SENI UKIR SUKU ASMAT

Sumerlin Handayani
NPM: 1410702 KELAS : C/V

STIKOM BINA NIAGA - BOGOR 2011
Suku Asmat adalah seniman sejati. Patung kayu hasil kerajinan mereka diakui dunia internasional sebagai hasil karya seni berkelas tinggi. Darah seni ini mengalir

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

Bahkan. katak. Yang paling istimewa dan unik adalah bahwa setiap karya ukir tidak memiliki kesamaan atau duplikatnya karena mereka tidak memproduksi ukiran berpola sama dalam skala besar. gigi binatang dan kulit kerang. mengukir merupakan bagian dari ritual religiositas mereka. orang berburu dan lainlain. biawak atau manusia yang diwujudkan dalam ukiran patung kayu mereka. Adapun peralatan yang biasanya digunakan para pemahat Suku Asat terdiri dari kapak batu. seperti pohon. Beberapa Suku Asmat yang mendiami daerah yang jauh dari pesisir. ukiran suku Asmat sangat beragam. di wilayah pantai sebelah barat daya Papua. Ketika Suku Asmat mengukir. Setiap ukiran yang mereka buat mewakili seseorang yang telah meninggal dunia. Makna naturalis. Meski demikian nasib para seniman sejati tak lepas dari perhatian dunia Internasional. mereka tidak sekedar membuat pola dalam kayu tetapi mengalirkan sebuah spiritualitas hidup. Sedangkan untik menghaluskan patahan. mereka menggunakan taring babi. gigi-gigi ikan tertentu dan tiram. mistis dari setiap ukiran yang ada serta kerumitan dalam proses pembuatannya membuat karya ukir mereka bernilai tinggi dan banyak diminati orang. pohon. tifa. Mengukir adalah sebuah tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. telur kaswari sampai ukiran tiang. Melalui ukiran inilah orang Asmat berkomunikasi dengan arwah keluarganya yang sudah meninggal. perahu. panel. binatang dan orang berperahu. Di kota Agat anda bisa mengunjungi museum yang menampilkan koleksi patung kayu dan hasil kerajinan mereka. ikan. Pada akhir tahun enam puluhan. Bagi orang Asmat. Dari segi model. Ukiran Asmat dipercaya sebagai mediator yang menghubungkan antara kehidupan masyarakat dengan leluhur mereka. Kehidupan modern tidak mencapai wilayah ini kecuali beberapa tahun terakhir. Sebagian besar wilayah ini masih berupa wilayah hutan lebat yang belum dirambah manusia. para pemahat suku Asmat menerima bantuan dari PBB demi upaya mempertahankan kelestarian seni patung mereka. sekitar 30 meter di atas permukaan tanah. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka. kalau kita memiliki satu ukiran dari Asmat dengan pola . ada pula yang masih hidup secara nomaden. membangun rumah di atas puncak-puncak pohon. Sedangkan nilai naturalis yang terkandung dalam seni ukir Asmat karena yang menjadi model ukiran adalah mahluk hidup seperti burung. Seni ukir Asmat adalah salah satu kekayaan budaya nasional yang telah dikenal luas baik di dalam negeri maupun di luar negeri.dengan tanpa sengaja karena dalam kehiduan sehari-hari mereka menggunakan peralatan yang berhubungan dengan kayu. mulai dari patung manusia. Jadi. Suku ini mendiami daerah Teluk Flamingo dan Teluk Cook. perisai. Kekhasan ukiran asmat yang diwarnai oleh pola yang unik dan naturalis membuat ukiran Asmat menjadi buruan seniman dan pecinta seni baik sekadar untuk menikmati maupun untuk mengoleksinya. perahu.

ada yang menonjol ukiran salawaku atau perisai. di setiap kampung dapat dijumpai warga Asmat yang melakukan kegiatan ini secara berkelompok. Ada sub etnis yang menonjol ukiran patungnya. ukiran suku Asmat memiliki pola dan ragam yang sangat banyak. ada pula yang memiliki ukiran untuk hiasan dinding dan peralatan perang. misalnya perisai atau panel. itu adalah satu-satunya yang ada karena orang Asmat tidak membuat pola sama dalam ukirannya. rumah tradisional Asmat. Setiap figur diukir di atas figur yang lain. Masyarakat Asmat terdiri dari 12 sub etnis. melainkan sudah ke seluruh dunia. Bagi setiap turis asing yang berkunjung ke Papua. pemerintah melarang pembuatan Bisj untuk mencegah upacara head-hunting dan kanibalisme. Begitu juga dengan kayu yang digunakan. tifa. Ukiran ini umumnya tersusun dari lebih dari dua figur. Itulah keunikan ukiran suku Asmat.tertentu. Karena mengukir memiliki peran penting dalam keseharian hidup masyarakat Asmat. Lambat laun tradisi Bisj mulai memudar. dimana dari pola-pola tersebut akan terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir suku Asmat bernilai tinggi dan sangat banyak diminati para turis asing yang menggemari karya seni. panel. Bagi suku Asmat. dan masing-masing memiliki ciri khas pada karya seninya. perahu. binatang. Dahulu. perisai. Setelah wilayah Papua menjadi bagian RI tahun 1963. Ukiran tradisional Asmat yang paling spektakuler adalah tiang atau tugu leluhur yang disebut Bisj. Seniman Asmat sedang berkarya Ciri khas dari ukiran suku asmat adalah polanya yang unik dan bersifat naturalis. rasanya kurang lengkap apabila tidak mengenal atau membeli cenderamata karya ukir suku Asmat dalam berbagai ukuran. telur kaswari sampai ukiran tiang. mulai dari patung model manusia. ada juga perbedaannya. Bentuk boleh sama. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan . Masing-masing figur menggambarkan keluarga yang telah meninggal. Biasanya mereka melakukan kegiatan ini di Jeu. Bisj dibuat dalam upacara tradisional yang dimeriahkan dengan pesta pemenggalan kepala dan kanibalisme (head hunting) agar arwah leluhur tenang. seni ukir kayu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang telah turun temurun menjadi suatu kebudayaan yang bukan saja dikenal di Papua dan Indonesia. Dari segi model. tetapi soal pola pasti akan berbeda.

perahu. seperti pohon. Beberapa contoh ukiran kayu suku Asmat dari berbagai sumber: .lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka. mereka tidak sekedar membuat pola dalam kayu tetapi mengalirkan sebuah spiritualitas hidup. Mengukir adalah sebuah tradisi kehidupan dan ritual yang terkait erat dengan spiritualitas hidup dan penghormatan terhadap nenek moyang. binatang dan orang berperahu. orang berburu dan lain-lain. Ketika Suku Asmat mengukir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful