P. 1
Model Pembelajaran Think

Model Pembelajaran Think

|Views: 356|Likes:
Published by Khodijah Dewi

More info:

Published by: Khodijah Dewi on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

Model Pembelajaran Think-Talk-Write Model Pembelajaran kooperatif dapat didefinisikan sebagai sistem kerja/ belajar kelompok

terstruktur. Lima unsur pokok yang termasuk dalam struktur ini adalah saling ketergantungan positif, tanggung jawab individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok. Model Pembelajaran Think-Talk-Write merupakan salah satu dari model pembelajaran kooperatif yang membangun secara tepat untuk berfikir dan refleksikan dan untuk mengkoordinasikan ide-ide serta mengetes ide tersebut sebelum siswa diminta untuk menulis. Think artinya berfikir (Kamus Inggris-Indonesia). Dalam KBBI berfikir artinya menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Menurut Sadirman (2006:46) berfikir adalah aktivitas mental untuk dapat merumuskan pengertian, menyintesis dan menarik kesimpulan. Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, berfikir (think) merupakan kegiatan mental yang digunakan untuk mengambil keputusan misalnya merumuskan pengertian, menyintesis, dan menarik kesimpulan setelah melalui proses pertimbangan. Talk artinya berbicara (Kamus Inggris-Indonesia). Sedangkan dalam KBBI bicara artinya pertimbangan, pikiran, pendapat. Write artinya menulis (Kamus Inggris-Indonesia). Dalam KBBI menulis adalah membuat huruf, angka dsb dengan pena, pensil, kapur dsb. Sehingga model think-talk-write merupakan perencanaan dan tindakan yang cermat mengenai kegiatan pembelajaran yaitu melalui kegiatan berfikir (think), berbicara/berdiskusi, bertukar pendapat (talk) dan menulis hasil diskusi (write) agar kompetensi yang diharapkan tercapai. Model pembelajaran think-talk-write yang diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin dengan alasan bahwa model ini membangun secara tepat untuk berfikir dan refleksikan dan untuk mengkoordinasikan ide-ide serta mengetes ide tersebut sebelum siswa diminta untuk menulis. Model pembelajaran think-talk-write yang dipilih dalam penelitian dibangun dengan memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan kegiatan tersebut (berfikir, merefleksikan untuk menyusun ide-ide dan menguji ide-ide itu sebelum menulisnya). Tahap-tahap pembelajaran think-talk-write Pembelajaran think-talk-write yang dipilih pada penelitian ini dibangun dengan memberikan waktu kepada siswa untuk melakukan kegiatan tersebut (berpikir, merefleksikan dan untuk menyusun ide-ide, dan menguji ide-ide itu sebelum menulisnya). Ada tiga tahap pembelajaran model think-talk-write, yaitu: 1) Tahap pertama kegiatan siswa yang belajar dengan strategi think-talk-write adalah think, yaitu tahap berfikir dimana siswa membaca teks berupa soal. Dalam tahap ini siswa secara individu memikirkan kemungkinan jawaban (srategi penyelesaian), membuat catatan kecil tentang ide-ide yang terdapat pada bacaan, dan hal-hal yang tidak dipahaminya sesuai dengan bahasanya sendiri. 2) Tahap kedua adalah talk (berbicara atau berdiskusi) memberikan kesempatan kepada siswa untuk membicarakan tentang penyelidikannya pada tahap pertama. Pada tahap ini siswa merefleksikan, menyusun serta menguji ide-ide dalam kegiatan diskusi kelompok.

Diskusi diharapkan dapat menghasilkan solusi atas soal yang diberikan. Tulisan ini terdiri dari landasan konsep yang digunakan. dirancang pembelajaran yang mengikuti langkah-langkah berikut: a) Siswa membaca teks dan membuat catatan dari hasil bacaan secara individu untuk dibawa keforum diskusi. 2008: 90). d) Kegiatan terakhir pembelajaran adalah membuat refleksi dan kesimpulan atas materi yang dipelajari.3) Tahap ketiga adalah write. dan mendorong siswa untuk berpartisipasi secara aktif yaitu soal-soal yang mempunyai jawaban divergen atau open ended task. Sebelum itu dipilih satu atau beberapa siswa sebagai perwakilan kelompok untuk menyajikan jawabannya. peranan dan tugas guru dalam usaha mengefektifkan penggunaan strategi ini adalag mengajukan dan menyediakan tugas yang memungkinkan siswa terlibat secara aktif berfikir. Pemahaman dibangun melalui interaksi dalam diskusi. Dalam kegiatan ini mereka menggunakan bahasa dan kata-kata mereka sendiri untuk menyampaikan ide-ide matematika dalam diskusi. sedangkan kelompok lain diminta memberikan tanggapan. . mendorong dan menyimak dengan hati-hati ide-ide yang dikemukakan siswa secara lisan dan tertulis. serta memonitor. (Huinker dan Laughlin. Untuk mewujudkan pembelajaran yang sesuai dengan harapan diatas. strategi penyelesaian dan strategi yang diperolehnya. b) Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman satu grup untuk membahas isi catatan. mempertimbangkan dan memberi informasi terdahap apa yang digali siswa dalam diskusi. c) Siswa mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang memuat pemahan dan komunikasi matematika dalam bentuk tulisan (write). menilai.1996: 82) Menurut Silver dan Smith (dalam Martinis. keterkaitan dengan materi sebelumnya. siswa menuliskan ide-ide yang diperolehnya dari kegiatan tahap pertama dan kedua.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->