Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda kegiatan tarsebut diintegrasikan(koordinasi).Selain daripada itu, struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan,saluran perintah dan penyampaian laporan ORGANISASI PERUSAHAAN 1. Struktur Sederhana Struktur ini terbentuk ketika pemilik manajer membuat sebuah keputusan yang penting dan langsung mengawasi semua kegiatan yang berlangsung, namun untuk mempertahankan struktur seperti ini agak sulit ketika sebuah perusahaan mulai tumbuh dalam hal ukuran dan muncul berbagai kompleksitas. 2. Struktur Fungsional Kegiatan ini satu tingkat diatas struktur sederhana, cocok digunakan untuk perusahaan dengan usaha yang tunggal dan dominan. Biasanya struktur seperti ini di gunakan pada divisi-divisi: produksi, keuangan, teknik, akuntansi, sales dan pemasaran. Menggunakan struktur seperti ini dapat mengatasi keterbatasan dalam suatu proses informasi pemilik atau manajer tunggal. Disini kepala bagian fungsional bertanggung jawab langsung kepada CEO yang kemudian dapat menghasilkan keputusan dan tindakan dari sudut pandang perusahaan secara keseluruhan. Namun struktur ini mempunyai kelemahan, yaitu resiko konflik antar tugas manajer semakin tidak jelas. o Kelebihan Struktur Fungsional : Pencapaian efisiensi melalui spesialisasi♣ Membedakan dan mendelegasikan keputusan operasi harian♣ Mempertahankan pengendalian secara sentralistik♣

Sesuai digunakan di dalam related divisive business. masing-masing divisi beroperasi sebagai usaha yang terpisah. yaitu : memaksimalkan kinerja keseluruhan perusahaan. Struktur Multi Divisional Di dalam struktur ini. Manajer dapat menggabungkan pengawasan strategi dan juga keuangan. Di dalam pelaksanaannya manajer perusahaan bertugas untuk memanfaatkan sinergi antar divisi. Struktur akan berkembang bersama dengan: • Perubahan strategi • Derajat diversifikasi • Cakupan Geografis • Sifat persaingan Evolusi Struktur Multi Division Strategi Internasional Transnasional dapat memungkinkan anda menggunakan struktur dan kemudian menghasilkan perhatian terhadap struktur geografis dan produk. Manajer akan berusaha untuk menemukan keseimbangan di antara persaingan antar divisi untuk memperoleh sumber capital yang langka yang dapat menciptakan peluang kerja sama untuk saling mengembangkan sinergi yang mempunyai tujuan yang sama. .Dapat mengaitkan struktur dengan strategi secara ketat dengan cara mendesain aktivitas kuncisecara terpisah♣ o Kerugian dari struktur Fungsional: Dapat mendorong spesialisasi yang sempit dan mempunyai potensi menciptakan persaingan sekaligus konflik fungsional♣ Menimbulkan kesulitan dalam koordinasi fungsional atau pengambilan keputusan♣ Membatasi general manager♣ Mempunyai potensi yang kuat dalam menciptakan konflik lintas fungsional karena adanya skala prioritas pada fungsi tertentu dan bukan secara keseluruhan♣ 3.

Adanya Koordinasi Kegiatan Kerja 3. TIPE ORGANISASI Tipe organisasi ada 4 macam yaitu : 1.Empat elemen penting yang terdapat di perusahaan : 1. Besaran Seluruh Organisasi Struktur pengendalian intern adalah sebuah kebijakan dan sebuah prosedur yang sudah ditetapkan untuk memperoleh keyakinan yang sesuai dengan tujuan satuan usaha yang spesifik yang dapat dicapai. Adanya Spesialis Kegiatan Kerja 2. Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah o Organisasi masih kecil o Jumlah karyawan sedikit o Spesialisasi kerja masih kecil . Struktur pengendalian intern satuan usaha terdiri dari tiga struktur: • Lingkungan pengendalian • Sistem akuntansi • Prosedur pengendalian Dengan melakukan pemilihan dan menentukan struktur organisasiyang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini akan membuat pencapaian tujuan perusahaan lebih terarah. Adanya Standarisasi Kegiatan Kerja 4.

W. Keuntungan Tipe ini adalah : o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli o Ada koordinasi yang baik o Memudahkan dalam pengawasan Kerugian tipe ini adalah : o Banyak mengeluarkan biaya tambahan o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan. Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut. sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut. Tipe organisasi Fungsional Tipe ini diciptakan oleh F. Tipe organisasi Garis dan Staf Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional. 3.Keuntungannya adalah : o Mudah dimengerti dan dilaksanakan oAda bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas o Merupakan jenis organisasi yang stabil o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal Kerugiannya adalah : o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar 2.Taylor . .

Contoh Struktur Organisasi : 1.4.Bank Syariah Mandiri . Tipe Organisasi Fungsional dan Staf Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis. fungsional dan staf.

Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terutama RUPS Luar Biasa. Pengembangan Produk. di mana secara keseluruhan pelaksanaan tugas dan tanggungjawab Dewan Komisaris telah berjalan dengan baik. Satu orang Komisaris merangkap jabatan Pejabat Eksekutif pada Bank Mandiri (pengecualian karena penugasan dari Pemegang Saham Pengendali – Bank BUMN).67%). akan disosialisasikan Piagam (charter) GCG merevisi SKB dan menyesuaikan dengan pelaksanaan GCG induk perusahaan Bank Mandiri. Pemilik (Pemegang Saham) PT Bank Mandiri Tbk. 2. Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit untuk memastikan berjalannya tata kelola perusahaan yang baik. Sistem Teknologi. Penggantian/pengangkatan Dewan Komisaris langsung melalui RUPS. Salah seorang Direksi ditetapkan sebagai Direktur Kepatuhan yang juga memantau implementasi GCG dan membawahi Divisi Manajemen Risiko. 3. dikarenakan Komite Remunerasi dan Nominasi belum terbentuk (target realisasi Triwulan II/ 2007). Direksi Komitmen Direksi untuk melaksanakan GCG terus ditegaskan di mana yang terakhir adalah pembuatan Surat Edaran (SE) untuk jajaran BANK MANDIRI SYARIAH agar mematuhi PBI tentang GCG.1. penetapan keputusan-keputusan berkenaan dengan Dewan Komisaris. Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dewan Komisaris Dewan Komisaris berjumlah 3 (tiga) orang sehingga menyamai (tidak melebihi) jumlah Direksi yang terdiri atas Komisaris Utama dan 2 (dua) orang anggota Komisaris. telah mengikuti GCG yang berlaku a. Di samping itu. Direksi maupun. Salah satu apresiasi atas komitmen tersebut adalah penghargaan yang diterima dari Majalah Asiamoney di Singapore berupa ”The Best Corporate Governance Award” dan ”The Best Disclosure & Transparency” bagi perusahaan Indonesia periode tahun 2005. Komisaris Independen berjumlah 2 (dua) orang (66.l. sebagai pemilik saham BANK MANDIRI SYARIAH memiliki komitmen yang tinggi terhadap penerapan GCG. dan Desk Sisdur dan Pengawasan .

UU Perseroran Terbatas dan ketentuan GCG.999999% b. sesuai dengan prinsip syariah dan atas setiap hasil audit baik intern maupun ekstern selalu ditindaklanjuti 1. dan sebanyak 1 (satu) lembar saham oleh PT Mandiri Sekuritas. yang merupakan Bank BUMN dan satu lembar saham BANK MANDIRI SYARIAH dimiliki oleh Mandiri Sekuritas (group Bank Mandiri) dengan komposisi: a. PT Mandiri Sekuritas : 0. sehingga tanggung jawabnya dapat terselenggara secara efektif dan efisien. Dekom telah dilengkapi dengan Komite Audit yang menunjang tugas pengawasan. 17 Mei 2006.512 lembar saham dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 56.Pembiayaan.67% Komisaris Independen). Anggota Komisaris (Komisaris Independen) c. maka saham PT Bank Syariah Mandiri tidak ada yang dimiliki oleh perseorangan. tgl. .674. Pemilik (Pemegang Saham) BANK MANDIRI SYARIAH sepenuhnya dimiliki oleh Pemegang Saham Pengendali PT Bank Mandiri Tbk. Direksi telah mematuhi komitmen untuk menjalankan kegiatan Bank secara prudent. kepemilikan saham BANK MANDIRI SYARIAH tidak mengalami perubahan yakni sebanyak 71. Penggantian dan atau pengangkatan Direksi langsung melalui RUPS karena Komite Remunerasi dan Nominasi masih dalam proses pembentukan. Dengan demikian. PT Bank Mandiri (Persero) : 99. dengan komposisi: a. Komisaris Utama (Komisaris Independen) b. 2. Anggota Komisaris (penugasan dari Bank Mandiri) Secara keseluruhan Dekom yang berjumlah 3 orang telah memenuhi GCG (66. Dalam pelaksanaan tugasnya Dekom dibantu oleh seorang Senior Advisor dan Komite-komite. Dewan Komisaris (Dekom) Dewan Komisaris BANK MANDIRI SYARIAH telah memenuhi fit & proper test BI.0000001% Berdasarkan Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (Perubahan Anggaran Dasar Terakhir) PT Bank Syariah Mandiri No.

Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan Bank. Direktur Kepatuhan Tanggung jawab Direktur Kepatuhan telah sesuai dengan PBI yang berlaku maupun best practices perbankan. Direktur Operasional dan Pendukung (penugasan dari Bank Mandiri) c.3. melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi serta mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham. dimana saat ini terdiri atas Direktur Utama dan dua Direktur Bidang. Direksi Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam AD/ART perusahaan. Optimalisasi peran Direktur Kepatuhan terus ditingkatkan terutama kelanjutannya sebagai pengurus Forum Komunikasi Direktur . Direksi BANK MANDIRI SYARIAH telah memenuhi fit & proper test BI. serta rencana jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan kriteria yang ditetapkan oleh Otoritas Pengawas Bank. Direktur Utama (penugasan dari Bank Mandiri) b. strategi. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko (penugasan dari Bank Mandiri) Secara keseluruhan Direksi berdomisili di Jakarta dan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh 2 (dua) orang Senior Executive Vice President (SEVP) dimana beban penugasan setingkat Direksi. Direksi bertanggung jawab penuh atas kepengurusan perusahaan untuk menjalankan prinsip perbankan yang sehat termasuk mengimplementasikan visi. kecuali tanggung jawab dan wewenang jabatan dibedakan dengan Direksi. 4. misi. Komposisi 3 (tiga) Direksi adalah: a. UU Perseroran Terbatas dan ketentuan GCG. sasaran usaha. Komposisi Direksi terus dievaluasi sesuai dengan perkembangan BANK MANDIRI SYARIAH . Ketiga Direktur yang berasal dari Bank Mandiri merupakan pengecualian GCG karena penugasan dari Pemegang Saham Pengendali–Bank BUMN.

namun demikian beberapa komite lainnya (Komite Pemantau Risiko. terkait dengan pemastian kepatuhan terhadap pengelolaan harta kekayaan (asset) bank yaitu pembiayaan. dan pengadaan barang & jasa telah diterapkan sertifikasi pengujian kepatuhan melalui penerbitan Sertifikat Kepatuhan (Compliance Certificate) yang pelaksanaannya pada unit bisnis ditugaskan kepada fungsi Pengawas Kepatuhan dan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) Cabang maupun Divisi. Di samping itu. Anggota Komite (pihak independen berpengetahuan Keuangan/Akuntansi) Komite Audit telah ikut serta dalam setiap rapat Komisaris dan Direksi yang telah berjalan rutin dan dihadiri minimal 2 (dua) orang anggota atau 66. Optimalisasi fungsi kepatuhan BANK MANDIRI SYARIAH terus disempurnakan sejalan dengan perkembangan organisasi BANK MANDIRI SYARIAH . Komite Remunerasi. dan Komite Nominasi. 6. Tujuan dan tugas utamanya adalah mewakili pihak DSN untuk membantu independensi fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan fatwa-fatwa DSN. Komite-Komite BANK MANDIRI SYARIAH diwajibkan membentuk Komite Audit.Kepatuhan Perbankan (FKDKP). Ketua Komite (Komisaris Independen) b. . Seluruh ketentuan eksternal yang berlaku telah dipatuhi dengan baik dan tidak ada sanksi hukum pelanggaran terhadap BANK MANDIRI SYARIAH terutama atas ketentuan BI maupun fatwa DSN.67% dimana keputusan rapat selama ini diambil secara musyawarah mufakat. Komite Pemantau Risiko. DPS juga bertugas mengarahkan. Komite Remunerasi dirangkapkan dengan Komite Nominasi) sedang dalam pembentukan dan ditargetkan pada tahun 2007. Dewan Pengawas Syariah (DPS) DPS dibentuk oleh BANK MANDIRI SYARIAH berdasarkan pengesahan RUPS setelah adanya Keputusan Dewan Syariah Nasional (DSN) dan persetujuan BI. Dari keempat Komitekomite di bawah Komisaris tersebut yang telah dibentuk dan berfungsi dengan baik adalah Komite Audit dengan komposisi: a. penempatan dana. Pada dasarnya Komite Audit BANK MANDIRI SYARIAH sudah sesuai dengan tuntutan GCG. Anggota Komite (pihak independen berpengetahuan Perbankan) c. 5.

KAP juga telah sesuai dengan kualifikasi permintaan pemegang saham pengendali. Corporate Secretary Dalam periode 2006. BANK MANDIRI SYARIAH menetapkan fungsi Corporate Secretary dirangkapkan kepada Divisi Corporate Affairs & Hukum (DCH). Pada hakekatnya. Ketua DPS (pihak independen berpengetahuan fiqih syariah) b. Kantor Akuntan Publik (KAP) Dalam pelaksanaan audit laporan keuangan. tugas Sekretaris Perusahaan adalah bertanggung jawab kepada Direksi sebagai struktur pendukung yang sangat penting untuk kelancaran pelaksanaan GCG.memeriksa dan mengawasi kegiatan Bank guna menjamin bahwa Bank telah beroperasi sesuai dengan aturan dan prinsip-prinsip syariah. 8. Pada dasarnya kinerja KAP sudah sesuai dengan tuntutan GCG dimana dalam melaksanakan tugasnya telah memenuhi prinsip independensi dan sesuai dengan ketentuan BI tentang transparansi laporan keuangan maupun PSAK59. didasarkan atas legalitas KAP. Anggota DPS (pihak independen berpengetahuan perbankan syariah) DPS terus meningkatkan perannya terhadap pelaksanaan operasional Bank secara keseluruhan dalam laporan publikasi Bank dan mengkaji produk/jasa baru yang belum ada fatwanya untuk dimintakan kepada DSN. Saat ini DPS beranggotakan 3 (tiga) orang dengan komposisi: a. lingkup audit. Komisaris. Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary) bertanggungjawab untuk mengkomunikasikan kondisi umum Bank dan kinerjanya kepada seluruh pihak yang berkepentingan (eksternal/Stakeholders) di pasar keuangan maupun kepada masyarakat . DSN. dan past performance. kompetensi (khususnya dalam melakukan audit di Bank Syariah). Laporan hasil pengawasan syariah dibuat mengikuti ketentuan yang berlaku untuk disampaikan kepada Direksi. dan BI. BANK MANDIRI SYARIAH menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Akuntan Publik (AP) yang terdaftar di BI. 7. Proses penunjukan dilakukan melalui RUPS atas rekomendasi Komite Audit melalui Komisaris setelah melalui pemilihan oleh Divisi terkait. Anggota DPS (pihak independen berpengetahuan fiqih dan ekonomi syariah) c.

risiko reputasi. adil dan diungkapkan secara professional dan tepat waktu kepada para pihak sesuai dengan peraturan dan anggaran dasar perusahaan. Divisi Pengawasan Intern (DPI) Mematuhi Peraturan Bank Indonesia No. 2. Secara sistematis dan berkesinambungan. yang pembentukannya mengacu kepada PBI tentang GCG. risiko pasar. Compliance. BANK MANDIRI SYARIAH selama tahun 2006 telah melakukan langkah-langkah dalam menerapkan sistem manajemen risiko yang efektif. sejak awal beroperasinya BANK MANDIRI SYARIAH telah membentuk Divisi Pengawasan Intern (DPI) yang . risiko operasional. dan risiko strategik. Risiko-risiko yang dihadapi oleh BANK MANDIRI SYARIAH meliputi risiko kredit. 3. efisien dan terpadu. risiko likuiditas. Divisi Kepatuhan dan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (DKP) Direktur Kepatuhan dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh Divisi Kepatuhan dan Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (DKP). Divisi Manajemen Risiko (DMR) Bank Syariah Mandiri (BANK MANDIRI SYARIAH ) menghadapi risiko-risiko dalam melakukan aktifitas bisnisnya.luas. risiko kepatuhan. DKP melalui petugas Pengawas Kepatuhan Prinsip Mengenal Nasabah (PKP) sebagai organ DKP yang ditempatkan di Cabang bertugas untuk memastikan kepatuhan serta prudensialitas telah berjalan di Cabang serta mencegah terjadinya Non-compliance terhadap seluruh aktivitas operasional Cabang yang harus sesuai (compliant) dengan ketentuan intenal maupun eksternal. Pada hakekatnya DKP memastikan bahwa pelaksanaan GCG. Know Your Customer Principle (KYCP) serta pengawasan melekat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka menerapkan pengawasan melekat. 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Semua materi yang diinformasikan dibuat secara transparan. risiko hukum. Unit Kerja Pendukung 1.

Unit Kerja (Divisi & Cabang) Lain Sesuai Indonesian Banking Sector Code. dan dikaji ulang (surveillance visit) setiap 6 bulanan. Hal ini mencerminkan bahwa secara struktural penerapan GCG disokong oleh seluruh jajaran perusahaan dan menjadi mutlak. Aktivitas utama Divisi Pengawasan Intern (DPI) adalah melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap seluruh aspek operasional dan pembiayaan yang berbasis risiko (risk-based audit). Selanjutnya. Untuk menjamin mutu/kualitas jasa audit yang dilakukan. sehingga tidak dapat ditawar-tawar. akan dilakukan renewal certificate assessment ISO pada bulan April 2007. Oleh karenanya GCG harus dijalankan secara maksimal sesuai dengan bidang tugas masing-masing. dan memiliki jalur komunikasi dengan Dewan Komisaris maupun Direktur Kepatuhan. 4. organisasi yang terlibat dalam penerapan GCG selain manajemen juga mencakup Unit Bisnis. Divisi Pengawasan Intern telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000 untuk Quality Management System yang diberikan oleh lembaga internasional Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) untuk masa 26 Maret 2004 – 25 Maret 2007. maka Divisi Pengawasan Intern senantiasa memonitor tindak lanjut setiap rekomendasi hasil audit internal maupun eksternal agar tercipta perbaikan kinerja dan sistem kerja BANK MANDIRI SYARIAH . sebagai upaya untuk mempertahankan kualitas. Penyempurnaan pedoman pengawasan intern terus dilakukan antara lain dengan revisi Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter) per 27 April 2005 dan perbaikan manualmanual mutu.menjalankan fungsi Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama. Sebagai wujud komitmen manajemen terhadap penerapan GCG. Salah satu terobosan dalam mengukur efektivitas pengendalian intern dan risiko atas setiap unit kerja (divisi maupun cabang) yang diaudit adalah penyempurnaan dan penerapan rating system. konstruktif dan konsultatif. 5. Stakeholders lainnya Antara BANK MANDIRI SYARIAH dengan Stakeholders lainnya (terutama eksternal BANK MANDIRI SYARIAH ) terjalin hubungan kerja dan bisnis yang sesuai . Operasional dan pendukung lainnya serta Cabang. yaitu Internal Control Scoring (ICS) mulai tahun 2007. dengan misi protektif.

keragaman layanan yang ditawarkan. Oleh karena itu struktur organisasi mencerminkan pandangan manajemen tentang cara yang paling efektive untuk mengoperasikan bank. Struktur organisasi tergantung pada besar-kecilnya bank (bank size). komputer service dan akuntansi. KEY ELEMEN : 1. Struktur organisasi setiap bank berikut tanggung jawab dan wewenang para pejabatnya bervariasi satu sama lain. keahlian personilnya dan peraturan-peraturan perundanganundangan yang berlaku.dengan profesionalisme dan kewajaran berdasarkan ketentuan yang berlaku. personalia dan sundries.SPESIALISASI PEKERJAAN Spesialisasi kerja. atau pembagian kerja untuk mendeskripsikan sampai tingkat mana tugas dalam organisasi dipecah-pecah menjadi pekerjaan-pekerjaan yang terpisah. bukannya keseluruhan pekerjaan dilakukan oleh . Sejalan dengan perkembangannya fungsi-sungsi tersebut dapat dibagi-bagi lagi dalam beberapa kegiatan. fungsi pembiayaan dapat dibagi dalam pembiayaan piutang (debt financing) berdasarkan prinsip jual-beli (murabahah. inkaso (collections). Tidak ada acuan baku bagi penyusunan struktur organisasi bagi bank dalam segala situasi kebutuhan operasinya. pembayaran tagihan (bill paying) dan lain. pembiayaan modal (equity financing) berdasarkan prinsip mudharabah (trustee financing) atau musyarakah (jount venture profit sharing). atau sewa-beli (ijarah). BANK MANDIRI SYARIAH telah memperhatikan hak dan kewajiban jajaran Stakeholders seoptimal mungkin serta memberikan pelayanan maupun informasi yang dibutuhkan. pengiriman uang (money transfer). Bank mengorganisasikan fungsifungsinya untuk melayani nasabahnya atau menempatkan karyawan yang ada atau karyawan baru sesuai dengan bakat dan kemampuannyanya. pemrosesan simpanan (deposit) dan layanan yang berkaitan dengan simpanan (deposit related services) seperti pemindah – bukuan. Dalam hal ini. Dalam perbankan syariah. Fungsi operasi dapat dibagi dalam tellers. penerimaan simpanan (deposit). pembukaan rekening (opening new account). salam atau istishna). Hakikat spesialisasi kerja adalah bahwa.

Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya Departementalisasi yang dilakukan antara lain Departemen Direktorat Pembiayaan Koperasi&Komersial. 3. Keunggulan utama dari tipe pengelompokkan ini adalah tercapainya efisiensi dengan mengumpulkan spesialis yang sama. Departemen Direktorat Treasury & Jaringan. Departementalisasi fungsional mengusahakan tercapainya skala ekonomi dengan menempatkan orang dengan keterampilan dan orientasi yang sama ke dalam unit-unit bersama. Rantai ini menjawab pertanyaan para karyawan seperti misalnya “Kepada siapakah saya harus pergi jika saya mempunyai masalah?” dan “Saya bertanggung jawab kepada siapa?”.DEPARTEMENTALISASI Departementalisasi adalah pengelompokkan pekerjaan-pekerjaan sehingga tugas yang sama / mirip dapat dikoordinasikan. Mikro & Program. Salah satu cara paling popular yang dilakukan untuk mengelompokkan pekerjaan adalah menurut fungsi yang dijalankan. Divisi Pembiayaan Konsumer. seluruh pekerjaan itu dipecah-pecah menjadi sejumlah langkah dengan tiap langkah diselesaikan oleh individu yang berlainan.satu individu. 2. Departemen Direktorat Operasi & Pendukung. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya spesialisasi pekerjaan yang dilakukan agar manajemen dalam perusahaan itu lebih mudah untuk dilakukan misalnya pada Departemen Direktorat Pembiayaan Komersial & Konsumer ada spesialisasi pekerjaan lagi menjadi Divisi Pembiayaan Kecil. Departemen Direktorat Kepatuhan & Manajemen Resiko. Kita tidak dapat membahas rantai komando tanpa membahas dua konsep komplementer. wewenang dankesatuan komando.RANTAI KOMANDO Rantai Komando merupakan garis wewenang yang tidak terputus yang terentang dari puncak organisasi ke eselon terbawah dan memperjelas siapa melapor ke siapa. Departemen Direktorat Pembiayaan Komersial & Konsumer. Divisi Pembiayaan Komersial cabang dan Divisi Pengembangan Produk sehingga bisa meningkatkan produktivitas kerja. Wewenang mengacu ke hak-hak yang inheren dalam posisi manajerial untuk memberi perintah dan mengharapkan perintah itu .

Tetapi rentang yang kecil mempunyai tiga kekurangan utama. rentang kendali yang kecil mendorong penyeliaan ketat yang berlebihan dan tidak mendorong otonomi karyawan. Kedua. Asas kesatuan komando membantu mengamankan konsep garis wewenang yang tidak terputuskan.dipatuhi. organisasi itu tersentralisasikan. Sebaliknya. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa rentang kendali yang ada adalah rentang yang kecil. Lazimnya. 4. makin banyak personil tingkat lebih bawah memberikan masukan atau sebenarnya diberi keleluasaan untuk mengambil keputusan makin ada desentralisasi. manajer dapat menyelenggarakan pengendalian yang ketat. SENTRALISASI dan DESENTRALISASI Sentralisasi mengacu pada sampai tingkat mana pengambilan keputusan dipusatkan pada titik tunggal dalam organisasi. Serta ada juga rantai koordinasi yang dijalankan pada struktur organisasi diatas sehingga mempermudah jalannya rantai komando yang sudah ada. Ketiga. 5. rentang ini membuat komunikasi vertical dalam organisasi menjadi lebih rumit. makin efisien organisasi itu.RENTANG KENDALI Rentang kendali ini sangatlah penting. makin luas atau besar rentang itu. Bila semua hal sama. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya desentralisasi dikarenakan pada bank ini berasaskan ISLAM yang membiasakan untuk musyawarah . dikatakan bahwa jika manajemen puncak mengambil keputusan utama organisasi dengan sedikit atau tanpa masukan dari personil tingkat lebih bawah. karena sangat menentukan banyaknya tingkatan dan manajer yang harus dimiliki oleh organisasi. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa adanya rantai komando yang jelas antara tiap Pimpinan Direktorat dengan penanggung jawab setiap divisi dari Direktorat tersebut serta dengan Direktur Utama yang bertugas bertanggung jawab mengkoordinasikan setiap Direktorat yang ada. Pertama. Dengan menyelenggarakan rentang kendali dari tiga atau empat karyawan. rentang ini mahal karena menambah tingkat-tingkat manajemen. Tingkat-tingkat hierarki tambahan memperlambat pengambilan keputusan dan cenderung mengucilkan manajemen atas. Rentang yang kecil ada keuntungannya.

Customer Focus Memahami dan memenuhi kebutuhan pelanggan untuk menjadikan Bank Syariah Mandiri sebagai mitra yang terpercaya dan menguntungkan. Integrity Menaati kode etik profesi dan berpikir serta berperilaku terpuji. Humanity Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan religius. Jika pekerjaan sangat diformalkan. Shared Values Bank Syariah Mandiri disingkat “ETHIC”. di situ terdapat uraian jabatan yang tersurat. • • • • Teamwork Mengembangkan lingkungan kerja yang saling bersinergi. dan bagaimana seharusnya ia mengerjakannya. kapan harus dikerjakan. • Excellence Berupaya mencapai kesempurnaan melalui perbaikan yang terpadu dan berkesinambungan.mufakat untuk mengambil suatu keputusan dengan adanya fungsi Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Komisaris. Pada struktur organisasi PT BANK SYARIAH MANDIRI dapat kita lihat bahwa formalitas sangatlah dijaga keberadaanya dikarenakan suatu bank harus mempunyai pengaturan manajemen yang jelas akan tetapi formalitas di bank ini tidaklah terlalu ketat mengingat budaya yang dimilikinya antara lain. Di mana terdapat formalisasi yang tinggi. banyak aturan organisasi. dan prosedur yang terdefinisi dengan jelas yang meliputi proses kerja dalam organisasi. 6. FORMALISASI Formalisasi mengacu pada tingkat dimana pekerjaan di dalam organisasi itu dibakukan. pelaksana pekerjaan itu mempunyai kuantitas keleluasaan yang minimum mengenai apa yang harus dikerjakan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful