P. 1
ILMU FILSAFAT

ILMU FILSAFAT

|Views: 94|Likes:

More info:

Published by: Muchamad Hafi Ghifari on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2012

pdf

text

original

PAPER

ILMU FILSAFAT

Disusun oleh: Mochammad Mulia (10520001)

P R O G R A M

P A S C A I S T N 2011

S A R J A N A

.................................................... G. OBYEK MATERIAL DAN OBYEK FORMAL FILSAFAT ILMU.......................................................Error! Bookmark not defined................. 3 B............................................... KESIMPULAN .......... 16 Daftar Pustaka 19 ................................ 4 B..DAFTAR ISI A................................. 15 H..... FUNGSI DAN MANFAAT FILSAFAT ILMU............ LINGKUP FILSAFAT ILMU .......................... 8 D......... B.......2..................................... F......................................................................Error! Bookmark not defined......... 7 DEFINISI FILSAFAT ILMU ...... 5 Arti Istilah ........................................... 12 E...................... PENDAHULUAN ............................... C.....................1................... PROBLEMA FILSAFAT ILMU ............... PENGERTIAN FILSAFAT ......................... Arti Bahasa .........................

Dalam kajian sejarah dapat dijelaskan bahwa perjalanan manusia telah mengantarkan dalam berbagai fase kehidupan . perubahan dari pola pikir mitosentris ke logosentris dalam berbagai segmentasi kehidupan. PENDAHULUAN Filsafat seringkali disebut oleh sejumlah pakar sebagai induk semang dari ilmu-ilmu . Filsafat merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Proses perkembangan dari berbagai fase kehidupan primitip²klasik dan kuno menuju manusia modern telah melahirkan lompatan pergeseran yang sangat signifikan pada masing-masing zaman. Ilmu pengetahuan hakekatnya dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalinmenjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan dengan patokan-patokan serta tolak ukur yang mendasari kebenaran masing-masing bidang. . Masing-masing cabang pada tahap selanjutnya melepaskan diri dari batang filsafatnya. pertengahan dan modern sekarang ini telah melahirkan sebuah cara pandang terhadap gejala alam dengan berbagai variasinya. Sejak zaman kuno. berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri. Disinilah pemikiran filosofis telah mengantarkan umat manusia dari mitologi oriented pada satu arah menuju pola pikir ilmiah ariented. Perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan munculnya ilmu-ilmu baru dengan berbagai disiplin yang akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu pengetahuan baru kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti spesialisasi-spesialisasi.A. Filsafat telah mengantarkan pada sebuah fenomena adanya siklus pengetahuan sehingga membentuk sebuah konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana ´pohon ilmu pengetahuanµ telah tumbuh mekar-bercabang secara subur sebagai sebuah fenomena kemanusiaan.

Definisi filsafat ilmu.Corak dari pemikiran bersifat mitologis (keteranganya didasarkan atas mitos dan kepercayaan saja) terjadi pada dekade awal sejarah manusia. maka lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat umum. Demitologisasi tersebut disebabkan oleh arus besar gerakan rasionalisme . Keberagaman pengertian ini disebabkan berbagai arah sudut pandang dan focus yang berbeda-beda diantara para pakar dalam memberikan identifikasi . Disini dipaparkan deskripsi awal tentang sejumlah kajian yang menyangkut tentang subbab-subbab yakni : Pengertian Filsafat. PENGERTIAN FILSAFAT Problem identifikasi untuk memberikan pengertian dalam khazanah intelektual seringkali melahirkan perdebatan-perdebatan yang cukup rumit dan melelahkan. Obyek material dan formal filsafat ilmu. Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan ´a higher level of knowledgeµ. Lingkup filsafat ilmu dan subsatnsi permasalahan problem ² problem filsafat ilmu. Hampir dalam setiap diskusi berbagai ilmu seringkali terdapat penjelasan ² penjelasan pengertian yang tidak jarang memunculkan pengertian-pengertian yang beragam. Heraklitos (535-475 SM). Permasalahan yang akan kita jelajahi dalam penulisan makalah ini difokuskan pada pembahasan tentang: ´Filsafat dan Filsafat Ilmu Sebagai upaya konseptualisasi dan identifikasiµ. Filsafat ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya Ilmu (Pengetahuan). empirisme dan positivisme yang dipelopori oleh para pakar dan pemikir kontemporer yang akhirnya mengantarkan kehidupan manusia pada tataran era modernitas yang berbasis pada pengetahuan ilmiah. Dan ini merupakan sebuah kemakluman sebab kajian ilmu adalah kajian abstraksi konseptual maka sangat dimungkinkan masing-masing subyek (para pemikir ) memiliki perbedaan dalam menggunakan paradigma . Anaximenes (590-528 SM). maka pemikiran filsafat berkembang secara cepat kearah kemegahanya diikuti oleh proses demitologisasi menuju gerakan logosentrisme . Namun setelah adanya demitologisasi oleh para pemikir alam seperti Thales (624-548 SM). Phitagoras (532 SM). Parminides (540-475 SM) serta banyak lagi pemikir lainnya. B.

kata filosofi juga dikenal di Indonesia dalam maknanya yang cukup luas dan sering digunakan oleh semua kalangan. yang juga diambil dari bahasa Yunani.identifikasinya atau proses menemukan makna dalam sebuah kajian keilmuan. mendeteksi problem secara radikal. Sehingga arti lughowinya (semantic) adalah seorang ´pencinta kebijaksanaanµ atau ´ilmuµ. Definisi kata filsafat bisa dikatakan merupakan sebuah problem falsafi pula. mencari solusi untuk itu. Ada juga yang mengurainya dengan kata philare atau philo yang berarti cinta dalam arti yang luas yaitu ´inginµ dan karena itu lalu berusaha untuk mencapai yang diinginkan itu.1. Termasuk dalam persoalan ini adalah apakah yang dimaksud dengan filsafat? Berbagai jawaban yang sangat beragam dapat ditemukan dalam berbagai literatur. memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Tetapi. pandai dan pengertian yang mendalam. kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata philia (= persahabatan.) dan sophia (= ´kebijaksanaanµ). Dengan mengacu pada konsepsi ini maka dipahami bahwa filsafat dapat diartikan sebagai sebuah perwujudan dari keinginan untuk mencapai pandai dan cinta pada kabijakan . serta akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses kerja ilmiah. cinta dsb. Seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut ´filsufµ. Peradigma tersebut akan menjadi acuan bagi pemikir untuk menentukan sebuah tolok ukur kebenaran dari asumsi-asumsi pembentuk dari konsepnya tersebut. Dalam bahasa ini. Berkaitan dengan konsep filsafat Harun Nasution tanpa keraguan memberikan satu penegasan bahwa filsafat dalam khazanah islam menggunakan rujukan kata yakni falsafah . B. philosophia. paling tidak bisa dikatakan bahwa ´filsafatµ adalah studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis . Arti Bahasa Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab. Kemudian dirangkai dengan kata Sophia artinya kebijakan. Sejajar dengan kata filsafat. Istilah filsafat berasal dari bahasa arab oleh karena orang arab lebih dulu datang dan sekaligus .

Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orangorang yang mendapat petunjuk. cakupan pengertian sophia ternyata luas sekali. Oleh karenanya konsistensi yang patut dibangun adalah penyebutan filsafat dengan kata falsafat. Misalnya ayat yang berbunyi Artinya: mereka menjawab: ´Maha suci Engkau. Pada sisi yang lain kajian filsafat dalam wacana muslim juga sering menggunakan kalimat padanan Hikmah sehingga ilmu filsafat dipadankan dengan ilmu hikmah.(An Nahl:125) Dalam terjemahan Depag ditafsiri bahwa Hikmah ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil . melainkan meliputi pula kebenaran pertama. Perkataan filsafat dalam bahasa Inggris digunakan istilah philosophy yang juga berarti filsafat yang lazim diterjemahkan sebagai cinta kearifan. Philos maknanya gemar atau cinta dan sophos artinya bijaksana atau arif (wise).µ Artinya: serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Unsur pembentuk kata ini adalah kata philos dan sophos. pertimbangan sehat sampai kepandaian pengrajin dan bahkan kecerdikkan .mempengaruhi bahasa Indonesia dibanding dengan bahasa. kebijaksanaan. Seringkali pula ketika dikaji dalam berbagai literature kitab-kitab pesantren muncul ungkapan-ungkapan dalam sebuah tema dengan konsep yang dalam bahasa arabnya misalnya kalimat ¶wa qala min ba·di al hukama«.µ . yaitu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang ada menurut kadar kemampuan manusia. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana [al baqarah 2: 32]. sehingga dalam berbagai literature kitab-kitab klasik dikatakan bahwa orang yang ahli kearifan disebut Hukama·. tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. kebajikan intelektual. Menurut pengertiannya yang semula dari zaman Yunani Kuno itu filsafat berarti cinta kearifan. Hikmah digunakan sebagai bentuk ungkapan untuk menyebut makna kearifan.sophia tidak hanya berarti kearifan saja. dan juga sejajar dengan kata al-hakim yang mengandung arti bijaksana. Sementara Al Jurjani ²sebagaimana dikutip oleh Amsal Bakhtiar³memberikan penjelasan tentang hikmah. pengetahuan luas.bahasa lain ke tanah air Indonesia. Namun.

tidak merasa dirinya ahli. karena persoalan manusia makin kompleks. Maksud sebenarnya adalah pengetahuan tentang ada dari kenyataan-kenyataan yang paling umum dan kaidahkaidah realitas serta hakekat manusia dalam segala aspek perilakunya seperti: logika. orang yang pertama memakai istilah philosophia dan philosophos ialah Pytagoras (592-497 S.M. Sekalipun bertanya tentang seluruh realitas. tidak menyerah kepada kemalasan. Yaitu sikap seorang yang cinta kebijaksanaan yang mendorong pikiran seseorang untuk terus menerus maju dan mencari kepuasan pikiran. orang yang oleh para penulis sejarah filsafat diakui sebagai Bapak Filsafat ialah Thales (640-546 S. Pytagoras menganggap dirinya ´philosophosµ (pencinta kearifan).). Kemudian. Maka problem pengertian filsafat dalam hakekatnya memang merupakan problem falsafi yang kaya dengan banyak konsep dan pengertian. estetika dan teori pengetahuan. etika. Ia merupakan seorang Filsuf yang mendirikan aliran filsafat alam semesta atau kosmos dalam perkataan Yunani. filsafat adalah suatu penelaahan terhadap alam semesta untuk mengetahui asal mulanya. Arti Istilah Sejumlah literatur mengungkapkan. Dalam perkembangan lebih lanjut. Secara lughowi (semantic) filsafat berarti cinta kebijaksanaan dam kebenaran. yakni seorang ahli matematika yang kini lebih terkenal dengan dalilnya dalam geometri yang menetapkan a2 + b2 = c2.dalam memutuskan soal-soal praktis yang bertumpu pangkal pada konsepkonsep aktivitas ²aktivitas awal yang disebut pseudoilmiah dalam kajian ilmu. . unsur-unsurnya dan kaidah-kaidahnya. Baginya kearifan yang sesungguhnya hanyalah dimiliki semata-mata oleh Tuhan.M. Pada tahap awalnya kekaguman atau keheranan itu terarah pada gejala-gejala alam. Menurut sejarah kelahirannya istilah filsafat terwujud sebagai sikap yang ditauladankan oleh Socrates. Timbulnya filsafat karena manusia merasa kagum dan merasa heran.2. terus menerus mengembangkan penalarannya untuk mendapatkan kebenaran. filsafat selalu bersifat ´filsafat tentangµ sesuatu: tentang manusia. B. Menurut aliran filsafat kosmos.).

. Kedua. Dari narasi ini ada dua buah konsep filsafat yang senantiasa . logika.tertib. Second. sejarah. metafisika khusus: antropologi (tentang manusia). bahasa. dan menyangkut masalah-masalah asasi. DEFINISI FILSAFAT ILMU Rosenberg menulis ´ Philosophy deals with two sets of questions: First. teologi (tentang tuhan). Filsafat adalah berpikir dalam bentuknya yang sistematis. sejarah filsafat. behavioral ² .tentang alam. 1) 2) 3) 4) 5) Filsafat adalah berpikir secara kritis. Jika dikelompokkan secara kerakterisitik cara pendekatannya. Jadi berfikir filsafat mengandung makna berfikir tentang segala sesuatu yang ada secara kritis. Filsafat menghasilkan sesuatu yang runtut. B. Filsafat adalah berpikir secara rasional. kesenian. dan kritik ilmu-ilmu. the questions about why the sciences cannot answer the Àrst lot of questionsµ. obyek materialnya. Filsafat bersifat komprehensif. filsafat tentang seluruh keseluruhan kenyataan. tentang kebudayaan. metafisika umum (ontologi). the questions that science ² physical. social. biological. Ciri pemikiran filsafat mengacu pada tiga konsep pokok yakni persoalan filsafat bercorak sangat umum. epistemologi. Keempat .etika. hukum. persoalan filsafat tidak bersifat empiris. dsb. menyangkut dimensi ruang dan waktu dalam sebuah kajian .: pengetahuan (´epistemeµ) dan kebenaran.rasional dan komprehensip. Dikatakan bahwa filsafat dibagi dalam dua buah pertanyaan utama. dalam filsafat dikenal ada banyak aliran filsafat. Ketiga filsafat tentang nilai-nilai yang terdapat dalam sebuah tindakan: obyek material : kebaikan dan keindahan. Kemudian Kattsoff menyatakan karakteristik filsafat dapat diidentifikasi sebagai berikut. sistematis. filsafat tentang pengetahuan. pertanyaan pertama adalah persoalan tentang ilmu (fisika. tentang tuhan (akhirat). social dan budaya) dan yang kedua adalah persoalan tentang duduk perkara ilmu yang itu tidak terjawab pada persoalan yang pertama. kosmologi (tentang alam semesta).biologi. Semua selalu dikembalikan ke empat bidang induk: Pertama. obyek materialnya: eksistensi (keberadaan) dan esensi (hakekat). dan estetika. agama.

Beberapa penjelasan mengenai filsafat tentang pengetahuan. Dipertanyakanlah hal-hal misalnya : Apa itu pengetahuan? Dari mana asalnya? Apa ada kepastian dalam pengetahuan. Oleh karena itu setiap saat ilmu itu berubah mengikuti perkembangan zaman dan keadaan. Pengertian-pengertian tentang filsafat ilmu. (Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari .dipertanyakan yakni tentang apa dan bagaimana. Filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan-persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia. Disinilah filsafat ilmu memfokuskan kajian dan telaahnya. atau semua hanya hipotesis atau dugaan belaka? Teori pengetahuan menjadi inti diskusi. Apa itu ilmu dan bagaimana ilmu itu disusun dan dikembangkan.yang satu terjawab oleh filsafat dan yang kedua dijawab oleh kajian filsafat ilmu. bagaimana menyusun dan mengelompokkan pengetahuan. Filsafat ilmu merupakan penerusan pengembangan filsafat pengetahuan. but such aphilosophy of science is clearly not a discipline autonomous of actual scientific paracticeµ. Yakni pada sebuah kerangka konseptual yang menyangkut sebuah system pengetahuan yang di dalamnya terdapat hubungan relasional antara. telah banyak dijumpai dalam berbagai buku maupun karangan ilmiah. I Untuk memahami arti dan makna filsafat ilmu. Pengetahuan lama menjadi pijakan untuk mencari pengetahuan baru. y Robert Ackerman ´philosophy of science in one aspect as a critique of current scientific opinions by comparison to proven past views. apa hakekat pengetahuan. apa batas-batas pengetahuan. di bawah ini dikemukakan pengertian filsafat ilmu dari beberapa ahli yang terangkum dalam sejumlah literatur kajian Filsafat Ilmu. Ini hal sangat mendasar dalam kajian dan diskusi ilmiah dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Filsafat ilmu merupakan suatu bidang pengetahuan integrative yang eksistensi dan pemekarannya bergantung pada hubungan timbal-balik dan saling-pengaruh antara filsafat dan ilmu. apa unsur-unsur pembentuk pengetahuan. dan juga apa saja yang menjadi sasaran dari ilmu pengetahuan. pengetahu /yang mengetahui (the Knower) dan yang terketahui /yang diketahui (the known) dan juga antara pengamat (the observer) dengan yang diamati (the observed). Objek dari filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan.

it examines critically everything that may be offered as a ground for belief or action. and its place in the general scheme of intellectual discipines. especially of its methods. (Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan) y Cornelius Benjamin ´That philosopic disipline which is the systematic study of the nature of science.) y May Brodbeck ´Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak. Berry ´The study of the inner logic if scientific theories. khususnya metode-metodenya. i.µ (Analisis yang netral secara etis dan filsafati.) y Michael V. its concepts and presuppositions. which attempts to do for science what philosophy in general does for the whole of human experience. and the relations between experiment and theory. on the other. (Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat. including its own theories. tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual. it constructs theories about man and the universe. (Penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori. pelukisan dan penjelasan mengenai landasan ² landasan ilmu. y Peter Caws ´Philosophy of science is a part of philosophy. yakni tentang metode ilmiah.pendapat-pendapat demikian itu. and clarifications of science. serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual. filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan. Philosophy does two sorts of thing: on the other hand. (Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu.e. konsepkonsepnya dan praanggapan-praanggapan. of scientific methodsµ. and offers them as grounds for belief and action. y Lewis White Beck ´Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole. dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan. yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. di lain pihak. description. ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta. termasuk teori-teorinya sendiri. with a view to the elimination of inconsistency and error. dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan .

and so on and then to veluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic. metodologi praktis. apa yang menjadi perbedaaan ilmiah karakteristik type masing ² masing ilmu ntara satu ilmu dengan ilmu lainnya melalu penelitian.Stephen R. methods of representation and calculation. Kedua Prosedur apa yang harus dilakukan secara . dan metafisika). filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsurunsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan. first. etis dan falsafi atas landasan ilmiah sikap konsisten dalam bangunan teori serta tindakan ilmiah Selanjutnya John Losee dalam bukunya yang berjudul. metode-metode penggantian dan perhitungan. practical methodology and metaphysicsµ. Dari paparan pendapat para pakar dapat disimpulkan bahwa pengertian filsafat ilmu itu mengandung konsepsi dasar yang mencakup hal-hal sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) sikap kritis dan evaluatif terhadap kriteria-kriteria ilmiah sikap sitematis berpangkal pada metode ilmiah sikap analisis obyektif. Fourth edition. Toulmin ´As a discipline. pra-anggapan-pra-anggapan metafisis. pola-pola perbincangan.A Historical Introduction to the Philosophy of Science. (Sebagai suatu cabang ilmu. dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal. mengungkapkan bahwa : The philosopher of science seeks answers to such questions as: y y y y y What characteristics distinguish scientiÀc inquiry from other types of investigation? What procedures should scientists follow in investigating nature? What conditions must be satisÀed for a scientiÀc explanation to be correct? What is the cognitive status of scientiÀc laws and principles? Dari ungkapan tersebut terdapat sebuah konsep bahwa tugas dari Dari ungkapan tersebut terdapat sebuah konsep bahwa tugas dari pemikir filsafat ilmu itu untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan persoalan yang menyangkut: pertama. metaphysical presuppositions. the philosophy of science attempts. to elucidate the elements involved in the process of scientific inquiry observational procedures. patens of argument.

Ketiga apa yang mestinya dilakukan dalam mendapatkan penjelasan ilmiah untuk melakukan penelitian dan eksperimen itu ? Dan keempat apakah teori itu dapat diambil sebagai konsep dan prinsip-prinsip ilmiah?. yang ditinjau dari segi ontologis. epistemelogis maupun aksiologisnya. Kalau ilmu itu menjelaskan Fakta sementara filsafat ilmu itu subyek materinya adalah menganalisa prosedur-prosedur logis dari ilmu (Analysis of the Procedures and Logic of ScientiÀc Explanation). Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu. LINGKUP FILSAFAT ILMU Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu. C. seperti : y Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis) y Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendakan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? .ilmiah dalam melakukan penelitian atas kenyataan yang terjadi di alam?. Sehingga sketsa filsafat ilmu dapat di gambarkan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Level Disciplin Subject-matter2 Philosophy of Science Analysis of the Procedures and Logic of ScientiÀc Explanation 1 Science Explanation of Facts 0 Facts Dengan memperhatikan tabel diatas secara jelas ditampilkan bahwa filsafat ilmu menempati level ke-2 sedangkan ilmu (science) pada level pertama dan semuanya pada satu pangkal pokok yakni fakta (kenyataan) menjadi basis utama bangunan segala disiplin ilmu.

pembahasan mengenai landasan epistemologi ilmu. budaya dan factor-faktor gender? Dari paparan ini dipertegas bahwa filsafat ilmu itu memiliki lingkup pembahasan yang meliputi: cakupan pembahasan landasan ontologis ilmu. OBYEK MATERIAL DAN OBYEK FORMAL FILSAFAT ILMU Ilmu filsafat memiliki obyek material dan obyek formal. D. model. eksperimen. Objek material adalah objek yang di jadikan sasaran . konfirmasi. reduksi dan sejumlah probabilitas-probalitasnya? y apa saja aturan ² aturan dalam pengembangan ilmu? Apa fungsi eksperimen ? apakah ada kegunaan dan memiliki nilai (yang mencakup kegunaan epistemic atau pragmatis) dalam kebijakan dan bagaimana semua itu dihubungkan dengan kehidupan social.Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan epistemologis) y Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidahkaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis). teori. dan pembahasan mengenai landasan aksiologis dari sebuah ilmu. Obyek material adalah apa yang dipelajari dan dikupas sebagai bahan (materi) pembicaraan. Sedangkan di dalam introduction-nya Stathis Psillos and martin Curd menjelaskan bahwa filsafat ilmu secara umum menjawab pertanyaan ² pertanyaan yang meliputi : y apa tujuan dari ilmu dan apa itu metode ? jelasnya apakah ilmu itu bagaimana membedakan ilmu dengan yang bukan ilmu (non science) dan juga pseudoscience? y bagaimana teori ilmiah dan hubungannya dengan dunia secara luas? y bagaimana konsep teoritik itu dapat lebih bermakna dan bermanfaat kemudian dapat dihubungkan dengan penelitian dan observasi ilmiah? y apa saja yang membangun struktur teori dan konsep-konsep seperti misalnya causation(sebab-akibat dan illat). eksplanasi (penjelasan).

dari mana asal pengetahuan dan kemana arah pengetahuan. sehingga yang tersirat dapat diungkapkan menjadi tersurat. struktur. Kekhususan gejala ilmu pengetahuan terhadap gejala pengetahuan dicermati dengan teliti. seperti apa hakikat ilmu pengetahuan. yang sedemikian khas sehingga mencirikan atau mengkhususkan bidang kegiatan yang bersangkutan. sehingga dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya secara umum. maka dihasilkanlah sistem filsafat ilmu. PROBLEMA FILSAFAT ILMU . ´Segala manusia ingin mengetahuiµ. dan validitas ilmu . Filsafat menggali ´kebenaranµ (versus ´kepalsuanµ). ´obyektivitasµ (versus ´subyektivitasµ). Jadi. dan kegiatan berfikir itu (sejauh dilakukan menurut sebab-musabab pertama) menghasilkan filsafat ilmu pengetahuan. bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fungsi ilmu itu bagi manusia. Dalam filsafat. itu kalimat pertama Aristoteles dalam Metaphysica. Dalam proses itu intuisi (merupakan hal yang ada dalam setiap pengalaman) menjadi basis bagi proses abstraksi. Tugas filsafat ini adalah menyoroti gejala itu berdasarkan sebab-musabab pertamanya. konsisten dan efisien. yakni pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) pengetahuan yang telah di susun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu. metode. Jika cara pendekatan itu logis. Pada gilirannya gejala ilmu-ilmu pengetahuan menjadi obyek material juga. Yang menyangkut asal usul. ada filsafat pengetahuan. E. Obyek materialnya adalah gejala ´manusia tahuµ. dapat dikatakan bahwa Objek formal adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Kekhususan itu terletak dalam cara kerja atau metode yang terdapat dalam ilmu-ilmu pengetahuan. ´kepastianµ (versus ´ketidakpastianµ). ´intuisiµ. Obyek formal adalah cara pendekatan yang dipakai atas obyek material. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan.menyelidiki oleh suatu ilmu. Objek material filsafat illmu adalah pengetahuan itu sendiri. Pengalaman manusia yang sungguh kaya dengan segala sesuatu yang tersirat ingin dinyatakan secara tersurat. ´abstraksiµ. Filsafat berangkat dari pengalaman konkret manusia dalam dunianya.

perkembangan dan kebenaran ilmu sesungguhnya bertumpu pada landasan ontologis (¶apa yang terjadi· ² eksistensi suatu entitas) Kedua. Di dalamnya mencakup paham tentang kepastian . yakni : y Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada. landasan berfikir. (3) konfirmasi dan (4) logikainferensi. epistemologis dan aksiologis. Oleh karena itu. FUNGSI DAN MANFAAT FILSAFAT ILMU Cara kerja filsafat ilmu memiliki pola dan model-model yang spesifik dalam menggali dan meneliti dalam menggali pengetahuan melalui sebab musabab pertama dari gejala ilmu pengetahuan. Permasalahan atau problema filsafat ilmu mancakup . Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Problem epistemologi. validitas. Cara kerjanya bertitik tolak pada gejala ² gejala pengetahuan mengadakan reduksi ke arah intuisi para ilmuwan. . batasan (konsep). Problem aksiologi. dan obyektifitas. y Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan. reliabilitas sampai soal kebenaran (bagaimana ilmu diturunkan ² metoda untuk menghasilkan kebenaran) Ketiga. sehingga kegiatan ilmu ² ilmu itu dapat dimengerti sesuai dengan kekhasannya masing-masing disinilah akhirnya kita dapat mengerti fungsi dari filsafat ilmu. y Memberikan pengertian tentang cara hidup. Ketiganya digunakan sebagai landasan penelaahan ilmu F. pemaparan serta penafsiran mengenai peranan (manfaat) ilmu dalam peradaban manusia. pandangan hidup dan pandangan dunia. sifat alami. Untuk Telaah tentang problema substansi Filsafat Ilmu. fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan. aspek estetis. adalah bahasan tentang asal muasal.Problem filsafat Ilmu dibicarakan sejajar dengan diskusi yang berkaitan dengan landasan pengembangan ilmu pengetahuan yakni landasan ontologis. kebenaran. implikasi etis. yaitu substansi yang berkenaan dengan: (1) fakta atau kenyataan. pertama Problem ontologi ilmu. asumsi. y Mempertahankan. (2) kebenaran (truth). menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya.

y Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri. sistematis. . mengkritik asumsi dan metode ilmu terusmenerus sehingga ilmuwan tetap bermain dalam koridor yang benar (metode dan struktur ilmu). bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi. y Mempertanggungjawabkan metode keilmuan secara logis-rasional. politik. Hakikat Filsafat Ilmu a. seperti ekonomi.rasional dan komprehensip. Manfaat lain mengkaji filsafat ilmu adalah : y Tidak terjebak dalam bahaya arogansi intelektual.tertib. ingin. y Kritis terhadap aktivitas ilmu/keilmuan. Selanjutnya dikatakan pula. senang dan kata Sophia/sophos yang artinya ilmu. Pengertian Filsafat Ilmu y merupakan cabang dari filsafat yang secara sistematis menelaah sifat dasar ilmu. Jadi berfikir filsafat mengandung makna berfikir tentang segala sesuatu yang ada secara kritis. yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana. y Berpikir sintetis-aplikatif (lintas ilmu-kontesktual). KESIMPULAN 1. 2. Hakekat Filsafat y Secara bahasa Philo/philia/philare yang artinya cinta. menguji. G. Jadi. khususnya mengenai metoda. y Merefleksikan. Jadi idzofahnya menjadi filsafat/falsafah/filosofi yang artinya mencintai kebijaksanan pengetahuan dan kenginan yang kuat akan ilmu pengetahuan. hukum dan sebagainya. y Memecahkan masalah keilmuan secara cerdas dan valid. Fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. kebijaksanaan atau pengetahuan.

3. Objek formal filsafat ilmu adalah ilmu atas dasar tinjauan filosofis. epistemologi ilmu. dan pembahasan mengenai landasan aksiologis dari sebuah ilmu. yaitu secara ontologis.konsep. Karakteristik filsafat ilmu y y Filsafat ilmu merupakan cabang dari filsafat. Dalam menyelesaikan kajiannya pada konsep ontologis. epistemologis. etis dan falsafi atas landasan ilmiah dan sikap konsisten dalam membangun teori serta tindakan ilmu. filsafat ilmu pada dasarnya adalah ilmu yang berbicara tentang ilmu pengetahuan (science of sciences) yang kedudukannya di atas ilmu lainnya. . 5. Filsafat ilmu berusaha menelaah ilmu secara filosofis dari berbagai sudut pandang dengan sikap kritis dan evaluatif terhadap kriteria-kriteria ilmiah. Objek filsafat ilmu y Cakupannya pembahasan tentang problema substansi landasan ontologis ilmu. dan praanggapan-pra-anggapannya. . sitematis berpangkal pada metode ilmiah . dan aksiologis dengan berbagai gejala dan upaya pendekatannya.secara epistemologis dan tinjauan ilmu secara aksiologis. y Menambah pemahaman yang utuh mengenai ilmu dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut sebagai landasan dalam proses pembelajaran dan penelitian ilmiah. y Memecahkan masalah dan menganalisis berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. 4. analisis obyektif. Lingkup dan problema substansi filsafat ilmu y Semakin kritis dalam sikap ilmiah dan aktivitas ilmu/keilmuan. b.y konsep. Pengertian Filsafat Ilmu y y Objek material filsafat ilmu adalah ilmu dengan segala gejalanya manusia untuk tahu. serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan intelektual.

Memecahkan masalah keilmuan secara cerdas dan valid. Mempertanggungjawabkan metode keilmuan secara logisrasional. Berpikir sintetis-aplikatif (lintas ilmu-kontesktual). menguji. Merefleksikan. mengkritik asumsi dan metode ilmu terus-menerus sehingga ilmuwan tetap bermain dalam koridor yang benar (metode dan struktur ilmu). .y y y y y Tidak terjebak dalam bahaya arogansi intelektual.

html http://pemikiranislam.ac.net/2010/04/epistemologi-islam .net/osman-bakar/32-epistemologi-menurutperspektif-islam-beberapa-isu-pilihan-untuk-diskusi.crcs.DAFTAR PUSTAKA www.htm http://i-epistemology.ugm.id/staffile/zab/makalah_untuk_seminar_epistemologi_i slam.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->