminta untuk mengisi formulir apapun juga). Pada saat itu terjadilah kejadian tragis yang merenggut nyawa Carin, sang kekasih. Patch menyalahkan dirinya sendiri karena kematian Carin adalah justru pada saat dia menjalankan ajaran Patch untuk mendekat kepada pasien yang memerlukan. Dengan emosi tinggi dia ingin meninggalkan usaha kliniknya meskipun telah dicegah dengan sekuat-kuatnya oleh sahabat dan wakilnya di dalam usaha klinik tersebut, Truman Schiff, namun dia tetap ingin meninggalkannya. Dia berkendaraan dan sampai di sebuah tebing curam dimana tempat itu adalah merupakan mimpinya kalau suatu saat nanti bersama Carin ingin mendirikan rumah sakit idamannya. Di pinggir jurang ini dia menendang sebuah kerikil dan jatuh ke dalam jurang. Akan tetapi Patch tidak melompat dan bunuh diri seperti yang dikesankan kepada penonton, akan tetapi berbalik dan melihat di tas yang tadi dibawa olehnya yang ditaruhnya beberapa meter di belakang, hinggap seekor kupu-kupu yang indah. Kupu-kupu ini terbang dari tas dan terbang menuju dia kemudian hinggap di dadanya beberapa lama. Semua penonton masih ingat bahwa sebuah kupu-kupu menghias jendela kamar tempat tinggal Patch. Sungguh romantis adegan ini dan banyak kesan seakan-akan kupu-kupu itu adalah reinkarnasi Carin Fisher.

TERTAWA ADALAH OBAT PALING MANJUR
Banyak komentar dari para ahli, baik film atau tokoh masyarakat atau anggota masyarakat biasa. Para pemberi komentar mengirimkan surat dan e-mail berisi pendapat masing-masing, yang beragama Kristen, seperti halnya orang Muslim, menggugat dan menyatakan ketidak setujuannya terhadap sebagian adegan yang menggambarkan seakanakan dikesankan adanya indikasi hal reinkarnasi, akan tetapi menjadi anggapan saja dari para pemberi komentar. Menurut catatan pada tahun setelah dia lulus menjadi dokter, dia mendirikan sebuah rumah sakit gratis sesuai citacitanya : “first fun hospital in the world where love is the ultimate goal” atau “sebuah rumah sakit yang menyenangkan pertama di dunia dimana kecintaan adalah tujuan utamanya”. Semua orang tahu ungkapan bahwa “Laughter is the best medicine - Tertawa adalah obat paling manjur”. Kata Patch lebih lanjut : Sincerecity, hugs, interactions, holding hands, community, play, humour, laughter…Great Medicine Kejujuran, interaksi, pelukan, berpegangan tangan, komunitas, sandiwara, humor dan tawa…Obat Mujarab. Patch Adams pada waktu menjawab pertanyaan Dewan, benarkah anda melakukan praktek kedokteran yang tidak sah? Dia menjawab panjang lebar, antara lain mengatakan bahwa semua pasiennya adalah selain pasien tapi juga dokter dan dokternya juga pasien, karena saling belajar dan saling membantu. Waktu ditanya bagaimana kalau pasiennya meninggal? Jawabnya : meninggal? “You treat a desease, you win or you loose. You treat a person, I guarantee, you will win no matter what the outcome Anda mengobati penyakit, anda bisa berhasil dan bisa tidak berhasil. Anda mengobati manusia, saya jamin, anda akan berhasil apapun hasil akhirnya”. Tentang film tersebut, ada komentar berbunyi : “EVERY DOCTOR SHOULD SEE IT. Why, I guess it touch me so, is the fact that four years ago I was in a automobile accident and the doctors I’ve seen during this time has been many (after under several doctor’s care). Often I’ve come out of their office feeling as I was just a disease rather than a human being. I think every doctor should see this movie.

Penulis adalah seorang Widyaiswara Pusdiklat Bea Cukai

K O L O M
Oleh : Mira Puspita Dewi, S.Pt. MSM
yang dapat dilihat oleh semua lapisan masyarakat, maka akan lebih menarik lagi dan lebih mengena di hati masyarakat Indonesia.

PEMIKIRAN KARTINI
Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan kepada para pembaca yang budiman beberapa pemikiran Kartini yang dituangkan dalam suratnya kepada sahabatnya di Belanda ‘Stella Zeehandelaar’ yang telah dirangkum dan dialih bahasakan oleh Vissia Ita Yulianto. Kartini seorang perempuan yang hanya mengenyam pendidikan rendah ELS (Europese Lagere Schools) di Jepara. Usia 12 tahun Kartini harus meninggalkan bangku sekolah, usia yang sangat dini untuk tidak mengenyam pendidikan. Lain halnya dengan kondisi generasi muda saat ini yang dapat mengenyam pendidikan tinggi sampai perguruan tinggi (Strata 1) bahkan program Strata 2 sampai program Doktor. Namun dengan pendidikan yang sangat rendah tersebut, buah pikiran Kartini sungguh mengagumkan, gagasan-gagasannya tidak usang ditelan jaman dan terus mengalir menjadi inspirasi. Jika kita cermati, Kartini yang hanya mengenyam pendidikan rendah mau dan dengan susah payah mampu menyikapi secara positif kondisi pada saat itu yang terbilang sangat terkungkung dan penuh dengan feodalisme. Kemauan besar yang ada dalam diri Kartini perlu kita teladani dan kita patut acung jempol, sebagaimana kata-kata Kartini dalam suratnya kepada Stella Zeehandelaar, “…Aku tipe orang yang penuh harapan, penuh semangat; Stella, jagailah selalu api itu! Jangan biarkan dia padam. Buatlah aku selalu bergelora, biarkan aku besinar, kumohon. Jangan biarkan aku terlepas. Terima kasih Stella atas dukunganmu. Kuharap apa yang kau iyakan itu bisa menjadi kenyataan. Kamu tahu moto hidupku? “Aku mau.” Dan dua kata sederhana ini telah membawaku melewati gemunung kesulitan. “Aku tidak mampu” berarti menyerah. “Aku mau!” mendaki gunung itu. Pada dirinya sendiri dia berkata ‘Kartini, jangan berkata aku tidak bisa, katakan aku mau!’. Pada kesempatan lain kepada Stella ia juga berkata, “Aku mau, aku akan mencobanya, … Aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa”. Karena kemauan Kartini yang kuat itu, banyak hal menjadi keprihatinannya, dari sinilah lahir gagasan-gagasan ideal yang kemudian membawa Kartini untuk berperan. Kalau kita lihat secara menyeluruh tentang pikiran-pikiran Kartini sebagaimana ditulis dalam surat-suratnya, dia tidak hanya berjuang untuk kaumnya saja yaitu memperjuangkan emansipasi perempuan namun juga keterbelakangan dan kebodohan bangsanya, berjuang untuk masyarakat secara umum. Semangat Kartini itulah yang perlu kita contoh dan kita terapkan pada sendi-sendi kehidupan kita sehari-hari baik dalam hal pekerjaan maupun dalam lingkungan sekitar kita serta keluarga. Dan hal tersebut perlu kita tularkan kepada anak-anak kita, generasi penerus bangsa yang saat ini telah memudar semangat kebangsaan dan jiwa loyalitas terhadap peradaban serta hanya memikirkan egoisme semata. Hal itu kita lakukan agar generasi bangsa kita dapat berpandangan positif dan mempunyai jati diri untuk membangun negeri tercinta ini tanpa memikirkan hal-hal negatif yang nantinya akan menjerumuskannya seperti terjebak dalam candu narkoba, mabuk-mabukan, tawuran pelajar dan sebagainya. Para pemikir berpendapat bahwa pokok perjuangan Kartini terletak pada pertentangannya terhadap poligami dan perjuangannya untuk mendapatkan akses pendidikan bagi perempuan Jawa khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya. Meskipun secara eksplisit hanya sekali menyebut kata ‘poligami’, Kartini dalam suratnya tanggal 6 Nopember 1899 mengatakan, “…Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencintai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang ayah? Yang hanya karena dia sudah bosan dengan istrinya yang lama, dapat membawa perempuan lain
EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

Kartini
Riwayatmu Dulu...

K

ARTINI…, apabila kita mendengar nama itu yang terbersit di benak kita adalah seorang perempuan tempo doeloe, anak Bupati Jawa yang penuh dengan cita-cita pengabdian. Dibalik itu semua, Kartini merupakan perempuan rupawan, cerdas, perspektif tetapi juga pemberontak dan lemah hati. Sementara itu pada jamannya tersebut ia terpojok, kecewa, terikat dan akhirnya meninggal di usia yang sangat belia, 24 tahun. Bila kita kaitkan dengan perempuan jaman sekarang, usia tersebut merupakan usia produktif setelah lepas dari bangku kuliah, masih dengan penuh idealisme dan akan mengaplikasikan teori-teori yang sudah diperoleh semasa bangku kuliah, mengeluarkan ide-ide briliannya dan sebagainya dan sebagainya. Di sebagian kalangan generasi muda saat ini, nama Kartini tidak menarik sama sekali karena dianggap kuno, ketinggalan jaman dan sudah usang untuk dikenang. Generasi muda sekarang lebih tertarik dan mengidolakan tokoh-tokoh luar negeri yang penuh dengan ke-glamour-an dan diluar batas-batas norma ketimuran. Pelajaran sejarah di sekolah tentang perjuangan para pahlawan dalam andilnya memerdekakan bangsa Indonesia tidak dihiraukan lagi, ibaratnya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sudah barang tentu hal itu merupakan kekurangan yang harus dibenahi pada generasi muda Indonesia saat ini karena kita tahu bahwa pahlawan kita berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia yang kita cintai ini. Ini bukan hanya sekedar basa-basi saja dan kata-kata klasik semata, namun salah satu bukti sejarah menunjukkan bahwa terutama Kartini adalah manusia kritis dan pribadi yang peka terhadap kondisi sosial pada saat itu – bahkan sampai sekarang – yang tidak mempunyai ruang untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan turut membangun negeri yang kaya ini. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menumbuhkembangkan pelajaran sejarah, salah satu itikad baik dari pemerintah adalah mengganti kurikulum pelajaran sejarah yang diajarkan saat ini dengan kurikulum lama dengan harapan anak didik dapat tertarik kembali dengan pelajaran tersebut. Namun apakah metode itu akan efektif dan berhasil? Sebenarnya pelajaran sejarah akan menarik apabila dapat dikemas lain, tidak monoton dengan cara membaca buku dan menghafalkannya. Dengan metode membaca, melihat (tidak harus melihat langsung tempat-tempat bersejarah tetapi bisa menggunakan miniatur) dan merasakan (dalam arti dapat merasakan atau seakan-akan ikut terlibat didalam peran sejarah tersebut), anak didik akan lebih mudah memahami dan mengerti sejarah sehingga mereka dapat menghargai perjuangan pahlawan-pahlawan bangsa kita. Apalagi jika catatan sejarah bangsa Indonesia baik perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan maupun mempertahankan kemerdekaan ataupun perjuangan dari masing-masing pahlawan bangsa dikemas dalam suatu film

53

K O L O M
ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengijinkan laki-laki beristri empat sekaligus. Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa”. Pandangan Kartini tersebut menunjukkan bahwa ajaran Islam malah menjadi legitimasi bagi superioritas laki-laki, agama disalahgunakan untuk praktek disimulatif laki-laki. Kartini disini bukan sebagai korban utama yang disakiti oleh kaum laki-laki dengan cara menduakan cinta (dalam istilah sekarang – istri tua) namun justru Kartini diperlakukan sebagai perempuan yang menjadi istri seorang laki-laki yang sudah menikah bahkan sudah menjadi ayah hanya karena laki-laki itu sudah bosan dengan istrinya yang lama, sebagaimana peribahasa: ‘habis manis sepah dibuang’. Sungguh ironis, begitu mudahnya laki-laki memperlakukan perempuan sampai serendah itu dan .. Kartini menjadi pelakunya. Begitu sakit hati perempuan yang menjadi istri lama laki-laki tersebut dan Kartini bisa merasakannya namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena pada jamannya, tradisi bangsa kita menempatkan perempuan dalam posisi yang selalu dibawah. Selain itu menurut agama Islam di Jawa pada waktu itu seorang laki-laki diperbolehkan memperistri lebih dari satu (poligini) – istilah yang biasa digunakan sekarang: poligami (namun arti sebenarnya dari poligami adalah memiliki suami atau istri lebih dari satu) – bahkan berlaku pula perseliran (garwa selir). Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa perempuan pada masa itu tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menuruti kemauan laki-laki. Pemikiran-pemikiran Kartini merubah semua itu sehingga kaum perempuan dapat maju dan menyejajarkan kedudukan dengan kaum laki-laki. Sudah banyak perempuan Indonesia yang sukses dalam menekuni usaha pribadinya yang biasanya bermula dari home industri. Justru produk-produk yang merupakan hasil karya perempuan seperti bordir, baju, tas, kosmetik, makanan kecil, kerajinan tangan dan lain sebagainya merupakan produk unggulan yang dapat berkembang dengan pesat di pasaran bahkan ada pula yang sudah merambah pasar luar negeri. Bahkan menurut seorang paranormal sebagaimana yang pernah saya baca dalam sebuah majalah, tahun 2008 adalah tahunnya perempuan karena pada tahun ini banyak perempuan yang berhasil dalam meraih prestasinya baik di bidang politik, ekonomi maupun teknologi. Diramalkan pada tahun ini ada seorang perempuan yang menemukan obat HIV/AIDS yang berasal dari bahan alami dan sebenarnya saat ini obat tersebut sudah ditemukan namun masih dalam penelitian lebih lanjut. Perempuan Indonesia cukup terampil dan kreatif dalam membuat hasil karya yang dapat dijadikan lahan untuk mencari penghasilan bahkan dapat menampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran. Dengan demikian perempuan dapat menunjukkan eksistensinya dalam membantu program pemerintah untuk mengurangi pengangguran.

PERAN GANDA PEREMPUAN
Dalam kiprahnya menggeluti dunia politik, administrasi pemerintah dan dunia usaha, perempuan juga mempunyai arti penting didalam sebuah keluarga. Perempuan sebagai ibu rumah tangga, walaupun sibuk diluar rumah untuk mengurus pekerjaannya namun tidak boleh mengesampingkan fungsi utamanya sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus suami dan mendidik anak-anak. Masa depan baik – buruknya anak tergantung dari pola asuh seorang ibu. Sentuhan lembut serta kasih sayang seorang ibu sangat dibutuhkan oleh anak dan ketepatan pendidikan, arahan serta bimbingan dalam mengasah dan membentuk anak menjadi landasan utama terjelmanya masa depan yang gemilang. Anak-anak merupakan tiang pancang negara dalam menentukan masa depan bangsa dan negara yang kita cintai ini, jadi apabila anak-anak diasuh, dididik, dan dibimbing dengan baik maka keterpurukan bangsa ini lambat laun akan pulih bahkan semakin membaik. Hal ini merupakan harapan kita semua sebagai warga negara Indonesia, yang sejak lahir hingga kini bermukim di wilayah republik ini. Pada kenyataannya tugas berat seorang ibu tersebut dapat berhasil baik meskipun kesibukan di tempat kerjanya sangat tinggi. Walaupun kuantitas bertemu dengan anaknya kurang, seorang ibu dapat memanfaatkan waktu pertemuan dengan anaknya secara berkualitas dan yang terpenting adalah komunikasi dua arah berjalan dengan lancar. Seorang ibu juga sebagai panutan anaknya jadi perilaku seorang ibu harus dijaga agar bisa menjadi suri tauladan bagi anaknya. Untuk mewujudkan agar anak menjadi anak hebat yaitu dengan memulai dari diri sendiri dengan cara memberi contoh perilaku yang baik, mendidik dengan penuh kasih sayang, memberikan kepercayaan diri, mendorong pengembangan diri, menjaga kebersamaan, berusaha untuk meningkatkan kemampuan, mendidik anak untuk menjadi orang yang mempunyai cita-cita tinggi, membina maksud dan tujuan hidupnya, tidak menyalahkan dan mengkritik anak, memperkuat jiwa tanggung jawab dalam diri anak, memberikan kebebasan untuk memilih dan masih banyak lagi hal-hal yang perlu diberikan kepada anak. Fungsi ganda dari seorang perempuan merupakan tugas berat, namun hal itu merupakan tantangan yang harus dihadapi dan harus dilewati dengan sukses oleh seorang perempuan dan …. perempuan Indonesia mampu untuk melakukan hal itu. Itu semua tidak lepas dari pemikiran dan perjuangan Kartini. Jadi jangan pernah menganggap remeh perempuan, wahai kaum laki-laki…

KESAMAAN DERAJAT
Sekarang, meskipun kolonialisme sudah berakhir dan dianggap barang mati sejak berakhirnya Perang Dunia II namun masih tampak jelas bahwa sisa-sisa ketidaksamaan derajat antara lakilaki dan perempuan. Untuk mengatasi ketimpangan derajat berdasarkan gender ini, perempuan diikutsertakan dalam berbagai bidang kegiatan termasuk diberikan kesempatan untuk menduduki jabatan penting di bidang politik maupun administrasi pemerintahan. Sentuhan perempuan sangat diperlukan dalam suatu organisasi baik pada organisasi politik, pemerintahan maupun swasta. Bayangkan saja apabila dalam suatu organisasi tidak ada satupun perempuan didalamnya, akan terasa kering dan hampa. Sangat banyak peran perempuan dalam mengelola organisasi karena perempuan lebih luwes, fleksibel dan rapi dalam mengerjakan sesuatu, dari menata ruangan, menyiapkan peralatan kantor, mengelola administrasi, mengatur keuangan, bahkan dalam mengambil keputusan perempuan lebih berhati-hati dan cenderung lebih tepat sasaran. Jadi apabila diberi kesempatan, sebenarnya perempuan mampu untuk menduduki jabatan tinggi dalam suatu organisasi dan mampu mengemban tugas tersebut dengan baik dan penuh tanggungjawab. Hanya saja, kesempatan tersebut kadang-kadang tidak diberikan kepada kaum perempuan dengan anggapan perempuan tidak mampu dan mempunyai berbagai macam kendala. Sungguh sangat disayangkan apabila ada yang beranggapan seperti itu, padahal jika kepercayaan dan tanggungjawab telah diberikan kepada kami kaum perempuan, saya yakin semua itu akan berjalan dengan lancar dan membuahkan keberhasilan. Salah satu elemen yang sering digunakan untuk mengukur apakah kaum perempuan mempunyai kesamaan derajat dengan kaum laki-laki adalah sejauh mana keduanya diberikan kesempatan yang sama dalam jenjang karier. Namun tidak hanya itu saja yang dapat dijadikan acuan kesamaan derajat karena apabila dilihat, jenjang karier adalah untuk pegawai yang berkecimpung baik dalam bidang politik, administrasi pemerintahan maupun karyawan pada suatu perusahaan. 54
WARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

Penulis adalah Kasubbag Tata Usaha dan Kearsipan pada Sekretariat DJBC

RUANG KESEHATAN

dan Penanggulangannya

ISPA

Anda Bertanya Anda Bertanya Anda Bertanya Dokter Menjawab Dokter Menjawab
DIASUH OLEH PARA DOKTER DI KLINIK KANTOR PUSAT DJBC

S

aya seorang Ibu, saya terkadang merasa khawatir tiba-tiba anak saya (12 tahun) terserang demam tinggi disertai batuk-batuk. Meski setelah diberi obat turun panas akhirnya sembuh. Ada sejenis penyakit pernapasan yang disebut ISPA yang menyerang pada semua umur dengan gejala-gejala seperti demam disertai batuk dan radang tenggorokan. Mohon dijelaskan dok, mengenai penyakit ISPA dan apa saja gejala serta bagaimana cara mengantisipasinya ? Dan seberapa bahayakah penyakit ini ? Terima kasih.

Gejala influenza timbul dalam waktu 24 sampai dengan 28 jam setelah terinfeksi. Awal keluhan biasanya meriang atau demam tinggi, kemudian disertai gejala-gejala lain, bertahap semakin berat seperti : l Demam tinggi, berkeringat dan menggigil l Ngilu-ngilu diotot dan persendian l Rasa lemas dan lelah l Bersin-bersin, beringus, nyeri menelan dan batuk l Kadang timbul rasa lelah berkepanjangan dan depresi Komplikasi yang paling sering terjadi adalah terinfeksi bakteri pada saluran napas yang kemudian menjadi bronkhitis atau paru-paru, preumonia. Infeksi ini dapat berbahaya terutama pada bayi, orang tua, penderita gangguan jantung atau paru-paru, penderita gula dan pada orang-orang yang kekebalan tubuhnya menurun (penderita HIV dan AIDS). Bila ditemukan infeksi bakteri maka akan diberikan antibiotika walaupun antibiotika tidak berefek pada virus influenza. Karena resiko terinfeksi bakteri pada golongan yang rentan dan mempunyai resiko sangat tinggi untuk terjadi komplikasi, maka bila ada gejala flu dianjurkan segera berkonsultasi ke dokter. Pada umumnya, bila timbul gejala influenza yang dapat dilakukan adalah istirahat baring (bedrest), minum air putih yang banyak dan kurangi gejala flu dengan analgesic seperti paracetamol atau obat-obat lain di jual bebas. Bila dalam 48 jam gejala belum berkurang atau adanya kesulitan bernapas maka segera hubungi dokter anda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bila tidak terjadi komplikasi, pada umumnya gejala flu akan hilang diatas 6 sampai 7 hari, sedangkan batuk dapat berlangsung terus hingga 2 minggu sedangkan rasa lelah dan depresi dapat hilang lebih lama. Imunisasi influenza adalah pencegahan yang paling efektif terutama bagi golongan yang beresiko tinggi. Walaupun demikian, imunisasi tidak dapat optimal sebagai pencegahan karena adanya mutasi virus menjadi strain yang berbeda, sehingga kemungkinan untuk terjadi wabah baru tetap ada. Waspadalah dengan tetap menjaga kondisi tubuh kita dengan pola hidup yang sehat.

Jawab : Sistem pernapasan kita terbagi dalam sistem pernapasan atas dan sistem pernapasan bagian bawah. Sistem pernapasan bagian atas dimulai dari hidung, tenggorokan (farings), kerongkongan (lanings). Sedangkan sistem pernapasan bawah terdiri dari saluran napas utama (srachea) yang kemudian terbagi menjadi 2 bronkus, selanjutnya terbagi lagi menjadi saluran-saluran napas kecil dan paru-paru. Sistem saluran napas atas sering mengalami berbagai gangguan mulai dari keluhan yang umum seperti mimisan sampai dengan gangguan yang berat seperti tumor. ISPA adalah kependekan dari Inspeksi Saluran Pernapasan Atas. Infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan keduanya. Infeksi saluran napas atas yang sering kita jumpai disebabkan oleh virus yang sering didiagnosa sebagai influenza. Influenza ini adalah penyakit yang sangat menular dan mudah ditularkan melalui droplet udara (partikel-partikel udara) yaitu pada saat seorang penderita batuk atau bersin. Penyakit ini bisa juga menular melalui kontak langsung. Virus terdiri dari berbagai jenis yang dapat memberi gejala seperti flu. Tetapi penyebab utama penyakit influenza adalah virus influenza A dan B. Tipe A secara teratur mengalami perubahan struktur (mutasi) ke strain lain dimana manusia belum memiliki kekebalan untuk jenis virus tersebut. Karena itu timbul wabah penyakit influenza yang bervariasi dan dapat menyebar diseluruh dunia seperti Flu Spanyol tahun 1918, Flu Asia tahun 1957, Flu Hongkong Tahun 1968, Flu Rusia Tahun 1977, SARS tahun 2002.

Dr Maya Malaiholo, Poliklinik Kantor Pusat DJBC

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

55

RENUNGAN ROHANI

Kerahmatan Nabi Muhammad SAW
Hakikat maulid nabi sesungguhnya adalah mengingatkan kita akan kemahamurahan Allah SWT.
an qunut pada salat subuh. Ini adalah buah atas tasamuh, toleransi di kalangan umat Islam. Pada sisi lain, kita masih prihatin, sebagai imbas dari persoalan politik, kini tengah terjadi ketegangan antar umat Islam, bahkan ketegangan itu tidak sebatas mulut atau tulisan, tetapi juga kekerasan fisik. Padahal, suatu ketika Nabi SAW menyatakan bahwa orang muslim yang saling menghunus pedang sama-sama masuk neraka. Saat itu. Salah seorang sahabat bertanya, “kalau orang yang membunuh masuk neraka kami bisa memahaminya wahai Rasul !, Tapi bagaimana dengan orang yang dibunuh, mengapa ia juga masuk neraka ?” Nabi SAW menjawabnya, “Yang terbunuh pun sesungguhnya telah bertekad untuk membunuh saudaranya yang muslim. Hanya saja kebetulan dia terbunuh duluan.” Hadits di atas mengingatkan kita untuk saling menghargai dan menghormati , TIDAK disamping untuk menjaga nyawa dan nama MEMBEDAbaik sesama umat Islam. Dengan demikian, kita harus menghindarkan diri ISLAM BEDAKAN STATUS dari kekerasan antara umat Islam. Islam tidak cukup hanya untuk dipelaWARNA KULIT ATAU Dalam hal politik, kita tidak dilarang unjari atau dijadikan bahan perdebatan, tetuk menyalurkan pandangan politiknya. tapi ia perlu diamalkan. Jika sekedar tahu GOLONGAN. YANG Akan tetapi,sesama umat Islam harus satentang Islam, betapa banyak orang MEMBEDAKAN ling menjaga ukhuwwah Islamiyyah. Kalau barang yang lebih pintar ketimbang para diantara umat Islam diberi kepercayaan kyai. Kalau hanya sekedar tahu tentang SESEORANG DI oleh masyarakat untuk mengelola masjid Islam, betapa banyak orientalis yang HADAPAN ALLAH atau mushalla maka hendaknya bisa dibelebih paham dibanding cendekiawan kita, dakan antara kepentingan politik praktis akan tetapi, mereka memandang Islam ADALAH dengan kepentingan ibadah mahdiah. Dehanya sebagai bahan kajian semata. KETAQWAANNYA mikian juga, hendaknya ia mampu mengKelompok orientalis berusaha mempehindarkan dari imbas politik praktis ke dalajari Islam secara mati-matian dengan lam masjid. Sebab, membawa kepentingtujuan untuk menghancurkan Islam dari an politik praktis ke dalam masjid merupadalam melalui karya tulis. Dengan memukan awal dari ketegangan antar umat tarbalikkan ajaran Islam yang sebenarnya. Islam. Masjid adalah tempat yang membawa kita kepada Mereka sadar bahwa Islam tidak dapat dilawan dengan kedamaian dan ketentraman. Begitu juga ketika senjata atau pedang. Untuk melawan Islam, senjatanya meninggalkan masjid, kedamaian dan kesejukan itu kita adalah pena, oleh karena itu, mereka berupaya mematebarkan kepada orang-orang disekeliling kita. Oleh hami Islam dengan betul, tetapi kemudian ditulis sebab itu, pada saat akan memasuki masjid, hendaklah dengan tulisan yang memutarbalikkan ajaran yang sebejaket politik ditinggalkan di rumah. Yang kita pakai adanarnya, agar Islam mempunyai citra yang jelek, baik di lah jaket tauhid. Kita sama-sama umat Muhammad yang dalam percaturan dunia maupun dalam pandangan paharus saling mencintai dan menghormati. ra ilmuan. llah dengan sifat rahman dan rahim-Nya telah mengutus seorang rasul terakhir yang sekaligus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Firman Allah menyatakan “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab(33):40). Dengan penegasan ini, jika sekarang ada anggota masyarakat yang mendakwahkan dirinya sebagai nabi maka jelaslah dia adalah pembohong. Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi sekalian alam. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firmannya : Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.” (QS al-Anbiya (21): 107). Wujud kerahmatannya itu diantaranya terletak pada ajaran yang dibawa, yaISLAM itu ajaran Islam.

A

“ ”

TOLERANSI
Wujud kerahmatan Nabi Muhammad adalah ajaran yang menghendaki umat Islam agar bersilaturahmi. Kita bersyukur dalam perkembangan dunia Islam, sesama umat Islam dapat tumbuh toleransi. Dalam persoalan khilafiyah, kita sudah memiliki kesadaran toleransi (tasamuh) yang memiliki ranting yang berbeda-beda. Akan tetapi dengan kesadaran dan kemajuan berfikir, ranting yang berbeda-beda itu tidak menjadi persoalan lagi. Sekarang ini, tidak ada lagi umat Islam yang mempermasalahkan berapa jumlah rakaat salat tarawih atau baca-

TAKWA
Diantara wujud rahmat ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah terdapatnya ajaran yang tidak pernah menjadikan perbedaan warna kulit atau golongan sebagai kelompok yang terpisaha-pisah. Dalam Islam, siapapun yang telah mengucap dua kalimat syahadat maka dia adalah satu saudara. Pada zaman Nabi, terjadi pertengkaran antara sahabat Abu Dzar-al-Ghifari dengan Bilal bin Rabah r.a. Bilal adalah orang berketurunan negro, kulitnya hitam kelam. Saat ia memanggil Bilal dengan ungkapan,” Wahai anak

56

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

budak hitam.” Betapa sakitnya hati Bilal sehingga ia langsung mengadu kepada Nabi SAW. Nabi kemudian memanggil Abu Dzarr dan menanyakan duduk permasalahannya. Abu Dzarr pun mengakui akan kekhilafan itu. Nabi SAW langsung bersabda” Tidak ada kelebihan di antara orang Arab dan orang ‘ajam dan tidak pula orang kulit putih melebihi atas kulit hitam melainkan hanya dengan taqwa.” Pernyataan Nabi ini menunjukkan bahwa Islam tidak membeda-bedakan status warna kulit atau golongan. Yang membedakan seseorang di hadapan Allah adalah ketaqwaannya. Bahkan Nabi SAW bersabda “Manusia itu bagaikan gigi sisir yang rata”. Sekali lagi, ini artinya bahwa dalam Islam tidak ada perbedaan keturunan. Semuanya adalah sama dihadapan Allah.

info buku
BILA ANDA BERMINAT,
MAJALAH WARTA BEA CUKAI MENYEDIAKAN BUKU SEBAGAI BERIKUT:

BUNDEL WBC 2007
Bundel Majalah Warta Bea Cukai Tahun 2007 (Edisi Januari - Desember)

SYAFA’AT NABI SAW
Dalam peringatan maulid Nabi, seringkali disampaikan oleh penceramah tentang syafaat Nabi SAW, akan tetapi sampai sekarang masih banyak umat Islam yang belum memahami dengan benar tentang syafaat itu. Secara harfiyah, syafaat adalah pertolongan. Nabi SAW akan memberikan syafaat kepada umatnya sebagaimana dinyatakan dalam beWUJUD berapa haditsnya. KERAHMATAN Nabi SAW akan menolong umatnya, NABI tetapi bukan dalam MUHAMMAD pengertian orang perorang. Syafaat ADALAH itu tidak lain adalah AJARAN YANG doa yang dipanjatMENGHENDAKI kan oleh Nabi SAW untuk keselamatan UMAT ISLAM ummatnya. Nabi selalu berdoa kepaAGAR BERda Allah untuk SILATURAHMI kemudahan segala urusan ummatnya di akhirat nanti. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa kita akan melewati jembatan (shirath) yang berada di antara dua tebing neraka yang setiap manusia bahkan seorang nabi pun akan melewatinya di atasnya. Nabi SAW adalah orang pertama yang akan melewati shirath ini dan sekaligus manusia per tama yang akan masuk surga. Sebelum Nabi SAW melewati shirath ini, Nabi SAW berdoa untuk keselamatan umatnya “Ya Allah, selamatkanlah umatku.” Dengan demikian, hakikat pertolongan yang diberikan oleh Nabi kepada kita adalah doa yang dipanjatkan untuk umatnya. Dengan kata lain, hanya hamba Allah yang taat sajalah tentunya yang akan mendapatkan syafaat hendaknya diikuti dengan amaliyah yang positif, baik yang menyangkut habl min Allah maupun habl min al-nas. Mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan hidayah dan taufiknya kepada kita semua. Amiin. Drs. H. Syihabuddin Hamid/Titian Dakwah.

Rp. 120.000

LANGGANAN MAJALAH WARTA BEA CUKAI

Sudah Termasuk Ongkos Kirim

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jl. A. Yani (By Pass) Jakarta Timur 13230 Telp. (021) 47860504, 4890308 ex. 154 Fax. (021) 4892353 / E-mail: wbc.cbn.net.id dengan Hasim / Kitty
EDISI 401 APRIL 2008

MAJALAH WARTA BEA CUKAI

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

CATATAN: Ongkos kirim buku wilayah Jabotabek Rp. 25.000

No Lama Berlangganan 1 3 Bulan (3 edisi) 2 6 Bulan (6 edisi) 3 1 Tahun (12 edisi)

Diskon Harga Jabotabek 0% 40. Rp. 40.500 5% 78.000 Rp. 78.000 10% 150 50.000 Rp. 150.000

Harga luar Jabotabek 43. Rp. 43.500 84.000 Rp. 84.000 162 62.000 Rp. 162.000

WARTA BEA CUKAI

57

RUANG INTERAKSI

R.A. Kartini dan Pemikirannya B
Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas
ulan April, istimewanya tanggal 21, perempuan Indonesia memperingati hari lahir R.A Kartini yang lahir pada 21 April 1879. Kartini merupakan perintis perubahan bagi kaum perempuan Indonesia. Dari tulisan Siti Sutriah Nurzaman dalam Pemikiran Kartini Setelah 100 Tahun kita dapat membaca bahwa tokoh perempuan Indonesia lainnya yang memperjuangkan pendidikan kaum perempuan terdapat di beberapa daerah seperti Raden Dewi Sartika yang mendirikan Sekolah Kautaman Istri di Jawa Barat, di Sumatera Barat ada Ibu Rohana Koedoes, di Sulawesi Utara ada Ibu Walanda Maramis. Gambaran ini memberikan pemahaman bagi para perempuan Indonesia bahwa perempuan mempunyai posisi strategis untuk membuat generasi berikutnya yang dalam asuhannya menjadi lebih berilmu dan berpemahaman.

Oleh: Ratna Sugeng

membaca situasi, mengolah dalam pikirannya, menginterpretasikannya dan menuangkan dalam kalimat, pada surat-suratnya yang dikirimkannya ke luar negeri. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Tidak ada email atau internet saat itu, namun ia mampu mengakseskan dirinya ke luar negeri, berhubungan dengan orang asing yang terpelajar (baca: orang-orang Belanda seperti Stella salah seorang feminis sosialis).

KARTINI DAN PEMBELAJARAN
Kartini bersekolah formal sejak berusia 6 tahun hingga 12 tahun di sekolah dasar khusus untuk anak-anak pembesar Jawa, ELS (Europese Lagere School). Disini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Meski sekolah formalnya hanya berjalan singkat, ia tetap memacu dirinya untuk belajar sendiri didalam masa ketidak bebasannya. Selama 4 tahun dalam pingitan ia ditemani surat-surat dari teman-temannya dan buku-buku kiriman guru-gurumya, yang kemudian ia menuliskannya serta dibukukan dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Dalam membaca ia pun melakukan analisis antara keterkungkungan dirinya dan dunia anak-anak Belanda yang bebas menuntut ilmu, atau dunia laki-laki yang lebih leluasa menimba pengetahuan. (Geertz, 1964). Sri Lestari Wahyuningroem, seorang Pengajar di Departemen Politik Universitas Indonesia, Depok, menuliskan bahwa Kartini dengan intensitasnya bergaul dengan teman-teman korespondensinya memunculkan kesadarannya akan dunia lain yang sesungguhnya, dunia yang berbeda dengan dunianya di mana perempuan tersubordinasi dan masyarakat pribumi tereksploitasi oleh kolonialisme Belanda . Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya

KARTINI DAN INOVASI
Lahir sebagai keturunan bangsawan di tanah Jepara, Kartini tumbuh di lingkungan yang sangat kental memahami dan mempraktekkan adat istiadat Jawa. Ia mengerti dan mempraktekkan kehidupan berbudaya sesuai dengan lingkungan hidupnya. Ia sejalan dengan suasana lingkungannya, namun ia membebaskan pikirannya ke arah yang tidak dipikirkan perempuan seusianya pada zamannya. Ia pandai

58

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman antiperang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

KARTINI DAN MASA DEPAN
Kartini pernah bertanya pada ayahnya, tentang kelak ia akan menjadi apa. Pertanyaan yang mungkin menyulitkan ayahnya untuk menjawab. Bagi kebanyakan putri bangsawan saat itu maka keluarga telah mempersiapkan masa depan putrinya dengan memberinya teman yang mengantarkannya kepada kehidupan menjadi istri dan ibu di lingkungan bangsawan pula. Kartini lahir dari seorang ayah RMA Sosroningrat dengan jabatan bupati Jepara yang berpendidikan barat. Kakek Kartini, Pangeran Ario Tjondronegoro dari Demak merupakan bupati pertama di Jawa Tengah yang memberikan pendidikan barat pada putra-putranya agar dapat memajukan masyarakat. Bertolak dari pemahaman bahwa pendidikan akan membawa pola pikir yang dapat memajukan diri dan masyarakat inilah Kartini berpikir akan mencerdaskan kaumnya agar mereka dapat maju. Suatu pikiran yang futuristik.

Iklan Keluarga
Mulai edisi Juni 2007, Majalah Warta Bea Cukai menyediakan halaman untuk mempublikasikan Iklan Keluarga khusus bagi keluarga besar, kerabat atau pensiunan pegawai DJBC di seluruh Indonesia tentang :

KARTINI DAN PEWUJUDAN CITA-CITANYA
Pada usia 16 tahun, Kartini menyelesaikan masa pingitannya. Pagi itu ketika ia mulai melihat dunia luar kembali ia menghadiri pentahbisan gereja baru. Tidak lama setelah itu, ia diperkenalkan kepada Tuan dan Nyonya Ovink. Tuan Ovink adalah Asisten Residen. Nyonya Ovink membaca kecerdasan Kartini ketika ia melakukan perbincangan dengan Kartini dan dua saudaranya, kemudian Nyonya Ovink sering mengundang Kartini untuk berbincang-bincang. Kartini melihat di sekelilingnya bahwa anak-anak perempuan mendapat kesibukan untuk momong anak-anak atau adiknya, membenahi rumah dan setiap anak kecil erat berhubungan dengan perempuan yang lebih dewasa. Maka terbersit dalam benaknya bahwa jika perempuan pintar, maka ia akan mengasuh anak-anaknya dengan pandai pula. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, dimana kondisi sosial saat itu perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

u PERNIKAHAN u K E LAH I RAN ANAK u U CAPAN TE R I MA KAS I H u U CAPAN D U KA C ITA u I N F O R MAS I LAI N NYA
Dengan memasang iklan keluarga di majalah Warta Bea Cukai ini, apapun informasi anda tentang keluarga bisa sampai kepada kerabat anda, dengan harga yang cukup terjangkau seperta tabel berikut :

UKURAN Halaman 1 1/2 1/4 1/8 Cm 21x28 14x21 10x14 7x10

HARGA Hitam/Putih 2.000.000 1.000.000 500.000 300.000 Berwarna 3.000.000 1.500.000 750.000 500.000

KARTINI DAN KELUARGA
Pada saat menjelang pernikahan, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku (Wikipedia Indonesia). Kartini mendapatkan jodoh dari ayahnya seorang bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya dapat mengerti keinginan Kartini dan memberinya kebebasan serta dukungan untuk mendirikan sekolah perempuan di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Kartini melahirkan anak pertama dan sekaligus terakhir pada 13 September 1904. Anaknya bernama RM Soesalit. Beberapa hari kemudian, pada 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang

1/2 Halaman 14 x 21

1 Halaman 21 x 28 1/4 Halaman 10 x 14

1/8 Halaman 7 x 10

KARTINI-KARTINI INDONESIA
Dari perjalanan hidup Kartini, kita mendapat gambaran bahwa ia seorang yang futuristik tanpa meninggalkan budaya dan melakukan perubahan tanpa friksi kuat dengan lingkungan. Bagaimana cita ini kita wujudkan ? Sebuah perenungan bagi perempuan Indonesia, berpikiran global, bertindak lokal.
Materi iklan disediakan dan diserahkan pemasang paling lambat tanggal 15 untuk penerbitan bulan berikutnya ke alamat redaksi dan pembayaran bisa ditransfer ke rekening Warta Bea Cukai sesuai pada kolom redaksi. Informasi hubungi : Kitty, telp (021) 47865608, 47860504 fax (021) 4892353 EDISI 401 APRIL 2008 WARTA BEA CUKAI

Ratna Sugeng adalah seorang Psikiater, pertanyaan ataupun konsultasi bisa melalui ardiawika@yahoo.co

59

P

R

O

F

I

L
untuk selalu berbagi dalam banyak hal. Seperti makanan ujarnya, selalu dibagi bersama dengan saudara-saudaranya dan tidak pernah ada yang curang untuk mendapat bagian yang lebih.

Marlinah, SE.Ak. M.aK
Kepala Seksi Evaluasi Audit I Kanwil DJBC Jawa Timur II

Masalah Gender
BUKAN KENDALA PEKERJAAN
Kehidupan yang dijalaninya ia akui sarat dengan keprihatinan. Namun itu bukan menjadi alasan baginya untuk berpasrah diri meratapi kenyataan hidup.Semangat untuk terus maju dan mengembangkan diri ditengah keprihatinan telah mengantarnya menjadi seorang abdi negara. Bisa jadi, semangat Marlinah menjalani hidupnya menyiratkan semangat RA. Kartini, walaupun ia hidup dimasa yang penuh dengan tantangan yang tidak kalah dengan masa RA Kartini dulu.

DISARANKAN JADI SPG
Kehidupan mereka yang bersahaja tersebut membuat orang tuanya mengajarkan kepada anak-anaknya agar selalu membumi dalam arti berpikir realistis sesuai dengan apa yang dapat mereka jangkau. Sifat membumi tersebut menurut Marlinah merupakan sifat yang dimiliki oleh ayahnya. Menjelang tamat SMA, sang ayah menyarankan Marlinah agar nanti bekerja sebagai pelayan toko atau dikenal sebagai Sales Promotion Girl (SPG) disebuah department store di Jakarta Timur. Ayahnya beralasan tidak memiliki biaya untuk membiayai kuliah Marlinah. Jika Marlinah nanti bekerja sebagai SPG, ia diharapkan dapat membantu ayahnya untuk membiayai pendidikan adik-adiknya. Pendapat ayahnya tersebut bertentangan dengan apa yang diinginkannya yaitu melanjutkan kuliah setamatnya dari SMA Negeri 14 Jakarta Timur. Keinginannya untuk tetap kuliah terbaca oleh ibu yang dinilainya bijaksana memberikan masukkan kepada ayah agar Marlinah tetap melanjutkan pendidikan di bangku kuliah. Marlinah mengatakan, ketika itu ibu berpendapat, selagi ada kesempatan untuk ia melanjutkan kuliah kenapa tidak diusahakan dan diikuti saja keinginan sang anak. Menjelang kelulusannya dari SMA 14 Jakarta, Marlinah mendapat pengumuman diterima perguruan tinggi negeri di Padang Sumatera Barat, yaitu Universitas Andalas (Unand) tanpa melalui tes, atau melalui jalur PMDK.Ia mengaku kaget karena ketika mengisi formulir pendaftaran PMDK, merasa tidak pernah menulis kode Universitas Andalas dengan Fakultas Ekonomi Akuntansi sebagai pilihannya. Marlinah menyampaikan pengumuman itu kepada orang tuanya, namun ayah kembali menyarankannya berpikir kembali untuk meneruskan kuliah karena tempat kuliah yang dipilihnya sangat jauh, tidak ada sanak saudara, dan biaya yang diperlukan juga besar. “Sudahlah kerja aja di toko, nanti kalau ada rejeki, bisa ikut kursus akuntansi bon A, bon B aja,”ujarnya menirukan omongan ayahnya ketika itu. Namun ibu berusaha meyakinkan ayahnya untuk membiarkan Marlinah pergi merantau untuk kuliah. Ibunya ketika itu beralasan selagi ada kesempatan masuk universitas negeri tanpa melalui tes, kenapa tidak dicoba. Akhirnya ayahnya mengijinkan pergi ke Padang untuk kuliah. Ketika itu lanjut Marlinah, kedua orang tua memberi beberapa syarat seperti harus cepat menyelesaikan kuliah, jangan banyak bermain, tidak usah ikut hura-hura dan nasihat lainnya.

“J

ualan kue bersama ibu,” itu yang terucap dari Marlinah, Kepala Seksi Evaluasi Audit I pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur II ketika menceritakan pengalaman masa kecilnya. Menyusuri jalan-jalan disekitar daerah Kampung Makassar, Jakarta sambil menjunjung tampah yang berisi jajanan pasar dan juga keranjang keperluan berdagang bersama sang ibu, sering ia lakukan semasa masih anak-anak untuk sekedar membantu menambah penghasilan ayahnya yang ketika itu bekerja sebagai pegawai pabrik ban dibilangan Halim Jakarta Timur. Berjalan kaki menyusuri jalan-jalan kampung untuk berjualan menurutnya melelahkan, apalagi jika malam sebelumnya mereka membuat kue yang akan dijajakan, rasa lelah dan letih menurutnya bisa jadi dobel. “Tapi ceritanya akan lain kalau dagangan kita ada yang beli, apalagi kalau habis laku terjual, rasa lelah dan letih yang dobel itu seperti terbayar,” kenang Marlinah yang lahir di Jakarta, 6 November 1969.Walaupun hidup dalam suasana yang prihatin, tidak membuat ia menjadi seorang anak yang minder apalagi menjadi anak yang tidak percaya diri karena profesi ayahnya yang pegawai biasa dan ibu sebagai penjual kue. Ia cenderung punya banyak teman, penuh percaya diri dan mudah bergaul. Mudah bergaul dan penuh percaya diri menurutnya ia peroleh dari sang ibu yang selalu terlihat penuh percaya diri ketika berjualan, ramah pada pembeli dan mudah bergaul, bahkan orang sekitar daerah tempat tinggalnya mengenal kue buatan ibunya memiliki rasa yang enak. Tidak hanya Marlinah yang harus merasakan hidup prihatin karena penghasilan orang tua yang terbatas, saudara-saudaranya yang lain juga merasakan hal yang sama. Bagi anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Mardi dan Marsih, keadaan keluarga yang serba prihatin mengajarkan mereka

TETAP HIDUP BERSAHAJA SEMASA KULIAH
Diterimanya Marlinah di Unand, terdengar sampai ke telinga salah seorang tetangganya. Tetangga tersebut menyarankan ia untuk tetap mengambil kuliah di sana dan memberi kartu nama salah seorang kerabatnya yang tinggal di Padang kepada Marlinah, dan menyuruh tinggal dengan kerabat tadi selama berada di Padang. Dengan berbekal niat yang kuat untuk kuliah, uang saku secukupnya dan kartu nama, akhirnya Marlinah pergi menuju Padang menggunakan kapal laut dari pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Saat itu ia merasa bahwa inilah saatnya untuk membuktikan bahwa seorang perempuan dapat menuntut ilmu dan meningkatkan kualitas dirinya melalui pendidikan di tengah kondisi yang prihatin. Berbekal kartu nama seorang kerabat tetangga ia mencoba mencari alamat yang akan ditujunya. Marlinah akhirnya menemukan alamat yang dituju yang teryata adalah rumah Dekan Fakultas Ekonomi Unand. Walau tidak pernah bertemu sebelumnya, Marlinah diperlakukan seperti salah satu keluarga dekat. Ia disarankan untuk memanggil kerabat barunya itu dengan sebutan mamak atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai paman. Ia pun tinggal disana untuk sementara waktu dirumah “mamak barunya” sebagai salah satu anggota keluarga baru.

60

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

61

P

R

O

F

I

L
nya. Memang diakuinya keterbatasan waktu kuliah yang ia alami tidak membuatnya menjadi orang yang pantang menyerah, justru keadaan yang demikian membuatnya menjadi pribadi yang kreatif. Ia menceritakan ketika para rekannya sesama mahasiswa sudah mulai menggunakan komputer yang mulai marak pada saat itu mengerjakan tugas kuliah, Marlinah dengan segala keterbatasannya juga ingin mencoba dan belajar cara mengoperasikan komputer. Ia mempelajarinya sendiri melalui komputer yang ada di kantor tempat ia bekerja paruh waktu. “Saya harus belajar sendiri untuk bisa mengoperasikan komputer, gak kayak temanteman saya yang kursus komputer dan saya bisa kok pakai komputer akhirnya,”ujarnya. “Saya senang sekali bisa lulus dan membuktikan kepada orang tua bahwa saya tidak menyia-nyiakan amanat orang tua dan bisa menyesuaikan diri untuk bisa mendapat hasil yang dicita-citakan, jadi sikap membumi ayah saya dan juga sikap optimis dari ibu ada pada diri saya, mungkin itu yang membuat saya bisa seperti saat ini,”ujarnya.

MENITI KARIR DI DJBC
Setelah lulus kuliah, Marlinah begitu semangat mengirimkan surat lamaran pekerjaan di berbagai perusahaan. Banyak lamaran yang dikirimkan mengantarnya untuk mengikuti serangkaian tes seleksi penerimaan pegawai yang bisa dilaluinya. Nasib baik menyertainya ketika mengikuti tes penerimaan pegawai negeri sipil dilingkungan Departemen Keuangan pada tahun 1995. Serangkaian tes ia ikuti dan ia pun diterima sebagai KELUARGA. Mendukung Marlinah dalam menjalankan karir sebagai pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dengan pegawai negeri sipil penempatan pertamanya sebagai pelaksana pada Sekretariat DJBC tepatnya pada 8 April 1996. Marlinah yang pernah menjadi Ketika mahasiswa diakui prestasinya ketika kuliah dulu luPejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) di Kanwil IV mayan bagus. Ia mengaku menikmati masa-masanya ketika Tanjung Priok yang kini menjadi Kantor Pelayanan Utama (KPU) kuliah dimana ia yang jauh dari orang tua dituntut untuk secemengakui bahwa ayahnya merasa gembira, karena sejak dulu patnya menyelesaikan kuliah dan selalu diingatkan untuk tidak mendambakan kelak salah satu dari anaknya menjadi seorang terlalu banyak bermain, mampu menjalani kuliahnya dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS) . baik dan tepat waktu. Marlinah mengaku pada awalnya tidak mengetahui tugas dan Semasa kuliah ia aktif mengikuti berbagai kegiatan di fungsi Bea dan Cukai. Namun dari serangkaikampus dan memiliki banyak teman tanpa FOTO-FOTO : DOK. PRIBADI an pendidikan yang diikutinya dan juga bimmengorbankan waktu kuliahnya. Prestasi bingan dari senior-seniornya ia pun mengerti kuliahnya yang lumayan memudahkan diridan tahu akan hak dan kewajiban sebagai nya untuk bekerja sebagai tenaga paruh abdi negara. Perjalanan penempatan tugas waktu pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di yang pernah ia lalui diantaranya sebagai pePadang. Ketekunan bekerja mengantarnya laksana auditor pada Direktorat Verifikasi dan menjadi karyawan tetap pada KAP itu Audit, pelaksana auditor di Kanwil IV DJBC sampai kelak ia menyelesaikan studinya di Jakarta, hingga mendapat promosi sebagai Fakultas Ekonomi Unand. Kepala Seksi Audit Cukai pada Direktorat VeDari tempatnya bekerja paruh waktu di rifikasi Audit (Sekarang Direktorat Audit). kantor KAP itulah Marlinah banyak menyeBerkecimpung di bidang audit bagi Marlinah rap ilmu yang berhubungan dengan kuliahmempunyai tantangan tersendiri. Menurutnya nya di jurusan akuntansi, dimana ia banyak disamping bisa menerapkan ilmu yang mengetahui masalah-masalah yang berhudiperoleh semasa kuliah maupun juga dari bungan dengan akuntansi yang tidak ia berbagai pendidikan yang pernah diikutinya, peroleh di bangku kuliah, dan mempertajam ia juga dituntut untuk objektif setiap kali materi kuliah dengan praktek di KAP tersemelakukan audit terhadap suatu perusahaan but. Tidak heran jika setiap ujian semester dengan tetap memberikan pelayanan yang nilai-nilai yang diperolehnya bagus karena ia baik kepada para pengguna jasa kepabeanan mampu mencerna ilmu yang diperolehnya di agar tidak terganggu kegiatan usahanya saat bangku kuliah melalui praktek di KAP. kegiatan audit dilakukan. Semangatnya untuk maju dan menjaga “Pengguna jasa harus dilayani dengan amanah kedua orang tuanya ketika itu baik dan kita dituntut untuk teliti dan memerikmengantarnya lulus kuliah tepat pada waktusa segala-galanya dengan baik, cermat, dan nya dengan indeks prestasi yang ia sebut cepat, jangan sampai mengganggu kegiatan memuaskan. Untuk meraih nilai dengan inusahanya walaupun yang kita hadapi angkadeks prestasi yang sangat memuaskan meangka yang njelimet, ini menurut saya adalah nurut Marlinah ia peroleh dengan cara tantangan, bukan hanya ditantang untuk layaknya mahasiswa lainnya. Ketika waktu menyelesaikan audit saja, tapi bagaimana kita belajar maka ia akan berkonsentrasi untuk BERUSAHA MENJADI SEORANG IBU YANG belajar. Ia pun juga meluangkan waktu untuk BAIK. Ditengah rutinitas kerjanya sebagai mengaudit tapi tetap memberikan pelayanan yang baik”terang Marlinah kembali. sekedar berkumpul bersama temannya, wa- seorang pegawai negeri sipil, selalu Dari dunia akuntansi yang ia tekuni diakuilaupun tidak sampai menyita waktu belajar- memperhatikan buah hatinya

62

WARTA BEA CUKAI

EDISI 401 APRIL 2008

SAAT MENJALANKAN TUGAS. Sebagai PFPD Di Kanwil IV Bea Cukai Tanjung Priok

KETIKA MENJADI PANITIA ACARA KEAGAMAAN. Yang dilakukan di KPDJBC dengan pembicara Ratih Sanggarwati

nya banyak hal diperoleh salah satunya adalah falsafah hidup. Menurut Marlinah dunia akuntansi mengajarkan balance pada neraca, dan balance ini ia terapkan dalam hidup dimana dalam kehidupannya semua harus dijalani dengan seimbang baik itu karir, kehidupan rumah tangga dan juga kehidupan bermasyarakat agar tidak terjadi ketimpangan yang pada akhirnya berdampak buruk bagi kehidupan pribadi, pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Sebagai salah satu pegawai perempuan di DJBC dengan bidang pekerjaan yang didominasi oleh pria, sekali lagi tidak membuatnya minder. Bahkan menurutnya DJBC tidak memperlakukannya dan rekan-rekan sesama pegawai perempuan berbeda. Segala macam tugas yang diberikan kepadanya selalu ia jalani dengan baik walaupun harus berpindah-pindah bidang pekerjaan dan berada jauh dari keluarga seperti yang dijalani saat ini sebagai Kepala Seksi Evaluasi Audit I Kanwil DJBC Jawa Timur II. Wajar saja ia bisa menjalani itu semua karena pengalaman masa muda dengan prinsip yang ia pegang teguh menempanya menjadi seorang yang tangguh, dan tidak menjadikan masalah gender sebagai faktor untuk menghindari suatu pekerjaan. Ia menceritakan bagaimana ia menyiasati agar anak pertamanya Iqbal Adli Ghiffari, dari buah pernikahan dengan Ir.Ade Rizal mendapat ASI ekslusif tanpa melalaikan kewajibannya pada pekerjaan di kantor. Untuk itu ia meminta kebijakan dari Direktur Audit ketika itu almarhum Roy Lino agar ia bisa pulang pada jam-jam tertentu untuk menyusui anaknya dan kembali ke kantor sesudah menyusui. Permintaan Marlinah tersebut disetujui oleh direktur. Ia pun tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan oleh atasannya, sehingga setiap kali usai menyusui ia langsung kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaannya. Direktur memantaunya dan tidak pernah mendapat teguran karena telat kembali ke kantor. Hal serupa juga ia lakukan pada anak keduanya Fathya Adli Azzahra, yang juga mendapatkan ASI eksklusif dari Marlinah disela-sela waktu kerjanya. Ia mengaku permintaannya kepada direktur tersebut bukan untuk mendapat belas kasihan agar tidak diberi pekerjaan yang berat. Justru menurut lulusan Magister Akuntasi Universitas Indonesia ini, permintaannya itu sebagai pembuktian kepada masyarakat bahwa ia bisa menjadi seorang yang professional dengan setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikannya tanpa melupakan kodrat sebagai seorang ibu. Suami diakui Marlinah selalu mendorongnya untuk bisa menjalankan pekerjaannya dengan baik walaupun pendamping hidupnya itu bukan seorang pegawai negeri. Pengertian dari suami membuatnya leluasa untuk bekerja dengan baik walaupun seperti saat ini ia mendapat tugas sebagai Kepala Seksi Evaluasi Audit I pada Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II di Malang sejak

Agustus 2007, yang jauh dari keluarga yang tinggal di Jakarta. Suami memberikan semangat untuk terus bekerja dengan baik, dan menyarankan agar ia tidak mengkhawatirkan dirinya dan juga buah hati yang masih kecil karena suami masih bisa menangani masalah keluarga untuk sementara selama ia bertugas di daerah. “Suami mendukung karir saya di Bea Cukai dan mendorong saya untuk memberikan yang terbaik dalam bekerja walaupun saya perempuan yang punya keluarga, bahkan suami saya mau membantu melakukan pekerjaan domestik rumah tangga walaupun ada pembantu selama saya tugas di Malang”ujarnya. Selain dukungan suami, DJBC menurut Marlinah sudah memberikan kesempatan baginya untuk menapaki karir, begitu pula karir bagi pegawai perempuan lainnya yang saat ini menduduki jabatan penting baik di kantor pusat maupun daerah. Kesempatan ini lanjutnya membuktikan, bahwa perempuan mampu menjalani amanat dengan baik dan memberikan yang terbaik dengan kemampuan yang dimiliki. “Saya yakin kalau perempuan dapat kesempatan menapaki karir, tidak akan melupakan kewajiban sebagai pegawai tanpa lupa dengan kodratnya sebagai perempuan,”paparnya “Saya yakin suatu saat nanti akan ada perempuan yang bisa menjadi dirjen Bea Cukai bukan karena ia seorang perempuan, tetapi karena ia seorang perempuan yang mampu menjalankan pekerjaan dengan professional tanpa lupa dengan kodratnya sebagai perempuan,”ujarnya mengenai mimpi sosok pemimpin perempuan. zap
FOTO-FOTO : DOK. PRIBADI

MENGUNJUNGI UNIVERSAL STUDIO. Usai mengikuti PCA Technique di Osaka Jepang

EDISI 401 APRIL 2008

WARTA BEA CUKAI

63

SEKRETARIAT
FOTO-FOTO WBC/ATS

SOSIALISASI PERATURAN KEPABEANAN DAN CUKAI. Diikuti oleh para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik.

MEDIA MASSA. berbagai peraturan kepabeanan dan cukai harus dipahami oleh media massa agar tidak terjadi salah penyampaian berita kepada masyarakat.

Sosialisasi Peraturan Kepabeanan dan Cukai Bagi Media Massa
Media massa mempunyai peran untuk menyampaikan informasi yang sebenarbenarnya kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan masalah kepabeanan dan cukai yang dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip ideal dalam bidang jurnalistik.

I

kan Bidang Kepatuhan Internal yang bertugas untuk memastikan aturan-aturan mengenai kepabeanan dan cukai dijalankan sesuai dengan aturan yang ada oleh para petugas DJBC. Selain bidang yang memantau kepatuhan para petugas DJBC dilapangan, ada pula suatu bidang yang dinamaka client coordinator atau Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi yang bertugas untuk memberikan bimbingan bagi para pengguna jasa untuk dapat menjalankan kegiatannya yang berhubungan dengan masalah kepabeanan dan cukai. Acara sosialisasi bagi para awak media tersebut dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik yang mendengarkan berbagai hal mengenai masalah kepabeanan dan cukai yang disampaikan oleh narasumber dari masing-masing direktorat di DJBC. Acara sosialisasi tersebut juga diikuti dengan sesi tanya jawab antara para wartawan dengan DJBC baik yang berkaitan dengan materi yang disampaikan maupun juga peristiwa terkini mengenai DJBC.

tulah yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi kepada para peserta yaitu dari berbagai media massa, saat membuka Sosialisasi Peraturan Kepabeanan dan Cukai di Loka Muda gedung B Kantor Pusat DJBC pada 28 Februari 2008. Media massa lanjutnya mempunyai peran yang sangat penting untuk menyampaikan berbagai hal tadi kepada masyarakat secara benar mengenai apa saja yang dilakukan oleh DJBC dalam menjalankan tugasnya sebagai lembaga yang bertugas memberikan perlindungan kepada masyarakat, lembaga yang berwenang untuk melakukan pungutan bagi pendapatan negara, dan yang juga memberikan fasilitasi perdagangan. Untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai berbagai hal tadi, tentunya pemahaman media massa terhadap berbagai peraturan kepabeanan dan cukai harus dimiliki agar tidak terjadi salah penyampaian berita kepada masyarakat. Melalui acara sosialisasi tersebut, Anwar mengharapkan media massa dapat menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kepabeanan dan cukai kepada masyarakat dengan jelas berdasarkan aturan-aturan yang dimiliki oleh DJBC sebagai acuan dalam penyampaian berita kepada masyarakat. Saat membuka acara tersebut Dirjen Bea dan Cukai yang didampingi dengan Ketua Tim Percepatan Reformasi Birokrasi DJBC Thomas Sugijata menyampaikan, reformasi yang tengah dijalankan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) saat ini merupakan suatu bukti keseriusan instansi yang dipimpinnya untuk merubah citra yang terlanjur melekat di masyarakat sebagai instansi yang selalu menggunakan pendekatan kekuasaan menjadi instansi yang melakukan bisnis proses dengan menggunakan pendekatan pelayanan kepada para pengguna jasanya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya suatu bidang baru yang dinamaWARTA BEA CUKAI EDISI 401 APRIL 2008

KPU CUKAI
Pada kesempatan tersebut, Thomas Sugijata sebagai ketua tim percepatan reformasi kepabeanan dan cukai menyampaikan kepada para peserta sosialisasi mengenai rencana pembentukan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU) di beberapa daerah seperti Malang, Kudus, Kediri, Tanjung Perak, Belawan dan bandara Soekarno-Hatta. Untuk KPU yang berada di daerah Malang, Kudus dan Kediri akan menitik beratkan pada pengawasan yang efektif mengingat daerah-daerah tersebut yang juga sentra penghasil industri hasil tembakau sering ditemukan pelanggaran peraturan di bidang cukai. Dengan adanya KPU yang menitik beratkan pada masalah cukai atau yang bisa juga disebut dengan KPU cukai, diharapkan tingkat kepatuhan para pengusaha hasil tembakau terhadap peraturan di bidang cukai dapat meningkat, sehingga bisa memberikan kepastian berusaha yang pasti bagi para pengusaha industri hasil tembakau yang sah dari serangan industri rokok illegal yang bisa merusak mekanisme pasar industri hasil tembakau. Ada beberapa hal yang membedakan antara KPU yang ada selama ini dengan KPU Cukai nantinya. Perbedaan tersebut menurut Thomas dapat dilihat dari bentuk organisasi yang berbeda, dimana pada KPU Cukai akan dipimpin oleh pejabat setingkat eselon III yang bertanggung jawab pada Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai yang berhubungan dengan bidang cukai. Selain itu pada KPU tersebut lanjutnya, akan memiliki bidang penindakan dan penyidikan yang berdiri sendiri untuk meningkatkan intensitas pengawasan yang lebih ketat dan juga untuk memastikan aturan cukai dijalankan dengan baik oleh para pengusaha industri hasil tembakau. zap

64

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka menjamin kebutuhan bahan baku industri minyak goreng dan menjaga stabilitas harga minyak goreng dalam negeri, perlu dilakukan penyesuaian besaran tarif Pungutan Ekspor atas Kelapa Sawit, CPO dan Produk Turunannya; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Kedelapan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.02/2005 tentang Penetapan Jenis Barang Ekspor Tertentu Dan Besaran Tarif Pungutan Ekspor; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2005 tentang Pungutan Ekspor Atas Barang Ekspor Tertentu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4531); 2. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005; 3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.02/2005 tentang Penetapan Jenis Barang Ekspor Tertentu Dan Besaran Tarif Pungutan Ekspor sebagaimana telah tujuh kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94/PMK.011/ 2007; MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 92/PMK.02/2005 tentang Penetapan Jenis Barang Ekspor Tertentu Dan Besaran Tarif Pungutan Ekspor yang tujuh kali diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan: a. Nomor 130/PMK.010/2005; b. Nomor 30/PMK.02/2006; c. Nomor 51/PMK.02/2006; d. Nomor 88/PMK.010/2006; e. Nomor 61/PMK.011/2007; f. Nomor 83/PMK.02/2007; g. Nomor 94/PMK.011/2007. diubah sebagai berikut: 1. Diantara ayat (1) dan ayat (2) Pasal 3 disispkan 2 (dua) ayat yaitu ayat (1a) dan ayat (1b) sehingga keseluruhan Pasal 3 menjadi berbunyi sebagai berikut: “Pasal 3 (1) Jenis barang ekspor tertentu dan besaran tarif Pungutan Ekspor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 adalah sebagaimana ditetapkan Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

1

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

(1a) Penetapan dan pengenaan tarif Pungutan Ekspor terhadap barang ekspor berupa Kelapa Sawit, CPO, dan produk turunannya berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Untuk harga referensi kurang dari USD 550 (lima ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan ini; b. Untuk harga referensi lebih dari atau sama dengan USD 550 (lima ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton dan kurang dari USD 650 (enam ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan ini; c. Untuk harga referensi lebih dari atau sama dengan USD 650 (enam ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton dan kurang dari USD 750 (tujuh ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran III Peraturan Menteri Keuangan ini; d. Untuk harga referensi lebih dari atau sama dengan USD 750 (tujuh ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton dan kurang dari USD 850 (delapan ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Peraturan Menteri Keuangan ini; e. Untuk harga referensi lebih tinggi atau sama dengan USD 850 (delapan ratus lima puluh dollar Amerika Serikat) per ton dan kurang dari USD 1,100 (seribu seratus dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran V Peraturan Menteri Keuangan ini; f. Untuk harga referensi lebih tinggi atau sama dengan USD 1,100 (seribu seratus dollar Amerika Serikat) per ton dan kurang dari USD 1,200 (seribu dua ratus dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VI Peraturan Menteri Keuangan ini. g. Untuk harga referensi lebih tinggi atau sama dengan USD 1,200 (Seribu dua ratus dollar Amerika Serikat) per ton dan kurang dari USD 1,300 (seribu tiga ratus dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VII Peraturan Menteri Keuangan ini; h. Untuk harga referensi lebih tinggi atau sama dengan USD 1,300 (seribu tiga ratus dollar Amerika Serikat) per ton, maka tarif Pungutan Ekspor adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran VIII Peraturan Menteri Keuangan ini. (1b) Harga referensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1a) ditetapkan oleh menteri yang bertanggung jawab di bidang perdagangan dengan berpedoman pada harga CPO CIF Rotterdam. (2) dihapus.” 2. Mengubah Lampiran I, Lampiran II, Lampiran III, Lampiran IV, Lampiran V dan Lampiran VI, sehingga menjadi sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I, Lampiran II, Lampiran III, Lampiran IV, Lampiran V dan Lampiran VI, Peraturan Menteri Keuangan ini. 3. Menambah 2 (dua) Lampiran yakni Lampiran VII dan Lampiran VIII sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan ini. Pasal II Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku setelah 3 (tiga) hari sejak tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 4 Februari 2008 MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

2

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 0% 0%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

0%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein

0% 0% 0% 0%

9.

RBD Palm Kernel Olein

0%

10.

RBD Palm Kernel Oil

0%

11.

RBD Palm Stearin

0%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

0%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

0% 0%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

3

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 2,5% 2,5%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

1,5%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein RBD Palm Olein dalam kemasan maksimal 10 liter dan bermerk RBD Palm Kernel Olein

1,5% 1,5% 1,5% 2,5% 0%

9.

2,5%

10.

RBD Palm Kernel Oil

1,5%

11.

RBD Palm Stearin

0,5%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

0,5%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

1,5% 0%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

4

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 5% 5%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

4%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein RBD Palm Olein dalam kemasan maksimal 10 liter dan bermerk RBD Palm Kernel Olein

4% 4% 4% 5% 0%

9.

5%

10.

RBD Palm Kernel Oil

4%

11.

RBD Palm Stearin

3%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

3%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

4% 0%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

5

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 7,5% 7,5%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

5,5%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein RBD Palm Olein dalam kemasan maksimal 10 liter dan bermerk RBD Palm Kernel Olein

5,5% 5,5% 7,5% 7,5% 2,5%

9.

7,5%

10.

RBD Palm Kernel Oil

5,5%

11.

RBD Palm Stearin

4,5%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

4,5%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

5,5% 2%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

6

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 10% 10%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

9%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein RBD Palm Olein dalam kemasan maksimal 10 liter dan bermerk RBD Palm Kernel Olein

9% 9% 9% 10% 5%

9.

10%

10.

RBD Palm Kernel Oil

9%

11.

RBD Palm Stearin

8%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

8%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

9% 2%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

7

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 15% 15%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

13%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein1 RBD Palm Olein dalam kemasan maksimal 10 liter dan bermerk RBD Palm Kernel Olein

13% 13% 13% 15% 10%

9.

15%

10.

RBD Palm Kernel Oil

13%

11.

RBD Palm Stearin

11%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

11%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

13% 5%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

8

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 20% 20%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

18%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein 1 RBD Palm Olein dalam kemasan maksimal 10 liter dan bermerk RBD Palm Kernel Olein

18% 18% 18% 20% 15%

9.

20%

10.

RBD Palm Kernel Oil

18%

11.

RBD Palm Stearin

16%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

16%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

18% 5%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

9

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN VIII PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 09/PMK.011/2008 TENTANG PERUBAHAN KEDELAPAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 92/PMK.02/2005 TENTANG PENETAPAN JENIS BARANG EKSPOR TERTENTU DAN BESARAN TARIF PUNGUTAN EKSPOR

NO. 1. 2. 3.

U

R

A

I

A

N

TERMASUK DALAM POS TARIF 1207.99.20.00 1511.10.00.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1511.90.10.00 ex. 1516.20.12.00 1516.20.50.00 ex. 1516.20.80.00 ex. 1516.20.91.00 1513.21.00.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1513.29.11.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.60.00 1513.29.19.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.20 ex. 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 ex. 1513.29.29.00 ex. 1513.29.99.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.99.00 1511.90.90.30 ex. 1516.20.13.00 1516.20.70.00 ex. 1516.20.91.00 1513.29.21.00 1513.29.91.00 ex. 1516.20.15.00 1516.20.30.00 ex. 1516.20.40.00 ex. 1516.20.99.00 1511.90.90.10 1516.20.13.00 ex. 1516.20.91.00 ex. 2710.11.15.00 ex. 2710.11.16.00 ex. 2710.19.72.00 ex. 2710.19.79.00

TARIF PUNGUTAN EKSPOR 40% 25% 25%

Buah dan Kernel Kelapa Sawit Crude Palm Oil (CPO) Crude Olein

4.

Crude Stearin

23%

5. 6. 7. 8.

Crude Palm Kernel Oil (CPKO) Crude Kernel Stearin Crude Kernel Olein RBD Palm Olein RBD Palm Olein dalam kemasan maksimal 10 liter dan bermerk RBD Palm Kernel Olein

23% 23% 23% 25% 20%

9.

25%

10.

RBD Palm Kernel Oil

23%

11.

RBD Palm Stearin

21%

12.

RBD Palm Kernel Stearin

21%

13. 14.

RBD Palm Oil Biofuel dari minyak sawit

23% 5%

MENTERI KEUANGAN, ttd,SRI MULYANI INDRAWATI

10

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146/PMK.04/2007 TENTANG TATA CARA PENGAJUAN KEBERATAN KEPABEANAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 93 ayat (6), Pasal 93A ayat (8) dan Pasal 94 ayat (6) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Tatacara Pengajuan Keberatan Kepabeanan; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4740); 2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661); 3. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005; MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA PENGAJUAN KEBERATAN KEPABEANAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang dimaksud dengan : 1. Orang adalah orang perseorangan atau badan hukum. 2. Undang-Undang Kepabeanan adalah Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006. 3. Pejabat Bea dan Cukai adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang ditunjuk dalam jabatan tertentu untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan. 4. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Kepabeanan. 5. Sanksi administrasi berupa denda adalah sanksi administrasi berupa denda menurut Undang-Undang Kepabeanan yang pengenaannya ditetapkan secara tertulis oleh pejabat bea dan cukai terhadap orang yang tidak sepenuhnya memenuhi kewajiban pabean berupa sejumlah uang yang wajib dibayar karena adanya pelanggaran di bidang kepabeanan.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

11

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

6. Kekurangan pembayaran adalah kekurangan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, dan sanksi administrasi berupa denda. BAB II PENGAJUAN KEBERATAN Bagian Kesatu Keberatan atas tarif, Nilai Pabean, dan/atau Sanksi Administrasi Pasal 2 Orang dapat mengajukan keberatan secara tertulis hanya kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas penetapan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai mengenai : a. tarif dan/atau nilai pabean untuk penghitungan bea masuk yang mengakibatkan kekurangan pembayaran bea masuk, cukai dan pajak dalam rangka impor; dan b. pengenaan sanksi administrasi berupa denda. Bagian Kedua Keberatan selain atas Tarif dan/atau Nilai Pabean Pasal 3 Orang dapat mengajukan keberatan secara tertulis hanya kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas penetapan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai mengenai : a. kekurangan pembayaran bea masuk, cukai dan pajak dalam rangka impor selain karena tarif dan/atau nilai pabean; dan b. penetapan pabean lainnya yang tidak mengakibatkan kekurangan pembayaran. Bagian Ketiga Tatacara Pengajuan Keberatan Pasal 4 (1) Keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 diajukan kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai dengan menggunakan contoh format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini, dengan dilampiri : a. bukti penyerahan jaminan sebesar tagihan yang harus dibayar atau bukti pelunasan tagihan; dan b. fotokopi surat penetapan pejabat bea dan cukai. (2) Pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3, dapat dilampiri dengan data dan/atau bukti lain yang mendukung pengajuan keberatan. (3) Bukti penyerahan jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, tidak diperlukan dalam hal : a. barang impor belum dikeluarkan dari kawasan pabean sampai pengajuan keberatan mendapat keputusan, sepanjang terhadap importasi barang tersebut belum diterbitkan persetujuan pengeluaran oleh pejabat bea dan cukai; b. tagihan telah dilunasi; atau c. penetapan pejabat bea dan cukai tidak menimbulkan kekurangan pembayaran. Pasal 5 (1) Keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3 dapat diajukan dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari sejak tanggal surat penetapan.

12

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

(2) Apabila sampai dengan jangka waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal surat penetapan, keberatan tidak diajukan atau persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) tidak dipenuhi, hak untuk mengajukan keberatan menjadi gugur dan penetapan pejabat bea dan cukai dianggap diterima. (3) Keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan dengan satu surat keberatan untuk setiap penetapan. BAB III PUTUSAN KEBERATAN Pasal 6 (1) Direktur Jenderal Bea dan Cukai memberikan keputusan atas keberatan yang diajukan dalam jangka waktu paling lama 60 (enam Puluh) hari sejak berkas keberatan diterima secara lengkap. (2) Direktur Jenderal Bea dan Cukai dapat menerima alasan, penjelasan, bukti dan/ atau data pendukung tambahan lain secara tertulis dari orang yang mengajukan keberatan, sepanjang belum ditetapkan keputusan atas keberatan. (3) Untuk memutuskan keberatan, Direktur Jenderal Bea dan Cukai dapat meminta bukti dan/atau data lain yang diperlukan kepada orang yang mengajukan keberatan atau pihak lain yang terkait. Pasal 7 (1) Apabila dalam jangka waktu 60 (enam puluh) hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) Direktur Jenderal Bea dan Cukai tidak menerbitkan keputusan, keberatan dianggap dikabulkan. (2) Dalam hal permohonan terhadap keberatan yang dianggap dikabulkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Direktur Jenderal Bea dan Cukai menerbitkan surat keputusan. (3) Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dikirimkan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal keputusan dimaksud dan pengiriman keputusan tersebut dinyatakan dengan bukti pengiriman. (4) Orang yang mengajukan keberatan dapat menanyakan secara tertulis kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai apabila dalam jangka waktu sampai dengan hari ke 70 (tujuh puluh) dari sejak berkas keberatan diserahkan secara lengkap, keputusan atas pengajuan keberatan belum diterima. (5) Atas permintaan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (4), Direktur Jenderal Bea dan Cukai menyampaikan secara tertulis tentang status penyelesaian keberatan yang bersangkutan. (6) Keputusan atas keberatan hanya berlaku terhadap keberatan yang diajukan Pasal 8 Dalam hal keberatan dikabulkan atau dianggap dikabulkan, keputuan Direktur Jenderal Bea dan Cukai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan Pasal 7 ayat (2), digunakan sebagai dasar untuk mengajukan : a. pengembalian jaminan; b. pengembalian bea masuk dan sanksi administrasi berupa denda; c. pengembalian pajak dalam rangka impor sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku; atau d. proses pengeluaran barang dari kawasan pabean.

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

13

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

BAB IV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 9 Terhadap permohonan keberatan yang diajukan sebelum berlakunya Peraturan Menteri Keuangan ini, proses penyelesaian terhadap keberatan dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 380/KMK.05/1999 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan Kepabeanan dan Cukai. BAB V KETENTUAN PENUTUP Pasal 10 Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan ini diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai dan/atau Peraturan Direktur Jenderal secara bersama-sama atau sendiri-sendiri. Pasal 11 Pada saat Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku, ketentuan dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 380/KMK.05/1999 tentang Tata Cara Pengajuan Keberatan Kepabeanan dan Cukai sepanjang mengatur tatacara pengajuan keberatan kepabeanan, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 12 Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal 15 Desember 2007. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 22 November 2007 MENTERI KEUANGAN ttd. SRI MULYANI INDRAWATI

14

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 146/PMK. 04/2007 TENTANG TATA CARA PENGAJUAN KEBERATAN KEPABEANAN

CONTOH SURAT PENGAJUAN KEBERATAN
Nomor Lampiran Hal : : : …………...… (1)………… ………...…… (4)………… Keberatan atas…………(5)…....… ….(2)…,tgl…(3)..

Yth. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Melalui ……………………….(6)………......…………… Kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : ………………………..……(7)…………………………… Jabatan : ………………………..……(8)…………………………… Nama Perusahaan : ………………………..……(9)…………………………… Alamat : ………………………..……(10)……………….…………. NPWP : ………………………..……(11)……………….…………. dengan ini mengajukan keberatan atas penetapan…………………….(12)………….seperti dimaksud pada: - Surat penetapan nomor……….(13)……..tanggal…………..(14)……….. - Tentang………………….(15)…….....…………… yang mengakibatkan: a. kami diwajibkan untuk membayar bea masuk/bea keluar/Cukai/sanksi administrasi berupa denda/bunga/pajak dalam rangka impor sejumlah Rp……..(16) ……(…………….)*). b. …………….(17)………………… Permohonan keberatan ini kami ajukan dengan alasan sebagai berikut ................................................... .................................(18)...................................................................... .............................................................................................................. ..............................................**) Sebagai persyaratan pengajuan keberatan, bersama ini kami lampirkan : a. jaminan/bukti bayar/keterangan barang belum dikeluarkan dari kawasan pabean *) b. fotokopi surat penetapan c. data pendukung lainnya berupa………………..(19)…………………………***) Demikian kami sampaikan untuk mendapatkan keputusan. Hormat Kami, ………(20)………… Tembusan: 1. Direktur PPKC; 2. Kepala Kantor Wilayah……………..(21)……………….. *) tidak diperlukan dalam hal tidak terdapat kekurangan pembayaran **) bila tempat tidak mencukupi dapat dipergunakan lembar lain ***) diisi bila ada

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

15

K E P U T U S A N

&

K E T E T A P A N

PETUNJUK PENGISIAN SURAT PENGAJUAN KEBERATAN OLEH PIHAK YANG MENGAJUKAN KEBERATAN
No. (1) s.d. (4) No. (5) No. (6) : : : Cukup jelas Diisi jenis keberatan, contohnya “penetapan klasifikasi.” Diisi nama serta alamat Kantor Pabean tempat pengajuan keberatan, misalnya “Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok di Jakarta”. No. (7) s.d. (11) No. (12) : : Cukup jelas. Diisi jenis keberatan, contohnya: “klasifikasi” atau “nilai pabean”. Diisi nomor dan tanggal surat penetapan, contohnya: “SPTNP1234/ WBC. 04/KP. 03/2007 tanggal 1 Maret 2007” No. (15) : Diisi materi surat penetapan, misal: “penetapan klasifikasi dan nilai pabean”. No. (16) : Diisi jumlah kekurangan pembayaran bea masuk/bea keluar/

No.(13) s.d. (14) :

Cukai/sanksi administrasi berupa denda/bunga/pajak dalam rangka impor, dalam angka dan huruf. No. (17) : Diisi dengan konsekuensi atas penetapan pejabat nomor (15) dalam hal tidak terjadi kekurangan pembayaran bea masuk/bea keluar/cukai/sanksi administrasi berupa denda/bunga/pajak dalam rangka impor. No. (18) : Diisi alasan pengajuan keberatan dengan jelas dan lengkap yang dapat mendukung pendapat pihak yang mengajukan keberatan. Bila ruang yang disediakan tidak cukup, dapat digunakan lembar lain. No. (19) : Diisi data pendukung yang berkaitan dengan keberatan sebagai dasar argumentasi penjelasan No. (17). No. (20) No. (21) : : Diisi tanda tangan dan nama sesuai dengan NO. (17). Diisi nama Kantor Wilayah Bea dan Cukai yang membawahi kantor pabean tempat keberatan diajukan. MENTERI KEUANGAN, ttd SRI MULYANI INDRAWATI

16

BONUS WARTA BEACUKAI EDISI 401 APRIL 2008

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->