Pemerolehan Bahasa Pertama dan Bahasa Kedua

Proses anak mulai mengenal komunikasi dengan lingkungannya secara verbal disebut dengan pemerolehan bahasa anak. Pemerolehan bahasa pertama (B1) (anak) terjadi bila anak yang sejak semula tanpa bahasa kini telah memperoleh satu bahasa. Pada masa pemerolehan bahasa anak, anak lebih mengarah pada fungsi komunikasi daripada bentuk bahasanya. Pemerolehan bahasa anak-anak dapat dikatakan mempunyai ciri kesinambungan, memiliki suatu rangkaian kesatuan, yang bergerak dari ucapan satu kata sederhana menuju gabungan kata yang lebih rumit. Ada dua pengertian mengenai pemerolehan bahasa. Pertama, pemerolehan bahasa mempunyai permulaan yang mendadak, tiba-tiba. Kedua, pemerolehan bahasa memiliki suatu permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik, sosial, dan kognitif pralinguistik. Pemerolehan bahasa pertama (B1) sangat erat hubungannya dengan perkembangan kognitif yakni pertama, jika anak dapat menghasilkan ucapan-ucapan yang berdasar pada tata bahasa yang teratur rapi, tidaklah secara otomatis mengimplikasikan bahwa anak telah menguasai bahasa yang bersangkutan dengan baik. Kedua, pembicara harus memperoleh µkategorikategori kognitif¶ yang mendasari berbagai makna ekspresif bahasa-bahasa alamiah, seperti kata, ruang, modalitas, kausalitas, dan sebagainya. Persyaratan-persyaratan kognitif terhadap penguasaan bahasa lebih banyak dituntut pada pemerolehan bahasa kedua (PB2) daripada dalam pemerolehan bahasa pertama (PB1). Manusia memiliki warisan biologi yang sudah dibawa sejak lahir berupa kesanggupannya untuk berkomunikasi dengan bahasa khusus manusia dan itu tidak ada hubungannya dengan kecerdasan atau pemikiran. Kemampuan berbahasa hanya sedikit korelasinya terhadap IQ manusia . Kemampuan berbahasa anak yang normal sama dengan anak-anak yang cacat. Kemampuan berbahasa sangat erat hubungannya dengan bagian-bagian anatomi dan fisiologi manusia, seperti bagian otak tertentu yang mendasari bahasa dan topografi korteks yang khusus untuk bahasa. Tingkat perkembangan bahasa anak sama bagi semua anak

normal; semua anak dapat dikatakan mengikuti pola perkembangan bahasa yang sama, yaitu lebih dahulu menguasai prinsip-prinsip pembagian dan pola persepsi. Kekurangan hanya sedikit saja dapat melambangkan perkembangan bahasa anak. Bahasa tidak dapat diajarkan pada makhluk lain. Bahasa bersifat universal. Pemerolehan bahasa pertama erat kaitannya dengan permulaan yang gradual yang muncul dari prestasi-prestasi motorik, sosial, dan kognitif pralinguistik. Pemerolehan bahasa pertama erat sekali kaitannya dengan perkembangan sosial anak dan karenanya juga erat hubungannya dengan pembentukan identitas sosial. Mempelajari bahasa pertama merupakan salah satu perkembangan menyeluruh anak menjadi anggota penuh suatu masyarakat. Bahasa memudahkan anak mengekspresikan gagasan, kemauannya dengan cara yang benar-benar dapat diterima secara sosial. Bahasa merupakan media yang dapat digunakan anak untuk memperoleh nilai-nilai budaya, moral, agama, dan nilai-nilai lain dalam masyarakat. Dalam melangsungkan upaya memperoleh bahasa, anak dibimbing oleh prinsip atau falsafah µjadilah orang lain dengan sedikit perbedaan¶, ataupun µdapatkan atau perolehlah suatu identitas sosial dan di dalamnya, dan kembangkan identitas pribadi Anda sendiri¶. Sejak dini bayi telah berinteraksi di dalam lingkungan sosialnya. Seorang ibu seringkali memberi kesempatan kepada bayi untuk ikut dalam komunikasi sosial dengannya. Kala itulah bayi pertama kali mengenal sosialisasi, bahwa dunia ini adalah tempat orang saling berbagi rasa. Melalui bahasa khusus bahasa pertama (B1), seorang anak belajar untuk menjadi anggota masyarakat. B1 menjadi salah satu sarana untuk mengungkapkan perasaan, keinginan, dan pendirian, dalam bentuk-bentuk bahasa yang dianggap ada. Ia belajar pula bahwa ada bentuk-bentuk yang tidak dapat diterima anggota masyarakatnya, ia tidak selalu boleh mengungkapkan perasaannya secara gamblang. Apabila seorang anak menggunakan ujaran-ujaran yang bentuknya benar atau gramatikal, belum berarti bahwa ia telah menguasai B1. Agar seorang anak dapat dianggap telah menguasai B1 ada beberapa unsur yang penting yang berkaitan dengan perkembangan jiwa

Ada lima tahapan pemerolehan bahasa pertama. peristiwa dan keadaan sekitar anak yang mereka alami). Sistem pikiran yang terdapat pada anak-anak dibangun sedikit demi sedikit apabila ada rangsangan dunia sekitarnya sebagai masukan atau input (yaitu apa yang dilihat anak. Perkembangan pemerolehan bahasa pertama anak pada masa prasekolah dapat dibagi lagi atas perkembangan pralinguistik. ruang. Setiap tahap dibatasi oleh panjang ucapan rata-rata tadi. Pada masa perkembangan pralinguistik anak mengembangkan konsep dirinya. modalitas. dan deiktis merupakan bagian yang penting dalam perkembangan kognitif penguasaan B1 seorang anak. kata yang menyatakan tempat. dan (c) perkembangan masa sekolah. dirinya dengan orang lain serta hubungan dengan objek dan tindakan pada tahap satu kata anak terus-menerus berupaya mengumpulkan nama benda-benda dan orang yang ia jumpai. Setelah itu sistem bahasanya lengkap dengan perbendaharaan kata dan tata bahasanya pun terbentuk. Perkembangan bahasa pertama anak lebih mudah ditandai dari panjang ucapannya. Untuk setiap tahap ada Loncatan Atas (LA). didengar. Lama kelamaan pikirannya akan terbentuk dengan sempurna. Perkembangan pralinguistik ditandai oleh adanya pertukaran giliran antara orang tua khususnya ibu) dengan anak.dan kognitif anak itu. Ia berusaha membedakan dirinya dengan subjek. Masa Waktu dan Perkembangan Pemerolehan Bahasa Pertama Perkembangan pemerolehan bahasa anak dapat dibagi atas tiga bagian penting yaitu (a) perkembangan prasekolah (b) perkembangan ujaran kombinatori. tahap satu kata dan ujaran kombinasi permulaan. Jumlah morfem rata-rata per ucapan dapat digunakan sebagai ukuran panjangnya. . sebab akibat. Perkembangan nosi-nosi (notion) atau pemahaman seperti waktu. Panjang ucapan anak kecil merupakan indikator atau petunjuk perkembangan bahasa yang lebih baik dari pada urutan usianya. kata sosialisasi. dan kata yang menyatakan pemerian. Kata-kata yang pertama diperolehnya tahap ini lazimnya adalah kata yang menyatakan perbuatan. dan yang disentuh yang menggambarkan benda.

misalnya membedakan antara bunyi suara insani dan noninsani antara bunyi yang berekspresi marah dengan yang bersikap bersahabat. perkembangan interogratif/pertanyaan. dan apabila anakanak mulai menghasilkan segmen bunyi tertentu. perkembangan penggabungan kalimat. yang dapat membuat kalimat-kalimat mereka menjadi lebih panjang yaitu kemunculan morfem-morfem gramatikal secara inklusif dalam ujaran anak. noneksistensi. . misalnya Agen + Aksi + Objek. pengertian atau penyambungan bersama-sama hubungan dua hal tersebut. Anak-anak mengenali makna-makna berdasarkan persepsi mereka sendiri terhadap bunyi kata-kata yang didengarnya. Dilihat dari unsur dasar pembentukannya. Perkembangan pemerolehan bunyi anak-anak bergerak dari membuat bunyi menuju ke arah membuat pengertian. Anak-anak menukar atau mengganti ucapan mereka sendiri dari waktu ke waktu menuju ucapan orang dewasa. ada persesuaian satu sama lain semua mencakup eksistensi. Periode pembuatan pembedaan atas dua bunyi dapat dikenali selama tahun pertama yaitu (1) periode vokalisasi dan prameraban serta (2) periode meraban. dan perkembangan sistem bunyi. Anak lazimnya membuat pembedaan bunyi perseptual yang penting selama periode ini. namun ada persamaan umum pada anak-anak. rekurensi. Perkembangan ujaran kombinatori anak-anak dapat dibagi dalam empat bagian yaitu perkembangan negatif/penyangkalan. Pada masa tahap 2 ada tiga sarana ekspresif yang dipakai oleh anak-anak. yaitu pertanyaan yang menuntut jawaban ya atau tidak. kombinasi yang dibuat anak pada periode ini mengekspresikan dua unsur deretan dasar pelaku (agen) + tindakan (aksi) + objek. antara suara anak-anak dengan orang dewasa. Agen + Objek. Ada tiga tipe struktur interogatif yang utama untuk mengemukakan persyaratan. dan perluasan istilah dalam suatu hubungan/relasi. pertanyaan yang menuntut informasi.Walaupun perkembangan bahasa setiap anak sangat unik. Semua kombinasi dua unsur terjadi. atribut objek dan asosiasi objek dengan orang. hal itu menjadi perbendaharaan mereka. dan pertanyaan yang menuntut jawaban salah satu dari yang berlawanan (polar). dan antara intonasi yang beragam.

yaitu struktur bahasa. pemakaian bahasa. caracara menggabungkan kalimat menujukkan gerakan melalui empat dimensi yaitu gabungan dua klausa setara menuju gabungan dua klausa yang tidak setara. Pada umumnya. orientasi seorang anak dapat berbeda-beda. Mungkin ada orang berkata bahwa imitasi adalah mengatakan sesuatu yang sama seperti yang dikatakan orang lain. Di masa ini setiap bahasa anak akan mencerminkan kepribadiannya sendiri. susunan klausa yang memuat kejadian tetap menuju susunan klausa yang bervariasi. bagian-bagiannya. Ada pendapat yang mengatakan bahwa strategi tiruan atau strategi imitasi ini akan menimbulkan masalah besar. . dan kesadaran metalinguistik. sementara yang lain lebih pragmatis dalam pemakaian bahasa. yaitu menyisipkan klausa bawahan pada klausa utama. Tiruan akan digunakan anak terus. hubungannya. lebih refleksif dan berhati-hati. Perkembangan bahasa pada masa sekolah dapat dibedakan dengan jelas dalam tiga bidang. klausa-klausa utama yang tidak tersela menuju penggunaan klausa-klausa yang tersela. Selama masa sekolah anak mengembangkan dan memakai bahasa secara unik dan universal. Pada saat itu anak menandai atau memberinya ciri sebagai pribadi yang ada dalam masyarakat itu. meskipun ia sudah dapat sempurna melafalkan bunyi. cenderung lebih jelas dan nyata dalam berekspresi. lebih senang belajar dengan bermain-main. Strategi Pemerolehan Bahasa Pertama Strategi pertama dalam pemerolehan bahasa dengan berpedoman pada: tirulah apa yang dikatakan orang lain. Siswa taman kanak-kanak memiliki rasa bahasa. Pada perkembangan masa sekolah. Ada anak yang lebih impulsif daripada anak yang lain.Penggabungan beberapa proposisi menjadi sebuah kalimat tunggal memerlukan rentangan masa selama beberapa tahun dalam perkembangan bahasa anak-anak. bagaimana cara kerjanya sehingga mereka mampu mengenal serta mengapresiasi bahasa yang dipakai dalam cara yang mengagumkan serta tidak lazim. dan dari penggunaan perangkat-perangkat semantik-sintaktis yang kecil menuju perangkat yang lebih diperluas. Akan tetapi ada banyak pertanyaan yang harus dijawab berkenaan dengan hal ini.

Dalam strategi ini anak dikenalkan dengan pedoman: gunakan beberapa ³prinsip operasi´ umum untuk memikirkan serta menetapkan bahasa. Mengembangkan kemampuan dalam bahasa pertama mereka. Kata papa misalnya dapat mengandung berbagai makna bergantung pada situasi dan intonasi. imitasi segera atau immediate imitation. prinsip operasi ini juga menyarankan larangan yang dinyatakan dalam avoidance terms. Produktivitas berarti keefektifan dan keefisienan dalam pemerolehan bahasa yang berpegang pada pedoman buatlah sebanyak mungkin dengan bekal yang telah Anda miliki atau Anda peroleh. Strategi kedua dalam pemerolehan bahasa adalah strategi produktivitas. yaitu sampel bahasa untuk digarap atau dikerjakan. misalnya: hindari kekecualian. hindari pengaturan kembali. Proses Pemerolehan Bahasa Kedua Pemerolehan bahasa berbeda dengan pembelajaran bahasa. pemerolehan bahasa merupakan proses yang bersamaan dengan cara anak-anak. Strategi keempat adalah prinsip operasi. Pemerolehan . Stategi produktif bersifat ³sosial´ dalam pengertian bahwa strategi tersebut dapat meningkatkan interaksi dengan orang lain dan sementara itu bersifat ³kognitif´ juga. imitasi pemerolehan atau elicited imitation.Ada berbagai ragam peniruan atau imitasi. imitasi terlambat delayed imitation dan imitasi dengan perluasan atau imitation with expansion. yaitu imitasi spontan atau spontaneous imitation. Dengan strategi ini anak-anak dihadapkan pada pedoman: hasilkanlah ujaran dan lihatlah bagaimana orang lain memberi responsi. reduced imitation. Hal itu dapat memberikan umpan balik kepada pelajar mengenai ekspresinya sendiri terhadap makna dan juga memberinya sampel yang lebih banyak. Produktivitas adalah ciri utama bahasa. dan mandiri mengenai pengembangan kompetensi dalam bahasa kedua. Selain perintah terhadap diri sendiri oleh anak. Pertama. Strategi ketiga berkaitan dengan hubungan umpan balik antara produksi ujaran dan responsi. berbeda berdikari. Dengan satu kata seorang anak dapat ³bercerita atau mengatakan´ sebanyak mungkin hal. Orang dewasa mempunyai dua cara yang.

Anak-anak memperoleh bahasa. sedangkan belajar bahasa adalah pengetahuan secara formal. Pandangan pemerolehan bahasa secara disuapi adalah pandangan kaum behavioristis yang diwakili oleh B. Kedua. Pemerolehan merupakan suatu proses yang amat kuat pada orang dewasa. Akan tetapi ada hipotesis pemerolehan belajar yang menuntut bahwa orangorang dewasa juga memperoleh bahasa. 3. Pandangan pemerolehan bahasa secara alami yang merupakan pandangan kaum nativistis yang diwakili oleh Noam Chomsky. Lingkungan hanya memiliki peran kecil dalam pemerolehan bahasa. Pemerolehan dan pembelajaran dapat dibedakan dalam lima hal. seorang anak penutur asli. Perilaku bahasa adalah sesuatu yang diturunkan. memiliki ciri-ciri yang sama dengan pemerolehan bahasa pertama. yaitu pemerolehan: 1. Para pemeroleh bahasa tidak selalu sadar akan kenyataan bahwa mereka memakai bahasa untuk berkomunikasi. pemerolehan tidak membantu kemampuan anak. 4. sedangkan orang dewasa hanya dapat mempelajarinya. Anak sudah dibekali apa yang disebut peranti penguasaan bahasa (LAD). pola perkembangan bahasa pada berbagai macam bahasa dan budaya.bahasa merupakan proses bawah sadar.F. 5. sedangkan pembelajaran mendapat pengetahuan secara eksplisit. sedangkan pembelajaran sadar dan disengaja. mendapat pengetahuan secara implisit. Kemampuan berbicara dan memahami bahasa diperoleh melalui . sedangkan pembelajaran mengetahui bahasa kedua. untuk mengembangkan kompetensi dalam bahasa kedua dapat dilakukan dengan belajar bahasa. berpendapat bahwa bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia. Hakikatnya. Orang-orang dewasa juga dapat memanfaatkan sarana pemerolehan bahasa alamiah yang sama seperti yang dipakai anak-anak. secara bawah sadar. sedangkan pembelajaran menolong sekali. kemampuan memungut bahasa bahasa tidaklah hilang pada masa puber. Skinner dan menganggap bahasa sebagai suatu yang kompleks di antara perilaku-perilaku lain. 2. bahasa kedua seperti memungut bahasa kedua.

Lingkungan tidak besar pengaruhnya terhadap perkembangan intelektual anak. Perkembangan bahasa ditentukan oleh lamanya latihan yang disodorkan lingkungannya. Pemerolehan bahasa menuntut interaksi yang berarti dalam bahasa sasaran yang merupakan wadah para pembicara memperhatikan bukan bentuk ucapan-ucapan mereka tetapi pesan-pesan yang . (2) belajar bahasa adalah orang-orang dalam interaksi dinamis. Setiap individu memperoleh bahasa kedua dengan caranya sendiri-sendiri. Dua ciri penting dari pemerolehan bahasa kedua secara alamiah atau interaksi spontan ialah terjadi dalam komunikasi sehari-hari.guru. Strategi-strategi yang dipakai oleh seorang guru sesuai dengan apa yang dianggap paling cocok bagi siswanya. bebas dari pengajaran atau pimpinan. Di dalam kelas ada saja buah yang dapat dianggap sangat penting dan mendasar dalam proses belajar bahasa. Anak tidak memiliki peran aktif dalam perilaku verbalnya. Belajar bahasa dialami anak melalui prinsip pertalian stimulus respon. Anak hanya merupakan penerima pasif dari tekanan lingkungan. Tidak ada keseragaman cara. Pemerolehan bahasa kedua yang diajarkan kepada pelajar dengan menyajikan materi yang sudah dipahami. dan (3) belajar bahasa adalah: orang-orang dalam responsi. Pemerolehan bahasa kedua secara alamiah adalah pemerolehan bahasa kedua/asing yang terjadi dalam komunikasi sehari-hari. yaitu (1) belajar bahasa adalah orang. Materi bergantung pada kriteria yang ditentukan oleh guru. Interaksi menuntut komunikasi bahasa dan mendorong pemerolehan bahasa. Pandangan kognitif diwakili oleh Jean Piaget dan berpendapat bahwa bahasa bukan ciri alamiah yang terpisah melainkan satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari pematangan kognitif. dan bebas dari pimpinan sistematis yang sengaja.rangsangan lingkungan. Anak dapat menguasai bahasanya melalui peniruan. yaitu pemerolehan bahasa kedua secara terpimpin dan pemerolehan bahasa kedua secara alamiah. Pemerolehan bahasa bersamaan dengan proses yang digunakan oleh anak-anak dalam pemerolehan bahasa pertama dan pemerolehan bahasa kedua. Yang penting adalah interaksi anak dengan lingkungannya. Perkembangan bahasa anak adalah suatu kemajuan yang sebarang hingga mencapai kesempurnaan. Cara pemerolehan bahasa kedua dapat dibagi dua cara.

Istilah pemerolehan bahasa kedua atau second language aqcuisition adalah pemerolehan yang bermula pada atau sesudah usia 3 atau 4 tahun.kaidah eksplisit tidaklah relevan bagi pemerolehan bahasa. suatu ciri yang khas antara pemerolehan bahasa pertama dan bahasa kedua belum tentu ada meskipun ada persamaan perbedaan di antara kedua pemerolehan. Kedua.mereka sampaikan dan mereka pahami. dalam pemerolehan bahasa pertama dan bahasa kedua ada kesamaan dalam urutan perolehan butir-butir tata bahasa. yaitu pengaruh pada urutan kata dan karena proses penerjemahan. Salah satu perbedaan antara pemerolehan bahasa pertama dan bahasa kedua ialah bahwa pemerolehan bahasa pertama merupakan komponen yang hakiki dari perkembangan kognitif dan sosial seorang anak. Strategi Pemerolehan Bahasa Kedua . Perbaikan kesalahan dan pengajaran kaidah. Hubungan antara Pemerolehan Bahasa Pertama dan Pemerolehan Bahasa Kedua Ciri-ciri pemerolehan bahasa mencakup keseluruhan kosakata. Ada tiga macam pengaruh proses belajar bahasa kedua. tetapi para guru dan para penutur asli dapat mengubah serta membatasi ucapan-ucapan mereka kepada pemeroleh agar menolong mereka memahaminya. banyak variabel yang berbeda antara pemerolehan bahasa pertama dengan pemerolehan bahasa. Ada pemerolehan bahasa kedua anak-anak dan pemerolehan bahasa kedua orang dewasa. Modifikasi-modifikasi ini merupakan pikiran untuk membantu proses pemerolehan tersebut. sedangkan pemerolehan bahasa kedua terjadi sesudah perkembangan kognitif dan sosial seorang anak sudah selesai. keseluruhan sintaksis. dan pengaruh bahasa pertama walaupun pengaruh isi sangat lemah (kecil). dan kebanyakan fonologi. Ada lima hal pokok berkenaan dengan hubungan pemerolehan bahasa pertama dengan pemerolehan bahasa kedua. dalam pemerolehan bahasa pertama pemerolehan lafal dilakukan tanpa kesalahan. keseluruhan morfologi. pengaruh pada morfem terikat. sedangkan dalam pemerolehan bahasa kedua itu jarang terjadi.

Anak kelompok ekspresif memiliki 50 kata pertama secara proporsional mencakup lebih banyak kata yang dipakai dalam ekspresi-ekspresi sosial (seperti terima kasih. dan Loncatan Atas (LA) sebesar 5. kaos kaki.75. Penggunaan pemahaman nonlinguistik untuk memperhitungkan serta menetapkan hubungan-hubungan makna-ekspresi bahasa merupakan suatu strategi yang amat persuasif atau dapat merembes pada diri anak-anak. Strategi pertama berpegang. Strategi ketiga berpegang pada semboyan: anggaplah bahwa bahasa dipakai secara referensial atau ekspresif dan dengan demikian menggunakan data bahasa. Pusat perhatian tertentu bagi seorang anak mungkin saja berbeda pada periode yang berbeda pada setiap anak. rasa. Strategi ini berlangsung dan beroperasi pada tahap umum dalam karya Brown mengenai dasar kognitif ujaran tahap I.Perlu diingat bahwa strategi-strategi yang telah dikenal perlu dibagi ke dalam komponenkomponennya. rata-rata (PUR) sebesar 1. topi) dan objek-objek yang bergerak dan berubah (seperti mobil. Adapun objek dan persona terus-menerus ada walaupun di luar jangkauan pandangan yang merupakan pemahaman nonlinguistik yang menjadi dasar atau landasan bagi pengarah bahasa atau terjemahan anak-anak terhadap ketidakstabilan atau kemudahan mengalirkan pemikiran ke dalam kategori-kategori bahasa yang lebih pasti. Sifat-sifat atas ciri-ciri perseptual dapat bertindak sebagai butir-butir atau titik-titik vokal bagi anak-anak (misalnya bayangan. pada semboyan: gunakanlah pemahaman nonlinguistik Anda sebagai dasar untuk penetapan atau pemikiran bahasa. palu. dan mereka memperhatikan cara menamai objekobjek itu dalam masyarakat bahasa. ukuran. bentuk). Strategi kedua berpegang pada semboyan: gunakan apa saja atau segala sesuatu yang penting. bunyi. yang menonjol dan menarik hati Anda. Ada dua ciri yang kerap kali penting dan menonjol bagi anak-anak kecil dan berharga bagi sejumlah kata-kata pertama mereka yaitu objek-objek yang dapat membuat anak-anak aktif dan giat (misalnya kunci. Anak-anak kelompok referensial memiliki 50 kata pertama mencakup suatu proporsi nomina umum yang tinggi dan yang seakan-akan melihat fungsi utama bahasa sebagai penamaan objek-objek. jangan begitu) dan lebih sedikit nama-nama objek yang melihat bahasa (terutama sekali) sebagai pelayanan . Perhatian anak-anak juga bisa pada unsur bahasa yang memainkan peranan penting sintaksis dan semantik dalam kalimat. Strategi pertama ini memiliki rerata Panjang Ucapan. jam). Anak-anak memperhatikan objek-objek yang mewujudkan hal-hal yang menarik hati ini.

menyimak. Pandangan Global dan Kecenderungan dalam Pemerolehan Bahasa . fungsi representasi. penentuan hukum dan kaidah. Fungsi representasi berkenaan dengan pernyataan. dan fungsi imajinatif. Ada tujuh fungsi bahasa yaitu fungsi instrumental. fungsi regulasi. nama yang tepat. Strategi ini baik diterapkan pada anak yang berbicara sedikit dan seakan-akan mengamati lebih banyak. karena setiap kali dia bertanya: apa nih? apa tu? maka teman bicaranya mungkin menyediakan label atau. fungsi interaksi. anak berusia sekitar dua tahun akan sibuk membangun dan memperkaya kosakata mereka. Fungsi heuristik berkaitan dengan perolehan pengetahuan dan belajar tentang lingkungan. bertindak selektif. Banyak di antara mereka mempergunakan siasat bertanya atau strategi pertanyaan. Kedua kelompok anak itu menyimak bahasa sekitar mereka secara berbeda. Siasat ini seolah-olah merupakan sesuatu yang efektif. pernyataan setuju tidak setuju. menjelaskan melaporkan. kepada bahasa yang dipakai untuk bergaul. Strategi keempat berpegang pada semboyan: amatilah bagaimana caranya orang lain mengekspresikan berbagai makna. Fungsi instrumental bahasa berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. sedangkan kelompok yang satu lagi. emosi. dan kepribadian. Fungsi regulasi atau pengaturan berkenaan dengan pengendalian peristiwa. Fungsi imajinatif berkaitan dengan daya cipta imajinasi dan gagasan. Fungsi interaksi berkaitan dengan hubungan komunikasi sosial. mengkomunikasikan tindak. Suatu pola yang menarik terjadi pada penggunaan pertanyaan mengapa pada usia sekitar 3 tahun. Strategi kelima berpegang pada semboyan: ajukanlah pertanyaan-pertanyaan untuk memancing atau memperoleh data yang Anda inginkan. Kelompok yang satu memperlakukan bahasa yang dipakai untuk mengacu. fungsi personal. Strategi ini mengingatkan kepada gaya atau preferensi belajar yang berbeda pada anak-anak yang berlainan usia dalam situasi belajar yang lain pula.fungsi-fungsi sosial efektif. Fungsi personal berkenaan dengan kemungkinan seorang pembicara mengemukakan perasaan. mengamati untuk melihat bagaimana makna dan ekspresi verbal saling berhubungan. fungsi heuristik. bersosialisasi.

Masih ada beberapa istilah lagi yaitu bahasa untuk komunikasi luas. Ditinjau dari segi jumlah ada dua pemerolehan yaitu pemerolehan satu bahasa (di lingkungan yang hanya terdapat satu bahasa secara luas). dan pemerolehan bahasa asing (bahasa yang digunakan oleh para pendatang atau bahasa yang memang didatangkan untuk dipelajari). Ditinjau dari segi keserentakan atau keberurutan (khususnya bagi pemerolehan dua bahasa) dikenal pemerolehan (dua bahasa) serentak dan pemerolehan dua bahasa berurutan. Di dalam literatur keduanya sering dipakai berganti-ganti untuk maksud dan pengertian yang sama. dan pemerolehan bahasa tulis (bahasa yang dituliskan. bahasa asli. bahasa modern. bahasa resmi. bahasa nasional. dan bahasa klasik. dan keasliannya. bahasa baku. jumlah. bukan bahasa asli. Ditinjau dari segi media dikenal pemerolehan bahasa lisan (hanya bahasa yang diucapkan oleh penuturnya). Ditinjau dari segi keaslian atau keasingan dikenal pemerolehan. Dalam bahasa satu tercakup istilah bahasa pertama. Ditinjau dari segi bentuk ada tiga pemerolehan bahasa yaitu pemerolehan bahasa pertama yaitu bahasa yang pertama diperoleh sejak lahir. Ada tiga komponen yang menentukan proses pemerolehan bahasa yaitu prospensity (kecenderungan). . yaitu berdasarkan bentuk. dan pemerolehan dua bahasa di lingkungan yang terdapat lebih dari satu bahasa yang digunakan secara luas). bahasa asli (merupakan alat komunikasi penduduk asli). (kemampuan berbahasa). oleh penuturnya). dan bahasa kuat. Dalam bahasa dua tercakup bahasa kedua. language faculty. bahasa ibu. bahasa asing. urutan. dan pemerolehan-ulang. bahasa kedua.Ragam atau jenis pemerolehan bahasa dapat ditinjau dari lima sudut pandangan. dan acces (jalan masuk) ke bahasa. media. Ditinjau dari segi urutan ada dua pemerolehan yaitu pemerolehan bahasa pertama dan pemerolehan bahasa kedua. dan bahasa lemah. bahasa utama. yaitu bahasa yang dulu pernah diperoleh kini diperoleh kembali karena alasan tertentu. Dalam pengertiannya semua istilah itu ternyata hampir sama. bahasa regional. pemerolehan bahasa kedua yang diperoleh setelah bahasa pertama diperoleh.

dan sikap. Dalam pemerolehan bahasa pertama integrasi sosial merupakan suatu faktor yang dominan. Daya tarik menarik bahasa sebenarnya dapat menjadi sebuah ebakan. Sikap meremehkan dengan menggampangkan . (misalnya pengajaran) sampai taraf-taraf tertentu. kebutuhan komunikatif. Integrasi sosial mempunyai sedikit kebermaknaan sebagai faktor penyebab kecenderungan dalam belajar bahasa kedua di tingkat perguruan tinggi atau universitas. Relevansi faktor ini akan berkurang jika beranjak dari pemerolehan bahasa anak menuju bentuk-bentuk pemerolehan bahasa lainnya. maka tidaklah bijaksana mengaitkan kecenderungan dengan proses pemerolehan dengan cara yang umum.Istilah prospensity mencakup seluruh faktor yang menyebabkan pelajar menerapkan kemampuan berbahasa untuk memperoleh sesuatu balasan. morfologi. Komponen kecenderungan ada empat yaitu integrasi sosial. namun kedua faktor itu berbeda. Perbedaan yang ada antara integrasi sosial dan kebutuhan komunikatif sebagai dua komponen kecenderungan yang berinteraksi selalu dengan perbedaam atau motivasi integratif dan motivasi instrumental. Kedua faktor ini kerapkali berlangsung serta bertindak bersama-sama bahu-membahu. kosakata. Bukan berarti bahwa motivasi tidak memberikan kontribusi apa pun kepada kecenderungan. Unsur-unsur komponen kecenderungan itu dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal. Selama tidak mempengaruhi segala aspek pemerolehan bahasa pada taraf yang sama. Sikap subjektif mempengaruhi belajar bahasa dengan cara-cara yang tidak jelas. Hal itu merupakan hasil interaksi mereka yang menentukan kecenderungan aktual pelajar. dan wacana). Pengaruhnya kepada pemerolehan bahasa tentu juga beragam. misalnya disebabkan integritas sosial dan kurangnya rasa percaya diri. Dalam hal-hal tertentu. sintaksis. Kedua faktor tersebut telah dipisahkan secara cermat dan keduanya dapat mempengaruhi pemerolehan bahasa dengan cara-cara yang amat berbeda (dalam ranah fonologi. Ada berbagai ragam jenis kebutuhan komunikasi. pendidikan. Walaupun integrasi sosial jelas sekali mengimplikasikan kepuasan kebutuhan-kebutuhan komunikatif tertentu. Faktor kebutuhan komunikatif harus dibedakan dengan cermat dan tepat dari integrasi sosial. integrasi sosial merupakan faktor yang mengakibatkan pengaruh negatif.

Dengan bertindak demikian pembicara dapat berbuat kesalahan dalam dua hal. dan dalam komunikasi pada umumnya. pelajar mungkin menginterpretasikannya sebagai suatu tanda jarak sosial dan rasa rendah diri dan merasa terhina dengan terlihat berbicara dalam logat khusus seperti ini. Bahasa merupakan dasar fundamental berpikir.mengakibatkan sedikitnya perhatian kepada bahasa yang akan dipelajari. Khasanah kosakata anak seringkali didapat karena melibatkan pemahamannya tentang siapa berbicara dengan siapa. morfologi. nada. Jalan masuk memiliki dua komponen yang berbeda. Pembicara atau penutur asli mempunyai kecenderungan menyesuaikan bahasanya dengan potensi pelajar yang telah diduga itu. modifikasi-modifikasinya dapat menghalangi pemahaman kalau pelajar semakin maju datam bahasa itu. Tidak semua rangsangan yang diterima akan langsung direkam ke memori yang paling dalam. Kedua. Pemrosesan bahasa memerlukan sebuah acces atau jalan masuk. Otak memiliki kapasitas untuk menampung rangsangan-rangsangan yang masuk. Belajar bahasa kedua harus dapat membedakan variasi-variasi tekanan suara. Penyesuaian-penyesuaian belajar bahasa terjadi dalam fonologi. intonasi dari satu bahasa ke bahasa lain. Walaupun masukan dalam pemerolehan bahasa bersifat spontan tetapi pada umumnya terdiri atau ujaran otentik. Bahasa juga dapat memperluas pikiran. Kapasitas dan Acces dalam Belajar Bahasa Belajar bahasa mengandalkan berpikir. di mana. kosakata. sintaksis. Ada keapikan hubungan antara bahasa dan berpikir. Pertama. sambil mengamati gerak tubuh para tokoh dan reaksinya. Tanpa jalan masuk tidak mungkin bahan mentah atau bahan kasar dapat diproses dalam pemerolehan bahasa. hanya sedikit pencurahan dan akhirnya mengantarkan kepada kegagalan belajar bahasa kedua. . fungsi otak akan bekerja sebagaimana belajar. Ada rangsangan atau informasi yang diterima dan ditempatkan hanya sampai tingkat permukaan otak maupun ditolak. Pemerolehan bahasa merupakan sebuah proses. yaitu jumlah yang tersedia dan jajaran jarak kesempatan komunikasi. kapan.

motivasi pelajar untuk mempelajarinya tidak sekuat mempelajari bahasa pertama. bahasa pertama mempengaruhi proses belajar bahasa kedua. banyak waktu untuk mencoba bahasa. pelajar tidak mempunyai banyak waktu untuk mempraktikkan bahasa yang dipelajari. Pertama. motivasi ada karena kebutuhan. Hal itu ditunjang observasi. Kesempatan-kesempatan berkomunikasi secara verbal jauh lebih terbatas pada pemerolehan bahasa kedua terpimpin. lingkungan sekolah sangat menentukan. pelajar disajikan dengan lebih banyak masukan linguistik dengan frekuensi yang meningkat dan dalam jangkauan yang lebih luas. disediakan alat bantu belajar. maka bahasa kedua dipelajari melalui kontak bahasa. . waktu terbatas. dan pelajar memiliki banyak waktu untuk berkomunikasi. Pelajar cenderung berbeda dalam tingkat pemonitoran linguistik mereka. Kedua. Selain itu ada juga ciri lain yaitu bahasa pertama dan bahasa kedua mungkin dipelajari secara bersamaan atau secara berurutan.Pemerolehan bahasa spontan mencakup belajar di dalam interaksi sosial dan melalui interaksi sosial. mendapat lebih banyak kesempatan menguji produksi ujarannya sendiri berlawanan dengan yang datang dari lingkungannya untuk membuktikan hipotesis-hipotesisnya mengenai struktur bahasa sasaran. Pada proses belajar bahas kedua terdapat ciri-ciri disengaja. jika dipelajari secara berurutan maka bahasa kedua dapat dipelajari dalam lingkungan bahasa pertama atau bahasa kedua. Kedua. umur kritis mempelajari bahasa kedua kadang-kadang telah lewat. Struktur Proses Belajar Bahasa dan Kecepatan Pemerolehan Bahasa Pada proses belajar. Pelajar diharuskan mempergunakan sebaik-baiknya segala pengetahuan yang tersedia padanya agar dapat memahami apa yang dikatakan orang lain dan menghasilkan ucapan-ucapannya sendiri. berlangsung setelah si pelajar berada di sekolah. lingkungan keluarga sangat menentukan. belajar bahasa kedua berkaitan dengan perkembangan berbagai keterampilan berbahasa baik secara lisan maupun tertulis. berlangsung sejak lahir. Pertukaran-pertukaran terdiri dari unsur-unsur produksi dan pemahanan bahasa yang µsiap pakai¶ yang maju terus ke tingkat-tingkat yang beragam dalam komunikasi. dan ada orang yang mengorganisasikannya. pertama memiliki ciri-ciri tidak disengaja. bahasa kedua biasanya dipelajari melalui pengajaran.

suka mengikuti parkembangan bahasa. Pengaruh bahasa pertama juga merupakan fakta dalam interaksi yang terjadi antara bahasawan bahasa pertama dan bahasa kedua. melainkan pada latar belakang linguistik yang berbeda-beda dari bahasa kedua (B2) pelajar. . komunikasi. semantik. Pengaruh bahasa pertama kian bertambah pada bahasa kedua jika pelajar diharapkan menghasilkan bahasa kedua sebelum dia mempunyai penguasaan yang cukup memadai terhadap bahasa barunya. Ada pandangan yang menyatakan bahwa kesalahan bukan bersumber pada struktur bahasa pertama. dan mengikuti perubahan makna kerangka konteks sosial. Satu-satunya sumber utama kesalahan-kesalahan sintaksis dalam penghasilan bahasa kedua orang dewasa adalah bahasa pertama si pelaku. aktif. suka berkomunikasi. Mayoritas kesalahan-kesalahan tersebut lebih banyak dalam susunan kata daripada dalam morfologi. strategi. mengikuti ujarannya dan membandingkannya dengan ujaran yang baku. Ciri pelajar yang baik ialah. eksperimental. formal. baik dalam upaya komunikasi maupun terjemahan. tetapi secara berangsurangsur mereka bersandar pada sistem bahasa kedua dan aksen atau tekanan (logat) mereka pun menghilang. Pelajar akan bergantung pada struktur-struktur bahasa pertama. Peranan Bahasa Pertama dalam Proses Pemerolehan Bahasa Kedua Bahasa pertama mempunyai pengaruh positif yang sangat besar terhadap bahasa kedua sebesar 4 ± 12 % dari kesalahan-kesalahan dalam tata bahasa yang dibuat oleh anak-anak berasal dari bahasa pertama. praktis. empatik. mau dan menjadi seorang penerka yang baik. praktis. Anak-anak memproses sistem bunyi baru melalui pola-pola fonologis bahasa pertama pada tahap-tahap awal pemerolehan bahasa kedua. dan strategi internalisasi. Bidang yang sangat kuat dipengaruhi oleh bahasa pertama adalah pengucapan.Ada 10 strategi dalam proses belajar bahasa yaitu strategi perencanaan. monitor. kadang-kadang tidak malu terhadap kesalahan dan siap memperbaikinya. sebesar 8 ± 23 % merupakan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh orang dewasa.

bahasa sumber . kata demi kata. tetapi dalam jangka panjang akan lebih bermanfaat kalau bahasa dipergunakan untuk maksud dan tujuan komunikasi. Kurangnya desakan penghasilan ujaran lisan akan menguntungkan bagi anak-anak dan orang dewasa menelaah bahasa kedua dalam latar-latar formal. Pengaruh bahasa pertama bukanlah merupakan hambatan atau rintangan proaktif. Bahasa pertama dapat merupakan pengganti bahasa kedua yang telah diperoleh sebagai suatu inisiator atau pemrakarsa ucapan apabila pelajar bahasa kedua harus menghasilkannya dalam bahasa sasaran. melainkan akibat dari penyajian yang justru diperbolehkan menyajikan sesuatu sebelum dia mempelajari perilaku baru itu. Pengaruh bahasa pertama lebih lemah dalam morfem terikat. Seseorang dapat saja menghasilkan kalimat-kalimat dalam bahasa kedua tanpa suatu pemerolehan. Pengaruh bahasa pertama merupakan petunjuk bagi pemerolehan yang rendah. Bahasa antara adalah bentuk ujaran yang belum atau tidak ada modelnya pada kedua bahasa baik bahasa pertama maupun bahasa kedua. Pengaruh bahasa pertama dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak alamiah. Jika bahasa kedua berbeda dengan bahasa pertama. Pemerolehan bahasa mungkin pelan-pelan. Anak-anak mungkin membangun atau membentuk kompetensi yang diperoleh melalui masukan. tetapi tidak cukup kemampuan bahasa kedua yang telah diperolehnya.Pengaruh bahasa pertama terlihat paling kuat dalam susunan kata kompleks dan dalam terjemahan frase-frase. Input dan Interaksi dalam Proses Pemerolehan Bahasa Seorang anak akan dihadapkan pada dua penguasaan bahasa dalam mempelajari bahasa kedua (B2) yaitu memperoleh bahasa pertama sedangkan ia sendiri akan berupaya mempelajari bahasa kedua. Pengaruh bahasa pertama paling kuat atau besar dalam lingkungan-lingkungan pemerolehan yang rendah. model monitor dapat dipakai dengan menambahkan beberapa morfologi dan melakukannya dengan sebaik-baiknya untuk memperbaiki susunan kata. Pengobatan atau penyembuhan bagi interferensi hanyalah penyembuhan bagi ketidaktahuan belajar.

(2) pilihan implisit-eksplisit. kompetensi berkomunikasi. Hipotesis segi situasi membicarakan faktorfaktor situasional yaitu siapa ditujukan kepada siapa. Ideosinkresi adalah bentuk ujaran yang tidak terdapat dalam model bahasa kedua atau yang dipelajari. kompetensi semantik. proses-proses dan keluaran linguistik. Terdapat hipotesis yang disusun dalam bagian-bagian yang berhubungan dengan komponen pemerolehan bahasa kedua yang ditinjau dari segi umum. menguasai bentuk kata. dan menguasai makna. Ada tiga persoalan utama proses belajar yaitu (1) Perbedaan antara dominasi yang tak dapat dihindari. masukan. bagaimana secara vertikal dan bagaimana secara horisontal. tentang apa. Tahap kompetensi perantara disebut kompetensi trasisional atau bahasa antara. apakah mengikuti perkembangan alamiah atau tidak. terdapat di dalam otak siswa yang mempelajari bahasa pertama dengan ketidakcakapan siswa menguasai bahasa kedua. apakah merupakan penyebab utama bahasa pemeroleh. Hipotesis keluaran linguistik menyangkut sifat keluaran linguistik. persepsi. keuniversalan bahasa serta korolari. minat maupun motivasi. (3) dilema komunikasi dengan kode. Setiap bahasa antara mewakili satu tahap kompetensi yang berisi bentuk-bentuk yang benar maupun yang tidak benar dalam bahasa yang dipelajari. Empat pemerolehan ini lamakelamaan berlangsung secara otomatis dan pada akhirnya digunakan siswa untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari. dan di mana serta apakah mempengaruhi urutan perkembangan atau tidak. situasi. Hipotesis perbedaan pelajar menyangkut personalitas pelajar bahasa baik itu sikap. dan apakah ada keragaman di antaranya. bahasa ibu maupun bahasa yang dipelajari. Proses belajar bahasa berkembang melalui beberapa tahap. Ada empat kompetensi yakni kompetensi formal.maupun bahasa sasaran. serta apakah bahasa pertama dapat mempengaruhi perkembangan pemerolehan. apakah dapat menentukan perkembangan pemerolehan atau tidak. Ada empat pemerolehan dalam belajar bahasa yaitu menguasai bunyi bahasa. . kapan. Keempat kompetensi itu dikuasai secara bertahap. menguasai kalimat. Hipotesis segi umum ini membicarakan perihal bagaimana pemerolehan bahasa kedua. Hipotesis proses-proses pelajar membicarakan bahasa antara. perbedaanperbedaan pelajar. Hipotesis input atau masukan membicarakan masukan dan interaksi sekaligus. dan kreativitas.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional. Berdasarkan jenis kelamin penduduk.00 jiwa. dinamis atau statis. SMTP. SMTA. bahasa Indonesia mempunyai tiga fungsi. yaitu hanya 5 % sedangkan propinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 53 %. di kota besar atau di desa. Perolehan bahasa Indonesia dapat dilihat dari beberapa sudut yaitu sebagai bahasa pertama atau bahasa kedua. alat perhubungan pada tingkat nasional. oleh orang dewasa atau anak-anak. laki-laki dapat berbahasa Indonesia sebesar 81% sedangkan yang perempuan 84 %. jumlah penduduk kota. sistemis atau sistematis. kelompok 0-4 hanya sebesar 2. bahkan sampai di perguruan tinggi.692. Di antara 146 juta jiwa penduduk Indonesia hanya 12 % yang berbahasa Indonesia sehari-hari.apakah formulaik atau tidak. Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran pokok di SD. dan sebagai alat perhubungan antarbudaya dan antar.446.000 jiwa dan kelompok umur 5-9 tahun sebesar 2. sedangkan di kalangan anak-anak. yaitu: sebagai alat pemersatu suku-suku bangsa di Indonesia. kreatif atau monoton. Di desa. Golongan umur 25 ± 49 tahun merupakan kelompok umur yang tertinggi dalam pemakaian bahasa Indonesia. bahasa Jawa 40 %. bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia.103.daerah. . ilmu dan teknologi. sebagai lambang kebanggaan dan identitas nasional. dan sebagai alat pengembangan kebudayaan. Berdasarkan sensus penduduk tahun 1980 tercatat bahwa bahasa Indonesia dipakai seharihari di rumah hanya oleh 12% penduduk Indonesia. bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi dalam kepentingan kenegaraan. bervariabel atau tidak. sedangkan bahasa Sunda 15 %. Dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi.000 jiwa. Kedudukan Bahasa Indonesia dalam Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi di Indonesia. jumlah penduduk laki-laki dapat berbahasa Indonesia adalah 60 % sedangkan yang perempuan adalah 49%. kelompok umur 15-24 tahun sebanyak 4. DKI Jakarta menduduki peringkat terbaik dalam keniraksaraan.

tanpa bimbingan. Jika diperoleh di lingkungan Bahasa Pertama. Bahasa Kedua (B2) didapat pada usia prasekolah atau pada usia Sekolah Dasar. setelah orang dan bahasa-bahasa India hampir lenyap dalam abad ke-19. Di Amerika Serikat. Bahasa Kedua didapat melalui interaksi tidak formal. Pada tahun 1975. Jika didapat dalam waktu yang berbeda. Proses pemerolehan terjadi secara alamiah. disengaja. Di kota besar 24. Proses belajar terjadi secara formal. Bahasa Pertama (B1) dan Bahasa Kedua (B2) didapat bersama-sama atau dalam waktu berbeda. Hal itu berhubungan dengan pola berbahasa masyarakat kota dan desa. bahasa Indonesia bukan bahasa pertama mereka. dan dilakukan dengan sadar. 6. tanpa sadar. jika didapat di lingkungan Bahasa Kedua.2 %. + 17 % orang Amerika menyatakan memakai bahasa lain selain dari bahasa Inggris dalam masa kanak-kanak. Empirisme Dalam Teori Belajar B2 . Bahasa Kedua (B2) dapat diperoleh di lingkungan Bahasa Pertama (B1) dan Bahasa Kedua (B2). 4. ada bimbingan. melainkan bahasa kedua. melalui interaksi edukatif. ada penambahan dari tahun 1950 ke tahun 1960 dan dari tahun 1960 ke tahun 1970. 3. Pengenalan/penguasaan bahasa Indonesia dapat terjadi melalui proses pemerolehan atau proses belajar. Bahasa Kedua dipelajari melalui proses belajar formal. yang lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia untuk media dalam berbagai lingkungan kebahasaan dan heterogenitas kebahasaan yang ada. melalui keluarga. 5. melalui interaksi tak formal dengan orang tua dan/atau teman sebaya. 2. atau ketiga.2 % berbanding 3.Cukup besar perbedaan persentase anak belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dengan orang dewasa.4 % berbanding 5 % dan di desa 16. Pemerolehan Bahasa Kedua 1. Secara keseluruhan perbedaannya ialah 21.3 % untuk anak-anak dan 43 % untuk orang dewasa. atau anggota masyarakat Bahasa Kedua. Bagi sebagian besar anak Indonesia.

7. 9. 2. Kaum behavioris berpendapat bahwa pikiran anak merupakan tabula rasa (kertas kosong) yang akan diisi dengan asosiasi antara S dan R. 5. 4. hipotesis monitor. Rasionalisme dalam Teori Belajar B2 1. hipotesis tentang urutan alamiah pemerolehan struktur gramatikal. Kaum behavioris berpendapat bahwa proses belajar pada manusia sama dengan proses belajar pada binatang. 8. 2. dan hipotesis saringan. didasarkan atas data yang dapat diamati. Kaum behavioris menganggap bahwa proses belajar bahasa adalah sebagian saja dari proses belajar pada umumnya. Menurut Chomsky prinsip universal ³ditemukan´ oleh anak membentuk ³tata bahasa inti´ yang sama dalam semua bahasa. Pembentukan kebiasaan ini disebut pengkondisian. Prinsip-prinsip di atas merupakan hasil perangkat pemerolehan bahasa (LAD) yang mencakup prinsip-prinsip universal substantif dan prinsip universal formal. Krashen mengemukakan model belajar yang disebut ³model monitor´ yang mencakup 5 hipotesis. Teori belajar behavioris bersifat empiris. Bahasa manusia merupakan suatu sistem respons yang canggih yang terbentuk melalui pengkondisian operant/belajar verbal (bahasa). Teori belajar bahasa yang termasuk aliran rasionalisme ialah teori tata bahasa universal. Di samping tata bahasa inti di dalam bahasa. 6. Belajar adalah proses pembentukan hubungan asosiatif antara stimulus dan respons yang berulang-ulang.1. Menurut kaum behavioris manusia tidak memiliki potensi bawaan untuk belajar bahasa. 5. Perilaku terbentuk dalam rangkaian asosiatif. hipotesis masukan. 4. 3. . teori monitor dan teori kognitif. 3. ada tata bahasa ³periferal´ yang tidak ditentukan oleh tata bahasa universal. Menurut pandangan mereka semua perilaku merupakan respons terhadap stimulus. Pengkondisian selalu disertai ganjaran sebagai penguatan asosiasi antara S dan R. Teori tata bahasa universal mencakup seperangkat elemen gramatikal atau prinsipprinsip yang secara alami ada pada semua bahasa manusia. yaitu hipotesis perbedaan pemerolehan dan proses belajar bahasa.

strategi. Model ini mencakup tiga tingkat yaitu tingkat ego. Menurut Krashen. kegiatan/materi yang dirancang untuk memudahkan belajar dan orang yang belajar. 9. Untuk mencapai kemahiran bahasa subsubketerampilannya harus dilatih. 8. Melalui pemerolehan yang terjadi di bawah sadar anak-anak mendapatkan intuisi bahasa (rasa bahasa). Pada tahun 80-an Titone mengajukan model belajar bahasa yang disebut model Holodinamik (HDM). 4. Peranan pengajaran secara umum ialah dalam memberikan kemudahan agar siswa Bahasa Kedua (B2) dapat mencapai tujuan belajar yang mencakupi subsubketerampilan membaca. belajar bahasa terjadi sebagai pemerolehan keterampilan kognitif yang kompleks. tujuan. dan taktik. yang selalu berubah strukturnya sesuai dengan perkembangan kemahiran. Pengajaran mencakupi 3 unsur pokok dan banyak unsur yang merupakan konvensi. menyimak. menulis. waktu. dan mengapresiasi sastra dalam Bahasa Kedua (B2). dan diorganisasikan ke dalam sistem yang sudah dimiliki. diotomatisasikan. kelompok. Krashen menyatakan pengajaran yang diciptakan sebagai lingkungan kondusif memegang peranan penting dalam memberikan masukan-masukan terutama bagi . Teori kognitif bersumber pada psikologi kognitif dan berfokus pada proses kognitif yang lebih umum. lingkungan. Model ini menunjukkan perpaduan ciri-cici aliran behaviorisme dan aliran kognitif serta sangat mementingkan aspek-aspek kepribadian. Peranan Pengajaran Bahasa dalam Memperoleh Bahasa Kedua 1.6. Menurut teori kognitif. yang tidak diperoleh melalui proses belajar terutama pada tahap awal. berbicara. belajar hanya dapat berfungsi sebagai monitor bila disertai dengan kondisi yang memadai. Pengajaran Bahasa Kedua (B2) adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memudahkan orang lain belajar. 7. diintegrasikan. 2. Unsur pokok pengajaran ialah orang yang mengajar (guru). 5. Unsur pokok bersifat umum/universal sedangkan konvensi dibatasi oleh negara. 3.

Belajar Bahasa Kedua (B2) adalah belajar dalam konteks pemakaian bahasa yang sebenarnya. 8. Metode tata bahasa terjemahan tidak membuat siswa terampil menggunakan bahasa. kegiatan belajar. jika diperlukan Bahasa Kesatu (B1) dan penerjemahkan dapat digunakan. Tubian yang dilakukan mencakupi tubian pengulangan dan tubian respons. 7. tubian pola. Siswa harus dilatih menggunakan bahasa secara tepat. evaluasi disusun dengan mempertimbangkan dan untuk kepentingan siswa. 5. tetapi tahu tentang bahasa. Bahan/kegiatan belajar yang disediakan menentukan apa yang mungkin dikuasai siswa dan bagaimana kualitas penguasaannya. Materi. Siswa merupakan pusat pengajaran. Dalam pelaksanaannya. materi/kegiatan belajar dan siswa. memantau kemajuan. Peranan pengajaran Bahasa Kedua (B2). membantu siswa dalam kesulitan belajar. Guru memegang peranan yang penting dalam memberikan kemudahan menumbuhkan/memelihara/meningkatkan motivasi. mengorganisasikan siswa. Belajar Bahasa Kedua (B2) adalah belajar menggunakan Bahasa Kedua (B2) tersebut dalam berbagai fungsinya.siswa yang tidak mempunyai kesempatan memperoleh masukan dari lingkungan informal. Pengajaran Bahasa Kedua (B2) berpusat pada siswa dengan mempertimbangkan bagaimana siswa belajar B2. 6. memilih/menentukan bahan ajar mengelola/mengarahkan kegiatan belajar. 6. 7. 8. Pemahaman Budaya Bahasa Kedua (B2) perlu ditumbuhkan dalam pengajaran Bahasa Kedua (B2). berdasarkan unsur-unsur pokoknya dapat dirinci sebagai peranan guru. Prinsip dan Metode Pengajaran B2 1. Tujuan pengajaran bahasa komunikatif ialah agar siswa dapat berkomunikasi dalam permaian bahasa yang sebenarnya dalam bentuk bahasa yang diterima. Pengajaran bahasa perlu memperhatikan kebutuhan afektif dan kognitif pelajaran. Metode langsung diterapkan melalui kegiatan dialog. 2. dan penerapan. . Tata bahasa diberikan. 3. 4. 9.

10. Pendekatan alamiah dikembangkan berdasarkan keyakinan bahwa penguasaan bahasa lebih banyak terjadi melalui proses pemerolehan secara alamiah yang digabungkan dengan teori monitor dan Krashen. . Pendekatan ini dalam penerapannya sangat mementingkan pemerolehan kosakata. Pemahaman dan retensi paling baik dipelajari melalui gerakan fisik sebagai respons terhadap perintah guru. Proses siswa dilaksanakan melalui langkah = latihan mendengarkan. Pengajaran dengan respons fisik total menekankan penguasaan kemampuan menyimak pada awal pelajaran. produksi dan membaca serta menulis. Kegiatan berbicara baru dilakukan bila siswa sudah benar-benar siap.9.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.