Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. Rachman, T. Tuniarti, Rojali, A.

Dimyati)

PEMBUDIDAYAAN KERANG MUTIARA AIR TAWAR (Margaritifera sp) DI KOLAM TERKONTROL B. Rachman, T. Yuniarti, Rojali, A. Dimyati

Abstrak Kerang air tawar jenis Margaritifera sp diduga pertama kali tersebar diwilayah perairan Indonesia bersamaan dengan nila yang didatangkan dari Taiwan pada tahun 1969 dalam fase glochidia (larva kerang), hingga saat ini potensinya belum diberdayakan secara optimum. Dengan morfologi yang menyerupai kerang mutiara air tawar yaitu Heryopsis sp maka akan sangat mungkin digunakan untuk produksi mutiara tawar. Langkah awal yang telah dirintis Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi sejak tahun 2005 untuk memproduksi mutiara tawar menggunakan Margaritifera sp diantaranya : pemilihan jenis kerang yang cocok, pengumpulan data kepadatan perwadah (koja), pertumbuhan, sintasan dan lingkungan (kualitas air dan kedalaman) di Karamba Jaring Apung. Untuk Tahun proyek 2007 karena media pemeliharaan pada Kolam Air Tenang maka dilakukan pengumpulan data ulang. Parameter yang diukur pada awal pemeliharaan; rata-rata diameter kerang (lebar. 8,6 cm),(tinggi. 5,5 cm) dan (tebal.3,7 cm) bobot rata-rata ukuran tebar antara 84,7 gram sampai 89 gram, kepadatan 5 ekor perkoja, dipelihara pada kedalaman 30 cm, 60 cm dan 90 cm, dan dilakukan implantasi dengan inti dari manik – manik plastik Ø 2 mm. Hasil Pemeliharaan memperlihatkan bahwa pertumbuhan terbesar untuk semua parameter yang diamati terdapat pada kedalaman 30 cm dimana untuk diameter kerang (lebar. 9,7 cm),(tinggi. 6 cm) dan (tebal.4,3 cm). Laju tertinggi bobot rata-rata harian yaitu antara 0,96% tertinggi dan 0% terendah. Bobot akhir ratarata sebesar 156 gram. sintasan terbesar pada akhir 93,3%. Sedangkan rata-rata perkembangan inti selama 9 bulan pemeliharaan untuk semua sampel pada semua kedalaman adalah 0,6 mm. Pada akhir pemeliharaan didapatkan 40 ekor Margaritifera sp yang terimplan atau target yang tercapai hanya 88%. Kata kunci : Margaritifera sp, kerang air tawar.

PENDAHULUAN Latar Belakang Kerang air tawar jenis Margaritifera sp diduga pertama kali tersebar diwilayah perairan Indonesia bersamaan dengan nila yang didatangkan dari Taiwan pada tahun 1969 dalam fase glochidia (larva kerang). Individu ini selanjutnya tumbuh dan berkembang biak di areal perkolaman rakyat sebagai komunitas bentos yang tidak pernah diketahui potensinya. Pemanfaatan hasil yang dilakukan petani selama ini hanya mengambil daging sebagai tambahan pakan bebek dan babi, sementara cangkang biologisnya memproduksi diberdayakan secara optimal. Pada saat ini negara yang sudah maju dalam memberdayakan kemampuan biologis kerang air tawar adalah China, produksinya menggunakan jenis kerang strain Heryopsis cumingii dengan areal maupun kemampuan mutiara belum

produksi hampir di seluruh wilayah perairan tawar di negara tersebut. Sementara schlegelii di Jepang mempergunakan strain H. produksinya

dikhususkan di Danau Biwa dan Danau Kasumigaura (Day,1949). Nilai lebih yang menyebabkan mahalnya harga mutiara air tawar adalah warnanya yang khas yaitu pink, kekuningan, keunguan, putih sutra dan keemasan (KHI, 2006). Jika dibandingkan dengan Jepang, Indonesia mempunyai wilayah perairan tawar yang jauh lebih luas berupa perkolaman, sungai dan danau yang sangat mungkin untuk pengembangan dan pemberdayaan kerang air tawar. Pada saat ini jenis yang umum ditemukan diperairan tawar baik sungai maupun danau dengan morfologi menyerupai Heryopsis sp adalah Margaritifera sp dan Anodonta sp (Moorkens,1999). Untuk keberhasilannya selain ketersediaan areal yang cukup untuk pembudidayaan dan produksi diperlukan juga pengetahuan yang luas

67

Selanjutnya data yang diperoleh diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan informasi untuk penyempurnaan pada budidaya dan produksi mutiara air tawar yang dilakukan pada tahun yang akan datang.dkk. shell holder. tali Parameter yang diamati meliputi tinggi. pertumbuhan bobot rata-rata individu. kolektor kerang. Tujuan Untuk mengetahui informasi tehnik plastik Ø 0. Selanjutnya masukan kerang yang sudah diimplan ke dalam nampan plastik berisi larutan antibiotik 10 ppm selama 15 menit. pisau/cutter. Target Target yang diharapkan mendapatkan 45 ekor kerang air tawar Margaritifera sp yang terimplan inti mutiara. Sampling Sampling dilakukan setiap bulan parameter yang diamati meliputi : a) Pertumbuhan diameter kerang pemeliharaan kerang mutiara air tawar meliputi pertumbuhan harian.dkk. pinset.1992) lebar. dan beratnya. jangka sorong. Pengimplanan nukleus dilakukan menggunakan injektor dengan posisi dibawah mantel diatas cangkang serta posisi inti antara otot anterior dan posterior (Winanto. tinggi.1992). untuk mengetahui yang mati dan memuntahkan nukleus. Tabel 1. 68 . timbangan sampling. tang mulut lebar. sifat biologis serta pengkajian dan penelitian secara terus-menerus.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) tentang siklus hidup. Bahan-Bahan yang Dipergunakan dalam Pelaksanaan Kegiatan Perekayasaan NO 1. sintasan. khusus pada kegiatan ini dicoba diimplankan manik – manik sebagai inti sedangkan pemeliharaanya pada kolom air dengan kedalaman yang berbeda. lampu duduk. dan tebal (Winanto. METODOLOGI Waktu dan Tempat Kegiatan ini dilakukan pada bulan MaretDesember 2006 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi Alat dan Bahan Alat Alat dan sarana yang akan digunakan adalah: pelampung gantung kolektor. BAHAN-BAHAN Kijing (Kerang air tawar) jenis Margaritifera sp. Ø 10-15 cm Manik-manik plastik Ø 3 mm Antibiotik JUMLAH 320 ekor KETERANGAN Kultivar yang digunakan untuk perekayasaan Nukleus Pencegahan infeksi setelah insert 2.25 cm. nampan plastik ukuran 40 x 30 x 3 cm3 Bahan Bahan-bahan yang dipergunakan disajikan dalam Tabel 1 berikut ini. perkembangan inti dan kualitas air selama pemeliharaan. Kerang dikondisikan didalam hapa selama 2 minggu. Kegiatan pembudidayaan kerang mutiara air tawar menggunakan Margaritifera sp di kolam terkontrol ini merupakan proyek lanjutan kegiatan perekayasan tahun 2005 yaitu Penerapan polikultur antara kijing (Margaritifera sp) dengan ikan nila dan mola dalam upaya produksi calon induk dan mutiara air tawar di Karamba Jaring Apung. lingkungan. 2 pak 1 ampul Prosedur kerja Sebelum di implan kerang diukur lebar. Kerang yang terisi nukleus dan masih hidup selanjutnya dimasukan ke dalam wadah (koja) dengan kepadatan 5 ekor/koja hal ini mengacu sintasan terbaik pada hasil pemeliharaan tahun 2005. 3.

meliputi. Rojali. Wo = Berat awal (gram) Wt = Berat akhir (gram) dioksida).Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. g) Pengukuran kualitas air c) Pertumbuhan (Effendie. Selisih nilai yang diperoleh merupakan perkembangan inti selama proses pelapisan nacre dalam tubuh kerang. Jenis kerang yang Dipelihara (Margaritifera sp) b) Rata-rata laju pertumbuhan bobot harian (NRC. diukur CO2 pH. T. yang terlarut). d) Tingkat kelangsungan hidup/Sintasan kecerahan. Selanjutnya dibandingkan dengan = Laju pertumbuhan spesifik = Rata-rata bobot badan saat panen = Rata-rata bobot badan saat tebar = Lama waktu pemeliharaan diameter inti yang diimplankan. Nitrat. 1979) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil SR = Sintasan No = Jumlah populasi pada awal pemeliharaan (ekor) Nt = Jumlah populasi pada akhir pemeliharaan (ekor) Pertumbuhan Diameter Kerang Hasil pemeliharaan yang dlakukan dikolam dengan menggunakan koja gantung selama 9 bulan memperlihatkan penambahan diameter berupa Lebar 69 . 1979) t = Lama waktu pemeliharaan e) Pekembangan inti f) Untuk melihat perkembangan inti dilakukan dengan mengukur diameternya pada akhir kegiatan. Dimyati) Gambar 1.1977 dalam Effendi. (Effendie. Rachman. dan temperatur. 1979) bobot rata-rata W = Wt – Wo W = Pertumbuhan (gram) berat mutlak individu h) Pengukuran kualitas air dilakukan tiap bulan sekali (karbon adapun DO parameter (oksigen Nitrite. A. Untuk menjaga agar tidak terjadi stres yang menimbulkan kematian individu maka pengamatan inti dilakukan pada akhir kegiatan. Tuniarti.

7 cm).4 4. Tinggi(Tgi).8 3. 9.1 9. sementara pada kedalaman 60 cm adalah 0.4 9.7 3.3 Tbl 3.3 6. Penurunan sintasan untuk masing-masing kedalaman adalah berbeda dimana untuk kedalaman 30 cm dimulai pada bulan September sedangkan untuk kedalaman 60 cm dan 90 cm pada bulan Juni.2 6.6 6. terdapat pada kedalaman 30 cm yaitu 93.9 3.7 5.7 5.9 6 6 6.4 4.5 70 .(Tgi.5 Lb 8. 5. setelah bulan Agustus laju pertumbuhan bobot ratarata untuk ketiga kedalaman yaitu 30 cm.9 6.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) (Lb).8 cm) dan dan terendah pada perlakuan 3 (kedalaman 90 cm) dengan (Lb.7 3.5 9.(Tgi.8 8.2 9.1 cm).2 6. Tabel 2.3 Tbl 3.Tinggi.9 KEDALAMAN (cm) 60 Tgi 5.9 4.4 4.2 cm). (Tbl.9 10 10 10 90 Tgi 5. Data selengkapnya dari pertumbuhan diameter kerang disajikan pada Tabel 2. sedang kedalaman 90 cm tertinggi Namun terlihat bahwa 0.4. Namun pada akhir kegiatan kondisinya berbalik dimana untuk bobot akhir ratarata terbesar dicapai oleh kedalaman 30 cm yaitu 156 gram.8 6.3 cm). Terlihat pula untuk bobot rata-rata bulanan tertinggi pada kedalaman 30 cm semakin menurun pada kedalaman 60 cm dan terendah pada kedalaman 90 cm.7 5.8 5.0 9.9 4. diikuti kedalaman 60 cm yaitu 84. 5.3 5. Lebar.5 5.5 4. Hingga akhir pemeliharaan pertumbuhan Pertumbuhan Bobot Rata-rata Individu Pada Tabel 4 ditampilkan data mengenai pertumbuhan bobot rata-rata individu tiap bulan.6 3. dan Tebal (Tbl) dari cangkang kerang yang dipelihara.5 4.9 4 4.2 9.94% dan terendah 0%. 9.9 4. disusul perlakuan 2 (kedalaman 60 cm) dengan (Lb.2 9.8 10 9.9 10 10 10 10 Tgi 6 5. (Tgi.2 4.1 6. diikuti kedalaman 60 cm yaitu 142 gram dan yang terkecil pada kedalaman 90 cm yaitu 141 gram.3 cm).7 9.4 4. Rata-rata Laju Pertumbuhan Bobot Harian Rata-rata laju pertumbuhan bobot harian kerang yang dipelihara dapat dilihat pada Tabel 3.3 6.7 cm) dan (Tbl.3%.4 4.8 9.1 6.4.3 8.3 Lb 8. Tebal Cangkang Kerang Yang Dipelihara BULAN 30 Lb April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 9.2 6.2 3. Tingkat Kelangsungan Hidup (Sintasan) Sintasan terbesar pada akhir pengamatan diameter cangkang terbesar dicapai oleh perlakukan 1 (kedalaman 30 cm) yaitu untuk (Lb.7 9. 60 cm serta 90 cm mulai menurun 0% hingga bulan Desember 2006. diikuti kedalaman 60 cm yaitu 53.1 9. Terlihat bahwa laju tertinggi pertumbuhan bobot rata-rata harian kerang yang dipelihara pada kedalaman 30 cm adalah 0.3% dan terendah pada kedalaman 90 cm yaitu 46% (Tabel 5).4. Walaupun bobot awal rata-rata kerang untuk masing-masing kedalaman berbeda dimana secara berurutan bobot terbesar untuk kedalaman 90 cm adalah 89 gram.4 9.3 cm).96% dan terendah 0%.3 6. 6 cm) dan (Tbl.1 5.1 4.4 5.8 5. 9.7 gram kemudian yang terendah pada kedalaman 30 cm yaitu 86 gram.7 3.95% dan terendah 0%.2 Tbl 3.7 5.7 4.9 9.2 4.

Margaritifera BOBOT (g) BULAN 30 April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 86 100 109 113 147 149 151 154 156 KEDALAMAN (cm) 60 84.3 53.92 0.3 53. Gambar 2.86 0 0 0 0 60 0. Margaritifera selama Pemeliharaan SINTASAN (%) PERTUMBUHAN BULAN 30 April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 0.3 53. Ukuran inti pada awal pegimplanan adalah 2.89 0.7 104 105 106 118 135 139 139 142 90 89 105 106 107 115 133 138 138 141 Perkembangan Inti Perkembangan inti selama proses pemeliharaan ditampilkan pada Gambar 2 dibawah ini.85 0.95 0. margaritifera Tabel 5.6 mm).3 93.92 0. Rojali. Dimyati) Tabel 3.96 0.94 0.6 mm (ada selisih lebar 0.93 0.3 93. Tuniarti. A.0 mm sedangkan pada saat pembedahaan 2. Sintasan Kerang M. Perkembangan Inti selama Pemeliharaan 71 .92 0. T.3 90 100 66 53 53 53 60 60 46 46 KEDALAMAN (cm) Tabel 4.85 0.94 0 0 0 0 BULAN 30 April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 100 100 100 100 100 93. dari hasil pengukuran terjadi penambahan lebar diameter inti. Rata-Rata Laju Pertumbuhan Bobot Harian Kerang M.93 0 0 0 0 (ALPHA %) 90 0.3 93.3 KEDALAMAN (cm) 60 100 100 86 86 86 53. Rachman.85 0. Pada saat akhir pemeliharaan dilakukan pengecekan inti melalui pembedahan.Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. Pertumbuhan Bobot Rata-Rata Individu Kerang M.94 0.

32 17.67 2.043 0.41 7.65 18.1 0.67 3.03 0.8 3.4 6.9 23.4 5.9 25 25 1.1 25.48 7.09 0.7 0.67 60 24. **) Skinner et al. dan tebal.082 0.64 17.6 0.11 50 25.0 55 25.32 16. Hal ini bisa dilihat dari selisih perluasan cangkang antara saat awal tebar dengan pemeliharan dimana untuk kedalaman 30 akhir cm Monitoring Kualitas Air Selama masa pemeliharaan juga dilakukan monitoring kualitas air. Data selengkapnya dari kualitas air Sebagai referensi pada ditampilkan pada Tabel 6.03 0.37 7.4 6.7 0.69 18.5 2.36 6.1 0.9 2.03 0.58 6.55 7.19 17.1 0.5 5.082 0.9 0. Pembahasan Pertumbuhan Diameter Kerang Hasil pemeliharaan yang dlakukan dikolam adanya pernambahan diameter Keterangan : *) Dan et al.5 2.1 0.4 19.9 24. 2003 dengan menggunakan koja gantung selama 10 bulan memperlihatkan berupa lebar.084 0.03 0.2 22.4 6.9 0.31 16 0.35 7 2.9 0.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) Tabel 6.9 0.2 2.2 0.03 0.03 0.1 25 25.2 19. Tabel 7 dibawah ini ditampilkan kualitas air ideal untuk pemeliharaan kerang air tawar.9 0.39 6.75 0.36 6.17 2.37 7.9 2.9 18. Data Kisaran Kualitas Air Ideal yang Disarankan PARAMETER DO (ppm) pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) Level kesuburan Subtrat KISARAN IDEAL ≥ 3* 7 – 8* 40 -50** 15 – 25* Oligotropik** Pasir berbatu** sampling.9 0.0 24.2 24.5 2.17 4.093 0.2 19.36 7.1 4.32 19.50 6.36 7.67 60 24.45 0.10 50 25.084 0.7 0.4 6.3 19.5 2.8 25 25.54 17.54 7. tinggi.2 19.1 0.85 18.9 2.04 16.9 17.04 0.11 50 25.9 0.1 0.080 0.5 24.09 0.2 2.12 50 25.37 7.9 23.9 0.9 0.9 24.2 2.8 0.69 16.35 7.75 18.82 6. Data Kisaran Kualitas Air selama Pemeliharaan BULAN PARAMETER APRIL MEI JUNI JULI AGS SEPT OKT NOP DES KEDALAMAN 30 cm DO (ppm) CO2 (ppm) Nitrite Nitrat pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) 2.49 17.2 0.9 1.9 2.05 0.32 18.45 0.04 0.4 2. sebagai parameter pendukung data utama.8 0.5 KEDALAMAN 90 cm DO (ppm) CO2 Nitrite Nitrat pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) 24.2 0.4 6.5 2.73 0.6 0. Montoring dilakukan secara rutin setelah 72 .083 0. 2000.2 Tabel 7.03 0.09 0.61 16.49 7.043 0.1 19.2 2.65 18.55 6.8 23.9 KEDALAMAN 60 cm DO (ppm) CO2 Nitrite Nitrat pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) 24.0 55 25.01 16.043 0.62 7.13 50 25.39 6.51 6.2 2.25 19.2 0.

sedangkan kedalaman 60 cm pada ketebalannya. dengan aliran air yang stagnan. Pada gambar 2 terlihat bahwa stagnanya pertumbuhan antara bulan September dan Desember diduga pada bulan tersebut kisaran nila parameter kualitas air mencapai titik terendah.2 ppm. dengan nilai pH 7 – 8 dan temperatur antara 15 – 250C. Selanjutnya untuk kedalaman 90 cm untuk Tinggi = 0.02 – 4. A.85% sampai 0. Fakta ini dikuatkan dari nilai kisaran oksigen terlarut antara 2.2 – 7.3 cm.3 cm. dan Tebal 0.14 ppm sampai 4. Tuniarti. harian kerang yang dipelihara pada semua kedalaman dapat dilihat pada Gambar 3.6 cm.9 dan kecerahan 50 – 60 cm.9 °C.67. Secara umum berbeda dimana untuk kedalaman 30 cm dan 90 cm terbesar lebarnya.2003. selain itu kondisi air keruh Terlihat bahwa pertumbuhan kerang yang dipelihara pada kedalaman 30 cm lebih besar dibandingkan kedalaman 60 cm dan 90 cm. Temperatur 22.dan cangkang perluasan pada masing-masing pada Lebar = 1.9 cm. tahun margaritifera mempunyai sifat lambat dalam untuk membangun lapisan permukaan pertumbuhan. T.86 % sampai 0. Ditambahkan oleh Bahwa untuk Baner 1988 dalam Skinner.9 cm.6 cm. Tinggi = 0.4 – 25. subtrat pasir berbatu dengan kedalaman optimum 30 – 40 cm dan konduksi aliran air kurang dari 100 µ S cm -1 . Pertumbuhan Bobot Rata-rata Individu Pertumbuhan bobot rata-rata individu M. pH 6.9 cm. et al. Kisaran nilai tumbuh harian untuk kedalaman 30 cm antara 0.94%. Dimana nilainya mendekati oksigen terlarut dan temperatur optimum yaitu ≥ 3 ppm dan 15 4 73 . berair jernih. Rojali.85% sampai 0. Dimyati) Lebar = 1 cm.95% sedangkan untuk kedalaman 90 cm adalah yang paling rendah yaitu antara 0. Sedangkan pada kedalaman 60 cm untuk Lebar = 1.dan Tebal 2. Rata-Rata Laju Pertumbuhan Bobot Harian Ilustrasi rata-rata laju pertumbuhan bobot kondisi yang baik untuk pertumbuhan kerang mutiara air tawar adalah perairan yang mengandung oksigen terlarut rata-rata ≥ 3 ppm. Pada kedalaman 60 cm adalah antara 0. Margaritifera kondisi perairan harus oligotropik.32 ppm dan temperatur antara 23. 2000. pertumbuhan optimal jenis M. 1999) untuk kerang M.Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. Hal ini diduga kondisi ideal kisaran parameter kualitas air pada kedalaman 30 cm lebih mendekati optimum dibandingkan kedalaman 60 cm dan 90 cm.96%. 3 Pada bulan pertama sampai dengan bulan keenam kerang yang dipelihara pada masing – masing kedalaman tumbuh tetapi sangat lambat . Menurut Dan. Rachman. Hal ini menurut (Moorkens. Perluasan pun kedalaman Tebal 0. serta memerlukan waktu beberapa cangkang. Margaritifera pada semua kedalaman yang diamati terlihat selalu bertambah sejak bulan pertama tebar yaitu April hingga akhir pengamatan pada bulan Desember hal ini bisa di lihat pada Gambar 4. Tinggi = 0.7 cm.4 – 25. Hal ini diduga selain karakter pertumbuhannya lambat juga parameter kualitas air media kurang optimal seperti kisaran oksigen terlarut yang hanya 1.

KESIMPULAN DAN SARAN 5 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dapat Perkembangan Inti Adanya penambahan ukuran inti pemeliharaan memperlihatkan bahwa pada akhir inti yang disimpulkan bahwa : a. oksigen serta kisaran temperatur tersebut kerang akan mampu melakukan metabolisme tubuh secara baik sehingga mendukung pertumbuhannya. Selanjutnya terlihat bahwa sintasan tertinggi dicapai pada kedalaman 30 cm. Karena pada pemeliharaan ini inti ditempatkan menempel pada cangkang maka calon mutiara yang terbentuk adalah blister (setengah bulat) Monitoring Kualitas Air Secara umum kisaran kualitas air yang digunkan selama masa pemeliharaan kerang masih jauh dari kondisi ideal. Lebih jauh dijelaskan oleh Winanto. Besar kecilnya mutiara yang terjadi akan sangat tergantung dari ketebalan lapisan prismatik yang dihasilkan dan inti yang diimplankan. sedang komponen pembentuk lapisan prismatic adalah kristal hexagonal calsite selain itu sel-sel tersebut juga mengeluarkan zat organik conchiolin (C32H48N2O11) dengan bahan kristal yang mengandung kapur sebagai bahan perekat. pada media pemeliharaan Kecerahan antara 50 – 60 cm. sementara kedalaman 90 cm pada akhir bulan pertama. 1976. semakin menurun pada kedalaman 60 cm dan terendah pada kedalaman 90 cm. et al. 2000). Pada proses pemeliharaan dan produksi kerang mutiara tawar dengan menggunakan Margaritifera sp yang dipelihara di koja kondisi terbaik adalah pada kedalaman 30 cm. Tingkat Kelangsungan Hidup (Sintasan) Pada Gambar 5 sintasan untuk masing – masing kedalaman selama pemeliharaan terlihat sangat berbeda . Terlihat bahwa berkurangnya sintasan utuk kedalaman 30 cm dan 60 cm mulai terjadi setelah bulan ke dua pemeliharaan.1992. dengan asumsi bahwa oksigen terlarut merupakan faktor pembatas maka kondisi harian yang paling baik adalah pada bulan Juni sampai Juli selain bulan tersebut tidak layak digunakan untuk pemeliharaan. ini artinya pada kolom tersebut plankton tumbuh dengan baik karena adanya sinar matahari dengan posisi penempatan kerang pada kedalaman 30 cm sifat hidupnya yang pasif serta filter feeder akan sangat terbantu untuk mendapatkan makan dibandingkan kerang pada kedalaman 60 dan 90 cm yang miskin plankton. diimplankan dibawah mantel telah berhasil tumbuh walaupun sangat lambat. hal ini diduga kisaran parameter kualitas air pada kedalaman 30 cm lebih sesuai untuk kehidupan kerang jika dibandingkan kedalaman 60 cm dan 90 cm. Selanjutnya dijelaskan bahwa sel-sel epitel luar ini menghasilkan crystaline calcium carbonat (CaCo3) dalam bentuk kristal aragonit yang dikenal sebagai ”nacre”. Menurut Dwiponggo. Secara histologi mantel merupakan selaput jaringan 74 . Dengan konsentrasi penghubung yang dilindungi oleh sel-sel epitel. bagian yang bersentuhan dengan cangkang disebut epitel luar. Dengan adanya inti yang menempel pada cangkang secara otomatis akan terjadi pelapisan nacre yang menyebabkan terbentuknya lapisan prismatik.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) – 250C (Dan.

R. Badan Standar Nasional Indonesia. 2000. Tahiti. Skinner. Ekology Series No. c. United States Departement of The Interiror.A. Tuniarti. United Kingdom. Conserving Natura 2000 Rivers. 1999.E. Y and Lee. b. Jiangsu Province China Dwiponggo. Rachman. A. Lembaga Peneltian Perikanan Laut. dan M.Inc. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan dapat disarankan bahwa : a.H. Dan. Chinese Academy of Fisheries Sciences. 1992.T. A. A. Benih ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) Kelas Benih Sebar. Budidaya Mutiara. Tahitian and Akoya Pearl. Conservation Management of The Freshwater Pearl Mussel. Jakarta KHI. Pontjoprawiro. Jakarta. Fish and Wildlife Service. Effendie. 75 .2. Yayasan Dewi Sri. Perlu tehnik pengimplanan pada bagian yang lain sebagai upaya untuk mendapatkan hasil yang paling optimal.2006. Mutiara (bab 1). 1949. USA. Pearl Culture in Japan. and Gu. Bogor.H. Freshwater Pearl Culture and Production in China. S. Rojali. Dimyati) b. Metode Biologi Perkanan. Murdjani. Standar Nasional Indonesia. Mengingat pembentukan nacre berlangsung sangat diameter lambat kerang sebaiknya agar inti yang yang diimplankan lebih besar atau disesuaikan mutiara dihasilkan lebih besar ukurannya. Moorkens. Margaritifera sp yang terimplan atau target yang tercapai hanya DAFTAR PUSTAKA Day. Kecilnya calon mutiara yang dihasilkan oleh Margaritifera sp disibebabkan diameter inti yang dimplankan terlalu kecil hanya 2 mm . 1999.A. Pada hasil akhir pemeliharaan didapatkan sekitar 40 ekor 88%. T. Winanto. Pearl Grading Freshwater. Mark. 1976. Ekology of The Freshwater Pearl Mussel. Balai Budidaya Laut Lampung.Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. 1979. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful