P. 1
BUKAN MUHRIM Hukum Sentuhan Kulit

BUKAN MUHRIM Hukum Sentuhan Kulit

|Views: 351|Likes:
Published by Nurul Farhanah

More info:

Published by: Nurul Farhanah on Jan 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

BUKAN MUHRIM Hukum Sentuhan Kulit / Jabat Tangan

BUKAN MUHRIM Hukum Sentuhan Kulit / Jabat Tangan Hukum bersentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram itu termasuk berjabatan tangan hukumnya haram. Benarkah Rasulullah SAW pernah menyentuh kulit wanita non mahram ? Mari kita kupas masalah ini dengan mengutip dalil hadits dan kajian-kajian fiqih para ulama : 1. Yang mengharamkan secara Mutlak Para ulama Jumhur termasuk keempat imam mazhab umumnya mengatakan bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram hukumnya haram. Mereka mendasarkan pendapatnya itu pada banyak dalil yang erserak disana sini. Baik yang bersifat naqli atau pun yang aqli. Diantaranya yang sering dikemukakan antara lain adalah dalil-dalil berikut ini:

a. Menutup Pintu Fitnah (saddudz-dzari`ah) Dalil yang terkuat dalam pengharaman sentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram adalah menutup pintu fitnah (saddudz-dzari`ah), dan alasan ini dapat diterima tanpa ragu-ragu lagi ketika syahwat tergerak, atau karena takut fitnah bila telah tampak tanda-tandanya.

b. Hadits Rasulullah SAW Lebih Baik Ditusuk Jarum Besi Dari Pada Menyentuh Wanita `Dari Ma`qil bin Yasar dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang diantara kamu dengan jarum besi itu

berkata kepadanya. Ummu Athiyah.´(Ibnu Hibban. kemudian beliau berucap. seraya berkata. `Aku tidak berjabat dengan wanita.` (HR Abu Daud dalam alMarasil) Aisyah berkata. Ummu Athiyah berkata: Lalu Rasulullah saw.a. ketika membai`at kaum wanita beliau membawa kain selimut bergaris dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau. `Maka barangsiapa diantara wanita-wanita beriman itu yang menerima syarat tersebut. al-Bazzar. `Aku telah membai`atmu tentang hal itu. Ummu Athiyyah Tentang Rasulullah SAW Menjabat Tangan Wanita Ketika Bai`at.lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya. `Ya Allah. Misalnya bila wanitanya adalah orang yang lanjut usia. `Aku telah membai`atmu ² dengan perkataan saja ² dan demi Allah tangan beliau sama sekali tidak menyentuh tangan wanita dalam bai`at itu.. ´Dari Ismail bin Abdurrahman dari neneknya. lalu membawanya . Rasulullah saw.`(HR. mengenai kisah bai`at.` 2. dan Ibnu Mardawaih b.. mengulurkan tangannya dari luar rumah dan kami mengulurkan tangan kami dari dalam rumah. beliau tidak membai`at mereka melainkan dengan mengucapkan. tua atau sudah uzur. Diantaranya dalildalil yang bisa dikemukakan untuk mendukung pendapat ini adalah : a. Thabrani dan Baihaqi) c. Hadits bahwa Budak Wanita Memegang Tangan Rasulullah SAW ´Dari Anas bin Malik r. ia berkata: `Sesungguhnya seorang budak wanita diantara budak-budak penduduk Madinah memegang tangan Rasulullah saw. Rasulullah SAW tidak menjabat tangan perempuan ketika bai`at Dari asy-Sya`bi bahwa Nabi saw. saksikanlah. ath-Thabari. Yang Membolehkan Ada juga beberapa hujjah yang terkadang muncul untuk tidak memutlakkan keharaman sentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram.

. maka beliau tidak melepaskan tangan beliau dari tangannya sehingga dia membawanya perg ke mana ia suka.` (HR. masuk ke rumah Ummu Haram binti Milhan dan beliau diberi makan. ia berkata:`Sesungguhnya seorang budak perempuan dari budakbudak penduduk Madinah datang.`Rasulullah SAW tidur di dekat aku lalu bangun dan tersenyum «(HR Bukhari dalam Kitab AlJihadu Wassair bab Fadhlu Man Yusri`u Fi sabilillah« no.. 2580 dan Kitabul Isithsan no. Dari Anas dari bibinya Ummu Haram binti Milhan.. Kalau kita perhatikan riwayat yang sahih dari Rasulullah saw. dan Ummu Haram membersihkan kepala beliau (dari kutu) lalu Rasulullah SAW tertidur «` (HR Bukhari dalam Kitabul jihad Was-Sair bab Ad-du`au biljihadi Wasysyahadatu lirrijali wannisa` no. Dia juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW itu ma`shum dan tidak punya syahwat sehingga boleh bersentuhan dengan non mahram. . 2590). sedangkan pada dasarnya perbuatan Nabi saw. itu adalah tasyri` dan untuk diteladani: c. 5810). Ummu Haram adalah istri Ubadah bin Shamit. Hadits Bahwa Rasulullah SAW Tidur Di Pangkuan Ummu Haram Dari Anas bahwa Nabi saw. niscaya kita jumpai sesuatu yang menunjukkan bahwa semata-mata bersentuhan tangan antara laki-laki dengan perempuan tanpa disertai syahwat dan tidak dikhawatirkan terjadinya fitnah tidaklah terlarang. bahkan pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. lalu ia memegang tangan Rasulullah saw. Imam Ahmad) Ibnu Majah juga meriwayatkan hal demikian. hadits ini dikomentari bahwa Ummu Haram itu saudara sesusuan Rasulullah SAW. Ummu Haram berkata.pergi ke mana ia suka. Bukhari dalam Shahih-nya pada `Kitab al-Adab`) Dalam riwayat lainnya juga ada hadits senada yaitu : ´Dari Anas juga.` (HR. Oleh Ibnu Abdil Barr.

Diceritakan bahwa Nabi saw. dan beliau menjawab. Makna `Menyentuh` Bukan Sekedar Bersentuhan Kalimat `menyentuh kulit wanita yang tidak halal baginya` itu tidak dimaksudkan semata-mata bersentuhan kulit dengan kulit tanpa syahwat. sebagaimana yang biasa terjadi dalam berjabat tangan . saudaranya terbunuh dalam peperangan bersama saya.` Yakni Haram bin Milhan. yang terbunuh pada waktu peperangan Bi`r Ma`unah. kecuali kepada Ummu Sulaim.` (Lihat kitab Shahih Bukhari) e. `Saya kasihan kepadanya. Lalu beliau ditanya mengenai masalah itu.d. Hadits Rasulullah SAW yang masuk ke tempat Ummu Sulaim. tidak pernah masuk ke tempat wanita selain istri-istri beliau.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->