P. 1
Proses Produksi 2

Proses Produksi 2

|Views: 622|Likes:
Published by Anggi Bogi Sf

More info:

Published by: Anggi Bogi Sf on Jan 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

PENGELASAN Suatu proses penyambungan logam yang menjadi satu kesatuan akibat panas dengan atau tanpa pengaruh

tekanan. Suatu ikatan metalurgi yang ditimbulkan oleh gaya tarik menarik antara atom-atomnya. Pemegang paten pengelasan : Thomas Alfa Edison

Jenis-jenis proses pengelasan : 1. Pengelasan patri 2. Pengelasan tempa 3. Pengelasan gas - Oksiasetilen - Oksihidrogen 4. Pengelasan tahanan - Las titik - Las kampuh - Las proyeksi - Las tumpu - Las nyala - Las perkusi

5. Pengelasan busur - Elektroda karbon - Elektroda logam 6. Pengelasan elekron 7. Pengelasan laser 8. Pengelasan termit 9. Pengelasan ultrasonik (dingin)

Penyolderan Suatu teknik atau metoda penyambungan 2 jenis logam yang berbeda dengan bantuan energi listrik dimana logam tambahan yang cair dituang pada suhu + 430 0c. Logam tambahan yang umum digunakan : - Paduan timbel dan timah (titik lebur 180 - 370 0c) - Kadmium, perak atau zeng, sebagai bahan tambahan pada timah untuk memperoleh sifat fisis baik Pada penyolderan, kekuatannya ditentukan oleh gaya adhesi.

yang

Keuntungan proses penyolderan : 1. Memungkinkan penyambungan logam yang sulit dilas 2. Dapat menyambung logam dari jenis yang berlainan 3. Dapat menyambung bahan yang tipis dan kecil 4. Proses pengerjaan lebih cepat dan praktis 5. Cocok untuk proses pengerjaan bahan yang halus Bahan yang lazim untuk proses penyolderan : 1. Sirkuit rangkaian kabel elektronik, seperti radio 2. Blok mesin kendaraan 3. Mesin pengubah panas (heat exchanger) seperti setrika

Pematrian Suatu teknik atau metode yang berfungsi untuk menutupi/menambal bahan logam yang berlubang. Proses pematrian menggunakan logam tambahan jenis non-besi yang titik cairnya lebih besar dari + 430 0c, tetapi lebih kecil dari titik cairnya dari logam yang disambung. Logam dan paduan pematrian yang lazim digunakan : 1. Tembaga 2. Paduan tembaga 3. Paduan perak 4. Paduan aluminium

Jenis-jenis proses pematrian : 1. Tindih Patri

2. Temu Patri

3. Serong Patri

Keuntungan proses pematrian : 1. Memungkinkan penambalan logam secara sederhana 2. Dapat menambal logam dari jenis yang berlainan 3. Dapat menambal bahan yang tipis dan kecil 4. Proses pengerjaan lebih cepat dan praktis 5. Cocok untuk proses pengerjaan bahan yang kasar Bahan yang lazim untuk proses patri : 1. Pipa air ukuran kecil 2. Peralatan memasak, seperti panci dan kompor 3. Bahan terbuat dari plastik seperti ember

SAMBUNGAN LAS 1. Sambungan tumpul

2. Sambungan tumpul alur V

3. Sambungan tumpul alur double V

4. Sambungan tumpul alur U

5. Sambungan tekuk

6. Sambungan tumpang

7. Sambungan sisi

8. Sambungan T

9. Sambungan sudut

PENGELASAN TEMPA Bahan logam yang lazim digunakan dalam pengelasan tempa adalah baja karbon dan besi tempa. Proses pengelasan tempa : 1. Sebelum dilakukan penyambungan, kedua ujung benda tersebut dibentuk terlebih dahulu. 2. Proses penyambungan harus tepat ditengah- tengah. 3. Penempaan dilakukan mulai dari ke bagian ujung benda tersebut, sehingga oksida dan kotorankotoran lain akan terbawa keluar. 4. Untuk proses tempa tersebut, diperlukan bahan tambahan berupa fluks campuran boraks dan salmiak.

PENGELASAN GAS Proses pengelasan gas menggunakan campuran gas sebagai bahan pembakar. Gas yang umum digunakan adalah : 1. Gas alam (helium) 2. Gas asetilen (C2H2) 3. Gas oksihidrogen (oksigen +hidrogen)

Gas Asetilen (C2H2) Dihasilkan dari reaksi kimia antara kalsium karbida (CaC2) dengan air, gelembung gas yang naik dan endapannya dinamakan kapur tohor (Ca(OH)2). CaC2 + 2 H2O Ca(OH)2 + C2H2

Karena gas asetilen mudah terbakar, maka hasil reaksi tersebut harus dalam keadaan tertutup dalam tabung silinder baja dengan tekanan < 100 kpa.

Nyala Gas Oksiasetilen Merupakan campuran antara oksigen dengan gas asetilen. Oksigen sendiri berasal dari proses elektrolisa, dimana oksigen dipisahkan dari nitrogen. Oksigen harus dalam keadaan tertutup dalam tabung silinder baja dengan tekanan < 14 Mpa. Ada 3 jenis nyala api dari gas oksiasetilen, yaitu : 1. Nyala netral 2. Nyala reduksi 3. Nyala oksidasi

Nyala Netral Umumnya nyala netral digunakan untuk proses penyambungan dan pemotongan. Pada bagian ujung kerucut nyala netral, perbandingan antara oksigen dengan asetilen adalah 1 : 1. Selubung kerucut nyala netral berwarna kebiruan, dengan suhu maksimum mencapai 3500 0c. Bagian dalam kerucut memperoleh oksigen dari dalam, dan bagian luar kerucut memperoleh oksigen dari sekitar.

Nyala Reduksi Pada saat tekanan pengelasan dikurangi, maka akan terjadi asetilen berlebih di selubung luar nyala kerucut yang berwarna keputihan. Biasanya nyala reduksi digunakan untuk pengelasan : 1. Nikel 2. Logam non-ferro

Nyala Oksidasi Bila gas oksigen yang berlebih, akan diperoleh nyala yang mirip nyala netral, hanya saja nyala api pada selubung kerucutnya lebih pendek dan selubung luar kerucut berwarna biru. Nyala oksidasi digunakan pada pengelasan fusi, yaitu pada kuningan dan perungu.

Gas Oksihidrogen Menyala pada suhu 2000 0c, sehingga sangat cocok untuk pengelasan logam lembaran tipis. Nyala gas oksihidrogen dihasilkan dari campuran gas alam cair dengan udara, Perbedaan antara gas asetilen dengan gas oksihidrogen Gas asetilen Gas oksihidrogen 1. Pengaturan las lebih mudah 1. Pengaturan las agak sederhana rumit 2. Nyala gas dihasilkan dari 2. Nyala gas dihasilkan campuran kalsium karbida dari campuran gas alam dengan air cair dengan udara

PENGELASAN LISTRIK Dikembangkan oleh Elihu Thompson (tahun 1890), yang merupakan proses penyambungan untuk lembaran logam tipis. Ada 3 hal yang perlu diperhatikan : 1. Arus pengelasan (ampere) 2. Tahanan listrik (ohm) 3. Waktu (detik) Catatan : 1. Untuk memperoleh hasil pengelasan yang, ketiga variabel tersebut harus ditentukan dengan cermat. 2. Perlu ada tenggang waktu antara saat sambungan las mulai terbentuk. Bila sudah terbentuk arus dihentikan.

3. Tekanan pada sambungan harus dikendalikan dan disesuaikan dengan arus pengelasan. Jenis-jenis pengelasan listrik : 1. Las titik 2. Las proyeksi 3. Las kampuh 4. Las tumpul 5. Las nyala 6. Las perkusi

Las Titik Las titik merupakan jenis pengelasan listrik yang paling sederhana untuk lembaran baja. Salah satu syarat untuk mendapatkan hasil pengelasan yang baik adalah permukaan lembaran baja yang bersih dan bebas dari karat atau kotoran lainnya, karena karat dan kotoran tersebut menyebabkan panas yang berlebih. Ada 3 daerah dimana panas akan timbul : 1. Pada batas permukaan diantara kedua logam 2. Pada batas permukaan logam dengan elektroda 3. Dalam logam tersebut

Las Proyeksi Hampir mirip dengan las titik, yaitu dibuat titik-titik tertentu dalam benda kerja dengan pengaruh tekanan. Hal yang sangat menentukan adalah distribusi arus dan tekanan yang yang tepat. Hasil pengelasan proyeksi mempunyai penampilan yang lebih baik dibandingkan las titik. Umur elektroda lebih panjang karena di sini hanya digunakan permukaan yang rata dan pemeliharaan elektroda juga lebih mudah.

Las Kampuh Merupakan proses las yang menghasilkan sambunga las yang kontinyu pada lembaran logam yang bertumpuk. Sambungan terjadi oleh panas yang ditimbulkan tahanan listrik, yang ditekan diantara dua elektroda. Metode tersebut merupakan proses las titik yang kontinyu, arus tidak mengalir terus menerus, tetapi diatur oleh pengatur waktu. Las kampuh digunakan untuk pembuatan wadah logam, knalpot kendaraan dan spackboard, lemari es dan tangki bahan bakar.

Las Tumpul Bila dua jenis logam berukuran penampang sama saling menekan dan panas timbul pada permukaan kontak terdapat resistansi listrik. Hasil las biasanya menonjol, sehingga perlu pengerjaan lanjut seperti gerinda. Pemanasan las tergantung pada tekanan, jenis material dan kondisi permukaan. Las tumpul biasanya digunakan untuk penyambungan logam dengan diameter yang kecil seperti pipa.

Las Nyala Perbedaan las nyala dengan las tumpul adalah pada cara pemanasan benda logam, yaitu tekanan yang digunakan antara 35 ± 170 Mpa dengan arus listrik yang lebih kecil. Keuntungan las nyala : 1. Hasil las terlindung dari kontaminasi udara 2. Proses pengelasan berlangsung lebih cepat dan mudah Kerugian las nyala : 1. Tidak dapat dilakukan untuk proses pengelasan bahan paduan logam, seperti tembaga dan timah

K3 Dalam Pengelasan a. Kecelakaan Kerja 1. Nyala Sinar / Percikan Las - Mengganggu/mempengaruhi penglihatan - Panas yang ditimbulkan (bila terkena tubuh) - Tersengat percikan las (bunga api) 2. Gas dan Debu / Asap Pengelasan - Gas yang dikeluarkan dari asap/debu, yaitu : * Karbon monoksida (CO) * Karbon dioksida (CO2) * Nitrogen dioksida (NO2) * Ozon (O3)

- Jenis debu/asap dari bahan kimia las Jenis logam Cd Co Cr Cu Fe Mn Pb Zn Bentuk Debu Debu/asap Debu/asap Debu Debu Debu Asap Asap _____ Hasil Kadanium oksida (CdO) Kobalt Asam Khromat (CrO3) Tembaga Oksida besi (FeO) Mangan Belerang Zeng oksida (ZnO) Zeng klorida (ZnCl2)__

3. Ledakan dan Kebakaran - Adanya kebocoran selang atau tabung gas - Adanya benda yang mudah terbakar - Kesalahan/kelalaian operator dalam mengelas - Pemakaian nyala las atau aliran listrik yang berlebih

b. Perlindungan 1. Penutup Wajah (Masker) - Sebagai pelindung/penutup muka (juga berupa helm) - Menggunakan kacamata khusus untuk mengelas - Untuk menghindari dampak nyala api dan debu/asap las 2. Pakaian - Untuk melindungi kulit (terutama sarung tangan) - Menggunakan pakaian dengan desain khusus 3. Ruangan - Harus nyaman dan aman digunakan untuk ruang las - Kondisi ventilasi ruangan yang memadai - Sirkulasi udara agar ruangan tidak pengap

METROLOGI Metrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran. Metrologi merupakan konsep dasar membuat ukuran produk sesuai dengan standar yang berlaku (desain atau model), yang meliputi inspeksi, pengendalian mutu dan produksi. Satuan ukuran terdiri atas, satuan internasional (SI) dan British.

Ukuran Panjang Massa Suhu Gaya Waktu

SI meter kg F0 N detik

British_______ inci/feet lb/pound F0 lb menit

Dalam ilmu teknik industri, untuk melakukan pengukuran harus melalui inspeksi dan pengendalian mutu.

TEKNOLOGI PLASTIK Tahun 1839, Charles Goodyear (Inggris) menemukan karet keras (ebonit). Tahun 1869, J. W. Hyatt (Inggris) menemukan karet seluloid. Tahun 1909, L. H. Baekeland meneliti bahan karet menjadi bahan karet sintetis. Tahun1970, bahan plastik dikembangkan oleh industri di Indonesia. Bahan plastik secara bertahap mulai menggantikan bahan jenis gelas, kayu ataupun logam.

Keuntungan penggunaan bahan plastik : 1. Bentuk bahan plastik memiliki toleransi yang baik 2. Mudah dibentuk dibandingkan dengan bahan logam 3. Ringan, tahan korosi dan tahan kelembaban 4. Memiliki daya serap getaran yang baik Keterbatasan penggunaan bahan plastik : 1. Penggunaan bahan plastik sangat terbatas 2. Tidak tahan panas dan mudah terbakar 3. Kekuatan bahan plastik lebih rendah dibandingkan bahan logam 4. Bahan plastik lebih lunak, tidak ulet dan mudah rusak

Thermosetting Merupakan bentuk permanen, yang tidak dapat dibentuk kembali dengan pemanasan atau penekanan. Merupakan bahan yang mengeras selama proses pembentukan, yang terjadi karena proses kimia.

a. Formaldehida Phenol Sifat-sifat Formaldehida Phenol : - Keras, kuat dan tahan pemakaian - Tahan panas dan kedap air - Sebagai isolator listrik yang baik - Mudah dicetak Pemakaian Formaldehida Phenol : - Tombol remote control - Pelapis bahan radio - Laminasi - Tangkai pisau - Lem logam atau lem kaca

b. Formaldehida Urea Termurah diantara bahan thermosetting lainnya. Sifat-sifat Formaldehida Phenol : - Keras, kuat dan tahan kerapuhan - Dapat menyerap panas - Sebagai isolator listrik yang baik - Mudah dicetak Pemakaian Formaldehida Urea : - Peralatan listrik seperti rumah lampu, stop kontak - Kancing baju - Tutup botol plastik - Lem kayu

c. Furan Phenol Sifat-sifat Furan Phenol : - Keras, kuat dan tahan pemakaian - Kedap air - Sebagai isolator listrik yang baik - Mudah dicetak Pemakaian Formaldehida Phenol : - Bahan fiberglass - Peralatan listrik seperti rumah lampu, stop kontak - Bahan pelapis pipa dalam tanah

d. Melamine Formaldehida Sifat-sifat Melamine Formaldehida : - Keras dan kuat - Tahan panas dan kedap air - Sebagai isolator listrik yang baik - Mudah dicetak Pemakaian Melamine Formaldehida : - Pesawat telepon - Laminasi permukaan meja - Piring dan gelas - Panel listrik

e. Epoxy Sifat-sifat Epoxy : - Tahan keausan - Kuat - Sebagai isolator listrik yang baik - Sangat berbahaya bagi kulit Pemakaian Epoxy : - Bahan campuran cat - Produk bahan kimia - Laminasi - Bahan fiberglass

f. Silicone Resin Termahal diantara bahan thermosetting lainnya. Sifat-sifat Silicone Resin : - Tahan pemakaian - Tahan panas - Sebagai isolator listrik yang baik - Mudah dicetak Pemakaian Silicone Resin : - Perangkat spedometer kendaraan - Operasi bedah plastik - Kabel listrik - Peralatan dapur seperti ember

Thermoplastik a. Selulosa Sering dijumpai dan banyak dipakai, terbuat dari berserat. 1. Nitrat Selulosa Sifat-sifat Nitrat Selulosa : - Mudah terbakar - Tahan air - Ulet Pemakaian Nitrat Selulosa : - Pena tulis - Bola pingpong - Gagang sikat gigi

bahan

2. Asetat Selulosa Sifat-sifat Asetat Selulosa : - Mudah terbakar - Tahan air - Ulet Pemakaian Asetat Selulosa : - Tombol - Mainan plastik - Tempat baterai

3. Etilen Selulosa Sifat-sifat Etilen Selulosa : - Mudah terbakar - Tahan air - Ulet Pemakaian Etilen Selulosa : - Pelapis cuci cetak foto - Ujung tongkat golf

b. Polystyrene Sifat-sifat Polystyrene : - Agak rapuh - Tahan air - Ulet Pemakaian Polystyrene : - Pelapis rumah kipas angin - Pelapis luar pelat lemari es - Pelapis lensa kacamata - Pelapis aki (accu) - Kaset - Rol film - Wadah kosmetik (bedak, pembersih wajah dsb)

c. Polyethylene Sifat-sifat Polyethylene : - Agak rapuh - Tahan air - Tahan bahan kimia - Harga relatif mahal Pemakaian Polyethtylene : - Pelapis pembungkus deterjen - Pelapis tube pasta gigi - Pelapis tempat sampah plastik - Pelapis botol plastik kosmetik - Pelapis selang plastik - Cetakan es - Lapisan pembersih kaca mobil

d. Poly Vinyl Cloride (PVC) Sifat-sifat Poly Vinyl Cloride : - Kuat dan keras - Tahan air - Ulet Pemakaian Poly Vinyl Cloride : - Pelapis tangki bahan bakar - Pelapis pipa plastik - Pelapis piringan hitam - Pelapis sol sepatu - Pelapis payung - Pelapis selang air - Pelapis karpet plastik

e. Resin Acrylic Sifat-sifat Resin Acrylic : - Kuat dan keras - Tahan air - Ulet Pemakaian Resin Acrylic : - Pelapis dashboard mobil - Pelapis luar kaca spion - Pelapis anti bocor (aquaproof dsb)

f. Synthetic Resin Sifat-sifat Synthetic Resin : - Sangat rapuh - Tahan air - Ulet Pemakaian Synthetic Resin : - Pelapis koper - Pelapis pelindung kaca las - Tali rafia - Pelapis bahan kancing

g. Synthetic Rubber Sifat-sifat Syntetic Rubber : - Kuat - Tahan air - Ulet Pemakaian Synthetic Rubber : - Pelapis bahan cat - Pelapis bahan isolasi (lakban) - Selang-selang mesin kendaraan bermotor

Proses Pengerjaan 1. Cetak Tekan (Compressive Moulding) - Bahan-bahan berupa butiran yang telah diukur (berat dan volume dituang pada cetakan yang telah dipanaskan - Cetakan ditutup dan diberi tekanan untuk memudahkan bentuk - Ukuran tekanan 0,7 ± 55 Mpa dan temperatur 1200c ± 2000c 2. Cetak Injeksi (Injection Moulding) - Bahan-bahan dimasukkan ke cetakan melalui penampang saluran berulir - Ukuran tekanan 200 Mpa dan temperatur 1200c ± 2600c, bila diperlukan sirkulasi air, maka tempertur harus konstan antara 700c ± 950c

3. Ekstrusi (Extrution) - Diperlukan jenis bahan dengan kualitas baik, karena proses ini menghasilkan bahan plastik yang cetakannya mengeras setelah proses penuangan. - Dapat dibuat dalam berbagai bentuk (bulat, panjang, pipih dan sebagainya) 4. Cetak Tiup (Blow Moulding) - Paling mudah dalam proses pengerjaan karena menghasilkan jenis produk yang lunak - Bentuknya tipis dan sangat fleksibel

5. Penuangan (Casting) - Cocok untuk jenis produk yang kecil dan bentuk-bentuk profil - Cetakan yang digunakan adalah cetakan terbuka dari timah hitam atau bahan sintetis 6. Laminasi (Laminating) - Proses pelapisan bahan material yang dicelupkan terlebih dahulu, kemudian dilakukan pemanasan dan tekanan - Hasil produk umumnya keras, kuat dan tahan panas dan air - Sangat cocok untuk peralatan listrik - Bentuknya berupa lembaran memanjang.

Faktor-faktor Penentu Proses Pengerjaan 1. Faktor ekonomis Jumlah produk yang dibuat tidak menjamin dalam pemakaian alat cetakan, karena ada beberapa jenis bahan plastik yang sangat mudah atau rumit proses pengerjaannya. 2. Faktor geometri/ukuran Meliputi bentuk geometri/ukuran yang sulit, sehingga memerlukan cetakan yang khusus dan rumit.

3. Faktor ketepatan dan ketelitian Terkait dengan proses pengerjaan permesinan dan hasil produk yang dibuat. 4. Faktor bahan Tidak semua jenis bahan plastik dapat dirancang untuk membuat suatu jenis produk tertentu.

CNC (COMPUTER NUMERIC CONTROL) Merupakan mesin proses produksi yang menggunakan kontrol secara numerik dan otomatis. Data numerik merupakan himpunan huruf, angka atau simbol tertentu untuk operasionalnya. Media data numerik dapat berupa : - Disket - Piringan CD

CNC dikembangkan oleh John Parsson tahun 1940, yang menyusun metode penggunaan kartu elektronik (electric punched card) yang memuat data-data untuk produksi barang. Tahun 1948, dicoba digunakan pada laboratorium perawatan pesawat tempur AU Amerika Serikat. Tahun 1952, dikembangkan prototype untuk mesin produksi logam, seperti mesin bubut. Tahun 1970, mesin CNC mulai dikomersialkan secara global. Tahun 1980, industri-industri besar di Indonesia mulai menggunakan mesin CNC untuk membantu proses produksinya.

Aspek-aspek penggunaan mesin CNC : 1. Readabiliti Kemampubacaan instrumen terhadap penunjukkan skala pada mesin. 2. Cacah terkecil (Least Count) Perbedaan ukuran terkecil pada penunjukkan skala instrumen. 3. Ketelitian (Accuracy) Persentase tingkat kesalahan yang kecil suatu instrumen. 4. Ketepatan (Precision) Persentase yang menghasilkan ukuran dengan tingkat kesalahan yang kecil suatu instrumen. 5. Kehandalan (Reliable) Tingkat keamanan pada beban pemakaian tertentu sesuai dengan spesifikasi rancangannya.

Sifat umum dari produk yang cocok dikerjakan oleh mesin CNC : 1. Komponen yang sering dibuat dalam jumlah (lot) kecil 2. Spesifikasi produk sangat kompleks 3. Toleransi dan ketelitian yang tinggi 4. Perubahan desain teknis sering dilakukan 5. Tingkat kecacatan (reject) harus minimum

Keunggulan penggunaan mesin CNC : 1. Mengurangi waktu yang bersifat non-produksi 2. Memiliki fleksibilitas pemrograman yang tinggi 3. Mengurangi pengerjaan produksi yang bersifat manual 4. Memangkas waktu pengerjaan produksi 5. Memiliki produktivitas pengerjaan produksi yang tinggi Kelemahan penggunaan mesin CNC : 1. Memerlukan investasi biaya yang sangat mahal 2. Biaya perawatan yang tinggi 3. Membutuhkan SDM sebagai operator yang handal 4. Membutuhkan ruangan yang memadai untuk operasionalnya

Peranan CNC dalam Teknik Produksi Teknologi pengerjaan produksi semakin modern dengan bantuan CNC. Aspek-aspek yang mempengaruhinya ; 1. Peralatan (tools) 2. Bahan baku (material) 3. Metode pengerjaan

Hal-hal yang sangat dominan dalam pemakaian CNC : - Penciptaan material (barang jadi) dengan kekuatan bahan yang paling baik, disebut sebagai HSTR (High Strength Temperature Resistance). - Pembentukan bahan baku material yang sangat kompleks/komplit, disebut sebagai CSWP (Complicated Shape Work Piece). - Kemajuan teknologi industri yang modern yang menuntut tingkat ketepatan dan ketelitian, disebut APMT (Accuracy & Precision Modern Technology) - Proses kontinuitas dan otomatisasi untuk mencapai efisiensi proses produksi yang baik, disebut PECA (Production Efficiency in Continuity & Automatically)

Teknologi Proses CNC 1. Ultra Sonic Machining (USM) Suatu proses pembentukan material yang tahan terhadap panas (+ 1000 0c). Bahan baku material berupa logam atau plastik. Aplikasi adalah pembentukan rangka/body mobil, chip dan sebagainya.

kartu

2. Laser Beam Machining (LBM) Suatu proses pembentukan material yang menggunakan media laser dalam proses pengerjaan. Bahan baku material berupa logam dan plastik. Aplikasi adalah CD, piringan dan disket.

3. Water Jet Machining Suatu proses pembentukan material yang menggunakan media air dalam proses pengerjaan. Bahan baku material berupa logam dan plastik. Aplikasi adalah proses pembentukan baja, proses pembentukan bahan plastik dan sebagainya 4. Electro Chemical Machining Suatu proses pembentukan material yang menggunakan elektro kimia dalam proses pengerjaan. Bahan baku material berupa logam. Aplikasi adalah perangkat refrigerasi lemari es, refrigerasi pendingin udara (AC) dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->