P. 1
Macam2 Metode

Macam2 Metode

|Views: 843|Likes:
Published by Nunu Zarnuji

More info:

Published by: Nunu Zarnuji on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2013

pdf

text

original

MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR

MACAM-MACAM METODE DALAM MENGAJAR 1. Metode Seminar Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas / mengupas masalah-masalah atau halhal tertentu dalam rangka mencari jalan memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya. Kelebihan metode seminar  Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan  Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk melaksanakan tugasnya  Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara ilmiah  Terpupuknya kerja sama antar peserta  Terhubungnya lembaga pendidikan dan masyarakat Keleemahan Metode Seminar  Memerlukan waktu yang lama  Peserta menjadi kurang aktif  Membutuhkan penataan ruang tersendiri ( Drs. Ing. S. Ulihbukit Karo-Karo.1981. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV Saudara.Halaman 76-79 ) 2. Metode Kerja Kelompok Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas. Kelebihan metode kerja kelompok 
Para siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka  Memungkinkan guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa  Dapat memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan

ketrampilan bertanya dalam membahas suatu masalah 
Mengembangkan bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan

berdiskusi Kelemahan metode kerja kelompok 
Kerja kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka

cakap memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang 
Keberhasilan strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau

untuk bekerja sendiri-sendiri

 Kadang-kadang menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya

guna mengajar yang berbeda pula ( Drs. Roestiyah NK. 1991.Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta ) 3. Metode Kerja Lapangan Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam pekerjaan yang ada dalam masyarakat. Kelebihan metode kerja lapangan 


Siswa mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja Siswa menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun kekurangannya

Kelemahaan metode kerja lapangan 
 

Waktu terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan pengetahuan yang terbatas Untuk kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu Tidak tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta )

4.

Metode Sumbang Saran Sumbang saran merupakan suatu cara mengajar dengan mengutarakan suatu masalah ke kelas oleh guru kemudian siswa memjawab mengemukakan pendapat /jawaban dan komentar seshingga masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru. Kelebihan metode sumbang saran 
     

Susana disiplin dan demokratis dapat tumbuh Anak-anak aktif untuk menyatakan pendapatnya Melatih siswa untuk berfikir dengan cepat dan tersusun logis Merangsang siswa untuk selalu berpendapat yang berhubungan dengan masalah uang diberikan oleh guru Terjadi persaingan yang sehat Meningkatkan partisipasi siwa dalam menerima pelajaran Siswa yang kurang aktif menapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru

Kelemahan metode sumbang saran 
 

Guru kurang memberi waktu kepada siswa untuk berfikir yang baik Anak yang kurang selalu ketinggalan Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai



Guru hanya menampang pendapat-pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta )

5.

Metode Unit Teaching Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan pada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal dan menguasai belajar secara unit. Kelebihan metode unit teaching 
Siswa dapat menggunakan sumber-sumber materi pelajaran secara luas  Siswa dapat belajar keseluruhan sesuai bakat  Suasana kelas lebih demokratis

Kelemahan metode unit teaching 
Dalam melaksanakan unit perlu keahlian dan ketekunan  Perhatian guru harus lebih banyak dicurahkan pada bimbingan kerja siswa  Perencanaan unit yang tidak mudah  Memerlukan ahli yang betul-betul menguasai masalah karena semua masalah yang

belum tentu dapat dijadikan unit ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rieka Cipta ) 6. Metode Penemuan (Discovery) Metode penemuan merukan proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan suatu proses atau prinsip-prinsip.(Sund) Kelebihan metode penemuan 
Dapat membangkitkan kegairahan belajar pada diri siswa  Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan

maju sesuai dengan kampuan masing-masing 
Teknik ini mampu membantu siswa mengembangkan, memperbanyak kesiapan

serta penguasaan ketrampilan dalam proses kognitif atau pengarahan siswa 
Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sebagai sangat pribadi atau individual

sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut Kelemahan metode penemuan 
Ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu meningkatkan proses

pengertian saja 
Teknik ini tidak memberikan kesempatan berfikir secara kreatif  Para siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental  Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini kurang berhasil  Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran

tradisional akan kecewa bila diganti dengan teknik penemuan ( Drs. Roestiyah NK. 1991. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta : Rineka Cipta)

Metode pembelajaran Yang Berhasil.Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan salah satu cara mengajar dimana seorang siswa diajak untuk beruji coba atau mengadakan pengamatan kemudian hasil pengamatan itu disampaikan dikelas dan di evaluasi oleh guru. maka akan mangacaukan berlangsungnya sosiodrama . dan keyakinan seseorang jangan sampai ditinggalkan sehingga tidak menyinggung perasaan seseorang  Bila guru tidak memahami langkah-langkah pelaksanaan metode ini. 2003. Jakarta : Rineka Cipta) 8. maka mudah memahami masalah- masalah sosial tersebut  Bagi siswa dengan bermain peran sebagai orang lain. maka sosiodrama tidak akan berhasil  Dalam hubungan antar manusia selalu memperhatikan norma-norma kaidah sosial. Strategi Belajar Mengajar. Metode Sosiodrama dan Bermain Peran Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan suatu metode mengajar dimana siswa dapat mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak gerik wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia Kelebihan metode sosiodrama dan bermain peran  Siswa lebih tertarik perhatiannya pada pelajaran  Karena mereka bermain peran sendiri.( Martinis Yamin. kebiasaan. Jakarta : Sasama Mitra Sukses) 7. 1991. Roestiyah NK. . maka ia dapat menempatkan diri seperti watak orang lain itu  Ia dapat merasakan perasaan orang lain sehingga menumbuhkan sikap saling perhatian Kelemahan metode sosiodrama dan bermain peran  Bila guru tidak menguasai tujuan instrusional penggunaan teknik ini untuk sesuatu unit pelajaran. Kelebihan metode eksperimen  Siswa terlatih menggunakan metode ilmiah dalam menghadapi segala masalah  Mereka lebih aktif berfikir dan membuktikan sendiri kebenaran suatu teori  Siswa dalam melaksanakan eksperimen selain memperoleh ilmu pengetahuan juga menemukan pengalaman praktis serta ketrampilan menggunakan alat-alat percobaan Kelemahan metode eksperimen  Seorang guru harus benar-benar menguasai materi yang diamati dan harus mampu memanage siswanya  Memerlukan waktu dan biaya yang sedikit lebih dibandingkan yang lain ( Drs. adat istiadar.

Jakarta : Rineka Cipta) 10. memikirkan. Strategi Belajar Mengajar. 1991. memperlihatkan suatu proses. Metode Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan metode mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru menunjukkan. Strategi Belajar Mengajar.( Drs. 1991. 1991. Roestiyah NK. Kelebihan metode kasus  Siswa dapat mengetahui dengan pengamatan yang sempurna tentang gambaran nyata yang betul-betul terjadi dalam hidupnya sehingga mereka dapat mempelajari dengan penuh perhatian dan lebih terperinci persoalannya  Dengan mengamati. Jakarta : Rineka Cipta) 9. Strategi Belajar Mengajar. maka demonstrasi akan berlangsung terputus- putus atau berjalan tergesa-gesa (Drs. Metode Kasus Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui anak sebagai bahan pelajaran kemudian kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan penyelesaian atau jalan keluar. dan bertindak dalam mengatasi situasi tertentu mereka lebih meyakini apa yang diamati dan menemukan banyak cara untuk pengamatan dan pencarian jalan keluar (solusi) dari kasus tersebut  Siswa mendapat pengetahuan dasar atau sebab-sebab yang melandasi kasus tersebut  Membantu siswa dalam mengembangkan intelektual dan ketrampilan berkomunikasi secara lisan maupun tulisan Kelemahan metode kasus  Guru memerlukan banyak waktu untuk mempersiapkan bahan kasus yang ditemui dan petunjuk cara pemecahannya yang diperlukan siswa  Banyak waktu yang digunakan untuk diskusi  Untuk kegiatan kelompok membutuhkan fasilitas fisik yang lebih banyak ( Drs. Jakarta : Rineka Cipta) . Kelebihan metode demonstrasi  Perhatian siswa lebih dapat terpusatkan pada pelajaran yang diberikan  Kesalahan-kesalahan yang terjadi bila pelajaran itu diceramahkan dapat diatasi melalui pengamatan dan contoh yang konkrit  Memberi motivasi yang kuat untuk siswa agar lebih giat belajar  Siswa dapat berpartisipasi aktif dan memperoleh pengalaman langsung Kelemahan metode demonstrasi  Bila alatnya terlalu kecil atau penempatannya kurang tepat menyebabkan demonstrasi itu tidak dapat dilihat jelas oleh seluruh siswa  Bila waktu tidak tersedia cukup. Roestiyah NK. Roestiyah NK.

1991.11. Roestiyah NK. Jakarta : Rineka Cipta) 12. Kelebihan metode microteaching  Microteaching merupakan pengalaman laboratoris  Microteaching dapat membantu dan menunjang pelaksanaan praktek keguruan  Microteaching dapat mengurangi kesulitan pengajaran di kelas  Microteaching memungkinkan ditingkatkannya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang mantap. teliti. dan terbuka  Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang  Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa  Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru  Mendorong siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri Kelemahan metode inquiry  Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep (Drs. Kelebihan metode inquiry  Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri. Kemudian mereka mempelajari. dan membahas tugasnya didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan terakhir. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. Strategi Belajar Mengajar. bersifat obyektif. jujur. meneliti. dan mendalam Kelemahan metode microteaching  Dapat menimbulkan efek departementalisasi atau ketrampilan mengajar dan bila tidak diteruskan dengan praktek mengajar secara menyeluruh  Pengertian microteaching disalah tafsirkan dapat hanya menitik beratkan pada ketrampilan guru sebagai pengantar saja. bukan guru dalam arti luas . dan obyektif  Dengan adanya feed back dalam microteaching yang beruupa knowledge of resulte dapat diberikan langsung secara mendalam  Diharapkan mahasiswa mempunyai bekal yang lebih kuat. Metode Inquiry Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. luas. Metode Microteaching Metode microteaching merupakan suatu latihan mengajar permulaan bagi guru atau calon guru dengan scope latihan dan audience yang lebih kecil dan dapat dilaksanakan dilingkungan teman-teman setingkat sendiri atau sekelompok siswa dibawah bimbingan dosen pembimbing atau guru pamong.

peralatan mahal. Strategi Belajar Mengajar. mendetail. Roestiyah NK. Roestiyah NK. 1991. dan pelaksanaan yang cermat. Metode Problem Solving Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa. dan sistematis (Drs. logis. Jakarta : Rineka Cipta) 14. Microteaching yang ideal memerlukan biaya yang banyak. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan pendapatnya. Strtegi Belajar Mengajar. 1991. dan tenaga ahli dalam bidang teknis maupun dalam bidang pendidikan pengajaran pada umumnya dan metodologi pengajaran pada khususnya  Menuntut perencanaan. Jakarta : Rineka Cipta) 13. Metode Simulasi Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain. Kelebihan metode simulasi  Dapat menyenangkan siswa  Menggalak guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa  Eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya  Mengurangi hal-hal yang verbalistik  Menumbuhkan cara berfikir yang kritis Kelemahan metode simulasi  Efektifitas dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset  Terlalu mahal biayanya  Banyak orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen- elemen penting  Menghendaki pengelompokan yang fleksibel  Menghendaki banyak imajinasi dari guru dan siswa (Drs. Kelebihan metode problem solving  Masing-masing siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga para siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya diri  Para siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain  Untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya Kelemahan metode problem solving . pengetahuan.

Roestiyah NK. Strategi Belajar Mengajar. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Kelebihan metode karya wisata  Siswa dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para petugas obyek karya wisata itu serta mengalami dan menghayati langsung  Siswa dapat melihat kegiatan para petugas secara individu atau kelompok dan menghayatinya secara langsung  Siswa dapat bertanya jawab menemukan sumber informasi yang pertama untuk memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi  Siswa memperoleh bermacam-macam pengetahuan dan pengalaman yang terintegrasi Kelemahan metode karya wisata  Karena dilakukan diluar sekolah dan jarak yang cukup jauh maka memerlukan transport yang mahal dan biaya yang mahal  Menggunakan waktu yang lebih panjang dari pada jam sekolah  Biaya yang tinggi kadang-kadang tidak terjangkau oleh siswa maka perlu bantuan dari sekolah (Drs. Metode Karya Wisata Metode karya wisata merupakan metode mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa kesuatu tempat atau obyek tertentu diluar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu. Rineka Cipta) 16. Metode Latihan /Drill Metode latihan merupakan metode mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari. 1991. Roestiyah NK. Jakarta : Rineka Cipta) 15. Karena tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi sering diabaikan  Metode ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat secara lisan (Drs. Jakarta . Kelebihan metode pelatihan  Ketegasan dan ketrampilan siswa meningkat atau lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari  Seorang siswa benar-benar memehami apa yang disampaikan Kelemahan metode pelatihan  Dalam latihan sering terjadi cara-cara atau gerak yang tidak berubah sehingga menghambat bakat dan inisiatif siswa  Sifat atau cara latihan kaku atau tidak fleksibel maka akan mengakibatkan penguasaan ketrampilan melalui inisiatif individu tidak akan dicapai .

Jakarta : Rineka Cipta) 17. Strategi Belajar Mengajar. 1989. sehingga pengetahuannya menjadi fungsional  Siswa akan terbuka jalan pikirannya sehingga mencapai perumusan yang baik dan tepat Kelemahan metode dialog  Apabila motivasi kurang diberikan maka yang akan aktif hanya mereka yang pandai menggutarakan pendapat secara lisan  Sering kali melupakan tujuan yang ingin dicapai karena waktu yang disediakan habis untuk berdebat mempertahankan pendapat (Drs. 1991. Jakarta : Rineka Cipta) 18. Strategi Belajar Mengajar. . Roestiyah NK. 1991. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Metode Mengajar Non Directive Metode mengajar non direktive merupakan salah satu metode mengajar dimana siswa melakukan observasi mereka sendiri mampu melakukan analisis mereka sendiri dan mampu berfikir sendiri. Roestiyah NK.(Drs. Kelebihan metode non direktive  Guru memberi permasalahan yang merangsang proses berfikir siswa sehingga obyek belajar berkembang sesuai yang diharapkan  Siswa menemukan sendiri pengetahuan yang digalinya aktif berfikir dan menguasahi pengertian yang baik Kelemahan metode non direktive  Terjadi perbedaan pemahaman karena tingkat intelektual dan cara berfikir siswa berbeda  Seorang guru setiap saat harus mengoreksi cara berfikir siswa agar tidak keliru dalam memahami suatu hal (Nana Sujana. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab merupakan cara lisan menyajikan bahan untuk mencapai tujuan pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta) 19. Metode Dialog Metode dialog merupakan salah satu teknik metode pengajaran untuk memberi motivasi pada siswa agar aktif pemikirannya untuk bertanya selama pendengaran guru yang menyungguhkan pertanyaan-pertanyaan itu dan siswa menjawab Kelebihan metode dialog  Tanya jawab dapat membantu tumbuhnya perhatian siswa pada pelajaran serta mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan pengetahuan dan pengalaman.

1981. membandingbandingkan dan akhirnya menarik kesimpulan dari apa yang disajikan untuk mencapai tujuan pengajaran. Saudara.Kelebihan metode tanya jawab  Guru dapat mengetahui penguasaan pelajar terhadap bahan yang telah disajikan  Dapat digunakan untuk menyelidiki pembicaraan-pembicaaraan untuk menyemangatkan pelajar Kelemahan metode tanya jawab  Guru hanya memberikan giliran pada pelajar tertentu saja  Hanya dikuasai oleh siswa yang pandai (Drs. Halaman 32-35) . Metode Katekesmus Metode katekesmus merupakan suatu cara menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah ditentukan. 1981. menganalisa. Salatiga : CV. S. Ulihbukit Karo-Karo. Ing. Halaman 18-20) 20. Ing. Halaman 20-23) 21. Metodologi Pengajaran. Salatiga : CV. menyuruh para pelajar mendiskusikan. S. Salatiga : CV. Metode Prileksi Metode prileksi merupakan suatu cara menyajikan pelajaran dengan menggunakan bahasa lisan. Kelebihan metode prileksi  Pelajar dan guru sama-sama aktif  Menimbulkan kompetisi yang sehat antar siswa Kelemahan metode prileksi  Banyak waktu yang digunakan  Kecekatan dan pengetahuan banyak dituntut dari guru dan siswa (Drs. Ulihbukit Karo-Karo. Ulihbukit Karo-Karo. Metodologi Pengajaran. Ing. Metodologi Pengajaran. Kelebihan metode katekesmus  Keseragamaan dan kemurnian pengetahuan akan terjamin  Memudahkan cara mengajar guru karena pelajaran telah tertulis dalam buku Kelemahan metode katekesmus  Daya jiwa yang dikembangkan hanya ingatan atas jawaban tertentu saja  Kurang memberi rangsangan pada siswa karena bahan sudah tersedia baik pada guru maupun siswa  Inisiatif para siswa terkekang (Drs.Saudara. 1981. Saudara. S.

Metode Proyek Metode proyek adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran yaitu pelajar dihadapkan kepada hal tertentu untuk mempelajari dalam rangka mewujudkan tujuan belajar. Ulihbukit Karo-Karo. Metode Penyajian Sistem Regu (Team Work) Metode penyajian sistem regu merupakan metode penyajian dengan seorang guru yang dibantu tenaga teknis atau team guru dalam menjelaskan suatu persoalan atau obyek belajar. Roestiyah NK. Halaman 47-50) 23. Sistem beregu ditangani lebih dari dua orang guru. 1981. Strategi Belajar Mengajar. Salatiga : CV. Metodologi Pengajaran. Kelebihan metode proyek  Pelajar menjadi aktif  Terbentuk pribadi yang bulat dan harmonis Kekurangan metode proyek  Menghabiskan banyak waktu  Harus ada persiapan yang mantap (Drs.22. Kelebihan metode penyajian sistem regu    Interaksi belajar mengajar akan lebih lancar Siswa memperoleh pengetahuan yang luas dan mendalam karena diberikan oleh beberapa guru Guru lebih ringan tugas mengajarnya sehingga cukup waktu untuk menyiapkan diri dalam membuat perencanaan Kelemahan metode penyajian sistem regu  Bila seorang guru yang tidak mendapatkan giliran mengajar tidak memanfaatkan waktu untuk belajar lebih lanjut atau membuat perencanaan lebih matang (Drs. S. Jakarta : Rineka Cipta) 24. Ing. Kelebihan metode berprogama  Pelajar menjadi aktif karena ikut memperagakan alat tersebut  Pelajar akan cepat mengetahui hasil dan kelemahannya Kelemahan metode berprogama .Saudara. 1991. Metode Mengajar Berprogama Metode mengajar berprogama adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan menggunakan alat tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran.

Ulihbukit Karo-Karo. Metodologi Pengajaran. sajian permasalahan terbuka. presentasi hasil diskusi kelompok. 1981. Salatiga : CV. Metode Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. Ing. Kelebihan metode musyawarah      Memperluas dan memperdalam pengetahuan pelajar tentang pokok yang telah dimusyawarahkan Memupuk dan membina kerjasama serta toleransi Dapat terintegrasi mata pelajaran-mata pelajaran Mudah dilaksanakan Baik diigunakan untuk saling bertukar pikiran Kelemahan metode musyawarah   Memakan waktu yang banyak Sukar dilaksanakan untuk pelajar yang masih duduk dikelas rendah sekolah dasar. evaluasi dan refleksi Kelebihan metode mind mapping     Permasalah yang disajikan terbuka Siswa berkelompok untuk menanggapi Dapat malatih siswa ntuk saling bekerja sama dalam diskusi Sangat cocok untuk menglang kembali pengetahuan awal siswa Kelemahan metode mind mapping  Banyak membutuhkan waktu . Ulihbukit Karo-Karo. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. Metode Musyawarah Metode musyawarah adalah cara menyajikan bahan pelajaran melalui perundingan untuk mencapai musyawarah bersama. Saudara. Metodologi Pengajaran. S. Salatiga : CV. S. 1981. Halaman 84-86) 25. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababan. karena mereka belum mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang banyak Hasil musyawarah belum tentu benar  (Drs. Halaman 74-76) 26. Saudara. Suka menyusun programa dari setiap mata pelajaran  Memproduksi alat-alat pengajar membutuhkan biaya dan tenaga yang mahal dan banyak  Teaching machine itu tidak dapat merasakan apa yang dirasakan pelajar (Drs. Ing.

com/ ) 28. kohesif. tugas tiap kelompok bisa sama bisa berbeda. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. Metode Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. semua mempunyai tujuan.com/ ) 27.wordpress. dengan E = energi yang diartikan sukses. partisipatif. dan saling menghargai. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak.wordpress. konsep harus dialami. dinamis. Setelah memperoleh tugas. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi . interaktif. interaktif. dan saling menghargai Berlabiahan member reward pada siswa ( http://id. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. santun. interaktif. atau dalam rangaka mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. alami-dengan dunia realitas siswa. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. kohesif. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. dan saling menghargai Setiap pedapat siswa sangat dihargai Proses belajarnya berjalan sangat komunikatif Kelemahan metode Quantum   Tidak semua guru dapat menciptakan suasana kondusif. partisipatif. c = communication. dinamis. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. ramah . Metode TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. Siapkan meja turnamen secukupnya. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. partisipatif. demonstrasikan melalui presentasikomunikasi. namai-buat generalisasi sampai konsep. Guru harus menciptakan suasana kondusif. kohesif. tiap usaha siswa diberi reward. dinamis. m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). dan ada sajian bodoran.  Sulit untuk mengalokasikan waktu Tuntutan bagi siswa terlalu membebani ( http://id. lembut. Kelebihan metode Quantum    Suasana yang diciptakan kondusif. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2.

hipotesis. very good. merangkum. berikan penghargaan kelompok dan individual. yaitu: informasi. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. representasi. dan memotivasi diri Kekurangan metode reciprocal learning Komunikasi kurang terjalin Terlalu berpusat pada siswa ( http://id. medium. mengingat.com/ ) 29. membaca. Kelebihan metode reciprocal learning   Mengedepankan bagaimana belajar yang efektif Menekankan pada siswa bagaimana siswa itu belajar. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. menyenagkan dan kondusif  Tercipta suasana kompetisi antara kelompok diskusikecil Kelemahan metode TGT (Teams Games Tournament)  Tidak efisien waktu  Hanya dilaksanakan pada luang waktu selasai UAS  Belajarnya kurang efektif karena hanya bersifat games ( http://id. pengarahan. c. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. Kelebihan metode TGT (Teams Games Tournament)  Melatih siswa untuk bekerjasama dalam kelompok diskusi  Suasana belajar nyaman. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. Sedangkan Resnik (1999) mengemukan bahwa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. Untuk mewujudkan belajar efektif. good. yaitu bagaimana siswa belajar. e. Bumping. dan memotivasi diri.). Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual.wordpress. Metode Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal.com/ )   .dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. berpikir. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai.wordpress. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit).merangkum. mengingat. d. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. berpikir. bertanya. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.

30.com/ ) 31. Tugas tersebut dapat berupa y Mempelajari bagian dari suatu teks buku y Melaksanakan sesuatu yang tujuannya untuk melatih kecakapannya y Melaksanakan eksperimen y Mengatasi suatu permasalahan tertentu y Melaksanakan suatu proyek Kelebihan metode penugasan   Melatih siswa untuk menjadi tangungjawab Melatih siswa untuk bias belajar mandiri . Metode Penugasan Suatu cara mengajar dengan cara memberikan sejumlah tugas yang diberikan guru kepada murid dan adanya pertanggungjawaban terhadap hasilnya. Mengambil suatu jawaban actual atau satu rangkaian jawaban yang didasarkan atas pertimbangan yang saksama Diskusi informal Diskusi formal Diskusi panel Diskusi simpusium Macam-macam diskusi yaitu 1) 2) 3) 4) Kelebihan metode Diskusi  Terjadi interaksi yang tinggi antara komunikator dan komunikan  Dapat membantu siswa untuk berfikir lebih kritis  Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis. mengeluarkan pendapatnya. mengeluarkan pendapatnya. serta menyumbangkan pikiran-pikiranny Kekurangan metode Diskusi  Alokasi waktu yang sulit karena banyak memakan waktu  Tidak semua argument bias dilayani atau di ajukan untuk dijawab ( http://sutisna. baik dua orang atau lebih yang masing-masing mengajukan argumentasinya untuk memperkuat pendapatnya. Tujuan metode ini adalah 1) 2) Memotivasi atau memberi stimulasi kepada siswa agar berfikir kritis. serta menyumbangkan pikiran-pikirannya. Metode Diskusi Metode diskusi adalah suatu cara mengajar dengan cara memecahkan masalah yang dihadapi.

Murid seakan diharuskan mengikuti segala apa yang disampaikan oleh guru. Cooperative Learning). ( http://sutisna. Kelebihan metode Praktek   Siswa lebih mudah mengerti dan memahami Sisws bisa langsung mempraktekan setelah mensdapatkan teori Kekurangan metode Praktek   Ketidakkesediaan alat peraga atou prasana yang mendukung Biasanya membutuhkan biaya lab. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. meskipun murid ada yang bersifat kritis karena guru dianggap selalu benar Untuk bidang studi agama. metode ceramah ini masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya. Metode Koperatif (CL. Yang mahal ( http://id.wordpress.com/ ) 34. Kelebihan metode ceramah  Materi yang diberikan terurai dengan jelas Kekurangan metode ceramah   Guru lebih aktif sedangkan murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.com/ ) 32. mempunyai tujuan dan tanggung jawab . untuk materi pelajaran akidah.Kekurangan metode penugasan   Kadang siswa kurang memahami tugas yang diberikan guru Membutuhkan waktu relative lama ( http://sutisna. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.com/ ) 33. Metode ini disebut juga dengan metode kuliah atau metode pidato. Metode Praktek Metode mendidik dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda dengan harapan anak didik mendapatkan kejelasan dan kemudahan dalam mempraktekan materi yang dimaksud. Metode Ceramah Metode ceramah adalah metode memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat tertentu.

suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal . dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. elaborasi (analisis). pembegian tugas. membentuk kelompok heterogen. demokratis. dan terbuka    Situasi proses belajar menjadi lebih merangsang Dapat membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru Kekurangan metode Koperatif (CL. terbuka. Problem Based Learning)  Melatih siswa untuk berlatih menyelesaikan masalh dalam kehidupan sehari. tanggung jawab. negosiasi. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 ± 5 orang. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. negosiasi. siswa heterogen (kemampuan. bersifat obyektif. Kelebihan metode Koperatif (CL. eksplorasi. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah suasana kondusif.com/ ) 35. Cooperative Learning)  Mendorong siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri. investigasi. identifikasi. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. Cooperative Learning)  Siswa perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh pengertian tentang konsep ( http://id. konjektur.bersama. terbuka. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. atau inkuiri. pengarahan-strategi. ada control dan fasilitasi.hari  Merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi siswa  Suasana kondusif. Metode Berbasis Masalah (PBL. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). menyelesaikan persoalan. gender. demokratis. belajar berkelompok secara koperatif.wordpress. tugas. dan inkuiri Kelebihan metode Berbasis masalah (PBL. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. Saling membantu dan berlatih berinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. pengalaman. induksi. sintesis. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. dan pelaporan. interpretasi. karekter). Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. presentasi hasil kelompok. jujur. kerja kelompok. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. generalisasi. dan rasa senasib.

keterbukaan. membuat kesimpulan. dan sosialisasi. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. sharing. Sintaknya adalah menyajikan masalah. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). keterbukaan.wordpress. fluency). Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. Tidak ada metode yang paling baik yang ada hanyalah bagaimana cara seorang pendidik mampu melihat kondisi anak didiknya untuk menerapkan metode mengajar yang paling cocok untuk peserta didiknya. cara. jawaban siswa beragam Kekurangan metode Problem Terbuka (OE. kreativitas. dan ragam berpikir. bimbingan dan pengarahan. ( http://id. dan ragam berpikir.com/ ) 36. kreativitas. Open Ended)  Terlalu mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola pikir. Open Ended)  melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. jawaban siswa beragam. keterpasuan. Selanjutynya siswa juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. perhatikan dan catat respon siswa. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. diagram.wordpress. kognitif tinggi. dan sosialisas  Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. keterbukaan. keterpasuan. komunikasi-interaksi. keterbukaan. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. Suatu metode yang cocok diterapkan dalam suatu suasana belajar. kritis. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. pengorganisasian pembelajaran. kognitif tinggi. table). Metode Problem Terbuka (OE. kritis. komunikasi-interaksi. kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. Kelebihan metode Problem Terbuka (OE.mengajar apabila metode tersebut cocok dengan suasana yang sedang berlangsung.com/ ) KESIMPULAN Semua metode mengajar yang telah disebutkan di atas memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. Problem Based Learning)  Sulitnya membentuk watak siswa dan pembiasaan tingkah laku ( http://id. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola pikir. sharing. cara. . kaitakkan dengan materui selanjutnya.Kekurangan metode Berbasis masalah (PBL.

Metodologi Pengajaran.2003.wordpress.Salatiga:CV Saudara. Roestiyah.com/ Melatih Tingkat Kejujuran Anak dalam Proses Pendidikan Dasar dan Lajut . http://id. Gulo . Ulihbukit .W . 2002 . Jakarta:Sasana Mitra Suksesa. Strategi Belajar Mengajar . Strategi Belajar Mengajar .DAFTAR PUSTAKA         Tim D II PGSD. Jakarta : Grasindo. 1989 . Yamin. Karo ± Karo.K. Bandung: Sinar Baru. 1991 . Surakarta : UNS Perss. Jakarta : Rineka Cipta Sudjana. 1981 . 2007. Martinis. Strategi Belajar Mengajar.MetodePembelajaran yang Berhasil. Nana. Dasar ± dasar Proses Belajar Mengajar.com/ http://sutisna. N.

Pengajaran merupakan proses pembentukan siswa pada bentuk-bentuk yang ditentukan. seorang ahli pendidikan dari Inggris. dan growing (dalam Celdic. dan jika pengetahuan tidak berhasil ditransferkan masalahnya cenderung dilihat sebagai kesalahan siswa. menemukan bahwa guru-guru mendefinisikan tujuan mengajar berbeda-beda. kesalahan cenderung ditimpakan kepada siswa. yaitu: transfer. maka gaya mengajarnya pun akan lain. shaping. Mengembangkan Potensi Siswa Gaya guru dalam mengajar di kelas. maka dalam mengajar guru tadi cenderung menempatkan siswa sebagai wadah yang harus diisi oleh guru. Jika seorang guru bepersepsi bahwa mengajar adalah menyampaikan ilmu pengetahuan. guru menerangkan pelajaran dan siswa memperhatikan. Dia mengelompokkan definisi-definisi itu ke dalam empat kategori. Di sini siswa diajar keterampilan-keterampilan dan cara-cara bertingkah laku . pada umumnya dipengaruhi oleh persepsi guru itu sendiri tentang mengajar. Siswa (anak) dipandang sebagai wadah yang kosong (empty vessel). Begitu pula jika guru bepersepsi lain.travelling.Golf Mendidik Mental Seseorang Berlaku Jujur dan Bertindak Secara Tepat Mengajar. Gaya guru mengajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Praktiknya. Dalam model ini. Shaping. Pada kesempatan lain. Jika siswa tidak mampu memberikan jawaban secara benar. 1995:23). Definisi Mengajar Fox. siswa diuji tentang kemampuannya menangkap materi yang telah diajarkan oleh guru. Berikut adalah penjelasannya: Transfer. mengajar dilihat sebagai proses pemindahan pengetahuan (process of transferring knowledge) dari seseorang (guru/dosen) kepada orang lain (siswa).

berakhlak mulia. Mata pelajaran dipandang sebagai sesuatu yang menantang dan kadang-kadang sulit untuk dieksplorasi. kepribadian. pengendalian diri. Menurut Fox. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (pasal 3). kecerdasan. di mana mata pelajaran penting. mandiri. dan emosi siswa. Namun sebelumnya. dan mendukung terbangunnya etos sekolah. Dalam model ini pengajaran dilihat sebagai pembimbingan siswa melalui mata pelajaran. Pendidikan nasional juga berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat. Travelling. Hal ini dapat dilihat dari tujuan pendidikan sebagaimana disampaikan oleh Hamm. Growing. Model ini memfokuskan pengajaran pada pengembangan kecerdasan. yang dilakukan secara sadar dan terencana. Ini merupakan model yang berpusat pada siswa (a child-centred model). kreatif. berilmu. Dia merujuk pendapat Hirst tentang hakikat pendidikan. Tugas guru adalah menyediakan situasi dan pengalaman untuk membantu siswa dalam perkembangan mereka. Hakikat Pendidikan Secara filosofis universal. cakap. yang kemudian membawanya pada kesimpulan bahwa tujuan pendidikan adalah perkembangan. ada baiknya Anda cermati duludefinisi guru sukses agar pemahaman kita lebih menyeluruh. John Dewey mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalan pertumbuhan dan perkembangan. Sejalan dengan pendapat Hirst tadi. fisik. pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Minat dan motif siswa hanya dianggap penting sepanjang membantu proses pembentukan tersebut. Pertanyaannya. akhlak mulia. maka pendidikan dapat dikatakan sebagai usaha untuk mengembangkan potensi peserta didik (siswa) agar menjadi manusia yang dicita-citakan. Berdasarkan uraian di atas. masing-masing model di atas mempunyai pengaruh yang penting pada tindakan dan komitmen guru. Karena dalam proses pembelajaran sebagai .yang dianggap bermanfaat bagi mereka. tidak sebagai tujuan. serta keterampilan yang dibutuhkan. pendidikan bertujuan untuk perkembangan individu. sehat. model mana yang seharusnya diikuti oleh kita? Untuk mencari jawaban atas pertanyaan tersebut perlu kita analisis beberapa hal yang berkaitan dengan pendidikan di bawah ini. Sementara itu menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). tetapi sepanjang sesuai dengan kebutuhan siswa dan berada dalam minat siswa. dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

maka pendidikan perlu merujuk pada paradigma nasional. Kenyataannya. Karena pendidikan berbentuk proses pembelajaran. kemudian siswa diharapkan menguasai materi tersebut.proses pendidikan itu terjadi aktivitas mengajar (oleh guru) dan aktivitas belajar (oleh siswa). definisi yang paling sesuai adalah definisi yang terakhir yaitu sebagai penumbuhkembangan potensi siswa (growing). mengajar seyogyanya dimaknai sebagai penumbuhkembangan potensi siswa. bahwa sebagai agen . Guru/dosen mengajar siswa dengan cara menerangkan pelajaran. Siswalah yang harus mengembangkan potensinya sendiri. Hal ini dapat kita amati dalam praktis pembelajaran sehari-hari. lihat juga artikel tentang peranan guru sebagai agen pembelajaran. Sebab itu apabila guru/dosen mampu memasukkan unsur cinta ketika mengajar. Untuk membuktikan bahwa siswa telah menguasai materi yang diajarkan oleh guru/dosen. Dengan demikian. Pembelajaran demokratis yang berarti pembelajaran dari siswa. banyak guru/dosen memaknai mengajar sebagai menyampaikan materi. Mengajar dengan Cinta Tugas utama guru/dosen sebagai agen pembelajaran adalah mengajar siswa di kelas yang diampunya. seorang guru/dosen tidak bekerja sendirian melainkan membutuhkan kerja sama orang lain yakni siswa yang diampunya. Seperti telah umum kita ketahui. yang intinya guru/dosen mengajar dan siswa belajar. namun proses tersebut dikemas dalam pengembangan. yaitu demokratisasi dan desentralisasi. Akibat dari proses yang demikian adalah bahwa siswa cenderung dijadikan objek uji coba oleh guru/dosen. oleh siswa. dan untuk siswa tidak akan terwujud jika guru/dosen menggunakan paradigma mengajar sebagai menyampaikan materi pelajaran. Pemilihan definisi tersebut mengandung implikasi bahwa dalam proses pembelajaran. dari empat definisi di atas. Hasil dari pekerjaan siswa itulah yang dijadikan pedoman untuk menetapkan apakah siswa telah menguasai materi pelajaran atau belum. maka berdasarkan konteks ini. dan berpusat pada siswa. guru/dosen hanya memfasilitasi. mengajar berarti mengembangkan potensi siswa. Paradigma Baru Sesuai dengan tuntutan reformasi. maka hasilnya tentu akan lebih baik dan membahagiakan. maka mengajar dapat dimaknai sebagai upaya pengembangan potensi siswa. Ketika mengajar. Cek juga tentang perlunyamemahami indera belajar siswa ketika mengajar agar kita lebih sukses. Jadi. guru harus memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi dirinya: bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran. Mengajar dengan cinta merupakan salah satu upaya untuk memudahkan guru/dosen mencapai keberhasilan. Meskipun di dalamnya juga termasuk penyampaian informasi dan pembentukan. guru/dosen kemudian mengadakan tes atau ulangan. Untuk melengkapi pemahaman Anda tentang apa yang harus dilakukan guru/dosen ketika mengajar.

guru yang mampu mengajar dengan cinta ini akan menjadi guru/dosen yang profesional sekaligus bermartabat. cinta memang bisa menjadi sumber energi positif bagi keberhasilan pembelajaran. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui ³mengajar dengan cinta´. Sebagai orang tua. jelas lebih tinggi pengabdiannya bagi dunia pendidikan. tentunya keberhasilan lebih terjamin. Begitu pula. kita tidak pernah menimpakan kesalahan sepenuhnya kepada anakanak kita ketika mereka melakukan kesalahan.pembelajaran. Tapi dalam konteks pembelajaran di sekolah. seperti orang tua berbuat kepada anak-anaknya. guru/dosen memang harus benar-benar menjadi ayah atau ibu bagi murid-muridnya. terutama siswa atau peserta didiknya. sehingga tahu kelebihan dan kekurangannya. upaya guru dalam memfasilitasi siswa agar berhasil akan lebih bersungguhsungguh. Melalui siswa inilah keberhasilan atau kegagalan seorang guru lebih mudah diketahui. keberhasilan seorang guru sangat ditentukan oleh keberhasilan muridmuridnya. Dalam hal ini. guru/dosen tidak bekerja sendirian. guru/dosen lebih terkontrol ucapan dan tindakannya di depan kelas. guru dapat mengambil tindakan yang tepat agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya dan mencapai hasil yang terbaik. Cek kembali artikel tentangDefinisi Guru Sukses. Dengan cinta. Kita lebih sering mengambil tanggung jawab atas apa yang anak-anak kita tidak sanggup memikulnya. kegagalan guru sering terjadi karena ketidakmampuannya memfasilitasi siswa mencapai hasil belajar secara optimal. pembelajaran akan lebih menyenangkan dan bermakna. Ya. Dengan demikian. Guru/dosen yang mengajar dengan cinta. bukankah guru/dosen juga memiliki tanggung jawab untuk mengetahui latar belakang siswanya. Boleh dikatakan. Jadi. sehingga hasilnya pun akan lebih baik. Dengan pengabdian yang tinggi ini. Dengan cinta pula. kita bisa melakukan ini karena kita mencintai anak-anak kita. misalnya dalam kondisi tertentu. Dengan cinta. Dia membutuhkan kerja sama dan dukungan dari orang lain. Atau bahkan menyalahkan orang tua yang tidak mau membimbing anak-anaknya belajar di rumah. guru/dosen menyalahkan siswa-siswinya yang tidak mau belajar. Bukankah guru/dosen adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap keberhasilan pembelajaran di kelas? Taruhlah misalnya siswa tidak siap dengan materi pembelajaran. Ya. Bisa saja. bahkan bagi manajemen tingkat tinggi sekali pun. sehingga sulit mengikuti penjelasan guru/dosen. Untuk menyegarkan ingatan tentang perlunya memahami indera belajar siswa ketika kita mengajar. . coba cek kembali artikel tentang Memahami Indera Belajar Siswa. kesalahan tetap ada pada guru/dosen. Guru/dosen pun sesungguhnya dapat melakukan hal yang sama. Jelas.

siswa bisa saja bertindak ³seolah-olah´ (seolah-olah senang atau seolah-olah memperhatikan) untuk membuat guru merasa senang (sehingga tidak marah-marah kepada siswa?). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002:1145). ketika saya meminta pendapat beberapa siswa kelas V-VI Sekolah Dasar perihal pembelajaran yang menarik sehingga menjadikan mereka berprestasi lebih baik. Pendapat siswa tentang pembelajaran yang menarik di atas jelas lebih menyeluruh. Betapa tidak. Tentu saja pengertian demikian kurang lengkap. ada tantangan. Apalagi jika guru/dosen hanya memilih salah satu saja: siswa senang atau siswa memperhatikan. siswa memang harus senang dan memperhatikan. Selain itu guru/dosen juga memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk maju dan berkembang. serta memberikan perhatian penuh kepada kelas. dan menyenangkan. atau guru/dosen bertindak keras dengan memberikan hukuman bagi siswa yang tidak memperhatikan atau gagal mencapai tujuan belajar. arti kata menarik yang sesuai dalam konteks ini adalah: (1) menyenangkan (menggirangkan hati. Dengan demikian. ada nyanyian. dan (2) mempengaruhi atau membangkitkan hasrat untuk memperhatikan (Depdikbud. tidak hanya pada siswa-siswa tertentu saja. Inilah rangkuman jawaban mereka jika dikalimatkan ulang: Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang di dalamnya ada cerita. Jika ini yang terjadi. suatu jawaban yang biasanya hanya muncul dari guru-guru berpengalaman. pembelajaran yang menarik hanya mencakup dua unsur.Merancang Pembelajaran Yang Menarik Suatu hari. Gurunya mengerti dan memahami kondisi siswa. siswa yang rata-rata berumur di bawah 11 tahun itu bisa memberikan jawaban yang cukup lengkap bagi penyelenggaraan proses pembelajaran yang berkualitas. saya mendapatkan jawaban yang menakjubkan. namun memiliki kesungguhan dalam membantu siswa menguasai materi pelajaran melalui cara-cara yang mudah. Pembelajaran yang di dalamnya ada cerita atau nyanyian atau tantangan yang ³terjangkau´ tentu saja akan membangkitkan hasrat siswa untuk mengikutinya karena pada umumnya siswa suka dengan cerita atau nyanyian atau tantangan. . pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang menyenangkan hati sehingga siswa mau memperhatikan. maka guru/dosen boleh jadi hanya mengajar siswa dengan menyanyi dan tepuk tangan. cepat. Coba kita bandingkan pendapat siswa di atas dengan pengertian dari kamus. yaitu: siswa senang dan siswa memperhatikan. Gurunya santai dan humoris. Tetapi kalau ini ukurannya (siswa senang dan memperhatikan). menyukakan). dan ada pemenuhan rasa ingin tahu siswa. Atau dengan kata lain. mungkin tujuan pembelajaran tidak tercapai. merujuk pada pengertian kamus tersebut. Dalam proses pembelajaran. Pasalnya.

William Watson Purkey dalam artikelnya berjudul³Preparing Invitational Teachers for Next-Century Schools´ (dalam Slick. Empat Hal Dasar Untuk mewujudkan pembelajaran yang menarik (sekaligus efektif dan efisien). Rasa hormat. Lebih-lebih jika kita menginginkan proses pembelajaran yang standar. Dalam proses pembelajaran itu harus terjadi interaksi yang intensif antarberbagai komponen sistem pembelajaran (guru/dosen. Kepercayaan. optimisme (optimism). jelas. pendapat ini justru disampaikan oleh siswa. Jadi.Namun pembelajaran yang menarik bukanlah sekadar menyenangkan yang tanpa target. karena dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan beban psikiologis siswa. dan menyenangkan. menantang. dan kemandirian sesuai dengan bakat. yaitu pengetahuan atau keterampilan baru. pembelajaran yang menarik haruslah memfasilitasi siswa untuk berhasil mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. minat. Keempat hal dasar tersebut meliputi: kepercayaan (trust). pertama-tama pembelajaran harus menarik. Ungkap dia: ³Attempting to teach students without involving them in the process is a lost cause. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. di mana proses sama pentingnya dengan produk. dan cakap untuk menjadi bertanggung jawab. memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. sebagai unsur sangat penting yang harus ada dalam setiap kelas. Rasa ³saling-menghormati´ di antara guru dan siswa. .´ Bahkan andaikata usaha untuk membuat siswa melakukan apa yang diinginkan oleh guru tanpa kerja sama mereka dianggap berhasil. energi yang dihabiskan oleh guru biasanya tidak sepadan dengan apa yang dicapai. tentunya akan mengefektifkan sekaligus mengefisienkan aktivitas belajar-mengajar di kelas. siswa. Ada sesuatu yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Dalam praktik pembelajaran harus terjadi suatu pengenalan atas ³saling ketergantungan´ di antara sesama manusia. yaitu proses pembelajaran yang interaktif. dan kesengajaan (intentionality). Harus dipahami bahwa setiap orang pasti mampu. lingkungan). kreativitas. dan mereka harus diperlakukan secara benar. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kita menyadari bahwa pembelajaran yang efektif dan efisien membutuhkan kerja sama yang kompak antara guru dan siswa. inspiratif. materi belajar. bernilai. adalah dasar bagi terbangunnya tanggung jawab bersama. Adapun manfaat dari pembelajaran yang menarik tersebut. 1995:1-3) menyarankan empat hal yang harus ada dan dipenuhi dalam setiap proses pembelajaran. dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik sebagaimana diamanatkan oleh pasal 19 ayat (1) PP No. rasa hormat (respect). dengan cara yang mudah. cepat. Proses pembelajaran seyogyanya merupakan kegiatan bersama dan saling mendukung antara guru dan siswa. Rasa hormat dapat diwujudkan dengan kepedulian yang mendalam kepada para siswa dan perilaku yang memadai yang ditunjukkan oleh guru. demi untuk memberikan tujuan dan arah yang jelas. dan. menyenangkan.

kembalinya adalah pada guru/dosen sebagai pelaksana di lapangan. proses. Guru/dosen dapat mempraktikkan model atau pendekatan pembelajaran seperti disebutkan di atas. yaitu guru yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi untuk membantu siswa mencapai keberhasilan. bagi diri sendiri dan orang lain. Kesengajaan. alat itu tidak banyak gunanya. ´Accelerated Learning´ (Meier. Namun. Jika guru/dosen memiliki pemahaman dan wawasan yang baik tentang tugasnya. atau memodifikasi model yang sudah ada dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. guru akan mampu menyelenggarakan pembelajaran yang menarik. atau melakukan penelitian tentang keberhasilan pembelajaran. Boleh juga guru/dosen merancang model sendiri. dan Menyenangkan). 2001). . Semua kembali kepada siapa yang menggunakan (the man behind the gun). model atau pendekatan itu hanya alat. Dan untuk hal-hal yang menyangkut peningkatan mutu pendidikan. Sebagus apa pun alatnya. Pembelajaran yang menarik tidak akan ada artinya apabila optimisme mengenai potensi manusia terabaikan. secara pribadi maupun secara profesional. ia akan memiliki komitmen yang baik pula. kalau tidak didukung dengan kemampuan dan kemauan pemakainya. Keunikan manusia adalah tidak-adanya batasan yang jelas mengenai potensi yang telah ditemukan. Efektif. Setiap orang mempunyai potensi yang tak terbatas. unsur-unsur seperti yang disarankan oleh Purkey dan pendapat siswa di atas harus dipenuhi. seperti: ³Quantum Teaching´ (DePorter. termasuk dari buku-buku terjemahan. dan program yang dirancang untuk merangsang perkembangan.Optimisme. dan ini dapat dilakukan guru yang dengan sengaja membuat dirinya menarik. Yang harus dipahami. merenung atau merefleksi diri. berdiskusi dengan teman sejawat termasuk dengan siswa. dengan penyesuaian tertentu. Pendekatan Pembelajaran Ada beberapa pendekatan atau model bagi penyelenggaraan proses pembelajaran yang menarik. Potensi manusia dikenali terutama dengan tempat. model apa pun yang digunakan. Komitmen di antaranya dipengaruhi oleh kedalaman pemahaman dan keluasan wawasan tentang hal-hal yang terkait dengan tugas. Misalnya: CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) atau PAKEM (Pembelajaran Aktif. Atau yang berasal dari mancanegara (dari buku terjemahan). Jadi dengan banyak membaca. Kreatif. 2002). melihat.

karena ada gejala pada diri siswa malas belajar. Pelatihan bagi instruktur ini juga merupakan bagian dalam menghasilkan anak didik berkualitas. Keberhasilan tersebut.METODE MENGAJAR JANGAN MEMBOSANKAN Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Dankobangdikal) Laksda TNI Sumartono meminta agar dalam proses transfer ilmu pengetahuan. . Dankobangdikal berharap agar pelatihan ini akan memberikan hasil nyata dan bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran dalam menghasilkan lulusan prajurit matra laut yang memiliki kompetensi dan lebih berkualitas sehinga siap pakai sesuai kebutuhan organisasi. ³Perwujudan perhatian diberikan melalui kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini dengan orientasi meningkatkan kemampuan profsinya. saya meminjam kepunyaan Lina. Ku dekati salah satu siswa tersebut.aspx PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PEMBELAJARAN Hari Senin tanggal 07 Februari 2009 jam pelajaran kedua aku berada kelas 9 b. menggariskan perhatianyang lebih proporsional terhadap kualitas tenaga pendidik dan kependidikan. Hanya dua siswa yang tidak masuk. Pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah peran tersebut sangat tinggi. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga minggu tersebut merupakan salah satu upaya TNI AL untuk memberikan bekal pengetahuan dan pembelajaran yang baik dan benar kepada personel yang bertugas di lembaga pendidikan agar mampu memiliki kemampuan yang memadai sebagai tenaga pendidik dalam meningkatkan kemampuan prajurit TNI AL. Aku bertanya ³Apakah yang diperebutkan ? Jawabnya ³ Lembar tugas yang ibu berikan Minggu kemarin. August 14. Kobangdikal. perlu diperhatikan kemampuan mentarnsfer ilmu kepada siswa dengan baik. membolos sekolah. senda gurau. bahkan lembar kerjanya kesemuanya tertinggal dirumah. Hal tersebut diungkapkan Dankobangdikal saat menutup Pelatihan Micro Teaching yang diikuti oleh 60 peserta di gedung Ewa Pangalila. menggunakan HP bila guru menjelaskan bahan-bahan yang sekiranya perlu difahami hal ini merupakan ketidaksadaran siswa tentang belajar. Pada waktu apresepsi sudah selesai siswa putra mulai gaduh saling berebut kertas warna putih. Bu´.id/Artikel/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/1931/Default. seorang tenaga pendidik harus menguasai materi pelajaran serta dengan menggunakan sistem mengajar yang tidak membosankan. Sedangkan tiga puluh dua siswa lainnya mengerjakan tugas dengan baik. menjawab hanya asal kena (clometan). kebijakan TNI AL untuk memberdayakan lembaga pendidikan. ³Semoga ketrampilan mengajar saudara tidak hanya berhenti sampai disini melainkan dapat serus dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan. 2009 11:34 AM by dispenal http://www. tidak terlepas dari atensi dan peran aktif dari seluruh peserta baik saat ceramah maupun lattek mengajar. Guru sebagai agen pembelajaran mempunyai peran yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. keduanya ada surat ijin karena sakit. Selain itu.´ ujarnya. Dan ternyata ada delapan siswa putra yang tidak mengerjakan tugas. Untuk itu. (Penkobangdikal) posted @ Friday.´ ujar Dankobangdikal. Dalam hal ini peran guru terkait dengan peran siswa dalam belajar.tnial. lanjut orang nomor satu di Kobangdikal itu. Surabaya (14/8). menguasai materi dan tidak membosankan.mil. Pelajaran aku mulai dengan apresepsi selama kurang lebih 5 menit.

Dengan demikian guru harus memeliharan keterlibatan siswa dalam belajar. apabila kita menginginkan hasil maksimal. dan apabila siswa memiliki motivasi berprestasi rendah.blogspot. Motivasi sosial maksudnya adalah siswa belajar penyelenggaraan tugas. Berikut ini disajikan penjelasan singkat mengenai hal-hal dimaksud.html Agen Pembelajaran Guru/dosen Sebagai Agen Pembelajaran Banyak tugas harus dilaksanakan oleh guru sebagai orang yang sangat berperan dalam dunia pendidikan. dan mencapai hasil optimal. Tiga hal harus dipertimbangkan dalam menyusun rancangan pembelajaran. maka dalam hal ini tugas guru menyalurkan semangat kerja keras. lebih berkeinginan meraih keberhasilan.com/2009/02/peran-guru-sebagai-motivator-dalam. Guru harus benar-benar memahami motivasi belajar siswanya dan kemudian memberi motivasi yang tepat. http://gurupkn3smp. dalam hal ini guru memelihara keterlibatan belajar siswa. yakni: persiapan. Siswa memiliki motivasi berprestasi dan motivasi instriksik diduga siswa akan berusaha belajar segiat mungkin. (3) motivasi instriksik. Untuk itu guru yang agen pembelajaran ini perlu merancang. maka kita harus membuat persiapan yang matang. pelaksanaan. (2) Perasaan dan keterlibatan ranah afektif tinggi. Motivasi instriksik maksudnya belajar karena keinginan dari diri sendiri. Apabila siswa motivasi berprestasi tinggi. yang pada umumnya lebih suka menghindari dari tugas. (3) motivasi ini sifatnya memelihara sendiri. dan (4) motivasi berprestasi. Begitu juga dalam proses pembelajaran. Pada motivasi instriksik maka ditemukan sifat perilaku sebagai berikut: (1) siswa kualitas keterlibatnya dalam belajar sangat tinggi berarti guru tinggal memelihara semangat. Apabila ketiga hal ini sudah terlaksana. Persiapan. Motivasi instrumental dan motivasi social termasuk kondisi eksternal sedang motivasi instriksik dan motivasi berprestasi termasuk kondisi internal. dan penilaian. berarti keterlibatan pada tugas menonjol. agar proses pembelajaran berjalan lancar. (2) motivasi social. maka satu tambahan yang harus dipertimbangkan agen pembelajaran adalah melakukan refleksi. lebih terlibat dalam tugas-tugas dan tidak menyukai kegagalan. Guru/dosen sebagai agen pembelajaran berperan memfasilitasi siswa agar dapat belajar secara nyaman dan berhasil menguasai kompetensi yang sudah ditentukan. Menurut Biggs dan Telfer motivasi tersebut adalah sebagai berikut: (1) motivasi instrumental. Apa pun pekerjaan kita. Salah satunya adalah sebagai agen pembelajaran.Siswa dalam belajar memiliki bermacam-macam motivasi. Motivasi berprestasi dibedakan motivasi berprestasi tinggi dan motvasi berprestasi rendah. Seorang guru yang menjadi agen (agen pembelajaran) tidak akan dapat melaksanakan tugasnya sebagai agen yang baik tanpa adanya persiapan . Motivasi instrumental maksudnya bahwa siswa belajar karena didorong adalah hadiah atau menghidari dari hukuman. maka guru sebaiknya memberi motivasi yang lebih agar siswa tersebut sadar akan belajar dan diharapkan guru mampu berkreasi dalam kegiatan-kegiatan pembelajaran.

Apabila dari hasil penilaian diketahui bahwa prestasi siswa sudah sesuai dengan yang diharapkan. Dengan merujuk pada persiapan yang sudah ada. apabila dari hasil penilaian itu diketahui bahwa hasil belum sesuai yang diharapkan. atau siswa sudah mencapai kompetensi belajar. penilaian. teknik dan jenis penilaian tergantung pada kebutuhan. terkait dengan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh siswa.yang baik pula. mawas diri. dan mampu mengembangkan kreativitas siswa. dan refleksi) dalam setiap proses pembelajaran secara baik. maka penilaian yang dilakukan pun harus tepat. Jelasnya. fasilitas atau media pembelajaran yang tepat. baik bentuk objektif maupun bentuk uraian. Di samping menyenangkan. menilai diri sendiri. atau apa pun namanya. Tolok ukur dalam menyusun alat penilaian adalah kompetensi atau tujuan pembelajaran. tugas guru sebagai agen pembelajaran ini akan lebih mudah. Mungkin pembelajaran harus diulang untuk seluruh kelas. atau melalui tes tertulis. maka berarti tugas guru sebagai agen pembelajaran ini sudah berada pada jalur yang benar. maka pelajaran di waktu yang akan datang dapat dilanjutkan ke materi berikutnya. dalam kaitannya dengan pencapaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik atau siswa. ialah bagaimana menyiapkan materi pembelajaran. suasana belajar dan pembelajaran harus pula menantang rasa ingin tahu siswa. terserah agen mau pilih yang mana. Refleksi. Setiap kegiatan pembelajaran harus diukur hasilnya. Misalnya masing-masing siswa disuruh bercerita satu per satu. Pelaksanaan pembelajaran seyogianya merujuk pada persiapan yang sudah ditentukan. refleksi juga berguna untuk membiasakan peserta didik melakukan introspeksi. kemudian bagaimana melaksanakan evaluasinya. Karena itu agen pembelajaran juga harus melakukan penilaian atas apa yang dilakukan bersama siswa dalam proses pembelajaran. Misalnya tujuan atau kompetensinya: siswa mampu menceritakan Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya. pelaksanaan. Artinya. skenario pembelajaran apa yang akan diterapkan untuk membantu siswa mencapai kompetensi. siswa akan bekerja secara maksimal apabila mereka tidak sedang dalam keadaan ³tertekan´. Yang perlu dipertimbangkan agen pembelajaran dalam persiapan ini. menginspirasi. Penilaian. siswa biasanya akan bekerja dengan baik jika suasana hatinya memang sedang baik. atau siswa yang sudah menguasai kompetensi dapat membantu teman-temannya yang belum menguasai kompetensi tadi agar dapat menguasainya. maka agen pembelajaran dan siswa dapat mendiskusikan mengenai hal-hal yang membuat siswa belum berhasil. Apabila guru sebagai agen pembelajaran dapat melaksanakan keempat kegiatan (persiapan. Sebab itu perlu diciptakan suasana yang menyenangkan. yang penting memenuhi unsur validitas dan reliabilitas. Selain itu. memotivasi untuk bekerja terbaik. Pelaksanaan. Dalam pelaksanaan pembelajaran. Ini akan semakin memudahkan sang agen dalam . meskipun tidak harus kaku. Sebaliknya. sehingga membangun kesadaran untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Refleksi penting dilakukan untuk tindak lanjut.

Akibatnya ketika peserta didik kita lulus dari sekolah. karena strategi pembelajaran berpikir tidak digunakan secara baik dalam proses pembelajaran.5 kg telur. karena yang dipelajari lebih banyak bahasa sebagai ilmu bukan sebagai alat komunikasi.500.com/agen-pembelajaran Kompetensi Dasar Guru sebagai Agen Pembelajaran (Implementasi dari Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen) 4 Votes (Disajikan dalam workshop ³Bedah Profesionalisme guru´ pada 7 Maret 2010 di Wonosobo) Masalah yang terus menjadi masalah dalam dunia pendidikan kita adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Mata pelajaran bahasa tidak diarahkan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Kenyataan ini berlaku untuk semua mata pelajaran.mewujudkan cita-citanya menjadi guru profesional. http://www. Mata pelajaran sains tidak dapat mengembangkan kemampuan anak untuk berpikir kritis dan sistematis. . Anak juga hafal langkah-langkah berpidato. karena proses pembelajaran hanya diarahkan agar siswa bisa menguasai dan menghafal materi pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa kurang di dorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis. Gejala-gejala seperti ini merupakan gejala umum dari hasil proses pendidikan kita.-.gurusukses. tidak dapat mengembangkan sikap yang sesuai dengan norma-norma agama. sebagai bagian dari karakteristik seorang guru yang sukses. Proses pembejaran lebih diarahkan kepada kemampuan siswa untuk menghafal informasi. mereka pintar secara teoritis. tetapi miskin dalam aplikasi. Mata pelajaran agama. tetapi mereka bingung berapa harus membayar manakala ia disuruh membeli 2. Anak hafal masalah perkalian dan pembagian. Otak siswa dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi tersebut dan tidak berupaya untuk menghubungkannya dengan kehidupan seharihari. dengan harga satu kilogram Rp 12. tetapi mereka bingung ketika mereka disuruh bicara di muka umum.

serta ketrampilan yang diperlukan dirinya. Terdapat beberapa hal yang perlu ditanggapi dari konsep pendidikan menurut undang-undang tersebut. pengendalian diri. akan tetapi proses yang bertujuan sehingga segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa diarahkan pada pencapaian tujuan. dan negara´. serta pengembangan ketrampilan siswa. Bagaimanapun bagus dan idealnya . dalam pendidikan antara proses dan hasil harus berjalan secara seimbang. Hal ini berarti pendidikan tidak boleh mengesampingkan proses dan hasil belajar. berakhlak mulia. masyarakat. komponen yang selama ini dianggap sangat mempengaruhi proses pendidikan adalah komponen ³guru´. memiliki kemampuan memecahkan masalah hidup. akhir dari proses pendidikan adalah kemampuan siswa memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Hal ini memang wajar. masyarakat. dan negara. dan ketrampilan) arah dan tujuan pendidikan yang harus diupayakan. Banyak komponen yang dapat mempengaruhinya. Dengan kata lain proses pendidikan kita tidak pernah diarahkan untuk membentuk manusia yang cerdas. Dengan tidak mengesampingkan faktor lain. bangsa. Ketiga aspek inilah (sikap. akhlak mulia. bangsa.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa ³Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Mengapa demikian?. Tampaknya pelaksanaan pendidikan kita di sekolah belum sesuai dengan harapan tersebut. Keempat. kecerdasan. sebab guru merupakan ujung tombak yang berhubungan langsung dengan siswa sebagai subjek dan objek belajar. kecerdasan. serta tidak diarahkan untuk membentuk manusia yang kreatif dan inovatif. membentuk kepribadian. pendidikan adalah suatu usaha sadar yang terencana. Hal ini berarti proses pendidikan berujung kepada pembentukan sikap. hal ini berarti proses pendidikan di sekolah bukanlah proses yang dilaksanakan asal-asalan dan untung-untungan. Kedua. memiliki kecerdasan. Undang-Undang No. Akan tetapi bagaimana memperoleh hasil atau proses belajar yang terjadi pada diri siswa. proses pendidikan yang terencana diarahkan untuk mewujutkan suasana belajar dan proses pembelajaran. pengendalian diri. Pertama. ini berarti proses pendidikan itu harus berorientasi kepada siswa (student active learning). Dengan demikian. suasana belajar dan pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. serta memiliki keterampilan yang diperlukan untuk dirinya. Pembelajaran tidak diarahkan untuk membangun dan mengembangkan karakter serta potensi yang dimiliki oleh peserta didik. pengembangan kecerdasan atau intelektual. Ketiga.Pendidikan di sekolah terlalu menjejali otak siswa dengan berbagai bahan ajar yang harus dihafal.

Apabila mengajar dianggap hanya sebagai proses penyampaian materi pelajaran. sehingga semakin tinggi latarbelakang pendidikan akademik sesuai profesinya. maka upaya pertama yang harus dilakukan adalah memposisikan guru sebagai pekerja yang profesional. Untuk meyakinkan bahwa guru sebagai pekerjaan profesional. Ada yang beranggapan bahwa setiap orang bisa menjadi guru. termasuk di dalamnya memanfaatkan bebagai sumber dan media pembelajaran untuk menjamin efektifitas pembejaran. Tetapi mengajar tidak sesederhana itu bukan?. si Waru. melatih keterampilan ntelektual. . marilah kita tinjau ciriciri pokok dari pekerjaan profesional : (a) Pekerjaan profesional ditunjang oleh suatu ilmu tertentu secara mendalam yang hanya diperoleh dari lembaga-lembaga pendidikan yang sesuai. Seorang dokter. Dengan demikian. atau siapa saja.kurikulum pendidikan. saintis. Oleh sebab itu. dan berbagai profesi lainnya dihasilkan dari lembaga-lembaga pendidikan yang relevan dengan profesi tersebut. sehingga kinerjanya didasarkan kepada keilmuan yang dimilikinya. psikolog. asalkan paham materi pelajaran yang akan diajarkannya. Mengajar tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran. semakin tinggi pula tingkat keahliannya. untuk mencapai proses dan hasil pendidikan seperti yang diharapkan. yaitu asal paham informasi yang akan diajarkannya kepada siswa. Dalam rangka pencapaian hasil dan proses pembelajaran seperti yang diharapkan. Apakah pandangan seperti itu benar?. tentunya sangat sederhana. (c) Tingkat kemampuan dan keahlian suatu profesi didasarkan kepada latarbelakang pendidikan yang dialaminya yang diakui oleh masyarakat. sebaiknya dimulai dengan menganalisis komponen guru. Oleh karena itu seorang guru perlu memiliki kemampuan merancang dan mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran yang dianggap cocok dengan materi pembelajaran. (b) Suatu profesi menekankan kepada suatu keahlian dalam bidang tertentu yang spesifik sesuai dengan jenis profesinya. mengapa demikian?. Si Dadap. akan tetapi suatu proses mengubah perilaku siswa sesuai dengan tujuan yang diharapkan. bagaimanapun lengkapnya sarana dan prasarana pendidikan. pendapat semacam itu ada benarnya. Konsep mengajar yang demikian. Itulah sebabnya guru adalah pekerjaan profesional yang membutuhkan kemampuan khusus hasil dari proses pendidikan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Sebab banyak orang termasuk guru sendiri yang meragukan bahwa jabatan guru merupakan jabatan profesional. ekonom. seorang guru perlu memiliki kemampuan khusus. maka semuanya akan kurang bermakna. maka ia dapat menjadi guru. keterampilan psikomotorik. dan memotivasi siswa agar memiliki kemampuan inovatif dan kreatif. Oleh sebab itu dalam poses mengajar terdapat kegiatan membimbing. yaitu kemampuan yang tidak mungkin dimiliki oleh orang lain yang bukan guru. tanpa diimbangi dengan kemampuan guru dalam mengimplementasikannya. walaupun mereka tidak memahami ilmu keguruan dapat saja dianggap sebagai guru.

Perkembangan tehnologi informasi menuntut setiap guru untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi mutakhir. Pemahaman terhadap media penting. guru perlu memahami bebagai jenis media dan sumber belajar beserta fungsi masing-masing media tersebut. lalu apa ciri-ciri guru yang profesional dan apa saja yang harus dibekali oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan untuk menghasilkan calon-calon guru yang profesional? Berikut marilah kita simak ciri-ciri guru yang profesional. Kemampuan merancang media merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional.Dari ketiga ciri perkerjaan profesional yang disebutkan di atas. Pertama. Guru sebagai fasilitator. Dengan merancang media yang cocok akan memudahkan proses pembelajaran. Ketiga. Keempat. belum tentu suatu media cocok digunakan untuk mengajarkan semua bahan pelajaran. ia akan bisa menjawab dengan penuh keyakinan. guru perlu mempunyai ketrampilan dalam merancang suatu media. dan mana materi yang diingat kembali karena pernah di bahas. Peran guru sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran dengan baik dan benar. yaitu : a. Agar dapat melaksanakan peran sebagai fasilitator. yang pada gilirannya tujuan pembelajaran akan tercapai secara optimal. Sebagai pengelola pembelajaran (learning manager). Apapun yang ditanyakan siswa berkaitan dengan materi pelajaran yang diajarkannya. Kedua. yang wajib dipelajari siswa. kemampuan berkomunikasi secara efektif dapat memudahkan siswa menangkap pesan sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar mereka. guru berperan dalam menciptakan iklim belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara nyaman. guru harus memiliki bahan referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan siswanya. Melalui teknologi informasi memungkinkan setiap guru bisa menggunakan berbagai pilihan media yang dianggap cocok. Guru yang profesional manakala ia dapat menguasai materi pelajaran dengan baik. b. Guru harus mampu menunjukkan sumber belajar yang dapat dipelajari oleh siswa yang biasanya memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata siswa lainnya. Guru sebagai sumber belajar. . misalnya dengan menentukan materi inti (core). termasuk memanfaatkan teknologi informasi. Sebagai fasilitator guru guru berperan dalam memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. sebagai fasilitator guru dituntut agar mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa. guru dituntut untuk mampu mengorganisasikan berbagai jenis media serta dapat memanfaatkan sebagai sumber belajar. Melalui pengelolaan kelas yang baik guru dapat menjaga kelas agar tetap kondusif untuk terjadinya proses belajar seluruh siswa. c. Ada tujuh komponen yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai guru yang profesional. Sebagai sumber belajar. ada beberapa hal yang harus dipahami guru.Guru harus mampu melalukan pemetaan materi pelajaran. Hal ini sangat penting. mana materi tambahan. Guru Sebagai pengelola. sehingga benar-benar ia berperan sebagai sumber belajar bagi anak didiknya.

Demikian juga halnya seorang guru. tidak terkena hama dan penyakit yang bisa menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat. Guru sebagai pembimbing. Fungsi mengawasi bertujuan untuk mengusahakan peristiwaperistiwa yang sesuai dengan rencana yang telah disusun. serta menentukan sumber yang diperlukan. mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar. Kedua. Ketiga memimpin yang meliputi memotivasi. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat tumbuh dengan menarik batang atau daunnya. ada dua hal yang harus dimiliki. Guru sebagai demonstrator. Pertama. Keputusan semacam ini menuntut kemampuan berpikir kreatif dan imajinatif. Misalnya memahami tentang . Tugas memimpin adalah berhubungan dengan membimbing. mengalokasikan waktu.Sebagai menager guru memiliki empat fungsi umum. hingga tanaman menghasilkan buah. menentukan topik yang akan dipelajari. menentukan tujuan. Fungsi pengorganisasian melibatkan penciptaan secara sengaja suatu lingkungan pembelajaran yang kondusif serta melakukan pendelegasian tanggung jawab dalam rangka mewujutkan tujuan program pembelajaran yang telah direncanakan. Seorang guru dan siswa seperti halnya petani dengan tanamannya. menulis silabus. Siswa akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuannya. Agar guru dapat berperan sebagai pembimbing. Fungsi perencanaan merupakan fungsi yang sangat penting bagi seorang manajer. Pertama. Dalam batas-batas tertentu fungsi pengawasan melibatkan pengambilan pengawasan yang terstruktur. walaupun proses tersebut sangat kompleks. dan mengawasi siswa sehingga mereka dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan. Melalui fungsi ini guru berusaha menjembatani jurang dimana murid berada dan kemana mereka harus pergi. Kegiatan dalam melaksanakan fungsi perencanaan diantaranya memperkirakan tuntutan dan kebutuhan. dan menstimulasi siswa. e. dan guru merupakan sosok ideal yang dapat diteladani siswa. guru harus memahami anak didik yang sedang dibimbingnya. merencanakan tujuan belajar. dan membimbing agar siswa tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya. Pertama. mengarahkan. Tugas guru adalah menjaga. d. mendorong. Fungsi memimpin adalah fungsi yang bersifat pribadi yang melibatkan gaya tertentu. sebagai demonstrator guru harus dapat menunjukkan bagaimana caranya agar setiap materi pelajaran bisa lebih dipahami dan dihayati oleh setiap siswa. Ada dua konteks guru sebagai demonstrator. mendorong. Guru tidak dapat memaksa agar siswanya jadi ³ini´ atau jadi ³itu´. Kedua. Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah. Keempat mengawasi segala sesuatu apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaiaan tujuan. Peran guru sebagai demonstrator adalah peran guru agar dapat mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat siswa lebih mengerti dan memahami setiap pesan yang disampaikan. sebagai demonstrator berarti guru harus menunjukkan sifat-sifat terpuji dalam setiap aspek kehidupan. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanamannya itu tumbuh dengan sempurna.

atau malah sebaliknya siswa belum bisa mencapai standar minimal. (2) membangkitkan minat siswa. sehingga mereka layak diberikan program pembelajaran baru. Dengan demikian tes hanya salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menentukan makna tersebut. Proses bimbingan akan dapat dilakukan dengan baik. guru berperan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilakukan. Akibatnya sasaran pembelajaran hanya terbatas pada kemampuan siswa untuk mengisi soal-soal yang biasa keluar dalam tes. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap hasil akhir pembelajaran (berupa nilai atau angka-angka) tetapi juga dilakukan terhadap proses. (3)Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. kinerja. maupun merencanakan proses pembelajaran. manakala sebelumnya guru merencanakan hendak dibawa kemana siswanya. Yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. Sebab melalui evaluasi guru dapat menentukan apakah siswa yang diajarkannya sudah memiliki kompetensi yang telah ditetapkan. sehingga mereka perlu diberikan remedial. guru harus memahami dan terampil dalam merencanakan. Disamping professional guru juga harus memiliki kompetensi social. dan (7) menciptakan persaingan dan kerjasama. memahami potensi dan bakatnya. baik merencanakan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai. tenaga kependidikan. Kegiatan yang bertujuan untuk menilai keberhasilan siswa memegang peranan penting. g. orang tua/wali peserta didik. guru ituntut kreatif untuk dapat membangkitkan motivasi belajar siswa. Sebagai evaluator. f. Kedua.gaya dan kebiasaa belajarnya. dan skill siswa dalam proses pembelajaran. Guru sebagai evaluator. apa yang harus dilakukan. Oleh karena itu evaluasi semestinya juga dilakukan terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. Sering guru beranggapan bahwa evaluasi sama dengan melakukan ³tes´. Dalam proses pembelajaran motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. (4) Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan siswa. (5) Memberikan penilaian yang positif. (6) Memberi komentar tentang hasil pekerjaan siswa. Beberapa hal yang patut diperhatikan agar dapat membangkitkan motivasi belajar adalah sebagai berikut : 1) Memperjelas tujuan yang ingin dicapai. Guru sebagai motivator. Tetapi disebabkan oleh kurangnya motivasi untuk belajar. Kelemahan yang sering terjadi dengan pelaksanaan eveluasi selama ini adalah guru dalam menentukan keberhasilan siswa terbatas hanya pada hasil tes yang dilakukan secara tertulis. Hal ini sangat penting sebab evaluasi terhadap proses pembelajaran pada dasarnya evaluasi terhadap keterampilan intelektual secara nyata. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan. Hal ini tentu kurang tepat. sesama pendidik. dan lain sebagainya. dan masyarakat sekitar . artinya guru telah melakukan evaluasi manakala ia telah melakukan tes. sebab evaluasi adalah suatu proses untuk menentukan nilai atau makna tertentu pada sesuatu yang dievaluasi.

Memang guru harus memiliki pengetahuan yang luas. 2. memiliki keterampilan membina kelompok. setelah kita memahami dan mengerti dengan benar apa yang kita pelajari lalu kita melakukannya. berbuat/melakukan).(Standar Nasional Pendidikan. dan menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok. Karena itu manusia harus hidup bersama. menguasai berbagai jenis bahan pembelajaran. tampaklah bahwa kompetensi sosial mutlak dimiliki seorang guru. Sejak Tuhan Allah menciptakan manusia. 3. dan kepemudaan. artinya belajar itu harus dapat memahami apa yang dipelajari bukan hanya dihafalkan tetapi harus ada pengertian yang dalam. menguasai teori dan praktek pendidikan. . keagamaan. Guru harus bisa digugu dan ditiru. Learning to be (belajar menjadi seseorang). saling menguatkan. Pada butir ke 4 di atas. memiliki pengetahuan tentang hubungan antar manusia. guru perlu memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat misalnya melalui kegiatan olahraga. harus disadari bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi saling membutuhkan seorang dengan yang lainnya. saling menasehati dan saling mengasihi. Ada empat pilar pendidikan yang akan membuat manusia semakin maju: 1. sesama pendidik. Kita harus mengetahui diri kita sendiri. 4. Guru sering dijadikan panutan oleh masyarakat. pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan kurang bisa diterima oleh masyarakat. Sebagai pribadi yang hidup di tengah-tengah masyarakat. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. tulisan. bergaul secara efektif dengan peserta didik. ia harus menguasai psikologi sosial. saling membantu. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi. dan isyarat. Keluwesan bergaul harus dimiliki. Karena itu guru harus dapat berkomunikasi dengan baik secara lisan. Learning to know (belajar untuk mengetahui). untuk itu guru harus mengenal nilai-nilai yang dianut dan berkembang di masyarakat tempat melaksanakan tugas dan bertempat tinggal. guru harus memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. sebab kalau tidak. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani. keterampilan bekerjasama dalam kelompok. penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir d). Untuk itu. harus ada penolong. tenaga kependidikan. setiap guru harus pandai bergaul dengan masyarakat. Learning to do (belajar. Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan dan juga sebagai anggota masyarakat. tentunya saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lain. siapa kita sebenarnya? Untuk apa kita hidup? Dengan demikian kita akan bisa mengendalikan diri dan memiliki kepribadian untuk mau dibentuk lebih baik lagi dan maju dalam bidang pengetahuan. serta menguasai kurikulum dan metodologi pembelajaran. Learning to live together (belajar hidup bersama). orang tua/wali peserta didik. Namun sebagai anggota masyarakat.

empati dan simpati kepada sesama. Mereka santun dan peduli sesama.Bila guru memiliki kompetensi sosial. Dari akal muncul kecerdasan intelektual dan kecerdasan bertindak yang memandu kecerdasan bicara dan kerja. peserta didik perlu diperkenalkan dengan kecerdasan sosial (social intelegence). Jika kegiatan dan metode pembelajaran tersebut dilakukan secara efektif maka akan dapat mengembangkan kecerdasan sosial bagi seluruh warga sekolah. Jakarta: Gaung Persada. kunjungan langsung ke masyarakat dan lingkungan sosial yang beragam. Sedangkan dari hati muncul kecerdasan spiritual. Apabila ada satu warganya yang menderita merupakan penderitaan bersama. Bandung: Remaja Rosdakarya.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Yamin. Bandung : Kalam Hidup. Mulyasa. Dalam tingkatan nasional. 2006. memberi manfaat kepada lingkungan. Sertifikasi Profesi Keguruan di Indonesia. Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. E.wordpress. bermain peran. Sebaliknya apabila ada kebahagiaan menjadi/merupakan kebahagiaan seluruh masyarakat. sehingga mereka menjadi warga yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat dan ikut memecahkan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat. Standaar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. emosional dan sosial. emosional dan spiritual. rasa perduli. http://sunartombs. 1994. dan menghasilkan karya untuk membangun orang lain. 2008.com/2011/01/05/kompetensi-dasar-guru-sebagai-agenpembelajaran-implementasi-dari-undang-undang-nomor-14-tahun-2005-tentang-guru-dandosen . jujur dan bersih dalam berperilaku. Martinis. Pribadi yang memiliki kecerdasan sosial ditandai adanya hubungan yang kuat dengan Allah. Cara mengembangkan kecerdasan sosial di lingkungan sekolah antara lain: diskusi. Sumber kecerdasan adalah intelektual sebagai pengolah pengetahuan antara hati dan akal manusia. hadap masalah. Menjadi Guru Profesional: Sebuah Persfektif Kristiani. Undang-Undang No. sosial intelegensi membimbing para pemimpin untuk selalu peka terhadap kesulitan rakyatnya dengan mengutamakan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Sebab selain kecerdasan intelektual. agar mereka memiliki hati nurani. maka hal ini akan diteladani oleh para murid. Sosial inteligensi membentuk manusia yang setia pada kebersamaan. DAFTAR PUSTAKA: ________.

(7) evaluasi proses dan hasil belajar. sekurangkurangnya meliputi (1) pemahaman wawasan atau landasan kependidikan. dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. standar sarana dan prasarana. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. (4) perancangan pembelajaran. 3. orang tua/wali peserta didik. mengisyaratkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik. (2) pemahaman terhadap peserta didik. (3) pengembangan kurikulum/silabus. (8) mampu menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat. mengarahkan. sekurangkurangnya meliputi (1) berkomunikasi lisan. Kompetensi guru sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 meliputi kompetensi pedagogik. standar pengelolaan. standar tenaga kependidikan. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran.sedang menyelesaikan studi S2 di UNY Yogyakarta) Kompetensi Guru Sebenarnya apakah seorang guru itu harus profesional? Dalam pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa standar nasional pendidikan yang terdiri atas standar isi. sesama pendidik. Profesionalisme dalam pendidikan perlu dimaknai bahwa guru haruslah orang yang memiliki instink sebagai pendidik.(3) bergaul secara efektif dengan peserta didik. (7) jujur. (2) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional. 2. kompetensi sosial. pendidikan dasar. standar kompetensi lulusan. (4) bergaul . Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. tenaga kependidikan. pemacu. dan (8) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. dan standar penilaian pendidikan harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. mengerti dan memahami peserta didik. (4) berwibawa. (6) pemanfaatan teknologi pembelajaran. (5) stabil. Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Kompetensi kepribadian sekurang-kurangnya mencakup (1) berakhlak mulia. Guru harus menguasai secara mendalam minimal satu bidang keilmuan. perekayasa pembelajaran. membimbing. Keempat kompetensi tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut: 1. standar proses. (9) secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri. dan/atau isyarat. tulisan. melatih. menilai. (5) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis. dan (10) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. dan pendidikan menengah. motivator. Guru harus memiliki sikap integritas profesional. pimpinan satuan pendidikan. (6) dewasa. kompetensi kepribadian. mengajar. (2) arif dan bijaksana.MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI MENUJU SERTIFIKASI GURU Oleh : Bahtiar Malingi (Dosen IAIN Mataram NTB . (3) mantap. Yang dimaksud dengan guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran guru antara lain sebagai fasilitator. standar pembiayaan.

c. kemahiran. memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru. Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Merencanakan pembelajaran. e. atau latar belakang keluarga. melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu. d. teknologi. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. minat. ketakwaan. agama. hukum. 4. Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu. g. (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan. serta nilai-nilai . ras. memiliki bakat. d. atau seni yang relevan yang secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan. Oleh karena itu. Pasal 7 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 menyatakan bahwa profesi guru dan profesi dosen merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip sebagai berikut: a. dan i. keimanan. teknologi. dan seni. memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. dan idealisme. dan kondisi fisik tertentu. dan (5) menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan dan semangat kebersamaan. Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian. kompetensi. (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (diciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (pedagogical content). dan kode etik guru. memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat. Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam. guru berkewajiban: a. dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampu. dan/atau seni yang sekurang-kurang meliputi penguasaan (1) materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai standar isi program satuan pendidikan. b. c. teknologi. Guru sebagai tenaga profesional mengandung arti bahwa pekerjaan guru hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai kualifikasi akademik. memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas. memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas. dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. dan akhlak mulia. dan (2) konsep-konsep dan metode disiplin keilmuan.secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku. dan sertifikat pendidik sesuai dengan persyaratan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu. mata pelajaran. suku. h. memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja. evaluasi proses dan hasil belajar. dan/atau kelompok mata pelajaran yang diampunya. memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan. f. b. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. panggilan jiwa. mata pelajaran.

guru tidak perlu lagi menjadi ³pengkhutbah´ yang terus berceramah dan menjejalkan bejibun teori kepada siswa didik. Belum lagi bagaimana gaya bicara sang guru. Itu juga makna yang tersirat dalam akronim ³digugu lan ditiru´ (dipercaya dan diteladani). Saya kira tak ada seorang pun yang bisa membantah bahwa guru memiliki peran yang amat vital dalam proses pembelajaran di kelas. mengabadikan. bukan seperti penjara yang mengkrangkeng kebebasan mereka untuk berpikir. Tidak heran kalau banyak kalangan yang berpendapat bahwa maraknya tindakan premanisme. mengevaluasi. mengambil inisiatif. Dalam konteks demikian.agama dan e. jual-beli ijazah. gurulah yang akan menjadi ³aktor´ penentu keberhasilan siswa didik dalam mengadopsi dan menumbuhkembangkan nilai-nilai kehidupan hakiki. kelas perlu didesain sebagai ³masyarakat mini´ yang mampu memberikan gambaran bagaimana sang murid berinteraksi dengan sesamanya. yakni mendidik. dan semacamnya. manipulasi. etika.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=281 Inovasi Pembelajaran dan Peran Guru sebagai Agen Perubahan Seiring dengan diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). hingga sepatu yang dipakai akan ditelanjangi habis oleh murid-muridnya. caranya berjalan. atau berinteraksi. Gurulah yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyusun rencana pembelajaran. busana yang dikenakan. kelas harus mampu menjadi ³magnet´ yang mampu menyedot minat dan perhatian siswa didik untuk terus belajar. pengingkaran makna sumpah pejabat.go. Peserta didik perlu diperlakukan secara utuh dan holistik sebagai manusia-manusia pembelajar yang akan menyerap pengalaman sebanyak-banyaknya melalui proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. guru seolaholah diposisikan sebagai pribadi perfect yang nihil cacat dan cela. Di mata sang murid. Harus diakui tugas guru memang berat. dan http://bimakab. berpendapat.id/index. Mereka tidak hanya dituntut untuk melakukan aksi ³lahiriah´ dalam bentuk kegiatan mengajar. penyalahgunaan jabatan. dan melakukan tindak lanjut. atau kedisiplinannya dalam mengajar. melaksanakan kegiatan pembelajaran. menganalisis hasil evaluasi. gurulah yang pertama kali dituding sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap maraknya berbagai ulah anomali sosial semacam itu. di situlah sang guru akan menjadi pusat perhatian berpasang-pasang mata siswa didiknya. mewariskan. tetapi juga harus melakukan aksi ³batiniah´. Ketika sang guru masuk kelas dan menutup pintu. dan . Sudah bukan zamannya lagi anak diperlakukan bagai ³keranjang sampah´ yang hanya sekadar menjadi penampung ilmu. korupsi. berbicara. Mulai model potongan rambut. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu. Dengan kata lain.

apa yang mereka saksikan? Ya. mereka bisa bebas melenggang pamer kekayaan di tengah-tengah jutaan rakyat yang menderita dan terlunta-lunta akibat kemiskinan yang menggorok lehernya. inovatif. Maka. kalau anak-anak hanya diperlakukan sebagai objek yang pasif. KTSP sangat leluasa memberikan kesempatan kepada guru untuk menerapkan berbagai gaya dan kreativitasnya dalam kegiatan pembelajaran. Apalagi. kreatif. tidak diajak untuk berdialog dan berinteraksi. efektif. Dalam konteks demikian. para pembalak dan preman-preman hutan ternyata juga setali tiga uang. tetapi apa yang dilihat oleh anak-anak dalam praktik kehidupan sehari-hari? Ya. Nilai-nilai luhur hakiki yang disemaikan di sekolah benar-benar harus berhadapan dengan berbagai ³penyakit sosial´ yang telah bersimaharajalela di tengah-tengah kehidupan masyarakat. bagaimana? Haruskah guru ikut-ikutan bersikap permisif dan membiarkan anak-anak larut dalam imaji amoral dan anomali sosial seperti yang mereka saksikan di tengah-tengah kehidupan masyarakat? Haruskah gambaran tentang citra koruptor dan pembalak hutan yang hidup bebas dan lolos dari jeratan hukum itu kita biarkan terus berkembang dalam imajinasi anak-anak bangsa negeri ini? Gampangnya kata. Jika keadaan mendesak. Para siswa didik perlu lebih banyak diajak untuk . (Kalau sakit beneran baru tahu rasa. upaya penyemaian nilai-nilai luhur hakiki saya kira akan sulit berlangsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas. mereka bisa pasang jurus ³sakit pura-pura´. mereka bisa dengan mudah menyaksikan dengan mata telanjang betapa nikmatnya hidup menjadi koruptor. Bahkan. tidak sedikit koruptor yang justru merasa bangga ketika mereka bisa mempermainkan hukum. dan menyenangkan. haruskah anak-anak kita biarkan bermimpi dan bercita-cita menjadi koruptor dan pembalak hutan? Tunggu dulu! Kalau proses pembelajaran berlangsung monoton dan seadanya. Lantas. Ironisnya. Hukum menjadi tak berdaya untuk menjerat mereka. Ketika guru menyatakan bahwa korupsi itu haram dan melawan hukum. kegagalan penyemaian nilai-nilai luhur kepada siswa didik hanya tinggal menunggu waktu. hehehehe ) Ketika guru mengajak anak-anak untuk melestarikan dan mencintai lingkungan hidup. guru perlu mengambil langkah dan inisiatif untuk mendesain proses pembelajaran yang aktif. Jelas-jelas sebuah kondisi yang amat bertentangan secara diametral. Melalui kegiatan pembelajaran yang inovatif. atmosfer kelas tidak terpasung dalam suasana yang kaku dan monoton. Guru memiliki kebebasan untuk melakukannya di kelas. Hukum seolah-olah telah lumpuh dan tak sanggup menjamah mereka. guru cenderung bergaya indoktrinatif dan dogmatis seperti orang berkhotbah.menyemaikan nilai-nilai luhur hakiki kepada siswa didik. Ini jelas tugas dan amanat yang amat berat ketika nilai-nilai yang berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat sudah demikian jauh merasuk dalam dimensi peradaban yang chaos dan kacau.

dan berdialog sehingga mereka mampu mengkonstruksi konsep dan kaidah-kaidah keilmuan sendiri. bukan dengan cara dicekoki atau diceramahi.berdiskusi. 2001). ARIFIN. ditangkap oleh pemerintah Indonesia dengan melakukan perubahan pada orientasi pembangunan nasional. guru akan lebih mudah dalam menyemaikan nilai-nilai luhur hakiki. sehingga perubahan demi perubahan terus terjadi baik pada ranah kompleks ide. Terjadi transformasi budaya pada seluruh sendi kehidupan masyarakat. Dengan cara demikian.com/2009/04/20/inovasi-pembelajaran-dan-peran-guru-sebagai-agenperubahan/ Oleh: Dr.Si. Meskipun korupsi. dan Dosen FISIP Universitas Brawijaya Malang) Pendahuluan Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi membawa pengaruh perubahan yang luar biasa terhadap pola kehidupan ummat manusia di belahan bumi ini. sang guru perlu memberikan penguatanpenguatan sehingga tidak terjadi salah konsep yang akan berbenturan dengan nilainilai kebenaran itu sendiri. anak-anak bangsa negeri ini mudah-mudahan memiliki benteng moral yang tangguh dalam gendang nuraninya sehingga pantang untuk melakukan tindakan culas yang merugikan bangsa dan negara. peran guru sebagai agen perubahan diharapkan bisa terimplementasikan dengan baik. (Guru Sosiologi SMA Islam Malang. bagaimana? *** Sumber: Inovasi Pembelajaran dan Peran Guru sebagai Agen Perubahan | RUANG PAWIYATAN http://pawiyatan. Nah. M. dan kompleks sistem teknologi (Koentjaraningrat. 1982.. Tentu saja.com/2009/04/20/inovasi-pembelajaran-dan-peran-gurusebagai-agen-perubahan/#ixzz1gst5tFoX Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike http://pawiyatan. Perubahan fenomena kehidupan terkini tersebut. 2004). dan berbagai jenis ³penyakit sosial´ menyebar dan meruyak di tengah-tengah kehidupan masyarakat. secara demokratis. melalui proses rekonstruksi konsep yang dibangunnya. A. yaitu dari lebih menekankan pada . berinteraksi. manipulasi. kompleks kelakuan berpola. Sztompka. tanpa melupakan kaidah-kaidah keilmuan. Disamping itu era globalisasi yang ditandai dengan transformasi informasi-tehnologi (IT) mengkondisi proses-proses kehidupan di berbagai bidang berada pada arus high competition yang begitu cepat dan mendasar dengan membawa beragam resiko kehidupan (Giddens. Para murid juga perlu dibiasakan untuk berbeda pendapat sehingga mereka menjadi sosok yang cerdas dan kritis. Melalui suasana pembelajaran yang kondusif dengan memberikan kesempatan kepada siswa didik untuk bebas berpendapat dan bercurah pikir.

Beragam teori telah dikemukakan oleh para ahli untuk menjawab persoalan tersebut. teori ¶kepribadian kreatif¶ oleh Everette Hagen. Uraian tersebut di atas menunjukkan bahwa proses pembangunan pendidikan di Indonesia masih dihadapkan pada persoalan yaitu. Persoalannya adalah. yang menempatkan faktor pikiran dan jiwa individu sebagai penentu terjadinya perubahan sosial-budaya (Sztompka. Diantara teori yang berorientasi idealisme dalam memandang makna. Orientasi Teoritik Tentang Agent of Change Hakikat pembelajaran adalah ¶suatu proses perubahan tingkah laku anak¶ (Wuryani. yang kemudian dijabarkan dalam PP No. 2006). dan salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas profesional guru. Dalam dua tahun terakhir (sejak 2006) pemerintah telah memulai melakukan program sertifikasi guru. Dalam rangka meningkatkan kualitas guru dan dosen. yaitu perubahan dari tidak baik menjadi baik. disusun pula Undang Undang No.orientasi economic recource development. 2002. hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan analisis kajian deskriptif kualitatif. dan (c) Bagaimana langkah strategis dalam meningkatkan peran guru sebagai agent of change pembelajaran?. 2006). khususnya tentang kemampuan profesional guru masih belum terberdayakan secara maksimal. 2004). Semua produk hukum yang berkaitan dengan pendidikan tersebut pada dasarnya merupakan realitas teoritik (das sollen ) tentang komitmen pemerintah untuk memajukan sistem pendidikan nasional. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS. apa yang tersaji dalam realitas sehari-hari di lapangan (das sain). Sagala. Persoalan yang muncul adalah. sehingga dari aspek pendidik banyak kendala yang muncul di lapangan dalam mengimplementasikan beragam peraturan tersebut (Depdiknas. 14 tahun 2005 tenang Guru dan Dosen.. Diantara asumsi . penulis lebih menekankan pada teori-teori yang berorientasi pada pandangan idealisme atau konstruktivisme. bergeser untuk mulai memperhatikan ke human resource development. 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. (b) Bagaimana fungsi atau peran guru sebagai agent of change pembelajaran di kelas?. Khususnya dibidang pendidikan pemerintah telah menyusun Undang Undang No. dari tidak bisa mengerjakan sesuatu menjadi bisa mengerjakan sesuatu. yang berkaitan dengan upaya pemerintah dalam mereformasi pembangunan bidang pendidikan. dengan fokus kajian tentang: Apa yang menjadi orientasi teoritik tentang agent of change?. R. adanya kesenjangan antara realitas teoritik (das sollen ) dengan realitas emipirik (das sain) dalam proses kualitas layanan pendidikan di setiap satuan pendidikan. Dalam analisis kajian ini. sedangkan teori-teori yang berorientasi positivis tidak dijelaskan atau tidak dijadikan sebagai orientasi dalam kajian ini. 1978). penyebab dan agen pendorong perubahan sosial-budaya adalah: Pertama. dan beberapa produk hukum lainnya. faktor apakah yang paling menentukan bagi setiap individu mampu melakukan suatu perubahan dalam hidupnya?. S. baik teori-teori yang berorientasi pada paham positivisme maupun idealisme (Lauer. selanjutnya dikeluarkan Permendiknas No. Tujuan analisis ini adalah ingin memberikan beberapa alternatif pemikiran pada para guru dalam meningkatkan peran mereka sebagai agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di sekolah.

mentalitas untuk berprestasi. 2004). (d) menghargai harkat dan martabat orang lain atau bersikap demokratis-humanis. keteraturan hidup.. 1978). Jadi. Sztompka. A. 1995. (b) sikap mental selalu ingin berkarya (semangat berprestasi menjadi kebutuhan dasar hidupnya) yang berkembang di masyarakat akan menjadi penyebab perubahan kearah kemajuan. teori µmentalitas modern¶ oleh Alex Inkeles dan David Smith. (f) melakukan sesuatu pekerjaan berdasarkan perencanaan yang matang. (b) kepribadin individu yang selalu mendorong ke arah perubahan adalah kepribadian kreatif atau inovatif. kebutuhan untuk berkarya bagaikan darah yang mengalir dalam tubuh. Ketiga. Diantara asumsi pokok teori ini adalah: (a) faktor utama penyebab terjadinya perubahan sosial-budaya adalah adanya dorongan dari dalam individu (pikiran dan jiwanya) untuk berkarya secara maksimal. (b) selalu menjalin kontak-komunikasi dengan orang lain atau dunia luar. Berdasarkan ketiga teori tersebut dapat disimpulkan. dan (c) ciri kepribadian kreatif atau inovatif adalah menjunjung tinggi pengetahuan. Jadi. A. . sejatinya yang menjadi dasar penyebab atau agen perubahan adalah faktor kualitas mental seseorang untuk selalu ingin berkarya dan berprestasi sepanjang usia hidupnya. Cleeland. maka dia akan mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change) dalam kehidupan kelompoknya (Lauer. 1995 ). bahwa upah sesuai dengan karya (Budiman. (c) menjunjung tinggi prestasi orang lain dan pandangan karya untuk karya. otonomi. Kedua. dan selalu ingin membaharuhi hidup. 1961). selalu menjalin kontak dengan pihak lain.dasar teori ini adalah: (a) faktor kunci terjadinya perubahan sosial-budaya ditentukan oleh kondisi psikologi atau kepribadian kreatif individu. termasuk aspek pembelajaran budaya di sekolah adalah berkembangnya kepribadian kreatif pada diri warga sekolah (pendidik. R. 1962).. mentalitas kompetitif dan inovatif. dan mentalitas modern tersebut di atas. Diantara ciri mentalitas modern yang mendorong terjadinya perubahan adalah: cinta pada perkembangan Iptek. Diantara sikap mental positif yang akan menjadi penggerak perubahan sosial budaya antara lain: (a) cinta pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. ketika seseorang memiliki ciri-ciri: kepribadian kreatif. bahwa yang menjadi agen perubahan (agent of change) dalam proses kehidupan adalah para individu yang mempunyai kualitas jiwa. Jadi. menurut teori ini faktor kunci terjadinya perubahan sosialbudaya. pikiran atau mentalitas positif dalam proses-proses sosialnya. (g) merasa tidak puas terhadap karya budaya yang telah ada. dan (c) mentalitas n-Ach tersebut harus terus ditanamkan sejak masa kanak-kanak (Mc-Clelland. E. (e) menghargai waktu dan berorientasi hidup ke masa depan. teori µkebutuhan berprestasi¶ yang dikenal µneed for achievement atau n-Ach¶ oleh David Mc... humanis dan disiplin nurani serta tegas atau adil (Hagen. tenaga kependidikan dan siswa). dan (h) menjunjung tinggi nilai atau prinsip.. D. orientasi hidup ke masa depan dan menghargai harkat martabat orang lain (Budiman.

meliputi: (a) kemampuan penguasaan materi pembelajaran. 2002. kepribadian. (b) guru yang memiliki kualitas kompetensi pedagogik. (2) Kompetensi kepribadian. dan (e) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan warga masyarakat. Peraturan Pemerintah sampai Permendiknas. akan mampu berperan sebagai salah satu agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di kelas. 2006) Strategi Meningkatkan Peran Guru Sebagai Agent of Change Sebagaimana yang telah disinggung di atas. . pada era sekarang dan akan datang setiap guru harus memiliki empat kompetensi dasar.Guru Sebagai Agent of Change Pembelajaran Siswa Dalam Undang Undang No. kemudian dikomperasikan dengan beragam kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Menyimak beragam teori tentang agen perubahan yang telah diuraikan di atas. 2002. meliputi: (a) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan peserta didik. 2003. ada tiga metode yang dapat digunakan oleh agent of change dalam mendorong atau mempengaruhi terjadinya perubahan sosial budaya. (c) menjunjung tinggi prinsip kemaslahatan hidup. meliputi: (a) kemampuan memahami peserta didik. Apabila mencermati paradigma pembelajaran dan sistem evaluasi yang dikembangkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). ing madya mangun karsa. (b) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan sesama guru. peran dan fungsi guru sangat sentral dalam membangun kualitas pendidikan nasional. bahwa kedudukan. yaitu: (1) metode rasional±empiris. (b) kemampuan memahami prinsip pembelajaran. meliputi: (a) kemampuan bertindak sesuai nilai dan norma kehidupan. dan (3) metode paksaan±kekuasaan.. maka kesimpulan yang dapat diambil adalah: (a) guru termasuk salah satu faktor kunci dalam menentukan kualitas dan keberhasilan proses pembelajaran siswa di kelas.14 tahun 2006 tentang Guru dan Dosen. (d) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan orang tua/ wali siswa. (1978). dan (e) kemampuan mengembangkan potensi peserta didik. dan (c) guru diharapkan tetap konsisten dalam mengajar. Tilaar. emosional dan spiritualnya dengan prinsip tut wuri handayani. membimbing dan mendidik siswa untuk mengembangkan kualitas intelektual. motivasi atau dorongon internal guru untuk terus belajar. Merujuk pada beberapa peraturan perundangan bidang pendidikan tersebut di atas. Menurut Chin dan Benne dalam Lauer. BSNP. (b) konsisten membangun sikap mental positif. bahwa kondisi kualitas guru di Indonesia secara makro masih belum terberdayakan secara maksimal. dan diantara faktor kunci penyebabnya adalah kondisi mentalitas. yaitu: (1) Kompetensi pedagogik. (c) kemampuan melaksanakan prinsip pembelajaran. sosial dan professional. (c) kemampuan menjalin interaksi sosial dengan tenaga kependidikan. (b) kemampuan menerapkan konsep-konsep keilmuan dengan kehidupan sehari-hari. ing ngarso sung tulodo. dan (d) kemampuan mewujudkan akhlak mulia. (d) kemampuan merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran. maka motode yang dapat digunakan oleh guru sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mendorong terjadinya perubahan kualitas pembelajaran siswa di kelas adalah metode pertama (metode rasional±empiris) dipadukan dengan metode kedua (metode normatif±edukatif) (Depdiknas. dan (c) kemampuan dalam membuat karya ilmiah tenang pendidikan. (3) Kompetensi sosial.. H. berinovasi dalam pembelajaran dan terus mengikuti perkembangan Iptek terkini masih relatif rendah (Oemar. 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS dan Undang Undang No. R. (4) Kompetensi profesional. (2) metode normatif± edukatif. baik berupa Undang Undang.

dan (6) dialog (Peter dalam Soetrisno.. dalam konteks pemberian layanan pembelajaran di satuan pendidikan yang berkualitas. prinsip orientasi hidup ke depan (vision principle). (c) melakukan penyusunan bahan ajar atau modul dan melakukan pelatihan penggunaan multi media berbasisi IT. Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan dalam meningkatkan peran guru sebagai agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di kelas antara lain: Pertama. W. membangun kualitas mentalitas positif guru melalui kegiatan pelatihan ¶motivasi berprestasi¶ dan sejenisnya secara periodik. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan oleh tim ahli inovasi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas guru adalah: (a) melakukan diskusi kolegial tentang pengembangan penguasaan konsep-konsep keilmuan dan perkembangan teknologi terkini. misalnya pembinaan dan pelatihan ESQ. (3) personal mastery. Meskipun setiap guru secara teoritik telah mengetahui sebagian teori-teori psikologi pembelajaran. 1999). maka strategi yang dapat dilakukan adalah setiap satuan pendidikan harus mempunyai ¶tim ahli inovasi pembelajaran¶. baik pada aspek emosional. (b) melakukan penyusunan soal-soal sesuai dengan standar kompetensi kelulusan BSNP.G. maka kehadiran guru di kelas hakikatnya kurang berfungsi dalam menyiapkan peserta didik untuk menghadapi beragam tantangan hidup di era globalisasi. Kedua. dan learning to be (belajar menjadi seseorang) (Djohar. 2007). (c) prinsip kepemimpinan (leadership principle). M. Dalam membangun kualitas mental guru sebagai suatu team work untuk melaksanakan keenam konsep tersebut.Wahab. Seligman. dan (f) memberikan masukan atau diskusi kolegial tentang penerapan metode pembelajaran yang menegakkan pilar-pilar pembelajaran. yaitu: learning to know (belajar mengetahui).. Semua guru pada satuan pendidikan dalam proses layanan pendidikan harus menyatu bagaikan satu bangunan kokoh (kesatuan sistem). Oleh karena itu. (e) melibatkan guru dalam proses evaluasi diri sekolah (school self evaluation). Sanjaya. 2005). maka setiap guru diasumsikan mampu berperan sebagai agent of change pembelajaran siswa di sekolah. A. 2007). maka guru tersebut akan mampu bertindak sebagai agent of change pembelajaran peserta didik. (e) shared vision. (d) melakukan kegiatan penelitian tindakan kelas. A. seharunya setiap guru senantiasa belajar untuk memajukan satuan pendidikannya melalui enam konsep yaitu: (1) system thinking. 2000. (d) team learning and teaching. learning to do (belajar berbuat). Proses interaksi dissosiatif sesama pendidik dalam pemberian layanan pendidikan harus diminimalisir (Usman.U. membangun mentalitas kerjasama sebagai team work yang kokoh. (b) prinsip kebutuhan untuk berprestasi (need achievement principle). Ketiga. M. Demikian juga sebaliknya. menyikapi kondisi guru yang masih belum memahami beragam inovasi pembelajaran dan arti pentingnya pemanfaatan kemajuan teknologi pembelajaran. ketika kelima prinsip tersebut tidak menyatu dan tidak berkembang pada diri setiap guru. learning to gether (belajar hidup bersama).A. kedudukan dan peran kepala sekolah adalah sangat . Dalam hal ini fokus pelatihan lebih ditekankan pada upaya membangun konsistensi diri sebagai pendidik sepanjang karir profesinya untuk mengembangkan tentang: (a) prinsip selalu belajar (learning principle). kepribadian dan pengetahuan-ketrampilan peserta didik. (2) mental models. 2005. 2002). dan (d) prinsip menjadi pencerah dalam kehidupan kelompok (well organized principle) (Agustian. dia tetap memerlukan penyegaran orientasi dan wawasan hidup prospektif dari para pakar psikologi atau para motivator dalam menghadapi beragam persoalan pekerjaan sebagai pendidik. Ketika lima prinsip tersebut terinternalisasi dengan baik pada diri setiap guru. Ketika ¶tim inovasi pembelajaran¶ di setiap satuan pendidikan mampu melaksanakan keenam fungsi tersebut dengan baik dalam pemberdayaan kemampuan guru.

baik menyangkut disiplin keilmuan tertentu. yang memuat empat standar kompetensi (pedagogik. yaitu sosok pribadi seorang pengawas sebagai pembina kinerja guru profesional harus betul-betul berkualitas.B. M. kepala sekolah maupun guru sama-sama melakukan refleksi atau instropeksi tentang optimalisasi kinerja sesuai dengan instrumen standar kompetensi yang telah disusun. demokratik. Wahab. ketrampilan baru (new skills). sosial dan profesional) dan masingmasing kompetensi tersebut dijabarkan secara rinci kedalam beberapa indikator yang terukur. (2005). mengatakan ¶ketika individu mampu membangun mentalitas positif. dalam rangka memudahkan aktivitas guru untuk mewujudkan beragam . Diantara langkah yang dapat dilakukan pengawas dalam proses pembinaan kualitas profesional guru sebagai agen perubahan pembelajaran di kelas antara lain: (a) membuat instrumen pemantauan kinerja guru profesional. dan mampu mengaplikasikan sarana baru dari permasalahan yang timbul (new tools). (d) seorang pengawas harus menguasai secara konseptual dan aplikatif tentang research pendidikan dengan beragam strategi atau pendekatan research. (c) seorang pengawas harus punya kemampuan multi. (b) pelaksanaan pemantauan instrumen kinerja guru profesional tersebut dilakukan secara µsilang proporsional¶. dan (c) pada akhir tahun pelajaran dilakukan evaluasi yang melibatkan pengawas. komunikator/ motivator.sentral. Ketika proses pembinaan kualitas kinerja guru berjalan dengan baik. 2006. Dinas Pendidikan Kota atau Kabupaten. (b) seorang pengawas harus berwawasan integral. Kelima. 2007).. (b) berfikir integral dalam mencermati tantangan pendidikan ke depan (visioner). Kepala sekolah harus mampu memainkan peran baru (new rules). 2007. diasumsikan mereka akan mampu berperan sebagai agent of change pembelajaran siswa di sekolah dengan baik. yang melibatkan pengawas. misalnya sanggup menjalin komunikasi humanis di setiap kehidupan kelompok. maka diasumsikan guru tersebut akan mampu berperan dalam peningkatan kualitas pembelajaran siswa di kelas (Nasution. (c) mampu membangkitkan learning organization. (d) mendorong setiap guru untuk mengembangkan potensi profesinya secara maksimal. dan (e) terbuka pada kritik dan saran yang konstruktif. kepribadian. dan humanis. maka individu tersebut akan mampu meraih kebahagiaan dan keberhasilan puncak dalam hidupnya¶. Kepala sekolah harus: (a) berperan sebagai perancang (designer) kebijakan strategis terhadap aplikasi keenam konsep tersebut. kemudian diikuti dengan peningkatan kualitas kinerja guru berdasarkan instrumeninstrumen kompetensi profesional.U. visioner dan mempunyai keunggulan IESQ. artinya baik pengawas. managerial. Hamzah. Pakar psikologi Seligman. A.. antara lain: (a) seorang pengawas harus paham secara teoritis dan aplikatif tentang beragam teori psikologi pembelajaran. transparan dan tanggungjawab dalam pengelolaan sumber daya sekolah (Arifin. melalui pengawas sekolah terus melakukan pemantauan atau pembinaan terhadap kinerja guru dalam mengimplementasikan empat kompetensi dasar guru profesional.A. Ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki oleh pengawas dalam proses pembinaan kinerja profesional guru agar mampu menjadi salah satu agent of change pembelajaran di sekolah. 2008).. Keempat. hal ini secara otomatis menunjukkan bahwa guru mampu berperan secara positif sebagai salah satu agent of change pembelajaran di sekolah. Ketika guru pada setiap satuan pendidikan mampu menjalin kerjasama dalam mewujudkan keenam konsep tersebut. kepala sekolah dan teman sejawat (guru) serta peserta didik (siswa). Instrumen tersebut harus disosialisasikan sejak dini pada semua guru untuk dipahami dan dilaksanakan. dan kemampuan lainnya sesuai dengan statusnya sebagai pengawas sekolah. kepala sekolah dan guru yang bersangkutan secara µbijak¶.

pemerintah harus tetap konsisten dalam mengupayakan peningkatan kualitas kesejahteraan guru.. Simpulan Analisis deskriptif kualitatif tentang ¶Strategi Meningkatkan Peran Guru Sebagai Agent of Change Pembelajaran Siswa¶ tersebut di atas.kompetensi profesinya. humanis dan multikultural. tentang Sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan. sehingga guru akan mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change) pembelajaran siswa di sekolah. ed. kepribadian. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) terdapat beragam paradigma atau teori yang memandang tentang faktor kunci pendorong terjadinya perubahan sosial budaya di masyarakat. (d) selalu melakukan pemantauan perkembangn hasil belajar siswa dengan menggunakan sistem evaluasi yang baik dan integral yang menyangkut tujuh aspek yaitu: penilaian unjuk kerja (performance). (b) melalui ¶tim inovasi pembelajaran¶ di setiap satuan . Untuk merealisaikan dua hal tersebut pemerintah melalui Menteri Pendidikan Nasional telah mengeluarkan: (a) Permendiknas nomor 24 tahun 2007 tentang Standar sarana dan prasarana. karena ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran secara baik akan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran siswa di sekolah (Atmadi. Keberagaman paradigma atau teori tersebut disebabkan oleh keberagaman orientasi filosofis dalam memahami hakikat sesuatu. Usman. dan mampu menerapkan secara µbijak¶ dalam proses pembelajaran di kelas. 1999. aspek pola prilaku sehari-hari dan pola berpakaian. penilaian tertulis (paper and pencil test). pada hakikatnya potret seorang guru yang mampu berperan aktif sebagai agen perubahan pembelajaran siswa di kelas. Disamping penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran di sekolah secara baik dan lengkap. Sebagaimana yang telah diurakan di atas. penilaian produk.. baik menyangkut aspek mentalitas. dan (e) selalu berusaha meningkatkan kualitas diri dalam membuat karya tulis ilmiah yang berkaitan langsung dengan inovasi pembelajaran. kesejahteraan guru terjamin dan diikuti dengan tumbuhnya sikap mental positif pada diri setiap guru sebagaimana yang telah diuraikan di atas. (c) selalu menjadi contoh teladan terbaik bagi anak dalam segala pola aktivitas hidupnya. (b) Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi guru dalam jabatan. sosial dan profesionalnya secara maksimal. (2) ketika guru mampu meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik. maka pemerintah dan warga masyarakat harus tetap punya komitmen dalam penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran dengan baik. Supriadi. (b) Permendiknas Nomor 40 tahun 2007. 2004).U. diasumsikan guru tersebut akan mampu menjadi salah satu agent of change pembelajaran siswa di kelas dengan baik. maka diasumsikan guru akan mampu meningkatkan kualitas profesionalnya (Soetjipto dan Kosasi. (b) mempunyai sikap mental positif terhadap perkembangan Iptek dan selalu berusaha mewujudkan proses pembelajaran di kelas dengan nuansa demokratik. dan (3) diantara langkah strategis dalam meningkatkan peran guru sebagai salah satu agent of change pembelajaran siswa di sekolah adalah: (a) membangun kualitas mentalitas positif setiap guru. penilaian melalui kumpulan hasil karya siswa (potofolio) dan penilaian diri (self assessment). 2000. D. penilaian sikap (afektif). 2000). M. antara lain: (a) mempunyai wawasan yang cukup luas tentang beragam teori psikologi perkembangan atau teori pembelajaran. Ketika sarana dan prasarana pembelajaran tersedia dengan baik. penilaian proyek.

Jakarta. 2nd edition. Transformasi Pendidikan Memasuki Milenium. Kanisius dan Unversitas Sanata Dharma. PT. Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif dan Efektif. hal: 62-65.E. . Inc. Bandung Soetjipto dan Kosasi R. Mentalitas dan Pembangunan. Homewood. Yogyakarta Giddens. Atmadi. W. Strategi Pembelajaran. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Mizan Pustaka. Jakarta. guru dilibatkan secara aktif-kreatif dalam mengembangkan kemampuan prefesionalnya. 2001. Rujukan bagi Penetapan Kebijakan Pembiayaan Pendidikan pada Era Otonomi dan Manajemen Berbasis Sekolah. A. PT. Penerbit Kencana Prenada Media Group. ³Problematika SDM ³Guru´ Dalam Penerapan KTSP (Sebuah Renungan mencari jalan keluar)´. Sagala. IKIP. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Penerbit ARGA. Penerjemah. E. BSNP.. Media. Reformasi dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia. Arifin. D. PT. Boston. The Sociology of Social Change. 1961. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.. Yokyakarta. Profesi Keguruan. Nasution. 1978. Jakarta. 1982. 2000. 2002. 2006. 2002. Jakarta. Bandung Sztompka. Jakarta. Membenahi Pendidikan Nasional. 2005. Mc-Clelland. PT. 2007.XXXVII / Oktober 2007. 2004. PT. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. (d) pengawas sekolah melakukan pembinaan secara inten dan sistematis tentang pengembangan kualitas profesional guru. Ary G. New York. Tilaar. 2005. Bumi Aksara.B. (ed). Dorsey Press.H. 2006. 1999. Sosiologi Perubahan Sosial. Seligman. Konsep dan Makna Pembelajaran (Untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar) Penerbit Alfabeta. Djohar. Kebudayaan. Hamzah. Authentic Happiness. Bumi Aksara. D. 1999. Supriadi. 2007. DAFTAR PUSTAKA Agustian. 08 /Th. Jakarta Koentjaraningrat. Oemar Hamalik. Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif.. 2008. Hagen. Eva Yulis. Rineka Cipta. PT. 2004. Allyn and Bacon. Satuan Biaya Pendididkan Dasar dan Menengah. Jakarta (Makalah tidak diterbitkan). Model Pembelajaran. Penerbit Rineka Cipta. R. Lauer. (c) membangun kerjasama sebagai team work dalam memajukan satuan pendidikan melalui enam konsep. Bandung Sanjaya. Diterjemahkan Alimandan. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spiritual (ESQ). Jakarta. Authentic Happiness: Using the New Positive Psychology to Realize Your Potential For Lasting Fulfillment.U. On the Theory of Social Change. Remaja Rosda Karya. A. Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur. Jakarta. 1962. Jurnal. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Badan Standar Nasional Pendidikan. Marttin. Rree Press. dan (e) meningkatkan kualitas sarana parasarana pembelajaran di sekolah dan meningkatkan kesejahteraan guru. Gramedia. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama. Prenada Media. Bumi Aksara. Jakarta. Depdiknas..P. Dirjen Dikdasmen. Jakarta. The Achieving Society. 2003. Perspectives on Social Change. Standar Isi. 1995. Runway World. No. Budiman. S. Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 2006.pendidikan.

pengecap (lidah).E. membuat model. grafik atau chart hanya cocok bagi tipe visual. M. dan sebagainya. Sedangkan siswa tipe Kinestetik. gambar.. http://drarifin. chart. mereka akan lebih mudah belajar apabila menggunakan grafik. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur 2009. sementara anak-anak kinestetik juga tidak cocok apabila selama pembelajaran hanya duduk dan mendengarkan ceramah guru. Kelima indera itu adalah penglihat (mata). auditorial (yang dapat didengar). . Bagaimana guru memfasilitasi siswa yang beragam potensi dasarnya itu untuk bisa belajar dengan mudah dan mencapai tujuan pembelajaran secara optimal? Tentu saja. Bagaimana dengan siswa belajar? Bagi siswa. pendengar (telinga). memanipulasi benda. mereka akan mudah belajar sambil melakukan kegiatan tertentu. Menjadi Guru Profesional. Bagi siswa tipe Visual.. mereka akan lebih mudah belajar melalui pendengaran atau sesuatu yang diucapkan. Bandung Wahab. Jakarta. dan semacamnya. pembau (hidung). model. Bagi orang kebanyakan. misalnya membongkar dan memasang kembali. Satu macam metode.wordpress. S. Psikologi Pendidikan. Gramedia Indonesia. *) Artikel Juara ke I. lima indera yang dikenal dengan sebutan pancaindera merupakan alat yang dianugerahkan Tuhan untuk mengenali dunia luar. Sementara bagi siswa tipe Auditorial.A. Lomba LKTI Tingkat Regional (Jawa Timur) di Majalah Media Pendidikan. Remaja Rosda Karya. meskipun kadang-kadang juga menggunakan pengecap dan peraba. 2000. umumnya mereka belajar melalui visual (yang dapat dilihat atau diamati). misalnya metode ceramah. Begitu pula. hanya cocok bagi siswa tipe auditorial. Setelah itu.Usman. dan peraba (kulit). atau kinestetik (yang dapat digerakkan atau dimanipulasi).D.com/2009/09/16/29/ Memahami Indera Belajar Siswa Pada dasarnya orang mengenal dunia luar melalui inderanya. Metode dan Model-Model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung Wuryani. PT. 2007. seorang guru tidak akan berhasil memfasilitasi seluruh siswa di dalam kelasnya mencapai hasil belajar secara optimal apabila guru tersebut hanya menggunakan satu macam metode saja dalam pembelajaran. Alfabeta. baru guru dapat menentukan media dan metode apa yang digunakan dalam pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan siswa. Ketiga indera belajar yang sering digunakan ini dikenal dengan sebutan V-A-K (Visual-Auditorial-Kinestetik).U. hal pertama yang harus dilakukan guru adalah mengenali kemudian memahami indera belajar seluruh siswanya di kelas yang diampunya. 2002. PT. A. Yang pasti.

seorang psikiater berkebangsaan Bulgaria bernama Georgi Lozanov. Ada ungkapan. sehingga mereka menjadi lebih berhasil. indera belajar: visual. karena hal ini sangat membantu proses belajar mereka. ³Siswa akan belajar sangat baik jika dalam keadaan fun. guru perlu memvariasikan metode dan media dalam pembelajaran. Tagged as: auditorial. Jadi. Mereka harus diusahakan tetap bersemangat dan enjoy. atau melalui kuiz. dan lain-lain. Apabila sudah demikian. . memperdengarkan rekaman kaset rekorder tentang topik bersangkutan atau memutar CD perjuangan sesuai topik. menyuruh sebagian siswa untuk melakukan simulasi atau bermain peran. guru dapat membuat variasi misalnya dengan ceramah tentang Peristiwa Detik-detik Proklamasi diikuti dengan chart atau peta pikiran yang dibuat di kertas manila atau di papan tulis. maka mengajar tidak akan lagi menjadi beban yang kadang membuat kepala tuingtuing karena siswa seolah tidak bisa diajak berkomunikasi oleh gurunya.Oleh karena itu. melakukan eksperimen menyembuhkan pasiennya dengan musik barok dan pemberian sugesti positif mengenai kesembuhan. Ketiga tipe siswa sesuai V-A-K tadi harus mendapatkan porsi fasilitasi yang sama dalam belajar. penuhi kebutuhan mereka agar dapat belajar dengan cara yang terbaik sesuai kemampuan dasarnya sehingga mencapai hasil belajar yang optimal.com/memahami-indera-belajar-siswa Tiga Hal Bisa Mempercepat Proses Belajar Siswa Alkisah. cocok buat tipe auditorial. maka sebagian besar siswa di kelas itu akan mendapatkan yang terbaik dari hasil belajarnya.gurusukses. paling sedikit. guru harus mengusahakan agar tidak ada siswa yang stress atau tertekan dalam proses pembelajara. dan cocok buat tipe kinestetik tadi. maka siswa-siswa yang beragam potensi dasarnya sesuai V-A-K tadi akan terpenuhi kebutuhannya dalam belajar. yakni: yang cocok buat tipe visual. sekali lagi. Jika ini bisa dilakukan guru dan siswa berhasil dengan apa yang dilakukan guru itu. Taruhlah misalnya guru ingin mengajarkan materi sejarah perjuangan bangsa (IPS SD dengan topik ³Detik-detik Proklamasi´). Untuk topik ini. maka predikat menjadi guru yang sukses akan segera dapat dinikmati.´ Apabila indera belajar V-A-K siswa sudah terpenuhi. misalnya dengan memberikan tugas kepada siswa untuk menceritakan ulang atau mengajar teman-temannya yang belum berhasil. kenali dan pahami indera belajar siswa. Ini berarti guru harus. dan menyusun skenario drama satu babak terkait dengan topik untuk dimainkan oleh siswa di kelas itu atau oleh siswa lain. Satu hal lagi. menggunakan tiga bentuk fasilitasi. Guru tinggal melanjutkan dengan kegiatan penguatan. kinestetik (VAK) http://www. Dengan cara ini.

Pelajaran yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah bahwa ketenangan (rasa tenang dan nyaman).Apa yang dilakukan oleh ahli psikiatri tersebut membawa hasil yang gemilang. dan permainan kanak-kanak memungkinkan pelajar untuk belajar jauh lebih cepat dan jauh lebih efektif. keyakinan. Sedangkan permainan kanak-kanak. maka seorang siswa akan bisa melakukan tugas belajarnya dengan efektif dan efisien. sugesti. Si pasien mengalami kemajuan besar dan sembuh. dan gairah. dengan menggunakan bahasa asing sebagai subjek. Bagaimana penjelasannya? Musik barok adalah musik klasik. siswa yang belajar dalam kondisi nyaman dan yakin bahwa dirinya bisa berhasil. Keberhasilan Georgi Lozanov dalam penyembuhan dan (khususnya pembelajaran) tersebut akhirnya menyulut imajinasi guru bahasa dan pendidik di mana-mana untuk melaksanakan proses pembelajaran secara lebih baik. bisa menenangkan suasana hati si pendengarnya. Artinya. dan gairah dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dia mendapati bahwa kombinasi musik.gurusukses. http://www.com/tiga-hal-bisa-mempercepat-proses-belajar-siswa Kunci Sukses Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual ± Kreativitas Guru Suatu hari dalam perbincangan tentang pelaksanaan pembelajaran kontekstual. jelas ini adalah untuk memberikan kegembiraan dan semangat bagi para pelakunya. ditambah dengan usaha maksimal. seorang guru menyampaikan bahwa dirinya merasa mengalami kesulitan ketika . Lozanov mengira bahwa metode ini juga dapat diterapkan pada pendidikan. Inilah yang saya sebutkan dalam judul sebagai tiga hal yang mempercepat proses belajar siswa. maka hasilnya pun akan maksimal. Dengan rasa nyaman didukung dengan keyakinan yang kuat akan keberhasilan serta usaha yang sungguh-sungguh. Keberhasilan menyembuhkan pasien dengan musik dan sugesti tersebut membawanya langkah yang lebih jauh. Sugesti positif bisa membangun rasa percaya diri dan menguatkan keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu untuk berhasil. Dengan disponsori pemerintah Bulgaria. dia melakukan penelitian mengenai pengaruh musik dan sugesti positif pada pembelajaran. Ketiga hal tersebut adalah: kenyamanan. Semangat ini akan melipatgandakan usaha. yang jika diputar. keyakinan.

Coba bandingkan dengan Model Pembelajaran Kuantum yang telah terbit. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Siswa menunjukkan belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Bagaimana guru merancang skenario pembelajaran kontekstual agar siswa berhasil? Inilah tugas yang harus dilakukan guru. Beragam argumen bermunculan dalam perbincangan tentang pembelajaran kontekstual itu. dan ikut bergabung di dalamnya. Selain teori progressivisme. ³Pada materi tertentu kita memang bisa melaksanakan pembelajaran kontekstual. dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Yang kontra juga berusaha untuk menjelaskan bahwa sebuah materi pembelajaran sulit disajikan dengan pembelajaran kontekstual.gurusukses. termasuk mengkonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman yang dimiliki.´ kata guru tersebut. Adakah kesamaannya? Cek juga Tips Melaksanakan Model Pembelajaran Kuantum 3. Atas dasar pemikiran di atas. siswa akan belajar dengan baik apabila apa yang mereka pelajari berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. teori lain yang juga melatarbelakangi filosofi pembelajaran kontekstual adalah teori kognitif.mempraktikkan pembelajaran kontekstual di kelasnya. Belajar dipendang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkitkan ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progressivisme John Dewey. tetapi pada materi lain TIDAK BISA. maka dua hal penting yang harus diingat agar berhasil dalam pelaksanaan pembelajaran kontekstual adalah: (1) pelajaran harus berhubungan dengan pengalaman siswa. dan (2) siswa harus terlibat aktif dalam proses pembelajaran. baik yang pro maupun kontra.ajaran kontekstual. be creative! Kreativitas guru adalah kunci bagi keberhasilan pelaksanaan pembelajaran kontekstual ini. Intinya. Mendengar perbincangan dengan tema ³Pembelajaran Kontekstual´ tersebut saya tertarik. bidang studi apa saja. Silakan Anda baca juga ³Tip Sukses Mengajar 3 . So. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat dalam proses belajar di sekolah. Apa pendapat Anda tentang pembelajaran kontekstual? Anda termasuk yang pro atau yang kontra? Bagaimana dengan ilustrasi pembelajaran kontekstual berikut: ³Pembelajaran kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja.com/kunci-sukses-pelaksanaan-pembelajaran-kontekstualkreativitas-guru . Yang pro tentunya berusaha untuk menjelaskan bagaimana sebuah materi pelajaran bisa disajikan dengan pembel. http://www. Pendekatan pembelajaran kontekstual dalam kelas cukup mudah´? Sesungguhnyalah.

Bagaimana caranya? Pertama. mencintai murid-murid kita. kemudian membicarakan sesuatu yang menarik dari apa yang diperhatikan siswa tersebut. agar proses pembelajaran berlangsung mulus. Tujuannya adalah untuk membawa siswa kepada pelajaran. Ini berarti bahwa dalam proses pembelajaran harus diupayakan agar semuanya bertujuan bagi terselenggaranya pembelajaran yang efektif. Guru dapat memasuki dunia siswa dalam pembelajaran melalui pertanyaan pancingan yang mengarah pada sesuatu yang sedang menjadi topik perbincangan siswa. Ini penting. ada sesuatu yang lebih menarik bagi siswa dibanding proses pembelajaran. Namun ini agaknya tidak mungkin. komunikasi yang monoton tidak menginspirasi. Sebentar saja. kemudian menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan suasana hati siswa. baik yang terkait dengan komunikasi maupun benda-benda di kelas. maka hal yang membuat siswa lebih tertarik itu harus didayagunakan untuk mendukung proses pembelajaran. dan . maka berarti pelajaran hari itu memang tidak menarik bagi siswa. Anda akan menemukan bahwa sebenarnya tidak sulit mengelola situasi di kelas agar fokus pada pembelajaran ketika kita memang sudah mencintai pekerjaan kita. masukilah dunia siswa. guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan suasana hati setiap siswa di kelas. Dalam situasi seperti ini guru harus cerdas dan kreatif untuk mengubah pelajaran yang tidak menarik itu menjadi menarik bagi siswa. apakah karena metode yang tidak tepat. Atau. guru mencermati apa yang sedang menarik perhatian siswa. maka segera temukan solusinya. cari hubungkan apa yang diperbincangkan tadi dengan materi pelajaran.Cara Mengatasi Agar Siswa Tidak Ribut Dalam Pembelajaran Tulisan ini saya buat untuk memberikan tambahan informasi kepada teman yang mencari informasi tentang hal yang sama. Selanjutnya. Oleh karena itu cukuplah jika guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan suasana hati sebagian besar siswa di kelas. sehingga siswa memberikan perhatian kepada pelajaran. Siswa ribut biasanya ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru. materi yang terlalu sulit. Apabila sudah ditemukan penyebab tidak menariknya pelajaran bagi siswa (kalah menarik dibandingkan dengan situasi di luar kelas). Jangan dipaksakan! Jika sebentar saja perhatian siswa kembali ke hal di luar pelajaran. Atau. Temukan. Bagaimanaa mengatasi agar siswa tidak ribut dalam pembelajaran? Dalam konsep pembelajaran kuantum kita mengenal prinsip bahwa semuanya bertujuan. Idealnya. Itu sebabnya. Guru harus mampu membaca suasana hati siswa ketika mengajar. atau karena tidak digunakannya media pembelajaran yang sesuai. dan terapkan dalam pembelajaran.

jabatan. keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan tugas. yakni guru yang berhasil (sukses) menjalankan profesinya. Guru ini memiliki tingkat keprofesionalan yang tinggi dalam bekerja. Saya mengahargai perbedaan pendapat. Sebut saja. bermartabat. misalnya: fasilitas. misalnya: muridnya sukses mencapai tujuan pembelajaran di atas rata-rata standar minimal atau rata-rata murid yang diajar oleh guru lain. baik terkait dengan kedinasan maupun kesejahteraan hidup secara menyeluruh. dan sejahtera. sejahtera. bermartabat. dan sejahtera. Kalau begitu. guru sukses bukanlah guru yang profesional dengan kesejahteraan tinggi namun martabatnya rendah. maka keberhasilan guru sukses haruslah sesuai profesinya itu. sekali lagi. Jadi. bermartabat.berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan dan keberhasilan murid-murid kita. dan semacamnya. sukses (a) berarti: berhasil. Guru yang bermartabat tidak harus ³meminta-minta´ kesejahteraan kepada pihak lain. tentunya tidak bisa digolongkan ke jajaran guru sukses. melainkan pedagang sukses.gurusukses. bermartabat. misalnya dengan ³meminta-minta´ sesuatu kepada pihak lain. Karena guru adalah sebuah profesi. sekaligus sejahtera hidupnya. menjaga diri untuk tetap pada tingkat derajat . Selanjutnya. karir pasti. bukan profesi bidang lain! Misalnya: guru nyambi dagang (dan sukses dari dagangnya) bukanlah guru suskses. apa definisi guru sukses? Definisi guru sukses: guru sukses adalah guru yang profesional. kemudian tuliskan komentar Anda. hasil kerja guru sukses. definisi sukses adalah berhasil dan beruntung. Kesejahteraan yang terkait kedinasan bagi guru sukses. keberuntungan guru sukses adalah keberuntungan yang berasal dari profesinya itu. Inilah inti guru sukses. Keberuntungan di sini lebih mengarah pada kesejahteraan. Ya. Guru bermartabat adalah guru yang memiliki harga diri. Kalau Anda punya definisi lain tentang guru sukses. Kesejahteraan hidup secara menyeluruh terutama berkaitan dengan penghasilan guru demi menopang kebutuhan hidup rumah tangganya. http://www. saya memberikan definisi guru sukses sebagai guru yang berhasil sekaligus beruntung. Ya. Ini definisi menurut saya. profesi guru.com/cara-mengatasi-agar-siswa-tidak-ribut-dalam-pembelajaran Definisi Guru Sukses Definisi Guru Sukses Guru sukses: profesional. bukan martabat guru sebagai pekerja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia . keberhasilan dan keberuntungan guru sukses harus semakin meninggikan martabat guru sebagai profesi. dan guru demikian. profesional. kenaikan pangkat. Dengan demikian saya sebutkan bahwa guru sukses adalah guru yang profesional sekaligus sejahtera. Sebab itu. Mengapa saya memberikan definisi guru sukses seperti definisi di atas? Inilah penjelasannya. guru sukses adalah guru yang profesional. Begitu pula. guru yang memiliki tingkat derajat kemanusiaan yang tinggi. dan sejahtera adalah tiga kata kunci yang tepat untuk mendeskripsikan siapa guru sukses itu. Seseorang yang memiliki harga diri tidak akan sampai hati melakukan hal-hal yang kontraproduktif dengan upaya peningkatan derajatnya. guru sukses adalah guru yang profesional. beruntung. Guru sukses juga bukan guru sejahtera namun profesionalismenya rendah. Sebab itu guru yang masih suka ³meminta-minta´ kepada pihak lain belum termasuk guru bermartabat. Betul. Guru sukses bukan sekadar profesional namun kesejahteraannya memprihatinkan. Ketiga kata kunci di atas harus menjadi satu kesatuan yang melekat pada sosok guru sukses. martabat guru sebagai profesi. Ya. Hasil pelaksanaan tugas guru sukses harus mencapai target mutu di atas rata-rata. silakan tinggalkan komentar di tempat yang tersedia. bermartabat. guru sukses haruslah guru yang profesional. Merujuk pada pengertian sukses ini. Satu hal lagi.

dan rapi dalam setiap pekerjaannya 8.gurusukses. disegani. Berikan komentar pada artikel sesuai topik.com/pendidikan/ciri-ciri-guru-yang-sukses/ . memberi motivasi kepada muridmuridnya. MERDEKA!!!Source:www. Tekun memperdalam bidang keahlian dan perhatiannya.blogspot. dan menguasai seluruh materinya dengan baik 5. memiliki tekad yang kuat untuk memberi manfaat yang terbaik untuk murid-muridnya. meninggalkan setiap perilaku yang buruk.gurusukses. kebodohan. dan hanya bertutur kata dengan lembut dan santun. tepat dalam janjinya. memiliki tekad yang kuat untuk memberi manfaat yang terbaik untuk murid-muridnya. demi kemajuan dunia pendidikan kita. berwawasan luas. mengenal baik adat bdan budaya masyarakatnya.html Copyright gurukuansing. dan berusaha keras mengantarkan mereka kepada ketinggian derajat orang-orang yang berilmu 3. dan bersifat terpuji dalam segala hal 9. brmartabat. http://tanbihun. dan dihormati oleh murid-muridnya 2. Akhirnya. Diteladani. dicintai. murid Anda pun akan terinspirasi untuk menjadi orang-orang sukses. dan sejahtera! Ingat selalu! Definisi guru sukses: profesional. Ikhlas dalam mengajarkan ilmu-ilmunya. definisi guru sukses. Rajin mengkaji.com. Tidak larut dalam canda.blogspot. bermartabat. baik yang sudah menduduki posisi guru sukses maupun yang masih baru dan sedang belajar menjadi guru sukses. atau kepada siapa saja yang menaruh minat pada kemajuan pendidikan di Indonesia melalui terwujudnya guru sukses yang semakin besar jumlahnya. Masuk akalkah definisi di atas? Atau Anda punya definisi lain? Bergabunglah bersama kami. dan sejahtera.com Under Common Share Alike Atribution http://gurukuansing. tidak bersikap kasar. Tidak berperilaku yang menakutkan. sekaligus memperoleh kesejahteraan utuh dari profesi yang ditekuninya itu. menonjol dibidangnya. sukses dengan martabat tinggi.com/2011/08/definisi-guru-sukses.com Read more at: http://gurukuansing.html Ciri-Ciri Guru Yang Sukses Ikhlas dalam mengajarkan ilmu-ilmunya. dan selalu ramah dan ceria dihadapan mereka 7.com/pendidikan/ciriciri-guru-yang-suksesciri-ciri-guru-yang-sukses/ http://tanbihun. dan memahami betul permasalahan-permasalahan ummatnya 6. Jadikan diri Anda guru sukses! Sukses sebagai agen pembelajaran. perkataan kotor. Menjauhi hal-hal yang syubhat (meregukan). saya UNDANG Anda untuk berpartisipasi. kepada para guru di tanah air. definisi guru sukses dengan kata kunci: profesional. senantiasa menyayangi murid-muridnya dan mereka pun menyayanginya 4. Jika Anda sukses sebagai guru.blogspot.com/2011/08/definisi-guru-sukses. dan ajak teman Anda masuk ke SITUS ini untuk ambil bagian melalui: http://www. Tertib. Mari kita ³share´ pengalaman. dan berusaha keras mengantarkan mereka kepada ketinggian derajat orang-orang yang berilmu ´ Ciri-ciri Guru Yang Sukses : 1. Sekali lagi. Bersemangat dalam menyampaikan ilmu. dan sukses dalam kesejahteran hidup. kelalaian. Definisi.(kemuliaan) kemanusiaannya.

PERMASALAHAN Dalam penyampaian materi perkuliahan dan pelatihan kepada peserta didik/audien. adapun untuk tipe kedua.TEKNIK DAN MODEL KOMUNIKASI DALAM OPTIMALISASI PROSES BELAJAR MENGAJAR ABSTRAKSI Proses belajar mengajar (PBM) merupakan suatu bentuk komunikasi yaitu komunikasi antara subyek didik dengan pendidik. metode pembelajaran dan komunikasi harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dalam setiap proses pembelajaran. Dalam arti. Bekenaan dengan itu. siswa) sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. dosen. Kenyataan di atas akan menimbulkan beberapa persoalan. tulisan ini mencoba memberikan beberapa petunjuk bagi para pembaca yang berprofesi sebagai guru/dosen pengajar atau profesi dalam bentuk bahkan lainnya. jika tidak hati-hati. ditambah pengalaman para penulis menyampaikan materi dalam perkuliahan dan persentasi di berbagai institusi pendidikan dan seminar/pelatihan. khususnya bagi mereka yang bukan lulusan Institut keguruan dan ilmu pendidikan atau Perguruan tinggi sejenis. dosen/guru cenderung akan meniru gaya orang yang diidolakannya. muncul pertanyaan teknik dan model komunikasi seperti apa yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar ?. . mahasiswa. Oleh sebab itu. ada beberapa factor yang perlu dipertimbangkan. ruangan kelas. baik bagi pengajar maupun peserta didik. Di dalam komunikasi tersebut terdapat pembentukan (transform) dan pengalihan (transfer) pengetahuan. guru) kepada komunikan (subyek didik. Ada juga guru/dosen yang mengajarnya cenderung meniru gaya orang yang dahulu pernah menjadi guru atau dosennya. keterampilan ataupun sikap dan nilai dari komunikator (pendidik. Tipe pertama misalnya. diantaranya adalah peserta didik. Tulisan ini disajikan berdasarkan pengalaman penulis mengikuti pendidikan dan pelatihan dalam bidang penyampaian materi dalam mengajar. akan minimblukan masalah bagi dosen/guru yang tidak mempunyai bakat mengajar atau mempunyai keterbatasan dalam menyampaikan pesansecara lisan. pelatihan. tanpa melihat sisi kelemahannya. PENDAHULUAN Pada saat ini masih banyak didapati di berbagai institusi pendidikan. termasuk di Perguruan tinggi. yang dalam mengajar masih konvensional. Untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada suatu perkuliahan atau pelatihan. metode dan materi itu sendiri. antara siswa dengan guru´. pengajar (baik guru atau dosen) mengajar secara alami sesuai dengan bakat mengajar yang dimiliki. Metode pembelajaran dan komunikasi tidak selalu harus sama untuk setiap materi. antara mahasiswa dengan dosen.

Pada pola progresif makna belajar diartikan sebagai pembangunan gagasan/pengetahuan oleh peserta didik sendiri selain peningkatan keterampilan dan pengembangan sikap positif. Kesemua ini dilakukan dengan menggunakan perangkat yang lazim disekitar peserta didik. Apalagi apabila guru masih terbiasa untuk menjadikan peserta didiknya pendengar yang baik karena guru masih yakin bahwa satu-satunya cara untuk mengajar dengan cepat adalah dengan menggunakan metode ceramah. Untuk mencapai tujuan ini. Duduk. Jika ia dapat membuktikan pengetahuan tentang fakta-fakta baru atau ia bisa melakukan sesuatu. RETNO AMBARWATI *) Secara umum. Pada dasarnya hakikat belajar mengajar dengan pola yang lebih progresif berbeda dengan hakikat belajar-mengajar dengan pola tradisional. dan bahkan mungkin Dengkur. Pola Progresif dalam Belajar Mengajar DRA. proses belajar menempatkan seseorang dari status kemampuan atau kecakapan (ability) yang satu kepada kemampuan/kecakapan yang lain. Artinya. yaitu Afektif. proses pendidikan di sekolah sekarang porsinya lebih pada aspek kognitif atau transfer of knowledge saja. akan tetapi konsepsi yang disertai alasan logis. Afektif berkaitan dengan sikap.PEMBAHASAN Proses belajar (learning) adalah suatu perubahan yang relatif tetap dalam persediaan tingkah laku. Salah satu hal yang kadang dihadapi guru dalam pembelajaran adalah kurangnya minat dan motivasi peserta didik untuk belajar di kelas. moral. guru tidak cukup hanya berceramah dari menit pertama sampai . Ini berarti. Kognitif dan Psikomotorik. Jadi. Pada pola tradisional kegiatan mengajar lebih sering diarahkan pada aliran informasi dari guru ke peserta didik. Diam. peserta didik dituntut untuk melakukan kegiatan dan melakukan intervensi logis sampai ditemukan konsep/aturan/prinsip IPA. yang sebelumnya ia tidak dapat melakukannya. logika. dan manajemen emosi. Peserta didik kadangkala merasa ³terpaksa´ datang dan menghabiskan waktunya di kelas. Artinya. transfer ilmu. Pandangan ini mendorong guru untuk berperan sebagai tukang ajar. dan analisis. konsep IPA yang diketahui peserta didik tidak sekadar ingatan semata. Dengar. Pada kegiatan pembelajaran Biologi mencakup dimensi ganda. dimana diibaratkan guru sebagai orang yang mengisi air pada botol yang kosong. Dengan demikian. Kadangkala peserta didik mempraktikkan ³ 5 D ³ yaitu Datang. Sedangkan Psikomotorik berkaitan dengan praktik atau aplikasi apa yang sudah diperolehnya melalui jalur kognitif. yang terjadi sebagai hasil pengalaman. pengalaman dan alam sekitar melalui kegiatan/proses ilmiah. yaitu proses dan produk. akhlak. Namun disadari atau tidak. Kognitif berkaitan dengan aspek pemikiran. etika. guru baru mengajar kalau konsep materi yang disajikan dapat menjadi bagian dari µstruktur kognitif¶ peserta didik. hanya dapat dikatakan terjadi proses belajar bila seseorang menunjukkan tingkah laku yang tidak sama. Guru belum dikatakan mengajar kalau peserta didik belum belajar. proses pendidikan menuju pada tiga hal pokok yang harus mampu dicapai peserta didik.

Pendidikan menjalin aspek kognitif dengan aspek afektif sedangkan kegiatan mengajar menjalin aspek kognitif dan psikomotor. "cara". Suasana kelas harus demokratis. Setiap kegiatan mengajar memerlukan metode yang tepat dan relevan untuk mencapai tujuan. memberikan kesempatan kreatif. peserta didik ingin agar diterangkan dengan runtut. Dalam praktek evaluasinya kegiatan pengajaran sering terbatas targetnya pada aspek kognitif. berdialog dengan pikiran kritis. tetapi harus tetap tertib agar semua siswa bisa optimal dalam menyimak. guru harus memikirkan metode secara seksama. Akan tetapi peserta didik perlu dilibatkan secara aktif dalam kegiatan praktis dalam bentuk pengujian. sikap. kadang ada sikap seperti ³menolak´ yang diungkapkan lewat sikap acuh tak acuh bila diajak memecahkan masalah. dan mengekspresikan dirinya. berproduksi. Karena itu.koranpendidikan. persiapan mengajar dengan target dapat menghasilkan rencana pengajaran.com/artikel/3227/pola-progresif-dalam-belajar-mengajar. dan berperilaku sehari-hari yang positif terhadap peserta didik. Setiap pendidikan bertujuan menunaikan nilai yang terbaik bagi peserta didik dan pendidik.(*) http://www. atau "prosedur". Sehingga perilaku guru sebagai pendidik yang perlu dikembangkan adalah sebagai mitra peserta didik. Untuk menciptakan kondisi kelas yang kondusif dalam pembelajaran (masalah kognitif) seorang guru mesti mengerahkan semua potensi dirinya.menit terakhir kegiatan belajar mengajar. disiplin permisif. kemudian peserta didik mencatat dan kadang peserta didik menganggap bahwa hanya dengan membaca saja mereka sudah dapat memahami pelajaran biologi semua berakibat guru mengalami kesulitan mengembangkan pengelolan kelas.Maka pendidikan bukan hanya transfer of knowledge tetapi juga transfer of value. seorang guru juga mesti diharuskan meningkatkan masalah afektif peserta didik yang kadang lebih banyak menghabiskan waktu dan energi bahkan memerlukan kesabaran yang ekstra menghadapi peserta didik dengan berbagai latar belakang problematika hidupnya.melakukan dialektika budaya lama dengan nilai-nilai budaya modern. tidak tegang. Apakah tujuan belajar yang saya harapkan dapat dicapai secara konkret (menyatakan perubahan tingkah laku. Siapakah peserta didik saya? Bagaimana kelompok usia dan perkembangan serta kebutuhan mereka? 2. percobaan atau penelitian sederhana. Sikap mental atau reaksi peserta didik bila dilibatkan secara aktif dalam kegiatan praktis kadangkala tidak menyenangi model pembelajaran peserta didik yang aktif. Bahkan pengajaran yang baik sebagai bagian dari pendidikan selain memerlukan proses dan alasan rasional intelektual juga terjalin alasan yang bersifat moral. dari segi intelektualitas harus semakin mampu menguasai materi pembelajaran. dan pemahaman)? . berbicara. guru semakin dituntut untuk mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif sesuai semangat KTSP.html Pemikiran Sekitar Metode Mengajar Metode dapat diartikan sebagai "teknik". Pemikiran itu dimulai dengan tiga pertanyaan penting: 1. Di dalam kelas.

h. Besarnya kelompok. Sehubungan dengan pemilihan dan pengambilan keputusan tentang metode ini. kegiatan belajar kreatif dapat menumbuhkan kreativitas baru dalam pemikiran perasaan. Segar dalam arti mampu "menyentuh" aspek batiniah. Pendekatan mengajar kreatif menekankan kegiatan peserta didik. dalam A Theology of Christian Education (1975. Cocokkah metode yang dipilih untuk kelompok yang akan dihadapi? . yaitu: 1. Memikirkan soal metode mengajar sangatlah penting dalam tugas pedidikan dan pengajaran karena Yesus Sang Guru Agung telah memberikan teladan keguruan sebagaimana dijelaskan oleh Kitab Injil.31). sementara guru hanya berperan sebagai pembimbing. Dalam segi apakah guru mengharapkan peserta didik mengalami perubahan? 3.bertanya . Sesungguhnya tidak ada metode mengajar yang dapat dikategorikan paling tepat bagi setiap kesempatan mengajar.melakukan. bertanya 2. dan alat bantu (media) apa saja yang mungkin saya gunakan guna membantu peserta didik mencapai tujuan? BEBERAPA PRINSIP PEMIKIRAN METODE MENGAJAR 1. bertanya . informasi.menugaskan MURID-MURID: -----------. sebagai pelaku tugas belajar. Apa saja yang saya perlukan untuk mencapai tujuan belajar? Sumber-sumber bahan bacaan (literatur). Seterusnya.berbuat . Lawrence O. dan sikap peserta didik sehingga setelah mengikuti kegiatan belajar.mendengar. Ia akan berharap untuk selalu memperoleh hal-hal baru dan segar. Kemampuan/ketrampilan guru. peserta didik dapat tiba kepada suatu kesimpulan: "Aha.3. Bagaimana kemampuan dan ketrampilan guru dalam menggunakan metode yang ditetapkannya? 2. Richards. meringkaskan interaksi antara Yesus dengan murid-murid-Nya sebagai berikut: YESUS: -----. Jika peserta didik mendapatkan "makna praktis dan pribadi" dari apa yang baru dipelajarinya. maka selanjutnya ia akan terdorong untuk belajar lebih giat. Kebutuhan peserta didik. dengan tugas mengajar kita harus berupaya sehingga peserta didik memperoleh makna dari apa yang telah dipelajarinya.menerangkan . ada sesuatu yang baru yang saya peroleh!" Di samping itu. dan bantuan seperlunya. 3. Di antara Yesus dengan murid-murid-Nya senantiasa terjadi interaksi dialogis.mengamati.menjawab . Metode mengajar yang perlu kita pilih dan kembangkan haruslah kreatif sedemikian rupa. beberapa hal berikut perlu kita perhatikan sebagai alat pemikiran tentang kriteria. pemberi arah. Karena itu kita harus selalu selektif. Pemilihan metode mengajar yang "tepat" ditentukan oleh berbagai faktor. menirukan .

4. Hal ini penting apalagi berkaitan dengan pengajaran yang ingin menanamkan segi-segi "how to" atau "teknik". forum. . hasil riset. demonstrasi. survai lapangan. wawancara.buku. suratmenyurat. Sesuaikah metode yang dipilih dengan sifat bahan pelajaran? 7. tentu membutuhkan waktu untuk refleksi dan memberikan laporan. video. Mungkinkah suatu metode diterapkan dalam belajar mengajar. 4. 2. simposium.Yaitu pihak guru kepada peserta didik. Satu arah . dll. tulisan reflektif. percobaan lapangan. Ketrampilan tertentu dari peserta didik. kelompok kecil. 9. Cukupkah fasilitas yang tersedia untuk menunjang pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Termasuk dalam metode ini adalah: ceramah. metode audio visual: film. dll. hafalan. Variasi pengalaman belajar. 1. Pengalaman belajar bagaimana yang dapat maksimal terjadi? Mendengar sajakah? Melihat sajakah? Berpikir dan berbuatkah? 10. Apakah metode yang dipilih dan akan dipakai cukup baik untuk membantu tercapainya tujuan belajar? 5. tes. lokakarya. kuliah. Dua arah Dimana terjadi relasi dan interaksi dialogis di antara guru dengan peserta didik. seminar. studi mandiri. hanya tahu teori. Waktu yang tersedia. . Fasilitas yang tersedia. berbagi rasa. Interaksi yang terjadi di antara guru dan peserta didik bisa meliputi dua jenis komunikasi. Pemilihan variasi metode mengajar pada prinsipnya perlu bertitik tolak dari corak komunikasi yang ditimbulkan oleh pemakaian metode itu. poster. Termasuk ke dalam metode ini antara lain: laporan baca. dilihat dari segi waktu? Metode karya wisata misalnya.Diskusi kelompok: brainstorming. sesuai dengan metode yang ditetapkan? 8. buzz-group. Mampukah metode yang dipilih membuat para peserta didik aktif belajar? Bisakah diharapkan terjadi suasana atau interaksi dialogis dalam kegiatan belajar-mengajar? 6. studi kelompok. kolokium. Ada tiga kategori metode termasuk dapat menciptakan relasi dan interaksi dialogis ini: . mengikuti buku pegangan. Tujuan pelajaran. studi kasus. Metode yang kita tetapkan dalam mengajar hendaklah sedemikian rupa sehingga dapat membangkitkan ketrampilan tertentu. Dalam penetapan metode kita harus mempertimbangkan berapa jauh variasi pengalaman belajar dapat terjadi. studi kasus. Kalau tidak peserta didik menjadi pasif. Keterlibatan peserta didik. paper.Yaitu dari pihak peserta didik kepada gurunya. diskusi panel. Kesesuaian dengan bahan pengajaran. cerita.

Tekankan contoh-contoh yang konkret dan kontekstual. Sudah tentu hal itu turut berpengaruh atas pemilihan dan penetapan metode. bacaan dramatis. permainan. . jenis serta penekanan tertentu dalam proses belajar sebagai tujuan akhir dari hal-hal yang ingin dicapai oleh guru. tabloid. . kelompok kerja.Drama: dialog. .Mengemukakan relevansi prinsip dan gagasan terhadap situasi yang dihadapi. . Jika tekanan diberikan kepada pencapaian segi-segi nilai dan moral. sosio-drama. 2. dan ruang kesaksian atau berbagi rasa. Dengan begitu peserta didik mengetahui kesinambungan kemajuan belajarnya. gagasan secara kontekstual. maka sudah tentu guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip dan pendekatan berikut: . permainan peran. 5.Tekanan diberikan pada keaktifan berpikir (menalar). pembacaan puisi. .Identifikasi dengan kondisi dan tokoh tertentu. Penjelasan terhadap konsep.org/pepak/pemikiran_sekitar_metode_mengajar . klarifikasi nilai (penjelasan tanpa mempertanyakan soal "mengapa") dan diskusi kelompok. . dll.Metode proyek: studi kasus. seperti melalui metode drama. Jika peserta didik selalu dapat melihat keterkaitan dari apa yang dipelajari dengan kebutuhan dan situasi yang sedang dihadapi. 1. dll. . Jika proses belajar ingin menekankan segi peningkatan pengetahuan dan pengertian peserta didik. mimik. . atau sorotan terhadap biografi. http://www.Selalu diberi upaya untuk mengemukakan apa yang dibahas sekarang ini dan yang dibicarakan untuk waktu yang akan datang. pantomim. maka guru perlu memperhatikan prinsip-prinsip belajar berikut: . Selalu ada tingkat. ide atau gagasan harus diberikan secara jelas dan tuntas. mentor (bimbingan studi). Hal ini dapat mempermudah peserta didik dalam membentuk dan mengembangkan konsepnya sendiri. ide.Tafsirkanlah konsep.Melibatkan pancaindera dalam kegiatan belajar.Aktifkan refleksi pribadi.. pemecah masalah.Gunakan sumber-sumber otoritatif.sabda. maka proses transfer dalam belajar dapat dikatakan sudah terjadi. atau upaya mempertimbangkan dan memahami. seperti biografi.

penelitian. tulisan dan media maupun mengembangkan keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam melalui kegiatan pengajaran. metode dan strategi yang relevan dengan pandangan tersebut. maka Jurusan KPI menerapkan proses pembelajaran dengan menerapkan proporsi teori dan praktek yang memadai. Kesesuaian Strategi dan Metode Kegiatan belajar mengajar yang diterapkan pada Jurusan KPI tidak hanya bersifat transfer of knowledge. Untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. . keislaman. sehingga mahasiswa memperoleh pengetahuan secara teoritis dan mendapatkan keterampilan yang sesuai dengan misi pembelajaran dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yakni memberikan life skillkepada mahasiswa. Ini juga dilakukan dengan mengusahakan dan mengadakan hubungan ke luar untuk menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga yang dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan proses belajar mengajar yang maksimal. dan pengabdian kepada masyarakat. Untuk itu maka proses kegiatan belajar mengajar mengacu kepada etika. yang pada akhir tahun ini berdasarkan pada kurikulum Integrasi dan Interkoneksi yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga. melainkan jugatransfer of value. Misi Pembelajaran a. 2.UIN SUNAN KALIJAGA FAKULTAS DAKWAH PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM Proses Pembelajaran 1. Jurusan KPI mengupayakan penerapan efisiensi internal dan eksternal. b. Pengembangan Kompetensi Pengembangan kompetensi yang diharapkan mengacu kepada visi dan misi yang telah dirumuskan yakni menjadikan Jurusan KPI berkualitas dalam keilmuan. Mengajar a. baik SDM maupun media. transfer of attitude dan life skill sesuai dengan ajaran Islam. Ini dilakukan dengan cara memberdayakan dan memanfaatkan seluruh potensi yang ada. Efisiensi Internal dan Eksternal Dalam proses pembelajaran. dan keterampilan dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam melalui.

Belajar a. c. Kesesuaian Materi Pembelajaran dengan Tujuan Mata Kuliah Materi pembelajaran setiap mata kuliah diberikan kepada mahasiswa dengan berdasarkan kepada kesesuaian antara materi dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai yang target utamanya adalah mengacu kepada pencapaian kompetensi mata kuliah. transparansi. telah dibentuk team teaching bagi mata kuliah yang memiliki dosen lebih dari satu atau ada keterkaitan antara satu mata kuliah dengan mata kuliah yang sejenis atau serumpun (lihat Lampiran). Dari masing-masing metode tersebut melahirkan strategi mengajar. beberapa dosen Jurusan KPI ada yang menggunakan beberapa media pembelajaran seperti : LCD. Penggunaan Teknologi Informasi Dosen dalam mengajar ada yang menggunakan tehnologi informasi ada juga yang tidak. yaitu : ceramah dan tanya jawab. Over Head Proyektor (OHP) dan notebook dengan in-focusnya. Keterlibatan Mahasiswa Dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan pengembangan wawasan. beberapa dosen menggunakan media LCD. dan buku ajar. d.Metode belajar mengajar yang dilaksanakan oleh dosen Jurusan KPI terdiri dari beberapa metode mengajar. Media internet juga dipergunakan untuk mencari beberapa informasi yang dibutuhkan. diktat. beban kerja tenaga pengajar. Untuk tujuan tersebut. praktek. praktik lapangan dan magang. Kegiatan ini . penugasan. tapi pada umumnya media komputer dipergunakan untuk setiap mata kuliah. e. Struktur dan Rentang Kegiatan Mengajar Sistem pendidikan yang dipakai di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta adalah Sistem Kredit Semester (SKS). hand out. 3. hal ini tentu sesuai dengan pengalaman dan kondisi dosen yang bersangkutan. b. diskusi. Efisiensi dan produktivitas Dalam mencapai efisiensi dan produktivitas mengajar. dosen dan mahasiswa terlibat secara intens dalam berbagai kegiatan yang dapat menunjang kemampuan dan pengembangan intelektual. yakni pendidikan yang menyatakan beban studi mahasiswa. Penggunaan tehnologi informasi tergantung kepada jenis dan sifat mata kuliah yang diajarkan. Dalam menyampaikan materi perkuliahan. dan beban penyelenggaraan suatu mata kuliah dan program selama 14 minggu dalam satuan kredit. kuis.

Peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan : 1) Pengetahuan dan pemahaman materi khusus sesuai bidangnya Bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan pengetahuan atau pendalaman suatu materi. 3) Pemahaman dan pemanfaatan kemampuannya sendiri Guna mengaktualisasikan pemahaman keilmuan dan keterampilan yang dimiliki serta memanfaatkan kemampuan diri. Studi Banding. Pelatihan-pelatihan dan workshop. seperti pelatihan menulis. seperti pengetahuan tentang media kepenyiaran radio. pelacakan/peliputan beritadan profesi. jurusan memfasilitasi dan memotivasi dengan memberi konsultasi atau membentuk forum komunitas. Kegiatan yang diikuti diantaranya : 1) 2) 3) 4) Studium General. yaitu kegiatan ilmiah yang mengkaji berbagai hal yang berkaitan dengan penambahan dan perluasan keilmuan. yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan berkarya. Pengajuan ujian skripsi c. Bimbingan Skripsi Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan perkuliahan minimal 120 Sks sudah dapat mengajukan topik penelitian (judul skripsi) dengan prosedur sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Konsultasi topik atau judul dengan Dosen Penasehat Akademik. yang dilakukan untuk meningkatkan wawasan serta membuka cakrawala realita empiris diluar kampus. Bakti Sosial. b. programer dan presenter televisi. Penerimaan dan pengesahan topik penelitian. 2) Keterampilan umum dan yang dapat dialihkan (transferable) Bagi mahasiswa jurusan KPI diberikan keterampilan dalam tulis menulis. mahasiswa Jurusan KPI diberi ruang untuk mengekspresikannya dalam suatu kegiatan penerbitan (tulis menulis) bulletin RETHOR dan kepenyiaran di RADIO RASIDA. yang dilakukan untuk memberikan pengalaman dan pemahaman serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. .seperti melalui kegiatan keilmuan dan pengabdian masyarakat. browsing internet dan komputer sebagai keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa. Membuat dan mengajukan proposal topik penelitian. pembuatan naskah film. Penunjukan seorang Dosen Pembimbing Skripsi. Seminar Topik Penelitian Proses bimbingan skripsi.

dan tes tertulis (paper and pencil test). dan cameraman(pembuatan film INDI). 1 dan 0. ranah yang dinilai meliputi ranah kognitif. Dalam bidang keilmuan. penugasan (proyek). pelaporan dan penggunaan informasi hasil belajar dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian.kegiatan Pecinta Seni Suara Padang Pasir (kelompok Al- Hamro). akurat. pengembangan bakat. bukti-bukti otentik. dan psikomotor. intra maupun keduanya. yakni suatu proses pengumpulan. dilakukan mekanisme serangkaian ujian yang terdiri dari Ujian Tengah Semester (UTS). mahasiswa banyak yang aktif mengikuti kegiatan organisasi baik ekstra. hasil karya/tulis (produk). Beban studi yang harus ditempuh pada Jurusan . mereka memiliki kelompok kesenian dan media. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (porto folio).00. Penilaian dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan belajar mengajar. D dan E dengan bobot nilai 4. Dalam bidang kepemimpinan. Dalam bidang pengembangan bakat. dan kepemimpinan. Ujian Akhir Semester (UAS). Sedangkan yang IPKnya kurang dari 2. Ditinjau dari kompetensi yang ingin dicapai. Penilaian kemajuan dan keberhasilan belajar a. 4) Kemampuan belajar mandiri Mahasiswa Jurusan KPI memiliki kegiatan yang relevan dengan tujuan dan kompetensi bidang keilmuan. 5) Nilai. B. kinerja (performance). baik berdasarkan jurusan maupun keterampilan yang dimiliki. Mereka inilah yang berhak melanjutkan ke semester lima. Peraturan Penilaian Kemajuan dan Penyelesaian Studi Mahasiswa Untuk menilai prestasi akademik mahasiswa. Simbol yang digunakan mengukur prestasi hasil ujian dipergunakan huruf mutu yaitu A. motivasi dan sikap Sistem penilaian yang digunakan adalah Penilaian Berbasis Kelas (PBK). serta beberapa tugas.00 dinyatakandroup out (DO). pelaksanaan berkelanjutan. afektif. Dalam sistem penilaian menggunakan Penilaian Angka Normatif (PAN) (lihat lampiran). C. 4. 3. dan konsisten sebagai akuntabilitas publik. Strategi dan Metode Penilaian Kemajuan dan Keberhasilan Mahasiswa Ketentuan bagi mahasiswa yang dapat melanjutkan studi adalah mahasiswa yang memperoleh IPK semester satu sampai semester empat minimal 2. 2. Beban studi adalah sejumlah bobot mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa selama masa studi. b. mahasiswa memiliki kelompok-kelompok studi dan kajian keilmuan yang mereka buat bersama sesama mahasiswa.

Dengan demikian dikatakan bahwa rata-rata mahasiswa lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam memperoleh predikat kelulusan yudisium amat baik/sangat memuaskan http://www. d. serta tidak melanggar kode etik kemahasiswaan.. apabila mereka memperoleh IPK paling kurang 2..info/joomlakusuka/dakwah/kpi/Proses_Pembelajaran000. yaitu komunikasi antara Senior sebagai fihak yang memberikan ilmu dan Yunior sebagai fihak yang menerima .uin-suka. Pendistribusian setiap semester berkisar antara 18-22 sks. dan sebagian besar ditularkan kepada kita melalui transfer pengetahuan di kelas.00 ± 3. tapi . Predikat kelulusan Cumlaude hanya diberikan kepada mahasiswa yang memiliki IPK minimal 3.htm KOMUNIKASI = KUNCI KEBERHASILAN TRANSFER ILMU Kadang kita tidak menyadari arti pentingnya KOMUNIKASI Kata komunikasi sudah sangat familiar buat kita semua. Penentuan Yudisium Mahasiswa yang dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar sarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam. Salah satu cara untuk memajukan SABHAWANA adalah bagaimana ilmu-ilmu yang pernah kita terima dapat kita transfer secara utuh.00 selama masa studi. yaitu 61. Penelaahan Mengenai Kepuasan Mahasiswa Mutu lulusan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam dapat dilihat dari perolehan Indeks Prestasi Kumulatif lulusan.50 dan masa studinya tidak lebih dari 5 tahun. c.Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah 144 sks. Sebagai seorang Senior yang bertanggung jawab. Perolehan IPS setiap semesternya dapat digunakan untuk memperoleh jumlah sks pada semester berikutnya.36 persen. Secara umum perolehan nilai prestasi mengalami perubahan seiring dengan perubahan yang terjadi di lingkungan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. bukannya stagnan atau bahkan mundur. (lihat lampiran).. sudahkah kita menyadari arti pentingnya komunikasi buat kita salah satu arti penting tersebut yang langsung bersentuhan dengan kita adalah bagaimana kita mentransfer ilmu kepada sesama Rekan-rekan di Sabhawana tentunya sangat menyadari bahwa ilmu yang kita terima adalah ilmu yang turun temurun. tidak pernah melakukan perbaikan nilai. tentunya besar keinginan kita bahwa ilmu yang kita miliki dapat kita sampaikan kepada Yunior agarSABHAWANA yang kita cintai ini dapat terus berkembang dan makin maju. Perolehan IPK mahasiswa jurusan KPI mayoritas berada pada rentangan 3.49. atau bahkan kalo kita mampu ilmu tersebut kita tambah atau kembangkan sesuai dengan perkembangan jaman. <?xml:namespace prefix = o ns = "urn:schemas-microsoft-com:office:office" /><o:p> Keberhasilan transfer ilmu terjadi apabila ada KOMUNIKASI dua arah.

Pelibatan mereka dapat melalui pertanyaan. JANGANLAH MEMANDANG RENDAH Ingat. Demikian juga halnya dengan transfer ilmu. dan jangan lupa background pendidikan mereka sebelumnya beragam. rentang usia antara senior dan yunior amatlah pendek. LIBATKAN MEREKA DALAM MATERI Seperti disampaikan sebelumnya komunikasi akan berhasil apabila terjalin dua arah. karena merupakan penghargaan dan penerimaan tersendiri bagi kehadiran mereka di kelas.. Adakalanya komunikasi akan lebih efektif apabila dibantu dengan bahasa tubuh. canggung dan tidak tahu apa yang harus diperbuat di depan kelas sangatlah mungkin. tidak jarang ada yunior yang mempunyai wawasan dan pengetahuan yang lebih sehingga mungkin saja sudah mengetahui suatu materi atau bahkan lebih menguasai daripada kita. Tampillah enerjik dan tetap semangat dari awal sampai akhir materi. ANTUSIAS Hai kawan. yunior adalah rekan kita juga. maka ada baiknya sebelum mengajar cek terlebih dahulu seberapa jauh pemahaman mereka tentang materi atau topik yang akan disampaikan. Apalagi rekan-rekan di Sabhawana. GUNAKAN GAYA BAHASA YANG LUGAS DAN SEDERHANA Bahasa yang lugas dan sederhana akan mudah dimengerti dan diterima oleh si penerima ilmu daripada bahasa-bahasa tehnis yang terlalu rumit. Senyuman sudah merupakansapaan awal yang bernilai lebih dari 50 % bahasa komunikasi anda kepada yunior. berkisar antara satu atau dua tahun. namun jangan berlebihan karena dapat berakibat kontra produktif. Harus kita maklumi. maka persiapkan lebih awal alat peraga yang memungkinkan dibawa kedalam kelas. pelibatan yunior dalam materi akan menimbulkan gairah dan rasa ingin tahu yang lebih tentang materi yang sedang disampaikan. Keempat.. SELARASKAN POLA PIKIR Materi anda akan menjadi terlalu sulit dimengerti bagi yunior apabila anda tidak mau mengetahui cara pandang mereka terhadap materi yang akan disampaikan. Karenanya cobalah berpikir seperti mereka atau bertindak seperti anda menerima materi itu pada saat anda menjadi yunior sebelumnya. karena tidak semua orang dilahirkan mempunyai bakat sebagai pengajar atau pendidik yang baik. Keenam.. Ketujuh. bertindak sebagai pengajar di kelas adalah situasi yang rumit dan kompleks bagi sebagian orang. pengutaraan pendapat dan evaluasi berupa kuis-kuis kecil di akhir materi.. dengan demikian anda akan mengetahui . namun apabila kita kurang mahir penggunaan alat tersebut ada baiknya minta bantuan rekan lain yang lebih menguasai untuk membantu di kelas. Berikut ada beberapa TIPS KOMUNIKASI dalam MENGAJAR yang mungkin dapat diterapkan agar transfer ilmu di Sabhawana dapat berkelanjutan. Kedua. Dan yang paling penting kuasai cara menggunakannya. sehingga kemungkinan grogi. Kelima. Ketiga. Hal inilah yang sesungguhnya tidak boleh terjadi dan dibiarkan berlarut karena dapat berdampak pada macetnya transfer ilmu di Sabhawana. Pertama. karena senyum adalah bahasa komunikasi pertama anda di dalam kelas. TERSENYUMLAH DENGAN TULUS Memulai setiap kegiatan awalilah dengan senyum. bagaimana yunior akan suka dan tetap memperhatikan apabila anda sendiri tidak bisa menunjukkan sikap antusias terhadap materi anda.ilmu. GUNAKAN ALAT PERAGA Apabila materi atau topik yang akan diajarkan berhubungan dengan praktek nantinya.

usahakan harus ada kesimpulan dari apa yang telah disampaikan. . Apabila materi yang disampaikan belum selesai dalam satu kali pertemuan. Untuk itu pengajar haruslah cerdas dan efektif dalam melontarkan pertanyaan. ( Ingat Jawaban nantinya harus anda dikonsultasikan kepada yang lebih ahli agar dapat memuaskan ). Kedelapan. memimpin debat. maka ada baiknya tampung pertanyaan tersebut dan sampaikan akan dijawab pada kesempatan yang lain demi kejelasan yang lebih dalam. KESIMPULAN Setiap selesai menyampaikan materi.sabhawana. Kesembilan. Sebelum rasa jenuh datang ada baiknya beristirahat terlebih dahulu. mari kita transfer ilmu kita kepada sesama Transfer ilmu akan lebih berhasil apabila direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. Jadi. mendengarkan peserta. cooling down.php?op=modload&name=News&file=article&sid=166 CASE TEACHING METHOD Pelatihan Metode Pembelajaran Berbasis Kasus Efektif 24 jam / 3 hari Tidak hanya kemampuan menyampaikan konsep yang diperlukan. buatlah kesimpulan kecil. Kesepuluh. Untuk itu sebelum mengajar persiapkan waktu sedemikian mungkin. LEMPAR. SERAP DAN TAMPUNG Seringkali pada saat mengajar timbul pertanyaan-pertanyaan sulit dari yunior. yang jelek kita tinggalkan dan yang baik kita kembangkan. tetap jangan lewatkan kesimpulan.. Namun apabila pertanyaan tersebut terlalu sulit untuk dijawab saat itu. BAGI WAKTU Sekali lagi ingat bahwa.. kemudian lemparkan pertanyaan tersebut kepada yunior lain yang ada didalam kelas (bisa lebih dari satu orang) kemudian serap ide-ide mereka.. menghadapi situasi demikian jangan panik. Kita semua mencintai SABHAWANA Mari kita sedikit peduli kepada rekan-rekan kita dengan mencoba memberikan yang terbaik buat Sabhawana. kuasai kelas dengan meminta yunior mengulangi pertanyaan.. apa yang telah kita terima.. sampaikan kepada yunior yang akan meneruskan derap langkah Sabhawana.com/modules. berapa kali istirahat sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. rangkum dalam satu penjelasan kemudian sampaikan kembali kepada mereka....bagian-bagian mana yang terasa sulit dimengerti yang membutuhkan perhatian lebih dari anda. jadi hindari kejenuhan didalam kelas.. Karena dari kesimpulan tersebut kita dapat mengetahui seberapa jauh materi yang telah disampaikan. salah satu caranya adalah terjalinnya komunikasi dua arah.. Salam Rimba S 78514 H</o:p> http://portal.. dan menyimpulkan hasil.. melainkan juga diperlukan keterampilan memimpin dan menghidupkan diskusi yang berlangsung di kelas. manusia dalam menerima suatu materi mempunyai batas jenuh.

Manfaat apa yang anda peroleh y y y Meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan mengajar metode kasus Memahami proses mengajar metode kasus dan persiapan-persiapan yang diperlukan oleh instruktur dan peserta Lebih percaya diri dalam menggunakan metode kasus yang kaya dengan inovasi dan kreasi belajar Apa yang dibahas y y y y y Konsep belajar dan metode kasus Mempersiapkan pengajaran dengan metode kasus Strategi bertanya.15 10.15 13.00 ± 15.00 13.00 ± 10.15 ± 17.00 15. menanggapi.15 ± 12.15 Istirahat Persiapan Mengajar Kasus We¶re Just Wasting Our Time Ishoma Memimpin Diskusi Mengajar Kasus Nissan¶s U-Turn Encouraging Independent 1999-2001 Thinking Istirahat Pusat Kebugaran Jim Talk and Chalk How to Teach a Case 12.15 Memimpin Diskusi Mengajar Kasus .00 ± 10. menutup.00 ± 15.15 15. dan transisi Praktek mengajar menggunakan kasus Jadwal Hari I 08.00 Topik Metode kasus dan Proses Belajar Kasus Trouble in Stat 1B (A) Bahan Bacaan Barriers and Gateways to Learning Premises and Practices of Discussion Teaching Instr 10. mendengarkan. dan menyimpulkan Proses dalam metode kasus: membuka.

mendengarkan.15 15.15 10. Macomber (A) Ishoma Persiapan praktek mengajar Tyberg Company First Visayas Holding Company The Offended Colonel (A) Istirahat ³To See Ourselves As Others See Us:´ The Reward of Classroom Observation The Dreaded Discussion: Ten Ways to Start Six Common NonFacilitating Teaching Behaviors 12.00 13.00 15.15 ± 12.00 Topik Ketrampilan mengajar: bertanya.15 Topik Kegiatan mandiri persiapan mengajar kasus Kasus Bahan Bacaan Instr Istirahat Praktek Mengajar Guidelines for Observing and Instructor¶s Case Teaching Approach and Behavior Ishoma Praktek Mengajar Istirahat Praktek Mengajar 12.00 ± 10.00 10. Questioning & Responding Instr 10.15 ± 17. dan menjawab Kasus PT Pos Indonesia Bahan Bacaan With Open Ears: Listening & the Art of Discussion Leading The Discussion Teacher in Action: Listening. dan transisi Assistant Professor Graham & Ms.Hari II 08.00 ± 10.15 .00 ± 15.00 ± 10.15 Istirahat Proses mengajar: pembukaan.15 ± 12.00 ± 15.00 ± 15.15 13.00 ± 10.15 ± 17.00 13.15 Kegiatan mandiri persiapan mengajar kasus Hari III 08. penutupan.15 15.00 ± 15.15 13.00 15.15 10.

dengan harapan dapat berubah menjadi keluaran (expected) input) yang berupa hasil belajar yang diharapkan. Pendidikan sangat penting dalam kehidupan dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan.DISCOVERY INQUIRY Tujuan pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam GBHN adalah pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. strategi mana yang dapat membantu kejelasan konsep selama ini. dan kesehatan saja ataupun mengejar kepuasan batiniah seperti pendidikan. yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. yaitu Pancasila. maka sudah barang tentu akan sangat diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional seperti yang tercantum di atas. akan terjadi hubungan timbal balik antara guru dan siswa yang beraneka ragam. pangan. dkk. Dari bagan di atas dapat dijelaskan bahwa masukan (raw input) yang merupakan bahan dasar diberikan pengalaman belajar tertentu dalam proses belajar-mengajar. Dalam hal ini pendidikan merupakan salah satu sarana untuk menciptakan sumber daya .sumber daya manusia yang berkualitas tersebut. rasa aman. Tujuan pendidikan dan pengajaran di Indonesia berlandaskan pada falsafah hidup bangsa. Hal ini berarti bahwa pembangunan tidak hanya mengejar kepuasan lahiriah saja seperti sandang. Sifatnya mutlak dalam kehidupan. Selama pelajaran berlangsung guru sulit menentukan tingkah laku mana yang berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa. dan itu akan mengakibatkan terbatasnya waktu guru untuk mengontrol bagaimana pengaruh tingkah lakunya terhadap motivasi belajar siswa. 2 tahun 1989. Bila kita kaji lebih jauh lagi apa yang diuraikan dalam Pasal 4 UUSPN No. maka kita dapat mengetahui apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia dimana Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Pada saat proses belajar±mengajar berlangsung di kelas. Untuk mecapai tujuan pendidikan nasional tersebut. Selanjutnya Djamarah Syaiful Bahri (2005) mengatakan bahwa kedudukan metode sebagai alat motivasi ekstrinsik dalam kegiatan belajar±mengajar hendaknya dipahami benar oleh . Hal tersebut memperkuat anggapan bahwa guru dituntut untuk lebih kreatif dalam proses belajar ± mengajar. sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan pada diri siswa yang pada akhirnya meningkatkan motivasi belajar siswa. papan. Maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu (Sudirman N. guru sebagai ujung tombak pelaksana pendidikan di lapangan sangat menentukan keberhasilannya. Dalam hal ini guru dapat dikatakan sebagai pemegang peranan utama dalam proses pendidikan yang tercermin dalam proses belajar-mengajar di sekolah. keluarga. melainkan antara pembangunan lahiriah dan batiniah tersebut haruslah berjalan seiring secara serasi. kesehatan jasmani dan rohani. misalnya gaya mengajar mana yang memberi kesan positif pada diri siswa selama ini. media dan metode mana yang tepat untuk dipakai dalam menyajikan suatu bahan sehingga dapat membantu mengaktifkan siswa dalam belajar. Dalam proses belajar-mengajar melibatkan banyak factor. 1992 : 3). Dalam proses belajar-mengajar diharapkan pula sejumlah factor sarana dan factor lingkungan guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki. kepribadian yang mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. maupun bangsa dan Negara. baik dalam kehidupan seseorang. memiliki pengetahuan dan keterampilan. bebas mengeluarkan pendapat yang bertanggung jawab dan rasa keadilan saja.

Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila tidak memguasai satu pun metode mengajar yang telah dirumuskan oleh para ahli psikologi pendidikan´.Istilah-istilah discovery dan inquiry dapat diartikan dengan maksud yang sama dan digunakan saling bergantian atau keduanya sekaligus. misalnya merumuskan problema sendiri. Mengenai kelebihan dan kekurangan metode penemuan/discovery-inquiry diuraikan oleh Sudirman N. atau inquiry yang berarti mencari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode mengajar merupakan suatu teknik atau cara yang ditempuh guru dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dan melibatkan interaksi yang aktif dan dinamis antara guru dan siswa. Dengan kata lain. inquiry adalah suatu perluasan proses-proses discovery yang digunakan dalam cara lebih dewasa. dkk (1992) sebagai berikut : Kelebihan metode penemuan/discovery-inquiry : 1. Sebagai tambahan pada proses-proses discovery. Syaiful bahri Djamarah. Inquiry dibentuk dan meliputi discovery dan lebih banyak lagi. mempunyai sikap-sikap obyektif. melakukan eksperimen. Dalam menyampaikan suatu bahan pelajaran. Sehingga metode dalam hal ini berkedudukan sebagai alat untuk meningkatkan minat belajar siswa dari luar. 1992 ) menjelaskan bahwa pengajaran discovery harus meliputi pengalaman-pengalaman belajar untuk menjamin siswa dapat mengembangkan prosesproses discovery. menjadi pengajaran yang menekankan kepada proses pengolahan informasi di mana siswa yang aktif mencari dan mengolah sendiri informasi yang kadar proses mentalnya lebih tinggi atau lebih banyak. . 1992 ). dan dalam proses itu individu mengasimilasi konsep dan prinsip-prinsip. yang salah satunya adalah metode mengajar. (1991) mengemukakan pendapatnya mengenai metode memgajar sebagai berikut : ³Metode adalah salah satu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 2. Ulih Bukit (1975) yang mengemukakan bahwa metode mengajar ialah suatu cara tau jalan yang berfungsi sebagai alat yang digunakan dalam pengajaran untuk mencapai tujuan pengajaran. inquiry mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. hasrat ingin tahu. Amin (Sudirman N. Menurut Sund (Sudirman N. discovery adalah proses mental. yaitu : 1. sehingga tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi. dan sebagainya.Istilah discovery. Metode Penemuan (Discovery-Inquiry) Metode penemuan adalah cara penyajian pelajaran yang banyak melibatkan siswa dalam proses-proses mental dalam rangka penemuannya. sekalipun secara umum menunjuk kepada pengertian yang sama dengan inquiry. Strategi pengajaran menjadi berubah dari yang bersifat penyajian informasi oleh guru kepada siswa sebagai penerima informasi yang baik tetapi proses mentalnya berkadar rendah. Mengenai penggunaan istilah discovery dan inquiry para ahli terbagi ke dalam dua pendapat. Pendapat terserbut didukung oleh Karo-karo Ing S. menarik kesimpulan.guru. guru harus mampu melakukan pengorganisasian terhadap seluruh komponen pelajaran. karena ada perangsang dari luar. pada hakikatnya mengandung perbedaan dengan inquiry. Istilah asing yang sering digunakan untuk metode ini ialah discovery yang berarti penemuan. Moh. merancang eksperimen. terbuka. jujur. Dalam kegiatan belajar mengajar metode sangat diperlukan oleh setiap guru yang penggunaannya sangat bervariasi sesuai dengan karakteristik tujuan yang ingin dicapai setelah pembelajaran berakhir. mengumpulkan dan menganalisis data.

4. Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerima informasi dari guru apa adanya. 5. Lesson Sebagian perencanaan dibuat oleh guru. Siswa akan mengerti konsep-konsep dasar atau ide lebih baik. Dalam metode ini siswa harus mengidentifikasi dan merumuskan macam problema yang akan dipelajari atau dipecahkan. Dalam hal ini siswa tidak merumuskan problema. Inipun bukan pekerjaan yang mudah karena umumnya guru merasa belum puas kalau tidak banyak menyajikan informasi (ceramah). 6. dan pembimbing siswa dalam belajar. apalagi kebiasaan yang telah bertahun-tahun dilakukan. Biasanya disediakan pula bahan atau alat-alat yang diperlukan. y Free Inquiry Kegiatan free inquiry dilakukan setelah siswa mempelajarai dan mengerti bagaimana memecahkan suatu problema dan telah memperoleh pengetahuan cukup tentang bidang studi tertentu serta telah melakukan modified discovery-inquiry. penuh aktivitas. 3. 4. 2. eksplorasi dan atau melalui prosedur penelitian untuk memperoleh jawabannya. Mendorong siswa untuk berfikur dan bekerja atas inisiatifnya sendiri. Membantu siswa dalam menggunakan ingatan dan dalam rangka transfer kepada siutuasi-situasi proses belajar yang baru.2. Mengubah kebiasaan bukanlah sesuatu yang mudah. agaknya metode ini sulit terlaksana dengan baik. Memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar yang tida hanya menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar. kemudian siswa diundang untuk memecahkannya melalui pengamatan. Guru berperan sebagai pendorong. Selain itu guru menyediakan kesempatan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa. Metode ini memberikan kebebasan pada siswa dalam belajar. ke arah membiasakan belajar mandiri dan berkelompok dengan mencari dan mengolah informasi sendiri. Dalam kondisi siswa banyak (kelas besar) dan guru terbatas. Pemecahan masalah dilakukan atas inisiatif dan caranya sendiri secara berkelompok atau perseorangan. nara sumber. motivator. Kekurangan metode penemuan/discovery-inquiry : 1. Cara belajar siswa dalam metode ini menuntut bimbingan guru yang lebih baik. Jenis-Jenis Metode Penemuan (Discovery-Inquiry) Moh. tetapi tidak berarti menjamin bahwa siswa belajar dengan tekun. Amin (Sudirman N. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator. 1992) menguraikan tentang tujuh jenis inquiry-discovery yang dapat diikuti sebagai berikut : y Guided Discovery-Inquiry Lab. 3. dan memberikan bantuan yang diperlukan untuk menjamin kelancaran proses belajar siswa. Metode ini dapat memperkaya dan memperdalam materi yang dipelajari sehingga retensinya 9tahan lama dalam ingatan) menjadi lebih baik. y Invitation Into Inquiry . y Modified Discovery-Inquiry Guru hanya memberikan problema saja. sementara petunjuk yang cukup luas tentang bagaimana menyusun dan mencatat diberikan oleh guru. dan terarah.

Hal ini ditunjukkan oleh hasil pembelajaran matematika di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang ditunjukkan dengan hasil Ujian Akhir Nasional (UAN) juga Nilai Ebtanas Murni (NEM) dari tahun ketahun hasilnya belum menggembirakan jika dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Selain itu. 2005). Selain itu.koodinator tim 2.Siswa dilibatkan dalam proses pemecahan problema sebagaimana cara-cara yang lazim diikuti scientist.evaluator proses 6. dan melalui pertanyaan masalah yang telah direncanakan dengan hati-hati mengundang siswa untuk melakukan beberapa kegiatan atau kalau mungkin. Skor ini masih jauh di bawah skor rata-rata internasional yaitu 467. bila dibandingkan dengan dua negara tetangga. Masing-masing anggota tim diberi tugas suatu peranan yang berbeda-beda sebagai berikut : 1. . peragaan.penasihat teknis 3. Suatu undangan (invitation) memberikan suatu problema kepada siswa.pencatat data 4. kecuali ditingkat sekolah dasar (Puspendik. papan poster. Skor ratarata yang diperoleh siswa-siswa Indonesia adalah 411. Hal ini dapat dilaksankan karena metafora dapat membantu dalam melepaskan ³ikatan struktur mental´ yang melekat kuat dalam memandang suatu problema sehingga dapat menunjang timbulnya ide-ide kreatif.membuat grafik y Inquiry Role Approach Inquiry Role Approach merupakan kegiatan proses belajar yang melibatkan siswa dalam tim-tim yang masing-masing terdiri tas empat anggota untuk memecahkan invitation into inquiry.Pictorial Riddle Pendekatan dengan menggunakan pictorial riddle adalah salah satu teknik atau metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa di dalam diskusi kelompok kecil maupun besar.merumuskan hipotesis c. 2005). atau situasi yang sesungguhnya dapat digunakan untuk meningkatkan cara berfikir kritis dan kreatif siswa. yaitu Singapura dan Malaysia. kemudian guru mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan ridlle itu. semua kegiatan sebagai berikut : a. Gambar atau peragaan.menetapkan kontrol d. Singapura berada pada peringkat pertama dan Malayasia berada pada peringkat ke sepuluh (Nandika.menginterpretasi data f.menentukan sebab akibat e. y Synectics Lesson Pada dasarnya syntetics memusatkan pada keterlibatan siswa untyuk membuat berbagai macam bentuk metafora (kiasan) supaya dapat membuka intelegensinya dan mengembangkan kreativitasnya. atau diproyeksikan dari suatu trasparansi.merancang eksperimen b. Latar Belakang Masalah klasik dalam pembelajaran matematika di Indonesia adalah rendahnya prestasi murid dan kurangnya motivasi siswa untuk belajar matematika. Penerapan Pembelajaran Investigasi dalam Pembelajaran Matematika Ditulis oleh Mumun Syaban A. posisi peringkat siswa kita jauh tertinggal. hasil tes Third International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2003 yang dikoordinir oleh The International for Evaluation of Education Achievement (IEA) siswa Indonesia berada diperingkat 34 dari 48 negara peserta untuk penguasaan matematika. pada tingkat internasional. Suatu ridlle biasanya berupa gambar di papan tulis.

6. Akibatnya siswa tidak mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir matematikanya. dalam . jarang memberikan masalah yang tidak rutin. 5. takut disuruh guru ke depan. ataupun antara siswa dan guru. 2. Selain itu orang tua juga lebih menekankan anak-anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar yang lebih menekankan drill daripada problem solving. Pemantapan dan latihan pengerjaan social. tidak mampu menjawab. Misalnya guru masih menggunakan metode mengajar yang bersifat mekanisitik. A. kalau saja siswa ditanya. Rendahnya hasil belajar matematika dapat disebabkan oleh faktor kemampuan guru dalam menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang kurang tepat. 1987) menyatakan bahwa pembelajaran matematika harus melibatkan aktivitasaktivitas berikut: 1. Hal ini dikarenakan guru lebih menyiapkan siswa untuk menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) dan tes Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). 3. Menurut Joyce. sehingga adanya gejala ketakutan anak terhadap matematika (phobia matematika) yang melanda sebahagian besar siswa. dan dapat digunakan dalam semua bidang studi. Kegiatan belajar dimulai dengan diberikan masalah-masalah yang diberikan oleh guru. Weil dan Calhoun( 2000: 53). 2004). misalnya proses pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru sementara siswa lebih cenderung pasif. seperti matematika sulit. Investigasi merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kemungkinan kepada siswa untuk mengembangkan pemahaman siswa melalui berbagai kegiatan. Model Pembelajaran Investigasi Istilah investigasi mulai diperkenalkan dengan diterbitkannya laporan dari Cockcroft (dalam Evans. Diskusi diantara siswa sendiri. hampir tanpa variasi kreatif. yang dalam pelaksanaannya mengacu pada berbagai teori investigasi. Kerja praktek. sedangkan kegiatan belajar selanjutnya cenderung terbuka. Guru cenderung bersifat monoton. Bahkan untuk pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Atas (SMA). integrasi sosial dan proses pembelajaran sosial. skor rata-rata siswa usia 15 tahun mengenai literasi matematika (mathematical literacy) 385 dan berada pada peringkat ke 38 dari 40 negara yang berpartisipasi (Organisation for Economic Co-Operation and Development. Pembelajaran dilakukan melalui proses penyampaian informasi atau transfer of knowledge bukan melalui pemerosesan informasi. ada saja alasan yang mereka kemukakan. Eksposisi (pemaparan) guru. kemampuan matematika siswa kurang dikembangkan. Pemacahan masalah. artinya tidak terstruktur secara ketat oleh guru. Investigasi. 4. dan lebih menekankan pada drill (Marpaung. 2003). Akibatnya guru lebih suka mengajar dengan cara tradisional dengan hanya menggunakan metode ceramah serta meninggalkan cara investigasi maupun pemecahan masalah. Guru-guru sering dihantui oleh selesai atau tidaknya topik-topik yang harus diajarkan dengan waktu yang tersedia.Sementara dalam Program for International Assessment (PISA) tahun 2003 yang lalu. model ini sangat mudah disesuaikan dan komprehensip yang menggabungkan tujuan-tujuan akademik investigasi. Salah satu metode mengajar matematika yang dapat diterapkan untuk mewujudkan pandangan konstruktivisme ini antara lain adalah metode investigasi. Akibatnya hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran seperti itu adalah berupa akumulasi dari pengetahuan sebelumnya yang satu sama lain terisolasi.

Mereka akan belajar dari kesalahan sendiri dengan bertanya. B. mengembangkan. Disamping itu si A hanya menyelidiki bagian permukaannya saja. Ada perbedaan antara investigasi dan pemecacahan masalah. Dapat saja terjadi si A tertarik pada bagian X untuk diselidiki dan si B tertarik pada bagian-bagian yang lain. Menurut Height (dalam Krismanto. batu putih hanya bergerak ke kanan dan batu hitam hanya kekiri. menyelidiki hal-hal menarik yang mengusik rasa keingintahuan mereka. Itulah sebabnya penyelidikan ini disebut juga suatu kegiatan terbuka yang tidak terbatas. Dengan sikap keterbukaan yang memang harus dikembangkan dalam sikap investigasi tersebut. Dalam kegiatan di kelas yang mengembangkan diskusi kelas berbagai kemungkinan jawaban itu berimplikasi pada berbagai alternatif jawaban dan argumentasi berdasarkan pengalaman siswa.semua tingkat usia. Perbedaan tersebut menurut Evans (1987). sedangkan di Amerika Serikat kedua istilah tersebut tidak dibedakan. Penyelidikan ini disebut &ldquo. 2004). Pada kegiatan pemecahan masalah. pemecahan masalah merupakan kegiatan memusat (convergen activity) dimana para siswa harus belajar mencari penyelesaian. 2. siswa belajar bukan hanya mencari kebenaran atas jawaban permasalahan itu. Namun dari kesalahan tersebut dengan komunikasi yang dikembangkan dapat memberikan arah kesadaran siswa akan kesalahan mereka. dan selanjutnya orang tersebut mengkomunikasikan hasil perolehannya. batu dapat digeser satu tempat ke tempat kosong di sebelahnya atau melompati satu batu warna lain ke satu tempat kosong berikutnya. Jadi investigasi adalah proses penyelidikan yang dilakukan seseorang. khususnya dimana terjadi sumber kesalahan tersebut. dalam arti investigasi dimasukkan kelingkup kegiatan pemecahan masalah yang sejak tahun 1985 sudah menjadi agenda aksi para guru matematika untuk dilaksanakan berdasarkan rekomendasi NCTM. Sedangkan investigasi adalah kegiatan menyebar (divergen activity) dimana para siswa lebih diberikan kesempatan untuk memikirkan. Kedua jenis batu itu harus dipertukarkan tempatnya dengan aturan: 1. karena kegiatan ini sangat tergantung pada ketertarikan dan perbedaan kemampuan berpikir setiap siswa yang tentunya sangat berbeda. Bagaimana cara menukar tempat 3 batu putih dan 3 batu hitam? . dapat membandingkannya dengan perolehan orang lain. sedangkan si B dengan kemampuan berpikir yang sangat prima menyelidiki hal-hal tersebut secara mendalam dan terinci. Menurut Evans (1987). suatu organisasi para guru matematika di Amerika Serikat yang sangat disegani di seluruh dunia. perintahnya dapat saja berupa pertanyaan seperti berikut: 1.Lompat Katak&rdquo. Contoh Model Pembelajaran Investigasi dalam Matematika Contoh berikut ini menunjukkan perbedaan antara investigasi dengan pemecahan masalah. tetapi juga mencari jalan kebenaran menggunakan akal sehat dan aktifitas mental mereka sendiri. karena dalam suatu investigasi dapat diperoleh satu atau lebih hasil. di Inggris pemecahan masalah dibedakan dari penyelidikan. Akibatnya ialah jawaban siswa tidak selalu tepat benar atau bahkan salah karena prakonsepsi yang mendasari pemikiran siswa tidak benar. dimana tiga batu putih dan tiga batu hitam mewakili dua jenis katak diletakkan di medan permainan seperti ini.. mengapa orang lain memperoleh jawaban yang berbeda dengan jawabannya. investigasi berkaitan dengan kegiatan mengobservasi secara rinci dan menilai secara sistematis.

2. Pertanyaan-pertanyaan dalam kelas mungkin dapat mengikat penemuan ini bersama-sama dan memunculkan prosesproses yang dipakai selama investigasi. Perhatika pola menarik pada GLGLLGLG ataupun pada PHHPPHHP. Contoh: Apa yang akan kita cari dari masalah itu? Bagaimana kita dapat mencoba untuk memecahkan masalah? Apa pemecahan masalah yang tepat yang mungkin berguna? Langkah 4.Investigating is not just getting the right answers but asking the right questions. seorang siswa dapat saja menduga atau membuat konjektur bahwa untuk 2 batu putih dan 2 batu hitam akan dibutuhkan 5 langkah yang terdiri atas GLGLG. Namun. Mendisain Investigasi Guru membimbing siswa. Misalkan para siswa untuk membuktikanya dimulai dengan menggunakan satu batu putih dan satu batu hitam seperti nampak pada gambar di bawah ini. Langkah pertama adalah menggeser batu putih yang ada di petak 1 ke petak 2. Langkah-langkah pembelajaran investigasi menurut Vui (2001). C. L = lompat). batu putih dan batu hitam untuk menemukan pola. &ldquo. Berdasarkan data di atas. mendiskusikan dan guru harus memberi pertanyaanpertanyaan untuk membimbing siswa. menggeneralisasi.selidiki&rdquo. Suatu proses investigasi dapat saja dimulai dari hal-hal yang sangat sederhana dan mudah. . Dari hasil penyelidikan tadi diperoleh data berikut: 1. hal-hal yang harus dilakukan siswa sudah tertentu dan sudah terarah (terstruktur). Langkah 2: Mengklarifikasi Masalah Gunakan pertanyaan untuk menggambarkan pertanyaan matematika yang pokok yang terdapat dalam masalah. Dengan bimbingan guru. Proses penyelidikan di atas dapat dilanjutkan dengan 3. Urutan warna batu yang digerakkan adalah putih-hitam-putih dengan notasi PHP(P = putih dan H = hitam). 2. 4. Dibutuhkan 3 langkah untuk menukar tempat kedua jenis batu itu. Melaksanakan Investigasi Para siswa membuat dan menguji hipotesis. Jika ada n batu putih dan n batu hitam. dengan urutan warna batu yang digerakkan adalah PHPHP. Langkah 5: Merangkum Pembelajaran Para siswa membutuhkan waktu untuk mempresentasikan temuan mereka dan menjelaskan beberapa teori yang dimiliki siswa mengenai temuannya. diikuti dengan batu hitam melompati batu putih ke petak 1 dan diakhiri dengan menggeser batu putih yang sudah berada di petak 2 ke petak 3. membuktikan dan mengkomunikasikan proses dan hasil penyelidikan itu. 3. Bagaimana jika ada n batu putih dan m batu hitam berapa langkah yang dibutuhkan. data yang dapat diharapkan akan didapat siswa dari penyelidikan awal tadi. . baik secara individual maupun kelompok untuk memilih pemecahan masalah yang tepat yang paling memuaskan. Setelah diuji dugaan itu salah semua karena dibutuhkan 8 langkah bukan 5 langkah untuk saling menukar tempat kedua jenis batu itu. pada investigasi perintahnya hanya &ldquo. Langkah 3. Itulah sebabnya Bastow (dalam Shadiq. 2000) menyatakan. 5.&rdquo. . yang terdiri atas langkah-langkah GLGLLGLG dengan urutan warna batu yang digerakan adalah PHHPPHHP. Ketiga langkah tersebut adalah menggeser-melompat-menggeser yang dapat dinotasika GL (G = geser. berapa langkah yang kamu butuhkan? 3. Kesimpulan Model . Langkah 1: Pendahuluan dengan masalah Buatlah siswa tertarik dengan memotivasi yang baik dan membuat situasi yang dapat membangkitkan semangat. Jadi pada pemecahan masalah. artinya siswa sendirilah yang harus memunculkan pertanyaan dan menentukan satu atau lebih aspek yang akan diselidiki.

dan Calhoun E. D. (2003). karena dalam pembelajaran kontekstual guru berusaha menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Vui. ide. 26 February &ndash. 35 &ndash. Tersedia: http://www. Makalah disajikan pada Seameo Recsam. Dengan jalan memberikan kesempatan menyelidiki situasi-situasi yang menarik hati mereka. January. Jurnal Gentengkali. Marpaung.. Investigations. Edisi 5 Tahun III. Kata kunci : Belajar-mengajar. Shadiq.co. Com. Penang. Model. A.pembelajaran investigasi adalah salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan siswa tentang matematika. dan berabstraksi berdasarkan pengalaman dalam pemecahan masalah yang terkait dengan konsep. Puspendik (2005). sehingga mereka dapat menyusun pola atau keteraturan. Tersedia: http://www.. dan dari proses mengkonstruksi sendiri. mencari data yang dapat mendukung dugaan tadi dan membuat simpulan. pembelajaran kontekstual. Perubahan Paradigma Pembelajaran Matematika di Sekolah. pp.puspendik. (2000). (1987). menyusun dugaan (conjectures). pembelajaran. (2005). Investigasi dalam Kegiatan Mengajar Matematika. tanggal 27&mdash. . [Online]. Yogyakarta: Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika (PPPG). Informasi Ujian Nasional dan Ebtanas. 30. Weil M. T. Nandika. Tersedia: http://www. Daftar Pustaka Evans. Makalah disajikan pada Seminar Nasional Pendidikan Matematika di Universitas Sanata Dharma. Sementara siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas.oecd. R. Learning for Tomorrow&rsquo.org/ dataoecd/1/60/pdf. [Online]. Joyce B. Dengan pembelajaran investigasi atau eksplorasi.. kreatifitas dan kesenangan siswa. Rendahnya Kemampuan Matematika Siswa. 37. 7 April 2001. pembelajaran kontekstual. dan struktur yang memiliki tingkat lebih pada aplikasi secara menyeluruh.asp?id=182149 [23 Pebruari 2005] Organisation for Economic Co-Operation and Development (2004).s World. Model of Teaching. Malaysia. (2003). pp 27 &ndash. diharapkan siswa dapat menemukan cara-cara baru dalam menggunakan pengetahuan matematika mereka dan menggunakan matematika sebagai alat untuk pemecahan masalah. Sydney: Allyn & Bacon. Beberapa Teknik. dan Strategi Pembelajaran Matematika. Kata kunci : Belajar-mengajar. prosedur. keterampilan. PENINGKATAN PROSES BELAJAR MENGAJAR MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Oleh : Khairul Iksan Abstrak : Proses belajar mengajar akan mengalami peningkatan dari sisi keaktifan. F. pembelajaran.28 Maret 2003. The State of The Art Mathematics in School. Mathematical Investigation. (2000). Krismanto. sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. (2001). Y.republika. D. sedikit demi sedikit.pisa. J.id/koran_detail.

maka kurikulum yang baik itu tidak banyak manfaatnya. malas belajar dan tidak disiplin. serta keterampilan yang . maka kedua faktor yang terdahulupun tidak akan banyak manfaatnya.sebagaimana yang disebutkan dalam UU tentang Standar Pendidikan Nasional dan UU tentang Guru . berkepribadian. penyelenggaraan pendidikan dinyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan perberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat . berdisiplin dan senantiasa meningkatkan pengetahuannya. Selain iu Sekolah Dasar juga mempersiapkan anak didiknya agar dapat terjun dalam masyarakat dan dapat mengembangkan sikap belajar sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan seumur hidup ( Way of life education ). Hal ini penting sekali. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan masalah yang komplek. tetapi jika korps guru kurang kemampuannya dalam menyampaikan ilmu kepada anak didiknya. sehat jasmani dan rohani. antara lain wajib bekerja penuh dedikasi.I. Tetapi tindakan perbaikan dari pemerintah saja tidak cukup. dimana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan. Walaupun kurikulumnya baik. para guru. keadaan masyarakat dan kiranya juga soal politik. Dan mendangkalnya mutu pendidikan sekarang ini kiranya juga merupakan akibat dari politik Pemerintah yang berupa pemerataan pendidikan yang lebih mengutamakan memperbanyak materi pelajaran daripada menghidupkan kemampuan (kompetensi) anak didik. namun jika para murid pada umumnya bersifat santai. memiliki estetika. Alhamdulillah saat ini Pemerintah sudah memandang tiba saatnya untuk memperbaiki mutu pendidikan. berahlak mulia. Bila kurikulumnya baik para gurupun bermutu. serta mengembangkan potensi dan kreatifitas peserta didik. sehingga murid betul-betul bisa melanjutkan pendidikannya kepada pendidikan yang ada di atasnya. Semua wajib membantu usahausaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan para guru dari semua tingkatan perguruan. antara lain ia mencakup soal kurikulum. Paradigma pengajaran yang lebih menitikberatkan peran pendidik dalam mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didiknya bergeser pada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreatifitas dirinya dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan. misalnya dengan mengadakan berbagai macam workshop kepada para guru dari semua tingkatan perguruan. sedangkan para orang tua wajib membantu dalam menegakkan disiplin belajar dan perilaku putra-putrinya. Prinsip tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan. memiliki kecerdasan. dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. diperlukan pendidikan yang profesional. karena bagaimana mungkin para guru dapat mencurahkan segenap tenaga dan pikirannya kepada tugas-tugasnya bilamana mereka terus dirongrong oleh beban hidup yang berat.Hal ini sebagaimana disebutkan dalam penjelasan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang berbunyi : Reformasi pendidikan meliputi hal-hal berikut : Pertama . Pemerintahpun merencanakan memperbaiki penghasilan para guru di tahun depan atau pada masa-masa yang akan datang. Sekolah Dasar yang merupakan pendidikan awal dan menjadi dasar dari segala pendidikan yang ada diatasnya.

Dalam suatu kesempatan proses belajar mengajar penulis mencoba berinteraksi dengan para siswa di dalam suatu dialog kelas. model-model pembelajaran dan pendekatan atau strategi pembelajaran. Dari beberapa kali pengamatan ditemukan fakta bahwa pada setiap proses belajar mengajar. Interaksi memang kadang terjadi. dan berbagai macam bantuan lainnya. pengadaan buku pelajaran dan buku bacaan berkualitas. ternyata tak seorang siswapun yang tampak berupaya untuk merespon pertanyaan kami. peyelenggaraan berbagai penataran / pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya. penulis berharap inilah pendekatan yang akan mampu membangun kreatifitas murid agar dapat menjadi pembelajar yang aktif-partisipatif. pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional telah banyak berusaha mengatasi permasalahan pendidikan yang dihadapinya terutama masalah relevansi dan kualitas pendidikan pada berbagai tingkat dan jenis pendidikan. Sebelum penulis . Akan tetapi. menyenangkan. kurang responsif. telah dirasakan berlangsung lama. dengan harapan sedikitnya ada satu dua orang siswa untuk menjawab. dan antusiasme untuk belajar. Akibatnya . akan tetapi dampaknya terhadap kualitas proses dan hasil belajar siswa belum optimal. Fenomena ini. dan atau antar siswa.dibutuhkan bagi dirinya. Akhirnya penulis temukan sebuah buku dan CD tentang pendekatan dan atau srategi tentang pembelajaran kontekstual.yang mampu melibatkan siswa dalam interaksi dialogis dan berkualitas dengan guru. masyarakat. dengan mengajukan pertanyaan kepada kelas secara keseluruhan. pengadaan alat peraga. dan ada kecenderungan untuk menolak berinteraksi dengan guru. kurang menunjukkan gairah. siswa cenderung pasif. Siswa hanya menjadi penerima pasif. Untuk itu harus ada usaha berkonsultasi dengan orang-orang yang dianggap memiliki kompetensi dalam berbagai pendekatan dan atau strategi pembelajaran atau membaca berbagai buku atau VCD yang berisi penemuan baru tentang pendekatan dan atau strategi pembelajaran. dan membetahkan bagi siswa. Hal inilah yang membuat pemerintah terus berusaha mencari solusi yang terbaik untuk memecahkan masalah pendidikan tersebut. sejauh karena diminta atau ditunjuk oleh Guru. adalah membangun suasana pembelajaran yang aktif-partisipatif . Bertitik tolak dari harapan tersebut. Ada indikasi munculnya kejenuhan dan kebosanan pada diri siswa untuk belajar . Salah satu wujud upaya tersebut yaitu berupa pengembangan kurikulum. iklim kelas pembelajaranpun kurang menarik. Cukup banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah. Meskipun demikian.minat. Untuk mengubah siswa agar mau berpartisipasi-aktif dalam pembelajaran dirasakan sangat sulit. pemberian block-grant kepada sebagian sekolah. Persoalan mendasar yang hingga kini masih sangat dilematis dan kerap dihadapi Guru Sekolah Dasar (SD) di dalam proses belajar mengajar. bangsa dan negara. peningkatan manajemen sekolah. Setelah membaca penjelasan yang terdapat dalam buku tersebut. maka penulis tertarik untuk menulis sebuah karya tulis dengan mengambil judul ³Peningkatan Proses belajar mengajar Melalui Strategi Pembelajaran Kontekstual ³ Dari judul di atas nantinya akan muncul sebuah permasalahan. Upaya tersebut antara lain berupa pembaharuan kurikulum dan metodologi pengajaran. Persoalan tersebut juga dihadapi oleh para Guru di SD Negeri segugus IV Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.

Sebagai landasan pembahasan mengenai apa yang dimaksud dengan belajar. kematangan. dimana perubahan tingkah laku itu tidak dapat dijelaskan atas dasar kecenderungan respon pembawaan. Bahkan apabila keduanya telah digerakkan secara sadar dan bertujuan. atau keadaan-keadaan sesaat seseorang ( misalnya kelelahan. sehingga masalah itu harus diatasi atau dipecahkan oleh manusia. pengaruh . terutama dalam prakteknya di sekolah-sekolah. KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN 1.Ngalim Purwanto. akan tetapi masih sangat parsial. nilai dan sikap.M. Belajar Kita masih ingat bahwa ³belajar´ pernah dipandang sebagai proses penambahan pengetahuan. karena masalah itu merupakan tantangan dan rintangan bagi manusia.merumuskan apa permasalahan yang mungkin muncul pada karya tulis ini. Bahkan pandangan ini mungkin hingga sekarang masih berlaku bagi sebagian orang di negeri ini. Pandangan semacam itu tidak terlalu salah. 1991). terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan masalah. MAKNA BELAJAR DAN MENGAJAR Belajar dan mengajar adalah dua aktivitas yang hampir tidak dapat dipisahkan satu dari yang lainnya. ³mengajar´ pun dipandang sebagai proses penyampaian pengetahuan atau keterampilan dari seorang guru kepada siswanya. pandangan tersebut perlu diletakkan pada perspektif yang lebih wajar sehingga ruang lingkup substansi belajar tidak hanya mencakup pengetahuan. Oleh sebab itu. a) Hilgard dan Bower.MP (1990). ³Belajar berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap sesuatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang berulang-ulang dalam situasi itu. terlalu sempit. Sehubungan dengan hal ini ada baiknya kedua istilah tersebut untuk dibahas. maka rangkaian interaksi belajar-mengajar akan segera terjadi. Akibatnya. berikut ini kami kemukakan beberapa definisi belajar yang dikemukakan oleh Drs. atau dengan kata lain masalah adalah suatu keadaan yang menimbulkan pertanyaan dalam diri kita tentang bagaimana keadaan suatu kejadian itu timbul yang manakala dibiarkan akan menimbulkan kesulitan bagi manusia. ³Masalah´ adalah sesuatu yang dipertanyakan dan sangat penting untuk dipecahkan (Khairul Iksan. Adapun rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah : ³ Mungkinkah Proses belajar mengajar bisa ditingkatkan Melalui Strategi Pembelajaran Kontekstual ? A. A. tetapi juga keterampilan. dan menjadikan siswa sebagai individu-individu yang pasif. dalam buku Theories of Learning (1975).

kebiasaan. sikap. seperti: Perubahan dalam pengertian. yakni proses belajar-mengajar (PBM) yang terjadi di dalamnya bersifat teacher-centered. Senada dengan nuansa penafsiran terhadap belajar seperti itu. d)Tingkah laku yang mengalami perubahan karena belajar menyangkut berbagai aspek kepribadian. ataupun sikap. B.Mengajar Pada uraian di atas telah dikemukakan bahwa istilah belajar pernah dipandang sebagai proses penambahan pengetahuan. pemecahan suatu masalah / berfikir. atau suatu pengertian. dapat dikemukakan adanya beberapa elemen yang penting yang merincikan pengertian tentang belajar. kepandaian. berbulan-bulan ataupun bertahun-tahun. ³ Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. maka ³mengajar ³ pun pernah dianggap sebagai proses pemberian atau penyampaian pengetahuan. yang biasanya hanya berlangsung sementara. tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.dalam buku Educational Psychology. b)Belajar merupakan suatu perubahan yang terjadi melalui latihan dan pengalaman : dalam arti perubahan-perubahan yang disebabkan oleh pertumbuhan atau kematangan tidak dianggap sebagai hasil belajar.´ b) Gagne. Pandangan demikian membawa konsekuensi logis terhadap situasi belajar ±mengajar yang diwujudkan oleh guru. kecakapan. seperti perubahan-perubahan yang terjadi pada diri seorang bayi. c)Untuk dapat disebut belajar. kelelahan.´ d) Witherington. Pengajaran menjadi berpusat pada guru mengajar lebih dominan daripada belajar. adaptasi. kebiasaan. ³ Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga perbuatannya ( performance-nya) berubah dari waktu sebelum ia mengalami situasi itu ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi. maka perubahan itu harus relatif mantap. ketajaman perhatian atau kepekaan seseorang.obat. dan sebagainya ). harus merupakan akhir daripada suatu periode waktu yang cukup panjang. dalam buku The conditions of Learning (1977). yaitu bahwa : a)Belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik. tetapi perubahan itu hendaknya merupakan akhir dari suatu periode yang mungkin berlangsung berhari-hari. Guru berperan sebagai pemberi informasi . baik fisik maupun psikis.´ c) Morgan. keterampilan.´ Dari definsi-definisi yang dikemukakan diatas. dalam buku Introduction to Psychology (1978). Ini berarti kita harus mengenyampingkan perubahan-perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh motivasi. ³ Belajar adalah suatu perubahan didalam kepribadian yan menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan. Berapa lam periode waktu itu berlangsung sulit dtentukan dengan pasti.

sementara kita berharap agar kelak siswa-siswa menjadi orang-orang yang terdidik. dan tindak lanjut pembelajaran. dilaksanakan. sumber belajar yang digunakan. sehingga yang menjadi subyek belajar atau pembelajarpun bukan hanya siswa dan mahasiswa. strategi dan metode pembelajaran. banyak diantara mereka yang menjadikan dirinya sebagai satu-satunya sumber belajar. symposium. Hal ini disebabkan oleh demikian luasnya ruang lingkup pembelajaran. pengorganisasian kelas. dan pengajaran tidak lagi bersifat teacher-centered. terutama di antara guru-guru di sekolah. ataupun untuk mengembangkan kreatifitasnya. siswa-siswa tidak dididik untuk belajar sebagai manusia seutuhnya. siswasiswa menjadi individu-individu yang pasif.2003). Oleh sebab itu. materi pembelajaran. Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatau system atau proses membelajarkan subyek didik/pembelajar yang direncanakan atau didesain. Persiapan pembelajaran ini juga mencakup kegiatan guru untuk membaca buku-buku atau media cetak lainnya yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disajikan kepada para siswa dan mengecek jumlah dan keberfungsian alat peraga yang akan digunakan. evaluasi pembelajaran. Proses tersebut dimulai dari merencanakan program pengajaran tahunan. tidak sekedar tersekolah atau belajar. kritis dan kreatif. Dengan demikian. Sebaliknya bila pembelajaran dianggap sebagai suatu proses. Mereka tidak dipersiapkan untuk menghadapi kehidupan yang perubahan-perubahannya sangat cepat. dan dievaluasi secara sistematis agar subyek didik/pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien (Depdiknas. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.sebanyak-banyaknya kepada para siswa (information givers) atau dengan nama lain sebagai instructor. maka mengajar sepantasnya dipandang sebagai upaya atau proses yang dilakukan oleh seorang guru untuk membuat siswa-siswanya belajar. karena telah bergeser pada kontinum pengajaran yang lebih bersifat student-centered. Akibatnya. maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar. maksimal hanya sebatas apa yang ada diantara dua kulit buku dan empat dinding kelas. Hal ini bisa terjadi pada masa mendatang. dan bahkan siapa saja yang berupaya membelajarkan diri sendiri. Bahkan. bahkan dapat terjadi dalam hitungan detik seperti sekarang ini. berlatih menemukan konsep atau prinsip. . semester. maka berarti pembelajaran terdiri dari sejumlah komponen yang terorganisir antara lain tujuan pembelajaran. Pertanyaan selanjutnya. Dalam hal ini guru berupaya untuk membelajarkan siswa-siswanya. media pembelajaran/alat peraga. kedaulatan merekapun pada akhirnya harus tunduk pada kekuasaan guru. Mereka tidak dididik untuk berfikir kritis. dan sebaliknya para siswa menjadi pembelajar-pembelajar yang aktif. dan alat-alat evaluasi. MAKNA PEMBELAJARAN Istilah pembelajaran mengundang berbagai kontroversi diberbagai kalangan pakar pendidikan.Model pembelajaran IPA SD. diskusi panel. kursus. jika pembelajaran dianggap sebagai suatu system. seminar. tetapi juga peserta penataran/pelatihan atau pendidikan dan pelatihan (diklat). karena dengan penerapan konsep mengajar semacam itu. Dengan cara ini interaksi belajar mengajar dapat terjadi. yang menggelitik kita selaku guru yang bertugas pada era informasi ini yaitu : Apakah diantara kita yang terlanjur telah menerapkan pengajaran bersifat teachercentered akan segera berubah kearah student-centered ? 2. dan penyusunan persiapan mengajar (lesson plan) berikut penyiapan perangkat kelengkapannya antara lain alat peraga.

3. kemudian ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar. guru melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada persiapan pembelajaran yang telah dibuatnya. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. struktur dan dan situasi pembelajaran yang diwujudkan guru akan banyak dipengaruhi oleh pendekatan atau strategi dan meode-metode pembelajaran yang telah dipilih dan dirancang penerapannya. Siswa belajar dengan baik apabila mereka secara aktif dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka tentang apa yang diajarkan oleh guru. Filosofi pembelajaran kontekstual berakar dari paham progresivisme John Dewey. Anak harus bebas agar bisa berkembang wajar. Selain teori progresivisme John Dewey. LATAR BELAKANG Pembelajaran kontekstual sebagai salah satu strategi dalam proses pembelajaran bermula dari pandangan ahli pendidikan klasik John Dewey yang pada tahun 1916 mengajukan teori kurikulum dan metodologi pengajaran yang berhubungan dengan pengalaman dan minat siswa. teori kognitif juga melatarbelakangi filosofi pembelajaran kontekstual. Untuk itu. Siswa akan belajar dengan baik apabila mereka terlibat secara aktif dalam segala kegiatan di kelas dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta. TINJAUAN TENTANG PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL 1. Sejauh ini pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Jadi semuanya itu akan menentukan terhadap struktur pembelajaran.Setelah persiapan tersebut. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran. Siswa menunjukkan hasil belajar dalam bentuk apa yang mereka ketahui dan apa yang dapat mereka lakukan. Penumbuhan minat melalui pengalaman langsung untuk merangsang belajar 4. . serta filosofi kerja dan komitmen guru yang bersangkutan. Intinya. persepsi. Harus ada kerjasama antara sekolah dan masyarakat 6. Belajar dipandang sebagai usaha atau kegiatan intelektual untuk membangkitkan ide-ide yang masih laten melalui kegiatan introspeksi. B. perlu sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. Diantara pokok-pokok pandangan progresivisme antara lain : 1. Guru sebagai pembimbing dan peneliti 5. Sekolah progresif harus merupakan laboratorium untuk melakukan eksperimen. siswa akan belajar dengan baik bilamana apa yang dipelajari oleh mereka berhubungan dengan apa yang telah mereka ketahui. 2. dan sikapnya terhadap siswa. serta proses belajar akan produktif jika siswa terlibat aktif dalam proses belajar di sekolah.

siswa diharapkan dapat membangun pemahamannya sendiri dari pengalaman atau pengetahuan terdahulu. Dasarnya. pemodelan (Modeling). Pengetahuan tidak pasti dan tidak tetap. Melalui landasan filosofi konstrukivisme. Kitalah yang memberi makna terhadap realitas yang ada. Siswa diharapkan juga melakukan refleksi terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. tetapi harus diupayakan agar siswa sendiri yang memanjat tangga tersebut. menemukan (Inquiry). masyarakat belajar (Learning Community). Siswa harus membangun pengetahuan di dalam benaknya sendiri. berubah. siswa diharapkan belajar melalui mengalami. dan dengan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategistrategi mereka sendiri untuk belajar. pengetahuan bersifat non-objektif. Salah satu prinsip paling penting dari psikologi pendidikan adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Karena penekanannya pada siswa yang aktif. Pemahaman yang mendalam dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman belajar bermakna ( akomodasi ). Teori konstruktivis menuntut siswa berperan aktif dalam pembelajaran mereka sendiri. Guru dapat membantu proses ini dengan cara-cara mengajar yang membuat informasi menjadi sangat bermakna dan sangat relevan bagi siswa. filosofi pembelajaran konstrukivisme berkembang. bertanya (Questioning). Menurut filosofi konstruktivisme.Berpijak pada dua pandangan itu. Siswa diharapkan mampu mempraktekkan pengetahuan / pengalaman yang telah diperoleh dalam konteks kehidupan. Teori konsruktivis memandang siswa secara terus-menerus memeriksa informasi-informasi baru yang berlawanan dengan aturan-aturan lama dan memperbaiki aturan-aturan tersebut jika tidak sesuai lagi. siswa dapat memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari .temporer.Pemahaman ini diperoleh siswa karena ia dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas yang merupakan unsur yang sangat esensial. Guru dapat memberikan kepada siswa tangga yang dapat membantu mereka mencapai tingkat pemahaman yang lebih tinggi. pengetahuan dan keterampilan siswa diperoleh dari konteks yang terbatas dan sedikit demi sedikit. Siswa yang harus mengkonstruksi sendiri pengetahuannya. bukan menghafal. Belajar adalah pemaknaan pengetahuan. bukan memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar. Melalui strategi CTL. Hakekat teori konstruktivisme adalah bahwa siswa harus menjadikan informasi itu menjadi miliknya sendiri. bukan perolehan pengetahuan dan mengajar diartikan sebagai kegiatan atau proses menggali makna. Otak atau akal manusia berfungsi sebagai alat untuk melakukan interpretasi sehingga muncul makna yang unik. dan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment). Dengan demikian. Dengan paham konsrukivisme. Pembelajaran konstektual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antarapengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. CTL dipromosikan menjadi alternatif strategi belajar yang baru. dan tidak menentu. maka strategi konstruktivis sering disebut sebagai pengajaran yang berpusat pada siswa ( . dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan atau menerapkan sendiri ide-ide. dengan melibatkannya dalam tujuh komponen utama pembelajaran efektif. yakni: konstruktivisme (Contructivism).

dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan akademisnya dalam berbagai latar sekolah dan diluar sekolah untuk memecahkan seluruh persoalan yang ada dalam dunia nyata. system CTL akan menuntun siswa melalui kedelapan komponen utama CTL: melakukan hubungan yang bermakna. atau prinsip bagi diri mereka sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut. Belajar adalah proses pemaknaan informasi baru. peranan guru adalah membantu siswa menemukan fakta. sosialnya. e. 1. Setiap pakar dan komunitas pakar memberikan definisi beragam. c. bukan memberikan ceramah atau mengendalikan seluruh kegiatan di kelas. yang dikemukakan oleh Nurhadi. Beberapa proposisi yang dapat dikemukakan sebagai implikasi dari teori konstruktivistik dalam praktek pembelajaran di sekolah-sekolah kita sekarang ini adalah sebagai berikut : a. lingkungan personal. dan menggunakan assessment autentik. 2. Tujuan pembelajaran konstruktivistik menekankan pada penciptaan pemahaman. mengerjakan pekerjaan yang berarti.Student centered instruction ). memelihara/ merawat pribadi siswa. independensi. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual menekankan berfikir tingkat . Namun mereka bersepakat bahwa hakekat pembelajaran kontekstual adalah sebuah sistem yang mendorong pembelajar untuk membangun keterkaitan. mencapai standar yang tinggi. relasi-relasi penuh makna antara apa yang dipelajari dengan realitas. d. Dengan demikian. Kerja kelompok dianggap sangat berharga.Imam Farisi. 2. konsep.dkk dalam bukunya ³ Kontekstual dan penerapannya dalam KBK ³. memperluas. kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan karena kontrol belajar dipegang oleh siswa itu sendiri. Kebebasan merupakan unsur esensial dalam lingkungan belajar.2005). yang menuntut aktivitas yang kreatif dan produktif dalam konteks nyata. Di dalam kelas yang pengajarannya terpusat pada siswa. yaitu. siswa. Beberapa definisi pembelajaran kontekstual yang pernah ditulis dalam beberapa sumber. Pembelajaran kontekstual terjadi ketika siswa menerapkan dan mengalami apa yang diajarkan dengan mengacu pada masalah-masalah riel yang berasosiasi dengan peranan dan tanggung jawab mereka sebagai angota keluarga. berpikir kritis dan kreatif. Dalam pandangan konstrukivistik. sosial dan kultural yang terjadi sekarang ini (Moh. dengan konteks lingkungan pribadinya. Pengajaran kontekstual adalah pengajaran yang memungkinkan siswa memperkuat. paham konstruktivistik menolak pandangan behavioristik. b. PENGERTIAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Apa yang dimaksud dengan pembelajaran kontekstual tidak ada sebuah definisi atau pengertian tunggal. mengatur cara belajar sendiri. Sistem CTL merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari. bekerjasama. Belajar pada hakekatnya memiliki aspek sosial dan budaya. dan budayanya. Strategi belajar yang digunakan menentukan proses dan hasil belajar. dan selaku pekerja. anggota masyarakat.

tinggi, transfer pengetahuan melalui disiplin ilmu, dan mengumpulkan, menganalisis dan mensintesiskan informasi dan data dari berbagai sumber dan sudut pandang. 3. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual adalah suatu konsepsi belajar mengajar yang membantu guru menghubungkan isi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga, anggota masyarakat, dan pekerja serta meminta ketekunan belajar. Pengajaran dan pembelajaran kontekstual dilakukan dengan berbasis masalah, menggunakan cara belajar yang diatur sendiri, berlaku dalam berbagai macam konteks, memperkuat pengajaran dalam berbagai konteks kehidupan siswa, menggunakan penilaian autentik, dan menggunakan pula kelompok belajar yang bebas.

3. DELAPAN KOMPONEN UTAMA DALAM SISTEM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Melakukan hubungan yang bermakna (making meaningful connections). Siswa dapat mengatur diri sendiri sebagai orang yang belajar secara aktif dalam mengembangkan minatnya secara individual, orang yang dapat bekerja sendiri atau bekerja dalam kelompok, dan orang yang dapat belajar sambil berbuat ( learning by doing ). Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan ( doing significant work ). Siswa membuat hubungan-hubungan antara sekolah dan berbagai konteks yang ada dalam kehidupan nyata sebagai pelaku bisnis dan sebagai anggota masyarakat. Belajar yang diatur sendiri ( self-regulated learning ). Siswa melakukan pekerjaan yang signifikan : ada tujuannya, ada urusannya dengan orang lain, ada hubungannya dengan penentuan pilihan, dan ada produknya / hasilnya yang sifatnya nyata. Bekerjasama (collaborating). Siswa dapat bekerja sama. Guru membantu siswa bekerja secara efektif dalam kelompok, membantu mereka memahami bagaimana mereka saling mempengaruhi dan saling berkomunikasi. Berfikir kritis dan kreatif (critical and creative thinking). Siswa dapat menggunakan tingkat berfikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif : dapat menganalsis, membuat sintetis, memecahkan masalah, membuat keputusan, dan menggunakan logika dan buki-bukti. Mengasuh atau memelihara pribadi siswa (nurturing the individual). Siswa memelihara pribadinya : mengetahui, memberi perhatian, memilki harapan-harapan yang tinggi, memotivasi dan memperkuat diri sendiri. Siswa tidak dapat berhasil tanpa dukungan orang dewasa. Siswa menghormati temannya dan juga orang dewasa. Mencapai standar yang tinggi (reaching high standards). Siswa mengenal dan mencapai standard yang tinggi : mengidentifikasi tujuan dan memoivasi siswa untuk mencapainya. Guru memperlihatkan kepada siswa cara mencapai apa yang disebut ´ excellence ³. Menggunakan penilaian autentik ( using authentic assessment ). Siswa menggunakan pengetahuan akademis dalam konteks dunia nyata untuk suatu tujuan yang bermakna. Misalnya, siswa boleh menggambarkan informasi akademis yang telah mereka pelajari dalam pelajaran sains, kesehatan, pendidikan, matematika, dan pelajaran bahasa inggris dengan mendesain sebuah mobil, merencanakan menu sekolah atau membuat penyajian perihal emosi manusia.

4. MAKSUD KONTEKS Kontekstual adalah salah satu prinsip pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar dengan penuh makna. Dengan memperhatikan prinsip kontekstual, proses pembelajaran diharapkan mendorong siswa untuk menyadari dan menggunakan pemahamannya untuk mengembangkan diri dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip kontekstual sangat penting untuk segala situasi belajar. Pertanyaannya, apakah yang dimaksud konteks itu ? Ada sembilan konteks belajar yang melingkupi siswa, yaitu : Konteks tujuan ( tujuan apa yang akan dicapai ? ). Konteks isi ( Materi apa yang akan diajarkan ? ) Konteks sumber ( Sumber belajar bagaimana yang bisa dimanfaatkan ? ) Konteks target siswa ( Siapa yang akan belajar ? ) Konteks guru ( Siapa yang akan mengajar ? ) Konteks metode ( Strategi belajar apa yang cocok diterapkan ? ) Konteks hasil ( Bagaimana hasil pembelajaran yang akan diukur?) Konteks kematangan ( Apakah siswa telah siap dengan hadirnya sebuah konsep atau pengetahuan baru ? ) Konteks lingkungan ( Dalam lingkungan yang bagaimanakah siswa belajar ? ) 5. MENGAPA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan mengetahui-nya. Pembelajaran yang berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi mengingat jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Dan, itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita! Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning, CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya. Dalam upaya itu, mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing. Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerjasama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru (baca: pengetahuan dan keterampilan) datang dari 'menemukan sendiri', bukan dari 'apa kata guru'. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.kontekstual hanya sebuah strategi pembelajaran. Seperti halnya strategi pembelajaran yang lain. Kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pendekatan kontekstual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan

yang ada. Berikutnya akan dibahas persoalan yang berkenaan dengan pendekatan kontekstual dan implikasi penerapannya. 6. KECENDERUNGAN PEMIKIRAN TENTANG BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Pendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecendrungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut. a. Proses Belajar · Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Anak belajar dari mengalami. Anak mencatatr sendiri pola-pola bermakna dasri pengetahuan baru, dan bukan di beri begitu saja dari guru. Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki ole seseorang yang terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan (subject matter). · Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi menceerminkan keterampilan yang dapat diterapkan Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru. Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan seiring perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan seseorang. Untuk itu perlu dipahami, strategi belajar yang salah dan terus menerus dipajankan akan mempengaruhi struktur otak, yang pada akhirnya mempengaruhi cara orang berprilaku.

·Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya, dan bergelut dcengan ide-ide.

Transfer Belajar · Sisiwa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari "pemberian orang lain". · Keterampilan dan penetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit), sedikit demi sedikit. Yang penting bagi siswa tahu 'untuk apa' ia belajar, dan 'bagaimana' ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu.

Siswa sebagai pembelajar · Manusia mempunya kecendrungan untuk belajar dalam bidang tertentu , dan seorang anak mempunyai kecendrungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru. Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akan tetapi untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting. · Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara 'yang baru' dan yang sudah diketahui. Tugas guru memfasilitasi : agar informasi baru bermakna, memberi

Umpan balik amat penting bagi siswa. Dari "guru akting didepan kelas. dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri. Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting. Pentingnya lingkungan belajar Belajar efektif itu di mulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa.kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri. DAN KREATIF PENGETAHUAN BERMAKNA DALAM KEHIDUPAN DEKAT DENGAN KEHIDUPAN NYATA PERUBAHAN PRILAKU SISWA PRAKTEK BUKAN MENGHAFAL LEARNING BUKAN TEACHING PENDIDIKAN (EDUCATION) BUKAN PENGAJARAN(INSTRUCTION) PEMBENTUKAN 'MANUSIA' MEMECAHKAN MASALAH SISWA 'AKTING' GURU MENGARAHKAN HASIL BELAJAR DIUKUR DENGAN BERBAGAI CARA BUKAN HANYA DENGAN TEST 9. KATA-KATA KUNCI PEMBELAJARAN CTL REAL WORLD LEARNING MENGUTAMAKAN PENGALAMAN NYATA BERPIKIR TINGKAT TINGGI BERPUSAT PADA SISWA SISWA AKTIF. guru mengarahkan". Pengajaran harus berpusat pada "bagaimana cara" siswa menggunakan pengetahuan baru mereka. siswa menonton: ke "siswa akting bekerja dan berkarya . KRITIS. Strategi belajar lebih dipentingkan dibandingkan hasilnya. 7. 1999) (Cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstruksikan sendiri secara aktif pemahamannya). MOTTO STUDENTS LEARN BEST BY ACTIVELY CONSTRUCTING THEIR OWN UNDERSTANDING (CTL Academy Fellow. 8.STRATEGI PENGAJARAN YANG BERASOSIASI DENGAN CTL CBSA PENDEKATAN PROSES LIFE SKILLS EDUCATION AUTHENTIC INSTRUCTION INQUIRY-BASED LEARNING PROBLEM-BASED LEARNING . yang berasal dari proses penilaian (assessment) yang benar.

Guru dapat menyusun kelompok terdiri dari tiga.Beberapa strategi pengajaran yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran kontekstual 1. 3. (2) melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu (3) konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. Memberikan aktivitas kelompok Aktivitas belajar secara kelompok dapat memperluas perspektif serta membangun kecakapan interpersonal untuk berhubungan dengan orang lain. Misalnya. Setelah itu. Siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung tentang apa yang sedang dipelajari. siswa terlebih dahulu diminta untuk mengobservasi suatu fenomena terlebih dahulu. Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). kemudian memperhatikan detailnya. Pengalaman belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan siswa dalam rangka mencapai penguasaan standar kompetensi. Memanfaatkan lingkungan siswa untuk memperoleh pengalaman belajar `Guru memberikan penugasan yang dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan siswa antara lain di sekolah. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). dan masyarakat. 2. Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar di luar kelas. siswa keluar dari ruang kelas dan berinteraksi langsung untuk melakukan wawancara. dan mendengarkan perspektif yang berbeda dengan mereka. membuktikan asumsi. Tugas guru adalah mengarahkan siswa untuk bertanya. Pembelajaran berbasis masalah Sebelum memulai proses belajar-mengajar di dalam kelas. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul. 11. kemampuan dasar dan materi pembelajaran. . keluarga.COOPERATIVE-LEARNING SERVICE LEARNING 10. yaitu dengan cara menyusun (1) konsep sementara (hipotesis). tugas guru adalah merangsang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada.LIMA ELEMEN BELAJAR YANG KONSTRUKTIVISTIK Menurut Zahorik (1995:14-22) ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam praktek pembelajaran konstektual. Mempraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). lima maupun delapan siswa sesuai dengan tingkat kesulitan penugasan.

Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sambil mengakomodasi perbedaan gaya belajar. menyediakan waktu yang cukup. Mereka memperoleh kebebasan dalam belajar. menerapkan strategi pemecahan masalah. siswa diminta untuk melakukan survey mengenai jenisjenis pekerjaan di lingkungan rumahnya. Membuat aktivitas belajar bekerjasama dengan masyarakat Sekolah dapat melakukan kerja sama dengan orang tua siswa yang memiliki keahlian khusus untuk menjadi guru tamu. tugas kelompok. dan menyusun refleksi. Bentuk laporan tertulis dapat berupa surat. minat. Isi dari proyek akademik terkait dengan konteks kehidupan nyata. oleh karena itu tugas ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. petunjuk pelatihan teknis. portfolio juga memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta memotivasi siswa. siswa diminta membentuk kelompok proyek untuk menyelidiki penyebab pencemaran sungai di lingkungan siswa. Hal ini perlu dilakukan guna memberikan pengalaman belajar secara langsung dimana siswa dapat termotivasi untuk mengajukan pertanyaan. Tugas kelompok dalam pembelajaran kontekstual berbentuk pengerjaan proyek.4. Membuat aktivitas belajar mandiri Peserta didik tersebut mampu mencari. brosur. Para penonton dapat memberikan evaluasi pertunjukkan siswa. kerja sama juga dapat dilakukan dengan institusi atau perusahaan tertentu untuk memberikan pengalaman kerja. serta berusaha tanpa meminta bantuan guru supaya dapat melakukan proses pembelajaran secara mandiri (independent learning). essai singkat. Pengalaman pembelajaran kontekstual harus mengikuti uji-coba terlebih dahulu. 5. Portfolio merupakan kumpulan tugas yang dikerjakan siswa dalam konteks belajar di kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh. Adapun bentuk-bentuk penilaian yang dapat digunakan oleh guru adalah portfolio. Supaya dapat melakukannya. penilaian autentik memberikan kesempatan luas bagi siswa untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari selama proses belajar-mengajar. penilaian autentik dapat membantu siswa untuk menerapkan informasi akademik dan kecakapan yang telah diperoleh pada situasi nyata untuk tujuan tertentu. Penilaian ini tidak perlu mendapatkan penilaian angka. 6. siswa diminta menampilkan hasil penugasan kepada orang lain mengenai kompetensi yang telah mereka kuasai. Siswa diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut supaya lebih kreatif. siswa diminta membentuk kelompok untuk membuat naskah drama dan mementaskannya dalam pertunjukan drama. Misalnya meminta siswa untuk magang di tempat kerja. Menerapkan penilaian autentik Dalam pembelajaran kontekstual. Menurut Johnson (2002: 165). serta bakat dari masing-masing siswa. dan laporan tertulis. Sebagai contoh. Selain itu. Menurut Brooks&Brooks dalam Johnson (2002: 172). Bentuk penilaian yang terakhir adalah laporan tertulis. bentuk penilaian seperti ini lebih baik dari pada . Sebagai contoh. demonstrasi. essai penelitian. dan menggunakan pengetahuan yang telah mereka peroleh. menganalisis dan menggunakan informasi dengan sedikit atau bahkan tanpa bantuan guru. Dalam penilaian melalui demonstrasi. siswa harus lebih memperhatikan bagaimana mereka memproses informasi. melainkan melihat pada proses siswa sebagai pembelajar aktif. Selain itu.

Dengan demikian. Hal ini ditemukan pada beberapa indikator kegiatan belajar siswa diantaranya : 1. kurikulum berbasis kompetensi perlu dikembangkan supaya dapat diterapkan secara efektif di dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan penjabaran yang telah dikemukakan diatas. melainkan juga dari lingkungan sekitar baik di rumah maupun di masyarakat. Keberhasilan penerapan pembelajaran kontekstual perlu melibatkan berbagai pihak. Saran-saran Sebagai tindak lanjut dari penulisan karya tulis ini. 8. siswa diharapkan dapat memiliki kecakapan untuk memecahkan permasalahan hidup sesuai dengan kegiatan belajar yang mengarahkan siswa untuk terlibat secara langsung dalam konteks rumah.menghafalkan teks. PENUTUP A. Simpulan Pembelajaran kontekstual sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran terbukti sangat efektif dan efisien dalam menumbuh kembangkan atau meningkatkan proses belajar mengajar di kelas. masyarakat maupun tempat kerja. 5. strategi pembelajaran kontekstual memiliki banyak variasi sehingga memungkinkan guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang berbeda dengan keajegan yang ada. Dalam hal ini. 4. pihak sekolah dan masyarakat perlu memberikan dukungan baik materiil maupun non-materiil untuk menunjang keberhasilan proses belajar siswa. Guru sebagai pelaksana kurikulum dapat menerapkan strategi pembelajaran kontekstual supaya dapat memberikan bentuk pengalaman belajar. Melakukan hubungan yang bermakna Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan Belajar yang diatur sendiri Bekerjasama Berfikir kritis dan kreatif Memelihara atau mengasuh pribadi siswa Mencapai standar yang tinggi Terdeteksi oleh penilaian autentik B. penulis menyarankan supaya pihak sekolah dan masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya beberapa hal. 7. 2. Sebaiknya para guru dalam melaksanakan tugasnya berpegang teguh pada prinsip daya . siswa dituntut untuk menggunakan ketrampilan berpikir yang lebih tinggi agar dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. yaitu:sumber belajar tidak hanya berasal dari buku dan guru. 3. 6. penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut : Hendaknya setiap pegelola pendidikan khususnya para guru selalu berusaha untuk mengembangkan lagi berbagai strategi atau pendekatan pembelajaran yang ada.

M. Jakarta.Lawangan Daya III Kecamatan Pademawu.. Bandung. Nurhadi. 1991. 1990.I. Jilid I.Dkk. PT. Depdiknas. Rancangan Undang-undang tentang Guru . Cetakan ke IX. D i p o s ka n o le h S T K IP P G RI N G AN J U K d i 13 : 2 8 Guru Sejahtera & Profesional Mengantar Masa Depan Bangsa Oleh : Prof.E. Peraturan Pemerintah RI Nomer 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.or. Rabu 28 Januari 2009 Pendahuluan Pendidikan bukan hanya transfer ilmu pengetahuan.PAI. California : Corwin Press.M. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. Pusat Data dan Informasi Pendidikan. Hadi.id.guna ( efisiensi ) dan hasil guna ( efekifitas ) dalam mewujudkan tugas-tugas yang telah direncanakan dalam persiapan pembelajaran dan atau rencana pembelajaran. Ngalim Purwanto. Pamekasan : Tidak ditebitkan. gagasan dan ide yang dianut oleh masyarakat dalam waktu lama dimana konsep dan gagasan itu memandu tingkah laku mereka dalam .B. 2002. Ngalim Purwanto. Skripsi S1 jur. 10.S.Achmad Mubarok. Transfer pengetahuan atau pengajaran hanya bisa melahirkan orang pintar. PT. Hendaknya para guru selalu berusaha untuk lebih memahami faktor-faktor yang dapat mendorong ataupun menghambat terjadinya proses belajar mengajar. http:// WWW.Depdiknas.Rineke Cipta. Belajar dan pembelajaran. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis.2003. http:// WWW. 1995. tetapi belum tentu berbudaya. DAFTAR RUJUKAN Arikunto.K. Yogyakarta. Model Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah dasar. Budaya adalah konsep.id. Edisi Revisi V. Inc. Dr. tetapi justru transfer kebudayaan.IAIN Pamekasan. Johnson.or. Kepintaran yang dimiliki oleh orang yang tidak berbudaya atau berbudaya rendah bisa menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Jakarta. Universitas Negeri Malang (UMPRESS). PT. Paket untuk Mahasiswa program S1 FKIP UIM Pamekasan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Remaja Rosdakarya. Pengaruh Tahapan Administrasi Program Pengajaran Terhadap Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar Di SDN.1980. 2004. (Revisi 06 April 2005 ). Malang.Remaja Rosdakarya.Depdiknas.M.Bandung. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM. Tidak diterbitkan. 2002. S. Iksan.Balitbang Depdiknas. Metodologi Research. Psikologi Pendidikan. MA Disampaikan dalam Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Kandepag Jakarta Barat. Contextual Teaching and Learning. 2005. Farisi. A sage Publications Company. Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK.Balitbang Depdiknas. (7 Agustus 2005 ).

Jadi proses komunikasi intra personal itu meliputi sensasi. . dan d. berliku yang oleh karena itu lambat. Dalam perspektip ini maka guru menjadi sangat penting. melamun b. memori dan berfikir. Madinah artinya kota yang penghuninya memiliki kebudayaan yang tinggi. Nah memasukkan konsep dan gagasan adalah pekerjaan pendidikan. nah contoh teladan yang diberikan oleh orang tua dan guru memiliki tingkat efektifitas 83 %. Proses Berlangsungnya Pendidikan Dalam ilmu komunikasi dikenal istilah komunikasi intra personal. c. Jadi nasehat guru atau orang tua hanya memiliki efektifitas 11 %. Seorang murid dalam menerima informasi dari gurunya melalui tahap-tahap sebagai berikut. penampilannya paling rapih. praktis. Sesuatu yang semula tidak menarik jika diulang-ulang bisa menjadi menarik. melalui proses berfikir. oleh karena itu guru yang berkualitas adalah yang bisa di gugu dan bisa ditiru oleh muridnya. persepsi. terkadang yang tidak berharga jika disajikan dengan benar bisa lebih menarik dibanding sesuatu yang berharga. menjadi persepsi c. kursinya lebih tinggi. 11 % oleh apa yang didengar dan 6 % sisanya oleh berbagai stimulus. Prinsip perulangan. Sesuatu yang kecil yang bergerak. membangun peradaban manusia dengan konsep al Madinah al Munawwarah. sementara desa mengandung konotasi tradisionil. menghasilkan kembali informasi. Pergantian orang tanpa perubahan konsep tidak akan mengubah perilaku. Tafakkur d. Jika guru tidak menarik perhatian maka efektifitas pendidikannya rendah. disebut sensasi b. Prinsip kontras. dan efektif. Membudayakan manusia adalah memasukkan konsep dan gagasan agar dianut. Jadi pendidikan adalah kegiatan membudayakan manusia. Guru mentrasfer perilaku kepada murid. Al munawwarah artinya yang disinari. Kota mengandung arti modern.memenuhi kehidupan sehari-hari. Nabi adalah guru. Setiap hari dalam semua aspek kehidupannya. Prinsip kebaruan. Terkadang barang lama tapi dengan kemasan baru sudah cukup menarik.a. suaranya lebih keras. Membangun Perilaku Dari penelitian psikologi diketahui bahwa 83 % perilaku manusia dipengaruhi oleh apa yang dilihat. sedangkan guru yang berbudaya rendah tidak akan efektif dalam membangun manusia yang berbudaya. Nabi Muhammad s. Kebudayaan yang bersifat kota disebut peradaban. Tingkatan pengertian murid dapat diukur dengan nilai ujian. Jika konsep berubah maka perilaku akan berubah. b. Berfikir c. yang statis tidak menarik. dari kata tamaddun dan nur. Prinsip gerakan. yaitu : a. a. Seorang guru harus bisa menarik perhatrian. Ukuran keberhasilan seorang guru adalah jika muridnya berperilaku seperti yang dicontohkan oleh guru. d. pengolahan informasi. Guru harus bisa lebih menonjol. Metode harus selalu diperbaharui. Ukuran keberhasilan pengajar adalah jika murid yang diajar mengerti akan ilmu yang diajarkan. Gagasan harus dinamis.w. Tingkatan berfikir Ada empat tingkatan berfikir. Tadabbur Penarik Perhatian Tidak semua yang berharga menarik perhatian. bukan hanya pengajar. Konsep Peradaban. Ada empat faktor penarik perhatian : a. Guru yang berbudaya tinggi akan efektif membudayakan manusia. Jadi konsep al madinah al munawwarah adalah masyarakat yang berkebudayaan tinggi yang disinari oleh wahyu. lebih menarik dibanding sesuatu yang besar yang diam. penyimpanan informasi di dalam memori. penerimaan stimulus informasi. Pengajar mengajarkan ilmu pengetahuan.

Waktunya untuk bekerja membawa implikasi nilai keuangan. guru. bukan sekedar instrumen pendidikan. Guru adalah guru. dan guru juga dimasukkan sebagai profesi. yakni orang miskin tidak dendam kepada orang kaya. Dengan keadilan umara. Hidup sejahtera adalah ukuran terpenuhinya standar hidup minimal disertai apresiasi dalam sistem sosial dimana ia hidup. peraturannya. tetapi ketika awal mula menjadi guru pada golongan IIIA (di Jakarta) justeru merasa tidak sejahtera. Akibatnya banyak guru merasa hidupnya tidak sejahtera. Guru Profesional Masyarakat kota (peradaban modern) mengenal istilah profesional.Tiga Pilar Masyarakat Bermartabat Masyarakat bermartabat adalah mereka yang dalam kehidupannya menganut kebudayaan dan etika. (Bandingkan gaji guru di Malaysia dengan di Indonesia). Kehormatan itu melekat pada diri setiap orang. Perannya penting tetapi sering terlupakan. Guru Madrasah . Jika dalam suatu masyarakat pemimpin tidak lagi dihormati (seperti sekarang) maka guru pun di demo oleh muridnya. Bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya b. c. yaitu konstitusinya. f. Dengan kejujuran pengusaha. dan ada ukuran psikologis. Jadi guru yang profesional adalah guru lulusan sekolah guru atau fakultas pendidikan. Dengan ilmunya ulama. Konsep Sejahtera Mungkinkah dari pekerjaan sebagai guru hidupnya sejahtera? Standard sejahtera itu berbeda-beda. yakni berlakunya sistim sosial bahwa di dalam harta si kaya ada hak orang miskin. Ketika tahun 1965 saya menjadi guru SD dengan gaji yang sangat minim (di kampung) saya merasa hidup saya sejahtera. Sekarang guru belum didukung oleh sistem pendidikan guru. d. orang tua dan murid. sehingga guru bergeser perannya dari guru menjadi instrumen pendidikan. tuzuyyinat bi khamsati asyyaa. Menggapai Masyarakat Cerdas dan Makmur Konsep masyarakat makmur bisa diambil dari hadis addunya bustanun. Jika guru merasa tidak sejahtera maka produktifitas pendidikannya rendah. yang diakui keahliannya oleh publik sehingga selalu menjadi rujukan setiap kali ada kasus-kasus yang berhubungan dengan pendidikan. sistem sosial dan sistem birokrasi. Orang yang terhormat tetap terhormat meski tidak dihormati. ukuran derajat kesehatan. Karena dua hal itulah maka guru itu digaji dengan standard gaji profesional sesuai dengan golongannya. e. Dengan doa orang miskin. Keahliannya menyebabkan ia menjadi rujukan dalam decision making sistem. yaitu : a. Menegakkan enam pilar ini syaratnya harus ada kepemimpinan (Umara) yang kuat atau sistem (budaya) yang kuat. a. Guru berada dalam posisi pahlawan tak dikenal. Wafi amwalihim haqqun lissaili wal mahrum. tetapi malah mendoakan mereka. Apresiasi sosial berhubungan dengan integritas guru. Dengan disiplin para pekerja. Kehormatan guru adalah mana kala hidupnya mencerminkan apa yang selama ini diajarkan kepada murid-muridnya. ciri profesional ada tiga. Pada akhirnya guru yang dedikatif akan memperoleh apresiasi hingga ke anak cucunya. Jadi pilar masyarakat makmur ada lima atau enam. Tetapi tidak ada kebenaran yang hilang. maksudnya pemerintah harus menjalankan peraturan secara benar c. Dengan kontribusi orang kaya. dan nanti pada gilirannya orang tua juga tidak dihormati oleh anaknya.(b) hormat kepada guru. dan(c) hormat kepada pemimpin. Menurut standard Bank Dunia. Guru yang terhormat tetap terhormat meski digaji kecil. strukturnya dan sistemnya harus ilmiah b. Pilar masyarakat beretika adalah (a) hormat kepada orang tua. yakni trust harus terbangun melalui pengawasan yang ketat dari umara. ada ukuran kalori. Dampaknya terasa berupa demoralisasi masyarakat pendidikan. Sosok guru Omar Bakry itu orang miskin tetapi ia masuk golongan sejahtera. sistem pendidikan guru dan sistem birokrasi pemerintah.

Ada beberapa sifat yang harapannya bisa menjadi sifat bagi semua guru. bersabda: ³Rusaknya umatku karena dua macam manusia. Berkaitan dengan inilah maka kewajiban negara untuk memberikan penghidupan yang layak bagi para guru dengan seluruh fasilitas kehidupan yang memadai.Madrasah merupakan sistem pendidikan yang sudah tua di Indonesia. dengki. yaitu seorang alim yang durjana dan seorang shaleh yang jahil. melakukan apa yang ia katakan dan tidak malu untuk . 2. 1. Wallohu almuwaffiq ila aqwam al thoriq. perselisihan dan sifat-sifat lain yang tercela. http://mubarok-institute.ilma95.htm ISI BUKU TAMU HUBUNGI WEBMASTER LIHAT BUKU TAMU http://www. Dibutuhkan kesadaran yang kuat untuk kembali mengangkat mutiara-mutuara pendidikan madrasah dari lumpur modernisasi dan globalisasi. Dan oleh karena itu pula sudah selayaknya seorang guru juga menjaga kemuliaan dirinya. jauh dari perbuatan maksiat. karena warisan psikologis periode penjajahan dimana ulama melakukan konfrontasi budaya dengan Belanda yang mewakili budaya modern. terhindar dari dosa besar.Zuhud dalam arti tidak mengutamakan materi. Artinya seorang guru harus bersih tubuhnya. Insyaaaalloh kita bisa asal mau bekerja sama karena hanya dengan bersama kita bisa. kedudukan seorang guru sangatlah mulia. Rasulullah saw. dan mengajar karena mencari keridlaan Allah semata.net/guru_sejahtera-profesional. dosa.com Wassalam. agussyafii Milis Eramuslim Dikirim oleh: muhamad agus syafii Selasa.Ikhlash dalam pekerjaan. dan kesalahan. Keikhlasan dan kejujuran merupakan kunci bagi keberhasilan seorang guru dalam menjalankan tuganya. permusuhan.net/guru_sejahtera-profesional.ilma95. tetapi kurang bisa mengikuti dinamika zaman. 3 Februari 2009 http://www. sumber. orang yang paling baik adalah ulama yang baik dan orang yang paling jahat adalah orangorang yang bodoh´ 3.htm Bagaimana Sifat-Sifat Guru Yang Diharapkan Dalam Sistem Pendidikan Islam Dalam Islam.Kebersihan guru harus senantiasa dijaga. sifat riya¶.blogspot. Bersih jiwanya. Ikhlas artinya sesuai antara perkataan dan perbuatan.

di samping itu ia ikhlas terhadap murid dan menjaga waktunya.Kreatif dalam memberikan pengajaran kepada siswanya. menahan diri.Mencegah murid dari akhlak yang tidak baik dengan jalan sindiran. 9.Seorang guru harus mengetahui tabiat murid 7. saudara. keras tanpa memperlihatkan kekasaran. 12.Seorang guru merupakan bapak/ibu. lemah lembut tanpa memperlihatkan kelemahan.menyatakan ketidaktahuan. 8. Seorang alim adalah orang yang selalu merasa harus menambah ilmunya dan menempatkan dirinya sebagai pelajar untuk mencari hakikat. Incoming search terms: y y y y y y y y y y SIFAT-SIFAT GURU sifat guru sifat seorang guru sifat guru yang baik karakter seorang guru sifat-sifat seorang guru karakteristik guru yang baik sifat sifat guru sifat-sifat pendidikan sifat-sifat pendidik .Tidak menimbulkan kebencian pada murid terhadap suatu cabang ilmu yang lain.Guru harus mengamalkan ilmu dan selarasnya kata dengan perilaku. dan sahabat sebelum ia menjadi guru 6. 11. 14. termasuk di dalamnya berbicara dengan bahasa mereka. tegas dalam kata dan perbuatan. 4. halus dengan tidak mencela. Ia sanggup untuk menahan kemarahan. 13. lapang hati. sabar. dan tidak pemarah. terus terang. Tidak ada halangan seorang guru belajar dari muridnya.Menguasai materi pelajarannya. sehingga siswa mudah dalam menerima transfer pemikiran yang diberikan. bijaksana.Pemaaf.Guru harus memperhatikan tingkat kecerdasan muridnya dan berbicara dengan mereka dengan kadar akalnya. 10.Harus menaruh kasih sayang terhadap murid dan memperhatikan mereka seperti terhadap anak sendiri.Memberikan nasihat kepada murid dalam setiap kesempatan. 5. karena seorang guru dalam pendidikan Islam adalah seorang yang rendah hati.

Radio panggil (pager) sudah jarang ditemukan di peredaran dunia bisnis. alasan apapun yang dibuat untuk menghindari pesan di radio panggil. . khas layaknya sebuah nomor telepon yang digunakan penggunanya untuk menelepon. Radio panggil numerik satu arah hanya dapat menerima pesan yang terdiri dari beberapa digit saja. makin tidak terlihatnya keberadaan radio panggil ini. Radio panggil alphanumerik juga tersedia dengan sistem dua arah dapat mengirim pesan melalui surat elektronik atau SMS (short massage service). Terutama pada mereka yang bergerak di bidang jasa terutama di jasa informasi dan jasa kesehatan. dia selalu menerima pesan apapun. Persaingan alat komunikasi yang murah dengan layanan yang semakin canggih.html SUDAH ADA MATERI 30 MENIT/45 MENIT CERAMAH DI KELAS SUDAH ADA BAHAN DISKUSI UNTUK WAKTU 30 MENIT/45 MENIT DARI MATERI YANG SAMA DI BAHAS DALAM KELAS SUDAH ADA SOAL LATIHAN DALAM WAKTU 30 MENIT/30 MENIT UNTUK LATIHAN MEMBAHAS KASUS MANDIRI BAGI PESERTA DIDIK DALAM KELAS PADA HARI ITU Radio panggil Radio panggil lebih dikenal dengan sebutan pager yaitu alat telekomunikasi pribadi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek.com/bagaimana-sifat-sifat-guru-yang-diharapkan-dalam-sistempendidikan-islam. Walaupun dia adalah jejak tertua barang teknologi purbakala di abad ini. Radio panggil adalah barang yang harus dipatuhi.http://pendidikan-islam. tetapi masih tetap terpakai. selalu menjadi tidak beralasan.

tetapi kelebihannya terletak pada tersedianya tempat untuk memuat tulisan dan surat elektronik (e-mail) untuk mengirim pesan 3. Di dunia teknologi radio panggil. Sistem Pengoperasiannya Radio panggil adalah layanan berlangganan yang menawarkan bermacam pilihan untuk memfasilitasi kebutuhan si pelanggan dan tipe dari alat yang digunakan.Sejarah Radio panggil ditemukan oleh Multitone Electronic pada tahun 1956 di Rumah Sakit St. Di dalamnya hanya tersedia urutan angka dan kode-kode untuk memanggil. sistem radio panggil digunakan sebagai pengganti untuk layanan telepon lokal maupun internasional. tetapi ada juga yang sistem penyebarannya lebih luas yaitu mencakup seluruh wilayah negara. Radio panggil Alphanumerik dua arah dapat mengirimkan pesan teks dengan hanya menggunakan tombol yang kecil. tidak hanya berada pada area sebuah bangunan saja. Ada tiga tipe pada sistem radio panggil (pager): 1.Thomas. Sistem radio panggil yang modern menggunakan pengiriman pesan dengan jaringan satelit. Radio panggil Alphanumerik. radio panggil berkembang. Radio panggil Numerik adalah tipe yang paling tidak rumit.Thomas. Dalam beberapa kasus. London oleh dokter-dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat. Ada sistem radio panggil yang hanya bisa digunakan di area rumah sakit saja seperti di Rumah Sakit St. ada dua kelompok yang jelas dari sistem pengoperasiannya. 2. sebelum datangnya telepon seluler. pada dasarnya sama dengan radio panggil numerik. Jutaan pesan dikirimkan kepada orang-orang yang membutuhkan informasi yang cepat. Bermula beroperasi pada frekuensi AM. Inilah kelebihan dari sistem radio panggil dibandingkan dengan menggunakan jaringan seluler dengan dasar terrestrial untuk pengiriman pesan. lalu pindah ke pola FM yang lebih dulu menjadi bentuk komunikasi yang ada di mana-mana. Sejak itu. Di .

sebelum tahun 1997. Namun karena harga perangkat yang terus melambung tinggi menyebabkan jumlah pelanggan yang turun drastis yaitu berkisar 200.wikipedia. Penggunannya di Abad Ke-21 Munculnya telepon seluler dengan beragam layanan yang lebih cepat dan murah mengakibatkan eksisteni radio panggil perlahan-lahan menghilang. Budak smik abg . Radio panggil kebanyakan dibawa oleh staf pada bagian kesehatan karena dapat mengumpulkan mereka pada situasi yang darurat 3. Kelebihan Kelebihan pemakaian radio panggil dibandingkan dengan telepon seluler adalah karena sistemnya yang satu arah sehingga lokasinya tidak dapat ditetapkan. Radio panggil tetap digunakan untuk memberitahukan situasi darurat.000 pelanggan. beberapa sistem kontrol irigasi dan sinyal-sinyal lalu lintas sekarang dikontrol oleh pengiriman pesan memalui jaringan radio panggil. Radio panggil juga digunakan pada dunia teknologi informasi. Sebagai tambahan. Tetapi orang-orang yang bekerja pada situasi yang darurat seperti dokter.setiap pesan yang terhidang di layar pager. para teknisi biasanya dilengkapi dengan radio panggil/ pager yang menggunakan jaringan yang dapat terjangkau dan tidak terkena gangguan. Tercatat. Oleh karena itu. contohnya pada kasus para teknisi perusahaan telepon. http://id. contohnya : para penolong dengan sekoci dan pemadam kebakaran di Inggris. di Indonesia sendiri. Kekurangan Kerugian pemakaian radio panggil adalah pesan dari setiap pengirim dengan radio panggil dapat ditangkap oleh jaringan radio panggil lainnya jika menggunakan layanan nasional sehingga pesan yang terkirim dapat dideteksi oleh para agen kriminal atau hukum yang tidak diinginkan. radio panggil memiliki lebih dari 800. masih menggunakan radio panggil. 2.000 orang. di perusahaan ini. ada para operator yang mengedit setiap pesan yang masuk. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan radio panggil masih digunakan: 1. di mana terdapat gangguan layanan pada jaringan selular karena berada di luar jaringan.org/wiki/Radio_panggil Leon it.

Growing (40%) Mahasiswa harus dapat dibangun potensi dirinya/dosen mitra bagi mhs. Shaping (20%) Mhs dapat dibentuk sesuai keinginan dosen 3. Membangun pola pikir mahasiswa secara universal Membangun cara berpikir mahasiswa secara sistematik pada masalah yang akan diuraikan Membangun cara menemukan solusi pada mahasiswa di dalam melakukan analisis masalah Membangun teknik bagaimana cara mahasiswa mengaplikasikan hasil dari solusi yang ditemukan Membangun kemampuan berpikir mahasiswa untuk pengembangan setiap aplikasi yang dibuat. . maka ceramah 2. Diskusi Mhs/Dosen 3. Ceramah 30 sd 45 menit pertama : (30%) 1. Ceramah dosen 2. 4. Traveling (20%) Anak/mhs diberi ilmu sesuai yang diperlukannya 4. 5. 2. Mhs mengembangkan potensi diri Observasi menghasilkan metode/teknik Pemecahan fenomena Pandangan Fox dari pengamatannya Dosen : 1. Pilih yang paling sederhana dari semua fenomena Yang ada F2 Multi-Masalah (N Fenomena) F4 F3 F1 1 Fn Tentu yang pasti ada jawabannya Kuliah : 1. 3.METODE BELAJAR DENGAN CARA REVOLUSI PERKEMBANGAN POTENSI DIRI A. Transfer (20%) Mhs dianggap otaknya kosong.

Mahasiswa dapat mengungkap makna dari konsep materi yang didiskusikan 3. Jelaskan simpulan saudara dari tabel analisis sampai saudara menemukan konsep dan filosofi dari bab yang diskusikan? Apa yang mungkin dari analisis saudara dapat dibuat/inovasi apa yang akan saudara bangun? Apa saran atau komentar saudara dari diskusi yang saudara kerjakan dari bab tersebut? Sekarang lanjutkan utk. Diskusi Mahasiswa dan Dosen 30 sd 45 menit kedua : (30%) 1. 3.B. Mahasiswa tau cara bagaimana melakukan analisis kritis dari tema yang dibahas 4. 6/7. 4. Membuat Analisis Materi dari Konsep/Inovatif 30 sd 45 menit ketiga : (40%) 1. Menuntun cara menemukan filosofi pada mahasiswa di dalam melakukan analisis masalah dari bab yang dikaji mulai dari mengenal istilah sampai contoh pengembangannya. bab 2/3. 4.1 Membangun Kemampuan Potensi diri Mahasiswa I Struktur jangkauan Ilmu Struktur kedalaman ilmu Istilah Java (Lihat kamus or internet) Definisi (Lihat kamus or internet) Pengembangan (Historis) Lihat ttg web Kosep Java Teori Java Aplikasi Java Analisis Java Kreasi Kreatif Dan Inovatif 1 sd Fitur Pengembangan Java Ket Komponen teori Prog Internet Kumpulan konsep2 OOP UML Aplikasi Disain web Produk hasil Anti hack Rencana 5 th ke depan HP Bata HP SMandi Efisiensi Ergonomik Produk baru Nilai tambah Praktis dll Produk Inovatif HP Inovatif (I-PAD) Tugas selanjutnya: 1. 2. Mahasiswa mampu membangun berpikir inovasi lebih jauh ke depan dalam berdiskusi dari tema yang dibahas. Mahasiswa dapat melakukan sintesis/Aplikasi/kreasi/inovasi dalam berdiskusi dalam pikiran mereka 5. Mahasiswa memahami tema didiskusikan dengan materi hari itu 2. C. Menuntun cara berpikir mahasiswa secara sistematik mulai dari mengenal konsep sampai mampu berpikir tentang hal inovatif dari apa yang telah diuraikan 3. Menuntun cara membuat tabel pola pikir mahasiswa seperti di bawah 2. Menuntun cara mahasiswa mengaplikasikan hasil dari solusi yang ditemukan menjadi produk akhir 5. Tabel. 4/5. Menuntun cara berpikir mahasiswa untuk pengembangan setiap aplikasi yang dibuat menjadi produk inovatif. 8/9 .

3 Membangun Kemampuan Potensi diri Mahasiswa III Struktur jangkauan Ilmu Struktur kedalaman ilmu Istilah Java (Lihat kamus or internet) Bab 1 (C1) Teori Java Aplikasi Java Analisis Java Kreasi Kreatif Dan Inovatif 1 sd Fitur Pengembangan Java Ket 1.Aljabar proposisi Kumpulan konsep2 OOP UML Aplikasi Disain web Anti hack Rencana 5 th ke depan 3 Definisi (Lihat kamus or internet) Pengembangan (Historis) Lihat ttg web Produk hasil Efisiensi Ergonomik Produk baru Nilai tambah Praktis dll Produk Inovatif ******* Selamat Bekerja dan Berpikir Kreatif ******* .Program Login Logika: Konsep Logika Aplikasi logika 2.2 Membangun Kemampuan Potensi diri Mahasiswa II Struktur jangkauan Ilmu Struktur kedalaman ilmu Istilah Java (Lihat kamus or internet) Definisi (Lihat kamus or internet) Pengembangan (Historis) Lihat ttg web Kosep Java Teori Java Aplikasi Java Analisis Java Kreasi Kreatif Dan Inovatif 1 sd Fitur Pengembangan Java Ket Komponen teori Prog Internet Kumpulan konsep2 OOP UML Aplikasi Disain web Produk hasil Anti hack Rencana 5 th ke depan Efisiensi Ergonomik Produk baru Nilai tambah Praktis dll Produk Inovatif Tabel.Tabel.

harus menjadi agenda prioritas bagi presiden periode 2009-2014 dalam meletakkan dasar-dasar dan sistem yang benar. Dalam Pasal 1 ayat 6 UU SISDIKNAS menjabarkan kualifikasi pendidik adalah guru. Baedowi (2008) menyebutkan. pamong belajar. terutama bagi presiden sebagai pemangku kebijakan nasional untuk mewujudkan target MDGs pendidikan dasar untuk semua sehingga dapat diwujudkan pada tahun 2015. widyaiswara. 2) mencapai pendidikan dasar untuk semua. (5) paradigma pendidikan. misalnya. dan 8) kemitraan untuk pembangunan. dan (8) pendidikan dan kesetaraan gender. Dari ke delapan tujuan tersebut salah satu prioritas yang harus diangkat bagi Indonesia adalah menuntaskan tercapainya target pendidikan dasar untuk semua masyarakat Indonesia. proporsional dan menyeluruh (universal). malaria dan penyakit menular lain. 6) melawan HIV/AIDS. dikeluarkanlah undang-undang guru dan dosen yang implementasinya adalah pelaksanaan sertifikasi guru dan sertifikasi dosen. antara lain: Agenda penting itu diantaranya. Usaha yang nampak serius dilakukan pemerintah saat ini adalah meningkatkan kompetensi pendidik. 3) kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. 1) merencanakan. tutor. Dalam konteks profesionalisme pendidik yang terus dibutuhkan. 5) meningkatkan kesehatan ibu. . (3) manajemen finansial pendidikan dan manajemen sumber daya manusia. fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam menyelenggarkan pendidikan. dan kondisi fisik tertentu. tepat. instruktur. Sebagai usaha meningkatkan kualitas pendidikan sebagai instrumen mengukur kompetensi guru dan dosen. (7) penjaminan kualitas pendidikan. 4) mengurangi angka kematian bayi. 1) penanggulangan kemiskinan dan kelaparan. 7) memastikan kelestarian lingkungan hidup. 2) meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan. melaksanakan. (2) profesionalisme pendidik. Banyak idealisme pendidikan yang menjadi pekerjaan rumah kita semua. (6) pengembangan organisasi pendidikan. agama. (4) politik pendidikan. bahwa pendidik profesional adalah pendidik yang memiliki banyak kemampuan dalam. dosen. (1) pendidikan dan kompetensi pendidik. dan mengevaluasi hasil pembelajaran. ras.Pandangan Fox dari pengamatan MEWUJUDKAN TARGET MDGs PENDIDIKAN UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN MASA DATANG Target MDGs memuat 8 tujuan yang meliputi. konselor. Untuk itu. 3) bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin. suku.

Rosdakarya. serta nilai-nilai agama dan etika. . Huda. Karwono. maka politik pendidikan di Indonesia masih belum sepenuhnya merdeka. Baedowi. Malang: Universitas Negeri Malang.com/2008/09/02/paradigma-baru-tentang-pembelajaran-dan-aplikasinya. dan 3) meningkatnya tata kepemerintahan (governance). Bandung: Penerbit. 1) meningkatnya perluasan dan pemerataan pendidikan. 4) menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan. Januari April 2009. 2) pengadaan sumber daya manusia dan staf. Daftar Pustaka Burhanuddin. dan 5) memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. 4) bertanggungjawab. dan kode etik guru. Kelima fungsi manajemen SDM ini menjadi usaha sungguh-sungguh bidang personalia yang harus dijalankan secara serius dan dikelola secara efektif dan baik serta prosedural agar mencapai tujuan yang diharapkan. 2009. M. 1) perencanaan kebutuhan sumber daya manusia. yaitu. Jakarta: Depdiknas. Purwanto. diakses tanggal 20 Pebruari 2009.30 WIB.atau latar belakang keluarga.XXII. Terkait dengan manajemen finansial pendidikan adalah manajemen SDM harus menjadi faktor penting dalam suatu organisasi. bahwa manajemen sumber daya manusia yang harus diperhatikan adalah. __________________. 2) sehat jasmani dan rohani. Manajemen Sumber Daya Manusia-Manejemen Pendidikan. 4) penilaian dan pengembangan. 3) taqwa kepada Tuhan YME dan berkelakuan baik. Strategi Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru. 2003. 2006. jam 18. Makalah Seminar. dan MDGs pendidikan untuk semua ini harus menjadi target dan prioritas. Hal ini bisa kita lihat dari komitmen pemerintah yang masih harus terus dipompa agar terus meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan. Regulasi Collaborative Governance Menuju Pendidikan Yang Berkualitas. Rencana strategis (RENSTRA) pemerintah terhadap pendidikan di tahun 2008-2009 terfokus pada tiga sasaran pembangunan pendidikan nasional yang akan dicapai. Atok Miftachul. 2) meningkatnya mutu dan relevansi pendidikan. 1) berijazah. Malang: FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. dan 5) penciptaan dan pembinaan hubungan kerja yang efektif. Kualifikasi kemampuan guru sebagaimana disebutkan Baedowi (2008) di atas akan menjadi sinergi dan mendukung peran guru sebagai pendidik apabila syarat-syarat sebagai guru profesional yang baik dapat dipenuhi. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan. Menurut Schuler dan Smart (1989) dalam Burhanuddin (2003) menyatakan. dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran. 5) berjiwa nasional (Ngalim Purwanto (2006:139-142). 2008. Jurnal Ilmiah Bestari UMM edisi nomor 40/Th. Sekolah Gratis: Konsep Kebijakan Yang Belum Siap . 3) penilaian dan kompensasi. Ngalim. akuntabilitas dan pencitraan publik harus kita monitoring dan evaluasi. http://karwono wordpress. Bebeberapa syarat profesionalisme diantaranya. Bicara politik pendidikan. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Perlunya Perubahan Paradigma Tentang Pendidikan .

M. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. 2006. Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan. 24 Pebruari 2009. Makalah Seminar. Ilham. TIM-IGI (Template Interaktif Multimedia Ikatan Guru Indonesia). jam 19. Online. Bandung: Penerbit Alfabeta. Politik Pendidikan: Dinamika Hubungan Antara Kepentingan Kekuasaan dan Praktik Penyelenggaraan Pendidikan. Meretas Jalan Menuju Masyarakat Madani Melalui Idealisme Pendidikan . http://sciantiarum. Malang: MKPP Program Pasca Sarjana UMM. Peter. Cara untuk mempercepat terwujudnya tujuan tersebut adalah dengan membuat langkah strategis revolusioner. Staker. program pemahaman dan pelaksanaan pendidikan berkarakter. diakses. Veithzal Rivai.20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan segala potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran.Sirozi. 2007. Realita dan Idealisme Pendidikan Nasional . Kita Suarakan Millennium Development Goals (MDGs) Demi Pencapaian nya di Indonesia . SEMINAR NASIONAL MENUJU PENDIDIKAN INDONESIA YANG BERKARAKTER DAN BERKUALITAS DUNIA Seminar Nasioanl ini dilengkapi dengan Workshop dan Prosiding (Seminar Pendamping) Pendahuluan Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. cerdas. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Maka upgrading terhadap kualitas pendidikan di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan. Hariati. Menurut Undang -undang No.00 WIB. Tinuk. 2008. fokus dan berkesinambungan untuk mengupgrade kualitas segala komponen yang terlibat di dalam pendidikan di Indonesia. Wahab Abdul Aziz. 2005. dan SPEC (Simpel dan Cepat) diharapkan merupakan andil anak-anak bangsa yang perlu lebih disosialisasikan agar mendapat dukungan dari segala lapisan masyarakat. Kegiatan tersebut adalah bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia dalam rangka mewujudkan bangsa Indonesia yang maju dan mandiri serta sejajar dengan bangsa-bangsa yang lain. . Jakarta: Penerbit RajaGrafindo Persada. Untuk itu. 2009. Y. Wika.com/2007/12/10/potret-pendidikan-nasional-realita-dan-idealisme.

Karena hampir semuanya yang baru dan datang dari luar menggunakan bahasa Inggris maka mutlak diperlukan penguasaan bahasa ini Semakin mahir seseorang menguasai bahasa Internasional yang terbanyak dipakai ini maka semakin cepat kemajuan yang diperoleh bangsa ini. dan Revolusi Pembelajaran Bahasa Inggris.Program pendidikan berkarakter bangsa menjadi semakin diperlukan di negeri ini mengingat derasnya arus informasi dan komunikasi global dengan segala dampaknya. Program SPEC (Simpel dan Cepat) yang merevolusi bagaimana menguasai bahasa Inggris secara simpel dan cepat serta menyenangkan akan menjadi jembatan bagi terbukanya jendela ilmu lebih banyak. Program TIM-IGI (Template Interaktif Multimedia IKatan Guru Indonesia) yang meringkas dan merevolusi pembuatan multimedia pembelaran interaktif bagi para guru dan pemakai ICT based learning yang semula bisa memakan waktu berbulan-bulan dan sering membuat putus asa menjadi hanya dalam hitungan jam akan memacu guru untuk lebih maju dan professional dalam mengajar. Tujuan Khusus 1. dengan semakin banyak para guru dan tenaga pendidik berkemauan menyampaikan dan mengaplikasikan karakter bangsa dalam setiap kegiatan pembelajarannya akan semakin banyak pula generasi muda berkepribadian yang dapat dihasilkan. Kemajuan dan tingginya profesionalitas yang dimiliki para guru pada gilirannya akan mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan di Indonesia. Memberikan informasi dan motivasi kepada masyarakat pendidikan tentang pentingnya peningkatan kualitas Pendidikan Indonesia secara revolusioner dan signifikan melalui pendidikan berkarakter bangsa 2. Meningkatkan kualitas penguasaan ICT based learning para guru melalui program pembuatan media pembelajaran interaktif secara kilat dengan program TIM-IGI (Template Interaktif Multimedia IKatan Guru Indonesia). 3. Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris para guru dan siswa secara cepat dan revolusioner melalui program SPEC (Simpel dan Cepat) Waktu dan Tempat . memperkenalkan Revolusi Multimedia Pembelajaran Interaktif. Tujuan Umum Melakukan usaha peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dengan langkah strategis revolusioner melalui penyebaran informasi tentang program pendidikan karakter bangsa. Harapannya.

00 Revolusi Bahasa Inggris 11. S1. 9. atau .30 Penutup 15. 3.00 ± 15.000. Seminar: .. 8.Tiket B Rp.000. Bunyamin. Pembicara 1 2. S. 75.30 ± 16. M. B Erna-085842515747 Susunan Acara 1. Pembicara 2 3. 100. D4).00 Ishoma 12.00 ± 11. 4. (Revolusi Bahasa Inggris) 1.00 Metode . 5.30 Workshop 13. M. 28 Mei 2011 Pukul 08.00 ± 10. (Pendidikan Berkarakter) : Mampuono.Pd.000. Seminar & Workshop: Tiket D Rp. 2.-(Bukan Anggota IGI) 2. P Hamrowi-083838720223 2.00 Paparan Proceeding 13.Taman Menteri Supeno No.000.00 ± 12.S. 7.30 ± 09. Mahasiswa D3. (Revolusi Multimedia Interaktif) : Hani Sutrisno.30 Sambutan-sambutan 08.Tiket A Rp.00 ± 13. 6. 50. 250.Kom.00 ± 15. Acara Waktu Registrasi & Pembukaan 08.3.00 Revulosi Multimedia 10.00 Pendidikan Karakter 09.Pd.Pendaftaran Hubungi 1.30 WIB Tempat : Auditorium SMA Negeri 1 Semarang Jl. Pembicara 3 Ticketing : Drs. Seminar & Prosiding: Tiket C Rp.30-15.00 ± 08. S. 1 Semarang Pembicara 1.Waktu : Sabtu..(Anggota IGI.

Keterangan Susunan acara bisa saja berubah menyesuaikan dengan kesempatan yang dimiliki masingmasing pembicara namun tetap dengan rentang waktu yang kurang lebih sama. kalangan pemerhati pendidikan. Jika Anda ingin tahu lebih lengkap lagi bisa klik link ini. Hamrowi dan Eko Nursanty .Dari total waktu 3 jam. sementara seperempat jam berikutnya diisi dengan metode diskusi dan /tanya jawab. mahasiswa. Workshop: 1. Target Peserta Jumlah maksimal peserta adalah 500 orang yang terdiri para guru. Seminar Nasional IGI Jateng dalam rangka memperingati Hardiknas ini akan dilengkapi dengan kegiatan Seminar Pendamping (Prosiding) dan Workshop English dan ICT. E-leaning & Blogging oleh M. Prosiding Prosiding ini memberikan kesempatan emas kepada para peserta untuk menjadi pembicara pendamping (prosiding) pada sebuah seminar nasional. dosen. SPEC (Simpel dan Cepat Kuasai bahasa Inggris) oleh Hani Sutrisno dan Sukirno Miharjo 2. Produksi soal-soal Ineteraktif dan analisisinya oleh Mampuono dan Triyono 3. Seminar ini akan diisi oleh para pembicara nasional yang profesionaldan berkompeten di bidangnya. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di halaman persyaratan prosiding. pengusaha dan stake holder di Jawa Tengah. Segera daftarkan karya ilmiah Anda untuk dipresentasikan pada event ini. pemateri/pembicara diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi dengan metode ceramah selama 45menit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->