Buletin TRO Vo. XV No.

1, 2004

ANALISIS SISTEM PERENCANAAN MODEL PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MINYAK DAUN CENGKEH : STUDI KASUS DI SULAWESI UTARA
Agus Supriatna S.1), U. Niko Rambitan2), D. Sumangat1) dan N. Nurdjannah1) 1)Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian 2)Deperindag Propinsi Sulawesi Utara ABSTRAK
Limbah dari tanaman cengkeh yang berupa gagang dan daunnya belum sepenuhnya dimanfaatkan di daerah Sulawesi Utara, padahal dari limbah ini masih dapat diperoleh minyak dengan cara penyulingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem perencanaan awal sebuah agroindustri penyulingan minyak atsiri dari daun cengkeh di wilayah Sulawesi Utara, serta menganalisis kelayakannya baik dari aspek teknik, manajemen maupun aspek finansialnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan serta peluang pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri dari daun cengkeh khususnya di wilayah Sulawesi Utara dalam skala usaha yang lebih besar. Diharapkan teknologi ini mampu meningkatkan nilai tambah komersial yang akan meningkatkan kesejahteraan petani. Metode yang digunakan adalah rancangan tata letak pabrik (plant layout design) dan metode ekonometrik. Berdasarkan kriteria pemilihan lokasi pabrik di Sulawesi Utara, maka Kabupaten Minahasa merupakan lokasi yang tepat dilihat dari segi ketersediaan bahan baku, kemudahan pemasaran, kemudahan transportasi, ketersediaan tenaga kerja, sarana listrik, air, kemudahan investasi, iklim, unsur penunjang dan prospek jangka panjang. Secara teknis pabrik yang dirancang memiliki kapasitas penyulingan 18 ton daun cengkeh kering per harinya dengan prediksi perolehan minyak 504 kg/ hari pada rendemen penyulingan 2,8%. Secara finansial prediksi investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tersebut di atas adalah Rp. 863.132.800,-. Modal investasi ini diperkirakan akan kembali selama 0,63 tahun atau 7,56 bulan dengan titik pulang pokok 10.515,2 kg/ tahun. Kekayaan perusahaan pada akhir proyek sebesar Rp. 13.181.990.610,-. Dari hasil analisis kelayakannya diperoleh NPV Rp. 5.353.342.926,- (lebih besar dari nol), nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (18%) yaitu 49,2 % dan B/C rasionya 1,66 (lebih besar dari 1), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan teknologi penyulingan minyak di Sulawesi Utara layak untuk dilaksanakan.
Kata kunci : Cengkeh, penyulingan, tata letak pabrik

ABSTRACT Analysis of planning model system of clove leaf oil agroindustry : Case Study in North Sulawesi
North Sulawesi is well known as the main producer of clove in Indonesia. Its by product, such as the leaves and bud stalks have not been exploited yet, although we can obtain the essential oil by distillation process. This research aimed to analyse the preliminary planning system of clove leaf oil agroindustries in North Sulawesi, and its technical and management feasilibility. The result of this research is expected to open the opportunity of clove oil distillation in a larger scale. The technology could also increase the commercial added value to the farmers. The method used was plant layout design and econometrical method. Based on the plant choice criterion in Sulawesi, the district of Minahasa is chosen as the right place to develop the clove leaf oil agroindustry in terms of raw materil availability, marketing and infrastructure,

1

IRR value was 49. manpower.317 ton atau sekitar 60 % dari produksi dunia yang besarnya 2.990. layout PENDAHULUAN Cengkeh (Syzygium aromaticum L) merupakan komoditas perkebunan utama bagi daerah Sulawesi Utara. kekeliruan metode dalam proses perencanaan agroindustri yang bersifat strategis adalah menerapkan langsung teknik penelitian operasional atau aplikasi statistik deskriptif. Mirna (1989) telah melakukan penyulingan minyak daun cengkeh dengan rendemen 2. Keywords : Clove.515.2 kg per year.-. minyak daun cengkeh memiliki rendemen rata-rata 3. dalam Mirna (1989). the designed factory have a distillation capacities of 18 tones of dry clove leaves per day.800.(bigger than zero).353. B/C-ratio was 1.6 kg/cm2. sementara limbahnya yang berupa gagang dan daun cengkeh belum sepenuhnya dimanfaatkan dan menjadi limbah.56 %. 5. This investment will be returned after 0. Sebenarnya minyak cengkeh dapat pula diperoleh dari gagang dan daunnya. sedangkan tanaman yang berumur kurang dari 20 tahun dapat terkumpul sebanyak 0.96 kg/pohon. meskipun jumlahnya masih relatif kecil. 13.8 % pada tekanan uap 1. merupakan salah satu sumber devisa negara. Padahal dari kedua limbah ini masih bisa diperoleh minyak atsiri yang bernilai ekonomi tinggi. Areal perkebunan cengkeh di daerah ini sampai dengan tahun 2001 seluas 40. which produce 504 kg of clove leaf oil per day at distillation yield 2.46 kg/pohon (Guenther.926.66 (bigger than 1). distillation.8%. Dari tanaman yang berumur lebih dari 20 tahun. 2001). sebagai salah satu jenis minyak atsiri yang sebagian besar diperoleh dari bunga cengkeh.800 ton (Dinas Perkebunan Sulawes Utara. Diperkirakan produksi minyak daun cengkeh Indonesia pada tahun 2000 sebesar 1. The ecquity of company of the end of the project was Rp. with a break event point of 10. Feasibility study showed that the net present value (NPV) was Rp.56 months. investation and climate. karena selain nilai ekonominya rendah juga tidak merusak tanaman pokoknya. Sedangkan menurut Wahid et al.342.610 hektar dengan total produksi sebesar 11. Produksi cengkeh sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri rokok kretek.2 % (bigger than current bank interest 18%).63 year or 7. Menurut Eryatno (1999). Bagian yang disuling umumnya adalah daun yang telah gugur. Minyak cengkeh.132.610. Hal ini dapat menjebak proses perencanaan strategis menjadi rencana operasional jangka pendek tanpa arahan (direktif) yang terprogram. Financially. Secara historik teknik statistik mempunyai kekurangan dalam mendasarkan metodologinya untuk mempelajari sistem agroindustri secara 2 . investment prediction required to develop the clove leaf oil factory at above mentioned capacities is Rp. therefore it can be concluded that the development of clove leaf oil distillation is feasible to beexecuted in North Sulawesi.. 1972). setiap minggunya dapat terkumpul daun kering sebanyak ratarata 0..-.300 ton (Deperindag. 863.transportation facilities. Technically. 2002).181. Untuk mendapatkan minyak atsiri dari daun cengkeh dapat dilakukan dengan cara penyulingan.

Beberapa hal penting yang digunakan dalam analisa sistem ini adalah Lokasi pabrik Letak perusahaan yang bersifat industri umum biasanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Pengembangan agroindustri tidak bisa dianalisis secara parsial. Masing-masing criteria penilaian diberikan pula angka sesuai dengan kota alternatif. manajemen maupun aspek finansialnya. Minahasa dan Sangihe Talaud. 3 . air. Beberapa kriteria penilaian diberikan bobot bervariasi dengan angka 1. angka 2 derajat penting dan angka 3 derajat sangat penting. khususnya di wilayah Sulawesi Utara dalam skala usaha yang lebih besar yang mampu meningkatkan nilai tambah komersial dan kesejahteraan petani khususnya petani. serta menganalisis kelayakannya baik dari aspek teknik. namun harus dipahami dan dirancang secara keseluruhan karena pada dasarnya perubahan suatu bagian akan menyebabkan perubahan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem perencanaan awal sebuah agroindustri penyulingan minyak atsiri dari daun cengkeh di wilayah Sulawesi Utara. kapasitas produksi dan rancang bangun Kebutuhan bahan baku akan ditentukan berdasarkan daun cengkeh kering yang tersedia di lokasi terpilih. Pada akhir perhitungan. Sedangkan bahan penolong ditentukan berdasarkan kebutuhan bahan baku dan proses yang dilakukan. Untuk itu pemilihan lokasi alternatif pada penelitian ini didasari faktor-faktor ekonomi. sarana penunjang dan iklim. Angka yang diperoleh kemudian dijumlahkan dan diambil jumlah yang terbesar sebagai kabupaten terpilih. Penilaian dilakukan dengan memberikan huruf SB (sangat baik) dengan nilai 5.menyeluruh. Angka 1 menunjukkan derajat cukup penting. Lokasi yang menjadi alternatif pilihan berdasarkan faktor-faktor ekonomi tersebut adalah wilayah Propinsi Sulawesi Utara yang meliputi Kabupaten Bolaang Mongondow. listrik/energi. prospek. transportasi. Bahan baku. B (baik) dengan nilai 4. sesuai dengan keterkaitannya terhadap kelanggengan pabrik. S (sedang) nilai 3. K (kurang) nilai 2 dan SK (sangat kurang) nilai 1. masing-masing bobot pada faktor ekonomi dikalikan dengan masing-masing bobot pada kabupaten alternatif. METODOLOGI Metode yang digunakan adalah metode rancangan tata letak pabrik (plant layout design) dan metode ekonometrik. pasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan serta peluang pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri dari daun cengkeh. yang meliputi ketersediaan bahan baku. penentuan lokasi pabrik dapat dilakukan dengan menggunakan sistem pembobot. investasi. tenaga kerja. Menurut Ahyari (1979). 2 dan 3.

(2) biaya bangunan dan konstruksi. O. dengan keterangan : A (absolutely) = letak antar kegiatan satu harus saling berdekatan dan bersebelahan dengan kegiatan yang lain. kontrol proses mudah. karena pabrik yang dirancang merupakan pabrik yang menghasilkan satu jenis produk yaitu minyak daun cengkeh. dan (2) berdasarkan kemungkinan daya serap pasar. selain bisa menghasilkan rendemen minyak yang tinggi. Ruang dan tata letak pabrik Kebutuhan ruang ditentukan berdasarkan kebutuhan alat/mesin dan perlengkapan. U (unimportant) = letak antar kegiatan bebas tidak saling terikat dan X (undesirable) = letak antar kegiatan tidak boleh saling berdekatan atau harus saling berjauhan. I (important) = letak antar kegiatan harus cukup berdekatan. 4. diberikan derajat keterkaitan antar aktivitas yang dinyatakan dengan huruf A. Sistem penyulingan pada dasarnya dibedakan menjadi tiga cara yaitu system penyulingan air. 2. air dan uap. Dari derajat keterkaitan tersebut diberikan pula kode alasan pemilihan derajat keterkaitan dengan angka 1. Dalam penelitian ini digunakan tata letak tipe produk. waktu produksi singkat. 3) pengawasan. yang bertujuan untuk melihat keterkaitan hubungan antar aktivitas yang terjadi pada industri/pabrik sehingga dapat menjadi pedoman dalam merancang tata letak pabrik secara menyeluruh. Modal investasi. 2) penggunaan pekerja yang sama. serta (3) biaya pra operasional. biaya produksi per unit rendah dan keahlian pekerja yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi. O (ordinary) = letak antar kegiatan tidak harus bedekatan. 6) adanya komunikasi atau pencatatan. I. kebersihan dan kenyamanan. Analisis finansial a. E. Keuntungan tata letak tipe produk menurut Apple (1983) adalah adanya aliran bahan yang lancar. sistem ini sangat baik untuk proses penyulingan dengan kapasitas yang besar. 4 . asap dan debu. 4) efisiensi waktu dan jarak. (3) biaya pengadaan alat/mesin dan perlengkapan. Dalam penelitian ini dipilih sistem penyulingan dengan menggunakan uap langsung. 3. Menurut Apple (1977) untuk menggambarkan hubungan keterkaitan antar kegiatan. 7) kontak antara pekerja dan 8) keindahan. 5) bising. dan uap langsung. Salah satu teknik untuk menentukan tata letak pabrik adalah analisis keterkaitan antar aktivitas. digunakan untuk (1) pembelian tanah.Faktor pembatas dalam perhitungan kapasitas produksi ditentukan berdasarkan dua aspek. 5. yaitu : (1) berdasarkan kemampuan pemasokan bahan baku. Sedangkan kerugiannya adalah apabila terjadi kerusakan pada salah satu proses akan mempengaruhi dan mengganggu keseluruhan system produksi tersebut. U dan X. E (especially important) = letak antar kegiatan harus berdekatan. 6. 7 dan 8 dengan penjelasan bahwa 1) urutan proses atau kerja.

Waktu pengembalian modal adalah investasi yang tertanam dibagi dengan keuntungan bersih tahunan dan penyusutan. Waktu pengembalian modal. Analisis kelayakan proyek a. biaya perbaikan dan pemeliharaan. 1979).) i = Tingkat bunga modal yang berlaku (%)/Present capital interest P = Harga awal alat/mesin dan bangunan (Rp)/Initial cost of plant (Rp. Arus kas bersih. f.. biaya bahan bakar. et al. Harga pokok adalah semua biaya untuk pembuatan produk (biaya produksi).b. Bila dalam analisa diperoleh NPV lebih besar dari nol berarti investasi layak untuk dilaksanakan. BEP = Jumlah penjualan pada titik pulang pokok/Number sold at BEP FC = Biaya tetap (Rp)/Fixed cost H = Harga jual/unit (Rp/unit)/ Selling price/unit VC = Biaya tidak tetap/unit (Rp/unit) Vatious cost/unit c. pajak dan asuransi. d.(3) Bunga modal dihitung dengan menggunakan rumus (De Garmo. et al. et al. bunga modal. Biaya tetap meliputi biaya penyusutan. sebagai berikut : D = (P – S)/N . Jika NPV lebih kecil dari nol berarti investasi tidak layak untuk dilaksanakan.) N = Umur eknonomi alat/bangunan (tahun)/Plant economic age/years Dimana. Titik pulang pokok ini dirumuskan (De Garmo. Analisis titik pulang pokok (BEP) digunakan untuk mengetahui jumlah minimum penjualan produk dengan tujuan perusahaan tidak mengalami kerugian dan juga tidak mendapatkan keuntungan. merupakan selisih antara present value dari penerimaan dengan present value dari biaya. listrik. sebagai berikut : iP( N + 1) …………………(2) I= 2N Dimana : I = Bunga modal (Rp)/Capital interest (Rp.. Biaya tetap digunakan untuk biaya bahan baku dan bahan penolong. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (De Garmo. dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. 1979). serta upah karyawan.) S = Harga akhir alat/mesin dan bangunan (Rp)/End cost of plant and building (Rp. 1979) : BEP = (FC)/(H – VC) …………./years) P = Harga awal alat/mesin dan bangunan (Rp)/Initial cost of plant and building (Rp. Jika NPV sama dengan nol 5 . Net present value (NPV). merupakan analisis antara total penerimaan dan total pengeluaran selama umur proyek untuk mengetahui jumlah kekayaan perusahaan setiap tahun dan pada akhir proyek.) N = Umur ekonomi alat/mesin dan bangunan (tahun)/Economic age of plant and building (years) e.………………….(1) Dimana : D = Penyusutan (Rp/tahun)/Reduction (Rp. digunakan untuk mengetahui berapa lama modal awal tertanam dalam proyek.... Harga jual merupakan harga pokok ditambah keuntungan 20 % dari harga pokok dan pajak penjualan.

2002).. (5) NPV '− NPV " Dimana : NPV’ = NPV positif hasil percobaan nilai i/NPV positive from exp. 3. Mengingat Kabupaten Minahasa ini sangat luas dan transportasi masih sulit. 3. Bahan baku dan kapasitas produksi Sampai dengan tahun 2002 Kabupaten Minahasa memiliki areal tanaman cengkeh seluas 41.i NPV” = NPV negatif hasil percobaan nilai i/NPV negative from experimant value-i i’ = Bunga modal pada NPV positif/Interest at NPV positive i” = Bunga modal pada NPV negatif/Interest at NPV Negative c. Tereran. Internal rate of return (IRR). Tenga. sehingga rata-rata areal untuk setiap kecamatannya adalah 1. Lima kecamatan yang memiliki areal tanaman cengkeh terbesar berturutturut adalah Kecamatan Kombi.. Kakas dan Kec. Berdasarkan Tabel 2.639 ha.25 hektar.1 ha.95 ha. b.. Selanjutnya pemilihan lokasi ditentukan berdasarkan kriteria penilaian pada masing-masing daerah yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow. Lembean Timur dengan areal berturutturut adalah 5. Minahasa dan Sangihe Talaud ditunjukkan dalam Tabel 2.583 ha dan 2. yang tersebar di 38 kecamatan.menunjukkan bahwa tingkat bunga yang berlaku atau yang digunakan sebagai dasar perhitungan sama dengan tingkat suku bunga investasi.. atau tingkat bunga i yang membuat nilai NPV dari penanaman investasi sama dengan nol. IRR dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : NPV ' IRR = i + (i"−i ' ) . baik dari kedekatan wilayah dengan pasar..661 ha. maka diambil satu lokasi yang representative.094./Project economic age HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi pabrik Potensi wilayah di tiga kabupaten dalam memproduksi cengkeh ditunjukkan pada Tabel 1. Value. adalah suatu tingkat bunga dimana nilai kini (present worth) dari jumlah penerimaan sama dengan nilai dari jumlah pengeluaran. kemudahan transportasi. (6) n t B/C−ratio tn1 == t=1 ∑(Bt−Ct)/(1+i) t (Bt – Cc) < 0 6 ..) Ct = Biaya pada tahun ke-t/Cost at year-t t = tingkat suku bunga/Interest level n = umur ekonomis proyek.573.410.608.5 ha (Disbun Minahasa. Net B/C ratio. n Bt − Ct …………(4) NPV = ∑ t t =1 (1 + 1) Dimana : Bt = Keuntungan pada tahun ke-t/ Capital interest (Rp. maupun ketersediaan bahan baku. merupakan perbandingan antara total dari keuntungan bersih dengan biaya bersih. yang dirumuskan : ∑(Bt−Ct)/(i +i) (Bt – Ct) > 0 . lokasi terpilih adalah Kabupaten Minahasa karena memperoleh nilai tertinggi setelah dilakukan pembobotan. 2.

2. sehingga akan diperoleh minyak sebanyak 504 kg setiap harinya. Kabupaten/District Bolaang Mongondow Minahasa Sangihe Talaud Areal/Area (ha) 4. 5.500 1. 6.708 31. 3. maka jumlah bahan baku yang dapat ditampung setiap harinya adalah 18.Tabel 1.7 kg/phn per minggu dan satu tahun 300 hari kerja). 3. Area and clove production in North Sulawesi in 2001 No. maka apabila di satu kecamatan dirancang sebuah pabrik penyulingan minyak daun cengkeh yang dapat menampung daun cengkeh kering dari areal 1000 hektar. jumlah daun kering 0. Beberapa alasan yang dapat dikemuka- 7 . 4. 7. 2. Faktor Ekonomi Economic factor Bahan Baku/ Raw materail Pasar/Market Transportasi/ Transportation Tenaga kerja/ Labor Listrik/Electriaty Air/Water Investasi/ Investment Iklim/Climate Penunjang/ Supports Prospek/Prospect Jumlah/Total Bobot Value 3 2 2 1 1 3 2 1 2 2 Bolaang Mongondow Bobot Jumlah Value Number 3 (S) 9 4 (B) 3 (S) 4 (B) 5 (SB) 5 (SB) 4 (B) 4 (B) 4 (B) 4 (B) 8 6 4 5 15 8 4 8 8 75 Minahasa Bobot Jumlah Value Number 5 (SB) 15 5 (SB) 4 (B) 5 (SB) 5 (SB) 5 (SB) 4 (B) 5 (SB) 4 (B) 5 (SB) 10 8 5 5 15 8 5 8 10 89 Sangihe Talaud Bobot Jumlah Value Number 3 (S) 9 3 (S) 2 (K) 3 (S) 3 (S) 4 (B) 3 (S) 3 (S) 2 (K) 3 (S) 6 4 3 3 12 6 3 4 6 56 Berdasarkan rata-rata areal di atas.8 %.750 8. Value criterion at three districts in North Sulawesi No 1. 8.165 4. 9. 10.9 ton daun cengkeh kering (asumsi jarak tanam rata-rata 8 x 8 m. Kriteria penilaian pada tiga kabupaten di Sulawesi Utara Table 2. Dalam penelitian ini akan dirancang sebuah pabrik penyulingan minyak daun cengkeh dengan kapasitas 18 ton daun cengkeh kering per hari (setara dengan areal 1000 hektar) dan rendemen penyulingannya rata-rata 2.510 Sumber/Source : Disbun Propinsi Sulut (2002) Tabel 2. 1. Areal dan produksi cengkeh di Sulawesi Utara pada tahun 2001 Table 1.652 Produksi/Productions (ton) 1.

d) ruang pembuangan ampas tidak boleh saling berdekatan atau harus saling berjauhan karena kotor. Letak ruang kantor dengan a) ruang penanganan hasil harus berdekatan dengan alasan untuk kemudahan pengawasan. Letak antara ruang produksi dengan a) bak penampungan harus saling berdekatan dan bersebelahan untuk menjaga urutan proses. kotor. 2. b) penampungan bebas tidak saling terikat. kebersihan dan kenyamanan. e) gudang briket bebas tidak saling terikat. c) ruang pembuangan ampas tidak boleh saling berdekatan atau harus saling berjauhan karena debu. 3. bau serta untuk menjaga keindahan. Letak ruang penanganan hasil dengan a) ruang produksi harus saling berdekatan dan bersebelahan untuk kemudahan urutan proses kerja dan efisiensi waktu dan jarak. (2) cara kukus dan (3) cara uap langsung (menggunakan ketel uap). mesin serta perlengkapan lainnya tertera pada Tabel 3 di bawah ini. debu. b) produksi tidak boleh saling berdekatan atau harus saling berjauhan untuk menghindari kebisingan. bau dan untuk menjaga kebersihan. dan (2) tanaman cengkeh umumnya dibudidayakan dengan tanaman sela. Analisis ini perlu dilakukan untuk efisiensi baik dalam penggunaan ruang maupun untuk kelancaran kerja. Spesifikasi alat. kesehatan serta kenyamanan. Tata letak pabrik Sebelum menentukan tata letak pabrik dilakukan analisis keterkaitan antar aktivitas. f) ruang penjemuran bebas tidak saling terikat. g) letak ruang kantor dengan ruang penjemuran harus cukup berdekatan untuk kemudahan komunikasi dan pencatatan. keterkaitan antar aktivitas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Berdasarkan Gambar 2 tersebut. Rancangan proses. Proses penyulingan dilakukan dengan menggunakan uap langsung atau menggunakan ketel uap sebagai sumber uap panasnya. d) gudang briket bebas tidak saling terikat. spesifikasi alat dan perlengkapan Proses penyulingan minyak atsiri pada dasarnya ada tiga cara. yaitu (1) cara rebus. e) gudang bahan baku bebas tidak saling terikat.kan berkaitan dengan pemilihan kapasitas tersebut diantaranya adalah (1) tipologi lahan yang terjal dan berbukit sangat menyulitkan dalam mobilisasi angkutan bahan baku. asap dan demi terjaganya keindahan. kebersihan dan kenyamanan. efisiensi waktu dan jarak. c) bak penampungan bebas tidak saling terikat. b) ruang pembuangan ampas harus cukup berdekatan dengan alasan urutan proses dan untuk menjaga efisiensi 8 . f) gudang bahan baku tidak harus saling berdekatan dengan alas an hanya kontak antar pekerja. komunikasi dan pencatatan serta kontak antar pekerja.

Bagan proses penyulingan minyak atsiri Figure 1.Daun cengkeh/ Clove leaves Air sungai/ River water Pengeringan/ Drying Bak air/ Water container Penyimpanan/ Storage Penimbangan/ Waging Pemanasan ketel uap/Heating Penyulingan/ Destilation Ampas/ Waste Uap air + minyak/ Oil + water Air panas/ Hot water Pembuatan Briket/ Bricketing Kolam kondensasi/ Condencation Bahan bakar/ Fuel Minyak/ Oil Pemisahan/ Seperating Air distilat/ Distilated water Abu/ Dust Pemurnian/ Refining Pupuk/ Fertilizer Penampungan/ Storage Pengemasan/ Packing Gambar 1. Destilation chart of clove oil 9 .

Kantor/Plant Ruang Penanganan Hasil/Post Harvest Room Ruang Produksi/ Production Room Bak Penampungan/ Container Ruang Pembuangan Ampas/Waste Room Gudang Briket/ Warehouse Gudang Bahan Baku/ Warehouse for raw material Ruang Penjemuran/ Drying Room Gambar 2. Inter-relation ship between activities 10 . Bagan keterkaitan antar aktivitas Figure 2.

adanya penggunaan pekerja yang sama. 15 % untuk keuntungan antara 25 – 50 juta rupiah. 6. adanya penggunaan pekerja yang sama. kemudahan pengawasan. Hari kerja efektif 300 hari/tahun dengan 8 jam kerja/hari dan biaya pemeliharaan alat/mesin. e) ruang penjemuran bebas tidak saling terikat. 7. Pajak penjualan sebesar 10 % dari harga pokok dan pajak pendapatan perseroan (PPs) sebesar 10 % untuk keuntungan hingga 25 juta rupiah. c) gudang bahan baku bebas tidak saling terikat. Letak antara gudang bahan baku dengan ruang penjemuran harus saling berdekatan dan bersebelahan dengan alasan merupakan urutan proses kerja. diantaranya adalah : 1. 5. dan asuransi tenaga kerja sebesar 2 % dari total upah per tahun. Letak antara bak penampungan dengan a) ruang pembuangan ampas bebas tidak saling terikat. bangunan. 6. d) ruang penjemuran bebas tidak saling terikat. waktu dan jarak. 11 . Nilai akhir alat/mesin dan bangunan adalah 10 %. Umur ekonomi alat/mesin adalah 10 tahun dan bangunan 20 tahun.4. tanah dan bangunan sebesar 1 % dari nilai awal. sedangkan nilai akhir tanah adalah 200 %. 4. d) gudang bahan baku harus berdekatan dan bersebelahan karena merupakan urutan proses dan untuk efisiensi waktu serta jarak. dan 30 % untuk keuntungan di atas 50 juta rupiah. efisiensi jarak dan waktu. Tingkat digunakan adalah 18 % sesuai dengan tingkat suku bunga deposito yang sedang berlaku. kemudahan pengawasan dan untuk efisiensi jarak dan waktu. b) gudang bahan baku bebas tidak saling terikat. suku bunga yang 2. c) gudang briket harus berdekatan dan bersebelahan karena merupakan urutan proses dan untuk efisiensi waktu dan jarak. b) ruang penjemuran bebas tidak saling terikat. c) ruang penjemuran bebas tidak saling terikat. 3. Kelayakan pabrik Dalam menghitung analisis kelayakan pabrik penyulingan minyak atsiri ini digunakan beberapa asumsi. 5. Letak antara ruang pembuangan ampas dengan a) gudang briket harus berdekatan dan bersebelahan karena merupakan urutan proses atau kerja. b) ruang briket bebas tidak saling terikat. perlengkapan dan instalasi adalah 2 % dari harga awal. Pajak dan asuransi mesin dan peralatan sebesar 2 % dari nilai awal. Letak antara ruang briket dengan a) gudang bahan baku bebas tidak terikat. Berdasarkan uraian di atas dapat dibuat denah pabrik penyulingan minyak atsiri sesuai dengan criteria yang sudah ditentukan diatas.

5 x 0.5 x 2. size 2. to connicet water reservour with water softener.5 m diameter. ukuran 1 tangki 0. 3 m high.5 ton Berupa pipa stainless berdiameter 5 inchi yang direndam dalam kolam/Stainless pipe. size 0. trolley. Instalasi listrik bersumber dari PLN/ Eletric source of PLN.5 ton dan dilengkapi dengan katrol bebas/Lefling capasity 2. 1.5 x 0./Combi boiler of 7 kg/ cm2 Tabung silinder dengan diameter 1 m dan panjangnya 3 m. Garpu. trolley.5 x 0. 3 m long. jerigen. Pipa-pipa air yang akan menghubungkan tangki air dengan water softener. timbangan.8 cm. coated with Al. jerigen. ukuran 1 tangki 0.8 cm.5 ton. dll)/Accellerating production Menguji/analisis mutu minyak/ Oil quality analysis Silinder dengan diameter 1.5 x 2 meter/Capacity 10. etc Gelas piala 125 ml. glassware 12 . Katrol ini memiliki daya angkat 2. Kapasitas 10000 liter air. tinggi 3 m dan kapasitas 1. Kapasitas 1000 liter/Cylinder . 3 m high with 1. timbangan.5 x 0.5 x 0. dilengkapi dengan pipa-pipa pemisah/Al-container.5 x 0. katrol dan penerangan pabrik/Source of energy Membantu kelancaran produksi (Garpu. Nama Alat/Tools Tangki daun/ Leaf container Fungsi/Function Tempat bahan (daun cengkeh) yang akan disuling/Raw natural place Spesifikasi/Specification Tangki dari tembaga yang dilapisi aluminium berukuran diameter 2 m. trolley.5 x 2 m 2 Katrol listrik/ Electrical pulley Kondensor/Condcutor 3 Mengangkat dan meletakkan kembali keranjang daun pada tangki/Placing the raw material Mengubah fase uap menjadi fase cair/Condensation procrss Alat untuk membangkitkan uap/Tool to induce evaporation Mengalirkan dan mendistribusikan uap air secara merata ke tangki daun/Steam distribution Menampung minyak daun cengkeh yang dihasilkan/To collect the clove oil Menjernihkan dan memurnikan minyak/Clearing the oil 4 Ketel uap/ Combi boiler Steam header 5 6 Tangki penampung minyak/Oil container Dehidrator 7 8 Separator Memisahkan air dan minyak yang dihasilkan/Seperate from water Menampung sementara air yang akan diuapkan dalam ketel uap/To collect water before evaporation Menyaring dan menetralkan pH air/Sieving and pH control Mendistribusikan air/ Water distribution 9 Tangki penampung air/Water container 10 11 Water softener Instalasi air/ Water installation 12 Instalasi listrik/ Electric instalation 13 Peralatan pembantu/ Supporting tools 14 Peralatan pengujian mutu/Quality control Sumber energi untuk menggerakkan pompa.5 x 0. 1 m high. Didalamnya diberi garam untuk mengikat air/Cylinder 0.5 x 2.5 m diameter. Ukuran 2. ketel uap dan untuk keperluan kebersihan/Water. Tangki dari tembaga dilapisi aluminium.5 m dan tinggi 1 meter.8 cm/Alcontainer 0. 1 m diameter. pipet 10 ml dan pengaduk kaca/Lab.8 cm Silinder dengan diameter 0. gelas ukur 10 ml. Spesifikasi alat/mesin dan perlengkapan penyulingan daun cengkeh Table 3. Tangki dari tembaga dilapisi aluminium. dll. Jumlah tangki 6 buah/Cu-container.Tabel 3. Jenis ketel uap berpindah dengan tekanan 7 kg/cm2.5 x 0. 5 inch diameter. labu kasia 100 ml. Spesification of tools No 1. yang tersedia di pasar dengan ukuran standar/Fork.5 ton capasity.5 m dan tinggi 3 meter/Cylinder. 2 m diameter.000 l.

000.400. 5. = Rp. 6.- I. 7.3.00/m2 II.Jumlah/Total III.500.000.000.000. 5.200.000. 2.000. 3.000.000.000.500.000.000. 3.000.000.000. Tanah/Land : 1500 m2 x Rp.000.750.150.305.300.000.000.400.400.000.100.000.000. 150.1.000.000.125.000.000. Biaya Investasi Perlengkapan Kantor (Investment for office) No. 1.000.Secara rinci perhitungan kelayakan pabrik minyak atsiri dari daun cengkeh ini adalah sebagai berikut : Berdasarkan hasil analisis kelayakan di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan agroindustri minyak atsiri dari daun cengkeh di kabupaten Minahasa.15.3.Biaya (Rp)/ Total price 76. 6.210.000.300.6.000. 4.25.600.2. Uraian/ Discription Kursi dan meja tamu/Chair table Meja dan kursi/Table chair Kursi/Chair Lemari arsip/ Rak buku/ Mesin tik/Type machine Komputer/Computer Jumlah satuan/Unit 1 set 7 pasang/pair 20 buah 6 buah 1 buah 1 buah 1 buah Harga satuan/ Price/unit 750. Sulawesi Utara layak untuk dilaksanakan.000.- 13 .500.360.300. Bangunan/Building No.Jumlah/Total Biaya (Rp)/ Total price 750.200.000.000.250.600. Uraian/Description Taman dan jalan/ Road and garden Pagar/Hedges Kantor/Buildings Pabrik dan Gudang/ Plant and warchouse Lantai jemur/ Drying floor Bak limbah/ Waste container Jumlah satuan/Unit 765 m2 30 m 96 m2 250 m2 284 m2 105 m2 Harga satuan/ Price/unit 100. 100.000.28. 2.000. 1.000.75. 4.000.57.500.

000.992.000 + 393.000.000.000.000.404. 5.500.000.12.000.30.280.Total Pajak dan Asuransi (Total fix insurance) = Rp.Tanah (Land) = 1 % (150. 11.934. 28.280.000) = Rp.000.000.000.2. 3.-/th Pajak dan Asuransi (Insurrance and tax) Alat dan Mesin (Machine) = 2 % (393.000.000.000.000)(20 + 1)/40 = Rp. 4.000) = Rp.000.2.000.000.470.000. 13.180.360.000) = Rp.800. 7.000.3.600.000.500.000.000.000.000.132. 140.180. 10.200.000.200. 15.000.000.000.000.3. 7.600. Ketel uap/Steam kettle Steam header Tangki bahan/Raw material container Katrol listrik/Electric pulley Pompa air/Water pump Kondensor/Condentor Separator Dehidrator Tangki minyak/Oil container Peralatan QC/Quality control Tangki air/Reservoir Timbangan/Wage Troley Garpu daun/Leaf fork Kendaraan/Car Jerigen/Container V. 12.000.000 – 30.000. 863.869. 49. 23. 38.000.3.000.000) = Rp.1.Bangunan (Building) = 1 % (305.280.18 (305.000.Jumlah/Total Biaya (Rp)/ Total price 75.865.800.500.000.500.-/th Total Biaya Tetap (Total fix cost) = Rp. 14.000 . 6.000.5.500.1.000.000. 16.000.18 (393.3.550.000.000)/20 = Rp.1.5.824.000)/10 = Rp.720.5.770.000.Bangunan (Building) = 0.000)(10 + 1)/20 = Rp.4.000.000) = Rp.771.000.VII.5. 5.395. 1.750. 8.000.5000.000.VI. 9.000.280.000.Total Penyusutan (Total reduction) = Rp.- 1.100.142.500.500.000.280.055. 2. Total Investasi (Total investment) = A + B + C + D + E = Rp.000.000.000.000.000. 7.000.000.393.1. Uraian/Description Jumlah satuan/U nit 1 buah 1 buah 6 buah 1 buah 2 buah 6 buah 1 set 1 buah 1 buah 1 paket 1 buah 2 buah 2 buah 6 buah 1 buah 120 buah Harga satuan/ Price/unit 75.-/th 14 .600.500.IV.Astek (Insurance) = 2 % (470.39. 67.5.4.328. 13.-/th Bunga modal (Capital Interest) = I x P x (N + 1)/2N Alat dan Mesin (Machine) = 0.5.500.000.000.Total Bunga Modal (Total capital interest) = Rp.30.1.700.Bangunan (Building) = (305.000. 9. Biaya Tetap (Fix Cost) Penyusutan (Reduction) = (P – S)/N Alat dan Mesin (Machine) = (393.804. Alat dan Mesin No.000. Biaya Pra-operasional (Operational Cost) = 2 % x (6.100.000. 35.747.000.

3.400.771.000.1. 999. 1800/l) = Rp. 9.000.600. 360.000.200.200.597. Uraian / Discription 1.000.Keuntungan kotor = Pendapatan – B.024.597. Total = 3.-/th = Rp. 405.-/th/Year B.800. 40.21.Biaya (Rp) 3.140..000/kg Pendapatan bersih = (Rp. 1. 39.000. Staf Mekanik/ Mecanik staff 4.2.-/th/Year Upah karyawan/Wages = No.5.000/kg)(504 kg/hr)(300 hr/th) = Rp.370. 75.400/kWh) = Rp.-/th/Year B.000.825.000. 20.000.370 /(504 x 300) = Rp. 7.Jumlah 39.000.500.+ Rp.000.600.ton/hr)(300 hr/th)(Rp.883.-/kg) = Rp.280.000/bl)(12 bl) = Rp. Kebut. 999. 2.140.000. Bahan baku (Raw materail) = (18.500/kg) = Rp.000. 150. 100.-/th/Year B.5. 1200) = Rp.000/ton) = Rp. 300.000.-/th Harga pokok dan harga jual Harga pokok = 1.000.825.-/bl x 12 bl/th = Rp.140. Tidak Tetap = Rp. Kebut. 1. 7. Listrik (Electricity) = (500 kWh/bl)(12 bl)(Rp.000.865. 72.4. Satpam/kenek/Security Jumlah/Total 1 orang/Person 2 orang/Person 5 orang/Person 27 orang/Person 8 orang/Person Gaji/bulan 3.000.544 /kg + 20 % (7.000.053 /kg Pendapatan dan keuntungan Harga jual di pasaran diasumsikan Rp.000.000.600. Perbaikan dan Pemeliharaan (Maintenance) = 2 % (Rp.- 700.000 . Bahan bakar (Fuel) = (Rp.000.024.-/th/Year B.000.-/th /Year B. Tetap + B.597.544) = Rp.Biaya Total = B.630. Kepala bagian/ Head of the office 3. Garam (Salt) = (20 kg/bl)(12 bl)(Rp 1.200.000.1.470.770.600.000) = Rp. 20. bhn bkr kendaraan (Gasoline) = (75 l/hr)(300 hr/th)(Rp. 140.000. 200 l/hr)(300 hr/th)(Rp.000.000.Upah dalam satu tahun = Rp. 7.-/th Total biaya tidak tetap = Rp. 1.-/th 15 .402.600. Kepala Pabrik/ Head of the plant 2.000.-/th/Year B.370 = Rp.000.-/th/Year B. Operator/sopir/mandor/ adm/Operational staff 5.200.000.000. Biaya Tidak Tetap (Various cost B. 393.544 /kg Harga jual = Rp.000.VIII. Resin (Resin) = (2 kg/th)(Rp.000. Pengadaan air (Water) = (Rp.000.

158.975.000 330.0847 PV (28%) -863.770/(20.800 1.515.638.524.367.Keuntungan bersih = Keuntungan kotor – PPs.090 429.402. = Rp.2274 0.-/th) = Rp.524.524.741 1.656.531.000 Pengeluaran/ Credit 863.024.541 1.1911 0. 1.541 1.5158 0.736.800 1.524.132.459 1.353.524.2660 0. 1.171 834.436 705.000 Jumlah/Total Vn (18%) 1 0.0847 0.823 4.997.1776 0.524.0847 0.381.63 th Titik Pulang Pokok BEP = (FC)/(H-VC) = 140.7812 0.541 1.977.883.331.974.000 3.538.342.771.990.541 39.550.528 11.1388 0.581 63.610 13. 1.000 3.6) = 10.459 1.871.459 1.541 1.475.000.376.585 3.3704 0.475. 1.367.541 1.524.367.402.024.024.318.6086 0.282 3.000 3.265.541 1.1084 0.000.524.550.656.000 3.024.610 12.541 1.142.328. 49.440.656.641 310.328.550.541 39.132.541 1.440.524.528 308.024.024.000.000.112.541 1.125 832.524.475.069 12.524.524.024.2 kg/th Arus Kas Bersih/Cash flow Th ke/ Year 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NSAM NSTB Penerimaan/ Debit 0 3.000.812.2910 0.181.524.701 509.367.369.000 Kumulatif/ Comulative -863.086 16 .475.367.475.132. Analisis Kelayakan Pabrik/Fcasibility analysis of plant Th ke/ Year 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NSAM NSTB Arus kas bersih/ Net cash flow -863.630.977 506.800 504.459 1.800 1.883.656.367.800 1.333.000.8475 0.524.475.541 1.3139 0.318.656.068.940 7.239.524.829.367.367.381.024.541 1.7182 0.444.391.891 397.459 1.132.541 1.4371 0.541 1.158 597.926 Vn (28%) 1 0.000.-/th – (30 % x Rp.239.132.475.475.367.851.965.367.132.000 330.000.275.367.014.459 1.656.000 3.515.524.656.4768 0.367.541 1.000 3.475.000.953 363.049 982.541 1.588.077.475.000 3.800.841/th Waktu Pengembalian Modal T = Investasi/(Keuntungan bersih + Penyusutan) = Rp. 863.2255 0.Reduction XV.6104 0.489.446 8.367.541 1.342.000.905 7.367.000 330.081 242.987 10.3725 0.310.328.000 39.800 1.367.367.606.063.-/ (Rp.524.168.105 5.872.329 3.000 – 6612.541 1.367.524.784 261.524.541 1.610 Ket : NSAM = Nilai Sisa Alat dan Mesin/Rest of plant value NSTB = Nilai Sisa Tanah dan Bangunan/Rest of land and building value Pengeluaran = (BT + PPs) – Penyusutan/Input = (BT + PPs) .367.000 3.156.700/th) = 0.812.459 1.709.761.630.132.359 189.082 27.364 5.656.035.916.367.024.406 148.524.459 1.024.459 1.459 0 0 Arus kas bersih/ Net cash flow -863.744.656.656.660 115.367.1911 0.841/th + Rp.980 652.000 3.949.360.1911 PV (18%) -863.402.

000 1. Modal investasi ini diperkirakan akan kembali selama 0.130.024.63 tahun atau 7.XVI. tersedianya unsur penunjang dan prospek jangka panjang.779.400 316.189.656.510 949.475.18 + 5.926 (0.559. 5.328.233.2660 0. 2.086) = 0.000.515.2255 0.307.842.550.750.000 1.000 0 330.585.1911 Nilai sekarang/Present value Penerimaan/ Pengeluaran/ Debet Credit 0 863.459 3.168.000.000 1.5158 0.459 3.800 3.475.967.459 3.000. Kekayaan perusahaan pada akhir proyek sebesar Rp.000 1.1911 0.56 bulan dengan titik pulang pokok 10.600 519.581 0 63.656.132.656.459 3.1911 0. maka Kabupaten Minahasa merupakan lokasi yang tepat untuk pengembangan teknologi ini dilihat dari segi ketersediaan bahan baku.475.024.515.403.836.000.475.475.475.024.472 681.2 kg/tahun.6086 0.675 1.790.024.384.400 724.171.353.423 1.342.-. kemudahan pemasaran.28 – 0.549.216 577.656.200 854.000 1.18)/( 5.000.475.638.8475 0. 863.2 % (lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku) B/C ratio (18%) = 13.000.342.460 7.459 3.410.656..842.952 2.459 3.400 1.024.459 3.656.549. ketersediaan tenaga kerja.926.840.459 39.680.7182 0.610.459 3.990.000 440.042 1.000.475. kemudahan investasi. Secara finansial prediksi investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik minyak cengkeh pada kapasitas tersebut di atas adalah Rp.307.132.647 804.181.360.000 1.086 8. Berdasarkan kriteria pemilihan lokasi pabrik penyulingan minyak cengkeh di Sulawesi Utara.353.089. iklim.086/8.4371 0.353. Arus Kas biaya dan manfaat/Cashflow Th ke/ Yeras 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NSAM NSTB Penerimaan/ Debet Pengeluaran/ Credit DF (18%) 1 0.120.000.024. Secara teknis pabrik yang dirancang memiliki kapasitas penyulingan 18 ton daun cengkeh kering per harinya dengan prediksi perolehan minyak 504 kg/hari pada rendemen penyulingan 2.000 1.342.000 1.622.800.- 17 .000 0 Jumlah/Total NPV pada tingkat suku bunga 18 % = Rp.656. kemudahan transportasi.3.321.045.105 0 13.926 .406.459 3. 3.800 2.656.862.132.161 = 1.475.161 0 863.886. adanya sarana listrik.800 1.652.964 1.600 613.024.000 1.024.912.475.492 = 49.552.656.000.000 1. 13. adanya sarana air.024.024.008.750.840.000.3139 0.656.66 (lebih besar dari 1) KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1.3704 0.558.8%.(lebih besar dari nol) IRR = 0.000 373.000 1.

Mirna. Guenther. New York. Jilid I. Direktorat Jenderal Industri dan Dagang Kecil Menengah. Terjemahan UI-Press. 1972. Ahyari.66 (lebih besar dari 1). Balai Penerbitan Fakultas Ekonomi.. 5. A. Disbun Sulut..P. De Garmo. Yogyakarta. Inc.M. sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan teknologi penyulingan minyak di Sulawesi Utara layak untuk dilaksanakan. Mc Millan Publ. 1999. 18 .4. IPB Press. dan W. Engineering Economy. 1979. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Hasil analisis kelayakannya menunjukkan NPV Rp.(lebih besar dari nol). Dinas Perkebunan Propinsi Sulwasi Utara.926. Fateta.2 % dan B/C rasionya 1. Plant Layout and Material Handling Third Edition. Sulawesi Utara Dalam Angka. E. Pengembangan industri minyak atsiri dengan pendekatan klaster industri. Deperindag.. Apple. John Wiley and Sons. Saran Penelitian ini hanya merupakan prediksi dari sebuah perencanaan awal pembangunan pabrik penyulingan minyak atsiri dari daun cengkeh. E. 1989. RI. Eryatno. Ilmu Sistem. Co inc.G. 1983. nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (18%) yaitu 49.353. New York. Sullivan. Manado. 1979.R..342. Universitas Gadjah Mada. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA Deperindag. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Minyak Atsiri.. J. Pengaruh kombinasi cara dan lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak daun cengkeh. 2001. 2002. J. IPB. sehingga untuk mendirikan pabrik yang sesungguhnya perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam agar hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya. Canada. Manajemen Produksi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful