Majas atau Gaya Bahasa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gaya bahasa atau majas adalah pemanfaatan

kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Dengan kata lain, gaya bahasa atau majas adalah cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Kekhasan dari gaya bahasa ini terletak pada pemilihan kata-katanya yang tidak secara langsung menyatakan makna yang sebenarnya. Majas adalah cara menampilkan diri dalam bahasa. Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan bahwa majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis. Unsur kebahasaan antara lain: pilihan kata, frase, klausa, dan kalimat. Menurut Goris Keraf, sebuah majas dikatakan baik bila mengandung tiga dasar, yaitu: kejujuran, sopan santun, dan menarik. Gaya bahasa dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu: 1. Gaya bahasa perulangan 2. Gaya bahasa perbandingan 3. Gaya bahasa pertentangan 4. Gaya bahasa pertautan A. Gaya Bahasa Perulangan Majas perulangan yaitu majas yang cara cara melukiskan suatu keadaan dengan cara mengulangulang kata, frase, suatu maksud. Yang termasuk ke dalam majas ini antara lain majas anaphora, tautologi, repetisi, epifora, dan lain-lain. 1. Repetisi Repetisi merupakan majas perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat. Majas repetisi ialah majas perulangan yang cara melukiskan suatu hal dengan mengulang-ulang kelompok kata atau frasa yang sama (Ducrot dan Todorov, 1981 : 279). Contoh: Seumpama eidelwis akulah cinta abadi yang tidak akan pernah layu Seumpama merpati akulah kesetiaan yang tidak pernah ingkar janji Seumpama embun akulah kesejukan yang membasuh hati yang lara Seumpama samudra akulah kesabaran yang menampung keluh kesah segala muara. 2. Kiasmus Kiasmus ialah gaya bahasa yang berisikan perulangan dan sekaligus merupakan inversi atau pembalikan susunan antara dua kata dalam satu kalimat. Majas kiasmus merupakan bentuk majas perulangan yang isinya mengulang atau repetisi sekaligus merupakan inversi hubungan antara dua kata dalam satu kalimat (Ducrot dan Todorov, 1981 : 277).. Contoh: Yang kaya merasa dirinya miskin, sedang yang miskin mengaku dirinya kaya. Sudah biasa dalam kehidupan sehari-hari, orang pandai ingin disebut bodoh, namun banyak orang bodoh mengaku pandai. Ia menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah.

4. Udara yang kau hirupi. . 1991 : 27). 5. Contoh : Kita harus bekerja. Anafora Anafora ialah gaya bahasa repetisi yang merupakan perulangan kata pertama pada setiap baris atau kalimat.3. kau dan aku sama saja. sekali lagi bertobat. Aku mencercah daging ketika kau tidur. Kucari kau karena kaya mesti disayang. aku menunding kau. dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita. Contoh : Apatah tak bersalin rupa. aku akan datang. Epistrofa (efifora) Epistrofa ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata atau frasa pada akhir baris atau kalimat berurutan. Simploke Simploke ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan awal dan akhir beberapa baris (kalimat secara berturut-turut). aku akan datang. laut yang kaulayari adalah puisi. bertobat. kau adalah aku. 1991 : 11). Contoh : Kalau kau izinkan. Epizeukis Epizeukis ialah gaya bahasa perulangan yang bersifat langsung. 7. 6. Jika tak hujan. Bumi yang kau diami. Majas anafora merupakan bentuk majas perulangan yang menempatkan kata atau frasa yang sama di depan suatu puisi (Suprapto. Jika kau terima. aku bilang terserah aku. ari yang kau teguki adalah puisi Ibumu sedang memasak di dapur ketika kau tidur. Tautotes Tautotes ialah gaya bahasa perulangan yang berupa pengulangan sebuah kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi. Ingat kami harus bertobat. Majas epifora merupakan majas repetisi atau perulangan yang cara melukiskannya dengan menempatkan kata atau kelompok kata yang sama di belakang baris dalam bentuk puisi secara berulang (Suprapto. Kucari kau karena cemas karena sayang. aku akan datang. Maksudnya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut. Contoh : kau menunding aku. Contoh : Kau bilang aku ini egois. Kucari kau karena sayang karena bimbang. bekerja. kau dan aku menjadi seteru Aku adalah kau. aku akan datang. apatah boga sepanjang masa Kucari kau dalam toko-toko. Jika sempat.

klausa. Dalam raga ada darah Dalam darah ada tenaga Dalam tenaga ada daya Dalam daya ada segalanya 11. menawan tubuh Serasa manis semilir angin Selagu merdu. Aliterasi merupakan majas perulangan yang memanfaatkan purwakanti atau kata-kata yang suku kata awalnya memiliki persamaan bunyi (Suprapto. Pararima Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan. Saya akan berusaha meraih cita-cita saya. Anadiplosis Anadiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang kata atau frase terakhir dari suatu kalimat atau klausa menjadi kata atau frase pertama pada klausa atau kalimat berikutnya. Tak pecah. Pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa. dersik bayu . 10. Contoh : Kita gunakan pikiran dan perasaan kita. Contoh Mengalir. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada. Contoh: Dalam baju ada aku. Ada selusin barang lain ditumpuk ke atas. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.Kau bilang aku ini judes. Epanalepsis Epanalepsis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada akhir baris. Ada selusin piring ditumpuk ke atas. dalam aku ada hati. 1991 : 6). biasanya terjadi pada puisi. aku bilang terserah aku. 12. Aliterasi Sejenis gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan pada suatu kata atau beberapa kata. Mesodiplosis Mesodiplosis ialah gaya bahasa repetisi yang berupa pengulangan kata atau frase di tengahtengah baris atau kalimat secara berturut-turut. mengambus. Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat. 8. atau kalimat mengulang kata pertama. Tak pecah. mengepung Memenuhi sukma. Ada selusin gelas ditumpuk ke atas. Tak pecah. mendesak. 9. Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin.

serupa. Nyalakanlah semangat bagai dian nan tak kunjung padam Bersabarlah seperti samudra yang mampu menampug keluh kesah segala muara. alegori. Contoh: Segala ada menekan dada Mati api di dalam hati Harum sekuntum bunga rahasia Dengan hitam kelam B. dll. ibarat.Kau keraskan kalbunya Bagai batu membesi benar Timbul telangkai bertongkat urat Ditunjang pengacara petah pasih 13. 1981 : 279). 2. laksana. bagaikan. dan lain-lain. Simile adalah bahasa kiasan berupa pernyataan satu hal dengan hal lain dengan menggunakan kata-kata pembanding. Istilah metaphora diturunkan dari kata µmeta¶ yang artinya di atas dan µpherein¶ yang artinya membawa (Tarigan. serupa. dengan cara membanding-bandingkan suatu hal dengan hal lain yang emiliki ciri-ciri dan . umpama. sebagai. pada suatu kata atau beberapa kata. Contoh: Seperti air di daun talas Wajahnya bagaikan bulan kesiangan Umpama kucing dengan tikus Seperti air dengan minyak. Suatu majas yang sering lali menimbulkan penambahan kekuatan dalam suatu kalimat. seperti layaknya. dan lain-lain. umpama. Majas metafora membatu orang yang berbicara atau menulis untuk menggambarkan hal-hal dengan jelas. Metafora Metafora berasal dari bahasa Yunani µmetaphora¶ yang artinya µmemindahkan. pleonasme. Asonansi Asonansi ialah sejenis gaya bahasa perulangan yang berupa perulangan vokal. yang termasuk majas ini misalnya majas asosiasi. laksana. Perumpamaan Perumpamaan ialah padanan kata atau simile yang berarti seperti. Biasanya dipergunakan dalam puisi untuk mendapatkan efek penekanan. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung. Hal-hal tersebut dibandingken secara eksplisit dengan penggunaan katakata seperi. personifikasi. Majas simile merupakan majas yang menggambarkan suatu keadaan dengan membanding-bandingkan suatu hal dengan hal lainnya yang pada hakikatnya berbeda namun disengaja untuk dipersamakan (Ducrot dan Todorov. ibarat. bak. metafora. bak. laksana. Secara eksplisit jenis gaya bahasa ini ditandai oleh pemakaian kata: seperti. sebagai. 1993 : 141). umpama. 1. Istilah simile berasal dari bahasa Latin µsimile¶ yang bermakna seperti. Secara eksplisit jenis gaya bahasa ini ditandai oleh pemakaian kata: seperti. Gaya Bahasa Perbandingan Majas perbandingan adalah majas yang cara melukiskan keadaan apapun dengan menggunakan perbandingan antara satu hal dengan hal lain . bagaikan.

pemikiran. misalkan. sekiranya. Contoh: Kalau engkau jadi bunga. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa. Kesabaran adalah bumi Kesadaran adalah matahari Keberanian menjelma kata-kata Dan perjuangan adalah pelaksana kata-kata(sebuah bait dalam puisi Rendra) Dewi malam telah keluar dari peradaannya (dewi malam = bulan) Mereka telah menjadi sampah masyarakat (sampah masyarakat = manusia-manusia yang tak berguna dalam masyarakat) Semangatnya berkobar-kobar untuk meneruskan perjuangannya (berkobar-kobar = semangat yang hebat diumpamakan dengan nyala api). aku jadi tangkainya. tetapi merupakan lukisan yang didasarkan persamaan atau perbandingan (1976 : 648) Contoh : Pustaka itu gudangnya ilmu. Contoh: Angin bercakap-cakap sama daun-daun. kabut dan titik embun. 5. Personifikasi: Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia. majas metafora merupakan majas yang paling singkat. majas metafora bersifat implisit sedangkan majas simile bersifat eksplisit. Personifikasi/Penginsanan adalah gaya bahasa yang mempersamakan benda-benda dengan manusia. Poerwadarminta menjelaskan. Hatinya berkata bahwa perbuatan ini tak boleh dilakukannya. Badai menderu-deru. Aku adalah angin yang kembara. Bunga ros menjaga dirinya dengan duri. punya sifat. Alegori Alegori sering mengandung sifat-sifat moral spiritual. padat. jikalau. Dibandingkan dengan majas lainnya. 3. bila. bunga-bunga. seandainya. metafora yaitu majas dengan pemakaian kata-kata yang memiliki arti lain. dan membaca adalah kuncinya. Deru ombak memanggil-manggil para pemuda harapan bangsa. perasaan. kemampuan. Biasanya alegori tersebut membangun . Indonesia menangis. dan rapi. Adalah majas yang menerapakan sifat-sifat manusia terhadap benda mati. Depersonifikasi Depersonifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat suatu benda tak bernyawa pada manusia atau insan. Personifikasi Personifikasi ialah gaya bahasa yang melekatkan sifat-sifat insani pada barang atau benda yang tidak bernyawa ataupun pada ide yang abstrak. Biasanya memanfaatkan kata-kata: kalau. dia seperti tersenyum kepadaku seakan-akan aku merayunya. Perbedaan metafora dengan simile yaitu. Angin melambai-lambai. duka nestapa Aceh memeluk erat sanubari bangsaku. seperti yang dimiliki dan dialami oleh manusia. 4. Lautan mengamuk. Saat ku melihat rembulan.sifat yang sama. seumpama.

Contoh: Dia gembira atas kegagalanku dalam ujian. Contoh: Bandung dikenal sebagai Paris Jawa. melalui kiasan atau penggambaran. Antitesis Secara kalamiah antitesis diturunkan dari kata µantithesis¶ yang artinya µmusuh yang cocok¶ atau pertentangan sang yang benar-benar (Poerwadarminta. Tautologi adalah sarana retorika yang menyatakan sesuatu secara berulang dengan kata-kata yang . Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. 1991 : 10). 8. Alusio adalah gaya bahasa yang menampilkan adanya persamaan dari sesuatu yang dilukiskan yang sebagai referen sudah dikenal pembaca. merupakan metafora yang dikembangkan. yang membentuk kemanunggalan kang paripurna. minangka cerios kang diangge kangge perlambang kangge ndidik atau menerangakan suatu hal (Suprapto. Bung Karno ± Bung Karno kecil menunjukkan kebolehannya dalam lomba pidato membawakan fragmen ³Di Bawah bendera Revolusi´. Biasanya bersifat simbolis Contoh fable :Kancil dan Buaya Contoh parabel: Cerita Adam dan Hawa 6. Contoh: Sanjak ³Menuju Ke Laut´ karya Sutan Takdir Alisyahbana.cerita yang rumit dengan maksut yang terselubung. Majas antitesis tersebut sejenis majas yang sengaja mengadakan komparasi (perbandingan) antara dua antonim (yaitu dua kata yang memiliki ciri semantik yang sebaliknya). 7. Alegori ialah gaya bahasa yang menggunakan lambang-lambang yang termasuk dalam alegon antara lain: fable dan parable. Alegori yaitu gaya basa yang memperlihatkan perbandingan yang utuh. Alegori ialah gaya bahasa yang menyatakan dengan cara lain. 1976 : 52). Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya. Cerita fabel dan parabel merupakan alegorialegori yang pendek. Alusio Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau frase yang searti dengan kata yang telah disebutkan terdahulu. 9. Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan. Antitesis ialah gaya bahasa yang mengandung gagasan-gagasan yang bertentangan. Contoh-contoh: Dia turun ke bawah => Dia turun Dia naik ke atas => Dia naik Capek mulut saya berbicara. Alegori adalah kata kiasan berbentuk lukisan/cerita kiasan. Pleonasme Pleonasme adalah penggunaan kata yang mubazir yang sebesarnya tidak perlu.

kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya. 14. kemajuan apasajakah yang sudah kita capai? Dalam dunia sastra. nah selama itu. Contoh : Tak ada badai tak ada topan. Tautologi merupakan suatu majas perulangan yang cara melukiskanya dengan mengulang-ulang kata yang ada dalam kalimat (Suprapto. Contoh: Nissa telah menyelesaikan sekolah dasarnya tahun 2008 (lulus). Majas perbandingan . Contoh: Aku melonjak kegirangan karena aku mendapatkan piala kemenangan. 60 tahun malah.maknanya sama supaya diperoleh pengertian yang lebih mendalam. 15. 12. Contoh: Dia adikku! Eh. buku-buku bermutu banyak memberikan manfaat bagi pembacanya. So pasti. yang benar adalah Chairil Anwar. Eh. Dipakai untuk membetulkan kembali apa yang salah diucapkan baik yang disengaja maupun tidak. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat. 11. bukan Rendra. ah bukan. Apa maksud dan tujuannya datang ke mari? 10. Antisipasi (prolepsis) Antisipasi ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya menggunakan frase pendahuluan yang isinya sebenarnya masih akan dikerjakan atau akan terjadi. 1991 : 85). bukan. Antropomorfisme Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia. maksud saya Rini! 13. bukan. Sudah setengah abad kita merdeka. Perifrase merupakan ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek. Sinestesia Majas yang berupa suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra lainnya. Namun. Silakan Riki maju. Perifrasis Perifrasis ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya sengaja menggunakan frase yang sebenarnya dapat diganti dengan sebuah kata saja. tiba-tiba saja ia marah. Koreksio (epanortosis) Koreksio ialah gaya bahasa yang dalam pernyataannya mula-mula ingin menegaskan sesuatu. kemudian memeriksa dan memperbaiki yang mana yang salah. dia kakakku! Gedung Sate berada di Kota Jakarta. eh bukan. Antonomasia Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis. bukan. kita mengenal Pelopor Angkatan ¶45 yaitu Rendra. Gedung Sate berada di Kota Bandung.

Metonimia Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek. Ayah selalu mengisap Djarum Super (Djarum Super adalah merk rokok). Gaya bahasa ini memberikan perbandingan terhadap sesuatu benda yang sudah disebutkan. Ayah mengendarai Vespa (Vespa adalah merk skuter). 1991 : 14). . Metonemia adalah bahasa kiasan dalam bentuk penggantian nama atas sesuatu. Contoh: Hei Jangkung! Si Pintar Si Gemuk Si Kurus 16. Contoh : Sulit kalau bicara dengan Si Bolot. namun dinyatakan sama. Pak guru mengendarai Kijang (Kijang adalah jenis mobil). Mengisap Djarum Super artinya mengisap rokok merk Djarum Super. 1991 : 88). melainkan dari salah satu sifat benda tersebut. Asosiasi Majas asosiasi merupakan majas perbandingan yang cara melukiskan suatu hal dengan cara membandingkan suatu hal dengan hal lain. sesuai dengan keadaan hal yang dimaksud (Suprapto. 20. Apabila sepatah kata atau sebuah nama yang berasosiasi dengan suatu benda dipakai untuk menggantikan benda yang dimaksud. Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam. Mengendarai Kijang artinya mengendarai mobil jenis Kijang. 18.yang menyebutkan sesuatu bukan dengan nama asli dari benda tersebut. Contoh: Semangatnya keras bagai baja. Perbandingan itu menimbulkan asosiasi terhadap banda sehingga gambaran tentang benda atau hal yang disebutkan itu menjadi lebih jelas. Mengendarai Vespa artinya mengendarai skuter merk Vespa. atau atribut. Tropen Majas tropen yaitu majas perbandingan yang cara menggambarkan suatui pekerjaan denganmenggunakan kata-kata yang memiliki pengertian yang sama (Suprapto. Suaranya merdu bagai buluh perindu. ciri khas. 19. Hipokorisme Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib. Aptronim Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang. 17. Contoh: Kita harus bersyukur tinggal di negeri Zamrud Khatulistiwa yang elok permai ini Panda banyak terdapat di negeri Tirai Bambu. orang bertanya ke mana dijawab ke mana. Asosiasi adalah perbandingan terhadap dua hal yang berbeda.

. Adalah sepatah kata yang diganti dengan kata lain yang memberikan pengertian lebih hebat dapipada kata lain. Hiperbola Hiperbola ialah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan baik jumlah. Contoh : Sambil menyalakan TV. Antitesis Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya. Pemikiran-pemikirannya tersebar ke seluruh dunia. paronomasia. syahdu. Contoh: Sekali-kali datanglah ke gubuk reotku. meningkatkan kesan dan pengaruhnya. Litotes: Ungkapan berupa penurunan kualitas suatu fakta dengan tujuan merendahkan diri. 2. semuanya hadir di tempat itu 3. Untuk membela anak istri. Litotes Litotes ialah majas yang berupa pernyataan yang bersifat mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. kurelakan walau bermandi darah. Yang termasuk ke dalam jenis majas ini antara lain hiperbola. 4. sekali-sekali Hang Tuah melirik jam tangan Titusnya. mereka terkejut setengah mati Saya ucapkan beribu-rbu terima kasih atas perkenan Bapak dan Ibu menghadiri undangan panitia. Wanita itu parasnya tidak jelek. Apabila kita menggunakan kata yang berlawanan artinya dengan yang dimaksud dengan merendahkan diri terhadap orang yang berbicara. dan lain-lain. 1. Majas pertentangan yang menggunakan paduan kata yang berlawanan arti. ataupun sifatnya dengan tujuan untuk menekan. Hiperbola merupakan pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal. wahai sahabatku yang elok dan indah. Anakronisme Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya. Bertemu kamu sayang. besar kecil. ukuran. memperhebat. oksimoron. C. Gaya Bahasa Pertentangan Majas pertentangan yaitu majas yang cara melukiskan hal apapun dengan mempertentangkan antara hal yang satu dengan hal yang lainnya.Contoh : Tiap malam ia menjual suara dari satu panggung ke panggung lainnya. Contoh: Tua muda. Aladin bermain golf. ironi. litotes. paralipsis. Ketika mendengar berita itu. hati berbunga-bunga sejuta rasanya terbang melayang di angkasa bahagia. Contoh: Harga-harga sudah meroket.

Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua. Contoh: Kami sudah mendengar berita itu dari radio dan surat kabar. Bagus benar rapormu. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis. Contoh: Bisa ular itu bisa masuk ke sel-sel darah. Kota Bandung sangatlah indah dengan sampah-sampahnya. Silepsis Dalam silepsis kata yang dipergunakannya itu secara gramatikal benar. Contoh: Olahraga mendaki gunung memang menarik walupun sangat membahayakan. Ironi Ironi ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang isinya bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya. 7. 9. kutu buku yang satu ini memang berpengetahuan luas sekali. Hambur-hamburkan terus uangmu itu agar bias menjadi jutawan. 5. tetapi berlainan maknanya. Ironi/sindiran adalah gaya bahasa berupa penyampaian kata-kata denga berbeda dengan maksud dengan sesungguhnya. Apa yang kami berikan ini memang tak berarti buatmu.Akan kutunggu engkau di bilikku yang kumuh di desa. Ialah salah satu majas sindiran yang dikatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dengan maksud menyindir orang dan diungkapkan secara halus. contoh: Kuakui. 6. tetapi kata tadi diterapkan pada kata lain yang sebenarnya mempunyai makna lain. Ironi merupakan sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut. banyak merahnya. Bar. Zeugma Zeugma ialah gaya bahasa yang menggunakan dua konstruksi rapatan dengan cara menghubungkan sebuah kata dengan dua atau lebih kata lain. di harapkan memahami maksud penyampaian itu. Paronomosia Paronomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang berisi penjajaran kata-kata yang sama bunyinya. Dalam zeugma kata yang dipakai untuk membawahkan kedua kata berikutnya sebenarnya hanya cocok untuk salah satu dari padanya. 8. Oksimoron Oksimoron ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang di dalamnya mengandung pertentangan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan dalam frase atau dalam kalimat yang sama. . sehingga menjadi kalimat yang rancu. tapi pembaca/pendengar.

Contoh: Ia sudah kehilangan topi dan semangatnya. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan. yang berupa rangkaian kata yang mengungkapkan sindiran dengan menyatakan kebalikan dari kenyataan. Paradoks adalah gaya bahasa berupa pernyataan yang mengandung kontras/pertentangan. saya juga banyak belajar dari mahasiswa-mahasiswi saya. 12. Contoh Antifrasis: Lihatlah sang raksasa telah tiba (maksudnya si cebol). dll. Ali Hasymi) Jemu aku dengan bicaramu. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme. atau parodi. ironi. tapi hidupnya melarat. Majas ini terlihat seolah-olah ada pertentangan. Contoh: Aku lalai di pagi hari Beta lengah di masa muda Kini hidup meracun hati Miskin ilmu miskin harta (Bait II puisi ³Menyesal´ karya M. kebahagiaan Sudah sepuluh tahun engkau bicara Aku masih tak punya celana Budak kurus pengangkut sampah 11. 10. keadilan. Tidak jarang satire muncul dalam bentuk puisi yang mengandung kegetiran tapi ada kesadaran untuk berbenah diri. Satire adalah gaya bahasa sejenis ironi yang mengandung kritik atas kelemahan manusia agar terjadi kebaikan. Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati. uang cukup. Satire Satire ialah gaya bahasa sejenis argumen atau puisi atau karangan yang berisi kritik sosial baik secara terang-terangan maupun terselubung. namun sebenarnya keduanya benar. Antifrasis Antifrasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan sebuah kata dengan makna kebalikannya. Kemakmuran. namun ternyata mengandung kebenaran. untuk mengecam atau menertawakan gagasan. Berbeda dengan ironi. Gajinya besar. Sebagai dosen. Contoh: Betapa banyak orang yang dalam kesendiriannya merasa kesepian di kota sehiruk-pikuk Jakarta. . Paradoks Paradoks ialah gaya bahasa yang mengandung pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada. sedangkan pada antifrasis hanya sebuah kata saja yang menyatakan kebalikan itu. tetapi jiwanya menderita. Artinya. kebiasaan. terus terang. Contoh ironi: Kami tahu bahwa kau memang orang yang jujur sehingga tak ada satu orang pun yang percaya padamu.

Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting. dan tidak terkenal namanya. kesabaran membuahkan pengalaman. Contoh: Wahai dewa yang agung. Klimaks Klimaks ialah gaya bahasa yang berupa susunan ungkapan yang makin lama makin mengandung penekanan atau makin meningkat kepentingannya dari gagasan atau ungkapan sebelumnya. 15. antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun. 16. Dalam apresiasi sastra. 14. . merasakan keindahannya. S3 sampai gelar Doktor dan kalau mengajar di Perguruan Tinggi bergelar Profesor/Guru Besar pula. baik kuantitas. adalah gaya bahsa berupa ekspresi dan pernyataan dalam rincian yang secara periodek makin lama makin meningkat. syukur S2. nusa bangsa dan negara. Anti klimaks Antiklimaks ialah suatu pernyataan yang berisi gagasan-gagasan yang disusun dengan urutan dari yang penting hingga yang kurang penting. seratus ribu.Klimaks. lima puluh ribu. jangankan menyumbang jutaan rupiah. dan pengalaman membuahkan harapan. Apostrof Apostrof ialah gaya bahasa yang berupa pengalihan amanat dari yang hadir kepada yang tidak hadir. Dengan demikian. masih dihitung-hitung. seribu rupiah pun ia enggan. SLTP. nilainya. Bahasa Indonesia diajarkan kepada mahasiswa. kualitas. Gaya bahasa ini di mulai dari puncak makin lama makin ke bawah. kabupaten. Bagi milyader bakhlil. kuantitas intensitas. Hidup kita diharapkan berguna bagi saudara. SMP. syukur juga terpangil untuk kreatif menciptakan bentuk-bentuk sastra. datanglah dan lepaskan kami dari cengkraman durjana. Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran.13. Klimaks dalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat. intensitas. Antiklimaks merupakan antonim dari klimaks adalah gaya bahasa berupa kalimat terstruktur dan isinya mengalami penurunan kualitas. orang tua. lalu kita membaca berulang-ulang sampai paham maksudnya. mula-mula kita hanya membaca selayang pandang puisi yang akan kita apresiasi. Taufik Hidayat niscaya telah menjadi juara nasional dan sebelumnya juga tingkat propinsi. Anastrof atau inversi Anastrof ialah gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan membalikkan susunan kata dalam . Idealnya setiap anak Indonesia pernah menempuh pendidikan formal di TK. pendiam. dan SD. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting. siswa SLTA. bisa membawakannya penuh penghayatan. SMA/SMK. SD. yang disebut juga gradasi. sampai kita mampu menghargai keberadaan dan mencintainnya. RT/RW. desa. terus mengkajidalami. malahan pula tingkat kecamatan. Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya. sepuluh ribu. Jauh sebelum memperoleh mendali emas dalam Olimpiade Athena 2004 cabang bulutangkis.

Hipalase Hipalase ialah gaya bahasa yang berupa sebuah pernyataan yang menggunakan kata untuk menerangkan suatu kata yang seharusnya lebih tepat dikarenakan kata yang lain. tetapi sebenarnya justru menegaskannya. 22. Kontradiksi interminus Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya. Sinisme Sinisme ialah gaya bahasa yang merupakan sindiran yang berbentuk kesangsian yang mengandung ejekan terhadap keikhlasan atau ketulusan hati. 18. cuma agak kurang jujur. 21. Sarkasme Sarkasme ialah gaya bahasa yang mengandung sindiran atau olok-olok yang pedas atau kasar. Contoh: Diceraikannya istrinya tanpa setahu saudara-saudaranya. 19. Contoh: Soal semudah ini saja tidak bisa dikerjakan. Gaya bahasa sindiran yang terkasar dimana memaki orang dengan kata-kata kasar dan tak sopan. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar. 17. Innuendo Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya Contoh: Dia memang baik.kalimat atau mengubah urutan unsur-unsur konstruksi sintaksis. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi). Yaitu . Contoh : Jika kau memenangkan pertandingan itu berarti kematian akan kau alami. Contoh: Ia duduk pada bangku yang gelisah. Apofasis Apofasis ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang tampaknya menolak sesuatu. Histeron Proteran Histeron Proteran ialah gaya bahasa yang isinya merupakan kebalikan dari suatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar. 23. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan Contoh : Sebenarnya saya tidak sampai hati mengatakan bahwa anakmu kurang ajar. 20. Goblok kau! Kau memang benar-benar bajingan. Contoh: Anda benar-benar hebat sehingga pasir di gurun sahara pun dapat Anda hitung.

Metonimia Metonimia berasal dari bajasa Yunani µmeta¶ yang artinya pertukaran dan µonym¶ yang artinya nama. Contoh : Candu itu dapat merusak kehidupan. kecuali Sinta. inverse. 1991 : 64). Maklumlah. Yang termasuk ke dalam jenis majas pertautan di antaranya metonimia. disangkal lagi oleh ucapan kemudian. (Suprapto. Pendengar atau pembaca harus mencari atau menebak apa yang tersembunyi tersebut namun pendengar atau pembaca sudah paham dan mengerti terhadap hal yang disembunyikan itu. Kalau masih ada yang belum hadir. Metonimia ialah gaya bahasa yang menggunakan nama . D. alusio. di tikungan. Contoh: Semuanya sudah hadir. 1991 : 50). sinekdot. suatu benda disebutakan tetapi yang dimaksud adalah benda lain (Dale (et all). 26. Contoh: Mobil itu berderit ketika sopir menginjak rem tiba-tiba. 1971 : 234). 27. eufimisme. Kolokasi Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat. 1991 : 56). hal itu sudah menjadi kebiasaan murid waktu ulangan. Metonimia merupakan sejenis majas yang menggunakan nama suatu benda untuk suatu hal lain yang memiliki keterkaitan dengan benda yang dimaksud. 25.majas yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudahdikatakan semula. Dalam metonimia. pemerintah mengawasi dengan ketat. Contoh : Kejadian kemarin betul-beul mempermalukan warga sekampung. Praterito Majas praterito yaitu majas yang cara mengungkapkan suatu hal dengan cara menyembunyikan maksud. atau apapun sebagai gantinya (Suprapto. Gaya Bahasa Pertautan Majas pertautan yang cara menjelaskan suatu keadaan dengan mengaitkan hal yang dimaksud dengan lainnya yang memiliki sifat yang berkarakteristik sama atau mirip. elipsis. oleh karena itu. 1. 24. untuk pecandunya sendiri. dan lain-lain. Majas metonimia merupakan majas yang mempergunakan nama ciri ataui ciri hal yang menjadi cirri terhadap hal yang dimaksud kemudian ditautakan denngan mausia. umumnya tidak dapat menghentikan kebiasaan yang tidak baik tersebut. meninggalkan bekas ban yang tajam di jalanan yang berdebu. Alonim Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan. barang. semuanya telah diundang. mengapa dikatakan ³semua´ sudah hadir. kecuali Si Amir. Okupasi Majas okupasi merupakan majas pertentangan atau berlawanan yang mengandung bantahan namun bantahan tersebut kemudian diberi penjelasan (Suprapto. Apa yang sudah dikatakan.

orang. biar kapok Karena buah penanya itu menjadi buah bibir orang. Brazil mengalahkan Argentina. Simbolik Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud. Sinekdoke adalah bahasa kiasan dengan cara menyebutkan sesuatu bisa sebagian untuk menyatakan keseluruhan (pars pro toto). Antanaklasis Menggunakan perulangan kata yang sama. Sinekdoke Sinekdoke ialah gaya bahasa yang menyebutkan nama sebagian sebagai nama pengganti barang sendiri. Contoh Sinekdoke pars pro toto: Lima ekor kambing telah dipotong pada acara itu. Karya-karya menjadi cindera mata bagi dunia 5. Totem pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian. Alusio Alusio ialah gaya bahasa yang menunjuk secara tidak langsung ke suatu pristiwa atau tokoh yang telah umum dikenal/ diketahui orang. Korban gelombang Tsunami 26 Desember 2004 mencapai 100 jiwa lebih. Contoh Sinekdoke totem pro parte: Dalam pertandingan itu Indonesia menang satu lawan Malaysia. Antanaklasis merupakan bentuk majas perulangan yang memiliki pengulangan kata yang sama tetapi berbeda maksudnya. Dalam copa Amerika 2004. Masjid Al-Amin berkurban 6 ekor sapi 10 ekor kambing. atau ciri sebagai pengganti barang itu sendiri. Contoh : Angga membawa kembang untuk kembang desa yang dipujanya. majas antanaklasis itu majay yang menulang kata homonimi (Ducrot dan Todorov. Enaknya lintah darat itu mulutnya disumpal lintah. tetapi dengan makna yang berlainan. bagai ombak samudra. Dalam Idul Adha tahun ini. Contoh: Parker jauh lebih mahal daripada pilot. 4. Contoh: Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi di sini? 6. Jadi. 2. Eufimisme Eufimisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar yang dianggap merugikan atau yang tidak menyenangkan. 3.barang. hal. Contoh : Cintaku kepadamu tak akan pernah layu. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap . bagai bunga surga. bisa pula sebaliknya keseluruhan digunakan untuk menyebut yang sebagian (totem pro parte) Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek. Cintaku kepadamu kan selalu bergelora. 1981 : 227).

korupsi. (Terlibat skandal. Contoh: Tegakah membiarkan anak-anak dalam kesengsaraan? 12. Disfemisme Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.halus. Contoh : Hati-hati. Eufemisme adalah gaya bahasa berupa pengungkapan yang sifatnya menghaluskan supaya tidak menyinggung perasaan. Contoh: Kepala sekolah mengundang para orang tua murid. Jadi jelas. 7. frase. Eufimisme berasal dari bahasa Yunani µeuphemizein¶ yang berarti µberbicara dengan menggunakan kata-kata yang jelas dan wajar¶. 10. Pak Bandot akhirnya dikenai pension dini. Contoh: Putri malam menyambut kedatangan remaja yang sedang mabuk asmara. 11. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata. dipecat. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata. Eponim Eponim ialah gaya bahasa yang menyebut nama seseorang yang begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu. Contoh: Dengan latihan yang sungguh saya yakin Anda akan menjadi Mike Tyson. 9. Epitet Epitet ialah gaya bahasa yang berupa keterangan yang menyatakan sesuatu sifat atau ciri yang khas dari seseorang atau suatu hal. atau klausa yang sejajar. Pengulangan kata-kata . kita mulai masuk hutan larangan. tidak terasa tajam. Erotesis Erotesis ialah gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak menuntut jawaban sama sekali. di PHK) Anak itu tinggal kelas karena agak terlambat dalam mengikuti pelajaran. Di sini banyak hantu! 8. (Bodoh) Tunasusila sebagai pengganti pelacur. Antonomasia Antonomasia ialah gaya bahasa yang berupa pernyataan yang menggunakan gelar resmi atau jabatan sebagai pengganti nama diri. Euphemizein diturunkan dari kata µeu¶ yang berarti baik atau bagus µphanai¶ yang berarti bicara. Paralelisme Paralelisme ialah gaya bahasa yang berusaha menyejajarkan pemakaian kata-kata atau frase-frase yang menduduki fungsi yang sama dan memiliki bentuk gramatikal yang sama. eufimisme artinya pandai berbicara baik (Dale (et all) 1971 : 239). Contoh: Karena melakukan sesuatu yang kurang pas.

tetapi tidak dihubungkan dengan kata-kata penghubung. 15.. Hidup dan mati kita semua. Elipsis adaklah gaya bahasa berupa penyusunan kalimat yang mengandung kata-kata yang sengaja dihilangkan yang sebenarnya bisa diisi oleh pembaca/penyimak. tetapi juga harus diberantas. tekad terus maju. Saya sekarang sudah mengerti (Penghilangan objek). kehidupan yang baik.Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. Pulangnya membawa oleh-oleh banyak sekali (Penghilangan subjek). Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung. Mari makan!(penghilangan subyek dan obyek). ada baik ada««. diridhoi oleh Gusti Allah. dan jika terdapat pada akhir kalimat dinamakan evipora. maju dalam kehidupan. tetapi juga harus memberantasnya (Ini contoh yang tidak baik). Gusti Allah yang memiliki hidup dan mati. Kalau kau mau aku akan datang Jika kau menginginkan aku akan datang Bila kau minta aku akan datang Andai kau ingin aku akan datang + Bukan saja perbuatan itu harus dikutuk. Apa saja yang ada di dunia serta berpasangan ada siang ada «««. Asindeton Asindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau suatu konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar.pembangunan lahiriah dan ««. yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada. Elipsis Elipsis ialah gaya bahasa yang di dalamnya terdapat penanggalan atau penghilangan salah satu atau beberapa unsur penting dari suatu konstruksi sintaksis. Contoh: Pembangunan mencakup dua hal yakni pembangunan material dan ««.. Bila kata yang diulang pada awal kalimat dinamakan anaphora.. Saya akan berangkat (penghilangan unsur Keterangan). Gradasi Gradasi ialah gaya bahasa yang mengandung beberapa kata (sedikitnya tiga kata) yang diulang dalam konstruksi itu. ada terang ada «««. Gradasi yaitu majas yang memiliki rangkaian atau urutan sedikitnya tiga kata atau istilah yang secara sintaksis kata atau istilah tersebut memiliki satu ciri semantik atau lebih (Ducrot dan Todorov. Contoh : Kita berjuang melawan musuh dengan satu tekad. baik secara rohani ataui jasmani. roda berputar kadang di atas kadang «««« Mereka ke Jakarta minggu lalu (perhitungan prediksi).. 14. rohani atau jasmani yang diridhoi.. pembangunan individual dan «««. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat. ada pertemuan ada ««. Contoh-contoh: Kau berkertas putih Kau bertinta hitam Kau beratus halaman Kau bersampul rapi..untuk menegaskan yang terdapat pada puisi. Beberapa hal . 1981 : 277). 13.. .

Gaya bahasa ini acap digunakan oleh para orator. Korban meninggal saat itu juga. Interupsi Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat. cuma duduk sambil melamun. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana. 1991 : 27). darah menganak sungai. Gaya bahasa penegasan ini mempergunakan kalimat Tanya-tak-bertanya. dihubungkan dengan kata penghubung. 20. karena jawabannya sudah tersirat di sana. ibu. 19. 17. Contoh: Biaya pendidikan di Perguruan Tinggi sangat mahal. Ayah. Memikirkanjantung hati. anak merupakan inti dari sebuah keluarga. kursi. Gaya bahasa penegasan yang mempergunakan sisipan di tengah-tengah kalimat pokok. motonya hancur lebur. Contoh : Angin semilir perlahan. Bisakah rakyat kecil menyekolahkan anaknya sampai ke sana? Siapa yang bisa berkuliah kalau bukan kaum berada? Mana mungkin orang mati hidup lagi?! Inikah yang kau namai bekerja?! 18. Contoh: Tiba-tiba Ia ± kekasih itu ± direbut oleh perempuan lain. lemari ditangkubkan dalam kamar itu. 16. sedang aku. denagn maksud untuk menjelaskan sesuatu dalam kalimat tersebut. Erotesis/pertanyaan retoris adalah gaya bahasa berupa pengajuan pertanyaan untuk memperoleh efek mengulang tanpa menghendaki jawaban. Sering menyatakan kesangsian atau bersifat mengejek. Enumerasio Majas enumerasio yaitu majas gaya bahasa penegasan yang melukiskan atau menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa agar seluruh maksud di dalam kalimat tersebut menjadi lebih lugas dan jelas (Suprapto. lazuardi cerah nilakandi. mengalir ke mana-mana. langit biru terlihat ringan. Polisindeton Polisindenton ialah gaya bahasa yang berupa sebuah kalimat atau sebuah konstruksi yang mengandung kata-kata yang sejajar dan dihubungkan dengan kata-kata penghubung. Resentia Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu . bulan pun bersinar kembali. Retoris Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut. Contoh: Pembangunan memerlukan sarana dan prasarana juga dana serta kemampuan pelaksana. yang entah ke mana tak tahu rimbanya. Contoh: Meja.keadaan atau benda disebutkan berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung.

?´ 21. Oleh karena itu hindarilah kalimat inversi. . Contoh : ³Apakah ibu mau«. Contoh : Anak tersebut sudah dididik. diajar. . 1991 : 82). Simetrisme Majas simetriisme merupakan majas yang menyatakan suatu kalimat dengan menggunakan katakata yang lain ananum sesungguhnya kalimat tersebut mengandung makna yang sama (Suprapto.. Contoh : Jangan berebut. coba barisnya yang tartib! Duduklah yang manis di krosi. . 2.Situasi keamanan Timor Timur amat mencemaskan. Meiosis Majas meiosis merupakan penegasan yang cara mengungkapkan suatu hal atau keadaan dengan menggunakan pernyataan yang halus. nastiti. dituntun berjalan direl yang benar. Bentuk pertama adalah inversi dan bentuk kedua tidak inversi. Majas ini sering digunakan secara ironi. .Situasi keamanan Timor Timur amat mencemasakan.Amat mencemaskan situasi keamanan Timor Timur . Contoh : Hasil panennya agak kurang baik (untuk menyatakan panen gagal) Dia kurang aktif di karang taruna (menyatakan malas) 23. Hidup harus gemi. dan hati-hati.dari kalimat yang dihilangkan. Anakuloton Majas anakuloton merupakan majas yang dalam pemakaian kalimatnya sengaja disimpangkan dari kaidah-kaidah penulisan tata basa (Suprapto. Kalimat Inversi (Kalimat Terbalik) Kalimat inversi adalah kalimat yang dalam menyampaikan gagasan terasa kurang lancar. 1991 : 49). 1991 : 11). khususnya untuk menggambarkan suatu hal yang luar biasa (Suprapto. jangan keluyuran! 22. Ayahku sudah pergi dan tak mungkin kembali lagi.Timor Timur situasi keamanannya amat mencemaskan..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful