ARTIKEL I

:

Pemberantasan Kemiskinan di Indonesia Terburuk di Asia
Sumber: http://ekbis.rakyatmerdekaonline.com/read/2011/10/30/44073/Pemberantasan-Kemiskinandi-Indonesia-Terburuk-di-AsiaIndonesia dinilai sebagai negara terburuk dalam menanggulangi kemiskinan. Meski kaya akan berbagai sumber alam, tapi Indonesia satu-satunya negara di Asia Tenggara yang jumlah orang miskinnya meningkat tiga tahun terakhir ini. “Hasil penghitungan terbaru menunjukkan penduduk miskin Indonesia meningkat 2,7 juta orang tiga tahun terakhir ini. Yang lebih memalukan lagi, jangankan dibanding Thailand atau Malaysia, Indonesia bahkan tertinggal dari Kamboja dan Laos dalam mengurangi kemiskinan,” ujar Direktur Eksekutif Perkumpulan Prakarsa Setyo Budiantoro. Setyo juga mempertanyakan kesenjangan di Indonesia yang justru semakin melebar. Dia mencatat, jumlah harta 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2010 mencapai 71,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 680 triliun yang setara dengan 10,3 persen Product Domestic Bruto (PDB). “Ini aneh, peningkatan kekayaan orang kaya itu melejit rata-rata 80 persen selama lima tahun terakhir. Jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang berkisar hanya enam persen per tahun,” jelasnya. Dia berharap pemerintah merombak sistem pembangunan agar lebih adil dan menjadikan pengurangan kesejahteraan sebagai indikator keberhasilan pembangunan. Selama ini target, tukas dia, strategi dan cara pengurangan kesenjangan tidak pernah ada pada dokumen resmi negara atau dalam perencanaan pembangunan. Menurut dia, melonjaknya angka kemiskinan diakibatkan beberapa faktor. Antara lain sedikitnya lahan produksi milik orang miskin, minimnya penyerapan tenaga kerja dan tidak adanya kebijakan pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat miskin. “Penentuan garis kemiskinan Indonesia sangat politis. Kenaikan kriteria sedikit saja, angka kemiskinan melonjak tinggi. Politik angka kemiskinan untuk pencitraan pemerintah sangat rentan terjadi,” katanya. Hal yang sama diungkapkan Research Assosiated Perkumpulan Prakarsa Luhur Fajar Martha. Menurutnya, program kemiskinan yang selama ini dikatakan cukup berhasil hanya dinikmati segelintir orang miskin. Faktanya, masih banyak problem penyalahgunaan dan disorientasi pembangunan yang dilakukan pemerintah. Ia mengimbau pemerintah mengadopsi garis kemiskinan, sekaligus mengukur keadilan ekonomi. Misalnya, mengukur garis kemiskinan 60 persen dari rata-rata pendapatan atau pengeluaran lingkungannya untuk mengukur ketimpangan sosial. “Keadilan sosial ekonomi harus dimasukkan dalam target pembangunan untuk mencegah ledakan sosial dan menjaga pembangunan terus berkelanjutan,” tandasnya. Anggota Komisi VIII DPR Sayed Fuad Zakaria menyayangkan lambannya penurunan angka kemiskinan oleh pemerintah. Ia menilai, kelembagaan yang menangani kemiskinan menjadi salah satu faktor. Selama ini kemiskinan dikelola oleh 19 kementerian/lembaga.

“Itu sangat tidak efektif, ada ego sektoral yang menghambat koordinasi antar lembaga. Bukan itu saja, kalau ingin serius menangani kemiskinan anggarannya juga harus sebanding dan ada skala prioritas,” tegas anggota Fraksi Partai Golkar ini. Menanggapi itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial (Kemensos) Rusli Wahid membantah stigma bahwa program pemberantasan kemiskinan hanya pencitraan. Dia menegaskan, pemerintah sudah berusaha menangani itu dengan berbagai program pro rakyat. “Kita lihat angka penurunan kemiskinan itu ada,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka. Rusli menyatakan, seluruh program yang dibuatnya telah disesuaikan dengan kondisi wilayah dan sifatnya berjenjang. Mulai dari pusat sampai daerah. Pemerintah juga terus berupaya menambah alokasi anggaran kemiskinan dan melibatkan seluruh stakeholder, kalangan dunia usaha di tiap provinsi, kabupaten untuk memfasilitas

jumlah penduduk hampir miskin tahun ini menurut data BPS mencapai 27. Total. tahun ini jumlah penduduk hampir miskin justru bertambah 5 juta orang. di sisi lain.740 per kapita per bulan.pikiran-rakyat.2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menurut BPS. Pada 2010. (PRLM). Jika ditambahkankan dengan penduduk miskin. Pertambahan ini berasal dari 1 juta penduduk miskin yang naik status menjadi hampir miskin dan 4 juta penduduk tidak miskin yang turun status menjadi hampir miskin.. Sementara Malaysia dan Thailand 2. perhitungan garis kemiskinan di Filipina sudah menggunakan ukuran 1.2 kali dari garis kemiskinan. Menurut dia. BPS mencatat.02 juta orang. jumlah penduduk hampir miskin terus bertambah secara konsisten.740 per kapita atau sekitar 0.488 atau masih dibawah Rp 10. Saat itu ukuran di Indonesia masih 0.9 juta jiwa atau 9. tingginya kesenjangan ekonomi di Indonesia terjadi karena tidak berjalannya trickle down effect (efek menetes ke bawah).88 persen dari total penduduk Indonesia. selama tiga tahun terakhir. angka kemiskinan di Indonesia per Maret 2011 turun 1 juta orang atau 3. sedangkan Maret 2010 berjumlah 31. hal itu terjadi karena adanya persoalan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan perekonomian yang dilakukan pemerintah.Badan Pusat Statistik (BPS) mengklaim. Padahal pada 2010 saja. Data BPS menunjukan.com/node/166871 JAKARTA. Penduduk miskin menurut BPS adalah masyarakat yang pengeluran per bulannya sebesar atau kurang dari Rp 233.66 juta jiwa atau sikitar 8. ukuran hampir miskin adalah 1.99 persen dari total penduduk Indonesia. Namun.75 dolar AS per kapita per hari. Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas).5 dolar AS per kapita per hari. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2011 mencapai 30. jumlahnya hampir mencapai 60 juta orang. Pada 2009 jumlah penduduk hampir miskin berjumlah 20. sejak 2007 sampai 2011 jumlah penduduk miskin di Indonesia terus mengalami penurunan.000 per hari.85 dolar AS per kapita per hari. Jika garis kemiskinan Maret 2011 adalah pengeluaran Rp 233.02 juta orang.12 juta jiwa atau sekitar 10. Acuviarta Kartabi menilai. Standar Bank Dunia sendiri berada pada angka 2 dolar AS per kapita per hari.ARTIKEL II: Angka Kemiskinan Indonesia Turun Sumber: http://www.5 dolar AS per kapita per hari. .28 persen dari total populasi. jumlahnya bertambah menjadi 22. maka yang masyarakat hampir miskin ini pengeluaran per kapita per bulannya di bawah Rp 280.

Badan Pusat Statistik Nasional mendefinisikan garis kemiskinan dari besarnya rupiah yang dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang setara dengan 2100 kalori per kapita per hari. alangkah baiknya apabila kita berusaha memahami hakikat dan pengertian dari kemiskinan.Karl Marx Kemiskinan Sebelum berbicara lebih jauh mengenai kemiskinan. tidak cukup untuk kebutuhan minimum (sandang.kompasiana. bagi mereka yang memiliki perspektif sosial tentu menyepakati definisi yang dijelaskan oleh Parsudi Suparlan bahwasanya kemiskinan merupakan sebuah standar hidup yang rendah dibawah standar hidup yang berlaku umum di masyarakat. Kemiskinan itu sendiri dapat dibagi menjadi tiga kategori: kemiskinan absolut. kemiskinan relatif. mereka yang disebut sebagai kelompok miskin kultural adalah mereka yang tidak mau berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan-hidupnya. Sementara yang termasuk golongan miskin relatif adalah mereka yang sebenarnya sudah berada diatas garis kemiskinan tetapi masih berada dibawah lingkungan sekitarnya. dimana kemiskinan diukur dari tingkat ekonomi. papan. pendidikan). pola makan tidak berganti. Satu hal yang bisa disepakati ialah kemiskinan bukan menjadi semacam “hak” bagi masyarakat. Terakhir. ditambah kebutuhan pokok lain seperti sandang. Kembali pada definisi. Bahkan ada juga yang memakai indikator bangunan rumah dalam mendefinisikan kemiskinan. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mendefinisikan kemiskinan dengan rumah yang berlantai tanah.ARTIKEL III: Cultuurstelsel & Kemiskinan Struktural di Jawa Abad ke-19 Sumber: http://sejarah. sebab dari mereka amarah bisa menggelegak menjadi sebuah revolusi sosial.com/2011/05/03/cultuurstelsel-kemiskinan-struktural-di-jawaabad-ke-19/ “Jangan pernah meremehkan orang-orang miskin. revolusi yang dipelopori oleh orang-orang miskin yang akan membumi-hanguskan kaum-kaum yang selama ini “menghina” dan menempatkan orang miskin secara kurang ajar” . papan. Hal yang berbeda pula diberikan oleh Badan Pusat Statistik Nasional. dan kemiskinan kultural. melainkan karena tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. dan tidak mampu membeli pakaian baru. dan pendidikan. pangan. dimana kemiskinan adalah situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena dikehendaki oleh seseorang. . Badan Perencanaan Pembangunan Nasional juga memberikan definisi berbeda mengenai kemiskinan. Tetapi dalam hal pengertian konvensional. pangan. tetapi menjadi “kewajiban” masyarakat seluruhnya untuk menanggulanginya. Mereka yang termasuk golongan miskin absolut adalah mereka yang penghasilannya berada dibawah garis kemiskinan. luas rumah dibawah delapan meter persegi. kemiskinan dapat dijelaskan dengan pendapatan individu/kelompok yang berada dibawah satu garis tertentu. sehingga definisi pasti mengenai kemiskinan masih belum diketahui sampai saat ini. Definisi kemiskinan sendiri memiliki banyak versi dan pandangan. Pengertian yang berbeda ini diperoleh dari perbedaan basic pemikiran dan pandangan masing-masing orang.

Cultuurstelsel adalah kebijakan pemerintah kolonial yang diterapkan oleh Gubernur Jendral Johannes Van den Bosch. keluarga. sebagian besar rakyat Nusantara benarbenar berada pada titik nadir ketertindasan. Sementara bagi penduduk desa yang tidak memiliki tanah di desa wajib bekerja pada kebun-kebun pemerintah kolonial selama 75 hari dalam setahun (20%). Tetapi jika kurang. maka bisa diketahui bahwa hampir separuh dari penduduk Indonesia berada dibawah garis kemiskinan. dan pemasukan dari komoditas ekspor ini akan masuk ke kas pemerintah kolonial Hindia Belanda. Bila pendapatan desa dari lahan 20% tersebut melebihi pajak tanah yang harus dibayar. Begitu diterapkan. Dengan pembatasan waktu pada abad ke XIX hingga XX. Hampir semua sejarawan menyepakati bahwa masa cultuurstelsel merupakan masa yang paling eksploitatif dalam periode sejarah Indonesia. kebijakan cultuurstelsel ini muncul sebagai jalan tengah pada masa krisis pemerintah kolonial Hindia Belanda. dimana masyarakat diwajibkan menyisihkan 20% tanahnya untuk penanaman komoditas ekspor seperti tebu. Kebijakan ini dimulai pada tahun 1830. sehingga sebagai solusi diberlakukanlah kebijakan cultuurstelsel di Nusantara. Sehingga mereka (orang-orang miskin) yang terlahir dari kemiskinan struktural ini adalah mereka yang dimiskinkan oleh orang lain. Ketika berbicara mengenai permasalahan kemiskinan yang terjadi pada abad ke-19. Pada teorinya. dan kopi. Sementara sebagai perusahaan yang menjalankan kebijakan ini adalah Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM). ataupun minimnya pendidikan. Komoditas ekspor ini selanjutnya diserahkan kepada pemerintah kolonial untuk dijual kepada masyarakat internasional. maka desa harus membayar kekurangannya. Hal ini karena sejak bernama Hindia Belanda hingga Negara Kesatuan Republik Indonesia. dimana . Pemerintah kolonial tampaknya tahu benar bagaimana memanfaatkan sistem feodalisme yang ada di Indonesia. maka Indonesia bisa dikatakan telah lama menghuni jurang kemiskinan. nila. melambungnya jumlah penduduk miskin di Indonesia tidak lepas dari masa lalu Indonesia sendiri tentunya. kemalasan individu.Mengenai faktor penyebab kemiskinan. Kemiskinan jenis ini timbul lebih karena upayaupaya pemiskinan yang dilakukan oleh indiviu/kelompok yang lain. Mencari akar kemiskinan di Indonesia jelas susah. jumlah orang miskin terus merangkak naik dan upaya-upaya untuk menanggulangi kemiskinan masih sangat minim. Sudah barang tentu faktor penyebab kemiskinan di Indonesia menjadi sebuah hal yang complicated akibat begitu banyaknya masalah dan semrawutnya benang-benang yang merangkai kemiskinan. antara lain: faktor individu. Melihat dari kacamata historis. sub-kultur. ada berbagai faktor yang menjadi penyebab kemiskinan. Kebijakan ini muncul atas dasar anggapan bahwa rakyat Nusantara memiliki hutang kepada pemerintah kolonial. Kemiskinan dimana menurut beberapa pakar adalah sebuah kemiskinan yang hadir bukan karena takdir. Ketika melihat jumlah penduduk miskin di Indonesia yang menyentuh kisaran 49. dan struktural. Masa eksploitasi besar-besaran yang dilakukan oleh pemerintah kolonial ini adalah imbas dari peperangan-peperangan yang terjadi di Jawa dan luar Jawa. dimana NHM merupakan reinkarnasi dari VOC yang telah bangkrut sebelumnya. maka oleh pemerintah kolonial akan dikembalikan. Johannes Van den Bosch yang mencetuskan kebijakan ini dianugerahi gelar Graaf oleh raja Belanda dan ditunjuk sebagai gubernur jenderal di Hindia Belanda untuk meng-konkrit-kan kebijakannya. maka cultuurstelsel menjadi topik diskusi yang menarik untuk diangkat ke permukaan. maka kita akan lebih banyak berdiskusi mengenai kemiskinan struktural.5 juta jiwa. serta kebangkrutan VOC tentunya. eksternal. karena akar ini bahkan sudah bermula sejak zaman sebelum kolonial Belanda masuk ke Indonesia. Cultuurstelsel Berbicara mengenai kemiskinan. sehingga untuk melunasi hutang tersebut desa-desa harus mengikuti kebijakan tersebut.

sehingga begal dan bandit menjadi suatu hal yang tumbuh dengan pesat pada era tersebut. tetapi komoditas ekspor begitu melimpah. dimana harga beras melambung tinggi akibat produksi yang berkurang. Hal ini adalah akibat dari budaya feodal yang ada di Nusantara pada saat itu. Begitu banyak pemberontakan yang terjadi pada masa penerapan cultuurstelsel.harapan yang muncul adalah sebuah kebijakan yang mendatangkan pemasukan bagi pemerintah kolonial tetapi tidak menyengsarakan rakyat Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong pergi ke kota untuk bekerja sebagai buruh atau pegawai daripada menjadi tani. Sementara pemerintah kolonial sendiri tidak berniat untuk memajukan pemikiran para penguasa lokal melalui jalur pendidikan dan pelatihan. . Perpaduan antara kapitalisme dan feodalisme ini benar-benar membawa rakyat pada titik rendah kemanusiaan. maka dapat digolongkan kemiskinan tersebut merupakan kemiskinan struktural. dan regulasi-regulasi yang diciptakan oleh pihak penguasa untuk memiskinkan masyarakat. maka lurah tersebut berusaha seluas mungkin tanah yang ada dipakai untuk penanaman komoditas ekspor. feodalisme membuat rakyat tidak bisa melawan pada penguasa lokal. Semetara pada sisi yang lain. Tetapi dalam lingkup praktek. menjadi sebuah pajak yang diluar dari lahan 20% lahan komoditas ekspor tersebut. Rasa sungkan ini meredam suara-suara perlawanan dari masyarkat Jawa. Urbanisasi menjadi salah satu pilihan untuk mencari kehidupan yang lebih sejahtera. ternyata yang terjadi adalah hal-hal yang bersifat eksploitatif tanpa peri-kemanusiaan. Pemerintah kolonial benar-benar memanfaatkan kondisi feodal Nusantara untuk memperoleh tenaga-tenaga gratis sehingga memberi pemasukan lebih kepada pemerintah. Selain itu pajak tanah yang seharusnya dibayarkan dari hasil 20% lahan tadi. Mereka yang tidak bisa melawan pada akhirnya mati dengan ketertindasan dan keterjajahan. kapitalisme menjerumuskan masyarakat pada kemiskinan dan ketidakmakmuran. Sehingga. Kebijakan yang sangat menguntungkan pemerintah kolonial ini menyebabkan pemiskinan rakyat yang luar biasa. berubah menjadi hampir 100% tanah digunakan untuk komoditas ekspor. Tidak jarang mereka memberontak dengan cara merampok. Kemiskinan ini dipicu oleh aturan-aturan. Pada satu sisi. sehingga rakyat tidak bisa berbuat apa-apa. Sementara untuk mereka yang tidak memiliki tanah. selama setahun penuh diwajibkan untuk bekerja pada perkebunan pemerintah. Dengan modal sesedikit mungkin. Perpaduan antara kebijakan kapitalisme cultuurstelsel dan kebudayaan feodal Nusantara menghasilkan penindasan kepada rakyat. Hal ini sebagai akibat wabah penyakit dan kelaparan yang melanda Jawa sebagai hasil dari tiadanya penanaman komoditas pangan. Dari aturan yang semula menerapkan 20% tanah sebagai lahan untuk penanaman komoditas ekspor. dengan kata lain rakyat masih diharuskan membayar pajak tanah. Dampak dari penerapan kebijakan cultuurstelsel ini adalah bertambahnya angka kemiskinan di Nusantara (khususnya di Jawa). sehingga kebutuhan pencarian sosok pemimpin baru ini berujung pada pemberontakan-pemberontakan. Seperti yang terjadi di Cirebon pada tahun 1843 dan Jawa Tengah pada 1850. dengan diterapkannya kebijakan cultuurstelsel ini pemerintah mendapatkan sumber daya manusia beserta sumber daya alam yang gratis. Jalan lain yang ditempuh adalah pencarian sosok “Ratu Adil”. Kondisi kelaparan ini muncul karena tiadanya persediaan beras. Rakyat yang tidak puas akan kebijakan baru ini pun memilih untuk menyingkir dari kehidupan desa. Ketika mencoba untuk mengklasifikasi jenis kemiskinan yang melanda di Jawa pada era penerapan kebijakan cultuurstelsel. Peran seorang tuan tanah dalam memerintah rakyat yang ada dibawahnya begitu besar. pemerintah kolonial Hindia Belanda menghendaki adanya keuntungan yang berlipat ganda. kebijakankebijakan. Ketika hasil lebih dari pajak tanah itu diberikan kepada desa (lebih tepatnya tuan tanah/lurah).

kemiskinan yang dibangun diatas sistem dan aturan/norma yang berlaku di masyarakat. dan di bidang politik Baron van Hoevell menjadi corong utama di parlemen pemerintah Kerajaan Belanda. dimana pemerintah kolonial membutuhkan pemasukan berlebih untuk mengisi kas yang kosong. dan ‘demokrasi’. Kebijakan etis ini yang pada nantinya akan memunculkan semangat-semangat kebangkitan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Struktur Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan. Orang Miskin Dilarang Sekolah!. apabila ketika itu para penguasa. sehingga kesusahan itu apabila dirasakan bersama-sama maka akan semakin ringan.W. Selain itu pemerintah kolonial juga memunculkan kebijakan baru yang disebut ‘Kebijakan Etis’. Kebijakan eksploitasi ini diakhiri pada tahun 1870.S. dan para pamong praja mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus serta tidak ada pembedaan kelas. Eko. dimana raja (penguasa) merupakan sosok yang dipuja dan ditaati oleh rakyat menjadi seorang yang sangat dipatuhi oleh masyarakat Jawa saat itu. Kultur Jawa yang mendasarkan pada kerjasama dan gotongroyong mereka manfaatkan sebagai pengeruk sumber daya manusia dan hewan sebanyak-banyaknya. Sistem yang dibangun oleh masyarakat feodal Jawa dimanfaatkan sebagai alat untuk melanggengkan kapitalisme yang menguntungkan pemerintah kolonial.Kemiskinan yang terstrukur dan telah disistemkan dalam kebijakan cultuurstelsel ini bisa saja gagal apabila masyarakat Jawa saat itu telah mengetahui apa itu arti ‘merdeka’. Kemiskinan di Perkotaan: Bacaan Untuk Antropologi Perkotaan. Selain itu. Daftar Pustaka Zikrullah. Hal ini pun sangat mendukung sekali kebijakan cultuurstelsel. Jakarta: Sinar Harapan. Strategi Penanggulangan Kemiskinan. Dan pemerintah kolonial Hindia Belanda berhasil memanfaatkan hal ini untuk mengeruk keuntungan berlebih dari masyarakat Jawa saat itu. Parsudi. 2008. pemerintah kolonial menerapkan sistem sewa tanah (landrente) pada UU Agraria 1870. Seorang bangsawan (gusti) adalah sosok yang tidak mungkin dilawan oleh rakyat kecil (kawula alit) seperti mereka. Pasca Cultuurstelsel Kebijakan ini membawa dampak perlawanan yang begitu hebat dari seluruh lapisan masyarakat. Yogyakarta: Resist Book. Dari kalangan masyarakat Belanda. muncul sosok Eduard Douwes Dekker (Multatuli) yang menulis novel Max Havelaar. 2005 Prasetyo. Bappenas. yang terinspirasi dari tulisan Conrad Theodore van Deventer dalam jurnal De Gids yang berjudul Een Eerschuld. Inilah kemiskinan struktural itu. Sebagai solusi. Jakarta: Bappenas. sementara seorang jurnalis E. Adam Y. Apapun yang diinginkan oleh penguasa pastilah harus ditaati oleh rakyat. ‘bebas’. 1984. Roorda van Eisinga kerap menyuarakan pembebasan bagi rakyat Nusantara. Budaya feodal. Orang-orang liberal mengkritisi kebijakan ini dengan membawa isu eksploitasi yang berlebih terhadap inlander (pribumi). Satu hal yang tidak bisa dipungkiri ketika itu ialah orang Jawa memiliki banyak anak untuk membagi kesusahan hidup bersama anak-anaknya. Suparlan. maka bisa dipastikan kebijakan ini tidak akan berjalan lancar. . bangsawan. walaupun untuk komoditas kopi baru hilang pada tahun 1915.

wikipedia.Wikipedia Indonesia.wikipedia.org/wiki/tanam_paksa. Tanam Paksa. Survei Sosial Ekonomi Nasional 1998. 21:56 Kartodirdjo. Jakarta: Serambi. Waktu akses: 18 Maret 2009. Kemiskinan. Sejarah Nasional Indonesia: Dari Emporium ke Imperium. Sartono. http://id. 2005. Wikipedia Indonesia. Sejarah Indonesia Modern 1200-2004. .C.org/wiki/Kemiskinan. Ricklef. Waktu akses: 18 Maret 2009. M. 21:06. http://id.

namun ada saja karyawan yang tak bisa mengikuti aturan itu dan akhirnya melakukan tindakan indisipliner. “Permasalahan hak salah satunya adalah belum dibayarnya pesangon dari perusahaan terhadap buruh. demi mengantisipasi peningkatan PHK tahun depan.“Masing-masing perusahaan pastinya memiliki aturan sendiri. “Banyak perusahaan melakukan efisiensi tenaga kerja. di ruang kerjanya. sementara pada 2010 lalu hanya 57 kasus saja. “Ketika pihak buruh dan perusahaan hendak melakukan pertemuan tripartite.” lanjut Suparman. Ini pun didominasi buruh outsourching. uang makan.indowarta. ketidakpahaman buruh juga mendominasi kasus PHK. hingga akhir tahun ini Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkot Cilegon masih menyisakan delapan kasus dari 40 kasus PHK yang ada. Ketika kontrak kerja para buruh habis. Tapi delapan kasus tersebut masih kita tangani. Selain itu. jumlah karyawan yang terkena PHK mencapai 40 kasus. Diterangkan. Dikatakan. tibatiba tak ada kabar dari pihak-pihak yang bersangkutan. Sementara permasalahan kepentingan yaitu berkaitan tuntutan kesejahteraan seperti transpor.” ujarnya. Disnaker mencatat terdapat 63 kasus PHI hingga November lalu.” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial pada Disnaker Pemkot Cilegon Suparman. peningkatan jumlah kasus PHK pun seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Perselisihan Hubungan Industrial (PHI). akhirnya melakukan PHK kepada buruh yang tingkat keterampilannya rendah. Senin (19/12). Sementara itu. Ini lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah karyawan yang terkena PHK di sepanjang 2010 yakni 38 kasus. Sebagian besar kasus ini terselesaikan dengan cara musywarah sehingga terjadi kesepakatan yang bisa diterima kedua belah pihak. juga permasalahan antarserikat sebanyak satu kasus. Pada bagian lain. Disnaker akan . kasus PHI di Kota Cilegon terdiri atas permasalahan hak sebanyak 18 kasus. buruh menganggap hal itu sebagai kejadian PHK. Ketika pihak perusahaan memiliki peraturan sendiri. dan Disnaker. Mereka menyangka tak dilanjutkannya kontrak kerja adalah kejadian PHK. persoalan yang mendominasi terjadinya PHK adalah tindak indisipliner yang dilakukan karyawan. Untuk itu. “Sebagian besar kasus PHK terjadi pada buruh kontrak atau outsourching. sebab sebelum di-PHK terlebih dahulu dilakukan perundingan. namun karyawan melanggarnya karena berbagai alasan. perusahaan.” jelasnya. targetnya dalam waktu dekat semuanya akan terselesaikan. Selain itu. lanjutnya. Kepala Disnaker Cilegon Taufikurohman mengatakan terjadinya peningkatan PHK tahun ini tidak berkaitan dengan krisis global. namun setelah dijelaskan mereka mengerti dan menerima keputusan pihak perusahaan. dan lainnya. Tak terselesaikannya kasus tersebut sebagian besar lantaran kurangnya komunikasi antara buruh.ARTIKEL IV: Jumlah PHK Meningkat Sumber: http://www. Sementara Disnaker baru menyelesaikan 15 kasus permasalahan hak. PHK yang dilakukan perusahaan terhadap tenaga kerjanya telah melalui prosedur yang ada. dan dua permasalahan kepentingan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=14066:jumlahphk-meningkat&catid=135:banten&Itemid=376 Jumlah tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama 2011 di Kota Cilegon meningkat dibanding tahun sebelumnya. Bahkan. kepentingan empat kasus. Hingga November saja.

mendorong setiap perusahaan untuk mengadakan pelatihan guna meningkatkan SDM para buruhnya.” ujar Taufikurohman. (jiwa) .

Artinya. Kekayaan alam hanya bisa dinikmati oleh orang yang mampu berkuasa. Rakyat hanyalah orang yang setia menjungjung tinggi Pascasila dan UUD 1945 serta menginginkan kesejahteraan hidup. Tidak salah kemiskinan yang menjerat penduduk Indonesia merupakan akibat dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Sementara para . Tidak adanya lapangan kerja menjadi faktor utama untuk menjadi TKI. Akhirnya menambah permasalahan pelik dinegeri ini. ekonomi. Kemiskinan sengaja diciptakan untuk kepentingan segelintir orang. kemiskinan yang diciptakan oleh sistem yang terorganisir sehingga memiskinkan rakyat. Kita layak bersyukur atas kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. realitanya hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang yang mau mengambil keuntungan dari keringat rakyat serta haus akan kekuasaan. Sekilas mengenai banyaknya TKI yang dikirim ke luar negeri merupakan salah satu bukti. Kekayaan yang melimpah belum menyentuh rakyat bawah. Tidak lain bagi kita ketika banyak kekayaan Indonesia menjadi milik asing. jika pemerintah mengambil langkah dengan cara mengolah SDA dengan menggunakan tenaga kerja yang tersedia. Rakyat hanya bisa menikmati penghisapan yang semakin merajalela di bumi Indonesia. Sedih. Akhirnya rakyat Indonesia hanya bisa gigit jari sambil mengamati sisa eksploitasi alam. Tidak selamanya rasa bersyukur itu dapat hidup dalam hati sanubari rakyat Indonesia. yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Alangkah sejahteranya rakyat. Penderitaan terjadi disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi.ARTIKEL V: Kemiskinan (Struktural) dan Korupsi Sumber: http://www. politik. Akhirnya berkembang istilah.com/news/read/2011/07/07/43691/kemiskinan_struktural_dan_ korupsi/ KEMISKINAN adalah sebuah realita sosial. eksploitasi alam. Seringkali publik lebih mengartikan pasal 33 ini dengan bumi air dan kekayaaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dijual kepada asing. Hal ini terjadi karena pemerintah tidak memegang teguh amanat Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah tidak mampu mengolah SDA. perdagangan manusia dan peristiwa lain yang menjadi malapetaka bagi rakyat. Ketika pemerintah gagal melaksanakan amanat agung yang adalah tujuan negara akan menjadi sumber malapetaka bagi rakyat. ketika melihat negeri kaya akan sumber daya alam namun makmur rakyat miskin. lagi-lagi negara ini tidak mampu melakukan tindakan demikian. Parahnya. Fenomena yang sangat krusial oleh sebab itu penting untuk diperbaiki. Sesuai pasal 33 UUD 1945 kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pilihan bagi rakyat yang paling mudah adalah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). keberadaan para TKI tidak mendapat perlindungan negara. Tetapi apa boleh buat. tingginya angka kemiskinan di Indonesia. sementara kita hanya dapat merasakan dampaknya seperti. dan budaya yang mengakibatkan penderitaan bagi sebagian masyarakat. Akibatnya rakyat menjadi objek dari perilaku para penjajah hak rakyat. Semua ini merupakan ulah para pemegang kekuasaan yang tidak bertanggung jawab akan kesejahteraan rakyat. malah yang terjadi penjualan aset negara kepada asing. Kemiskinan yang menyeret negeri ini merupakan kemiskinan struktural.medanbisnisdaily. pencemaran lingkungan.

8%. Dampak korupsi antara lain: 90 juta warga Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. di daerah terpencil dan jauh dari jangkauan pemerintah ternyata masih banyak penduduk yang belum terdata dan hidup dibawah garis kemiskinan. Kedua. Artinya. Sebenarnya tidak asing bagi negara kita ada istilah pemotongan anggaran (korupsi). tingginya angka putus sekolah dan masalah lain yang berkaitan dengan kasus kemiskinan. penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Siklus tersebut sangat rawan dengan adanya pemotongan anggaran. Terjadinya korupsi anggaran ini disebabkan penyaluran anggaran sangat bertele-tele. tolok ukur apa yang digunakan pemerintah mengatakan menurunya angka kemiskinan. program bantuan terpadu berbasis keluarga dengan bersinerjikan program keluarga harapan hidup (PKH). jika realita di lapangan masih banyak pengangguran. sehingga tidak terjadi pemotongan anggaran yang berakibat kepada terjadinya korupsi dana kemiskinan. anggaran tersebut tidak tersalurkan sesuai jumlah yang ditetapkan. gizi buruk. 60 juta warga Indonesia tidak menikmati listrik. Selama ini pemerintah sudah memiliki segudang program untuk pengentasan kemiskinan yang tertuang hanya di atas kertas. anggaran untuk kelompok usaha bersama Rp 430 miliar. Angka tersebut lebih lambat dari Maret 2008 sampai Maret 2009 sebesar 1. ada setan-setan yang menggerogoti anggaran tersebut hingga tak sampai ke tangan orang miskin.51 juta jika dibandingkan dengan Maret 2009 sebanyak 32. Kita perlu meminta penjelasan pemerintah tentang penurunan angka kemiskinan. Anggaran tersebut digunakan untuk dana dekonsentrasi Rp 540 miliar. Sebab.02 juta orang atau 13.4 triliun lebih rendah dari kasus Century yang merugikan negara mencapai Rp 6. Jamkesmas dan subsidi beras miskin yang tepat sasaran. Ternyata. Pada tahun 2011 pemerintah melalui Kementerian Sosial memberikan anggaran untuk penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 1.53 juta orang atau 14. Data Kemiskinan Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).pemangku jabatan bersenang-senang menikmati hasil keringat rakyat. Namun anggaran tersebut belum menjadi jawaban terhadap pengentasan kemiskinan sebelum diimplementasikan. Dengan anggaran tersebut diharapkan angka kemiskinan akan berkurang. Setiap tahun tersedia anggaran untuk penanggulangan kemiskinan tapi tak pernah mencapai hasil maksimal. Pemerintah berupaya menekan angka kemiskinan hingga 0-10% tahun 2014 melalui tiga program antara lain: Pertama. apa jadinya.15%. Buktinya angka kemiskinan bukan berkurang malah bertambah yang diikuti dengan tingginya angka pengangguran. Artinya. Karena korupsi sangat merusak sendi-sendi kehidupan.33% berkurang 1. Jumlah angka penduduk miskin Maret 2010 mencapai 31. 35% warga negara Indonesia tidak dapat saluran air . tentu suatu kebanggaan bagi kita dan patut disambut dengan gembira. pemberian beasiswa bagi penduduk miskin. Anggaran yang disediakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan sudah cukup besar.7 triliun. dari pusat ke propinsi kemudian kabupaten/kota terus ke kecamatan dan desa baru kepada rumah tangga. Ketiga. Namun. Jika benar bahwa angka kemiskinan menurun.27%. pemerintah harus mengawasi proses penyaluran anggaran dari pusat hingga daerah. Program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan merupakan salah satu program yang patut diapresiasi. laju penurunan angka kemiskinan selama Maret 2009 sampai Maret 2010 hanya 0. Diharapkan.

id . Hal ini akan berdampak buruk kepada upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan. Dengan pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran dan menangkap pihak-pihak yang berusaha memiskinkan rakyat maka kemiskinan struktral akan hilang. Selain itu. Kalau tidak segera diatasi akan membahayakan kelangsungan pembangunan. Oleh karena itu pemerintah harus segera mengambil kebijakan untuk menanggulangi tingginya pengangguran dan mewabahnya persoalan baru di masyarakat. anak yang gantung diri karena tidak punya uang untuk menyelesaikan sekolah dan hutan Indonesia rusak hingga stadium 4. sosial dan budaya masyarakat. Intinya. melainkan kemiskinan struktural (kebijakan yang tidak memihak kepada kaum miskin. Salah satu strategi untuk menuntuskan kemiskinan adalah memberdayakan potensi masyarakat. Kedua hal ini merupakan penyakit yang sudah lama hidup di tengah-tengah masyarakat. Kemiskinan Adalah Penyakit Kemiskinan yang dialami rakyat sudah menuju tahap kronis. Korupsi menjadi biang kehancuran ekonomi. Pemerintah harus melakukan pengawasan terhadap penyaluran anggaran sebagai salah satu komitmen untuk memberantas kemiskinan. Misalnya raskin yang dijual kepada pengusaha. (malas. Kemiskinan yang terjadi dialami masyarakat bukan kemiskinan karena budaya. politik. Negara ini harus berkata tidak kepada kemiskinan dan korupsi. rakyat miskin bukan karena malas bekerja.bersih.*** (Edward Silaban) Penulis adalah alumnus USU dan Staf Pengajar CPNS BT/BS BIMA Email: edwardsehat@yahoo. kemiskinan yang dialami rakyat dapat dikatakan ulah para koruptor. Maka korupsilah yang menjadi salah satu penghambat menuju masyarakat sejahtera harus segera diselesaikan dengan cara penegakan hukum bagi koruptor. Sebab penduduk yang berjumlah kurang lebih 240 juta sangat rentan dengan berbagai masalah. di lapangan sering dijumpai pengalokasian anggaran kemiskinan salah sasaran. Seharusya anggaran kemiskinan disalurkan kepada rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. adanya lingkaran yang melilit rakyat dan korupsi yang semakin merajalela). berserah pada nasib). Selama ini korupsi telah menggerogoti uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk kemakmuran rakyat. Sementara para pemangku kekuasaan belum berhasil mengatasi keduanya tetapi berusaha menemukan jalan keluar dari kebuntuan yang sangat menyesatkan ini.co. ternyata ada sebagian daerah yang menyalahgunakannya. Selama ini pejabat yang terindikasi dengan korupsi masih berkuasa sehingga kemiskinan susah ditanggulangi. Selain itu.

itupun karena dibocorkan oleh Ibu Siami .serta bagi warga yang kurang beruntung(miskin) akan dibantu oleh pemerintah.mana yang disebut sumbangan dan mana pula yang bisa dianggap korupsi .yang bisa dipastikan akan sulit bagi siapapun untuk membedakannya . bahwa semua warga negara Indonesia berhak mendapat pendidikan.maka bisa dipastikan ia akan di jauhi oleh orang lain atau koleganya sendiri.maka individuindividu semacam itu bisa diperkiarakan akan mengalami kalah telak.com/2011/07/08/bisnisasi-pendidikan-ciptakankemiskinan-struktural-2-habis/ Sebagai salah seorang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan relatif lebih memahami berbagai aspek yang terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia.karena sistemnya lebih rapi dan berjama’ah.ARTIKEL VI: Bisnisasi Pendidikan Ciptakan Kemiskinan Struktural Sumber: • • http://edukasi.kompasiana.Hal semacam itu sekarang sudah melanda dalam berbagai aspek sosial masyarakat Indonesia.Boleh jadi karena sikap seperti itu.sekiranyapun masih ada individu -individu yang masih normal dalam artian pro kebajikan rasanya mulai sangat langka.Bahkan sulit sekali membedakan karena hanya dibatasi membran abuabu .Hal seperti itu bukan hanya pada jenjang pendidikan dasar saja tetapi sudah relatif merata disemua lini pendidikan.pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kemauannya. meskipun yang kelihatannya hanya di SD tersebut. Di permukaan kelihatannya sangat baik dan mulus-rapi.termasuk komunitas pendidikan.karena tertutup dengan suatu samaran yang relatif rapi sehingga borok-boroknya tidak kelihatan secara fisiknya namun tercium baunya. Dan apalagi jika sudah mendekati proses persiapan-persiapan dalam menyongsong penyeleggaraan Ujian Nasional. bisa dipastikan individu-indvidu yang masih pro kebaikan tidak akan di ikut sertakan dalam berbagai aktifitas itu.tetapi tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya coba menghindarinya dengan sekuat tenaga yang ada supaya terhindar dari hal-hal yang memprihatinkan tersebut. Bertitik tolak dari .Kelihatannya kinipun hal -hal semacam itu sudah merambah dalam berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.sebagaimana terjadi”nyontek massal”untuk mendapatkan nilai dan prestasi tinggi.serta fakir miskin akan di pelihara oleh negara.Sedangkan semua sumber daya alam yang ada dalam perut bumi Indonesia akan dikelola oleh pemerintah untuk kemakmuran rakyat. Didalam dunia pendidikan di setiap jenjangnya justru terjadi berbagai kontradiksi -kontradiksi terhadap tujuan pendidikan itu sendiri.yang berbanding sebaliknya dalam penerapannya di tengah-tengah masyarakat Indonesia.Sementara pada jenjang pendidikan lain tidak bocor.Berbagai perundang -undang tersebut diatas kertasnya sangat bagus. Memang pada zaman sekarang jika seseorang menghendaki supaya segala sesuatu dilakukan sesuai nilai-nilai dan norma-norma sosial yang dianggap baik oleh manusia normal .Dan sekiranyapun dilakukan voting. Meskipun dalam berbagai aturan di Indonesia ini dikatakan.com/2011/07/08/bisnisasi-pendidikan-ciptakankemiskinan-struktural-1/ http://edukasi.maka banyak orang menganggapnya idealis atau sok suci yang bisa saja tidak di ikut sertakan lagi dalam kongkow-kongkow yang berkaitan dengan proses penerimaan peserta didik baru dan semacamnya.kompasiana.

sehingga tidak mustahil sekiranya hal-hal yang bertentangan dengan tujuan bantuan tersebut justeru yang sering terjadi . serta jikapun ada tentu saja justeru individu-individu yang kebanyakannya setali tiga uang dengannya.Hal semacam ini juga terdapat di sekolah -sekolah negeri.dalam hal ini adalah rekening pribadi kepala sekolah. .Mengapa demikian ? karena dalam setiap pencairan dan pengelolaan dana pemerintah langsung disalurkan ke no.Pelacur menjadi WTS lalu berubah lagi menjadi PSK sampai sekarang hal-hal semacam itu sangat banyak. Dalam kondisional seperti itu.tetapi kenyataannnya justeru sebaliknya.Kalau perlu KPK segera melakukannya tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada siapapun.Apalagi jika kurang ketatnya pengawasan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk itu. Dalam dunia pendidikan Indonesia. Jika orang tua murid bernasib baik. Bahkan para wali atau orang tua murid jikapun diundang oleh Kepala Sekolah untuk sesuatu yang disebutnya musyawarah tidak lebih dari pada sebagai tukang”aminnya”saja.Dalam hal ini orang tua murid tidak bedanya sebagaimana anggota DPR/MPR masa rejim Orde Baru dahulu.tetapi dengan berbagai alasan pungutannya tetap ada.yang sering pula melalui pernyataan orang tua murid yang harus di tanda tanganinya.seperti BOS.duduk dan dengar sesuatu yang sudah di tetapkan sebelumnya oleh Kepala Sekolah .seringkali istilah-istilah berubah sesuai selera pihakpihak tertentu supaya kelihatannya lebih halus dan religius. Dalam konteks bisnisasi pendidikan bukan rahasia lagi.itulah.Kononnya pungutan tersebut yang disamarkan dengan istilah yang agamis yakni “Infaq”di lakukan setelah disetujui orang tua murid.apalagi jika sekiranya sekolah -sekolah swasta walaupun sekolah tersebut termasuk dalam kategori program gratis.meskipun berujung pada tujuan yang sama juga.Seringkali Yayasan penyelenggranyapun tergantung kepada dana bantuan pemerintah tersebut.sudah waktunya pemerintah dalam hal ini Depdiknas dan KPK turun melakukan “Sidak”(inpeksi mendadak)ataupun”Pekat”(pengawasan melekat) secara diam-diam memeriksa pengelolaan dana-dana bantuan pendidikan itu.termasuk jajaran pendidikan itu sendiri untuk menjamin kerahasiaannya. rekening sekolah.Istilah-istilah diperhalus sedemikian rupa.Memang pemerintah Indonesia melarang berbagai jenis pungutan dalam proses Pendaftaran Siswa Baru(PSB)yang kini berubah menjadi Pendaftaran Peserta Didik Baru( PPDB) .bahwa korupsi tersebut sudah sudah akrab dengan masyarakat Indonesia dan sudah menjadi budaya Indonesia.maka dalam rapat tersebut ketetapan -ketetapan Kepsek terdapat beberapa alternatif pilihan yang harus di pilih salah satu diantaranya.Muhammad Hatta (Co proklamator RI)pernah menyebutkan. Dan selain Kepala Sekolah proses pengelolaan dan pencairan dana itu tidak seorang gurupun mengetahuinya.hanya kepala sekolah yang memahami segala sesuatunya mengenai pencairan dan pengelolaan dana -dana bantuan pemerintah tersebut.meskipun sesungguhnya tidak merubah arti dasar istilah tersebut.sekiranya setiap tahun selalu ada berbagai pungutan dengan berbagai namanya yang sifatnya seringkali dikemas sedemikian rupa sehingga kelihatannya sangat religius .yang hanya datang.tetapi tanpa merubah maksud atau makna dasar istilah itu sendiri.Sejak istilah NALO(Nasional Lotre)dikemas menjadi SDSB(Sumbangan Dana Sosial Berhadiah) ataupun PHK =pecat menjadi Dirumahkan.seperti korupsi dan sebagainya.maka beberapa dekade yang lalu Drs.Dalam soal memperhalus bahasa kemungkinan orang-orang Indonesia sangat cerdas.BOMM dan semacamnya. Untuk memanimalisasinya.

meningkatkan rasa putus asa dan tindakan bunuh diri. merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.liputan6." ujarnya mencontohkan. telah mengakibatkan kenaikan jumlah penduduk miskin dan kemerosotan kehidupan. Hal ini disebut sebagai kebijakan yang menyebakan kemiskinan struktural. Kebijakan ini terbukti tak mampu meningkatkan kesejahteraan mayoritas rakyat. ladang subur kekerasan sosial. Kemiskinan struktural yang disebabkan kebijakan ekonomi neoliberal memicu peningkatan kejahatan. Sehingga kesejahteraan rakyat terpuruk.(AIS) . bisa menikmati arti kemerdekaan.com/read/332712/kebijakan_ekonomi_neoliberal_sebabkan_kemiskina n_struktural Liputan6. "Rakyat menjadi tidak tenang.com. disebutkan Rizal telah memperparah kondisi perekonomian nasional yang berdampak meningkatnya kemiskinan. Ketidakmampuan pemerintah melindungi hak-hak dasar warga negara dalam bidang kesejahteraan dan agama. Kebijakan yang dilakukan pemerintahan SBY-Boediono. Rabu (4/5). Jakarta: Kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono dinilai kebijakan neoliberal. "Ketika pekerjaan nyaris tidak ada dan pendapatan mayoritas rakyat sangat rendah. Jakarta Pusat. dan melebarnya kesenjangan ekonomi. Menurut dia. Dia juga menjelaskan. kenaikan harga pangan dan harga kebutuhan pokok selama hampir setahun terakhir. Pernyataan disampaikan Rizal dalam pidato kebudayaan bertema "Perubahan Adalah Jawaban.ARTIKEL VII: Kebijakan Ekonomi Neoliberal Sebabkan Kemiskinan Struktural Sumber: http://berita. kecuali meningkatkan sebagian kecil elit di beberapa negara berkembang. ekonomi nasional yang tumbuh kurang lebih hanya enam persen tak mampu menciptakan lapangan pekerjaan. pengangguran. yang lebih penting lagi kebijakan ekonomi neoliberal itu merupakan pengkhianatan terhadap konstitusi. Perubahan Sekarang Juga" di Graha Bakti Budaya. memunculkan konflik sosial dan agama. Tetapi 80 persen sisanya belum pernah menikmati kemerdekaan. Taman Ismail Marzuki." kata mantan Menteri Keuangan Rizal Ramli. Bekas menteri perekonomian era Presiden Gus Dur itu menambahkan sekitar kurang dari 20 persen penduduk elit hidup lumayan.

berdasarkan penghitungan BPS.07 persen. Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Meskipun demikian.duniaesai. berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001. dengan jumlah penduduk yang lebih besar. Pada masa Orde Baru.php/direktori/esai/37-ekonomi/114-mengapa-kemiskinan-diindonesia-menjadi-masalah-berkelanjutan. Angkaangka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. program-program bantuan sosial ini juga dapat menimbulkan korupsi dalam penyalurannya. Program-program bantuan yang berorientasi pada kedermawanan pemerintah ini justru dapat memperburuk moral dan perilaku masyarakat miskin. persentase keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52.program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin. .5 persen selama tahun 1970-1996. berupa beras untuk rakyat miskin dan program jaring pengaman sosial (JPS) untuk orang miskin. atau lebih dari separuh jumlah keluarga di Indonesia.com/index.Hal itu.5 juta orang. bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penduduk miskin. walaupun mengalami pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Upaya seperti ini akan sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan yang ada karena sifat bantuan tidaklah untuk pemberdayaan.4 persen. yaitu 37. Di lain pihak. Program bantuan untuk orang miskin seharusnya lebih difokuskan untuk menumbuhkan budaya ekonomi produktif dan mampu membebaskan ketergantungan penduduk yang bersifat permanen. bahkan dapat menimbulkan ketergantungan. program. Meskipun demikian. sebesar 17. partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 juga mencantumkan program pengentasan kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka.5 persen atau 34. Penyebab kegagalan Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.4 juta orang. persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi. persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi. antara lain. masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.ARTIKEL VIII: Mengapa Kemiskinan di Indonesia Menjadi Masalah Berkelanjutan? Sumber: http://www. Pertama.html SEJAK awal kemerdekaan. yaitu sebesar 17. Bahkan. yaitu rata-rata sebesar 7. penduduk miskin di Indonesia tetap tinggi. PADA umumnya.

diperlukan data mikro yang dapat menjelaskan penyebab kemiskinan secara lokal. seperti sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). sementara angka kemiskinan (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) yang dihasilkan BKKBN pada tahun yang sama mencapai 84 persen. Kedua data ini pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik. baik dari segi ekologi. Meski demikian. data makro tersebut mempunyai keterbatasan karena hanya bersifat indikator dampak yang dapat digunakan untuk target sasaran geografis. juga masih bersifat sentralistik dan seragam-tidak dikembangkan dari kondisi akar rumput dan belum tentu mewakili keutuhan sistem sosial yang spesifik-lokal. dengan asumsi yang menekankan pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak. yang penyebabnya berbeda-beda secara lokal. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merasa kesulitan dalam menyalurkan beras untuk orang miskin karena adanya dua angka kemiskinan yang sangat berbeda antara BPS dan BKKBN pada waktu itu. data makro yang dihitung BPS selama ini dengan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) pada dasarnya (walaupun belum sempurna) dapat digunakan untuk memantau perkembangan serta perbandingan penduduk miskin antardaerah. indikator-indikator tersebut selain tidak bisa menjelaskan penyebab kemiskinan.Alangkah lebih baik apabila dana-dana bantuan tersebut langsung digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Bisa saja terjadi bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal. organisasi sosial. antara lain data keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN dan data rumah tangga miskin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. beberapa lembaga pemerintah telah berusaha mengumpulkan data keluarga atau rumah tangga miskin secara lengkap. serta dibebaskannya biaya. maupun bentuk ekonomi yang berlaku secara lokal. Di samping itu. Sebagaimana diketahui. Di satu pihak angka kemiskinan Sumba Timur yang dihasilkan BPS pada tahun 1999 adalah 27 persen. data dan informasi seperti ini tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan kompleksitas yang ada di Indonesia sebagai negara besar yang mencakup banyak wilayah yang sangat berbeda. Kedua angka ini cukup menyulitkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan-bantuan karena data yang digunakan untuk target sasaran rumah tangga adalah data BKKBN. Strategi ke depan .biaya pengobatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). sementara alokasi bantuan didasarkan pada angka BPS. tetapi tidak dapat digunakan untuk target sasaran individu rumah tangga atau keluarga miskin. seperti dibebaskannya biaya sekolah. dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.indikator yang dihasilkan masih terbatas pada identifikasi rumah tangga. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pada kenyataannya. Faktor kedua yang dapat mengakibatkan gagalnya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya pemahaman berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak didasarkan pada isu-isu kemiskinan. Untuk target sasaran rumah tangga miskin. Untuk data mikro. sifat budaya. bukan secara agregat seperti melalui model-model ekonometrik. indikator. Namun. data dan informasi yang digunakan untuk program-program penanggulangan kemiskinan selama ini adalah data makro hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS dan data mikro hasil pendaftaran keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN. dan bahkan bisa membingungkan pemimpin lokal (pemerintah kabupaten/kota). Secara konseptual. Sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur.

perlu adanya koordinasi dan kerja sama antara pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder). dan wilayah. tetapi juga disiplin ilmu sosiologi. keluarga. data dan informasi kemiskinan yang ada sekarang perlu dicermati lebih lanjut. dan sebaliknya membantu mempercepat proses pembangunan melalui kebijakan dan program yang lebih tepat dalam pembangunan. perlu juga diperoleh data kemiskinan (mikro) yang spesifik daerah. terutama terhadap manfaatnya untuk perencanaan lokal. pemerintah kabupaten/kota dengan dibantu para peneliti perlu mengembangkan sendiri sistem pemantauan kemiskinan di daerahnya. Kajian secara ilmiah terhadap berbagai fenomena yang berkaitan dengan kemiskinan. dan lainnya. Oleh karena itu. informasiinformasi yang dihasilkan dari pusat tersebut dapat menjadikan kebijakan salah arah karena data tersebut tidak dapat mengidentifikasikan kemiskinan sebenarnya yang terjadi di tingkat daerah yang lebih kecil. di samping data kemiskinan makro yang diperlukan dalam sistem statistik nasional. Para peneliti tersebut tidak hanya dibatasi pada disiplin ilmu ekonomi. Namun. tingkat kabupaten/kota. Belum memadai Ukuran-ukuran kemiskinan yang dirancang di pusat belum sepenuhnya memadai dalam upaya pengentasan kemiskinan secara operasional di daerah. khususnya dalam era otonomi daerah sekarang. perlu dilakukan. agar . tetapi memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan secara lokal. Indikator tersebut harus sensitif terhadap fenomena-fenomena kemiskinan atau kesejahteraan individu. Oleh karena itu. Data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Selain itu. baik di tingkat nasional. maupun di tingkat komunitas. Dalam membangun suatu sistem pengelolaan informasi yang berguna untuk kebijakan pembangunan kesejahteraan daerah.Berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001. seperti faktor penyebab proses terjadinya kemiskinan atau pemiskinan dan indikatorindikator dalam pemahaman gejala kemiskinan serta akibat-akibat dari kemiskinan itu sendiri. selain data tersebut belum tentu relevan untuk kondisi daerah atau komunitas. Keuntungan yang diperoleh dari ketersediaan data dan informasi statistik tersebut bahkan bisa jauh lebih besar dari biaya yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan pengumpulan data tersebut. baik lokal maupun nasional atau internasional. unit-unit sosial yang lebih besar. perlu adanya komitmen dari pemerintah daerah dalam penyediaan dana secara berkelanjutan. Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan adanya indikator-indikator yang realistis yang dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan dan program yang perlu dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan. Masalah utama yang muncul sehubungan dengan data mikro sekarang ini adalah. Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi). data tersebut juga hanya dapat digunakan sebagai indikator dampak dan belum mencakup indikator-indikator yang dapat menjelaskan akar penyebab kemiskinan di suatu daerah atau komunitas. ilmu antropologi. Dengan adanya dana daerah untuk pengelolaan data dan informasi kemiskinan. Sebaliknya. sistem statistik yang dikumpulkan secara lokal tersebut perlu diintegrasikan dengan sistem statistik nasional sehingga keterbandingan antarwilayah. khususnya keterbandingan antarkabupaten dan provinsi dapat tetap terjaga. pemerintah daerah diharapkan dapat mengurangi pemborosan dana dalam pembangunan sebagai akibat dari kebijakan yang salah arah.

dianalisis. perlu disadari bahwa walaupun kebutuhan sistem pengumpulan data yang didesain. perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam pemanfaatan informasi untuk kebijakan program. dan peneliti lokal maupun nasional. diusulkan agar dilakukan pemberdayaan pemerintah daerah. diadministrasikan. baik pemerintah daerah. instansi terkait. Berkaitan dengan hal tersebut. Badan Pusat Statistik . dan para LSM. berkelanjutan. pihak perguruan tinggi. Pemerintah daerah perlu membangun sistem pengelolaan informasi yang menghasilkan segala bentuk informasi untuk keperluan pembuatan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan yang sesuai. dapat menggali informasi yang tepat serta menggunakannya secara tepat untuk membuat kebijakan dan melaksanakan program pembangunan yang sesuai. serta kompromi ekologi yang meningkat. dapat dipercaya. perguruan tinggi.penyaluran dana dan bantuan yang diberikan ke masyarakat miskin tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Sebagai wujud dari pemanfaatan informasi untuk proses pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan pembangunan di daerah. Perlu pembentukan tim teknis yang dapat menyarankan dan melihat pengembangan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah. dan didanai pusat masih penting dan perlu dipertahankan. Ketersediaan informasi tidak selalu akan membantu dalam pengambilan keputusan apabila pengambil keputusan tersebut kurang memahami makna atau arti dari informasi itu. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan teknis dari pemimpin daerah dalam hal penggunaan informasi untuk manajemen. dan mampu secara cepat merefleksikan keberagaman pola pertumbuhan ekonomi dan pergerakan sosial budaya di antara komunitas pedesaan dan kota. dinasdinas pemerintahan terkait. agar secara kontinu dapat dikembangkan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah. sudah saatnya dikembangkan pula mekanisme pengumpulan data untuk kebutuhan komunitas dan kabupaten. Pembentukan tim teknis ini diharapkan mencakup pemerintah daerah dan instansi terkait. Kegiatan ini dimaksudkan agar para pengambil keputusan. Mekanisme pengumpulan data ini harus berbiaya rendah. Hamonangan Ritonga Kepala Subdit pada Direktorat Analisis Statistik.

Sedangkan kebudayaan kemiskinan.banten-institute. nelayan. Mereka yang tergolong dalam kelompok ini adalah buruh tani. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar kemampuan sesorang tersebut.html Kemiskinan dalam perspektif ekonomi. merupakan kemiskinan yang muncul sebagai akibat adanya nilai-nilai atau kebudayaan yang dianut oleh orang-orang miskin. Contohnya adalah: munculnya kriminalitas.ARTIKEL IX: KEMISKINAN KULTURAL BUAH DARI KEMISKINAN STRUKTURAL Sumber: http://rahmatullah. baik yang disediakan oleh alam. Pihak yang berperan besar dari terciptanya kemiskinan struktural ini adalah pemerintah. budaya malas. . dalam hal ini bersumber dari si miskin itu sendiri. income perkapita. korupsi. bukan pada pembangunan kesejahteraan. disengaja maupun karena dipelihara menyebabkan efek domino yaitu tumbuhnya patologi atau masalah-masalah sosial. didefiniskan sebagai kekurangan sumber daya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan. tidak mengeluarkan kebijakan yang pro masyarakat miskin. Kemiskinan dalam perspektif kesejahteraan sosial mengarah pada keterbatasan individu atau kelompok dalam mengakses jaringan dan struktur sosial yang mendukung dalam mendapatkan kesempatan-kesempatan peningkatan produktivitas. karena pemerintah yang memiliki kekuasaan dan kebijakan cenderung membiarkan masyarakat dalam kondisi miskin. pemulung maka selamanya menjadi buruh nelayan dan pemulung. Kemiskinan ini menggunakan indikator yang sifatnya materi seperti kepemilikan harta benda. seperti malas. jikapun ada lebih berorientasi pada proyek. disparitas sosial yang menyebabkan konflik. Contoh kemiskinan ini adalah tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang. Sedangkan resiko ketika kemiskinan sudah menjadi masalah sosial adalah selain harus menyelesaikan masalah ekonomi itu sendiri juga mengatasi masalah sosial yang timbul. seperti birokrasi atau peraturanperaturan resmi yang menghambat seseorang mendapatkan sumber daya. atau pendekatan Bank Dunia yang menggunakan standar 1 dolar AS/ orang setiap hari. Secara sederhana kemiskinan dalam persepektif ilmu kesejahteraan sosial dimaknai sebagai kemiskinan yang pada awalnya disebabkan oleh kemiskinan ekonomi. seperti rendahnya pendidikan dan adanya hambatan budaya. pekerjaan maupun pendidikan. Sehingga tidak ada masyarakat miskin yang ‘naik kelas’. pemerintah maupun masyarakat yang ada disekitarnya. melainkan semua jenis kekayaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dalam arti luas. maupun konsumsi sebagaimana Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan indikator konsumsi sebesar 21. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang muncul bukan karena ketidakmampuan si miskin untuk bekerja (malas). Struktur sosial tersebut tidak mampu menguhubungkan masyarakat dengan sumber-sumber yang tersedia. dan ketergantungan pada pihak lain. Faktor penghambat tersebut secara umum meliputi faktor internal.org/2010/04/kemiskinan-kultural-buah-dari. melainkan karena ketidakmampuan sistem dan struktur sosial dalam menyediakan kesempatan-kesempatan yang memungkinkan si miskin dapat bekerja.00 kalori/ orang setiap hari yang disetarakan dengan pendapatan tertentu. pangan. papan beserta akses lain. seperti kesehatan. artinya jika pada awalanya buruh. kemudian dikarenakan terlalu lama dalam kondisi tersebut baik karena faktor tidak disengaja. pemulung. penggali pasir dan mereka yang tidak terpelajar dan tidak terlatih. Sumber daya dalam konteks ini tidak hanya aspek finansial. karena tidak ada upaya dalam menaikan derajat dan kemampuan mereka baik itu dalam kesempatan pendidikan atau pelatihan.

sehingga membuat masyarakat apatis. dalam konteks keagamaan disebut dengan paham Jabariah. Jika dilihat dari argumentasi diatas mayoritas kemiskinan yang hadir saat ini merupakan dominasi kemiskinan struktural. bahwa kebudayaan kemiskinan merupakan efek domino dari belenggu kemiskinan struktural yang menghinggap masyarakat terlalu lama. juga mengalami proses sejarah penjajahan yang amat panjang. masa kanak-kanak cenderung singkat. proses pengintegrasian wilayah jajahan belanda kedalam pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). cepat dewasa. melainkan menciptakan kemiskinan babak baru.mudah menyerah pada nasib. melalui jalan melakukan pinjaman dana kepada lembaga luar negeri yaitu IGGI yang kemudian berganti nama menjadi CGI. dan tidak merubah kehidupan masyarakat miskin dan malah memperkaya mereka yang sudah kaya. dalam konteks ke-Indonesiaan. pembukaan lahan baru dan membuka jalan raya. Pada saat pemerintahan orde baru. menganggap miskin sebagai nasib dan garis hidup. secara tidak langsung menunjukkan adanya keterkaitan antara kemiskinan struktural dengan kemiskinan kultural. Jikapun ada program penanggulangan kemiskinan sifatnya residual. penebangan hutan. insidental. jika ditinjauan dari makalah Masalah-Masalah Kemiskinan. mengenai pemahaman keliru mengenai takdir untuk selalu bersabar dan bersyukur. tidak berkelanjutan dan tidak mengena pada substansi atau menyentuh akar dari kemiskinan. selain juga sering diperkual dalam mimbar-mimbar agama. Ciri dari kebudayaan kemiskinan ini adalah masyarakat enggan mengintegrasikan dirinya dalam lembaga-lembaga utama. penanganan masalah kemiskinan belum menjadi prioritas. dan lain-lain. Pada fase ini kondisi perekonomian negara jauh dari stabil. Pada individu mereka ada perasaan tidak berharga. masyarakat terbentuk menjadi fatalis. Masyarakat tidak beranjak dari situasi miskin karena secara struktural tidak terprioritaskan. sebagaimana ajaran faham jabariyah. memperkaya mereka yang memiliki modal besar yaitu elit-elit ekonomi desa. dimana tumbuhnya industrialisasi di desa-desa dalam wujud eksploitasi seperti: pertambangan. Namun dampak dari kebijakan ini bukan malah menghapus masalah kemiskinan. Dalam konteks kemiskinan di Indonesia. Pandangan lain tentang budaya kemiskinan adalah. penuh sesak dan bergerombol. Ditingkat keluarga. dan kalangan marginal lainnya. pemulung. cepat menikah. proyek. pasrah. semakin pasrah. kurang memiliki etos kerja dan sebagainya. berpandangan jika sesuatu yang terjadi adalah takdir. Oleh karena itu dilihat dari perjalanan kemiskinan diatas. tidak berdaya dan rendah diri akut. kebijakan politik mulai terarahkan pada usaha mengatasi kemiskinan. komunitas kepercayaan atau agama. Kemiskinan kultural merupakan buah dari kemiskinan struktural. yang justru dampaknya adalah merosotnya kesejahteraan petani. Dalam komunitas lokal ditemui ada rumah yang bobrok. tidak ada proses transformasi kelas dimana buruh tani tetaplah menjadi buruh tani. . Contoh kemiskinan ini ada pada masyarakat pedesaan. yang pada akhirnya semakin menumbuhkan disparitas sosial yang semakin akut. Dimulai dari pemerintah kolonial belanda yang menanamkan komersialisasi pertanian dalam bentuk perpajakan. agar masyarakat tetap bersabar menerima ‘takdir’ yang ada. pemerintah orde lama fokus pada pembangunan aspek politik. sikap apatis. terlebih paham ini disebarkan dan di doktrinasikan dalam mimbar agama. curiga. terlebih status indonesia selain sebagai negara berkembang. begitu pula nelayan. terdiskriminasi oleh masyarakat luas. kurang lebih 350 tahun. Pasca penjajahan belanda. pembangunan pertanian tanaman industri dan sebagainya.