Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. Rachman, T. Tuniarti, Rojali, A.

Dimyati)

PEMBUDIDAYAAN KERANG MUTIARA AIR TAWAR (Margaritifera sp) DI KOLAM TERKONTROL B. Rachman, T. Yuniarti, Rojali, A. Dimyati

Abstrak Kerang air tawar jenis Margaritifera sp diduga pertama kali tersebar diwilayah perairan Indonesia bersamaan dengan nila yang didatangkan dari Taiwan pada tahun 1969 dalam fase glochidia (larva kerang), hingga saat ini potensinya belum diberdayakan secara optimum. Dengan morfologi yang menyerupai kerang mutiara air tawar yaitu Heryopsis sp maka akan sangat mungkin digunakan untuk produksi mutiara tawar. Langkah awal yang telah dirintis Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi sejak tahun 2005 untuk memproduksi mutiara tawar menggunakan Margaritifera sp diantaranya : pemilihan jenis kerang yang cocok, pengumpulan data kepadatan perwadah (koja), pertumbuhan, sintasan dan lingkungan (kualitas air dan kedalaman) di Karamba Jaring Apung. Untuk Tahun proyek 2007 karena media pemeliharaan pada Kolam Air Tenang maka dilakukan pengumpulan data ulang. Parameter yang diukur pada awal pemeliharaan; rata-rata diameter kerang (lebar. 8,6 cm),(tinggi. 5,5 cm) dan (tebal.3,7 cm) bobot rata-rata ukuran tebar antara 84,7 gram sampai 89 gram, kepadatan 5 ekor perkoja, dipelihara pada kedalaman 30 cm, 60 cm dan 90 cm, dan dilakukan implantasi dengan inti dari manik – manik plastik Ø 2 mm. Hasil Pemeliharaan memperlihatkan bahwa pertumbuhan terbesar untuk semua parameter yang diamati terdapat pada kedalaman 30 cm dimana untuk diameter kerang (lebar. 9,7 cm),(tinggi. 6 cm) dan (tebal.4,3 cm). Laju tertinggi bobot rata-rata harian yaitu antara 0,96% tertinggi dan 0% terendah. Bobot akhir ratarata sebesar 156 gram. sintasan terbesar pada akhir 93,3%. Sedangkan rata-rata perkembangan inti selama 9 bulan pemeliharaan untuk semua sampel pada semua kedalaman adalah 0,6 mm. Pada akhir pemeliharaan didapatkan 40 ekor Margaritifera sp yang terimplan atau target yang tercapai hanya 88%. Kata kunci : Margaritifera sp, kerang air tawar.

PENDAHULUAN Latar Belakang Kerang air tawar jenis Margaritifera sp diduga pertama kali tersebar diwilayah perairan Indonesia bersamaan dengan nila yang didatangkan dari Taiwan pada tahun 1969 dalam fase glochidia (larva kerang). Individu ini selanjutnya tumbuh dan berkembang biak di areal perkolaman rakyat sebagai komunitas bentos yang tidak pernah diketahui potensinya. Pemanfaatan hasil yang dilakukan petani selama ini hanya mengambil daging sebagai tambahan pakan bebek dan babi, sementara cangkang biologisnya memproduksi diberdayakan secara optimal. Pada saat ini negara yang sudah maju dalam memberdayakan kemampuan biologis kerang air tawar adalah China, produksinya menggunakan jenis kerang strain Heryopsis cumingii dengan areal maupun kemampuan mutiara belum

produksi hampir di seluruh wilayah perairan tawar di negara tersebut. Sementara schlegelii di Jepang mempergunakan strain H. produksinya

dikhususkan di Danau Biwa dan Danau Kasumigaura (Day,1949). Nilai lebih yang menyebabkan mahalnya harga mutiara air tawar adalah warnanya yang khas yaitu pink, kekuningan, keunguan, putih sutra dan keemasan (KHI, 2006). Jika dibandingkan dengan Jepang, Indonesia mempunyai wilayah perairan tawar yang jauh lebih luas berupa perkolaman, sungai dan danau yang sangat mungkin untuk pengembangan dan pemberdayaan kerang air tawar. Pada saat ini jenis yang umum ditemukan diperairan tawar baik sungai maupun danau dengan morfologi menyerupai Heryopsis sp adalah Margaritifera sp dan Anodonta sp (Moorkens,1999). Untuk keberhasilannya selain ketersediaan areal yang cukup untuk pembudidayaan dan produksi diperlukan juga pengetahuan yang luas

67

dkk. Selanjutnya data yang diperoleh diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan informasi untuk penyempurnaan pada budidaya dan produksi mutiara air tawar yang dilakukan pada tahun yang akan datang. Kerang dikondisikan didalam hapa selama 2 minggu. Sampling Sampling dilakukan setiap bulan parameter yang diamati meliputi : a) Pertumbuhan diameter kerang pemeliharaan kerang mutiara air tawar meliputi pertumbuhan harian.1992) lebar. Ø 10-15 cm Manik-manik plastik Ø 3 mm Antibiotik JUMLAH 320 ekor KETERANGAN Kultivar yang digunakan untuk perekayasaan Nukleus Pencegahan infeksi setelah insert 2. lampu duduk. 3. Kerang yang terisi nukleus dan masih hidup selanjutnya dimasukan ke dalam wadah (koja) dengan kepadatan 5 ekor/koja hal ini mengacu sintasan terbaik pada hasil pemeliharaan tahun 2005. Tabel 1. nampan plastik ukuran 40 x 30 x 3 cm3 Bahan Bahan-bahan yang dipergunakan disajikan dalam Tabel 1 berikut ini. jangka sorong.25 cm. Selanjutnya masukan kerang yang sudah diimplan ke dalam nampan plastik berisi larutan antibiotik 10 ppm selama 15 menit. untuk mengetahui yang mati dan memuntahkan nukleus. sifat biologis serta pengkajian dan penelitian secara terus-menerus. khusus pada kegiatan ini dicoba diimplankan manik – manik sebagai inti sedangkan pemeliharaanya pada kolom air dengan kedalaman yang berbeda. sintasan. Bahan-Bahan yang Dipergunakan dalam Pelaksanaan Kegiatan Perekayasaan NO 1. kolektor kerang. dan tebal (Winanto. Tujuan Untuk mengetahui informasi tehnik plastik Ø 0.1992). BAHAN-BAHAN Kijing (Kerang air tawar) jenis Margaritifera sp. perkembangan inti dan kualitas air selama pemeliharaan. tali Parameter yang diamati meliputi tinggi. 2 pak 1 ampul Prosedur kerja Sebelum di implan kerang diukur lebar. tang mulut lebar. pertumbuhan bobot rata-rata individu. Kegiatan pembudidayaan kerang mutiara air tawar menggunakan Margaritifera sp di kolam terkontrol ini merupakan proyek lanjutan kegiatan perekayasan tahun 2005 yaitu Penerapan polikultur antara kijing (Margaritifera sp) dengan ikan nila dan mola dalam upaya produksi calon induk dan mutiara air tawar di Karamba Jaring Apung. tinggi. timbangan sampling. dan beratnya.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) tentang siklus hidup. lingkungan. Target Target yang diharapkan mendapatkan 45 ekor kerang air tawar Margaritifera sp yang terimplan inti mutiara. Pengimplanan nukleus dilakukan menggunakan injektor dengan posisi dibawah mantel diatas cangkang serta posisi inti antara otot anterior dan posterior (Winanto. shell holder. 68 . pisau/cutter.dkk. pinset. METODOLOGI Waktu dan Tempat Kegiatan ini dilakukan pada bulan MaretDesember 2006 di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi Alat dan Bahan Alat Alat dan sarana yang akan digunakan adalah: pelampung gantung kolektor.

yang terlarut). Selisih nilai yang diperoleh merupakan perkembangan inti selama proses pelapisan nacre dalam tubuh kerang. (Effendie. T. Selanjutnya dibandingkan dengan = Laju pertumbuhan spesifik = Rata-rata bobot badan saat panen = Rata-rata bobot badan saat tebar = Lama waktu pemeliharaan diameter inti yang diimplankan. Rojali. dan temperatur. Jenis kerang yang Dipelihara (Margaritifera sp) b) Rata-rata laju pertumbuhan bobot harian (NRC. Nitrat. Wo = Berat awal (gram) Wt = Berat akhir (gram) dioksida). 1979) bobot rata-rata W = Wt – Wo W = Pertumbuhan (gram) berat mutlak individu h) Pengukuran kualitas air dilakukan tiap bulan sekali (karbon adapun DO parameter (oksigen Nitrite. Dimyati) Gambar 1. diukur CO2 pH. 1979) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil SR = Sintasan No = Jumlah populasi pada awal pemeliharaan (ekor) Nt = Jumlah populasi pada akhir pemeliharaan (ekor) Pertumbuhan Diameter Kerang Hasil pemeliharaan yang dlakukan dikolam dengan menggunakan koja gantung selama 9 bulan memperlihatkan penambahan diameter berupa Lebar 69 . Tuniarti. d) Tingkat kelangsungan hidup/Sintasan kecerahan. Untuk menjaga agar tidak terjadi stres yang menimbulkan kematian individu maka pengamatan inti dilakukan pada akhir kegiatan. g) Pengukuran kualitas air c) Pertumbuhan (Effendie. 1979) t = Lama waktu pemeliharaan e) Pekembangan inti f) Untuk melihat perkembangan inti dilakukan dengan mengukur diameternya pada akhir kegiatan.Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. A. Rachman. meliputi.1977 dalam Effendi.

7 5.5 5.9 6 6 6.2 6. 9.8 3.1 9.9 4.8 cm) dan dan terendah pada perlakuan 3 (kedalaman 90 cm) dengan (Lb.2 9.7 5.3 cm).2 6.Tinggi.5 Lb 8.1 5.5 4. setelah bulan Agustus laju pertumbuhan bobot ratarata untuk ketiga kedalaman yaitu 30 cm.8 9. dan Tebal (Tbl) dari cangkang kerang yang dipelihara. Walaupun bobot awal rata-rata kerang untuk masing-masing kedalaman berbeda dimana secara berurutan bobot terbesar untuk kedalaman 90 cm adalah 89 gram. 60 cm serta 90 cm mulai menurun 0% hingga bulan Desember 2006.3 6. Lebar. Tingkat Kelangsungan Hidup (Sintasan) Sintasan terbesar pada akhir pengamatan diameter cangkang terbesar dicapai oleh perlakukan 1 (kedalaman 30 cm) yaitu untuk (Lb.3% dan terendah pada kedalaman 90 cm yaitu 46% (Tabel 5).3%.4 4.6 3.9 4 4.2 6. 9. (Tgi.1 cm). Tabel 2.8 8.3 Tbl 3.3 5.1 9. Terlihat bahwa laju tertinggi pertumbuhan bobot rata-rata harian kerang yang dipelihara pada kedalaman 30 cm adalah 0.4 9.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) (Lb).2 Tbl 3.4 4.9 KEDALAMAN (cm) 60 Tgi 5.7 3.3 Lb 8. 5.5 4.8 6.3 cm).9 6.9 10 10 10 90 Tgi 5. Hingga akhir pemeliharaan pertumbuhan Pertumbuhan Bobot Rata-rata Individu Pada Tabel 4 ditampilkan data mengenai pertumbuhan bobot rata-rata individu tiap bulan.9 9.8 10 9. terdapat pada kedalaman 30 cm yaitu 93.2 4.5 9.2 9.1 6. diikuti kedalaman 60 cm yaitu 84.6 6. Data selengkapnya dari pertumbuhan diameter kerang disajikan pada Tabel 2.4 4.96% dan terendah 0%.7 5.7 gram kemudian yang terendah pada kedalaman 30 cm yaitu 86 gram.7 4.7 9.1 4.(Tgi.4. 9. Tinggi(Tgi).7 9.9 4.7 cm) dan (Tbl.2 9.3 6.3 Tbl 3.4. diikuti kedalaman 60 cm yaitu 142 gram dan yang terkecil pada kedalaman 90 cm yaitu 141 gram.9 10 10 10 10 Tgi 6 5.4. disusul perlakuan 2 (kedalaman 60 cm) dengan (Lb.2 3. diikuti kedalaman 60 cm yaitu 53.9 3.95% dan terendah 0%.3 8. Tebal Cangkang Kerang Yang Dipelihara BULAN 30 Lb April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 9.(Tgi.7 cm).5 70 . sedang kedalaman 90 cm tertinggi Namun terlihat bahwa 0.7 3.4 4.2 4. 5.4 9. sementara pada kedalaman 60 cm adalah 0.3 cm).94% dan terendah 0%. Penurunan sintasan untuk masing-masing kedalaman adalah berbeda dimana untuk kedalaman 30 cm dimulai pada bulan September sedangkan untuk kedalaman 60 cm dan 90 cm pada bulan Juni.0 9.9 4.3 6.1 6.2 cm). 6 cm) dan (Tbl.7 5.8 5.8 5.7 3. Rata-rata Laju Pertumbuhan Bobot Harian Rata-rata laju pertumbuhan bobot harian kerang yang dipelihara dapat dilihat pada Tabel 3. Namun pada akhir kegiatan kondisinya berbalik dimana untuk bobot akhir ratarata terbesar dicapai oleh kedalaman 30 cm yaitu 156 gram.4 5. Terlihat pula untuk bobot rata-rata bulanan tertinggi pada kedalaman 30 cm semakin menurun pada kedalaman 60 cm dan terendah pada kedalaman 90 cm.4 4. (Tbl.

Rata-Rata Laju Pertumbuhan Bobot Harian Kerang M.96 0. dari hasil pengukuran terjadi penambahan lebar diameter inti. Perkembangan Inti selama Pemeliharaan 71 . Dimyati) Tabel 3. A.0 mm sedangkan pada saat pembedahaan 2.89 0. Ukuran inti pada awal pegimplanan adalah 2.94 0.86 0 0 0 0 60 0.3 93. Sintasan Kerang M. Pada saat akhir pemeliharaan dilakukan pengecekan inti melalui pembedahan.94 0 0 0 0 BULAN 30 April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 100 100 100 100 100 93. Margaritifera BOBOT (g) BULAN 30 April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 86 100 109 113 147 149 151 154 156 KEDALAMAN (cm) 60 84.92 0. Rojali.95 0.92 0. Tuniarti.92 0.93 0.94 0.Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B.93 0 0 0 0 (ALPHA %) 90 0.6 mm (ada selisih lebar 0.6 mm).85 0.85 0.3 53. Pertumbuhan Bobot Rata-Rata Individu Kerang M.3 53.3 90 100 66 53 53 53 60 60 46 46 KEDALAMAN (cm) Tabel 4. T. Gambar 2.3 KEDALAMAN (cm) 60 100 100 86 86 86 53.7 104 105 106 118 135 139 139 142 90 89 105 106 107 115 133 138 138 141 Perkembangan Inti Perkembangan inti selama proses pemeliharaan ditampilkan pada Gambar 2 dibawah ini.85 0. Rachman. margaritifera Tabel 5.3 93.3 53. Margaritifera selama Pemeliharaan SINTASAN (%) PERTUMBUHAN BULAN 30 April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember 0.3 93.

03 0.55 7.54 17.37 7.32 18.043 0.73 0.4 6.04 0. Data Kisaran Kualitas Air selama Pemeliharaan BULAN PARAMETER APRIL MEI JUNI JULI AGS SEPT OKT NOP DES KEDALAMAN 30 cm DO (ppm) CO2 (ppm) Nitrite Nitrat pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) 2.2 24.2 2.09 0.37 7.9 2.1 0.41 7.084 0.12 50 25.54 7.043 0.03 0.2 Tabel 7.1 0.6 0.3 19.8 23.5 5.2 19.39 6.080 0.7 0.9 2.9 1.10 50 25. Pembahasan Pertumbuhan Diameter Kerang Hasil pemeliharaan yang dlakukan dikolam adanya pernambahan diameter Keterangan : *) Dan et al.9 0.48 7.03 0. Tabel 7 dibawah ini ditampilkan kualitas air ideal untuk pemeliharaan kerang air tawar.64 17.093 0.5 2.65 18.9 2.49 17.9 2.13 50 25.82 6.36 7.69 18.5 2.5 24.1 0. Hal ini bisa dilihat dari selisih perluasan cangkang antara saat awal tebar dengan pemeliharan dimana untuk kedalaman 30 akhir cm Monitoring Kualitas Air Selama masa pemeliharaan juga dilakukan monitoring kualitas air.4 6.9 0.45 0.7 0.65 18.2 2.25 19.9 25 25 1.9 0.17 2.36 7.5 KEDALAMAN 90 cm DO (ppm) CO2 Nitrite Nitrat pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) 24.0 55 25.2 22.62 7.2 2.36 6.05 0.1 25 25.2 0.8 25 25.03 0.9 0.9 18.85 18.2 2.9 0. Montoring dilakukan secara rutin setelah 72 .4 6.8 3.36 6. dan tebal.69 16.0 24.2 19.32 16.19 17.2 19.9 0.35 7 2.61 16.11 50 25.55 6.4 5.39 6. tinggi.5 2.11 50 25.9 24.2 0. 2003 dengan menggunakan koja gantung selama 10 bulan memperlihatkan berupa lebar.7 0.8 0.9 24.9 0.58 6. 2000.2 0.01 16.8 0. Data Kisaran Kualitas Air Ideal yang Disarankan PARAMETER DO (ppm) pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) Level kesuburan Subtrat KISARAN IDEAL ≥ 3* 7 – 8* 40 -50** 15 – 25* Oligotropik** Pasir berbatu** sampling.04 16. **) Skinner et al.32 17.6 0.4 2.082 0.75 0.45 0.09 0.03 0.084 0.082 0.03 0.09 0.1 19.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) Tabel 6.1 0.1 25.67 60 24.2 0.9 23.1 4.5 2.043 0.35 7.32 19.67 2.4 19.4 6.51 6.03 0.9 KEDALAMAN 60 cm DO (ppm) CO2 Nitrite Nitrat pH Kecerahan (cm) Temperatur (°C) 24.9 0.50 6.1 0.0 55 25.04 0.4 6.9 17.67 60 24.083 0.9 0.67 3.1 0.17 4.75 18.49 7.37 7.2 2. sebagai parameter pendukung data utama.9 23.31 16 0. Data selengkapnya dari kualitas air Sebagai referensi pada ditampilkan pada Tabel 6.5 2.

Tuniarti.67. Margaritifera kondisi perairan harus oligotropik. pertumbuhan optimal jenis M. Fakta ini dikuatkan dari nilai kisaran oksigen terlarut antara 2. dan Tebal 0.dan cangkang perluasan pada masing-masing pada Lebar = 1. Dimana nilainya mendekati oksigen terlarut dan temperatur optimum yaitu ≥ 3 ppm dan 15 4 73 .6 cm. sedangkan kedalaman 60 cm pada ketebalannya.9 °C.85% sampai 0.7 cm. Menurut Dan. tahun margaritifera mempunyai sifat lambat dalam untuk membangun lapisan permukaan pertumbuhan.94%. A. dengan aliran air yang stagnan. Perluasan pun kedalaman Tebal 0. Selanjutnya untuk kedalaman 90 cm untuk Tinggi = 0.2 – 7.02 – 4. Kisaran nilai tumbuh harian untuk kedalaman 30 cm antara 0.4 – 25.9 cm.32 ppm dan temperatur antara 23. Rachman.dan Tebal 2. Pertumbuhan Bobot Rata-rata Individu Pertumbuhan bobot rata-rata individu M. 3 Pada bulan pertama sampai dengan bulan keenam kerang yang dipelihara pada masing – masing kedalaman tumbuh tetapi sangat lambat . 2000. Hal ini diduga selain karakter pertumbuhannya lambat juga parameter kualitas air media kurang optimal seperti kisaran oksigen terlarut yang hanya 1. subtrat pasir berbatu dengan kedalaman optimum 30 – 40 cm dan konduksi aliran air kurang dari 100 µ S cm -1 . Sedangkan pada kedalaman 60 cm untuk Lebar = 1. selain itu kondisi air keruh Terlihat bahwa pertumbuhan kerang yang dipelihara pada kedalaman 30 cm lebih besar dibandingkan kedalaman 60 cm dan 90 cm.9 cm. Temperatur 22. Margaritifera pada semua kedalaman yang diamati terlihat selalu bertambah sejak bulan pertama tebar yaitu April hingga akhir pengamatan pada bulan Desember hal ini bisa di lihat pada Gambar 4. serta memerlukan waktu beberapa cangkang. Pada gambar 2 terlihat bahwa stagnanya pertumbuhan antara bulan September dan Desember diduga pada bulan tersebut kisaran nila parameter kualitas air mencapai titik terendah. Ditambahkan oleh Bahwa untuk Baner 1988 dalam Skinner. 1999) untuk kerang M. dengan nilai pH 7 – 8 dan temperatur antara 15 – 250C. Rojali.85% sampai 0. Pada kedalaman 60 cm adalah antara 0.3 cm. Tinggi = 0.3 cm.9 cm. Hal ini menurut (Moorkens.2003. T. berair jernih. Rata-Rata Laju Pertumbuhan Bobot Harian Ilustrasi rata-rata laju pertumbuhan bobot kondisi yang baik untuk pertumbuhan kerang mutiara air tawar adalah perairan yang mengandung oksigen terlarut rata-rata ≥ 3 ppm.2 ppm. et al.86 % sampai 0. Tinggi = 0.6 cm.Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. Secara umum berbeda dimana untuk kedalaman 30 cm dan 90 cm terbesar lebarnya.4 – 25. harian kerang yang dipelihara pada semua kedalaman dapat dilihat pada Gambar 3.9 dan kecerahan 50 – 60 cm. Hal ini diduga kondisi ideal kisaran parameter kualitas air pada kedalaman 30 cm lebih mendekati optimum dibandingkan kedalaman 60 cm dan 90 cm.95% sedangkan untuk kedalaman 90 cm adalah yang paling rendah yaitu antara 0.96%.14 ppm sampai 4. pH 6. Dimyati) Lebar = 1 cm.

Tingkat Kelangsungan Hidup (Sintasan) Pada Gambar 5 sintasan untuk masing – masing kedalaman selama pemeliharaan terlihat sangat berbeda . Selanjutnya terlihat bahwa sintasan tertinggi dicapai pada kedalaman 30 cm. ini artinya pada kolom tersebut plankton tumbuh dengan baik karena adanya sinar matahari dengan posisi penempatan kerang pada kedalaman 30 cm sifat hidupnya yang pasif serta filter feeder akan sangat terbantu untuk mendapatkan makan dibandingkan kerang pada kedalaman 60 dan 90 cm yang miskin plankton. Secara histologi mantel merupakan selaput jaringan 74 . Pada proses pemeliharaan dan produksi kerang mutiara tawar dengan menggunakan Margaritifera sp yang dipelihara di koja kondisi terbaik adalah pada kedalaman 30 cm. Besar kecilnya mutiara yang terjadi akan sangat tergantung dari ketebalan lapisan prismatik yang dihasilkan dan inti yang diimplankan. dengan asumsi bahwa oksigen terlarut merupakan faktor pembatas maka kondisi harian yang paling baik adalah pada bulan Juni sampai Juli selain bulan tersebut tidak layak digunakan untuk pemeliharaan. Lebih jauh dijelaskan oleh Winanto.1992. KESIMPULAN DAN SARAN 5 Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan dapat Perkembangan Inti Adanya penambahan ukuran inti pemeliharaan memperlihatkan bahwa pada akhir inti yang disimpulkan bahwa : a. oksigen serta kisaran temperatur tersebut kerang akan mampu melakukan metabolisme tubuh secara baik sehingga mendukung pertumbuhannya. bagian yang bersentuhan dengan cangkang disebut epitel luar. Karena pada pemeliharaan ini inti ditempatkan menempel pada cangkang maka calon mutiara yang terbentuk adalah blister (setengah bulat) Monitoring Kualitas Air Secara umum kisaran kualitas air yang digunkan selama masa pemeliharaan kerang masih jauh dari kondisi ideal. hal ini diduga kisaran parameter kualitas air pada kedalaman 30 cm lebih sesuai untuk kehidupan kerang jika dibandingkan kedalaman 60 cm dan 90 cm. Dengan adanya inti yang menempel pada cangkang secara otomatis akan terjadi pelapisan nacre yang menyebabkan terbentuknya lapisan prismatik. Menurut Dwiponggo. diimplankan dibawah mantel telah berhasil tumbuh walaupun sangat lambat. sedang komponen pembentuk lapisan prismatic adalah kristal hexagonal calsite selain itu sel-sel tersebut juga mengeluarkan zat organik conchiolin (C32H48N2O11) dengan bahan kristal yang mengandung kapur sebagai bahan perekat. Selanjutnya dijelaskan bahwa sel-sel epitel luar ini menghasilkan crystaline calcium carbonat (CaCo3) dalam bentuk kristal aragonit yang dikenal sebagai ”nacre”. pada media pemeliharaan Kecerahan antara 50 – 60 cm. et al.Jurnal Budidaya Air Tawar Volume 4 No 2 Nopember 2007 (67-75) – 250C (Dan. 2000). Dengan konsentrasi penghubung yang dilindungi oleh sel-sel epitel. semakin menurun pada kedalaman 60 cm dan terendah pada kedalaman 90 cm. Terlihat bahwa berkurangnya sintasan utuk kedalaman 30 cm dan 60 cm mulai terjadi setelah bulan ke dua pemeliharaan. sementara kedalaman 90 cm pada akhir bulan pertama. 1976.

United Kingdom. Conservation Management of The Freshwater Pearl Mussel. Ekology of The Freshwater Pearl Mussel.H. Rachman. Pontjoprawiro. A.T. Budidaya Mutiara. Jiangsu Province China Dwiponggo. Tahitian and Akoya Pearl.2. Effendie. Balai Budidaya Laut Lampung. Y and Lee. 1999. Pada hasil akhir pemeliharaan didapatkan sekitar 40 ekor 88%. 1976. USA. Lembaga Peneltian Perikanan Laut. S. Kecilnya calon mutiara yang dihasilkan oleh Margaritifera sp disibebabkan diameter inti yang dimplankan terlalu kecil hanya 2 mm . Ekology Series No. Jakarta KHI.H. Metode Biologi Perkanan. Mark. Fish and Wildlife Service.2006. Benih ikan Nila Hitam (Oreochromis niloticus Bleeker) Kelas Benih Sebar. A. Bogor. Tahiti. b.E. and Gu. Tuniarti. Rojali. 75 . Pearl Culture in Japan. Conserving Natura 2000 Rivers. 1999. Mutiara (bab 1). Dan. R. 2000. Badan Standar Nasional Indonesia.A.Inc. A. T. Dimyati) b. Mengingat pembentukan nacre berlangsung sangat diameter lambat kerang sebaiknya agar inti yang yang diimplankan lebih besar atau disesuaikan mutiara dihasilkan lebih besar ukurannya. c. Yayasan Dewi Sri.Pembudidayaan Kerang Mutiara Air Tawar (Margaritifera sp) di Kolam Terkontrol (B. Freshwater Pearl Culture and Production in China. 1979. Chinese Academy of Fisheries Sciences. Murdjani. Standar Nasional Indonesia. Skinner. 2003. 1992. Jakarta. Winanto. Margaritifera sp yang terimplan atau target yang tercapai hanya DAFTAR PUSTAKA Day. dan M. Pearl Grading Freshwater. Moorkens. 1949. Perlu tehnik pengimplanan pada bagian yang lain sebagai upaya untuk mendapatkan hasil yang paling optimal.A. Saran Berdasarkan hasil kesimpulan dapat disarankan bahwa : a. United States Departement of The Interiror.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful