P. 1
ASKEP ALZHEIMER

ASKEP ALZHEIMER

5.0

|Views: 2,009|Likes:
Published by Naimz Rivers

More info:

Published by: Naimz Rivers on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN

KONSEP MEDIS

A.

Defenisi

Penyakit Alzheimer merupakan penyakit dengan onset yang lambat dan gradual. Pertama kali menyerang bagian otak yang mengontrol memori dan selanjutnya bagian otak lain yang mengatur fungsi intelektual, emosional dan tingkah laku, sehingga seringkali disertai sindrom-sindrom perilaku seperti psikosis, agitasi dan depresi. Penyakit Alzheimer ini biasanya timbul antara umur 50 dan 60 tahun. Terdapat degenerasi korteks yang difus pada otak di lapisan-lapisa luar terutama di daerah frontal dan temporal. Atropi ini dapat dilihat pada pneumoensefalogram dimana tampak sisterna ventrikel membesar serta banyak hawa di ruang subarakhnoid (giri mengecil dan sulkus-sulkus melebar). B. Etiologi Otak merupakan organ yang sangat kompleks. Di otak terdapat area-area yang mengurus fungsi tertentu, misalnya bagian depan berkaitan dengan fungsi luhur seperti daya ingat, proses berpikir dsb, otak bagian belakang berkaitan dengan fungsi penglihatan dan sebagainya. Dari hasil riset yang dilakukan, diketahui bahwa pada Penyakit Alzheimer terjadi kehilangan sel saraf di otak di area yang berkaitan dengan fungsi daya ingat, kemampuan berpikir serta kemampuan mental lainnya. Keadaan ini diperburuk dengan penurunan zat neurotransmiter, yang berfungsi untuk menyampaikan sinyal antara satu sel otak ke sel otak yang lain. Kondisi abnormal tersebut menjadi penyebab mengapa pada penyakit Alzheimer fungsi otak untuk berpikir dan mengingat mengalami kemacetan.

C.

Manifestasi klinis

1. Lupa kejadian yang baru dialami. Lupa akan nama teman, nomor telepon rekan bisnis dan pekerjaan adalah hal yang biasa terjadi, masih dapat dikatakan normal karena biasanya kita masih dapat mengingatnya lagi beberapa saat kemudian. Orang dengan kepikunan / demensia mengalami kelupaan yang sangat sering sehingga mengganggu fungsi kehidupannya sehari-hari, dan mereka tidak dapat mengingat kembali kejadian yang baru dialaminya sekalipun telah dicoba mengingatkan kembali. 2. Kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari. Seseorang yang penuh kesibukan bisa saja meninggalkan dapur dalam keadaan berantakan dan baru ingat untuk menghidangkan dan merapikannya setelah hampir selesai makan. Seseorang dengan demensia Alzheimer mungkin dapat menyiapkan makanan di dapur tetapi kemudian bukan hanya tidak ingat untuk menghidangkannya di meja makan bahkan ia juga lupa bahwa ia telah memasak makanan didapur. 3. Kesulitan dalam berbahasa. Kadang-kadang seseorang mengalami kesulitan untuk mencari kata yang tepat untuk berbicara, tetapi orang dengan penyakit Alzheimer dapat lupa katakata yang sederhana atau menggantikannya dengan kata yang tidak sesuai, sehingga kalimat yang diucapkannya tidak dapat dimengerti. 4. Disorientasi waktu dan tempat. Lupa nama hari atau tempat tujuan untuk sesaat masih termasuk normal. Akan tetapi jika terjadi lupa tempat dimana ia berada, tersesat di jalan yang biasa dikenalnya, tidak tahu bagaimana ia sampai di tempat tsb dan tidak bisa mencari jalan pulang ke rumahnya sendiri maka hal ini menunjukkan gejala penyakit Alzheimer. 5. Tidak mampu membuat keputusan. Seorang ibu dapat terlarut, asyik dan tenggelam dalam aktivitasnya sementara waktu sampai lupa memperhatikan anak-anaknya. Tetapi orang dengan

Salah menaruh barang-barang. Seseorang dengan Alzheimer dapat menjadi sangat pasif dan apatis sehingga diperlukan usaha keras dan untuk menarik minatnya agar mau ikut beraktivitas. Setiap orang bisa merasa sedih dan murung dari waktu ke waktu. termasuk ketidakmampuan untuk mempelajari informasi yang baru atau me-recall informasi yang telah dipelajari . namun seseorang dengan penyakit Alzheimer menunjukkan perubahan kepribadian yang drastis. 8. Bisa jadi iapun berpakaian tidak sebagaimana mestinya. kalimat majemuk dan peribahasa maupun pemahaman konsep. dari tenang-tenang tiba-tiba menjadi menangis atau marah tanpa suatu alasan yang jelas. Seorang penderita Alzheimer dapat memperlihatkan perubahan suasana perasaaan dalam waktu singkat. misalnya memakai baju berlapis-lapis atau pergi ke kantor dengan pakaian tidur. Gangguan memori. Kesulitan berpikir abstrak. Perubahan kepribadian.Alzheimer akan lupa sama sekali bahwa ia tengah menjaga anakanaknya. 9. Seseorang dengan penyakit Alzheimer mungkin dapat meletakkan benda-benda di tempat yang tidak seharusnya misalnya seterika ditaruh di dalam kulkas. Setiap orang bisa saja lupa dimana menaruh kunci atau dompet. Kehilangan inisiatif. Perubahan suasana perasaan dan perilaku. Meskipun usia dapat berpengaruh terhadap perubahan kepribadian. aktivitas bisnis atau kegiatan sosial lainnya adalah normal bila setelah beberapa waktu mempunyai minat kembali. 6. penakut atau mudah bimbang dan kebingungan. Merasa lelah terhadap pekerjaan rumah tangga. Penderita Alzheimer akan mengalami kesulitan dalam hitung menghitung. 7. Gejala klinis yang berkaitan dengan defisit kognitif multipel antara lain : a. 10. atau arloji diletakkan di dalam panci. misalnya menjadi pencuriga.

dapat tersesat di tempat-tempat yang familiar. (agnosia). meskipun fungsi organ sensorik masih utuh. b. pembagian Alzheimer Dalam perjalanannya. Gangguan dalam kemampuan untuk merencanakan. penyakit Alzheimer dapat dibagi dalam 3 fase meliputi : Fase awal (Ringan).sebelumnya. Pada tahap ini pasien mulai mengalami kehilangan memori maupun fungsi kognitif lainnya. b. Gangguan berkomunikasi mulai timbul : • Mulai mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri mereka sendiri. • Lupa kisah hidup mereka sendiri dan peristiwa yang baru terjadi. D. e. • Mengulang pertanyaan dan kalimat. Gangguan berbahasa (aphasia). d. tapi pasien masih dapat mengkompensasinya dan masih dapat berfungsi secara normal dan independen dengan sedikit pertolongan. lupa nama dan kata-kata dan menghindar berbicara untuk mencegah kesalahan. mulai timbul di fase ini. Gangguan dalam kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik meskipun fungsi organ motorik masih utuh (apraxia). Ciri-cirinya : a. • Menarik diri dari lingkungan sosial dan tantangan-tantangan mental. Sikap apati dan kecenderungan menarik diri yang merupakan gambaran di semua fase. • Disorientasi waktu dan tempat . Gangguan dalam mengenali objek. c. mengorganisasikan. • Kadang tidak mampu untuk berbicara dengan benar meski masih dapat . berpikir sekuensial dan abstrak (gangguan fungsi eksekutif). Gangguan Kognitif dan memori : • Bingung. • Kurang mampu untuk mengorganisasikan dan merencanakan sesuatu serta untuk berpikir logik.

Tapi masih dapat membedakan wajah yang familiar dengannya dari yang tidak dikenalnya. Perubahan kepribadian mulai timbul : • Apatis. • Cemas. hari dan waktu. halusinasi dan paranoid. Muncul sikap agresif. Gangguan kognitif dan memori makin memberat.berespon dan bereaksi terhadap apa yang dikatakan kepada mereka ataupun terhadap humor yang dilontarkan. d. Ciri-cirinya : a. • Mengalami kesulitan untuk memahami bahan bacaan c. Perilaku yang aneh mulai timbul : • Mencari dan menimbun benda-benda yang tidak berharga. ataupun kejutan... • Disorientasi cuaca. • Lupa makan secara teratur ataupun hanya makan satu jenis makanan saja. Masalah keuangan dan aritmetika semakin meningkat. Gambaran utama dari fase ini adalah penurunan fungsi dari berbagai sistem tubuh pada saat yang bersamaan dan membuat ketergantungan pada orang lain yang merawat menjadi meningkat. agitasi dan iritabel. 2. kepribadian mulai berubah dan masalahmasalah fisik mulai meningkat. • Mengalami kesulitan untuk mengingat nama dan wajah teman dan keluarga... • Tidak dapat berpikir logik secara jernih.. Tidak mengenal diri sendiri di depan cermin dan dapat menganggap suatu cerita di televisi sebagai suatu kenyataan. Gangguan Kognitif dan memori yang signifikan: • Lupa kisah hidupnya sendiri dan peristiwa yang baru terjadi. Tidak dapat mengatur pembicaraan mereka sendiri Tidak dapat lagi mengikuti instruksi oral maupun tulisan. Fase menengah (sedang). rasa lelah. • Tidak sensitif terhadap perasaan orang lain • Gampang marah terhadap hal-hal yang mendatangkan frustasi. • Terputus dari realitas. • Masih mengingat nama sendiritapi kesulitan untuk mengingat alamat dan nomer telefon. menarik diri dan menghindari orang lain. .

mencium dan mengecap sesuatu yang tidak nyata. • Tidak merasa nyaman duduk di kursi atau di toilet. Peningkatan dependensi : • Dapat makan sendiri. agresif dan mengancam • Halusinasi dan delusi muncul. gejala kognittif dan . tidur sepanjang siang) e. Perilaku aneh yang timbul : • Perilaku seksual yang menyimpang (seperti : menganggap orang lain sebagai pasangannya dan bermasturbasi di depan umum) • Berbicara sendiri. membakar diri sendiri). mandi. Pada fase ini dapat dijumpai kemunduran kepribadian. f. dan menggunakan toilet. 3. • Cemas. • Kesulitan menyelesaikan kalimat c. pertanyaan dan bahasa tubuh. Perubahan kepribadian mulai signifikan : • Apatis. Dapat melihat. • Masih dapat membaca tapi tidak berespon dengan tepat terhadap materi bacaannya. d. memahami. paranoid (seperti menuduh pasangan berhianat atau anggota keluarga ada yang mencuri). curiga. agitasi dan iritabel. sikat gigi. • Tidak dapat lagi ditinggalkan sendiri dengan aman (dapat meracuni diri sendiri. Penurunan kontrol sadar : • Inkontinensia uri dan feses. Gangguan berkomunikasi : • Mengalami kesulitan dalam berbicara.b. (hampir sepertiga hingga setengah penderita alzheimer berbicara sendiri) • Perubahan siklus tidur yang normal ( terjaga sepnajang malam. • Mengulang-ulang cerita. membaca dan menulis. kata-kata. tapi butuh bantuan untuk makan dan minum yang cukup • Membutuhkan bantuan untuk berpakaian yang sesuai dengan cuaca atau situasi • Membutuhkan bantuan untuk menyisir rambut. Fase Lanjut (berat). menarik diri. mendengar.

otak tidak mampu menerima input. e. otot-otot terasa kaku. tidak dapat berespon terhadap lingkungan.fisik memberat. Penurunan dearajat kesehatan yang bermakna : • Sering terjadi infeksi. . kejang-kejang. sit up. Kemampuan komunikasi benar-benar lenyap : • Tampak merasa tidak nyaman. penurunan berat badan. Tingkah laku yang liar di fase awal perkembangan penyakit berubah menjadi lebih tumpul. ataipunmengangkat kepala tanpa bantuan orang lain. • Tidak dapat menulis dan memahami material bacaan. sering tersedak . c. Tapi dapat berteriak bila disentuh ataupun bergerak. Tubuh melemah : • Menolak makan atau minum. Dependensi komplit terhadap orang lain : • Membutuhkan bantuan di segala aktivitas hidupnya. • Tidak dapat berjalan. kulit menjadi tipis dan gampang luka serta adanya refleks-refleks abnormal. f. Beberap ciri khasnya : a. Kognitif dan memori yang makin memburuk : • Tidak mengenali lagi orang yang familiar. Kontrol sadar terhadap tubuh hilang : • Tidak dapat mengontrol gerakan. bila organ sensoris masih berfungsi. • Inkontinensia urin dan fecal komplit. • Hanya dapat merasakan dingin dan rasa tidak nyaman. menarik diri. • Tidak dapat menelan makanan dengan mudah. • Kepribadian yang tumpul. • Membuthkan perawatan sepanjang waktu. serta hanya berespon minimal terhadap sentuhan. • Tidak mampu untuk tersenyum dan berkata-kata. berdiri. d. berhenti kencing. • Organ-organ sensoris tidak berfungsi lagi . atau berbicara cengan inkoheren. termasuk istri dan anggota keluarga yang lain. b. • Kelelahan dan tidur yang berlebihan. Perubahan kepribadian : • Apatis. g.

tetapi juga akan menimbulkan sters bagi para anggota keluarga yang harus merawatnya. Faktor tambahan lain yang juga masih dalam penyelidikan adalah neurotoksisitas dari aluminiu. dan dana riset). karena juga ditemukan pada penderita ensefalopati timah dan sindrom down. Patofisiologi Penyakit alzheimer adalah penyakit yang merusak dan menimbulkan kelumpuhan. Penyakit ini cepat meluas dalam kalangan populasi usia lanjut. Perilaku yang aneh : • Menyentuh sesuatu benda berulang-ulang. Kedua perubahan patologik terakhir ini bukan merupakan ciri khas dari penyakit alzheimer. Penyakit ini bukan saja menimbulkan dampak pada sistem pelyanan kesehatan ( kebutuhan akan panti werda. D. Penurunannya akan sangat jelas pada korteks serebri. yang terutama menyerang orang berusia 65 tahun ke atas. Crapper et al ( 1979) menyatakan bahwa ada kegagalan dalam . Selain itu juga dapat kekusutan neurofibrilar yang difus dan di plak senilis ( makin banyakmplak senilis makin berat gejala gejalnya ).oleh karena somatostatin menurun pada otak penderita penyakit alzheimer. Beratnya demensia berkaitan langsung dengan penurunan asetikolin pada otak. Secara patologis. dan di perkirakan bahwa tahun 2050 akan ada 14 juta penderita penyakit ini. Perkiraan terakhir menyatakan bahwa sekitar 10% orang dalam kelompok usia itu menderita penyakit ini. Otopsi otak penderita penyakit alzheimr menunjukan pengurangan neurotransmiter asetilkolin yang bermakna : beberapa otak bahkan hanya mengandung 10% dari kadar normal.h. Hasil penemuan terakhir menunjukan adanya kaitan dengan kelainan neurotransmiter dan enzim-enzim yang berkaitan dengan metabolisme neurotransmiter tersebut. Hal lain yang masih terus diselidiki oleh para penelti adalah neurotransmiter peptida. pelayanan kesehatan rawat jalan bagi orang dewasa. Tampaknya ada penurunan dari asetitransferase ( enzim yang mensintesis asetilkolin).hipokampus dan damigdala. fasilitas perawatan akut . pasien dengan penyakit alzheimer mengalami kehilangan banyak neuron-neuron hipokampus dan korteks tanpa disrtai kehilangan parenkim otak.

Rusia. .Gen presenilin I yang terdapat di kromosom 14. Pasien dengan sindrom down cenderung terkena alzheimer onset dini pada usia di atas 30 tahun.Protein prekursor amiloid (APP) pada kromosom 21. Mutasi pada gen ini berkaitan erat dengan penyakit Alzheimer yang terjadi pada penduduk di daerah sungai Volga. . Pencegahan Para ilmuwan berhasil mendeteksi beberapa faktor resiko penyebab Alzheimer. rokok. riwayat trauma kepala yang berat dan penggunaan terapi sulih hormon pada wanita.Gen presenilin II pada kromosom 1. pestisida.Bertambahnya usia. yang memungkinkan interaksi antara aluminium dan kromati yang menyebabkan perubahan patologik dalam sintesis protein dan perubahan neuropibrilar. .Trisomi kromosom 21 (down’s syndrom). faktor keturunan. riwayat keluarga yang positif.Stres. Mutasi pada gen inilah yang berkaitan erat dengan Alzheimer familial. .Genetik : . dianjurkan beberapa cara untuk mencegah penyakit Alzheimer.Lipoprotein E-epsilon 4 yang rapuh dan gampang mengalami mutasi. yaitu : usia lebih dari 65 tahun. tapi perpaduan berbagai faktor resiko diduga sebagai penyebabnya. Dengan mengetahui faktor resiko di atas dan hasil penelitian yang lain. .siste transpor membran pada pasien – pasien penyakit alzheimer.Toksin dari lingkungan. Faktor-faktor tersebut antara lain : . . lingkungan yang terkontaminasi dengan logam berat. E. Etiologi dan Factor resiko Penyebab dari Alzheimer masih belum diketahui secara pasti. F. dan cedera kepala. . di antaranya yaitu : . kecemasan dan sikap pesimis yang berlebihan. gelombang elektromagnetic.

misalnya dengan rutin berolahraga. 3. Mengkonsumsi sayur dan buah segar. Hal ini penting tidak merokok maupun mengkonsumsi alkohol. Intervensi-intervensi ini dikombinasikan dengan farmakoterapi seperti penggunaan anxiolytic untuk anxietas dan agitasi. meskipun hingga saat ini belum ada terapi yang benarbenar secara meyakinkan mencegah Alzheimer ataupun memperlambat perjalanannya.1. risperidone. G. Intervensi perilaku meliputi pendekatan patient centered ataupun melalui pelatihan tenaga yang siap memberikan bantuan perawatan terhadap pasien. agitasi dan perilaku psikotik. Menjaga kebugaran mental (mental fitness). 2. Obat-obatan ini diberikan dalam dosis minimal yang masih efektif untuk meminimalisir efek . Terapi Pendekatan terapi pada penyakit Alzheimer didasarkan pada teori yang berkembang sesuai patogenesis dan patofisiologis penyakit dan kebutuhan untuk memperbaiki gejala-gejala kognitif dan tingkah laku yang mengalami gangguan. olanzapine dan quetiapine. Radikal bebas ini yang merusak sel-sel tubuh. karena sayur dan buah segar mengandung antioksidan yang berfungsi untuk mengikat radikal bebas. Bergaya hidup sehat. seperti : kecemasan. neuroleptik untuk keadaan psikotiknya dan anti depressan untuk keadaan depresinya. Cara menjaga kebugaran mental adalah dengan tetap aktif membaca dan memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan. yang memang pendekatan terbaiknya adalah secara simptomatis saja. Beberapa obat psikotik yang dianjurkan untuk digunakan oleh banyak praktisi adalah : haloperidol. Terapi medis untuk Alzheimer meliputi : Obat-obatan Psikotropik dan intervensi perilakuϖ Berbagai intervensi farmakologis dan perilaku dapat memperbaiki gejala klinik penyakit Alzheimer. Obatobatan ini sangat berguna meski keefektifannya sedang dan bersifat sementara saja dan tidak mampu untuk mencegah perkembangan penyakit dalam jangka waktu yang lama.

penurunan jumlah enzim asetiltransferase (enzim untuk biosintetis asetilkolin) dan hilangnya neuron-neuron kolinergik di daerah subkortikal (nukleus basalis dan hippokampus).donepezil (aricept). pada penyakit Alzheimer terdapat kehilangan yang substansial dari asetilkolin. Obat-obatan ini hanya berefek sementara sebab tidak memperbaiki penyebab dasar dari hilangnya asetilkolin di korteks. Akibatnya. Kombinasi dengan asetilkolinesterase inhibitor terbukti lebih manjur. Cholinesterase Inhibitors (ChEIs) ♣ Strategi yang digunakan secara luas untuk mengatasi gejala-gejala alzheimer adalah mengganti kehilangan neurotransmitter asetilkolin di korteks serebri. Antagonisϖ N-methyl-D-aspartate (NMDA). sebab dalam perjalanan penyakit Alzheimer. oleh karena sebagian besar pasien adalah mereka yang berusia lanjut. Efek obat-obatan ini antara lain : (1) Memperbaiki fungsi kognitif pada fase yang lanjut (2) Memperbaiki gangguan perilaku (3) Menolong pasien dengan demensia akibat gangguan vaskuler yang sering muncul bersamaan dengan Alzheimernya.samping.yang memiliki serabut projeksi ke korteks. yakni degenerasi neuron yang tetap berlangsung secara progresif. Mamantine adalah contoh . rivastigmine (exelon) dan galantamine (reminyl). Hal ini penting untuk kemanjuran terapi. BuChE akan meninggi dan di sintesis oleh berbagai lesi Alzheimer termasuk oleh plak senilis. Seperti diketahui. dikembangkanlah berbagai senyawa yang mampu menggantikan defek kolinergik ini dengan cara mengintervensi proses degradasi asetilkolin oleh asetilkolinesterase sinaptik (spesifik). Hanya tacrin dan rivastigminlah yang juga menghambat BuChE. Obat-obatan yang dianjurkan diantaranya adalah tacrine (cognex). ataupun oleh asetilkolinesterase non sinaptik (non spesifik) yang sering disebut sebagai butyrylkolinesterase (BuChE). Merupakan obat generasi baru yang amat berguna pada Alzheimer fase lanjut. Observasi ini menghasilkan teori bahwa manifestasi klinis dari alzheimer timbul sebagai akibat dari hilangnya persarafan kolinergik ke korteks serebri.

Berbagai studi menunjukkan adanya perbaikan dan perlambatan perkembangan Alzheimer setelah pemberian singkat obat anti inflamasi ini. adanya gejalagejala psikotik. Obat ini berguna untuk mengurangiϖ deposisi amiloid otak pada pasien Alzheimer.obat golongan ini. Pada tahap perkembangan demensia Alzheimer yang dini. onset pada usia muda dan disfungsi kognitif yang dini. sikap hidup yang sehat. Anti radikal bebas. baik fisik maupun psikologis mampu memberikan perlindungan dan daya tahan dari otak terhadap lesi yang mulai muncul dengan cara membangkitkan kompensasi dari bagian otak yang masih sehat dan melindunginya dari perkembangan penyakit yang progresif H. Agen anti inflamasi (nonsteroid). Contoh obat adalah rofecoxib (vioxx) dan naproxen (aleve). Prognosis Angka survival rata-rata setelah munculnya onset awal dari gejala Alzheimer adalah sekitar 8-10 tahun. Antibiotik. Daϖ pat digunakan tocopherol (vitamin E) yang berfungsi memperbaiki kerusakan oksidatif akibat radikal bebas yang memberi kontribusi sebagai penyebab dari Alzheimer. Aktivitas dan sikap hidup yang sehat. membutuhkan suatu keadaan inflamasi agar dapat berkembang menjadi fase yang lebih berat. Amat berguna padaϖ wanita menopause dimana produksi estrogennya mulai menurun. demensia terkait AIDS dan demensia vaskular. Pemberian agen ini berdasarkanϖ postulat bahwa berbagai lesi Alzheimer seperti plak senilis. Estrogen. Aktivitas-aktivitas fisik dan mental sangat direkomendasikan pada pasien-pasien Alzheimer dengan memperlambat perkembangan penyakit dan mencegah proses kemunduran lebih lanjut. Faktor-faktor yang membantu progresivitas penyakit adalah adanya gejala ekstrapiramidal. . yang juga dapat digunakan untuk keadaan neurodegeneratif lainnya seperti huntington disease. Seperti kita ketahui estrogen merupakan suatu neurotropik dan membantu melindungi otak dari proses-proses degeneratif.

Letargi: penurunan minat/perhatian pada aktivitas yang biasa. gangguan pola tidur. hipertensi. tidak berdaya. ketidakmampuan untuk melakukan hal yang telah biasa di lakukannya. hoby.(dapat mengindekasikan kehilangan tonus otot ) Tanda : Inkontenensia urine/ feses. Gejala : Eliminasi :Dorongan berkemih. cenderung konstipasi / impaksi dengan diare d. Integritas ego . Gejala Tanda aktivitas/istrahat : Merasa lelah : Siang/malam gelisah. Gejala Sirkulasi : Riwayat penyakit vaskulerserebral.KONSEP KEPERAWATAN ASUHAN KEPERAWATAN PENYAKIT ALZHEIMER Pengkajian a. episode emboli ( merupakan factor predisposisi ) Tanda c. sistemik.gerakan yang sangat bermanfaat b. ketidak mampuan untuk menyebutkan kembali apa yang dibaca / mengikuti acara program televisi gangguan keterampilan motorik.

atau berjalanjalan. gerakan tidak berulang ( melipat.)menyembunyikan barang-barang . letargi. membuka melipat-lipat kembali kain. menginkari terhadap rasa lapr/kebutuhan untuk makan. paranoia lengket pada seseorang. gelisah. Kehingan multipel. Keilangan berat badan Tanda :kehilangan kemampuan untuk mengunyah Menghindari/menolak makan ( mungkin mencoba untuk menyembunyikan keterampilan ) . Emosi labil : mudah menangis. Penimbunan objek . ( reaksi katastrofik): depresi yang kuat . Gejala makanan / cairan : Riwayat episode hipoglikemia ( merupakan factor predisposisi) perubahan dalam pengecapan. perubahan citra tubuh dan harga diri yang di rasakan Tanda :Menyembunyikan ketidakmampuan (banyak alas an tidak mampu untuk melakukan kewajiban. delusi. marah yang tiba-tiba di ungkapakan. kesalahan identifikasi terhadap objek dan orang.perbahan alam perasaan ( apatis. menyakini bahwa objek yans salah penempatannya telah di curi. lapang pandang sempit. mungkin juga tangan memmbuka buku namun tanpa membacanya) Duduk dan menonton yang lain Aktivitas utama mungkin menumpuk benda tidak bergerak.Gejala : Curiga atau takut terhadap situasi / orang khayalan Kesalahan persepsi terhadap lingkungan. Nafsu makan. e. tertawa tidak pada tempatnya. peka rangsang ).

dan/ atau gambar yang kabur. emboli/hipoksia yang berlangsung secara periodic ( sebagi factor predisposisi) Aktivitas kejang ( merupakan akibat sekunder pada kerusakan Otak Tanda : Kerusakan komunikasi. Neurosensori . kesulitan dalam menemukan kata-kata yang benar. mengingat yang baru berlalu. mengambil keputusan.adanya keluhan dalam penurunan kemampuan kognitif.Tampak kurus ( tahap lanjut ) f. penurunan tingkah laku ( di observasi oleh orang terdekat) Kehilangan sensasi propriosepsi ( posisi tubuh / bagian tubuh dalam ruang tertentu) Adanya riwayat penyakit serebral vascular/sistemik. pusingatau kadang-kadang sakit kepala. keluhan hipokondrial tentang kelelahan . Kenyamanan . terpenggal-penggal atau bicaranya tidak terdengar Kehilangan kemampuan untuk membaca atau menulis bertahap ( kehilangan keterampilan motorik halus ) g.afasia dan disfasia . diare. Gejala : Pengingkaran terhadap gejala yang ada terutama perubahan kognitif. bertanya berulang-ulang atau percakapan dengan substansi kata yang tidak memiliki arti.

resiko tinggi disfungsi seksual berhubungan dengan kacau mental 7. perubahan pola eliminasi urinarius/konstipasi berhubungan dengan kehilangan fungsi neurologis/ tonus otot 5. Interaksi sosial Gejala : Merasa kehilangan kekuatan Faktor psikososial sebelumnay. kurang perawatan diri berhubungan dengan keterbatasan fisik 4. koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan hubungan keluarga sangat ambivalen . Resti perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan mudah lupa 6. perubahan proses berfikir berhubungan dengan degenerasi neuron iriversibel 2. perubahan persepsi sensori berhubungan dengan defisit neurologis 3. pengaruh personal dan individu yang muncul mengubah pola tingkah laku Tanda : Kehilangan kontrol sosial.Gejala : Adanya riwayat trauma kepala yang serius ( mungkin menjadi faktor predisposisi / faktor akselerasinya ) Tanda Trauma kecelakaan ( jatuh. luka bakar dan sebagainya ) Tanda : Ekimosis. laserasi Rasa bermusuhan / mnyerang orang lain h. perilaku tidak tetap Diagnosa keperawatan 1.

tempat. kemampuan berfikir R : Memberikan dasar untuk evaluasi / perbandin gan yang akan datang dan menpengaruhi pilihan terhadap intervensi. seperti perubahan mampu mengenali perubahan dalam berfikir/tingkah laku dan mampu memperlihatkan penurunan tingkah laku yang tidak di : faktor-faktor penyebab jika memungkinkan inginkan ancaman dan kebingungan orientasi terhadap orang.keramaian.orang banyak biasanya merupakan sensori yang berlebihan yang meningkatkan gangguan neuron.INTERVENSI Dx 1. kaji derajat gangguan kognitif. panggil pasien dengan namanya . 2.roses perubahan berfikir berhubungan dengan degenerasi neuron ineversibel Kriteria hasil : o o ntervensi Mandiri 1. rentang perhatian. 4. 5. 3. pertahankan lingkungan yang menyenagkan dan tenang R : kebisingan. lakukan pendekatan dengan cara perahan dan tenang R : Pendekatan yang terburu-buru dapat mengancam pasien bingung yang mengalami kesalahan persepsi atau perasaan terancam oleh imajinasi orang dan situasi tertenu. tatap wajah ketika bercakap-cakap dengan pasien R : menimbulkan perhatian . waktu.terutama pada orang-orang dengan gangguan perseptual.

jangan elawan / mnentang pasien R : Dapat menurunkan defensif pasien jika pasien mempercayai ia sedang ada dalam tempat yang salah. gunakan suara yang agak rendah dan bebicara dengan perlahan pada pasien R: Meningkatkan kemungkinan pemahaman . Membantah hal yang keliru dari pasien tidak akan mengubah kepercayaan dan mungkin juga akan menimbulkan kemarahan. Ulangi instruksi tersebut sesuai dengan kebutuhan R : sesuai dengan perkembangannya penyakit. penghargaan diri dan kemuliaan personal ( kebahagiaan personal ). hindari pasien dari aktivitas dan komunikasi yang di paksakan R : Keterpaksaan menurunkan keikutsertaan pasien dan mungkin juga dapat meningkatkan ecurigaan. gunakan kata-kata yang pendek dan kalimat yang sederhana dan berikan instruksi sederhana ( tahap inap).delusi. ucapan dan suara yang keras menimbulkan sters atau marah yang kemungkinan dapat mencetuskan memori konfrontasi sebelumnya dan menjadi profokasi dan respon marah. gunakan distraksi R : Lamunan menbantu dalam meningkatkan disorientasi.pusat komunikasi dalam otak mungkin saja terganggu yang menghilangkan kemampuan individu pada proses penerimaan pesan dan percakapan secara keseluruhan. 10. 6. 8. Orientasi pada realita meningkatkan perasaan realita pasien. bantu menemukan atau membentulkan hal-hal yang salah dalam penempatannya. Berikan label gambar-gambar /hal yang dipilih pasien.R : Nama merupakan bentuk identitas diri dan menimbulkan pengenalan terhadap realita dan individu. . 9. 7. tersimpan atau tersembunyi. Pasien mungkin merespon pada namanya sendiri setelah lama tidak mengenal orang terdekat.

kolaborasi Berikan obat sesuai indikasi : 1. Kaji derajat sensori atau gangguan persepsi dan : bagaimana hal tersebut mempengaruhi individu yang termasuk di dalamnya adalah penurunan penglihatan / pendengaran. Vasodilator.distonia. Mallarir jarang digunakan karena adanya beberapa efek samping yang bersifat ekstrapiramidal ( mis. halusinasi.tioridazin (Mallril) R : Dapat digunakan untuk mengontrol agitasi. yaitu dalampersentase yang kecil mungkin memperlihatkan masalah yang bersifat asimetrik yang menyebabkan pasien kehilangan . 2. masalah penglihatan dan terutama gangguan berdiri dan berjalan. Ergoloid mesila (Hydergine LC ) R : Peningkatan metabolisme ( meningkatkan kemampuan otak untuk melakukan metabolisme glukosa dan menggunakan oksigen ) yang mempunyai beberapa efek samping. R : Katena keterlibatan otak biasanya global. 3.akatisia) meningkatkan kekacauan mental . Antisiklotik. seperti siklandelat ( Cyclospasmol) R : Dapat meningkatkan kesadaran menta tetapi memerlukan penelitian lebih lanjut. seperti halopiridol (Haldol). Dx 2 : perubahan persepsi sensori berhubungan dengan defisit neurologis Kriteria hasil : o o Mampu mendemonstrasikan respons yang meningkat/sesuai Pemberian asuhan akan mampu mengidentifikasi/ mengontrol dengan stimulasi faktor-faktor eksternal yang berperan terhadap perubahan dalam kemampuan persepsi sensori Intervensi Mandiri 1.

R : Membantu untuk menghindari masukan sensori pengihatan /pendengaran yang berlebihan dengan mengutamakan kualitas yang tenang . 2.jalan – jalan keliling rumah sakit. alat bantu pendengaran sesuai keperluan.konsisten. 5.membatas / menurunkan kesalahan interprestasi stimulasi. R : Menurunkan kekacauan mental dan meningkatkan koping terhadap prustasi karena salah persepsi dan disorientasi. 4. 7.pantau aktivitas. R : Piknik menunjukkan realita dan memberikan stimulasi sensori yang menyenangkan yang dapat menurunkan perasaan curiga / halusinasi yang disebabkan oleh perasaan terkekang. Berikan sentuhan dalam cara perhatian R : dapat meningkatkan persepsi terhadap diri sendiri 6. Dx 3 : kurang perawatan diri berhubungan dengan keterbatasan fisik Kriteria hasil : o Mampu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai dengan tingkat kemampuan diri sendiri .tangan menari dengan disertai musik.gambar dinding cat sederhana. Berikan lingkungan yang tenang dan tidak kacau jika di perlukan seperti musik. Anjurkan untuk menggunakan kaca mata. R : Dapat meningkatkan masukan sensori. yang lembut. Ajak piknik sederhana .kemampuan pada salah satu sisi tubuhnya ( gangguan unulateral ). 3. R : Menjaga mobilitas ( yang dapat menurunkan resiko terjadinya atrofi otot /osteoporosis pada tulang ). Pertahankan hubungan orientasi realita dan lingkungan. Tingkatkan keseimbangan fungsi fisiologi dengan menggunakan bola lantai.

kebutuhan akan kebersihan dasar mungkin dilupakan. R : sesuai dengan perkembangan penyakit. seperti keterbatasan gerak fisik : apatis / depresi. R : meningkatkan kepercayaan. 2. Beri banyak waktu untuk melakukan tugas R : waktu yang cukup dan ketenangan dapat menurunkan kekacauan yang di akibatkan karena mencoba untuk menghindari / mempercepat proses ini. penurunan kognitif ( apraksia )atau teemperatur ruangan ( dingin untuk mengenakan pakaian ). . 6. Bersihkan kaca mata dan gosok gigi. Perhatiakan adanya tanda-tanda non verbal yang fisiologis. R : memahami penyebab yang mempengaruhi pilihan intervensi /strategi. identifikasi kesulitan dalam berpakaian /perawatan diri. 5. 3. Masalah dapat diminimalkan dengan menyesuaikan pakaian atau munkin memerlukan konsultasi dari ahli lain. 4. Bantu untuk mengenakan pakaian yang rapi/berika pakaian yang rapi dan indah. izinkan tidur untuk menggunakan kaus kaki atau sepatu atau pakaian tertentu atau menggunakan dua set pakaian jika pasien membutuhkan. R : kehilangan sensori dan penurunan fungsi bahasa menyebabkan pasien mengunkapkan kebutuhan perawtan diri dengan cara non verbal.o Intervensi Mandiri Mampu mengidentifikasi dan menggunakan sumber-sumber : pribadi / komunitas yang dapat memberikan bantuan 1.dapat menurunkan perasaan kehilangan dan meningkatkan kepercayaan untuk hidup. identifikasi kebutuhan akan kebersian diri dan berikan bantuan sesuai kebutuhan dengan perawatan ranbut /kuku/kulit.

3. kaji pola sebelumnya dan bandingkan dengan pola yang sekarang. R:Memberikan informasi mengenai perubahan yang mungkin selanjutnya memerlukan pengkajian/interfensi. R: Meningkatkan orientasi/penemuan kamar mandi.memberontak an dan memungkinkan pasien untuk istirahat. Berikan kesempatan untuk melakukan toileting dengan interval waktu yang teratur. anjurkan untuk minum adekuat selama siang hari ( paling sedikit 2L sesuai toleransi). buatkan tanda tertentu/pintu berkode khusus. Gunakan penguatan positif. 4. Batasi minum saat menjelang malam dan waktu tidur mampu menciptakan opla eliminasi yang adekuat / sesuai : . R: Ketaatan pada jadwal harian dan teratur dapat mencega cedera. DX 4 :perubahan pola eliminasi urinarius/konstipasi berhubungan dengan kehilangan fungsi neurologis/tonus otot Kriteria hasil: o Intervensi Mandiri 1. Inkontinesia mungkin disertai ketidak mampuan untuk menemukan tempat berkemih/defekasi.R:memberikankeamanan. letakan tempat tidur dekat dengan kamar mandi jika memungkinkan. Seperti melepaskan atau posisi mendorong. diiet tinggi serat dari sari buah. meningkatkan pengaturan fungsi tubuh dan membantu menghindari kecelakaan 5. Sering masalahnya melupakan apa yang akan dilakukan. Berikan cahaya yang cukup terutama malam hari. 2. Biarkan melakukan sendiri satu tahap per satu tahap pada waktu tertentu.mengurangi.menstimulasi kesadaran pasien. Tingkatkan partisipasi pasien sesuai tingkat kemampuannya R .mengubah. Buat program latihan defekasi / kandung kemih.

kaji pengetahuan pasien/orang terdekat mengenai kebutuhan akan makanan R. berikan obat pelembek feses. menurukan resiko konstipasi/ dehidrasi. tentukan jumlah latihan/langkah yang pasien lakukan R. masukan nutrisi mungki perlu untuk memenuhi kebuutuhan yang mendekati berhubungan dengan kecukupan kalori secara individu 3.pembatasan minum sore menjelang pada malam hari dapat menurunkan seringnya berkemih / iinkontenensia selama malam hari Kolaborasi 1. usahakan / berikan bantuan dalam memilih menu R.R. pasien mungkin tidak mampu menentukan pilihannya atau tidak menyadari akan kebutuhan untuk mempertahankan elemen dari nutrisi : mendata diet nutrisi yang seimbang mempertahankan/ mendatakan kembali berat badan yang . gliserin supositoria sesuai dengan kondisi R : mungkin diperlukan untuk memfasilitasi / menstimulasi defekasi yang teratur DX 5: Resiko tinggi perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungann dengan Muda lupa Kriteri hasil : o o sesuai Intervensi Mandiri 1. metamacil. identifikasi kebutuhan untuk membantu memformulasikan perencanaan pendidikan secara individual 2.

rujuk / konsultasi dengan ahli gizi R : bantuan mungkin diperluakan untuk mengembangkan keseimbangan diet secara individu untuk menemukan kebutuhan pasien / makanan yang disukai DX 6: Resti disfungsi seksual berhubungan dengan kacau mental Kriteria hasil : o o intervensi: mandiri 1. pasien dapat merapatkan gigi dan menolak untuk makan. Pembatasan jmlah makanan yang diupayakan hanya sekalli waktu pemberian akan menurunkan kebingungan pasien mengenai makanan mana yang dipilih 5. pendekatan yang santai dapat membantu pencernaan makanan dan menurunkan kemungkinan untuk marah yang dietuskan oleh keramaian 6. kaji kebutuhan /kemampuan pasien secara individual R. metode alternatif perlu diciptakan pada keadaan tertentu untuk memfasilitasi kebutuhan akan masa intimasi ( keinginan untuk melakukan hubungan seksual ) dan kedekatan memenuhi kebutuhan seksualitas dalam cara yang dapat tidak mengalami perilaku yang tidak tepat diterima . Menstimulasi refleks dapat menungkatkan partisipasi / pemasukan makanan kolaborasi 1.4. usahakan untuk memberikan makanan kecil setiap kira-kira satu jam sesuai kebutuhan R. berikan stimulasi refleks hisapan mulut dengan menekan dagu secara berhati-hati atau menstimulasi mulut dengan sendok R: sesuai berkembangnya penyakit. berikan waktu yang leluasa untuk makan R . makanan yang kecil dapat meningkatkan masukan yang sesuai.

perasaan diterima . rasa cinta. seperti membuka pakaian ( telanjang) 5. 4. dan ekspresi seksual 3. berikan jaminan terhadap privasi gunakan distraksi sesuai dengan kebutuhan. berikan waktu yang cukup untuk menjelaskan / mendiskusikan perhatian dari orang terdekat R: mungkin memerlukan informasi / konseling mengenai alternatif tertentu dalam melakukan aktivitas/agresi seksual DX 7 : koping keluarga tidak efekif berhubungan dengan hubungan keluarga sangat embivalen Kriteria hasil : o o mampu mengidenifikasi/mengungkapkan dalam diri merasa mamapu meneriama kondisi oranng yang dicintai dan sendiri untuk mengatasi keadaan mendemonstrasikan tingkah laku koping yang positif dalam mengatasi keadaan o intervensi mandiri 1. ingatkan R. tingkah laku ekspresi seksual ungkin berbeda pasien bahwa ni merupakan tempat umum( tempat masyarakat banyak ) dan tingkahlak yang dilakukan saat ini tidak dapat diterima R. amjurkan pasangan untuk memperlihatkan penerimaan / perhatiannya R. libatkan semua orang terdekat dalam pendidikan dan perencanaan perawatan pasien dirumah menggunakan sistem penyokong yang ada secara efektif : . merupakan suatu alat yang paling bemanfaat ketiak ada tingkah laku yang tidak sesuai. seseorang denagn gangguan konitif biasanya tidak kehilangan kebutuhan dasarnya pada afektif.2.

berikan umpan balik yang positif terhadap setiap isaha yang dilakukannya R: memnberi keyakinan pada individu bahwa mereka sedang melakukannya dengan cara yang terbaik 7. seperti individu tersebut dapat menemukan kembali tingkat kemampuan pada masa lalu setelah penggunaan obat tertentu 4. . berikan penguatan kebutuhan terhadap sistem dukungan R: kepercayaan bahwa individu dapat menemukan semua kebutuhan pasien meningkatkan resiko penyakit fisik/mental 6. tuntutan perawatan tinggi dan seterusnya dapat menimbulkan keluarga akan menarik diri dari pergaulan 5. rujuk pada sumber-sumber penyokong setempat seperti: perawatan lansia pada siang hari. Memberikan tanggung jawab pada tempat perawatan siang hari mungkin mengurangi kejenuhan . bantu keluarga untuk memenuhi pentingnya mempertahankan fungsi psikososial R: tingkah laku yang terhalang. berhubungan denagan asosiasi penyakit Alzheimer( bila ada ) R: koping dengan individu seperti ini adalah tugas purna waktu dan membuat frustasi. realistis dan tulus dalam mengatasi semua permasalahan yang ada R: menurukan stres yang menyellimuti harapan yang keliru.R:dapat memudahkan beban terhadap penanganan dan adaptasi dirumah 2. anjurkan untuk tidak membatasi pengunjung R: kontak dengan bentk kekeluargaan merupakan dasar dari realitas dan dapat memberikan satu jaminan kebebasan dari kesepian Kolaborasi: 1. diskusikan kemungkinan adanya isolasi. buat prioritas R: membantu untuk membuat suatu pesan tertentu dan memfasilitasi pemecahan masalah yang ada 3. pelayanan dirumah.

EGC : Jakarta .Lorraine.PATOFISIOLOGI konsep klinis proses-proses penyakit Edisi 4 buku 2. E. EGC : Jakarta Price. Sylvia. perkumpulan penyakit Alzheimer memberikan kelompok dukungan pendidikan keluarga dan meningkatkan penelitian DAFTAR PUSTAKA Doenges. Wilsion. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN. Wilsion. A. 2008. EGC : Jakarta Suddarth dan brunne. Edisi 3.2006. Marylin Dkk. EGC: Jakarta Price. M. BUKU AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH Edisi 8 volume 3. 2000. Sylvia.PATOFISIOLOGI konsep klinis proses-proses penyakit Edisi 6 volume 2. M.Lorraine. A.2006.menurunkan risiko terjadinya isolasi sosial dan mencegah kemarahan keluarga.

Kep.www. Com Tugas kelompok : keperawatan Medikal Bedah II Dosen pembimbing : Dewi Sartiya Rini.Ns ASUHAN KEPERAWATAN ALZHEIMER OLEH . S. Google. .

KELOMPOK IV MOHAMMAD MARFIANSAH NUTHIFMAWATI ARIEF NAOMI PAGORAI MEY SANTI MARIANI PROGRAM KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYA KENDARI 2009 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->