MAKALAH ILMU POLITIK IDEOLOGI PERANG DUNIA KE-3 NON BLOK DAN SOSIALISME PEMBANGUNAN

DISUSUN OLEH : NAMA : DADANG MARYADI : RUSDIANSYAH PUTRA

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG FAKULTAS SYARI’AH JURUSAN MUAMALAH 2008

Pendahuluan Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Ilmu politik merupakan salah satu ilmu tertua dari berbagai ilmu yang ada. Pengertian non blok adalah tidak berat sebelah ataupun tidak memihak (netral). sehingga penyusunan makalah dengan judul Ideologi dunia ke tiga dapat berjalan tanpa halangan yang berarti. Penulisan makalah ini berdasarkan literatur yang ada. Dalam kesempatan ini disampaikan terima kasih atas bimbingan. bagaimana sejarah singkat pergerakan non blok. bantuan serta saran dari berbagai pihak. dan membahas yang berkenaan dengan pembangunan ataupun perkembangan namun pembangunan disini bukanlah pembangunan benda akan tetapi pembangunan manusia dan kepuasan kebutuhan pokok dari manusia itu sendiri (Varma s.p 2001 :512). akan tetapi hasil yang dicapai tidak segemilang apa yang telah sicapai oleh ilmu politik. 2 . berarti kita menggambarkan sebuah konsep yang memiliki sejarah panjang dan kompleks. Penyusun menyadari akan kemampuan yang sangat terbatas sehingga dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangannya. Meskipun beberapa cabang ilmu pengetahuan yang ada telah mencoba melacak asal-usul keberadaannya hingga zaman yunani kuno. Dalam makalah kami akan memaparkan tentang sosialisme pembangunan dan ideology dunia ke-tiga non blok. Namun makalah yang disajikan sedikit banyak bermanfaat bagi penyusun khususnya dan mahasiswa lain pada umumnya. politik maupun wacana kehidupan sehari-hari. Ketika kita menggunakan istilah ideology baik dalam bahasa social. Bagaimana juga merosotnya peranan ideology dan dalam makalah kami dipaparkan tentang apa tujuan dari didirikannya pergerakan non blok. dari awal sampai selesai.

dimana ketika situasi politik internasional ditandai dengan adanya perundingan antar blok barat dan blok timur ditengah tengah perang dinginnya paham itu berkembanglah gagasan yang terwujud menjadikan Gerakan Non Blok ataupun Non Alignment Movement. yang berintikan perdamaian. kemerdekaan. Gerakan Non Blok ini juga bertujuan untuk mewujudkan perdamaian dunia berdasarkan pelaksanaan universal dari prinsip-prinsip hidup berdampingan secara damai. Yugoslavia 1-6 September 1961. menyelesaikan persengketaan internasional diantara negara-negara anggotanya secara damai dan juga mengusahakan tercapainya pelucutan senjata secara umum dan menyeluruh di bawah pengawasan internasional yang efektif. Tiap KTT mempunyai warna dan ciri sendiri-sendiri. dominasi dan pemusatan kekuasaan. kerjasama Internasional 3 . neokolomalisme. yang merupakan tekad dari negara-negara merdeka dalam melancarkan aksi politiknya dalam menghadapi situasi dunia yang ditandai dengan memuncaknya perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. kolonialisme. Dari warna dan ciri tersebut dapat diketahui partisipasi Gerakan Non Blok dalam turut memecahkan persoalan-persoalan dunia dengan tetap mengadakan konsolidasi terhadap tubuh Gerakan agar tetap mengadakan atau agar tetap sesuai dengan prinsip-prinsip dasar dan tujuan pokok Non Blok. Sedangkan beberapa tujuan lainnya adalah sebagai berikut yang mana memajukan usaha kearah perdamaian dunia dan hidup berdampingan secara damai dengan jalan memperkokoh peranan PBB menjadi alat yang lebih efektif bagi usahausaha perdamaian dunia. Pengejawantahannya yang pertama adalah Konferensi Tingkat Tinggi Non Blok di Beograd.Pembahasan Politik non blok atau non alignment setelah Perang Dunia ke II. Dalam perjalanan sampai dengan sekarang ini Gerakan Non Blok telah melakukan 10 KTT. Sejarah singkat tentang pergerakan non blok yatiu Gerakan Non Blok pertama sekali dicetuskan pada awal tahun 6o-an. Konferensi Asia Afrika di Bandung tanggal 18 April 1955 yang telah menelorkan semangat Bandung. perbedaan warna kulit termasuk zionisme dan segala bentuk ekspansi. menentang imperialisme.

bagi mayoritas masyarakat.Di lain pihak. Bung Karno dan Nkrumah disebut pula sebagai pendiri gerakan itu. Nehru. dan lain sebagainya. pembangunan model sosialisme. seperti pembangunan model kapitalisme. Kwame Nkrumah (Ghana). Gagasan dan teori pembangunan sampai saat ini telah dianggap sebagai “agama baru” karena mampu menjanjikan untuk dapat memecahkan masalah-masalah kemiskinan dan keterbelakangan yang dialami oleh berjuta-juta masyarakat di Negara 4 . teori pembangunan dapat diangap sebagai “pembangunanisme” atau “developmentalism”(Slamet Santoso: 2007). dan Sukarno (INDONESIA) di Majelis Umum PBB ke-25 tahun 1960 menyuarakan resolusi untuk meredakan ketegangan Tirnur dan Barat dan diadakannya perundingan antara 2 musuh bebuyutan itu serta mencegah konflik terbuka. Nehru (India). Para pemimpin besar dunia Nassar (Mesir). dependensia atau teoriteori lainnya. infrastruktur masyarakat. atau bahkan disebut suatu ideologi tertentu terhadap perubahan sosial.untuk kepentingan bersama dan hidup berdampingan secara damai adalah merupakan tonggak perjuangan bangsa-bangsa yang dijajah oleh Barat dari pelbagai belahan dunia. Dengan demikian. Dalam pandangan ini. pembangunan model Indonesia. dianggap sebagai suatu kata yang digunakan untuk menjelaskan proses dan usaha untuk meningkatkan kehidupan ekonomi. Prakarsa-prakarsa lima kepala negara yang lebih dikenal dengan "The Initiatif Five" yang mengawali sejarah tirnbulnya sejarah GNB yang ada sampai sekarang ini (Ningrum 2003). konsep pembangunan itu sendiri bukanlah merupakan kata yang bersifat netral. Nasser telah menyiapkan sejak awal 1950. melainkan suatu “aliran” dan keyakinan ideologi dan teoretik serta praktek mengenai perubahan sosial. Dengan demikian. Bagi penganut pandangan ini. teori pembangunan merupakan sebuah teori sosial ekonomi yang bersifat sangat umum. sehingga istilah “pembangunan” sering kali disejajarkan dengan istilah “perubahan sosial”. suatu paham. Resolusi ini berlanjut dalam bentuk gerakan yang tidak mau terlibat atau terikat oleh dua blok tersebut. dan lain sebagainya. terdapat suatu pandangan yang lebih minoritas yang berangkat dari asumsi bahwa kata “pembangunan” itu sendiri adalah sebuah “discourse” atau suatu pendirian. konsep pembangunan adalah berdiri sendiri dan membutuhkan keterangan lain. sosial budaya. Tiga tokoh utama pendiri Non Blok yaitu: Tito. sebagaimana teori-teori sosialisme. Masalah Pembangunan. Tito (Yugoslavia). politik.

Dengan demikian. Pembangunan seringkali di identikkan dengan pertumbuhan ekonomi. bisa saja berada dalam sebuah proses untuk menjadi semakin miskin. Selanjutnya ia menyampaikan bahwa. Konsep Pembangunan yang dominan dan telah diterapkan dikebanyakan Negara Dunia Ketiga merupakan pencerminan paradigma Pembangunan Model Barat. atas nama pembangunan. yaitu lingkungan yang semakin rusak dan sumber daya alam yang semakin terkuras. Tetapi menurut Dr. Setiap program Pembangunan menunjukkan dampak yang berbeda tergantung pada konsep dan lensa Pembangunan yang digunakan (Mansour Fakih:2004). ukuran yang digunakan untuk mengihitung produktivitas adalah Gross National Product (GNP) dan Gross Domestic Product (GDP). yang tercermin dalam bentuk kemajuan teknologi dan ekonomi sebagaimana yang dilalui oleh bangsa-bangsa industri maju.Dunia Ketiga. Kritik tersebut dinilai dapat mengganggu stabilitas politik. Hal tersebut dilakukan karena mengangap bahwa stabilitas politik adalah sarana penting untuk memungkinkan pelaksanaan pembangunan. yaitu sebuah masyarakat dinilai berhasil melaksanakan pembangunan bila pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut cukup tinggi. Dalam konsep tersebut. pemerintah juga sering memberangus kritik yang muncul dari masyarakat. Secara teknis ilmu ekonomi. teori. yang diukur adalah produktivitas masyarakat atau produktivitas negara dalam setiap tahunnya. Sementara itu percepatan bagi alam untuk melakukan rehabilitasi lebih lambat dari percepatan perusakan sumber alam tersebut. 5 . Dalam hal ini. sedangkan masyarakat menjadi obyek dan penerima dari dampak pembangunan. Hal ini disebabkan karena pembangunan yang menghasilkan produktivitas yang tinggi itu sering tidak memperdulikan dampak terhadap lingkungannya. Istilah pembangunan atau development tersebut telah menyebar dan digunakan sebagai visi. peran pemerintah menjadi utama atau menjadi subyek pembangunan. Di sebagian besar Negara Dunia Ketiga. penaksiran konsep Pembangunan dipahami sebagai perbaikan umum dalam standart hidup. pembangunan dipahami sebagai proses tahap demi tahap menuju “modernitas”. Arief Budiman . dan proses yang diyakini kebenaran dan keampuhannya oleh masyarakat secara luas. dan merata pendapatan penduduknya. disamping itu juga dipahami sebagai sarana memperkuat negara melalui proses industrialisasi dengan pola seragam antara satu negara dengan negara lainnya. sebuah negara yang tinggi produktivitasnya.

maupun intra/antar komunitas akibat intervensi manipulatif oleh negara. 2. Sebagai sebuah “upeti”. Beban hutang luar negeri cenderung berubah menjadi “upeti” kepada pusat-pusat kapilaisme global. Papua dan berbagai konflik lainnya merupakan beberapa contoh yang nyata dihadapi di Negara Indonesia. 6 . Poso. Selanjutnya ia menyatakan bahwa kondisi-kondisi tersebut menampilkan wujudnya paling nyata dalam berbagai konflik antara komunitas dengan negara. hancurnya basis sumber daya alam (ekonomi) komunitas akibat eksploitasi oleh negara atas nama pembangunan. menyimpulkan tiga catatan penting tentang pelaksanaan pembangunan di Negara Indonesia. dan hal tersebut sesungguhnya yang menyebabkan terjadinya stagnasi dan kemerosotan alokasi anggaran negara untuk membiayai pelaksanaan pembangunan. terdapatnya sumber-sumber. keberturut-turut dalam tahap-tahap perkembangan. Aceh. Akhirnya dapat dikatakan bahwa jerat hutang luar negeri tersebut yang menyebabkan perekonomian Indonesia masuk ke jurang krisis ekonomi dan politik. Antara lain adalah hancurnya identitas kultural dan perangkat kelembagaan yang dimiliki komunitas akibat penyeragaman oleh Orde Baru. paradigma developmentalisme yang menjadi landasan pembangunan Orde Baru ternyata telah melahirkan sejumlah problem yang dihadapi berbagai komunitas. Menurut almond untuk ada lima persyaratan untuk perkembangan ialah sebagai berikut : 1. yaitu : 1) Pelaksanaan pembangunan di Indonesia terjebak ke dalam perangkap ide-ide pembangunan neo-liberal yang menyesatkan.Sedangkan menurut Hanif Suranto (2006).Hasil penelitian dari Institute of Development and Economic Analysis (2001). 2) Pelaksanaan pembangunan di Indonesia juga terjebak ke dalam arus ketergantungan terhadap hutang luar negeri dalam jumlah yang semakin lama semakin besar dan sangat memberatkan. 3. maka secara empiris sangat wajar jika terjadi arus transfer negatif modal bersih (net negative transfer) dalam transaksi hutang luar negeri Indonesia. perkembangan yang sejalan (serupa) dari sistem-sistem social lainnya. Konflik Ambon. dan 3) Meskipun sampai batas-batas tertentu telah mengungkapkan terjadinya perubahan. tetapi pelaksanaan pembangunan di Indonesia ternyata juga mengakibatkan semakin jauhnya Indonesia terjebak dalam lilitan hutang luar negeri. serta melemahnya kapasitas komunitas dalam menghadapi problem-problem komunitas akibat dominasi negara.

kemangkusan. kemampuannya system politik yang cukup hakiki da. Dengan kata lain lebih mengutamakan sosialis. tetapi juga oleh pertimbangan-pertimbangan moral. dan pendidikan. 7 .4. Dalam perkembangan atau pembangunan peranan kaum elit memainkan peranan yang penting sekali dalam seluruh proses perkembangan. kesehatan. Masyarakat yang mempunyai golongan elit yang fungsional dapat mencapai banyak kemajuan sedangkan masyarakat yang tidak begitu beruntungan mengalami kesukaran untuk bergerak ke arah pembangunan. tanggapan yang cukup oleh golongan elit terhadap tantangan-tantangan. papan. untuk melihat berfungsi atau tidaknya perlu pertimbangan-pertimbangan kecakapan. Biasanya kaum elit itu ada yang berfungsi dan ada yang tidak berfungsi. sandang.P 2001 :513). keterampilan dan kelihaian (kecerdikan) politik. Suatu proses pertumbuhan atau pembangunan yang tidak menghasilkan pemuasan kebutuhan-kebutuhan pokok itu tidak dapat dianggap sebagai pengembangan (Varma S. Namun lebih menekankan kepada kepuasan kebutuhan pokok mereka misalnya makanan. Telah kami tuliskan pada halamam yang pertama bahwa pembangunan bukanlah pembangunan atau perkembangan benda. 5.

mengingat jumlah negara selatan sendiri relatif banyak. Penyebabnya tidak saja diakibatkan oleh kesulitan ekonomi negara-negara maju tetapi juga dengan semakin umumnya pola menjadikan uang sebagai komoditi.KESIMPULAN Gerakan Non Blok dalam kepemimpinan Indonesia yang diketuai oleh Presiden Soeharto telah memperlihatkan niat dan usaha yang sungguh-sungguh untuk menemukan kembali kearah Gerakan Non Blok yang seutuhnya dan berusaha mengembangkan usahausaha nyata seperti kerjasama selatan-selatan dan selain itu juga menghidupkan kembali dialog utara-selatan. Untuk penyelesaian hutang negara-negara selatan yang dari waktu kewaktu jumlah semakin membesar dan semakin melilit. Keduanya menjadikan dana dunia semakin terbatas dalam situasi seperti ini. berarti diantara mereka sendiri amat mungkin terjadi persainganketat karena masing-masing akan mendahulukan kepentingan nasionalnya. Terdapat tendensi bahwa Gerakan Non Blok ini telah bergerak dari gerakan yang bersifat politis menuju gerakan yang bersifat mitra dan lebih terfokus semula yaitu menentang blok politis yang ada. Indonesia sebagai negara pemimpin Gerakan Non Blok dihadapkan pada tantangan-tantangan yang cukup berat. 8 .

9 .