DEFINISI ETIKA PROFESI Etos kerja merupakan komponen primer yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia

yang berkualitas (Sinamo, 2002). Hill (1999) yang mendefinisikan etos kerja sebagai suatu norma budaya yang mendukung seseorang untuk melakukan dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya berdasarkan keyakinan bahwa pekerjaan tersebut memiliki nilai instrinsik. Harsono dan Santoso (2006) mendefinisikan etos kerja sebagai semangat kerja yang didasari oleh nilai-nilai atau norma-norma tertentu Petty (1993) menyatakan etos kerja adalah karakteristik yang harus dimiliki pekerja untuk dapat menghasilkan pekerjaan yang maksimal, terdiri dari keahlian interpersonal, inisiatif, dan dapat diandalkan. Keahlian interpersonal berkaitan dengan bagaimana pekerja berhubungan dengan pekerja lain di lingkungan kerjanya. Inisiatif merupakan karakteristik yang dapat memfasilitasi seseorang agar terdorong untuk lebih meningkatkan kinerjanya dan tidak langsung merasa puas dengan kinerja yang biasa. Sedangkan dapat diandalkan adalah aspek yang berhubungan dengan adanya harapan terhadap hasil kerja seorang pekerja dan merupakan suatu perjanjian implisit pekerja untuk melakukan beberapa fungsi dalam kerja. Menurut Anoraga (1992) Etos Kerja merupakan suatu pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Bila individu-individu dalam komunitas memandang kerja sebagai suatu hal yang luhur bagi eksistensi manusia, maka Etos Kerjanya akan cenderung tinggi. Sebaliknya sikap dan pandangan terhadap kerja sebagai sesuatu yang bernilai rendah bagi kehidupan, maka Etos Kerja dengan sendirinya akan rendah. Dalam situs resmi kementerian KUKM, Etos Kerja diartikan sebagai sikap mental yang mencerminkan kebenaran dan kesungguhan serta rasa tanggung jawab untuk meningkatkan produktivitas (www.depkop.go.id). Jansen Sinamo (2005), Etos Kerja adalah seperangkat

perilaku positif yang berakar pada keyakinan fundamental yang disertai komitmen total pada paradigma kerja yang integral. Menurutnya, jika seseorang, suatu organisasi, atau suatu komunitas menganut paradigma kerja, mempercayai, dan berkomitmen pada paradigma kerja tersebut, semua itu akan melahirkan sikap dan perilaku kerja mereka yang khas. Itulah yang akan menjadi Etos Kerja dan budaya. Menurut Geertz (1982:3) Etos adalah sikap yang mendasar terhadap diri dan dunia yang dipancarkan hidup. Sikap disini digambarkan sebagai prinsip masing-masing individu yang sudah menjadi keyakinannya dalam mengambil keputusan . Menurut kamus Webster, etos didefinisikan sebagai keyakinan yang berfungsi sebagai panduan tingkah laku bagi seseorang, sekelompok, atau sebuah institusi (guiding beliefs of a person, group or institution). Menurut Usman Pelly (1992:12), etos kerja adalah sikap yang muncul atas kehendak dan kesadaran sendiri yang didasari oleh sistem orientasi nilaibudaya terhadap kerja. Dapat dilihat dari pernyataan di muka bahwa etos kerja mempunyai dasar dari nilai budaya, yang mana dari nilai budaya itulah yang membentuk etos kerja masing-masing pribadi. Etos kerja dapat diartikan sebagai konsep tentang kerja atau paradigma kerja yang diyakini oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai baik dan benar yang diwujudnyatakan melalui perilaku kerja mereka secara khas (Sinamo, 2003,2). Menurut Toto Tasmara, (2002) Etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal sehingga pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan antara manusia dengan makhluk lainnya dapat terjalin dengan baik. Menurut K.H. Toto Tasmara etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya mengekspresikan, memandang, meyakini dan memberikan makna ada sesuatu, yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high Performance) . Dengan demikian adanya etos kerja pada diri seseorang pedagang akan lahir semangat untuk menjalankan sebuah usaha dengan sungguh-sungguh, adanya keyakinan bahwa dengan berusaha secara maksimal hasil yang akan didapat tentunya maksimal pula. Dengan etos kerja tersebut jaminan keberlangsungan usaha berdagang akan terus berjalan mengikuti waktu.

pekerjaan dapat membangkitkan harga diri sehingga harus dilakukan dengan tekun dan penuh keunggulan. Aku Bekerja Paripurna Penuh Kerendahan hati delapan aspek Etos Kerja sebagai berikut: 1. Kerja adalah ibadah. Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan Seni. 5. kerja merupakan suatu dharma yang sesuai dengan panggilan jiwa kita sehingga kita mampu bekerja dengan penuh integritas. 3. Aku Bekerja Benar Penuh Tanggung jawab Panggilan. manusia bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri saja tetapi untuk melayani sehingga harus bekerja dengan sempurna dan penuh kerendahan hati. 8. 4. Aku Bekerja Tuntas Penuh Integritas Aktualisasi. dan gagasan inovatif. 7. Kerja adalah Pelayanan. 6. kerja dapat mendatangkan kesenangan dan kegairahan kerja sehingga lahirlah daya cipta. Kerja adalah amanah. 4. 3. Kerja adalah kehormatan. Kerja adalah rahmat. karena kerja merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa. 2. 6. Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas Kehormatan. bekerja merupakan bentuk bakti dan ketaqwaan kepada Sang Khalik.JANSEN SINAMO 1. sehingga melalui pekerjaan individu mengarahkan dirinya pada tujuan agung Sang Pencipta dalam pengabdian. Kerja adalah panggilan. maka individu harus dapat bekerja dengan tulus dan penuh syukur. Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan Pelayanan. Etos 1 Keguruan adalah Rahmat Menerima jalan hidup sebagai guru harus diterima degan rasa syukur sebagai rahmat yang oleh penulis dijabarkan sebagai rahmat umum dan . kerja merupakan titipan berharga yang dipercayakan pada kita sehingga secara moral kita harus bekerja dengan benar dan penuh tanggung jawab. 7. Kerja adalah seni. Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja Kerja adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah adalah Rahmat. Kerja adalah aktualisasi. Aku Bekerja Keras Penuh Semangat Ibadah. kreasi baru. pekerjaan adalah sarana bagi kita untuk mencapai hakikat manusia yang tertinggi sehingga kita akan bekerja keras dengan penuh semangat 5. Aku Bekerja Tulus Penuh Rasa Syukur Amanah. 8. 2.

sebagai bentuk pekerjaan khusus yang dianugerahkan Tuhan. tanpa pandang bulu. mengajar seadanya. yaitu mendidik agar siswa berbudi. oleh orang tua untuk menumbuhkembangkan budi dan nurani. Pada akhirnya juga menjadi senjata . dan melatih agar siswa terampil dan ahli melaksnakan tugas vokasinya. serta amanah Allah menebarkan ajaran kebenaran. maupun informal Dalam artian khusus. subjektif. Seorang guru yang terpanggil secara khusus melaksanakan tugas-tugas keguruan akan memiliki motivasi kuat dan tangguh dan dihayatinya secara religius. meninggikan intelegensi. tidak jujur. Etos amanah yang melekat pada seorang guru akan terefleksi dalam bentuk tanggungjawab dalam melaksanakan tugas-tugas keguruannya. Secara umum panggilan suci ini berlaku dan dibebankan kepada semua manusia. diminta atau tidak. mengajar. dan menerampilkan kecakapan hidup (lifeskill) bagi anaknya. dan lain-lain sebagai pengejawantahan tugas kekhalifan di muka Bumi. tidak semua orang terampil mampu melatih. Tidak ada jalan hidup para pekerja pabrik maupun profesional tanpa jalan rahmat keguruan sebagai proses hidup yang dilaluinya selama masa pendidikan. Dalam artian umum jalan rahmat keguruan memberikan kebaikan tanpa batas kepada siapa saja tanpa pilih kasih. non formal. seperti kekhasan seorang dokter dan keunikan seorang seniman Etos 2 Keguruan adalah Amanah Melaksanakan tugas keguruan merupakan amanah yang dititipkan kepada guru oleh siswa (anak bangsa) untuk masa depannya. dan melatih anak bangsa ini. kearifan. Etos 3 Keguruan adalah Penggilan Tugas keguruan adalah panggilan suci. Dalam uraniannya.rahmat khusus. kewajiban luhur. Meski secara umum tugas kekhalifahan berlaku untuk semua orang. Seorang guru adalah pribadi pilihan yang diberikan rahmat dengan talenta dan kompetensi keguruan yang khas. ketajaman analisisnya. Sehingga akan menyingkirkan halangan rintangan pencapaian kualitas tinggi hasil belajar seperti perilaku membolos. dan perbuatan mulia atau disebut dengan ’darma’. tetapi secara khusus hanya orangorang tertentu saja yang mampu menerima frekuensi resonansi panggilan tersebut untuk melaksanakan tugas keguruan yaitu mendidik. dan lain-lain. mengajar agar siswa berkembang kecerdasannya. berhati nurani. Di mana pun dan siapapun bersentuhan dengan jejak pena guru secara formal. Tidak semua orang pintar bisa mengajar. dan tidak semua orang berbudi mampu mendidik. tugas guru menjadi lebih dominan perannya. keguruan merupakan rahmat Tuhan yang hanya diberikan pada orang-orang tertentu (tentu saja karena dipercaya Tuhan) dengan bakat dan kemampuan tertentu pula. dan akurat pengambilan keputusannya. penulis menjabarkan pengertian khusus panggilan suci sebagai sebuah vocation. diharap atau ditolak seperti air hujan yang merahmati kehidupan di Bumi. dan beretika-estetika. Amanah keguruan setidaknya dikupas dalam tiga domain.

Tidak ada hasil besar tanpa kerja keras. bagi guru tersebut (hal 154). keburukan menjadi keindahan. jauh dari rasa bosan. menerjang halangan. oleh guru diaktualisasikan dalam kemampuan-kemampuan secara bertahap tumbuh dan berkembang dengan hasil nyata menjadi manusia berbudi. Tidak selalu pada topik yang sama ditempuh melalui metode dan teknik yang sama. Proses aktualisasi memerlukan kerja keras. dan lain-lain. Dengan seni dan kreatifitas itu pula tugas keguruan menjadi sangat menggairahkan. dan menghindar dari tanggungjawab. kejenuhan. bukan saja positif hasilnya. Pemberi amanah kekhalifahan. dan kemalasan. Etos 7 Keguruan adalah Kehormatan . kerumitan menjadi keteraturan. Etos 5 Keguruan adalah Ibadah Melaksanakan guru dipandang sebagai bentuk pengabdian kepada sang Maha Pencipta. Oleh karena itu perlu visi dan target yang mengilhami kerja keras yang mampu mengalahkan kelelahan. terasa mudah untuk dilakukan. Pengejawantahan etos keguruan sebagai ibadah mengurangi motivasi transaksional pekerjaan guru sekedar hubungan upah-pekerjaan. maka tugas agung dan mulia keguruan sebagai ibadah memberikan dorongan kuat guru menampilkan kinerja terbaiknya. menerobos rintangan. menjungkirkan penghadang. dan ini berkaitan dengan seni kreasi mengajar. Etos keguruan sebagai aktualisasi juga berimplementasi pada pengembangan potensi disi seorang guru yang berjalan secara almiah. Kemampuan ini membutuhkan daya pengembangan dalam diri seorang guru dengan cara mengambangkan antusiasme melaksakanan tugas keguruan. Akan tetapi menjadi sangat luhur dan mulia diatas sekedar rupiah dan material semata. Sesungguhnya pekerjaan apa pun-khususnya mengajar. tetapi sekaligus menjadi sumber energi rohani bagi sang pekerja. Etos 4 Keguruan adalah Aktualisasi Tugas keguruan sebagai aktualisasi untuk melaksanakan proses menjelmakan potensi siswa menjadi wujud nyata keberhasilan menjadi ’orang’ kelak kemudian hari.ampuh mempertahankan idealisme manakala menemui halangan-rintangan yang kerap menghampirinya. Etos seni dalam keguruan mampu mengubah kesulitan menjadi daya tarik. dan Pemlihara alam semesta. kekurangan menjadi kelebihan. berwawasan. Potensi unik siswa yang terselubung bagi sebagian orang. Etos ini memberikan makna yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas keguruan ke dalam sentral hati nurani yang paling dalam. Guru perlu mengkreai kegiatan menjadi lebih menarik. Etos 6 Keguruan adalah Seni Keterampilan mengajar seorang guru menjadi sempurna manakala dibingkai kreatifitas dalam strategi dan implementasi ketika mengajar.bila dihayati sebagai seni. Karena secara kodrati setiap manusia mengagumi keagungan yang nampak jelas (dalam bentuk alam semesta) maupun secara sembunyi dalam hukumhukum alamnya. dan berkeahlian. depresi.

entah pengusaha. pegawai kantor. dan masih banyak lagi. Penulis mengupas secara rinci dimensi kehormatan pekerjaan guru secara okupasional. psikologis. dan profesional. 2. Dari etos guru seperti inilah dapat diharap lahir pribadi siswa yang berbudi. adalah rahmat dari TUHAN. Dengan bekerja. berhati mulia. menghantar anak menggapai cita-citanya. sedangkan khianat itu mendatangkan kemiskinan". Seyogyanya kita menjalankan amanah tersebut dengan sebaik mungkin. moral. yaitu bahwa dalam dirinya terbetuk karakter melayani dengan rendah hati menuju kesempurnaan akhlak insani. Etos 8 Keguruan adalah Pelayanan Tugas keguruan adalah melayani siswa agar berkembang potensinya secara maksimal. Kerja adalah Amanah Apapun pekerjaan kita semua adalah Amanah. Rasa harga diri secara terhormat akan melahirkan kepercayaan diri yang tinggi yang mendukung prestasi unggul dalam mengajar. akurat keputusannya. Dalam prosesnya guru berkembang menjadi manusia yang mulia. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela. tajam analisinya. setiap tanggal muda kita menerima gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan. seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun. sosial. Kerja adalah Rahmat Apa pun pekerjaan kita. Semua itu anugerah yang patut disyukuri. sampai buruh kasar sekalipun. menjadi abdi yang berakhlak mulia. Etos pelayanan dalam keguruan (seperti juga dalam pemasaran dan jasa) melahirkan kepuasan pada ana didik dan pemangku kepentingan (stakeholder)-pelanggan. mencapai kecakapan hidup yang diperlukan. Seperti termuat dalam UU No 20 tahun 2003 tentang hak peserta didik dalam pendidikan. "Amanat itu mendatangkan rezeki. misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya. Anugerah itu kita terima tanpa syarat.Pekerjaan seorang guru adalah pekerjaan terhormat yag membidani semua profesi dan keberhasilan orang-orang besar. 1. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bekerja adalah anugerah. punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan. Kerja adalah Panggilan . 3. Kerja bukanlah sekedar pengisi waktu tapi perintah Allah. finasial. Sungguh kelewatan jika kita merespon semua rahmat itu dengan kerja yang ogah-ogahan. terampil keahliannya. personal.

Setiap ibadah kepada Allah harus direalisasikan dalam bentuk tindakan. Menuntut terlalu banyak untuk menerima imbalan yang besar karena kerja adalah aktualisasi diri. Materi kerja di atas diolah secara kreatif dan imajinatif dalam peristiwa kerja dengan memanfaatkan tidak saja nilai warna. 6. 4. pena. apa yang harus kita aktualisasikan? a. kita bisa berucap pada diri kita sendirim. tetapi terutama nilai estetikanya. Kerja adalah Seni Kesadaran ini membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. Kemauan untuk maju e. Kejujuran c. Dengan kata lain. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa "ada". Kemampuan kita untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab b. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas.Jika pekerjaan atau profesi kita disadari sebagai panggilan. atau apapun alat materi kerja kita. 7. kursi. sehingga bagi seorang muslim aktivitas bekerja juga mengandung nilai ibadah. suara. Disiplin d. Tunjukkanlah terlebih dulu kualitas pekerjaan yang Anda lakukan sebelum Anda f. ruangan. Kerja adalah Kehormatan . "I'm do my best!" Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya ya kita kurang baik mutunya. kerja juga harus diniatkan dan berorentasi ibadah kepada Tuhan. 5. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. papan tulis. Kerja adalah Ibadah Seperti halnya aktivitas keseharian seorang muslim. Bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. Dengan mengungkapkannya melalui dan menggunakan medium dan materi pekerjaan kita seperti komputer. kertas. meja. setiap aktivitas yang kita lakukan hakikatnya mencari keridhaan Allah semata. Kerja adalah Aktualisasi Aktualisasi diri artinya pengungkapan atau penyataan diri kita. Meski kadang membuat kita lelah.

prakarsa. Apa pun pekerjaan kita. pedagang. bahkan penjaga mercu suar. Nilai inilah nanti akan menentukan kepada karyawan dalam hal. penempatan dalam jab tan. kerja adalah pelayanan. sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam diri. dan mengerti tentang sistem penilaian karyawan yaitu. Etos kerja yang tinggi dapat ditentukan melalui proses penilaian pelaksanaan pekerjaan. Kerja adalah Pelayanan Manusia diciptakan dengan dilengkapi oleh keinginan untuk berbuat baik. yang nantinya dapat dilihat pada produktivitas kerjanya. disertai komitmen yang total pada paradigma kerja yang integral. sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yang kita miliki. Delapan etos kerja tersebut menunjukkan bahwa seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya tidak didasarkan atas perintah atasan melainkan keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu tanpa paksaan dan dilaksanakan dengan penuh kejujuran. Etos kerja berpandangan bahwa kualitas kerja karyawan pada hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. kerja adalah seni. kerja adalah amanah. maka kehormatan yang lain yang lebih besar akan datang kepada kita. Untuk dapat membangun etos kerja perlu ada motivasi diri sendiri dengan berkomitmen bahwa kerja adalah rahmat. itu adalah sebuah kehormatan. dan kemimpinan. Seremeh apapun pekerjaan kita. dan kualitas kerja karyawan di hari esok harus lebih baik daripada kualitas kerja hari ini. dan pemindahan (mutasi) atau bahkan sebagai pertimbangan untuk mendukuti sebuah jabatan. 8. ketaatan. melaksanakan tugas sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimiliki. mematuhi dan tunduk terhadap aturanaturan yang berlaku. kenaikan gaji berkala. prestasi kerja. Kerja bukanlah masalah uang semata. semuanya bisa dimaknai sebagai pengabdian kepada sesama. Etos kerja karyawan dimulai dari komitmen total dari dalam diri karyawan mendalami visi dan misi organisasi. kerja adalah kehormatan. maka itu akan memberikan arti besar. dalam arti penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. . kesetiaan. Sekecil apapun yang kita kerjakan. kerjasama. namun lebih mendalam mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. tanggungjawab. Etos kerja profesonal adalah seperangkat perilaku kerja positif yang berakar pada kesadaran yang kental. kerja adalah panggilan kerja adalah aktualisasi. Kadang mata kita menjadi "hijau" melihat uang. keyakinan yang fundamental. polisi. kerja adalah ibadah.Karena tidak semua orang bisa diberi kepercayaan untuk melakukan suatu pekerjaan seperti yang Anda terima saat ini. kenaikan pangkat/golongan. Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi. kejujuran. namun yang lebih penting adalah etos kerja. Jika kita bisa menjaga kehormatan dengan baik.

Kerja keras itu baik. Allah berfirman: ‫. Aktualisasi adalah kekuatan yang kita pakai untuk mengubah potensi menjadi realisasi. Dalam konteks pekerjaan. Segala pekerjaan yang diberikan Tuhan kepada kita harus kita syukuri dan lakukan dengan sepenuh hati.إن أحسنتم أحسنتم لنفسكم وإن أسأتم فلها فإذا جاء وعد الخرة ليسوءوا وجوهكم وليدخلوا المسجد كما دخلوه أول مرة وليتبروا ما علوا تتبيرا‬ ً ِ ْ َ ْ ََ َ ُ ّ َ ُ َِ ٍ ّ َ َ ّ َ ُ َُ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ ُُ ْ َ َِ ْ ُ َ ُ ُ ُ ُ َِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ َِ َ ََ ْ ُ ْ َ َ ْ َِ ْ ُ ِ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ِ َ Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri. Kerja adalah Amanah: Bekerja Benar Penuh Tanggung Jawab. segenap pikiran. Kita bisa mendapatkan pengakuan dan identitas diri dari masyarakat dan komunitas. Al-Isra’: 7) … Kerja adalah Rahmat: Bekerja Tulus Penuh Syukur. Amanah melahirkan sebuah sikap tanggung jawab. Agar panggilan dapat diselesaikan hingga tuntas maka diperlukan integritas yang kuat karena dengan memegang teguh integritas maka kita dapat bekerja dengan sepenuh hati. Kita diberi kesempatan untuk bisa bergaul lebih luas serta meningkatkan kualitas diri ke tingkat yang lebih tinggi hingga kita bisa tumbuh dan berkembang. yaitu: • • • Kembangkanlah visi sebagai ilham untuk bekerja keras. begitu pula jika pekerjaan yang kita lakukan . (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid. Kerja adalah Ibadah: Bekerja Serius Penuh Kecintaan. Profesi yang kita jalani untukmenjawab panggilan kita sebagai akuntan. hakim. Bekerja adalah rahmat yang turun dari Tuhan. Ada tiga cara mudah untuk meningkatkan etos kerja keras. dokter. Berbekal keseriusan itu maka hasil yang akan kita peroleh juga akan lebih dari yang kita bayangkan.… 3. sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. panggilan umum ini memiliki arti bahwa apa saja yang kita kerjakan hendaknya memenuhi tuntutan profesi. Bertanggung jawab. tidak berwatak mencari perlindungan ke atas. Semua masalah diperbuat dan dipikirkan. segenap tenaga kita secara total. dsb. harus dihadapi dengan tanggung jawab. Kerja adalah Panggilan: Bekerja Tuntas Penuh Integritas. Kerja keras merupakan ongkos untuk mengembangkan diri kita. dengan demikian maka tanggung jawab harus ditunaikan dengan baik dan benar bukan hanya sekedar formalitas. Bekerja dengan tulus akan membuat kita merasakan rahmat lainnya sebagai berikut: • • • • Kita dapat menyediakan sandang-pangan untuk keluarga kita dengan gaji yang kita dapat.S. baik kebahagiaan maupun kegagalan. Kita bisa memaksimalkan talenta kita saat bekerja. menyehatkan dan menguatkan diri kita. Tidak ada tipe atau jenis pekerjaan yang lebih baik dan lebih rendah dari yang lain karena semua pekerjaan adalah sama di mata Tuhan jika kita mengerjakannya dengan serius dan penuh kecintaan. oleh karena itu harus kita syukuri. dan melemparkan kesalahan di bawah. Rasa tanggung jawab terhadap benar pekerjaan yang didelegasikan kepada kita akan yang menumbuhkankehendak kuat untuk melakasanakan tugas dengan sesuai job description untuk mencapai target ditetapkan. Kerja adalah Aktualisasi: Bekerja Keras Penuh Semangat. dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. utuh dan menyeluruh.(Q. Tujuan dari sikap aktual ini adalah agar kita terbiasa bekerja keras dan selalu tuntas untuk mencapai mimpi dan keinginan kita tanpa merubah diri kita menjadi pecandu kerja.

Kerja adalah Pelayanan: Bekerja Paripurna Penuh Kerendahan Hati. bukan demi mencari uang atau jabatan semata. Aku bekerja keras penuh semangat Apapun pekerjaan kita. namun bekerja dengan cerdas sangat dibutuhkan. dan banyak lainnya. sungguh kelewatan jika kita merespons itu semua dengan bekerja ogah-ogahan. korupsi. bekerja serius penuh kecintaan akan melahirkan pengabdian serta dedikasi terhadap pekerjaan. kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya.didasarkan oleh rasa cinta. memanfaatkan waktu bekerja agar tetap efektif dan efesien. Kecerdasan disini maksudnya adalah menggunakan strategi dan taktik dengan pintar untuk mengembangkan diri. Kerja adalah Kehormatan: Bekerja Tekun Penuh Keunggulan. Aku bekerja tekun penuh keunggulan . 4. melihat dan memanfaatkan peluang kerja yang ada. melahirkan karya dan buah pikiran yang inovatif dan kreatif. seseorang memiliki saluran rezeki. Kerja adalah rahmat. Jadi ingat. Kerja adalah aktualisasi. Kerja itu ibadah. Kerja adalah kehormatan. 3. Meningkatkan motivasi kerja menjadi motivasi transendental (motivasi ibadah pada Allah). 5. Bekerja keras itu perlu. kita dapat bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela: menipu. Dengan memahami etos ini. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas. bekerja juga bisa kita golongkan sebagai salah satu bentuk pelayanan kita terhadap orang lain. Meski membuat kita lelah. bekerja juga merupakan anugrah yang kita terima tanpa syarat. dll. Dengan bekerja kita dapat memenuhi kebutuhan. Kesadaran ini. Kerja adalah amanah. Kerja adalah panggilan. Sama halnya menghirup oksigen dan udara sehat tanpa biaya sepeserpun. (sampai buruh kasar sekalipun) adalah rahmat dari Allah. Tidak semua orang mendapat pekerjaan. bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa "ada". Rasa hormat yang terbentuk dalam diri kita akan menumbuhkan rasa percaya diri yang akan meningkatkan keinginan kita untuk bekerja lebih tekun. semuanya adalah dharma (pengabdian). berkesempatan menambah ilmu. kemampuan dan kesempatan dalam hidup. Bahkan ilmuwan seserius Einstein pun menyebut rumus fisika yang njelimet itu dengan kata sifatbeautiful. akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi. semuanya adalah amanah. Aku bekerja tulus penuh rasa syukur Apapun pekerjaan kita. 2. semuanya merupakan peluang untuk wahana aktualisasi diri. Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bisa bekerja pun adalah anugrah. memiliki banyak teman dan kenalan.semua adalah bagian dari seni. Hasilnya. maka kita dihormati dan dipercaya untuk memangku suatu posisi tertentu dan mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita termasuk segala kompetensi diri yang kita miliki. Melalui pekerjaan. kita bisa berucap pada diri sendiri "I'm doing my best!!" (saya melakukan upaya terbaik). Lantaran kerjalah. tentu saja daya cipta kita bukan hanya disenangi oleh pemimpin perusahaan tetapi juga oleh orang lain karena semua yang kita hasilkan itu adalah karya seni. Seberat apapun beban pekerjaan kita. Dengan begitu. Jadi. manipulasi/pemalsuan. 7. Kerja adalah Seni: Bekerja Cerdas Penuh Kreatifitas. Aku bekerja cerdas penuh kreativitas Apapun pekerjaan kita -bahkan seorang peneliti pun. Tahukah Anda kalau ternyata hasil yang kita lakukan dalam bekerja bisa menjadi masukan untuk orang lain dan begitu pula sebaliknya. Sekali lagi. Kerja adalah seni. Sehingga dari proses tersebut kita telah memberikan kontribusi kepada orang lain agar mereka bisa hidup dan beraktivitas dengan lebih mudah. Aku bekerja tuntas penuh integritas Apapun itu bentuk profesinya. Maka. jauh lebih menyenangkan daripada bengong tanpa bekerja. Aku bekerja serius penuh kecintaan Semua pekerjaan yang halal merupakan bagian dari ibadah. Kehormatan diri bisa kita dapatkan dengan bekerja. 6. Sibuk bekerja. Aku bekerja benar penuh tanggung jawab Apapun pekerjaan itu. kerja adalah seni. 1. berapapun gaji yang kita dapatkan dan apapun posisi yang kita pegang akan memberikan nilai moril dan spirituil yang berbeda jika semua didasari dengan rasa cinta. Jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan hati.

Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik. maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang pada kita. Rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang didelegasikan kepada kita akan menumbuhkan kehendak kuat untuk melakasanakan tugas dengan benar sesuai job description untuk mencapai target yang ditetapkan. ia meninggalkan sebuah warisan luar biasa. itu adalah sebuah kehormatan.Seremeh apapun pekerjaan kita. Bekerja dengan tulus akan membuat kita merasakan rahmat lainnya sebagai berikut: • Kita dapat menyediakan sandang-pangan untuk keluarga kita dengan gaji yang kita dapat. Dalam konteks pekerjaan. segenap pikiran. Dengan spritual kerja yang bagus mudah-mudahn yang lain lancar juga. ia memunguti biji oak. dengan demikian maka tanggung jawab harus ditunaikan dengan baik dan benar bukan hanya sekedar formalitas. • • Kerja keras merupakan ongkos untuk mengembangkan diri kita. tanah yang mulanya tandus menjadi subur. Tanpa ada yang membayar dan memujinya.. segenap tenaga kita secara total. Kerja adalah Panggilan: Bekerja Tuntas Penuh Integritas. Hutan 11 km! Sungai sungai kembali mengalir. panggilan umum ini memiliki arti bahwa apa saja yang kita kerjakan hendaknya memenuhi tuntutan profesi. Kita bisa memaksimalkan talenta kita saat bekerja. yang hidup sebatang kara setelah ditinggal mati oleh anak dan istrinya. menyehatkan dan menguatkan diri kita. Ada tiga cara mudah untuk meningkatkan etos kerja keras. Kita bisa mendapatkan pengakuan dan identitas diri dari masyarakat dan komunitas. Tidak ada tipe atau jenis pekerjaan yang lebih baik dan lebih rendah dari yang lain karena semua pekerjaan adalah sama di mata Tuhan jika kita mengerjakannya dengan serius dan penuh kecintaan. yaitu: • Kembangkanlah visi sebagai ilham untuk bekerja keras. Bekerja dengan hati. semua bisa dimaknai sebagai pengabdian atau pelayanan kepada sesama. Aktualisasi adalah kekuatan yang kita pakai untuk mengubah potensi menjadi realisasi. Seperti cerita seorang lelaki tua pada pertengahan abad ke-20 di Prancis. Agar panggilan dapat diselesaikan hingga tuntas maka diperlukan integritas yang kuat karena dengan memegang teguh integritas maka kita dapat bekerja dengan sepenuh hati. Kerja adalah Aktualisasi: Bekerja Keras Penuh Semangat. Pelatihan seperti quantum touch adalah salah satu pelatihan SDM. Namun tidak baginya. Etos kerja bukan hanya dilihat manusia. Ia pergi ke lembah Cavennen yang sepi. dan semua itu kemudian dinikmati oleh orang yang sama sekali tidak ia kenal. Kerja adalah pelayanan. Tuhan Maha Mengetahui. Bagi kebanyakan orang. Sembari menggembalakan domba. . dan menanamnya di sepanjang lembah itu. Kerja adalah Amanah: Bekerja Benar Penuh Tanggung Jawab. misalnya spritual EFT. Semoga dapat dimplementasikan. kehidupannya hanyalah tinggal menunggu kematian. Amanah melahirkan sebuah sikap tanggung jawab. Aku bekerja paripurna penuh kerendahan hati Apapun pekerjaan kita. Kerja keras itu baik. utuh dan menyeluruh. 8. Maju!! Kerja adalah Rahmat: Bekerja Tulus Penuh Syukur. Bekerja adalah rahmat yang turun dari Tuhan. Segala pekerjaan yang diberikan Tuhan kepada kita harus kita syukuri dan lakukan dengan sepenuh hati. Kerja adalah Ibadah: Bekerja Serius Penuh Kecintaan. Namun ketika ia meninggal dalam usia 89 tahun. • • • Kita diberi kesempatan untuk bisa bergaul lebih luas serta meningkatkan kualitas diri ke tingkat yang lebih tinggi hingga kita bisa tumbuh dan berkembang. oleh karena itu harus kita syukuri. Untuk itu tidak ada salahnya melakuakn pelatihan SDM tujuannya untuk meningkatkan etos kerja.

 Kompetensi dan integritas adalah sepasang kualitas utama agar orang mampu mengemban amanah. Spritual quantum.  Kita semua adalah pemegang amanah. Kehormatan diri bisa kita dapatkan dengan bekerja. karenanya kita bertanggungjawab atas setiap detik hidup kita yang fana ini.  Semakin besar tanggungjawab kita semakin besar pula bobot diri kita. Spritual EFT & EFT Quantum bisa Anda coba. Tapi hal lain yang juga ikut berperan dalam melahirkan etos amanah ini adalah lingkungan hidup kita sendiri. . Jabatan adalah amanah.  Kita menerima amanah kehidupan dari Sang Pemilik Hidup. melihat dan memanfaatkan peluang kerja yang ada. Apabila amanah keguruan ini di laksanakan dengan penuh tanggung jawab pasti melahirkan sikap anti KKN dan upaya pengembangan diri yang optimal karena dorongan moral yang kuat untuk menjaga dan melaksanakan amanah keguruan tersebut. Etos kedua ialah keguruan adalah amanah merupakan suatu titipan yang dipercayakan seseorang kepada kita dan kita penerima amanah secara moral terikat untuk melaksanakan amah tersebut.  Barangsiapa berhasil mengemban amanah kecil akan mendapat kepercayan mengemban amanah besar. Amanah  Kerja adalah amanah. Melalui kerja kita menerima amanah. Etos amanah ini lahir dari proses refleksi dan dialektika batin kita tatkala berhadapan antara kenyataan buruk dan tuntutan moral dan idealism luhur di pihak lain. Bekerja keras itu perlu. Melalui pekerjaan.  Amanah adalah titipan berharga yang dipercayakan kepada kita. Kerja adalah Kehormatan: Bekerja Tekun Penuh Keunggulan.Kerja adalah Seni: Bekerja Cerdas Penuh Kreatifitas. ataupun quantum touch merupakan pelatihan untuk peningkatan SDM. namun bekerja dengan cerdas sangat dibutuhkan. Kerja adalah Pelayanan: Bekerja Paripurna Penuh Kerendahan Hati. Tidak hanya satu tetapi banyak amanah. kemampuan dan kesempatan dalam hidup. Tahukah Anda kalau ternyata hasil yang kita lakukan dalam bekerja bisa menjadi masukan untuk orang lain dan begitu pula sebaliknya. Sehingga dari proses tersebut kita telah memberikan kontribusi kepada orang lain agar mereka bisa hidup dan beraktivitas dengan lebih mudah. melahirkan karya dan buah pikiran yang inovatif dan kreatif. EFT quantum. memanfaatkan waktu bekerja agar tetap efektif dan efesien. maka kita dihormati dan dipercaya untuk memangku suatu posisi tertentu dan mengerjakan tugas yang diberikan kepada kita termasuk segala kompetensi diri yang kita miliki. sehingga amanah keguruan ini harus kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Kecerdasan disini maksudnya adalah menggunakan strategi dan taktik dengan pintar untuk mengembangkan diri. sehingg mengubah kesadaran kita bahwa ini adalah hal yang baik sebagai suatu amanah yang harus di kerjakan.

Hal itu berarti bahwa sikap dan perilaku di dorong adanya kontrol diri yang kuat. baik kebahagiaan maupun kegagalan. ia akan tersisih dari teman sekerjanya. nilai dan norma diri yang tidak sesuai dengan aturan-aturan sekolah yang ada. dan kehendak untuk mentaati peraturan. Dalam kaitannya dengan pekerjaan. baik esensi. Sikap dan perilaku dalam disiplin kerja ditandai oleh berbagai inisiatif. Bertanggung jawab.S. Misalnya.  Tidak ada tanggungjawab tanpa kesadaran amanah. dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. Tanggungjawab harus diwujudkan dengan benar. (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid. Allah berfirman: ‫. kemauan. tujuan organisasi tidak akan tercapai. marah. Niat juga dapat diartikan sebagai keinginan untuk berbuat sesuatu atau kemauan untuk menyesuaikan diri dengan aturanaturan. Niat untuk mentaati peraturan menurut Suryohadiprojo (1989:65) merupakan suatu kesadaran bahwa tanpa didasari unsur ketaatan. harus dihadapi dengan tanggung jawab.(Q. Seringkali terjadi aturan. semangat. Amanah melahirkan tanggungjawab 3. Semua masalah diperbuat dan dipikirkan. dan melemparkan kesalahan di bawah. maupun teknis pelaksanaannya. yang merupakan proses sosialisasi dari keluarga atau masyarakatnya. seorang guru yang selalu tepat waktu mengajar sementara itu iklim di sekolah kurang menjunjung tinggi nilai-nilai penghargaan terhadap waktu. tidak berwatak mencari perlindungan ke atas. tidak ikut arus.إن أحسنتم أحسنتم لنفسكم وإن أسأتم فلها فإذا جاء وعد الخرة ليسوءوا وجوهكم وليدخلوا المسجد كما دخلوه أول مرة وليتبروا ما علوا تتبيرا‬ ً ِ ْ َ ْ ََ َ ُ ّ َ ُ َِ ٍ ّ َ َ ّ َ ُ َُ َ َ َ َ ِ ْ َ ْ ُُ ْ َ َِ ْ ُ َ ُ ُ ُ ُ َِ ِ َ ِ ْ ُ ْ َ َ َ َ َِ َ ََ ْ ُ ْ َ َ ْ َِ ْ ُ ِ ُ ْ ِ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ َ ْ َ ْ ِ َ Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri.  Tanggungjawab harus ditunaikan setara dengan bobot amanah yang dipercayakan. Demikian sebaliknya. Artinya. jika ikut arus maka ia akan mengalami stres. atau tersinggung apabila orang terlalu menjunjung tinggi salah satu aturannya. Al-Isra’: 7) Ketepatan waktu Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. pengertian ketepatan waktu atau disiplin kerja adalah suatu sikap dan tingkah laku yang menunjukkan ketaatan karyawan terhadap peraturan organisasi.sikap dan perilaku untuk mentaati peraturan organisasi muncul dari dalam dirinya. tetapi juga tidak kaku. sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Ketepatan waktu dalam melaksanakan tugas diartikan sebagai sikap seseorang atau kelompok yang berniat untuk mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan. Artinya. tetapi juga mempunyai kehendak (niat). Hal ini menimbulkan konflik sehingga orang mudah tegang. Jika guru tersebut memegang teguh prinsip-prinsipnya sendiri. nilai dan norma sendiri. orang yang dikatakan mempunyai disiplin yang tinggi tidak semata-mata patuh dan taat terhadap peraturan secara kaku dan mati. . sebelum masuk dalam sebuah organisasi pendidikan seorang guru tentu mempunyai aturan. Ia jika perlu mempelopori kepatuhan terhadap waktu kepada teman sejawatnya. oleh karenanya ia harus menyesuaikan diri.

watak kesusilaan atau adat. hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas. buruk atau baik. Ciri-ciri Profesi : • Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi. • Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan. Etika merupakan cerminan dari sebuah mekanisme kontrol yang dibuat dan diterapkan oleh dan untuk kepentingan suatu kelompok sosial atau profesi. akhlak terpercaya dan tanggung jawab akan makin menguat. di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi. serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Sumber: http://id. kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya.Kerja itu amanah. • Otonomi dalam pekerjaannya. kita dipercaya. berkompeten dan wajib melaksanakannya sampai selesai. dan di sisi lain melindungi masyarakat dari segala bentuk penyimpangan maupun penyalah-gunaan keahlian PROFESI Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia. • Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat. Kehadiran organisasi profesi dengan kode etik profesi diperlukan untuk menjaga martabat serta kehormatan profesi. kerja adalah tanggung jawabku. Jika terbukti mampu. mencakup sifat manusia. • Adanya proses lisensi atau sertifikat. Sebagai pemegang amanah.com/business-management/1941913-etos-kerja/#ixzz1e3wO89Bd ANALIS KESEHATAN ETIKA PROFESI ANALIS KESEHATAN ETIKA PROFESI ANALIS KESEHATAN Kata etik atau etika berasal dari kata ethos (Yunani) yang berarti karakter. KODE ETIK Kode etik adalah sistem norma. aku sanggup bekerja tuntas : Melalui kerja kita menerima amanah.shvoong. nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas . Etika berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar. Di pihak lain hal ini akan menjadi jaminan sukses pelaksanaan amanah yang akan menguklir prestasi kerja dan penghargaan. Maka tidak ada pekerjaan yang tidak tuntas. • Adanya organisasi.

rekan. kehormatan. 1999). Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional. menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya. • Menjaga profesionalisme dalam memenuhi panggilan tugas dan kewajiban profesi. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah. Kewajiban Terhadap Pekerjaan • Bekerja dengan ikhlas dan rasa syukur • Amanah serta penuh integritas • Bekerja dengan tuntas dan penuh tanggung jawab • Penuh semangat dan pengabdian • Kreatif dan tekun • Menjaga harga diri dan jujur • Melayani dengan penuh kerendahan hati . • Melakukan pekerjaan profesinya sesuai dengan standar prosedur operasional. profesi. dan masyarakat. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. pemakai jasa. yaitu : • Keahlian (pengetahuan. perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. pekerjaan.menyatakan apa yang benar dan baik. PROFESIONALISME Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatan-kegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai jasa. nalar atau kemampuan dalam asosiasi dan terlatih) • Keterampilan dalam komunikasi (baik verbal & non verbal) • Profesionalisme (tahu apa yang harus dilakukan dan yang sebaiknya dilakukan) Kewajiban Terhadap Profesi • Menjunjung tinggi serta memelihara martabat. standar keselamatan kerja yang berlaku dan kode etik profesi. • Meningkatkan keahlian dan pengetahuannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Orientasi kode etik hendaknya ditujukan kepada : profesi. ETIKA PROFESI ANALIS KESEHATAN Etika profesi Analis Kesehatan memiliki tiga dimensi utama.

yaitu tanggap dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap pemakai jasa (pasien. • Dapat menemukan penyimpangan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar norma yang berlaku pada saat itu serta melakukan upaya untuk dapat melindungi kepentingan masyarakat. kesopanan. yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan • Responsiveness (daya tanggap). Kewajiban Terhadap Pasien • Bertanggung jawab dan menjaga kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien / pemakai jasa secara profesional. • Menjaga kerahasiaan informasi dan hasil pemeriksaan pasien / pemakai jasa. serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak. dan profesi lain) • Assurance (jaminan). dapat menunjukkan konsep derajat kesehatan pada diri sendiri • Reliability (kehandalan). klinisi. • Dapat berkonsultasi / merujuk kepada teman sejawat atau pihak yang lebih ahli untuk mendapatkan hasil yang akurat Kewajiban Terhadap Masyarakat • Memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan kemampuan profesionalnya kepada masyarakat luas serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat. sifat dapat dipercaya yang dimiliki Analis Kesehatan dan bebas dari risiko bahaya atau keragu-raguan . • Dalam melaksanakan pelayanan sesuai dengan profesinya harus mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma yang berkembang pada masyarakat. Langkah Menuju Profesional • Self comitment (teguh pada tujuan yang ingin dicapai dan berprinsip namun tidak kaku) • Self management (manajemen prioritas dan manajemen waktu) • Self awareness (pengelolaan kelemahan dan kelebihan diri) Harapan Profesionalisme Analis Kesehatan • Tangibles (bukti langsung dan nyata) meliputi kemampuan hasil pengujian. mencakup kemampuan. • Membina hubungan kerjasama yang baik dan saling menghormati dengan teman sejawat dan tenaga profesional lainnya dengan tujuan utama untuk menjamin pelayanan tetap berkualitas tinggi.Kewajiban Terhadap Rekan • Memperlakukan setiap teman sejawat dalam batas-batas norma yang berlaku • Menjunjung tinggi kesetiakawanan dalam melaksanakan profesi.

Emphaty (empati) meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan. 4. diukur dan dievaluasi. 3. klinisi. • Secara umum. kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill). Kompetensi profesional didapatkan melalui pendidikan. Mampu mengelola sejumlah tugas yang berbeda dalam melaksanakan pekerjaan (task management skills). komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pemakai jasa (pasien. Sedangkan kompetensi adalah apa yang seorang mampu kerjakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dari satu pekerjaan. Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah pernyataan yang menguraikan keterampilan dan pengetahuan yang harus dilakukan saat bekerja serta penerapannya. Lalu apa maksud dari kedua kata itu? Kompeten adalah ketrampilan yang diperlukan seseorang yang ditunjukkan oleh kemampuannya untuk dengan konsisten memberikan tingkat kinerja yang memadai atau tinggi dalam suatu fungsi pekerjaan spesifik. sikap (attitude) dan sifatsifat pribadi lainnya. Yang dimaksud dengan kompetensi adalah : seperangkat tindakan cerdas. Dimensi Kompetensi 1. Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik. penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh tempat kerja (industri). pelatihan dan pemagangan dalam periode yang lama dan cukup sulit. dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati. atribut personal. dan profesi lain) STANDAR KOMPETENSI ANALIS KESEHATAN Sudah sering kita mendengar istilah "kompeten" dan "kompetensi". Mampu mengahadapi tanggung jawab dan harapan dari lingkungan kerja termasuk bekerjasama dengan orang lain (Job role Environment Skills). . Contoh : Mampu melakukan pengambilan sampel dan memindahkan biakan secara aseptik. Mampu menanggapi kelainan dan kerusakan dalam pekerjaan sehari-hari (contingency management skills). Mampu melakukan tugas per tugas (task skills). pembelajarannya dirancang cermat dan dilaksanakan secara ketat. 2. gas habis. Menggunakan lampu spiritus untuk sterilisasi ose. keterampilan (skills). Contoh : Sedang memindahkan biakan. Kinerja atau hasil yang diinginkan dicapai dengan perilaku ditempat kerja yang didasarkan pada pengetahuan (knowledge). dan diakhiri dengan ujian sertifikasi (Keputusan Mendiknas Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi).

analitik. 2. Kemampuan untuk memberikan penilaian (judgement) hasil proses teknik operasioanl. Manual Mutu. pemantapan mutu yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan proses selanjutnya . indikator kinerja dan proses analisis yang akan digunakan. Kemampuan untuk merancang proses teknik operasional o Dapat merancang alur kerja pengujian/pemeriksaan mulai tahap pra analitik. Dasar pemberian rekomendasi kewenangan pelayanan bagi tenaga kesehatan. Jembatan kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan implementasi kewenangan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan. pengiriman o Dapat melakukan pemilihan alat. o Membuat SOP. reagent untuk pemeriksaan atau analisa tertentu. Mampu mentransfer kompetensi yang dimiliki dalam setiap situasi yang berbeda /situasi yang baru/ tempat kerja yang baru (transfer skills/adaptation skills). fiksasi. 5. 3. Ilmu pengetahuan yang melatarbelakangi dan berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan 2. 4. metode. pemrosesan. menangani tumpahan (didisinfeksi) sehingga tidak membahayakan dirinya dan orang lain / lingkungan. Dasar pelaksanaan uji kompetensi tenaga kesehatan. penyimpanan. o Pelabelan. Contoh : Memindahkan biakan bakteri dalam safety cabinet. 5. o Mampu menilai layak dan tidak hasil pemeriksaan.Contoh : Biakan tumpah. o Melakukan pengambilan spesimen :pengetahuan persiapan pasien o Penilaian terhadap spesimen (memenuhi syarat atau tidak). Sebagai salah satu alat untuk skrining tenaga kesehatan asing yang akan beri pelayanan kesehatan Standar Kompetensi Analis Kesehatan 1. Tujuan dan Manfaat Standar Kompetensi 1. pengawetan. Pedoman CPD (Continuing Profesional Development) bagi organisasi profesi. 3. sampai dengan paska analitik. alat bantu. Kemampuan melaksanakan proses teknik operasional. o Dapat mengerjakan prosedur laboratorium o Dapat memahami cara kerja dan menggunakan peralatan dalam proses teknis operasional o Mengetahui cara-cara kalibrasi dan cara menguji kelaikan alat o Dapat memelihara alat dan menjaga kinerja alat tetap baik 4.

toksikologi. imunopatologi. • Mempunyai kewenangan yang sah. kondisi kesehatan dan faktor yang berpengaruh pada kesehatan perorangan atau masyarakat Peran Analis Kesehatan 1. peran dan fungsi jelas. imunoserologi. Di dalam pelayanan laboratorium. • Melalui jenjang pendidikan tinggi. Mampu menilai proses pemeriksaan atau rangkaian pemeriksaan. seperti pasien. Penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan (Promotion Health Laboratory) Analis Kesehatan Sebagai Profesi • Memberikan pelayanan kepada masyarakat bersifat khusus atau spesialis. . Pelaksanaan teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan 2. standar pendidikan. kode etik. 6. reagent alat yang digunakan atau lingkungan pemeriksaan o mampu menilai validitas (kesahihan) suatu hasil pemeriksaan atau rangkaian hasil pemeriksaan Kemampuan untuk melakukan koreksi atau penyesaian terhadap masalah teknis operasional yang muncul. • Memiliki organisasi profesi. mikrobiologi. Penyelia teknis operasional laboratorium kesehatan 3. histopatologi. histokimia). kimia klinik. klinisi. penyebab penyakit. biologi dan fisika. Diterima tidaknya suatu hasil atau rangkaian hasil pemeriksaan Kemampuan komunikasi dengan pelanggan atau pemakai jasa. • Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat. Kemampuan menjaga keselamatan kerja dan lingkungan kerja Kemampuan administrasi o Tugas Pokok Analis Kesehatan Analis Kesehatan bertugas melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang hematologi. Peneliti dalam bidang laboratorium kesehatan 4. standar pelayanan. Analis Kesehatan melakukan pengujian/analisis terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia yang tujuannya adalah menentukan jenis penyakit. 7. • Mempunyai kompetensi jelas dan terukur. kimia lingkungan. standar praktek. 8. Mampu mendeteksi secara dini : o munculnya penyimpangan dalam proses operasional o terjadinya kerusakan media. patologi anatomi (histology.5. dll. 9. mitra kerja.

termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan). pengawetan. Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan. yang berkisar dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan. 5. 5. Merencanakan. mengatur. Keterampilan dalam melaksanakan metode pengujian dan pemakaian alat dengan benar. 4. penanganan. Mengevaluasi teknik. 9. pemrosesan. Melaksanakan uji analitik terhadap reagen maupun terhadap spesimen. Kemampuan yang Harus Dimiliki Analis Kesehatan 1. 8. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium. atau fiksasi. 3.Standar Profesi Analis Kesehatan • Profesionalisme : tuntutan profesi sebagai jawaban memenangkan kompetisi GLOBAL • Standar mutu : berlaku bagi semua Analis Kesehatan di Indonesia • Melindungi pasien/klien & masyarakat dari pelayanan yg tidak profesional • Melindungi Analis Kesehatan dari tuntutan klien • Penapisan Ahli Laboratorium asing Kewajiban Analis Kesehatan 1. Keterampilan dan pengetahuan dalam pengambilan spesimen. . Membantu klinisi dalam pemanfaatan yang benar dari data laboratorium untuk memastikan seleksi yang efektif dan efisien terhadap uji laboratorium dalam menginterpretasi hasil uji. 2. Keterampilan dalam melaksanakan prosedur laboratorium. 7. Keterampilan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alat. Mengevaluasi data laboratorium untuk memastikan akurasi dan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji. 4. 3. Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses spesimen. labeling. 2. Mengoperasikan dan memelihara peralatan laboratorium dari yang sederhana sampai dengan yang canggih. 6. instrumen dan prosedur baru untuk menentukan manfaat kepraktisannya. kalibrasi dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan. Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang Teknik kelaboratoriuman. penyimpanan dan pengiriman spesimen.

HKKI. sedangkan PATELKI memiliki keanggotaan kurang murni karena selain analis kesehatan. Keterampilan dalam mengakses dan menguji keabsahan hasil uji melalui evaluasi mutu spesimen. 10. Organisasi yang berhaluan pada kelaboratoriuman antara lain adalah PATELKI. HAKLI. PAMKI. sebelum melaporkan hasil uji. ILKI dan HKKI. PATELKI merupakan organisasi yang cukup tua. Dunia kesehatan dikenal beberapa organisasi kesehatan yang telah lama berdiri dan eksis dalam memperjuangkan aspirasi anggota didalamnya dan juga baru berdiri dalam beberapa tahun ini. IAKI. 8. berdiri sejak tanggal 26 April 1986 di Jakarta dan telah diakui di Asia tenggara sebagai organisasi profesi laboratorium dan pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.6. Organisasi tersebut antara lain : IDI. IBI. Organisasi PATELKI (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan) dan IAKI (Ikatan Analis Kesehatan Indonesia) merupakan organisasi sejenis yang memiliki keanggotan analis kesehatan yang bekerja di laboratorium. IAKI. ILKI. PATELKI. Keterampilan dalam menginterpretasi hasil uji. PAMKI. maka akan memiliki suatu organisasi profesi sebagai wadah menyalurkan aspirasi dan wadah komunikasi dalam rangka menjadi rasa persatuan sesama profesi yang dijalankan sebagai tanggung jawab rasa kebersamaan. juga analis medis dan lainnya yang bekerja di laboratorium kesehatan. Kewaspadaan terhadap faktor yang mempengaruhi hasil uji. namun organisasi ini masih memerlukan pengembangan dan perjuangan yang panjang dalam pemerataan keanggotaan di Indonesia. 9. walaupun dalam keputusan MUSWIL di Kota Makassar telah ditegaskan bahwa keanggotaan terdiri atas analis kesehatan dan analis medis. Berbeda dengan IAKI yang baru berusia sekitar 5 tahun. AIA. Standar profesi ini setiap organisasi . Hak dan Kewajiban. Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium. ISFI. Etika Profesi Analis Kesehatan Dlm Berorganisasi Profesi PENDAHULUAN Setiap orang yang berkecimpung dalam suatu kegiatan yang bersifat profesi dan keahlian yang memiliki suatu kemampuan khusus berupa kompetensi. PPNI. Kemampuan merencanakan kegiatan laboratorium sesuai dengan jenjangnya. Kemampuan yang harus dimiliki serta sikap dan kepribadian yang harus dimiliki oleh Pranata Laboratorium Kesehatan (Analis Kesehatan). Khusus untuk IAKI hanya memiliki keanggotaan analis kesehatan. Untuk organisasi profesi laboratorium kesehatan hanya PATELKI dan IAKI. STANDAR PROFESI Merupakan perangkat yang dimiliki oleh organisasi yang mengatur Tugas Pokok. PERSAGI. Keterampilan dalam pembuatan uji kualitas media dan reagen untuk pemeriksaan laboratorium. 11. 7.

7. 8. Merencanakan. mengkonfirmasi hasil abnormal. HAK DAN KEWAJIBAN ANALIS KESEHATAN 1. instrumen dan prosedur baru untuk menentukan manfaat dan kepraktisannya. TUGAS POKOK PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN Tugas pokok Analis Kesehatan (Pranata Laboratorium Kesehatan = PLK) adalah melaksanakan pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang Hematologi. Patologi Anatomi (Histopatologi. Mikrobiologi. 4. Merancang dan melaksanakan penelitian dalam bidang laboratorium kesehatan. Histokimia. Patologi molekuler). HAK DAN KEWAJIBAN BERORGANISASI Hak dan kewajiban setiap anggota organisasi biasanya telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) organisasi tersebut. Contoh misalnya : hak dipilih menjadi ketua. Contoh kewajiban : kewajiban membayar iuran anggota.memiliki standar tersendiri. yang berkisar dari yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Toksikologi. . namun untuk laboratorium memiliki kesamaan yaitu standar profesi analis kesehatan dalam bekerja di laboratorium berdasarkan kompetensi. Mengevaluasi data lab untuk memastikan akurasi dan keabsahan. mengatur. Sitopatologi. Membimbing dan membina tenaga kesehatan lain dalam bidang teknis kelaboratoriuman 9. Kewajiban adalah segala kewajiban yang harus dilaksanakan oleh anggota tersebut selaku anggota organisasi tersebut. Mengembangkan prosedur untuk mengambil dan memproses specimen 2. 3. Biologi dan Fisika. Antara hak dan kewajiban merupakan kedua sisi yang saling terkait dan membatasi ruang lingkup seseorang tersebut dalam berorganisasi. Membantu klinisi dalam pemanfaatan yang benar dari data laboratorium untuk memastikan seleksi yang efektif dan efisien terhadap uji laboratorium dalam menginterpretasi hasil uji. 6. melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan laboratorium. melaksanakan prosedur pengendalian mutu dan mengembangkan pemecahan masalah yang berkaitan dengan data hasil uji 5. Kimia Lingkungan. Melaksanakan uji analitik terhadap reagen maupun terhadap spesimen. Hak merupakan segala sesuatu yang menjadi hak untuk didapatkan atas keikutsertaan dalam keanggotaan sehingga menguntungkan bagi anggota tersebut. Mengevaluasi teknik. Mengoperasikan dan memelihara perlatan lab dari yang sederhana hingga yang canggih. Imunopatologi. Kimia Klinik.

• Keterampilan dalam menginterpretasi hasil uji. sebelum melaporkan hasil uji. Disiplin 6. penanganan.KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI OLEH ANALIS KESEHATAN Ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan fungsinya di laboratorium kesehatan : • Keterampilan dan pengetahuan dalam pengambilan spesimen. Jujur. Teliti dan cekatan 2. dan penanganan masalah yang berkaitan dengan uji yang dilakukan • Keterampilan dalam pembuatan dan uji kualitas media serta reagen untuk pemeriksaan laboratorium. Berjiwa melayani . labeling. Pengetahuan untuk melaksanakan kebijakan pengendalian mutu dan prosedur laboratorium : • Kewaspadaan terhadap faktor yg mempengaruhi hasil uji • Keterampilan dalam mengakses dan menguji keabsahan hasil uji melalui evaluasi mutu spesimen. penyimpanan dan pengiriman spesimen • Keterampilan dalam mengerjakan prosedur laboratorium • Keterampilan dalam melaksanakan metode pengujian dan pemakaian alat yang benar. kalibrasi. pemrosesan. atau fiksasi. Rasa tanggung jawab yang tinggi 4. Mampu berkomunikasi dengan efektif 5. pengawetan. • Keterampilan dalam melakukan perawatan dan pemeliharaan alat. termasuk penyiapan pasien (bila diperlukan). dapat dipercaya 3. • Kemampuan merencanakan kegiatan laboratorium sesuai dengan jenjangnya SIKAP DAN KEPRIBADIAN YANG HARUS DIMILIKI OLEH ANALIS KESEHATAN 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful