P. 1
Artikel Kemiskinan

Artikel Kemiskinan

|Views: 2,339|Likes:
Published by Kesuma Ferdianto

More info:

Published by: Kesuma Ferdianto on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2013

pdf

text

original

ARTIKEL I

:

Pemberantasan Kemiskinan di Indonesia Terburuk di Asia
Sumber: http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/10/30/44073/Pemberantasan-Kemiskinandi-Indonesia-Terburuk-di-AsiaIndonesia dinilai sebagai negara terburuk dalam menanggulangi kemiskinan. Meski kaya akan berbagai sumber alam, tapi Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang jumlah orang miskinnya meningkat tiga tahun terakhir ini. “Hasil penghitungan terbaru menunjukkan penduduk miskin Indonesia meningkat 2,7 juta orang tiga tahun terakhir ini. Yang lebih memalukan lagi, jangankan dibanding Thailand atau Malaysia, Indonesia bahkan tertinggal dari Kamboja dan Laos dalam mengurangi kemiskinan,” ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Setyo Budiantoro. Setyo juga mempertanyakan kesenjangan di Indonesia yang justru semakin melebar. Dia mencatat, jumlah harta 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2010 mencapai 71,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 680 triliun yang setara dengan 10,3 persen Product Domestic Bruto (PDB). “Ini aneh, peningkatan kekayaan orang kaya itu melejit rata-rata 80 persen selama lima tahun terakhir. Jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang berkisar hanya enam persen per tahun,” jelasnya. Dia berharap pemerintah merombak sistem pembangunan agar lebih adil dan menjadikan pengurangan kesejahteraan sebagai indikator keberhasilan pembangunan. Selama ini target, tukas dia, strategi dan cara pengurangan kesenjangan tidak pernah ada pada dokumen resmi negara atau dalam perencanaan pembangunan. Menurut dia, melonjaknya angka kemiskinan diakibatkan beberapa faktor. Antara lain sedikitnya lahan produksi milik orang miskin, minimnya penyerapan tenaga kerja dan tidak adanya kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin. “Penentuan garis kemiskinan Indonesia sangat politis. Kenaikan kriteria sedikit saja, angka kemiskinan melonjak tinggi. Politik angka kemiskinan untuk pencitraan pemerintah sangat rentan terjadi,” katanya. Hal yang sama diungkapkan Research Assosiated Perkumpulan Prakarsa Luhur Fajar Martha. Menurutnya, program kemiskinan yang selama ini dikatakan cukup berhasil hanya dinikmati segelintir orang miskin. Faktanya, masih banyak problem penyalahgunaan dan disorientasi pembangunan yang dilakukan pemerintah. Ia mengimbau pemerintah mengadopsi garis kemiskinan, sekaligus mengukur keadilan ekonomi. Misalnya, mengukur garis kemiskinan 60 persen dari rata-rata pendapatan atau pengeluaran lingkungannya untuk mengukur ketimpangan sosial. “Keadilan sosial ekonomi harus dimasukkan dalam target pembangunan untuk mencegah ledakan sosial dan menjaga pembangunan terus berkelanjutan,” tandasnya. Anggota Komisi VIII DPR Sayed Fuad Zakaria menyayangkan lambannya penurunan angka kemiskinan oleh pemerintah. Ia menilai, kelembagaan yang menangani kemiskinan menjadi salah satu faktor. Selama ini kemiskinan dikelola oleh 19 kementerian/lembaga.

“Itu sangat tidak efektif, ada ego sektoral yang menghambat koordinasi antar lembaga. Bukan itu saja, kalau ingin serius menangani kemiskinan anggarannya juga harus sebanding dan ada skala prioritas,” tegas anggota Fraksi Partai Golkar ini. Menanggapi itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial (Kemensos) Rusli Wahid membantah stigma bahwa program pemberantasan kemiskinan hanya pencitraan. Dia menegaskan, pemerintah sudah berusaha menangani itu dengan berbagai program pro rakyat. “Kita lihat angka penurunan kemiskinan itu ada,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka. Rusli menyatakan, seluruh program yang dibuatnya telah disesuaikan dengan kondisi wilayah dan sifatnya berjenjang. Mulai dari pusat sampai daerah. Pemerintah juga terus berupaya menambah alokasi anggaran kemiskinan dan melibatkan seluruh stakeholder, kalangan dunia usaha di tiap provinsi, kabupaten untuk memfasilitas

Jika garis kemiskinan Maret 2011 adalah pengeluaran Rp 233.5 dolar AS per kapita per hari.88 persen dari total penduduk Indonesia. Namun. perhitungan garis kemiskinan di Filipina sudah menggunakan ukuran 1. BPS mencatat.66 juta jiwa atau sikitar 8. Acuviarta Kartabi menilai.02 juta orang. jumlah penduduk hampir miskin tahun ini menurut data BPS mencapai 27. Total. angka kemiskinan di Indonesia per Maret 2011 turun 1 juta orang atau 3. sejak 2007 sampai 2011 jumlah penduduk miskin di Indonesia terus mengalami penurunan. tahun ini jumlah penduduk hampir miskin justru bertambah 5 juta orang.02 juta orang.ARTIKEL II: Angka Kemiskinan Indonesia Turun Sumber: http://www. Sementara Malaysia dan Thailand 2. selama tiga tahun terakhir. Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas). Pertambahan ini berasal dari 1 juta penduduk miskin yang naik status menjadi hampir miskin dan 4 juta penduduk tidak miskin yang turun status menjadi hampir miskin. sedangkan Maret 2010 berjumlah 31.2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.000 per hari. ukuran hampir miskin adalah 1. (PRLM). Standar Bank Dunia sendiri berada pada angka 2 dolar AS per kapita per hari.2 kali dari garis kemiskinan.5 dolar AS per kapita per hari.740 per kapita atau sekitar 0. Padahal pada 2010 saja. tingginya kesenjangan ekonomi di Indonesia terjadi karena tidak berjalannya trickle down effect (efek menetes ke bawah).9 juta jiwa atau 9. Menurut BPS. hal itu terjadi karena adanya persoalan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan perekonomian yang dilakukan pemerintah.85 dolar AS per kapita per hari.740 per kapita per bulan. Saat itu ukuran di Indonesia masih 0. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2011 mencapai 30. Pada 2010. Pada 2009 jumlah penduduk hampir miskin berjumlah 20.12 juta jiwa atau sekitar 10. Menurut dia.488 atau masih dibawah Rp 10..pikiran-rakyat.Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim.75 dolar AS per kapita per hari. . Jika ditambahkankan dengan penduduk miskin. di sisi lain. Data BPS menunjukan. maka yang masyarakat hampir miskin ini pengeluaran per kapita per bulannya di bawah Rp 280. Penduduk miskin menurut BPS adalah masyarakat yang pengeluran per bulannya sebesar atau kurang dari Rp 233.com/node/166871 JAKARTA.28 persen dari total populasi. jumlahnya bertambah menjadi 22.99 persen dari total penduduk Indonesia. jumlahnya hampir mencapai 60 juta orang. jumlah penduduk hampir miskin terus bertambah secara konsisten.

ditambah kebutuhan pokok lain seperti sandang. tidak cukup untuk kebutuhan minimum (sandang. Sementara yang termasuk golongan miskin relatif adalah mereka yang sebenarnya sudah berada diatas garis kemiskinan tetapi masih berada dibawah lingkungan sekitarnya. . dan kemiskinan kultural. Satu hal yang bisa disepakati ialah kemiskinan bukan menjadi semacam “hak” bagi masyarakat. Kemiskinan itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga kategori: kemiskinan absolut. mereka yang disebut sebagai kelompok miskin kultural adalah mereka yang tidak mau berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan-hidupnya. Badan Pusat Statistik Nasional mendefinisikan garis kemiskinan dari besarnya rupiah yang dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang setara dengan 2100 kalori per kapita per hari. kemiskinan relatif. Tetapi dalam hal pengertian konvensional. kemiskinan dapat dijelaskan dengan pendapatan individu/kelompok yang berada dibawah satu garis tertentu. pangan. Kembali pada definisi. pola makan tidak berganti. pangan. alangkah baiknya apabila kita berusaha memahami hakikat dan pengertian dari kemiskinan.com/2011/05/03/cultuurstelsel-kemiskinan-struktural-di-jawaabad-ke-19/ “Jangan pernah meremehkan orang-orang miskin. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional juga memberikan definisi berbeda mengenai kemiskinan. papan. melainkan karena tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. luas rumah dibawah delapan meter persegi. dimana kemiskinan diukur dari tingkat ekonomi. Bahkan ada juga yang memakai indikator bangunan rumah dalam mendefinisikan kemiskinan. Mereka yang termasuk golongan miskin absolut adalah mereka yang penghasilannya berada dibawah garis kemiskinan. Terakhir. dimana kemiskinan adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh seseorang. sehingga definisi pasti mengenai kemiskinan masih belum diketahui sampai saat ini. tetapi menjadi “kewajiban” masyarakat seluruhnya untuk menanggulanginya. bagi mereka yang memiliki perspektif sosial tentu menyepakati definisi yang dijelaskan oleh Parsudi Suparlan bahwasanya kemiskinan merupakan sebuah standar hidup yang rendah dibawah standar hidup yang berlaku umum di masyarakat. pendidikan). dan pendidikan. Pengertian yang berbeda ini diperoleh dari perbedaan basic pemikiran dan pandangan masing-masing orang. dan tidak mampu membeli pakaian baru.Karl Marx Kemiskinan Sebelum berbicara lebih jauh mengenai kemiskinan. papan. revolusi yang dipelopori oleh orang-orang miskin yang akan membumi-hanguskan kaum-kaum yang selama ini “menghina” dan menempatkan orang miskin secara kurang ajar” .ARTIKEL III: Cultuurstelsel & Kemiskinan Struktural di Jawa Abad ke-19 Sumber: http://sejarah.kompasiana. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mendefinisikan kemiskinan dengan rumah yang berlantai tanah. Definisi kemiskinan sendiri memiliki banyak versi dan pandangan. Hal yang berbeda pula diberikan oleh Badan Pusat Statistik Nasional. sebab dari mereka amarah bisa menggelegak menjadi sebuah revolusi sosial.

melambungnya jumlah penduduk miskin di Indonesia tidak lepas dari masa lalu Indonesia sendiri tentunya.5 juta jiwa. Bila pendapatan desa dari lahan 20% tersebut melebihi pajak tanah yang harus dibayar. sehingga untuk melunasi hutang tersebut desa-desa harus mengikuti kebijakan tersebut. dimana NHM merupakan reinkarnasi dari VOC yang telah bangkrut sebelumnya.Mengenai faktor penyebab kemiskinan. Kebijakan ini muncul atas dasar anggapan bahwa rakyat Nusantara memiliki hutang kepada pemerintah kolonial. Sehingga mereka (orang-orang miskin) yang terlahir dari kemiskinan struktural ini adalah mereka yang dimiskinkan oleh orang lain. eksternal. Cultuurstelsel Berbicara mengenai kemiskinan. maka Indonesia bisa dikatakan telah lama menghuni jurang kemiskinan. Mencari akar kemiskinan di Indonesia jelas susah. Pada teorinya. sebagian besar rakyat Nusantara benarbenar berada pada titik nadir ketertindasan. dan struktural. Johannes Van den Bosch yang mencetuskan kebijakan ini dianugerahi gelar Graaf oleh raja Belanda dan ditunjuk sebagai gubernur jenderal di Hindia Belanda untuk meng-konkrit-kan kebijakannya. Ketika melihat jumlah penduduk miskin di Indonesia yang menyentuh kisaran 49. sub-kultur. dimana . Hal ini karena sejak bernama Hindia Belanda hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia. maka bisa diketahui bahwa hampir separuh dari penduduk Indonesia berada dibawah garis kemiskinan. Sementara bagi penduduk desa yang tidak memiliki tanah di desa wajib bekerja pada kebun-kebun pemerintah kolonial selama 75 hari dalam setahun (20%). karena akar ini bahkan sudah bermula sejak zaman sebelum kolonial Belanda masuk ke Indonesia. Sementara sebagai perusahaan yang menjalankan kebijakan ini adalah Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM). sehingga sebagai solusi diberlakukanlah kebijakan cultuurstelsel di Nusantara. kebijakan cultuurstelsel ini muncul sebagai jalan tengah pada masa krisis pemerintah kolonial Hindia Belanda. Begitu diterapkan. Melihat dari kacamata historis. Pemerintah kolonial tampaknya tahu benar bagaimana memanfaatkan sistem feodalisme yang ada di Indonesia. ada berbagai faktor yang menjadi penyebab kemiskinan. maka oleh pemerintah kolonial akan dikembalikan. Masa eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah kolonial ini adalah imbas dari peperangan-peperangan yang terjadi di Jawa dan luar Jawa. dan kopi. Tetapi jika kurang. dan pemasukan dari komoditas ekspor ini akan masuk ke kas pemerintah kolonial Hindia Belanda. jumlah orang miskin terus merangkak naik dan upaya-upaya untuk menanggulangi kemiskinan masih sangat minim. keluarga. antara lain: faktor individu. maka desa harus membayar kekurangannya. Dengan pembatasan waktu pada abad ke XIX hingga XX. ataupun minimnya pendidikan. Kemiskinan dimana menurut beberapa pakar adalah sebuah kemiskinan yang hadir bukan karena takdir. Ketika berbicara mengenai permasalahan kemiskinan yang terjadi pada abad ke-19. Cultuurstelsel adalah kebijakan pemerintah kolonial yang diterapkan oleh Gubernur Jendral Johannes Van den Bosch. nila. Kemiskinan jenis ini timbul lebih karena upayaupaya pemiskinan yang dilakukan oleh indiviu/kelompok yang lain. maka kita akan lebih banyak berdiskusi mengenai kemiskinan struktural. dimana masyarakat diwajibkan menyisihkan 20% tanahnya untuk penanaman komoditas ekspor seperti tebu. maka cultuurstelsel menjadi topik diskusi yang menarik untuk diangkat ke permukaan. Hampir semua sejarawan menyepakati bahwa masa cultuurstelsel merupakan masa yang paling eksploitatif dalam periode sejarah Indonesia. Komoditas ekspor ini selanjutnya diserahkan kepada pemerintah kolonial untuk dijual kepada masyarakat internasional. serta kebangkrutan VOC tentunya. Sudah barang tentu faktor penyebab kemiskinan di Indonesia menjadi sebuah hal yang complicated akibat begitu banyaknya masalah dan semrawutnya benang-benang yang merangkai kemiskinan. Kebijakan ini dimulai pada tahun 1830. kemalasan individu.

Masyarakat berbondong-bondong pergi ke kota untuk bekerja sebagai buruh atau pegawai daripada menjadi tani. Begitu banyak pemberontakan yang terjadi pada masa penerapan cultuurstelsel. Pada satu sisi. Dampak dari penerapan kebijakan cultuurstelsel ini adalah bertambahnya angka kemiskinan di Nusantara (khususnya di Jawa). Hal ini adalah akibat dari budaya feodal yang ada di Nusantara pada saat itu. dengan diterapkannya kebijakan cultuurstelsel ini pemerintah mendapatkan sumber daya manusia beserta sumber daya alam yang gratis. Sementara untuk mereka yang tidak memiliki tanah. Ketika mencoba untuk mengklasifikasi jenis kemiskinan yang melanda di Jawa pada era penerapan kebijakan cultuurstelsel. Urbanisasi menjadi salah satu pilihan untuk mencari kehidupan yang lebih sejahtera. Peran seorang tuan tanah dalam memerintah rakyat yang ada dibawahnya begitu besar. menjadi sebuah pajak yang diluar dari lahan 20% lahan komoditas ekspor tersebut. Hal ini sebagai akibat wabah penyakit dan kelaparan yang melanda Jawa sebagai hasil dari tiadanya penanaman komoditas pangan. kapitalisme menjerumuskan masyarakat pada kemiskinan dan ketidakmakmuran. pemerintah kolonial Hindia Belanda menghendaki adanya keuntungan yang berlipat ganda. Perpaduan antara kebijakan kapitalisme cultuurstelsel dan kebudayaan feodal Nusantara menghasilkan penindasan kepada rakyat. tetapi komoditas ekspor begitu melimpah. Perpaduan antara kapitalisme dan feodalisme ini benar-benar membawa rakyat pada titik rendah kemanusiaan. dan regulasi-regulasi yang diciptakan oleh pihak penguasa untuk memiskinkan masyarakat. Kebijakan yang sangat menguntungkan pemerintah kolonial ini menyebabkan pemiskinan rakyat yang luar biasa. Sementara pemerintah kolonial sendiri tidak berniat untuk memajukan pemikiran para penguasa lokal melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Sehingga. Kemiskinan ini dipicu oleh aturan-aturan. Dengan modal sesedikit mungkin. Rasa sungkan ini meredam suara-suara perlawanan dari masyarkat Jawa. Kondisi kelaparan ini muncul karena tiadanya persediaan beras. Mereka yang tidak bisa melawan pada akhirnya mati dengan ketertindasan dan keterjajahan. Dari aturan yang semula menerapkan 20% tanah sebagai lahan untuk penanaman komoditas ekspor. sehingga begal dan bandit menjadi suatu hal yang tumbuh dengan pesat pada era tersebut. ternyata yang terjadi adalah hal-hal yang bersifat eksploitatif tanpa peri-kemanusiaan. dimana harga beras melambung tinggi akibat produksi yang berkurang. sehingga kebutuhan pencarian sosok pemimpin baru ini berujung pada pemberontakan-pemberontakan.harapan yang muncul adalah sebuah kebijakan yang mendatangkan pemasukan bagi pemerintah kolonial tetapi tidak menyengsarakan rakyat Indonesia. Jalan lain yang ditempuh adalah pencarian sosok “Ratu Adil”. Tetapi dalam lingkup praktek. Tidak jarang mereka memberontak dengan cara merampok. . Rakyat yang tidak puas akan kebijakan baru ini pun memilih untuk menyingkir dari kehidupan desa. maka lurah tersebut berusaha seluas mungkin tanah yang ada dipakai untuk penanaman komoditas ekspor. Pemerintah kolonial benar-benar memanfaatkan kondisi feodal Nusantara untuk memperoleh tenaga-tenaga gratis sehingga memberi pemasukan lebih kepada pemerintah. feodalisme membuat rakyat tidak bisa melawan pada penguasa lokal. dengan kata lain rakyat masih diharuskan membayar pajak tanah. Selain itu pajak tanah yang seharusnya dibayarkan dari hasil 20% lahan tadi. Seperti yang terjadi di Cirebon pada tahun 1843 dan Jawa Tengah pada 1850. Semetara pada sisi yang lain. kebijakankebijakan. berubah menjadi hampir 100% tanah digunakan untuk komoditas ekspor. Ketika hasil lebih dari pajak tanah itu diberikan kepada desa (lebih tepatnya tuan tanah/lurah). sehingga rakyat tidak bisa berbuat apa-apa. maka dapat digolongkan kemiskinan tersebut merupakan kemiskinan struktural. selama setahun penuh diwajibkan untuk bekerja pada perkebunan pemerintah.

Satu hal yang tidak bisa dipungkiri ketika itu ialah orang Jawa memiliki banyak anak untuk membagi kesusahan hidup bersama anak-anaknya. 2008. sehingga kesusahan itu apabila dirasakan bersama-sama maka akan semakin ringan. dan ‘demokrasi’. Struktur Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan. Kultur Jawa yang mendasarkan pada kerjasama dan gotongroyong mereka manfaatkan sebagai pengeruk sumber daya manusia dan hewan sebanyak-banyaknya.Kemiskinan yang terstrukur dan telah disistemkan dalam kebijakan cultuurstelsel ini bisa saja gagal apabila masyarakat Jawa saat itu telah mengetahui apa itu arti ‘merdeka’. Orang-orang liberal mengkritisi kebijakan ini dengan membawa isu eksploitasi yang berlebih terhadap inlander (pribumi). Adam Y. dan para pamong praja mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus serta tidak ada pembedaan kelas. dan di bidang politik Baron van Hoevell menjadi corong utama di parlemen pemerintah Kerajaan Belanda. walaupun untuk komoditas kopi baru hilang pada tahun 1915. Pasca Cultuurstelsel Kebijakan ini membawa dampak perlawanan yang begitu hebat dari seluruh lapisan masyarakat.S. Dari kalangan masyarakat Belanda. 1984. Orang Miskin Dilarang Sekolah!. sementara seorang jurnalis E.W. ‘bebas’. Budaya feodal. Inilah kemiskinan struktural itu. muncul sosok Eduard Douwes Dekker (Multatuli) yang menulis novel Max Havelaar. dimana raja (penguasa) merupakan sosok yang dipuja dan ditaati oleh rakyat menjadi seorang yang sangat dipatuhi oleh masyarakat Jawa saat itu. 2005 Prasetyo. Jakarta: Bappenas. Eko. Parsudi. Kebijakan etis ini yang pada nantinya akan memunculkan semangat-semangat kebangkitan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. kemiskinan yang dibangun diatas sistem dan aturan/norma yang berlaku di masyarakat. . dimana pemerintah kolonial membutuhkan pemasukan berlebih untuk mengisi kas yang kosong. Yogyakarta: Resist Book. maka bisa dipastikan kebijakan ini tidak akan berjalan lancar. Apapun yang diinginkan oleh penguasa pastilah harus ditaati oleh rakyat. Jakarta: Sinar Harapan. Strategi Penanggulangan Kemiskinan. bangsawan. Daftar Pustaka Zikrullah. Roorda van Eisinga kerap menyuarakan pembebasan bagi rakyat Nusantara. Seorang bangsawan (gusti) adalah sosok yang tidak mungkin dilawan oleh rakyat kecil (kawula alit) seperti mereka. Kebijakan eksploitasi ini diakhiri pada tahun 1870. Sistem yang dibangun oleh masyarakat feodal Jawa dimanfaatkan sebagai alat untuk melanggengkan kapitalisme yang menguntungkan pemerintah kolonial. Suparlan. pemerintah kolonial menerapkan sistem sewa tanah (landrente) pada UU Agraria 1870. apabila ketika itu para penguasa. Sebagai solusi. Selain itu pemerintah kolonial juga memunculkan kebijakan baru yang disebut ‘Kebijakan Etis’. yang terinspirasi dari tulisan Conrad Theodore van Deventer dalam jurnal De Gids yang berjudul Een Eerschuld. Bappenas. Dan pemerintah kolonial Hindia Belanda berhasil memanfaatkan hal ini untuk mengeruk keuntungan berlebih dari masyarakat Jawa saat itu. Kemiskinan di Perkotaan: Bacaan Untuk Antropologi Perkotaan. Hal ini pun sangat mendukung sekali kebijakan cultuurstelsel. Selain itu.

.C. 21:06. Sartono. M. Tanam Paksa. 21:56 Kartodirdjo. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004.org/wiki/Kemiskinan. Ricklef.Wikipedia Indonesia. Waktu akses: 18 Maret 2009.org/wiki/tanam_paksa. Sejarah Nasional Indonesia: Dari Emporium ke Imperium. http://id. Jakarta: Serambi. http://id. Wikipedia Indonesia. 2005. Kemiskinan. Waktu akses: 18 Maret 2009.wikipedia. Survei Sosial Ekonomi Nasional 1998.wikipedia.

Selain itu. buruh menganggap hal itu sebagai kejadian PHK. Mereka menyangka tak dilanjutkannya kontrak kerja adalah kejadian PHK. Ketika kontrak kerja para buruh habis. Hingga November saja. di ruang kerjanya. lanjutnya.” lanjut Suparman. kasus PHI di Kota Cilegon terdiri atas permasalahan hak sebanyak 18 kasus.” ujarnya. Sementara Disnaker baru menyelesaikan 15 kasus permasalahan hak.” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnaker Pemkot Cilegon Suparman.“Masing-masing perusahaan pastinya memiliki aturan sendiri. Disnaker akan . “Sebagian besar kasus PHK terjadi pada buruh kontrak atau outsourching. dan lainnya. Selain itu. juga permasalahan antarserikat sebanyak satu kasus. Sebagian besar kasus ini terselesaikan dengan cara musywarah sehingga terjadi kesepakatan yang bisa diterima kedua belah pihak. PHK yang dilakukan perusahaan terhadap tenaga kerjanya telah melalui prosedur yang ada. Ini pun didominasi buruh outsourching. namun ada saja karyawan yang tak bisa mengikuti aturan itu dan akhirnya melakukan tindakan indisipliner. kepentingan empat kasus. hingga akhir tahun ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkot Cilegon masih menyisakan delapan kasus dari 40 kasus PHK yang ada. peningkatan jumlah kasus PHK pun seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Perselisihan Hubungan Industrial (PHI). uang makan. akhirnya melakukan PHK kepada buruh yang tingkat keterampilannya rendah.ARTIKEL IV: Jumlah PHK Meningkat Sumber: http://www.com/index. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah karyawan yang terkena PHK di sepanjang 2010 yakni 38 kasus. Sementara permasalahan kepentingan yaitu berkaitan tuntutan kesejahteraan seperti transpor. “Ketika pihak buruh dan perusahaan hendak melakukan pertemuan tripartite. “Banyak perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja. Kepala Disnaker Cilegon Taufikurohman mengatakan terjadinya peningkatan PHK tahun ini tidak berkaitan dengan krisis global.indowarta. targetnya dalam waktu dekat semuanya akan terselesaikan. perusahaan. demi mengantisipasi peningkatan PHK tahun depan. Diterangkan. Untuk itu. namun setelah dijelaskan mereka mengerti dan menerima keputusan pihak perusahaan. “Permasalahan hak salah satunya adalah belum dibayarnya pesangon dari perusahaan terhadap buruh. Sementara itu. Ketika pihak perusahaan memiliki peraturan sendiri. Tak terselesaikannya kasus tersebut sebagian besar lantaran kurangnya komunikasi antara buruh. Dikatakan. jumlah karyawan yang terkena PHK mencapai 40 kasus.” jelasnya. dan Disnaker. Disnaker mencatat terdapat 63 kasus PHI hingga November lalu. Senin (19/12). sementara pada 2010 lalu hanya 57 kasus saja. namun karyawan melanggarnya karena berbagai alasan. Pada bagian lain. Bahkan.php?option=com_content&view=article&id=14066:jumlahphk-meningkat&catid=135:banten&Itemid=376 Jumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama 2011 di Kota Cilegon meningkat dibanding tahun sebelumnya. tibatiba tak ada kabar dari pihak-pihak yang bersangkutan. persoalan yang mendominasi terjadinya PHK adalah tindak indisipliner yang dilakukan karyawan. ketidakpahaman buruh juga mendominasi kasus PHK. Tapi delapan kasus tersebut masih kita tangani. sebab sebelum di-PHK terlebih dahulu dilakukan perundingan. dan dua permasalahan kepentingan.

(jiwa) .mendorong setiap perusahaan untuk mengadakan pelatihan guna meningkatkan SDM para buruhnya.” ujar Taufikurohman.

kemiskinan yang diciptakan oleh sistem yang terorganisir sehingga memiskinkan rakyat. Semua ini merupakan ulah para pemegang kekuasaan yang tidak bertanggung jawab akan kesejahteraan rakyat. eksploitasi alam. Pilihan bagi rakyat yang paling mudah adalah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Tidak lain bagi kita ketika banyak kekayaan Indonesia menjadi milik asing. yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Tidak salah kemiskinan yang menjerat penduduk Indonesia merupakan akibat dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Rakyat hanyalah orang yang setia menjungjung tinggi Pascasila dan UUD 1945 serta menginginkan kesejahteraan hidup. Artinya. Sedih. Fenomena yang sangat krusial oleh sebab itu penting untuk diperbaiki. Ketika pemerintah gagal melaksanakan amanat agung yang adalah tujuan negara akan menjadi sumber malapetaka bagi rakyat.medanbisnisdaily. Tetapi apa boleh buat. Tidak adanya lapangan kerja menjadi faktor utama untuk menjadi TKI. tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Kita layak bersyukur atas kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Sementara para . Kekayaan alam hanya bisa dinikmati oleh orang yang mampu berkuasa. Tidak selamanya rasa bersyukur itu dapat hidup dalam hati sanubari rakyat Indonesia. Parahnya. Sekilas mengenai banyaknya TKI yang dikirim ke luar negeri merupakan salah satu bukti. Akhirnya berkembang istilah.ARTIKEL V: Kemiskinan (Struktural) dan Korupsi Sumber: http://www. Akhirnya menambah permasalahan pelik dinegeri ini. Kekayaan yang melimpah belum menyentuh rakyat bawah. lagi-lagi negara ini tidak mampu melakukan tindakan demikian. perdagangan manusia dan peristiwa lain yang menjadi malapetaka bagi rakyat. realitanya hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang yang mau mengambil keuntungan dari keringat rakyat serta haus akan kekuasaan. pencemaran lingkungan. keberadaan para TKI tidak mendapat perlindungan negara. Kemiskinan yang menyeret negeri ini merupakan kemiskinan struktural. Rakyat hanya bisa menikmati penghisapan yang semakin merajalela di bumi Indonesia. Penderitaan terjadi disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi. Akibatnya rakyat menjadi objek dari perilaku para penjajah hak rakyat. dan budaya yang mengakibatkan penderitaan bagi sebagian masyarakat. Seringkali publik lebih mengartikan pasal 33 ini dengan bumi air dan kekayaaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dijual kepada asing. jika pemerintah mengambil langkah dengan cara mengolah SDA dengan menggunakan tenaga kerja yang tersedia. ekonomi. Pemerintah tidak mampu mengolah SDA. sementara kita hanya dapat merasakan dampaknya seperti. Sesuai pasal 33 UUD 1945 kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. politik. Alangkah sejahteranya rakyat. Hal ini terjadi karena pemerintah tidak memegang teguh amanat Pancasila dan UUD 1945. malah yang terjadi penjualan aset negara kepada asing. Kemiskinan sengaja diciptakan untuk kepentingan segelintir orang. ketika melihat negeri kaya akan sumber daya alam namun makmur rakyat miskin. Akhirnya rakyat Indonesia hanya bisa gigit jari sambil mengamati sisa eksploitasi alam.com/news/read/2011/07/07/43691/kemiskinan_struktural_dan_ korupsi/ KEMISKINAN adalah sebuah realita sosial.

ada setan-setan yang menggerogoti anggaran tersebut hingga tak sampai ke tangan orang miskin. Sebab. Data Kemiskinan Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS). penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). dari pusat ke propinsi kemudian kabupaten/kota terus ke kecamatan dan desa baru kepada rumah tangga. Buktinya angka kemiskinan bukan berkurang malah bertambah yang diikuti dengan tingginya angka pengangguran. Namun anggaran tersebut belum menjadi jawaban terhadap pengentasan kemiskinan sebelum diimplementasikan. apa jadinya. program bantuan terpadu berbasis keluarga dengan bersinerjikan program keluarga harapan hidup (PKH). di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan pemerintah ternyata masih banyak penduduk yang belum terdata dan hidup dibawah garis kemiskinan. Pada tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan anggaran untuk penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 1. Kita perlu meminta penjelasan pemerintah tentang penurunan angka kemiskinan. tolok ukur apa yang digunakan pemerintah mengatakan menurunya angka kemiskinan. anggaran untuk kelompok usaha bersama Rp 430 miliar.27%. Namun. 60 juta warga Indonesia tidak menikmati listrik. Jamkesmas dan subsidi beras miskin yang tepat sasaran.02 juta orang atau 13. Anggaran yang disediakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan sudah cukup besar. Karena korupsi sangat merusak sendi-sendi kehidupan. Setiap tahun tersedia anggaran untuk penanggulangan kemiskinan tapi tak pernah mencapai hasil maksimal.33% berkurang 1. Sebenarnya tidak asing bagi negara kita ada istilah pemotongan anggaran (korupsi). Dampak korupsi antara lain: 90 juta warga Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.8%. tingginya angka putus sekolah dan masalah lain yang berkaitan dengan kasus kemiskinan. Dengan anggaran tersebut diharapkan angka kemiskinan akan berkurang. Jika benar bahwa angka kemiskinan menurun. gizi buruk. Pemerintah berupaya menekan angka kemiskinan hingga 0-10% tahun 2014 melalui tiga program antara lain: Pertama. Artinya. Jumlah angka penduduk miskin Maret 2010 mencapai 31. Angka tersebut lebih lambat dari Maret 2008 sampai Maret 2009 sebesar 1.51 juta jika dibandingkan dengan Maret 2009 sebanyak 32. 35% warga negara Indonesia tidak dapat saluran air . pemberian beasiswa bagi penduduk miskin. Artinya.15%. Kedua.4 triliun lebih rendah dari kasus Century yang merugikan negara mencapai Rp 6.53 juta orang atau 14. Anggaran tersebut digunakan untuk dana dekonsentrasi Rp 540 miliar. anggaran tersebut tidak tersalurkan sesuai jumlah yang ditetapkan. Terjadinya korupsi anggaran ini disebabkan penyaluran anggaran sangat bertele-tele. Program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan merupakan salah satu program yang patut diapresiasi. Diharapkan. laju penurunan angka kemiskinan selama Maret 2009 sampai Maret 2010 hanya 0.7 triliun. Ketiga.pemangku jabatan bersenang-senang menikmati hasil keringat rakyat. jika realita di lapangan masih banyak pengangguran. Ternyata. Siklus tersebut sangat rawan dengan adanya pemotongan anggaran. pemerintah harus mengawasi proses penyaluran anggaran dari pusat hingga daerah. tentu suatu kebanggaan bagi kita dan patut disambut dengan gembira. Selama ini pemerintah sudah memiliki segudang program untuk pengentasan kemiskinan yang tertuang hanya di atas kertas. sehingga tidak terjadi pemotongan anggaran yang berakibat kepada terjadinya korupsi dana kemiskinan.

di lapangan sering dijumpai pengalokasian anggaran kemiskinan salah sasaran. Kalau tidak segera diatasi akan membahayakan kelangsungan pembangunan.co. politik. Korupsi menjadi biang kehancuran ekonomi. Intinya. anak yang gantung diri karena tidak punya uang untuk menyelesaikan sekolah dan hutan Indonesia rusak hingga stadium 4. Pemerintah harus melakukan pengawasan terhadap penyaluran anggaran sebagai salah satu komitmen untuk memberantas kemiskinan. adanya lingkaran yang melilit rakyat dan korupsi yang semakin merajalela). Selain itu. Sementara para pemangku kekuasaan belum berhasil mengatasi keduanya tetapi berusaha menemukan jalan keluar dari kebuntuan yang sangat menyesatkan ini. Selain itu. Dengan pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran dan menangkap pihak-pihak yang berusaha memiskinkan rakyat maka kemiskinan struktral akan hilang. Kedua hal ini merupakan penyakit yang sudah lama hidup di tengah-tengah masyarakat. kemiskinan yang dialami rakyat dapat dikatakan ulah para koruptor. Maka korupsilah yang menjadi salah satu penghambat menuju masyarakat sejahtera harus segera diselesaikan dengan cara penegakan hukum bagi koruptor. Misalnya raskin yang dijual kepada pengusaha. Kemiskinan Adalah Penyakit Kemiskinan yang dialami rakyat sudah menuju tahap kronis.id . Salah satu strategi untuk menuntuskan kemiskinan adalah memberdayakan potensi masyarakat. Selama ini pejabat yang terindikasi dengan korupsi masih berkuasa sehingga kemiskinan susah ditanggulangi. Sebab penduduk yang berjumlah kurang lebih 240 juta sangat rentan dengan berbagai masalah. Seharusya anggaran kemiskinan disalurkan kepada rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Negara ini harus berkata tidak kepada kemiskinan dan korupsi.*** (Edward Silaban) Penulis adalah alumnus USU dan Staf Pengajar CPNS BT/BS BIMA Email: edwardsehat@yahoo. berserah pada nasib). Oleh karena itu pemerintah harus segera mengambil kebijakan untuk menanggulangi tingginya pengangguran dan mewabahnya persoalan baru di masyarakat. Hal ini akan berdampak buruk kepada upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan.bersih. Kemiskinan yang terjadi dialami masyarakat bukan kemiskinan karena budaya. (malas. ternyata ada sebagian daerah yang menyalahgunakannya. sosial dan budaya masyarakat. melainkan kemiskinan struktural (kebijakan yang tidak memihak kepada kaum miskin. Selama ini korupsi telah menggerogoti uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran rakyat. rakyat miskin bukan karena malas bekerja.

mana yang disebut sumbangan dan mana pula yang bisa dianggap korupsi .Hal semacam itu sekarang sudah melanda dalam berbagai aspek sosial masyarakat Indonesia.Kelihatannya kinipun hal -hal semacam itu sudah merambah dalam berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.tetapi tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya coba menghindarinya dengan sekuat tenaga yang ada supaya terhindar dari hal-hal yang memprihatinkan tersebut.serta fakir miskin akan di pelihara oleh negara.kompasiana.com/2011/07/08/bisnisasi-pendidikan-ciptakankemiskinan-struktural-1/ http://edukasi.Boleh jadi karena sikap seperti itu. meskipun yang kelihatannya hanya di SD tersebut.maka bisa dipastikan ia akan di jauhi oleh orang lain atau koleganya sendiri.karena tertutup dengan suatu samaran yang relatif rapi sehingga borok-boroknya tidak kelihatan secara fisiknya namun tercium baunya. bisa dipastikan individu-indvidu yang masih pro kebaikan tidak akan di ikut sertakan dalam berbagai aktifitas itu.Bahkan sulit sekali membedakan karena hanya dibatasi membran abuabu .com/2011/07/08/bisnisasi-pendidikan-ciptakankemiskinan-struktural-2-habis/ Sebagai salah seorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan relatif lebih memahami berbagai aspek yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Bertitik tolak dari .karena sistemnya lebih rapi dan berjama’ah.maka individuindividu semacam itu bisa diperkiarakan akan mengalami kalah telak.termasuk komunitas pendidikan.itupun karena dibocorkan oleh Ibu Siami .sekiranyapun masih ada individu -individu yang masih normal dalam artian pro kebajikan rasanya mulai sangat langka. Memang pada zaman sekarang jika seseorang menghendaki supaya segala sesuatu dilakukan sesuai nilai-nilai dan norma-norma sosial yang dianggap baik oleh manusia normal .serta bagi warga yang kurang beruntung(miskin) akan dibantu oleh pemerintah. Di permukaan kelihatannya sangat baik dan mulus-rapi.ARTIKEL VI: Bisnisasi Pendidikan Ciptakan Kemiskinan Struktural Sumber: • • http://edukasi.pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kemauannya. Meskipun dalam berbagai aturan di Indonesia ini dikatakan.kompasiana.maka banyak orang menganggapnya idealis atau sok suci yang bisa saja tidak di ikut sertakan lagi dalam kongkow-kongkow yang berkaitan dengan proses penerimaan peserta didik baru dan semacamnya.yang bisa dipastikan akan sulit bagi siapapun untuk membedakannya . Dan apalagi jika sudah mendekati proses persiapan-persiapan dalam menyongsong penyeleggaraan Ujian Nasional. bahwa semua warga negara Indonesia berhak mendapat pendidikan.sebagaimana terjadi”nyontek massal”untuk mendapatkan nilai dan prestasi tinggi.Sedangkan semua sumber daya alam yang ada dalam perut bumi Indonesia akan dikelola oleh pemerintah untuk kemakmuran rakyat.Berbagai perundang -undang tersebut diatas kertasnya sangat bagus.Sementara pada jenjang pendidikan lain tidak bocor.yang berbanding sebaliknya dalam penerapannya di tengah-tengah masyarakat Indonesia.Dan sekiranyapun dilakukan voting. Didalam dunia pendidikan di setiap jenjangnya justru terjadi berbagai kontradiksi -kontradiksi terhadap tujuan pendidikan itu sendiri.Hal seperti itu bukan hanya pada jenjang pendidikan dasar saja tetapi sudah relatif merata disemua lini pendidikan.

sudah waktunya pemerintah dalam hal ini Depdiknas dan KPK turun melakukan “Sidak”(inpeksi mendadak)ataupun”Pekat”(pengawasan melekat) secara diam-diam memeriksa pengelolaan dana-dana bantuan pendidikan itu.sehingga tidak mustahil sekiranya hal-hal yang bertentangan dengan tujuan bantuan tersebut justeru yang sering terjadi .dalam hal ini adalah rekening pribadi kepala sekolah. Dalam kondisional seperti itu.Mengapa demikian ? karena dalam setiap pencairan dan pengelolaan dana pemerintah langsung disalurkan ke no.meskipun sesungguhnya tidak merubah arti dasar istilah tersebut.Seringkali Yayasan penyelenggranyapun tergantung kepada dana bantuan pemerintah tersebut. Untuk memanimalisasinya.Apalagi jika kurang ketatnya pengawasan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk itu.duduk dan dengar sesuatu yang sudah di tetapkan sebelumnya oleh Kepala Sekolah .Hal semacam ini juga terdapat di sekolah -sekolah negeri.tetapi kenyataannnya justeru sebaliknya.yang hanya datang.termasuk jajaran pendidikan itu sendiri untuk menjamin kerahasiaannya.Kononnya pungutan tersebut yang disamarkan dengan istilah yang agamis yakni “Infaq”di lakukan setelah disetujui orang tua murid.apalagi jika sekiranya sekolah -sekolah swasta walaupun sekolah tersebut termasuk dalam kategori program gratis. Jika orang tua murid bernasib baik.seperti korupsi dan sebagainya.Dalam soal memperhalus bahasa kemungkinan orang-orang Indonesia sangat cerdas.maka dalam rapat tersebut ketetapan -ketetapan Kepsek terdapat beberapa alternatif pilihan yang harus di pilih salah satu diantaranya.seperti BOS.Istilah-istilah diperhalus sedemikian rupa.Memang pemerintah Indonesia melarang berbagai jenis pungutan dalam proses Pendaftaran Siswa Baru(PSB)yang kini berubah menjadi Pendaftaran Peserta Didik Baru( PPDB) .tetapi tanpa merubah maksud atau makna dasar istilah itu sendiri.Pelacur menjadi WTS lalu berubah lagi menjadi PSK sampai sekarang hal-hal semacam itu sangat banyak.Kalau perlu KPK segera melakukannya tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada siapapun.Dalam hal ini orang tua murid tidak bedanya sebagaimana anggota DPR/MPR masa rejim Orde Baru dahulu.Muhammad Hatta (Co proklamator RI)pernah menyebutkan.bahwa korupsi tersebut sudah sudah akrab dengan masyarakat Indonesia dan sudah menjadi budaya Indonesia.maka beberapa dekade yang lalu Drs. Dalam dunia pendidikan Indonesia.BOMM dan semacamnya. rekening sekolah.meskipun berujung pada tujuan yang sama juga. . Dalam konteks bisnisasi pendidikan bukan rahasia lagi.seringkali istilah-istilah berubah sesuai selera pihakpihak tertentu supaya kelihatannya lebih halus dan religius. Bahkan para wali atau orang tua murid jikapun diundang oleh Kepala Sekolah untuk sesuatu yang disebutnya musyawarah tidak lebih dari pada sebagai tukang”aminnya”saja.sekiranya setiap tahun selalu ada berbagai pungutan dengan berbagai namanya yang sifatnya seringkali dikemas sedemikian rupa sehingga kelihatannya sangat religius . Dan selain Kepala Sekolah proses pengelolaan dan pencairan dana itu tidak seorang gurupun mengetahuinya.itulah.Sejak istilah NALO(Nasional Lotre)dikemas menjadi SDSB(Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) ataupun PHK =pecat menjadi Dirumahkan.hanya kepala sekolah yang memahami segala sesuatunya mengenai pencairan dan pengelolaan dana -dana bantuan pemerintah tersebut. serta jikapun ada tentu saja justeru individu-individu yang kebanyakannya setali tiga uang dengannya.yang sering pula melalui pernyataan orang tua murid yang harus di tanda tanganinya.tetapi dengan berbagai alasan pungutannya tetap ada.

Menurut dia. disebutkan Rizal telah memperparah kondisi perekonomian nasional yang berdampak meningkatnya kemiskinan. dan melebarnya kesenjangan ekonomi. "Ketika pekerjaan nyaris tidak ada dan pendapatan mayoritas rakyat sangat rendah. kenaikan harga pangan dan harga kebutuhan pokok selama hampir setahun terakhir. Sehingga kesejahteraan rakyat terpuruk. Ketidakmampuan pemerintah melindungi hak-hak dasar warga negara dalam bidang kesejahteraan dan agama. pengangguran.liputan6. ladang subur kekerasan sosial. Bekas menteri perekonomian era Presiden Gus Dur itu menambahkan sekitar kurang dari 20 persen penduduk elit hidup lumayan. Kemiskinan struktural yang disebabkan kebijakan ekonomi neoliberal memicu peningkatan kejahatan. kecuali meningkatkan sebagian kecil elit di beberapa negara berkembang." kata mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli.(AIS) . Dia juga menjelaskan.com. bisa menikmati arti kemerdekaan. merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pernyataan disampaikan Rizal dalam pidato kebudayaan bertema "Perubahan Adalah Jawaban. ekonomi nasional yang tumbuh kurang lebih hanya enam persen tak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Kebijakan ini terbukti tak mampu meningkatkan kesejahteraan mayoritas rakyat. "Rakyat menjadi tidak tenang. Rabu (4/5)." ujarnya mencontohkan.com/read/332712/kebijakan_ekonomi_neoliberal_sebabkan_kemiskina n_struktural Liputan6. Perubahan Sekarang Juga" di Graha Bakti Budaya. meningkatkan rasa putus asa dan tindakan bunuh diri. Hal ini disebut sebagai kebijakan yang menyebakan kemiskinan struktural. telah mengakibatkan kenaikan jumlah penduduk miskin dan kemerosotan kehidupan. Taman Ismail Marzuki. Jakarta: Kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono dinilai kebijakan neoliberal. memunculkan konflik sosial dan agama. yang lebih penting lagi kebijakan ekonomi neoliberal itu merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi. Jakarta Pusat. Tetapi 80 persen sisanya belum pernah menikmati kemerdekaan.ARTIKEL VII: Kebijakan Ekonomi Neoliberal Sebabkan Kemiskinan Struktural Sumber: http://berita. Kebijakan yang dilakukan pemerintahan SBY-Boediono.

Meskipun demikian. Bahkan. Pada masa Orde Baru. persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi.07 persen. berdasarkan penghitungan BPS. Meskipun demikian. berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001. yaitu 37.com/index. bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan. dengan jumlah penduduk yang lebih besar.4 juta orang. yaitu rata-rata sebesar 7. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya seperti ini akan sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan yang ada karena sifat bantuan tidaklah untuk pemberdayaan. Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Penyebab kegagalan Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia.5 persen selama tahun 1970-1996. berupa beras untuk rakyat miskin dan program jaring pengaman sosial (JPS) untuk orang miskin. PADA umumnya.program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin.html SEJAK awal kemerdekaan. Pertama.5 juta orang.ARTIKEL VIII: Mengapa Kemiskinan di Indonesia Menjadi Masalah Berkelanjutan? Sumber: http://www. antara lain. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penduduk miskin.Hal itu.4 persen. sebesar 17. Angkaangka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.php/direktori/esai/37-ekonomi/114-mengapa-kemiskinan-diindonesia-menjadi-masalah-berkelanjutan. Program bantuan untuk orang miskin seharusnya lebih difokuskan untuk menumbuhkan budaya ekonomi produktif dan mampu membebaskan ketergantungan penduduk yang bersifat permanen. program. persentase keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52. bahkan dapat menimbulkan ketergantungan. penduduk miskin di Indonesia tetap tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Di lain pihak.5 persen atau 34. . atau lebih dari separuh jumlah keluarga di Indonesia. Program-program bantuan yang berorientasi pada kedermawanan pemerintah ini justru dapat memperburuk moral dan perilaku masyarakat miskin. partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 juga mencantumkan program pengentasan kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka. program-program bantuan sosial ini juga dapat menimbulkan korupsi dalam penyalurannya.duniaesai. yaitu sebesar 17. walaupun mengalami pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi.

Strategi ke depan . Secara konseptual. Untuk data mikro.Alangkah lebih baik apabila dana-dana bantuan tersebut langsung digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). data dan informasi yang digunakan untuk program-program penanggulangan kemiskinan selama ini adalah data makro hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS dan data mikro hasil pendaftaran keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN. juga masih bersifat sentralistik dan seragam-tidak dikembangkan dari kondisi akar rumput dan belum tentu mewakili keutuhan sistem sosial yang spesifik-lokal. dan bahkan bisa membingungkan pemimpin lokal (pemerintah kabupaten/kota). Faktor kedua yang dapat mengakibatkan gagalnya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya pemahaman berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak didasarkan pada isu-isu kemiskinan. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merasa kesulitan dalam menyalurkan beras untuk orang miskin karena adanya dua angka kemiskinan yang sangat berbeda antara BPS dan BKKBN pada waktu itu. Pada kenyataannya. data makro tersebut mempunyai keterbatasan karena hanya bersifat indikator dampak yang dapat digunakan untuk target sasaran geografis. sifat budaya. data makro yang dihitung BPS selama ini dengan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) pada dasarnya (walaupun belum sempurna) dapat digunakan untuk memantau perkembangan serta perbandingan penduduk miskin antardaerah. dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. indikator-indikator tersebut selain tidak bisa menjelaskan penyebab kemiskinan. Sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur.biaya pengobatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Untuk target sasaran rumah tangga miskin. sementara alokasi bantuan didasarkan pada angka BPS. Meski demikian. tetapi tidak dapat digunakan untuk target sasaran individu rumah tangga atau keluarga miskin. Bisa saja terjadi bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal. maupun bentuk ekonomi yang berlaku secara lokal. organisasi sosial. Sebagaimana diketahui. sementara angka kemiskinan (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) yang dihasilkan BKKBN pada tahun yang sama mencapai 84 persen. serta dibebaskannya biaya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. yang penyebabnya berbeda-beda secara lokal. Kedua data ini pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik. beberapa lembaga pemerintah telah berusaha mengumpulkan data keluarga atau rumah tangga miskin secara lengkap. bukan secara agregat seperti melalui model-model ekonometrik. Namun. data dan informasi seperti ini tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan kompleksitas yang ada di Indonesia sebagai negara besar yang mencakup banyak wilayah yang sangat berbeda. Di samping itu. dengan asumsi yang menekankan pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak.indikator yang dihasilkan masih terbatas pada identifikasi rumah tangga. diperlukan data mikro yang dapat menjelaskan penyebab kemiskinan secara lokal. seperti sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Kedua angka ini cukup menyulitkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan-bantuan karena data yang digunakan untuk target sasaran rumah tangga adalah data BKKBN. indikator. Di satu pihak angka kemiskinan Sumba Timur yang dihasilkan BPS pada tahun 1999 adalah 27 persen. antara lain data keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN dan data rumah tangga miskin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. baik dari segi ekologi. seperti dibebaskannya biaya sekolah.

baik lokal maupun nasional atau internasional. unit-unit sosial yang lebih besar. Indikator tersebut harus sensitif terhadap fenomena-fenomena kemiskinan atau kesejahteraan individu. terutama terhadap manfaatnya untuk perencanaan lokal. perlu adanya komitmen dari pemerintah daerah dalam penyediaan dana secara berkelanjutan. perlu adanya koordinasi dan kerja sama antara pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder). Data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. khususnya keterbandingan antarkabupaten dan provinsi dapat tetap terjaga. di samping data kemiskinan makro yang diperlukan dalam sistem statistik nasional. Selain itu. Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan adanya indikator-indikator yang realistis yang dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan dan program yang perlu dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan. baik di tingkat nasional. Dalam membangun suatu sistem pengelolaan informasi yang berguna untuk kebijakan pembangunan kesejahteraan daerah. perlu juga diperoleh data kemiskinan (mikro) yang spesifik daerah. dan lainnya.Berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001. Kajian secara ilmiah terhadap berbagai fenomena yang berkaitan dengan kemiskinan. Namun. Masalah utama yang muncul sehubungan dengan data mikro sekarang ini adalah. selain data tersebut belum tentu relevan untuk kondisi daerah atau komunitas. informasiinformasi yang dihasilkan dari pusat tersebut dapat menjadikan kebijakan salah arah karena data tersebut tidak dapat mengidentifikasikan kemiskinan sebenarnya yang terjadi di tingkat daerah yang lebih kecil. dan sebaliknya membantu mempercepat proses pembangunan melalui kebijakan dan program yang lebih tepat dalam pembangunan. Oleh karena itu. Para peneliti tersebut tidak hanya dibatasi pada disiplin ilmu ekonomi. tetapi memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan secara lokal. data dan informasi kemiskinan yang ada sekarang perlu dicermati lebih lanjut. dan wilayah. Sebaliknya. pemerintah kabupaten/kota dengan dibantu para peneliti perlu mengembangkan sendiri sistem pemantauan kemiskinan di daerahnya. khususnya dalam era otonomi daerah sekarang. tetapi juga disiplin ilmu sosiologi. Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi). tingkat kabupaten/kota. sistem statistik yang dikumpulkan secara lokal tersebut perlu diintegrasikan dengan sistem statistik nasional sehingga keterbandingan antarwilayah. perlu dilakukan. seperti faktor penyebab proses terjadinya kemiskinan atau pemiskinan dan indikatorindikator dalam pemahaman gejala kemiskinan serta akibat-akibat dari kemiskinan itu sendiri. Keuntungan yang diperoleh dari ketersediaan data dan informasi statistik tersebut bahkan bisa jauh lebih besar dari biaya yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan pengumpulan data tersebut. maupun di tingkat komunitas. pemerintah daerah diharapkan dapat mengurangi pemborosan dana dalam pembangunan sebagai akibat dari kebijakan yang salah arah. Belum memadai Ukuran-ukuran kemiskinan yang dirancang di pusat belum sepenuhnya memadai dalam upaya pengentasan kemiskinan secara operasional di daerah. ilmu antropologi. data tersebut juga hanya dapat digunakan sebagai indikator dampak dan belum mencakup indikator-indikator yang dapat menjelaskan akar penyebab kemiskinan di suatu daerah atau komunitas. Oleh karena itu. Dengan adanya dana daerah untuk pengelolaan data dan informasi kemiskinan. agar . keluarga.

dan para LSM. diadministrasikan. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan teknis dari pemimpin daerah dalam hal penggunaan informasi untuk manajemen. serta kompromi ekologi yang meningkat. Berkaitan dengan hal tersebut. perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam pemanfaatan informasi untuk kebijakan program. Pembentukan tim teknis ini diharapkan mencakup pemerintah daerah dan instansi terkait. berkelanjutan. dapat dipercaya. Sebagai wujud dari pemanfaatan informasi untuk proses pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan pembangunan di daerah. Ketersediaan informasi tidak selalu akan membantu dalam pengambilan keputusan apabila pengambil keputusan tersebut kurang memahami makna atau arti dari informasi itu. perlu disadari bahwa walaupun kebutuhan sistem pengumpulan data yang didesain. dianalisis.penyaluran dana dan bantuan yang diberikan ke masyarakat miskin tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. instansi terkait. Hamonangan Ritonga Kepala Subdit pada Direktorat Analisis Statistik. pihak perguruan tinggi. Perlu pembentukan tim teknis yang dapat menyarankan dan melihat pengembangan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah. dan mampu secara cepat merefleksikan keberagaman pola pertumbuhan ekonomi dan pergerakan sosial budaya di antara komunitas pedesaan dan kota. dapat menggali informasi yang tepat serta menggunakannya secara tepat untuk membuat kebijakan dan melaksanakan program pembangunan yang sesuai. Badan Pusat Statistik . dan peneliti lokal maupun nasional. Pemerintah daerah perlu membangun sistem pengelolaan informasi yang menghasilkan segala bentuk informasi untuk keperluan pembuatan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan yang sesuai. agar secara kontinu dapat dikembangkan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah. perguruan tinggi. sudah saatnya dikembangkan pula mekanisme pengumpulan data untuk kebutuhan komunitas dan kabupaten. baik pemerintah daerah. Kegiatan ini dimaksudkan agar para pengambil keputusan. dan didanai pusat masih penting dan perlu dipertahankan. diusulkan agar dilakukan pemberdayaan pemerintah daerah. Mekanisme pengumpulan data ini harus berbiaya rendah. dinasdinas pemerintahan terkait.

Contohnya adalah: munculnya kriminalitas. nelayan. penggali pasir dan mereka yang tidak terpelajar dan tidak terlatih. Struktur sosial tersebut tidak mampu menguhubungkan masyarakat dengan sumber-sumber yang tersedia. bukan pada pembangunan kesejahteraan. seperti malas. budaya malas. didefiniskan sebagai kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. Mereka yang tergolong dalam kelompok ini adalah buruh tani. karena tidak ada upaya dalam menaikan derajat dan kemampuan mereka baik itu dalam kesempatan pendidikan atau pelatihan. dan ketergantungan pada pihak lain. seperti rendahnya pendidikan dan adanya hambatan budaya. disengaja maupun karena dipelihara menyebabkan efek domino yaitu tumbuhnya patologi atau masalah-masalah sosial.banten-institute. pekerjaan maupun pendidikan. Secara sederhana kemiskinan dalam persepektif ilmu kesejahteraan sosial dimaknai sebagai kemiskinan yang pada awalnya disebabkan oleh kemiskinan ekonomi. pemulung. karena pemerintah yang memiliki kekuasaan dan kebijakan cenderung membiarkan masyarakat dalam kondisi miskin. melainkan semua jenis kekayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dalam arti luas. baik yang disediakan oleh alam.org/2010/04/kemiskinan-kultural-buah-dari. Sumber daya dalam konteks ini tidak hanya aspek finansial. Kemiskinan ini menggunakan indikator yang sifatnya materi seperti kepemilikan harta benda. artinya jika pada awalanya buruh. maupun konsumsi sebagaimana Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan indikator konsumsi sebesar 21. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar kemampuan sesorang tersebut.ARTIKEL IX: KEMISKINAN KULTURAL BUAH DARI KEMISKINAN STRUKTURAL Sumber: http://rahmatullah. Sehingga tidak ada masyarakat miskin yang ‘naik kelas’. atau pendekatan Bank Dunia yang menggunakan standar 1 dolar AS/ orang setiap hari. papan beserta akses lain. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang muncul bukan karena ketidakmampuan si miskin untuk bekerja (malas). pemulung maka selamanya menjadi buruh nelayan dan pemulung. tidak mengeluarkan kebijakan yang pro masyarakat miskin. . pemerintah maupun masyarakat yang ada disekitarnya. Sedangkan resiko ketika kemiskinan sudah menjadi masalah sosial adalah selain harus menyelesaikan masalah ekonomi itu sendiri juga mengatasi masalah sosial yang timbul. disparitas sosial yang menyebabkan konflik.html Kemiskinan dalam perspektif ekonomi. pangan. dalam hal ini bersumber dari si miskin itu sendiri. Sedangkan kebudayaan kemiskinan. Kemiskinan dalam perspektif kesejahteraan sosial mengarah pada keterbatasan individu atau kelompok dalam mengakses jaringan dan struktur sosial yang mendukung dalam mendapatkan kesempatan-kesempatan peningkatan produktivitas. seperti kesehatan. merupakan kemiskinan yang muncul sebagai akibat adanya nilai-nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang-orang miskin. income perkapita. melainkan karena ketidakmampuan sistem dan struktur sosial dalam menyediakan kesempatan-kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja. Faktor penghambat tersebut secara umum meliputi faktor internal. korupsi.00 kalori/ orang setiap hari yang disetarakan dengan pendapatan tertentu. Contoh kemiskinan ini adalah tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. kemudian dikarenakan terlalu lama dalam kondisi tersebut baik karena faktor tidak disengaja. seperti birokrasi atau peraturanperaturan resmi yang menghambat seseorang mendapatkan sumber daya. jikapun ada lebih berorientasi pada proyek. Pihak yang berperan besar dari terciptanya kemiskinan struktural ini adalah pemerintah.

. mengenai pemahaman keliru mengenai takdir untuk selalu bersabar dan bersyukur. Contoh kemiskinan ini ada pada masyarakat pedesaan. tidak ada proses transformasi kelas dimana buruh tani tetaplah menjadi buruh tani. dan tidak merubah kehidupan masyarakat miskin dan malah memperkaya mereka yang sudah kaya. Masyarakat tidak beranjak dari situasi miskin karena secara struktural tidak terprioritaskan. pasrah. melainkan menciptakan kemiskinan babak baru. begitu pula nelayan. Pada individu mereka ada perasaan tidak berharga. jika ditinjauan dari makalah Masalah-Masalah Kemiskinan. proyek. Pada saat pemerintahan orde baru. kebijakan politik mulai terarahkan pada usaha mengatasi kemiskinan. sehingga membuat masyarakat apatis.mudah menyerah pada nasib. juga mengalami proses sejarah penjajahan yang amat panjang. agar masyarakat tetap bersabar menerima ‘takdir’ yang ada. secara tidak langsung menunjukkan adanya keterkaitan antara kemiskinan struktural dengan kemiskinan kultural. Dimulai dari pemerintah kolonial belanda yang menanamkan komersialisasi pertanian dalam bentuk perpajakan. Oleh karena itu dilihat dari perjalanan kemiskinan diatas. terdiskriminasi oleh masyarakat luas. dalam konteks ke-Indonesiaan. semakin pasrah. dan kalangan marginal lainnya. cepat dewasa. Pandangan lain tentang budaya kemiskinan adalah. terlebih paham ini disebarkan dan di doktrinasikan dalam mimbar agama. komunitas kepercayaan atau agama. Ditingkat keluarga. Pada fase ini kondisi perekonomian negara jauh dari stabil. sikap apatis. Ciri dari kebudayaan kemiskinan ini adalah masyarakat enggan mengintegrasikan dirinya dalam lembaga-lembaga utama. masyarakat terbentuk menjadi fatalis. penuh sesak dan bergerombol. pemerintah orde lama fokus pada pembangunan aspek politik. curiga. penanganan masalah kemiskinan belum menjadi prioritas. proses pengintegrasian wilayah jajahan belanda kedalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). menganggap miskin sebagai nasib dan garis hidup. Jika dilihat dari argumentasi diatas mayoritas kemiskinan yang hadir saat ini merupakan dominasi kemiskinan struktural. dalam konteks keagamaan disebut dengan paham Jabariah. berpandangan jika sesuatu yang terjadi adalah takdir. bahwa kebudayaan kemiskinan merupakan efek domino dari belenggu kemiskinan struktural yang menghinggap masyarakat terlalu lama. kurang memiliki etos kerja dan sebagainya. pembukaan lahan baru dan membuka jalan raya. cepat menikah. Jikapun ada program penanggulangan kemiskinan sifatnya residual. yang justru dampaknya adalah merosotnya kesejahteraan petani. tidak berkelanjutan dan tidak mengena pada substansi atau menyentuh akar dari kemiskinan. melalui jalan melakukan pinjaman dana kepada lembaga luar negeri yaitu IGGI yang kemudian berganti nama menjadi CGI. tidak berdaya dan rendah diri akut. Dalam komunitas lokal ditemui ada rumah yang bobrok. yang pada akhirnya semakin menumbuhkan disparitas sosial yang semakin akut. dan lain-lain. dimana tumbuhnya industrialisasi di desa-desa dalam wujud eksploitasi seperti: pertambangan. Dalam konteks kemiskinan di Indonesia. memperkaya mereka yang memiliki modal besar yaitu elit-elit ekonomi desa. penebangan hutan. kurang lebih 350 tahun. Namun dampak dari kebijakan ini bukan malah menghapus masalah kemiskinan. Pasca penjajahan belanda. masa kanak-kanak cenderung singkat. selain juga sering diperkual dalam mimbar-mimbar agama. sebagaimana ajaran faham jabariyah. insidental. Kemiskinan kultural merupakan buah dari kemiskinan struktural. pemulung. pembangunan pertanian tanaman industri dan sebagainya. terlebih status indonesia selain sebagai negara berkembang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->