Makalah

Akhlak
dosen Pembimbing: Drs.Hassanuddin,MA

di susun oleh: Muhamad Ananda Indirwan Npm: 1007210097 kelas: IIIc (teknik sipil)

Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara
Tahun ajaran: 2010-201
1

KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita kesehatan dan kesempatan, sehingga makalah yang berjudul AKHLAK ini dapat terselesaikan sebagaimana mestinya. Sholawat dan salam atas junjungan alam Nabi besar Muhammad SAW yang telah memberikan teladan dan panutan kepada ummat Manusia di dunia. Ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam penyusunan makalah ini, yang telah memberikan ilmunya sehingga makalah ini dapat terselesaikan walaupun masih jauh dari kesempurnaan. saya berharap adanya kritik dan saran dari saudara dan saudari sekalian, Akhir kata Wassalamualaikum Wr. Wb

2

..................................................................................................................... Rumusan Masalah ............................................................ 6.................................. Akhlak Pribadi 10 6 6 7 1............................... 4..................................................... B........ Pribadi sebagai Hamba Allah ....................................... 2.. Saran ........ Akhlak kepada Anggota Masyarakat/ Jama’ah ...................................................... 2..... ..... 1............................................................................. 24 24 24 25 3 ... Akhlak islami dalam kaitannya dengan status pribadi............................. II III BAB I PENDAHULUAN ....................... 5... Akhlak Mahmudah dan Mazmumah.................................................................................................... Akhlak Da’I/ Mubaligh ........ Sumber dan ciri-ciri akhlak islami............... 3 Akhlak Pada Ayah dan Ibu ................................................................................... Pribadi sebagai Anak ..... 1............................. 2.......................................................... 10 13 14 17 20 21 23 7... ...................... BAB III PENUTUP ................. 4 4 5 BAB II PEMBAHASAN . KATA PENGANTAR ............... DAFTAR ISI ...................................................... .............................. Kesimpulan . Akhlak Pemimpin ............. 2.. ......... ................................... A............. Daftar isi ............ Latar Belakang .................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................... apa itu akhlak.......... 3............ Pengertian akhlak 1.................

Masalahnya apakah yang disebut baik dan buruk itu? Dan apa ukuran atau indicator yang dapat digunakan untuk menilai pebuatan itu baik atau buruk? Dan apakah baik dan buruk itu merupakan sesuatu yang mutlak atau relative? Dan bagaimana pandangan islam terhadap baik dan buruk berikut hal-hal yang tekait dengan keduanya itu? Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dicarikan jawabannya sehingga pada saat kita menilai sesuatu itu baik atau buruk memiliki patokan atau indicator yang pasti. ukuran untuk menilai baik dan buruk.BAB I Pendahuluan 1. Untuk itu pada makalah ini akan dibahas pengertian akhlak. 4 . sehingga dikatakan bahwa ilmu akhlak ini membahas tentang tingkah laku dan perbuatan manusia dan menetapkannya baik atau buruk. Kita misalnya mengatakan orang itu baik dan orang itu buruk. Latar Belakang akhlak merupakan dua istilah yang banyak digunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan seseorang. serta pandangan islam mengenai baik dan buruk nya suatu akhlak. sifat baik dan buruk. Pembahasan masalah ini kita masukkan.

2. Bagaimana baik dan buruk nya akhlak dalam ajaran Islam ? 5 . Apakah pengertian akhlak ? b. Bagaimana penentuan akhlak baik dan buruk ? c. yaitu: a. Rumusan Masalah Pada makalah ini penulis mengemukan beberapa permasalahan. Bagaimana sikap baik dan buruk nyasuatu akhlak? ? d.

demikian pula dengan akhluqun ٌ َ ‫ مخل ُوْق‬yang berarti yang diciptakan.BAB II PEMBAHASAN 1. tingkah laku atau tabiat. bahwa yang disebut akhlak ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya bahwa kehendak itu bila membiasakan sesuatu. maka kebiasaan itu dinakamakan akhlak. dengan tidak memertrlukan pertimbangan pikiran(lebih dahulu)”.” 6 . Definisi ini terdapat dalam suatu tulisannya yang berbunyi: ً َ َ َ َ ُ ُ ْ ْ ُ ُ‫ع َرف ب َعْضهُم الخل ُقَ ب ِأن ّه عاد َة ُ ا ْلراد َةِ ي َعْنى أ َن ا ْلراد َة َ ا ِذا اع ْتاد َت شي ْأ فَعاد َت ُها ه ِي ال ْمسماة‬ ِ َ َ ّ َ ُ َ ْ َ َ َ َ ِ ّ َ ِ ‫بال ْخل ُق‬ ِ ُ ِ Artinya: “Sementara orang membuat definisi akhlak. bahwa yang disebut akhlak “Adatul-Iradah” atau kehendak yang dibiasakan. Pengertian Akhlak Kata “Akhlak” berasal dari bahasa arab. Ahmad Amin memberikan definisi. Imam Al-Ghozali mengemukakan definisi Akhlak sebagai berikut: َ ‫ا َل ْخل ُقُ عبارة ٌ ع َن هَي ْئ َةٍ فى الن ّفس راسخةٍ ع َن ْها ت َصد ُر ا ْلفْعال ب ِسهُوْل َةٍ وَي ُسرٍمن غ َي ْرِ حاجةٍ ا ِلى‬ َ ِ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ْ َ ْ ِ ْ ْ َ َ ِ ٍ‫فِك ْرٍ وَروِي ّة‬ ُ Artinya: Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatanperbuatan dengan mudah. Dr. jamak dari khuluqun ‫ خل ُق‬yang menurut ٌ ُ bahasa berarti budi pekerti. Prof. perangai. ْ َ ٌ Secara epistemologi atau istilah akhlak bisa diartikan berbagai perspektif sesuai dengan para ahli tasawuf diantaranya : Ibnu Maskawaih memberikan definisi sebagai berikut: َ ‫حال للن ّفس داعي َة لهَا َ ا ِلى ا َفْعال ِها من غَي ْرِ فِك ْرٍ وَروِي ّة‬ ٌ ِ َ ِ ْ ِ ً َ ٍ ُ ْ ِ َ َ Artinya: “Keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran (lebih dahulu)”. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun ‫ خل ْق‬yang berarti kejadian. yang juga erat ٌ َ hubungannya dengan khaliq ‫ خال ِق‬yang berarti pencipta.

2. maka tentunya sesuai pula dengan dasar daripada agama itu sendiri. Sumber tersebut merupakan batasan-batasan dalam tindakan sehari-hari bagi manusia. Kita telah mengetahui bahwa akhlak islam adalah merupakan system moral/akhlak yang berdasarkan islam.Makna kata kehendak dan kata kebiasaan dalam penyataan tersebut dapat diartikan bahwa kehendak adalah ketentuan dari beberapa keinginan manusia setelah bimbang. yakni bertitik tolak dari akidah yang diwahyukan Allah pada nabi/Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya. tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu”. karena merupakan system akhlak yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan. Dinyatakan dalam sebuah hadits Nabi: ّ َ َ َ ٍ ‫ع َن ا َن َس ب ْن ما َل ِك قال الن ّبى صلى الله ع َل َي ْهِ وَسل ّم : ت َرك ْت فِي ْك ُم ا َمري ْن ل َن ت َضل ّوا ما َ ت َمسك ْت ُم‬ ّ ّ َ ْ ُ َ َ َ ُ ْ ِ ْ ِ َ ْ ْ ْ ِ ِ ِ‫ب ِهِما ك ِتاب اللهِ وَسن ّة وَرسوْل ِه‬ َ َ ُ َ َ ُ َ Artinya: 7 . benar atau salah. Sehingga dengan mudah dapat diketahui. Bahkan berdekatan artinya satu dengan yang lain. Sumber dan Ciri-Ciri Akhlak Islami Persoalan “Akhlak” di dalam islam banyak dibicarakan dan dimuat pada Al-Qur’n dan Al-Hadits. dasar/sumber pokok daripada akhlak islam adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits yang merupakan sumber utama dari agama islam itu sendiri. Dengan demikian. Masingmasing dari kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan. Sehingga Prof. Farid Ma’ruf membuat kesimpulan tentang definisi akhlak ini sebagai berikut: “Kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan. Kh. apa yang semestinya harus diperbuat dan bagaimana harus bertindak. Ada yang menjelaskan arti baik dan buruk. sedang kebiasaan ialah perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah melakukannya. apakah perbuatan itu terpuji atau tercela. Memang sbagaimana disebutkan terdahulu bahwa secara umum akhlak/moral terbagi atas moral yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan dan kehidupan akhirat dan kedua moral yang sama sekali tidak berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan. dan gabungan dari kekuatan dari kekuatan yang besar inilah dinamakan Akhlak. Sekalipun ketiga definisi akhlak diatas berbeda kata-katanya. tetapi sebenarnya tidak berjauhan maksudnya. Akhlak islam. moral ini timbul dari sumber-sumber sekuler. Memberi informasi kepada umat.

hidup sejahtera lahir dan batin. yang menurut kodratnya cenderung kepada kebaikan dan membenci keburukan. yang bertentangan dengan ajaran dan jiwa islam. mendorong manusia berbuat baik dan berusaha menjadi manusia sebaik mungkin. d. dengan janji dan sangsi Illahi yang Maha Adil. Keyakinannya akan hari kemuadian/pembalasan. Islam tidak moral yang baru. Sedangkan saadah menurut system moral/akhlak yang agamis(islam). dan hal ini adalah sebagai “natijah” dari problem akhlak. Tuntutan moral sesuai dengan bisikan hati nurani . dalam kehidupan masa kini maupun yang akan datang. sebagai standard dan pedoman utama bagi setiap moral muslim. yang apabila kamu berpegang kepada keduanya. Drs.“ Dari Anas Bin Malik berkata: Bersabda Nabi Saw: Telah kutinggalkan atas kamu sekalian dua perkara. tanpa perasaan adanya tekanan-tekanan dari luar. 8 . sebagai disebutkan oleh Abul A’la Maududi bahwa system moral/akhlak ada yang berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan dan kehidupan setelah mati. Dalam islam. e. c. berasaskan darI Al-Qur’an dan Al-Hadits.[1] Dengan demikian dapat ditegasakan disini bahwa dasar dari akhlak islam secara global hanya ada dua yakni: Percaya adanya Tuhan dan percaya adanya hari kemudian/ pembalasan. yaitu Kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya”. Islam tidak hanya mengajarkan tetapi menegakkannya. Tujuan hidup setiap muslim. budi pekerti merupakan refleksi iman dari seseorang sebagai contoh(suri tauladan) yang pas dan benar ialah Rasullah Saw. Nasir menyebutkan bahwa Akhlak Islam berkisar pada: a. untuk mencapai keridhaan-Nya. sebagaimana yang tertera dalam pedoman dasar hidup bagi setiap muslim yakni Al-Qur’an dan Al-Hadits. Beliau memiliki akhlak yang sangat muia. agung dan teguh. maka tidak akan tersesat. membawa konsekuensi logis. dengan segala pengabdiannya kepada Allah. diinterprestasikan oleh ulama mujtahid. Ia member sangsi terhadap moral dalam kecintaan dan kekuatannya kepada Allah. Memang tidak disangsikan lagi dengan bahwa segala perbuatan/tidakan manusia apapun bentuknya pada hakikatnya adalah bermaksud untuk mencapai kebahgiaan (saadah). Ajaran Akhlak Islam meliputi segala segi kehidupan manusia berdasrkan asas kebaikan dan bebas dari segala kejahatan. b. Sehubungan dengan Akhlak Islam. dapat dicapai dengan jalan menuruti perintah Allah yakni dengan menjahui segala larangan Allah dan mengerjakan segala perintah-Nya. Dengan keyakinannya terhadap kebenaran wahyu Allah dan sunah Rasul-Nya. Sahilun A. ialah menghambakan dirinya kepada Allah. Sehingga tidak mustahil kalau Allah memilih beliau sebagai pemimpin umat manusia.

dan waktu bagaimanapun. Dan ada cirri-ciri akhlak islamiyah yaitu: 1. Dalam ajaran Islam memelihara terhadap sifat terpuji. Kebaikan yang menyeluruh Akhlak islami menjamin kebaikan untuk seluruh manusia. Sebagai contoh aliran materialism. langgeng dan mantap. “Akhlak islam” bersifat mengarahkan. tidak dapat menjamin kebaikan dan hanya mementingkan diri sendiri. 4. Ia bersifat tetap. karena takut skan siksaan Allah SWT. Tujuan berakhlak yang baik untuk mendapatkan kebahagiann di dunia dan akhirat. mudah tidak mengandung kesulitan dan tidak mengandung perintah berat yang tidak dikerjakan oleh umat manusia di luar kmampuannya. sistematis dan beralasan realitas. Kebajikan yang mutlak Islam menjamin kebajikan mutlak. sebab yang menciptakan Tuhan yang bijaksana. Ia menjamin kebaikan yang murni baik untuk perorangan atau masyarakat pada setiap keadaan. 3. yang selalu memliharanya dengan kebaikan yang mutlak. 2. hati nurani dana lain sebagainya. Juga “Akhlak” banyak dibicarakan tentang konsekuensi yang bagi manusia yang tidak berpegang pada “ akhlak islam”. Kewajiban yang dipatuhi Akhlak yang bersumber dari agama Islam wajib ditaati manusia sebab ia mempunyai daya kekuatan yang tinggi menguasai lahir batin dan dalam keadaan suka dan duka. Baik segala jaman. Sebaliknya akhlak yang diciptakan manusia. berwawasan multi dimensial bagi kehidupan. Akan tetapi akhlak/etika ciptaan manusia bersifat berubah-rubah dan tidak selalu sama sesuai dengan kepentingan masyarakat dalam satu jaman atau satu bangsa. Kemantapan Akhlak Islamiayah menjamin kebaikan yang mutlak dan sesuai pada diri manusia. membangun peradaban manusia dan mengobati bagi penyakit social dari jiwa dan mental. sehingga dapat dirasakan sesuai dengan jiwa manusia dan dapat diterima akal yang sehat. Islam menciptakan akhlak yang mulia. semua tempat. Dua simbolis tujuan inilah yang diidamkan manusia bukan semata berakhlak secara islami hanya bertujuan untuk kebahagiaan dunia saja.“Akhlak” di dalam iajaran islam sangat rinci. Pengawasan yang menyeluruh 9 . membimbing. Karena Islam telah menciptakan akhlak yang luhur. juga tunduk pada kekuasaan rohani yang dapat mendorong untuk tetap berpegang kepadanya. Juga sebagai perangsang untuk berbuat kebaikan yang diiringi dengan pahala dan mencegah perbuatan jahat. mendorong. 5.

memerintahkan manusia agar senantiasa beribadah kepada-Nya. peran dan bagaimana semestinya berperilaku pada posisi(kedudukan) dalam kelompok sosial tersebut. Akhlak islami dalam kaitannya dengan status pribadi Dibagian ini kami akan menjelaskan “Akhlak islami” yang mengatur dan membatasi kedudukan (satus) pribadi sebagai: 1. Anak 3. tetapi Allah SWT. Pribadi sebagai Hamba Allah Kenyataan di jagad raya (dunia) membuktikan bahwa ada kekuatan yang tidak Nampak. bukan berarti “ Sang Pencipta mempunyai maksud kepada manusia supaya membalas dengan sesuatu. Akhlak Pribadi 1. dan hubungan manusia dengan kholiqnya) keliruan bertindak. Dia mengatur dan memelihara alam semesta ini. Firman Allah dalam surat AlQiyamah: 1-2 . itu tidak. dengan adanya “akhlak Islami” dapat dihindari (pola hubungan manusia dengan manusia.Agama islam adalah pengawas hati nurani dan akal yang sehat. Hamba Allah 2. Ayah/ibu 4. B.Juga Dialah yang menjadi sebab adanya semua ini. Pemimpin Dengan demikian “akhlak islami” mengarah kepada status pribadi yang berada pada kelompok social yang beraneka ragam. 3. Fungsi. Jama’ah 6. islam menghargai hati nurani bukan dijadikan tolak ukur dalam menetapkan beberapa usaha. dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)”. Da’i/Muballigh 7. Anggota masyarakat 5. Semua kenikmatan tersebut. Dalam pengaturan alam semesta ini terlihat ketertiban. 10 . dan ada suatu peraturan yang berganti-ganti dan gejala dating dengan keteraturan-Nya. yang artinya: “Aku bersumpah dengan hari kiamat.

Maka untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat itu dengan sendirinya kita harus mengikuti ketentuan-ketentuan dari Allah SWT. Dari segi kemanusiaan. Kalau tidak dapat dapat memberikan balasan budi yang sepadan. ialah Allah Rabul ‘alamin.(QS. Dalam masalah ketergantungan . harus tahu berterima kasih kepada segala pihak yang telah memberikan jasa. Ketergantungan manusia kepada Allah ini. sekurang-kurangnya akan mengatakan terima kasih dengan perbuatan yang hormat. Maka akan timbul di dalam hati bagaimana dapat membalas jasa atau membalas budi kepada oaring yang telah member tolong itu tadi. kemudian orang itu tidak kita terima kasih apalagi malah orang itu kita marahi.tentu kita akan senang dan berterima kasih kepada orang yang member it. difirmankan Allah: 2 :‫}الله الصمد}الخلص‬ ُ َ ّ ُ Artinya: “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”. Yang Maha Sempurna. Yang Maha Perkasa. sebagai manusia yang normal yang mempunyai sifat kemanusiaan. kalau kita ditolong oleh seseorang. Kalau kita diberi sesuatu sebagai hadiah oleh seseorang. menunjukkan betapa berterima kasihnya dan keinginan membalas budi walaupun tidak terbalas oleh dirinya. Allah Tuhan Maha Esa.Al-Ikhlas:2) Kalau di dalam sesuatu hal dalam hidup sehari-hari untuk mencapai suatu tujuan tergantung kepada “Sesuatu”. Yang Maha Bijaksana. Kita akan disebut orang yang “ tak tahu diri”. Malah 11 .Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan makhluk dengan kholiknya. Maka akan timbul di dalam hati bagaimana dapat membalas jasa atau membalas budi kepada orang yang telah member pertolongan itu. tergantung kepada izin dan ridha Allah. maka sewajarnyalah kalau kita berterima kasih kepada orang yang telah member pertolongan itu. Memenuhi ketentuan “Sesuatu” itu adalah sesuatu keharusan bagi kita. yang hadiah itu sangat bermanfaat bagi kita. hidup manusia selalu mempunyai ketergantungan kepada yang lain. Dan untuk itu Allah memberikan ketentuan-ketentuan agar manusia dapat mencapainya. Kalau kita ditolong oleh orang lain dalam hidup kita ini. dia mengharapkan mudah-mudahan dibalas kebaikannya itu dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah. maka kita harus memperhatikan ketentuan dari “Sesuatu” itu agar tujuan kita tercapai. Dan tumpuan serta pokok ketergantungan adalah ketergantungan kepada yang Maha Kuasa. Kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Dan kalau kita mau menghitungnya. Firman Allah: 18:‫}وَا ِن ت َعْد ّوا ن ِعْمة الله ل ت ُحصوْها ا ِن الله ل َغَفوْر رحي ْم }النخل‬ َ ُ ْ َ ِ َ َ ّ ْ ٌ ِ َ ُ ُ َ ْ Artinya: “Dan jaika kamu menghitung-hitung nikamat Allah. karena terlalu amat sangat banyaknya. Apa yang telah kita terima dari Allah SWT. Sifat berterima kasih kepada orang yang telah berjasa kepada dirinya adalah sifat kemanusiaan. Bawahan harus berterima kasih dan berbudi baik kepada atasannya karena bimbingan dan kebijaksanaannya. niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. maka bersabda Nabi: Hai Mu’adz apakah engkau mengetahui hak Allah atas hamba-Nya dan apa hak engkau mengetahui hak hamba terhadap Allah? Menjawab aku. Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. قُل ْت : يا‬ َ َ َ ْ ُ َ َ َ ِ ّ َ َ ُ َ ‫رسول اللهِ ! ا َفَل ا ُب َشر ب ِهِ الناس؟ قال : ل ت ُب َشرهُم فَي َت ّك ِل ُوا‬ ْ ْ ّ ْ ُ ّ Artinya: “Adalah aku duduk di belakang Nabi di atas sebuah keledai yang dinamai Ufair. Tiada Allah mengadzabkan orang yang tidak memperserikatkan Dia dengan sesuatu. Bersabda kepada Mu’ َ َ َ َ ْ َ َ ٌ َ ُ ُ َ ُ َ ُ ‫ك ُن ْت رِد ْف الن ّبى صلى الله عليهِ وسل ّم ع َلى حمارِ ي ُقال ل َه ع ُفي ْر فَقال : يا َ معاذ، هَل ت َد ْرِىْ حق‬ َ ّ َ َ ِ ُ ِ ُ َ َ َ َ َ ُ ِ‫اللهِ ع َلى عباد ِهِ وَما حقّ العِبادِ ع َلى اللهِ ؟ قُل ْت : الله ورسوْل ُه ا َع ْل َم قال : فَإ ِن اللهِ ع َلى ال ْعِباد‬ َ ّ َ ْ َ َ َ ِ ُ ُ َ ُ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ُ ْ َ َ ْ َ َ ‫ا َن ي َعْب ُد ُوْه ُ وَلي ُشركوا ب ِهِ شي ْأ ً وَحقّ العِباد ِ ع َلى اللهِ ا َن لي ُعَذ ّب من ل ي ُشرِك ب ِهِ شي ْأ ً . apa tidak lebih baik saya menggembirakan 12 . (QS. manusia mempunyai kewajiban kepada Allah sebagai kholiknya.timbul kehendak ingin membalas kebaikannya orang itu dengan sesuatu yang berharga baginya. yang telah member kenikmatan yang tak terhitung jumlahnya.Dari tindakan moral inilah kemudian timbul adat-istiadat. ialah : Mereka menyembah-Nya dan tidak memperserikatkan Dia dengan sesuatu dan hak para hamba terhadap Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun Lagi maha Penyayang”. Mka berkata aku. seseorang harus berbudi baik kepada temannya.An-Nahl:18) Secara moral manusiawi. apabila setiap anak harus hormat dan berbudi baik kepada orang tuanya. ya Rasullah. Pada garis besarnya kewajiban manusia kepada Allah menurut hadits Nabi. yang sesuai dengan bisikan hati nurani setiap orang. karena bawahannya telah memberikan bantuan kelancaran programnya. Bersabda Nabi: maka bahwasanya hak Allah atas para hamba. Karena itulah kiranya sangat wajar dan seharusnya. Sungguh tak dapat dihitung dan tak dapat dinilai dengan materi banyaknya. yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal bahwa Nabi Saw. Seorang atasan harus berterima kasih dan berbudi kepada bawahannya. sopan-santun dan tata susila.

berdialog kepada ayahnya tentang Tuhan. Sebab dapat menyakiti hati dan patah semangat. atau itu buruk. Contoh dalam pendidikan akhlak. Dan kesimpulannya bahwa Tuhan telah member petunjuk kepada manusia bahwa memperTuhan benda adalah sangat keliru. bahkan akan diberi pahala dengan pahala yang berlipat ganda. (Al-Lu’la uwal Marjan I:8) Jadi berdasarkan hadits ini kewajiban manusia kepada Allah pada garis besarnya ada 2( dua): 1. didukung para gurunya berdusta juga di dalam mengajar dan segala pembicaraannya. Tetapi kita beri semangat dan dorongan yang dapat memacu dan bergiatnya si anak. bias jadi dunia anak akan tidak mengenal akhlak yang lebih lanjut anak akan melakukan perbuatan yang abnormal kriminalitas dan lain sebagainya. kisah luqman yang diberi hikmah oleh Allah.para manusia dengan dia? Bersabda Nabi. Dan apabila dunia anak terancam demikian. maka masyarakat (anak-anak) tidak dapat berujud. Maka model mendidik akhlak anak. apabila seorang anak baru saja belajar membaca. Pribadi sebagai Anak Ketika nabi Ibrahim masih kecil. Beribadah kepada-Nya. 2. dunia anak sangat penting diperhatikan. 2. masyarakat yang akan dating tidak dapat berwujud karena adanya tiaptiap yang dibicarakan menjurus dusta. Mentauhidkan-Nya yakni tidak memusyrikkan-Nya kepada sesuatupun. tidak langsung berkata itu baik. jangan kamu menggembirakan mereka yang menyebabkan mereka akan berpegang kepada untung saja”. menurut kita itu jelek/buruk namun kita tidak seharusnya berkata demikian. Orang yang demikian ini mempunyai hak untuk tidak disiksa oleh Allah. Dengan demikian. Selain daripada itu. apabila anaka-anak sekolah berdusta di dalam segala apa yang mereka bicarakan. dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat bahkan dengan lipat ganda yang tak terduga banyaknya oleh manusia. Hal ini dijelaskan di dalam surat Luqman: 12: ‫وَل َقَد ْ ا َت َي ْنا ل ُقمان ال ْحك ْمة ا َن اشك ُر ل ِل ّهِ وَمن ي َشك ُر فَإ ِن ّما ي َشك ُر ل ِن َفسهِ وَمن ك َفر فَإ ِن الله غ َن ِي‬ ِ ْ ّ َ َ ْ َ َ َ ّ َ َ ْ َ ُ ْ ُ ْ ْ َ ْ ْ ِ َ َ ِ 12:‫}حمي ْد ٌ }لقمان‬ ِ َ Artinya: 13 . Apabila keliru dalam mendidik akhlak anak. Dan yang membekas dan berwujud pada masyarakat yang merusak dan rendah martabatnya.

Kewajiban berbakti kepada kedua oaring tua (Luqman: 14) c. Kata sanjung dan manjaan. Setelah jabang bayinya lahir. 14 . yaitu bersyukurlah kepada Allah. santun dalam berjalan atau berbicara (Luqman: 19) 3. kasih saying semuanya ditumpahkan untuk si jabang bayi itu. maka sesungguhnya Allah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji”. betapa kasih saying si ibu kepada anaknya. Jiwa.Luqman: 12) Kelanjutan kisah Luqman yang termuat dalam ayat di atas.“Dan sesungguhnya telah kami berikan hikmah kepada Luqman. Dan barang siapa yang bersyukur kepada Allah. seperti susunan jasmaninya dan tumbuh dalam keadaan yang wajar baik jasmani maupun rohaninya. seakan-akan segala yang ada pada si ibu adalah untuk anaknya. Akhlak Pada Ayah dan Ibu Betapa berat tangguangan seorang ibu dikala mengandung dan demikian pula kalau sudah dating waktunya melahirkan. kata timang yang mengandung doa dan harapan meluncur dicurahkan untuk si bayi. jiwa raga dan tenaga si ibu melahirkan jabang bayinya dengan harap-harap cemas. bahwa beliau menasehati dan member pesan kepada generasi selanjutnya (anak-anak) untuk mewarisi nilai-nilai akhlak sebagai berikut: a. Dengan mengerahkan seluruh perhatian. semoga kelak menjadi manusia yang ideal. Tidak bersikap sombong. Keharusan tetap berbakti kedua orang tua di dunia(Luqman: 15) d. (QS. Mengapa demikian besar kasih sayang ibu kepada anaknya. maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. nahi munkar dan sabar (Luqman: 17) e. Perintah menegakkan sholat. raga perhatian. Tetapi karena dikarunia Tuhan anak yang selanjutnya kasih saying ibu tidak ada bedanya antar kepada yang pertama yang kedua dan seterusnya. Dilarang berbuat syirik (Menyekutukan) Allah (Luqman: 13) b. agar si bayi selamat sentosa dalam pertumbuhannya menjadi manusia yang baik. Cemas kalau-kalau jabang bayinya tidak normal baik jasmani dan rohaninya atau ada gangguan-ganguan yang tidak diinginkannya. Padahal sewaktu belum mengandung seakan belum mau mempunyai anak. Atau karena anaknya sudah dua tiga ingin tidak ada yang keempat. Berharap agar si bayi yang dilahirkannya sehat dan sempurna keadaannya sebagai manusia sempurna anggota badannya. Perintah bersikap sopan. amar ma’ruf. dan barang siapa yang tidak bersyukur. Di samping itu derita jasmani si ibu menahan dikala melahirkan jabang bayinya tersebut. angkuh dan membanggakan diri sendiri (Luqman: 18) f.

” (QS. Memang itu kareana “Hidayah”. Berkata Halus dan mulia kepada Ibu dan Ayah Kewajiban anak kepada orang tuanya berbicara menurut ajaran islam harus berbicara sopan. Walaupun keduanya Lalim Seorang anak menurut ajaran islam diwajibkan berbuat baik kepada ibu dan ayahnya. atau membalas atau mengimbangi ketidakbaikan orang tua kepada anaknya. Allah tidak meridhoinya sehingga orang tua itu meridhoinya. maka jangan sekali-kali si anak berbuat tidak baik. Berbuat Baik kepada Ibu dan Ayah. maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Beberapa perkara yang harus di perhatikan dan dilaksanakan oleh seorang anak kepada Orang tua yakni: a. Lain dengan cinta seorang kekasih kepada pacarnya. kasihanilah mereka kedua. walaupun seandainya orang tuanya berbuat lalim kepada anaknya. Hidayah itu tersebut insting atau naluri. sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil. padahal tiada pamrih. b. dengan melakukan yang tidak semestinya.Dari mana datangnya cinta kasih saying kepada putranya.Al-Isra: 23-24) 15 . dalam keadaan bagaimanapun. Jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya samapi berumur lanjut dalam pemeliharaan kamu. Artinya jangan sampai seorang anak samapai menyinggung perasaan orang tuanya. Tetapi kasih ibu bagaimanapun tiada akan berubah dan hilang. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka dengan penuh kesayangan dan ucapakan doa:”Wahai Tuhanku. walaupun si anak tiada membalas kasih dan cinta ibu. lemah lembut dan mempergunakan kata-kata mulia hal ini dituturkan dalam Firman Allah: ّ َ َ َ ْ ُ ‫وَقَضى رب ّك ا َل ت َعْب ُد ُوا ا َل ا ِياه ُ وَبال ْوَل ِد َي ْن ا ِحسانا ا ِما ي َب ْل ُغَن عن ْد َك ال ْك َب ِر ا َحد ُهُما ا َوْ ك ِل َهُما فَل َ ت َقل‬ ِ ّ َ َ ّ ّ ْ َ َ َ ّ َ َ ْ ِ ِ ً َ ّ ْ ‫ل َهُما ا ُف وَل ت َن ْهَرهُما وَقُل ل َهُما قَوْل ك َرِي ْما. واخفض ل َهُما جناح الذ ّل الرحمةِ وَقُل رب ارحمهُما‬ َ َ َ َ َ ْ َ ْ ّ َ ْ َ ْ ّ ّ َ َ ْ َ ْ ِ ْ َ ً 24-23 :‫}ك َما رب ّيانى صغِي ْرا }السراء‬ ِ َ َ َ ً َ Artinya: “Dan Tuhan telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain kepada-Nya dan hendaknya kamu berbuat baik kepada ibu bapak kamu dengan seabaik-baiknya. yang kalau kasihnya tiada terbalas bias berbalik menjadi benci. anugerah dari pada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. dalam ilmu agama disebut “Hidayahghariziyyah”.

dan itu mudah dilakukan dengan berbagai macam cara. c. maupun yang bersifat material. Dengan cara tidak menyinggung perasaan orang tua dan tidak berkata kasar kepada mereka. beliau-beliau mempunyai teman-teman akrab. dapat di tarik kesimpulan bahwa sewajarnya seorang anak untuk berbuat baik kepada orang tua baik berbicara dan yang lain. Menepati janji kedua ibu bapak. Bagaimana berbuat baik seorang anak kepada ayah dan atau ibunya yang sudah tiada. 16 . Di waktu hidupnya ibu dan ayah. yang belum sampai melaksanakannya. ia bertanya kepada Rasullah: Bahwasannya ibu saya telah bernazar untuk berhaji. Maka kewajiban anaknya untuk menunaikan haji untuk orang tuanya tersebut. si anak berkewajiban berbuat baik. tapi ia tidak haji sampai meninggal dunia. Mendoakan ayah ibu yang telah tiada itu dan memintakan ampun kepada Allah dari segala dosa orang tua kita. Apakah boleh saya menghajikannya? Jawab Rasullah:”ya.lain. d. Umpamanya beliau akan naik haji. baik yang bersifat moaral. Hal ini agama islam mengajarkan supaya seorang anak: a. maka anaknya harus berusaha menunaikan menepati janji tersebut. sesungguhnya Allah lebih berhak untuk ditepati!” c. Bersilaturrahmi kepada orang-orang yang mempunyai hubungan dengan kedua orang tua. Berbuat baik kepada Ibu dan atau Ayah yang sudah meninggal dunia Apabila ibu dan ayah masih hidup. Kalau sewaktu hidup orang tua mempunyai janji kepada seseorang. Dan hal ini diperbolehkan menurut hadits riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas: َ َ َ َ ْ َ َ َ ‫ا َن امرأ َة ً من جهَي ْن َة جاءت ا ِلى الن ّبى صلى اللهِ ع َليهِ وَسل ّم ِ فَقال َت : ا ِن ا ُمى ن َذ َرت ا ِن ت َحج فَل َم‬ ّ َ ّ ْ ْ ُ ْ ِ ّ َ ْ ّ ّ ْ َ ِ َ َ‫تحج حتى ما تت أ َفَأ َحج ع َنها؟ قال : نعم .Dari ayat-ayat tersebut. hajikanlah! Apakah kau tahu. apakah engkau membayarkannya? Bayarkan (tepatilah) kepada Allah. yang segulung-segalang orang tua kita dengan temannya. حجى ع َنها أ َرأي‬ َ َ َ َ ِ َ ّ ‫ْ َ َ ْت لوكان ع َلى ا ُمك د َي ْن ا َك َن ْت قا ضي َه‬ ّ ُ ُ ِ َ ِ ْ ََ َ َ ْ َ َ ّ َ ّ َ َ َْ ّ ُ ٌ ِ َ ‫؟ ا ُقْضوا الله فالله ا َحقّ بال ْوَفاء‬ َ ُ ُ ِ َ {‫}رواه البخارى‬ Artinya: “Bahwa seorang perempuan dari Juhainah dating kepada Nabi Saw. Memuliakan teman-teman kedua orang tua. kalau seandainya ibu mempunyai hutang. Doa yang sering di amalkan yakni: ‫الل ّهُم اغ ْفرلى وَل ِوال ِد َىّ وارحمهُما ك َما رب ّيانى صغِي ْرا‬ ِ َ َ َ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ْ ِ ً َ َ b.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah. Akhlak mulia merupakan akhlak yang berlaku dan berlangsung di atas jalur Al-Qur’an dan perbuatan nabi Muhammad Saw. cara di majles pertemuan. cara berkelakar atau becanda. ada beberapa yang harus di perhatikan yakni bagaimana cara berbahasa. cara member ucapan selamat. cara salam. Tolong-menolong untuk kebaikan dan takwa kepada Allah adalah perintah Allah. Tata cara berbahasa Setiap muslim (umat islam) dan semua orang diperintah untuk selalu berbahasa dengan bahasa yang jelas dan baik.”Dan sesungguhnya engkau Muhammad mempunyai akhlak yang mulia”. Dalam sikap dan perbuatan. cara menjenguk orang sakit. sebagaimana juga dengan islam. Di samping terpuji berdasarkan norma-norma yang ditetapkan Allah SWT. Tata cara salam Setiap masyarakat. Di dalam islam ada peribahasa yang menyatakan bahwa “bahasa menunjukkan taqwa”. cara minta ijin masuk.4. Dan kesemnilan tata cara diatas akan diterangkan secara terperinci di bawah ini: a. 17 . Dengan demikian setiap muslim diwajibkan untuk memlihara norma-norma (agama) di masyarakat terutama di dalam pergaulan sehari-hari baik keluarga rumah tangga. Mencakup semua bentuk sikap dan perbuatan yang terpuji dikalangan orang-orang (masyarakat) yang bertaqwa. dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran/permusuhan”. tetangga dan lingkungan kemasyarakatan. ayat 2: َ َ 2:‫}وَت َعاوَنوا ع َلى الب ِرى والتقوى وَلت َعاوَن ُوا ع َلى الث ْم ِ والعُد ْوان }المائدة‬ ِ ُ َ َ َ ِ َ َ ْ َ ّ َ ّ Artinya: … dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa. Lebih istimewa disbanding dengan agama di luar Islam. agama atau bangsa memiliki tata cara member salam. “Salam” telah menempati kedudukan sendiri dalam Islam. masyarakat dan tingkat kedudukannya. Seperti di dalam Al-Qur’an surat l-Qalam ayat 4. cara makan dan minum. dan cara ta’ziah. Akhlak kepada Anggota Masyarakat/ Jama’ah Pokok utama kerasulan nabi Muhammad Saw adalah menyempurnakan akhlak yang mulia. Dalam pergaulan yang sesuai dengan norma-norma agama. b. yang dapat ditarik hokum wajib kepada setiap kaum muslimin dengan cara yang sesuai dengan keadaan objek orang bersangkutan. kerabat. sesuai tingkat usia. bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara.

Tata cara minta ijin masuk Di dalam masyarakat dan Negara ada aturan-atauran tertentu baik ijin masuknya. mendahulukan orang yang lebih tua. f. menyatakan nama diri. Yang demikian itu lebih baik bagimu agar kamu(selalu) ingat”. Dalam adab minum. jangan menarik nafas dan menghembuskan kembali ke dalam cangkir. Apabila sifatnya undangan bagi yang mengundang mempersilahkan dengan bahasa yang sopan. Apabila ditolak tidak boleh sedih hati namun harus dikendalikan dengan hati yang bersih.An-Nur: 27) c. Dimulai membasuh sebelum makan. Tata cara di majelis pertemuan Bagaimana adab kita berada di majles pertemuan? Jawabannya adalah pertama kali baru masuk member salam. walaupun tak berselera. waktu maupun prosedurnya bagi setiap orang yang ingin memasuki kamar. kemudian baru dapat duduk yang telah disediakan. jangan sekali-kali menggeser tempat duduk milik orang lain. e. janganlah kamu memasuki rumah yang buka rumahmu sebelum meminta ijin dan member salam kepada penghuninya. d. Tata cara member ucapan selamat 18 . tidak boleh menggunakan peralatan dari emas dan perak. Apabila menggunakan kendi (dan sejenisnya) tidak boleh melekat pada mulut di bibir kendi. Sikap yang dimiliki oleh orang yang sedang makan dan minum adalah dengan duduk yang baik. Dan bagi yang diundang dengan menyambut yang baik. Tanpa bersuara. Tata cara makan dan minum Cara memegang sesuatu makanan dan minuman dengan tangan kanan. jangan mencaci hidangan yang ada di depannya. mendoakan si pengundang.Sebagaimana landasan salamdi dalam firman Allah surat An-Nur ayat 27: “Hai orang-orang yang beriman. Di samping itu juga jangan menggunakan bahasa yang dapat menyinggung perasaan teman duduk. Ketika ingin meninggalkan tempat minta ijin. Aturan Islam bagi seseorang yang ingin masuk rumah orang lain. (QS. Tidak boleh berdiri tepat di tengah-tengah pintu ketika dibukakan. tanpa bersandar sambil makan dan minum. Apabila tidak baik kembali. juga bila ke luar membaca doa kifaratul majelis. maka paling awal yang dilakukan adalah member salam. menyalami teman yang mendahului duduk. rumah orang lain atau Negara. membaca “basmallah” dan diakhiri mengucapkan “Alhamdulillah”. Di dalam mengetuk pintu dilakukan secara wajar.

mendapat hadiah g. g. Seseorang yang hidup di masyarakat. Segera mungkin setelah ada orang sakit Ajarkan doa peringan perih pada bagian tubuh Duduk agak dekat dengan kepala si sakit Mintalah ia mendoakan kita Tata cara ta’ziah b. Tidak boleh berlebih-lebihan sehingga menjadikan lupa kepada Allah ucapan hinaan. Ketujuh rangkaian tersebut antara lain: a. sehingga tak ingat norma social. Dalam rangka kelahiran seorang bayi kepada ibunya d. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan. f. c. e. Dalam rangka acara pernikahan Kembalinya seorang musafir (yang berpergaian) Sekembalinya dari haji Pada hari raya idul fitri dan idul adha apa saja yang membuat seseorang merasakan kebahagiaan. c. Ketujuh peristiwa pada waktu dan suasana pemberian “ucapan selamat” tersebut telah ditentukan cara bagaimana member ucapan selamat (sebagaimana keterangan b). sesuka hati. Tidak boleh berkelar sehingga menyakiti baik yang bersifat jasmaniah dan rohaniah seperti b. Bila sudah gawat ajari si sakit dengan kalimat tauhid dan bacaan surat yasin. Mendoakan secara khusus bagi si sakit ketika masuk h. Ada tiga syarat diperbolehkan bercanda yaitu: a. f. mau mengunjungi orang sakit tetangganya (jamaah) adalah suatu tindakan terpuji. Ketika seseorang mendapat kenikmatan tertentu seperti kenaikan pangkat. dalam kunjungan orang sakit yaitu: a.7(tujuh) rangkaian(munasabah) yang ada dalam islam ketika mengucapkan salam “ucapan salam”. Pulangnya seorang dari jihad g. Tidak bersifat dusta atau penipuan dan kata-kata kotor. e. i. berkelar atau becanda diperbolehkan. d. c. Tata cara bekelar Di dalam ajaran Islam. Mengungkapkan dengan kata-kata yang meringankan beban batinnya orang yang sakit. 19 . Tata cara menjenguk orang sakit b. Namun hal itu bukan berarti bebas.

5. Mengucapkan perkataan yang pernah diucapkan oleh nabi Saw. Sifat terbuka Aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat Mengembangkan sifat-sifat kooperatif. kemusiaan dan sikap-sikap toleransi. Menunjukkan rasa belasungkawa b. Percaya diri dan yakin akan kebenaran yang dibawanya . Di dalam hati Da’I ada bisikan-bisikan yang benar yang berada pada lisannya karena tergisik dari hati yang bersih. maka para nabi harus membekali diri dengan akhlakul karimah. Dan senantiasa mohon petunujuk dan pertolongan dari Allah. menutup dan tersembunyi di hati nurani. Baik perilaku. e. para Da’i/ mubaligh yang menyeri atau mengangguk manusia untuk mentauhidkan Allah dan ikhlas dalam beribadah. Dengan demikian dirinya menjadi baik atas kuasa Allah SWT. Jalan yang harus ditempuh selanjutnya. Menurut ajaran islam. da’I harus berusaha terus membersihkan jiwa. f. Dalam mempersiapkan diri yang telah mengikrarkan untuk berjalan mengikuti manhaj para nabi dalam dakwah. Segala apa yang mengganjal. Member makan keluarga yang terkena musibah d. Berani berkorban d. Para Da’i memiliki ilham yang man merupakan martabat yang tinggi dalam dirinya yang selalu menghubungkan dengan Allah. sikap perbuatan maupun perkataannya. Member nasehat yang baik. c. Sebab Da’i/mubaligh di masyarakat menjadi suri tauladan secara langsung. Kemudian orang-orang saleh.Ta’ziah dilakukan jamaah (masyarakat) dalam rangka meringankan beban lahir batin bagi keluarga yang ditimpa musibah. c. sebagai Da’I. Menurut Jamludin Kafie. pelaksana dakwah harus memperhatikan prinsip-prinsip kemimpinan yang baik yaitu: a. Sanggup menjadi pelopor dan perintis dalam kebajikan g. Akhlak Da’I/ Mubaligh Telah jelas ujian bagi penyebar agama islam yang paling hebat adalah para nabi. tata cara ta’ziah atara lain: a. Dan para sahabatnya. kebijaksanaan dan keadilan social Tidak menjadi parasit atau membebani masyarakat 20 b. Da’I harus berusaha juga menerangi segala rahasia dirinya. Mka sikap dan tindakan tersebut bermaksud untuk menentramkan hati mereka.

Akhlak Mahmudah dan Mazmumah 21 . Umar bin khotob sebagai pemimpin yang mempunyai pendapat yang berbobot. masyarakat. Demikianlah akhlak pemimpin yang dicontohkan kepada kita untuk menjadi pemimpin sejati. Optimis dan tidak putus asa[2] Dengan demikian sikap Da’I harus memahami kondisi dan situasi masyarakat yang menjadi sasarannya.h. Akhlak pemimpin baik. cinta sesama dan selalu membenarkan dan menepati pada rasul yang agung. Sedangkan Ali bin Abi Thalib sebagai pemimpin yang pandai menyusun pasukan perang untuk mengalahkan orang-orang jahat. Juga perlu terus menambah wawasannya. Sebagai contoh seorang pemimpin sejati adalah Rasullah Saw dan para sahabatnya seperti Abu bakar sebagai orang yang berwibawa dan tenang. perilaku dan sikapnya dapat membahagiakan orang lain (umat manusia) dan menampakkan karismatiknya pada yang dipimpin. Dia adalah orang yang terpercaya terhadap rahasia-rahasianya. Semua pemimpin akan dimintai pertanggung jawabnya. Akhlak Pemimpin Tugas pemimpin tidak ringan. Oerangnya penuh ramah tamah. Dia adalah seorang pemimpin yang meluruskan akida. Utsman sebagai pengumpul firman Kitab Allah. Kerena beraneka ragam budaya . jadi dapat dikemukakan di sini. keluarga dan Negara/bangsa. Bahkan agama. 7. bahwa pemimpin berakhlak baik apabila memiliki kepribadian yang sesuai dengan tata aturan (ketentuan) agama. pemimpin Negara/bangasa akan dimintai pertanggung jawabnya oleh masyarakat dan lain sebagainya. kompleksitas permasalahan di masyarakat. Tanggung jawab yang ia pikul senantiasa bernafaskan amanat. Menurut Islam. Baik amanat dari masyarakat/ warga atau Negara. Dan Ali adalah seorang pemimpin yang mampu sebagai pewaris ilmu rasullah dan pemelihara janjinya. kesejahteraan keluarganya. Agama islam sangat memperhatikan masalah kepemimpinan. sebab sifat. Pemimpin keluarga bertanggung jawab atas kebahagiaan. 6.

aniaya. mengikuti hawa nafsu. mengumpat. yakni tersikapnya tabir sehingga diperoleh pancaran Nur Ilahi. memlihara kebersihan badan. berbuat baik. menyambung tali persaudaraan. tahalli dan tajalli. pemaaf. berlebih-lebihan. menipu. memelihara diri. dusta. homosex. memperdaya. sombong. karena sifatsifat tercela itulah yang dapat mengotori jiwa manusia. tolong menolong. adil. menundukkan diri. mencuri. Dan tahalli adalah mengisi jiwa ( yang telah kosong dari sifat-sifat tercela) dengan sifat-sifat yang terpuji (mahmudah). bermuka manis. damai. menahan diri dari berlaku maksiat. dengan istilah: Takhalli. Sedangkan yang termasuk dalam akhlak mazmumah. tergopoh-gopoh. Jadi dalam rangka pembinaan mental. kasih sayang. malu. ingin dipuji. khianat. jujur. lemah lembut. berolok-olok. penipuan. pemarah. Takhalli adalah mengosongkan atau membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela. murah hati. tenang. dusta. persaudaraan. aniaya. Oleh karena itu sebagaimana telah disebutkan terdahulu bahwa sikap dan tingkah laku yang lahir adalah merupakan cermin/ gambaran daripada sifat/kelakuan batin. pensucian jiwa hingga dapat berada dekat dengan Tuhan. curang.Ada 2 (dua) penggolongan akhlak secara garis besar yaitu: akhlak mahmudah(fadilah) dan akhlak mazmumah(qabihah). lacur. disenangi. merendahkan diri kepada Allah. culas. kikir. kuat. maka pertama kali yang dilakukan adalah pengosongan atau pembersihan jiwa dari sifat-sifat tercela. Di samping istilah tersebut Imam Al-Ghazali menggunakan juga istilah “munjiyat” untuk akhlak mahmudah dan “muhlihat” untuk yang mazmumah. Beberapa akhlak mahmudah seperti bersikap setia. demikian pula akhlak mazmumah dilahirkan oleh sifat-sifat mazmumah. cenderung kepada kebaikan. pengecut. kita mengenal system pembinaan mental. merasa cukup dengan apa yang ada. menghoranati tamu. berani. egoistis. berbudi tinggi. dosa besar. Sebaliknya segala macam sikap dan tingkah laku yang tercela disebut dengan akhlak mazmumah. antara lain. berjiwa kuat dan lain sebagainya. menepati janji. merendahkan diri. sabar. 22 . hingga akhirnya sampailah pada tingkat berikutnya dengan apa yang disebut “tajalli”. adu domba. kebaikan. Akhlak mahmudah tentunya dilahirkan oleh sifat-sifat mahmudah yang terpendam dalam jiwa manusia. mengingkari nikmat. dengki. Di kalangan ahli tasawuf. peminum khamr. membunuh. Sedangkan yang dimaksud dengan akhlak mahmudah adalah segala macam sikap dan tingkah laku yang baik (yang terpuji). ingin didengar kelebihannya. boros. makan riba.

dendam. merasa tidak perlu pada yang lain dan lain sebagainya yang menunjukkan sifat-sifat yang tercela[3] BAB III PENUTUP 23 .berbuat kerusakan.

demikian pula dengan akhluqun ٌ َ ‫ مخل ُوْق‬yang berarti yang diciptakan. karena kita hidup di dunia ini hanya sementara. tingkah laku atau tabiat. SARAN Dengan kita telah pelajari makalah tentang Akhlak ini semoga kita semua lebih menjadi lebih mengerti apa itu Akhlak Baik dan Buruk. jadi marilah kita bersama-sama untuk selalu melakukan kebajikan untuk bekal kita di Akhirat kelak. yang juga erat ٌ َ hubungannya dengan khaliq ‫ خال ِق‬yang berarti pencipta. KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat kita tarik beberapa kesimpulan yang mendasari penulisan ini. dengan tidak memertrlukan pertimbangan pikiran(lebih dahulu)”. Kata tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan khalqun ‫ خل ْق‬yang berarti kejadian. dan dengan bertambahnya pengetahuan kita tentang Ahklak ini marilah kita bersama-sama berbenah diri. perangai. ْ َ ٌ Secara epistemologi atau istilah akhlak bisa diartikan berbagai perspektif sesuai dengan para ahli tasawuf diantaranya : Ibnu Maskawaih memberikan definisi sebagai berikut: َ ‫حال للن ّفس داعي َة لهَا َ ا ِلى ا َفْعال ِها من غَي ْرِ فِك ْرٍ وَروِي ّة‬ ٌ ِ َ ِ ْ ِ ً َ ٍ ُ ْ ِ َ َ Artinya: “Keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran (lebih dahulu)”.1. jamak dari khuluqun ‫ خل ُق‬yang menurut ٌ ُ bahasa berarti budi pekerti. Imam Al-Ghozali mengemukakan definisi Akhlak sebagai berikut: َ ‫ا َل ْخل ُقُ عبارة ٌ ع َن هَي ْئ َةٍ فى الن ّفس راسخةٍ ع َن ْها ت َصد ُر ا ْلفْعال ب ِسهُوْل َةٍ وَي ُسرٍمن غ َي ْرِ حاجةٍ ا ِلى‬ َ ِ َ ِ ْ ُ ِ َ َ ُ ُ َ َ ُ ْ َ ْ ِ ْ ْ َ َ ِ ٍ‫فِك ْرٍ وَروِي ّة‬ ُ Artinya: Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatanperbuatan dengan mudah. DAFTAR PUSTAKA 24 . 2. dan kehidupan yang kekal adalah alam Akhirat. Kata “Akhlak” berasal dari bahasa arab.

Ahmad.dari judul asli al. Nata. PT Raja Grafindo Jakarta.).t. JAKARTA. MA.(Beirut:Dar al-Fikr.Amin.cet. (Jakarta: Rajawali Pers.al-Raghib.H. 2002 25 . Etika (ilmu ahlak). Abuddin. (Jakarta: Bulan Bintang. Aklak Tasawuf.III.Dr.. Asfahani.Mu’jam Mufradat Alfadz Al-Qur’an.) Farid Ma’ruf. Charis Zubair.t. 1983). 1990)cet II.Akhlaq. Kuliah Etika.(ter. Ahmad.