P. 1
Asuhan Kala I

Asuhan Kala I

|Views: 400|Likes:

More info:

Published by: Ichie Selamanya Cynx Qmue on Jan 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2013

pdf

text

original

Asuhan Kebidanan Kala I

Julian Nurtita, S.ST

Pengertian««..
Asuhan kebidanan kala satu adalah proses persalinan yang dimulai sejak kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka lengkap (10cm).

Partograf Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala satu persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik. membuat keputusan klinik dan asuhan atau tindakan yang diberikan dimana semua itu dicatatkan secara rinci pada status atau rekam medik ibu bersalin dan bayi baru lahir. Tujuan utama dari penggunaan partograf: ² Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai pembukaan serviks melalui periksa dalam.A. Dgn demikian juga dapat mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya partus lama. pemeriksaan laboratorium. kondisi bayi. bahan dan medikamentosa yang diberikan. grafik kemajuan proses persalinan. . ² Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal. ² Data pelengkap yang terkait dengan pemantauan kondisi ibu.

Penggunaan Partograf berfungsi utk: ‡Mencatat kemajuan persalinan ‡ Mencatat kondisi ibu dan janin ‡ Mencatat asuhan yang diberikan ‡ Untuk identifikasi dini penyulit persalinan ‡ Untuk membuat keputusan klinik yang sesuai dan tepat waktu. .

setiap setengah jam Pembukaan serviks setiap 4 jam Penurunan bagian terbawah janin setiap 4 jam Tekanan darah dan temperatur tubuh setiap 4 jam Produksi urin. . yaitu: Denyut jantung janin setiap setengah jam Frekuensi dan lamanya kontraksi uterus setiap setengah jam Nadi. aseton dan protein.Pencatatan selama Fase Laten Kala Satu Persalinan ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kondisi ibu dan bayi yg harus dinilai&dicatat. setiap 2 sampai 4 jam.

tanggal dan waktu penolong persalinan mulai merawat ibu). Obatobatan lainnya dan cairan IV yang diberikan. Warna dan adanya air ketuban. ‡ Jam dan waktu: Waktu dimulainya fase aktif persalinan. Tanggal dan waktu mulai dirawat (atau jika dirumah. Waktu pecahnya selaput ketuban ‡ Kondisi Janin DJJ. ‡ Kontraksi uterus Frekuensi kontraksi dalam waktu 10 menit. Penyusupan kepala janin (molase) ‡ Kemajuan persalinan: Pembukaan serviks. Lama kontraksi (dalam detik). . tekanan darah dan temperatur tubuh. Gravida. pengamatan dan keputusan klinik lainnya ( di catat dalam kolom yang tersedia di sisi partograf atau dicatatan kemajuan persalinan). Penurunan bagian terbawah atau presentasi janin. umur. ‡ Asuhan. abortus. para. Urin ( volume. ‡ Obat-obatan dan cairan yang diberikan: Oksitosin. Nomor catatan medik/ nomor puskesmas. aseton atau protein).Pencatatan selama Fase Aktif Persalinan: ‡ Informasi tentang ibu (Nama. Waktu aktual saat pemeriksaan atau penilaian. Garis waspada dan garis bertindak. ‡ Kondisi Ibu Nadi.

.Mencatat Temuan Pada Partograf a. b. Informasi Tentang Ibu Lengkapi bagian awal (atas) partograf secara teliti pada saat memulai asuhan persalinan. Kondisi janin Bagan atas grafik pada partograf ádalah untuk pencatatan DJJ. Waktu kedatangan (tertulis sebagai jam atau pukul pada partograf) dan perhatikan kemungkinan ibu datang dalam fase laten. air ketuban dan penyusupan (kepala janin). Catat waktu pecahnya selaput ketuban.

Setiap kotak dibagian atas partograf menunjukkan waktu 30 menit. Skala angka disebelah kolom paling kiri menunjukkan DJJ. Sebaiknya penolong harus waspada bila DJJ mengarah hingga di bawah 120 atau di atas 160.1. Kemudian hubungkan yang satu dengan titik lainnya dengan garis tegas dan bersambung. Kisaran normal DJJ terpapar pada partograf diantara garis tebal pada angka 180 dan 100. Catat DJJ dengan memberikan titik pada garis yang sesuai dengan angka yang menunjukkan DJJ. Catat tindakan-tindakan yang dilakukan pada ruang yang tersedia disalah satu dari kedua sisi partograf. Denyut Jantung Janin (DJJ) Nilai dan catat DJJ setiap 30 menit (lebih sering jika ada tanda-tanda gawat janin). .

Catat temuan-temuan pada kotak yang sesuai dibawah lajur DJJ.2. Gunakan lambang-lambang seperti ini: U : Selaput ketuban masih utuh (belum pecah) J : Selaput ketuban sudah pecah dan air ketuban jernih M : Selaput ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur dengan mekonium D : Selaput ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur darah K : Selaput ketuban sudah pecah tapi air ketuban tidak mengalir lagi (kering) . Warna dan adanya air ketuban Nilai kondisi ketuban setiap kali melakukan pemeriksaan dalam dan nilai warna air ketuban jika selaput ketuban pecah.

nilai penyusupan antar tulang (molase) kepala janin. Penyusupan (Molase Tulang kepala janin) Setiap kali melakukan pemeriksaan dalam.3. Catat temuan yang ada di kotak yang sesuai dibawah lajur air ketuban. Gunakan lambang-lambang berikut ini: 0: tulang-tulang kepala janin terpisah. sutura dengan mudah dapat di palpasi 1: tulang-tulang kepala janin hanya saling bersentuhan 2:tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih tetapi masih dapat dipisahkan 3:tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih dan tidak dapat dipisahkan .

cantumkan hasil pemeriksaan penurunan kepala (perlimaan) yang menunjukkan seberapa jauh bagian terbawah janin memasuki rongga panggul. . atau lebih sering (jika ditemukan tanda-tanda penyulit). Tulisan µturunnya kepalaµ dan garis tidak terputus dari 0-5. Berikan tanda µOµ yang ditulis pada garis waktu yang sesuai. Sebagai contoh. jika hasil pemerikasaan palpasi kepala di atas simpisis pubis adalah 4/5 maka tuliskan tanda µOµ di garis angka 4. Penurunan bagian terbawah janin Setiap kali melakukan pemeriksan dalam (setiap 4 jam).4. hubungkan tanda µOµdari setiap pemeriksaan dengan tdk terputus. Kemajuan Persalinan Pembukaan Serviks Nilai dan catat pembukaan serviks setiap 4 jam ( lebih sering dilakukan jika ada tanda-tanda penyulit). tertera dengan sisi yang sama dengan angka pembukaan serviks. Tanda µXµ harus dicantumkan digaris waktu yang sesuai dengan lajur besarnya pembukaan serviks.

misalnya: persiapan rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan yang memiliki kemampuan untuk menatalaksana penyuli. .Garis waspada dan garis bertindak Jika pembukaan serviks mengarah ke sebelah kanan garis waspada (pembukaan kurang dari 1 cm per jam). Pertimbangkan perlunya melakukan intervensi bermanfaat yang diperlukan. maka harus dipertimbangkan adanya penyulit. Jika pembukaan serviks telah melampaui dan berada disebelah kanan garis bertindak maka hal ini menunjukkan perlu dilakukan untuk menyelesaikan persalinan. Garis bertindak tertera sejajar dan di sebelah kanan (berjarak 4 cm) garis waspada.

DJJ di bagian atas dan lajur kontraksi dan nadi ibu di bagian bawah. Setiap kotak menyatakan satu jam sejak dimulainya fase aktif persalinan. Waktu aktual saat pemeriksaan atau penilaian Di bawah lajur kotak untuk waktu mulainya fase aktif. ‡ . tertera kotak-kotak untuk mencatat waktu aktual saat pemeriksaan dilakukan.Jam dan Waktu ‡ Waktu mulainya fase aktif persalinan Di bagian bawah partograf (pembukaan serviks dan penurunan) tertera kotak-kotak yang di beri angka 1-12. Setiap kotak menyatakan satu jam penuh dan berkaitan dengan dua kotak waktu 30 menit yang berhubungan dengan lajur untuk pencatatan pembukaan serviks.

Kontraksi Uterus Kontraksi < 20 detik Kontraksi 20-40 detik Kontraksi > 40 detik .

‡ . Obat-obatan lain dan cairan IV Catat semua pemberian obat-obatan tambahan dan /atau cairan IV dalam kotak yang sesuai dengan kolom waktunya.Obat-obatan dan cairan yang diberikan ‡ Oksitosin Jika tetesan (drip) oksitosin sudah dimulai. didokumentasikan setiap 30 menit jumlah oksitosin yang diberikan per volume cairan IV dan dalam satuan tetesan permenit.

‡ Nilai dan catat tekanan darah ibu setiap 4 jam selama fase aktif persalinan ( lebih sering jika di duga adanya penyulit). ‡ Nilai dan catat nadi ibu sesuai 30 menit selama fase aktif persalinan (lebih sering jika di duga danya penyulit). protein dan aseton Ukur dan catat jumlah produksi urin ibu sedikitnya setiap 2 jam (setiap kali ibu berkemih).Kondisi Ibu 1. Jika memungkinkan. . Volume urin. Nadi. Beri tanda panah pada partograf pada kolom waktu yang sesuai: ‡ Nilai dan catat temperatur tubuh ibu (lebih sering jika terjadi peningkatan mendadak atau di duga adanya infeksi) setiap 2 jam dan catat temperatur tubuh pada kotak yang sesuai. Beri tanda titik (. tekanan darah dan suhu tubuh Angka di sebelah kiri bagian partograf ini berkaitan dengan nadi dan tekanan darah ibu. setiap kali ibu berkemih.) pada kolom waktu yang sesuai. lakukan pemeriksaan saetón dan protein dalam urin. 2.

Asuhan. jenis dan lokasi fasilitas rujukan . pengamatan dan keputusan klinik lainnya mencakup: ‡ Jumlah cairan per oral yang diberikan ‡ Keluhan sakit kepala atau penglihatan kabur ‡ Konsultasi dengan penolong persalinan lainnya(Obgin. dokter umum) ‡ Persiapan sebelum melakukan rujukan ‡ Upaya. bidan.

.

. Memberikan Dukungan Persalinan ‡ Asuhan fisik dan psikologis ‡ Kehadiran seorang pendamping secara terus menerus ‡ Pengurangan rasa sakit ‡ Penerimaan atas sikap dan perilakunya ‡ Informasi dan kepastian tentang hasil persalinan yang aman.B.

menurut Varney·s Midwifery: ‡ Adanya seseorang yang dapat mendukung dalam persalinan ‡ Pengaturan posisi ‡ Relaksasi dan latihan pernafasan ‡ Istirahat dan privasi ‡ Penjelasan mengenai proses/kemajuan/prosedur yang akan dilakukan ‡ Asuhan diri ‡ Sentuhan . Pengurang Rasa Sakit Pendekatan-pendekatan untuk mengurangi rasa sakit.C.

dan dorongan dari orang yang mendukung. sentuhan yang aman.Beberapa tehnik dukungan untuk mengurangi rasa sakit adalah: ² Kehadiran pendamping yang terus menerus. ² Perubahan posisi dan pergerakan ² Sentuhan dan massase ² Counterpressure untuk mengurangi tegangan pada ligamen sacroiliaca ² Pijatan ganda pada pinggul ² Penekanan pada lutut ² Kompres hangat dan kompres dingin ² Berendam ² Pengeluaran suara ² Visiualisasi dan pemusatan perhatian ² Musik .

Mempersiapkan ruangan utk persalinan dan kelahiran bayi. Pencegahan infeksi . 2. Rujukan (bila diperlukan) 4. Persiapan Persalinan 1.D. bahanbahan dan obat yang diperlukan 3. Asuhan sayang ibu dalam kala 1 5. Persiapan perlengkapan.

E. Pemenuhan kebutuhan fisik & psikologis ibu dan keluarga Kebutuhan Fisik ‡ Pemberian Posisi ‡ Pemberian cairan dan nutrisi ‡ Eliminasi ‡ Mencegah Infeksi .

Kurang pengetahuan tentang proses persalinan Intervensinya: kaji tingkat pengetahuan. beri informasi tentang proses persalinan dan pertolongan persalinan yang akan dilakukan. orientasikan ibu terhadap lingkungan.Kebutuhan psikologis ‡ Kecemasan menghadapi persalinan Intervensinya: kaji penyebab kecemasan. libatkan keluarga (suami) untuk selalu mendampingi selama proses persalinan berlangsung ‡ ‡ . Kemampuan mengontrol diri menurun (pada kala I fase aktif) Intervensinya: berikan support emosi dan fisik. pantau tanda vital (tekanan darah dan nadi). pengaturan nafas untuk memfasilitasi rasa nyeri akibat kontraksi uterus. ajarkan teknik-teknik relaksasi. informed consent.

Tanda Bahaya Kala Satu ‡ Tekanan darah: >140/90 dengan sedikitnya satu tanda/gejala pre-eklampsi ‡ Temperatur: > 38 °C ‡ Nadi: > 100 kali/menit ‡ Detak Jantung Janin: < 100 atau > 180 kali/ menit ‡ Kontraksi: < 3x dalam 10 menit. Darah. Bau ‡ Urin: Volume sedikit dan pekat . berlangsung <40 detik ‡ Servik: Partograf melewati garis waspada pada fase aktif ‡ Cairan Amnion: Mekonium.

5. Pengumpulan data dasar Interpretasi data Penetapan diagnosa/masalah potensial Kebutuhan tindakan Rencana asuhan Melaksanakan asuhan Evaluasi Pendokumentasian asuhan kebidanan menggunakan metode SOAP. 3. 2. logis dan tertulis.Pendokumentasian Kala I 1. 6. 4. 7. jelas. yg bersifat sederhana. .

Triiim¶s« .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->